Feedback

Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik

Informasi dokumen
LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI FARMASI RUMAH SAKIT di RUMAH SAKIT UMUM PUSAT H. ADAM MALIK Disusun Oleh: Dahlina Siregar NIM 103202010 Rosmaini Harahap NIM 103202042 Sofia Rahmi NIM 103202048 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat ALLAH SWT karena atas berkah, rahmat, hidayah dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Profesi (PKP) Apoteker di RSUP Haji Adam Malik. Laporan ini ditulis berdasarkan teori dan hasil pengamatan selama melakukan PKP di RSUP. H. Adam Malik Medan. Selama melaksanakan Praktek Kerja Profesi Penulis telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak berupa bimbingan, arahan dan masukan. Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Marianne, S.Si. M.Si., Apt dan Ibu Dra. Kasta Ginting, Apt., yang telah membimbing Penulis dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab selama PKP hingga selesainya Penulisan laporan ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Azwan Hakmi Lubis, Sp.A., M.Kes., selaku Direktur Utama RSUP Haji Adam Malik. 2. Bapak Dr. Lukmanul Hakim s.kk., Selaku Direktur Medik Dan Keperawatan RSUP Haji. Adam Malik. 3. Bapak Dr. M. Nur Rasyid Lubis, Sp.B., FINA.,CS., RSUP H. Adam Malik selaku Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Haji. Adam Malik. 4. Bapak Drs. Bastian, MM., selaku Direktur Keuangan RSUP Haji Adam Malik. 5. Ibu Drg. Tinon Resphati, M.Kes., selaku Direktur Umum dan Operasional RSUP Haji Adam Malik. 6. Ibu Dra. Hj. Isma Sani Pane, M.Si., Apt., selaku Kepala Instalasi Farmasi RSUP Haji Adam Malik. 7. Ibu Dra. Ratna Panggabean, Apt., selaku Kepala Instalasi Gas Medis RSUP Haji Adam Malik. Universitas Sumatera Utara 8. Ibu Dra. Nurminda Silalahi, M.Si., Apt., selaku Instruktur Klinis, Kepala Pokja Farmasi Klinis RSUP Haji Adam Malik dan selaku pembimbing Praktik Kerja Profesi. 9. Zulikhfan, SKM., Pelaksanaan Harian Instalasi CSSD RSUP H. Ada, Malik. 10. Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi USU dan pembimbing Praktik Kerja Profesi. 11. Bapak Drs. Wiryanto, M.S., Apt. selaku Koordinator Program Pendidikan Apoteker Fakultas Farmasi USU. 12. Seluruh Apoteker, Dokter, Asisten Apoteker, Staf Instalasi Farmasi, dan Perawat, temanteman yang telah banyak membantu penulis selama melakukan Praktik Kerja Profesi di RSUP Haji Adam Malik. 13. Seluruh Staf Instalasi Rindu A khususnya Rindu A4 yang telah banyak membantu kami selama Praktik Kerja Profesi di RSUP Haji Adam Malik. Penulis berharap semoga laporan Praktik Kerja Profesi ini dapat menambah ilmu dan pengetahuan di bidang Farmasi, khususnya farmasi rumah sakit dan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Medan, Agustus 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman JUDUL . LEMBAR PENGESAHAN . KATA PENGANTAR . RINGKASAN . DAFTAR ISI . DAFTAR GAMBAR . BAB I PENDAHULUAN . 1.1 Latar Belakang . 1.2 Tujuan . BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT . 2.1 Rumah Sakit . 2.1.1 Definisi Rumah Sakit . 2.1.2 Tugas dan Fungsi Rumah Sakit . 2.1.3 Jenis dan Klasifikasi Rumah Sakit . 2.1.3.1 Jenis Rumah Sakit Secara Umum . 2.1.3.2 Klasifikasi Rumah Sakit Umum . 2.1.4 Badan Layanan Umum (BLU) . 2.1.5 Misi dan Visi Rumah Sakit . 2.1.6 Indikator Pelayanan Rumah Sakit . 2.2 Rekam Medik . 2.3 Komite Medik dan Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) . 2.4 Formularium Rumah Sakit . 2.5 Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) . 2.5.1 Pelayanan Instalasi Farmasi . 2.5.1.1 Pelayanan Farmasi Produk atau Minimal. 2.5.2 Pelayanan Farmasi Klinis . 2.6 Instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD) . 2.7 Instalasi Gas Medis . 2.7.1 Defenisi Gas Medis . 2.7.2 Penyimpanan Gas Medis . 2.7.3 Pendistribusian Gas Medis . iii v vi x 1 1 3 4 4 4 5 5 5 7 8 8 9 10 11 13 14 15 15 19 30 32 32 32 33 BAB III TINJAUAN KHUSUS RSUP H. ADAM MALIK . 34 3.1 Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik . 3.1.1 Fungsi RSUP H. Adam Malik . 3.1.2 Tujuan RSUP H. Adam Malik . 3.1.3 Visi RSUP H. Adam Malik . 3.1.4 Misi RSUP H. Adam Malik . 3.1.5 Falsafah RSUP H. Adam Malik. 3.1.6 Motto RSUP H. Adam Malik . 3.1.7 Susunan Organisasi RSUP H. Adam Malik . 3.1.7.1 Direktur Utama . 3.1.7.2 Direktorat Medik dan Keperawatan . 3.1.7.3 Direktorat Sumber Daya Manusia dan Pendidikan . 34 35 35 36 36 37 37 37 38 39 39 Universitas Sumatera Utara 3.1.7.4 Direktorat Keuangan . 40 3.1.7.5 Direktorat Umum dan Operasional . 40 3.1.7.6 Unit-Unit Non Struktural . 3.2 Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik . 3.2.1 Kepala Instalasi Farmasi . 3.2.2 Wakil Kepala Instalasi Farmasi . 3.2.3 Tata Usaha Farmasi . 3.2.4 Kelompok Kerja . 3.2.4.1 Pokja Perbekalan. 3.2.4.2 Wakil Kepala Pokja Perbekalan . 3.2.4.3 Pokja Apotek . 3.2.4.4 Pokja Farmasi Klinis . 3.2.4.4 Pokja Perencanaan dan Evaluasi . 3.2.5 Depo Farmasi . 3.2.5.1 Depo Farmasi Rindu A . 3.2.5.2 Wakil Kepala Depo Farmasi Rindu A . 3.2.5.3 Depo Farmasi Rindu B . 3.2.5.4 Wakil Kepala Depo Farmasi Rindu B . 3.2.5.5 Depo Farmasi CMU Lantai III . 3.2.5.6 Kepala Depo Farmasi COT. 3.2.5.7 Depo Farmasi IGD . 3.2.5.8 Instalasi Central Sterilized Supply Department (CSSD). 41 43 44 45 45 45 45 46 46 47 59 61 61 61 61 62 62 63 63 63 3.4 Instalasi Gas Medis . BAB IV Pembahasan . 65 67 4.1 Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik . 67 4.2 Peran Apoteker di Instalasi Farmasi Rumah Sakit . 4.2.1 Pokja Perbekalan. 4.2.2 Pokja Farmasi klinis . 4.3.2 Pokja Perencanaan dan Evaluasi . 4.2.4 Depo Farmasi . 4.2.5 Apotek . 4.3 Instalasi Central Sterilized Supply Department (CSSD). 4.4 Instalasi Gas Medis. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . 5.1 Kesimpulan . 5.2 Saran . DAFTAR PUSTAKA . 69 69 72 74 75 77 78 81 83 83 84 85 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Struktur Organisasi RSUP H. Adam Malik . Halaman 38 Gambar 3.2 Struktur Organisasi Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik . 43 Gambar 3.3 Struktur Organisasi Instalasi Central Sterilized Supply Departement (CSSD) RSUP H. Adam Malik . 65 Gambar 3.3 Struktur Organisasi Instalasi Gas Medis RSUP H. Adam Malik . 58 Universitas Sumatera Utara RINGKASAN Telah selesai dilakukan Praktik Kerja Profesi (PKP) farmasi rumah sakit di Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan. PKP ini bertujuan untuk memberikan pembekalan, keahlian dan keterampilan kepada calon apoteker dalam mengelola perbekalan farmasi di rumah sakit dan melihat secara langsung peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Praktek Kerja Profesi ini dilaksanakan pada tanggal 9 Mei s/d 18 Juni 2011 dengan jumlah jam efektif 7 jam per hari. Kegiatan PKP di rumah sakit meliputi: mengetahui fungsi dan tugas rumah sakit dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mengetahui peran Instalasi Farmasi Rumah Sakit dalam menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit, melihat peran apoteker dalam mengelola perbekalan farmasi mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat kepada pasien serta pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien, melakukan peninjauan ke depo-depo farmasi dan apotek untuk melihat sistem distribusi obat dan perbekalan kesehatan kepada pasien di rumah sakit, melaksanakan pelayanan informasi obat (PIO) dan konseling kepada pasien rawat jalan di apotek, melakukan visite ke Ruang Inap Terpadu (Rindu) B Ruang Ortopedi untuk melihat rasionalitas penggunaan obat serta memberikan informasi kepada pasien di ruangan tersebut. Kemudian ikut terlibat langsung dalam pencampuran obat kemoterapi secara aseptis. Selain itu juga melakukan peninjauan ke Instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD) untuk melihat sistem sterilisasi di RSUP H. Adam Malik Medan dalam rangka penurunan angka infeksi nosokomial, serta melakukan peninjauan ke Instalasi Gas Medis di RSUP H. Adam Malik untuk melihat kegiatan mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian untuk pasien yang membutuhkan. Universitas Sumatera Utara RINGKASAN Telah selesai dilakukan Praktik Kerja Profesi (PKP) farmasi rumah sakit di Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan. PKP ini bertujuan untuk memberikan pembekalan, keahlian dan keterampilan kepada calon apoteker dalam mengelola perbekalan farmasi di rumah sakit dan melihat secara langsung peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Praktek Kerja Profesi ini dilaksanakan pada tanggal 9 Mei s/d 18 Juni 2011 dengan jumlah jam efektif 7 jam per hari. Kegiatan PKP di rumah sakit meliputi: mengetahui fungsi dan tugas rumah sakit dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mengetahui peran Instalasi Farmasi Rumah Sakit dalam menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit, melihat peran apoteker dalam mengelola perbekalan farmasi mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat kepada pasien serta pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien, melakukan peninjauan ke depo-depo farmasi dan apotek untuk melihat sistem distribusi obat dan perbekalan kesehatan kepada pasien di rumah sakit, melaksanakan pelayanan informasi obat (PIO) dan konseling kepada pasien rawat jalan di apotek, melakukan visite ke Ruang Inap Terpadu (Rindu) B Ruang Ortopedi untuk melihat rasionalitas penggunaan obat serta memberikan informasi kepada pasien di ruangan tersebut. Kemudian ikut terlibat langsung dalam pencampuran obat kemoterapi secara aseptis. Selain itu juga melakukan peninjauan ke Instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD) untuk melihat sistem sterilisasi di RSUP H. Adam Malik Medan dalam rangka penurunan angka infeksi nosokomial, serta melakukan peninjauan ke Instalasi Gas Medis di RSUP H. Adam Malik untuk melihat kegiatan mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian untuk pasien yang membutuhkan. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelayanan kesehatan merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Rumah sakit adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan yang mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat untuk tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat (Koentjoro, 2007). Hal tersebut diperjelas dalam Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan rumah sakit yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Sehingga peran apoteker berubah dari peracik obat (compounder) dan suplier sediaan farmasi ke arah pemberi pelayanan dan informasi dan akhirnya berubah lagi sebagai pemberi kepedulian pada pasien dengan tanggung jawab untuk memberikan obat yang layak, lebih efektif dan seaman mungkin serta memuaskan pasien, dimana apoteker dapat memberikan kontribusi yang berdampak pada pengobatan serta kualitas hidup pasien (ISFI, 2007). Pelayanan farmasi yang luas mencakup keterlibatan dalam berbagai kegiatan untuk memastikan kesehatan yang baik. Apoteker adalah suatu profesi kesehatan yang berhubungan dengan pembuatan dan distribusi dari produk yang bertujuan untuk pengobatan. Apoteker dan fungsinya sekarang telah mengalami perubahan, baik dalam orientasi pribadi maupun aktivitas profesi, tidak lagi hanya memberikan pelayanan obat berdasarkan resep, namun apoteker telah membina kekuatan fungsinya sebagai sumber informasi tentang obat kepada Universitas Sumatera Utara dokter. Tugas ini merupakan kewajiban profesi yang merupakan tim di dalam tim kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien (Anief, 1995). Untuk dapat mewujudkan profesionalisme apoteker dalam menjalankan profesinya dengan baik, maka perlu dilaksanakan upaya peningkatan sumber daya manusia. Upaya tersebut melalui pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kesehatan. Salah satu diantaranya yaitu Praktek Kerja Profesi (PKP) apoteker. Sebagai tenaga kesehatan profesional, maka calon apoteker perlu memahami dan mengenal peranan apoteker di rumah sakit, khususnya pada instalasi farmasi. Hal ini penting sebagai bekal bagi lulusan Program Pendidikan Spesialis Profesi Apoteker apabila bekerja di rumah sakit. Berdasarkan pertimbangan ini, Fakultas Farmasi USU Medan bekerjasama dengan Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Pusat H.Adam Malik Medan mengadakan Praktek Kerja Profesi. Praktek kerja profesi ini meliputi : 1. Penerimaan materi mengenai RSUP H. Adam Malik Medan secara umum, Instalasi Farmasi, Gas Medis dan CSSD. 2. Peninjauan pada beberapa kelompok kerja (Pokja) dan depo farmasi yang merupakan bagian dari instalasi farmasi dengan memperhatikan peranan apoteker pada bagian tersebut. 3. Pelaksanaan studi kasus di Rawat Inap Terpadu (Rindu) A Ruang Bedah Saraf dan mengikuti kegiatan visite sebagai pendekatan peranan farmasi klinis. Universitas Sumatera Utara 1.2 Tujuan Tujuan dilaksanakannya Praktek Kerja Profesi (PKP) di Rumah Sakit H. Adam Malik Medan adalah : a. Memahami peran apoteker di Rumah Sakit dalam menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah sakit. b. Memahami peran apoteker dalam pengelolaan berbagai kelompok kerja dan depo farmasi dari instalasi farmasi di rumah sakit. c. Memahami peran apoteker dalam pelayanan farmasi klinis di rumah sakit. Universitas Sumatera Utara BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit 2.1.1 Definisi Rumah Sakit Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Gawat darurat adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut (UU No 44 tahun 2009). Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI No. 983/Menkes/SK/XI/1992 tentang pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum, maka rumah sakit adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar, spesialistik, dan subspesialistik. Pelayanan medis spesialistik dasar adalah pelayanan spesialistik penyakit guna dan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan, yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan Universitas Sumatera Utara 3.1.3 Visi RSUP H. Adam Malik Visi RSUP H. Adam Malik adalah menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian yang mandiri dan unggul di Sumatera tahun 2015. 3.1.4 Misi RSUP H. Adam Malik Misi RSUP H. Adam Malik adalah: a. melaksanakan pelayanan kesehatan paripurna, bermutu dan terjangkau b. melaksanakan pendidikan, pelatihan serta penelitian kesehatan yang profesional c. melaksanakan kegiatan pelayanan dengan prinsip efektif, efisien, akuntabel, dan mandiri. 3.1.5 Falsafah RSUP H. Adam Malik Falsafah RSUP H. Adam Malik adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat secara profesional, efisien, dan efektif sesuai standar pelayanan yang bermutu. 3.1.6 Motto RSUP H. Adam Malik Motto RSUP H. Adam Malik adalah mengutamakan keselamatan pasien dengan pelayanan: P : Pelayanan cepat A : Akurat T : Terjangkau E : Efisien N : Nyaman Universitas Sumatera Utara 3.1.7 Susunan Organisasi RSUP H. Adam Malik Berdasarkan Permenkes RI No. 244/Menkes/Per/III/2008 tepatnya pada tanggal 11 Maret 2008, struktur organisasi RSUP H. Adam Malik terdiri dari: a. direktur utama b. direktorat medik dan keperawatan c. direktorat sumber daya manusia dan pendidikan d. direktorat keuangan e. direktorat umum dan operasional f. unit-unit non struktural Struktur organisasi Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik dapat dilihat pada Lampiran 1. 3.1.7.1 Unit-unit Non Struktural Unit-unit non struktural RSUP H. Adam Malik terdiri dari: a. dewan pengawas b. komite c. satuan pemeriksaan intern d. instalasi 3.2 Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik dipimpin oleh seorang apoteker yang berada dan bertanggungjawab langsung kepada direktur umum dan operasional. Instalasi Farmasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perbekalan farmasi yang berupa pengelolaan alat kesehatan, sediaan farmasi, dan bahan habis pakai dimana harus dilakukan dengan sistem satu pintu. Instalasi farmasi adalah Universitas Sumatera Utara regulator bagi semua unit di lingkungan rumah sakit untuk pelayanan rawat jalan maupun rawat inap. Falsafah pelayanan farmasi menurut SK MenKes Nomor 1333/MenKes/SK/XII/1999 adalah pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan rumah sakit yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Fungsi Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik adalah: a. melaksanakan kegiatan tata usaha untuk menunjang kegiatan Instalasi Farmasi dan melaporkan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian b. melaksanakan perencanaan perbekalan farmasi untuk kebutuhan RSUP H. Adam Malik serta melaksanakan evaluasi dan SIRS Instalasi Farmasi c. melaksanakan perencanaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian perbekalan farmasi di gudang Instalasi Farmasi dan memproduksi obat-obat sesuai dengan kebutuhan rumah sakit d. mendistribusikan perbekalan farmasi ke seluruh satuan kerja/instalasi di lingkungan RSUP H. Adam Malik untuk kebutuhan pasien rawat jalan, rawat inap, gawat darurat dan instalasi-instalasi penunjang lainnya e. melaksanakan fungsi pelayanan farmasi klinis f. melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang farmasi. Berdasarkan SK Direktur RSUP H. Adam Malik No OT.01.01./IV.2.1./1868a/2009, struktur organisasi Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik ditunjukkan pada Gambar 3.1. Universitas Sumatera Utara Direktur Umum dan Operasional Ka.Instalasi Farmasi WaKa. Instalasi Farmasi Ka. Tata Usaha Ka.Pokja Farmasi Klinis Ka.Pokja Perencanaan dan Evaluasi Ka.Pokja Perbekalan Wa Ka. Pokja perbekalan Pokja Apotek I Pokja Apotek II DepoFarmasi IGD Ka.Depo Farmasi Rindu A Wa Ka. Depo Farmasi Rindu A Ka.Depo Farmasi Rindu B Wa Ka. Depo Farmasi Rindu B Ka.Depo Farmasi CMU Lt. III Wa Ka. Depo Farmasi CMU Lt. III Gambar 3.1. Struktur Organisasi Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik 3.2.1 Kepala Instalasi Farmasi Kepala Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik mempunyai tugas memimpin, menyelenggarakan, mengkoordinasi,merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian terhadap pasien, instalasi pelayanan dan instalasi penunjang lainnya di RSUP H. Adam Malik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dibantu oleh Wakil Kepala Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik. Universitas Sumatera Utara 3.2.2 Wakil Kepala Instalasi Farmasi Wakil kepala Instalasi FarmasiRSUP H. Adam Malik mempunyai tugas membantu kepala Instalasi Farmasi dalam menyelenggarakan,mengkoordinasikan, merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian terhadap pasien, instalasi pelayanan dan instalasi penunjang lainnya di RSUP H. Adam Malik. 3.2.3 Tata Usaha Farmasi Tata usaha farmasi berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala Instalasi Farmasi yang mempunyai tugas membantu kepala Instalasi Farmasi dalam hal mengkoordinasikan kegiatan ketatausahaan, pelaporan, kerumahtanggaan, mengarsipkan surat masuk dan keluar, serta urusan kepegawaian kepala Instalasi Farmasi. 3.2.4 Kelompok Kerja 3.2.4.1 Pokja Perencanaan dan Evaluasi Pokja perencanaan dan evaluasi dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik, mempunyai tugas membantu kepala Instalasi Farmasi dalam hal mengkoordinasikan, membina, melaksanakan perencanaan perbekalan farmasi untuk kebutuhan rumah sakit, melakukan evaluasi kegiatan pelayanan kefarmasian di RSUP H. Adam Malik dan melaksanakan SIRS Instalasi Farmasi serta melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi dari setiap pelaksanaan tugas di lingkungan pokja perencanaan dan evaluasi. Pokja perencanaan dan evaluasi IFRS pada RSUP. H. Adam Malik mempunyai tugas dimulai dari pemilihan, perencanaan, pengadaan, dan evaluasi yang diperlukan bagi kegiatan pelayanan. Universitas Sumatera Utara Pokja perencanaan dan evaluasi telah menerapkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIRS) secara online sehingga mempermudah segala transaksi dan pemantauan persediaan perbekalan farmasi. Sistem informasi rumah sakit (SIRS) adalah suatu sistem yang berhubungan dengan pengelolaandata, pegumpulandata, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit. Teknologi informasi merupakan salah satu teknologi yang sedang berkembang pesatsaat ini dengan kemajuan teknologi informasi, pengaxyksesan data atau informasi yang tersedia dapat berlangsung dengan cepat, efisien serta akurat. Hal ini jugalah yang menjadi pertimbangan RSUP H. Adam Malik untuk melakukansistem informasi rumah sakit terintegrasi. 3.2.4.2 Pokja Perbekalan Pokja perbekalan dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik, mempunyai tugas membantu kepala Instalasi Farmasi dalam hal mengkoordinasikan, membina, melaksanakan perencanaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian perbekalan farmasi (alat kesehatan habis pakai (AKHP), instrumen dasar, reagensia, radiofarmasi, obat, dan cairan), memproduksi obat-obatan dan pengujian mutu sesuai dengan kebutuhan rumah sakit serta melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi dari setiap pelaksanaan tugas di lingkungan pokja perbekalan. Instalasi farmasi RSUP. H. Adam Malik memiliki 9 ruangan yang berfungsi sebagai gudang untuk menyimpan perbekalan farmasiyaitu ruang produksi, gudang bahan berbahaya dan mudah terbakar, ruang pembuatan aquadest, gudang Universitas Sumatera Utara jamkesmas, gudang askes (tablet dan cairan), gudang umum, gudang floorstock, gudang floorstock Cathlab jantung/bedah jantung, dan ruang pengklaiman. Namun kondisi fisik gudang perbekalan farmasi tidak memadai untuk menyimpan seluruh perbekalan farmasi yang diperlukan untuk kebutuhan pelayanan pasien, sehingga pembelian barang harus disesuaikan dengan kapasitas gudang. Penyimpanan perbekalan farmasi dilakukan dengan menggunakan prinsip First In First Out(FIFO) dan First Expired First Out(FEFO). Pada gudang Askes, gudang ini menyusun tempat penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan yaitu tablet dan cairan, sedangkan penyusunan obatnya sudah sesuai abjad, demikian juga pada gudang jamkesmas dan umum, penyusunan sudah berdasarkan pada bentuk sediaan dan abjad. 3.2.4.3 Pokja Farmasi Klinis Pokja farmasi klinis dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik, mempunyai tugas membantu kepala Instalasi Farmasi dalam hal mengkoordinasikan, membina, melaksanakan pelayanan farmasi klinik dan melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengembangan Multisiplin RSUP H. Adam Malik pada kolom farmasi. Apoteker mampu menjelaskan kepada pasien nama Obat dan kegunaannya, aturan pemakaian dan dosis Obat yang diberikan dan efek samping Obat. Kegiatan visite belum dilakukan secara menyeluruh pada setiap pasien. Hal ini dikarenakan jumlah Apoteker di pokja Farmasi Klinis masih kurang sehingga diperlukan penambahan tenaga Apoteker. Perbandingan jumlah pasien rawat inap dengan Apoteker belum sebanding yakni 1 apoteker melayani 30 pasien, sehingga perlu ditambah lagi tenaga apoteker. Optimalisasi penyampaian informasi kurang tercapai akibat obat yang akan diberikan tidak tersedia dihadapan pasien. g. Pemantauan Terapi Obat Pemantauan terapi obat telah dilakukan bersamaan dengan visite, namun belum dilakukan secara berkesinambungan. h. Monitoring Efek Samping Obat Kegiatan MESO di RSUP. H. Adam Malik sudah dilakukan oleh farmasi klinis bersamaan dengan kegiatan visite. Agar MESO di RSUP. H. Adam Malik dapat terjangkau seluruhnya, maka farmasi klinis melatih kepala ruangan untuk memantau ESO di ruangan masing-masing. Bila tenaga kesehatan menemukan efek samping obat yang tidak lazim, maka dilaporkan ke pokja farmasi klinis, kemudian farmasi klinis akan berkolaborasi dengan dokter yang menangani pasien tersebut dan jika kasus yang didapat ternyata memang efek samping obat yang Universitas Sumatera Utara jarang dan berbahaya, maka informasi tersebut akan dicatat dalam formulir MESO dan selanjutnya dikirimkan ke Pusat MESO Nasional. i. Evaluasi Penggunaan Obat Evaluasi penggunaan obat ditandai dengan stempel review oleh farmasi. Hal ini sudah dilakukan bersamaan dengan visite dan sudah didokumentasikan tetapi belum maksimal. j. Dispensing sediaan steril Dispensing khusus di RSUP H. Adam Malik meliputi pencampuran obat kemoterapi dan pencampuran obat suntik KCI. Pencampuran obat suntik KCI di RSUP H. Adam Malik dilakukan sepenuhnya oleh Instalasi Farmasi di depo farmasi dan jika diluar jam kerja akan dilakukan di depo farmasi IGD, kecuali di ruang ICU, OK, HDU, HCU dan IGD dilakukan oleh perawat. Hal ini dikarenakan oleh kebutuhan KCI di ruang tersebut dibutuhkan segera sehingga akan memakan waktu lebih lama jika harus ditangani oleh Instalasi Farmasi, yang akan berpengaruh pada keselamatan pasien. Selain itu, perawat yang berada di ruang tersebut telah mendapat pelatihan mengenai prosedur pencampuran obat suntik yang baik dan benar. Pendokumentasian pencampuran obat suntik KCl belum dilakukan. Pencampuran obat kemoterapi di RSUP H. Adam Malik telah dilakukan sepenuhnya oleh Instalasi Farmasi. Ruangan pencampuran kemoterapi merupakan ruang clean room dan sudah terjaga baik, karena telah memiliki ruang pencampuran, ruang antara dan ruang administrasi yang berbeda. Pendokumentasian pencampuran obat kemoterapi juga sudah dilakukan dengan baik setiap bulan. Universitas Sumatera Utara k. Pemantauan kadar obat dalam darah Pemantauan kadar Obat dalam darah di RSUP H. Adam Malik belum dilakukan karena tidak ada permintaan. 4.5 Instalasi Central Sterilization Supply Department (CSSD) Central Sterilization Supply Department (CSSD) atau Instalasi Pusat Pelayanan Sterilisasi merupakan instalasi pusat sterilisasi yang melayani semua unit dirumah sakit yang membutuhkan kondisi steril (Depkes RI, 2009). Berdasarkan pengamatan, CSSD telah melakukan kegiatan pencucian, pengeringan, pengemasan, pemberian label dan indikator, sterilisasi, penyimpanan, pendistribusian ke unit-unit yang membutuhkan perlengkapan steril. Sarana luas bangunan CSSD di RSUP. H. Adam Malik belum sesusai dengan persyaratan yang berlaku untuk 800-1000 tempat tidur yaitu 400-450 m2, namun hanya sebesar 250 m2 sehingga ruang pengemasan alat dan ruang produksi dan prosesing masih bergabung.Standar gedung yang harus dipedomani yaitu sistem satu arah. Sehingga diharapkan mencegah kontaminasi silang yang mungkin dapat terjadi, pada kenyataannya belum sesuai harapan. Namun CSSD masih berupaya untuk merekonsiliasikan hal tersebut . Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: a. Belum ditetapkannya perubahan Surat Keputusan dari Direktur Organisasi Instalasi Farmasi RSUP. H. Adam Malik yang lama ke struktu rorganisasi yang baru. b. Pelayanan farmasi klinik di RSUP H. Adam Malik sebahagian besar sudah dilakukan dengan baik, namun belum optimal seperti dalam melaksanakan visite karena karena kekurangan tenaga apoteker. c. Kegiatan konseling hanya dilakukan di apotek II dan data pasien yang dikonseling belum dibuat dalam sistem komputerisasi selain itu ruang tunggu untuk pasien yang akan dikonseling tidak tersedia. 5.2 Saran a. Agar segera ditetapkan Surat Keputusan tentang Struktur Organisasi Instalasi Farmasi yang baru. b. Sebaiknya dilakukan pengoptimalan kinerja Apoteker untuk dalam pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. c. Sebaiknya kegiatan konseling dilakukan juga di apotek I guna meningkatkan pelayanan kesehatan dan dibuat sistem komputerisasi sehingga mudah dalam pencarian data pasien serta dilengkapi ruang tunggu pasien. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Dirut RSUP HAM. (2013). SK Direktur Utama RSUP HAM Nomor OT.01.01./IV.2.1/3343 tentang Pembentukan Panitia Farmasi dan Terapi RSUP H. Adam Malik. Medan: RSUP H. Adam Malik. Depkes RI. (2009). Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi (CSSD) di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes RI. (1990). Keputusan MenKes Nomor 335/MenKes/SK/VII/1990 tentang Rumah Sakit Umum Pusat Medan sebagai Rumah Sakit Kelas A. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes RI. (1991). Keputusan MenKes Nomor 502/MenKes/SK/IX/1991 tentang RSUP H. Adam Malik sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes RI. (2002). SK Menkes No.1439/Menkes/SK/XI/2002tentang Penggunaan Gas Medis. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes RI. (2008). Peraturan Menkes RI No. 244/MENKES/PER/III/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes RI. (2010) Peraturan MenKes Republik Indonesia No. 340/MenKes/Per/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Menkes RI. (2014). Keputusan Menkes RI No. 58/MENKES/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Pemerintah RI. (2009). Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Pemerintah Negara Republik Indonesia. Jakarta: Lembaran Negara RI tahun 2009. Surat Keputusan Direktur RSUP. H. Adam Malik Medan No. OT.01.01/IV.2.1/10281/2011 tentang Revisi Struktur Organisasi dan Tata Kerja Instalasi Farmasi RSUP. H. Adam Malik Medan. Surat Keputusan Direktur RSUP H. Adam Malik Medan No. OT. 01. 01. 11. 7934 tentang Penetapan Falsafah dan Tujuan Pelayanan farmasi Instalasi Farmasi RSUP H. Adam Malik Medan. Universitas Sumatera Utara Lampiran 1. Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Universitas Sumatera Utara Lampiran 2. Format Lembar Pelayanan Informasi Obat LEMBAR PELAYANAN INFORMASI OBAT NO : .Tgl : Waktu : .Metode lisan/pertelp/tertulis 1. Identitas Penanya Nama : No Telp : 2. Data Pasien: Status : Umur : . Berat : .Kg Jenis Kelamin : L/K Kehamilan : Ya / Tidak Minggu Menyusui : Ya/ Tidak Umur bayi : 3. Pertanyaan : Uraian permohonan . . Jenis Permohonan o Identifikasi Obat o Dosis o Antiseptik o Interaksi Obat o Stabilitas o Farmakokinetik/Farmakodinamik o Kontra Indikasi o Keracunan o Ketersediaan o Penggunaan Terapeutik o Harga Obat o Cara Pemakaian o ESO o Lain – Lain 4. Jawaban :. . 5. Referensi :. 6. Penyampaian Jawaban Segera dalam waktu 24 jam, > 24 jam Apoteker yang menjawab : . Tgl : .Waktu : . Metode jawaban : Lisan / Tertulis / Pertelp. Universitas Sumatera Utara Lampiran 3. Blanko Pelaporan Monitoring Efek Samping Obat (MESO) a. Bagian Depan Universitas Sumatera Utara b. Bagian Belakang Universitas Sumatera Utara
Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Defenisi Gas Medis Penyimpanan Gas Medis Definisi Rumah Sakit Tugas dan Fungsi Rumah Sakit Depo Farmasi CMU Lantai III Depo Farmasi IGD Depo Farmasi Peran Apoteker di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dewan Pengawas TINJAUAN KHUSUS Direktur Utama Direktorat Medik dan Keperawatan Direktorat Sumber Daya Manusia dan Pendidikan Direktorat Keuangan Distribusi Resep perorangan Floor stock evaluasi penggunaan obat EPO dispensing sediaan khusus Fungsi RSUP H. Adam Malik Medan Tujuan RSUP H. Adam Malik Medan Visi RSUP H. Adam Malik Medan Misi RSUP H. Adam Malik Medan Falsafah RSUP H. Adam Malik Medan Instalasi Cental Sterilized Supply Department CSSD Instalasi Central Sterilized Supply Department CSSD Instalasi Gas Medis HASIL DAN PEMBAHASAN Instalasi Gas Medis TINJAUAN KHUSUS Klasifikasi Rumah Sakit Misi dan Visi Rumah Sakit Indikator Pelayanan Rumah Sakit Komite Satuan Pemeriksaan Intern Instalasi konseling TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT One day Dose dispensing pengkajian pelayanan resep Pelayanan Informasi Obat PIO Konseling Pemantauan Terapi Obat PTO Monitoring Efek Samping Obat MESO Pemilihan Perencanaan Pengadaan Produksi Penerimaan Penyimpanan penelusuran riwayat penggunaan obat pelayanan lnformasi obat PIO Pengkajian dan Pelayanan Resep Penelusuran Riwayat Penggunaan Obat Pokja Apotek Pokja Perencanaan dan Evaluasi Pokja Farmasi Klinis Peran Apoteker di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pokja Perbekalan Peran Apoteker di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pokja Perencanaan dan Evaluasi Rekam Medik Formularium Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Visite Evaluasi Penggunaan Obat EPO Dispensing Sediaan Khusus visite pemantauan terapi obat PTO monitoring efek samping obat MESO
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik

Gratis