Analisis tingkat sertifikat BI, inflasi, dan nilai kurs terhadap return saham LQ 45 dan dampaknya terhadap IHSG

Gratis

2
35
106
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Hasil pengujian menunjukan bahwa SBI, Inflasi dan Nilai Kurs mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variable Return Market IHSG sedangkandampaknya terhadap Return Saham LQ 45 tidak memberikan pengaruh yang signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dapat ditunjukkan dengan uji parsial dan ujisimultan dari variable makro ekonomi (SBI, Inflasi, dan Nilai Kurs) dan Return Market IHSG terhadap Return Saham LQ 45 yang menyatakan bahwa probabilitasnya di atas 0.05.

KATA PENGANTAR

  Atas berkat rahmat dan ridha-Nya, kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, karunia dan hidayahnya sehinggapenulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Shalawat dan salam senantiasa tercurah untuk Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan ummat dan telahmembawa manusia dari alam jahiliyah menuju jalan cahaya, beserta keluarga, para sahabat dan pengikut-pengikutnya hingga akhir jaman.

DAFTAR ISI

  Penelitian yang dilakukan oleh Maurin Sitorus (2004) yang berjudulpengaruh variabelmakro ekonomi (inflasi, suku bunga SBI, kurs, dan jumlah uang beredar) menunjukkan bahwa variable-variabel makro ekonomi berpengaruh secara simultan Inflasi, dan Nilai Kurs Terhadap Return Saham LQ 45 dan Dampaknya Terhadap IHSG” Perumusan Masalah B. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan SBI, Inflasi dan Nilai Kurs terhadap Return Saham LQ 45 dan dampaknya terhadap IHSG baik secaralangsung maupun secara tidak langsung ?

2. Manfaat Penelitian

  Bagi InvestorBagi investor yang tercatat di BEI, hasil dari penelitian ini dapat membantu mereka dalam menentukan apakah akan menjual, membeli, ataukah menahansaham yang mereka miliki berkenaan dengan perubahan kurs rupiah terhadap dollar AS, tingkat suku bunga SBI, dan Inflasi. Bagi Pemerintah Dengan diketahuinya dampak dari kurs rupiah/US$, tingkat suku bunga SBI danInflasi terhadap IHSG dan dampaknya terhadap Return Saham LQ 45, maka pemerintah dapat membuat kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan kurs d.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pasar Modal dan Instrumen Pasar Modal Pasar modal sering disamakan dengan pasar uang, padahal keduanya memiliki

  Cara pengukuran inflasi yaitu: IHK - IHK t t-1 Laju inflasi = IHK t-1Nasution dan Maharani (2006) inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian, tingkat inflasi yang tinggi akan mengakibatkan hargainput produk naik sehingga biaya produksi naik, akibatnya keuntungan yang diperoleh perusahaan akan turun, maka dapat dikatakan inflasi mempunyai hubungan negatif denganharga saham. Hubungan Inflasi dan IHSG BEI menurut Nasution dan Maharani (2006) inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian, tingkatinflasi yang tinggi akan mengakibatkan harga input produk naik sehingga biaya produksi naik, akibatnya keuntungan yang diperoleh perusahaan akan turun, maka dapat dikatakaninflasi mempunyai hubungan negatif dengan harga saham.

D. Nilai Tukar (Kurs)

  Transaksi tersebut dapat dilakukan oleh badan atau perusahaan atau secara perorangan dengan Nilai tukar rupiah terhadap dollar termasuk ke dalam makro ekonomi yang bisa mempengaruhi return yang di dapat oleh investor. Jadi dengan terdepresiasinya kurs rupiah akan mengakibatkan biaya yang akan ditanggung perusahaan akan semakin besar sehingga akan menekan tingkatkeuntungan yang diperoleh perusahaan, dan hal tersebut akan dapat menurunkan harga saham perusahaan yang diperjualbelikan di pasar modal.

E. Indeks Harga Saham

  Indeks LQ-45, terdiri dari 45 saham yang dipilih setelah melalui beberapa kriteria sehingga indeks ini terdiri dari saham-saham yang mempunyai likuiditas yang tinggidan juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar dari saham-saham tersebut. Indeks Papan Pengembang (Development Board Index/DBX), untuk mengakomodasi Dari berbagai jenis indeks harga saham tersebut, dalam penelitian ini hanya menggunakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebagai obyek penelitian karena IHSG merupakan proyeksi dari pergerakan seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI.

F. Return Saham

  Return saham diukur dengan rumus sebagai berikut: R i = P t – P t – 1P t – 1 Keterangan :R = Return saham i P t = Harga saham pada periode tP t – 1 = Harga saham pada periode t -1 Indeks LQ 45 terdiri dari 45 saham yang telah terpilih yang memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi yang terus direview setiap 6 bulan. Perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 adalah perusahaan yang memiliki profit yang cukup tinggi dan memiliki saham yang cukup besar.

H. Penelitian Terdahulu

  Meskipun ruang lingkup hampir samatetapi karena obyek dan periode waktu yang digunakan berbeda maka terdapat banyak hal yang tidak sama sehingga dapat dijadikan sebagai referensi untuk saling melengkapi. Gupta (2000) yang mengadakan penelitian di Indonesia dengan menggunakan metode analisis regresi memakai data periode 1993-1997 menyimpulkan bahwa tidakada hubungan kausalitas antara tingkat bunga, nilai tukar, dan harga saham.

3. Maurin Sitorus (2004)

  Dengan menggunakan metode analisis regresi berganda linear berganda mereka menyimpulkan bahwa nilai tukar dollar AS merupakan salah satu indikatorperkembangan IHSG dengan diketahui bahwa hubungan antara nilai tukar rupiah per dollar AS dengan IHSG di Bursa Efek Indonesia kuat yaitu sebesar 64,9%. Ringkasan Penelitian Terdahulu Nama Peneliti Tahun Variabel Sampel /Model PenelitianHasil Penelitian Gupta 2000 - Tingkat bunga Sitinjak dan Kurniasari2003 - SBI 2005 - Kurs IHSG dan Kurs tidak memilikipengaruh signifikan pada IHSG.

I. Kerangka Pemikiran

  Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research) dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang diajukan mengenai pengaruh Nilai SBI, Inflasi, dan NilaiKurs sebagai variabel independent dan Return Market IHSG dan Return Saham LQ 45 sebagai variabel dependen. Karena yang menjadi obyek penelitian adalah Return Market IHSG dan Return Saham LQ 45,maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah harga seluruh saham yang tergabung dalam IHSG yang terdaftar dari 1 Januari 2006 sampai 31 Desember 2009.

3 Y x X x X x Y

2 = ρ ρy ρ ρ 2 11 + ρ ρ ρy ρ 2 22 + ρ ρy ρ ρ 2 3 1 + εεεε Keterangan :Y 1 = Return Saham LQ 45 Y = IHSG 2 X 1 = SBI X 2 = Inflasi X = Nilai Tukar 3 = Standar Error

E. Uji Hipotesis

  Penelitian ini menggunakan model analisisjalur (path analysis) untuk menganalisa pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas(eksogen) terhadap variabel terikat (endogen). Kerangka hubungan kausal antara jalur (X 1 terhadap Y , X terhadap Y , X terhadap Y , X terhadap Y , X terhadap Y , X 1 1 2 2 1 2 2 3 1 3 terhadap Y 2 , X 1 dan X 2 terhadap Y 1 , X 1 dan X 2 terhadap Y 2, X 2 dan X 3 terhadap Y 1, X 2 dan X 3 terhadap Y 2 , X 1 dan X 3 terhadap Y 1, X 1 dan X 3 terhadap Y 2 ) dan hubungan korelasional antara jalur (X dengan X X dengan X X dengan X Y dengan Y ).

3 Y

X X X + Y 2 = ρ ρ ρ ρ Y2X1 1 + ρ ρ ρ ρ Y2X3 2 + ρ ρ ρ ρ Y2X33 +ρ ρ ρ ρ Y2X3 1 Keterangan: ρ X

1 Y X2

  X 2 = Standardized Coefficients, koefisien jalur pengaruh langsung X 1 X 3 terhadap Y X = Tingkat Suku Bunga SBI ( eksogen = variabel bebas) 1 X 2 = Inflasi (variabel eksogen = variabel bebas) X = Nilai Tukar (variable eksogen = variable bebas) 3 Y 1 = Return Saham LQ 45(variabel endogen = variabel terikat) Y 2 = IHSG (variabel endogen = variabel terikat) Pengujian Hipotesis secara Parsial 1. Kaidah keputusan :1) Jika nilai tukar probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 sig ] , maka H diterima dan Haditolak, artinya tidak signifikan (Riduan, 2007:103-104).2) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 sig ] , maka H ditolak Ha diterima,artinya signifikan (Riduan, 2007:103-104).

d. Inflasi (X

  Kaidah keputusan :1) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 sig ] , maka H diterima dan Haditolak, artinya tidak signifikan (Riduan, 2007:103-104).2) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 sig ] , maka H ditolak Ha diterima,artinya signifikan (Riduan, 2007:103-104). Kaidah keputusan :1) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 sig ] , maka H diterima dan Haditolak, artinya tidak signifikan (Riduan, 2007:103-104).2) Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas sig atau [ 0,05 sig ] , maka H ditolak Ha diterima,artinya signifikan (Riduan, 2007:103-104).

2. Pengujian Hipotesis Secara Simultan ) dan Inflasi (X ) berpengaruh secara signifikan

a. Suku Bunga SBI (X

  1 H : y1x1 = y1x2 = y1 1 = 0 Ha : y1x1 y1x2 y1 1 Hipotesis bentuk kalimat :H : Suku Bunga SBI dan Inflasi tidak berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Return Saham LQ 45. 1 H : y1x2 = y1x3 = y1 1 = 0 Ha : y1x2 y1x3 y1 1Hipotesis bentuk kalimat : H : Inflasi dan Nilai Tukar tidak berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Return Saham LQ 45.

F. Operasional Variabel Penelitian

  Tingkat suku bunga SBI adalah ukuran keuntungan investasi berupa sertifikat bank Indonesia yang dapat diperoleh pemodal dan juga biaya modal yang harusdikeluarkan perusahaan untuk menggunakan dana dari pemodal. Adapun untuk nilai tukar yang digunakan dalam perhitungan ini adalah nilai tukar (kurs) tengah, dengan persamaan sebagai berikut: Nilai Tukar Rp / $ = Kurs Nilai Tengah Rp / $ x Kurs Nilai Tengah Rp / $ t t – 1 Kurs Tengah Rp / $ t – 1 Sumber : Mankiw Return Saham 4.

1. Sejarah Bursa Efek Indonesia

  Sejarah pasar modal di Indonesia sebenarnyatelah mulai sejak Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Bursa Efek di Batavia pada tanggal 14 Desember 1912 yang diselenggarakan oleh Vereniging Voor Dengan mendasarkan pada pengalaman Belanda, pendirian bursa Effectenhandel.efek (Stock Exchange) di Batavia adalah dalam rangka memupuk sumber pembiayaan bagi perkebunan milik Belanda yang tumbuh secara besar-besaran diIndonesia. Indeks LQ 45 terdiri dari 45 saham yang telah terpilih yang memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi yang terus direview setiap 6 bulan.

d. Keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhannya, frekuensi dan jumlah hari perdagangan transaksi pasar reguler

  Perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ 45 adalah perusahaan yang memiliki profit yang cukup tinggi dan memiliki saham yang cukup besar. Di dalam indeks LQ 45 terdiri dari 45 perusahaan yang bervariasidari berbagai sektor yang telah memenuhi persyaratan dalam indeks LQ 45.

B. Deskriptif Variabel Penelitian

  Dalam penelitian ini, terdapat 5 (lima) variabel yang akan dianalisis, dimana kelima variabel yang dimaksud dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu variabel dependenadalah IHSG (IHSG) dan Return Saham LQ 45, sedangkan variabel independen yang digunakan adalah Tingkat Suku Bunga SBI, Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah/US$ (Kurs). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)Indeks Harga Saham Gabungan adalah indeks yang diperoleh dari seluruh saham yang tercatat di BEI dalam satu waktu tertentu.

2. Return Saham LQ 45

  Return Saham merupakan suatu pendapatan saham atau tingkat keuntungan yang diperoleh dari selisih antara harga saham periode tertentu dan harga sahamperiode sebelumnya dibagi dngan harga saham pada periode sebelumnya. " ( ( (#$ % ( ( %& " (' " ( ( Sumber : Data Diolah Gambar 4.2. Grafik Perkembangan Return Saham LQ 45 Periode 2006-2009(Sumber : Data Diolah) Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa rata-rata return saham lq 45tertinggi terjadi pada tahun 2009, dan nilai rata-rata terendah berada pada tahun 2007, dimana return saham lq 45 tertinggi pada bulan Juli tahun 2006 sebesar 0,401dan angka terendah pada bulan Maret tahun 2007 sebesar -1,00.

3. Tingkat SBI

  Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah surat berharga dalam mata uang Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu Tabel 4.3. Data Perkembangan Tingkat SBI Pada Bank Indonesia Periode 2006-2009 !

4. Inflasi Inflasi merupakan kenaikan harga secara terus-menerus dan bersifat umum

  Pada tabel 4.4 menunjukkan nilai inflasi pada tahun 2006-2009 . "# !# $ %"# &'# ( (Sumber : Data Diolah) Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa rata-rata nilai inflasi tertinggiterjadi di tahun 2006 dan nilai rata-rata terendah terjadi pada tahun 2009, dimana angka inflasi tertinggi pada bulan Febuari tahun 2006 sebesar 17,92% dan angkainflasi terendah pada bulan November tahun 2009 sebesar 2,41%.

5. Nilai Tukar Rupiah/US$ (Kurs)

  Menurut Adiningsih, dkk (1998:155), nilai tukar (kurs) rupiah adalah harga Menurunnya kurs Rupiah terhadap mata uang asing khususnya Dolar AS memiliki pengaruh negatif terhadap ekonomi dan pasar modal (Sitinjak dan Kurniasari, 2003). Grafik Perkembangan Nilai Tukar (Sumber : Data Diolah)Berdasarkan table 4.5 dapat diketahui bahwa rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tertinggi terjadi di tahun 2008 dan nilai rata-rata terendah baradapada tahun 2006, dimana nilai tukar tertinggi pada bulan November tahun 2008 sebesar Rp.

C. Uji Korelasi

Teknik pengolahan data selanjutnya dalam menyelesaikan penelitian ini adalah dengan menggunakan Analisis Jalur (Path Analysis), dimana analisis jalur ini berfungsi

1. Pengujian Hubungan Antar Sub Variabel

  Dalam metode analisis jalur, untuk mencari hubungan kausal atau pengaruh variabel-variabel penelitian, terlebih dahulu dihitung matriks korelasi dari variabel-variabel atribut variabel makro ekonomi (Kurs Rupiah, Inflasi, dan Indeks IHSG dan indeks return saham LQ-45. Koefisien Korelasi Variabel-variabel karakteristik makro ekonomi dan IHSG CorrelationsNilai Tukar Return Tingkat SBI Inflasi Rupiah Saham LQ 45 IHSG Tingkat SBI Pearson Correlation1 .892** -.097 -.021 -.790** Sig.

D. Analisis Jalur (Path Analysis)

  Teknik pengolahan data selanjutnya dalam menyelesaikan penelitian ini adalah dengan menggunakan Analisis Jalur (Path Analysis), dimana analisis jalur ini berfungsiuntuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung sekumpulan variabel, sebagai variabel penyebab (variabel eksogen) terhadap seperangkat variabel lainnya yangmerupakan variabel akibat (varibel endogen). Persamaan Analisis Jalur 1 (Y x X x X x X 1. = ρ + ρ + ρ + εεεε) 1 ρ ρ ρy 1 11 ρy ρ ρ 1 22 ρy ρ ρ 1 3 3 Dalam penentuan pengaruh variabel penelitian secara keseluruhan didapat nilai koefisien jalur dari penjumlahan seluruh variabel eksogen terhadap variabel endogen.

3 Persamaan Analisis Jalur 2 2

  Koefisien Persamaan Analisis Jalur aCoefficients Standardized CoefficientsModel Beta 1 Tingkat SBI -1.091 Inflasi.287 Nilai Tukar Rupiah Dependent Variable: IHSG (Sumber : Data Diolah)Koefisien-koefisien jalur yang diperoleh berdasarkan hasil pengolahan adalah sebagai berikut: = -1.091= 0.287 = -0.462= 0.023 Jadi, persamaan analisis jalur yang terbentuk adalah sebagai berikut : Diagram Analisis Jalur E. 1 Kedua diketahui bahwa variabel Tingkat SBI (X 1 ), Inflasi (X 2 ) dan Kurs Rupiah (X 3 ) merupakan tiga buah variabel eksogen dimana satu dengan yang lainnya mempunyai kaitan korelatif yang secara bersama-sama mempengaruhi variabel perantara Return Saham LQ45 (Y 1 ) mempengaruhi variabel endogen IHSG (Y 2 ).

F. Pengujian Hipotesis

  Dependent Variable: IHSG (Sumber : Data Diolah)Pada tabel analisis varian (Anova) ditampilkan hasil uji F yang dapat dipergunakan untuk menguji model apakah variabel Tingkat SBI, Inflasi dan Kurs Rupiah serta variable Return Saham secara simultan berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Pengujian dilakukan dengan Uji F, hipotesis yang diajukan adalah :H : = = = = 0Ha : sekurang-kurangnya ada sebuah ρ ≠ 0, ; i = 1, 2, 3 yixiPengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai F dengan F : hitung tabel 1 2 tabel hitung (59.789) < nilai F tabel (2.59) maka H ditolak atau terdapat kecocokan antara model dengan data.

1 Pengambilan keputusan didasarkan atas dua metode:

  1) Berdasarkan perbandingan nilai t dengan t di mana µ =µ hitung tabel 1 2 Jika |t hitung | > t tabel , maka H ditolak Jika |t | < t , maka H diterima hitung tabel Terlihat bahwa t hitung untuk koefisien Tingkat SBI adalah 8.250, Sedang t tabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan = 0.05, karena digunakanhipotesis dua arah, ketika mencari t , nilai dibagi dua menjadi 0.025, tabel dan df = 44 (didapat dari rumus n-4, dimana n adalah jumlah data, 48 - 4 = 44). Pengaruh Langsung Kurs Rupiah (X ) Terhadap IHSG (Y ) 3 2 Pengaruh langsung dan tidak langsung Perhitungan Besar KontribusiX langsung py x -0.462 -0.462 3 1 3 1 (Sumber : Data Diolah)Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa pengaruh langsung kurs rupiah (X 3 ) terhadap IHSG (Y 1 ) adalah sebesar atau %, Ini berarti kurs rupiah memiliki pengaruh yang kecil terhadap IHSG.

H. Interprestasi

  Pada penelitian ini ditemukan bahwa tingkat SBI (X ) berpengaruh signifikan 1 terhadap IHSG (Y 1 ), inflasi (X 2 ) juga mempunyai pengaruh signifikan terhadap IHSG (Y 1 ), dan kurs (X 3 ) berpengaruh signifikan terhadap IHSG (Y 1 ). Tetapi hal yang berbeda yang dikemukakan 1 3 ) dan SBI (X 1 ) terhadap IHSG (Y ), dia menyimpulkan hanya Kurs (X ) yang berpengaruh signifikan terhadap IHSG (Y ) 1 3 1 sedangkan SBI (X 1 ) tidak berpengaruh.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan A. Hasil pengujian yang telah dilakukan adalah menganalisis Tingkat SBI, Inflasi, dan Kurs terhadap Return Saham LQ 45 dan dampaknya terhadap IHSG. Dengan

  Bagi investorBagi investor yang akan melakukan investasi disarankan untuk memperhatikan tingkat SBI dan pergerakan nilai kurs dollar AS terhadap IHSG karena padapenelitian ini ditemukan bahwa tingkat SBI dan nilai kurs berpengaruh signifikan terhdap pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Bagi PemerintahDengan diketahuinya dampak dari kurs rupiah/US$, tingkat suku bunga SBI danInflasi terhadap IHSG dan dampaknya terhadap Return Saham LQ 45, maka pemerintah dapat membuat kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan kurs 4.

DAFTAR PUSTAKA

  Sitinjak, Elyzabeth Lucky Maretha dan Widuri Kurniasari, “ Indikator-indikator Pasar Saham dan Pasar Uang Yang Saling Berkaitan Ditinjau Dari Pasar Saham Sedang Bullish dan Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen. " ( ( ( #$ % ( (%& " ( ' " ( ( Sumber : Data DiolahLampiran 3 Data Perkembangan Tingkat SBI Pada Bank Indonesia Periode 2006-2009 ! " #$ %%& " ' " Sumber : www.bi.go.id DataPerkembangan Inflasi Periode 2006-2009) Sumber : www.bi.go.idLampiran 5 Data Perkembangan Nilai Tukar Rupiah/US$ Pada Bank Indonesia Periode 2003-2005 %& " ' "Sumber : www.bi.go.id Lampiran 6 Output SPSS Tabel 4.6.

1 F Sig

  Pengaruh Tingkat SBI (X ) 1 Terhadap IHSG (Y)Pengaruh langsung dan tidak langsung Perhitungan Besar Kontribusi X langsung py x -1.091 -1.091 1 1 1 1 (Sumber : Data Diolah) Tabel 4.14. Pengaruh Langsung Kurs Rupiah (X ) Terhadap IHSG (Y ) 3 1 Pengaruh langsung dan tidak langsung Perhitungan Besar KontribusiX langsung py x -0.462 -0.462 3 1 3 1 (Sumber : Data Diolah) Tabel 4.16.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI
0
7
125
Analisis pengaruh pengumuman right issue terhadap expected return dan actual return saham di bursa efek Indonesia (BEI)
0
16
114
Analisis pengaruh per, PBVR, roe dan rol terhadap struktur modal, return saham pada periode bullis dan return saham pada periode bearish indeks harga saham gabungan dengan menggunakan path analysis
0
4
137
Analisis pengaruh DEBT. to equity ratio, Net profit margin, dan total Asset Trrnover terhadap return on equity serta dampaknya terhadap nilai perusahaan
0
13
155
Pengaruh inflasi, nilai rupiah dan jumlah pengusaha kena pajak (PKP) terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai PPN)
35
195
270
Dampak kebijakan dividen terhadap volatilitas harga saham perusahaan LQ 45 di BEI
5
20
119
Analisis pengaruh inflasi, nilai tukar, suku bunga, harga minyak dan harga emas terhadap return saham (studi pada pasar modal Indonesia)
0
9
142
Pengaruh capital adequacy ratio (CAR), return on asset (ROA), biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), inflasi, dan kurs terhadap loan to deposit ratio (LDR) pada bank umum
1
5
120
Analisis Makro Ekonomi terhadap Return LQ 45 dan Dampaknya terhadap IHSG
0
3
131
Perbandingan keakuratan CAPM dan Apt dalam memprediksi tingkat pendapatan saham LQ 45 (Periode 2006-2009
1
20
133
Analisis tingkat sertifikat BI, inflasi, dan nilai kurs terhadap return saham LQ 45 dan dampaknya terhadap IHSG
2
35
106
Pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko saham pada perusahaan LQ 45 periode 2004-2009
0
7
116
Pengaruh uang yang beredar (m2), kurs, inflasi, dan tingkat suku bunga sbi terhadap beta saham syariah (JJI) dan indeks harga saham gabungan (IHSG)
0
5
129
Analisis pengaruh rasio likuiditas, profitabiltas, aktivitas, leverage, dan frim size terhadap return saham: studi kasus pada perusahaan yang terdaftar di LQ 45
1
5
70
Pengaruh rasio harga per nilai buku dan nilai tukar Rupiah/US Dollar terhadap return saham pada sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1
8
123
Show more