Gambaran Obesitas pada Penderita Stroke Iskemik yang Dirawat Inap di SMF Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012

Gratis

1
56
69
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Gambaran Obesitas pada Penderita Stroke Iskemik yang Dirawat Inap di SMF Neurologi RSUP H. S(K) yang telah bersedia memberikan waktu, tenaga dan pemikiran untuk membimbing penulis dengan sabar serta memberikan masukan dan saran yangberarti bagi penyelesaian karya tulis ilmiah ini.

DAFTAR LAMPIRAN

  Dari analisis hasil penelitian, diperoleh bahwa 32 orang (76,2%) dari responden merupakan penderita stroke yang obesitas dan 10 orang (23,8%)lainnya penderita stroke yang bukan obesitas. Sebagian besar responden penderita stroke yang obesitas adalah perempuan yaitu 53,1%, umur 45-60 tahun yaitu53,1%, dan bersuku Batak yaitu 53,1%.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Apabila mortalitas dan cacat yangterjadi dapat diatasi maka penderita stroke yang produktif tersebut masih dapat meneruskan kariernya untuk mendapatkan penghasilan dalam menghidupikeluarganya, menyumbangkan pikiran dan darma baktinya kepada nusa dan bangsa. Dengan menggunakan IMT sebagai variabel, para peneliti mendapatkan bahwa subjek yang ikut serta dalam The US Physicians Health Study dengan IMT ≥27,8 kg/m2 memiliki risiko yang lebih besar secara bermakna untuk stroke iskemik dan hemoragik (Price, 2006).

1.4. Manfaat Penelitian

  Sebagai sarana untuk meningkatkan wawasan peneliti dalam melakukan penelitian dan pengetahuan mengenai gambaran obesitas pada penderitastroke iskemik. Data penelitian yang didapat, diharapkan mampu dijadikan sebagai acuan ataupun masukan bagi peneliti berikutnya.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Stroke

  2.1.1 Definisi Stroke Menurut definisi WHO (2006), stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal (atau global) dengan gejala-gejalayang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Dari studi rumah sakit yang dilakukan di Medan pada tahun 2001, ternyata pada 12 rumah sakit di Medan dirawat 1263 kasus stroke terdiri dari 821 stroke iskemikdan 442 stroke hemoragik, dimana meninggal 201 orang (15,91%) terdiri dari 98 (11,93%) stroke iskemik dan 103 (23,30%) stroke hemoragik (Nasution, 2007).

2.1.3 Klasifikasi Stroke

  Dasarklasifikasi yang berbeda-beda ini perlu, sebab setiap jenis stroke mempunyai cara pengobatan, preventif dan prognosis yang berbeda, walaupun patogenesisnyaserupa. Sedangkan penggunaan klinis yang lebih praktis lagi adalah klasifikasi dari New York Neurological Institute, dimana stroke menurut mekanisme terjadinya dibagi dalam dua bagian besar yang dapat dilihat dalam Tabel 2.1.

2.1.4 Faktor Risiko Stroke

  Menurut WHO (1997) dalam Price dan Wilson (2006), faktor utama yang berkaitan dengan epidemi penyakit serebrovaskular adalah perubahan globaldalam gizi dan merokok, ditambah urbanisasi dan menuanya populasi. Riwayat KeluargaJika dalam keluarga ada yang menderita stroke, maka yang lain memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke dibanding dengan orang yang tidakmemiliki riwayat stroke di keluarganya.

2.1.5 Gangguan pasokan aliran darah otak dapat terjadi di mana saja di dalam

arteri-arteri yang yang membentuk sirkulus Willisi (arteri karotis interna dan sistem vertebrobasilar atau semua cabang-cabangnya (Gambar 2.1). Gambar 2.1: Anatomi Sirkulus Willisi (Sumber: Emedicine, Medscape Reference) − Keadaan penyakit pada pembuluh darah itu sendiri, seperti pada aterosklerosis dan trombosis, robeknya dinding pembuluh, atauperadangan.− Berkurangnya perfusi akibat gangguan status aliran darah, misalnya syok atau hiperviskositas darah.− Gangguan aliran darah akibat bekuan atau embolus infeksi yang berasal dari jantung atau pembuluh ekstrakranium.− Ruptur vaskular di dalam jaringan otak atau ruang subarakhnoid.

2.1.6 Diagnosis Stroke

Untuk mendiagnosis stroke, konsensus nasional pengelolaan stroke diIndonesia, (1999) dalam Lumbantobing (2004) antara lain mengemukakan hal berikut: − Diagnosis stroke ditegakkan berdasarkan temuan klinis.− CT scan tanpa kontras merupakan pemeriksaan baku emas untuk menentukan jenis patologi stroke, lokasi dan ekstensi lesi sertamenyingkirkan lesi non vaskuler.− Pungsi lumbal dapat dilakukan bila ada indikasi khusus.− MRI dilakukan untuk mendeteksi lesi patologik stroke secara lebih tajam darah ekstrakranial dan intracranial dalam membantu evaluasi diagnostik,etiologik, terapi dan prognostik.

2.1.7 Penatalaksanaan Stroke

  Menghindari konsumsi alkohol dan penyalahgunaan alkoholPenyalahgunaan obat seperti kokain, heroin, penilpropanolamin dan mengkonsumsi alkohol dalam dosis berlebihan dan jangka panjang (abuse alcohol) akan memudahkan terjadinya stroke. Pada konsensus nasional pengelolaan stroke di Indonesia (2004) dalamLumbantobing (2007), dikemukakan upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan primer penyakit stroke adalah dengan memasyarakatkan gaya hidupsehat bebas stroke, antara lain: 1.

2.2 Stroke Iskemik

  Sekitar 80-85% stroke adalah stroke iskemik, yang terjadi akibat obstruksi atau bekuan di satu atau lebih arteri besar pada sirkulasi serebrum. Namun, trombosis yang menjadi penyulit aterosklerosis Penyebab lain stroke iskemik adalah vasospasme, yang sering merupakan respons vaskuler reaktif terhadap perdarahan ke dalam ruang antara lapisanaraknoid dan piamater meningen.

2.3 Stroke Hemoragik

  Mekanisme terjadinya iskemik tersebut ada dua: (1) tekanan pada pembuluh darah akibat ekstravasasi darah ke dalam tengkorak yang volumenya tetap dan (2)vasospasme reaktif pembuluh-pembuluh darah yang terpapar ke darah bebas di dalam ruang antara lapisan arakhnoid dan piamater meningen. Pada stroke hemoragik, defisit neurologis yang terjadimerupakan akibat dari perusakan jaringan otak oleh darah atau akibat adanya darah di dalam ruang subarakhnoid.

2.4 Obesitas Definisi Obesitas

  Obesitas merupakan peningkatan total lemak tubuh yaitu apabila ditemukan kelebihan berat badan >20% pada pria dan >25% pada wanita karenalemak (Ganong, 2008) Menurut Sugondo (2009), obesitas merupakan suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa. Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor, yaitu: genetik, lingkungan, psikis, jenis kelamin, kesehatan seperti penyakit hipotiroidisme, obat-obatan sepertikortikosteroid, perkembangan terutama yang gemuk pada masa kanak-kanak, dan aktivitas fisik.

2.4.3 A. Indeks Massa Tubuh (IMT)

  Mengukur lemak tubuh secara langsung sangatlah sulit dan sebagai pengukur pengganti dipakai Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh(IMT) untuk menentukan berat badan lebih dan obesitas pada orang dewasa. Pengukuran lingkar perut paling tepat untuk menentukan obesitas sentral dan merupakan pemeriksaan yang praktis dan tidak sulit.

2.4.4 Komplikasi Obesitas

  Kelebihan berat badan dan obesitas menghasilkan konsekuensi kesehatan yang serius. Penyakit kardiovaskular sistem (terutama penyakit jantung dan stroke)Penyakit ini sudah menjadi penyebab kematian yang pertama, membunuh 17 juta orang setiap tahunnya.

2.5 Pengaruh Obesitas Terhadap Stroke Iskemik

  Timbunan lemak pada dada jaringan viseral(intraabdomen), yang tergambar sebagai penambahan ukuran lingkar pinggang, akan mendorong perkembangan hipertensi, sindrom resistensi insulin,hipertrigliseridemia, dan hiperlipidemia. Pada tahun yang sama, 9,8% pria dan 13,8% wanita mengalami obesitas 2 dengan BMI , sementara dibandingkan pada tahun 1980 sekitar 4,8%≥ 30 kg/m untuk pria dan 7,9% untuk perempuan.

2 Index (BMI) >30.0 kg/m menunjukkan peningkatan Hazard Ratios (HR) 1,93

  Berdasarkan penelitian kesehatan wanita, wanita dengan BMI 2 mempunyai HR 1,50 dari total stroke dan 1,72 untuk stroke iskemik≥30 kg/m 2 dibandingkan dengan BMI < 25 kg/m (Vemmos, 2011). Risiko untuk terjadinya kematian mendadak, stroke, gagal jantung, dan penyakit jantung koroner (PJK) meningkat masing-masing 2,8; 2; 1,9; dan 1,5 kalilebih tinggi pada penderita obes dibandingkan dengan yang tidak obes (Soegih, 2009).

BAB 3 KERANGKA KONSEP PENELITIAN DAN DEFENISI OPERASIONAL

  Stroke: penderita dengan gambaran klinis berupa gangguan fungsi serebral fokal maupun global yang timbul tiba-tiba dan berlangsunglebih dari 24 jam atau berakhir dengan kematian. Pada stroke iskemik, Faktor Risiko Non-modifiable: Modifiable: − Stroke Iskemik− Stroke Non-Iskemik Secara klinis obesitas dengan mudah dapat dikenali karena mempunyai tanda yang khas antara lain wajah membulat, pipi tembem, dagurangkap, leher relatif pendek, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat serta kedua tungkai umumnya berbentuk X dengan keduapangkal paha bagian dalam saling menempel.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  4.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran obesitas yang dilihat dengan pengukuranlingkar perut pada penderita stroke iskemik yang dirawat inap, dengan desain penelitian potong lintang (cross sectional) yaitu tiap subjek diobservasi satu kalidan pengukuran variabel subjek dilakukan pada saat pemeriksaan tersebut (Notoatmodjo, 2007). Adam Malik Medan merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Sumatera Utara dan rumah sakit pendidikan dengan saranadan prasarana yang memadai untuk melaksanakan penelitian ini.

4.3 Populasi dan Sampel

  4.3.1 Populasi Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien stroke iskemik yang dirawat inap di SMF Neurologi RSUP H. Sampel Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah penderita stroke iskemik yang dirawat inap antara bulan Juli 2012 sampai Oktober 2012 dan memenuhikriteria inklusi dan eksklusi.

2 PQ

  Zα n = 2 d 2 (1,96) x 0,43 x 0,57 n = 2 (0,15) n = 41,84dimana: n = besar sampel minimum = tingkat kemaknaan: 0,05 = 1,96ZαP = proporsi penyakit atau keadaan yang akan dicari: 0,43 (dari data rawat inap di SMF Neurologi RSUP H. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling, yaitu penarikan sampel berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Wahyuni, 2008).

4.3.3 Kriteria inklusi adalah karakteristik umum dari subjek penelitian yang

  Penderita stroke iskemik yang dirawat inap di SMF Neurologi RSUP H. Penderita yang secara klinis terbukti menderita stroke iskemik dan telah dikonfirmasi dengan pemeriksaan CT scan otak.

c. Penderita stroke iskemik yang baru masuk ataupun telah dirawat inap selama ≤ 3 hari

  d. Penderita yang bersedia untuk menjadi subjek penelitian secara sukarela.

4.3.4 Kriteria Eksklusi

  Adam Malik Medan pada tahun 2011 dan data hasil pemeriksaan CT scan otak pasien stroke yang diperoleh dari rekam medis RSUP H. 4.5 Metode Pengolahan dan Analisis Data Semua data penelitian yang telah dikumpulkan akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1.2. Hasil Penelitian

  Proses pengambilan data untuk penelitian ini telah dilakukan pada bulanAgustus 2012 sampai bulan November 2012 di Rumah Sakit Umum Pusat HajiAdam Malik Medan. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dandianalisa, maka dapat disimpulkan hasil penelitian dalam paparan di bawah ini.

5.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

  Dengan predikat rumah sakit kelas A, RSUP HajiAdam Malik Medan telah memiliki fasilitas kesehatan yang memenuhi standar dan tenaga kesehatan yang kompeten. Selain itu, RSUP Haji Adam MalikMedan juga merupakan rumah sakit rujukan untuk Wilayah Sumatera yang meliputi Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Riau.

5.1.2 Deskripsi Karakteristik Responden

  Responden pada penelitian ini adalah pasien-pasien stroke iskemik yang dirawat inap di SMF Neurologi RSUP Haji Adam Malik Medan. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 5.1.2.1 Tabel 5.1 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi (n) Persentase (%) Laki-laki 23 54,8Perempuan 19 45,2 Total 42 100Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa responden pada penelitian ini terdiri dari 23 orang (54,8%) laki-laki dan 19 orang (45,2%) perempuan.

5.1.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Suku

  Tabel 5.3 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Suku Suku Frekuensi (n) Persentase (%) Batak 22 52,4Jawa 10 23,8Aceh 4 9,5 Minang 4 9,5Melayu 2 4,8 Total 42 100Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa suku responden terbanyak adalah Batak sebanyak 22 orang (52,4%), dan suku yang lain adalah Jawa 23,8%, Aceh 9,5%, Minang 9,5%, dan Melayu 4,8%. Karakteristik Berdasarkan Pekerjaan 5.1.2.4 Tabel 5.4 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan n (orang) % PNS 11 26,2Wiraswasta 12 28,6 IRT 13 31,0Petani 3 7,1 Pekerjaan Lepas 3 7,1Total 42 100 Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden paling banyak adalah ibu rumah tangga sebanyak 31%, sebagai wiraswata sebanyak 28,6%, dan palingsedikit adalah sebagai petani dan pekerja lepas, yaitu masing-masing 7,1%.

5.1.3 Hasil Analisis Statistik

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran obesitas pada pasien- pasien penderita stroke iskemik, yang ditentukan berdasarkan hasil ukur lingkarperut pasien. Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Stroke Iskemik Berdasarkan Kategori Lingkar Perut Kategori Frekuensi (n) Persentase (%) Obesitas 32 76,2Non Obesitas 10 23,8 Total 42 100Berdasarkan Tabel 5.5, dari 42 orang pasien stroke iskemik yang dianalisis, 32 orang (76,2%) diantaranya tergolong obesitas dan 10 orang lainnya (23,8%) tergolong non obesitas.

2 Chi Square (X ) diperoleh nilai p=0.461 (>0.05). Hal ini berarti tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan suku

  Suku terbanyak pasien stroke iskemik yang obesitas adalah Batak yaitu 53,1% dan paling sedikit adalah Melayu yaitu 3,1%. Sedangkan untuk pasien stroke iskemik yang tergolong non obesitas, terdiri dari 80% laki-laki dan 20% perempuan.

1.3. Pembahasan

  Suku terbanyak pada penderita stroke yang obesitas adalah suku Batak yaitu 53,1%, sedangkan suku yang lain adalah Jawa 23,8%, Aceh 9,5%, Minang9,5% dan Melayu 4,8%. Pada penelitian ini, jenis stroke yang terjadi pada penderita stroke yang obesitas adalah stroke iskemik yaitu 100%.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan mengenai gambaran obesitas pada penderita stroke iskemik yangdirawat inap di SMF Neurologi RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2012 sebagai berikut:a. Penderita stroke iskemik dengan obesitas paling banyak terjadi pada perempuan yaitu sebanyak 53,1%, kelompok usia 46-60 tahun yaitu53,1%, dan suku Batak yaitu 53,1%.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengendalian Hipertensi sebagai Faktor Resiko Stroke dan Manajemen Hipertensi pada Penderita Stroke Akut. Pengaruh Suhu Tubuh Terhadap Outcome Penderita Stroke yang Dirawat di RSUP H.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (69 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Karakteristik Penderita Thalasemia yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 - April 2014
0
81
101
Gambaran Obesitas pada Penderita Stroke Iskemik yang Dirawat Inap di SMF Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012
1
56
69
Gambaran Tekanan Darah pada Penderita Stroke Fase Akut di RSUP H. Adam Malik Medan
2
65
72
Gambaran Pola Makan Dan Merokok Pasien Stroke Iskemik Akut Yang Dirawat Inap Di SMF Neulorogi Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan Tahun 2012.
3
48
79
Karakteristik Penderita Kanker Kolorektal Yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 1998-2001
0
34
78
Karakteristik Penderita Mioma Uteri Yang Dirawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2000-2004
0
37
92
Karakteristik Penderita Sirosis Hati Yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2002-2004
0
40
88
Gambaran Faktor Risiko pada Penderita Stroke Iskemik di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010
8
60
68
Gambaran Pola Makan Dan Tingkat Keparahan Stroke Iskemik Di Departemen Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan
0
24
66
Karakteristik Penderita Thalasemia yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 - April 2014
0
0
11
Karakteristik Penderita Thalasemia yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 - April 2014
0
0
16
Gambaran Obesitas pada Penderita Stroke Iskemik yang Dirawat Inap di SMF Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012
0
0
12
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Stroke 2.1.1 Definisi Stroke - Gambaran Obesitas pada Penderita Stroke Iskemik yang Dirawat Inap di SMF Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012
0
0
19
Gambaran Obesitas pada Penderita Stroke Iskemik yang Dirawat Inap di SMF Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012
0
0
13
Gambaran Tekanan Darah pada Penderita Stroke Fase Akut di RSUP H. Adam Malik Medan
0
0
14
Show more