Feedback

Analisis Gaya Bahasa pada Idiom Bahasa Mandarin.

Informasi dokumen
ANALISIS GAYA BAHASA PADA IDIOM BAHASA MANDARIN 汉语熟语修辞格分析 hànyǔ shúyǔ xiūcígé fēnxī) SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Program Studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan untuk melengkapi salah satu syarat Ujian Sarjana dalam bidang ilmu Sastra Cina Oleh: ANITA HASJEM 070710028 PROGRAM STUDI S-1 SASTRA CINA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS GAYA BAHASA PADA IDIOM BAHASA MANDARIN 汉语熟语修辞格分析 hànyǔ shúyǔ xiūcígé fēnxī) SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Program Studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan untuk melengkapi salah satu syarat Ujian Sarjana dalam bidang ilmu Sastra Cina Oleh: ANITA HASJEM 070710028 Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A. NIP. 19630109 198803 2 001 Liu Jingfeng, M.A. PROGRAM STUDI S-1 SASTRA CINA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Disetujui Oleh : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan Program Studi S-1 Sastra Cina Ketua Program Studi, Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A. NIP. 19630109 198803 2 001 Medan, Juni 2011 Universitas Sumatera Utara PENGESAHAN Diterima Oleh: Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara untuk melengkapi salah satu syarat Ujian Sarjana Sastra dalam bidang Sastra Cina. Pada Tanggal Pukul : Juni 2011 : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Dekan Dr. Syahron Lubis, M.A. NIP. 19511013 197603 1 001 Panitia Ujian No. Nama 1. Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A. 2. Dra. Nur Cahaya Bangun, M.Si 3. Dra. Rohani Ganie, M.Hum 4. Wu Qiaoping, M.A. 5. Liu Jingfeng, M.A. Tanda Tangan ( ( ( ( ( ) ) ) ) ) Universitas Sumatera Utara ABSTRACT This research is about the analysis of figure of speech in Chinese idiom, which focused on the four variants of Chinese idiom, namely maxims, proverbs, allegories, and idioms. The data of this research is the Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students’ book complied by Xu and Ying. In this research, Huang and Liao’s concept about the figure of speech in Chinese language is used to identify the figure of speech. Besides that, the semantic theory of Pateda is also used to describe the function and the meaning of the figure of speech. Method of this research is the combination of qualitative and quantitative method. The result of this research shows that there are nine figures of speech that are used in four variants of Chinese idiom. They are simile/metaphor, personification/ depersonification, metonymy/synecdoche, hyperbole, paronomasia, dui’ou, antithesis, repetition, and rhetorical question. The functions of these figures of speech are to make idioms seem more real, figurative, and interesting; easy to understand and to remember. They also can weaken the meaning of idioms or sharpen the meaning of idioms. The meaning of these figures of speech can be viewed in terms of similarity of meaning, the closeness of meaning, the application of the meaning, the equality of meaning, the comparison of meaning and the repetition of meaning. Keywords: figure of speech; Chinese idiom Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Gaya Bahasa pada Idiom Bahasa Mandarin”, sesuai yang direncanakan. Untuk itu puji syukur peneliti panjatkan kepada-Nya. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, karena pengetahuan peneliti yang masih sangat terbatas. Namun berkat dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang sangat banyak membantu peneliti, maka penulisan skripsi ini pun akhirnya diselesaikan. Untuk itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, terutama kepada: 1. Dr. Syahron Lubis,M.A, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, 2. Ibu Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A., selaku Ketua Program Studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktunya membimbing penulis dalam mengerjakan penyelesaian skripsi, 3. Ibu Dra. Nur Cahaya Bangun, M.Si, selaku Sekretaris Program Studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang telah banyak mendukung penulis dalam proses penyelesaian skripsi, 4. Ibu Liu Jingfeng, M.A., selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing dan mendukung dalam mengerjakan penyelesaian skripsi, Universitas Sumatera Utara 5. Ibu Dra. Lila Pelita Hati, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah banyak memberikan pengarahan selama kegiatan perkuliahan, 6. Ibu Wu Qiaoping, M.A., selaku Dosen Pengajar mata kuliah Chinese Rethoric yang telah memberikan pengarahan selama penyelesaian skripsi, 7. Seluruh staf pengajar Program Studi Sastra Cina yang telah banyak memberikan ilmu yang bermanfaat selama empat tahun, 8. Ayah, Ibu, dan saudara peneliti yang telah banyak memberikan dorongan dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini, 9. Seluruh rekan mahasiswa Program Studi Sastra Cina dan teman lainnya yang bersedia memberikan saran, kritik, tips, dan bantuan lainnya, serta semua yang telah membantu peneliti untuk terselesaikannya skripsi ini. Akhir kata, peneliti sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, agar skripsi ini menjadi lebih baik lagi ke depannya. Medan, Juni 2011 Peneliti Anita Hasjem ii    Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. iii DAFTAR TABEL . vi BAB I . PENDAHULUAN. 1 1.1 Latar Belakang Penelitian . 1 1.2 Rumusan Masalah Penelitian . 4 1.3 Tujuan Penelitian . 4 1.4 Ruang Lingkup Penelitian. 5 1.5 Manfaat Penelitian . 5 1.5.1 Manfaat Teoritis . 6 1.5.2 Manfaat Praktis . 6 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP DAN LANDASAN TEORI . 7 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu. 7 2.2 Konsep . 9 2.2.1 Gaya Bahasa. 9 2.2.1.1 Gaya Bahasa pada Bahasa Mandarin . 10 Gaya Bahasa Perumpamaan. 11 Gaya Bahasa Personifikasi/Depersonifikasi . 13 Gaya Bahasa Metonimia/Sinekdoke . 15 iii    Universitas Sumatera Utara Gaya Bahasa Hiperbola. 16 Gaya Bahasa Paronomasia . 16 Gaya Bahasa dui’ou . 17 Gaya Bahasa Antitesis . 18 Gaya Bahasa Repetisi. 19 Gaya Bahasa Erotesis. 19 2.2.2 Idiom . 20 2.2.2.1 Idiom Bahasa Mandarin . 21 Peribahasa (Chéngyǔ) . 23 Pepatah (Yànyǔ) . 24 Kiasan (Xièhòuyǔ). 24 Ungkapan (Guànyòngyǔ) . 25 2.3 Landasan Teori. 25 BAB III. METODE PENELITIAN . 27 3.1 Metode Gabungan Kualitatif – Kuantitatif . 27 3.2 Data dan Sumber Data . 28 3.3 Teknik Pengumpulan Data. 29 3.4 Teknik Analisis Data. 30 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN . 32 4.1 Hasil . 32 4.2 Pembahasan. 34 4.2.1 Jumlah Gaya Bahasa Empat Varian Idiom Bahasa Mandarin . 34 4.2.2 Analisis Gaya Bahasa beserta Fungsi dan Maknanya. 38 iv    Universitas Sumatera Utara 4.2.2.1 Gaya Bahasa Perumpamaan. 38 4.2.2.2 Gaya Bahasa Personifikasi/Depersonifikasi . 39 4.2.2.3 Gaya Bahasa Metonimia/Sinekdoke . 41 4.2.2.4 Gaya Bahasa Hiperbola. 42 4.2.2.5 Gaya Bahasa Paronomasia . 43 4.2.2.6 Gaya Bahasa dui’ou . 44 4.2.2.7 Gaya Bahasa Antitesis . 45 4.2.2.8 Gaya Bahasa Repetisi. 46 4.2.2.9 Gaya Bahasa Erotesis. 46 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN . 48 5.1 Kesimpulan . 48 5.2 Saran. 49 DAFTAR PUSTAKA . 50 LAMPIRAN SUMMARY v    Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4.1 Jumlah Peribahasa yang Mengandung Gaya Bahasa . 35 Tabel 4.2 Jumlah Pepatah yang Mengandung Gaya Bahasa. 35 Tabel 4.3 Jumlah Kiasan yang Mengandung Gaya Bahasa . 36 Tabel 4.4 Jumlah Ungkapan yang Mengandung Gaya Bahasa. 36 Tabel 4.5 Jumlah Gaya Bahasa Idiom Bahasa Mandarin. 37  vi    Universitas Sumatera Utara ABSTRACT This research is about the analysis of figure of speech in Chinese idiom, which focused on the four variants of Chinese idiom, namely maxims, proverbs, allegories, and idioms. The data of this research is the Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students’ book complied by Xu and Ying. In this research, Huang and Liao’s concept about the figure of speech in Chinese language is used to identify the figure of speech. Besides that, the semantic theory of Pateda is also used to describe the function and the meaning of the figure of speech. Method of this research is the combination of qualitative and quantitative method. The result of this research shows that there are nine figures of speech that are used in four variants of Chinese idiom. They are simile/metaphor, personification/ depersonification, metonymy/synecdoche, hyperbole, paronomasia, dui’ou, antithesis, repetition, and rhetorical question. The functions of these figures of speech are to make idioms seem more real, figurative, and interesting; easy to understand and to remember. They also can weaken the meaning of idioms or sharpen the meaning of idioms. The meaning of these figures of speech can be viewed in terms of similarity of meaning, the closeness of meaning, the application of the meaning, the equality of meaning, the comparison of meaning and the repetition of meaning. Keywords: figure of speech; Chinese idiom Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari bahasa, baik itu bahasa lisan maupun tulisan. Secara linguistik, yang dimaksudkan dengan bahasa adalah sistem tanda bunyi yang disepakati untuk dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Kushartanti, 2005:3). Idiom sebagai suatu simbol bahasa yang sangat unik juga sangat melekat erat dengan kehidupan manusia. Kehadiran idiom sendiri sangat dipengaruhi oleh pola pikir penutur bahasa itu sendiri. Oleh sebab itu, orang-orang yang belajar suatu bahasa baru harus mempelajari idiom bahasa tersebut sebagaimana mereka mempelajari kosa kata lain dalam bahasa itu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara linguistik idiom adalah konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya, misalnya kambing hitam dalam kalimat dalam peristiwa itu Hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa-apa (KBBI, 2007:417). Sedangkan idiom (shúyǔ) menurut Kamus Bahasa Mandarin Modern (XiànDài HànYǔ CíDiǎn) (2009:1267), adalah “固定的词组,只能整个应用,不能随意 变 动 其 中 成 分 , 并 且 往 往 不 能 按 照 一 般 的 构 词 法 来 分 析 ”, yang artinya “kelompok kata atau frasa yang susunannya tetap, hanya boleh digunakan secara menyeluruh, tidak boleh sembarangan mengubah unsur-unsurnya, dan biasanya tidak bisa dianalisis dengan metode pembentukan kata umum.” Contohnya 慢条 Universitas Sumatera Utara     斯理 màntiáosīlǐ (bertenang-tenang; tidak buru-buru),无精打采 wújīngdǎcǎi (tak bergairah; murung; lesu) , 乱 七 八 糟 luànqībāzāo (kacau-balau; dalam kekalutan) , 八 九 不 离 十 bājiǔbùlíshí (sangat dekat; hampir betul), dan lain sebagainya. Idiom Bahasa Mandarin mencakup peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yànyǔ), kiasan (xièhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ) (Yáo, 2006:25). Idiom bahasa Mandarin memiliki daya ekspresi yang tinggi, karena itu banyak orang yang belajar bahasa Mandarin menggunakan idiom demi meningkatkan kemampuan menulis karangan mereka. Namun pada kenyataannya, banyak orang yang belajar bahasa Mandarin mengalami kesulitan dalam menggunakan idiom tersebut. Hal ini dikarenakan mereka tidak memahami penggunaan dari idiom tersebut. Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum (Tarigan, 1985:5). Sementara itu menurut arti pada buku xiūcíxué fāfán (1997:71), gaya bahasa adalah “人们在长期的语言交际过程中,在本民族语言特点的基础上,为提 高语言表达效果而形成的格式化的方法、手段” yang artinya “sebuah cara atau metode yang terbentuk dari proses komunikasi bahasa manusia, demi meningkatkan hasil penyampaian bahasa tersebut.” Banyak idiom bahasa Mandarin yang memanfaatkan berbagai gaya bahasa sebagai dasar pembentukannya, sehingga idiom tersebut menjadi tampak ringkas, sangat berfigur, dan memiliki daya tarik tersendiri. Contohnya salah satu varian idiom, peribahasa (chéngyǔ) 车 水 马 龙 chēshuǐmǎlóng yang diterjemahkan 2    Universitas Sumatera Utara     sebagai berikut: mobil seperti air mengalir, kuda seperti naga berbaris. Peribahasa (chéngyǔ) ini menggunakan gaya bahasa perumpamaan yaitu metafora untuk membandingkan air yang mengalir dengan kendaraan yang hilir-mudik dan mengumpamakan kereta kuda yang berbaris panjang dengan tubuh naga. Kita mengetahui bahwa air yang mengalir akan terus mengalir tanpa hentinya, ini sama dengan keadaan mobil di jalan raya pada saat jam kerja dimana mobil hilir-mudik tanpa hentinya. Mobil yang melaju tersebut juga kadang tampak seperti saling berhimpitan membentuk barisan panjang mirip tubuh naga. Dengan analogi tersebut maka arti chéngyǔ chēshuǐmǎlóng sebenarnya adalah kendaraan berhilirmudik dengan ramai. Penggunaan gaya bahasa metafora pada idiom menjadikan makna chéngyǔ chēshuǐmǎlóng lebih nyata dan jelas. Dengan memperhatikan pemanfaatan gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin, maka peneliti tertarik untuk mengangkat topik analisis gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin, yang berfokus pada pembahasan gaya bahasa yang terdapat pada empat varian idiom (shúyǔ), yaitu: peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yànyǔ), kiasan (xièhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ) dalam buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students. Dengan dianalisisnya gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin, pembelajar bahasa Mandarin dapat memahami makna gaya bahasa pada idiom, sehingga akan membantu mereka dalam penggunaan idiom demi tercapainya penyampaian bahasa Mandarin yang lebih baik. 3    Universitas Sumatera Utara     1.2 Rumusan Masalah Penelitian Banyak idiom bahasa Mandarin yang memanfaatkan berbagai gaya bahasa sebagai dasar pembentukannya, dengan demikian idiom menjadi tampak ringkas, padat dan sangat berfigur. Melihat pemanfaatan gaya bahasa pada idiom bahasa mandarin, maka permasalahan yang ingin dibahas oleh peneliti pada penelitian ini adalah: a. Berapa jumlah gaya bahasa yang terdapat pada empat varian idiom bahasa Mandarin (shúyǔ) yang ada pada buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students. b. Gaya bahasa apa saja yang terdapat pada empat varian idiom bahasa Mandarin (shúyǔ) yang ada pada buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students. c. Bagaimana fungsi dan makna gaya bahasa tersebut pada empat varian idiom bahasa Mandarin (shúyǔ) yang ada pada buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students. 1.3 Tujuan Penelitian Adapun atau akan memukul’ / yajlisu/ ‘sedang atau akan duduk’ Menurut Al-Ghulayaini (2003:27) /fi’lu al-amri/ adalah : /al-`amru : ma dalla ‘ala talabi wuku’i al-fi’li min al-fa’ili ila al-mukhatabi bikhairi lami al-amri/ ‘fi’il amar adalah kata yang menunjukkan tuntutan terjadinya perbuatan dari fail ke mukhatab tanpa memakai lam amar’ (Al-Ghulayaini, 1991:64) Contoh : /idrib/ ‘pukullah’ /ijlis/ ‘duduklah’ Adapun fi’il yang banyak digunakan dalam idiom adalah fi’il madi dan fi’il mudari’. 3. /al-harfu/ huruf. Menurut Ghulayaini / al-harfu/ huruf yaitu : /al-harfu : ma dalla ‘ala ma’na fi gairihi/ ‘huruf adalah sesuatu yang menunjukkan arti di luar huruf itu’. Nurhasanah Ardiati Nst : Analisis Idiom Dalam Bahasa Arab, 2010. Ditinjau dari segi amilnya dalam kalimat huruf dapat dibedakan menjadi huruf amilk dan ghairu amil. Huruf amil adalah huruf yang dapat mempengaruhi isim sesudahnya. Di antara huruf amil adalah : huruf jar, huruf nasab dan huruf jazam. Adapun huruf yang dapat membentuk idiom bahasa Arab adalah huruf jar. Menurut Al-Ghulayaini (2007:463) huruf jar ada dua puluh : ( /hurufu al-jarri ‘isyruna harfan : wahia (al-ba`u, wa min, wa `ila, wa ‘an, wa ‘ala, wa fi, wa al-kafu, wa al-lamu, wa wawu al-qasima, wa ta`uhu, wa muz, wa munzu, wa rubba, wa hatta, wa khala, wa ‘ada, wa hasya, wa kay, wa mata fi lugati huzailin, wa la’alla fi lugati ‘uqailin)/ ‘huruf jar ada dua puluh yaitu : 1. /al-ba`u/ artinya ‘dengan’ 2. /min/ artinya ‘dari’ 3. /ila/ artinya ‘ke’ 4. /’an/ artinya ‘dari’ 5. /’ala/ artinya ‘atas’ 6. /fi/ artinya ‘di’ 7. /al-kafu/ artinya ‘seperti’ 8. /al-lamu/ artinya ‘bagi’ 9. /wawu al-qasamu/ artinya ‘waw sumpah’ 10. /ta’u al-qasamu/ artinya ‘ta sumpah’ 11. /muz/ artinya ‘sejak’ 12. /munzu/ artinya ‘sejak’ 13. /rubba/ artinya ‘banyak kali’ 14. /hatta/ artinya ‘sehingga’ 15. /khala/ artinya ‘selain’ 16. /’ada/ artinya ‘selain’ Nurhasanah Ardiati Nst : Analisis Idiom Dalam Bahasa Arab, 2010. 17. /hasya/ artinya ‘selain’ 18. /kay/ artinya ‘supaya’ 19. /mata/ menurut bahasa Huzail 20. /la’alla/ menurut bahasa Uqail (Al-Ghulayaini 1991:240) Tidak setiap huruf jar dapat menjadi unsur pembentuk idiom yakni huruf : /fi, ‘ala, ila, min, ‘an, bi/ ‘di, atas, ke, dari, dari, dengan’ 3.2 Bentuk-bentuk idiom dalam bahasa Arab pada Kamus Idiom Arab-Indonesia Adapun bentuk-bentuk idiom dalam bahasa Arab pada Kamus Idiom Arab-Indonesia berjumlah sembilan bentuk, pengklasifikasian ini pada kata pembentuk idiom tersebut, bentuk-bentuk tersebut adalah : 3.2.1. /al-ismu wa al-ismu/ Contoh : 1. /yahrisu kullu syabbin ‘ala an yakuna ibnu al-yaumi hatta la yattahimahu al-annasu bi al-takhallufi/ ‘setiap pemuda sangat ingin menjadi orang modern agar orang tak UU menuduhnya terbelakang’. Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Kata / ibnu al-yaumi/ merupakan tarkib idhofi atau /mudafun wa mudafun ilaihi/, secara harfiah kata /ibnu/ berarti ‘anak’ adalah /mudafun/ dan kata /al-yauimi/ berarti ‘hari’ adalah /mudafun ilaihi/. Adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘anak hari’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makna idiom yaitu ‘orang modern’. Nurhasanah Ardiati Nst : Analisis Idiom Dalam Bahasa Arab, 2010. 2. /zara al-hujaju ummu al-qura liadai al-hajji/ ‘jemaah haji itu mengunjungi mekah untuk melaksanakan ibadah haji’ UU Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Kata /ummu al-qura/ merupakan tarkib idhofi atau /mudafun wa mudafun ilaihi/. Secara harfiah kata /ummu/ berarti ‘ibu’ adalah /mudafun/ dan kata /al-qura/ berarti ‘kampung’ adalah /mudafun ilaihi/, adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘ibu kampung’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makna idiom yaitu ‘mekah’. 3. /sata ‘ala al-mali ibnu al-laili fi al-barihati/ ‘harta itu dicuri maling tadi malam’ UU Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Kata /ibnu al-laili/ merupakan tarkib idhofi atau /mudafun wa mudafun ilaihi/. Secara harfiah kata /ibnu/ berarti ‘anak’ adalah /mudafun/ dan kata /al-laili/ berarti ‘malam adalah /mudafun ilaihi/, adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘anak malam’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makna idiom yaitu ‘maling’. 4. /yajma’u Allahu al-nasa liyaumi al-hisabi/ ‘Allah mengumpulkan manusia pada hari kiamat’ UU Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Nurhasanah Ardiati Nst : Analisis Idiom Dalam Bahasa Arab, 2010. Kata /yaumu al-hisabi/ merupakan tarkib idhofi atau /mudafun wa mudafun ilaihi/. Secara harfiah kata /yaumu/ berarti ‘hari’ adalah /mudafun/ dan kata /al- hisabi/ berarti ‘perhitungan’. Adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘hari perhitungan’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makna idiom yaitu ‘hari kiamat’. 3.2.2. Contoh : 1. /al-fi’lu wa al-ismu/ /’indama daqat bihi al-hayatu fi wa tanihi rafa’a ’asahu, wastaqarra fi biladin wajada fiha kulla ma arada/ ‘ketika kehidupan di negerinya sulit, ia mengembara dan menetap di suatu UU negeri yang di situ terdapat semua yang dia inginkan’. Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Kata /rafa’a ‘asahu/ merupakan /al-fi’lu wa al- ismu/. Secara harfiah adapun kata /rafa’a/ ‘mengangkat’ adalah /fi’lun/ sedangkan kata /’asahu/ ‘tongkatnya’ adalah /ismun/. Adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘mengangkat tongkatnya’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makna idiom yaitu ‘mengembara’. 2. /kana yar’a al-najma bisabi ma alamma bihi min humumin/ ‘Ia tak bisa tidur karena kegundahan yang dialami’. UU Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Nurhasanah Ardiati Nst : Analisis Idiom Dalam Bahasa Arab, 2010. Kata /ra’a al-najmu/ merupakan /al-fi’lu wa al-ismu/. Secara harfiah adapun kata /ra’a/ ‘memperhatikan’ adalah /fi’lun/, sedangkan kata /al-najmu/ ‘bintang’ adalah /ismun/. Adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘memperhatikan bintang’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makna idiom yaitu ‘tak bisa tidur’. 3. /mata al-adibu, walam yara al-nura kasirun min a’malihi/ ‘sastrawan itu meninggal dan banyak karyanya yang belum terbit’. UU Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Kata /ra`a al-nura/, merupakan /al-fi’lu wa al- ismu/. Secara harfiah adapun kata /ra`a/ ‘melihat’ adalah /fi’lun/, sedangkan kata /al-nura/ ‘cahaya’ adalah /ismun/. Adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘melihat cahaya’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makna idiom yaitu ‘terbit’. 4. U /bala’a al-muazzifu al-murtasyiu al-tu’ma hina akhaza al- risywata allati ‘aradaha ‘alaihi rajulu al-mabahitsi/ ‘pegawai yang menerima suap itu tertipu ketika menerima suap yang UU ditawarkan petugas reserse’. Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Kata /bala’a al-tu’ma/ merupakan /al-fi’lu wa al- ismu/. Secara harfiah adapun kata /bala’a/ ‘menelan’ adalah /fi’lun/, sedangkan kata /al-tu’ma/ ‘rasa’ adalah /ismun/. Nurhasanah Ardiati Nst : Analisis Idiom Dalam Bahasa Arab, 2010. Adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘menelan rasa’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makna idiom yaitu ‘tertipu’. 3.2.3. /al-fi’lu wa harfu al-jarri/ Unsur idiom /al-fi’lu wa harfu al-jarri/ tidak hanya pada harf saja, tetapi terdapat juga pada harf jar yang lainnya, yaitu : Contohnya : 1. /’ala, ila, min, ‘an, bi/ ‘atas, ke, dari, dari, dengan’. /wala yasytagilu binaharin bigairi al-‘ilmi hatta yakhruja fi al-tabi’ati wa al-riyadiyyati/ ‘karena sepanjang hari disibukkan oleh ilmu, ibnu sina akhirnya unggul UU dalam ilmu kedokteran dan matematika’. Dari contoh kalimat yang bergaris bawah adalah contoh idiom. Kata /kharaja fi/ merupakan / al-fi’lu wa harfu al-jarri/. Secara harfiah adapun kata /kaharaja/ ‘keluar’ adalah /fi’lun/, sedangkan kata /fi/ ‘di’ adalah /harfun/. Adapun kedua kata tersebut jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘keluar di’, tetapi ketika kedua kata tersebut bergabung maka mengandung makan idiom yaitu ‘unggul’. 2. /ya’ayyuha al-lazina amanu la takunu ka al-lazina kafaru wa qalu liikhwanihim iza darabu fi al-ardi/ Nurhasanah Ardiati Nst : Analisis Idiom Dalam Bahasa Arab, 2010. ‘hai orang-orang yang beriman janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka mengadakan perjalanan di bumi’ Dari contoh kalimat memahami situasi dari pada maria 5. Subjek (subject) + “比” + kata keterangan tambahan (adverbial adjunct ) + kata kerja predikat ( predicate verb) + pelengkap (complement of degree) Sebagai contoh : 他比我起得早 Tā bǐ wǒ qǐ de zǎo Dia bangun pagi dari saya 我比她妹妹唱的好 Wǒ bǐ tā mèimei chàng de hǎo Saya menyanyi lebih baik dari kakaknya 6. Subjek (subject) + kata keterangan tambahan (adverbial adjunct ) + “得” + “比” + pelengkap (complement of degree) Universitas Sumatera Utara Sebagai contoh : 他跑得比我哥哥快 Tā pǎo de bǐ wǒ gēgē kuài Dia berjalan lebih cepat dari kakak saya 7. Subjek (subject) + “比” + kata keterangan tambahan (adverbial adjunct ) + kata kerja yang merupakan predikat ( predicate verb ) + objek (object) / pelengkap (complement) Sebagai contoh : 她比我早来十分钟 Tā bǐ wǒ zǎolái shí fēnzhōng Dia datang sepuluh menit lebih awal dari saya 他比我晚到一分钟 Tā bǐ wǒ wǎn dào yī fēnzhōng Dia telah terlambat satu menit dari saya BAB V KESIMPULAN dan SARAN 5.1 Kesimpulan Universitas Sumatera Utara Dari analisis yang dilakukan dalam bab IV dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang analisis kesalahan kalimat perbandingan dalam Bahasa Mandarin. Inilah beberapa kesimpulan tersebut, yaitu : 1. Kalimat perbandingan dalam Bahasa Mandarin merupakan kalimat yang membadingkan dua hal yang berbeda tentang suatu hal yang dapat di bandingkan sesuai dengan tata bahasa Mandrin. 2. Kalimat perbandingan dalam karangan yang ada dalam koran Xun Bao Youth yang ditulis oleh para pembaca terdapat kesalahan yang telah dianalisis pada bab hasil dan pembahasan. Kesalahan – kesalahan itu meliputi kesalahan letak kata kerja dan kata sifat untuk membandingkan dua hal yang berbeda. Kata bantu yang biasa digunakan dalam kalimat perbandingan juga dapat menyebabkan kesalahan struktur kalimat perbandingan. 3. Penyebab kesalahan berbahasa biasanya terjadi karena kurang pahamnya pengguna bahasa dengan bahasa asing yang mereka pakai. Sama hal nya dengan penelitian ini, penyebab terjadinya kesalahan penggunaan kalimat perbandingan dalam Bahasa Mandarin karena mereka yang membuat karangan dalam koran Xun Bao Youth tersebut tidak mengetahui letak yang benar kata perbandingan. Karena karangan yang mereka buat sebatas pada karangan yang seperti sehari – hari mereka buat. Jadi, mereka tidak mengetahui kebenaran strukturnya. Universitas Sumatera Utara 5.2 Saran Setelah menyelesaikan penelitian mengenai kalimat perbandingan dalam Bahasa Mandarin penulis mengambil beberapa saran yang perlu diketahui oleh para pembaca, yaitu : 1. Apabila pembaca yang kiranya merasa tertarik dalam membahas kalimat perbandingan dalam Bahasa Mandarin dapat memperlus kajian penelitian ini, misalnya dengan membahas faktor – faktor penyebab lainnya yang menyebabkan kesalahan Penggunaan Kalimat Perbandingan yang tidak ada dalam penelitian ini. 2. Penulis juga berharap kiranya penelitian ini dapat dijadikan referensi atau bahan pembelajaran bagi pembaca yang ingin mempelajari mengenai kalimat perbandingan dalam Bahasa Mandarin. 3. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritikan yang bersifat membangun akan diterima agar penelitian menjadi yang lebih sempurna lagi. 4. Sebagai salah satu Bahasa asing yang banyak digunakan sekarang ini, penulis berharap masyarakat Indonesia dapat memiliki ketertarikan yang lebih terhadap Bahasa mandarin guna kemajuan Bangsa Indonesia . 5. Penelitian ini terbatas pada deskripsi jenis kesalahan dan penyebab kesalahan . Hal ini disebabkan karena keterbatasan tenaga, waktu, dan tempat yang tersedia. Oleh karena itu disarankan agar penelitian yang lebih dalam lagi dan lebih sempurna lagi perlu dilakukan. Universitas Sumatera Utara Chaer, Abdul. 2003. Seputar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta. Rineka Cipta Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta. Rineka Cipta Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Rosda Muslich, Masnur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara. Muis, Ba’dulu dan Herman. Morfosintaksis. Jakarta : PT. Rineka Cipta Ramlan, M. 1981. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta : CV. Karyono Suparto, ST., BA. 2003. Tata Bahasa Mandarin Itu Mudah. Jakarta. Puspa Bahasa Suparto, ST., BA. 2003. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Jakarta. Puspa Bahasa Wahab, Abdul. 1998. Isu Linguistik Pengajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya. Airlangga University Press Zhao Yong Xin dan Budianti Pauw. 2005. Intisari Tata Bahasa Mandarin. Bandung. Penerbit Rekayasa Sains 苏 北 大 学 Universitas Sumatera Utara 中文系本科生毕业论文 题 名 汉语 “比”字句偏误研究 学生姓名 学 号 指导教师 阿羽 070710034 伍巧平、刘金凤 学 院 人文学院 学 系 中文系 提交日期 2011 年 6 月 6 日 答辩日期 2011 年 6 月 17 日 Universitas Sumatera Utara 摘要 汉语“比”字句是现代汉语中的特殊句式之一,是比较句中的一种常见类型。 本文通过探究“比”字句的常见类型及变换句式,旨在说明“比”字句在语形、语 义及结构等方面的差异,以使我们在日常语言表达中更准确、恰当地使用这 种特殊句式。汉语 “比”字句也有一些特点,但是印尼学生经常会犯错误,希 望本研究对印尼学生汉语“比”字句学习有一些帮助。 关键词:汉语;比字句;偏误 Universitas Sumatera Utara 第一章 绪论 1.1 研究目的 每一种语言中都有比较的方法,而每一种语言里比较的方式都会有所不 一样,比较是语法中比较难学的一个方面。汉语里用来表示比较的方式,从 大的方面来看,可以分为两大类:一类是比较事物性状的异同;一类是比较 性质或程度的差别、高低,每一大类中又含一些不同的比较格式。凡是用来 作比较的句子都称作为比较句。本文将研究“比”字句,希望对外国学生学习 汉语有一定的帮助。 1.2 研究综述 Universitas Sumatera Utara 王茂林的《留学生“比”字句习得的考察》(2005)基于留学生汉语中介语语 料库, 对留学生有关“比”字句的使用作了初步考察, 发现留学生在使用 “比”字句时会先误加、搭配偏误、误用和语序偏误等偏误形式。这篇文章还 对留学生有关“比”字句不同句式的使用情况作了考察。 张昕的《“比”字句类型及其变换句式探析》(2010)这篇文章通过探究“比” 字句的常见类型及变换句式,说明了“比”字句在语形、语义及结构等方面的 差异,以使我们在日常语言表达中更准确、恰当地使用这种特殊句式。 火玥人的《“比”字句否定式教学策略》(2009)这篇文章试从第二语言习 得者语言习得和认知的角度探讨“比”字句否定式的教学策略,侧重于教学顺 序、教学活动程序的研究,更侧重于课堂教学内容顺序的研究。 1.3 研究方法 本文主要采用下列方法进行了研究: 1.定性分析法; 2.文献检索法。 第二章“比”字句的类型 “比”字句是指有“比”字介词短语作状语的句子。其中心语是谓词或谓词性 短语,用来表示甲乙两物或两事在数量、性质、程度上的差别,又叫差比 句。比字句主要有以下几种类型: Universitas Sumatera Utara 2.1 A 比 B + 形容词(adj) 2.1.1 A 比 B+adj 此类比字句是指表示两个人或两种事在性质、程度的差别或高矮,用介 词“比”引出比较的对象,用形容词做谓语表示比较的洁果,“比”与宾语在句 中作状语。例如: (1)他比我矮。 2.1.2 A 比 B+更/还+adj 表示程度“进一步”的意义的,介词“比”洁构后面,谓语前面,还可以用表 示比较程度的副词“更、还、还要”等做状语,表示程度更进一层。例如: (2)他比我更大吧。 (3)我比妹妹还笨。 (4)他的汉语比我的更流利。 2.1.3 A 比 B+adj+补语 “比”放在形容词前,后面加补语表示表示比较后差异的程度或大小,例 如: (5)小明比我胖一点儿。 2.1.4 A+V+得+比+B+adj “比 ”可以放在补语之前,也可以放在动词之前。例如: (6)他做功课比我做得好。 (7)他做功课做得比我好。 Universitas Sumatera Utara 2.2 A 比 B+动词 (V) “比”位于主语和谓语中间。表示两个人或者事物在某种动作方面的比较。 2.2.1 A 比 B+V+O “比”位于主语和谓语动词后加上宾语。例如: (8)他比我精通华语。 (9)他比有经验。 2.2.2 A 比 B+adj+V+宾语 “比”放在动词前或补语主要成分前,如果动词又带宾语,“比”用重复的动 词前或补语主要成分前,程度补语和数量补语不的用时出现。“比”+人/物+ 形容词(作状语)+动词谓语+数量补语。例如: (10)我比他早来 10 分钟。 (11)你比他迟到 5 分钟。 2.2.3 A 比 B+V+得+补语 “比”用在重复的动词前或补语主要成分前。例如: (12)我比她妹妹唱得好。 (13)他比我跑得快。 (14) 我比她妹妹唱得好 2.2.4 A 比 B+adj+V+补语 介词洁构“比 ”后的形容词谓语带的补语有“多”“小”或“早” “晚”作状 语,一是要放在谓语动词前边而不能放在“比”前。例如: Universitas Sumatera Utara (15)我比他多带一件行李。 (16)他比你多带一个箱子。 第三章 “比”字句的特点 汉语比字句是汉语学习的难点之一,有很多复杂的特点: 1. 介词“比”和比较对象构成的介词结构主要是在谓语前做状语。例 如: (17)这种香皂比那种 (香皂)好。 (18)这个标识比那个 (标识)明显。 2.介词结构“比 ”后边的谓语由形容词或某些动词词组充当。例如: (19)他比我保守。 (形容词) (20)哥哥比姐姐了解情况。(动词词组) 3.介词“比”前边和后边的词成词词组一般是同类的,或有可比性的。例 如:(21)他比我大一点儿。 (22)坐火车比坐飞机慢。 Universitas Sumatera Utara 4.介词结构“比 ”后边,谓语前边可以用副词“更”、“还”或“还要”做状 语,表示程度上更进一层。例如: (23)今天比昨天还热。 (24)这个城市比那个城市还要繁华。 “比 ”后边、谓语前边不能用表示程度的副词“很”、“非常”、“十分” 等。例如: (25)今天比昨天很暖和。 (26)你比他工作得非常好。 5.介词结构“比 ”后的谓语 (形容词或动词) 能带补语。例如: (27)哥哥比他高三厘米。 (28)我的负担比你的重得多。 介词结构“比 ”后的谓语形容词常带的补语有下面几种情况。 1.用数量补语“一点人”或“一些”,表示比较的双方差别不大。 2.用程度补语“多” ,表示比较的双方差别很大。 3.用数量词组做补语,表示比较双方的差别。 6.用“比”字句的否定形式是在介词“比”前边用上否定副词“不”。例如: (29)今天不比昨天天冷。 (30)他起得不比你晚。 Universitas Sumatera Utara 7.汉语里比较两个人年龄时,谓语只能由形容词“大”或“小”充当。例 如:(31)我比你大,他比你小。(我二十一岁,你二十岁,他十九 岁等) (32)他比他弟弟大得多,弟弟比他小得多。(他二十岁,他弟弟十二 岁等) Universitas Sumatera Utara 第四章 “比”字句偏误分析 4.1 偏误类型 通过对查找到的比字句进行考察,发现有关“比”字句的使用多数是正确 的,但是也存在这样或那样的偏误。通过分析,发现印尼学生在比字句用法 上存在的主要问题有这样几类: 4.1.1 误加 误加就是不该用“比”的地方用了“比”,例如: (33)*我比他来得早 11 分钟 我比他早来 11 分钟 这个句子里既有数量补语,又有程度补语“来得早”。比字句中程度补语和 数量补语不能同时出现。一个句子中不能同时用量种补语,这时应去掉程度 补语中的“得”作状语用在动词“早”作状语用在动词“来”之前。 4.1.2 搭配偏误 (34)这件衣服比那件衣服漂亮。(肯定) (35)*这件衣服没有那件衣服丑。(否定) 例(35)是错误的,因为没有用在“比”字句时是有选择的,它一般选择带有 积极色彩的形容词。应该改为“这件衣服没有那件漂亮。”又例: Universitas Sumatera Utara (36)我的房间没有你的大。 (37)*我的房间没有你的小。 (38)我跑得没有你快。 (39)*我跑得没有你慢。 例(36)、(37)是对的,而例(37)、(39)中的“小”和“慢”是带有 消极色彩的形容词,不能用在含“没有”的“比”字句中。 4.1.3 语序偏误 “比”字句的基本格戎是 A+比+B+C。但是印尼的学生由于受母语或其他语 言负迂移的影响,将顺序颠倒,写成 A+C+比+B 格式学生把 “比 ”放到 了谓语之后,造成偏误。例如: (40)*在我的国家会汉语的人容易找工作比他们不会汉语的朋友。 这句话是不对的,应该改为“在我的国家会汉语的人比他们不会汉语的 朋友容易找工作”。 否定形式及其意义。用“比”构成的比较句,多以肯定形式出现,如果否定 的语,多用“没有”的形式,这和直接在“比”前加“不”是不用的。否定词不能放 在形容词前。 4.2 偏误原因 1.印尼语与汉语语序上的差别。 2.比字句本身结构的复杂性。 3.练习没有针对性。 Universitas Sumatera Utara 4.3 教学建议 1.印尼学生必须可以区分每个句子结构的类型。比如说:“我比他来得早 11 分钟”必须说“我比他早来 11 分钟”。 2.重点强化否定副词以及其他相关成分的位置。比如说“不”不能放在谓语 的前面,所以不可以说“我的汉语水平比玛丽的汉语水平不高”。只能说“我的 汉语水平不比玛丽的汉语水平高”。 3.与印尼语多做对比分析,弄清楚比字句的真正意义和用法。 第五章 结论 本文首先分析了汉语“比”字句偏误,然后得出了以下结论: Universitas Sumatera Utara 1.“比”字句的类型有两种类型。第一个 A 比 B + 形容词(adj);第二个 A 比 B+动词 (V)。 2.“比”字句的特点有七个特点。 3. 这个词的频繁使用双误,因为许多学生,谁不知道正确的句子结构。 Universitas Sumatera Utara 参考文献 [1] 王茂林.留学生“比”字句习得的考察[J].暨南大学华文学院学报,2005. [2] 杨惠敏.论对外汉语教学中两种不同类型的比字句[J].教学园地,2009. [3] 火玥人.“比”字句否定式教学策略[J].语言教学研究,2009. [4] 张昕.“比”字句类型及其变换句式探析[J].语言应用研究,2010. [5] 齐沪扬.对外汉语教学语法[M].北京:北京语言大学出版社,2009. [6] 程美珍.实用汉语语法[M].北京:北京语言大学出版社,2009. Universitas Sumatera Utara
Analisis Gaya Bahasa pada Idiom Bahasa Mandarin. Analisis Gaya Bahasa pada Idiom beserta Fungsi dan Maknanya Hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah Gaya Bahasa pada Empat Varian Idiom bahasa Mandarin Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Latar Belakang Penelitian PENDAHULUAN Metode Gabungan Kualitatif – Kuantitatif Data dan Sumber Data Rumusan Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Gaya Bahasa pada Idiom Bahasa Mandarin.

Gratis