Karakteristik Pasien Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008-2011

Gratis

1
57
61
2 years ago
Preview
Full text

KARAKTERISTIK PASIEN RETINOBLASTOMA DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2008-2011 Oleh: HASIHOLAN SACHDAPUL 090100162

  19540220 198011 1 001 ABSTRAK Retinoblastoma adalah keganasan neuroektodermal yang berasal dari sel- sel embriyonik retina sensoris dan merupakan keganasan primer intraokular yangpaling sering terjadi pada anak, mewakili sekitar 3% dari semua kasus keganasan pada anak. Pasien retinoblastoma terbanyak berasal dariSumatera Utara dengan jumlah 26 (70,3%), namun jumlah pasien dari luarSumatera Utara yang terbanyak berasal dari Aceh dengan jumlah 10 (27,0%), dan diikuti oleh Riau sebanyak 1 (2,7%).

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

  19540220 198011 1 001 ABSTRAK Retinoblastoma adalah keganasan neuroektodermal yang berasal dari sel- sel embriyonik retina sensoris dan merupakan keganasan primer intraokular yangpaling sering terjadi pada anak, mewakili sekitar 3% dari semua kasus keganasan pada anak. Pasien retinoblastoma terbanyak berasal dariSumatera Utara dengan jumlah 26 (70,3%), namun jumlah pasien dari luarSumatera Utara yang terbanyak berasal dari Aceh dengan jumlah 10 (27,0%), dan diikuti oleh Riau sebanyak 1 (2,7%).

KATA PENGANTAR

  Kerangka Konsep Penelitian 30 ABSTRAK Retinoblastoma adalah keganasan neuroektodermal yang berasal dari sel- sel embriyonik retina sensoris dan merupakan keganasan primer intraokular yangpaling sering terjadi pada anak, mewakili sekitar 3% dari semua kasus keganasan pada anak. Pasien retinoblastoma terbanyak berasal dariSumatera Utara dengan jumlah 26 (70,3%), namun jumlah pasien dari luarSumatera Utara yang terbanyak berasal dari Aceh dengan jumlah 10 (27,0%), dan diikuti oleh Riau sebanyak 1 (2,7%).

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Di kotaMedan, Sebuah penelitian deskriptif yang dilakukan oleh Selvi dengan melihat rekam medik kasus retinoblastoma yang berobat ke Subbagian Hematologi-Onkologi Anak Bagian Ilmu Kesehatan Rumah Sakit Haji Adam Malik periode1999-2003 memperlihatkan kejadian retinoblastoma unilateral dan bilateral paling banyak pada kelompok usia 0-5 tahun sebesar 40,6% dan 46,9%. Kemoterapi digunakan untuk meminimalkan efek yang terjadi akibat modalitas terapi lain, seperti enukleasi yang dapat menyebabkan kehilangan bolamata, atau External-beam Radiation Therapy yang dapat mengakibatkan kerusakan lensa atau saraf optik akibat dari proses pengobatan yang berkaitandengan radiasi (Kim dkk, 2003).

1.3.1. Tujuan Umum

1.3.2. Tujuan Khusus

  Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien retinoblastoma di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik MedanTahun 2008-2011. Mengetahui distribusi lokasi tumor pasien retinoblastoma di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2008-2011 berdasarkan jenis kelamin.

1.4. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini berguna untuk mengetahui karakteristik pasien retinoblastoma di RSUP Haji Adam Malik Medan berdasarkan jeniskelamin, usia, lokasi tumor, keluhan utama, jenis terapi dan asal daerah sehingga diharapkan berguna sebagai tambahan informasi bagi RSUPHaji Adam Malik Medan. Bagi Peneliti Sebagai kesempatan mengintegrasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah dalam bentuk penelitian yang dilakukan secara mandirisehingga diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan keterampilan peneliti.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Anatomi

  Hal ini dikarenakan pola pertumbuhan retinoblastomayang berasal dari sel-sel retina dan dapat bersifat eksofilik (pertumbuhan ke arah luar) dan endofilik (pertumbuhan ke arah dalam) (Shetlar, 2010). Retina menerima darah dari dua sumber: koriokapilaris yang berada tepat diluar membran Bruch, yang mendarahi sepertiga luar retina, termasuk lapisan ï‚· Vitreus Vitreus adalah suatu badan gelatin yang jernih dan avaskular yang membentuk dua pertiga volume dan berat mata.

2.2. Retinoblastoma

2.2.1. Definisi

2.2.2. Epidemiologi

  Walaupun gen Rb ditemukan pertama kali pada pasien-pasien yang rentan terhadap retinoblastoma, mutasi genRb tidak hanya dijumpai pada retinoblastoma tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai jenis kanker lain pada orang dewasa, misalnya kanker paru, payudara,ginjal, dan lain-lain. Inaktivasi alel wild type kedua dalam sel yang telah mengandung satu alel mutan dapat terjadikarena mutasi somatik yang independent atau karena hilangnya kromosom yang mengandung lokus normal yang tinggal.

2.2.5. Patogenesis

  Perumbuhan endofilik ini Perluasan Retinoblastoma ke dalam koroid biasanya terjadi pada tumor yang masif dan mungkin menunjukkan peningkatan kemungkinan metastasishematogen. Tumor ini terkadang tumbuh secara difus di retina, melepaskan sel-sel ganas ke dalam vitreus dan bilikmata depan dan menimbulkan proses pseudoinflamasi yang dapat menyerupai retinitis, vitritis, uveitis, atau endoftalmitis (Shetlar, 2010).

2.2.6. Manifestasi Klinis

  Tanda dan gejala Retinoblastoma ditentukan oleh tingkat dan lokasi tumor pada saat terdiagnosis. Di Amerika Serikat, tanda-tanda retinoblastoma yangpaling banyak dijumpai adalah leukokoria, strabismus, dan inflamasi okular.

2.2.7. Klasifikasi

  Children’s Oncology Group (COG) mengevaluasi sistem klasifikasi internasional yang baru, yang akan digunakan dalam serangkaian uji klinis yang akan datang. Harapannya adalah untuk mengembangkan skema yang lebih baikuntuk memprediksi rspon mata terhadap kemoterapi (American Academy of Ophthalmology, 2007).

2.2.8. Diagnosis

  Semua anak dengan Anak yang menderita Retinoblastoma harus mendapatkan pemeriksaan fisik dan laboratorium serta pemeriksaan penunjang yang lengkap oleh onkologisanak (Aventura dalam Hidayat, 2010). Pemeriksaan dengan anestesi (ExaminationUnder Anesthesia / EUA) diperlukan pada semua pasien untuk mendapatkan hasil yang lengkap dari perkembangan penyakit sebelum dilakukan penatalaksanaan.

2.2.9. Histopatologi

  Dan pemberian 3-4 macam kemoterapi dengan mekanisme kerja yang berbeda, sepanjang dapat ditoleransi pasien dan seltumor sensitif terhadap obat itu, akan menyisakan sel tumor yang masih hidup masing-masing 0,1 dan 0,01%. Plaque Radiotherapy (Brachytherapy) Plaque Radioactive therapy dapat digunakan pada terapi penyelamatan mata dimana terapi penyelamatan bola mata gagal untuk menghancurkan semuatumor aktif dan sebagai terapi utama terhadap beberapa anak dengan ukuran tumor yang relatif kecil hingga sedang (American Academy of Ophthalmology,2007) .

2.2.12. Prognosis

  Faktor resiko tersering yang berhubungan dengan kematian adalah penyebaran tumor keekstraokular, secara langsung melalui sklera atau yang lebih sering dengan invasi saraf optikus, khususnya pada pembedahan reseksi margin (American Academy of Ophthalmology, 2007). Diperkirakan sebanyak 10%-20% pasien yang mengalami retinoblastoma bilateral akan berkembang menjadi neoplasma yang tidak berhubungan dalam 20tahun dan 20%-40% akan mengembangkan keganasan ketiga dalam 30 tahun.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

  Kerangka KonsepLokasi Tumor Jenis Kelamin Usia Karakteristik PasienRetinoblastoma 2008-2011 Keluhan Utama Asal Daerah Jenis Terapi Gambar 8. Kerangka Konsep Penelitian 3.2 Definisi Operasional Tabel 3.1.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Jenis Penelitian Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode cross sectional (potong lintang) untuk mengetahui karakteristik pasien retinoblastoma di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Metode Analisis Data Data yang diperoleh dari penelitian ini akan diproses dan dianalisis dengan menggunakan bantuan program SPSS, untuk melihat karateristik pasienretinoblastoma di RSUP H.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

  Deskripsi Lokasi Penelitian Pengambilan data penelitian ini dilakukan di Instalasi Rekam MedikRumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. 335/Menkes/SK/VIII/1990, RSUP Haji Adam Malik Medan merupakan rumah sakit tipe A dan menjadi sentra rujukan utama untuk wilayah SumateraUtara dan sekitarnya.

5.1.2.1. Jenis kelamin

  dapat dilihat bahwa pasien retinoblastoma unilateral paling banyak terdapat pada kelompok usia 0-5 tahun dengan jumlah 30 orang (90,9%),diikuti kelompok usia 6-10 tahun sebanyak 2 orang (6,1%), dan terakhir pada kelompok usia >10 tahun sebanyak 1 orang (3%). menunjukkan bahwa jenis terapi terbanyak pada pasien retinoblastoma adalah kemoterapi saja dengan jumlah 18 orang (48,6%) pasien,diikuti oleh terapi konservatif saja sebanyak 10 orang (27%) pasien, kemudian gabungan antara kemoterapi dan konservatif sebanyak 8 orang (21,6%) pasien danterakhir pembedahan sebanyak 1 orang (2,7%) pasien.

5.1.2.6. Asal Daerah

  Distribusi Frekuensi Pasien Berdasarkan Asal Daerah Asal Daerah Jumlah (Orang) Persentase (%) Sumatera Utara 26 70,3Aceh 10 27,0 Riau 1 2,7 Total 37 100 Dari Tabel 5.8. dapat diketahui bahwa sejumlah 26 orang (70,3%) pasien berasal dari Sumatera Utara, kemudian 10 orang (27%) pasien berasal dari Acehdan urutan terakhir berasal dari Riau sejumlah 1 orang (2,7%) pasien.

5.2. Pembahasan

  Hal yang hampir serupa juga disampaikan Rosdiana(2011) dalam penelitiannya, pasien retinoblastoma unilateral pada jenis kelamin laki-laki berjumlah 28 orang (52,83%) dan pada jenis kelamin wanita 25 orang(47,17), sedangkan pasien retinoblastoma bilateral pada pasien laki-laki berjumlah 3 (37,5%) orang dan pada pasien perempuan berjumlah 5 orang (62,5%). Pada penelitian Nafianti (2006) didapati pasien retinoblastoma unilateral berjumlah 13 orang (40,6%) dan pasien retinoblastoma bilateral 5 orang (46,9%)pada kelompok usia 0-5 tahun, diikuti 2 orang (6,3%) pasien retinoblastoma unilateral dan 1 orang (3,1%) pasien retinoblastoma bilateral pada kelompok usia6-10 tahun dan pada kelompok usia >10 tahun tidak ditemukan pasien retinoblastoma unilateral dan hanya ditemukan 1 orang (3,1%) pasienretinoblastoma bilateral.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  Pasien retinoblastoma unilateral paling banyak terdapat pada kelompok usia 0-5 tahun dengan jumlah 30 orang (90,9%), sedangkan pada pasien retinoblastomabilateral juga paling banyak terdapat pada kelompok usia 0-5 tahun dengan jumlah 4 orang (100%). Daerah Sumatera Utara merupakan daerah asal terbanyak pasien retinoblastoma dengan jumlah 26 orang (70,3%), sedangkan dari luar Sumatera Utara pasienretinoblastoma terbanyak berasal dari Aceh dengan jumlah 10 orang (27%), diikuti oleh Riau dengan jumlah 1 orang (2,7%).

6.2. Saran

  Untuk mencegah berkembangnya tumor dan memaksimalkan pengobatan, maka sangat penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakatmelalui upaya promosi kesehatan terkait retinoblastoma agar deteksi dini dapat dilakukan sehingga tidak ada lagi pasien yang datang ke sarana pelayanankesehatan pada stadium yang sudah sulit untuk diatasi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar terkait karakteristik pasien retinoblastoma agar diperoleh informasi yang lebihrepresentatif.

DAFTAR PUSTAKA

  Subjek Khusus yang Berkaitan dengan Pediatri. Perbandingan Hasil Pengobatan Retinoblastoma Antara Tindakan Kemoterapi diikuti Enukleasi dengan Tindakan Enukleasi diikuti Kemoterapi di RS.

RIWAYAT HIDUP

  Nama : Hasiholan Sachdapul Tempat / Tanggal Lahir : Baturaja / 30 November 1991Agama : Islam Alamat : Jl. 35, Medan Baru, MedanRiwayat Pendidikan : 1.

Dokumen baru

Download (61 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
5
102
60
Karakteristik Penderita Skabies di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010-2012
1
71
78
Karakteristik Penderita Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2012
1
72
56
Karakteristik Dan Penatalaksanaan Penderita Polip Hidung Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009-2011
6
84
57
Karakteristik Pasien Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008-2011
1
57
61
Karakteristik Penderita Tonsilitis Kronis Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009
16
137
77
Karakteristik Penderita Rinosinusitis Kronis Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008
6
60
125
Karakteristik Penderita Apendisitis di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2009
9
87
42
Karakteristik Pasien Anak dengan Kejang Demam di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014
1
70
57
Karakteristik Pasien Radiodermatitis di RSUP H. Adam Malik Medan Januari 2014- Agustus 2015
7
57
55
Karakteristik Pasien Penderita Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2012-2013
1
1
13
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1. Definisi - Karakteristik Penderita Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2012
0
0
18
Karakteristik Penderita Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2011 – 2012
0
0
14
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi - Karakteristik Pasien Retinoblastoma Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008-2011
0
0
25
Karakteristik Dan Penatalaksanaan Penderita Polip Hidung Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009-2011
0
0
13
Show more