PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Gratis

22
203
82
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh Ranti Febriani Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah TP 2012/2013. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, adapun teknik analisa data menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013. Pengaruh hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam lingkungan sekolah berada pada kategori sangat kuat. Hal ini berarti semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan maka semakin tinggi pula tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam lingkungan sekolahnya. Kata Kunci: Hasil belajar, Pendidikan Kewarganegaraan, dan nilai karakter PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Oleh: RANTI FEBRIANI Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Program Studi PPKN Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (Skripsi) Oleh: RANTI FEBRIANI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 Judul Skripsi : Nama Mahasiswa : Ranti Febriani No. Pokok Mahasiswa : 0913032063 Jurusan : Pendidikan IPS Program Studi : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013. MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing Pembimbing I, Pembimbing II, Drs. Holilulloh, M.Si NIP 19610711 198703 1 003 M. Mona Adha, S.Pd, M.Pd NIP 19791117 200501 1 002 2. Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan IPS, Ketua Program Studi PPKn, Drs. Hi. Buchori Asyik, M.Si NIP 19560108 198503 1 002 Drs. Holilulloh, M.Si NIP 19610711 198703 1 003 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Ketua : Drs. Holilulloh, M.Si .…………..…… Sekretaris : M. Mona Adha, S.Pd, M.Pd …..…………...... Penguji Bukan Pembimbing : Dr. Irawan Suntoro, M.S 2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si. NIP 19600315 198503 1 003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi: 24 April 2013 ……………….… Motto “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun ” (Q.S. Al-Baqarah: 263) “Kemenangan yang seindah–indahnya dan sesukar–sukarnya yang boleh direbut oleh manusia ialah menundukkan diri sendiri (Ibu Kartini ) “Gemilangnya kesuksesan yang diraih seseorang tak pernah lepas dari do’a dan harapan orang-orang disekitarnya terutama kedua orang tuanya” (Ranti Febriani) PERSEMBAHAN Haturan rasa syukur atas rahmat, nikmat, dan hidayah Allah SWT, Tuhan semua makhluk ciptaan-Nya, ku persembahkan karya kecil ini sebagai wujud baktiku dan kasih sayangku kepada: Ayah & Almh. Emak tercinta Yang selalu memberikan untaian do’a dalam setiap sujud dan harapan di setiap langakah perjuangan demi tercapainya sebuah citaku, semoga untaian do’a dan harapan disetiap langkah perjuangan tersebut menghantarkan anandamu menjadi pribadi yang diharapakan. Kakak & Adik tersayang Yang senantiasa memberi motivasi dalam setiap langkahku dan sejuta do’a untuk keberhasilanku, semoga setiap motivasi dan do’a tersebut menjadikan diri ini bermanfaat untuk keluarga, agama, nusa dan bangsa. Almamater tercinta RIWAYAT HIDUP Peneliti dilahirkan di Desa Binjai Kecamatan Lemong Kabupaten Lampung Barat yang sekarang sudah pemekaran menjadi Kabupaten Pesisir Barat pada tanggal 14 Februari 1991. Peneliti merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan Bapak Daseni dan Almh. Ibu Nilam Jauhari. Pendidikan formal yang pernah ditempuh, Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Pugung Penengahan Kecamatan Lemong Kabupaten Lampung Barat yang diselesaikan pada tahun 2003 berijazah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Lemong Kabupaten Lampung Barat diselesaikan pada tahun 2006 berijazah, Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Lemong Kabupaten Lampung Barat yang di selesaikan pada tahun 2009 berijazah. Pada tahun 2009, peneliti diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung pada Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan melalui jalur SNMPTN. Skripsi ini adalah salah satu batu loncatan bagi peneliti untuk segera menamatkan pendidikannya pada jenjang S1. SANWACANA Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Tingkat Aplikasi Nilai Karakter Siswa Kelas XI Dalam Lingkungan Sekolah Di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Di dalam penulisan ini, penulis banyak mengalami kesulitan hingga menuju tahap penyelesaian. Berkat bimbingan, saran serta bantuan baik moral maupun spiritual serta arahan dan motivasi dari berbagai pihak, segala kesulitan yang ada dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Holilulloh, M.Si selaku Ketua Program Studi PPKn sekaligus Pembimbing I, Bapak M. Mona Adha, S.Pd, M.Pd selaku Pembimbing II, terima kasih atas pengarahan dan bimbingan kepada penulis. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada : 1. Bapak Dr. Hi Bujang Rahman, M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 2. Bapak Dr. M. Thoha B.S. Jaya, M.S. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 3. Bapak Drs. Arwin Achmad, M.Si. selaku Pembantu Dekan II Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 4. Bapak Drs. Hi Iskandar Syah, M.H. selaku Pembantu Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 5. Bapak Drs. Hi Buchori Asyik, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. 6. Bapak Dr. Irawan Suntoro, M.S. selaku Pembahas I yang telah memberikan saran dan masukan kepada penulis. 7. Bapak Hermi Yanzi, S.Pd, M.Pd. selaku Pembahas II yang telah memberikan saran dan masukan kepada penulis. 8. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung, khususnya Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan. 9. Kepala SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah yang telah memberi izin penelitian, Bapak Edy Saptono, S.Pd dan Bapak Drs. I Wayan Putra selaku Guru Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI yang telah memberikan segala bantuan kepada penulis. 10. Teristimewa untuk kedua orang tuaku tercinta, Bapak Daseni dan Almh. Ibu Nilam Jauhari yang selalu memberikan untaian do’a dalam setiap sujud dan harapan di setiap langkah perjuangan tiada tara demi tercapainya sebuah impian dan citaku. 11. Kakak-kakakku, Cuwo Ninda, Udo Lukhy, Cengah Devi, dan adikku Rojulan Siddik yang selalu kusayangi sampai akhir menutup mata. 12. Keluarga besarku yang selalu menantikan gemilangnya keberhasilanku. 13. Sahabat-sahabat terbaikku: Evvi Ari Widyawati, Azkiya Maisari, Reni Setiawati, dan Meirindi, yang selalu memberikan untaian do’a, motivasi dan semangat untuk meyelesaikan skripsi ini. 14. Keluarga besar SMAN 1 Way Jepara dan rekan-rekan PPL SMAN 1 Way Jepara: Wahyu Cahya, Ria, Dian Jeplia, Tri Epri, Bassma, Era Oktariani, Rezqi, Sandi B.M, Andalan dan Nanang yang selalu memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 15. Teman-teman PPKn angkatan 2009 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih untuk kebersamaan kita selama ini dalam canda dan tawa yang menjadikan hari-hari lebih berwarna dan istimewa. 16. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu sehingga penulisan skripsi ini dapat selesai. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi penulis berharap semoga skripsi yang sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin. Bandar Lampung, Penulis Ranti Febriani April 2013 SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini, adalah: Nama NPM Prodi/ Jurusan Fakultas Alamat : Ranti Febriani : 0913032063 : PPKn/ Pendidikan IPS : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung : Perum Glora Persada Blok D.20 Rajabasa Raya Bandar Lampung Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka. Bandar Lampung, Ranti Febriani NPM 0913032063 yang pernah tinggi, dan yang pernah diacu dalam April 2013 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan karakter merupakan suatu upaya penanaman nilai-nilai karakter kepada generasi penerus bangsa yang berakar pada nilai karakter dari budaya bangsa dan nilai karakter dari agama.Pendidikan karakter ini adalah salah satu alternatif untuk membangun karakter generasi penerus bangsa. Pendidikan karakter harus diberikan kepada seluruh generasi penerus bangsa dengan cara penanaman nilai-nilai karakter bangsa. Nilai-nilai karakter bangsa dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan untuk siswa tingkat sekolah menengah atas adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komuniktif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggungjawab. Nilai-nilai karakter yang tertanam dalam diri siswa tersebut dapat mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2 Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter sesuai dengan amanat Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pendidikan kewarganegaraan yang bersifat sosial dan mengandung norma-norma kesopanan perlu dikembangkan dan dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembelajaran nilai-nilai karakter yang diintegrasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaran tidak hanya terfokus pada tataran kognitif saja, tetapi terwujud dalam pengamalan nyata siswa di kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan sekolah. Pada dasarnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi sebagai wahana untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter serta setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak berdasarkan pandangan hidup bangsa indonesia yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Tujuan dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk memberikan berbagai kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sebagai kemampuannya. Kompetensi-kompetensi tersebut tercantum dalam Standar Isi Pendidikan Kewarganegaraan yang meliputi (1) berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan; (2) berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab, dan bertindak secara 3 cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; (3) berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya; (4) berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini akan tercapai apabila siswa-siswa telah memiliki kompetensi-kompetensi yang diberikan guru Pendidikan Kewarganegaraan dan mampu memperoleh hasil belajar yang baik. Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah mengalami pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang ditunjukkan dalam bentuk prestasi nilai tertentu yang tampak pada perubahan tingkah laku siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah. Idealnya hasil belajar siswa dapat diperoleh dari sejumlah aktivitas pembelajaran yang ia ikuti dan disajikan guru yang melibatkan aspek kognitif maupun afektifnya. Hasil belajar yang diperoleh siswa juga merupakan suatu tolak ukur atas keberhasilan atau ketidakberhasilan siswa dalam menguasai dan memahami materi pelajaran setelah melalui proses pembelajaran. Hasil belajar siswa ini dapat mempengaruhi perubahan perilaku siswa karena dalam setiap ranah pendidikan terdapat unsur-unsur yang dihasilkan. Khusus dalam ranah kognitif, unsur yang dihasilkan melalui pendidikan adalah meningkatnya pemahaman keilmuan sesuai dengan bidang yang telah dipelajari. 4 Hakikatnya hasil belajar itu memiliki beberapa ciri tentang hasil belajar yang baik. Oleh karena itu, hasil belajar yang diperoleh siswa harus dapat menunjukkan ciri dari hasil belajar yang baik agar hasil belajar tersebut tidak hanya terfokus pada ranah kognitif saja, tetapi teraplikasikan dalam kehidupan nyata siswa sehari-hari terutama dalam lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah didapat data tentang hasil belajar siswa yang bervariasi, ada yang sudah mencapai standar ketuntasan minimal dan ada yang belum mencapai standar ketuntasan minimal. Standar ketuntasan minimal untuk kelas XI adalah 73. Berikut data tentang hasil ujian tengah semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013. Tabel 1. Hasil Ujian Tengah Semester Ganjil Kelas XI SMA Negeri 1 Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013. Kelas Rentang nilai XI IPA 1 XI IPA 2 XI IPA 3 XI IPA 4 XI IPS 1 XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Jumlah siswa Persentase ≥ 90 8 3 2 6 0 0 7 1 27 80-89 20 11 20 16 3 2 8 3 83 70-79 1 10 6 8 4 5 5 11 50 60-69 0 5 1 0 4 12 4 5 31 50-59 0 1 0 0 16 8 3 9 37 < 50 0 0 0 0 3 3 0 0 6 Jumlah 29 30 29 30 30 30 27 29 234 Sumber : Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMA Negeri 1 Seputih Banyak Berdasarkan tabel 1 di atas dapat dijelaskan bahwa hasil belajar dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diperoleh siswa kelas XI untuk kelas XI IPA dan kelas XI IPS sangat beragam. Hasil belajar siswa dapat 11,54 35,47 21,37 13,25 15,81 2,56 100 5 dilihat dari rentang nilai yang dimulai dari nilai < 50, 50-59, 60-69, 70-79, 8089, ≥ 90. Hasil belajar yang paling banyak diperoleh siswa adalah rentang nilai 80-89 yakni 83 siswa dengan persentase sebesar 35,47 % yang terdiri dari 20 siswa kelas XI IPA 1, 11 siswa kelas XI IPA 2, 20 siswa kelas XI IPA 3, 16 siswa kelas XI IPA 4, 3 siswa kelas XI IPS 1, 2 siswa kelas XI IPS 2, 8 siswa kelas XI IPS 3, dan 3 siswa kelas XI IPS 4. Sedangkan untuk hasil belajar yang paling sedikit diperoleh siswa adalah rentang nilai < 50 dengan persentase sebesar 2, 56 % dan berjumlah 6 siswa yakni 3 siswa dari kelas XI IPS 1 dan 3 siswa dari kelas XI IPS 2. Selanjutnya, guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan khususnya kelas XI IPA dan XI IPS juga mengungkapkan bahwa siswa-siswa yang mempunyai hasil belajar yang baik, mayoritas karakter atau perilaku siswasiswa tersebut mencerminkan karakter siswa yang baik sesuai dengan nilainilai karakter bangsa. Pada saat pelaksanaan Ulangan Harian ataupun Ujian Tengah Semester, siswasiswa yang memperoleh hasil belajar tinggi menunjukkan nilai karakter jujur, percaya diri, kerja keras dan disiplin. Begitupula sebaliknya, siswa-siswa yang memperoleh hasil belajar rendah atau dibawah standar ketuntasan minimal lebih banyak mencerminkan karakter siswa yang kurang baik bahkan tidak mengaplikasikan nilai-nilai karakter bangsa seperti nilai karakter jujur. Nilai karakter jujur tidak diaplikasikan karena siswa berusaha mencari contekan melalui alat komunikasi (handphone) atau mencontek dengan teman yang 6 posisi duduknya berada di depan, di samping kiri dan di samping kanan ataupun dengan teman yang duduk di belakang siswa tersebut. Menurut guru Pendidikan Kewarganegaraandi SMA Negeri 1 Seputih Banyak Lampung Tengah, siswa-siswa yang belum mengaplikasikan nilai-nilai karakter bangsa dalam lingkungan sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus atau perhatian yang lebih agar siswa tersebut merasa diperhatikan dan lebih giat lagi untuk menyesuaikan perilaku atau karakter dirinya sesuai dengan nilai-nilai karakter bangsa dan akhirnya memiliki karakter yang baik seperti siswa-siswa yang lainnya. Selain dalam mata pelajaran, nilai-nilai karakter bangsa juga dapat diintegrasikan dalam program pengembangan diri dan budaya sekolah. Di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Lampung Tengah, berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa nilai-nilai karakter bangsa diintegrasikan dalam program pengembangan diri yang dilakukan melalui kegiatan rutin sekolah seperti upacara bendera setiap hari senin, sholat bersama/ibadah bersama bagi yang beragama Islam pada saat sholat dzuhur, berdo’a waktu mulai dan berakhirnya pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan, atau teman. Akan tetapi dalam pelaksanaan kegiatan rutin tersebut masih banyak siswa yang belum mengaplikasikan nilai-nilai karakter pada saat kegiatan rutin itu berlangsung. Contoh untuk aplikasi nilai karakter cinta tanah air yakni pada saat upacara bendera setiap hari senin, masih banyak siswa-siswa yang terlambat dan tidak mengikuti upacara bendera. Siswa-siswa yang terlambat dan tidak mengikuti 7 upacara bendera diberi sanksi berupa point dan diberikan waktu khusus untuk upacara sendiri serta bersih-bersih lingkungan sekolah. Siswa-siswa yang terlambat telah mencerminkan rendahnya nilai karakter disiplin siswa. Siswa yang tidak mengikuti upacara peringatan hari-hari besar nasional seperti peringatan hari pendidikan nasional juga dikenakan sanksi berupa pengembangan kreativitas yakni membuat sapu. Aplikasi dari nilai karakter religius oleh siswa dapat dilihat dari pelaksanan sholat bersama bagi yang beragama Islam pada saat sholat dzuhur, berdo’a waktu mulai dan berakhirnya pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan yang lain di sekolah, dan teman. Faktanya, masih ada siswa yang tidak mengikuti sholat bersama pada waktu dzuhur padahal agama siswa yang tidak mengikuti sholat bersama tersebut adalah Islam dan jadwal sholat bersama juga sudah ada. Selanjutnya, dalam pengucapan salam jika bertemu guru, tenaga kependidikan yang lain seperti staff Tata Usaha, dan teman juga belum membudaya. Siswa akan mengucap salam atau menyapa hanya dengan guru, tenaga kependidikan, dan teman yang mereka kenal. Pengintegrasian nilai karakter dapat dilihat dalam budaya sekolah yang ada di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Lampung Tengah seperti guru menunggu siswa datang di pintu gerbang sekolah. Nilai karakter yang dikembangkan dalam kebiasaan ini adalah nilai karakter kedisiplinan. Akan tetapi, budaya sekolah melalui pelaksanaan kegiatan tersebut belum membudaya bagi seluruh warga sekolah. Hal ini dikarenakan pada saat penyambutan kedatangan siswa ke sekolah, guru yang menunggu di depan pintu gerbang hanya beberapa guru 8 saja, biasanya lebih diutamakan pada guru yang piket berdasarkan hari yang bersangkutan. Alangkah baiknya jika sebagian besar guru ikut menyambut kedatangan siswa di depan pintu gerbang agar siswa senantiasa termotivasi semangat belajarnya dan membudaya dalam diri siswa nilai karakter disiplinnya. Sejalan fakta yang ada, terdapat alasan mengapa siswa banyak yang belum mengaplikasikan nilai karakter bangsa dalam lingkungan sekolah padahal nilai karakter bangsa tersebut telah diintegrasikan dalam setiap pembelajaran khususnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan beberapa siswa kelas XI diketahui alasan atau faktor penyebab mengapa siswa kelas XI baik kelas XI IPA maupun kelas XI IPS SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah banyak yang belum mengaplikasikan nilai karakter bangsa dalam lingkungan sekolah, hal tersebut dikarenakan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih terfokus pada tataran kognitif atau belum terwujud dalam pengamalan nyata siswa terutama di lingkungan sekolah, kurangnya peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam penanaman nilai-nilai karakter bangsa, kurangnya pemahaman dan kesadaran siswa dalam pengaplikasian nilai-nilai karakter bangsa di lingkungan sekolah, kurangnya keteladanan guru, dan tenaga kependidikan dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik kepada siswa di sekolah. 9 Salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan pengaplikasian nilai karakter bangsa oleh siswa dalam lingkungan sekolah adalah dengan peningkatan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran siswa untuk mengaplikasikan nilai karakter bangsa di lingkungan sekolah melalui penyisihan waktu minimal lima sampai lima belas menit pertama dalam mengajar digunakan khusus untuk penanaman nilai-nilai karakter bangsa oleh guru khususnya guru Pendidikan Kewarganegaraan kepada siswa di kelas pada saat pembelajaran dengan harapan hasil belajar siswa tidak hanya terfokus pada ranah kognitif tetapi terwujud dalam pengamalan nyata siswa di kehidupan sehari-harinya terutama di lingkungan sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti secara lebih mendalam ke bentuk tulisan ilmiah (skripsi) mengenai pengaruh hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan tersebut, maka permasalahan penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter dalam lingkungan sekolah. 2. Peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada siswa pada saat pembelajaran di kelas. 10 3. Pemahaman dan kesadaran siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai karakter bangsa dalam lingkungan sekolah. 4. Keteladanan guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik kepada siswa dalam lingkungan sekolah. 1.3 Pembatasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah, faktor yang mempengaruhi aplikasi nilai karakter cukup banyakyang merupakan variabel bebas, maka dalam penelitian ini dibatasi pada hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter dalam lingkungan sekolah. 1.4 Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah terdapatpengaruh hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013? 11 1.5 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menguji pengaruh hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap tingkat aplikasi nilai karakter siswa kelas XI dalam lingkungan sekolah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013. 1.6 Kegunaan Penelitian 1.6.1 Kegunaan teoritis Secara teori penelitian ini berguna untuk menerapkan konsep, teori, prinsip dan prosedur ilmu pendidikan khususnya Pendidikan Kewarganegaraan pada kajian pendidikan nilai moral pancasila karena berkaitan dengan upaya membina pengetahuan, keterampilan dan watak atau karakter warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila baik disekolah maupun di masyarakat. 1.6.2 Kegunaan praktis Secara praktis penelitian ini berguna untuk memberikan informasi kepada: 1. Siswa: agar memahami pentingnya nilai-nilai karakter bangsa untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam lingkungan sekolah. 12 2. Guru: untuk mengoptimalkan penanaman nilai-nilai karakter dalam diri siswa agar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam lingkungan sekolah sehingga kewajiban guru sebagai pendidik yang mengemban tugas untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dapat terwujud. 3. Sekolah: sebagai salah satu referensi guna memahami pentingnya hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan bagi siswa dan pentingnya mengaplikasikan nilai-nilai karakter bangsa dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam lingkungan sekolah agar siswa-siswa saat berada di tengah-tengah masyarakat mampu menempatkan diri dan menjadi warga negara yang baik. 1.7 Ruang Lingkup Penelitian 1.7.1 Ruang Lingkup Ilmu Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu pendidikan khususnya Pendidikan Kewarganegaraan dalam kajian pendidikan nilai moral pancasila. 13 1.7.2 Ruang Lingkup Objek Ruang lingkup objek penelitian ini adalah hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (X) dan tingkat aplikasi nilai karakter siswa dalam lingkungan sekolah (Y). 1.7.3 Ruang Lingkup Subjek Ruang lingkup subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI IPA dan kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013. 1.7.4 Ruang Lingkup Tempat Ruang lingkup tempat dalam penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah. 1.7.5 Ruang Lingkup Waktu Waktu dalam pelaksanaan penelitian ini adalah sejak dikeluarkannya surat izin penelitian pendahuluan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung sampai dengan selesai Penelitian ini. II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Teori 2.1.1 Tinjauan UmumTentang Nilai Karakter 2.1.1.1 Konsep Nilai a. Pengertian Nilai Sesuatu yang dianggap benar, baik, dihormati, dihargai, diharapkan dan senantiasa dicita-citakan keberadaannya adalah nilai. Setiap individu ataupun masyarakat mempunyai nilai yang berbeda-beda. Suatu nilai dapat terwujud apabila dilaksanakan melalui seperangkat aturan, kaidah ataupun hukum yang harus ditaati oleh individu ataupun masyarakat demi tercapainya suatu nilai yang diharapkan. Pengertian nilai dikemukakan oleh Pepper dalam Munandar Soelaeman (2005: 35) “nilai adalah segala sesuatu tentang yang baik atau yang buruk”. Nilai adalah segala sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek, menyangkut segala sesuatu yang baik atau yang buruk sebagai abstraksi, pandangan, atau maksud dari berbagai 15 pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat (Munandar Soelaeman, 2005: 35). Robert M.Z.Lawangdalam Yukimanda (2010) mendefinisikan bahwa “nilai diinginkan,yang adalah gambaran mengenai pantas,berharga,dan dapat apa yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut”. Dikemukakan pula oleh Hendropuspito dalam Yukimanda (2010) bahwa “nilai adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia”. Berdasarkan beberapa pengertian nilai menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai adalah segala sesuatu yang abstrak, berharga dan berdaya guna sebagai petunjuk atau penuntun tingkah laku manusia menuju arah yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat. b. Klasifikasi atau Pembagaian Nilai Menurut Lindadalam Zaim Elmubarok (2008: 7) nilai dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut: 1. Nilai-nilai nurani (values of being) adalah nilai yang ada dalam diri manusia kemudian berkembang menjadi perilaku serta cara kita memperlakukan orang lain seperti kejujuran, keberanian, cinta damai, keandalan diri, potensi, disipilin, tahu batas, kemurnian dan kesucian. 2. Nilai-nilai memberi (values of giving)adalah nilai yang perlu dipraktikkan atau diberikan yang kemudian 16 akanditerima sebanyak yang diberikan. Yang termasuk pada kelompok nilai-nilai memberi adalah setia, dapat dipercaya, hormat, cinta, kasih, sayang, peka, tidak egois, baik hati, ramah, adil dan murah hati De Finance dalam Munandar Soelaeman (2003: 34) juga mengklasifikasikan nilai sebagai berikut: 1. Nilai-nilai pra-manusiawi (pra-hukum) Yang berlaku untuk manusia tetapi tak membuatnya manusiawi(nilai-nilai hedonis dan biologis). 2. Nilai-nilai manusiawi pra-moral (humam value pramoral) Berkaitan dengan kepentingan sosial atau kultural yaitu: nilai-nilai ekonomis, intelektual, nilai-nilai estetis. 3. Nilai-nilai moral (moral values) Meliputi nilai-nilai yang merupakan tindak pelaksanaan kebebasan dalam realisasinya terhadap kewajiban (duty) dan kebaikan. 4. Nilai-nilai spiritual dan religius: nilai-nilai dalam lingkup yang “suci” dan “Tuhan”. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai klasifikasi atau pembagian nilai, dapat disimpulkan bahwa klasifikasi dari nilai yaitu nilai-nilai nurani, nilai-nilai memberi, nilai-nilai pramanusiawi, nilai-nilai manusiawi pra-moral, nilai-nilai moral, nilai-nilai spiritual dan religious. 2.1.1.2 Konsep Karakter a. Pengertian Karakter Setiap individu, kelompok masyarakat atau suatu bangsa memiliki karakter yang berbeda-beda. Karakter yang ditunjukkan akan tercermin dalam cara berperilaku dan cara berpikir serta tindakan 17 yang dilakukan secara terus-menerus dalam segala bidang kehidupan. Thomas Lickona dalam Agus Wibowo (2012: 32) mendefinisikan bahwa“karakter merupakan sifat alami seseorang dalam merespons situasi secara bermoral. Sifat alami itu dimanifestasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati orang lain dan karakter mulia lainnya”. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan, berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat (Masnur Muslich, 2011: 84) Pendapat lain tentang karakter dikemukakan oleh Tadkiroatun Musfiroh dalam Agus Wibowo (2012: 34) sebagai berikut: Karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter, lanjut Musfiroh, sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai, dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan itu dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Itulah sebabnya orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang yang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut sebagai orang yang berkarakter mulia. 18 Dikemukakan pula oleh Suyanto dalam Agus Wibowo (2012: 33) bahwa: Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Berdasarkan pendapat para ahli di atas mengenai pengertian karakter dapat disimpulkan bahwa karakter adalah suatu perilaku manusia yang tercermin dalam cara berpikir dan dalam tindakan nyata seseorang berupa sikap, perkataan dan perbuatan serta perasaan yang menjadi ciri khas tersendiri untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat baik norma agama, norma hukum maupun adat istiadat atau kebiasaan yang terus menerus dilakukan. b. Komponen Karakter menurut Para Ahli Dalam pendidikan karakter, Lickona dalam Masnur Muslich (2011: 133) menekankan pentingnya tiga kompenen karakter yang baik (components of good character) yaitu sebagai berikut: 1. Moral knowing atau pengetahuan tentang moral. Moral knowing merupakan hal yang penting untuk diajarkan. Moral knowing ini terdiri dari enam hal, yaitu (1) moral awareness (kesadaran moral), (2) knowing moral values (mengetahui nilai-nilai moral), (3) perspective taking, (4) moral reasoning, (5) decision making, dan (6) self knowledge. 19 2. Moral feeling atau perasaan tentang moral. Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus ditanamkan kepada anak yang merupakan sumber energi dari diri manusia untuk bertindak sesuai dengan prinsipprinsip moral. Terdapat enam hal yang merupakan aspek emosi yang harus mampu dirasakan oleh seseorang untuk menjadi manusia berkarakter, yakni (1) concscience (nurani), (2) self esteem (percaya diri), (3) empathy (merasakan penderitaan orang lain), (4) loving the good (mencintai kebenaran), (5) self control (mampu mengontrol diri), dan (6) humility (kerendahan hati). 3. Moral action atau perbuatan moral. Moral action adalah bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Perbuatan tindakan moral ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainnya. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter, yaitu kompetensi (competence), keingiinan (will), dan kebiasaan (habit). Tiga komponen tersebut sangat diperlukan agar anak mampu memahami, merasakan, dan mengerjakan sekaligus nilai-nilai kebajikan. Oleh karena itu dalam Deklarasi Aspen dihasilkan enam nilai etik utama (core ethical values) yang disepakati untuk diajarkan dalam sistem pendidikan karakter di Amerika yang meliputi: (1) dapat dipercaya (trustworthy) meliputi sifat jujur (honesty) dan integritas (integrity); (2) memperlakukan orang lain dengan hormat (treats people with respect); (3) bertanggungjawab (responsibility); (4) adil (fair); (5) kasih sayang (caring); dan (6) warga negara yang baik (good citizen). Ratna Megawangi dalam Zaim Elmubarok (2008: 111) sebagai pencetus pendidikan karakter di Indonesia telah menyusun karakter 20 mulia yang selayaknya diajarkan kepada anak, yang kemudian disebut sebagai sembilan pilar yaitu sebagai berikut: 1. Cinta Tuhan dan kebenaran (love Allah, trust, reverence, loyalty) 2. Tanggungjawab, kedisiplinan, dan kemandirian (responsibility, excellence, self reliance, discipline, orderliness) 3. Amanah (trustworthiness, reliablity, honesty) 4. Hormat dan santun (respect, courtessy, obedience) 5. Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama (love, compassion, caring, empathy, genereousity, moderation, cooperation) 6. Percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah (confidence, assertiveness, resourcefulness, courage, determination and enthusiasm) 7. Keadilan dan kepemimpinan (justice, fairness, mercy, leadership) 8. Baik dan rendah hati (kindness, friendliness, humility, modesty) 9. Toleransi dan cinta damai (tolerance, flexibility, peacefullness, unity) 2.1.1.3 Konsep Pendidikan Karakter a. Pengertian Pendidikan Karakter Alternatif jawaban mengenai tantangan krisis multidimensional yang terjadi pada bangsa kita adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter juga dipandang sebagai suatu strategi untuk membangun karakter bangsa berperadaban karena pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat menjadi beradab sesuai dengan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. 21 Pengertian pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Suyanto dalam Agus Wibowo (2012: 33) “pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action)”, sedangkan menurut Jamal Ma’mur Asmani (2011: 31) “pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh guru untuk mempengaruhi karakter peserta didik”. Pendapat lain mengenai pendidikan karakter dikemukakan oleh Masnur Muslich (2011: 84) sebagai berikut: Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilainilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi insan kamil. Selanjutnya, T. Ramli dalam Agus Wibowo (2012: 34) mengungkapkan bahwa: Pendidikan karakter itu memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral atau pendidikan akhlak. Adapun tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk pribadi anak agar menjadi pribadi yang baik, jika di masyarakat menjadi warga yang baik, dan jika dalam kehidupan bernegara menjadi warga negara yang baik. Berdasarkan penjabaran di atas mengenai pengertian pendidikan karakter, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah suatu upaya yang dilakukan para pahlawan tanpa tanda jasa untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa kepada warga sekolah 22 terutama siswa-siswa yang sedang menuntut ilmu pengetahuan, biasanya terwujud dalam komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter tersebut di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga dapat membentuk watak dan karakter siswa sesuai dengan tujuan pendidikan nasioanal. b. Tiga Area Pengembangan Pendidikan Karakter Thomas Lickona Thomas Lickona dalam Doni Koesoema Albertus (2012: 157-159) secara sederhana menyebut ada tiga hal penting dalam pendidikan karakter, yaitu unsur pengetahuan tentang yang baik (knowing the good), tindakan yang baik (doing the good), dan unsur motivasi internal dalam melakukan yang baik (loving the good). Jika ingin disimbolkan secara otomatis, ketiga hal tersebut ingin mengatakan sebagai berikut: 1. Pendidikan karakter mesti mengembangkan otak manusia sebagai salah satu cara untuk mengolah informasi, memahami, dan memaknai realitas di dalam diri dan di luar dirinya. 2. Pendidikan karakter mesti memaksimalkan fungsi tangan dan kaki sebagai sebagai sebuah tindakan bermakna. 3. Pendidikan karakter mesti menumbuhkan rasa indah, nyaman, mantap dalam hati karena ia tahu bahwa apa yang dilakukannya itu bermakna dan membuatnya bahagia. 23 Tiga domain pendidikan karakter Lickona membidik tiga kerja sama sekaligus dalam diri manusia yaitu otak, tangan, dan hati. Gagasan Lickona tersebut mencoba menjelaskan bahwa dalam tiga domain tersebut ada hubungan erat yang semestinya dikembangkan dalam kerangka pendidikan karakter.Otak, tangan, dan hati mesti bertumbuh bersama-sama sehingga terbentuk pribadi dengan pendidikan karakter yang memiliki pemahaman, kemampuan untuk melakukan, serta kegemaran atau kesenangan dalam melakukan halhal yang dianggap baik. Lickona menganggap bahwa pengetahuan tentang apa yang baik itu perlu diajarkan. Jika seseorang tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, orang tersebut tidak akan memiliki kriteria bagi tindakan dan keputusannya. Oleh karena itu, mengetahui apa yang baik adalah awal dari sebuah proyek hidup manusia dalam kerangka mengembangkan diri menjadi individu yang bermoral. Lickonajuga memahami pendidikan karakter sebagai usaha bersama untuk menumbuhkan keutamaan, dan hal ini menyerambah di setiap fase kehidupan sekolah melalui keteladanan orang dewasa, hubungan antar rekan sebaya, tata cara pengelolaan peraturan dan disiplin, isi kurikulum, tuntutan standar akademik yang tinggi, perilaku dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan keterlibatan para orang tua. 24 c. Pengintegrasian Pendidikan Karakter Pengembangan pendidikan karakter tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan, tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter bangsa ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Silabus Dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang sudah ada(Agus Wibowo, 2011: 83). Model pengintegrasian pendidikan karakter di sekolah menurut Agus Wibowo (2011: 83-95) dilakukan dengan beberapa cara yaitu: 1. Integrasi dalam program pengembangan diri a. Kegiatan rutin sekolah Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan anak didik secara terus-menerus dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar kenegaraan, beribadah bersama setiap dhuhur (bagi yang beragama islam), berdo’a waktu mulai dan selesai pelajaran. b. Kegiatan spontan Kegiatan spontan adalah kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat guru atau tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik, yang harus dikoreksi pada saat itu juga dan 25 sebaliknya berlaku juga bagi peserta didik yang berperilaku baik harus direspon secara spontan dengan memberikan pujian. c. Keteladanan Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberi contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik, sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. d. Pengkondisian Sekolah harus dikondisikan dalam upaya mendukung keterlaksanaan pendidikan karakter.Sekolah juga harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan.Misalnya, tolilet yang selalu bersih, dan bak sampah ada diberbagai tempat dan lain-lain. 2. Pengintegrasian dalam mata pelajaran Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran.Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP. 3. Pengintegrasian dalam budaya sekolah Pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi ketika 26 berkomunikasi dengan peserta didik dan menggunakan fasilitas sekolah. d. Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter Kemendiknas dalam Agus Wibowo,(2011: 98) ada dua jenis indikator yang dikembangkan dalam pendidikan karakter di sekolah yaitu sebagai berikut: 1. Indikator untuk sekolah dan kelas Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah, guru, dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan karakter.Indikator ini juga berkenaan dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan, maupun kegiatan sehari-hari atau rutinitas sekolah. 2. Indikator mata pelajaran. Indikator ini menggambarkan perilaku apektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. Indikator ini dirumuskan dalam bentuk perilaku peserta didik di kelas dan sekolah, yang dapat diamati melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, tanya jwab dengan peserta didik, jawaban yang diberikan peserta didik terhadap tugas atau pertanyaan guru, dan tulisan peserta didik dalam laporan atau pekerjaan rumah (PR). 27 Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah, yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut (Jamal Ma’mur Asmani, 2011: 56). e. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Karakter Kementerian Pendidikan Nasional memberikan prioritas pada 20 nilai-nilai yang ingin diterapkan dalam lembaga pendidikan. Nilainilai bagi pembentukan karakter dibagi berdasarkan lima bidang pengelompokan (Doni Koesoema Albertus, 2012: 187-190) sebagai berikut: 1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan (religius) a. Religiositas Pikiran, perkataan dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/ajaran agamanya. 2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap diri maupun pihak lain. 28 b. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa. c. Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. d. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. e. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya. f. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya. g. Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan barang memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. baru, 29 h. Berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif Berfikir dan melakukan sesuatu secara nyata atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki. i. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. j. Ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. k. Cinta ilmu Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan. 3. Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Sesama a. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain Tahu dan mengerti serta melaksanakan apa yang menjadi milik/hak diri sendiri dan orang lain serta tugas/kewajiban diri sendiri serta orang lain. b. Patuh pada aturan-aturan sosial Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum. 30 c. Menghargai karya dan prestasi orang lain Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui seerta menghormati keberhasilan orang lain. d. Santun Sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa ataupun tata perilakunya ke semua orang. e. Demokratis Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. 4. Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Lingkungan a. Cinta lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitrnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi, serta selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 5. Nilai Kebangsaan Cara berpikir, bertindak dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. a. Nasionalis Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menuunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap 31 bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya. b. Menghargai keragaman Sikap memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal, baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku dan agama. 2.1.2 Tinjauan Umum Tentang Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 2.1.2.1 Konsep Hasil Belajar a. Pengertian Hasil Belajar Proses belajar dapat dikatakan berhasil apabila tujuan dari pemebelajaran sudah tercapai. Salah satu tujuan dari pembelajaran adalah meningkatkan hasil belajar siswa pada akhir kegiatan belajar sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal belajar yang telah ditetapkan. Pengertian hasil belajar diungkapkan oleh Anni (2004: 4) “Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar” (http://www.sarjanaku.com/2011/03/pengertian-definisi-hasilbelajar.html). 32 Hasil belajar menurut Nawawi (1981: 100) adalah “Keberhasilan murid dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau skor dari hasil tes mengenai sejumlah pelajaran tertentu. (http://mbegedut.blogspot.com/2011/02/pengertian-hasil-belajarmenurut-para.html

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (82 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PURBOLINGGO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
9
90
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PURBOLINGGO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
6
1
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA DI SMAN 1 TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013
3
24
72
PENGARUH KARAKTERISTIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI SMA NEGERI 2 GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TP 2012/2013
2
22
84
PENGARUH KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS X SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK LAMPUNG TENGAH TP 2012/2013
0
10
80
PENGARUH HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP TINGKAT APLIKASI NILAI KARAKTER SISWA KELAS XI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH BANYAK KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013
22
203
82
PENGARUH METODE MENGAJAR GURU, PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN, DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SEPUTIH AGUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
25
83
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN FUNGSI MEDIA MASSA TERHADAP WAWASAN KEBANGSAAN PADA SISWA KELAS XI DI SMA KEMALA BHAYANGKARI KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
5
81
PENGARUH PEMANFAATAN SARANA DAN PRASARANA BELAJAR SEKOLAH DAN AKTIVITAS DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SEMESTER GANJIL SMA NEGERI 1 PAGELARAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
7
112
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 METRO TAHUN PELAJARAN 2013/2014
1
11
77
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU DAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH DENGAN HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 NATAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
9
202
PENGARUH PENAMBAHAN JAM BELAJAR KELAS UNGGULAN TERHADAP PENGAMALAN NILAI DISIPLIN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PURBOLINGGO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013
1
20
80
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 NATAR LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
3
11
87
PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP SIKAP SISWA DALAM MENGAPLIKASIKAN NILAI RELIGIUS DI SMAN 1 SEPUTIH RAMAN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
13
56
PENGARUH PARTISIPASI PADA KEGIATAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) TERHADAP SIKAP DEMOKRATIS SISWA DI SMA NEGERI 1 SEPUTIH MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015
0
10
67
Show more