Hubungan antara kompetensi profesional guru dengan ptrestasi belajar siswa : studi korelasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Legok-Tangerang

Gratis

0
13
80
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA

  Phil Jakarta, 19 November 2010Panitia Ujian Munaqasyah Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasyah pada 12 November 2010 di hadapan dewan penguji. PdNIP.: 19650717 199403 1 005 HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA(Studi Korelasi SMP Negeri 2 Legok Tangerang) SkripsiDiajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1431 H./2010 M

LEMBAR PERNYATAAN

  Kata Kunci: Kompetensi Profesional Guru, Prestasi Belajar Siswa Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana kompetensi profesional guru yang ada di SMP Negeri 2 Legok-Tangerang dan bagaimanaprestasi belajar siswa serta adakah hubungan antara kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Legok-Tangerang. Dari hasil penelitian ini penulis dapat memberikan saran yaitu kepala sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi profesional guru yang ada agarprestasi siswa dapat lebih meningkat lagi dari yang sudah dicapai saat ini.

KATA PENGANTAR

  Sc sebagai Dosen Pembimbing skripsi yang telah membimbing dan meluangkan waktu, tenaga dan fikiran di sela-sela kesibukannya untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Ummi dan Abi, dan segenap keluarga yang dengan penuh keikhlasan memberikan doa, motivasi, dan memberikan bantuan moril maupunmateril yang tak terhingga demi terselesaikannya skripsi ini.

6. Abdul Muiz S. Pd, terima kasih banyak untuk bantuan dan motivasi yang sudah diberikan kepada penulis dalam penyusunan skripsi

  Teman-teman di jurusan KI-Manajemen Pendidikan yang telah membantu yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu namanya,terima kasih atas motivasinya untuk penulis. Guru mampu menjawab dengan jelas pertanyaan yang diberikan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran .................................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam dunia pendidikan, dikenal istilah kegiatan belajar mengajar

  Dalam UU No 14 Tahun 2005dinyatakan bahwa kualifikasi Guru pada SMP/MTs, atau bentuk lain yang sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum DiplomaEmpat (D-IV) atau Sarjana (S1) program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. Selain itu, masih rendahnya kinerja guru dalam membuatRPP, kurangnya komunikasi edukatif antara kepala sekolah dan guru serta 5 suasana belajar yang kurang kondusif yang dirasakan oleh sebagian besar siswa dikarenakan masih belum lengkapnya sarana belajar yang tersedia.

C. Pembatasan Masalah

  Adapun padaskripsi ini, kompetensi profesional guru yang akan diteliti dibatasi ke dalam empat kategori, yakni; merencanakan program belajar mengajar, 6 menguasai bahan pelajaran, melaksanakan dan memimpin atau mengelola proses belajar mengajar, serta menilai kemajuan prosesbelajar mengajar. Sedangkan prestasi belajar yang dimaksud dalam skripsi ini adalah kemampuan siswa yang diperoleh dari penilaian aspek kognitif, afektifdan psikomotorik yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa berupa nilai raport.

3. Perumusan Masalah

1. Bagaimana kompetensi profesional guru di SMP Negeri 2 Legok

  Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan batasan masalah di atas, maka permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Tangerang? Bagaimana prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Legok Tangerang?

4. Manfaat Penelitian

  Bagi penulis, dapat menambah wawasan dan mendapat informasi baru mengenai pengetahuan tentang kompetensi profesional yang harus dimilikiseorang guru. Bagi sekolah terkait, diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di sekolah tersebut.

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Prestasi Belajar

  Jadi, prestasi belajar adalah hasil yang diraih oleh peserta didik dari aktivitas belajarnya yang ditempuh untuk memperoleh pengetahuan danketerampilan yang dapat diwujudkan dengan adanya perubahan sikap dan tingkah laku dan pada umumnya dinyatakan dalam bentuk simbol hurufatau angka-angka. Dalam hal ini seorang guru yang memiliki kompetensi yang baik dan profesional diharapkan mampu mengantisipasikemungkinan munculnya siswa yang menunjukkan gejala kegagalan dengan berusaha mengetahui dan mengatasi faktor-faktor yang menjadi penghambat proses belajar siswa.

3. Jenis dan Indikator Prestasi Belajar

  Kecenderungan inididasarkan pada alasan bahwa ketiga ranah yang diajukan lebih terukur, dalam artian bahwa untuk mengetahui prestasi belajar yang dimaksudkanmudah dan dapat dilaksanakan, khususnya pada pembelajaran yang bersifat formal. Dalam hal ini Muhibbin Syahmengemukakan bahwa: “Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa adalah mengetahui garis-garis besar indikator(penunjuk adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang 10 hendak diungkapkan atau diukur.”Pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai indikator- indikator prestasi belajar sangat diperlukan ketika seseorang akanmenggunakan alat dan kiat evaluasi.

B. Kompetensi Profesional Guru 1. Pengertian Kompetensi Profesional Guru

Dalam terminologi yang berlaku umum, istilah kompetensi berasal dari bahasa Inggris competence sama dengan being competent dan competentsama dengan having ability, power, authority, skill, knowledge, attitude, 12 ect. Menurut UU Guru dan Dosen no.14 tahun 2005, “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan prilaku yang harus dimiliki,dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas 13 keprofesionalannya.”Menurut Hall dan Jones, “Kompetensi adalah pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang

10 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. ( Bandung: Remaja

  Adapun mengenai kata profesional, Usman memberikan suatu kesimpulan bahwa “suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukanbeberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian 20 diaplikasikan bagi kepentingan umum.” Kata profesional itu sendiri berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata bendayang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru, dokter, hakim, dan sebagainya. 16 profesional guru dalam penelitian ini adalah seorang guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus serta telah berpengalaman dalammengajar sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan yang maksimal serta memiliki kompetensi sesuaidengan kriteria guru profesional.

2. Ruang Lingkup Kompetensi Profesional Guru

  Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan tentang ruang lingkup kompetensi guru secara umum, terdiri dari menerapkan landasankependidikan baik secara filosofi, psikologi dan sosiologis, menerapan teori belajar yang disesuaikan dengan taraf perkembangan anak didik,menerapkan metode pembejaran bervariasi, pengguanaan alat dan media yang relevan, melaksanakan evaluasi serta menumbuhkan kepribadianpeserta didik. Mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang meliputi;1) Memahami standar kompetensi dan kompetensi dasar2) Mengembangkan silabus3) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)4) Melaksanakan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik5) Menilai hasil belajar6) Menialai dan memperbaiki KTSP sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kemajuanzaman.

3. Perlunya Guru Profesional

  Dalam pendidikan, guru adalah seorang pendidik, pembimbing, pelatih, dan pemimpin yang dapat menciptakan iklim belajar yangmenarik, memberi rasa aman, nyaman dan kondusif dalam kelas. Untuk itu, guru diharapkan tidak hanya sebatas menjalankan profesinya, tetapi guru harus memiliki keterpanggilan untukmelaksanakan tugasnya dengan melakukan perbaikan kualitas pelayanan terhadap anak didik baik dari segi intelektual maupun kompetensi lainnyayang akan menunjang perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar serta mampu mendatangkan prestasi belajar yang baik.

28 Asrorun Niam Sholeh, Membangun Profesionalitas Guru, (Jakarta: Elsas, 2006), Cet. I, h. 9

  Dalam sebuah situs yang membahas mengenai profesional dunia pendidikan, Suciptoardi memaparkan bahwa guru diharapkanmelaksanakan tugas kependidikan yang tidak semua orang dapat melakukannya, artinya hanya mereka yang memang khusus telahbersekolah untuk menjadi guru, yang dapat menjadi guru profesional. Sebagai profesi, memang diperlukan berbagai syarat, dan syarat itu tidak sebegitu sukar dipahami, dan dipenuhi, kalau saja setiap orangguru memahami dengan benar apa yang harus dilakukan, mengapa ia harus melakukannya dan menyadari bagaimama ia dapatmelakukannya dengan sebaik-baiknya, kemudian ia melakukannya sesuai dengan pertimbangan yang terbaik.

4. Kriteria Guru Profesional

  Menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang gampang, seperti yang dibayangkan sebagian orang, dengan bermodal penguasaan materidan menyampaikannya kepada siswa sudah cukup, hal ini belumlah dapat dikategori sebagai guru yang memiliki pekerjaan profesional, karena guruyang profesional, mereka harus memiliki berbagai keterampilan, kemampuan khusus, mencintai pekerjaannya, menjaga kode etik guru, danlain sebagainya. Guru yang profesional hendaknyamampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya.“Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi, sosial, intelektual, 3231 moral, dan spiritual.”32 Martinis Yamin, Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP…, h.

5. Aspek-aspek Kompetensi Guru Profesional

  Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir b, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan 34 berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c dikemukakan bahwa yang dimaksud kompetensi profesional adalahkemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing pesrta didik memenuhi standar 35 kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.33 d.

E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Remaja Rosda Karya: Bandung, 2008), Cet. III, h.75

  Kemampuan profesional mencakup:1) Penguasaan materi pelajaran yang terdiri atas penguasaan bahan yang harus diajarkan, dan konsep-konsep dasar keilmuan daribahan yang diajarkannya itu.2) Penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. Mengelola program belajar mengajar yakni merumuskan tujuan instruksional, mengenal dan bisa memakai metodemengajar, memilih materi dan prosedur instruksional yang tepat, melaksanakan program belajar dan mengajar, mengenalkemampuan anak didik, menyesuaikan rencana dengan situasi kelas, melaksanakan dan merencanakan pengajaran remedial,39 serta mengevaluasi hasil belajar.

40 Oemar Hamalik, Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi, (Jakarta; Bumi Aksara, 2010), Cet. VII , h. 44-45

  41 Oemar Hamalik, Pendidikan Guru..., h. 38-39.

C. Kerangka Berfikir

  Dengan demikian, seorang guru dikatakan profesional apabila mampu menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas dan mendatangkanprestasi belajar yang baik. 28 Oleh sebab itu, siswa akan antusias dengan apa yang disampaikan oleh guru yang bertindak sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar.

D. Hipotesis

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui kompetensi profesional guru di SMP Negeri 2 Legok Tangerang 2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran di SMP Negeri 2 Legok Tangerang

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berfikir di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:Ha : Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswaHo : Tidak Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswa

3. Untuk mengetahui hubungan antara kompetensi profesional dengan prestasi belajar siswa

  Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2010 dan mengambil tempat di SMP Negeri 2 Legok Tangerang yang terletak di JalanSMP No.2 Bojong Kamal Kec. Metode Penelitian Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian deskriptif yaitu metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan 1 objek sesuai dengan apa adanya .

1 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta:

  Sampel diambil berdasarkan pada populasi yang semakin homogen maka sampel yang diambil boleh kecil dan bila populasinya semakinheterogen maka sampel yang diambil harus semakin tinggi atau banyak. Angket tersebut terdiri dari 25 pertanyaan mengenai kompetensi profesional guru yang meliputi kemampuan merencanakanprogram belajar-mengajar, menguasai bahan pelajaran, mengelola proses 31 belajar mengajar, menilai kemajuan proses belajar mengajar.

2 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&B, (Bandung: Alpabeta, 009), h. 135

  Mampu Kompetensimenggunakan metode Profesional11-12 belajar yang AngketGurubervariasi 13-14 3. Mampu memberikan teguran kepada siswa 6.

F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

  Teknik analisis data yang dimaksud penulis yaitu berusaha untuk memberikan uraian mengenai hasil penelitian tentang ada atau tidaknya hubungan antarakompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui tingkat korelasi antara kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswa, digunakan 3 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), Cet.

3. Interpretasi Data

  Interpretasi data terhadap angka indeks korelasi “r” Product Mome nt yang telah diperoleh dari hasil perhitungan dilakukan dengan dua cara, sebagaimana Anas Sudijono dalam bukunya yang berjudul“Pengantar Statistik Pendidikan,” yaitu: a. Memberikan interpretasi terhadap angka indeks korelasi, dengan cara berkorelasi pada tabel nilai “r” product moment product moment .

2 KD = r xy x 100%

Keterangan:KD = Kontribusi Variabel X terhadap Variabel Y 2 r = Koefisien Korelasi antara variabel X terhadapVariabel Y

6 Sugiyono, Statistik…, h. 231

  SMP no.2 Desa/kecamatan : Bojongkamal/ Legok Kebupaten : Tangerang No telepon : (021)5978257 NSS : 201280306004 Jenjang akreditasi : B Tahun didirikan :19 Juni 2007(Berdasarkan SK Bupati Tangerang no.421/kep.314-Huk/2007 tentang pembukaan dan penegrian sekolah tahun 2007) Tahun beroperasi :19 Juni thn pelajaran 2006-2007 (Menumpang di SD Cirarab 2 dengan jumlah rombel 2 kelas/ 71 siswa PYMT Drs. Mengembangkan potensi siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, dengan mempertimbangkan budaya dan kearifan local serta mengacupada standar nasional pendidikan guna menghadap dan memenangi persaingan global.

2. Keadaan Guru dan Siswa

  Tabel 4.12 Guru memberikan respon (jawaban) terhadap pertanyaan yang diajukan Guru mampu menjawab dengan jelas pertanyaan yang diberikan siswa dalam proses kegiatan pembelajaranNo Jawaban F % Dilihat dari jawaban responden (no 5), 56% responden menjawab bahwa guru selalu menjawab pernyaan yang diberikan siswa dengan baik, 32%menjawab sering, 11% responden menjawab kadang-kadang sedangkan yang memilih jawaban tidak pernah sebanyak 1.1%. Tabel 4.22 Guru memberikan masukan, perhatian, nasihat, dan sikap tanggap terhadap masalah yang dihadapi siswa No Jawaban F % Guru memberikan teguran kepada siswa yang mengganggu kegiatan belajar mengajarNo Jawaban F % Dilihat dari jawaban responden (no. 15) dalam hal guru memberikan teguran kepada siswa yang mengganggu kegiatan belajar mengajar.

2. Analisis Data

  Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.33 Klasifikasi Skor Angket No Klasifikasi Frekuensi Kualifikasi 1 >79 14 Baik 2 64,56-79,00 60 Sedang 3 <64,56 16 KurangSetelah merujuk pada tabel di atas, maka dengan nilai rata-rata sebesar 71,78 yang berada klasifikasi 64,56-79,00, sehingga dapat diketahui bahwa kompetensiprofesional guru yang terdapat di SMP Negeri 2 Legok termasuk kategori sedang. 2 81 78 6318 6561 6084 3 78 72 5616 6084 5184 2 86 80 6880 7396 6400 1 2 Y 76 70 5320 5776 4900 X XY X Y Responden Tabel 4.36 Mencari koefesiensi antara variabel X dengan variabel Y Koefesiensi korelasi antara kompetensi profesional guru dengan prestasi belajar siswa, maka digunakan analisa kuantitatif melalui teknik analisiskorelasional dengan rumus product moment.

C. Pengujian Hipotesis dan Interpretasi Data

  Dari perhitungan di atas, ternyata angka korelasi antara variabel x dan y bertanda positif, memperhatikan besarnya r xy yang diperoleh yaitu 0,50. Iniberarti ada korelasi antara dua variabel (variabel x dan y) memiliki korelasi yang sedang.

2 KD = r xy x 100

  2 = 0,50 x 100= 0,25 x 100= 25% Dari perhitungan di atas diperoleh hasil koefesiensi determinan sebesar25%, maka dapat diketahui bahwa kompetensi profesional dapat mempengaruhi prestasi belajar siswanya sebesar 25% dan ini berarti 75% lagidipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Dengan demikian kompetensi profesional guru dengan baik maka akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang baikpula.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil

  Dilihat pada empat indikator dari kompetensi guru (merencanakan program pembelajaran,menguasai materi pembelajaran, melaksanakan kegiatan belajar dan menilai kemajuan belajar) bahwa kompetensi guru belum ssepenuhnyamemadai terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Hal ini terbukti dengan variasi prestasi belajarsiswa antara nilai tertinggi 81 dan nilai terendah 60, menghasilkan rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 72,04 dari jumlah 90 siswa.

3. Terdapat korelasi positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 2 Legok

67

B. Saran

  Khusus tenaga pengajar, penulis berharap dapat lebih meningkatkan kualitasnya dalam hal kompetensi profesional guru, terutama padaindikator: memberikan hadiah didepan kelas terhadap siswa yang berprestasi. Meskipun dalam penelitian yang dilakukan penulis tidak memberikan kesimpulan yang negatif, untuk peningkatan kualitas sekolah yangbersangkutan, penulis berpendapat perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor lain yang berpengaruh terhadap prestasibelajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang efektif dan Berkualitas , Jakarta: Kencana, Cet. Mimbar Agama dan Budaya, Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat IAIN, Cet.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (80 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Hubungan antara pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa : studi korelasi pada sistem full day school di Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar Depok
0
9
91
Hubungan antara persepsi siswa tentang kineja guru dengan prestasi belajar siswa : survai di SMP Negeri I Bojongpicung-Cianjur
0
8
84
Studi korelasi antara pelaksanaan ibadah shalat dengan disiplin belajar siswa SDN Cikokol 4 Tangerang.
2
51
88
Hubungan antara ganjaran dan hukuman dengan motivasi belajar siswa : studi pada smp islamiyah darul irfan sawangan depok
1
10
145
Hubungan antara keteladanan guru dengan disiplin belajar siswa di MI Attaufiq Megamendung - Bogor
2
65
88
Hubungan antara kemampuan guru bidang studi fiqih dalam pengelolaan kelas dengan prestasi belajar siswa di MTs Jam'iyyatu Khair Cempaka Putih ciputat
0
4
98
Hubungan antara Verbal Abuse Orang Tua dengan Perilaku Agresif pada Remaja Agresif di Sekolah Menengah Pertama Negeri 129 Jakarta Tahun 2012
7
39
130
Hubungan antara kompetensi guru PAI dengan hasil belajar siswa kelas I SMK Tri Guna Utama
0
3
95
Hubungan antara kompetensi profesional guru dengan ptrestasi belajar siswa : studi korelasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Legok-Tangerang
0
13
80
Hubungan antara komunikasi orang tua dan siswa dengan prestasi belajar siswa : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pamulang
0
3
94
Hubungan antara kompetensi pedagogik guru IPS dengan prestasi belajar siswa di SMA PGRI 56 Ciputat
1
3
95
Pembinaan kompetensi profesional guru di SMP Negeri 2 Ciputat
0
11
90
Hubungan kompetensi guru dengan prestasi belajar siswa dalam bidang studi al-qur'an hadits: studi kasus di Mts Miftahul Umam Pondok Labu Jakarta Selatan
0
12
85
Pengaruh kompetensi guru terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pondok Pinang Jakarta Selatan
0
5
50
Hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pamulang
0
3
117
Show more