Feedback

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Isopropylbenzene dari Propylene dan Benzene Dalam Fasa Gas Dengan Kapasitas 2.500 Ton/Tahun

Informasi dokumen
PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN ISOPROPYLBENZENE DARI PROPYLENE DAN BENZENE DENGAN KAPASITAS 2.500 TON/TAHUN TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Teknik Kimia Oleh : AHMAD SYAHRUN HASIBUAN 080405070 DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Isopropylbenzene dari Propylene dan Benzene Dalam Fasa Gas Dengan Kapasitas 2.500 Ton/Tahun. Tugas Akhir ini dikerjakan sebagai syarat untuk kelulusan dalam sidang sarjana. Selama mengerjakan Tugas akhir ini penulis begitu banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak M.Hendra Ginting, ST, MT sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan arahan selama menyelesaikan tugas akhir ini. 2. Ibu Farida Hanum ST, MT sebagai Dosen Pembimbing II yang telah memberikan arahan selama menyelesaikan tugas akhir ini. 3. Bapak Dr. Eng Ir. Irvan, MSi sebagai Ketua Departemen Teknik Kimia FT USU. 4. Ibu Ir. Renita Manurung, MT sebagai Koordinator Tugas Akhir Departemen Teknik Kimia FT USU. 5. Seluruh Dosen Pengajar Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu kepada penulis selama menjalani studi. 6. Para pegawai administrasi Departemen Teknik Kimia yang telah memberikan bantuan kepada penulis selama mengenyam pendidikan di Deparetemen Teknik Kimia. 7. Dan yang paling istimewa Orang tua penulis yang tidak pernah lupa memberikan motivasi dan semangat kepada penulis. 8. Juga yang teristimewa C3N63N6 yang yang tidak pernah lupa memberikan motivasi dan semangat kepada penulis. 9. Teman seperjuangan Alex dan Opung sebagai partner penulis dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. 10. Teman-teman ’08 dan Adik-adik junior stambuk ’09 dan ’10. 11. Seluruh Pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu namanya yang juga turut memberikan bantuan kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Universitas Sumatera Utara Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan pada penulisan berikutnya. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan, 13 Juli 2011 Penulis, Ahmad Syahrun Hasibuan 080405070 Universitas Sumatera Utara INTISARI Isopropylbenzene diperoleh melalui reaksi fasa gas antara Benzene dan Propylene dengan bantuan katalis Asam pospat Kieshelgur di dalam reaktor packed bed pada temperatur dan tekanan yang tinggi. Pabrik pembuatan Isopropylbenzene ini direncanakan berproduksi dengan kapasitas 2.500 ton/tahun dengan masa kerja 330 hari dalam satu tahun. Lokasi pabrik direncanakan berdekatan dengan UP II Pertamina Dumai, Propinsi Riau, dengan luas areal 13.430 m2. Tenaga kerja yang dibutuhkan 142 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang Direktur dengan struktur organisasi sistem garis dan staf. Hasil analisa ekonomi pabrik pembuatan Isopropylbenzene adalah sebagai berikut:  Modal Investasi : Rp 189.082.738.131,-  Biaya Produksi : Rp179.014.898.663,-  Hasil Penjualan : Rp 277.271.676.000,-  Laba Bersih : Rp 68.460.845.415,-  Profit Margin : 35,26 %  Break Even Point : 31,72%  Return on Investment : 36,21 %  Return on Network : 60,34 %  Pay Out Time : 2,76 tahun  Internal Rate of Return : 60,44% Dari hasil analisa aspek ekonomi dapat disimpulkan bahwa Pabrik Pembuatan Isopropylbenzene dari Benzene dan Propylene dalam Fasa Gas ini layak untuk didirikan. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . i INTISARI . iii DAFTAR ISI . iv DAFTAR GAMBAR . xi DAFTAR TABEL . xii DAFTAR LAMPIRAN . xvi BAB I PENDAHULUAN . I-1 1.1 Latar Belakang . I-1 1.2 Perumusan masalah . I-2 1.3 Tujuan . I-2 1.4 Manfaat Pra Rancangan Pabrik . I-3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA . II-1 2.1 Benzena . II-1 2.2 Propilena . II-3 2.3 Propana . II-4 2.4 Isopropilbenzena (Cumene) . II-5 2.5 Diisopropilbenzene (DIPB) . II-6 2.6 Proses Pembuatan Cumene . II-7 2.7 Perbandingan Dan pemilihan Proses . II-8 2.8 Deskripsi Proses . II-9 BAB III NERACA MASSA . III-1 3.1 Mixing Point I (M-101) . III-1 3.2 Vaporizer (E-101) . III-1 3.3 Mixing Point II (M-102) . III-2 3.4 Reaktor (R-101) . III-2 3.5 Flash Drum (F-101) . III-2 3.6 Reboiler (E-101). III-3 3.7 Akumulator (AC-101) . III-3 3.8 Menara Destilasi I (MD-101). III-3 3.9 Reboiler (E-110). III-4 3.10 Menara Destilasi II (MD-102) . III-4 Universitas Sumatera Utara 3.11 Akumulator (AC-102) . III-4 BAB IV NERACA ENERGI . IV-1 4.1 Heater (E-103). IV-1 4.2 Compresor (JC-101) . IV-2 4.3 Vaporizer (E-101) . IV-2 4.4 Heater (E-102). IV-2 4.5 Compresor (JC-102) . IV-3 4.6 Reaktor (R-101) . IV-3 4.7 Expander (EV-101) . IV-3 4.8 Condensor Subcooler (E-104). IV-4 4.9 Heater (E-105). IV-4 4.10 Menara Destilasi I (MD-101) . IV-5 4.10.1 Condensor Subcooler (HE-107) . IV-5 4.10.2 Reboiler (HE-106) . IV-5 4.11 Menara Destilasi II (MD-102) . IV-5 4.11.1 Condensor Subcooler (HE-108) . IV-5 4.11.2 Reboiler (HE-110) . IV-6 4.12 Cooler (HE-109) . IV-6 4.13 Cooler (HE-111) . IV-6 BAB V SPESIFIKASI PERALATAN . V-1 5.1 Tangki Penyimpanan Propylena Dan Propana (TT – 101). V-1 5.2 Heater (E-103) . V-1 5.3 Kompresor (JC-101) . V-2 5.4 Tangki Penyimpanan Benzene (TT-102) . V-2 5.5 Pompa Benzena (P-101) . V-3 5.6 Vaporizer (E-101) . V-3 5.7 Heater (E-102). V-3 5.8 Kompresor (JC-102) . V-4 5.9 Reaktor (R-101) . V-4 5.10 Expander (EV-101) . V-5 5.11 Condensor Subcooler (E-104). V-5 5.12 Flash Drum (F-101) . V-5 5.13 Pompa Umpan Destilasi (P-03). V-6 Universitas Sumatera Utara 5.14 Heater (E-105). V-6 5.15 Menara Destilasi I (MD-101). V-6 5.16 Condensor Subcooler (E-107). V-7 5.17 Akumulator (AC-101) . V-7 5.18 Pompa Recicle Benzena Dan IPB (P-102). V-8 5.19 Reboiler (E–106) . V-8 5.20 Pompa Umpan Destilasi II (P-05) . V-9 5.21 Menara Destilasi II (MD-102) . V-9 5.22 Condensor Subcooler (E-108). V-10 5.23 Akumulator (AC-102) . V-10 5.24 Pompa Refluks Kondensor (P-06). V-11 5.25 Cooler I (E-109) . V-11 5.26 Pompa Produk IPB (P-07) . V-11 5.27 Tangki Penyimpanan IPB (TT-103) . V-11 5.28 Reboiler (E-110). V-12 5.29 Cooler (E-111) . V-12 5.30 Pompa Produk Samping DIPB (P-08) . V-13 5.31 Tangki Penyimpanan DIPB (TT-104) . V-13 5.32 Kompresor (JC-103) . V-14 BAB VI INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA . VI-1 6.1 Instrumentasi . VI-1 6.2 Keselamatan Kerja . VI-4 BAB VII UTILITAS . VII-1 7.1 Kebutuhan Uap (Steam) . VII-1 7.2 Kebutuhan Air . VII-2 7.2.1 Screening . VII-6 7.2.2 Klarifikasi . VII-6 7.2.3 Filtrasi . VII-7 7.2.4 Demineralisai . VII-8 7.2.5 Dearator . VII-11 7.3 Kebutuhan Bahan Kimia . VII-11 7.4 Kebutuhan Listrik . VII-12 7.5 Kebutuhan Bahan Bakar . VII-12 Universitas Sumatera Utara 7.6 Unit Pengolahan Limbah Gas . VII-13 7.7 Spesfikasi Peralatan Utilitas . VII-14 7.7.1 Screening (SC) . VII-14 7.7.2 Bak Sedimentasi (BS) . VII-15 7.7.3 Tangki Pelarutan Alum (TP-101) . VII-15 7.7.4 Tangki Pelarutan Soda Abu (TP-102). VII-15 7.7.5 Tangki Pelarutan Asam Sulfat (TP-103) . VII-16 7.7.6 Tangki Pelarutan NaOH (TP-104) . VII-16 7.7.7 Tangki Pelarutan Kaporot (TP-105) . VII-17 7.7.8 Clarifier (CL) . VII-17 7.7.9 Sand Filter (SF). VII-18 7.7.10 Cation Exchanger (CE) . VII-18 7.7.11 Anon Exchanger (AE) . VII-18 7.7.12 Refrigerator I (RF-01) . VII-19 7.7.13 Refrigerator II (RF-02) . VII-19 7.7.14 Tangki Utiltas (TU-01). VII-19 7.7.15 Tangk Utilitas II (TU-02) . VII-20 7.7.16 Dearator (DE) . VII-20 7.7.17 Ketel Uap (KU) . VII-21 7.7.18 Tangki Bahan Bakar (TB) . VII-21 7.7.19 Pompa Screening (PU-01) . VII-21 7.7.20 Pompa Sedimentasi (PU-02) . VII-22 7.7.21 Pompa Alum (PU-03) . VII-22 7.7.22 Pompa Soda Abu (PU-04) . VII-22 7.7.23 Pompa Umpan Filtrasi (PU-05) . VII-22 7.7.24 Pompa I Utiliti (PU-06) . VII-23 7.7.25 Pompa kation Exchanger (PU-07) . VII-23 7.7.26 Pompa Refrigerator (PU-08) . VII-23 7.7.27 Pompa II Utiliti (PU-09). VII-23 7.7.28 Pompa Asam Sulfat (PU-10) . VII-24 7.7.29 Pompa Anion Exchanger (PU-11) . VII-24 7.7.30 Pompa NaOH (PU-12) . VII-24 7.7.31 Pompa Kaporit (PU-13) . VII-24 Universitas Sumatera Utara 7.7.32 Pompa II Domestik (PU-14) . VII-25 7.7.33 Pompa Umpan Dearator (PU-15) . VII-25 7.7.34 Pompa Cooler (PU-16) . VII-25 7.7.35 Pompa Umpan Ketel Uap (PU-17) . VII-25 7.7.36 Pompa Bahan bakar Ketel uap (PU-18) . VII-26 7.7.37 Pompa Bahan bakar Generator (PU-19). VII-26 7.7.38 Pompa Dowtherm A (PU-20) . VII-26 BAB VIII LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK . VIII-1 8.1 Lokasi Pabrik . VIII-1 8.1.1 Faktor Primer/Utama. VIII-1 8.1.2 Faktor Skunder. VIII-2 8.2 Tata Letak Pabrik . VIII-6 8.3 Perincian Luas Tanah . VIII-7 BAB IX ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN . IX-1 9.1 Organisasi Perusahaan . IX-1 9.1.1 Bentuk Organisasi Garis . IX-2 9.1.2 Bentuk Organisasi Fungsonal . IX-2 9.1.3 Bentuk Organisasi Garis Dan Staf . IX-3 9.1.4 Bentuk Organisasi Fungsional Dan Staf . IX-3 9.2 Manajemen Perusahaan . IX-3 9.3 Bentuk Hukum Badan Usaha . IX-4 9.4 Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab . IX-6 9.4.1 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) . IX-6 9.4.2 Direktur . IX-6 9.4.3 Sekretaris . IX-6 9.4.4 Manager Umum Dan Keuangan . IX-6 9.4.5 Manager Teknik Dan Produksi . IX-7 9.4.6 Kepala Bagian Keuangan Dan Admnstrasi . IX-7 9.4.7 Kepala Bagan Pemasaran Dan Pembelanjaan . IX-7 9.4.8 Kepala Bagian Umum Dan Personalia . IX-7 9.4.9 Kepala Bagian Teknk . IX-7 9.4.10 Kepala Bagian Produksi . IX-8 9.4.11 Kepala Bagian Laboratorium Dan Litbang . IX-8 Universitas Sumatera Utara   Cp(g) dT    BP   298,15 Tabel LB.46 Panas Masuk Cooler (E-111) Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Komponen  Cp (l) dT BP N (kg/jam) ∆Hvl 289,15 0.027 38241.6 30775.0398 2.494 34664.0449 4250.4550  Cp 438,24 (g) dT BP Q in (kJ/Jam) 1978.2116 0.027 86452.1279 2.494 88430.3395 Total Panas keluar pada suhu 303,15 K (150,07 oC) Panas keluar pada alur 32 : Qout 303,15   BP  =  Ni  Cp(l )dT  (Hvl)   Cp(g) dT    BP   298,15 Tabel LB.47 Panas Keluar Cooler (E-111) Komponen N (kg/jam) ∆Hvl  Cp (l) dT  Cp(g) dT BP 303,15 Q out 298,15 BP (kJ/Jam) Benzene 0.027 1060.5192 28.6340 IPB 2.494 1086.5219 2709.7856 DIPB 0.027 1060.5192 28.6340 Total 2738.4197 Neraca Energi Total Sistem : dQ = QOut– QIn dt = [2.738,4197 – 88.430,3395] kJ/jam = -8.5691,9198 kJ/jam Air pendingin yang diperlukan adalah :   q  m =  0 0   H (70 C  25 C )  = 8.5691,9198 kJ/jam (3.390,6827kj / kmol  0.kj / kmol) / 18,015kg / kmol = 8.5691,919 8 kJ/jam 188,2144 kj/kg = 455,2888 kg/jam Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN C PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN LC.1 Tangki Penyimpanan Propylene dan Propana (TK – 101) Fungsi : Menyimpan gas propylene untuk kebutuhan 10 hari Bahan konstruksi : Low alloy steel SA-353 Bentuk : Silinder vertikal dengan alas dan tutup elipsoidal Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Jenis sambungan : Single welded butt joints Jumlah : 2 unit Kondisi operasi : Tekanan = 7,5 atm Temperatur = 21,1 oC Laju alir massa = 153 kg/jam = 294,25K Tabel LC.1 Data pada Alur 1 Komponen Laju Alir kg/jam Propylene 144,1 Propana 8,9 Densitas ρ Kg/m3 Campuran 0,942 520 489,84 0,058 585 33,93 1 523,77 Fraksi (Sumber: Perry, 1999) Kebutuhan perancangan = 10 hari Faktor kelonggaran = 20% Perhitungan: a. Volume Tangki Volume Fluida, Vl = 153 kg/jam  10 hari  24 jam/hari = 70,1071 m3 523,77 kg/m 3 Direncanakan membuat 2 tangki dan faktor kelonggaran 20%, maka : Volume 1 tangki, Vl = 1,2 x 70,1071 m3 = 42,0642 m3 2 b. Diameter dan Tinggi Shell Direncanakan: - Tinggi silinder (Hs) : Diameter (D) = 4 : 3 - Tinggi tutup (Hd) : Diameter (D) - =1:4 Volume shell tangki (Vs) : Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Vs  πR 2 H s  Vs  π 3 D 3 π 2 4  D  D 4 3  - Volume tutup tangki (Ve) : Vh = 2 2  1   3 D R Hd  D2  D  3 6  4  24 Untuk 2 elipsoidal   (Brownell & Young,1959) D3 48 - Volume tangki (V) : Vt = Vs + Vh = 42,0642 m3 17 D 3 48 = 1,1781 D 3 D3 = 37,8248 m3 D = 3,3568 m = 131,711 inc Hs = 4 D  4,4757 m 3 c. Diameter dan tinggi tutup Diameter tutup = Diameter tangki = 3,3568 m Tinggi tutup (Hd) = Tinggi tangki = Hs + 2Hd = 4,4757 + (2 x 0,8392 ) m = 6,1541 m 1 D  0,8392 m 4 d. Tebal shell tangki Direncanakan menggunakan bahan konstruksi Low alloy steel SA-353 diperoleh data : - Allowable stress (S) = 22500 psia - Joint efficiency (E) = 0,8 - Corrosion allowance (C) = 0,25 mm/tahun (Peters dkk,2004) Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara = 0,0098 in/tahun - Umur tangki (n) = 10 tahun Tinggi cairan dalam tangki = 35,0536 m3 × 4,4757 m = 3,7297 m 42,0642 m3 Tekanan Hidrostatik: PHidrostatik =  × g × l = 523,77 kg/m3 × 9,8 m/det2 × 3,7297 m = 0,189 atm Tekanan operasi (Po) = 7,5 atm P = 7,5 atm + 0,189 atm = 7,689 atm Faktor keamanan 20% Pdesign = (1,2) × (7,685) = 9,2268 atm = 135,598 psi Tebal shell tangki: t PR SE - 0,6P (Walas dkk, 2005) Dimana : P = tekanan desain (psig) R = jari-jari dalam tangki (in) S = allowable stress (psia) E = joint efficiency t PR SE  0,6P   (135,598) (65,8554 in)     (22500 psia)(0,8)  0,6 (135,598 psi)   0,4983 in Faktor korosi = 0,0098 in/tahun Maka tebal shell yang dibutuhkan dengan perkiraan umur alat adalah 10 tahun = 0,4983 + (10 x 0,0098) = 0,5963 in Tebal shell standar yang digunakan = 0,75 in (Brownell & Young,1959) e. Tebal tutup tangki Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell. Tebal tutup atas yang digunakan = 0,75 in Untuk menjaga temperatur penyimpanan digunakan insulasi jenis fine powder (Walas dkk, 2005). LC.2 Heater (HE – 103) Fungsi : Menaikkan suhu umpan proylene yang mengandung sedikit propana sebelum dicampur dengan umpan benzene. Jenis : Duble-pipe counterflow exchanger Dipakai : 2,067 in ID = 0,1722 ft (annulus) 1,66 in OD = 0,138 ft (inner-pipe) 1,38 in ID = 0,115 ft (inner-pipe) - - Fluida panas Laju alir fluida panas = 294,2733 kg/jam = 648,7650 lbm/jam Temperatur awal (T1) = 360°C = 415,54 °F Temperatur akhir (T2) = 150 °C = 320 °F Fluida dingin Laju alir fluida dingin = 153 kg/jam = 337,309 lbm/jam Temperatur awal (t1) = 30°C Temperatur akhir (t2) = 268,32 °C = 514,976 °F Panas yang diserap (Q) = 126.575,7882 kJ/jam = 119970,2275 Btu/jam = 86 °F (1) t = beda suhu sebenarnya Fluida Panas T1 = 680 F T2 = 320 F T1 – T2 = 360 F LM TD  R Temperatur yang lebih tinggi Temperatur yang lebih rendah Selisih Δt 2  Δt 1  Δt ln  2  Δt 1     Fluida Dingin t2 = 514,976 F t1 = 86 F t2 – t1 = 428,976 F Selisih t1 = 165,024 F t2 = 234 F t2 – t1 = 68,976 F 68,976 = 197,5087 F  234  ln    165,024  T1  T2 360   0,8392 t 2  t1 428,976 Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara S t 2  t1 428,978   0,7221 T1  t1 680  86 Dari Gambar 19, Kern, 1965 diperoleh FT = 0,81 Maka t = FT  LMTD = 0,81  197,5086 = 159,982 F (2) Tc dan tc Tc  T1  T2 680  320   500 F 2 2 tc  t1  t 2 86  514,976   300,488 F 2 2 Fluida dingin : gas , inner-pipe (3) Flow area tube,at’ ID2 = 1,38 in2 at  at   ( ID 2 ) = 0,115 ft (Tabel 11, Kern, 1965) 2 (Kern, 1965) 4 3,14(0,115 2 ) = 0,01038 ft 2 4 (4) Kecepatan massa: Gt  Gt  w at (Pers. (7.2), Kern, 1965) 337,3909  32490,9658 lbm/jam.ft 2 0,01038 (5) Bilangan Reynold: Pada tc = 300,488 F  = 0,0116 cP = 0,0281 lbm/ft2jam Re t  Re t  ID 22  G t  0,115  32490,9658 0,0281 (Gambar 14, Kern, 1965) (Pers.(7.3), Kern, 1965)  133102,7741 Taksir jH dari Gambar 24 Kern (1965), diperoleh jH = 290 pada Ret = 133102,7741 Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara (6) Pada tc = 300,488 F c = 0,92 Btu/lbm.F (Gambar 2, Kern, 1965) k = 0,0188 Btu/jam lbm ft.F  c.     k  (7) 1 3  0,92  0,0281     0,0188  k  c.   hi  jH   ID 2  k  hi  290  1 3 1 (Tabel 5, Kern, 1965) 3  1,1116       w  (Pers.(6.15a), Kern, 1965) 0,0188  1,1116.(1) = 52,7018 0,115 (8) Koreksi hi pada permukaan OD  ID  hio  hi  2   OD  hio 1,38  52,7018   43,8123 t 1,66 Fluida panas : steam, annulus (3’) Flow area shell  ID12  OD 2 a s    4       0,1722 2  0,138 2 a s  3,14  4    = 0,0082 ft2   (Kern, 1965) (4’) Kecepatan massa Gs  Gs  w as (Pers. (7.2), Kern, 1965) 648,765  78456,0468 lbm/jam.ft2 0,0082 (5’) Bilangan Reynold Pada Tc = 500 0F Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara  = 0,0183 cP = 0,0442 lbm/ft2jam De = ( ID12  OD) OD (Gambar 14, Kern, 1965) (Pers.(6.3), Kern, 1965) (0,1722 2  0,138 2 ) = 0,0761 ft 0,138 = Re s  Res  De  G s  (Pers. (7.3), Kern, 1965) 0,0761 78456,0468  134903,8778 0,0442 (6) Taksir JH dari Gambar 24, Kern, diperoleh JH = 330 pada Res = 134903,8778 (7’) Pada Tc = 500 0F c = 0,191 Btu/lbmF (Gambar 2, Kern 1965) k = 0,03 Btu/jam lbm ft.F  c.     k  1 3  0,191 0,0442    0,03   k ho  jH De ho  330 (Tabel 4, Kern 1965)  c     k  1 3       w  1 3  0,6557 0 ,14 (Pers. 6.15b, Kern 1965) 0,03 0,6557.(1) = 85,2505 0,0761 (8) Clean Overall Coefficient, UC UC  h io  h o 43,8123  85,2505  28,9395 Btu/jam.ft 2 .F  h io  h o 43,8123  85,2505 (Pers. (6.7), Kern, 1965) (9) Rd (diperbolehkan) = 0,003 1 1   Rd Ud Uc (Pers. (6.10), Kern, 1965) 1 1   0,003  0,0375 Ud 28,9396 Ud = 1/0,0375 = 26,6277 Btu/(jam)(ft2)(oF) Edenta D. Ginting 080405091 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara (10) A A Q Ud (t ) 119970 26,6277(197,5087) = 22,8114 ft2 Pipa Standart = 0,435 ft2 (Tabel 11, Kern, 1965) Panjang pipa yang diperbolehkan 22,8114  52,44 lin ft 0,435 Hairpins = 52,44  1,311 = 2 hairpins 40 Dipilih panjang hairpins = 27 ft Surface supplied = (27 ft x 2 hairpins) x 0,435 ft2 = 23,49 ft2 (12) Koreksi Ud = 119970,2275 2 o  25,8585 Btu/(jam)(ft )( F) 23,49.(197,5087) Faktor pengotor, Rd Rd  UC  U D 28,9395  25,8585   0,0041 UC  U D 28,9395  25,8585 (Pers. (6.13), Kern, 1965) Rd hitung  Rd Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Blasa, M., et al., 2007. Honey flavonoids as protection agents against oxidative damage to human red blood cells. Università degli Studi di Urbino. [ Diakses 16 Maret 2007] Bodgen, J.D., Oleske. J.M., louria., 1997. Lead poisoning-one approach to a problem that wont go away. Environment Health Prespectives. 105(12): 1284-1287 Centers for Disease Control and Prevention., 2000. Recommendation for Blood Lead Screening of Young Children Enrolled in Medicaid: Targeting a Group at High Risk. MMWR 49:1-13. Darmono, 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Darmono, 2005. Toksikologi Logam Berat, Surabaya. Dalam: Kurniawan, 2008. Hubungan Kadar Pb dalam Darah dengan Profil Darah pada Mekanik Kendaran Bermotor di Kota Pontianak. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang:11 Dewi, M.R. 2010. Pengaruh Hepatoprotektor Madu Terhadap Kerusakan Histologis Sel Hepar Mencit (Mus musculus) yang Diberi Perlakuan Natrium Siklamat. Diambil dari : http://digilib.uns.ac.id/upload/dokumen/169140709201001091.pdf [Diakses 18 Februari 2011]. Dharmawiyanti, 2004. Bahaya Pencemaran Timbal pada Makanan dan Minuman Diambil dari: http/www.pikiran rakyat.com/cetak/0804/19/cakrawala/utama.htm Universitas Sumatera Utara Easter, N., 1997. Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik dengan implikasi keperawatan. Edisi ke-2. Penerbit EGC. Jakarta: 22-24. Erguder, B.I., et al. Honey Prevents Hepatic Damage Induced by Obstruction of The Common Bile http://www.wjgnet.com/1007- Duct. Diambil dari : 9327/14/3729.pdf [Diakses 3 Maret 2011]. Ganiswara, S,. Sehabudu, R,. Syamsudin, U. & Bustam,Z., 1995. Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Indonesia Jakarta. . Dalam: Nelma, 2008. Pengaruh Pemberian Vitamin C terhadap Aktivitas Enzim Delta Amino Levulinic Acid Dehydratase, Kadar Hemoglobin dan Basophilic Stippling pada Mencit yang Dipapar Plumbum, Medan:51 Gibson, R.S., 2005. Principles of nutritional assessment. Oxford University Press. New York: 351-353 Goldstein, B.D. & Kipen, H.M., 1994. Hematologic Disorder In Levy and Wegmen. Occupational Health Recognizing and Preventing Work-Realted Disease 3rd. Dalam: Nelma, 2008. Pengaruh Pemberian Vitamin C terhadap Aktivitas Enzim Delta Amino Levulinic Acid Dehydratase, Kadar Hemoglobin dan Basophilic Stippling pada Mencit yang Dipapar Plumbum, Medan:7 Hariyati, L.F. 2010. Aktivitas Antibakteri Berbagai Jenis Madu Terhadap Mikroba Pembusuk (Pseudomonas fluoroscens FNCC 0071 dan Pseudomonas putida FNCC 0070). Diambil http://eprints.uns.ac.id/526/1/170552511201011471.pdf dari [Diakses : 26 Februari 2011]. Hasan, M.Z.Seth, T.D., 1981. Effect of Lead and Zinc Administration on Liver, Kidney, and Brain Levels of Copper, Lead, Manganese, and Zinc on Erthrocytes Ala-D Activity in Rats let: 353-358. Universitas Sumatera Utara Hematologi, Pusat Pendidikan tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan. Dalam: Kurniawan, W., 2008. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang:45-46. Halliwel, B., 1987. Oxidans and Human Disease: Some New Consepts. FASEB J, 1, p. 358-364. Hanim D, Rimbawan, Kushartono, Hermana. (1998). Pengaruh Vitamin E terhadap Organ Hati dan Uterus Tikus Putih (Rattus norvegicus) Betina yang diberi perlakuan Natrium Sakarin dan Natrium Siklamat. Jurnal Kedokteran Yarsi 6(1). Hal 94-109. Harald et al., 2004. Color Atlas of Hematology. Practical Microscopic and Clinical Diagnosis.Inclusion Erythrocyte: NewYork:165. IPTEKnet. 2005. Wortel (daucus carota l.) dalam Tanaman Obat Indonesia.Dalam: Dewi, M.R., 2010. Pengaruh Hepatoprotektor Madu terhadap Kerusakan Histologis Sel Hepar Mencit (Mus Musculus) yang Diberi Perlakuan Natrium Siklamat. Fakulat Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta: 31 Islamulhayati, Keman, S., Yudhastuti, R., 2005. Jurnal Kesehatan Lingkungan. vol.1, no. 2; 103. Juncqueira L C & Carneiro J. H M Djauhari (eds)., 2003. Basic Histology Text and Atlas.Jakarta:EGC. 239-240 Juncqueira L C & Carneiro J. H M Djauhari (eds). 2003. Basic Histology Text and Atlas.Jakarta:EGC. 242-244 Katzung, B.G., Basic And Clinical Pharmacology 4rt., 1984. Department Of Pharmacology University Of California. San Francisco: 20-50 Kurniawati, H., 1996. Pengaruh pemberian Larutan Timbal Anorgonik Per-Oral Terhadap Inklusi Eritrosit Pada Mencit. FMIPA. Surabaya. Universitas Sumatera Utara Mugahi, NM, H & Z,H., 2000. Effect of chronic Lead acetate Intoxication on Blood indices of Male Rats. Medical science. Murray, K., et al., 2003. Biokimia Harper. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta: 343-345 Nasution, F.A., 2004. Bahaya Timbal dan Permasalahannya. Replubika Online: http: //www.replublika.co.id Palar H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Penerbit Rineka Cipta. 23-56. Palar. H., 2004. Pencemaran dan toksikologi logam berat. Rineka cipta. Jakarta. p. 78-86 Retnogitawati. 1995. Radikal bebas-Sifat dan peran dalam kerusakan/ kematian sel. Cermin Dunia kedokteran. Robbins, S.L., dan Kumar, V., 1995. Buku Ajar Patologi I. Edisi 4. Alih bahasa, Staf Pengajar Laboratorium Patologi Anatomi, FK Unair, Surabaya. EGC. Hal. 304-305. Saryan LA, Zenz C., 1994. Lead and its compounds. In: Occupational Medicine. Edisi 3. New York: 506-539 Soebrataganda, R., 1992. Penuntun Laboratorium Klinik. Dian Rakyat Jakarta. Suciani, S. 2007. Kadar Timbal dalam Darah Polisi Lalu Lintas dan Hubungannya dengan Kadar Hemoglobin (Studi Pada Polisi Lalu Lintas yang Bertugas di Jalan Raya Kota Semarang). Diambil dari : http://eprints.undip.ac.id/15877/1/Sri_Suciani.pdf [Diakses 3 Maret 2011]. Suranto A, 2007. Terapi Lebah. Jakarta : Penebar Swadaya. Suryohudoyo, P., 2004. Uji toksisitas antara timbale dan cadmium pada pemeriksaan kadar Hb, jumlah eritrosit dan nilai PCV tikus putih. Unair Surabaya. Universitas Sumatera Utara Todd, A.C., Wetmur, J.G., Moline., J.M., Godbold, J.H., Levin, S.M., Landrigan, P.J., 1996. Unraveling the chronic toxicology of lead: An essential priority for environmental health. Environmental Health Prespectives. 104(1): 141-146 Wahyuni, Arlinda Sari. 2008. Statistika Kedokteran. Jakarta : Bamboedoea Communication. Wahyuni, A., 2000. Pengaruh Pemberian Ekstrak Akar Ginseng terhadap volume padat eritrosit dan kadar timbal darah tikus putih yang diberi perlakuan larutan timbal. Unair Erlangga. WHO. 1997. Lead Environmental Health. Published Under The Joint Organization Ganeva, 3. Diambil dari: http: //www.euro.who.int/data.assets/pdf_file/0003/134895/E80604.pdf. [Diakses 2 Desember 2002] Winarno. F.G., 1993. Pangan. Gizi. Teknologi dan Konsumen. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Universitas Sumatera Utara Lampiran 1 DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : Winson Tempat/ Tanggal Lahir : Medan, 19 Januari 1991 Agama : Buddha Riwayat Pendidikan :1. TK Sutomo 1, Medan 2. SD Sutomo 1, Medan 3. SMP Sutomo 1, Medan 4. SMA Sutomo 1, Medan 5. Universitas Sumatera Utara (USU) Riwayat organisasi : Anggota KMB USU Panitia PMB USU 2011 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Lampiran 2 Kontrol (9ekor) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 P1 (9ekor) 14 22 19 10 10 14 22 34 17 162 P2 (9ekor) 8 7 4 6 4 5 7 6 7 54 Rata- rata 0 18 6 Case Processing Summary Cases Valid N Jumlah Missing Percent 27 N Total Percent 100.0% 0 N .0% Percent 27 100.0% Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic Jumlah .180 df Shapiro-Wilk Sig. 27 .026 Statistic .848 df Sig. 27 .001 a. Lilliefors Significance Correction Universitas Sumatera Utara Kruskal-Wallis Test Ranks Kelomp ok Jumlah N Mean Rank 1 9 5.00 2 9 23.00 3 9 14.00 Total 27 Test Statisticsa,b Jumlah Chi-Square 24.092 Df 2 Asymp. Sig. .000 a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable: Kelompok Mann-Whitney Test Ranks Kelomp ok Jumlah N Mean Rank Sum of Ranks 1 9 5.00 45.00 2 9 14.00 126.00 Total 18 Universitas Sumatera Utara b Test Statistics Jumlah Mann-Whitney U .000 Wilcoxon W 45.000 Z -3.827 Asymp. Sig. (2-tailed) .000 .000a Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Kelompok Ranks Kelomp ok Jumlah N Mean Rank Sum of Ranks 1 9 5.00 45.00 3 9 14.00 126.00 Total 18 b Test Statistics Jumlah Mann-Whitney U .000 Wilcoxon W 45.000 Z -3.827 Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000 .000a a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Kelompok Universitas Sumatera Utara Ranks Kelomp ok Jumlah N Mean Rank Sum of Ranks 2 9 14.00 126.00 3 9 5.00 45.00 Total 18 b Test Statistics Jumlah Mann-Whitney U .000 Wilcoxon W 45.000 Z -3.593 Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000 a .000 a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: Kelompok Universitas Sumatera Utara Lampiran 3 Lampiran 3.1 Universitas Sumatera Utara Lampiran 3.2 Universitas Sumatera Utara Lampiran 3.3 Universitas Sumatera Utara
Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Isopropylbenzene dari Propylene dan Benzene Dalam Fasa Gas Dengan Kapasitas 2.500 Ton/Tahun
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Isopropylbenzene dari Propylene dan Benzene Dalam Fasa Gas Dengan Kapasitas 2.500 Ton/Tahun

Gratis