Feedback

Pelaksanaan Perjanjian Baku Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Perusahaan Angkutan Darat Di Kota Medan (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni)

Informasi dokumen
PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (STUDI DI PERUSAHAAN PENGANGKUTAN BARANG CV. ASI MURNI) TESIS Oleh: RAMADANI FITRIA MANURUNG 097011096/M.Kn FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (STUDI DI PERUSAHAAN PENGANGKUTAN BARANG CV. ASI MURNI) TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan dalam Program Studi Kenotariatan pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Oleh: RAMADANI FITRIA MANURUNG 097011096/M.Kn FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi : PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (STUDI DI PERUSAHAAN PENGANGKUTAN BARANG CV. ASI MURNI) : Ramadani Fitria Manurung : 097011096 : Kenotariatan Menyetujui Komisi Pembimbing (Prof. H.T. Syamsul Bahri, SH) Pembimbing Pembimbing (Prof. Dr. Suhaidi, SH, MH) (Dr. Utary Maharani Barus, SH, MHum) Ketua Program Studi, Dekan, (Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN) (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum) Tanggal lulus : 18 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal : 18 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. T. Syamsul Bahri, SH. Anggota : 1. Prof. Dr. Suhaidi, SH., M.H 2. Dr. Utary Maharany Barus, SH., M.Hum 3. Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN 4. Notaris Syahril Sofyan, SH., MKn Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Perjanjian pengangkutan melibatkan pengirim atau pemilik barang dan pengangkut. Perjanjian pengangkutan yang dibuat akan menimbulkan hak, kewajiban serta tanggung jawab yang berbeda dari masing-masing pihak. Hak, kewajiban dan tanggung jawab ini harus dipenuhi oleh masing-masing pihak. Manakala terjadi suatu kelalaian atau wanprestasi yang mengakibatkan suatu kerugian maka pihak yang dirugikan berhak menunutut ganti rugi. Jika timbul suatu masalah dimana masalah tersebut tidak bisa terselesaikan sendiri oleh masing-masing pihak maka masalah tersebut akan diselesaikan melalui pengadilan setempat. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran untuk melakukan penelitian dengan menjawab permasalahan, mengapa dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan barang melalui angkutan darat antara konsumen dengan CV. Asi Murni menggunakan perjanjian baku? bagaimana tanggung jawab pengangkut dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan? dan bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen akibat hilang atau rusaknya barang dalam perjanjian pengangkutan antara CV. Asi Murni dengan Konsumen? Metode penelitian dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Sumber data diperoleh dengan mengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara dengan informan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier. Alat pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah studi dokumen dan wawancara, yang selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perjanjian baku dalam perjanjian pengangkutan di perusahaan CV. Asi Murni tidak sesuai dengan asas kebebasan berkontrak karena kedudukan pihak pengirim tidak seimbang, sehingga tidak ada kebebasan pengirim untuk menentukan isi perjanjian. Dalam perjanjian baku yang dibuat, pihak perusahaan CV. Asi Murni telah menentukan secara sepihak tanggung jawabnya mengenai ganti rugi. Pembatasan tanggung jawab tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana pengirim berhak mendapatkan ganti rugi yang sesuai dengan kerugian yang dideritanya akibat kesalahan pengangkut. Selain itu, dalam perjanjian baku pengiriman barang tidak memberi perlindungan hukum kepada pihak pengirim (konsumen), sehingga dalam hal ini pihak pengirim (konsumen) merasa dirugikan. Kata Kunci : Perjanjian Baku, Pengangkutan Barang, Perusahaan Angkutan. i Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Transport contract involves consignors or owners of goods and transporters. Transport contract will bring about different right, obligation, and responsibility of each party and these right, obligation, and responsibility must be fulfilled by each party. If there is a failure or a default which causes loss, the affected party will have the right to sue for compensation. If there is a dispute which cannot be settled by the parties, the case will be brought into the local court. This case became the underlying idea to do the research by answering the consumer and CV. Asi Murni use standard agreement? How was the responsibilty of the transporters in implementing the transport contract? And to what extent was the legal protection for the consumers due to the loss or the damage of the goods in the transport contract between CV. Asi Murni and the consumers? The method of the research was descriptive by using judicial empirical approach. The data were obtained by gathering primary data and secondary data. The primary data were gathered by conducting interviews with the informants. The secondary data were obtained through the materials of primary, secondary, and tertiary laws. The devices for gathering the data in this research were documentary study and interviews; the data were analyzed qualitatively. The result of the research showed that the standard agreement in the transport contract at CV. Asi Murni did not meet the principle of independency in making a contract because the position of the consignors was weak so that they had no dependency to make a deal in the contract. In the standard agreement, CV. Asi Murni had unilaterally determined its responsibility about the compensation. This was contrary to Law No. 22/2009 on Traffic and Highway Transport in which the consignors had the right to obtain the compensation which corresponded with the loss due to the transporters’ error. Besides that, the standard agreement on transporting goods did not give legal protection to the consignors (consumers) so that they felt financially injured. Keywords : Standard Agreement, Transportation of Goods, Transportation Business ii Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT dan shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW berikut keluarga, para sahabat dan seluruh umat pengikutnya, atas terselesaikannya penulisan Tesis dengan judul “Pelaksanaan Perjanjian Baku Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Perusahaan Angkutan Darat Di Kota Medan (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni).” Penyusunan Tesis ini bertujuan untuk melengkapi syarat untuk memperoleh gelar Magister Kenotariatan pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Dengan penuh kesadaran bahwa tiada satupun yang sempurna di muka bumi ini, penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan tesis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan terlebih dengan keterbatasan kemampuan, baik dari segi penyajian teknik penulisan maupun materi. Penulisan tesis ini tidaklah mungkin akan menjadi sebuah karya ilmiah tanpa adanya bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak yang telah ikut serta baik langsung maupun tidak langsung dalam usaha menyelesaikan tesis ini. Untuk itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc (CTM), SpA(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. iii Universitas Sumatera Utara 2. Bapak Prof. Dr. Runtung, SH, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, atas kesempatan yang diberikan untuk dapat menjadi mahasiswa Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH., MS., CN., selaku Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan selaku Anggota Komisi Penguji dalam penelitian ini. 4. Bapak Prof. T. Syamsul Bahri, SH., selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini. 5. Bapak Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH., selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini 6. Ibu Dr. Utary Maharany Barus, SH., M.Hum., selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah memberikan waktu dan bimbingan serta materi ataupun teknik penulisan Tesis ini. 7. Bapak Notaris Syahril Sofyan, SH., MKn., selaku Anggota Komisi Penguji dalam penelitian ini. 8. Seluruh Staff Pengajar Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, yang telah memberikan ilmu kepada Penulis selama menuntut ilmu pengetahuan di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. iv Universitas Sumatera Utara 9. Seluruh Staff Pegawai Adiministrasi Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 10. Seluruh keluarga besar penulis yang tidak bisa disebutkan satu per satu, terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 11.Kepada rekan-rekan seperjuangan stambuk 2009 Group B, terutama sari, limey, maria, imay, kak nurul, kak nita, desi, oland, meli, lisa, kak lina, kak tika, amel, kak putri, dian dan seluruh rekan-rekan lainnya di Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungannya selama ini. Secara khusus, penulis menghaturkan sembah sujud dan ucapan terima kasih yang tidak terhingga kepada kedua orangtuaku Ayahanda H. Adnan Manurung dan Ibunda Hj. Rabiah Lubis, yang telah membesarkan penulis dan memberikan kasih sayang yang tak terhingga serta telah memberikan doa restunya sehingga penulis dapat melanjutkan dan meyelesaikan pendidikan di Program Study Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan untuk abang-abangku tercinta Aman Mahruzar Manurung, Adelin Manurung, Affan H. Manurung, untuk kakak-kakakku tersayang Rohani Manurung, Ratna Uli Manurung, Romi Roslin Manurung, Reni Nurul Aini, Rosna Akhiruni, dan untuk adikku Arman Hasudungan Manurung, yang selama ini selalu memberi semangat kepada penulis. v Universitas Sumatera Utara Akhirnya tidak lupa penulis mohon maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak sengaja. Penulis hanya bisa mendoakan agar semua pihak yang telah membantu selama ini dilipatgandakan pahalanya. Dengan iringan doa semoga Allah SWT berkenan menerima amal ini menjadi sebuah nilai ibadah disisi-Nya dan dengan segala kerendahan hati penulis berharap semoga Tesis ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan. Amiin Yaa Robbal’alamin Wasalamu’alaikum Wr. Wb. Medan, Agustus 2011 Penulis Ramadani Fitria Manurung vi Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP I. Identitas Pribadi : 1. Nama 2. Tempat/Tanggal Lahir 3. Alamat : Ramadani Fitria Manurung : Tanjung Balai, 25 Mei 1987 : Jalan Besar Deli Tua No. 8 Km. 11, 5 II. Identitas Keluarga : 1. Orang Tua Ayah Ibu 2. Abang 3. Kakak 4. Adik : H. Adnan Manurung : Hj. Rabiah Lubis : Ir. Aman Mahruzar Manurung : Ir. Adelin Manurung : Ir. Affan H. Manurung : Rohani Manurung : Ratna Uli Manurung : Drg. Romi Roslin Manurung : Reni Nurul Aini, SH., SpN. : Rosna Akhiruni, SE. : Arman Hasudungan Manurung III. Keterangan Pendidikan : 1. Sekolah Dasar : SD 101800 Deli Tua Tamat tahun 1998. 2. Sekolah Menengah Pertama : SMP Negeri 1 Deli Tua Tamat tahun 2001. 3. Sekolah Menengah Atas : SMU Negeri 13 Medan Tamat tahun 2004. 4. S-1 Fakultas Hukum : Universitas Islam Sumatera Utara Tamat tahun 2008. 5. S-2 Magister Kenotariatan : Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Tamat tahun 2011. vii Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . i ABSTRACT . ii KATA PENGANTAR . iii RIWAYAT HIDUP . vii DAFTAR ISI . viii BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang . 1 B. Perumusan Masalah . 10 C. Tujuan Penelitian . 10 D. Manfaat Penelitian . 11 E. Keaslian Penelitian. 11 F. Kerangka Teori dan Konsepsi. 13 1. Kerangka Teori. 13 2. Konsepsi. 25 G. Metode Penelitan. 27 1. Spesifikasi Penelitian . 27 2. Metode Pendekatan . 28 3. Sumber Data. 28 4. Alat Pengumpulan Data . 30 5. Analisis Data . 30 BAB II PELAKSANAAN PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI ANGKUTAN DARAT ANTARA KONSUMEN DENGAN CV. ASI MURNI MENGGUNAKAN PERJANJIAN BAKU . 32 A. Perihal Perjanjian Secara Umum . 32 1. Pengertian Perjanjian . 32 2. Hubungan Perikatan Dengan Perjanjian . 34 viii Universitas Sumatera Utara 3. Asas-Asas Umum Dalam Hukum Perjanjian. 35 4. Syarat Sahnya Perjanjian. 40 5. Hapusnya Perjanjian . 41 6. Perjanjian Pengangkutan. 43 7. Bentuk-Bentuk Perjanjian . 45 8. Klausula Eksonerasi . 49 B. Alasan Hukum CV. Asi Murni Menggunakan Perjanjian Baku Dalam Pelaksanaan Pengangkutan Barang. 53 C. Alasan Ekonomi CV. Asi Murni Menggunakan Perjanjian Baku Dalam Pelaksanaan Pengangkutan Barang. 57 BAB III TANGGUNG JAWAB PENGANGKUT DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN. 62 A. Tanggung Jawab Pengangkut Menurut Perundang-Undangan . 62 1. Kitab Undang-undang Hukum Dagang. 63 2. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan . 68 3. Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 Tentang Pelayaran . 70 4. Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan. 73 B. Tangung Jawab Pengangkut Atas Kerusakan Barang. 76 C. Tanggung Jawab Pengangkut Atas Barang Yang Hilang . 83 BAB IV PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT HILANG ATAU RUSAKNYA BARANG DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN ANTARA CV. ASI MURNI DENGAN KONSUMEN . 89 A. Perlindungan Konsumen Menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. 89 1. Prinsip-Prinsip Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. 89 2. Hak dan Kewajiban Konsumen Serta Pelaku Usaha. 96 3. Ruang Lingkup Perlindungan Konsumen . 100 B. Perlindungan Hukum Terhadap Pelaksanaan Perjanjian Pengangkutan Antara CV. Asi Murni dengan Konsumen . 104 ix Universitas Sumatera Utara 1. Perlindungan Hukum Konsumen Akibat Hilang Atau Rusaknya Barang Dalam Perjanjian Pengangkutan pada CV. Asi Murni. 104 2. Peran Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Dalam Penyelesaian Sengketa Pada Perjanjian Pengangkutan Barang melalui Angkutan Darat . 111 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 120 A. Kesimpulan . 120 B. Saran . 122 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x Universitas Sumatera Utara PELAKSANAAN PERJANJIAN BAKU DALAM PERJANJIAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI PERUSAHAAN ANGKUTAN DARAT DI KOTA MEDAN (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni) TESIS Oleh: RAMADANI FITRIA MANURUNG 097011096/MKn PROGRAM STUDI MAGISTER apa yang telah disanggupi akan dilaksanakan, melaksanakan apa yang diperjanjikan akan tetapi tidak sebagaimana mestinya, melaksanakan apa yang dijanjikan akan tetapi telah terlambat, dan melaksanakan sesuatu yang menurut perjanjian justru tidak boleh dilakukan. Ingkar janji tidak segera terjadi sejak saat seseorang tidak memenuhi prestasinya.Untuk itu diperlukan suatu tenggang waktu yang layak.Jadi pada perjanjian dimana tidak ditentukan tenggang waktu berprestasinya, ingkar janji tidak terjadi demi hukum.Bahkan walaupun dalam perjanjian waktu prestasinya ditentukan, belum berarti bahwa waktu tersebut sudah merupakan batas waktu terakhir bagi seseorang untuk memenuhi prestasinya. Ganti rugi dapat di tuntut oleh pihak pengirim barang atau pun pemilik barang dalam hal tidak dipenuhinya perjanjian. 4. Bunga Menurut Undang-Undang UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Terdapat tiga macam bunga yaitu bunga konvensionil, moratoire dan compensatoire.Yang pertama adalah bunga yang diperjanjikan dan dua yang berikutnya adalah bunga kompensasi. Untuk mencegah dibuatnya suatu janji yang merugikan seseorang, suatu janji uang menggabungkan bunga yang belum dibayar oleh seseorang kedalam utang pokok yang selanjutnya dikenakan pula bunga, hal itu dilarang.Pengecualiannya, bunga atas utang pokok dapat dikenakan melalui gugatan atau karena perjanjian khusus, sepanjang menyangkut bunga yang harus dibayar untuk satu tahun. 5. Penetapan Lalai Untuk mementukan saat terjadinya ingkar janji, undang-undang memberikan pemecahannya dengan lembaga penetapan lalai.Penetapan lalai adalah permintaan dari kreditur (pengirim barang) kepada debitur (pengangkut), dimana kreditur memberitahukan kapan selambat-lambatnya diharapkan pemenuhan prestasi oleh debitur.Dengan ini kreditur menentukan dengan pasti, pada saat kapan debitur dalam keadaan ingakar janji, apabila tidak memenuhi prestasinya.Sejak saat itu debitur harus menanggung akibat yang merugikan yang disebabkan tidak dipenuhinya prestasi. 6. Keadaan Memaksa Keadaan memaksa adalah suatu keadaan yang terjadi setelah dibuatnya perjanjian, yang menghalangi debitur untuk memenuhi prestasinya, dimana debitur tidak dapat dipersalahkan dan tidak harus menanggung risiko serta tidak dapat menduga pada waktu perjanjian dibuat.Keadaan UNIVERSITAS SUMATERA UTARA yang menghalangi pemenuhan prestasi yang harus mengenai prestasinya sendiri.Prestasi tersebut terganggu keseimbangannya sebagai akibat dari keadaan yang tidak dapat diduga. 7. Resiko Hapusnya perjanjian tidak menghapus kewajiban dalam perjanjian.Pembentuk undang-undang memberikan hak untuk menuntut penggantian atas barang yang hilang atau musnah kepada kreditur.Sedangkan debitur dari barang yang musnah kerena perjanjiannya telah hapus tidak memperoleh apa-apa. 8. Syarat yang Tidak Mungkin dan yang Tidak Susila Apabila didalam suatu perjanjian dicantumkan syarat yang tidak mungkin terlaksana dan bertentangan dengan kesusilaan adalah batal. Dalam hal ini bukan syaratnya yang batal, akan tetapi perjanjiannya yang digantungkan pada syarat tersebut yang batal. Ketentuan tersebut hanya mengatur mengenai syarat yang berupa melakukan sesuatu, yang bertentangan dengan kesusilaan atau undang-undang.Akan tetapi undang-undang tidak membedakan antara syarat yang menunda dan yang menghapuskan dan juga tidak mengatur mengenai kewajiban untuk tidak berbuat. 9. Penentuan Hukum Dalam membuat perjanjian, satu hal yang sangat mendasar adalah hak dan wewenang yang diberikan oleh hukum kepada para pihak dalam membuat perjanjian untuk memilih undang-undang yang akan berlaku bagi mereka. Selain itu juga mengerti dan memahami hukum mana yang berlaku dan hukum apa yang akan diberlakukan setelah terikat perjanjian, terutama UNIVERSITAS SUMATERA UTARA dalam hal adanya anasir asing. Dalam hal para pihak menganut sistem hukum yang sama, memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada para pihak untuk mengadakan perjanjian apa saja, sepanjang tidak bertentangan dan melanggar ketertiban umum, kesusilaan dan undangundang. 10. Penafsiran Perjanjian Suatu perjanjian terdiri dari serangkaian kalimat.Untuk itu dalam menetapkan isi perjanjian perlu diadakan penafsiran, sehingga jelas diketahui maksud para pihak ketika mengadakan perjanjian itu.Undangundang memberikan beberapa pedoman dalam menafsirkan perjanjian.Jika kata-kata suatu perjanjian telah jelas, tidak diperkenankan untuk menyimpangdengan jalan penafsiran, sehingga tidak boleh menyelidiki maksud para pihak. Suatu perjanjian jelas bagi yang satu, tetapi belum tentu bagi yang lain. Jadi kata jelas harus diartikan sebagai kata yang sedikit sekali memberikan kemungkinan untuk terjadinya penafsiran yang berbeda.Dalam menafsirkan maksud para pihak dilihat dari itikad baik, karena menafsirkan berarti menentukan isi dan mengakui akibat dari perjanjian. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA BAB III PENGATURAN HUKUM TENTANG PENGANGKUTAN DARAT MENURUT UU NO 22 TAHUN 2009 A. Sejarah Hukum Pengangkutan Dan Pengertian Pengangkutan 1. Sejarah Hukum Pengangkutan Dalam perkembangan dan kemajuan lalu lintas perdagangan dewasa ini di Indonesia, antara satu daerah dengan daerah lain makin lama makin terbuka dan hasrat untuk meningkatkan hubungan dagang yang semakin meningkat, sangatlah memerlukan sarana pendukung yang akan mendorong hubungan antara daerah tersebut dapat berjalan dengan lancar. Pengangkutan mempunyai peranan penting dalam kontrak perdagangan.Hal ini dapat mempengaruhi maju mundurnya suatu tingkat ekonomi ataupun maju mundurnya suatu daerah. Pengangkutan ini akan dapat menunjang setiap sektor untuk pembangunan dan akan membantu tercapainya pengalokasian sektor-sektor ekonomi secara optimal. Nilai dan daya guna suatu barang, tidak hanya tergantung dari barang itu sendiri, tetapi juga tergantung pada tempat dimana barang itu berada, misalnya di Medan dengan di Berastagi, dimana hampir di tiap-tiap rumah petani sayuran bertumpuk sayuran kol dan sejenisnya sampai menggunung. Di sana harga kol sangat murah, tetapi setelah diangkut ke Medan, maka harga kol tersebut akan menjadi dua atau tiga kali lipat. Misalnya lagi, bahwa di Maluku rempah-rempah nilainya tidak begitu tinggi jika dibandingkan dengan di Eropah atau di Amerika sana. Nah, dalam menaikkan dan meningkatkan nilai suatu barang terdapat fungsi dan peran pengangkutan.Inilah jasa pengangkutan. Para pedagang UNIVERSITAS SUMATERA UTARA mempergunakan jasa angkutan ini sebagai salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan. Dari contoh diatas jelas bahwa pengangkutan memegang peranan yang sangat penting dalam lalulintas perdagangan dalam masyarakat.Dari sejak dahulu pengangkutan telah ada, walaupun masih bersifat sederhana.22 2. Pengertian Pengangkutan Pengangkutan adalah perjanjian timbal balik antara pengangkut dengan pengirim, dimana pengangkut mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang dan/atau orang dari suatu tempat ke tempat tujuan dengan selamat, sedangkan pengirim mengikatkan diri untuk membayar uang angkutan.23 Menurut pandangan orang awam bahwa pengertian dari pengangkutan adalah alat-alat yang dipakai untuk membawa sesuatu dari suatu tempat ke tempat lain dimana alat angkutan melalui darat, udara maupun laut. 24 Dari kedua pengertian diatas dapat dilihat bahwa sebelum terjadi transaksi atau realisasi dari membawa atau mengangkut maka antara pengirim dan pengangkut harus ada perjanjian yang mengikat antara keduanya.Alat yang dipergunakan untuk memindahkan atau membawa barang hingga sampai ketempat tujuan yang diinginkan oleh pihak pengirim yakni dapat melalui darat, laut dan udara.25 Mengenai defenisi dari pengangkutan secara umum dalam kitab UndangUndangan Hukum Dagang (KUHD) tidak ada, yang ada hanya mengenai pengangkutan laut yang dinyatakan dalam pasal 466 Kitab Undang-undang Hukum Dagang dikatakan bahwa : 22 H. Hasnil Basri Siregar, Op.Cit., hal. 5-6. 23 H.M.N. Purwosutjipto., “Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia” Jilid 3 (Jakarta: Djambatan, 1981), hal.2. 24 H. Hasnil Basri Siregar, Op.Cit ., hal. 2. 25Ibid., hal. 2. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA “Pengangkutan dalam arti bab ini ialah barang siapa yang baik dengan perjanjian carter menurut waktu atau carter menurut perjalanan, baik dengan perjanjian lainnya mengikatkan diri untuk menyelenggarakan pengangkutan barang yang seluruhnya barang yakni melalui darat atau sebagian melalui lautan.” Kemudian pasal 521 Kitab Undang-undang Hukum Dagang menyatakan : “Pengangkutan dalam arti bab ini adalah barang siapa yang baik dengan carter menurut waktu atau carter menurut perjalanan baik dengan perjalanan lain mengikatkan dirinya untuk menyelenggarakan pengangkutan orang (penumpang) seluruhnya atau sebagian melalui laut.” Dari dua defenisi yang dikemukakan dalam pasal 466 Kitab Undangundang Hukum Dagang tersebut dapat diartikan secara umum bahwa pengangkutan adalah : “Barang siapa yang melakukan penawaran umum bagi siapa saja untuk menyelenggarakan pengangkutan sehingga ia wajib memenuhi hari.92 Apabila pengangkut telah terbukti bersalah dalam kerusakan/kerugian barang tersebut maka pengangkut melakukan penggantian jumlah uang ganti rugi yang ditentukan atas peraturan yang tercantum pada konosemen. Namun, apabila tidak adanya keterangan harga barang di tempat tujuan, maka pengangkut akan mengganti kerugian atas dasar harga f.o.b, harga C & F dan harga c.i.f.93 91 Wawancara dengan Muhammad Taufik Bidang Staf Bagian Import CV. Camar Indah Medan (Tanggal 20 Februari 2014) 92 Wawancara dengan Muhammad Taufik Bidang Staf Bagian Import CV. Camar Indah Medan (Tanggal 20 Februari 2014) 93 Sendy Anantyo, Pengangkutan Melalui Laut, Diponegoro Law Review, Volume 1, Nomor 4, Tahun 2012, Halaman 1-7, Online di http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr, diakses tanggal 17 Februari 2014 Universitas Sumatera Utara 97 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pengaturan transportasi dalam perjanjian pengangkutan laut yakni diatur dalam berbagai Undang-Undang diantaranya Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, PP No. 17 tahun 1988 tentang pengangkutan laut, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Undang-undang Nomor 20 tahun 2010 tentang Angkutan Perairan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda dan peraturan lain yang terkait dengan operasi kerja transportasi. 2. Pelaksanaan Perjanjian oleh perusahaan transportasi dalam proses perjanjian pengangkutan di laut yakni berbentuk tertulis. Dalam hal ini, perjanjian antara para pihak terjadi pada saat pengirim (shipper) menerbitkan shipping instruction, yaitu sebagai tanda terjadinya kesepakatan antara kedua belah pihak. Hanya saja kesepakatan tersebut nantinya akan diwujudkan ke dalam Bill of Lading yang biasa disebut House Bill of Lading. House of Lading tersebut akan diserahkan kepada pengirim (shipper) setelah barang yang akan dikirim masuk ke dalam kapal. 3. Peranan dan tanggungjawab jasa pengangkutan terhadap kerusakan barang dagang dalam perjanjian pengangkutan laut yakni CV. Camar Indah sebagai pengangkut berkewajiban menyelenggarakan pengangkutan dan menjaga keselamatan barang yang diangkut hingga diserahkan pada penerima barang di pelabuhan tujuan. Sedangkan pihak pengirim yang bersangkutan dapat mengajukan klaim secara resmi dan tertulis kepada pihak pengangkut dengan 89 Universitas Sumatera Utara 98 dibuktikannya dokumen-dokumen yang sah, tetapi biasanya penyelesaian klaim didasarkan pada asas kekeluargaan dan musyawarah. Pemilik kapal menerima ganti rugi sebesar 25% dari total nilai kontrak satu shipment ini ditambah jumlah hari tunggu dikalikan biaya demurrage per hari dan ditambah jumlah biaya mobilisasi kapal dan agen kapal. Denda keterlambatan sebesar Rp.25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) per hari. B. Saran Penulis memberikan saran, bahwa : 1. Perusahaan jasa pengurusan transportasi harus bertanggung jawab atas kehilangan dan kerusakan - kerusakan barang bilamana ia bertindak sebagai wakil pemilik barang. Ketentuan hukum Nasional dan Internasional mengatur kegiatan, tugas dan tanggung jawab Freight Forwarder terhadap pemilik barang. 2. Pengusaha Perusahaan jasa pengurusan transportasi perlu meningkatkan kerjasama dengan Perusahaan jasa pengurusan transportasi internasional dalam mengirim barang-barang komoditi Ekspor Impor sehingga devisa negara dapat dihemat. 3. CV Camar Indah hendaknya menghilangkan marginalisasi peraturan mengenai peran Perusahaan jasa pengurusan transportasi. Dengan perannya yang sangat luas sebagai arsitek pengangkutan, Perusahaan jasa pengurusan transportasi hendaknya tidak lagi hanya sekedar sebagai penunjang dalam pengangkutan laut atau usaha yang terkait dalam pengangkutan laut, namun merupakan salah satu bagian penting dalam mata rantai perhubungan di Indonesia. Universitas Sumatera Utara 99 DAFTAR PUSTAKA I. Buku Abbas Salim, H. A., 2008, Manajemen Transportasi, Penerbit Rajawali Pers, Jakarta. Adisasmita, Sakti Adji, 2012, Perencanaan Infrastruktur Transportasi Wilayah, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta. Baskoro, Sinta, 2010, Pengantar Transportasi : Moda Transportasi berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, Penerbit Universitas Brawijaya, Malang. Budiono, Herlien, 2011, Ajaran Hukum Perjanjian dan Penerapannya di Bidang Kenotariatan, Cetakan Ketiga, Penerbit Citra Aditya Bakti, Bandung. Kansil, C.S.T. dan Christine S.T. Kansil, 2001, Modul Hukum Dagang, Penerbit Djambatan, Jakarta. Khairandy, Ridwan, 2006, Pengantar Hukum Dagang, Cetakan Pertama, Penerbit FH UII Press, Yogyakarta. Koleangan, D. 2008, Sistem Peti Kemas (Container System), Jakarta. Martono, K.H., & Tjahjono, Eka Budi, 2011, Asuransi Transportasi Darat, Laut dan Udara, Penerbit CV. Mandar Maju, Bandung. Muhammad, Abdulkadir, 2013, Hukum Pengangkutan Niaga, Penerbit PT. Citra Aditya Bakti, Bandung. Prodjodikoro, Wirjono, 2000, Hukum Asuransi di Indonesia, Penerbit PT Intermasa, Jakarta. Purba, Hasim, 2005, Hukum Pengangkutan di Laut, Penerbit Pustaka Bangsa Pers, Medan. Purwito, Ali, 2007, Reformasi Kepabeanan, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta. Purwosutjipto, H.M.N., 2003, Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia, Cetakan Ketiga belas, Penerbit Djambatan, Jakarta. Santosa, Djohari, 2004, Pokok-Pokok Hukum Perkapalan, Cetakan pertama, Penerbit UII Press, Yogyakarta. Sastrawidjaja, H. Man S., 2005, Bunga Rampai Hukum Dagang, Penerbit Alumni, Bandung. 91 Universitas Sumatera Utara 100 Siregar, Hasnil Basri, 2008, Peranan Hukum Dalam Pembangunan Ekonomi Sebuah Studi Terhadap Jaminan Kepastian Hukum Dalam Usaha Bongkar Muat Pelabuhan Di Indonesia), Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Dalam Bidang Ilmu Hukum Dagang Pada Fakultas Hukum, Diucapkan Di Hadapan Rapat Terbuka Universitas Sumatera Utara, Gelanggang Mahasiswa, Kampus Usu. Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, 2009, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. Supit, Donald, 2013, Tanggung Jawab Pengangkut Dalam Pengangkutan kargo Udara Domestik, Jurnal Vol.I/No.3, Lulusan Pada Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado. Sunggono, Bambang, 2012, Metodologi Penelitian Hukum, Cetakan ke13, Penerbit Rajawali Pers, Jakarta. Suyono, R. P. 2003, Shipping Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut, Edisi ke-3. PPM, Jakarta. Uli, Sinta, 2006, Pengangkutan : Suatu Tinjauan Hukum Multimoda Transport Angkut laut, Angkutan Darat dan Angkutan Udara, Cetakan Pertama, Penerbit USU Pers. M. Husseyn Umar, 2001, Hukum Maritim Dan Masalah-Masalah Pelayaran Di Indonesia, Pustaka Sinar Harapan Jakarta. Wardana, Kun Wahyu, 2009, Hukum Asuransi : Proteksi Kecelakaan Transportasi, Penerbit CV. Mandar Maju, Bandung. Widjaja, Gunawan dan Ahmad Yani, 2003, Seri Hukum Bisnis: Transaksi Bisnis Internasional (Ekspor-Impor dan Imbal Beli), Cetakan Ketiga, Penerbit PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta. II. Perundang-undangan dan Peraturan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, 2013, Penerbit Redaksi Sukses, Yogyakarta. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Undang-undang Nomor 20 tahun 2010 tentang Angkutan Perairan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 1999 tentang Angkutan Di Perairan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda Universitas Sumatera Utara 101 Kementerian Perhubungan RI., 2011, Mencapai Target Pembangunan Transportasi Nasional, Edisi 12, Penerbit Trans Media, Jakarta III. Internet Bayu Yudha Prasetya, Tugas Hukum Pengangkutan diakses http://bayuyudhaprasetya. wordpress.com.html pada tanggal 18 Januari 2014 http://kwu.pakgaol.com/2012/10/hukum-laut-dan-pengangkutan.html tanggal 19 Januari 2014 diakses http://indahblgl.blogspot.com/2013/03/bisnis-freight-forwarding-di-indonesia.html diakses tanggal 19 Januari 2014 http://emyindah.blogspot.com/2013/01/hukum-pengangkutan-laut-darat-danudara.html diakses 18 Januari 2014 http://id.wikibooks.org/wiki/Moda_Transportasi/Moda_Transportasi_Laut diakses pada tanggal 18 Januari 2014 http://kapalroro.blogspot.com/2012/12/pendahuluan.html diakses tanggal 19 Januari 2014 http://newfanyaauraresta.blogspot.com/2012/06/freight-forwarding_10.html diakses 18 Januari 2014 http://amankpermahimakassar.blogspot.com/2012/08/a-terjadinya-perjanjianpengangkutan.html diakses pada tanggal 19 Januari 2014 http://newfanyaauraresta.blogspot.com/2012/06/freight-forwarding_10.html diakses tanggal 19 Januari 2014 http://argawahyu.blogspot.com/2011/06/hukum-pengangkutan.html diakses pada tanggal 19 Januari 2014 http://amankpermahimakassar.blogspot.com/2012/08/akibat-akibat-yang-timbuldari.html diakses 19 Januari 2014 http://ahmadsofiandiharahap.blogspot.com/2013/04/definisi-freight-forwading.html diakses tanggal 19 Januari 2014 Yuga Adi, Penerapan hukum pelayaran dalam perjanjian kerja laut ( pkl ) diakses http://yugaadinugroho.blogspot.com.html pada tanggal 18 Januari 2014 Universitas Sumatera Utara
Pelaksanaan Perjanjian Baku Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Perusahaan Angkutan Darat Di Kota Medan (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pelaksanaan Perjanjian Baku Dalam Perjanjian Pengangkutan Barang Melalui Perusahaan Angkutan Darat Di Kota Medan (Studi Di Perusahaan Pengangkutan Barang CV. Asi Murni)

Gratis