Formulasi Tablet Hisap Kombinasi Ekstrak Air Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Menggunakan Gelatin Sebagai Bahan Pengikat

Gratis

1
17
79
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Bapak dan Ibu staf pengajar dan karyawan yang telah memberikan bimbingan dan bantuan selama penulis menempuh pendidikan di Program Studi FarmasiFakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarf Hidayatullah Jakarta. …………… 37 Tabel 4.6 Evaluasi Tablet Hisap Kombinasi Ekstrak Air Kulit BuahManggis dan Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella 36 Tabel 4.5 Pengamatan Organoleptis Tablet Hisap Kombinasi EkstrakAir Kulit Buah Manggis dan Ekstrak Air Kelopak BungaRosella ………………………………………………………...

DAFTAR LAMPIRAN

  52Lampiran 6 Rumus Perhitungan Dosis Berdasarkan Luas Permukaan Tubuh dan Tabel Konversi Dosis Hewan (Animal Dose) keDosis Manusia (Human Equivalent Dose) …………………… 53Lampiran 7 Rumus Perhitungan Dosis Ekstrak Air Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)……………………………………. 57 Lampiran 11 Perhitungan Rendemen Ekstrak Air Kulit Buah Manggis danEkstrak Air Kelopak Bunga Rosella ………………………….

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Kandungan kimia seperti antosianin, kuersetin, asamL-askorbat dan asam protokatekat dilaporkan berkhasiat sebagai antioksidan, Pemanfaatan kulit buah manggis dan kelopak bunga rosella sebagai antioksidan yang biasa dibuat seduhan dirasa kurang inovatif dan penggunaannyakurang praktis, sehingga dalam penelitian ini ekstrak air kulit buah manggis dan ekstrak air rosella akan diformulasikan menjadi tablet hisap. Garcinia mangostana juga dikenal di beberapa negara di dunia dengan berbagai nama seperti di Malaysia tanaman ini dikenal dengan nama Manggis(sama seperti di Indonesia); di Filipina: Manggustan dan Manggis; di Kamboja:Mongkhut; di Laos: Mangkhud; di Thailand: Mangkhut; dan di Vietnam: Cay mang cut (Verheij dan Coronel, 1997).

2.1.6 Khasiat dan Kegunaan

  Mangostin, komponen utama pada kulit manggisdapat menghambat fungi Trichophyton mentagrophytes, Microsporum gypseum dan Epidermophyton floccosum, tetapi tidak memberi efek pada Candida albican(Gopalakrishnan et al., 1997). Mangostin juga dapat digunakan sebagai antiinflamasi dan antiulserasi, menurunkan tekanan darah, efek kardiotonik,antimikroba dan antihepatotoksik dan xanton dapat menghambat terjadinya artritis pada tikus sebagai model (Osman dan Milan, 2006).

2.2 Hibiscus sabdariffa L

  Asam organik yang terkandung di dalam kelopak bunga rosellaantara lain asam suksinat dan asam oksalat (dominan), serta asam askorbat dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan jeruk dan mangga (Fasoyiro et al.,2005). Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuaikemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan(Depkes RI, 1995).

2.4.1 Metode Ekstraksi a

  2.6 Tablet Hisap 2.6.1 Definisi Tablet Hisap (Lozenges) Tablet hisap adalah suatu sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat, umumnya dengan bahan dasar beraroma dan manis, yang dapatmelarut atau hancur perlahan-lahan di dalam mulut (Depkes RI, 1995). Bahan pengikatBahan pengikat adalah bahan tambahan yang diperlukan untuk memberikan daya adhesi pada massa serbuk sewaktu granulasi dan memberikansifat kohesif yang telah ada pada bahan pengisi sehingga dapat membentuk struktur tablet yang kompak setelah pencetakan dan meningkatkan daya tahantablet, oleh karena itu bahan pengikat menjamin penyatuan beberapa partikel serbuk dalam sebuah butiran granulat.

2.7 Gelatin

  Gelatin yang berasal dari prekursoryang diasamkan dikenal dengan Tipe A dan yang berasal dari prekursor yang dibasakan dikenal sebagai Tipe B (Depkes RI, 1995). Sukrosa Sinonim : Gula bit, gula, saccharumFungsi : Bahan pemanisPemerian : Kristal tidak berwarna atau serbuk kristal putih, tidak berbau dan rasanya manis.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fitokimia dan Farmakognosi,Laboratorium Kimia Obat, Laboratorium Penelitian 1 dan LaboratoriumFormulasi Sediaan Padat Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan IlmuKesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada bulan Januari 2013 sampai September 2013. 3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat Penelitian Alat yang digunakan adalah gelas ukur, beaker glass, pipet volum, pipet tetes, penggiling (blender), hot plate, kertas saring, lemari asam, lumpang dan alu,termometer, cawan penguap, kapas, alat pencetak tablet (ERWEKA), pengayak, desikator, sieving analyzer (FRITSCH), hardness tester (ERWEKA), friabilator(Electrolab), moisture analyzer (WIGGEN Hauser), tapped density (ERWEKA), tablet disintegration tester (Electrolab), neraca analitik (Precisa), jangka sorong, rotary evaporator (EYELA), freeze drier, waterbath, erlenmeyer, cawan porselen, corong, krus platina, statif, spatula, batang pengaduk, oven, tanur, labu ukur, serta peralatan lainnya yang lazim digunakan di laboratorium. 3.2.2 Bahan Penelitian Bahan mangostana L.), kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.), aquadest, kloroform, HCl, pereaksi Dragendorff, pereaksi Mayer, larutan FeCl NaOH, 3, H 2 SO 4 , pereaksi Liebermann

3.3 Prosedur Penelitian

  3.3.9 Pengujian Parameter Non Spesifik a)Kadar abu (Depkes RI, 2000) Sebanyak 2 g ekstrak yang telah digerus dan ditimbang seksama, dimasukkan ke dalam krus platina atau krus silikat yang telah dipijarkan danditara. Plat aluminium ditara dan ditimbang, kemudiansampel diratakan pada plat sebanyak 3 g kemudian alat diset dengan suhu 105°C c)Susut Pengeringan (Depkes RI, 2000) Sejumlah 1 g ekstrak dimasukkan dan ditimbang seksama dalam wadah o yang telah ditara.

3.3.10 Pengeringan Ekstrak Menggunakan Filler a

  Pengikat yang telah dibuat dimasukkan ke dalam M sampai terbentuk massa yang dapat dikepal yang 1 kemudian diayak dengan ayakan no mesh 16 sehingga didapat granul yang o selanjutnya dikeringkan dalam oven suhu 40 C. Granul tersebut di tambahkan dengan talk dan Mg stearat kemudian dikempa sehingga terbentuk tablet dan dilakukan evaluasi tablet.

3.6 Evaluasi Granul a

  Syarat : 2 Perbandingan Hausner dan Uji Kompresibilitas (Depkes RI, 1995)Granul ditimbang sebanyak 100 g (m) kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur 100 mL dan dicatat volumenya (V 1 ). Sudut henti (Voight, 1970) Dihitung diameter dan tinggi kerucut yang terbentuk pada gundukan granul pada uji laju alir, kemudian dicari besar sudut henti dengan rumus:α = ach tan dimana : α = sudut henti/ sudut istirahat h = tinggi serbukr = jari-jari serbuk Tabel 3.4.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.1 Determinasi Berdasarkan hasil determinasi yang dilakukan di Pusat Penelitian BiologiLIPI Cibinong-Bogor menunjukkan bahwa tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah Garcinia mangostana L. Hasil determinasi dapat dilihat pada lampiran 4 dan lampiran 5.

4.2.1 Simplisia Kulit Buah Manggis

  Buah yang dipilih adalah yang memiliki teksturlunak dan berwarna merah. Simplisia yang telah kering disortasi kembali untuk memisahkan benda- benda asing seperti pengotoran lain yang masih ada dan tertinggal pada simplisiakering (Depkes RI, 1995) sehingga didapatkan simplisia kering kulit buah manggis sebanyak 907 g.

4.2.2 Simplisia Kelopak Bunga Rosella

  Sebanyak 10 kg kelopak bunga rosella basah dikeluarkan bijinya dan disortasi sehingga tidak ada pengotor atau benda asing yang tertinggal. Serbuk yang didapatkan sebanyak 950 g ini kemudian disimpan di dalam wadah tertutup dan kedap udara,selanjutnya akan dilakukan digesti menggunakan aquadest.

4.3 Ekstraksi

4.3.1 Ekstraksi Kulit Buah Manggis

  Ekstrak air kulit buah manggis diperoleh dengan cara digesti, yaitu maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinu) pada temperatur yang lebih tinggidari temperatur ruangan, yaitu secara umum dilakukan pada temperatur 40-50 C (Depkes RI, 2000). Ekstrak kental tersebut dipindahkan ke dalam cawan penguap untuk diuapkan di atas waterbath dengan suhu 40°C hingga ekstrakmenjadi kering.

4.3.2 Ekstraksi Kelopak Bunga Rosella

  Erlenmeyer yang berisi serbuk dan aquadest selanjutnyadiletakkan di atas hotplate. Ekstrak yang dihasilkan setelahdilakukan freeze drying masih berupa ekstrak kental, dengan warna merah yang lebih pekat.

4.4 Penapisan Fitokimia

  4.5 Hasil Uji Parameter Non Spesifik dan Parameter Spesifik Ekstrak Air Kulit Buah Manggis dan Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella Parameter uji ekstrak air kulit buah manggis dan ekstrak air kelopak bunga rosella dilakukan dengan mengidentifikasi parameter spesifik dan parameter nonspesifik. IdentitasSuku : Clusiaceae Suku : Malvaceae Organoleptik Bentuk Ekstrak kental Ekstrak kentalWarna Coklat Merah Muda Keunguan Bau Khas Kulit Manggis Khas RosellaRasa Pahit Asam Parameter Non Spesifik Kadar Abu (% b/b) 3,78 % 5,64 %Susut Pengeringan (% b/b) 9, 91 % 22, 06 % Kadar Air (% b/b) 12,03 % 25,77 % Hasil pengujian kadar air ekstrak air kulit buah manggis dan ekstrak air kelopak bunga rosella menunjukkan bahwa kedua ekstrak memiliki kadar air yangtinggi.

4.6 Pengeringan Ekstrak Menggunakan Filler

  Serbuk rosella diperoleh dengan cara mencampurkan ekstrak air kelopak bunga rosella dengan avicel PH 102, kemudian dikeringkan di dalam oven. Bahan ini digunakankarena dapat menghasilkan tablet dengan tekstur yang licin dan halus, mempunyai daya kompresibilitas yang baik serta memiliki rasa yang manis.

4.8 Hasil Evaluasi Granul

  Waktu Hancur (menit) 21,68 22,64 23,23 23,63Keragaman bobot dari tablet tergantung pada kecepatan alir massa cetak dimana aliran massa cetak yang baik akan memudahkan serbuk masuk kedalamruang pencetakan tablet secara tepat dan seragam sehingga akan menghasilkan tablet dengan ukuran yang seragam pula (Nursiah, Hasyim dkk., 2008). Menurut Farmakope Indonesia Edisi 3 (Depkes, 1979) tablet dengan rata- rata berat lebih dari 300 mg, tidak boleh ada 2 tablet yang bobotnya menyimpanglebih dari 5% dari bobot rata-rata dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih dari 10% dari bobot rata-rata.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

  Formula terbaik adalah formula 4 dengan bentuk bulat, cembung pada bagian tengah, warna merahmuda, rasa asam manis, aroma khas rosella, tekstur halus; keragaman bobot rata-rata 2,1419 g, keseragaman ukuran tablet yaitu dengan diameterrata-rata 2,02 cm dan ketebalan rata-rata 0,82 cm, kekerasan tablet rata- 2 rata 17,68 kg/cm , friabilitas 0,01 % dan waktu hancur 23,63 menit. Rumus Perhitungan Dosis Ekstrak Air Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Perhitungan Dosis Kulit Buah ManggisPada percobaan toksisitas sub-kronis, pemakaian ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan dosis 50 Dosis tikus = 50 = 8,11 mg/ kgBB hingga 162,16 mg/ kgBB Dosis kulit buah manggis untuk manusia dalam 1 hari : (8,11  Tablet hisap dibuat menjadi 3 kali minum dalam sehari, jadi :Dosis per tablet Lampiran 8.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Bakteri Enterococcus faecalis Sebagai Alternatif Bahan Medikamen Saluran Akar (In Vitro)
3
289
97
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Kelopak Bunga Rosella {Hibiscus sabdariffa L.)
12
138
140
Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Pewarna
79
325
74
Uji Aktivitas Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Inhibitor RNA Helikase Virus Hepatitis C
0
6
80
Perbandingan Stabilitas Antioksidan antara Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Bentuk Mikropartikelnya Menggunakan Meode DPPH
4
65
79
Formulasi Tablet Hisap Kombinasi Ekstrak Air Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Menggunakan Gelatin Sebagai Bahan Pengikat
1
17
79
Formulasi dan Uji Antioksidan Gel Masker Peel-Off Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)
4
110
96
Formulasi dan Karakterisasi Mikropartikel Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Metode Semprot Kering (Spray Drying)
2
41
87
Studi Praformulasi Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)
29
224
83
Pengaruh Bahan Pengikat Polivinil Pirolidon (PVP) terhadap Mutu Fisik Tablet Hisap Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.)
0
0
11
Sintesis Nanokristal Perak Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)
0
0
6
Pengaruh Ekstrak Kelopak Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Pada Aktivitas SOD dan MDA Mata Tikus (Rattus Wistar) yang Dipapar Radiasi Gamma
0
0
5
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Indikator Film dari Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Smart Packaging untuk Mendeteksi Kerusakan Nugget Ayam
0
0
6
Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Bakteri Enterococcus faecalis Sebagai Alternatif Bahan Medikamen Saluran Akar (In Vitro)
0
0
32
Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Bakteri Enterococcus faecalis Sebagai Alternatif Bahan Medikamen Saluran Akar (In Vitro)
0
0
13
Show more