Keanekaragaman Jenis Dan Distribusi Family Tridacnidae (Kerang Kima) Di Perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu

Gratis

6
77
69
2 years ago
Preview
Full text
--- -Mセ セM -·- --- - KEANEKARAGAMAN JENIS DAN DISTRIBUSI FAMILY TRIDACNIDAE (KERANG KIMA) DI PERAIRAN PULAU KARANG CONGKAK, KEPULAUAN SERIBU QORIMEIFEBRIA RIZKEVINA JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 M/1435 H ---· --· イセMᄋB@ I 1 . ᄋMセイO|ヲ\Q@ 1 lMᄋZセ@ セIGサNZ|ゥᄋ@ ᄋMBセイ@ '.-··:·/ ZBMセL|@ jL|[\⦅MZゥGセB@ /\ KEANEKARAGAMAN JENIS DAN DISTRIBUSI FAMILY TRIDACNIDAE (KERANG KIMAJ DI PERAIRAN PULAU KARANG CONGKAK, KEPULAUAN SERIBU Oleh: QORIMEIFEBRIA RIZKEVINA 109095000008 SKRIP SI Sebagai Salah Sa tu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DANTEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 M/1435 H KEANEKARAGAMAN JENIS DAN DISTRIBUSI FAMILY TRIDACNIDAE (KERANG KIMA) DI PERAIRAN PULAU KARANG CONGKAK,KEPULAUANSERIBU Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta Oleh: Qorimeifebria Rizkevina 109095000008 Menyetujui, セGMB@ Pembimbing I Pembimbing II · · anti M. Si 690317 200312 2 001 Mengetahui, Ketua Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta セsゥ@ PENGESAHAN UJIAN Skripsi yang berjudul "Keanekaragaman Jenis dan Distribusi Family Tridacnidae (Kerang Kima) di Perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu" yang ditulis oleh Qorimeifebria Rizkevina, NIM 109095000008 telah diuji dan dinyatakan LULUS pada sidang Munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Selasa, 15 April 2014. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S 1) Jurusan Biologi. Menyetujui, Penguji I Penguji II セ@ Nani Radiastuti, M. Si NIP. 19650902 200112 2 001 Dasumiati. M.Si NIP. 19730923 199903 2 002 Pembimbing I Pembimbing II ST.MT Mengetahui, Ketua Jurusan Biologi PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Jakarta, April 2014 Oorimeifebria Rizkevina 109095000008 ABSTRAK QORIMEIFEBRIA RIZKEVINA. Keanekaragaman Jenis dan Distribusi Family Tridacnidae (Kerang Kima) di Perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu. Skripsi. Di bawah bimbingan FAHMA WIJAYANTI dan UNTUNG SURIPTO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan distribusi Tridacnidae (Kerang Kima) di perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu. Stasiun penelitian dibagi dalam 4 stasiun berdasarkan arah mata angin yaitu Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah stratified sampling dengan menggunakan metode belt transect. Variabel utama penelitian ini adalah keanekaragaman jenis dan distribusi Tridacnidae se1ta variabel pendukungnya adalah faktor lingkungan. Data yang diperoleh di analisis menggunakan rumus kepadatan, rumus kelimpahan, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, dan indeks distribusi Morisita. Hasil penelitian, ditemukan sebanyak 4 spesies, yaitu Tridacna maxima, Tridacna crocea, Tridacna derasa, dan Tridacna squamosa. Kepadatan individu tertinggi didapat pada stasiun selatan sebesar 0,13 ind/m2 dan terendah pada stasiun barat 0,05 ind/m2 Kelimpahan individu tertinggi terdapat pada jenis Tridacna maxima sebesar 11 % dan yang terendah terdapat pada jenis Tridacna squamosa sebesar 1%. Nilai indeks keanekaragaman (H') tertinggi terdapat pada stasiun selatan sebesar 1,266 dan terendah pada stasiun timur sebesar 0,598. Nilai Indeks distribusi tertinggi terdapat pada stasiun selatan yakni sebesar 1,846 dan terendah terdapat pada stasiun utara sebesar 1,200. Hasil pengamatan paran1eter lingkungan perairan (suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, kadar oksigen ter!arut, tipe substrat, dan pH) menunjukkan masih dapat mendukung kehidupan kerang kima. Kata kunci : Keanekaragaman Jenis, Distribusi, Tridacnidae, Pulau Karang Congkak. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, hidayah, dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan hasil penelitian yang be1judul "Keanekaragaman Jenis dan Distribusi Family Tridacnidae (Kerang Kima) di Perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu. Shalawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman. Selama proses penulisan, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan motivasi dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk itu perkenankan penulis menyampaikan terima kasih kepada : I. DR. Agus Salim, M.Si selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) SyarifHidayatullah Jakaiia. 2. Dasumiati, M.Si sebagai Ketua Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Syai·if Hidayatullah Jakarta. 3. Dr. Fahma Wijayanti, M.Si. selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, saran, nasihat dan pengarahan tentang penelitian dan penulisan skripsi. 4. Untung Suripto, ST, MT. selaku pembimbing II yang senantiasa memberikan informasi-informasi serta sarai1 dan pengarahan dalam melakukan penelitian dan penulisan skripsi. 5. Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) yang telal1 memberikan 6. Abah Sairan yang telah men1aga, membimbing, serta memberikan saran kepada penulis selama berada di lokasi penelitian. 7. Tim Ahli Taman Nasional Kepulauan Seribu yang telah membantu penyusun selama berada di lapangan kepada penulis. 8. Muhammad Rajah Habibullah dan Uung Unasih kedua orang tuaku tersayang yang semoga selalu diralunati oleh Allah SWT dan yang selalu memberikan dukungan moril serta materilnya dalam penyusunan penelitian ini. 9. Xenilitiurahmi Rimadeirani kakakku tersayang yang selalu memberikan semangat untuk menyelesaikan penyusunan penelitian ini. IO. Seluruh Dasen Jurusan Biologi yang telah memberikan ilmu, membimbing, dan mengarallkan penulis selama masa perkuliahan. I 1. Mba Puji Astuti, S.Si, Mba Faridah Ahmad, S.Pd, dan Kak Nur Amaliah Sholihat, S.Si yang telah memberikan tempat untnk mengerjakan skripsi. 12. Muhanunad Firdaus yang telah memberikan dukungan, bantuan,dan mendoakan, penulis selama proses penyusunan penelitian ini. 13. Reza Bayu Zikrillah, Astina Yulianingsih dan Amatullah Zakwan sahabatsahabat yang setia mendukung dan mendoakan penulis untuk menyelesaikan penulisan ini. 14. Semua teman-teman Biologi angkatan 2009 atas dukungan, bantuan dan memberikan semangat. 15. Teman-teman Griya Kauman (Arestya Otari, Ummu Aiman, NidaGhania lidinilla, dan Migi) yang telah memberikan semangat kepada penulis hingga terselesaikannya skripsi ini. Untuk itu kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara moril maupun materil, penulis ucapkan terima kasih. Penulis hanya bisa berdoa agar semua amal baik dan bantuan yang telah diberikan mendapatkan balasan yang sesuai dari Allah SWT. Penelitian ini masih terdapat kekurangan, untuk itu penulis berharap saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan penelitian ini dan agar bennanfaat bagi pembaca untuk menambah informasi serta pengetahuan. Jakarta, April 2014 Penyusun DAFTARISI Halaman HALAMAN JUDUL . . LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING . LEMBAR PENGESAHAN UJIAN . LEMBAR PERNY AT AAN . ABSTRAK . KATA PENGANTAR . DAFTAR ISi . DAFTAR GAMBAR . BABI. ii m 1v v v1 IX x1 PENDAHULUAN I. I. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. Latar Belakang . . . . . Rumusan Masalah . Hipotesis . Tujuan Penelitian . Manfaat Penelitian . . . 1 3 3 4 4 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu . 2.2. Topografi Pulau Karang Congkak . 2.3. Kerang Kima (Tridacnidae) . 2.3 .1. Klasifikasi . . . . . . . . 2.3.2. Jenis-Jenis Kima di Indonesia . 2.3.3. Manfaat Kima . 2.3.4. Cara Hidup . 2.3 .5. Persebaran . . . 2.3.6. Populasi Kima . 2.3. 7. Status Konservasi Kima . . . . 2.4. Pola Dsitribusi Populasi . . . . . . . . . 2.5. Parameter Lingkungan . . . 5 7 9 9 12 16 17 18 20 21 22 23 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. 3 .2. 3 .3. 3.4. Tempat dan Waktu Penelitian . Peralatan . . . . . . . . Metode Pengambilan Sampel . Cara Ke1ja . 27 28 28 28 3.4.2. Tahap Penelitian . 3.4.3. Analisis Data . 3.5. Alur Penelitian . 28 31 34 BAB IV. PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Stasiun Penelitian . 4.2. Faktor Fisikia Kimia dan Habitat Perairan Tridacnidae . 4.3. Jenis-jenis Kerang Kima di Pulau Karang Congkak . 4.4. Kepadatan Populasi Kerang Kima (Tridacnidae) . 4.5. Kelimpahan Kerang Kima (Tridacnidae) . 4.6. lndeks Keru1ekaragaman (H') . 4.7. Indeks Distribusi (Id) . 35 35 41 45 48 50 53 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan . 5.2. Saran . 55 55 DAFTAR PUSTAKA. 56 LAMPI RAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61 DAFTAR GAMBAR Hal am an Gambar I. Pulau Karang Congkak dalam Gugusuan Kepulauan Seribu . 9 Gambar 2. Jenis-Jenis Tridacnidae . 11 Gambar 3. Tridacna gigas . 12 Gambar 4. Tridacna derasa . 13 Gambar 5. Tridacna squamosa . 14 Gambar 6. Tridacna maxima . 14 Gambar 7. Tridacna crocea . 15 Gambar 8. Hippopus hippopus . 16 Gambar 9. Hippopus porcellanus . 16 Gambar I 0. Cara Hidup Kima . 18 Gambar 11 Peta sebaran Tridacnidae . 19 Garnbar 12. Pola Dsitribusi Populasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . 22 Gambar 13. Denah Lokasi Penelitian . 27 Garn bar 14. Letak Pemasangan Belt Transect . 29 Gambar 15. Sketsa Pengamatan Objek . 30 Garnbar 16. Skema Alur Penelitian . . . . . 34 Garnbar 17. Tridacna crocea pada Substrat Batu . . . . . . . . . . 41 Gambar 18. Tridacna maxima pada Substrat Batu . 42 Gambar 19. Tridacna derasa pada Substrat Hidup . 43 Gambar 20. Tridacna squamosa Diantara Karang Hidup . 44 Gambar 21. Kepadatan Populasi Tridacnidae . 45 Gambar 22. Kepadatan Spesies . 46 Gambar 23. Kelimpahan Relatif . 48 2 fosfat, dimana dua zat ini merupakan zat yang berbahaya bagi ekosistem laut jika berada pada kadar yang berlebihan. Saat ini, kima dikenal sebagai salah satu hewan akuarium yang menarik dan juga merupakan komoditi eksport ke berbagai negara Asia, terutama J epang. Tingginya permintaan kima mengakibatkan eksploitasi berlebih (over exploitation) di alam, sehingga populasinya menurun drastis di seluruh dunia setiap tahunnya (Hirschberger, 1980; Pearson, 1977; Villanoy et all., 1988; Junio et all., 1989; AmbaTiyanto et all., 2000). Hal tersebut membuat keberadaannya menjadi terancam. Fakta populasi kima yang sangat mengkhawatirkan membuat CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) memasukkan hewan ini ke dalam status appendiks II atau golongan spesies yang tidak terancam punah tetapi berpeluang mengalami kepunahan bila perdagangan biota ini terns berlanjut tanpa adanya pengaturan. Penurunan jumlah populasi kerang kima yang semakin tinggi juga terjadi di Kepulauan Seribu ldmsusnya di Pulau Karang Congkak. Penurunan jumlah populasi kerang kima ini mulai te1jadi sejak 10 tahun yang lalu. Alasan ha! ini terjadi karena kebiasaan dari masyarakat sekitar dimana masyarakat di tempat ini banyak mengambil dan memanfaatkan kerang kima secara ilegal. Masyarakat di sini tidak hanya mengambil bagian dagingnya saja yang diperuntukkan sebagai suplai protein sehari-hari, akan tetapi cangkang kerang juga dijadikan sebagai bahan hiasan rumah. Pengambilan yang dilakukan secara ilegal dan terus-menerus ini menyebabkan jumlah kima menjadi berkurang. Mengingat sampai saat ini di perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan 3 nelayan dan masyarakat sekitar, serta belum banyaknya pemantauan berskala yang dilakukan untuk memonitoring populasi kima di perairan Pulau Karang Congkak, maka diperlukan suatu upaya pengelolaan kerang kima. Kegiatan pengelolaan ini membutuhkan informasi dari berbagai aspek, salah satunya adalah keanekaragaman dan distribusi kerang kima. Wilayah Kepulauan Keribu, khususnya di perairan sekitar Pulau Karang Congkak belum banyak terdapat informasi tentang keanekaragaman dan distribusi kerang kima. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk melihat keanekaragaman jenis dan distribusi kerang kima (Tridacnidae) serta mengetahui kesesuaian kondisi habitat kerang kima di perairan Pulau Karang Congkak sebagai upaya konservasi 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, masalah yang ada adalah : 1. Bagaimanakah keanekaragaman jenis kerang kima (Tridacnidae) di perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu ? 2. Bagaimanakah distribusi kerang kima (Tridacnidae) di perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu ? 1.3 Hipotesis 1. Tingkat keanekaragaman jenis kerang kima (Tridacnidae) di perairan Pulau Karang Congkak adalah rendah. 2. Distribusi kerang kima (Tridacnidae) di perairan Pulau Karang Congkak adalah rendah. 4 1.4 Tujuan I. Mengetahui keanekaragaman jenis kerang kima (Tridacnidae) yang terdapat di perairan Pulau Karang Congkak. 2. Mendeskripsikan distribusi kerang kima (Tridacnidae) yang terdapat di perairan Pnlau Karang Congkak. 1.5 Manfaat I. Memberikan informasi tentang keanekaragaman jenis dan distribusi kerang kima (Tridacnidae) yang terdapat di perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu. 2. Sebagai masukan data bagi pemerintah setempat dan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dalam mengambil kebijakan dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan, khususnya kima (Tridacnidae). 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNLKpS) merupakan salah satu kawasan pelestarian alam di Indonesia terletak di utara Jakarta yang secara administratif berada di wilayah Kecamatan Kepnlauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kawasan TNLKpS meliputi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Pulau Panggang, Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan. Kawasan ini terbentang seluas 107.489 ha (SK. Menteri Kehutanan Nomor kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (69 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Plankton Di Perairan Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat
0
26
57
Studi Keanekaragaman Ikan Karang di Sebelah Timur Perairan Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam.
0
30
75
Keanekaragaman Makrozoobenthos Di Perairan Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Sumatera Utara.
0
17
66
Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam
2
35
76
Studi Keanekaragaman Echinodermata Di Kawasan Perairan Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam
4
94
69
Keragaman Epibentik Di Rataan Terumbu Karang Perairan Pulau Ungge Kabupaten Tapanuli Tengah
0
67
59
Keragaman Makroalga Di Rataan Terumbu Karang Perairan Pulau Ungge Kabupaten Tapanuli Tengah
2
64
58
Studi Perubahan Garis Pantai Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu DKI Jakarta
3
11
92
Tata cara perceraian di Kelurahan Pulau Tidung Kacamatan Kepulauan Seribu selatan Kabupaten ADM.Kapulauan Seribu
0
13
83
Peranan Majelis Ulama Indonesia Dalam Penanggulangan Dampak Pariwisata Terhadap Kehidupan Keagamaan Di Pulau Tidung Kepulauan Seribu
2
10
129
Komunitas burung di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu
1
7
79
Keanekaragaman Jenis Dan Distribusi Family Tridacnidae (Kerang Kima) Di Perairan Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu
6
77
69
Perancangan Kampanye Penyuluhan Pelestarian Terumbu Karang di Kepulauan Seribu
1
14
61
Desain Floating Resort sebagai Penunjang Pariwisata di Perairan Kepulauan Seribu
0
0
6
Identifikasi Jenis Teripang Genus Holothuria Asal Perairan Sekitar Kepulauan Seribu Berdasarkan Perbedaan Morfologi
0
0
7
Show more