PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Putusan Nomor: 31/Pid.B/TPK/2010/PN. JKT. PST.)

Gratis

0
9
69
2 years ago
Preview
Full text

ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI

  Metode yang digunakan dalam penentuan sampel dalam skripsi ini adalahmetode Purposive Sample, yang berarti sampel yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai dan dianggap telah mewakili terhadap yang hendakdigambarkan dan dicapai. PST, setelah mendengarkan saksi- Melihat dan mencermati putusan yang dijatuhkan terhadap pertanggungjawaban pelaku tindak pidana korupsi tersebut, penulis mempunyai kesan dan anggapanbahwa putusan begitu ringan dan oleh karena itu maka penulis tertarik untuk melakukan sebuah studi kasus terhadap putusan tersebut untuk menelitipertanggungjawaban pidana dan dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan putusan Nomor 31/Pid.

A. Latar Belakang

  Masalah korupsi pada akhir-akhir ini semakin banyak mendapat perhatian dari berbagai kalangan, bukan saja dalam skala nasional, tetapi juga regional bahkanglobal, hal ini disebabkan karena pada kenyataannya korupsi semakin marak, seperti kasus korupsi yang terjadi di Jakarta, yaitu kasus korupsi di KementerianSosial yang terungkap di penghujung tahun 2009 dan kasus korupsi lainnya, seperti kasus korupsi wisma atlet dan sebagainya. PST, setelah mendengarkan saksi- Melihat dan mencermati putusan yang dijatuhkan terhadap pertanggungjawaban pelaku tindak pidana korupsi tersebut, penulis mempunyai kesan dan anggapanbahwa putusan begitu ringan dan oleh karena itu maka penulis tertarik untuk melakukan sebuah studi kasus terhadap putusan tersebut untuk menelitipertanggungjawaban pidana dan dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan putusan Nomor 31/Pid.

B. Permasalahan

  Agar masalah yang akan diteliti oleh penulis mempunyai penafsiran yang jelas, maka perlu dirumuskan secara sistimatis kedalam suatu rumusan masalah, dengandapat dipecahkan secara sistimatis dan dapat memberikan gambaran yang jelas. Ruang Lingkup KajianRuang lingkup pembahasan materi skripsi ini dibatasi oleh penelitian pada analisis yuridis terhadap pertanggunjawaban pidana dan dasar pertimbanganhakim dalam menjatuhkan putusan pada tindak pidana korupsi Nomor31/Pid.

E. Kerangka Teoretis dan Konseptual

  Kerangka TeoretisKerangka teori adalah konsep-konsep yang sebenar-benarnya merupakan abstraksi dari hasil pemikiran atau kerangka acuan yang pada dasarnya bertujuanuntuk mengadakan kesimpulan terhadap dimensi-dimensi sosial yang dianggap relevan untuk penelitian (Soejono Soekanto, 1986: 23)Relevansi sebagai permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai pertanggungjawaban pidana dan dasar pertimbangan hakim dalammenjatuhkan putusan. Selain itu, dalam penjatuhan pidana, jika terdakwa tidak dilakukan penahanan, dapat diperintahkan oleh hakim supaya terdakwa tersebut ditahan, apabila tindakpidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih, atau apabila tindak pidana itu termasuk yang diatur dalam ketentuan Pasal 21 ayat (4) huruf bKUHAP dan terdapat cukup alasan untuk itu.

F. SISTEMATIKA PENULISAN

  Merupakan bab tinjauan pustaka sebagai pengantar dalam memahami pengertian umum tentang pokok-pokok bahasan yang merupakan tinjauan yang bersifatteoritis, yang nantinya akan dipergunakan sebagai bahan studi perbandingan, teori dan praktek. METODE PENELITIAN Merupakan bab yang berisi uraian metode yang digunakan dalam skripsi ini yang meliputi pendekatan masalah, sumber dan jenis data, penentuan populasi dansampel, prosedur pengumpulan dan pengolahan data serta analisis data.

A. Pertanggungjawaban Pidana

  Maksudnya sampai sejauhmanaseseorang yang melakukan tindak pidana mempunyai kesadaran dan kemampuan menilai baik buruk perbuatannya tersebut; serta “pidana” itu berkaitan dengansanksi atau hukuman yang dapat dijatuhkan kepada orang yang melakukan tindak pidana, yaitu hanya melalui putusan hakim yang telah bersifat tetap dan jenispidana yang dapat dijatuhkan telah ditentukan dalam undang-undang. Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang lazimdikenal sebagai pasal tentang perbuatan melawan hukum, mengharuskan b) Adanya unsur kesalahan; c) Adanya kerugian yang diderita; d) Adanya hubungan kausalitas antara kesalahan dan kerugian Yang dimaksud kesalahan adalah unsur yang bertentangan dengan hukum.

B. Pengertian Tindak Pidana Korupsi

  Huntington menulis sebagai berikut: “Korupsi terdapat dalam masyarakat, tetapi korupsi lebih umumdalam masyarakat yang satu daripada yang lain, dan dalam masyarakat yang sedang tumbuh korupsi lebih umum dalam suatu periode yang satu dari yang lain. Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b,maka dipidana dengan pidana penjara yang lamanya tidak melebihi ancaman maksimum dari pidana pokoknya sesuai dengan ketentuan dalamundangundang ini dan lamanya pidana tersebut sudah ditentukan dalam putusan pengadilan.

C. Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pidana

  Pasal 63 Ayat (1) Kitab Undang-UndangHukum Pidana (KUHP): “Jika suatu perbuatan masuk dalam lebih dari satu aturan pidana, maka yang dikenakan hanya salah satu diantara aturan-aturanitu; jika berbeda-beda yang dikenakan yang memuat ancaman pidana pokok yang paling berat”. Pasal 65 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP):“Maksimum pidana yang diijatuhka ialah jumlah maksimum pidana yang diancam terhadap perbuatan itu, tetapi tidak boleh lebih dari maksimumpidana yang terberat ditambah sepertiga”.

III. METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Masalah

  Pendekatan yuridis normatif dilakukan dengan cara melihat, menelaah hukum serta hal yang bersifat teoritis yang menyangkut asas-asashukum, sejarah hukum, perbandingan hukum, taraf sinkronisasi yang berkenaan dengan masalah yang akan dibahas. Pendekatan Yuridis EmpirisPendekatan Yuridis Empiris adalah pendekatan yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara melihat kenyataan-kenyataan hukum yang ada dalam praktekdilapangan sehubungan dengan pertanggungjawaban pidana pelaku perbarengan(concursus) tindak pidana korupsi dan kekuatan hukum dari putusan hakim.

B. Sumber dan Jenis Data

  Jenis Data PrimerData primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dengan wawancara atau koesioner dengan majelis hakim dan penuntut umum yang memeriksa danmengadili perkara tindak pidana korupsi dengan nomor putusan 31/Pid. Bahan hukum tersier adalah bahan-bahan yang memberikan petunjuk dan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, berupa pendapat parasarjana, kamus, literature hukum dan serta hasil seminar.

C. Penentuan Populasi dan Sampel

  Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah hakim, aparat penegak hukum dan dosen fakultas hukum. Metode yang digunakan dalam 47penentuan sampel adalah metode Purposive Sample, yang berarti sampel yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai dan dianggap telah mewakiliterhadap yang hendak digambarkan dan dicapai sebagai berikut: 1.

D. Metode Pengumpulan dan Pengolahan Data

  Data Sekunder, dilakukan dengan mempelajari peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penulisan ini serta studi kepustakaan, yakni membacabuku-buku dan laporan hasil diklat-diklat tentang narkotika dan kekuasaan kehakiman, kemudian mengutip hal-hal yang diperlukan dalam penulisan. Editing, yaitu memeriksa data yang diperoleh untuk segera mengetahui apakah data yang diperoleh itu relavan dan sesuai dengan bahasan.

E. Analisis Data

  Analisis terhadap data yang diperoleh dilakukan dengan cara analisis deskriptif kualitatif, yaitu menguraikan data ke dalam bentuk kalimat yang sistematis sehinggamemudahkan untuk menarik kesimpulan dan menjawab permasalahan yang ada dalam penulisan ini. Penarikan kesimpulan itu dimaksudkan agar ada pengerucutanhasil penelitian yang dilakukan dengan cara pembuatan penulisan dengan metode khusus umum, maksudnya yaitu cara berfikir yang didasarkan atas fakta- fakta yangbersifat khusus yang kemudian diambil kesimpulan secara umum, dimaksudkan untuk mendapatkan apa yang disimpulkan penulisan dan mengajukan saran-saran.

A. Kesimpulan

  Dengan demikian pelaku haru mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ancaman pida yang diatur pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentangperubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang 82dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun 8 (delapan) Bulan atau selama 20 (dua puluh) Bulan. Dalam menjatuhkan putusan terhadap terdakwa BachtiarChamsyah, hakim mengacu pada teori keseimbangan dan teori relatif dalam pemberian pemidanaan terhadap terdakwa, putusan hakimmerupakan hasil dari kewenangan mengadilisuatu perkara dan didasari oleh surat dakwaan dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan dandihubungkan pada penerapan dasar hukum yang jelas mengenai berat ringannya suatu pidana dalam penerapannnya.

B. SARAN

  Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pada pelaku tindak pidana korupsi Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadapterdakwa tindak pidana korupsi Pengadaan Mesin Jahit dan Sapi Impor yang terjadi di Kementerian Sosial. Atas perbuatan pelaku tersebut,keuangan negara telah dirugikan sebesar Rp.36.688.865.602,9 (tiga puluh enam milyar enam ratus delapan puluh delapan juta delapan ratus enam puluh lima ribu enam ratus dua rupiah sembilan sen), namun hakim hanyamenjatuhkan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun 8 (delapan) Bulan atau selama 20 (dua puluh) Bulan, sebenarnya tidak sesuai dengan perbuatanpelaku yang telah merugikan keungan negara.

DANIEL JANUARA NAPITUPULU

  Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman sebagaiman telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman.

1. Komisi Pembimbing Dr. Eddy Rifai, S.H., M.H. Gunawan Jatmiko, S.H., M.H

2. Ketua Bagian Hukum Pidana Diah Gustiniati M., S.H., M.H

NIP 19610912 198603 1 003 NIP 19620406 198903 1 003 NIP 19620817 198703 2 003 PERSEMBAHANDengan rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus Kupersembahkan karya ini untuk My Savior, Tuhan Yesus Kristus Papa dan Mama, Ketiga Opungku, dan Keluarga besar Napitupulu dan Simanjuntak tercinta atas segala kasih sayangDan doa yang tiada henti untuk keberhasilan ini, Adikku Meilinda dan Jessica dan juga untuk kakak-kakaksepupuku yang telah banyak memberi semangat dan dukungan doa yang tek henti-hentinya kalian berikan, Dan untuk teman-temanku di SD, SMP, SMA, Teman bimbelku lawfam Dan teman kuliahku yang aku sayangi yang telahmengisi hari-hari ku dengan kebersamaan dan canda tawa, Serta Almamaterku tercinta...

RIWAYAT HIDUP

  Keluarga Besar Napitupulu dan Simanjuntak yang di Medan, Jakarta, Bekasi,Solo, Temanggung, Yogyakarta, dan di Bandar Lampung, yang selalu memberikan semangat dan panutan dalam hidupku, dan yang tercinta Papa(M. Simanjuntak), dan KetigaOpungku yang telah berusaha keras mengasuh dengan penuh kasih sayang, mendidik dengan sabar serta mendukung dan selalu mendampingi di setiaplangkahku dengan sabar, serta terima kasih juga buat adikku yang tersayang dan baik hati Meilinda Christiani Napitupulu, dan Jessica MargarethNapitupulu; 8.

Dokumen baru

Download (69 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Putusan Nomor: 31/Pid.B/TPK/2010/PN. JKT. PST.)
0
9
69
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENGGELAPAN UANG PERUSAHAAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang Perkara Nomor: 167/Pid.B/2011/PN.TK)
4
12
77
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TURUT SERTA TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DARI HASIL TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA
4
57
63
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN TERHADAP CALON JEMAAH UMRAH (Studi Kasus Perkara Nomor: 758/Pid.B/2011/PN.TK)
2
8
45
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri No.06/PID.TPK/2011/PN.TK )
0
9
60
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU PEMBERI KETERANGAN PALSU DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK (Studi Putusan Nomor: 885/Pid/B/2011/PN.TK)
1
11
50
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Studi Putusan Nomor: 791/Pid.A/2012/PN.TK)
2
25
62
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI TENDER PERBAIKAN JALAN (Studi Putusan Nomor : 07/PID.TPK/2011/PN.TK)
0
4
49
ANALISIS PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU RESIDIVIS TINDAK PIDANA PENYEBARAN PORNOGRAFI (Studi Putusan Nomor: 604/PID.B/2014/PN.TJK)
1
10
58
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PEGAWAI PDAM WAY RILAU BANDAR LAMPUNG YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN SOLAR (Studi Putusan Nomor: 21/PID/TPK/2012.PN.TK)
3
32
65
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI KEDELAI BERSUBSIDI (StudiPutusanPengadilanNegeriTanjungKarang No.26/Pid.TPK/2012/PN.TK)
0
6
56
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PERBANKAN (Studi Putusan Nomor: 483/Pid.Sus./2013/PN.TK)
2
39
70
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DANA TILANG PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (Studi Putusan Nomor: 32/Pid.TPK/2014/PN.TJK)
0
9
53
ANALISIS DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (Studi Putusan Nomor: 18/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Tjk)
0
1
15
ANALISIS PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU RESIDIVIS TINDAK PIDANA PENYEBARAN PORNOGRAFI (Studi Putusan Nomor: 604/Pid.B/2014/PN.TJK)
0
0
11
Show more