Komunikasi antara guru dan siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di SMAN 74 Jakarta

Gratis

2
9
91
2 years ago
Preview
Full text

  

KOMUNIKASI ANTARA GURU DAN SISWA

DALAM MENGURANGI TINGKAT KENAKALAN SISWA

DI SMA-N 74 JAKARTA

Skripsi

  

Oleh:

Hari Styioko

NIM: 205051000461

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

  

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

  ABSTRAK Nama : Hari Styioko Nim : 205051000461

Komunikasi Antar Pribadi Guru dan Siswa Dalam Mengurangi Tingkat Kenakalan Siswa di SMA-N 74 Jakarta

  Kenakalan siswa meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma- norma sosial yang dilakukan siswa. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri. Berbagai macam kenakalan siswa yang ditunjukkan akhir-akhir ini seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok, mabuk-mabukkan, pemerasan dan lain-lain. Oleh karena itu peran seorang Guru BK sangat diperlukan disetiap sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Pentingnya komunikasi yang dibangun oleh guru terhadap siswanya akan mempengaruhi dampak dan mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah tersebut.

  Itulah sebabnya penulis tertarik meneliti tentang komunikasi yang terjalin antara Guru BK dan siswa, seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi yang dilakukan guru dengan siswa, motivasi apa yang diberikan dan manfaat bimbingan konseling sehingga dapat mengurangi tingkat kenakalan siswa.

  Metode penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan perspektif (pemahaman, interpretasi penafsiran, dan eksplorasi) dilaksanakan menggunakan tehnik dokumentasi, observasi, dan wawancara.

  Kesimpulan dari penelitian ini adalah komunikasi antar pribadi antara guru dan siswa berjalan efektif. Karena setiap permasalahan yang terjadi pada siswa disekolah tersebut dapat diselesaikan denga baik. Selain itu komunikasi dengan orang tua siswa pun terjalin dengan baik. Siswa bisa bekerja sama dengan orang lain memahami perbedaan, menerima kekurangan orang lain dan tidak selalu menyalahkan orang lain. Pemberian motivasi dalam belajar secara perlahan merubah siswa dalam menerima materi belajar dari sekolah. Manfaat yang diterima siswa pun dari bimbingan konseling berbeda-beda baik secara langsung maupun tidak langsung.

  Assalamu’alaikum Wr. Wb Alhamdulillah, adalah kata yang terucap dari lisan penulis. Puji dan syukur atas segala nikmat hidup yang telah Allah SWT berikan, sehingga penulis bisa menyelesaikan tanggung jawab akademis yaitu penulisan skripsi yang sederhana ini. Dengan judul “Komunikasi Antara Guru dan Siswa Dalam Mengurangi

  Tingkat Kenakalan Siswa di SMA-N 74 Jakarta”.

  Salawat serta salam tidak lupa dihaturkan penulis kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Tidak lupa do’a terhadap kaum muslimin-muslimat yang telah wafat di jalan magfirah Allah SWT.

  Terima kasih kepada semua yang telah memberikan dukungan moril maupun materil, baik pada saat aktif kuliah maupun pada saat mengerjakan skripsi. Begitu banyak ucapan terima kasih yang ingin penulis sampaikan, karena tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak akan selesai. Ucapan trima kasih yang begitu besar dihaturkan kepada: 1. Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) Dr. H.

  Arief Subhan, M.A, Pudek I Drs. Wahidin Saputra, M.A, Pudek II Drs. H. Mahmud jalal, M.A, dan Pudek III Drs. Study Rizal LK, M.A, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam bentuk karya tulis semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal.

  2. Ketua Program Non Regular Dra. Asriati Jamil, M.Hum, yang sekaligus merangkap sebagai dosen pembimbing angkatan dan pembimbing skripsi yang selalu sabar dalam melakukan bimbingan serta selalu menyempatkan waktunya untuk mengoreksi skripsi.

  3. Dra. Musfirah Nurlaily, M.A, selaku sekretaris Program Non Regular yang selalu memberikan motivasi kepada saya.

  4. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuannya pada saat penulis aktif kuliah maupun pada saat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

  5. Petugas perpustakaan yang aktif sehingga membantu penulis dalam mencari data dan referensi dalam pembuatan skripsi.

  6. Bapak Tugimin (Alm), semoga Bapak bisa merasakan kebahagian di alam akhirat atas apa yang telah aku capai saat ini. Terima kasih Ibu buat do’a mu yang tidak pernah berhenti untuk selalu mendo’akan anak-anakmu. Kakakku tersayang.

  7. Sahabat-sahabat KPI 2005, kapan kita ke kota kembang lagi ? 8. KKS 2008, Desa Pamijahan and Goes to Anyer.

  

DAFTAR ISI

ABSTRAK………………………………………………………………………...i

KATA PENGANTAR……………………………………………………………ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………......iv

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.............................................................1 B. Batasan dan Rumusan Masalah………………………………..7 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian………………………………..7 D. Tinjauan Pustaka………………………………………………8 E. Metodologi Penelitian…………………………………………8 F. Sistematika Penulisan………………………………………...10 BAB II LANDASAN TEORI A. Komunikasi Antar Pribadi……………………………………12

  1. Komunikasi Antar Pribadi……………………………12

  2. Bentuk Komunikasi Antar Pribadi…………………...20

  3. Efektifitas Komunikasi Antar Pribadi………………..22

  4. Teori Penetrasi Sosial………………………………...24

  B. Kenakalan Siswa……………………………………………..26

  BAB III GAMBARAN UMUM SMA-N 74 JAKARTA A. Profil SMA-N 74 Jakarta…………………………………….30

  1. Sejarah SMA-N 74 Jakarta…………………………..30

  3. Struktur Organisasi Sekolah………………………….35

  4. Nama Guru dan Tugas Mengajar…………………….37

  B. Kegiatan Akademik………………………………………….37

  C. Profil Guru BK SMA-N 74 Jakarta………………………….42

  BAB IV HASIL ANALISIS DATA LAPANGAN A. Bentuk Komunikasi Antara Guru dan Siswa………………...44 B. Efektifitas Antara Guru dan Siswa…………………………..45 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan…………………………………………………..54 B. Saran…………………………………………………………57

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..58 LAMPIRAN manusia, yang berarti tak ada seorang pun yang dapat menarik diri dari proses ini baik dalam fungsinya sebagai individu maupun makhluk sosial.

  Komunikasi itu sendiri ada dimana-mana seperti dirumah, sekolah, kantor, rumah sakit, dan disemua tempat yang melakukan sosialisasi. Artinya hampir seluruh kegiatan manusia selalu tersentuh komunikasi. Banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi

  1 seseorang dalam hidup bermasyarakat.

  Menurut Onong Uchjana Effendi istilah komunikasi berasal dari perkataan inggris yaitu Communication yang bersumber dari bahasa latin

  Communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran pikiran makna

  asli dari Communicatio adalah communis yang artinya adalah sama atau

  2 kesamaan arti.

  Salah satu tujuan komunikasi adalah menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin bisa berupa kegiatan. Melalui komunikasi orang dapat merencanakan masa depannya, membentuk kelompok dan lain-lain. Dengan komunikasi manusia dapat menyampaikan informasi, opini, dan pendapatnya. 1 Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta : PT. Rajagrafindo Utama, 2007)

  Komunikasi itu sendiri bisa terjadi secara langsung dan tidak langsung. Komunikasi langsung dapat dilakukan secara langsung berbicara dengan lawan bicara kita. Komuikasi ini, sangat efektif untuk mengetahui tanggapan lawan bicara kita. Kemudian selain itu, ada komunikasi tidak lansung. Biasanya, orang berkomunikasi lewat email, surat menyurat, dan SMS. Komunikasi ini adalah komunikasi secara tidak langsung. Komunikasi tidak langsung memang efisien, tapi lebih dianjurkan untuk melakukan komunikasi secara lansung (face to face), karena jika komunikasi itu dilakukan secara langsung, maka kedua belah pihak lebih memahami informasi yang diberikan, selain itu lebih mengenal karakteristik lawan bicara kita, sehingga resiko salah paham dapat diminimalisir.

  Pada sisi lain komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari sumber kepada penerima melalui saluran atau media dengan tujuan agar terjadi perubahan terhadap diri orang yang menerima pesan tersebut. Komunikasi sebagai suatu proses tersendiri atas komponen-komponen yakni komunikator, pesan, saluran, komunikan dan efek atau pengaruh. Selain komponen tersebut, komponen lain yang turut menentukan berhasil tidaknya suatu komunikasi yaitu tanggapan balik lingkungan dan gangguan yang saling terkait satu dengan yang lainnya.

  Namun pada kenyataannya, dari berbagai macam komunikasi. Komunikasi Antar Pribadi adalah komunikasi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Karena komunikasi antar pribadi adalah komunikasi

  3

  secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang. Bentuk khusus dari komunikasi antar pribadi ini adalah komunikasi yang melibatkan hanya dua orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal.

  Komunikasi antar pribadi berlangsung antar dua individu, karenanya pemahaman komunikasi dan hubungan antar pribadi menempatkan pemahaman mengenai komunikasi dalam proses psikologis. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna pribadi terhadap setiap hubungan dimana dia terlibat didalamnya.

  Dalam sudut pandang psikologis Komunikasi antar pribadi merupakan kegiatan yang melibatkan dua orang atau lebih yang memiliki tingkat kesamaan tertentu, katakanlah laki-laki dan perempuan. Mereka secara individual dan serempak memperluas diri pribadi masing-masing ke dalam tindakan komunikasi melalui pemikiran, perasaan, keyakinan, atau dengan kata lain melalui proses psikologi mereka.

  Hal terpenting dari aspek psikologi dalam komunikasi adalah asumsi bahwa diri pribadi individu terletak dalam diri individu dan tidak mungkin diamati secara langsung. Artinya dalam komunikasi antar pribadi pengamatan terhadap seseorang dilakukan melalui perilakunya dengan mendasarkan pada persepsi si pengamat. Dengan demikian aspek psikologi mancakup pengamatan pada dua dimensi, yaitu internal dan eksternal. Fungsi psikologi dari komunikasi adalah untuk menginterpretasikan tanda-tanda melalui tindakan atau perilaku yang dapat diamati. Proses interpretasi ini setiap individu berbeda. Karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda, yang terbentuk karena pengalaman yang berbeda pula.

  Komunikasi antar pribadi sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain.

  Karena kita dapat menggunakan kelima alat indera kita untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi antar pribadi berperan penting hingga kapanpun, selama manusia mempunyai emosi.

  Fungsi komunikasi antar pribadi tidak sebatas pertukaran informasi atau pesan saja, tetapi merupakan kegiatan individu dan kelompok mengenai tukar-menukar data, fakta dan ide-ide agar komunikasi dapat berlangsung secara efektif dan informasi yang disampaikan oleh komunikator dapat diterima dengan baik, maka komunikator perlu menyampaikan pola

  4 komunikasi yang baik pula.

  Pentingnya komunikasi antar pribadi dalam kehidupan manusia tidak dapat dipungkiri, begitu juga halnya dalam suatu lembaga organisasi. Yang mana organisasi merupakan suatu wadah, sekumpulan orang yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama, dimana dalam aktifitasnya membutuhkan pembagian kerja untuk mencapai tujuan organisasi, tentunya dibutuhkan komunikasi yang baik bagi anggotanya.

  Salah satu organisasi yang dimaksud ialah menggunakan sarana atau tempat yang ada dan dikenal oleh masyarakat luas yaitu Sekolah. Sekolah merupakan lembaga organisasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai etika, moral, serta kedisiplinan. Peningkatan pengetahuan disini tidak lepas dari prestasi belajar seseorang dalam hal ini adalah siswa tidak hanya itu saja, prestasi belajar siswa harus disertai dengan etika dan moral yang baik, yang akhirnya dapat menumbuhkan sikap kedisiplinan. Dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan disekolah tersebut, maka peranan kredibilitas yang dimiliki oleh seorang guru dalam mendidik siswa dalam proses belajar mengajar sangatlah penting untuk meingkatkan kualitas siswa dalam prestasi belajar dan prestasi etika, moral, sikap, dan tingkah laku.

  Sekolah memerlukan guru yang memiliki kompetisi mengajar dan mendidik, yang inovatif, yang kreatif, yang cukup waktu untuk menekuni tugas profesionalnya, yang dapat menjaga wibawanya dimata para siswanya. Jadi guru merupakan faktor kunci keberhasilan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, artinya segala kebijakan rencana inovasi gagasan pendidikan yang ditetapkan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan nasional, yang pada akhirnya mutu pelaksanaan terletak ditangan guru. Adapun dalam belajar mengajar proses penyampaian pesan sumbernya bisa dari murid, guru, dan lain sebagainya. Media pendidikan adalah salurannya, dan penerimanya

  5 adalah murid. Pelajar atau siswa adalah seseorang yang sedang menginjak usia remaja, yang merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke dewasa. Siswa menengah umum ini rata-rata berusia 15 sampai 18 tahun. Pada usia inilah akan timbul berbagai macam gejolak jiwa, keragu-raguan yang dapat menimbulkan kesulitan-kesulitan dalam dirinya. Kesulitan-kesulitan yang datang tentu akan menyebabkan rasa ketidakpuasan siswa yang dapat mengganggu konsentrasi belajar. Permasalahan ini membuat tugas sebagai pengajar menjadi lebih berat, karena guru harus menghadapi berbagai perbedaan sifat dan sikap secara individual.

  Dengan komunikasi antar pribadi secara persuasif dan efektif antara guru kepada siswanya diharapkan akan membantu memotivasi, menggerakkan, serta mendorong siswa untuk lebih giat belajar, karena dengan komunikasi antar pribadi yang berjalan dengan baik, maka akan membuat siswa lebih komunikatif dan mau bekerja sama untuk lebih giat sehingga rencana dan tujuan dari sekolah akan tercapai yaitu menciptakan siswa yang bermutu.

  Adapun syarat utama terjadinya komunikasi adalah adanya interaksi antara komunikator dengan komunikan. Karena komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau pemindahan informasi dari komunikator kepada komunikan untuk mencapai suatu tujuan yang digunakan oleh komunikator.

  Untuk itu penulis menuangkan dalam bentuk penelitian yang berjudul “KOMUNIKASI ANTARA GURU DAN SISWA DALAM MENGURANGI

B. Batasan dan Rumusan Masalah

  Memperhatikan luasnya masalah yang diuraikan, maka penulis membatasi pada komunikasi antar pribadi yang terjadi antara Guru BP dengan Siswa kelas XI dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di SMA-N 74 Jakarta Selatan.

  Adapun rumusan masalah yang diteliti yaitu:

  1. Bagaimana bentuk komunikasi antar pribadi antara guru dan siswa dalam mengurangi tingakat kenakalan siswa di SMA-N 74 Jakarta?

  2. Bagaimana efektifitas komunikasi antar pribadi dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di SMA-N 74 Jakarta ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  1. Tujuan Penelitian

  a. Mengetahui efektifitas komunikasi antar pribadi dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di SMA 74.

  b. Motivasi apa saja yang diberikan untuk mengurangi tingkat kenakalan Siswa.

  c. Apa manfaat setelah melakukan binbingan konseling 2. Manfaat Penelitian.

  a. Sebagai usaha untuk memperdalam pengetahuan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan profesi sebagai bidang garapan penulis dan merupakan bahan acuan serta perbandingan bagi studi b. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi dan dokumentasi ilmiah, dan dalam rangka meningkatkan sebuah andil khusus para pengajar dalam memberikan pendidikan. Maka skripsi ini diharapkan mampu memberikan evaluasi terhadap seluruh aktivitas pendidikan tentang hal mana yang harus dapat dipertahankan atau dapat diperbaiki sehingga keberadaan pengajar di SMA-N 74 dapat lebih meningkat lagi dengan baik dan sempurna.

D. Tinjauan Pustaka

  Tinjauan pustaka ini hasil membaca buku, internet, skripsi penelitian mahasiswi Rosalina tahun 2009 dengan judul “Pola Komuikasi Guru dan Murid pada lembaga Bimbingan Belajar Bintang Pelajar”.

E. Metodologi Penelitian

  Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu metode yang sangat bergantung kepada perspektif yang digunakan serta permasalahan yang diteliti dalam rangka melakukan

  deskripsi

  (penggambaran), verstehen (pemahaman dan pemakanaan), interpretasi (penafsiran), pengembangan dan eksplorasi.

  6

  1. Tempat Penelitian SMA-N 74 yang terletak di Jl. Dharma Putra XI Kebayoran Lama,

  Jakarta Selatan

  2. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian adalah orang yang dapat memberikan informasi, yaitu orang yang berkaitan langsung dengan Pendidikan di sekolah. Dan

  Objek penelitiannya adalah bentuk dan efektifitas komunikasi antar pribadi guru dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa.

  3. Pengumpulan Data Penelitian

  a. Observasi Observasi yaitu pengamatan dan pencatatan dengan sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diteliti. Dalam hal ini penulis secara langsung mengamati terhadap objeknya dengan dibantu seperangkat alat seperti tape recorder, buku catatan, dan lain-lain yang semua itu dilakukan dengan datang langsung ke SMA-N 74.

  b. Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.

  Percakapan ini dilakukan oleh dua belah pihak, yaitu pewawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dan yang terwawancara (interviewel) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

  c. Dokumentasi Dalam melakukan wawancara pada orang-orang yang bersangkutan (nara sumber) peneliti langsung mengumpulkan data- data untuk dijadikan dokumen. d. Tehnik Analisis Data Dari data yang dikumpulkan, kemudian dianalisis dan diinterpetasikan. Adapun metode yang dipakai dalam menganalisis data dengan menggunakan metode analisis deskriptif, maksudnya cara melaporkan data dengan menerangkan dan memberikan gambaran mengenai data yang telah terkumpul secara apa adanya dan kemudian data tersebut disimpulkan.

F. Sistematika Penulisan

  Dalam rangka penyelesaian skripsi ini penulis membuat sistematika untuk mempermudah pembahasan antara lain :

  Bab I PENDAHULUAN Bab pertama ini akan menjelaskan mengenai latar belakang masalah, batasan dan rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, sistematika penulisan.

  Bab II LANDASAN TEORI TENTANG Bab kedua ini akan menjelaskan mengenai pengertian komunikasi antar pribadi, proses komunikasi antar pribadi, efektifitas komunikasi antar pribadi, penetrasi sosial, serta kenakalan siswa.

  Bab III GAMBARAN UMUM SMA-N 74 JAKARTA Bab ketiga ini akan menjelaskan tentang sejarah dan perkembangan, visi dan misi, struktur organisasi, kepengurusan, program kerja, serta sarana dan prasarana SMA- N 74 Jakarta

  Bab IV HASIL PENELITIAN Bab keempat ini menjelaskan tentang efektifitas komunikasi antar pribadi guru dan siswa. Motivasi siswa dalam belajar serta manfaat bimbingan konseling.

  Bab V PENUTUP Bab kelima ini menjelaskan tentang kesimpulan dari hasil penelitian serta saran-saran dari hasil penelitian .

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Komunikasi Antar Pribadi 1. Komunikasi Antar Pribadi Pada hakikatnya setiap manusia suka berkomunikasi dengan

  manusia lain, karena manusia merupakan makhluk sosial yang dalam kehidupannya selalu ditandai dengan pergaulan antar manusia. Pergaulan manusia merupakan salah satu bentuk peristiwa komunikasi dalam masyarakat. Diantara manusia yang saling bergaul, ada yang saling membagi informasi dan ada pula yang membagi gagasan dan sikap. Pergaulan ini lebih sering dalam bentuk komunikasi antar pribadi.

  Komunikasi barasal dari kata Communication yang berpangkal dari perkataan latin yaitu Communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersaman. Astrid Susanto mengemukakan, perkataan komunikasi berasal dari kata Communicare yang dalam bahasa latin mempunyai arti berpartisipasi atau memberitahukan, menyampaikan pesan, informasi, gagasan dan pendapat yang dilakukan oleh seseorang

  7 kepada orang lain dengan mengharapkan feedback.

  Selain itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih

  8

  sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik secara langsung lisan

  9 maupun tidak langsung melalui media.

  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seseorang dapat dikatakan bahwa seseorang yang berkomunikasi berarti mengucapkan agar orang lain ikut berpartisipasi atau merubah seseorang dengan tujuan dan harapan agar dari isi pesan yang disampaikan. Jadi orang yang berkomunikasi mereka harus memiliki kesamaan makna atau arti pada lambang-lambang yang digunakan untuk berkomunikasi dan harus saling mengetahui masalah yang dikomunikasikan.

  Dalam Komunikasi terdapat unsur-unsur, yaitu :

  a. Komunikator Komunikator yaitu orang yang menyampaikan pesan pada komunikan, yang memiliki sebagai Encoding, yaitu orang yang mengolah pesan- pesan atau informasi kepada orang lain. Komunikator dapat juga berupa individu yang sedang berbicara, menulis, sekelompok orang, organisasi komunikasi seperti, surat kabar, radio, film, dan lain

  10 sebagainya. Syarat-syarat komunikator : 1) Memiliki kemampuan berkomunikasi 2) Memiliki kemampuan yang luas 3) Memiliki kredibilitas yang tinggi 4) Memiliki daya tarik 5) Mengenal dirinya sendiri 6) Memiliki kekuatan

  b. Pesan Adapun yang dimaksud dengan pesan dalam proses komunikasi adalah

  11 suatu informasi yang akan dikirim kepada si penerima pesan.

  c. Komunikan Komunikan atau penerima pesan adalah orang yang menjadi sasaran

  12

  dari kegiatan komunikasi. Komunikan atau penerima pesan dapat menjadi pribadi atau orang banyak.

  d. Media Media yaitu saluran yang dipakai atau dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber kepada penerima.

  e. Efek Efek merupakan hasil akhir dari proses komunikasi. Efek disini dapat berupa sikap atau tingkah laku komunikan, apakah sesuai atau tidak dengan yang diinginkan oleh komunikator.

  Komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi merupakan medium penting bagi pembentukan atau pengembangan pribadi untuk kontak sosial, yang berarti dengan adanya komunikasi seseorang tumbuh dan belajar. Melalui komunikasi juga, seseorang bisa menemukan pribadi kita dan orang lain, bersahabat, bermusuhan, mencintai atau mengasihi orang lain, dan sebagainya. Komunikasi adalah suatu proses, suatu kegiatan berlangsung

  13 kontinu.

  Komunikasi tidak lain merupakan interaksi simbolik. Manusia dalam berkomunikasi lebih pada memanipulasi lambang-lambang dari berbagai benda. Semakin tinggi tingkat peradaban manusia semakin maju orientasi masyarakatnya terhadap lambang-lambang. Secara sederhana komunikasi dapat dirumuskan sebagai proses pengoperan isi pesan berupa lambang-lambang dari komunikator kepada komunikan.

  Berangkat dari definisi tersebut, komunikasi berarti sama-sama membagi ide-ide. Apabila seseorang berbicara dan temannya tidak mendengarkan dia, maka disini tidak ada pembagian dan tidak ada komunikasi. Apabila orang pertama menulis dalam bahasa Perancis dan orang kedua tidak dapat membaca Perancis, maka tidak ada pembagian dan tidak ada komunikasi. Pada dasarnya komunikasi tidak hanya berupa memberitahukan dan mendengarkan saja. Komunikasi harus mengandung pembagian ide, pikiran, fakta, atau pendapat.

  Menurut Dedy Mulyana komunikasi berarti sama, Communico,

  Communication, atau Communicare yang berarti membuat sama (to make

  common). Istilah pertama adalah istilah yang paling sering disebut sebagai asal-usul komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna,

  

14

  suatu pesan dianut secara sama. Secara umum Komunikasi antar pribadi dapat diartikan sebagai suatu proses pertukaran makna antara orang-orang yang saling berkomunikasi. Karena terjadi secara tatap muka (face to face) antara dua individu. Selain itu, pengertian komunikasi antar pribadi adalah komunikasi yang berlangsung antara dua orang, dimana terjadi kontak langsung dalam bentuk percakapan.

  Komunikasi antar pribadi juga dapat diartikan sebagai suatu proses pertukaran makna antar orang-orang yang saling berkomunikasi. Dalam proses pertukaran tersebut selalu mengalirkan pesan, dan pesan-pesan komunikasi tidak selalu menggunakan kata-kata verbal semata-mata.

  Kadang-kadang menggunakan lambang-lambang pesan yang disebut pesan-pesan non verbal. Jenis komunikasi ini dianggap paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku manusia.

  Dari pengertian diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, dimana lambang-lambang pesan secara efektif digunakan, terutama lambang-lambang bahasa.

  Pada komunikasi antar pribadi pribadi kita harus memperhatikan lawan bicara kita, apakah yang bersangkutan tertarik atau tidak pada pesan yang disampaikan. Untuk itu setiap komunikator harus dapat membaca situasi serta kondisi orang yang diajak berbicara agar pembicaraan itu dapat menghasilkan sebagaimana yang diharapkan. Proses penyampaian pesan tersebut dilakukan untuk memberikan pengertian atau mempengaruhi sikap dan tindakan orang. Dalam komunikasi antar pribadi memiliki beberapa definisi seperti : a. Definisi berdasarkan komponen ( Bochner 1978)

  Komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya adalah penyampaian pesan oleh satu orang kepada orang lain atau seseorang menyampaikan pesan atau informasi kepada sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan memberikan peluang untuk umpan balik.

  b. Definisi berdasarkan hubungan diadik ( Campellia 1987 ) Komunikasi antar pribadi sebagai komunikasi yang berlangsung diantara dua orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas.

  Seperti suami istri, anak dengan ayah atau ibu, antar kakak beradik dan lain sebagainya. c. Definisi berdasarkan pengembangan ( Miller 1990 ) Komunikasi antar pribadi dilihat sebagai akhir dari perkembangan komunikasi tak pribadi (impersonal) pada suatu ekstrem menjadi komunikasi pribadi atau intim pada ekstrem lain. Maksudnya hubungan yang mula-mulanya baru kenal kemudian memperdalam mengetahui perilaku dan tingkah laku.

  Bila diperhatikan secara seksama memang ketiga definisi itu ada perbedaannya, seperti penekanan pada definisi pertama pada komponen- komponen utamanya, artinya komponen dari komunikasi, yaitu pesan atau informasi. Definisi kedua yang menjadi penekanannya pada hubungan yang mantap dan jelas. Pada definisi ketiga penekanannya pada komunikasi tidak pribadi menjadi pribadi.

  Walaupun tampaknya ada perbedaan antara satu definisi dengan definisi lainnya, namun pada hakekatnya mempunyai pengertian yang sama, yaitu sebagai proses penyampaian atau penyebaran maksud, gagasan pendapat dari suatu kejadian kepada orang lain untuk mempengaruhi pendapat dan sikap.

  Asumsi dasar komunikasi antar pribadi adalah bahwa setiap orang yang berkomunikasi akan membuat prediksi pada data psikologis tentang efek atau perilaku komunikasinya, yaitu bagaimana pihak yang menerima pesan memberikan reaksinya. Setiap berkomunikasi dengan orang lain kita secara tidak langsung membuat prediksi tentang efek dan perilaku komunikasinya. Menurut Miller ada tiga tingkatan yang digunakan dalam a. Analisis tingkat kultular Sebelumnya kita harus menyamakan pemahaman dulu tentang kultur atau budaya. Budaya adalah akal budi manusia, yang pada analisis ini individu tersebut berusaha menyamakan persepsi pada karya akal budi manusia yang terikat dalam bahasa, kebiasaan, norma sosial yang berlaku dimasyarakat.

  b. Analisis tingkat sosiologis Pada analisis ini lebih kepada generalissasi rangsangan berdasarkan kerangka pengalaman dan kerangka intelektual yang dihubungkan antara karakteristik objek pengamatan kepada kelompok sosial tertentu. Maksudnya, pada tahapan ini individu melakukan prediksi berdasarkan generalisasi masyarakat secara umum terhadap karakteristik objek pengamatan. Kecirian yang diikuti pemberian label menjadi jawaban dari penilaian sementara individu tersebut.

  c. Analisis tingkat psikologis Analasis ini menjelaskan bahwa apabila prediksi atau prakira yang dibuat komunikator terhadap reaksi komunikan sebagai akibat menerima suatu pesan didasarkan atas analisis pengalaman individual yang unik dari komunikan, maka dapat dikatakan komunikator melakukan prediksi pada tataran psikologis. Karena tiap individu memiliki watak dan kepribadian yang tak sama dengan orang lain, jadi analisis ini merupakan hasil tempaan dan terbentuk berdasarkan

  Atas dasar uraian diatas, maka dapat dibedakan antara komunikasi antar pribadi dengan komunikasi non antar pribadi. Apabila prediksi mengenai hasil komunkasi didasarkan pada analisis tingkat atau tataran psikologis, maka pihak-pihak yang berkomunikasi terlibat dalam komunikasi antar pribadi, begitu pula sebaliknya. Dari beberapa uraian diatas berdasarkan ciri dan perbedaan komunikasi antar pribadi dan non antar pribadi maka penulis berusaha mencirikan komunikasi antar pribadi sebagai berikut : a. Prediksi pada tataran psikologis

  b. Terjadi pada ruang lingkup individu yang sempit (sedikit orang)

  c. Norma yang berlangsung cenderung relational

  d. Arus pesan dua arah

  e. Komunikasi antar pribadi verbal dan non verbal

  15

  f. Komunikasi antar pribadi saling mempengaruhi dan mengubah 2.

Bentuk Komunikasi Antar Pribadi

  Kegiatan komunikasi merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia hal ini dapat terlihat dengan jelas terutama pada proses sosialisasi yang dilakukan oleh manusia-manusia tersebut. Sebagai makhluk sosial, interaksi yang dilakukan menusia dengan manusia hanya dapat dilakukan melalui kegiatan komunikasi. Adapun bentuk komunikasi antar pribadi adalah: a. Komunikasi Verbal.

  Komuikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan simbol- simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan secara oral atau lisan maupun secara tulisan. Komunikasi lisan dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana seorang pembicara berinteraksi secara lisan dengan pendengar untuk mempengaruhi tingkah laku penerima. Komukasi tulisan apabila keputusan yang akan disampaikan oleh pimpinan itu disandikan simbol- simbol yang dituliskan pada kertas atau pada tempat lain yang bisa dibaca, kemudian dikirimkan kepada orang yang dimaksudkan.

  Untuk kepentingan komunikasi verbal, bahasa dipandang sebagai suatu wahana penggunanan tanda-tanda atau simbol-simbol untuk menjelaskan suatu konsep tertentu. Bahasa memiliki keyakinan simbolisasi verbal dan dipandang sebagai upaya manusia mendayagunakan informasi yang bersumber dari persepsi manusia untuk berkomunikasi secara santun dengan orang lain.

  b. Komunikasi Non Verbal Komunikasi non verbal adalah penciptaan dan pertukaran pesan dengan tidak menggunakan kata-kata seperti komunikasi yang menggunakan gerakan tubuh, sikap tubuh, vocal yang bukan kata-kata, kontak mata, ekspresi muka, dan sentuhan.

  Komunikasi non verbal adalah komunikasi dengan menggunakan mimik dan bahasa isyarat. Bahasa isyarat bermacam-macam, bahasa isyarat dapat menimbulkan salah tafsir, terutama kalau berbeda latar belakang budayanya.

  Komunikasi antar pribadi dapat dikatakan efektif jika suatu pesan tidak mengalami penyimpangan. Seseorang yang dalam menyampaikan komunikasi yang efektif dapat mengirim pesan kepada orang lain dengan sedikit sekali terjadi salah pengertian. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan komunikasi seperti latar belakang, motivasi atau gaya bicara dari komunikator. Selain itu seorang komunikan juga memiliki saringan-saringan psikologinya yang dilalui pesan sebelum penafsirannya yang terakhir. Penyimpangan juga terjadi selama proses perlambangan atau proses penguraian isi lambang itu. Dalam efektivitas komunikasi antar pribadi terjadi lima karakteristik yaitu: a. Keterbukaan, artinya membuka diri pada orang lain, bereaksi pada orang lain dengan spontan tanpa dalih perasaan dan pikiran yang kita miliki.

  b.

  Empati, kemampuan menempatkan diri pada pada peranan dan posisi orang lain.

  c.

  Perilaku Suportif, ditandai dengan sifat deskriptif, spontanitas, dan d.

  Perilaku positif, adalah ekspresi sikap-sikap positif terhadap diri sendiri, orang lain, dan situasi.

  e.

  Kesamaan, meliputi kesamaan dalam bidang pengalaman dan

  16 kesamaan dalam hal mengirim dan menerima pesan.

  Kriteria paling penting bagi keefektifitasan komunikasi antar pribadi adalah pengaruh yang disampaikan oleh seorang komunikator kepada seorang komunikan. Yang dimaksud dengan pengaruh bukan berarti pengendalian, tetapi seorang komunikator mencapai hasil yang dimaksudkan. Jika komunikator berharap mendapatkan jawaban yang empatis dan dia memperoleh hal itu sebagai hasil dari interaksinya, maka dia telah berhasil mempengaruhi orang lain. Karenanya, efek adalah salah satu elemen komunikasi yang penting untuk mengetahui berhasil atau

  17 tidaknya komunikasi yang diinginkan.

  Adapun salah satu tujuan komunikasi antara perorangan adalah membangun hubungan keparcayan antara sumber dan sasaran komunikasi.

  Suatu komunikasi yang efektif sangat membantu membangun kepercayaan dan hubungan antar pribadi yang lebih baik antara komunikator dan komunikan. Adapun faktor yang menambah pengaruh dalam membangun kepercayaan adalah kredibilitas komunikator. Misalnya jika suatu pesan komunikasi dikirim oleh seorang teman mungkin komunikasi itu tidak dianggap serius, tetapi pesan yang sama akan diterima dengan lebih serius 16 jika datang dari tingkat yang lebih tinggi.

  http://danankseta.blog.uns.ac.id/2010/06/01/komunikasi-antar-pribadi/ Tgl 21 Mei

  Teori adalah sebuah set konsep atau konstruk yang berhubungan satu dengan yang lainnya, suatu set dari preposisi yang mengandung suatu

  18

  pandangan sistematis dari fenomena atau gejala. Peranan teori yang paling penting dalam penelitian adalah mambantu peneliti dalam membuat

  Summary tentang informasi sebelumnya dan memandu penelitian

  selanjutnya sehingga penelitian yang dilakukan memberikan hasil yang diharapkan. Jadi teori merupakan rumusan sistematis yang menyatakan hubungan. Sebab akibat antara dua variabel atau lebih yang merangkum penemuan-penemuan khas dari banyak studi dan dapat menjadi pedoman untuk suatu penjelasan atau prediksi teori lain.

  Ada beberapa teori mengenai komunikasi antar pribadi yang dikemukakan oleh pakar komunikasi. Salah satunya adalah “Teori Penetrasi Sosial” yang dikemukakan oleh Irwin Altman dan Dalmas A. Taylor pada tahun 1973, yaitu proses dimana orang saling mengenal satu

  19 dengan lainnya.

  Teori penetrasi sosial sangat sesuai apabila kita ingin melakukan pendekatan dengan orang lain dan melakukan suatu hubungan, karena model ini manggambarkan perkembangan hubungan sebagai suatu proses dimana hubungan sebagai suatu proses dimana hubungan adalah suatu yang terus berlangsung dan berubah.

  Teori penetrasi sosial mempunyai tingkatan-tingkatan dalam prosesnya, yaitu : a. Strategi yang paling utama (orientation) tentang interaksi. Pada tahap ini hanya sedikit evaluasi yang dibahas dan jarang sekali terjadinya konflik, yang ada hanyalah rasa ingin tahu yang besar terhadap lawannya.

  b. Langkah berikutnya (explocation offictive exchange). Aspek kepribadian yang dijaga sebelumnya sejak awal sekarang dinyatakan lebih mendalam dan sedikit menekankan pada peringatan-peringatan. Hubungan pada tingkat ini umumnya lebih bersahabat dan santai, bergerak kearah yang lebih tinggi dimana keakraban dimulai.

  c. Persahabatan yang dekat dan hubungan yang romantis berkarakteristik pada tingkat berikut (affective exchange) tentang interaksi sosial.

  Disini keterlibatan interaksi bebas tanpa hambatan dan sederhana. Tingkat ini juga merupakan masa transisi untuk tingkat yang lebih tinggi kemungkinan terjalin perubahan keakraban.

  d. Tingkat yang terakhir ini (stabel exchange) perkembangan hubungan yang sedang tumbuh yaitu dicirikan dalam keterbukaan yang berkelanjutan, demikian pula antar semua lapiskan kepribadian,

  20 komunikasi antar individu menjadi efisien dan masing-masing.

B. Kenakalan Siswa

  Siswa atau pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan kualitas kinerja dan mental yang lebih baik. Untuk mencapai harapan itu anak-anak memerlukan sarana pendidikan dan pelatihan, karena dengan pendidikan dan pelatihan sangat berguna bagi masa depannya karena pendidikan adalah suatu proses yang dilakukan untuk menyiapkan generasi muda untuk menjalankan

  21

  kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara efektif dan efisien. Namun pada kenyataanya banyak data dan informasi tentang tingkat kenakalan siswa yang mengarah pada tindak kekerasan dan melanggar hukum.

  Masalah pendidikan keluarga, pendidikan di sekolah, dan pendidikan dalam masyarakat merupakan refleksi masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Kenakalan siswa merupakan kumpulan dari berbagai perilaku siswa yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindak kriminal.

  Masyarakat merupakan eksteren yang juga berpengaruh terhadap siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat yang mencakup kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat disekitarnya. Pendidikan yang baik bukanlah pendidikan yang ketat, seperti kebiasaan anak tidur atau latihan sopan santun, yang harus dibiasakan dari sejak kecil. Tapi lebih daripada itu sikap orang tua dan cara orang tua menghadapi hidup pada umumnya dan cara

  22 memperlakukan anak.

  Dalam kurun waktu kurang dari dasawarsa terakhir, kenakalan siswa semakin menunjukkan trend yang amat memprihatinkan. Kenakalan siswa yang diberitakan dalam berbagi forum dan media dianggap semakin membahayakan. Kenakalan siswa dapat diartikan sebagai suatu outcome dari suatu proses yang menunjukkan penyimpangan tingkah laku atau pelanggaran terhadap norma-norma yang ada.

  Kenakalan siswa dapat ditimbulkan oleh beberapa hal yang mempengaruhinya seperti diantaranya:

  1. Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan dan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran, kenakalan siswa terjadi karena siswa gagal mencapai integrasi kedua.

  2. Kontrol diri yang lemah Siswa yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku “nakal”. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

  3. Keluarga Perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada siswa. Pendidikan yang salah dikeluargapun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab kenakalan siswa.

  4. Teman yang kurang baik Pengaruh teman sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk, yang apabila dibungkus daun, maka daun itupun akan berbau busuk. Perumpamaan ini merupakan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang. Jangan biarkan anak bergaul dengan teman-teman yang tidak benar.

  5. Penggunaan waktu luang Kegiatan siswa sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan usaha dirumah, selain itu mereka bebas tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, maka akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila bentuk kegiatan itu positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan negatif maka lingkungan akan terganggu.

  Berbagai macam faktor yang berpengaruh pada kenakalan siswa, yaitu faktor keluarga seperti kedekatan hubungan orang tua dengan anak, dalam keluarga. Keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia, tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai

  23 manusia sosial dalam hubungan interaksinya dengan kelompoknya.

  Selain itu ada juga ada faktor lain diluar keluarga seperti hubungan dengan kelompok bermain, ketersediaan berbagai sarana tempat-tempat hiburan, televisi, internet.

  Harapan pelajar sebagai penerus bangsa yang menentukan kualitas negara dimasa yang akan datang sepertinya bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Perilaku nakal dikalangan pelajar saat ini cenderung mancapai titik kritis.

BAB III SMA-N 74 JAKARTA A. Profil SMA-N 74 1. Sejarah SMA Negeri 74 Jakarta SMA 74 adalah SMA Negeri yang termasuk dalam Rayon 08 Jakarta Selatan. SMA Negeri 74 ini berlokasi di jalan Dharma Putra XI Komplek Kostrad Tanah Kusir Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Mengingat lokasi SMA 74 berada di Komplek Kostrad, maka secara teknis berada pada lingkungan yang tenang dan aman untuk proses belajar mengajar. SMA 74 berdiri pada tahun 1983 sesuai dengan surat keputusan Mendikbud No. 0473/O/1983 Tanggal 9 Nopember 1983. Pendirian SMA

  74 diawali ketika Kakanwil Depdikbud DKI Jakarta tahun pelajaran 1984 membuka beberapa sekolah baru (SMA) di beberapa lokasi di DKI Jakarta, termasuk SMA baru yang didirikan di Komplek Kostrad Tanah Kusir. Setelah belajar beberapa bulan barulah SMA baru Tanah Kusir ini memperoleh nomor urut sekolah negeri, yaitu SMA Negeri 74 Jakarta dengan Kepala Sekolah Ny. YUB Hadi Soetjipto.

  Berkat kegigihan Kepala Sekolah, dengan bermodal kelas kosong dan 4 (empat) rombongan belajar kelas 1, dimulailah proses belajar mengajar. Gedung kosong tanpa meja, kursi dan prasarana akhirnya dapat Adapun guru-gurunya berdatangan dari beberapa SMA di DKI, seperti SMA 3, 70, 29, 51, 23, SMP 13 dan Ibu Hadi Soetjipto sendiri dari SMA 8 KJ, dan karyawannya belum ada yang pegawai negeri.

  Adapun Kepala Sekolah yang pernah tugas dan aktif di SMA 74 adalah a. Ny. YUB. Hadi Soetjipto 1983 - 1991

  b. Drs. H. Arifin Rusmana 1991 - 1994

  c. Ny. Sri Hartini 1994 - 1997

  d. H. Syamsudin HS 1997 - 2002

  e. Dra. Hj.Ida Hasidah, MSc,MM 2002 - 2005

  f. Drs. Abdul Jalali. M,Pd 2005 – 2010

  g. Drs. H. Arphan Lubis 2010- Sekarang

  a. Identitas Sekolah 1) Nama Sekolah : SMA Negeri 74 Jakarta 2) Alamat Sekolah

  Provinsi : Daerah Khusus Ibukota Jakarta Kabupaten/Kota : Jakarta Selatan Kecamatan : Kebayoran Lama Kelurahan : Kebatoran Lama Selatan Jalan : Dharma Putra XI Kebayoran Lama Jakarta

  Selatan Telepon/Faks : (021) 7260377 Fax. (021) 72794965 Website/Email : sma74jkt.sch.id / smu74jkt@yahoo.com

  b. Fasilitas Fasilitas sekolah merupakan faktor yang teramat penting dalam menunjang proses belajar mengajar dalam rangka pemberian bekal kepada siswa. Diharapkan dengan dukungan fasilitas yang cukup siswa mampu mengaplikasikan ilmunya dengan baik.

  Sebagai salah satu SMA yang diproyeksikan menjadi Sekolah mandiri, SMA Negeri 74 Jakarta didukung oleh fasilitas yang cukup memadai yang terdiri dari: 1) Memiliki gedung belajar mengajar yang representatif.

  2) Memiliki 1 (satu) Laboratorium Multimedia Pentium 4 sebanyak 40 unit.

  3) Memiliki 1 (satu) Laboratorium Komputer Pentium 4 sebanyak 24 unit dan Core2Duo sebanyak 16 unit.

  4) Memiliki masing-masing 1 (satu) Laboratorium Bahasa, Biologi, Fisika, dan Kimia.

  5) Seluruh kelas 10 telah terpasang LCD Projector dan seperangkat Komputer disetiap kelas.

  6) Seluruh kelas 12 telah terpasang LCD Projector. 7) Perpustakaan menyediakan berbagai macam buku untuk mendukung proses belajar mengajar. Memiliki 2 (dua) lapangan

  8) Memiliki “Internet Hotspot Area” 9) Masjid yang cukup luas.

  18

  1

  46

  8. Ruang Bimbingan & Konseling

  1

  50

  9. Ruang Multimedia

  1

  72

  10. Ruang Koperasi

  1

  12

  11. Ruang OSIS

  1

  12. Ruang UKS/PMR

  80

  1

  12

  13. Kantin

  7

  21

  14. Ruang Ganti Pakaian

  1

  9

  15. WC Guru

  4

  24

  16. WC Siswa Putri

  9

  7. Ruang Audio Visual

  1

  10) Memiliki 1 (satu) buah mobil sekolah.

  72

  c. Daftar Sarana dan Prasarana SMA Negeri 74 Jakarta di bangun diatas tanah seluas 6375 M2 dengan gedung utama barlantai dua dan seluruh bangunannya seluas

  926,28 M2. Lahan yang tidak digunakan untuk bangunan dipakai untuk sarana lapangan olahraga, parkir, dan upacara bendera. Adapun sarana dan prasarana SMA 74 Jakarta lebih rinci adalah sebagai berikut:

  No. Jenis Ruangan Jumlah Luas (M2)

  1. Kelas/Teori

  21

  72

  2. Laboratorium

  72

  a. Laboratorium Fisika

  1

  72

  b. Laboratorium Biologi

  1

  c. Laboratorium Kimia

  6. Ruang Tata Usaha

  1

  72

  d. Laboratorium IPS

  1

  72

  e. Laboratorium Komputer 1 144

  f. Laboratorium Bahasa 1 108

  3. Perpustakaan

  1

  96

  4. Ruang Kepala Sekolah

  1

  48

  5. Ruang Guru 1 144

  40 Sebagai gambaran keadaan yang ingin dicapai, sesuatu yang akan menjadi tujuan SMA 74 Jakarta, maka SMA Negeri 74 Jakarta memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:

  VISI Unggul dalam prestasi berdasarkan kultur imtak, iptek dan 7 K

  MISI

  a. Menciptakan suasana Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.

  b. Membangun suasana kekeluargaan.

  c. Menjadi teladan bagi lingkungan dalam bersikap, berperilaku sebagai masyarakat, pelajar yang cinta damai.

  d. Menegakkan disiplin persuasif edukatif.

  e. Menningkatkan kinerja profesionalisme dengan menggali dan memanfaatkan segenap potensi sumber daya yang ada.

  f. Membina sikap mental dan membangkitkan jiwa kompetitif ingin maju serta kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  g. Menjadikan Sekolah sebagai pusat seni budaya dan olahraga dengan menggali potensi bakat, minat, dan kreativitas melalui kegiatan ekstrakurikuler.

  h. Menumbuhkembangkan jiwa sadar hukum, sikap hormat, dan kepatuhan.

  1. Kepala Sekolah : Drs. H. Arphan Lubis

  2. Wakil Kepala Sekolah

  a. Humas dan Kesiswaan : W. Handoyo, S.Pd

  b. Sarana : Drs. H. Dhabas Rakhmat M.Pd

  3. Staf

  a. Kurikulum : Lailani, S.Pd Dra Tati Rahayu Kasmadi, S.Pd

  b. Kesiswaan : Dra. Hj. Sri Untari Abdul manan, S.Pd Sigit Nuryadin,S.Pd

  c. Sarana : Dra. R. Eri Rahmayanis

  4. Pembina

  a. Pembina Rohis : Dra. Hj. Gusnely dan M. Makhrus, S.Ag.

  b. Pembina Keputrian : Hj. Sarmaini Saragih, S.Pd

  c. Pembina Seni Budaya : Rinoldy Sidiki, S.Pd

  d. Pembina Olah raga dan Kesehatan : Rakhman, S.Pd e. Pembina Paskibra

  PMR : Innaka, S.Pd

  f. Pembina KIR : Debbi Tjakradirana, S.Pd

  5. Staf Khusus : Drs. Warno Ekariyanto

  6. Koordinator BK : Dra. Wahyu Murdiana

  7. Koordinator Lab. Bahasa : Hj. Farida Hanum

  8. Koordinator Lab. Biologi : Dra. Hirziah

  9. Koordinator Lab. Kimia : Hj. Wahyuni, S.Pd

  11. Pembina Perpustakaan : Drs. Darsono 4.

Nama Guru dan Tugas Mengajar

  Guru-guru di SMA Negeri 74 Jakarta adalah Tenaga Profesional dengan gelar Sarjana S1, S2 dari berbagai disiplin ilmu kependidikan dan merupakan lulusan dari perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka. Tenaga guru yang berpendidikan D3 sekarang sedang menempuh program S1. Jumlah personil tenaga pengajar di SMA 74 Jakarta adalah sebagai berikut: ada di lampiran

B. Kegiatan Akademik

  Upaya peningkatan prestasi belajar siswa dilakukan melalui beberapa terobosan-terobosan, antara lain dengan membuat jadwal waktu belajar yang kondusif, moving class, team teaching, pengayaan, remedial, try out, peningkatan pelayanan bimbingan konseling.

  1. Waktu belajar Waktu belajar disusun sesuai muatan kurikulum, namun demikian tetap disesuaikan dengan formula yang tepat, kondusif. Secara umum waktu belajar di SMA Negeri 74 Jakarta adalah sebagai berikut:

  a. Dalam satu minggu SMA 74 melaksanakan kegiatan belajar mengajar sebanyak 43 jam. Alokasi waktu ini termasuk didalamnya Upacara Bendera, Bimbingan Konseling, dan Pembinaan Keagamaan (Tadarus Al Qur’an bagi yang muslim dan kebaktian bagi yang Kristen), sedangkan ekstrakurikuler, kegiatan OSIS, pengayaan, dan remedial b. Waktu belajar hari Senin 9 jam pelajaran, Selasa, Rabu, Kamis 10 Jam pelajaran, dan Jum’at 6 jam pelajaran ditambah 30 menit pembinaan keagamaan dan sabtu libur. 1 jam pelajaran tatap muka selama 45 menit, diselingi 2 kali istirahat masing-masing 25 menit.

  c. Pembelajaran setiap hari dimulai pukul 06.30 WIB.

  2. Program pendalaman materi dan pengayaan Program pendalaman materi dan pengayaan diperuntukkan bagi siswa kelas XII dan dilaksanakan pada hari Rabu jam ke 9 dan 10. Materi dan strateginya dibuat secara khusus untuk menghadapi Ujian Nasional. Pada semester 2, dilakukan kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar agar variatif dan mendapatkan hasil yang sempurna.

  3. Try Out Untuk mendukung dan mengevaluasi keberhasilan pengayaan dan pendalaman materi serta kegiatan belajar mengajar dilakukan tes uji coba

  (Try Out), yang soalnya dibuat sesuai dengan standar SKL Ujian Nasional, dan bekerja sama dengan Dinas serta lembaga bimbingan belajar.

  4. Pelaksanaan program remedial Program remedial diberikan kepada siswa yang belum kompeten dalam menguasai materi tertentu. Program ini dilaksanakan oleh guru bidang studi melalui tugas tertentu agar siswa tersebut dapat segera menguasai materi atau mengejar ketinggalannya dengan siswa lainnya.

  Jadwal remedial dilaksanakan setiap hari Rabu jam ke 9 dan 10.

  5. Layanan bimbingan konseling Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Sisdiknas menyebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa dating”. Upaya pendidikan berdasarkan pengertian tersebut mencakup kawasan yang sangat luas yang mengacu kepada pengembangan individu. Cakupan yang luas itu (yakni kawasan bimbingan, pengajaran dan latihan) saling terkait dan menunjang. Suatu upaya pendidikan yang menyeluruh, lengkap, dan mantap harus secara terpadu meliputi ketiga kawasan pendidikan itu.

  Kegiatan Bimbingan, pengajaran, dan latihan harus dalam keadaan saling terkait dan terpadu namun ketiganya harus dapat dibedakan, bukan dipisahkan. Tujuan pembedaan itu adalah untuk dikembangkannya kawasan tersebut secara optimal. Demikian juga di SMA 74 Jakarta kegiatan bimbingan dan konseling dikelola secara mandiri dengan koordinasi dari seorang koordinator BK.

  Secara garis besar pelayanan BK di SMA 74 Jakarta adalah sebagai berikut: a. Layanan Orientasi

  b. Layanan Informasi: layanan informasi diberikan kepada siswa mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kepentingan siswa terutama mengenai kepentingan belajar. c. Layanan penempatan dan penyaluran: yaitu layanan yang berkaitan dengan bakat dan minat siswa yang berhubungan dengan bagian kurikulum dan kesiswaan, dalam hal ini BK memberikan layanan kepada siswa dalam hal pengembangan diri.

  d. Layana Pembelajaran: dalam layanan ini guru pembimbing bekerjasama dengan guru mata pelajaran, dan bagian kurikulum dalam hal program pengayaan, pendalaman materi, dan program remedial bagi peserta didik tertentu.

  6. Pengambangan diri Pengambangan diri merupakan kegiatan pendidikan diluar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.

  Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar dan pengembangan karir peserta didik, serta kegiatan ekstrakurikuler.

  Kegiatan pengembangan diri difasilitasi oleh konselor dan kegiatan ekstrakurikuler dapat diselenggarakan oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya. Kegiatan ini dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. a. Tujuan: 1) Tujuan Umum : memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah

  2) Tujan Khusus : menunjang pendidikan peserta didik dalam mangembangkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi, dan kebiasaan dalam kehidupan, kemandirian, kemampuan kehidupan keagamaan, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan perencanaan karir dan kemampuan pemecahan masalah.

  b. Ruang lingkup 1) Pelayanan Konseling, meliputi pengembangan kehidupan pribadi, kemampuan sosial, kemampuan belajar, serta wawasan dan perencanaan karir. 2) Ekstrakurikuler, meliputi kegiatan: kepemimpinan, ilmiah remaja, palang merah remaja, seni, olahraga, pecinta alam, dan keagamaan.

  c. Bentuk pelakasanaan 1) Rutin (upacara bendera, senam, ibadah bersama) 2) Spontan (memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi pertengkaran) 3) Keteladanan (berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan, dan kebersihan orang lain)

  4) Terprogram (krida, karya ilmiah, latihan lomba, seminar, workshop, bazaar, dan kegiatan lapangan)

C. Profil Guru BK SMA-N 74 Jakarta

  1. Dra. Wahyu Murdiana, lahir di kota solo 21 Mei 1965. Tinggal di Komplek Polri I.5/4 Blok D.II-7 kedaung Pamulang. Beliau adalah Ketua Guru BK di SMA-N 74 Jakarta. Karena kesabarannya memberikan bimbingan, beliau memberikan bimbingan kepada siswa kelas XII.

  2. Rostati Tarihoran, wanita kelahiran Medan 17 juni 1970. Tinggal di Komp. Maharta V A. 14/18 Rt. 16/10 Pd. Kacang Timur, Pd Aren.

  Walaupun usianya tidak muda lagi namun itu bukan halangan buat beliau belajar. Karena ketika saya melakukan penelitian beliau juga sedang membuat tugas akhir di salah satu Universitas Swasta di Jakarta. Beliau memegang peranan dalam bimbingan konseling kelas XII.

  3. Dra. Sari Krisantini, lahir di Jakarta 23 September 1968. Wanita pribumi ini alias dari suku betawi, terkenal lincah karena tubuhnya yang kecil. Tapi jangan meremehkan beliau, walaupun tubuhnya kecil, beliau salah satu Guru BK yang sangat tegas. Karena ketegasannya dalam melakukan bimbingan, beliau malakukan bimbingan kepada kelas X dan XI.

  4. Dra. Mulyasri, lahir di Bandung 17 April 1969. Tinggal di Reni Jaya Blok P.9 No. 4 Rt 07/06 Pd. Benda Pamulang. Beliau melakukan bimbingan kepada siswa kelas XI.

  5. Siti Aisyah, Lahir di Jakarta 29 November 1966. Tinggal di Komp.

  Kedaung Hijau Blok E/13 Rt 02/05 Kedaung Pamulang. Melakukan bimbingan kepada siswa kelas X.

BAB IV HASIL ANALISIS DATA LAPANGAN A. Bentuk Komunikasi Antara Guru dan Siswa

  1. Komunikasi Verbal Adapun komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi berupa kata-kata yang diucapkan secara lisan dan tulisan yang sangat umum dgunakan oleh banyak orang hal itu karena komunikasi verbal sangat mudah untuk dipahami dan dimengerti. Oleh karena itu guru di SMA-N 74 Jakarta mengkomunikasikan pesannya secara verbal atau dengan lisan melalui program pembelajaran yang telah ditetapkan.

  Begitu juga dengan komunikasi antara guru dan wali murid. Sampai saat ini komunikasi mereka sangat baik. Komunikasi yang paling efektif digunakan mereka yaitu komunikasi verbal karena dengan komunikasi verbal mereka bisa berinteraksi, saling tanya jawab antara guru dan wali murid serta juga bisa sharing baik masalah anak dirumah maupun disekolah.

  Komunikasi yang diberlakukan dapat berlangsung melalui bentuk komunikasi verbal, dalam rentang komunikasi yang informal sampai yang formal. Melalui era tersebut akan diperoleh saling pengertian antara kedua belah pihak. Tehnik komunikasi manapun akan ada peningkatan pandangan dan pegertian pada wali murid dan guru tentang anak didik dan proses belajar mereka.

  2. Komunikasi non verbal Selain komunikasi verbal yang didapat dalam penelitian ini juga terdapat komunikasi non verbal. Mendefinisikan komunikasi non verbal sebagai proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, gerakan tubuh, sentuhan.

  Pada hasil penelitian ini didapatkan komunikasi non verbal seperti halnya guru memberikan senyuman kepada siswa ketika bertemu, ini menunjukkan bahwa adanya keharmonisan antara guru dan siswa, sehingga tercapailah komunikasi yang efektif dan baik. Jadi sudah jelas bahwasanya komunikasi antara guru dan siswa sangat penting demi kemajuan pendidikan siswanya.

  Kegiatan bimbingan konseling di SMA 74 merupakan suatu kegiatan untuk mendorong dan mengembangkan siswa agar tidak terjadi kenakalan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan menurut kurikulum yang berlaku pada sekolah umum lainnya. Bila dilihat dari sarana dan prasarana sekolah, kegiatan tersebut sudah mencukupi standar kualitas proses bimbingan konseling. Dengan demikian pada kegiatan tersebut bisa berjalan dengan efektif.

  Karena dengan adanya faktor-faktor sarana dan prasarana yang baik. Seorang siswa dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif pula. Sehingga hal-hal negatif tidak akan terjadi. Begitu pula dalam pelaksanaan bimbingan konseling.

  Informasi yang diberikan dalam bentuk pesan dan simbol pada kegiatan bimbingan konseling, disusun dalam bentuk materi yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku dimasyarakat pada umunya. Sehingga diharapkan dari pemberian materi tersebut muncul respon positif dari siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan.

  “Berbicara kenakalan siswa, tentunya kenakalan tersebut terbagi beberapa macam seperti pelanggaran tata tertib sekolah, yakni terjadinya senioritas antara siswa yang mengakibatkan terjadinya pemalakan uang terhadap siswa

  24

  juniornya.” Oleh karena itu perwujudan interaksi guru dan siswa harus lebih banyak berbentuk pemberian motivasi dari guru kepada siswa, agar siswa merasa bergairah, memiliki semangat, potensi dan kemampuan yang dapat meningkatkan harga dirinya. Dengan demikian siswa diharapkan lebih efektif dan efisien sesuai dengan yang diharapkan.

  “Sangatlah luas cakupannya jika kita membicarakan kenakalan siswa. Namun saya akan menjelaskan secara garis besar tentang kenakalan siswa yang terjadi disekolah ini. Tentunya kenakalan tersebut masih dalam batas yang wajar seperti membolos sekolah, keluar jam pelajaran, terlambat datang. Namun terkadang kami menemukan kenakalan yang meresahlan seperti

  25 tawuran antar pelajar. 24 Wawancara Pribadi dengan Ibu Dra. Mulyasri, Guru BK SMA-N 74, Jakarta 14 Agustus 2010 Tawuran antar pelajar dapat merusak dan memperlemah persatuan dan kesatuan para pelajar dan merusak nilai-nilai sosial. Peranan Guru BK dalam melaksanakan bimbingan sangatlah penting di dalam pembentukan sikap dan tingkah laku para siswa. Melalui bimbingan kita kembangkan kreativitas dan efektivitas siswa dengan melakukan komunikasi yang baik.

  Dalam tatanan komunikasi terdapat komunikasi antar pribadi yaitu proses pengiriman serta penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang, tentunya dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Jika dilihat dari cara guru melakukan komunikasi pada saat berlangsungnya bimbingan konseling, antara guru dan siswa sudah melakukan komunikasi antar pribadi yang efektif untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

  Oleh karena itu semua hal-hal terkecil pun yang bisa menunjang pelaksanaan bimbingan konseling akan dilaksanakan, demi terlaksananya bimbingan yang efktif dan sempurna. Untuk itu diperlukan komunikasi yang cukup intensif dari pendidik didalam mendidik. Agar nantinya terbentuk manusia yang dewasa yang mampu membaca lingkungan dan dapat menghadapi permasalahan-permasalahan yang timbul di sekitarnya.

  Di dalam mendidik dan mengasuh anak-anak remaja, pendidik diharapkan lebih berperan melalui komunikasi secara pribadi dengan anak remaja yang bersangkutan. Karena dengan memahami sifat dan karakter remaja yang bersangkutan akan lebih mempermudah dan memperlancar

  “… Karena kami melakukan pendekatan-pendekatan siswa itu sendiri. Sehingga siswa tersebut merasa kalau kami merupakan panutan atau contoh, tidak lupa kami selalu menjalin komunikasi dengan orang tua siswa tersebut, agar kami mandapatkan dukungan serta kepercayaan penuh dari orang tua siswa jadi jika ada siswa yang bermasalah kami dengan

  26

  mudah menyelesaikannya.” Komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh guru merupakan suatu pembicaraan secara pribadi yang dilakukan oleh guru terhadap salah satu siswa yang memerlukan perhatian penuh dan nasehat-nasehat, untuk dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa tersebut. Misalnya masalah pribadi, masalah dengan temannya, maupun masalah akademis. Hal tersebut dilakukan guru-guru BK sebagai arahan dan langkah-langkah dalam mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi, agar siswa mampu dalam menyelesaikan masalah dan berkomunikasi seperti biasa dengan teman-teman yang lain dan juga mampu menerima materi-materi pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru lainnya.

  Dikatakan komunikasi tersebut berjalan dengan efektif, karena dilihat dari proses penyampaian bimbingan yang terjadi ketika seorang guru menyampaikan materi bimbingannya. Selain itu peneliti juga menemukan beberapa point penting dalam penelitian tersebut. Adapun dari hasil penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan wawancara, dari 14 interviewee, 12 siswa menyatakan efektif dan hanya 2 siswa yang menyatakan tidak efektif.

  Sebelum melaksanakan bimbingan, guru terlebih dahulu melihat latar belakang kehidupan sosial keluarganya. Sehingga pesan-pesan tersebut akan menimbulkan suatu komunikasi yang baik dan mudah dimengerti oleh siswa- siswinya.

  “…Karena dengan adanya komunikasi yang baik antara pribadi guru dan siswa dapat saling mengerti apa yang diinginkan siswa dan

  27

  guru.” Untuk itu faktor-faktor yang menunjang komunikasi antar pribadi yang efektif bisa dilihat dari segi:

  1. Komunikator Komunikator harus memiliki kredibilitas (source credibility). Jika dalam hal ini guru tidak memiliki kredibilitas maka siswa akan sulit menerima pesan yang disampaikan oleh guru, bahkan siswa tidak mau mengikuti perintah guru. Selain itu guru harus memiliki daya tarik (source

  attractiveness). Siswa akan dengan mudah menerima pesan yang

  disampaikan oleh guru karena siswa merasa bangga terhadap gurunya dan mengagumi sosok gurunya.

  2. Pesan Pesan harus dirancang dan disampaikan dengan sedemikian rupa sehingga menarik bagi siswa, pesan harus menggunakan lambing-lambang yang dapat dipahami oleh siswa, pesan harus sesuai dengan kebutuhan siswa. Jadi guru harus mengemas pesan dengan baik, jangan sampai terjadi

  miss understanding antara guru dan siswa.

  3. Komunikan Siswa mau mendengarkan atau berkonsentasi agar pesan dapat diterima dengan benar, sehingga siswa bersedia mengambil keputusan pada saat komunikasi berlansung, dan memberikan umpan balik kepada guru.

  Sudah popular di Indonesia bahwa tujuan pendidikan nasional pada khususnya dan pembangunan kepada umumnya adalah ingin menciptakan “manusia seutuhnya”. Maksudnya manusia yang lengkap, selaras, serasi, dan seimbang perkembangan semua segi kepribadiannya.

  “Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan siswa dan umumnya faktor-faktor masalah keluarga masih dominant, seperti pertengkaran kedua orang tuanya, perceraian, serta sibuknya orang tua sehingga lupa akan memberikan kasih saying. Selain itu faktor ekonomi rendah juga menjadi faktor penyebab kenakalan siswa…”.

  28 Sedangkan dalam pelaksanaan bimbingan, guru sering menggunakan

  dialog dengan siswanya. Karena dialog merupakan bentuk komunikasi antar pribadi yang menunjukkan terjadinya interaksi. Mereka yang terlibat dalam komunikasi bentuk ini berfungsi ganda. Masing-masing menjadi pembicara dan pendengar secara bergantian.

  “Dalam proses komunikasi nampak adanya upaya perilaku komunikasi untuk terjadinya pengertian bersama dan empatinya. Guru malakukan shared

  fade to face pada siswa atau siswi, menasihati atau menegur anak tersebut

  29

  secara baik dan membantu siswa atau siswi untuk mengontrol diri.” Dalam komunikasi antar pribadi sangat ampuh dibanding bentuk komunikasi lainnya. Karena komunikasi berlangsung secara tatap muka oleh karena komunikator dengan komunikan itu saling bertatap muka, maka terjadilah kontak pribadi. Ketika guru menyampaikan pesan, umpan balik berlangsung seketika. Guru mengetahui pada saat itu tanggapan muridnya, terhadap pesan yang telah disampaikan.

  “Manfaatnya lebih mengingatkan kita pada sesuatu yang ingin kita capai nantinya, karena bimbingan konseling itu biasanya selalu mangarahkan

  30

  kita pada hal yang baik.” Pentingnya situasi komunikasi antar pribadi bagi guru adalah karena dia dapat mengetahui secara langsung diri murid selengkap-lengkapnya, serta untuk mengubah sikap, pendapat, dan perilakunya. Dengan demikian guru dapat mengarahkannya kepada murid suatu tujuan sebagaimana yang diinginkan, yaitu proses bimbingan yang efektif.

  Keuntungan bagi seorang guru dalam menggunakan komunikasi antar pribadi dalam penyampaian materi bimbingan terdapat kontak langsung secara pribadi, umpan balik secara langsung, suasana lingkungan komunikasi dapat 29 Wawancara Pribadi dengan Amanta Assiria, Siswi SMA-N 74, Jakarta 20 Agustus 2010 diketahui. Sehingga guru dapat mengetahui tanggapan dan reaksi murid pada saat menyampaikan materi bimbingan.

  Penulis menjelaskan operasionalisasi dari efketivitas komunikasi antar pribadi yang terdapat pada lima karakteristik adalah:

  1. Keterbukaan, setiap siswa di SMA-N 74 yang memiliki masalah pelajaran ataupun masalah pribadi selalu bercerita kepada guru.

  2. Empati, maksudnya seorang guru yang baik harus bisa menempatkan posisi dan merasakan keluhan yang sedang dihadapi siswanya.

  3. Dukungan, Guru di SMA-N 74 terutama Guru BK selalu mendukung setiap kegiatan siswa tentunya kegiatan-kegiatan positif.

  4. Rasa Positif, Guru BK di SMA-N 74 memiliki rasa positif terhadap siswa yang bermasalah. Karena mereka berpendapat bahwa setiap siswa dapat berubah kalau dibimbing dengan baik

  5. Kesamaan, Guru BK memiliki kesamaan terhadap siswa. Misalnya guru menginginkan siswanya naik kelas dan lulus dengan nilai yang baik begitu juga dengan siswa. Berarti guru dan siswa memiliki kesamaan tujuan.

  Secara esensial, sebenarnya guru mengajar adalah menyediakan kondisi yang kondusif agar masing-masing individu anak didik itu dapat belajar secara optimal, sehingga tidak melakukan tindak kenakalan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, memang sangat perlu diketahui adanya karakteristik siswa. Karakteristik siswa adalah keseluruhan kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam melatih cita- citanya.

  Mengenai pembicaraan karakteristik siswa ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan :

  1. Karakteristik yang berkenaan dengan kemampuan awal atau prerequisite

  skills, seperti misalnya kemampuan intelektual, Kemampuan berpikir

  mengucapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek psikomotor, dan lain- lain.

  2. Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosial (sociocultural).

  3. Karakteristik yang berkenan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat, dan lain-lain.

  Pengetahuan mengenai karakteristik siswa ini memiliki arti yang cukup penting dalam interaksi belajar mengajar serta mengurrangi kenakalan siswa yang selama ini terjadi. Disamping itu juga sangat bermanfaat bagi guru untuk memberikan motivasi dan bimbingan bagi setiap individu siswa kearah keberhasilan belajarnya.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dalam proses bimbingan konseling terdapat bentuk komunikasi yaitu 1. Komunikasi verbal. Guru berinteraksi dengan murid khusunya menggunakan kata-kata

  yang baik, lemah-lembut, secara lisan maupun tulisan untuk memberikan pengetahuan mengenai cara bersikap, bertingkah laku atau berbudi pekerti yang baik. Hal itu diberikan agar siswa dapat melaksanakannya dilingkungan sekolah, rumah, maupun dalam kehidupan masyarakat umum.

  Saat berkomunikasi dengan komunikasi verbal, guru berupaya untuk mempengaruhi dan memberikan motivasi kepada siswanya melalui pendekatan psikologis. Dengan demikian untuk melakukan segala aktivitasnya para guru perlu memliki syarat-syarat dan kemampuan tertentu agar dapat menyampaikan pesannya sesuai dengan harapan yang dicita-citakan dengan memperoleh hasil yang maksimal.

  2. Kommunikasi non verbal Proses komunikasi non verbal juga sering terjadi disetiap sekolah.

  Karena proses interaksi guru terhadap siswanya sangat diperlukan dengan menggunakan gerak tubuh, kontak mata, perilaku, ekspresi wajah, dan komunikasi guru dan siswa dalam menanamkan budi pekerti. Sikap, perilaku dan sentuhan yang dilakukan guru terhadap salah seorang siswa akan menjadi pusat perhatian siswa lainnya. Karena siswa melihat langsung sikap yang dilakukan guru dan dapat menjadi cerminan bagi para murid.

  Proses bimbingan konseling akan mencapai tingkat efektivitas yang maksimal bila didukung dengan hubungan komunikasi antar pribadi yang baik antara guru dan siswa. Dalam hal ini efektif yang dimaksud ialah mengenai sasaran atau mencapai tujuan sesuai dengan maksud si pembicara. Jadi apabila tujuan untuk mengubah pendapat, sikap, dan tingkah laku dapat tercapai maka komunikasi antar pribadi itu dapat dikatakan efektif. Untuk itu faktor-faktor yang menunjang komunikasi efektif bisa dilihat dari segi:

  1. Komunikator Guru sebagai komunikator yang melakukan komunikasi dengan siswa harus mengerti dan memahami betul kebiasaan dan psikologi siswa.

  Karena tiap siswa mempunyai kepribadian dan watak yang berbeda.

  2. Komunikan Siswa yang berperan sebagai penerima pesan atau informasi yang dikirimkan oleh guru selaku komunikator. Komunikator ada karena adanya komunikan yang berperan sebagai penerima pesan dalam bentuk bimbingan. Oleh sebab itu, siswa merupakan faktor pendukung bagi berhasilnya komunikasi antar pribadi.

  3. Pesan Pesan yang disampaikan oleh guru menarik bagi siswa, pesan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan siswa. Adanya kesamaan pengalaman dan pengetahuan antara guru dan siswa. Hal inilah yang menjadi faktor pendukung bagi efektifnya komunikasi dalam bimbingan.

  Dalam memberlakukan siswa dalam bimbingan, guru tidak membedakan antara perlakuan terhadap siswa putra dan putri. Komunikasi antar pribadi ini dianggap cukup efektif diterapkan pada sistem bimbingan konseling, karena bisa menjadi salah satu sarana mengurangi tingkat kenakalan siswa. Umumnya pelaksanaan komunikasi dalam bimbingan disampaikan berupa motivasi.

  Motivasi siswa pada umumnya banyak rupanya dan ada yang pada mula-mulanya berasal dari dalam dirinya dan ada yang berasal dari luar dirinya. Semua pekerjaan, selain membutuhkan adanya kecakapan-kecakapan pribadi, juga membutuhkan adanya motivasi yang cukup pada pribadi tersebut untuk melaksanakan pekerjaan itu dengan berhasil. Tanpa motivasi orang tidak akan berbuat apa-apa, tidak akan bergerak dinamis.

  Banyak hal yang didapat dari motivasi dalam bimbingan konseling, terutama dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa. Dalam hal ini manfaat yang dirasakan siswa seperti lebih mengenal jati dirinya sendiri, dapat belajar dengan cepat mengenal lingkungan yang baru disekitar kita, bisa mengingatkan siswa dalam menempuh tujuan awal siswa tersebut.

B. Saran

  Adapun saran-saran yang penulis berikan kepada Guru BK SMA-N 74 menyangkut efektifitas komunikasi antar pribadi antara guru dan siswa, ada beberapa hal yang dirasa perlu dikaji dan diperbaiki dalam pelaksanaannya diantaranya:

  1. Diberikan wadah serta kegiatan khusus bagi siswa yang bermasalah, agar siswa tidak mengisi kekosongan waktunya untuk melakukan hal-hal yang negatif.

  2. Adanya pendekatan hubungan, khususnya bagi siswa yang bermasalah.

  Sebagai antisipasif hal-hal yang negatif sebelum terjadi masalah yang berdampak besar.

  3. Intensifitas hubungan guru dan siswa lebih ditingkatkan, agar mempermudah dan berjalannya komunikasi yang lebih baik dan efektif.

  4. Memperluas jaringan komunikasi dengan orang tua murid, supaya pihak sekolah terutama guru bisa mendapatkan informasi yang akurat. Demi mendukungnya motivasi siswa dalam melaksanakan pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

  Alisufsabri, Muhammad, H. Pengantar Ilmu Pendidikan, Jakarta: UIN, 2005 Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam dan Modernisasi Menuju Millenium Baru.

  Jakarta: logo, 1999 Budyatna. M dan Nina Mutmainah. Komunkasi Antar Pribadi. Jakarta:

  Universitas Terbuka, 1994 SMA-N 74, Buku Panduan SMA Negeri 74 Jakarta. Jakarta, 2010 Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Raja Grafindo Persada,

  2003 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai

  Pustaka, 2007, Cet III Djuarsa Sasa, Sengadjaja, dkk, Teori Komunikasi, Jakarta: Universitas Terbuka,

  1988 Effendi, Uchjana Onong. Spektur Komunikasi, Bandung : Bandar Maju, 2001 ______. Dinamika Komunikasi, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2004 ______. Ilmu KomunikasiTeori dan Praktek, Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,

  2007 Gunadi, YS. Himpunan Istilah Komunikasi. Jakarta Gramedia, 1998 Muhammad, Arni. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara, 1995 Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja

  Rosdakarya, 2002 Nasir, Mohammad. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta, 1998 Prayogo, Imam Suryo. Metodologi Penelitian Sosial Agama, Bandung: Remaja

  Rosdakarya, 2001 Roudhonah, Ilmu Komunikasi. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2007 Susanto, Astrid, Komunikasi Dalam Teori dan Praktek, Bandung: Bina Cipta,

  1988

  Tgl 12 Mei 2010

  http://kosmik.web.id/ilmu-komunikasi/komunikasi-antar-pribadi/ http://adiprakoso.blogspot.com/2007/12/Pengertian-Komunikasi-

  Antarpribadi.html

  http://www.lusa.web.id / Komunikasi-antar-Pribadi-interpersonal-

  Communication/ Tgl. 26 oktober 2009

  http://danankseta.blog.uns.ac.id/2010/06/01/komunikasi-antar-pribadi/ Tgl 21 Mei 2010

  Interviewer : Dra. Hj. Sari Krisantini Jabatan : Guru BP/BK Waktu wawancara : Jum’at, 13 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Kenakalan siswa seperti apa yang terjadi di Sekolah ini?

  2. Faktor apa saja yang menyebabkan kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Apa saja faktor penghambat dalam melakukan bimbingan konseling?

  4. Apa yang anda lakukan untuk memotivasi siswa?

  5. Seberapa efektifkah Komunikasi Antar pribadi Guru BK dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  Hasil Jawaban : 1. Sangatlah luas cakupannya jika kita membicarakan kenakalan siswa.

  Namun saya akan menjelaskan secara garis besar tentang kenakalan siswa yang terjadi disekolah ini. Tentunya kenakalan tersebut masih dalam batas yang wajar seperti membolos sekolah, keluar jam pelajaran, terlambat datang. Namun terkadang kami menemukan kenakalan yang meresahlan seperti tawuran antar pelajar.

  2. Banyak pelaku yang menyebabkan terjadinya kenakalan siswa dan umunya faktor-faktor masalah keluarga seperti pertengkaran kedua orang tua, perceraian serta sibuknya orang tua sehingga lupa akan memberikan kasih sayang. Selain itu faktor ekonomi rendah juga menjadi faktor penyebab kenakalan siswa karena dia merasa minder atau kurang pede sebab teman-temannya yang lain lebih mampu dan akhirnya timbul kecemburuan sosial.

  3. Faktor penghambat dalam melakukan bimbingan konseling itu sendiri sebenarnya datang dari siswa tersebut. Seperti setiap siswa masih kurang terbuka dalam memberikan info sehingga kami pun harus mencari info dari keluarganya. Selain itu ada juga faktor orang tua yang kurang protektif untuk pendidikan anaknya. Oleh karena itu kami juga selalu berkomunikasi dengan orang tua dari siswa yang bersangkutan.

  4. Tentunya hal itu harus terus-menerus dilakukan untuk menyadari siswa untuk lebih memahami belajar dan bergaul disekolah, agar siswa yang bersangkutan bisa mendapatkan dan mencapai prestasi yang gemilang. Serta harus diimbangi dengan pergaulan yang baik disekolah. Serta kami pun tidak lupa mengingatkan orang tua untuk ikut memperhatikan dan mendukung anaknya.

  5. Menurut saya sudah efektif, karena kami melakukan pendekatan- pendekatan pada siswa itu sendiri. Sehingga siswa tersebut merasa kalau kami merupakan panutan atau contoh. Tidak lupa kami selalu menjalin komunikasi dengan siswa tersebut. Agar kami mendapatkan dukungan serta kepercayaan dari orang tua siswa. Jadi jika ada siswa yang bermasalah kami dengan mudah menyelesaikannya. Interviewer : Dra. Mulyasri Jabatan : Guru BP/BK Waktu wawancara : Jum’at, 14 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Kenakalan siswa seperti apa yang terjadi di Sekolah ini?

  2. Faktor apa saja yang menyebabkan kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Apa saja faktor penghambat dalam melakukan bimbingan konseling?

  4. Apa yang anda lakukan untuk memotivasi siswa?

  5. Seberapa efektifkah Komunikasi Antar pribadi Guru BK dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  Hasil Jawaban :

  1. Berbicara kenakalan siswa, tentunya kenakalan tersebut terbagi beberapa macam seperti pelanggaran tata tertib sekolah, yakni terjadinya senioritas antara siswa yang mengakibatkan terjadinya pemalakan uang terhadap siswa juniornya.

  2. Faktor penyebabnya pun bermacam-macam ada yang hanya sekedar iseng karena ingin mendapatkan perhatian lebih dari gurunya. Selain itu ketidaktahuan siswa juga menjadi faktor penyebab kenakalan siswa.

  3. Setiap melakukan bimbingan konseling ada saja faktor penghambatnya.

  Sebut saja kurangnya dukungan siswa dan orang tua dalam memberikan data-data yang konkrit, yang tentu saja merupakan sebuah tantangan bagi para guru BP/BK dalam melaksanakan bimbingan.

  4. Banyak cara untuk melakukan motivasi terhadap siswa, namun setiap guru malakukannya berbeda. Seperti saya, dalam melakukan awal bimbingan saya selalu bertanya kepada siswa. Apa yang diinginkan siswa disekolah ini, bila sudah ayo kita tetapkan tujuan akhirnya sehingga siswa tersebut mencapai tujuan akhirnya dengan sempurna, tentunya didukung pula oleh para siswa yang bersangkutan.

  5. Sangat baik dan efektif karena setiap siswa yang memiliki masalah entah itu nilainya turun atau dikelas dia selalu melamun. Guru BP disini selalu sigap dan cepat sehingga saya selaku guru BP langsung melakukan panggilan untuk malakukan konseling. Selain itu guru-guru mata pelajaran umum juga langsung melapor bila ada hal-hal yang ganjil sehingga komunikasi yang terjalin diantara guru juga baik. Interviewer : Ferryanda Muhamad Kelas : XI IPA 3 Waktu wawancara : Jum’at, 18 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Apa yang anda ketahui tentang Bimbingan Konseling (BK) ?

  2. Apa yang guru lakukan untuk memotivasi siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Bagaimana cara penyampaian bimbingan konseling di Sekolah ini?

  4. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah bimbingan konseling?

  5. Menurut anda, Siapakah yang paling berperan dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  6. Seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi Guru dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah ini? Jelaskan?

  Hasil Jawaban :

  1. Bimbingan yang diarahkan dari guru BP/BK, dan membicarakan tentang masalah yang ada disekolah maupun diluar sekolah, dan juga sebagai pelajaran mengenal diri kita sendiri.

  2. Guru lebih melakukan motivasi dan memberikan nasehat agar tidak melakukan hal tersebut. Jika tetap melanggar akan dilakukan tindakan hukuman terhadap siswanya.

  3. Penyampaiannya dengan cara diskusi secara aktif.

  4. Lebih mendapatkan motivasi dalam belajar dan sadar akan kesalahan diri sendiri.

  5. Siswa sekolah, karena kalau siswanya sudah sadar dan tidak mau melakukan tindak kenakalan, maka sekolah itu akan lebih terbebas dari kenakalan, dan pengawasan dilakukan oleh guru dan semua masyarakat yang ada disekolah.

  6. Efektif karena guru menyadarkan bahwa perilaku tersebut kurang baik dan akibatnya dari perilaku tersebut, dan akhirnya siswa pun sadar dan tidak mau melakukan perilaku tersebut.

  Interviewer (Ferryanda Muhamad) Interviewer : Ilham Mohammad Rasyid Kelas : XI IPS 3 Waktu wawancara : Jum’at, 18 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Apa yang anda ketahui tentang Bimbingan Konseling (BK) ?

  2. Apa yang guru lakukan untuk memotivasi siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Bagaimana cara penyampaian bimbingan konseling di Sekolah ini?

  4. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah bimbingan konseling?

  5. Menurut anda, Siapakah yang paling berperan dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  6. Seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi Guru dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah ini? Jelaskan?

  Hasil Jawaban :

  1. Tempat untuk aspirasi murid, tempat untuk sharing baik tentang diri sendiri atau orang lain.

  2. Membuat kegiatan sekolah seperti cup-cup. Karena selain meningkatkan kreatifitas anak juga mempererat tali silahturahmi dengan sekolah lain.

  3. Menurut saya, penyampaian BK di SMA 74 cukup baik. Cuma kurang ada kehidupan saat interaksi. Jadi cuma sendiri saja interaksinya.

  4. Dapat menemukan jati diri, mau jadi apa nanti, bagaimana cara belajar yang baik.

  5. Lingkungannya, apabila sekolah bagus, fasilitas lengkap, intrakurikuler atau ekstrakurikuler berprestasi. Maka dengan adanya semua itu murid tidak lagi melakukan tindak kenakalan.

  6. Kurang efektif, Karena pada dasarnya guru hanya suka menasehati selayaknya diri sendirinya paling benar. Maka siswapun hanya mendengarkan masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Untuk itu seharusnya para guru juga introspeksi bukan siswa saja yang selalu dinasehati.

  Interviewer (Ilham Mohammad Rasyid) Interviewer : Maya Nirmala Kelas : XI IPA 3 Waktu wawancara : Jum’at, 18 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Apa yang anda ketahui tentang Bimbingan Konseling (BK) ?

  2. Apa yang guru lakukan untuk memotivasi siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Bagaimana cara penyampaian bimbingan konseling di Sekolah ini?

  4. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah bimbingan konseling?

  5. Menurut anda, Siapakah yang paling berperan dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  6. Seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi Guru dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah ini? Jelaskan?

  Hasil Jawaban :

  1. Bimbingan konseling merupakan pelajaran yang sifatnya lebih banyak untuk membimbing siswa, karena pergaulan disekolah juga mempengaruhi kepribadian siswa, agar siswa memiliki kepribadian yang baik, maka dibutuhkan bimbingan dari guru.

  2. Memberi penyuluhan dan bimbingan setiap pertemuan dikelas. Memanggil siswa-siswa yang bermasalah disekolah untuk ditangani lebih lanjut.

  3. Melalui pertemuan dikelas setiap 1 jam dalam seminggu.

  4. Membentuk kepribadian (BK sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian anak sekolah). Megetahui atau dapat membedakan hal-hal yang buruk dan hal-hal yang baik.

  5. Guru BP/BK dan Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan.

  6. Cukup efektif, dengan pertemuan setiap seminggu sekali didalam kelas guru BP/BK dapat lebih mudah memperhatikan siswa-siswa yang bermasalah bisa cepat ditangani.

  Interviewer (Maya Nirmala) Interviewer : Padma Shara Kelas : XI IPA 3 Waktu wawancara : Jum’at, 19 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Apa yang anda ketahui tentang Bimbingan Konseling (BK) ?

  2. Apa yang guru lakukan untuk memotivasi siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Bagaimana cara penyampaian bimbingan konseling di Sekolah ini?

  4. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah bimbingan konseling?

  5. Menurut anda, Siapakah yang paling berperan dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  6. Seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi Guru dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah ini? Jelaskan?

  Hasil Jawaban :

  1. Bimbingan konseling merupakan proses pembelajaran atas pengenalan diri dan pelatihan mental serta pembentukan diri disekolah.

  2. Memberikan penjelasan tentang tindakan kenakalan itu sendiri serta memberitahu akibat yang ditimbulkan dari kelakuan tersebut.

  3. Dengan cara pemberian materi kedalam kelas tentang pembelajaran bimbingan konseling.

  4. Saya lebih mengenal siapa diri kita, kelebihan apa yang kita miliki serta bagaimana pengembangan kedepan atas kelebihan tersebut.

  5. Mungkin yang mengatur adalah tata tertib namun yang menegaskan adalah guru BP/BK sekolah itu. Akan tetapi menurut saya semua kembali pada pengendalian diri kita sendiri.

  6. Cukup efektif karena dengan komunikasi yang baik akan membantu dalam mengendalikan siswa yang berbuat kenakalan.

  Interviewer (Padma Shara) Interviewer : Agraputra Awali Kelas : XI IPA 3 Waktu wawancara : Jum’at, 19 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Apa yang anda ketahui tentang Bimbingan Konseling (BK) ?

  2. Apa yang guru lakukan untuk memotivasi siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Bagaimana cara penyampaian bimbingan konseling di Sekolah ini?

  4. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah bimbingan konseling?

  5. Menurut anda, Siapakah yang paling berperan dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  6. Seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi Guru dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah ini? Jelaskan?

  Hasil Jawaban :

  1. BK adalah aktivitas yang dilakukan antara guru dengan murid-murid yang membahas tentang hal-hal yang ada disekitar kita. Misalnya pergaulan, kenakalan remaja, dan lain-lain. Jadi, BK juga bisa menjadi sarana curhat dan menjadi sarana pemotivasi.

  2. Guru memberikan penyuluhan tentang kenakalan siswa, lalu guru juga memberi gambaran akibat dari kenakalan siswa tersebut. Guru juga memberi masukan untuk melakukan kenakala siswa.

  3. Guru BK ada dalam pelajaran. Jadi, guru BK akan masuk kedalam kelas.

  Selain itu, kita juga bisa ke ruang BK untuk mengatasi masalah yang kita miliki sendiri.

  4. Saya lebih termotivasi untuk melangkah lebih maju, semua masalah belajar dapat teratasi.

  5. Menurut saya yang paling berperan adalah siswa itu sendiri.

  6. Dalam hal komunikasinya sangat efektif, tapi dalam penerapannya kurang efektif. Karena banyak sekali siswa yang sudah berkomunikasi dengan guru masih saja melakukan kenakalan siswa.

  Interviewer (Agraputra Awali) Interviewer : M. Anang Mulia Kelas : XI IPA 3 Waktu wawancara : Jum’at, 20 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Apa yang anda ketahui tentang Bimbingan Konseling (BK) ?

  2. Apa yang guru lakukan untuk memotivasi siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Bagaimana cara penyampaian bimbingan konseling di Sekolah ini?

  4. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah bimbingan konseling?

  5. Menurut anda, Siapakah yang paling berperan dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  6. Seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi Guru dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah ini? Jelaskan?

  Hasil Jawaban :

  1. Bimbingan konseling adalah suatu kegiatan disekolah yang bukan termasuk kurikulum tapi adalah kegiatan sekolah yang bertujuan mengarahkan siswa kepada suatu tujuan yang sebenarnya ingin dicapai dan tempat konsultasi diri kepada guru.

  2. Guru disekolah ini melakukan tindakan dari motivasi siswa dengan mengarahkan kita ketujuan yang kita capai dimasa depan dengan cita-cita kita apakah ingin sungguh-sungguh belajar untuk mendapatkan suatu yang baik nantinya.

  3. Penyampaiannya dengan cara langsung dan menyuruh kita untuk mampu berbuat seperti diri kita yang diiginkan.

  4. Manfaatnya lebih megingatkan kita pada sesuatu yang kita capai nantinya, Karena bimbingan konseling itu biasanya selalu mengarahkan kita pada hal yang baik.

  5. Disamping guru bimbingan konseling yang bisa berperan mengurangi tingkat kenakalan adalah teman sendiri. Karena pengaruh itu datangnya kebanyakan dari teman dan teman yang baik juga yang bisa ikut merubahnya.

  6. Komunikasi antar pribadi guru dan siswa sudah cukup baik, tapi karena siswa banyak yang masih selalu ingin senang dan sesukanya hal itu sedikit sekali efektifnya.

  Interviewer (M. Anang Mulia) Interviewer : Amanta Assiria Kelas : XI IPA 3 Waktu wawancara : Jum’at, 20 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Apa yang anda ketahui tentang Bimbingan Konseling (BK) ?

  2. Apa yang guru lakukan untuk memotivasi siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Bagaimana cara penyampaian bimbingan konseling di Sekolah ini?

  4. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah bimbingan konseling?

  5. Menurut anda, Siapakah yang paling berperan dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  6. Seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi Guru dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah ini? Jelaskan?

  Hasil Jawaban :

  1. BK itu tempatnya siswa-siswi untuk berbagi, keterbukaan sifat atau sikap diri kita masing-masing atau tempat kita mengontrol diri kita beradaptasi dilingkungan kita.

  2. Guru melakukan shared face to face pada siswa atau siswi menasihati atau menegur anak tersebut secara baik dan membantu siswa atau siswi untuk mengontrol diri.

  3. Baik, secara privasi tidak terbuka dan individu.

  4. Kita bisa melihat keadaan lingkungan sekitar kita pada diri sendiri dan bisa mengetahui kita itu siapa dan dapat merubah sifat atau sikap kita yang sedang dalam masa pubertas kedewasa.

  5. Menurut saya semua pihak sangat besar peranannya. Karena dibutuhkan kesadaran masing-masing pihak, bila siswa tidak nakal maka gurupun tidak perlu pusing.

  6. Lumayan efektif, karena saya masih bisa melihat banyak sekali teman- teman yang sikap atau sifatnya masih belum dewasa atau belum seimbang, termasuk saya.

  Interviewer (Amanta Assiria) Interviewer : Andra Remon Kelas : XI IPA 2 Waktu wawancara : Jum’at, 20 Agustus 2010 Tempat wawancara : SMA-N 74 Jakarta

  Pertanyaan

  1. Apa yang anda ketahui tentang Bimbingan Konseling (BK) ?

  2. Apa yang guru lakukan untuk memotivasi siswa agar tidak melakukan tindak kenakalan siswa di Sekolah ini?

  3. Bagaimana cara penyampaian bimbingan konseling di Sekolah ini?

  4. Manfaat apa yang anda dapatkan setelah bimbingan konseling?

  5. Menurut anda, Siapakah yang paling berperan dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di Sekolah ini?

  6. Seberapa efektifkah komunikasi antar pribadi Guru dan Siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa disekolah ini? Jelaskan?

  Hasil Jawaban :

  1. Yang saya ketahui bimbingan konseling adalah suatu perantara yang sekaligus sebagai pembimbing dan pendidik disekolah. Disini kita dapat mengeluarkan pendapat, curahan hati, dan sebagainya. Tentang masalah hidup yang dialami sekolah maupun dilingkungan yang lain.

  2. Harusnya mengarahkan dan memberi wejangan sehingga siswa mengerti akan tindakannya yang salah dan merugikan dirinya sendiri.

  3. Menurut saya penyampaian BK di 74 sangat bagus, disini para pembimbingnya mau mengerti tentang masalah yang dihadapi siswa- siswanya. Para pembimbingnya sangat terbuka untuk mendengarkan apa yang dialami oleh siswanya.

  4. Dapat menghadapi masalah yang dialami dengan pengatasan masalah yang benar.

  5. Salah satunya adalah bimbingan konseling, disini anak dapat berkonsultasi akan masalah yang menyebabkan kenakalan disekolah.

  6. Sangat efektif, Karena dengan adanya komunikasi yang baik antara pribadi guru dan siswa dapat saling mengerti apa yang diinginkan siswa dan diinginkan guru.

  Interviewer (Andra Remon) No. Nama Bidang Studi

  1. Drs. H. Arphan Lubis Agama Islam

  31. Dra. Nur Indah Wahyuningsih Fisika

  24. Dra. Hj. Emmy Laksmi Matematika

  25. Ismawilis, S.Pd Matematika

  26. Gita Narita, S.Pd Matematika

  27. Syamhudi, S.Pd Matematika

  28. Drs. Slamet Wibowo Matematika

  29. Drs. Sriyono Fisika

  30. Lailani, S.Pd Fisika

  32. Dra. Anneke Makapele Biologi

  22. Rakhman Kurnia T Pendidikan Jasmani

  33. Dra. Nurwendah Biologi

  34. Dra. Hirziah Biologi

  35. Dra. Tati Rahayu Kimia

  36. Wahyuni, S.Pd Kimia

  37. Debbi Cakradirana, S.Pd Kimia

  38. Nurmala, S.Pd Kimia

  39. Dra. Hj. Rosmiati Effendi Kimia

  23. Dra. Misriati Matematika

  21. Sigit Nuryadin, S.Pd Pendidikan Jasmani

  2. Drs. H. Dhabas Rahmat M.Pd Agama Islam

  10. Elly Purwanty, S.Pd Bahasa Indonesia

  3. M. Makhrus, S.Ag Agama Islam

  4. Dra. Hj. Gusneli Agama Islam

  5. Dra. Malem Ukur Agama Kristen

  6. Dra. Hj. Sri Untari Pkn

  7. Dra. Sarmaini Pkn

  8. Dra. Darsono Bahasa Indonesia

  9. Agus Yuliono S.Pd Bahasa Indonesia

  11. Widayanti, S.Pd Bahasa Indonesia

  20. Drs. Warno Ekariyanto Pendidikan Jasmani

  12. Hj. Nurbaiti Sejarah

  13. W. Handoyo, S.pd Sejarah

  14. Hj. Alimah Aminah Alfa Bahasa Inggris

  15. Dra. Heri Sulistiawati Bahasa Inggris

  16. Hj. Farida Hanum Bahasa Inggris

  17. Uung Ulfah, S.Pd Bahasa Inggris

  18. Innaka S.Pd Bahasa Inggris

  19. Yeyet Umwati Bahasa Inggris

  40. Nurpaja Simangungsong Ekonomi

  43. Kasmadi, S.Pd Ekonomi

  54. Rostati Tarihoran Bimbingan Konseling

  62. Dra. Endang Sumajanti Bahasa Jerman

  61. Retno Susilowati, S.Pd Bahasa Jepang

  60. Retno Utari Bahasa Jepang

  H. Muslim Khasani, S.pd TIK

  58. Basuki, S.Pd TIK 59.

  57. Drs. Slamet Wibowo TIK

  56. Dra. Wahyu Murdiana Bimbingan Konseling

  55. Dra. Sari Krisantini Bimbingan Konseling

  53. Dra. Mulyasri Bimbingan Konseling

  44. Dra Sunarsih Ekonomi

  52. Siti Aisyah Bimbingan Konseling

  51. Dewi Sri Kusumawardhani, S.Pd Seni Rupa

  50. Renoldy Sidiki, S.Pd Seni Rupa

  49. Drs. Jajuli Seni Rupa

  48. Dra. Vivi Hafidzah Sosiologi

  47. Eny Suryani, S.Pd Sosiologi

  46. Abdul Manan, S.Pd Geografi

  45. Dra. R. Erirahmayanis Geografi

  63. Mr. Amick Pringadi, M.Eng English Proramme

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Komunikasi antara guru dan siswa dalam mengurangi tingkat kenakalan siswa di SMAN 74 Jakarta
2
9
91
Hubungan antara persepsi siswa tentang kineja guru dengan prestasi belajar siswa : survai di SMP Negeri I Bojongpicung-Cianjur
0
8
84
Hubungan antara tingkat kreativitas berfikir siswa dengan prestasi belajar matematika siswa MTsN 12 Jakarta
0
5
138
Strategi pembelajaran guru PAI dalam memotivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyyah Nur-Attaqwa Kelapa Gading Jakarta Utara
0
3
114
Hubungan antara persepsi tentang Kopentensi Profesional guru Agama dengan prestasi belajar siswa sekolah lanjutan tingkat pertama darul Izza Jakarta Barat
0
3
71
Korelasi antara profesionalisme guru dengan kualitas hasil belajar siswa bidang studi Fiqh di MTsN 3 Pondok Pinang Jakarta Selatan
0
8
81
Komunikasi orang tua dengan guru dalam membangun kemadirian siswa di TK Bait Qur'an at-tafkir Ciputat-Tangerang
2
47
97
Peran perpustakaan sekolah dalam meningkatkan minat dan kebiasaan membaca siswa di SMAN 70 Jakarta
0
26
85
Peranan guru agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa di SMPN 31 Kebayoran Lama Jakarta Selatan
1
5
79
Peranan guru agama islam dalam pembinaan siswa di SMPN 31 Kebayoran Lama Jakarta Selatan
0
6
81
Pengaruh profesionalitas guru agama terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa : studi kasus siswa SMAN 10 Bekasi
0
20
108
Hubungan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan prestasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Cengkareng Timur Jakarta Barat
0
6
110
Perbedaan motivasi berwirausaha antara siswa SMA dan SMK di Jakarta Timur
0
3
90
Komunikasi antarpribadi antara guru dan murid dalam memotivasi belajar di Sekolah Dasar Annajah Jakarta
15
86
92
Peran guru PAI dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMAN-1 Muara Lahei Kabupaten Barito Utara - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
94
Show more