Pengaruh character strengths dan gender terhadap stres akademik mahasiswa UIN Jakarta yang kuliah sambil bekerja.

Gratis

11
85
145
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Bismillahirrahmanirrahiim Segala puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah, dan kekuatan yang diberikan-Nya, sehingga peneliti dapatmenyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Character Strengths danGender terhadap Stres Akademik Mahasiswa UIN Jakarta yang Kuliah sambil Bekerja ”. Sobat-sobat Emmeletusku Dita, Tia, Ira, Rias, Okta dan Dina, Bias, Rafa,Lintang, Silmi, Fada dan Iyus yang membuat hari-hariku menjadi lebih berwarna selama kuliah, terutama kepada sobat-sobat yang selalu siapmembantu dan mendukungku selama proses penyusunan skripsi.

8. Keluarga besar Lembaga Tahfidz dan Ta’lim Al-Qur’an (LTTQ) Masjid

  Kepada teman-teman yang telah membantu peneliti dalam menyebar angket dan kepada teman-teman responden yang telah bersedia untukmengisi angket dalam penelitian ini. Kepada seluruh pihak yang tidak dapat Peneliti sebutkan satu per satu, terima kasih untuk segala dukungan, bantuan, dan partisipasi yang telahdiberikan untuk membantu Peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Instrumen Pengumpulan DataLampiran 2 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel Stressor AkademikLampiran 3 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel Reaksi terhadap Stressor AkademikLampiran 4 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel Stress AkademikLampiran 5 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel CreativityLampiran 6 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel CuriosityLampiran 7 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel Open MindednessLampiran 8 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel BraveryLampiran 9 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel PersistenceLampiran 10 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel VitalityLampiran 11 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel LoveLampiran 12 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel Self RegulationLampiran 13 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel HopeLampiran 14 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel HumorLampiran 15 Syntax dan Analisis Konfirmatorik Model Satu Faktor dari Variabel Spirituality

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Data National Center for Education Statistics (Papalia dalam Daulay &Rola, 2012) juga menunjukkan bahwa para mahasiswa yang bekerja 15 jam lebih Dalam wawancara yang dilakukan terhadap mahasiswa UIN Jakarta yang kuliah sambil bekerja, ditemukan bahwa efek negatif dari kuliah sambil bekerjadiantaranya yaitu penurunan nilai, tugas dan jadwal kuliah yang terbengkalai, dan jarang bergaul dengan teman dan stamina yang mudah lelah. Lounsburry,Fisher, Levy dan Welsh (2009) menyatakan bahwa kekuatan karakter dapat mengurangi stres bagi mahasiswa melalui penilaian kognitif yang akanmengarahkan pada mekanisme coping yang lebih positif terutama pada mahasiswa yang memiliki harapan yang tinggi.

1.2 Pembatasan dan Perumusan Masalah

1.2.1 Pembatasan masalah

  Variabel- variabel dari character strengths yang digunakan dalam penelitian ini yaitu creativity, curiosity, open-mindedness, bravery, persistence, vitality, love, self regulation, hope, humor dan spirituality. Stres akademik yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah suatu keadaan di mana terdapat tuntutan akademik yang melebihi sumber daya yang tersediadisertai dengan reaksi-reaksi fisik, emosi, kognitif dan tingkah laku yang diarahkan untuk menghadapi peristiwa stres tersebut (Gadzella, 1991).

1.2.2 Perumusan masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara character strengths dan gender terhadap stres akademik pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta?

2. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara creativity pada character

3. Apakah ada pengaruh yang signifikan antara curiosity pada character

  strengths terhadap stres akademik mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang strengths terhadap stres akademik mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang kuliah sambil bekerja? Apakah ada pengaruh yang signifikan antara self regulation pada character strengths terhadap stres akademik mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang kuliah sambil bekerja?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

  1.3.1 Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh character strengths(terdiri atas dimensi creativity, curiosity, open-mindedness, bravery, persistence, vitality, love, self regulation, hope, humor dan spirituality) dan gender terhadap stres akademik yang dihadapi oleh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kuliah sambil bekerja. Penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti lain sebagai data tambahan mengenai pengaruh character strengths dan gender terhadap stres akademikmahasiswa khususnya mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.

2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu psikologi, khususnya psikologi pendidikan dan psikologi kesehatan

1.3.3 Manfaat praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh dari character strengths dan gender terhadap stres akademik sehinggamahasiswa khususnya yang kuliah sambil bekerja dapat mencegah atau meminimalisir dampak negatif dari stres akademik.

1.4 Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan dari skripsi ini adalah sebagai berikut: Bab 1 Pendahuluan Pada bab ini peneliti menguraikan tentang latar belakang dilakukannya penelitian “Pengaruh character strengths dan gender terhadap stres akademik mahasiswaUIN Jakarta yang kuliah sambil bekerja”, pembatasan dan perumusan masalah, tujuah serta manfaat dan sistematika penulisan. Lampiran Terdiri dari instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini serta syntax dan path diagram yang merupakan hasil dari uji validitas konstruk.

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1 Stres Akademik

  Baum (dalam Taylor, 2003) menjelaskan bahwa stres adalah pengalaman emosional yang negatif disertai dengan perubahan biokimia tubuh, fisik, kognitifdan perilaku yang diarahkan untuk mengubah atau menyesuaikan diri dengan akibat dari peristiwa yang menyebabkan stres. Conflicts (konflik), berkaitan dengan pemilihan dua atau lebih alternatif yang diinginkan, dua atau lebih alternatif yang tidakdiinginkan, dan antara alternatif yang diinginkan dan tidak diinginkan.

2.1.3 Pengukuran stres akademik

  Skala inidisusun untuk mengukur lima kategori dari stressor akademik (diukur dengan subskala frustrasi, konflik, tekanan, perubahan, dan pemaksaan diri) dan empatkategori yang menjelaskan reaksi terhadap stressor yang diukur dengan subskala fisiologis, emosi, perilaku, dan kognitif (Gadzella & Masten, 2005; Misra, Crist,& Burant, 2003). Sedangkan, berdasarkan analisis CFA yang dilakukan oleh Gadzella dan Baloglu pada 2001terhadap 381 mahasiswa, konsistensi internal dari SSI yaitu 0.92 dengan 0.92 untuk laki-laki dan 0.92 untuk perempuan.

2.1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi stres akademik

  2)Faktor keluarga Keluarga yang penuh dengan konflik ditandai dengan kurangnya komunikasi antara orang tua dengan anak dan tidak saling memahami satusama lain. 3)Faktor sekolah Chiang (dalam Kai-Wen, 2009) sebagian stres pada remaja berasal dari lingkungan sekolah yakni tugas yang terlalu banyak, performansiakademik yang tidak memuaskan, persiapan untuk tes, kurangnya minat terhadap mata pelajaran/mata kuliah, dan hukuman dari guru.

2.2 Character Strengths

2.2.1 Pengertian character strengths

  Sedangkanmenurut Aquinas, kebajikan (virtue) adalah sebuah kebiasaan yang dapat dikembangkan oleh seseorang dengan memilih hal-hal yang baik dan secarakonsisten bertindak sesuai dengan kebaikan tersebut. Oleh karena itu, tidak seperti pertimbangan moral yang hanya bersifat kognitif, karakter juga meliputi emosi Adapun definisi dari character strengths pada penelitian ini adalah definisiPeterson dan Seligman (2004) yaitu komponen psikologis berupa proses maupun mekanisme yang dapat menggambarkan kebajikan utama pada manusia.

2.2.2 Klasifikasi character strengths

Menurut Peterson dan Seligman (2004) klasifikasi character strengths adalah sebagai berikut:

1. Wisdom and Knowledge, yaitu kekuatan kognitif yang berkaitan dengan

  Curiosity Keingintahuan mencakup keterbukaan terhadap pengalaman dan fleksibilitas terhadap segala sesuatu yang tidak sesuai dengan konsepsiawal. Orang-orang yang memiliki keingintahuan yang tinggi tidak sekedar toleran terhadap ambiguitas atau tantangan, tetapi juga c.

2. Courage, yaitu kekuatan emosional yang mengandung keinginan yang

  Beberapa elemenyang terkandung dalam bravery adalah tindakan harus bersifat sukarela, terdapat pertimbangan terhadap resiko dan penerimaankonsekuensi dari setiap tindakan, didahului oleh situasi bahaya, kehilangan, situasi yang mengandung resiko, dan potensi dari kondisicelaka. Integrity Orang yang memiliki integritas tinggi berbicara dan bertindak berdasarkan kebenaran dan menampilkan diri mereka (baik keadaaninternal, perhatian ataupun komitmen) dengan tulus dan tanpa berpura- pura walaupun dalam keadaan sendiri maupun berada dalam publik.

3. Humanity yaitu kekuatan interpersonal yang meliputi keinginan untuk dekat dan bersahabat dengan orang lain

a. Love

b. Kindness

  Individu yang memiliki karakter kindness biasannya akan tergerak untuk membantu orang lain dan tidak pernah merasa disibukkan saatmenolong orang lain walaupun tidak mengenal orang yang ditolong dengan baik (Seligman, 2002). Social intelligence (emotional intelligence, personal intelligence) Memiliki kesadaran akan motif dan perasaan orang lain maupun diri sendiri, mengetahui bagaimana bersikap pada situasi yang berbeda,mengetahui apa yang dilakukan untuk membuat orang lain tergugah.

4. Justice, yaitu kekuatan publik yang mendasari kehidupan masyarakat yang

  Individu dengan karakter leadershipmemiliki peran yang dominan dalam hubungan sosial dalam mengatur aktivitas pribadi dan orang lain dalam suatu sistem yang terintegrasi. Prudence Berhati-hati dengan keputusan yang dibuat, tidak mengambil resiko yang tidak semestinya dan tidak mengatakan atau melakukan sesuatuyang tidak bertanggung jawab.

d. Self- regulation (self-control) Mengatur dan mengontrol perasaan, tingkah laku, disiplin, dan emosi

  Self regulation mengarah pada bagaimana individu mampu mengontrol pikiran, emosi, impuls, performa, dan perilaku lainnya untuk mencapai tujuan dan hidup sesuai dengan norma dan harapan sosial. Saatberhadapan dengan peristiwa yang menyakitkan, individu mampu meregulasi emosinya dan menetralkan perasaan negatif yangdirasakan.

6. Transcendence, yaitu kekuatan yang dapat menciptakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas dan memberi makna

  Secara keseluruhan, humor berarti pikiran yangmenyenangkan, pandangan yang membahagiakan yang memungkinkan individu untuk melihat sisi positif dari sesuatu hal dan kemampuanuntuk membuat orang lain tersenyum dan tertawa. Spirituality (religiousness) Memiliki keyakinan yang besar tentang tujuan dan makna dari alam semesta, menyesuaikan diri dengan sesuatu yang lebih besar, sertamemiliki keyakinan mengenai makna kehidupan yang membentuk tingkah laku dan memberikan kenyamanan.

2.2.3 Pengukuran

  Character Strengths dapat diukur dengan menggunakan VIA Inventory of Strengths yang dikembangkan oleh Christopher Peterson dan Martin E. VIA-120 dikembangkan secara statistik dengan memilih 5 dari 10 pertanyaan pada masing-masing skala yang memiliki korelasi item-skala yang paling tinggi.

2.3 Kerangka Berpikir

  Agar tetap bertahan dan beradaptasi dengan baik dalam menghadapi stress akademik, mahasiswa membutuhkan faktor protektif yang dapat melindungiseseorang dari efek-efek negatif yang ditimbulkan oleh peristiwa dan situasi yang menekan dan dapat mengakibatkan hasil-hasil yang positif di bawah kondisi yangpenuh resiko (Masten & Reed; Benard dalam Chung, 2008). Labbe dan Fobes (2010) menemukan bahwa partisipan dengan skor spirituality yang lebih tinggi melaporkan keadaan marah yang lebih sedikit dan menunjukkan responsistem syaraf simpatis yang lebih rendah ketika merespon penyebab stres dibandingkan dengan partisipan dengan tingkat spiritual yang lebih rendah..

2.4 Hipotesis Penelitian Hipotesis Mayor:

  H6: Ada pengaruh yang signifikan antara vitality pada character strengths terhadap stres akademik mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang kuliah H7: Ada pengaruh yang signifikan antara love pada character strengths terhadap stres akademik mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang kuliah sambilbekerja. Hipotesis yang akan diuji adalah hipotesis nihil, yaitu “Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara character strengths dan gender terhadap stres akademik mahasiswa UIN Jakarta yang kuliah sambil bekerja”.

BAB 3 METODE PENELITIAN

  Sampel yang diambil adalah sampel yang telah memenuhi kriteria atau tujuan yang telahditentukan peneliti yaitu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang aktif kuliah sambil bekerja. 3.2 Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah dimensi-dimensi dari character strengths(creativity, curiosity, open mindedness, bravery, persistence, vitality, love, self regulation, hope, humor, spirituality), gender, dan stres akademik (terdiri dari stressor akademik dan reaksi terhadap stressor akademik).

3.2.1 Definisi operasional variabel penelitian

  Stres akademikStres akademik adalah suatu keadaan di mana mahasiswa yang kuliah sambil bekerja sering menghadapi banyaknya tuntutan akademik dansering mengalami reaksi-reaksi fisik, emosi, kognitif dan tingkah laku yang diarahkan untuk menghadapi peristiwa stres tersebut. Skor stres akademik diperoleh dengan memodifikasi Student- Life Stress Inventory yang dikembangkan oleh Gadzella (1991).

2. Character strengths

  Character strengths adalah tingkatan dari komponen psikologis yang dapat menggambarkan kebajikan utama (virtue) pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, yakni creativity, curiosity, open mindedness, bravery, persistence, vitality, love, self regulation, hope, humor, dan spirituality. Skor character strengths diperoleh dengan memodifikasi VIAInventory of Strengths yang dikembangkan oleh Christopher Peterson dan Martin E.

3.3 Alat Ukur Pengumpulan Data

  Kuisioner terdiri dari 83 pernyataan dan dibagi menjadi 2 skala untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Skala I yaitualat ukur yang digunakan untuk mengukur stres akademik.

3.3.1 Skala stres akademik

  Skala stres akademik ini diadaptasi dan dimodifikasi dari Student-Life Stress Inventory yang dikembangkan oleh Gadzella (1991). Skor total dari skala ini diperoleh dengan menjumlahkanskor dari sembilan aspek yang terdiri dari lima kategori dari stressor akademik yakni frutrasi, konflik, tekanan, perubahan, dan pemaksaan diri dan empatkategori dari reaksi terhadap stressor akademik yakni reaksi fisik, emosi, tingkah laku, dan kognitif (Gadzella & Masten, 2005).

3.3.2 Skala character strengths

  Skala character strengths ini diadaptasi dan dimodifikasi dari Values in Actions (VIA) Inventory yang dikembangkan oleh Christopher Peterson dan Martin E. Curiosity 3, 15, 18, 47, 52 5 Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap topik-topik yang menarik Memiliki minat yang besar dalam melakukan pengalaman yang menarik 3.

3.4 Pengujian Validitas Konstruk

3.4.1 Uji validitas konstruk stres akademik

  Sebelum melakukan uji validitas dari stres akademik yang merupakan dependent variable (DV) pada penelitian ini, peneliti melakukan uji validitas terhadap masing-masing dimensi dari stres akademik terlebih dahulu yaitu stressor akademik dan reaksi terhadap stressor akademik. Dimensi stressor akademikterdiri dari lima belas item sedangkan dimensi reaksi terhadap stressor akademik terdiri dari tiga belas item.

3.4.1.1 Uji validitas konstruk stressor akademik

  Maka dilakukan pengujian hipotesis nihil tentang koefisien Tabel 3.3 Muatan Faktor Stressor Akademik 13 0.07 3.92 V 10 0.64 0.06 10.96 V 11 0.53 0.06 8.37 V 12 0.74 0.06 13.08 V 0.08 9 0.07 1.19 X 14 0.37 0.06 5.79 V 15 0.40 0.06 6.39 V Keterangan : tanda V = Signifikan (t >1,96) ; X = Tidak Signifikan Berdasarkan tabel 3.3, nilai t bagi koefisien muatan faktor sebagian besar item signifikan karena t > 1.96 kecuali pada item 13. Selanjutnya melihat muatanfaktor dari item, apakah ada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

3.4.1.2 Uji validitas konstruk reaksi terhadap stressor akademik

  3 Tabel 3.4 Muatan Faktor Reaksi terhadap Stressor AkademikNo Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.39 0.06 6.19 V 2 0.60 0.07 9.11 V 0.51 0.56 0.06 8.30 V 4 0.68 0.06 10.63 V 5 0.38 0.07 5.80 V 6 X Keterangan : tanda V = Signifikan (t >1,96) ; X = Tidak SignifikanBerdasarkan tabel 3.4, nilai t bagi koefisien muatan faktor sebagian besar item signifikan karena t > 1.96 kecuali pada item 13. Selanjutnya melihat muatanfaktor dari item, apakah ada yang bermuatan negatif, maka diketahui hanya item stressor akademik dan item 13 pada dimensi reaksi terhadap stressor akademik.

3.4.2 Uji validitas konstruk character strengths

3.4.2.1 Uji validitas konstruk creativity

  Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-Square = 20.03, df = 5, P-Value = 0.00123, RMSEA = 0.109. Nilai Chi-Square menghasilkan P-value >0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unindimensional) bahwaseluruh item mengukur satu faktor saja yaitu creativity.

3.4.2.2 Uji validitas konstruk curiosity

  Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata fit, dengan Chi-Square = 4.04, df = 5, P-Value = 0.54328, RMSEA = 0.000. NilaiChi-Square menghasilkan P-value >0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unindimensional) bahwa seluruh item mengukur satu faktorsaja yaitu curiosity.

3.4.2.3 Uji validitas konstruk open mindedness

  Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-Square = 14.59, df = 5, P-Value = 0.01224, RMSEA= 0.087. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakahada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

3.4.2.4 Uji validitas konstruk bravery

  Pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai t bagi setiap Tabel 3.9 Muatan Faktor Bravery No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.72 0.06 11.33 V 2 0.61 0.07 9.36 V 3 0.62 0.07 9.56 V 4 0.69 0.06 10.67 V 5 0.37 0.07 5.31 V Keterangan : tanda V = Signifikan (t >1,96) ; X = Tidak Signifikan Berdasarkan tabel 3.9, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakahada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

3.4.2.5 Uji validitas konstruk persistence

  Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur Tabel 3.10 Muatan Faktor Persistence No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.54 0.07 7.40 V 2 0.39 0.07 5.29 V 3 0.68 0.07 9.16 V 4 0.64 0.07 8.66 V 5 0.36 0.07 4.77 V Keterangan : tanda V = Signifikan (t >1,96) ; X = Tidak Signifikan Berdasarkan tabel 3.10, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakahada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

3.4.2.6 Uji validitas konstruk vitality

  Nilai Chi-Square menghasilkan P-value >0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unindimensional) bahwa Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakahada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

3.4.2.7 Uji validitas konstruk love

  Olehsebab itu, peneliti perlu melakukan modifikasi terhadap model dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakahada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

3.4.2.8 Uji validitas konstruk self regulation

  Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-Square =20.18, df = 5, P-Value = 0.00116, RMSEA Selanjutnya, peneliti melihat apakah signifikansi item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu didrop atau tidak. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakahada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

3.4.2.9 Uji validitas konstruk

  Tabel 3.14 Muatan Faktor Hope No Koefisien Standar Error Nilai t Signifikan 1 0.17 0.08 2.20 V 2 0.81 0.09 8.67 V 3 0.52 0.08 6.78 V 4 0.44 0.08 5.68 V 5 0.49 0.08 6.38 V Keterangan : tanda V = Signifikan (t >1,96) ; X = Tidak Signifikan Berdasarkan tabel 3.14, nilai t bagi koefisien muatan faktor semua item signifikan karena t > 1.96. Selanjutnya melihat muatan faktor dari item, apakahada yang bermuatan negatif, maka diketahui tidak terdapat item yang muatan faktornya negatif.

3.4.2.10 Uji validitas konstruk humor

  hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-Square = 14.46, df = 5, P-Value = 0.01296, RMSEA = 0.087. Nilai Chi-Square menghasilkan P-value >0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unindimensional) bahwaseluruh item mengukur satu faktor saja yaitu humor.

3.4.2.11 Uji validitas konstruk spirituality

  Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit, dengan Chi-Square = 86.68, df = 5, P-Value = 0.00000, RMSEA = 0.255. Nilai Chi-Square menghasilkan P-value >0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unindimensional) bahwaseluruh item mengukur satu faktor saja yaitu spirituality.

3.5 Metode Analisis Data

  Besarnya stres akademik mahasiswa yang kuliah sambil bekerja yang disebabkan faktor-faktor yang telah disebutkan tadi ditunjukkan oleh koefisien determinasiberganda atau R². R² menunjukkan variasi atau perubahan variabel terikat (Y) disebabkan variabel bebas (X) atau digunakan untuk mengetahui besarnyapengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau merupakan perkiraan proporsi varians dari intense yang dijelaskan oleh creativity, curiosity, open mindedness, bravery, persistence, vitality, love, self regulation, hope, humor, spirituality, dan gender.

3.6. Prosedur Penelitian

  Penelitian merupakan sebuah proses yang terdiri dari tahapan-tahapan yang harus dilalui dengan baik agar mendapatkan hasil penelitian yang baik pula. Menyusun alat pengumpulan data yang terdiri dari data diri subjek, skala stres akademik, dan skala character strengths.

BAB 4 HASIL PENELITIAN Pada bab empat peneliti akan membahas mengenai hasil penelitian yang telah

  4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan subyek penelitian 252 mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Berikut ini gambaranumum mengenai subyek penelitian berdasarkan gender, usia, semester, fakultas, jenis pekerjaan, pendapatan, jam kerja per minggu, dan alasan atau motivasikuliah sambil bekerja.

4.1.1 Responden berdasarkan gender

  Untuk memudahkan perhitungan peneliti mengkategorikan usia ke dalam 2 kategoriyaitu usia 17-20 tahun dan usia 21-24 tahun sebagaimana yang dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini: Tabel 4.2 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Persen 17 - 20 tahun 149 59.13 % 21 - 24 tahun 103 40.87 % Total 252 100% Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa 149 orang (59.13%) responden berusia 17-20 tahun sedangkan 103 orang (40.87 %) responden berusia 21-24tahun. Sedangkan fakultas umum terdiri dari Fakultas Psikologi,Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains dan Teknologi (FST),Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), dan Fakultas Ilmu Sosial danPolitik (FISIP).

4.1.4 Responden berdasarkan pekerjaan

  Tabel 4.4 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi Persen Wirausaha 36 14.29 %Mengajar/Privat 152 60.32 % Freelance 43 17.06 %Lain-lain 21 8.33 % Total 252 100% Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa pekerjaan responden dibagi menjadi 4 kelompok yaitu wirausaha, mengajar, freelance, dan lain-lain. Selanjutnya, responden yang bekerja antara 5 sampai dengan 10 jam per minggu berjumlah 99 orang (39.29 %).

4.1.7 Responden berdasarkan alasan/motivasi kuliah sambil bekerja

  Gambaran umum responden berdasarkan alas am/motivasi kuliah sambil bekerja dijelaskan pada tabel 4.7 berikut. Sebaliknya, hanya 0.79 % (2 orang) responden yang kuliah sambil bekerja karena dipaksa oleh orang tua atau pihak lain.

4.2 Analisis Deskriptif Hasil Penelitian

  Tinggi 119 47.22 %Berdasarkan tabel 4.10 diketahui bahwa responden yang memiliki tingkat stres akademik yang rendah berjumlah 133 orang (57.28 %) sedangkan respondenyang memiiliki tingkat stres akademik yang tinggi berjumlah 119 orang (47.22%). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat persentase yang cukup seimbang antara responden yang memiliki stres akademik yang rendah dengan reponden yangmemiliki stres akademik yang tinggi.

4.2.3 Kategorisasi skor character strengths

  Pada variabel bravery terdapat 149 orang ( 59.13 %) responden untuk kategori yang rendah dan 103 orang ( 40.87 %) responden untuk kategori yang tinggi. Sebanyak 137 orang (54.37%) responden berada pada kategori vitality yang rendah sedangkan responden yang berada padakategori vitality yang tinggi berjumlah 115 orang (45.63%).

4.3 Uji Hipotesis Penelitian

4.3.1 Analisis regresi variabel penelitian

  Pada tahapan ini peneliti menguji hipotesis dengan teknik analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS seperti yang sudah dijelaskan pada bab 3. Dalam regresi ada tiga hal yang dilihat, yaitu melihat R square untuk mengetahui berapa persen (%) varians Dependent Variable (DV) yang dijelaskan oleh Independent Variable (IV), kedua apakah secara keseluruhan Independent Variable (IV) berpengaruh secara signifikan terhadap Dependent Variable (DV), kemudian terakhir melihat signifikan atau tidaknya koefisien regresi dari masing- masing Independent Variable (IV).

b. Dependent variable : STRESS

  Berdasarkan tabel 4.13 dapat dijelaskan bahwa signifikansinya adalah 0.00(sig < 0.05), maka hipotesis nihil yang menyatakan tidak ada pengaruh yang signifikan dari seluruh Independent Variable (IV) yakni creativity, curiosity, bravery, persistence, vitality, love, self regulation, hope, humor, spirituality dan gender terhadap stres akademik ditolak. Variabel gender : Diperoleh nilai koefisiensi regresi sebesar 3.017 dengan signifikansi 0.019 dan signifikan yang berarti bahwa ada perbedaan stresakademik yang signifikan antara laki-laki dan perempuan di mana laki-laki memiliki tingkat stres akademik yang lebih tinggi dibandingkan perempuan.

4.3.2 Pengujian proporsi varians

  Padatabel 4.15, kolom pertama adalah Independent Variable (IV) yang dianalis satu per satu, kolom kedua merupakan penambahan varians Dependent Variable (DV)dari tiap Independent Variable (IV) yang dimasukkan secara satu per satu, kolom ketiga merupakan nilai murni varians Dependent Variable (DV) dari tiap Independent Variable (IV) yang dimasukkan secara satu per satu, kolom keempat adalah nilai F hitung bagi Independent Variable (IV) yang bersangkutan. Kolom df adalah derajat bebas bagi Independent Variable (IV) yang bersangkutan pula,yang terdiri dari numerator dan denumerator yang telah ditentukan sebelumnya, nilai kolom inilah yang akan dibandingkan dengan nilai F hitung.

BAB 5 KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

  Hasil penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian Martin dan Lefcourt (dalam Kuiper, 2012) yang menunjukkan bahwabahwa individu dengan level humor yang tinggi dapat lebih kebal terhadap dampak negatif dari stressor dalam kehidupan mereka dibandingkan denganindividu dengan level humor yang rendah. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian Labbe dan Fobes (2010) yang menunjukkan bahwa partisipan dengan spirituality yang lebih tinggi menunjukkanrespon sistem syaraf simpatis yang lebih rendah ketika merespon penyebab stres dibandingkan dengan partisipan dengan spirituality yang lebih rendah.

5.3 Saran

  Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan didalamnya. Untuk itu, peneliti memberikan beberapa saran untukbahan pertimbangan sebagai penyempurnaan penelitian selanjutnya yang terkait dengan penelitian serupa, yaitu saran metodologis dan saran praktis.

5.3.1 Saran metodologis 1

  Peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi stres akademik seperti goal setting, motivation, positive thinking, psychological well being, dan hubungan yang baik dengan keluarga, teman atau dosen. Penelitian selanjutnya dapat meneliti stres akademik pada mahasiswa yang memiliki jam kerja lebih dari 10 jam per minggu dan/atau membandingkanstres akademik antara mahasiswa yang berkuliah saja dengan mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.

5.3.2 Saran praktis 1

  Bagi mahasiswa, terutama yang kuliah sambil bekerja, agar dapat meningkatkan bravery dan persistence karena kedua variabel ini memilikipengaruh yang negatif dan signifikan terhadap stres akademik. Bagi orang-orang terdekat dari mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, diharapkan dapat memberikan dukungan sosial agar mahasiswa yang kuliahsambil bekerja tersebut dapat meningkatkan bravery, persistence, dan kekuatan karakter lainnya sehingga dapat mengurangi dan mempertahankandiri dari stres akademik.

4. Bagi fakultas, agar dapat memfasilitasi dengan memberikan seminar atau

training kepada mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa yang kuliah sambil bekerja pada khususnya untuk meningkatkan bravery, persistence dan kekuatan karakter lainnya yang dapat menjadi faktor protektif dari stresakademik.

DAFTAR PUSTAKA

  pengaruh character strengths terhadap kebahagiaan pada mahasiswa uin jakarta. Perbedaan self regulated learning antara mahasiswa yang bekerja dan yang tidak bekerja.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh beasiswa Bidikmisi terhadap prestasi belajar mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
9
64
206
Gambaran stres dan coping mahasiswa yang cuti kuliah fakultas Psikologi
0
3
103
Pengaruh self-efficacy, locus of control dan faktor demografis terhadap kematangan karir mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
9
54
104
Pengaruh sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control terhadap intensi membeli buku referensi kuliah ilegal pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2
11
189
Pengaruh kematangan emosi dan pola asuh orang tua terhadap altruisme pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
12
63
115
Pengaruh kecerdasan emosional terhadap konsep diri pada mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta
6
43
77
Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan Universitas islan Negeri syarif Hidayatullah Jakarta
0
2
161
Pengaruh status identivitas terhadap agresivitas pada mahasiswa fakultas psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
6
110
Pengaruh character strengths dan gender terhadap stres akademik mahasiswa UIN Jakarta yang kuliah sambil bekerja.
11
85
145
Pengaruh tingkat intensitas belajar terhadap terjadinya stres pada mahasiswa PSPD 2011 FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
5
58
Pengaruh persepsi kualitas layanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa fakultas psikologi UIN Jakarta
0
3
116
Pengaruh pemberitaan penangkapan Bambang Widjojanto di Metro TV terhadap persepsi mahasiswa tentang citra KPK : Survei terhadap mahasiswa aktivis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
0
22
0
Pengaruh self-regulated learning dan dukungan sosial terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
0
20
0
Hubungan sensation seeking dengan prestasi akademik mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta
1
7
105
Respon mahasiswa terhadap sensifitas gender pada materi kuliah di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2
13
98
Show more