Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik.

 0  58  129  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Skripsi yang berjudul Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana di Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Pemerintahjuga memberikan perhatian terhadap Sumatera Incidental Music dan juga sanggar- sanggar yang terdapat di Taman Budaya Sumatera Utara dengan memfasilitasigedung sebagai tempat sekretariat dan juga sebagai tempat latihan.

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan yang keberadaannya sangat

  Kerjasama yang baik dengan pemerintah tersebut selalu dijagadengan baik oleh Sumatera Incidental Music, karena Sumatera Incidental Music menganggap, kerjasama dengan pemerintah dalam melakukan pertunjukan adalahsuatu kesempatan yang sangat baik, karena tidak semua grup musik yang ada diKota Medan bisa mendapat kesempatan seperti yang didapatkan oleh SumateraIncidental Music. Menurut Hendri Perangin Angin, saat ini sangat jarang dijumpai grup yang seperti Sumatera Incidental Music di Kota Medan yang dapat bertahan sudahsekitar sebelas tahun, memang banyak grup yang memiliki genre musik seperti musik Sumatera Incidental Music, tetapi banyak orang membentuk grup musikseperti ini hanya bertujuan untuk tampil di satu pertujukan, sesudah pertunjukan tersebut selesai grup tersebut bubar.

I. 3.2 Manfaat Penelitian

  Sebagai bahan pengetahuan tentang keberadaan dan eksistensi SumateraIncidental Music yang menyajikan musik kontemporer etnis Sumatera Utara dalam setiap pertunjukannya. Menambah wawasan mengenai musik tradisional, musik kontemporer dan perkembangannya, khususnya di kota Medan.

1.4. Konsep dan Teori

1.4.1. Konsep

  Grupmusik ini menggarap musik-musik tradisional Sumatera Utara menjadi musik kontemporer yang menggunakan alat musik etnik Sumatera Utara sendiri dandikolaborasi dengan instrument musik Barat dan digarap sebaik mungkin. Sumatera Incidental Music adalah sebuah organisasi musik yang diketuai oleh Hendri Perangin angin, walaupun Hendri Perangin Angin memiliki posisisebagai ketua Sumatera Incidental Music, tetapi dalam mengambil sebuah keputusan Hendri Perangin Angin selalu terlebih dahulu diskusi dengan anggotalainnya, sehingga nantinya keputusan yang diambilnya dapat diterima oleh anggota.

2 Baca: Dasar-dasar Manajemen yang ditulis George R Terry dan Leslie W Rue

  Musik kelompok Sumatera Incidental Music biasanya diaransemen olehHendri Perangin Angin dan dalam latihan kerap ada perubahan dari struktur musik dari aransemen Hendri Perangin Angin dikarenakan adanya masukan darianggota yang lain untuk mengubah aransemen musik tersebut. Hendri Perangin Angin ditunjuk sebagai ketua atas keputusan bersama dan sebagai pertimbangan Hendri Perangin Angin adalah salah satu pendiri dariSumatera Incidental Music sekaligus sebagai pemilik sebagian besar instrumen musik yang di gunakan grup Sumatera Incidental music baik itu saat latihanmaupun pada saat sedang melakukan pertunjukan.

1.4.2. Teori

  Dalam kajian kesenian Dalam hal ini penulis menggunakan Sumatera Incidental Music sebagai objek penelitian, yang mana penulis akan membahas bagaimana SumateraIncidental Music mengkomunikasikan musik melalui simbol yang membangun sebuah peristiwa seni. Ruedalam bukunya yang berjudul Dasar-dasar Manajemen, yang mengatakan: Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

1.5. Metode Penelitian

Untuk mendapatkan data yang akurat, penulis mengadakan metode penelitian kualitatif, baik itu penelitian lapangan, kerja laboratorium dan Studikepustakaan (library research).

1.5.1 Penelitian Lapangan

  Penelitian lapangan yaitu dengan cara mengikuti berbagai pertunjukan yang dilakukan Sumatera Incidental Music, melakukan wawancara kepada parapelaku pertunjukan atau kepada anggota Sumatera Incidental Music dan juga kepada pengunjung disaat Sumatera Incidental Music melakukan sebuahpertunjukan. Dalam penelitian lapangan ini, penulis berhubungan langsung dengan informan kunci yaitu, anggota grup musik Sumatera Incidental Music khususnyaHendri Perangin angin yang juga sebagai ketua dari Sumatera Incidental Music.

1.5.2 Kerja laboratorium

  Kerja laboratorium disebut juga analisis yang merupakan pengolahan data yang diperoleh dari kerja lapangan, setelah pengolahan data dianalisis kemudiandisusun secara sistematis sehingga hasilnya dapat dikembangkan sebagai bahan yang akurat dalam pembahasan masalah yang dihadapi. Dalam tahapan ini penulismengumpulkan data-data yang didapat dari lapangan, kemudian memilih data- data yang relevan dengan tulisan ini.

1.5.3 Studi Kepustakaan

  Studi kepustakaan dilakukan dengan cara membaca berbagai buku dan skripsi yang berhubungan dengan tulisan sehingga dapat menambah wawasanpeneliti untuk mengembangkan tulisan tersebut. Studi kepustakaan dilakukan penulis untuk memperoleh data tambahan di luar data lapangan, baik berupakonsep-konsep dan teori-teori yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penelitian dan juga dalam pembahasan serta penulisan.

1.6 Menentukan Lokasi Penelitian

  Lokasi penelitian yang dipilih penulis adalah Taman Budaya SumateraUtara yang merupakan tempat sekretariat Sumatera Incidental Music. SelainTaman Budaya Sumatera Utara, peneliti juga memilih lokasi penelitian tempat- tempat di mana grup Sumatera Incidental Music melakukan pertunjukankhususnya di kota Medan, selain itu peneliti juga melakulan observasi ke beberapa sanggar tari dan teater yang menggunakan musik Sumatera IncidentalMusic sebagai pengiring teater ataupun tarian mereka.

BAB II SEJARAH DAN KEBERADAAN SUMATERA INCIDENTAL MUSIC DI KOTA MEDAN

2.1 Sejarah Terbentuknya Sumatera Incidental Music

  Oleh karena itu, musik kontemporeradalah musik yang sesuai dengan perkembangan jaman, yang sekarang teknologi Sumatera Incidental Music adalah suatu grup musik yang menyajikan musik tradisional dan digarap kembali menjadi sebuah musik kontemporer. Pada awal terbentuknya Sumatera Incidental Music hanya memiliki satu garapan musik, yaang diberi nama Kampung Halaman, dangarapan ini berulang-ulang ditampilkan di berbagai pertunjukan baik itu sebuah 2.2 Keberadaan dan Eksisistensi Sumatera Incidental Music di Kota Medan Keberadaan musik kontemporer khususnya di Sumatera Utara biasanya tidak lepas dari fungsi musik tersebut yang hanya digunakan sebagai musikpengiring, baik itu dalam mengiringi lagu, tari, maupun teater.

20 Sibukka Pikkiran Batak Toba

  Becak (Ibu Sud) Selain mengiring tari, teater, maupun pertunjukan secara tersendiri yang terkadang dikolaborasi dengan unsur vokal, Sumatera Incidental Music jugapernah mengiringi puisi. Idris PasaribuSelain mengiringi puisi yang dibawakan oleh satrawan-sastrawan diatas, dalam album Sumatera Incidental Music juga terdapat puisi yang diiringi oleh Sumatera Incidental Music dan judul puisi tersebut adalah Harapan.

2.2.3 Perekrutan Anggota

  Di dalam perekrutan anggota Sumatera Incidental Music tidak ada suatu aturan khusus untuk merekrut anggota atau pun melakukan sebuah audisi untukmenjadi anggota Sumatera Incidental Musik, tetapi dalam merekrut anggota,Sumatera Incidental Music terlebih dahulu berdiskusi sesama anggota kira-kira bagian apa yang atau posisi apa yang kira-kira masih dibutuhkan. Pemain cabutan biasanya dipanggil oleh Sumatera Incidental Music dengan kriteria, alat musik yangdimainkannya tidak ada anggota Sumatera Incidental Music yang bisa memainkannya.

2.2.4 Pendapat Masyarakat

  Itu dibuktikan dengan banyaknya sanggar-sanggar yang menggunakan musik Sumatera Incidental Musicsebagai musik pengiring tarian mereka, salah satu contonya adalah repertoar Sihutur Sanggul yang digarap kembali oleh Sumatera Incidental Music dan saat3 Sebuah sanggar seni budaya yang bergerak dalam bidang EO, Traditional Dance, Musik dan Vocal Grup. Menurut Ojax Manalu yang merupakan seorang pelaku seni yang bergerak dalam sebuah komunitas Air In Art, Sumatera Incidental Music adalah salah grupmusik tradisional yang mampu bertahan sampai saat ini, itu ditunjukkan dengan karya-karya Sumatera Incidental Music yang sering digunakan oleh sanggar-sanggar seperti tari maupun teater sebagai musik pengiring mereka.

4 Idealis adalah suatu pemikiran, ide, logika manusia yang jujur (murni) yang menuju kearah ideal atau seperti seharusnya

BAB II I SISTEM PENGELOLAAN SUMATERA INCIDENTAL MUSIC YANG TERSUSUN SECARA TRADISIONAL

3.1 Sistem Pengelolaan Sumatera Incidental Music

  Biasanya apabila ada job, Hendri Perangin Angin lah yang membicarakan dengan konsumen tersebut masalah kontribusi Sumatera Incidental Music dalam acarapertunjukan tersebut maupun masalah besar kecilnya keuangan yang diterima yang menjadi honor dari pertunjukan yang dilakukan Sumatera Incidental music. Sistem pengelolaan kepengurusan Sumatera Incidental Musik dilakukan secara tradisional, di mana struktur pengelolaannya tidak tertata secara rapi tetapi Yang dimaksud dengan pengelolaan secara tradisional adalah sebuah gagasan, kegiatan, atau benda-benda yang diturunkan dari satu generasi kegenerasi berikutnya secara teratur mengikuti norma-norma yang terjadi di dalam masyarakat itu.

3.2 Keadaan Sarana dan Prasarana Sumatera Incidental Music

  Keadaan sarana dan prasarana dalam sebuah organisasi seperti grup musik sangatlah penting untuk diperhatikan. Karena berjalannya sebuah organisasitersebut tidak akan pernah lepas dari keadaan sarana dan prasarana dalam organisasi tersebut.

3.2.1 Prasarana Gedung Sebagai Tempat Sekretariat dan Tempat Latihan

  Karena pemerintah kota Medan sangat sering memakai jasa Sumatera Incidental Music untuk mengisi acara yang menjadi programpemerintah dan umumnya Sumatera Incidental Musik selalu mengutamakan job yang diberikan oleh pemerintah daripada job yang tidak bersumber daripemerintah, itu dilakukan Sumatera Incidental Music agar kerjasama yang baik antara Pemerintah Kota Medan dan Sumatera Incidental Music dapat selaluterjaga dengan baik. Sumatera Incidental Musik biasanya menggunakan gedung yang kosong di Taman Budaya Sumatera Utara untuk tempat latihan, tetapiapabila tidak ada gedung yang kosong, dan kemungkinan digunakan sanggar yang lain yang terdapat di Taman Budaya Sumatera Utara, maka Sumatera IncidentalMusic akan melakukan latihan di sekretariat Sumatera Incidental Music tersebut.

3.2.2 Alat Musik

  Berikut ini merupakan klasifikasi alat musik berdasarkan sumber 5 bunyinya :  Idiofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya atau dari badan alat musik itu sendiri.  Kordofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai yang digetarkan.

5 Klasifikasi alat musik berdasarkan sumber bunyi oleh Curt Sach-Hornbostel, antara lain

  Tetapi kadang kala Sumatera Incidental Music menyewa alat musik dari luar, dengan catatan apabila alat musik Alat musik yang digunakan Sumatera Incidental Music pada umumnya adalah alat musik tradisional yang berasal dari etnik-etnik yang ada di SumateraUtara. Keyboard 2 buahBas eletrikGitar akustikSaxofonCelloBiola ElektrofonElekrofonKordofonAerofonKordofonKordofon Selain alat musik tradisional yang berasal dari Sumatera Utara dan alat musik barat, ada juga beberapa alat musik pendukung yang digunakan SumateraIncidental Music saat pertunjukan, diantaranya adalah sebagai berikut: 1.

3.3 Keanggotaan

  Dalam keanggotaan Sumatera Incidental Music memiliki anggota tetap dan biasanya anggota tetap tersebut selalu ikut serta dalam setiap pertunjukanyang dilakukan oleh Sumatera Incidental music, baik itu pertunjukan yang dilakukan dikota Medan maupun diluar kota Medan. Untuk itu dalam setiap pertunjukan yang dilakukanSumatera Incidental Music sangat jarang dijumpai seoarang pemain musik yang menjadi pemain cabutan, itu disebabkan karena biasanya Sumatera IncidentalMusic selalu berusaha untuk menutupi setiap kekurang yang dimiliki SumateraIncidental Musik, baik itu dengan cara meminimalisasi komposisi musik maupun dengan memanfaatkan musik keyboard yang bisa menirukan suara dari alat musikyang lain.

NO NAMA POSISI

  Murni Rumapea Vocal Vocal akan ditambah dalam pertunjukan Sumatera IncidentalMusic apabila dalam pertunjukan tersebut dibutuhkanpenyanyi dengan formasi trio. Tri Wahyono Menguasai musik Pemain musik ini dipanggil jawa apabila pertunjukan yang akandilakukan oleh SumateraIncidental Music membawakan lagu-lagu atau pun musik jawa.

3.4 Sumber Keuangan dan Pengeluaran Sumatera Incidental Music

  Tidak ada bayaran yang tetap anggota setiap bulannya, tetapi besar dan kecilnya pendapatan dari setiap anggota itu dilihat dari banyaknya job yang didapatSumatera Incidental Music untuk melakukan sebuah pertunjukan. 500.000, tetapi apabiala Sumatera Incidental Music melakukan pertunjukan diluar Pulau Sumatera, biasanya honor yang diterimasetiap anggota di atas Rp.

6 Tingkat kesenioritasan dapat dilihat dari proses masuknya anggota. Angota yang masuk duluan dianggap lebih senior dibandingkan anggota yang masuk belakangan

  Sumatera Incidental Music juga kerap membuat anggaran untuk pembelian costum yang mereka gunakan pada saat melakukan pertunjukan. Dan dengan menggunakan costum yang sama dapat juga menambah nilai jual Sumatera Incidental Musik.

3.5 Proses Latihan

  Dalam melakukan latihan, tidak ada jadwal yang pasti yang dibuatSumatera Incidental Music secara teratur, tetapi Sumatera Incidental Music selalu melakukan latihan minimal sekali dalam seminggu walaupun tidak ada job dalamwaktu dekat yang akan diikuti. Dalam latihansecara rutin, Sumatera Incidental Music biasanya lebih berkonsentrasi dalam latihan maupun dalam menggarap sebuah komposisi musik, sedangkan dalamlatihan sehari-hari yang dalam waktu dekat tidak ada job yang akan dilakukan, biasanya Sumatera Incidental Music hanya mengulang-ulang komposisi musikyang sudah jadi, dan sudah pernah ditampilkan dalam suatu acara Pertunjukan.

BAB IV PENYAJIAN DAN STRUKTUR MUSIK DALAM KONTEKS PERTUNJUKAN OLEH SUMATERA INCIDENTAL MUSIC

4.2 Penyajian Musik Dalam Pertunjukan

  Seni pertunjukan adalah istilah yang biasanyamengacu pada seni konseptual yang tumbuh dari seni rupa dan kini mulai beralih ke arah seni kontemporer. Dalam tulisan ini penulis akan memfokuskan pertunjukan musik sebagai musik pengiring, baik itu di dalam megiringi tari, teater, maupun vokal.

4.2.1 Penyajian Musik Dalam mengiringi Tari

  Tari sebagai sarana upacara merupakan media persembahan atau pemujaan terhadap kekuatan gaib yang banyak digunakan oleh masyarakat yangmemiliki kepeercayaan animisme (roh-roh gaib), dinamisme (benda-benda yang mempunyai kekuatan), dan totemisme (binatang-binatang yang dapatmempengaruhi kehidupan) yang disajikan dalam upacara sakral ini mempunyai maksud untuk mendapatkan keselamatan atau kebahagiaan. Untuk itu tari yang tergolong sebagai senipertunjukan atau tontonan adalah tergolong performance, karena pertunjukan tarinya lebih mengutamakan bobot nilai seni dari pada tujuanlainnya.

4. Tari sebagai media pendidikan, yaitu tari yang bersifat untuk

  Materi yang demikian itu disebabkan kerapsekali pertunjukan sebuah tari dengan dilakukan dengan sistem medley dan musik pengiring juga harus mengikuti perjalanan tari sehingga dapat berjalan secaraberiringan antar tari dan musik. Didalam melakukan pertunjukan, Sumatera Incidental Music pada umumnya melakukan pertunjukan pada sebuah acara peresmian, pembukaansebuah acara, pameran, bahkan even-even yang menjadi program dari pemerintah, baik itu di tingkan nasional maupun internasional.

4.2.2 Penyajian Musik Dalam Mengiringi Teater

  Musik Teater merupakan musik yang mandukung pemantasan dalam pertunjukan teater baik yang bersifat instrumen maupun lagu, yang menghidupkansuasana di beberapa adegan dan babak dalam suatu pertunjukan. Melakukan latihan gabungan agar tercipta keseimbangan rasa antar semua crew baik tim seting ,tim lighting, aktor/aktris dan tim musik jadi kesatuanpanggung (sumber: www.wikipedia.or.id)Komposisi musik dari Sumatera Incidental Music juga kerap digunakan untuk mengiringi teater, walaupun job teater yang didapat tidak sesering job tari.

4.2.3 Penyajian Musik Secara Tersendiri dan Dikolaborasi dengan Vokal

  Kerapjuga konsumen yang membutuhkan jasa dari Sumatera Incidental Music hanya memesan musik saja tanpa digabung dengan tari maupun teater. Walaupunpertunjukan dilakukan secara tersendiri, tetapi pertunjukan tersebut tetap menarik untuk dilihat dan suapaya tidak membosankan, biasanya musik yang digarapSumatera Incidental Music adalah sebuah garapan musik yang di dalamnya terdapat unsur vokal.

4.2.4 Deskripsi Pertunjukan Sebelum pertunjukan dilakukan ada beberapa hal yang akan dipersiapkan

  Dalam melakukan pertunjukan Sumatera Incidental Music selalu berusaha tampil sebaik mungkin dan garapan musik yang dibuat juga harus digarap sesuai Setelah selesai melakukan pertunjukan, anggota beserta kru dari SumateraIncidental Music langsung mebereskan peralatan seperti alat musik yang dimiliki yang berada di atas panggung, dan langsung membawanya pulang. Dalam pertunjukan yang dilakukan, kerap juga acara pertunjukan tersebut diikuti oleh grup musik yang lain ataupun grup-grup seni yang lain baik itu berupatari, teater, puisi, dan lain-lain.

4.2.5 Properti Panggung

  Tetapiselain alat musik, Sumatera Incidental Music juga kerap menghiasi panggung dengan motif-motif yang berhubungan dengan budaya, terlebih-lebih budaya yangada di Sumatera Utara, sehingga penataan panggung tersebut akan terlihat lebih tradisional. Alat musik juga ditata dengan teratur, sehingga akan tetap menarik untuk dilihat dan penataan letak alat musik juga berpengaruh terhadap kenyamanan seorangmusisi memainkan alat musik yang dimainkannya.

4.2.6 Kostum

  Sebuah pertunjukan yang dilakukan akan lebihbaik apabila kostum yang digunakan aktris dalam sebuah pertunjukan sesuai Ada beberapa kostum yang dimiliki oleh Sumatera Incidental Music yang kerap digunakan pada saat pertunjukan yaitu: 1. Kostum yang digunakan oleh Sumatera incidental Music selalu disediakan sendiri, tidak pernah kostum antara tari dan teater yang diiringi oleh Sumatera IncidentalMusic disediakan secara bersama-sama baik itu oleh pihak tari, teater, maupun oleh Sumatera incidental Music.

4.2.7 Pertunjukan

  Sumatera Incidental Music adalah sebuah grup musik yang banyak mempertunjukan musik tradisional dengan tujuan untuk sebagai hiburan. Sehingga pertunjukan yang seperti ini dapat dikategorikan sebagai pertunjukan yang fungsinya adalah sebagai fungsi ekonomi.

4.2.8 Tahapan Pertunjukan

  Ada juga pertunjukan yang tidak meggunakan kertas acara, tetapi walaupun pertunjukan tersebut tidak menggunakan kertas acara, semua pemeran dalampertunjukan tersebut harus terlebih dahulu berkomusikasi dengan EO (event 7organizer) pertunjukan tersebut, sehingga acara nantinya dapat terlaksana dengan baik. Begitu juga dengan Sumatera Incidental Music, setiap pertunjukan yang mereka lakukan sebelumnya harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan event organizer sehingga dalam pertunjukan yang dilakukan, tidak terdapat kesalahan dan tetap mengikuti tahapan pertunjukan yang telah ditetapkan oleh.

7 Orang atau sekelompok orang yang bertanggung jawab dan menangani berlangsungnya sebuah acara

  Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap pertunjukan yang dilakukan olehSumatera Incidental Music, tahapan yang dilakukan tidak selalu sama dari satu pertunjukan ke pertunjukan lainnya. Dengan kata lain, tahapan pertunjukan antarapertunjukan yang satu dengan pertunjukan yang lain selalu berubah-ubah sesuai dengan tahapan pertunjukan yang telah disusun oleh event organizer.

4.2.9 Interpretasi Cerita Dalam Pertunjukan

  Dalam mengiringi tarian atau pun teater musik yang dimainkan oleh SumateraIncidental Music selalu disesuaikan dengan interperstasi cerita dalam pertunjukan tersebut. Untuk itu sebelum melakukan pertunjukan, Sumatera Incidental Musicselalu terlebih dahulu melakukan diskusi dengan sanggar teater maupun tari yang akan diiringi, dengan demikian nantinya dalam pertunjukan yang dilakukan,musik dan teater maupun musik dan tari dapat berjalan secara teratur sesuai dengan interperstasi dalam pertunjukan tersebut.

4.2.10 Penonton

  Peran penonton dalam sebuah seni pertunjukan tidak kalah pentingnya dari aktris yang melakukan pertunjukan di atas panggung. Sebuah pertunjukan dapat dikatakan sukses apabila pesan yang disampaikan oleh pelaku pertunjukandapat diterima dan dinikmati pera penonton dalam sebuah acara pertunjukan.

4.2.1 Notasi dan Transkripsi

  Netll (1964:98) menyebutkan ada dua pendekatan dalam pendeskripsian musik yaitu: (1) kita dapat mendeskripsikan dan menganalisis apa yang kitadengar, (2) kita dapat menuliskan dalam berbagai cara keatas kertas dan mendiskripsikan apa yang kita lihat. Notasi preskriptif hanya menulis bagian-bagian yang dianggap menonjol dalam satu musik tanpa harus menuliskan secara lengkap Oleh karena itu, pada skripsi ini penulis menggunakan pendekatan notasi deskriptif dalam menganalisa melodi dari struktur musik yang diaransemen oleh Sumatera Incidental Music.

4.2.2 Proses Pentraskripsian

  Penulis mencobauntuk mendengarkan dengan berulang-ulang kali beberap musik yang dihasilkan oleh Sumatera Incidental Music yang akan ditranskripsi dan dianalisis olehpenulis, untuk dapat mengamati materi nada, bentuk, motif, serta frasa dari melodi musik. Menyusun hasil transkripsi seperti yang terdapat pada tulisan ini adalah untuk mempermudah analisis melodi, sehingga dengan mudah akan dapat dilihattangga nada, nada dasar, wilayah nada, jumlah nada, interval, pola kadensa, formula melodi, dan kontur.

4.2.2.3 Sampel Repertoar

  Merupakan repertoar musik tradisional yang digarap kembali olehSumatera Incidental Music menjadi musik kontemporer dengan tujuan untuk mengiringi tari dalam sebuah seni pertunjukan. Garapan sihutur sanggul versi Sumatera Incidental Music ini banyak digunakan oleh sanggar-sanggar tari di kota Medan sebagai musikpengiring tarian mereka, baik itu secara live maupun melalui rekaman audio dengan menggunakan cd album Sumatera Incidental Music.

4.2.2.4 Tangga Nada

  Yang dimaksud dengan tangga nada dalam tulisan ini yaitu nada-nada yang terdapat pada repertoar Sihutur Sanggul. Adapun tangga nada untuk repertoar Sihutur Sanggul adalah sebagai berikut: 1) Nada yang terdapat pada instrument sulim dan hasapi 2) Nada yang terdapat pada instrument sarune bolon.

4.2.2.3 Nada Dasar

  Nada awal dan akhir komposisi yang mempunyai fungsi penting dalam tonalitas. Pengenalan yang akrab dengan pengalaman akan musik yaitu nada D.

4.2.2.10 Wilayah Nada

  Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Ellis dan Malm (1977:35) tentang perhitungan frekuensi nada dengan memakai system cent, yaitu nada-nadayang berjarak 1 laras sama dengan 200 cent, dan nada-nada berjarak ½ laras sama dengan 100 cent. Dengan melihat nada-nada yang telah ditranskripsikan maka lagu SihuturSanggul yang diiringi oleh instrumen sulim, hasapi dan sarune bolon masing- masing mempunyai wilayah nada 700 cent (3,5 laras) secara terperinci dapatdilihat pada garis para nada di bawah ini.

4.2.2.11 Jumlah Nada-nada yang Dipakai (Modus)

  Nana-nada yang terpenting dalam lagu itu, nada-nada yang hanya dipakai sebagai nada pendamping nada lain dan sebagainya. Ditulis di atas garis paranaba denganharga-harga yang menandai fungsi-fungsi nada dan membedakan nada yang sering dipakai dalam komposisinya dan nada yang jarang dipakai.

4.2.2.12 Interval Nada

  Pada komposisi lagu interval ialah penggarapan melodi yang dicapaimelalui bangunan nada secara melangkah atau melompat secara baik, turun maupun mendatar. Monoff (1991:84) membuat pengukuran yang lebih akurat terhadap interval dengan ketentuan sebagai berikut: 1.

2. Interval minor dinaikkan setengah langkah, maka interval itu akan menjadi mayor. Sebaliknya bila diturunkan setengah langkah akan menjadi diminished

  Interval berkualitas perfect dinaikkan setengah langkah, maka interval tersebut menjadi augmented. Bila diturunkan setengah langkah akan menjadi 8 diminished .

7 Interval mayor dan minor digunakan untuk mengidentifikasi interval yang berjarak

  Tabel 11:Pemakain interval dalam repertoar Sihutur Sanggul 4 6 4P Naik adalah sebagai berikut: Sihutur Sanggul adalah instrument hasapi, supaya pola kadensa pada repertoar Sihutur Sanggul lebih terlihat dengan jelas. Adapun pola-pola kadensa tersebut Kadensa adalah nada akhir dari suatu bagian melodi lagu yang biasanya ditandai dengan masa istrahat.

4.2.2.13 Pola Kadensa

4.2.2.14 Formula Nada (Bentuk)

  Iteratif yaitu bentuk nyanyian yang memakai formula melodi yang kecil dengan kecenderungan pengulangan-pengulangan dalam seluruh nyanyian. Progresif yaitu bentuk nyanyian yang terus berubah dengan mengunakan materi melodi yang selalu baru.

4.2.2.15 Kontur

  Pendolous yaitu garis melodi yang sifatnya melengkung dari nada yang lebih rendah ke nada yang lebih tinggi, kemudian kembali ke nada yang rendahatau sebaliknya. Terraced yaitu garis melodi yang sifatnya berjenjang (seperti anak tangga) dari nada rendah ke nada yang lebih tinggi, kemudian bergerak sejajar,kemudian bergerak lagi ke nada yang lebih tinggi dan seterusnya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Sumatera Incidental Music adalah sebuah organisasi musik yang diketuai oleh Hendri Perangin angin, walaupun Hendri Perangin Angin memiliki posisisebagai ketua Sumatera Incidental Music, tetapi dalam mengambil sebuah keputusan Hendri Perangin Angin selalu terlebih dahulu diskusi dengan anggotaSumatera Incidental Music, sehingga nantinya keputusan yang diambilnya dapat diterima oleh anggota Sumatera Incidental Music. Komposisi musik dari SumateraIncidental sendiri sering digarap secara medley dari beberapa musik etnik yang ada di Sumatera Utara, itu disebabkan kerap sekali pertunjukan sebuah tari dengan Komposisi musik dari Sumatera Incidental Music juga kerap digunakan untuk mengiringi teater, walaupun job teater yang didapat tidak sesering job tari.

5.2 Saran

  Penulis sangat mengharapkan agar tulisan ini dapat dilanjutkan oleh pembaca yang ingin meneliti tentang sebuah kajian seni pertunjukan danpengelolaan sebuah grup musik tradisional yang menggarap musik tradisional menjadi musik kontemporer. Seperti halnya musik tradisional Sumatera Utara yang digarap menjadi musik kontemporer harus lebih menonjolkan musik tradisionalSumatera Utara dari pada musik barat baik itu dari segi alat musik maupun dari segi komposisi musik.

DAFTAR PUSTAKA

  Musik dan Kosmos: sebuah Pengantar Etnomusikologi. Budaya Musik dan Tari Melayu Sumatera Utara.

DAFTAR INFORMAN

  36 Taman Hako MedanUsia : 42 tahunPekerjaan : PNS / Ketua Sumatera Incidental Music 2) Nama : Desmaret NapitupuluAlamat : Jln. 54b Pasar 7 Padang Bulan MedanUsia : 33 tahunPosisi : Anggota Sumatera Incidental Music 4) Nama : Winarto KartupatAlamat : Jln.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Su..

Gratis

Feedback