Analisis Gaya Bahasa pada Idiom Bahasa Mandarin.

 24  155  98  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

ANALISIS GAYA BAHASA PADA

  ( ) ABSTRACTThis research is about the analysis of figure of speech in Chinese idiom, which focused on the four variants of Chinese idiom, namely maxims, proverbs,allegories, and idioms. The meaning of these figures of speech can be viewed in terms of similarity of meaning, the closeness of meaning, theapplication of the meaning, the equality of meaning, the comparison of meaning and the repetition of meaning.

PROGRAM STUDI S-1 SASTRA CINA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  ( ) ABSTRACTThis research is about the analysis of figure of speech in Chinese idiom, which focused on the four variants of Chinese idiom, namely maxims, proverbs,allegories, and idioms. The meaning of these figures of speech can be viewed in terms of similarity of meaning, the closeness of meaning, theapplication of the meaning, the equality of meaning, the comparison of meaning and the repetition of meaning.

KATA PENGANTAR

  Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Gaya Bahasa pada Idiom Bahasa Mandarin”, sesuaiyang direncanakan. A., selaku Ketua Program Studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan Dosen PembimbingI yang telah meluangkan waktunya membimbing penulis dalam mengerjakan penyelesaian skripsi, 3.

6. Ibu Wu Qiaoping, M.A., selaku Dosen Pengajar mata kuliah Chinese

  Ayah, Ibu, dan saudara peneliti yang telah banyak memberikan dorongan dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini, 9. Seluruh rekan mahasiswa Program Studi Sastra Cina dan teman lainnya yang bersedia memberikan saran, kritik, tips, dan bantuan lainnya, sertasemua yang telah membantu peneliti untuk terselesaikannya skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Dengan memperhatikan pemanfaatan gaya bahasa pada idiom bahasaMandarin, maka peneliti tertarik untuk mengangkat topik analisis gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin, yang berfokus pada pembahasan gaya bahasa yangterdapat pada empat varian idiom (shúy ǔ), yaitu: peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yàny ǔ), kiasan (xièhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ) dalam buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students. Karena keterbatasan ruang penulisan dan keterbatasan kemampuan penulis terhadap gaya bahasa pada bahasa Mandarin, maka peneliti membatasipembahasan hanya pada gaya bahasa yang terdapat pada empat varian idiom(shúy ǔ), yaitu: peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yànyǔ), kiasan (xièhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngy ǔ) dalam buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students.

1.5.1 Manfaat Teoritis

Secara teoritis manfaat dari penelitian tentang analisis gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin adalah:

a. Menambah khasanah penelitian tentang idiom bahasa Mandarin (shúy ǔ)

  b. Menambah khasanah penelitian yang memfokuskan pada analisis gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin (shúy ǔ).

1.5.2 Manfaat Praktis

  Secara praktis manfaat dari penelitian tentang analisis gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin adalah:a. Sebagai referensi untuk penelitian yang berkaitan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI Pada Bab II ini, pertama peneliti akan mengemukakan hasil penelitian

  terdahulu yang berkaitan dengan idiom bahasa Mandarin pada umumnya dan yang berhubungan dengan gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin pada khususnya. Dan yang terakhir peneliti memaparkan teori yangdiaplikasikan dalam penelitian ini yang digunakan untuk menganalisis gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin.

2.1 Penelitian mengenai gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin (shúy

  Pada penelitian ini beliau menganalisis keistimewaan budaya dari idiom bahasa Mandarin dengan memfokuskan penelitiannya pada filosofi,makna tak langsung, sifat humanisme, kesusastraan langgam bahasa dan motivasi yang tersirat pada idiom bahasa Mandarin. Yuán dalam penelitiannya yang berjudul “ 构及修辞特点 、” (Qi Yàny ǎnxī Guànyòngyǔ ǔ hé Xiēhòuyǔ de Jiégòu jí Xiūcí tèdiǎn) (2008) yang memfokuskan analisisnya pada struktur, diksi dan gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin khususnya pada tiga varian idiom, yaitu: ungkapan (guànyòngy ǔ), pepatah (yànyǔ) dan kiasan (xiēhòuyǔ).

2.2 Konsep adalah gambaran mental dari objek, proses, atau apapun yang ada

  diluar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (KBBI, 2007:588). Jadi, konsep dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

2.2.1 Bila kita melihat arti gaya secara umum, kita dapat mengatakan bahwa gaya

  Secara leksikologis yang dimaksud dengan gaya bahasa, yakni: (i) pemanfaatan atas kekayaaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur atau menulis;(ii) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; (iii) keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra (Kridalaksana, 2008:70). Sedangkan menurut Tarigan (1985:5),“gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal Karena objek kajian penelitian ini adalah idiom bahasa Mandarin, maka gaya bahasa yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah gaya bahasa padabahasa Mandarin.

2.2.1.1 Gaya Bahasa pada Bahasa Mandarin

  Namun karena keterbatasan kemampuan penulis terhadap gaya bahasa pada bahasa Mandarin, maka peneliti hanya membahas gaya bahasa yang terdapat padaempat varian idiom (shúy ǔ), yaitu: peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yànyǔ), kiasan (xièhòuy ǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ) dalam buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students. 比拟 ǐnǐ ) Bila bahasa Indonesia membedakan gaya bahasa personifikasi dan depersonifikasi maka pada bahasa Mandarin kedua gaya bahasa ini termasukdalam gaya bahasa b ǐnǐ.

2.2.2 Secara leksikologis idiom adalah: (i) konstruksi dalam unsur-unsur yang

  saling memilih, masing-masing anggota mempunyai makna yang ada hanya karena bersama yang lain; (ii) konstruksi yang maknanya tidak sama dengangabungan makna anggota-anggotanya; (iii) bahasa dan dialek yang khas menandai suatu bangsa, kelompok atau suku (Pateda, 2001:231). Idiom Bahasa Mandarin 2.2.2.1人 们 常 用 的 定 型 化 了 的 固 定 短 Idiom bahasa Mandarin (shúy语,是一种特殊的词汇单位 ǔ) adalah “” yang artinya “kelompok kata dengan pola yang tetap yang sering digunakan oleh masyarakat, adalah sebuah unit kosa kata yangistimewa (Huáng, 1997:312).

1. Peribahasa (Chéngy

  Chéngy ǔ adalah kelompok kata atau frasa yang tetap yang sudah digunakan dalam jangka waktu panjang, bentuknya ringkas dan padat (XiànDài HànY ǔ CíDiǎn, 亡羊补牢 2009:173). Xièhòuy ǔ terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama sebagai perumpamaan dan bagian kedua sebagai penjelasan.孔 夫 子 搬 家 净 是 书 Contoh: —— k ǒngfūzǐ bānjiā – jìng shì shū (Tuan Kong 书 pindah rumah – semuanya buku), karena pada bahasa Mandarin karakter “ ” 输(buku) dan “ ” (kalah) ejaannya sama, yaitu “ sh ū ” sehingga arti dari perumpamaan ini adalah selalu kalah.

4. Ungkapan (Guànyòngy

  ǔ)Guànyòngy ǔ dapat disetarakan dengan ungkapan pada bahasa Indonesia. Guànyòngy ǔ adalah kelompok kata dengan pola tetap yang sering digunakan pada komunikasi sehari-hari, kebanyakan terdiri dari tiga karakter, yang maknanya merupakan perluasan dari makna unsur-unsur pembentuknya (Huáng, 1997:316).

2.3 Landasan Teori

  Berkaitan dengan penelitian, maka teori semantik leksikal tentang makna dalam gaya bahasa yang digunakan peneliti untuk menganalisis gaya bahasa padaidiom bahasa Mandarin. Gaya bahasa lebih banyak dan sering dibicarakan dalam bidang sastra, tetapi belakangan ini gaya bahasa juga turut dikaji dalam bidang linguistik, sebab yang kambing.” Dengan membaca kalimat tersebut kita akan mengetahui bahwa makna yang terkandung di dalam gabungan kata ini, adalah lima kambing dan bukan ekor kambing sebanyak lima buah.

BAB II I METODE PENELITIAN Penelitian merupakan suatu proses penyelidikan atau usaha-usaha yang

  dilakukan secara sistematis untuk mengetahui atau mempelajari segala sesuatu yang baru guna memenuhi hasrat keingintahuan manusia. Untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini, maka metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode gabungan kualitatif - kuantitatif.

3.1 Metode Gabungan Kualitatif – Kuantitatif

  Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku,persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yangalamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2005:6). Penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif adalah penelitian yang datanya terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif sehingga analisis datanya punmenggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.

3.2 Data dan Sumber Data

  Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah idiom bahasa Mandarin(shúy ǔ) yang mencakup empat varian idiom yaitu: peribahasa (chéngyǔ), pepatah (yàny ǔ), kiasan (xièhòuyǔ), dan ungkapan (guànyòngyǔ). Selain itu, peneliti juga mengumpulkan buku-buku yang berkaitan dan data-data dari internet yang berhubungan dengan tulisan ini.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

  Mencari data empat varian idiom bahasa Mandarin (shúy ǔ) yang mengandung gaya bahasa dalam buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students. Setelah dilakukan pemilahan terhadap shúy ǔ, maka peneliti memperoleh total 396 buah idiom (shúy ǔ) mengandung gaya bahasa dan 159 idiom (shúyǔ) tidak mengandung gaya bahasa, dengan rincian idiom (shúy ǔ) yang mengandung gaya bahasa ada 116 buah peribahasa (chéngy ǔ), 162 buah pepatah (yànyǔ), 47 buah kiasan (xièhòuy ǔ), dan 71 buah ungkapan (guànyòngyǔ) (lihat lampiran 1, 2, 3, dan 4).

3.4 Teknik Analisis Data

  Setelah data dikumpulkan dan dikategorikan, peneliti akan menganalisis fungsi gaya bahasa pada idiom bahasa Mandarin dan menjelaskan makna gayabahasa tersebut pada idiom bahasa Mandarin. Adapun idiom bahasa Mandarin yang menggunakan gaya bahasa tersebut adalah 如饥似渴 rúj ī sìkě (seperti orang haus atau lapar akan sesuatu) (Chéngy ǔ).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab-bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai tinjauan pustaka, konsep

  landasan teori dan metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Pada bab ini, peneliti menganalisis gaya bahasa yang memfokuskan pada empat varianidiom bahasa Mandarin yang terdapat di dalam buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students.

4.1 Hasil

  Gaya bahasa antitesis (duìbǐ) berfungsi untuk membandingkan dua hal yangbertentangan/berlawanan sehingga tampak jelas makna kedua sisi hal yang bertentangan itu, sedangkan gaya bahasa repetisi (f ǎnfù) dan gaya bahasa erotesis(f ǎnwèn) sama-sama berfungsi untuk menegaskan maksud. Makna gaya bahasa pada empat varian idiom bahasa Mandarin dapat dilihat dari segi kesamaan makna (gaya bahasa perumpamaan, gaya bahasa hiperbola,gaya bahasa paronomasia, dan gaya bahasa erotesis), kedekatan makna (gaya bahasa metonimia/sinekdoke), penerapan makna (gaya bahasapersonifikasi/depersonifikasi), kesejajaran makna (gaya bahasa duì’ ǒu),perbandingan makna (gaya bahasa antitesis) dan pengulangan makna (gaya bahasa repetisi).

4.2 Pembahasan

  Pada subbab pembahasan berikut ini akan dipaparkan analisis gaya bahasa berdasarkan empat varian idiom bahasa Mandarin yang terdapat dalam bukuChinese Idiomatic Phrases for Foreign Students. Sebelum gaya bahasa dianalisissatu per satu, peneliti terlebih dahulu menjumlahkan berapa gaya bahasa yang muncul pada idiom bahasa Mandarin dengan tujuan untuk mendukung analisistersebut.

4.2.1 Jumlah Gaya Bahasa pada Empat Varian Idiom bahasa Mandarin

  Setelah dilakukan pemilahan terhadap shúyǔ, maka peneliti memperoleh total 396 buah shúyǔ mengandung gaya bahasa dan 159 shúyǔ tidak mengandung gayabahasa, dengan rincian shúy ǔ yang mengandung gaya bahasa ada 116 buah chéngyǔ, 162 buah yànyǔ, 47 buah xièhòuyǔ, dan 71 buah guànyòngyǔ (lihat lampiran 1, 2, 3, dan 4). Di dalam yànyǔ, gaya bahasa yang palingsering digunakan adalah salah satu gaya bahasa perumpamaan yaitu jièyù, hampir setengah yàny ǔ mengandung gaya bahasa ini.

4.2.2 Analisis Gaya Bahasa pada Idiom beserta Fungsi dan Maknanya

  Makna yang berhubungan dengan gaya bahasa, ada yang dapat dilihat dari segi kedekatan antarmakna, adapula yang dapat dilihat dari segi kesamaan antarmakna, dan lain sebagainya. Contoh (17) juga menggunakan gaya bahasa simile (míngyù), yang mengumpamakan dua pekerjaan yang berbeda seperti dipisahkan oleh sebuah Contoh (18) termasuk gaya bahasa jièyù, karena disini langsung menggunakan pembanding “orang bisu makan ramuan obat pahit” untukmenggantikan noumenon “orang yang mengalami kesulitan tetapi tidak bisa mengatakannya”.

4.2.2.4 Gaya Bahasa Hiperbola ( ku

  āzhāng)Hal yang menyamakan makna dapat dilihat juga pada keadaan yang suka berlebih-lebihan. Bagaimana seriusnya pun kita belajar atau bekerja tidaklah mungkin bisa sampai lupa makan dan tidur, chéngy ǔ ini adalah menggunakan gaya bahasa hiperbola.

4.2.2.5 Gaya Bahasa Paronomasia ( shu

  Hal ini dikarenakan bentukguànyòngy ǔ yang hanya terdiri dari susunan tiga karakter, sehingga tidakmemungkinkan adanya keseimbangan bentuk; dan bentuk xi ēhòuyǔ yang terdiridari dua bagian, dengan bagian depan sebagai analogi dan bagian kedua sebagai penjelasan juga tidaklah memungkinkan adanya keseimbangan ini. Contoh idiom (shúy ǔ) yang memanfaatkan gayabahasa ini adalah: 口是心非 (35) Chéngy  (k ǔ : ǒu shì xīn fēi) = mulut iya, hati tidak 旧的不去,新的不来(36) Yàny   (jiùde bùqù, x ǔ : īnde bùlái) = yang lama tidak pergi, yang baru tidak datangKedua contoh diatas tampak jelas melakukan perbandingan terhadap dua hal, yang ditandai dengan penggunaan kata-kata yang berantonim.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Setelah menganalisis gaya bahasa pada empat varian idiom bahasa Mandarin yang terdapat dalam buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Students,peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Fungsi gaya bahasa pada empat varian idiom bahasa Mandarin adalah penggunaan gaya bahasa perumpamaan, gaya bahasa personifikasi/depersonifikasi, gaya bahasa metonimia/sinekdoke, gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa antitesis dan gaya bahasa duì’ ǒu menjadikan idiom tampak lebihnyata dan berfigur, mudah dimengerti dan diiingat, dan menambah daya tarik idiom sehingga meninggalkan kesan yang menyenangkan.

d. Dari 396 buah idiom bahasa Mandarin yang mengandung gaya bahasa, gaya bahasa yang paling banyak digunakan adalah gaya bahasa perumpamaan

  52.23% dari jumlah idiom bahasa Mandarin yang diteliti mengandung gaya bahasa ini. Menempati posisi kedua adalah gaya bahasa duìǒu, gaya bahasa antitesis, gaya bahasa hiperbola dan selanjutnya.

5.2 Saran

  Berdasarkan hasil pendataan jumlah gaya bahasa yang digunakan pada idiom bahasa Mandarin pada buku Chinese Idiomatic Phrases for Foreign Studentsmenunjukkan bahwa gaya bahasa perumpamaan paling banyak digunakan. Untuk itu peneliti merasa demi penggunaan idiom bahasa Mandarin yang baik dan tepat,ada baiknya pembelajar bahasa Mandarin memahami terlebih dahulu makna penggunaan gaya bahasa perumpamaan.

Analisis Gaya Bahasa pada Idiom Bahasa Mandarin. Analisis Gaya Bahasa pada Idiom beserta Fungsi dan Maknanya Hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah Gaya Bahasa pada Empat Varian Idiom bahasa Mandarin Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Latar Belakang Penelitian PENDAHULUAN Metode Gabungan Kualitatif – Kuantitatif Data dan Sumber Data Rumusan Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Ruang Lingkup Penelitian Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, DAN LANDASAN TEORI
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Gaya Bahasa pada Idiom Bahasa Mandar..

Gratis

Feedback