Effect of Method Learning simulation to the Student Results on Subjects of PAI at Junior High School 3 Tangerang South..

Gratis

1
19
197
3 years ago
Preview
Full text
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SIMULASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 3 TANGERANG SELATAN SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Oleh : UNI FADHILLAH NIM 1110011000001 Oleh: Uni Fadhillah Nim:1110011000001 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014 LEMBAR PENGESAHAN SKRIPST PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SIMIILASI TERIIADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP NEGERI3 TAIIGERANG SELATAII Skripsi ini Diajukan Kepada Fakultas Ilmu TarbiVah Dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd.D Oleh: Uni Fadhillah NIM: 1110011000001 Menyetujui, Pembimbing Tanenii. MA IIIP :19720712199803 I 004 JT]RUS$[ PENDIDIKAI\ AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGT'RUAI\ UNTYERSITAS ISLAM IYEGERI SYARIF HIDAYATULLAIT JAKARTA 2014 LBMBAR PENGESAHAN PENGUJI Skripsi berjudul "Pengaruh Metode Pembelajaran Simulasi terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan" diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan lulus dalam ujian munaqasah pada tanggal 10 Desember 2014 dihadapan dewan penguji. Oleh karena itu penulis berhak memperoleh gelar sarjana Sl (S.Pd.I) dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Jakarta, 10 Desember 2014 Panitia Ujian Munaqasah Tanggal Ketua Panitia (Ketua Jurusan PAI) (Dr. H. AbdLrl Majid Khon. M. Ag) NIP.19580707 198703 I 005 Sekretaris (Sekretaris Jtlrusan PAI) (M arh a Dah Ja.!sh,-LqM. A) 7 fi-q'il ?" NIP, 19720313 200801 2 010 f* .L DI Penguji I (Dr. Dimyati. MA) NrP. 19640704 199303 1 003 Penguji II |sjli xhqdr4h-MA) NrP. 19700727 199703 2004 1$ \2- 2ot1 Mengetahui l)ekan Fakultas IlmLr Tarbiyah dan Keguruan NrP. 19591020 198603 2 001 SURAT PERNYATAAIY KARYA ILMIAH Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Uni Fadhillah NIM I I 1001 1000001 Jurusan Pendidikan Agama Islam Angkatan 2010 Alamat Jl. Kebagusan Raya Rt. 10 Rw. 07 Kel.Ragunan, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan MEI\'YATAKAI{ DENGAII SESUNGGUHI\TYA Bahwa skripsi yang berjudul "Pengaruh metode pembelajaranSimulasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan" adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen: Nama NIP : Tanenji, MA :19720712199803 1 004 Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap menerima segala konse kuensi apabila temyata skripsi ini bukan hasil karya sendiri. Jakart4 1 8 Desember 2014 Yang menyatakan, NrM. 111001100000r ABSTRAK Uni Fadhillah. NIM 1110011000001. Pengaruh Metode Pembelajaran Simulasi terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Metode pembelajaran Simulasi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelasVIII-9 dan kelas VIII-6SMP Negeri 3 Tangerang Selatan. Kelas VIII-9 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan metode Simulasi dan siswa VIII-6 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD). Instrument yang digunakan adalah tes hasil belajar. Soal tes hasil belajar yang digunakan sebanyak 30 soal berbentuk pilihan ganda dan setelah melalui proses uji validitas, terdapat 21 soal yang valid dengan reliabilitas 0,88 dan termasuk kategori tinggi atau dengan kata lain instrumen ini layak digunakan dalam penelitian. Teknik analisis data menggunakan metode statistik uji “t” (uji beda), untuk menguji hipotesis penelitian dilakukan konsultasi pada tabel distribusi “t” pada taraf signifikansi 0,05%. Temuan hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh penggunaan metode Simulasi terhadap hasil belajar PAI siswa. Hal ini ditunjukan dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung > ttabel yaitu 2,4 >2,021 dengan taraf signifikasi 0,05 %. Selain itu di lihat dari hasil perhitungan post test kelas eksperimen yang menggunakan metode Simulasi (nilai rata-rata 89) menunjukan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD) (nilai ratarata 87). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Simulasi berpengaruh terhadap hasil belajar PAI siswa. Kata kunci: Metode Simulasi, Hasil Belajar PAI. i ABSTRACT Uni Fadhillah. NIM 1110011000001. Effect of Method Learning simulation to the Student Results on Subjects of PAI at Junior High School 3 Tangerang South. One characteristic of batik from Cirebon are not found anywhere else is the motive of "Mega Clouds", which is shaped like a cloud motif lumpy which usually form a frame on the main picture. Class VIII-9 as an experimental class using simulation and the student class VIII-6 as a control by using a Student Teams Achievement Division (STAD). Instrument used is the achievement test. Achievement test used by 30 multiple choice questions of the test there are 21 questions were valid and reliability 0.88 including high category or in other words, these instruments are fit for use in research. Analysis using statistical methods test "t" (difference test), to test the hypothesis of the research carried out consultation on distribution table "t" at the significance level of 0.05%. The findings of this research is the influence of the use of methods of Group Investigation on learning outcomes of students of PAI. It is shown from the results of hypothesis testing using t-test obtained tcount> ttable ie 2,4 > 2.021 with a significance level of 0.05%. In addition, in view of the results of post-test calculations using the experimental class were simulation (average value 89) showed higher values than the control class that uses Student Teams Achievement Division (STAD) method (average value 87). From this study it can be concluded that the method of teaching in the simulation effect on student learning outcomes PAI. Keywords: Method simulation, Learning Outcomes, PAI. KATA PENGANTAR Asalamu’alaikum Wr.Wb wr.wb Al-hamdulillahi rabibbil-‘aalamiin. Puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT. atas rahmat, taufiq dan hidayah-Nya yang telah memberikan kelapangaan kepada penulis sehinnga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Hanya kepada-Nya penulis memohon pertolongan dan kemudahan dalam segala urusan. Allahumma shali ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan dan suri tauladan umat manusia, Nabi Muhammad SAW, makhluk mulia yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama manusia dan membawa kita pada jalan yang di ridhai Allah swt. Terimakasih yang teramat banyak kepada kedua orang tua tercinta Ayahanda Moch Udjud dan Ibunda Suwarni, atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang tercurahkan, yang telah mengajarkan penulis tentang kebaikan, arti cinta, makna kehidupan dan yang telah mendidik penulis dengan penuh kasih sayang. Dalam proses penyusunan skripsi dan belajar di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, baik moril maupun materil, maka penulis mengucapkan terima kasih juga kepada: 1. Ibu Dr. Hj. Nurlena Rifa’i, MA. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. 2. Bapak Dr. H. Abdul Majid Khon, M.Ag. Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam. 3. Ibu Marhamah Saleh, Lc,. MA. Sekertaris Jurusan Pendidikan Agama Islam. 4. Bapak Tanenji, MA. Dosen Pembimbing yang selalu meluangkan waktunya untuk membimbing dan memotivasi kepada penulis. 5. Bapak A. Irfan Mufid, MA. Dosen Pembimbing Akademik (PA) yang selalu meluangkan waktunya untuk membimbing dan memotivasi kepada penulis. 6. Bapak Faza. Selaku Staf Jurusan Pendidikan Agama Islam. iii 7. Bapak Maryono, SE. M. M.Pd, Kepala sekolah SMP N 3 Tangerang Selatan yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan. 8. Ibu Chairunnisa S.Pd. Guru PAI di SMP Negeri 3 Tangerang Selatan yang telah memberikan saran dan pengarahan dalam proses pelaksanaan pembelajaran. 9. Adekku tersayang Chairul Anam serta mbak Yuli, Lia Elma dan Saudarasaudara ku yang selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis secara moril maupun non-moril. 10. Sahabat-sahabat ku Septia Rahayu, Endang, Alis Arsita, Suprapti, Siti Maesaroh, Siti Fujiati dan Yully Khusniah, Teman-teman PAI kelas A, serta sahabat PAI angkatan 2010 yang senantiasa membantu dalam menyelesaikan penelitian. 11. Adik-adik SMP Negeri 3 Tangerang Selatan yang telah mendukung proses berjalannya penelitian. Begitu panjang perjalanan untuk menempuh sebuah proses yang dinanti untuk mendapatkan sebuah kebanggaan, lika-liku perjuangan, pengorbanan, harapan dan semoga pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, Amin. . Jakarta, 01 Desember 2014 Wasalam, Uni Fadhillah iv DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI LEMBAR PENGESAHAN SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah . 1 B. Identifikasi Masalah . 7 C. Pembatasan Masalah . 8 D. Perumusan Masalah . 8 E. Tujuan Penelitian . 8 F. Manfaat Penelitian . 9 BAB II KAJIAN TEORITIK,KERANGKA BERPIKIRDAN PENGAJUAN HIPOTESIS PENELITIAN . A. Strategi Pembelajaran Kooperatif . 11 1. PengertianStrategi PembelajaranKooperatif . 11 2. Karakteristik Strategi Pembelajaran Kooperatif . 14 3. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Kooperatif . 16 4. Aturan Dasar Pembelajaran Kooperatif . 16 5. Ketrampilan Pembelajaran Kooperatif . 17 6. Tujuan Pembelajaran kooperatif . 18 B. Metode Pembelajaran Simulasi . 19 1. Pengertian Metode Pembelajaran Simulasi . 19 2. Prinsip-prinsipMetode Pembelajaran Simulasi . 20 v 3. Tujuan Metode Pembelajaran Simulasi . 21 4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Simulasi 21 5. Bentuk-bentuk Metode Pembelajaran Simulasi . 23 6. Langkah-langkah Metode Pembelajaran Simulasi . 23 7. Peran Guru Dalam Metode Pembelajaran Simulasi . 25 C. Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division . 25 D. Hasil Belajar Siswa . 27 1. Pengertian Hasil Belajar . 27 2. Sasaran Evaluasi Hasil Belajar . 28 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar . 33 4. Kriteria Pengukuran Hasil belajar . 34 E. Hakekat Pendidikan Agama Islam . 35 F. Hasil Penelitian yang Relevan . 38 G. Kerangka Pikir . 40 H. Hipotesis Penelitian . 43 BAB III METODE PENELITIAN . A. Tempat dan Waktu Penelitian . 44 B. Metode dan Desain Penelitian . 44 C. Populasi dan Sampel Penelitian . 45 D. Variabel Penelitian . 46 E. Teknik Pengumpulan Data . 46 F. Instrumen Penelitian . 47 G. Uji Coba Instrumen . 47 1. Uji Validitas . 48 2. Uji Reliabilitas . 49 3. Uji Taraf Kesukaran Soal . 50 4. Daya Pembeda . 50 H. Teknis Analisis Data . 51 1. Uji Normalitas . 51 2. Uji Homogenitas . 52 vi 3. Uji Hipotesis . 53 I. Hipotesis Statistik . 54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Profil SMP Negeri 3 Tangerang Selatan . 55 1. Sejarah Singkat Sekolah . 55 2. Kategori Kelas . 55 3. Identitas, Geografis, dan Sarana Prasarana . 56 4. Visi, Misi dan Motto . 56 5. Guru dan Tenaga Kependidikan . 58 6. Siswa SMP Negeri 3 Tangerang Selatan . 60 7. Sarana dan Prasarana . 60 B. Deskripsi Data . 62 1. Hasil Uji Validitas Soal . 62 2. Hasil Uji Reliabilitas Soal . 63 3. Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal . 63 4. Hasil Uji Daya Pembeda Soal . 63 C. Kegiatan Pembelajaran . 64 1. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran pada Kelas Eksperimen (MetodePembelajaran Simulasi) . 64 2. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran pada Kelas Kontrol (Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Division) 65 D. Deskriptif Data . 66 1. Data Hasil Belajar PAI Siswa . 66 2. Perbandingan Hasil Pre-test dan Post test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol . 77 3. Hasil post test kelas eksperimen dan kelas kontrol . 79 E. Pengujian Persyaratan Analisis . 80 F. Uji Homogenitas . 81 G. Pengujian hipotesis dan pembahasan . 82 1. Uji Hipotesis Penelitian . 82 vii H. Keterbatasan penelitian . . 82 BAB V PENUTUP . A. Kesimpulan . 83 B. Saran . 84 DAFTAR PUSTAKA . 85 LAMPIRAN-LAMPIRAN viii DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Diagram frekuensi nilai pre-tes kelas ekperimen . . 70 Gambar 4.2 Diagram frekuensi nilai pre- tes kelas kontrol . 73 Gambar 4.3 Diagram frekuensi nilai post-tes kelas kontrol. . 76 Gambar 4.4 Diagram frekuensi nilai post-tes kelas ekperimen. . 78 Gambar 4.5 Diagram frekuensi hasil pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol . . 80 Gambar 4.6 Diagram frekuensi hasil post test kelas eksperimen dan kelas kontrol . . 81 x DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Tabel desain penelitian pre-test dan post test kontrol group design . 47 Tabel 3.2 Tabel matrik variable . . 48 Tabel 3.3 lain isi, ketepatan waktu, pemanfaatan teknologi dan user support (Verawaty, 2014). Penelitian ini dihipotesiskan adanya perbedaan kualitas pengungkapan laporan keuangan antara pemerintah kabupaten dan kota dikarenakan pemerintah kota lebih disorot dibandingkan kabupaten. Metode Penelitian Jenis dan Sumber Data Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah di Jawa Timur dengan membagi menjadi dua sampel yaitu pemerintah kabupaten dan kota yang terdiri dari 29 kabupaten dan 9 kota. Metode Analisis Data Penelitian ini dilakukan dengan berdasarkan pada hypothetic-deductive methode yaitu cara analisis dari kesimpulan umum yang diuraikan menjadi contoh-contoh kongkrit atau fakta-fakta untuk menjelaskan kesimpulan. Menurut Sekaran (2006), penelitian dengan menggunakan metode ini melibatkan tujuh tahap, yaitu observasi, pengumpulan data awal, perumusan teori, perumusan hipotesis, pengumpulan data statistik, analisis data, dan deduksi. Menggunakan operasional variabel menggunakan indeks aksesibilitas yang dikembangkan oleh Cheng et al. Tabel 1 Indeks Aksesibilitas Po Kompo in nen Keterangan Variab Keteran el gan aksesib ilitas A Isi/ Komponen Financ Conten informasi ial t keuangan Highli seperti ghts Menyaji kan summar y Mita, Analisis Komparasi Internet Financial Local Government. laporan B financia dan neraca, rugi l cepat laba, arus stateme diakses kas, nts perubahan dalam an posisi bentuk waktu keuangan tabel serta laporan ringkas keberlanjutan atau yang perusahaan. uraian waktu, maka Prior sebelum Informasi ringkas semakin Years) nya keuangan dan tinggi sebagai yang mudah indeksnya. pemban diungkapkan diakses dalam bentuk html Financ ial memiliki skor Menyaji Ketepat ketika Data IFLGR website tahun juga perusahaan sebelu menyaji menyajikan mnya kan informasi (Data laporan tepat for ding E kan Up IFLGR Date untuk tahun en dibandingkan berjalan Laporan dalam format (misal Keuang pdf, disajika an yang informasi n lengkap dalam bentuk perseme dan html ster biar kompre selalu hensif update Hyper Bentuk dan Text HTML tepat Marku memilik waktu) tinggi ent karena lebih memudahkan penggunaan C tahun kompon yang Statem D informasi untuk mengakses informasi keuangan tersebut menjadi lebih cepat. p i skor Pemanf komponen ini Analys yang aatan terkait is age tinggi Teknol dengan Tools Menyed iakan analysis (HTM dibandi pemanfaatan tools L) ngkan teknologi (contoh Forma dalam yang nya, t format dapat Excel pdf disediakan Tabel karena oleh Sumbu informa laporan cetak Putar si lebih serta (Excel’s mudah Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 F Langu ogi tidak media Mita, Analisis Komparasi Internet Financial Local Government. penggunaan Pivot media Table)). teknologi XBRL) User Indeks Mesin Mesin Pivot Suppor website Pencari pencari multimedia, Table t perusahaan di analysis tools yaitu semakin dalam (contohnya salah tinggi Excel’s Pivot satu perusahaan bisa Table), fitur- fitur mengimplem digunak fitur lanjutan Micros entasikan an seperti oft secara untuk implementasi Excel optimal mencari Agen Cerdas yang semua sarana laporan (Intelligent mampu dalam keuanga Agent) mencipt website n atau eXtensible akan Business sebuah Reporting H I jika perusahaan situs Halam Menyed seperti: media tabel an iakan pencarian dan Language interakti Tautan tautan navigasi (XBRL). f (search yang Fitur navigation menam di tools) (seperti pilkan dalam FAQ, tautan ringkasa situsnya ke data J halaman beranda, peta dalam website, dan jumlah mesin besar. pencari). Menyed Lanjut iakan an fiturfitur lanjutan (seperti implem entasi Intellig ent Agent atau Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 IFLGR dapat n G ke and Freque ntly Menyed iakan Asked fasilitas Questi tanya on jawab (FAQ) atau dan email/ Inform telepon asi pengelo Kontak la Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan Mann Whitney Test untuk membandingkan komponen isi/konten, ketepatan waktu, pemanfaatan teknologi, dan user support antara pemerintah kota dan kabupaten setelah dilakukan observasi pada setiap website resmi pemerintah kota maupun kabupaten berdasarkan poin variabel indeks aksesibilitas. Perincian terpapar di bawah ini: Mita, Analisis Komparasi Internet Financial Local Government. Poin A. 1 poin jika website resmi pemerintah daerah atau kota muncul di halaman pertama pencarian Google atau Yahoo dengan mengetikkan nama kota atau daerah. Poin B. +1 poin jika website menyediakan lebih dari satu berkas lengkap dengan dokumen dari laporan keuangan. Poin C. +1 poin jika laporan keuangan berupa HyperText Markup Language (HTML). Poin D. +1 poin jika website resmi menyediakan informasi keuangan tahun sebelumnya. Poin E. +1 jika website tidak sampai memperkenankan kita mengklik lebih dari tiga kali klik untuk sampai pada laporan sebelumnya sebagai pembanding. Ini menandakan bahwa pengunjung website dipermudah untuk mengakses. Poin F. +1 poin jika website resmi menyediakan informasi untuk mendapatkan atau mengakses salinan dari laporan keuangan pemerintah kota atau kabupaten. Poin G. +1 poin jika berkas individu yang menyediakan laporan cetak ukurannya kurang dari 3MB. Poin H. +1 poin jika mempunyai mesin pencari untuk menemukan konten yang dibutuhkan ataupun laporan keuangan pemerintah daerah. Poin I. +1 poin jika website resmi pemerintah daerah atau kota memiliki link laporan keuangan pada beranda situs. Poin J. +1 poin jika website resmi menyediakan detail kontak yang bisa dihubungi baik itu alamat, nomor telepon dan ataupun alamat email. Hasil Penelitian Berdasarkan observasi e-government pemerintah daerah di Jawa Timur maka didapatlah hasil: Tabel 2 Rekapitulasi Objek Penelitian Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 Keterangan Jumlah Kabupaten 29 Kota 9 Jumlah Sampel 38 Kabupaten 19 Kota 9 Menerapkan IFLGR 28 Kabupaten 10 Kota 0 Tidak menerapkan IFLGR 10 Kabupaten 10 Kota 0 Mempunyai website tetapi 10 tidak menerapkan IFLGR Kabupaten 13 Kota 3 Mempunyai website tetapi 16 tidak update Kabupaten 0 Kota 0 Tidak mempunyai website 0 Sumber: Data Sekunder yang telah diolah, 2015 Berdasarkan analisis statistik deskriptif didapat hasil: Tabel 3 Analisis Statistik Deskriptif Variabel Isi/Konten Ketepatan Waktu Teknologi User Support Total a. Kelompok Sampel Kabupaten Kota Kabupaten Kota Kabupaten Kota Kabupaten Kota Kabupaten Kota N Mean 29 9 1,72 2,11 29 0,62 9 29 9 1,11 0,45 0,67 29 1,97 9 29 29 2,33 4,76 6,22 Uji Mann Whitney Dalam penelitian ini ada satu hipotesis yang akan diuji. Pengujian hipotesis ini menggunakan Program SPSS Versi 22. Pada penelitian ini menggunakan statistik non parametik. Hipotesis akan diuji dengan menggunakan Uji Mann Whitney. Uji Mann Whitney adalah uji data nonparametik yang digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan respon dari dua kelompok data yang saling independen yaitu dalam penelitian ini Kabupaten dan Kota (Mann and Whitney, 1947). Berikut hasil pengujian statistik uji Mann Mita, Analisis Komparasi Internet Financial Local Government. Whitney untuk membandingkan komponen isi/konten, ketepatan waktu, teknologi, dan user support antar kedua kelompok sampel yaitu Kabupaten dan Pemerintah kota yang kemudian ditarik kesimpulan untuk pengujian hasil hipotesis. Tingkat probabilitas signifikansi variabel independen 0,05 (5%). Hasil uji Mann Whitney untuk keempat komponen berdasarkan indeks aksesibilitas yang dikembangkan oleh Cheng et al.: Tabel 4 Ranks Conten t Kelompok _Sampel Kabupaten Kota Total Timeli ness Kabupaten Kota Total Techno logy Kabupaten Kota Total User_S upport Kabupaten Kota Total N 2 9 9 3 8 2 9 9 3 8 2 9 9 3 8 2 9 9 3 8 Mean Rank Sum of Ranks 18,10 525,00 24,00 216,00 18,36 532,50 23,17 208,50 18,52 537,00 22,67 204,00 18,81 545,50 21,72 195,50 Pembahasan Berdasarkan output rank untuk komponen isi/konten, dihasilkan nilai mean untuk Pemerintah kota lebih besar dari Kabupaten yaitu 24,00 lebih besar daripada 18,10. Pengujian Mann Whitney untuk output Test Statisticsa, nilai statistik uji Z yaitu -1,525 dan nilai Sig.2-tailed adalah 0,127 lebih besar daripada 0,05. Hal ini menunjukkan hasil uji tidak mencolok secara statistik atau dengan demikian tidak ada perbedaan pengungkapan informasi pada website yang dimiliki antara Kabupaten dengan format dan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan Pemerintah kota untuk komponen isi/konten. Output rank untuk komponen ketepatan waktu yang dijelaskan dalam pencapaian struktur modal optimum. Berdasarkan hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ada sepuluh garis dimana pada titik perpotongan antara sepuluh garis alternatif struktur modal terdapat lima garis yang mempunyai titik penting dalam menentukan struktur modal optimum yaitu terdapat pada lima rasio yaitu 20%, 30%, 50%, 80% dan 95%. Struktur modal optimum untuk periode yang akan datang bergantung dengan besarnya tingkat EBBWT dan EPS, sehingga EBBWT dan EPS yang diperoleh pada periode yang akan datang menentukan struktur modal optimum yang akan datang . Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa apabila EBBWT yang akan datang terjadi pada saat EBBWT Rp 0,- sampai dengan sebelum titik potong pada EBBWT Rp 1.154.633.074.465,- maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal dengan rasio wadiah 20%, karena pada rasio ini dengan tingkat EBBWT di bawah titik potong pada EBBWT Rp 1.154.633.074.465,penggunaan rasio wadiah 20% yang dapat menaikkan EPS. Apabila EBBWT yang akan datang terjadi pada setelah titik potong EBBWT Rp 1.154.633.074.465,- sampai pada titik potong EBBWT Rp 1.201.109.320.508,- maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal optimum dengan rasio wadiah 30%, karena apabila perusahaan memaksakan untuk menggunakan rasio wadiah 20% pada tingkat EBBWT ini maka kemungkinan EPS yang diperoleh semakin kecil sehingga tidak dapat menaikkan EPS, dan hal Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 5 ini akan berakibat pada EPS yang diperoleh pada tingkat EBBWT ini menjadi tidak maksimum. Apabila EBBWT yang akan datang setelah titik potong pada EBBWT Rp 1.201.109.320.508,- hingga pada titik potong Rp 1.410.124.451.818,- maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal optimum pada rasio wadiah 50%karena pada rasio wadiah 50% ini memiliki potensi untuk menaikkan EPS pada tingkat EBBWT ini, sehingga apabila perusahaan memilih untuk menggunakan rasio wadiah lain atau rasio wadiah selain tingkat rasio wadiah 50% maka akan berdampak pada EPS yang diperoleh semakin kecil. Apabila EBBWT yang akan datang terjadi setelah titik potong pada EBBWT Rp 1.410.124.451.818,hingga pada titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal pada rasio wadiah 80%, apabila perusahaan memaksakan menggunakan rasio wadiah 95% dengan tingkat EBBWT Rp 1.410.124.451.818,- hingga pada titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,- maka penggunaan utang lebih tinggi sehingga hal ini akan berdampak pada EPS yang diperoleh pada tingkat EBBWT ini menjadi tidak maksimum. Apabila EBBWT yang akan datang terjadi setelah titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,- maka perusahaan lebih baik menggunakan struktur modal pada rasio wadiah 95%, karena apabila perusahaan memaksakan untuk menggunakan wadiah diatas 95% pada tingkat EBBWT ini maka penggunaan utang akan melebihi batas maksimum, sehingga perusahaan memiliki potensi tidak memiliki kemampuan memberikan bonus wadiah dan tentunya akan menurunkan nilai EPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rasio wadiah 20%, 30%, 50%, 80% dan 95% memiliki potensi untuk menaikkan EPS, tetapi apabila penggunaan wadiah dilakukan melebihi sampai batas maksimum rasio wadiah 95% maka perusahaan tidak mampu memberikan bonus wadiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal yang akan datang berubah-ubah karena struktur modal yang akan datang tergantung dengan kondisi EBBWT dan EPS. Secara teoritis hasil ini dapat diterima karena pada prinsipnya tingkat profitabilitas mencerminkan keadaan EBBWT, semakin tinggi EBBWT yang diperoleh maka profitabilitas yang diperoleh juga tinggi, begitu pula dengan rasio wadiah yang tinggi dapat mencerminkan tingkat EPS yang diperoleh juga akan semakin tinggi. Secara praktikal dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa hasil penentuan struktur modal optimum ini cukup masuk akal karena pada dasarnya kondisi EBBWT dan EPS dapat menentukan keoptimalan struktur modal untuk masa yang akan datang, dimana apabila kondisi EBBWT yang akan datang semakin tinggi maka nilai EPS yang diharapkan juga akan semakin tinggi, begitu pula dengan rasio wadiah yang semakin tinggi. Tingkat EBBWT menentukan seberapa besar bonus wadiah yang akan diberikan yang tentunya mempertimbangkan rasio wadiah yang digunakan. Sehingga kemungkinan tingkat EBBWT untuk masa yang akan datang menjadi acuan dalam menentukan struktur modal optimum. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka PT. Bank Syariah Mandiri dapat mengambil tindakan keputusan struktur modal untuk masa yang akan datang dengan mempertimbangkan Alfiah et al., Analisis Komposisi Struktur Modal Pada PT Bank Syariah Mandiri tingkat EBBWT yang dicapai oleh perusahaan untuk menentukan struktur modal optimum, karena dengan pertimbangan tingkat EBBWT perusahaan dapat memperkirakan akan menggunakan rasio wadiah yang dapat menaikkan EPS sehingga dapat menguntungkan perusahaan. Kesimpulan dan Keterbatasan 6 EBBWT ini struktur modal yang paling baik digunakan adalah struktur modal dengan rasio 95% karena apabila perusahaan memaksakan mengunakan rasio wadiah diatas 95% maka perusahaan tidak mampu memberikan bonus wadiah disebabkan karena tingginya rasio wadiah dan kemampuan kondisi EBBWT. Karena pada penelitian ini rasio wadiah maksimal berada pada rasio wadiah 95%. Kesimpulan Keterbatasan Struktur modal yang optimum bergantung pada besarnya prediksi tingkat EBBWT (Earnings Before Bonus Wadiah and Taxes) untuk masa yang akan datang. Apabila EBBWT yang akan datang berada pada rentang EBBWT Rp 0,hingga sampai dengan titik potong EBBWT Rp 1.154.633.074.465,- maka struktur modal yang optimum adalah rasio wadiah 20%, karena struktur modal pada rasio 20% dapat menghasilkan EPS (Earnings Per Share) yang paling tinggi daripada alternatif rasio wadiah yang lain. Apabila perusahaan menggunakan rasio wadiah lebih dari 20% maka akan menyebabkan menurunnya tingkat EPS sehingga EPS yang diterima akan semakin kecil. Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yaitu penelitian ini menggunakan pendekatan EBBWT-EPS dan juga penentuan tingkat bonus wadiah. Penelitian ini menunjukkan bahwa EBBWT merupakan fungsi dari EPS. Untuk memproyeksikan EBBWT dengan menghitung ratarata tingkat pertumbuhan EBBWT, sehingga apabila EBBWT berubah maka nilai EPS juga akan berubah dan akan menyebabkan perubahan pada struktur modal optimum. Pada penentuan tingkat bonus wadiah dalam penelitian ini menggunakan perhitungan rata-rata tingkat bonus wadiah. Hal ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi penentuan beban bonus wadiah dan perolehan EPS karena penentuan tingkat bonus wadiah didasarkan oleh kebijakan perusahaan. Apabila EBBWT yang akan datang berada di atas Rp 1.154.633.074.465,- hingga sampai pada titik potong Rp 1.201.109.320.508 struktur modal yang optimum berada pada struktur modal dengan rasio wadiah 30%, karena pada rasio wadiah 30% dapat menghasilkan nilai EPS yang lebih tinggi daripada rasio wadiah lainnya. Namun apabila perusahaan menggunakan rasio wadiah lebih dari 30% maka akan menurunkan nilai EPS atau EPS yang diterima akan semakin kecil, dan perusahaan tidak mampu untuk memberikan bonus wadiah karena laba sebelum pajak semakin menurun sehingga perusahaan berisiko untuk tidak mampu memberikan bonus wadiah. Apabila EBBWT yang akan datang rentang pada titik potong antara EBBWT Rp Rp 1.201.109.320.508,- hingga EBBWT dibawah titik potong pada tingkat EBBWT Rp 1.410.124.451.818,- maka struktur modal yang optimum berada pada struktur modal dengan rasio wadiah 50%, karena pada rasio wadiah 50% dapat menghasilkan nilai EPS yang lebih tinggi daripada rasio wadiah lainnya. Namun apabila perusahaan memaksakan untuk menggunakan rasio wadiah diatas 50% pada tingkat EBBWT ini maka kemungkinan besar akan menurunkan nilai EPS dan laba sebelum pajak akan semakin menurun. Apabila EBBWT yang akan datang terjadi setelah titik potong pada EBBWT Rp 1.410.124.451.818,- hingga pada titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,- maka struktur modal optimum berada pada rasio wadiah 80%, karena pada rasio ini nilai EPS yang diperoleh lebih tinggi dari EPS yang diperoleh dari rasio lainnya. Apabila pada tingkat EBBWT ini perusahaan memaksakan untuk menggunakan rasio wadiah selain 80% maka akan berisiko pada menurunnya tingkat EPS . EBBWT yang akan datang terjadi setelah titik potong EBBWT Rp 1.432.911.399.091,- maka struktur modal optimum pada rasio 95%, karena pada kondisi EBBWT ini EPS yang diperoleh pada rasio ini lebih besar dari EPS yang diperoleh rasio wadiah lainnya, sehingga pada tingkat Artikel Ilmiah Mahasiswa 2016 Daftar Pustaka Brigham dan Weston. 2006. Manajemen Keuangan. Buku 2.Jakarta : Salemba Empat. Darmawan Sjahrial. 2007. Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Jakarta : Mitra Wacana Media. Moeljadi. 2006. Manajemen Keuangan. Jilid 1. Malang, Jawa Timur : Bayumedia Publishing . Ridwan Sundjaja dan Inge Barlian. 2003. Manajemen Keuangan. Edisi 4. Jilid 2. Jakarta : Literata Lintas Media. Weston dan Copeland. 1997. Manajemen Keuangan. Jilid 2.Jakarta : Binarupa Aksara.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

An Analysis On Primary School Students’ Ability To Use Personal Pronouns. A Case Study On The Sixth Year Students Of Sdn No. 101878 Tg. Morawa.
6
42
55
An Analysis On High School Students’ Ability To Master Passive Voice A Study Case : The Second Year Students At SMK Negeri 2 Pematangsiantar
1
73
52
Effect of Method Numbered Head Together (NHT) to the Student Results on Subjects of Fiqh at Al-Zahra Indonesian Junior Pamulang.
0
25
177
The effectiveness of using jigsaw technique in teaching speaking
0
7
0
INTRODUCTION An Improvement On Learning Quality Of Traditional Songs Through Socio‐Drama Method To The Students Of Grade VII Of RSBI 3 State Junior High School 2 Of Purworejo.
0
2
8
AN IMPROVEMENT ON LEARNING QUALITY OF TRADITIONAL SONGS THROUGH SOCIO‐DRAMA METHOD TO THE STUDENTS OF An Improvement On Learning Quality Of Traditional Songs Through Socio‐Drama Method To The Students Of Grade VII Of RSBI 3 State Junior High School 2 Of
0
1
15
METHOD OF TEACHING ENGLISH AT ASSALAAM JUNIOR HIGH SCHOOL: A MICRO ETNOGRAPHIC STUDY METHOD OF TEACHING ENGLISH AT ASSALAAM JUNIOR HIGH SCHOOL: A MICRO ETNOGRAPHIC STUDY.
0
1
13
THE IMPROVEMENT OF SOCIAL LEARNING QUALITY BY USING SOCIODRAMA METHOD AT STATE-OWNED The improvement of Social Learning Quality By Using Sociodrama Method at State-Owned Junior High School 41 Semarang.
0
0
12
INTRODUCTION The improvement of Social Learning Quality By Using Sociodrama Method at State-Owned Junior High School 41 Semarang.
0
1
5
MANAGEMENT OF MUSICAL ENSEMBLE LEARNING AT JUNIOR HIGH SCHOOL HJ. ISRIATI Management of Musical Ensemble Learning at Junior High School Hj Isriati Baiturrahman 2 Semarang.
0
2
12
MANAGEMENT OF MUSICAL ENSEMBLE LEARNING AT JUNIOR HIGH SCHOOL HJ. ISRIATI Management of Musical Ensemble Learning at Junior High School Hj Isriati Baiturrahman 2 Semarang.
0
0
22
The roles of video to motivate junior high school student to learn English.
0
0
95
The effect of picture texts to the students` reading comprehension in the first grade of Junior High School.
0
2
115
The roles of video to motivate junior high school student to learn English
0
0
93
Effect of Learning Motivation, Family Factor, School Factor, and Community Factor on Student Learning Outcomes on Productive Subjects
0
0
11
Show more