Sistem Informasi Penjualan Dan Pemasaran Handphone Berbasis Web Di Indigo Mobile Phone

135 

Full text

(1)

9

LANDASAN TEORI

2.1. Definisi Sistem

Pada dasarnya kata sistem berasal dari kata yunani “sytema” yang berarti

kesatuan, yakni keseluruhan dari bagian – bagian yang mempunyai hubungan satu sama lain. Untuk mendefinisikan sistem terdapat dua pendekatan, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.

Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedurnya mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis menulis) biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.

(2)

pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya, diantaranya yaitu :

a. Pendekatan yang menekankan pada prosedur.

Menurut Jerry Fitz Gerald dan kawan-kawan dalam Jogiyanto, HM (2000:1), Pengertian Sistem adalah :

Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

Menurut Richard F. Neuschel dalam Jogiyanto, HM (2000:1), Prosedur adalah :

“Rangkaian operasi klerikal (tulis menulis) yang melibatkan

beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi

bisnis yang terjadi”.

b. Pendekatan yang menekankan pada komponen atau elemennya.

Menurut Jogiyanto, HM (2000:1), Sistem adalah :“Kumpulan

dari elemen-elemen yang berintegrasi untuk mencapai suatu tujuan

tertentu.”

2.1.1. Syarat - syarat Sistem

Dikutip dari http://ghanoz2480.wordpress.com/2010/07/29/ konsep-sistem-informasi. Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh suatu sistem, yaitu:

a. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan suatu tujuan. b. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan. c. Adanya hubungan diantara elemen sistem.

d. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi, dan material) lebih penting daripada elemen sistem.

(3)

Menurut Jogiyanto, HM (2003:54), defenisi sistem memiliki karakteristik tertentu yaitu :

a. Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Setiap komponen mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

b. Batas Sistem

Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem dapat dipandang sebagai satu kesatuan dan menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem

(4)

Merupakan media penghubung antara sistem dengan sub-sistem lainnya. Melalui penghubung sumber-sumber daya dapat mengalir dari sub-sistem ke sub-sistem lainnya, sehingga saling berintegrasi membentuk satu kesatuan.

e. Masukan Sistem (Input)

Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, dapat berupa masukan perawatan dan masukan signal. Masukan perawatan (maintenance input) adalah energi yang dimasukkan agar sistem tersebut dapat beroperasi.

f. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk sub-sistem yang lain atau kepada supra sistem.

g. Pengolah Sistem

Suatu sistem mempunyai suatu bagian pengolah yang dapat merubah masukan menjadi keluaran.

h. Sasaran Sistem

(5)

Gambar 2.1 karakteristik Suatu sistem

(Sumber gambar http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/ konsep-sistem-informasi/.)

2.1.3. Klasifikasi Sistem

Menurut Jogiyanto, HM (2003:53), Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

Interface Goal Sub

Sistem

Sub Sistem

Sub Sistem

Sub Sistem

Input Proses Output

(6)

manusia.

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak hasil buatan manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan

human-machine system.

c. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tak tentu. Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi di antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. d. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan

sistem terbuka (open system)

(7)

Informasi dalam sebuah perusahaan atau instansi merupakan sesuatu yang sangat penting guna untuk mendukung kelangsungan perkembangannya. Akibat kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan atau instansi tersebut akan mengalami ketidak mampuan mengontrol sumber daya yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan persaingannya.

Definisi klasik dari sistem informasi, dimana informasi adalah pengetahuan yang diperoleh dari data. Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.

Menurut Jogianto, HM (2000:8), pengertian dari informasi adalah: “Data

yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima dan membutuhkannya”.

2.2.1. Siklus Informasi

(8)

Gambar 2.2 Siklus Informasi

(Sumber gambar http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/ konsep-sistem-informasi/.)

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, melakukan keputusan berdasarkan informasi tersebut dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan diterima kembali sebagai input, diproses kembali melalui suatu model dan seterusnya dan merupakan suatu siklus.

2.2.2. Karakteristik Dari Informasi Yang Baik

Informasi dapat dikatakan baik jika memiliki kriteria dan karakteristik sebagai berikut:

Proses (Model)

Output (Information)

Input (Data)

Input (Diterima)

Hasil Tindakan

Hasil Tindakan

(9)

Pernyataan informasi harus berhubungan dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi (orang yang membutuhkan informasi tersebut).

b. Informasi harus akurat

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya.

c. Informasi harus tepat waktu

Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.

d. Relevan

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda.

Dikutip dari http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/ konsep-sistem-informasi/

2.2.3. Nilai Informasi

(10)

dengan biaya untuk mendapatkannya. Sebagian besar informasi tidak dapat ditaksir secara pasti nilai keuntungannya (dalam satuan uang), tetapi kita dapat menaksir nilai efektifitas dari informasi tersebut. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau costbenefit. dikutip dari http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/ konsep-sistem-informasi/

2.3. Pengertian Sistem Informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Inforamsi diperoleh dari sistem informasi (informastion systems) atau disebut juga dengan processing system atau information processing systems atau information-generating systems.

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manejerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam Jogiyanto, HM (2000:11), sistem informasi dapat didefenisikan sebagai berikut:

(11)

yang lainnya dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi:

a. Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software,

brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.

b. Sistem informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

c. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien. d. Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang

saling berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).

(12)

antar-operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna.

2.3.1. Sifat Sistem Informasi

Dikutip dari http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/ konsep-sistem-informasi/ Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti:

a. Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai.

b. Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan.

c. Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi.

d. Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mendapatkan manfaat dan puas terhadap sistem informasi

2.3.2. Kemampuan Dari Sistem Informasi

Dikutip dari http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/konsep-sistem-informasi Sistem informasi tentunya harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

(13)

dengan dan di antara organisasi.

c. Menyimpan informasi dalam jumlah besar dan mudah untuk digunakan.

d. Akses yang cepat dan tidak mahal untuk mendapatkan informasi, dan mendunia.

e. Fasilitas untuk menginterpretasikan sejumlah data yang besar. f. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari orang-orang yang

bekerja dalam kelompok dalam satu tempat atau dalam lokasi yang berbeda, dimana saja.

g. Mengotomatisasi proses bisnis dan pekerjaan manual.

2.3.3. Operasi Dasar Dari Sistem Informasi

Dikutip dari http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/ konsep-sistem-informasi Ada 4 operasi dasar dari sistem informasi, yaitu:

a. Mengumpulkan. b. Mengolah. c. Menyimpan

d. Menyebarkan informasi.

(14)

Dikutip dari http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/ konsep-sistem-informasi/. Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology blok), blok basis data (database block) dan blok kendali (controls block). Keenam blok tersebut harus saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai sasaran dalam satu kesatuan.

Gambar 2.3 Komponen Sistem Informasi

(Sumber http://ghanoz2480.wordpress.com/2008/07/29/konsep-sistem-informasi/) Di bawah ini adalah penjelasan dari masing-masing blok yang sudah disebutkan tadi:

a. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk

(15)

dokumen-dokumen dasar. b. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

c. Blok Keluaran

Produk yang dihasilkan dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang baik serta bermanfaat dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen semua pemakai sistem.

d. Blok Teknologi

Teknologi merupakan sebuah tool-box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model, menyimpan, dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware

(16)

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan untuk mengakses atau memanipulasinya digunakan perangkat lunak yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems). Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Perlu dilakukan pengorganisasian terhadap basis data yang ada agar informasi yang dihasilkannya baik dan efisiensi kapasitas penyimpanannya.

f. Blok Kendali

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan yang terjadi di dalam sistem, ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Sehingga beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun dapat langsung segera diperbaiki jika seandainya hal-hal yang disebutkan diatas terjadi.

2.4. Topologi Jaringan

(17)

komponen jaringan. Sedangkan topologi secara logika menetapkan bagaimana informasi atau aliran data alam jaringan

2.4.1. Jenis-jenis Topologi Jaringan 1. Topologi Bus

Dikutip dari http://ghanoz2480.files.wordpress.com/2008/06/ ghanoz-2480-topologi-jaringan1.pdf Topologi ini menggunakan satu segment ( panjang kabel ) backbone, yaitu yang menyambungkan semua host secara langsung. Apabila komunikasinya dua arah di sepanjang ring, maka jarak maksimum antara dua simpul pada ring dengan n simpul adalah n/2. Topologi ini cocok untuk jumlah prosesor yang relatif sedikit dengan komunikasi data minimal.

Gambar.2.4 Topologi bus

(18)

kelemahannya berikut adalah keuntungan dan kelemahannya: 1.Keuntungan Topologi Bus

a. Topologi Bus adalah topologi yang sederhana, dapat diandalkan untuk penggunaan pada jaringan yang kecil, mudah untuk digunakan, dan mudah untuk dimengerti.

b. Bus hanya membutuhkan kabel dalam jumlah yang sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain dan oleh karena itu biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.

c. Sebuah repeater dapat digunakan untuk memperluas jaringan,

repeater digunakan untuk menguatkan sinyal sehingga dapat menempuh jarak yang lebih jauh.

2. Kerugian Topologi Bus

a. Traffic yang padat akan sangat memperlambat bus. Karena setiap komputer dapat mengirim setiap waktu dan komputer-komputer yang ada pada jaringan bus tidak saling berkoordinasi satu sama lain dalam menyediakan waktu untuk mengirim.

(19)

2. Topologi Star

Dikutip dari http://ghanoz2480.files.wordpress.com/2008/06/ ghanoz-2480-topologi-jaringan1.pdf. Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB

Gambar 2.5 Topologi Star

(Sumber http://ghanoz2480.files.wordpress.com/2008/06/ ghanoz-2480-topologi-jaringan1.pdf)

Dalam pengguanan topologi star ada beberapa keuntungan dan kelemahannya berikut adalah keuntungan dan kelemahannya:

1. Keuntungan Topologi Star

a. Pusat dari jaringan star merupakan tempat yang baik untuk menentukan diagnosa kesalahan yang terjadi dalam jaringan.

Intelligent hub merupakan hub yang dilengkapi dengan

(20)

yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

2. Kerugian Topologi Star

a. Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.

b. Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.

3. Topologi Ring

Dikutip dari http://ghanoz2480.files.wordpress.com/2008/06/ ghanoz-2480-topologi-jaringan1.pdf. Penempatan kabel yang digunakan dalam

(21)

Gambar 2.6 Topologi Ring

(Sumber: http://ghanoz2480.files.wordpress.com/2008/06/ ghanoz-2480-topologi-jaringan1.pdf )

Dalam pengguanan topologi star ada beberapa keuntungan dan kelemahannya berikut adalah keuntungan dan kelemahannya:

1. Keuntungan Topologi Star

a. Tidak ada komputer yang memonopoli jaringan, karena setiap komputer mempunyai hak akses yang sama terhadap token

b. Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision

dapat dihindarkan. 3. Kerugian Topologi Star

a. Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.

(22)

jaringan.

4. Topologi mesh

Dikutip dari http://ghanoz2480.files.wordpress.com/2008/06/ ghanoz-2480-topologi-jaringan1.pdf.Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Gambar 2.7 Topologi Mesh

(23)

kelemahannya berikut adalah keuntungan dan kelemahannya: 1. Keuntungan Topologi Mesh

a. Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.

b. Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.

2. Kerugian Topologi Star

a. Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya. b. Biaya yang dikeluarkan reletif lebih besar.

2.5. Pengertian Penjualan

Dikutip dari

http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/91-pengertian-penjualan.pdf, Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan

kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang

menghasilkan laba (Marwan, 1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu

perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat

konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat

mengetahui hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi (1982), penjualan

(24)

bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan

wakil pemasaran.

2.6. Pengertian Pemesanan

Dikutip dari Prima, Kasmeri. 2008. Sistem Informasi Penjualan Produk

Kosmetik pada PT.Beiersdorf Indonesia Berbasis Web. Oktober. Bahwa menurut

kamus umum Bahasa Indonesia, definisi dari pemesanan adalah: “Hal, Cara,

Hasil, atau Proses Kerja Memesan.”.

2.7. Pengertian Web

Dikutip dari http://fajar46.wordpress.com/2009/11/15/

pengertian-web-atau-situs/, Situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan link-link.

2.7.1. Unsur-Unsur Web Site atau Situs

(25)

Domain name atau biasa disebut nama domain adalah alamat permanen situs di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah situs atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan situs kita pada dunia internet. Istilah yang umum digunakan adalah URL. Contoh sebuah URL adalah http:// www.jilbab.com dapat juga tanpa www misalnya software.capoeng.net

Ada banyak macam nama domain yang dapat kita pilih sesuai dengan keinginan. Berikut beberapa nama domain yang sering digunakan dan tersedia di internet :

a. Generic Domains (gTLDs)

Merupakan domain name yang berakhiran dengan .Com .Net .Org .Edu .Mil atau .Gov. Jenis domain ini sering juga disebut top level domain dan domain ini tidak berafiliasi berdasarkan negara, sehingga siapapun dapat mendaftar.

b. Country-Specific Domains (ccTLDs)

(26)

penggunaannya.

2.8. Pengertian e-commerce

Dikutip dari http://dasril.wordpress.com/3-11-2010, bahwa Electronic

Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet[3,13].

Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2003), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.

(27)

internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.

Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format dijital sehingga kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat dihilangkan. Dengan menggunakan sistem komputer yang saling terhubung melalui jaringan telekomunikasi, transaksi bisnis dapat dilakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang dibutuhkan untuk keperluan transaksi bisnis tersedia pada saat diperlukan. Dengan melakukan bisnis secara elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengiriman informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat juga mengakibatkan meningkatnya produktifitas perusahaan.

Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

(28)

Dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Php. PHP adalah singkatan dari

PHP Hypertext Preprocessor yaitu bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan di

server dan dijalankan oleh server. Hasilnya ke klien tempat pemakai menggunakan browser.

PHP dirancang untuk membentuk web dinamis. Artinya PHP dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya dapat mengakses database dan menampilkannya di halaman web serta ineraktif dengan cepat dan mudah. PHP dapat berinteraksi dengan hampir semua teknologi web yang sudah ada. Developer dapat menulis sebuah program PHP yang mengeksekusi suatu program CGI (Common Gateway Interface) di server web lain.

Bahasa skrip atau bahasa skripting (scripting language) adalah bahasa pemrograman komputer yang diinterpretasikan secara khas dan dapat diketik langsung dari keyboard oleh pengguna. Skrip berbeda dengan program, karena program harus dikonversi terlebih dahulu secara permanen menjadi berkas biner tereksekusi (yaitu nol dan satu) sebelum dijalankan. Skrip tetap dalam bentuk aslinya dan diinterpretasikan perintah per perintah setiap kali dijalankan. Skrip diciptakan untuk mempersingkat proses tradisional suntingan-kompilasi-tautan-jalankan (edit-compile-linking-run).

(29)

tapi karena interpreter lebih sederhana dan lebih mudah ditulis dari pada kompilator, bahasa skrip lebih sering diinterpretasikan dari pada dikompilasi.

Istilah bahasa script tidak bersifat teknis, walaupun pembenaman dan ketergantungan pada sistem yang lebih besar biasanya menjadi kriteria penentuan. Dalam permainan komputer, skrip memperluas logika permainan, mengatur mesin permainan dengan data permainan tertentu. Skrip juga dapat membuat aplikasi dapat diprogram sehingga pekerjaan berulang dapat dengan cepat diotomasi. Tidak semua bahasa skrip dapat berkembang melebihi desain originalnya dan pengembangannya kadang dengan menggunakan nama baru. Contoh bahasa skrip yang cukup berkembang antara lain adalah UnrealScript yang digunakan dalam permainan komputer, dan JavaScript, suatu standar yang sangat berpengaruh yang didukung oleh hampir semua penjelajah web di pasaran.

Skrip-skrip PHP semula berawal dari skrip Perl yang dikemas menjadi tool yang disebut “Personal Home Page”. Paket inilah yang menjadi cikal bakal PHP. Pada tahun 1995, Rasmus Lerdroft menciptakan PHP/FI Versi 2. Pada versi ini pemrogram dapat menempelkan kode terstruktur di dalam tag HTML.

(30)
(31)

ii

which records sales transactions that are still using the big book and media campaign that is still using leaflets and pamphlets to reference the construction of sales and marketing information system which can help sales and marketing activities in INDIGO MOBILE PHONE.

Sales and marketing information system is built by using descriptive research method and type of case study research on company, where data collection techniques used, wich is, observation and interview. For data analysis using Prototype, while the analytical models using structured analysis that is ERD (Entity Relationship Diagram) in depicting data model and DFD (Data Flow Diagram) to depict functional model. The software in building this system is Macromedia Dreamweaver 8 with MySQL database and programming language used was PHP. Data that is processed in this system are the data admin, consumer data, mobile data, Data ordering and sales data. While the output of the system: report of consumer data, data reports booking and sales data reporting

Based on the results of the development of sales and marketing information system which the author designed to facilitate the sales and marketing processes such as ordering data processing, data processing sales, admin data processing, booking reports, sales reports and admin data reporting and reduce the risk of errors in recording the report, could also improve company profit.

(32)

i

pemasaran handphone yang ada masih dilakukan dengan cara konvensional sehingga menyebabkan beberapa kendala yaitu pencatatan transaksi penjualan yang masih menggunakan buku besar dan media promosi yang masih menggunakan leaflet dan

pamphlet menjadi acuan dibangunnya sistem informasi penjualan dan pemasaran yang dapat membantu kegiatan penjualan dan pemasaran di INDIGO MOBILE PHONE tersebut.

Sistem informasi penjualan dan pemasaran dibangun dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian studi kasus pada perusahaan, dimana teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain yaitu, observasi dan interview. Untuk analisis data menggunakan metode Prototype, sedangkan model analisis menggunakan analisis terstruktur yaitu ERD (Entity Relationship Diagram) dalam menggambarkan model data dan DFD (Data Flow Diagram) untuk menggambarkan model fungsional. Perangkat lunak dalam membangun sistem ini adalah Macromedia Dreamweaver 8 dengan database MySql dan bahasa pemrograman yang dipakai adalah PHP. Data yang diolah didalam sistem ini adalah data admin, data konsumen, data handphone, data pemesanan dan data penjualan. Sedangkan keluaran dari sistem yaitu laporan data konsumen, laporan data pemesanan dan laporan data penjualan.

Berdasarkan hasil pengembangan maka sistem informasi penjualan dan pemasaran yang penulis rancang dapat memudahkan proses penjualan dan pemasaran seperti pengolahan data pemesanan, pengolahan data penjualan, pengolahan data admin, laporan pemesanan, laporan penjualan dan laporan data admin serta mengurangi resiko kesalahan dalam pencatatan laporan, juga dapat meningkatkan profit perusahaan.

(33)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Di dalam dunia bisnis penjualan dan pemasaran merupakan bagian yang sangat penting sehingga banyak cara yang ditempuh oleh perusahaan untuk memperbaiki sistem penjualan dan pemasaran yang mereka miliki mulai dari cara tradisional sampai cara yang modern. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat, banyak sekali perusahaan- perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki sistem penjualan dan pemasaran peusahaan mereka, melihat banyak sekali hal yang menjanjikan dari pendayagunaan teknologi khususnya teknologi informasi.

Penjualan elektronik atau yang akrab di sebut e-commerce ( electronic commerce) merupakan suatu konsep yang sangat berkembang dalam dunia teknologi informasi. Perkembangan e-commerce ini membawa banyak perubahan terhadap sektor aktivitas bisnis yang selama ini dijalankan di dunia nyata. Perubahan tersebut ditandai dengan adanya sejumlah upaya dari sektor aktivitas bisnis yang semula berbasis di dunia nyata (real), kemudian mengembangkan ke dunia maya (virtual).

(34)

dan jasa yang disediakan biasanya lebih komplit. Selain itu, biasanya informasi tentang barang dan jasa tersedia secara lengkap, sehingga walaupun tidak membeli secara on-line, konsumen bisa mendapatkan banyak informasi penting dan akurat untuk memilih suatu produk atau jasa yang akan diinginkan.

Begitu pula dengan INDIGO MOBILE PHONE, perusahaan ini bergerak di bidang penjualan handphone. Perusahaan INDIGO MOBILE PHONE ingin mengimplementasikan sistem informasi e-commerce dalam hal promosi penjualan produk mereka untuk meningkatkan jumlah profit perusahaan, dikarenakan sistem promosi dan penjualan barang yang dilakukan sekarang hanya menggunakan media promosi dari relasi kerja yang terbatas, dan walaupun sudah melakukan promosi menggunakan leaflet dan pamphlet tetap saja hasilnya kurang memuaskan karena hanya terbatas untuk lingkungan disekitarnya saja tidak mencakup semua. Target penjualan pada INDIGO MOBILE PHONE sendiri tergantung dari modal awal yang dimiliki seperti yang ada pada data transaksi per tanggal tanggal 20 juni 2009 yaitu modal awal sebesar 61 juta dengan target penjualan sebesar 65 juta dan transaksi penjualan yang ada hanya sebesar 10 juta, sedangkan transaksi per hari sekitar 5 unit handphone yang mencapai 4 juta. Hal ini sangat tidak sesuai mengingat cakupan pasar yang dituju cukup luas yaitu masyarakat Bandung.

(35)

yang dapat memakan waktu dan biaya namun hasilnya sangat kurang memuaskan, hal ini menyebabkan media penyimpanan data memerlukan space yang besar dan sering terjadi kerusakan pada arsip-arsip perusahaan. Melihat keyataan tersebut sudah selayaknya dilakukan perbaikan – perbaikan dalam hal penyimpanan arsip menggunakan data base dan media promosi melalui internet.

Dalam skripsi ini penulis akan membuat suatu sistem informasi berbasis web yang bertujuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas promosi dan sekaligus untuk meningkatkan kinerja dan profit perusahaan. Maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dan mencoba menerapkan sistem e-commerce pada INDIGO MOBILE PHONE yang disusun dalam bentuk Skripsi dalam judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PEMASARAN HANDPHONE BERBASIS WEB DI INDIGO MOBILE PHONE “ .

1.2. IDENTIFIKASI DAN RUMUSAN MASALAH

Adapun identifikasi dan rumusan masalah pada INDIGO MOBILE PHONE diantaranya sebagai berikut:

1.2.1 Identifikasi Masalah

Setelah penulis melakukan penelitian dan berdasarkan latar belakang penelitian diatas maka permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah :

(36)

kurangnya order produk dari konsumen sehingga dibutuhkan media alternatif untuk promosi.

2. Penulisan data Pemesanan dan penjualan masih menggunakan buku besar yang di tulis tangan yang dapat menyebabkan terjadinya duplikasi data atau redudansi serta tidak terorganisir dengan baik. 1.2.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka penulis merumuskan indentifikasi masalah dalam dua hal, yaitu :

1. Bagaimana sistem penjualan dan pemasaran yang sedang berjalan di INDIGO MOBILE PHONE.

2. Bagaimana Merancang sebuah sistem informasi pemasaran dan penjualan handphone berbasis web agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan sekaligus dapat meningkatkan profit perusahaan

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN

Maksud dan tujuan penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: 1.3.1 Maksud Penelitian

(37)

efektifitas perusahaan dengan cara pengkomputerisasian pada bagian pemesanan, promosi dan penjualan produk.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Tujuan Penulis melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui sistem penjualan dan pemasaran handphone yang sedang berjalan di INDIGO MOBILE PHONE.

2. Untuk merancang sistem informasi promosi dan penjualan produk yang berbasis e-commerce sebagai media alternatif agar dapat bekerja lebih efektif dan efisien dan diharapkan dapat meningkatkan order dan penjualan produk.

1.4 KEGUNAAN PENELITIAN 1.4.1 Kegunaan Praktis

1. Bagi Perusahaan

a. Meningkatkan Popularitas dan kinerja perusahaan agar lebih efektif dan efisien.

b. Mempermudah pelanggan dalam mendapatkan informasi tentang perusahaan.

c. Mempermudah konsumen dalam mengakses informasi produk atau jasa.

d. Memperluas jangkauan pangsa pasar.

(38)

1.4.2 Kegunaan Akademis a. Bagi Penulis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat dan dapat menambah pengetahuan penulis tentang perancangan sistem informasi e-commerce.

b. Bagi Pembaca

Sebagai literatur bagi mahasiswa lain yang akan membuat skripsi, yang berhubungan dengan sistem informasi Penjualan jasa dan produk berbasis web atau e-commerce.

1.5 BATASAN MASALAH

Agar penelitian dalam tugas akhir ini lebih terarah dan memudahkan dalam pembahasan, maka perlu adanya pembatasanan masalah, yaitu:

1. Implementasi sistem e-commerce pemasaran dan penjulan produk dengan bahasa dasar Indonesia.

2. Dalam Skripsi ini penulis hanya menampilkan rancangan sistem yang hanya menampilkan halaman depan, tentang katalog produk, halaman manajemen admin dan member, halaman pemesanan produk, halaman untuk penjualan serta laporan pemesanan dan penjulan.

3. Sistem pemesanan dilakukan dengan cara mendaftar terlebih dahulu di halaman Login pembeli.

(39)

5. Pengiriman barang yang sudah dibeli dikirim menggunakan kurir dari toko dan hanya didaerah bandung.

(40)

1.6 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN 1.6.1 Lokasi Penelitian

Penulis mengadakan objek penelitian di INDIGO MOBILE PHONE yang berlokasi di Jln. Purnawarman 13 – 15 LG B 09

1.6.2 Waktu Penelitian

No Kegiatan

2010

Agustus September Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Perizinan

2. Pembuatan

Proposal

3. Perencanaan Sistem

4. Pengumpulan Data

5. Analisis

Kebutuhan

6. Desain

7. Coding

8 Testing

9 Implementasi

10 Dokumentasi

(41)

39 3.1 OBJEK PENELITIAN

3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

INDIGO MOBILE PHONE didirikan oleh bapak taufik pada tahun 2000 bertempat di Bandung Electronic Center (BEC). perusahaan ini bergerak di bidang elektronik yaitu jual beli handphone baru dan bekas.

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif serta semakin berkembangnya teknologi khususnya teknologi informasi membuat peta persaingan antar perusahaan semakin ketat.

Hal ini sangat menuntut kesiapan bagi manajemen perusahaan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mampu bersaing dalam dunia bisnis yang modern dan menjadi perusahaan yang kompetitif

3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan 1. Visi Perusahaan

(42)

40 b. Meningkatkan pendapatan perusahaan secara bertahap.

3.1.3 Struktur Organisasi

Bagian

Pemasaran Bagian Keuangan

Owner

Gambar 3.1 Struktur Organisasi INDIGO MOBILE PHONE Sumber: Sejarah INDIGO MOBILE PHONE

3.1.4 Deskripsi Tugas 1. Owner.

a. Merencanakan strategi penjualan yang tepat.

b. Membuat keputusan yang tepat untuk mencapai target penjualan.

2. Bagian Pemasaran.

a. Membantu owner merencanakan srategi penjualan. b. Membuat strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat

(43)

41 3.2 METODE PENELITIAN

3.2.1 Desain Penelitian

Dalam melakukan penelitian, desain penelitian merupakan kerangka atau perincian prosedur kerja yang akan dilakukan pada waktu meneliti, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran dan arah mana yang akan dilakukan dalam melaksanakan penelitian tersebut, desain penelitian yang baik dapat memudahkan kita dalam melakukan penelitian dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini penulis menggukan metode deskriptif dalam menggumpulkan data sebagai bahan laporan, dengan metode ini penulis melakukan pendekatan atau observasi terhadap sistem yang sedang berjalan di INDIGO MOBILE PHONE agar penulis dapat lebih mudah memperoleh data yang akan dipakai untuk melakukan pengembangan terhadap sistem

Gambaran secara umum desain penelitian adalah sebagai berikut : 1. Observasi

(44)

42 dan melakukan survei kepustakaan, yaitu dengan membaca arsip-arsip yang berguna untuk penelitian.

3. Rumusan Masalah

Merumuskan masalah yang dihadapi perusahaan sebagai bahan perancangan penelitian.

4. Kerangka Teoritis

Mengidentifikasikan variabel secara jelas. 5. Perumusan Hipotesis

6. Pengumpulan Data dan Analisis 7. Perancangan Perangkat Lunak 8. Pembuatan Perangkat Lunak 9. Penulisan Laporan.

3.2.2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data 3.2.2.1 Sumber Data Primer

(45)

43 mendapatkan data atau informasi tentang sistem pemasaran dan penjualan yang diterapkan di INDIGO MOBILE PHONE.

b. Interview

Penulis melakukan interview atau wawancara ke bagian pemasaran untuk mengetahui bagaimana sistem pemasaran yang ada, lalu ke bagian keuangan untuk mengetahui bagaimana sistem pembukuan dari perusahaan.

3.2.2.2. Sumber Data Sekunder

Skunder adalah data yang diambil secara tidak langsung dari objek penelitian. Data ini diperoleh dari buku-buku, dokumentasi, dan literatur - literatur yang ada relevansinya. Pada saat melakukan penelitian ada beberapa data yang diperoleh dari perusahaan antara lain, jenis data sekunder juga dibagi menjadi dua bagian yaitu:

(46)

44 keperluan penelitian dan pemecahan masalah, dan internet.

3.2.3 Metode Pengembangan Dan Pendekatan Sistem

Adapun metode pendekatan dan pengembangan sistem yang digunakan oleh penulis, yaitu:

3.2.3.1 Metode pendekatan Sistem

Metode pendekatan sistem yang digunakan oleh penulis adalah Analisis dan Perancangan Terstruktur.

Tahapan-tahapannya terdiri dari:

1. Flowmap

Yaitu bagan alir sistem yang digunakan untuk menggambarkan arus dari dokumen-dokumen yang ada di perusahaan atau organisasi.

2. Diagram Kontek (Contex Diagram)

(47)

45 akan diinginkan oleh komponen eksternal tersebut.

3. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) adalah sebuah diagram yang sering digunakan untuk menggambarkan secara logika bagaimana data itu mengalir, dimana data tersebut akan disimpan dan kemana saja laporan yang akan dibuat itu diberikan. Data Flow Diagram (DFD) ini juga menggambarkan arus data secara terstruktur dari mulai proses input sampai dengan pembuatan laporan yang dihasilkan oleh sistem.

4. Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus Data adalah daftar organisasi dari semua elemen data yang ada dalam sistem secara lengkap, dengan definisi yang baku. Sehingga user dan analisis sistem akan memiliki pengertian sama untuk input, output, komponen penyimpanan serta perhitungannya.

5. Normalisasi

(48)

46 didefinisikan dengan menggunakan ketergantungan fungsi.

6. Relasi Tabel

Relasi tabel merupakan gambaran tentang hubungan antara tabel satu dengan tabel yang lainnya yang ada di dalam suatu sistem.

7. Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram adalah sebuah diagram yang menggambarkan model relasi antar rancangan data tersimpan (file) atau bentuk logika yang dipakai analisis dan desain suatu sistem informasi. Model relasi ini diperlukan untuk menggambarkan struktur data dan relasi antar data.

3.2.3.2 Metode Pengembangan Sistem

(49)

47 2. Membuat prototype dari identifikasi kebutuhan-kebutuhan dasar sistem sesuai dengan apa yang User inginkan dan yang orang yang membuat prototype sarankan.

3. Menggunakan prototype. Pada tahap ini, pemakai (User)

diminta untuk bekerja dengan sistem untuk menentukan cocok tidaknya prototype terhadap kebutuhan pemakai (User) dan diharapkan pemakai (User) memberi masukan untuk memperbaiki prototype.

4. Memperbaiki dan meningkatkan prototype. Prototype

diperbaiki sesuai dengan semua perubahan uang diminta oleh pemakai (User). Setelah itu, langkah 3 dan langkah 4 dilakukan secara terus menerus sampai pemakai (User) merasa cocok dan puas.

Kelebihan dari metode pengembangan prototype adalah pembuat dapat melibatkan pemakai (User) dalam pembuatan sebuah sistem informasi yang cocok dan sesuai dengan yang user

inginkan.

Kekurangan dari metode prototyping adalah sebagai berikut: 1. Membuat proses analisis dan perancangan menjadi terlalu

(50)

48 sistem informasi tidak membuat alternatif lain ketika prototype

pertama yang disajikan mendapat reaksi positif dari user.

3. Penerapan system informasi dengan menggunakan metode

prototyping biasanya kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan-perubahan.

4. Tidak selamanya prototype yang dihasilkan oleh metode

prototyping mudah untuk dirubah.

5. Umumnyaprototype ini terlalu cepat selesai.

Berikut adalah gambar dari metode prototype:

Gambar 3.2 metode prototype

Sumber:

http://3.bp.blogspot.com/_nxpJ3EBTF28/S9f5a1maOpI/AAAAAAAAAA

(51)

49 1. Flow Map

Berikut ini adalah penjelasan tentang flowmap yang dikutip dari : http://fizzulhaq.blogspot.com/2009/11/pengertian-sistem-informasi-manajemen.html. “FlowMap merupakan bagan yang menerangkan bagaimana data dokumen mengalir dari satu

bagian kebagian lain, setelah melalui suatu proses pengolahan

data”.

Flow Map adalah aliran data berbentuk dokumen atau formulir didalam suatu sistem informasi yang merupkan suatu aktivitas yang saling terkait dalam hubungan dengan kebutuhan data informasi. Diagram aliran dokumen merupakan bagan-bagan alir yang menunjukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusan nya.Kegunaan dari flow map ini adalah : a. Menggambarkan aktivitas apa yang sedang berjalan. b. Menggambarkan aliran dokumen yang terlihat.

(52)

50

dan Aplikasi”, Gava Media 2003.

Diagram Konteks adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entity luar, masukan dan keluaran dari sistem. Diagram Konteks direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem”.

Pengertian Diagram Konteks menurut buku Dikutip dari buku Al-bahra.2005.Analisis dan Desain Sistem Informasi.Graha Ilmu.Yogyakarta.

“Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. DC merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke system atau output dari system, ia kan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi oleh Boundary (dapat digambarkan dengan garis putus).Dalam DC hanya ada satu proses. tidak boleh ada storage dalam diagram konteks”.

3. Data Flow Diagram

Menurut Andri Kristianto (2007:61), Data Flow Diagram yaitu

:“Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dari interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut”.

DFD menggambarkan penyimpanan data dan proses yang mentransformasikan data. DFD menunjukkan hubungan antara data pada sistem dan proses pada sistem. Ada dua teknik dasar DFD yang umum

(53)

51 A. DFD Leveled

Model ini digambarkan sistem sesbagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu dengan lainnya dengan aliran dan penyimpanan data. Sebagai alat Bantu desain sistem, model ini hanya memodelkan sistem dari pandang fungsi. Dalam DFD leveled ini akn terjadi penurunan level, level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut kedalam spesifikasi proses yng jelas. Jadi dalam DFD leveled bisa dimuli dengan level 0 kemudian turun ke DFD level 1 dan seterusnya.

4. Kamus Data

Kamus data adalah suatu daftar data elemen yang terorganisir dengan definisi yang tetap dan sesuai dengan sistem, sehingga user dan analis sistem mempunyai pengertian yang sama tentang input, output, dan komponen data strore.

Kamus data ini sangat membantu analis sistem dalam mendefinisikan data yang mengalir di dalam sistem, sehingga pendefinisian data itu dapat dilakukan dengan lengkap dan terstruktur. Pembentukan kamus data dilaksanakan dalam tahap analisis dan perancangan suatu sistem.

(54)

52 kamus data didasarkan atas alur data yang terdapat pada DFD. Alur data pada DFD ini bersifat global, dalam arti hanya menunjukan nama alur datanya tanpa menunjukan struktur dari alur data itu. Untuk menunjukan struktur dari alur data secara terinci maka dibentuklah kamus data yang didasarkan pada alur data di dalam DFD dikutip dari http://iaprima.staff.gunadarma.ac.id/Pendekatan.pdf/12 mei 2007/.

4. Perancangan Basis Data

Perancangan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pembuatan basis data. Permasalahan yang dihadapi pada waktu perancangan yaitu bagaimana basis data yang akan dibangun ini dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan perancangan basis data baik secara fisik maupun secara konseptualnya.

(55)

53 Kutipan buku Al-bahra.2005.Analisis dan Desain Sistem Informasi.Graha Ilmu.Yogyakarta.

Definisi Normalisasi adalah proses pengelompokan data ke dalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka sehingga terwujud satu bentuk database yang mudah untuk dimodifikasi”.

Jadi dapat disimpulkan dari peryataan diatas proses Normalisasi, merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entitas dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi, apakah ada kesulitan pada saat menambah, menghapus, mengubah, dan membaca pada suatu database.

Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut, maka relasi tersebut dipecahkan menjadi beberapa table lagi, sehingga diperoleh database yang optimal.Secara umum, proses normalisasi terdiri dalam beberpa tahap , yaitu :

1. Tahap tidak normal

Pada tahap ini, semua data yang ada direkam tanpa format tertentu. Hal tersebut dapat menyebabkan data mengalami duplikasi.

(56)

54 3. Normalisasi tahap 2

Adalah menentukan kunci dari normalisasi tahap 1 yang akan digunakan sebagai primary key pada tabel, membentuk tabel berdasarkan primary key dan mengelompokan data pada tabel-tabel yang sudah dibentuk. 4. Normalisasi tahap 3

Pada tahap 3 dilakukan penentuan relasi antar tabel sehingga memungkinkan adanya field kunci sekunder.

b. Tabel Relasi atau ERD

Dikutip dari fathansyah buku teks komputer basis data. Informatika.tahun 2007.

“ ERD adalah Model entity relationship yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakata dari dunia nyata yang kita tinjau, dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan diagram entity relationship (diagram E-R) “.

(57)

55 abstrak dimana data tersimpan atau dimana data itu berada. Entitas digambarkan dalam bentuk persegi panjang dan diberi nama benda.

2. Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi anyar entitas. Pada umum nya penghubung atau realitionship

diberi nama dengan kata kunci dasar sehingga memudahkan pembacaan relasi. Realitionship dapat di gambarkan dalam bentuk ketupat

3. Relationship Degree adalah jumlah entitas yang berkaitan dalam suatu relasi.

4. Atribut adalah sifat atau karakteristik dari setiap entitas dari realitionship. Pada intinya atribut menjelaskan apa yang dimaksud entits. Ada beberapa macam kardinalitas yaitu:

a. Satu ke satu (One to One)

Satu ke satu (One to One) adalah hubungan antara satu atribut dengan atribut lain dalam satu file yang sama mempunyai hubungan satu lawan satu.

(58)

56 Gambar 3.4 Relationship one to one

(Sumber Ir. Fathansyah, Basis Data, Inforamatika Bandung,

2000)

b. Satu ke banyak (One to Many)

Satu ke banyak (One to Many) adalah hubungan antara atribut yang satu dengan atribut laing dalam satu

file yang sama mempunyai hubungan satu lawan banyak.

Contoh:

Gambar 3.5 Relationship one to many

(Sumber Ir. Fathansyah, Basis Data, Inforamatika Bandung, 2000)

c. Banyak ke banyak (Many to Many)

Banyak ke banyak (Many to Many) adalah hubungan antara atribut yang satu dengan atribut lain dalam satu file yang sama mempunyai hubungan banyak lawan banyak.

(59)

57 Gambar 3.6 Relationship many to many

(Sumber Ir. Fathansyah, Basis Data, Inforamatika

Bandung, 2000)

(60)

58 tinjauan ulang yang menyeluruh terhadap spesifikasi,desain dan pengkodean. Ujicoba merepresentasikan ketidaknormalan yang terjadi pada pengembangan

software. Selama definisi awal dan fase pembangunan, pengembang berusaha untuk membangun software dari konsep yang abstrak sampai dengan implementasi yang memungkinkan. Strategi uji coba mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1) Pengujian mulai pada tingkat modul yang paling bawah, dilanjutkan dengan modul di atasnya kemudian hasilnya dipadukan.

2) Teknik pengujian yang berbeda mungkin menghasilkan sedikit perbedaan (dalam hal waktu).

3) Pengujian dilakukan oleh pengembang software dan (untuk proyek yang besar) suatu kelompok pengujian yang independen.

4) Pengujian dan debugging merupakan aktivitas yang berbeda, tetapi

debugging termasuk dalam strategi pengujian.

Pengujian software adalah satu elemen dari topik yang lebih luas yang sering diacu sebagai verifikasi dan validasi.

1. Verifikasi : Kumpulan aktifitas yang menjamin penerapan software

benarbenar sesuai dengan fungsinya.

2. Validasi : Kumpulan aktivitas yang berbeda yang memastikan bahwa

(61)

59 memastikan kelengkapan ujicoba dan menyediakan tingkat kemungkinan yang tinggi dalam penemuan kesalahan pada software. Semua produk yang dikembangkan (engineered) dapat diujicoba dengan salah satu cara dari dua cara berikut :

1. Mengetahui fungsi-fungsi yang dispesifikasikan pada produk yang didesain untuk melakukannya, ujicoba dapat dilakukan dengan mendemonstrasikan setiap fungsi secara menyeluruh.

2. Mengetahui cara kerja internal dari produk, ujicoba dapat dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh operasi internal dari produk dilaksanakan berdasarkan pada spesifikasi dan komponen internal telah digunakan secara tepat.

Pendekatan pertama adalah black box testing dan yang kedua adalah white box testing. Menurut (Pressman 2002:551) yang dikutip dari “Ayuliana/Testing dan Implementasi/Mar2009/”.

“Black box testing Pengujian black-box sering disebut juga dengan pengujian tingkah laku (behavoiur testing) yang lebih terfokus kepada kebutuhan fungsional dari perangkat lunak, pengujian black-box memungkinkan pembuat perangkat lunak untuk menentukan kondisi yang terjadi untuk suatu masukan

(62)

60 Pengujian black-box dilakukan untuk menentukan beberapa macam kesalahan, yaitu :

1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang 2. Kesalahan interface

3. Kesalahan dalam struktur data atau database external

4. Kesalahan kinerja

5. Inisialisasi dan kesalahan terminasi

Dikutip dari “Ayuliana/Testing dan Implementasi/Mar2009/” ,white box testing didasarkan pada pemeriksaan detail prosedural. Alur logikal suatu

software diujicoba dengan menyediakan kasus ujicoba yang melakukan sekumpulan kondisi dan/atau perulangan tertentu. Status dari program dapat diperiksa pada beberapa titik yang bervariasi untuk menentukan apakah status yang diharapkan atau ditegaskan sesuai dengan status sesungguhnya. Sepintas seolah-olah white box testing akan menghasilkan program yang 100 persen benar, yang diperlukan hanyalah mendefinisikan alur logikal, membangun kasus uji untuk memeriksa software tersebut dan mengevaluasi hasil yang diperoleh.

(63)
(64)

58 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan

Analisis sistem merupakan proses untuk menentukan suatu permasalahan menjadi elemen-elemen yang lebih kecil untuk dipelajari guna mempermudah permasalahan dari suatu sistem informasi, hasil akhir dari analisis sistem merupakan cara pemecahan masalah yang terjadi dalam spesifikasi sistem yang baru.

Analisis sistem yang sedang berjalan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses kerja yang sedang berjalan. Pokok-pokok yang dianalisis meliputi analisis prosedur atau aliran data, diagram konteks, dan data flow diagram. Ini dilakukan untuk mengevaluasi dan memberikan gambaran rencana pemecahan masalah yang dihadapi.

4.1.1. Analisis Dokumen

(65)

Tabel 4.1 Analisis Dokumen Yang Sedang berjalan

No. Nama Dokumen Keterangan

1 Data Spesifikasi Deskripsi Data Spesifikasi Handphone yang berisikan data spesifikasi Handphone.

Fungsi Sebagai data spesifikasi Handphone yang ada di INDIGO MOBILE PHONE

Rangkap 1

Atribut id_barang, merk_barang, jenis_barang, harga_barang, jumlah_barang.

Aliran Data Informasi dan spesifikasi handphone dari konsumen dicatat langsung ke dalam buku pemesanan oleh bagian penjualan.

2 Bukti Penjualan Harian

Deskripsi Bukti penjualan Handphone di INDIGO MOBILE PHONE.

Fungsi Sebagai bukti penjualan Handphone. Rangkap 3

Atribut Nama_customer, alamat, no_tlp, merk_barang, harga_barang, jumlah_barang, total_harga.

Aliran Data Informasi dan spesifikasi handphone dari konsumen dicatat langsung ke dalam buku pemesanan oleh bagian penjualan dan dibuat nota penjualan, lalu bukti penjualan diberikan kepada pemilik toko.

3 Struk Pembelian Deskripsi Sebagai bukti pembayaran atas pembelian handphone di INDIGO MOBILE PHONE. Fungsi Sebagai bukti pembayaran

Rangkap 2

Atribut No_nota, tanggal, nama_customer, alamat, no_tlp, merk_barang, id_produk, harga_barang, jumlah_barang, total_harga Aliran Data Dari bagian penjualan diserahkan langsung

(66)

4 Laporan Keuangan Bulanan

Deskripsi Informasi tentang penjualan handphone dari INDIGO MOBILE PHONE

Fungsi Sebagai laporan untuk mengetahui keuangan dari hasil penjualan handphone di INDIGO MOBILE PHONE.

Rangkap 2

Atribut nama_customer, tanggal, merk_barang, jumlah_barang, harga_barang, total.

Aliran Data Dari bagian penjualan diserahkan ke pemilik toko.

5 Bukti Penjualan Deskripsi Bukti Penjualan yang diterima Konsumen setelah melakukan pembayaran atas barang yang dibeli.

Fungsi Sebagai Bukti Pembelian Rangkap 2

Atribut No_nota, tanggal, nama_customer, alamat, no_tlp, merk_barang, id_produk, harga_barang, jumlah_barang, total_harga Aliran Data Dari Bag.Penjualan dibuat arsip lalu

diserahkan ke Pemilik Toko.

4.1.2. Analisis Prosedur yang sedang berjalan

Pada analisa prosedur ini, harus diketahui prosedur yang sedang berjalan untuk keperluan pembentukan sistem yang baru. Dalam hal ini harus diketahui hal-hal yang menjadi tujuan pemakai sehingga masalah tersebut dapat didefinisikan secara jelas dan mudah dipahami. Prosedur pembelian handphone dan stok barang yang sedang berjalan di INDIGO MOBILE PHONE adalah sebagai berikut :

(67)

1. Konsumen datang langsung ke toko dan memberikan informasi tentang spesifikasi handphone yang akan dibeli kepada bagian penjualan, kemudian bagian penjualan melakukan pengecekan apakah spesifikasi yang konsumen inginkan ada, jika ada dan cocok maka bagian penjualan membuat bukti penjualan sesuai dengan informasi dari konsumen, bukti penjualan tersebut kemudian dicatat kedalam buku besar penjualan yang kemudian diberikan kepada pemilik toko untuk bukti penjualan handphone. Jika tidak ada maka bagian penjualan memberi tahu konsumen bahwa spesifikasi tidak ada, Setelah itu bukti penjualan digunakan sebagai data untuk membuat struk penjualan.

2. kemudian bagian penjualan membuat struk penjualan handphone harian sebanyak 2 rangkap dimana rangkap ke-1 langsung diberikan ke pada pelanggan, dan rangkap ke- 2 untuk diarsipkan di arsip penjualan.

3. Bagian penjualan kemudian membuat laporan keuangan sebanyak dua rangkap, rangkap ke-1 diserahkan ke pemilik kemudian rangkap ke-2 di arsipkan di arsip laporan keuangan.

4.1.2.1. Flow Map Yang Sedang Berjalan

(68)

sistem. Berikut adalah flowmap Penjualan Handphone yang sedang berjalan di INDIGO MOBILE PHONE :

Flowmap Pembelian Handphone yang Sedang Berjalan

Bag.Penjualan Pemilik Toko

Gambar 4.1. Flowmap Penjualan hadphone yang berjalan di INDIGO MOBILE

PHONE.

Keterangan:

(69)

4.1.2.2. Diagram kontek Yang Sedang Berjalan

Pada hakekatnya suatu sistem mempunyai keterkaitan dengan sejumlah entitas, baik itu keterkaitan dengan entitas luar sistem maupun keterkaitan dengan entitas dalam sistem. Hubungan antara entitas dengan sistem digambarkan dengan Diagram Konteks. Adapun Diagram Konteks yang sedang berjalan pada INDIGO MOBILE PHONE adalah sebagai berikut :

Sist.Informasi Penjualan dan Pemasaran Handphone

Berjalan KONSUMEN

PEMILIK TOKO Data Spesifikasi

Struk Pembelian, Data Spesifikasi

Tidak Ada

Laporan Keuangan Bulanan

Gambar 4.2. Diagram Konteks yang sedang Berjalan di INDIGO MOBILE

(70)

4.1.2.3. Data Flow Diagram Yang Sedang Berjalan

DFD adalah sebuah teknik yang menggambarkan aliran data atau informasi yang digunakan. DFD dibuat jika pada Diagram Konteks masih terdapat proses yang harus dijelaskan lebih rinci. Berikut ini adalah DFD yang sedang berjalan pada INDIGO MOBILE PHONE:

4.1.2.3.1. DFD Level 1 Yang Sedang Berjalan

Berikut ini adalah DFD level 1 yang sedang berjalan di INDIGO

Gambar 4.3. DFD Level 1 yang sedang Berjalan di INDIGOMOBILE

(71)

4.1.3. Evaluasi Sistem yang sedang Berjalan

Dari hasil penelitian dan analisis sistem pembelian handphone yang berjalan, maka dihasilkan suatu kesimpulan mengenai kekurangannya. Adapun kekurangan dan permasalahan dari sistem yang ada saat ini adalah, sebagai berikut :

a. Proses pembelian handphone yang terjadi saat ini pada INDIGO MOBILE PHONE belum cukup memberikan informasi tentang spesifikasi handphone yang tersedia serta memakan waktu konsumen

b. Belum tersedianya sebuah database yang menyimpan semua data tentang penjualan handphone, sehingga bila di butuhkan data penjualan handphone dilakukan dengan mencari pada struk penjualan handphone sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak efisien.

c. Laporan data penjualan handphone masih dilakukan secara manual yaitu dengan ditulis ke buku besar penjualan dan memiliki kemungkinan resiko yang lebih besar dalam terjadinya kesalahan pada pembuatan laporan.

Sedangkan pemecahan atau solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas antara lain :

(72)

b. Pengolahan data penjualan dilakukan dengan cara yang cepat, efektif, dan efisien, dengan adanya perubahan proses pengolahan data penjualan handphone di dalam sistem yang lama, dengan menggunakan suatu database supaya memudahkan proses pencarian data yang diperlukan.

c. Sistem laporan data penjualan handphone secara manual diubah menjadi proses laporan dengan menggunakan fasilitas database, agar bagian yang terlibat dalam proses pengolahan data penjualan handphone dapat mengakses informasi secara cepat, efisien dan efektif, serta mengurangi tingkat resiko kesalahan dalam pembuatan laporan.

4.2. Perancangan Sistem

Perancangan sistem adalah tahap untuk memperbaiki sebuah sistem. Dalam hal ini perancangan sistem yang diusulkan merupakan perancangan sistem untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Tahap perancangan sistem dapat digambarkan sebagai perancangan untuk membangun suatu sistem dan mengkonfigurasikan komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras sehingga menghasilkan sistem yang lebih baik.

4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem

(73)

konvensional yang diterapkan di INDIGO MOBILE PHONE menjadi sistem penjualan dan pemasaran yang terkomputerisasi untuk memudahkan proses pengolahan data penjualan dan meningkatkan kegiatan promosi.

4.2.2. Gambaran Umum Sistem yang Diusulkan

Gambaran mengenai sistem yang diusulkan yaitu mengenai sistem penjualan dan pemasaran handphone yang berbasis web, sehingga konsumen dapat melakukan pembelian melalui internet, dimana konsumen dapat melihat barang yang akan dibeli terlebih dahulu melalui internet, lalu konsumen dapat langsung melakukan transaksi pembelian.

4.2.3. Perancangan Prosedur yang Diusulkan

Gambaran umum mengenai sistem yang diusulkan yaitu mengenai penjualan dan pemasaran handphone berbasis web, sehingga konsumen dapat melakukan pembelian melalui internet, dimana konsumen dapat melihat barang yang akan dibeli terlebih dahulu melalui internet.

4.2.3.1. Diagram kontek Yang Diusulkan

Gambar

Tabel 1.1. Waktu Penelitian
Tabel 1 1 Waktu Penelitian . View in document p.40
Gambar 3.1 Struktur Organisasi INDIGO MOBILE PHONE
Gambar 3 1 Struktur Organisasi INDIGO MOBILE PHONE . View in document p.42
Gambar 3.5 Relationship one to many
Gambar 3 5 Relationship one to many . View in document p.58
Gambar 3.7 Tabel Relasi atau ERD penjualan
Gambar 3 7 Tabel Relasi atau ERD penjualan . View in document p.59
Gambar 3.6 Relationship many to many
Gambar 3 6 Relationship many to many . View in document p.59
Tabel 4.1 Analisis Dokumen Yang Sedang berjalan
Tabel 4 1 Analisis Dokumen Yang Sedang berjalan . View in document p.65
Gambar 4.1. Flowmap Penjualan hadphone yang berjalan di INDIGO MOBILE
Gambar 4 1 Flowmap Penjualan hadphone yang berjalan di INDIGO MOBILE . View in document p.68
Gambar 4.3. DFD Level 1 yang sedang Berjalan di INDIGOMOBILE
Gambar 4 3 DFD Level 1 yang sedang Berjalan di INDIGOMOBILE . View in document p.70
Gambar 4.6. DFD Level 2 Proses 2.0, proses pemesanan handphone
Gambar 4 6 DFD Level 2 Proses 2 0 proses pemesanan handphone . View in document p.76
Gambar 4.8 DFD Level 2 Proses 4.0 tentang pengolahan Laporan.
Gambar 4 8 DFD Level 2 Proses 4 0 tentang pengolahan Laporan . View in document p.77
Gambar
Gambar . View in document p.85
Gambar 4.10 ERD Sistem Informasi Penjualan dan Pemasaran di INDIGO
Gambar 4 10 ERD Sistem Informasi Penjualan dan Pemasaran di INDIGO . View in document p.86
Tabel 4.18 Struktur File In_order
Tabel 4 18 Struktur File In order . View in document p.87
Tabel 4.23 Penjelasan tombol Tampilan awal admin
Tabel 4 23 Penjelasan tombol Tampilan awal admin . View in document p.93
Gambar 4.17 Desain Tampilan Awal Form Daftar
Gambar 4 17 Desain Tampilan Awal Form Daftar . View in document p.95
Gambar 4.21 Desain Input Tambah Data Provinsi
Gambar 4 21 Desain Input Tambah Data Provinsi . View in document p.98
Gambar 4.25 Desain Arsitektur Jaringan Yang Diusulkan
Gambar 4 25 Desain Arsitektur Jaringan Yang Diusulkan . View in document p.101
Tabel 5.1 Rencana Pengujian
Tabel 5 1 Rencana Pengujian . View in document p.102
Tabel 5.4 Tabel pengujian Login Admin (uji data normal)
Tabel 5 4 Tabel pengujian Login Admin uji data normal . View in document p.103
Tabel 5.2 Tabel pengujian login User (uji data normal)
Tabel 5 2 Tabel pengujian login User uji data normal . View in document p.103
Tabel 5.5 Tabel pengujian Login Admin (uji data salah)
Tabel 5 5 Tabel pengujian Login Admin uji data salah . View in document p.104
Gambar 5.2 Tampilan Login User
Gambar 5 2 Tampilan Login User . View in document p.111
Gambar 5.1 Tampilan Browser
Gambar 5 1 Tampilan Browser . View in document p.111
Gambar 5.4 Tampilan Awal Admin
Gambar 5 4 Tampilan Awal Admin . View in document p.112
Gambar 5.3 Tampilan Login Admin
Gambar 5 3 Tampilan Login Admin . View in document p.112
Gambar 5.5 Tampilan Awal Customer
Gambar 5 5 Tampilan Awal Customer . View in document p.113
Gambar 5.6 Tampilan Awal Daftar
Gambar 5 6 Tampilan Awal Daftar . View in document p.114
Gambar 5.12 Tampil Laporan Penjualan
Gambar 5 12 Tampil Laporan Penjualan . View in document p.117
Gambar 5.15 Instalasi Xampp 1.6.6a WIN 32 tahap 2
Gambar 5 15 Instalasi Xampp 1 6 6a WIN 32 tahap 2 . View in document p.119
Gambar 5.16 Instalasi Xampp 1.6.6a WIN 32 tahap 3
Gambar 5 16 Instalasi Xampp 1 6 6a WIN 32 tahap 3 . View in document p.119

Referensi

Memperbarui...

Download now (135 pages)