Feedback

Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik.

Informasi dokumen
SUMATERA INCIDENTAL MUSIC DI TAMAN BUDAYA SUMATERA UTARA: DESKRIPSI PENGELOLAAN, PERTUNJUKAN, DAN STRUKTUR MUSIK Skripsi Dikerjakan Oleh: Jefri Hutagalung 060707018 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU BUDAYA DEPARTEMEN ETNOMUSIKOLOGI MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Group musik Sumatera Incidental Music adalah salah satu grup musik yang menyajikan musik etnik dalam setiap pertunjukannya. Grup ini di ketuai oleh Hendri Perangin Angin dan bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara. Pada awalnya Sumatera Incidental Music dibentuk oleh Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat. Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat mempunyai visi dan pemikiran yang sama untuk membentuk sebuah grup musik pada tahun 2000. Sehingga pada tanggal 8 april tahun 2000 terbentuklah Sumatera Incidental Music. Grup musik ini adalah grup musik yang menampilkan musik etnis disetiap pertunjukannya. Grup ini menggarap musik etnik menjadi musik kontemporer dengan tujuan untuk di pertontonkan atau untuk sebuah seni pertunjukan. Pada umumnya Sumatera Incidental Music biasanya mempertunjukan musik etnik yang ada di Sumatera utara. Group musik ini juga kerap mengiringi tari dalam sebuah seni pertunjukan dan juga sering dikolaburasi dengan teater. Tapi tidak jarang pula Sumatera Incidental Music menampilkan musik instrumental tanpa di kolaburasi dengan tari. Walaupun bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara, tetapi tidak ada hubungan yang mengikat antara Sumatera Incidental Music dan pemerintah. Tetapi pemerintah kota Medan sering meminta Sumatera Incidental Music untuk tampil di kegiatan yang menjadi program pemerintah kota Medan. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap Sumatera Incidental Music dan juga sanggarsanggar yang terdapat di Taman Budaya Sumatera Utara dengan memfasilitasi gedung sebagai tempat sekretariat dan juga sebagai tempat latihan. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberkati dan memberikan kekuatan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi yang berjudul Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana di Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Banyak pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis dalam proses menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Dr. Muhammad Takari, M. Hum, sebagai Ketua Departemen Etnomusikologi dan juga sebagai dosen pembimbing I yang telah banyak memberi perhatian kepada penulis dan kesabaran yang luar biasa membimbing penulis, memotivasi penulis, bahkan rela meluangkan waktu beliau selama penulisan skripsi ini. 2. Bapak Drs. Torang Naiborhu, M. Hum, sebagai dosen pembimbing II yang telah membimbing dan memberikan ilmu dan masukan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 3. Bapak dan Ibu staf pengajar Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya USU yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengajaran selama penulis mengikuti perkuliahan. Universitas Sumatera Utara 4. Bapak Drs. Perikuten Tarigan, M. Si, sebagai dosen pembimbing akademik yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis selama menjadi mahasiswa. 5. Ibu Adri dan Bang Awang selaku pegawai di Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya USU yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan segala proses administrasi baik dalam perkuliahan maupun dalam penyusunan skripsi. 6. Kedua orang tua ku yang tercinta, ayahanda N. Hutagalung dan Ibunda SH. Simanungkalit yang setia berdoa dan memotivasi penulis baik moral maupun material kepada penulis sehingga penulis dapat sampai seperti ini. Semua ini penulis persembahkan buat ayah dan bunda semoga ilmu yang penulis dapat bisa bermanfaat dan membalas segala pengorbanan, kesabaran, kesetiaan yang telah ayah dan ibu berikan. 7. Keluarga besar Hutagalung : kak Rohayu Romauli Hutagalung. SE, kak Lamtiurma Happy Rumata Hutagalung. Spd, kak Elvy Valentina Hutagalung. Amk, kak Roy Celly Ana Hutagalung. Amd, kak Sabar Lasmarito Hutagalung. SE, Kak Ida Lasroha S.Pt, adek saya Sandi Eigh Cristian Hutagalung, lae SERMA Amir D. Hutauruk, lae Happy Hulu. ST, lae PRAKA Fajar Harefa dan juga para keponakan saya Gabriel Batistuta, Bill Brigh, dan Grace Olivia yang setia mendoakan penulis dan selalu memotivasi. 8. Pacar saya Anita Novyanti Purba. SS, yang selalu setia disamping saya untuk membantu, memotivasi dan mendoakan saya dalam menyelesaikan skripsi ini, serta senantiasa menemani saya baik dalam Universitas Sumatera Utara keadaan suka maupun duka dan rela meluangkan waktu untuk menghibur penulis saat mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi. 9. Para Informan saya Bang Hendri Perangin Angin, Bang Winarto Kartupat, Bang Hardoni Sitohang, Bang Monang Butar-butar, Bonggud Sidabutar, Bang Ojax Manalu dan, Bang Desmaret Napitupulu yang telah bersedia meluangkan waktu dan mebantu penulis dalam memberikan informasi untuk melengkapi tulisan ini. 10. Teman-teman saya Etnomusikologi khusunya stambuk 2006 dan juga teman-teman saya di PSM USU yang selalu memotivasi dan memberikan dukungan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perkembangan ilmu linguistik pada masa yang akan datang. Akhirnya, penulis berharap skripsi ini dapat menambah wawasan pengetahuan pembaca. Medan, September 2011 Penulis, Jefri Hutagalung Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK . i KATA PENGANTAR . ii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR . x BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Pokok Permasalahan. 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian. 7 1.4 1.5 1.6 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 8 Konsep dan Teori . 8 1.4.1 Konsep. 8 1.4.2 Teori . 11 Metode Penelitian . 14 1.5.1 Penelitian Lapangan . 14 1.5.2 Kerja Laboratorium . 15 1.5.3 Studi kepustakaan. 16 Menentukan Lokasi Penelitian . 16 Universitas Sumatera Utara BAB II SEJARAH DAN KEBERADAAN SUMATERA INCIDENTAL MUSIC DI KOTA MEDAN 2.1 Sejarah Terbentuknya Sumatera Incidental Music . 17 2.2 Keberadaan dan Eksisistensi Sumatera Incidental Music di Kota Medan . 21 BAB III 2.3 Perekrutan Anggota . 29 2.4 Pendapat Masyarakat . 31 SISTEM PENGELOLAAN SUMATERA INCIDENTAL MUSIC YANG TERSUSUN SECARA TRADISIONAL 3.1 Sistem Pengelolaan Sumatera Incidental Music . 33 3.2 Keadaan Sarana dan Prasarana Sumatera Incidental Music . 34 3.2.1 Prasarana Gedung Sebagai Tempat Sekretariat dan Tempat Latihan. 35 3.2.2 Alat Musik . 37 3.3 Keanggotaan . 42 3.4 Sumber Keuangan dan Pengeluaran Sumatera Incidental Music . 47 3.5 Proses Latihan . 49 Universitas Sumatera Utara BAB IV PENYAJIAN DAN STRUKTUR MUSIK DALAM KONTEKS PERTUNJUKAN OLEH SUMATERA INCIDENTAL MUSIC 4.1 Penyajian Musik Dalam Pertunjukan . 52 4.1.1 Penyajian Musik Dalam Mengiringi Tari 53 4.1.2 Penyajian Musik Dalam Mengiringi Teater 57 4.1.3 Penyajian Musik Secara Tersendiri dan Dikolaborasi dengan Vokal . 60 4. 2 4.1.4 Deskripsi Pertunjukan .63 4.1.5 Properti Panggung .65 4.1.6 Kostum 66 4.1.7 Pertunjukan .70 4.1.8 Tahapan Pertunjukan .71 4.1.9 Interpretasi Cerita Dalam Pertunjukan . 72 4.1.10 Penonton 73 Struktur Musik . 74 4.2.1 Notasi dan Transkripsi . 74 4.2.2 Proses Pentraskripsian . 75 4.2.2.1 Sampel Repertoar .76 4.2.2.2 Tangga Nada .92 4.2.2.3 Nada Dasar 93 4.2.2.4 Wilayah Nada 95 4.2.2.5 Jumlah Nada-nada yang Dipakai (Modus) 96 4.2.2.6 Interval Nada 98 Universitas Sumatera Utara BAB V 4.2.2.7 Pola Kadensa 99 4.2.2.8 Formula Nada (Bentuk) .101 4.2.2.9 Kontur 103 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan . 106 5.2 Saran . 113 DAFTAR PUSTAKA . 114 DAFTAR WEBSITE YANG DIGUNAKAN . 115 DAFTAR INFORMAN . 116 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 1 : Daftar Sanggar-sanggar yang Biasa Menggunakan Musik Produksi Sumatera Incidental Music sebagai Musik Pengiring . 22 Tabel 2 : Daftar Repertoar Musik yang Terdapat dalam Album Incidental Satu . 23 Tabel 3 : Daftar Alat Musik yang Dimainkan Para Anggota Sumatera Incidental Music dalam Album Incidental Satu . 24 Tabel 4 : Daftar Repertoar Tradisional yang Pernah Digarap oleh Sumatera Incidental Music . 26 Tabel 5 : Daftar Alat Musik Tradisional Sumatera Incidental Music . 39 Tabel 6 : Daftar Alat Musik Barat yang Digunakan Sumatera Incidental Music . 41 Tabel 7 : Daftar Anggota Tetap Sumatera Incidental Music. 44 Tabel 8 : Daftar Anggota Cabutan Sumatera Incidental Music . 47 Tabel 9 : Frekuensi pemakaian nada berdasarkan durasi ritmis . 94 Tabel 10: Persentase Pemakaian Nada Repertoar Sihutur Sanggul . 97 Tabel 11: Pemakain interval dalam repertoar Sihutur Sanggul . 99 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Latihan Sumatera Incidental Music dengan grup tari . 51 Gambar 2 : Latihan Musik Sumatera Incidental Music 51 Gambar 3 : Tari Karo yang Diiringi Sumatera Incidental Music .56 Gambar 4 : Sumatera Incidental Music Saat Mengiringi Tari Melayu 56 Gambar 5 : Penampilan Menggunakan Vokal .61 Gambar 6 : Penampilan Music Instumental .62 Gambar 7 : Penampilan Music Instumental .62 Gambar 8 : Menggunakan Kostum Switer .68 Gambar 9 : Menggunakan Kostum Jas Koko .68 Gambar 10 : Menggunakan Kostum Kaos Oblong Dilapisi Jas Koko .69 Gambar 11 : Menggunakan Kostum dengan Memakai Ulos . 69 Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Group musik Sumatera Incidental Music adalah salah satu grup musik yang menyajikan musik etnik dalam setiap pertunjukannya. Grup ini di ketuai oleh Hendri Perangin Angin dan bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara. Pada awalnya Sumatera Incidental Music dibentuk oleh Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat. Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat mempunyai visi dan pemikiran yang sama untuk membentuk sebuah grup musik pada tahun 2000. Sehingga pada tanggal 8 april tahun 2000 terbentuklah Sumatera Incidental Music. Grup musik ini adalah grup musik yang menampilkan musik etnis disetiap pertunjukannya. Grup ini menggarap musik etnik menjadi musik kontemporer dengan tujuan untuk di pertontonkan atau untuk sebuah seni pertunjukan. Pada umumnya Sumatera Incidental Music biasanya mempertunjukan musik etnik yang ada di Sumatera utara. Group musik ini juga kerap mengiringi tari dalam sebuah seni pertunjukan dan juga sering dikolaburasi dengan teater. Tapi tidak jarang pula Sumatera Incidental Music menampilkan musik instrumental tanpa di kolaburasi dengan tari. Walaupun bersekretariat di Taman Budaya Sumatera Utara, tetapi tidak ada hubungan yang mengikat antara Sumatera Incidental Music dan pemerintah. Tetapi pemerintah kota Medan sering meminta Sumatera Incidental Music untuk tampil di kegiatan yang menjadi program pemerintah kota Medan. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap Sumatera Incidental Music dan juga sanggarsanggar yang terdapat di Taman Budaya Sumatera Utara dengan memfasilitasi gedung sebagai tempat sekretariat dan juga sebagai tempat latihan. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan yang keberadaannya sangat diperlukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kesenian merupakan sesuatu yang hidup senafas dengan mekarnya rasa keindahan yang tumbuh dalam sanubari manusia dari masa ke masa dan hanya dapat dinilai dengan ukuran rasa dan sedikit rasionalitas. Setiap manusia membutuhkan kesenian untuk hiburan, ritual, ekspresi estetis, dan lainnya dalam kehidupannya. Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan oleh (Koentjaraningrat 1981: 395-396) bahwa kesenian itu merupakan ekspresi hasrat manusia akan keindahan. Salah satu cabang dari kesenian adalah musik. Baik itu berupa hiburan pribadi maupun hiburan yang dapat dinikmati secara bersama-sama. Hiburan itu dapat dibuat berdasarkan kebutuhan diri sendiri atau juga yang dibuat untuk orang lain. Pada awalnya hiburan yang bersifat tradisional dibuat untuk kebutuhan sendiri dan tertutup bagi orang lain. Namun belakangan sudah mulai dapat dinikmati oleh orang lain. Sedangkan hiburan yang dibuat untuk dinikmai bersama-sama adalah berbagai macam hiburan yang tumbuh dan berkembang di zaman modern ini. Seperti pertunjukan musik, tari, film, olahraga, dan lain-lain. Dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan musik, maka para seniman membentuk kelompok-kelompok musik. Mereka ada di perkotaan maupun di pedesaan. Kelompok musik ini tumbuh karena sesuai Universitas Sumatera Utara dengan kebutuhan masyarakat pemilik dan penggunanya. Di Kota Medan terdapat beberapa kelompok musik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Medan secara umum. Di antaranya adalah: Ria Agung Nusantara, Sri Indera Ratu, Metronom, Sumatera Incidental Music, dan lain-lainnya. Grup musik Sumatera Incidental Music menampilkan musik etnik di setiap pertunjukannya. Grup ini menggarap musik etnik menjadi musik kontemporer dengan tujuan untuk dipertontonkan atau untuk sebuah seni pertunjukan. Pada umumnya Sumatera Incidental Music biasanya menggarap dan mempertunjukan musik etnik yang ada di Sumatera Utara, di antaranya musik Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak-Dairi, Melayu, Mandailing, dan Nias. Grup musik ini juga kerap mengiringi tari dalam sebuah seni pertunjukan dan juga sering dikolaburasi dengan teater. Tetapi tidak jarang pula Sumatera Incidental Music melakukan pertunjukan sendiri, tanpa dikolaburasi dengan tari ataupun teater. Sumatera Incidental Music didirikan oleh Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat. Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat mempunyai visi dan pemikiran yang sama untuk membentuk sebuah grup musik pada tahun 2000. Sehingga pada tanggal 8 April 2000 terbentuklah Sumatera Incidental Music. Latar belakang musik dari Hendri Perangin Angin adalah musik barat dan merupakan tamatan dari SMK 11 Medan, sedangkan Winarto sendiri pada awalnya memiliki latar belakang tari, yang pernah menekuni tari di Bagong Jogja dan Winarto juga mempunyai keahlian dalam membuat alat musik. Selama kurang lebih dua tahun anggota Sumatera Incidental Music hanyalah Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat. Walaupun hanya berdua, mereka sering juga mendapat job di kota Medan dan juga di luar kota Medan. Universitas Sumatera Utara Dengan semakin bertambahnya permintaan dari konsumen yang memberikan job kepada Sumatera Incidental Music, sehingga Hendri Perangin Angin dan Winarto Kartupat berkeinginan untuk menambah jumlah anggota, untuk itu direkrutlah seorang pemain gendang melayu dan juga mempunyai keahlian dalam menyanyi yaitu Sirtoyono dan lama kelamaan Sumatera Incidental Music menambah anggotanya satu demi hasil karya. Menonton pameran Menyediakan makanan dan minuman Mempersiapakan makanan dan minuman Membeli makanan dan minuman Membeli makanan dan minuman Memberikan pelayanan, Menerima titipan barang, Menerima pengembalian buku, Menjual souvenir, Melakukan kegiatan fotokopi, Mendokumentasikan kegiatan TBSU, Melakukan kegiatan ibadah. Meminjam buku, Membaca buku, pertunjukan Ruang persiapan Ruang kostum Gudang Toilet Semi Publik Semi Publik Semi Publik Privat Loket Hall Lobby Panggung Amphiteater Ruang Ganti Backstage Ruang persiapan Ruang kostum Gudang Toilet Publik Publik Publik Publik Publik Privat Semi Publik Semi Publik Semi Publik Semi Publik Semi Publik Privat Hall Lobby Ruang Pameran Gudang Toilet Publik Publik Publik Semi Publik Privat Café Ruang makan Dapur Gudang Toilet Publik Publik Semi Publik Semi Publik Privat Perpustakaan Musholla Toko Souvenir Publik Publik Publik 36 Universitas Sumatera Utara [REDEVELOPMENT TAMAN BUDAYA SUMATERA UTARA] Tugas Akhir (TKA-490) Pengunjung Membeli souvenir, Melakukan kegiatan ibadah. Meminjam buku, Membaca buku, Membeli souvenir, Melakukan kegiatan ibadah. 2.5.4 Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang Persyaratan ruang yang akan dibahas adalah persyaratan pada ruang untuk fasilitas administrasi, fasilitas sanggar dan latihan, fasilitas pertunjukan indoor dan outdoor, fasilitas pameran, fasilitas makan dan minum, serta fasilitas pendukung. 2.5.4.1 Fasilitas Administrasi Fasilitas administrasi ini disesuaikan dengan jumlah pegawai dan pengunjung yang datang ke Taman Budaya Sumatera Utara. Untuk besar persyaratan fungsi administrasi seperti ruangan karyawan, ruangan rapat dan ruang direktur atau ruang kepala bagian dapat dilihat pada buku Data Arsitek sebagai acuannya. Untuk ruang rapat, luas ruang per orang di ruangan rapat adalah 2,00 m2. 2.5.4.2 Fasilitas Latihan Fasilitas latihan terdiri untuk latihan seni musik, seni tari, seni teater, dan seni rupa. A. Seni Musik Pada fasilitas seni musik ada beberapa ruang yang sangat dibutuhkan yaitu : a. Ruang kelas teori. Ruang kelas teori digunakan untuk memberikan teori mengenai musik. Ruangan ini dikhususkan untuk masing-masing jenis permainan musik. b. Ruang Latihan Bersama. Besaran ruang dihitung berdasarkan besaran alat musik yang ada di dalamnya. Ruangan ini adalah ruangan akustik, kedap suara dan dirancang sesuai seperti studio latihan musik pada umumnya. B. Seni Tari Pada fasilitas seni tari, ruang yang sangat dibutuhkan yaitu : 37 Universitas Sumatera Utara [REDEVELOPMENT TAMAN BUDAYA SUMATERA UTARA] Tugas Akhir (TKA-490) a. Studio Tari. Ada beberapa hal penting yang mempengaruhi perancangan studio tari, antara lain : Proporsi ruang. Sebaiknya studio tari dirancang proporsional dengan pertimbangan area untuk menari, yaitu berbentuk persegi dan bebas kolom, sehingga memungkinkan pergerakan ke segala arah di dalam ruangan. Tabel 2.6 Besaran ruang studio berdasarkan studi Sumber : Olah Data Pribadi Yorkshire Dance Scotiabank Dance Centre 509 Dance Kecil (m2) 90 80 80 Sedang (m2) 160 160 130 Besar (m2) 200 280 160 Dengan studi banding di atas, maka diasumsikan besaran studio tari adalah : Studio kecil = 80 m2 ; Studio sedang = 160 m2 ; Studio besar = 280 m2. Permukaan lantai. Permukaan lantai untuk sanggar tari haruslah menunjang untuk kegiatan tersebut. Ruang penyimpanan Kualitas estetika ruang Ruang yang terang Sistem akustik yang baik dan kedap suara Ventilasi Pencahayaan yang fleksibel, mudah dikontrol, dan bebas silau b. Ruang Ganti. Pada ruang ganti terdapat ruang ganti bagi peserta dan juga ruang ganti khusus bagi bintang tamu yang melakukan pertunjukan pada eventevent tertentu. Persyaratan yang dibutuhkan adalah meja rias, cermin, dan lampu harus tersedia seefektif mungkin, serta ruang locker dengan pengamanan yang baik. c. Ruang Istirahat. Ruang istirahat dilengkapi dengan area duduk atau area istirahat yang ditempatkan di luar jalur sirkulasi, yang memungkinkan para partisipan untuk beristirahat atau memulihkan tenaga setelah menari. d. Ruang Latihan Bersama, berfungsi sebagai studio latihan tari bersama untuk kapasitas yang lebih besar daripada ruangan studio tari biasa, gunanya adalah sebelum pertunjukan yang besar diadakan, ruang latihan ini dapat digunakan sebagai tempat gladi resik. 38 Universitas Sumatera Utara [REDEVELOPMENT TAMAN BUDAYA SUMATERA UTARA] Tugas Akhir (TKA-490) C. Seni Teater Ruang yang dibutuhkan adalah ruang latihan teater dengan persyaratan ruangan dilengkapi dengan kamera, agar para pemain dapat menyaksikan aktingnya sendiri guna mengetahui kekurangannya dalam latihan, ruangan dilengkapi sistem akustik yang baik, serta pada bagian dinding dipasangi cermin-cermin yang berfungsi untuk mengoreksi gerakan sendiri. D. Seni Rupa Ruang yang dibutuhkan adalah ruang latihan seni rupa dengan persyaratan yaitu, ruangan dilengkapi peralatan untuk mendukung kegiatan seni rupa. 2.5.4.3 Fasilitas Pertunjukan Pada fasilitas pertunjukan, ada beberapa ruang yang sangat dibutuhkan yaitu : a. Gedung pertunjukan. Menurut buku Data Arsitek, jenis-jenis gedung pertunjukan dikelompokkan berdasarkan jumlah penduduknya. Kota Medan dengan jumlah penduduk 2.117.224 termasuk dalam kategori gedung pertunjukan berskala besar dengan kapasitas sebesar 800-1000 kursi. Pada gedung pertunjukan terdapat toilet pengunjung dan penampil, ruang ganti, ruang rias, lobby, ruang kontrol, dan gudang. Pada gedung pertunjukan terdapat beberapa komponen utama yaitu : auditorium/stage, ruang publik, dan backstage. Gedung pertunjukan harus dapat disesuaikan dengan lebar panggung untuk berbagai pertunjukan seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2.7 Lebar panggung berdasarkan studi Sumber : Olah Data Pribadi Drama Opera Tari Musik Lain-lain Kecil 8 12 10 10 12 Sedang 10 15 12 12 15 Besar 10 20 15 15 20 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam auditorium / stage adalah:  Garis Pandangan. Garis pandangan ini untuk mendapatkan pemandangan penonoton yang jelas, bebas dari halangan dan terbuka seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. 39 Universitas Sumatera Utara [REDEVELOPMENT TAMAN BUDAYA SUMATERA UTARA] Tugas Akhir (TKA-490) Gambar 2.11 Garis Pandangan Sumber : Ernst Neufert, Data Arsitek vol. II Keterangan : P : titik pandang terendah dan berdekatan pada panggung yang dapat dilihat jelas oleh penonton. Jika panggung dapat dinaikan (600-1100 mm) dari lantai terendah auditorium maka P adalah setting line dari pertunjukan. Setting line pertunjukan tidak boleh lebih dari 600 mm dari lantai panggung. Jika terdapat orchestra pit maka P adalah kepala konduktor orkestra. HD : jarak horizontal antar mata penonton tepat di belakangnya, di mana berhubung dengan ruang antar baris kursi (760-1150). EH : tinggi mata normal 1120 mm di atas lantai di bawahnya, titik mata ini akan tergantung pada dimensi kursi. E : jarak antara pertengahan mata dengan kepala bagian atas, diambil 100 m. Untuk kepastian pemandangan yang jelas/ terbuka min 125 mm. D : jarak antara penonton di baris depan dengan P. Lebih dekatnya baris pertama dengan stage mengakibatkan rendahnya posisi lantai penonton.  Pengaturan Kursi Auditorium. Untuk standar kursi pada gedung pertunjukan dapat ditentukan melalui keterangan di bawah ini. Dimensi Kursi o Lebar kursi dengan sandaran lengan minimal 525 mm o Lebar kursi tanpa sandaran lengan minimal 450 mm o Tinggi dan kemiringan kursi: 430-450 mm dan sudut horizontal 7º-9º o Tinggi sandaran punggung dan kemiringan 800-850 mm dari lantai (dapat ditinggikan untuk alasan akustik) dan sudut belakang 15º-20º o Kedalaman kursi : 600-720 mm untuk kedalaman kursi dan sandaran punggung, jika kursi dapat dilipat maka kedalaman : 425-500 mm o Sandaran lengan : lebar min.50 mm, tinggi 600 mm diatas lantai. 40 Universitas Sumatera Utara [REDEVELOPMENT TAMAN BUDAYA SUMATERA UTARA] Tugas Akhir (TKA-490) Gambar 2.12 Dimensi Kursi Sumber : Ernst Neufert, Data Arsitek vol. II Jumlah kursi dalam satu baris. Ruang antar baris kursi. Persyaratannya adalah ruang lewat (clearway) minimal 300-500 mm, dimensi jarak antar baris minimal 850 mm.  Gangways. Persyaratannya adalah lebar min 1100 mm, kemiringan 1:10 dan 1:12 jika digunakan oleh pemakai kursi roda, landasan yang lebih miring harus memilki anak tangga biasa.  Akustik. Hasil akustik suatu pertunjukan meliputi kualitas suara, baik berupa musik maupun dialog, yang didengarkan oleh penonton dan juga para pelaku pentas diatas panggung. Akustik tidak terlepas dari penggunaan bahan dan konstruksi penyerap bunyi yang dipakai sebagai pengendali bunyi dalam ruang, diantaranya bahan berpori, penyerap panel/selaput, karpet dan kain. Selain itu dapat dibantu dengan penggunaan komputer atau alat seperti sound reflecting disk yang dapat mengatur waktu untuk merefleksikan suara berdasarkan jenis pertunjukan yang sedang berlangsung. b. Ampitheatre, merupakan fasilitas untuk melakukan pertunjukan outdoor dan didesain Tani Syek/Penangkat Kampong Jawa,Blangkejeren 5. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar : : : : Alamat : M.Amin Desa Blang Bengkik.63 Tahun Tani Tokoh masyarakat /kepala mukim secara adat membawahi 6 desa 1 pemukinan Desa Blang Bangkis, Sending Jaya Universitas Sumatera Utara 6. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 7. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 8. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : 9. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 10. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar : : : : Alamat : 11. Nama : Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : Jhon CB Kota Panjang, 25-Agustus-1987 Mahasiswa Syekh Saman/Pengangkat Blang Kolak 2 Takengon Mahmudin Blangkejeren, 06-Agustus-1992 Mahasiswa Penari/Pengapit Blang Mersah – Takengon Ali Min Gayo Kedawi, 05- Juni-1989 Mahasiswa Penari/Penungak : Blang Kejeren Gali Gayo Blangkejeren, 18-Juli-1987 Mahasiswa Penungak Blangkejeren SB Sarjef Lhokseumawe/29-Desember-1970 Ivent Organiser/ Felm Maker Pengamat Seni Banda Aceh/Pelatih tari Ratoeh Duek di Jakarta/ Ketua Bidang Seni Dan Budaya Ikatan Pemuda Mahasiswa Aceh Di Jakarta/Pendiri Sanggar Seniman Aceh. Taman Budaya Banda Aceh Jamal Abdullah Lakha_doel@Yahoo.com Banda Aceh.1972 Pemain Rafai Pemain Neusu. Banda Aceh 12. Nama : Rian Aldiansyah Universitas Sumatera Utara Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : 13. Nama Tempat/Tgl Lahir : : Pekerjaan : Kedudukan dalam Sanggar : Alamat : 14. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 15. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 16. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 17. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 18. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : Banda Aceh.22 November 1989 Pemain Saman Banda Aceh Pemain Lampase Kota Banda Aceh Alamsyahbudin, S.SOS. I Lawe beringin Gayo, 8 November 1985 Swasta Mantan ketua Sanggar, penari saman Gayo Lues Subur Dani Sigli, Aceh 9 November 1989 Mahasiswa Syahi/aneuk syahi (penyair) Banda Aceh Ayoub sabah Lhoksukon, 5-Mei 1987 Mahasiswa Penari Saman Blang Kolak 2 Takengon Udin Blangkejeren, 01-Agustus-1992 Mahasiswa Penari Blang Mersah – Takengon Mahmudin Bireun, 07-September-1989 Mahasiswa Penari/Penungak Blang Kejeren Irwan Pase Blangkejeren, 16 Juli 1987 Mahasiswa Penungak Blangkejeren 19. Nama : Sabirin Murba Universitas Sumatera Utara Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : 20. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 21. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 22. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : Lhokseumawe. 21 Juli 1970 Wiraswasta Penari Saman/Pengapit Blangkejeren – Gayo Lues Jamal Puteh Banda Aceh.12 Mei 1972 Mahasiswa Penari Saman / Penunggak Blang Bengkih- Gayo Lues Gunawan Arbi Takengon,18-Juni-1984 Mahaswa Penari Saman/Penunggak Blangkejeren – Gayo Lues Muhammad Ramli Takengon, 28 Juni 1982 Wiraswasta Penari saman/ Penunggak Kampung Jawa, Blangkejeren 23. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : Zulkipli Bireun, 12 Agustus 1982 Mahasiswa Penari Saman/Penunggak Blangkejeren 24. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 25. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : M.Aminudin Gayo Desa Blang Bengkik.09 April 1081 Mahasiswa Penari Saman/ Penunggak Desa Blang Bangkis, Sending Jaya Yoesrizal Takengon, 23 November 1982 Mahasiswa Penari Saman/Pengapit Blang Kolak 2 Takengon Universitas Sumatera Utara 26. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 27. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : 28. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 29. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 30. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 31. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : 32. Nama Tempat/Tgl Lahir Pekerjaan Kedudukan dalam Sanggar Alamat : : : : : Muhammad Syafi’i Blangkejeren, 17-Agustus-1982 Mahasiswa Penari/Pengapit Blang Mersah – Takengon Wali Gayo Takengon 19- Juni-1981 Mahasiswa Penari/Penungak Blang Kejeren Syamsuar Arbi Lhokseumawe. 11 Juli 1970 Wiraswasta Penari Saman/Pengapit Blangkejeren – Gayo Lues Muhamad Daut Banda Aceh. 17 November 1972 Mahasiswa Penari Saman / Penunggak Blang Bengkih- Gayo Lues Syamsi Gabo Takengon,14-Februari-1984 Mahaswa Penari Saman/Penunggak Blangkejeren – Gayo Lues Ali Sabni Takengon, 13 Desember 1982 Mahasiswa Penari Saman/ Penunggak Kampung Jawa, Blangkejeren Ramli Puteh Bireun, 28 Oktober 1982 Mahasiswa Penari Saman/Penunggak Blangkejeren Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN FOTO INFORMAN Dokumentasi: Nuning Putriani Penulis bersama Penari Bines (Penari Wanita) ( 2010) Penulis bersama Penari Bines (Penari Wanita) ( 2010) Universitas Sumatera Utara Penulis bersama Penari Bines (Penari Wanita) ( 2010) Penulis bersama para penari Saman di Desa Blang Bengkih Blangkejeren ( 2010) Universitas Sumatera Utara Penulis bersama para penari Saman di Desa Blang Bengkih Blangkejeren ( 2010) Penulis sedang mewawancarai narasumber tentang Sejarah Gayo Bapak Abdurahman Hasan (Tokoh Masyarakat) di Takengon – Aceh Tengah (2010) Universitas Sumatera Utara Penulis sedang mewawancarai narasumber tentang Sejarah Gayo Bapak Abdurahman Hasan (Tokoh Masyarakat) di Takengon – Aceh Tengah (2010) Penulis sedang mewawancarai narasumber tentang Sejarah Gayo Bapak Ir.Abniran Arbika Gayo (Pengamat Seni Gayo) bersama Bung Munawir Arlotti (Dari Lembaga Penelitian Takengon) di Takengon – Aceh tengah (2010) Universitas Sumatera Utara Penulis, Ir.Abniran Arbika Gayo, dan Munawir Arlotti Takengon – Aceh Tengah (2010) Penulis, Ir.Abniran Arbika Gayo, dan Munawir Arlotti Takengon – Aceh Tengah (2010) Universitas Sumatera Utara Penulis sedang mewawancarai narasumber (Pelatih Saman) di desa Blang Bengkih – Blangkejeren (2010) Penulis sedang mewawancarai narasumber (Tokoh Saman) di desa Blang Bengkih – Blangkejeren (2010) Universitas Sumatera Utara Penulis sedang berkunjung di Desa Blang Bengkih, wawancara dengan Tokoh Masyarakat, Pelatih Saman, Pemain Saman di Tempat Penelitian berlangsung (2010) Universitas Sumatera Utara Penulis sedang berkunjung di Desa Blang Bengkih, wawancara dengan Tokoh Masyarakat, Pelatih Saman, Pemain Saman di Tempat Penelitian berlangsung (2010) Universitas Sumatera Utara Penulis sedang mengadakan Wawancara dengan Pengamat Seni/Pelatih Saman/Ratouh Duek: Bung SB Sarjef dan Bung Zamal Abdullah di Taman Budaya Banda Aceh (2010) Universitas Sumatera Utara Penulis sedang berkunjung di Desa Blang Bengkih, wawancara dengan Tokoh Masyarakat, Pelatih Saman, Pemain Saman di Tempat Penelitian berlangsung (2010) Universitas Sumatera Utara Penulis berfoto di Mesjid Raya Banda Aceh. Universitas Sumatera Utara Bapak Saukani Bung MUnawir Arloti Jhon CB Usman Universitas Sumatera Utara Bung SB Sarjef Bung Jamal Abdullah Bapak Abdurahman Hasan Bapak Ir.Abniran Arbika Gayo Universitas Sumatera Utara URUTAN DAN RAGAM GERAK TARI SAMAN Dokumen Foto : Subur Dani Gerak Ke 1 (Sikap Awal) Gerak ke 2 (Shalawat) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 3 (Gerak Saleum ke 1) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 4 (Saleum ke 2) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 5 (Gerak Saleum ke 3) Gerak ke 6 (Gerak Saleum ke 4) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 7 (Grerak Kisah Ke Laot) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 8 (Gerak Kisah Tiwah) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 9 (Gerak Kisah Hodoiyan) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 10 (Gerak Ektra tanpa Lagu) Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Gerak ke 11 (Gerak Lanie Keutupok Guala) Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Gerak ke 12 (Gerak Lanie Heuk Katizan-Naten) Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Gerak ke 13 (Gerak Lanie Nangro Aceh Darusallam) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 14 (Gerak Lanie Terakhir) Universitas Sumatera Utara Gerak ke 15 (Gerak Kisah Penutup) Universitas Sumatera Utara Sumber dokumentasi diambil dari : Subur Danny Universitas Sumatera Utara
Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik. Alat Musik Keadaan Sarana dan Prasarana Sumatera Incidental Music Interpretasi Cerita Dalam Pertunjukan Proses Pentraskripsian Keanggotaan SISTEM PENGELOLAAN SUMATERA INCIDENTAL MUSIC YANG Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Pendapat Masyarakat Keberadaan dan Eksisistensi Sumatera Incidental Music di Kota Medan Penelitian Lapangan Metode Penelitian Penyajian Musik Dalam mengiringi Tari Penyajian Musik Secara Tersendiri dan Dikolaborasi dengan Vokal Deskripsi Pertunjukan Perekrutan Anggota Keberadaan dan Eksisistensi Sumatera Incidental Music di Kota Medan Pertunjukan Tahapan Pertunjukan Musik penutup Pokok Permasalahan Menentukan Lokasi Penelitian Prasarana Gedung Sebagai Tempat Sekretariat dan Tempat Latihan Properti Panggung Musik penutup Proses Latihan SISTEM PENGELOLAAN SUMATERA INCIDENTAL MUSIC YANG Sejarah Terbentuknya Sumatera Incidental Music Sistem Pengelolaan Sumatera Incidental Music Sumber Keuangan dan Pengeluaran Sumatera Incidental Music Teori Konsep dan Teori 1. Konsep
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Sumatera Incidental Music Di Taman Budaya Sumatera Utara: Deskripsi Pengelolaan, Pertunjukan, dan Struktur Musik.

Gratis