Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir

 1  38  130  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN DI KECAMATAN ONAN RUNGGU KABUPATEN SAMOSIR

ANANTA HIDAYAT PURBA 060902048 DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

KATA PENGANTAR

  Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh GelarSarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, penelitian ini dapat penulis rangkumkan dengan baik, walaupunpenulis sadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan pengetahuan, waktu dan kemampuan yang penulis miliki. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menerima program dan merasakan dampak langsung dari program sertayang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang dan instrument yang digunakan adalah angket.

DAFTAR LAMPIRAN

  Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana respon masyarakat terhadap PNPM-MP yang dilihat dari 3 variabelyaitu persepsi, sikap dan partisipasi. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menerima program dan merasakan dampak langsung dari program sertayang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang dan instrument yang digunakan adalah angket.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Kehidupan yang baik merupakan kehendak manusia yang paling hakiki

  Tiada satu pun manusia dan bangsa di dunia ini yang tidak membutuhkan kehidupan yang sedang dijalaninya untuk menjadi lebih baik – lebih sejahtera danlebih bahagia – serta tidak mengharapkan akan merasakan kehidupan di masa depandengan lebih baik lagi. PNPM-MP pada hakikatnya adalah gerakan nasional yang dijalankan oleh semua kalangan untuk menanggulangi kemiskinan dan perluasan kesempatankerja melalui upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dengan tujuan peningkatan kualitas hidup, kemandirian ditingkat kesejahteraan masyarakat.

1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka perumusan masalah yang dikemukan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana respon masyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir?”. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dan kritikan dalam rangka pengembangan model, perumusan dan pelaksanaanProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan yang dilakukan Pemerintah terhadap pengembangan masyarakat di daerah- daerah tertinggal.

1.5. Sistematika Penulisan

  BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan teori, uraian dan konsep yang berkaitan dengan masalah penelitian, kerangka pemikiran, defenisi komsep dan defenisi operasional. BAB VI : PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan dan saran penulis yang penulis berikan sehubungan dengan penelitian yang dilakukan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Respon

  Kepositifan atau kenegatifan suatu objek psikologi Meurut Morgan, King dan Robinson bahwa persepsi adalah suatu proses diterimanya suatu rangsangan (objek, kualitas, hubungan antar gejala maupunperistiwa) dengan cara melihat dan mendengar dunia disekitar kita, dengan kata lain presepsi dapat juga didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dialamimanusia (Adi, 2000 : 105). Dari defenisi-defenisi yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah suatu proses yang dimulai dari penglihatan dan pendengaranhingga terbentuk tanggapan yang terjadi pada diri individu sehingga individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indra-indra yangdimilikinya.

2.2. Kesejahteraan Sosial

2.2.1. Defenisi Kesejahteraan Sosial

  Kemiskinan, kesehatan yang buruk, penderitaan dan disorganisasisosial telah ada dalam sejarah kehidupan umat manusia, namun masyarakat yang industrial dari abad ke 19 dan 20 ini menghadapi begitu banyak masalah sosialsehingga lembaga-lembaga insani yang sama seperti keluarga, ketetanggaan, gereja, dan masyarakat setempat tidak mampu lagi mengatasinya secara memadai. A Fridlander mendefenisikan : “Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari usaha- usaha dan lembaga-lembaga sosial yang ditujukan untuk membantuindividu maupun kelompok dalam mencapai standart hidup dan kesehatan yang memuaskan serta untuk mencapai relasi perseorangan dan sosialyang dapat memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan- kemampuannya secara penuh untuk mempertinggi kesejahteraan mereka Defenisi di atas menjelaskan : 1.

2.2.2. Pengertian Kesejahteraan Sosial

  11 Tahun 2009 tentang ketentuan-ketentuan pokok kesejahteraansosial sosial, pasal 1 ayat 1 adalah sebagai berikut :“Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri,sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.”. Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial tersebut dilaksanakan berbagai upaya, program dan kegiatan yang disebut “Usaha Kesejahteraan Sosial” baikyang dilaksanakan pemerintah maupun masyarakat.

2.3. Masyarakat

  Masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang atau dengan sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruhmempengaruhi satu sama lain (Hassan Shadily, 1993 : 47). Pengaruh dan pertalian kebatinan yang terjadi dengan sendirinya disini menjadi unsur yang sinequa non (yang harus ada) dalam masyarakat, bukan hanya menjumlahkan adanya orang – orang saja, diantara mereka harus ada pertalian satu sama lain.

2.3.1. Masyarakat dan Jenisnya

  Pengorbanan disini dimaksudka n menahan nafsu atau kehendak sewenang– wenang, untuk mengutamakan kepentingan dan keamanan bersama, dengan paksaberarti tunduk kepada hukum–hukum yang telah ditetapkan (negara dan sebagainya ) dengan sukarela berarti menurut adaptasi dan berdasarkan keinsyafanakan persaudaraan dalam kehidupan bersama itu. Masyarakat alam (nature) yaitu yang terjadi dengan sendirinya suku, golongan, yang bertalian karena darah atau keturunan, umumnya yangmasih sederhana sekali kebudayaanya dalam keadaan terpencil atau tak mudah berhubungan dengan dunia luar ; dan 2.

2.3.2. Asal Masyarakat

  Bermacam–macam penyelidikan dijalankan, untuk mendapat jawaban tentang asal masyarakat, tetapi tidak satupun yang dapat ditegaskan benar semuapendapat hanya merupakan kira–kira dan pandangan saja. Hasrat yang berdasar naluri ( kehendak diluar pengawasan akal ) untuk memelihara keturunan, untuk mempunyai anak, kehendak akan memaksa iamencari istri hingga masyarakat keluarga terbentuk; b.

2.3.3. Pengembangan Masyarakat

  Berdasarkan pada jenis tantangan dan kesulitan yang berbeda dan spesifik pada masyarakat tertentu, menuntut adanya arah kegiatan yang berbeda, olehsebab itu proses pengembangan masyarakat perlu memperhatikan karakteristik dan perkembangan masyarakat lokal. Perencanaan itu merupakan proses untuk menentukan,menemukan dan memperjelas arti dari suatu masalah, meningkatkan hakekat ruang lingkup masalah, mempertimbangkan berbagai upaya yang diperlukan gunapenanggulangannya, memilih upaya yang kiranya dapat dilaksanakan serta mengadakan yang sesuai dengan upaya yang telah dipilih.

2.3.4. Model-model Pengembangan Masyarakat

  Pengembangan Masyarakat TotalPengembangan masyarakat total adalah proses yang ditujukan untuk menciptakan kemajuan sosial dan ekonomi bagi masyarakat melalui partisipasiaktif serta inisiatif anggota masyarakat itu sendiri. Perencanaan SosialPerencanaan sosial disini menunjuk pada proses pragmatis untuk menentukan keputusan dan menetapkan tindakan dalam memecahkan masalahsosial tertentu seperti kemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja, kebodohan, kesehatan masyarakat yang buruk, dan lain-lain.

2.3.5. Pemberdayaan masyarakat

  Sebagai tujuan pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hal yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial, yaitu masyarakat yang berdaya, memilikikekuasaan atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi, maupun sosial sepertimemiliki kepercayaan diri, mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan mandiri dalammelaksanakan tugas-tugas kehidupannya (Suharto, 2005 : 60) . Konsep pemberdayaan tidak mempertentangkan pertumbuhan dan pemerataan, tetapi konsep ini berpandangan bahwa dengan pemerataan terciptalandasan yang lebih luas untuk pertumbuhan dan yang akan menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan.

2.4. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP)

2.4.1. Latar Belakang

  Beberapa keberhasilan PPK adalah penyediaan lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin,efisien dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan (PNPM-MP, 2007:2) Dalam rangka mencapai visi dan misi PNPM-MP, strategi yang dikemukakan PNPM-MP yaitu menjadikan rumah tangga miskin sebagaikelompok sasaran, menguatkan sistem pembangunan partisipatif, serta mengembangkan kelembagaan kerja sama antar desa.

2.4.2. Tujuan PNPM-MP

  Tujuan umum PNPM-MP adalah meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorongkemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan. Meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan kelompok perempuan, dalam pengambilan keputusanperencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan; 2.

2.4.3 Prinsip Pokok PNPM-MP

  Transparansi dan akuntabel, yaitu masyarakat harus memiliki akses yang memadai terhadap segala informasi dan proses pengambilan keputusan,sehingga pengelolaan kegiatan dapat dilaksanakan secara terbuka dan dipertanggung-gugatkan, baik secara moral, teknis, legal maupunadministrasi. Keberpihakan pada orang miskin, yaitu semua kegiatan yang dilaksanakan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin dankelompok yang kurang beruntung.

2.4.4. Prinsip Lain PNPM-MP

  Bertumpu pada pembangunan manusia, yaitu setiap kegiatan diarahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia seutuhnya. Demokratis, yaitu pengambilan keputusan pembangunan dilakukan secara musyawarah dan mufakat dengan tetap berorientasi pada kepentinganmasyarakat miskin.

2.5. Sasaran PNPM-MP

  Pelaksanaan kegiatan PNPM-MP tersebut merupakan tahap dari seluruh rencana yang telah disepakati dalam pertemuan Musyawarah Antar Desa (MAD)dimana dalam pertemuan tersebut dilakukan untuk menetapkan usulan dan hal yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat serta rapat-rapat persiapan 1. Apabila ada bagian pekerjaan yang belum mampu dikerjakan oleh masyarakat sendiri, masyarakat dapat mendatangkan tenaga trampilatau ahli dari luar sepanjang disepakati dalam musyawarah daerah dan kebutuhan tersebut di atas harus diperhitungkan dalam rancangananggaran belanja kegiatan.

2.5.4. Pemberdayaan Masyarakat dan Proses Pembangunan

  Hal ini berimlikasi pada perlunyarestrukturisasi system pembangunan social pada tingkat mikro, meso dan makro agar masyarakat lokal (tingkat mikro) dapat mengembangkan potensinya tanpamengalami hambatan yang bersumber dari faktor-faktor eksternal pada struktur mikro dan makro. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya mempersiapkan Dalam program pemberdayaan masyarakat harus diperhatikan bahwa masyarakat setempat yang mempunyai tempat tinggal tetap dan permanenbiasanya mempunyai ikatan solidaritas yang tinggi sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya, adanya perasaan saling memerlukan di antara mereka, perasa,demikian yang pada dasarnya merupakan perasaan komuniti.

2.6. Kegiatan Simpan Pinjam untuk Kelompok Perempuan (SPP)

2.6.1. Pengertian SPP

2.6.2. Tujuan dan Ketentuan

  SPP merupakan salah satu bentuk kegiatan dari PNPM-MP yaitu pemberian permodalan untuk kelompok perempuan yang mempunyai kegiatansimpan pinjam. Tujuan UmumSecara umum kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam perdesaan, kemudahan akses pendanaan usaha skalamikro, pemenuhan kebutuhan pendanaan sosial dasar dan memperkuat b.

2.6.3. Sasaran, Bentuk Kegiatan dan Ketentuan Kelompok SPP

  Sasaran ProgramSasaran program adalah rumah tangga miskin yang produktif yang memerlukan pendanaan kegiatan usaha ataupun kebutuhan dasar melaluikelompok simpan pinjam perempuan yang sudah ada di masyarakat. Ketentuan kelompok SPPAdapun ketentuan kelompok SPP adalah : 1) Kelompok perempuan yang mempunyai ikatan pemersatu dan saling mengenal minimal satu tahun.

5) Mempunyai organisasi kelompok dan administrasi secara sederhana (PNPM-MP, 2007 : 16-17)

2.6.4. Pelestarian dan Pengembangan Kegiatan

  Pelestarian KegiatanDasar-dasar dalam rangka mewujudkan pelestarian kegiatan adalah : 1) Adanya dana kegiatan SPP yang produktif dan bertambah jumlahnya untuk penyediaan kebutuhan pendanaan masyarakat miskin. Pengembangan KelompokPengembangan kelompok SPP diarahkan sebaga lembaga pengelola simpanan dan pinjaman yang professional, akuntabilitas sehingga mampu menarikminat kerjasama lembaga lain sebagai lembaga penyalur dan pengelola pinjaman.

2.7. Kerangka Pemikiran

  Melalui PNPM-MP, pemerintah membuat salah satu kegiatan dari beberapa kegiatan yang ada dalam PNPM-MP yakni kegiatan SPP yang tujuanumum adalah untuk mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam perdesaan, kemudahan akses pendanaan usaha skala mikro, pemenuhan kebutuhan pendanaansosial dasar, dan memperkuat kelembagaan kegiatan kaum perempuan dan mendorong penanggulangan RTM. Hal ini dapat dilihat dari respon baik dari masyarakat yang merupakan wujud dari persepsi, sikap dan partisipasi masyarakat.

2.8. Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional

2.8.1. Defenisi Konsep

  Respon merupakan suatu tingkah laku atau sikap yang berwujud baik sebelum pemahaman yang mendetail, penilaian, pengaruh atau penolakan,suka atau tidak serta pemanfaatan pada suatu fenomena tertentu. Pemberdayaan masyarakat yakni upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan yang dalam kondisi tidak mampu untuk melepaskan diridari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.

2.8.2. Defenisi Operasional

  Defenisi operasional merupakan seperangkat petunjuk atau kriteria atau operasi yang lengkap tentang apa yang harus diamati dan bagaimanamengamatinya dengan memiliki rujukan-rujukan empiris. Operasional mengenai PNPM-MP yang akan diukur berhubungan dengan respon masyarakat terhadap program, tingkat kepuasan terhadap PNPM-MP,pengetahuan masyarakat mengenai PNPM-MP, serta tingkat keterlibatan masyarakat terhadap program itu sendiri.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1. Tipe Penelitian

  Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan / melukiskan objekpenelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain – lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta – fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi, 1998:73). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu membuat gambaran secara menyeluruh tentang bagaimana respon masyarakat terhadap ProgramNasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir.

3.2. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir

3.3. Populasi dan Sampel

  Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda – benda, hewan, tumbuh – tumbuhan, gejala – gejala, nilai atau peristiwaberbagai sumber data yang memiliki karakter tertentu dalam suatu penelitian (Nawawi, 1998 : 141). Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kecamatan Onan Runggu yang terdiri 12 desa yang berjumlah 12.020jiwa dan terdiri dari 3103 rumah tangga sebagai unit analisisnya.

2 N . d + 1

  Keterangan : n : jumlah sampelN : jumlah populasi d : presisi ( tingkat penarikan sampel ditetapkan 10% dengan tingkatkepercayaan 95% )Menurut rumus Taro Yamane diatas, maka : n = 3103 2 3103 (10%) + 1 Dari 12 desa di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir, kegiatanPNPM-MP dilaksanakan di 7 desa. Desa Pardomuan : 322 x 97 = 38 rumah tangga820 Berdasarkan penarikan sampel diatas maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Desa Pakpahan 31 rumah tangga, Desa Tambun Sungkean 28 rumah tangga, Desa Pardomuan 38 rumah tangga, yang dibagi dari 820 rumah tangga.

3.4. Tehnik Pengumpulan Data

  Studi kepustakaan Tehnik pengumpulan data atau informasi yang menyangkut masalah yang diteliti dengan mempelajari dan menelaah buku, majalah, surat kabar, danmajalah yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Studi lapanganPengumpulan data yang diperoleh melalui kegiatan penelitian dengan turun langsung ke lokasi penelitian untuk mencari fakta yang berkaitandengan masalah yang diteliti, yaitu : 1.

3.5. Tehnik Analisa Data

Untuk merumuskan kesimpulan hasil penelitian, khususnya mengidentifikasi respon, penulis menggunakan skala likert, sehingga dapatdiketahui hasil respon positif.

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

4.1. Sejarah Kecamatan Onan Runggu

  Kecamatan Onan Runggu merupakan kecamatan dengan tipologiPemukiman Perdesaan yang masyarakatnya sangat dinamis dengan berbagai aktifitas yang beragam. Hal ini terlihat dari cukup banyaknya program yang dilaksanakan diKecamatan Onan Runggu ini, seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.

4.2. Letak dan Batas Wilayah

  Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Simanindo 2. Sebelah Barat berbatasan dengan Danau TobaKecamatan Onan Runggu adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Samosir yang mempunyai orbitasi sebagai berikut:Jarak ke ibu kota kabupaten : 43 kmLama tempuh ke ibu kota kabupaten : ± 2 jam Lama jarak tempuh diukur dengan alat transportasi sepeda motor yang digunakan oleh peneliti.

4.3. Keadaan Geografis

  Kecamatan Onan Runggu yang terletak di 2 26’ – 2 33’ Lintang Utara dan 2 98 54’ – 99 01’ Bujur Timur ini memiliki luas daerah 60,89 km yang terletak di pulau samosir. Kecamatan Onan Runggu memiliki luas yang paling kecil darikecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Samosir.

4.4. Keadaan Demografis

4.4.1. Luas dan Wilayah Penggunaan Lahan

  2 Luas keseluruhan dari Kecamatan Onan Runggu adalah seluas 60,89 km dengan penggunaan wilayah seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 4.1 Penggunaan Lahan Kecamatan Onan Runggu No Penggunaan Lahan Luas (Ha) 1 2 3 4 Luas pemukimanLuas bangunan pekaranganLuas persawahanLuas tanah kering 256118709 1064 Jumlah 2137 Sumber : Profil Kecamatan Onan Runggu 2009Data Tabel 4.1 menunjukkan bahwa penggunaan lahan yang paling luas adalah lahan untuk tanah kering. Hal ini berarti bahwa Kecamatan Onan runggumemiliki sarana dan prasarana yang baik untuk warganya.

4.4.4. Komposisi Penduduk Berdasarkan Rumah Tangga

Tabel 4.2 Komposisi Penduduk Kecamatan Simanindo Berdasarkan Rumah Tangga 11 Jumlah 3103 100,00 11,874,581,89 10,458,446,31 7,696,62 8,4612,66 6010,4210,93 324338262395236204322257199365141 12 HarianSitinjakPakpahanOnan RungguTambun SungkeanSitamiangPardomuanHuta HotangRina BolokSipiraJanji MatoguSilima Lombu 10 No Desa Jumlah RT Persentase (%) 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Sumber : Profil Kecamatan Onan Runggu 2009 Dari tabel 4.2 diatas dapat dilihat di Desa Onan Runggu lebih banyak jumlah rumah tangga yakni 394 rumah tangga atau 12,66 %, karena pusatpemerintahan dari Kecamatan Onan Runggu terletak di Desa Onan Runggu. Lalu disusul Desa Sipira dengan 365 rumah tangga atau 11,87% dan Desa Sitinjakdengan 338 rumah tangga atau 10,93%.

4.4.5. Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama

  Komposisi penduduk Kecamatan Onan Runggu dilihat berdasarkan agama disajikan pada tabel dibawah ini: Tabel 4.3 Komposisi Penduduk Kecamatan Simanindo Berdasarkan Agama No Agama Jumlah (jiwa) Persentase (%) 1 Kristen 11244 88,39 2 Katolik 1452 11,41 3 Islam 26 0,20 Jumlah 12722 100,00 Sumber : Profil Kecamatan Onan Runggu 2009Mayoritas agama yang ada di Kecamatan Onan Runggu adalah Kristen, yaitu berjumlah 11244 jiwa atau sebesar 88,39 %. Dan 26 penduduk atau 0,20 % yang beragama Islam.

4.4.6. Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur

  Kemudian terdapat 2086 jiwa atau 16,41 % yang berusia antara 6-12 tahun. Jumlah penduduk dalam usia produktif yang cukup banyak di KecamatanOnan Runggu cukup bermanfaat dalam perkembangan di desa-desa KecamatanOnan Runggu di masa yang akan datang, karena masyarakat pada usia tersebut dapat membantu proses pembangunan dan pelaksanaan program-program yangdibuat oleh pemerintah maupun swasta.

4.4.7. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

  Kemudian disusuldengan tidak tamat SD yang berjumlah 2677 jiwa atau sekitar 21,07%. Dan yang ketiga adalah tamatan SMP yang berjumlah 1088 jiwa atau 8,54 %.

4.4.8. Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan

  Kemudianterdapat 421 jiwa atau 14,33% yang bermatapencaharian sebagai peternak. Terdapat 243 jiwa atau 8,26% yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, baik itu yang bekerja di Lembaga Pemerintahan dan yang bekerja sebagai guru.

4.4.9. Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa

  Komposisi penduduk berdasarkan suku bangsa dapat dilihat melalui tabel berikut ini: Tabel 4.7 Komposisi Penduduk Kecamatan Onan Runggu Berdasarkan Suku Bangsa No Suku Jumlah (jiwa) Persentase (%) 1 2 3 Batak TobaKaroJawa 12687 9 2699,71 0,070,21 Jumlah 12722 100,00 Sumber : Profil Kecamatan Onan Runggu 2009Berdasarkan Table 4.7 mayoritas penduduk di Kecamatan Onan Runggu adalah suku Batak Toba 12687 jiwa atau 99,71% yakni penduduk asli daerahpulau samosir. Lalu penduduk yang bersuku Jawa 26 jiwa atau 0,21% dan penduduk yang bersuku Karo 9 jiwa atau 0,07% adalah penduduk pendatang dariluar Kecamatan Onan Runggu atau di luar pulau samosir.

4.5. Sarana dan Prasarana Kecamatan Onan Runggu

  Sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan masyarakat KecamatanOnan Runggu antara lain: 1. Sarana pendidikan 3.

4.5.1. Sarana Rumah Ibadah

  Sarana Pendidikan Tabel 4.9Sarana Pendidikan di Kecamatan Onan Runggu No Tingkat Pendidikan Jumlah (unit) 1 2 SD 21 3 SMP 4 4 SMA 1 5 Jumlah 26 Sumber : Profil Kecamatan Onan Runggu 2009 Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 10.000 jiwa, sarana pendidikan bagi masyarakat Kecamatan Onan Runggu masih jauh terbilang memadai. Lembaga Kemasyarakatan Tabel 4.11 Lembaga Kemasyarakatan Kecamatan Onan Runggu No Lembaga Kemasyarakatan Jumlah (unit) 1 Karang Taruna 5 2 BPD 7 3 LKMD 10 4 PKK Desa 3 Jumlah 25 Sumber : Profil Kecamatan Onan Runggu 2009 Masyarakat Kecamatan Onan Runggu juga memiliki lembaga kemasyarakatan yang mereka bentuk sebagai wadah bersosialisasi, baik ituorganisasi profesi, ataupun lembaga kemasyarakatan yang berhubungan dengan keagamaan.

4.7. Sistem Pemerintahan

Adapun struktur organisasi pemerintahan di Kecamatan Onan Runggu adalah sebagai berikut : BAGAN 4.1 STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAHAN KECAMATAN ONAN RUNGGU CAMATViktor Sitinjak, SE

JABATAN SEK. CAMAT FUNGSIONAL

KASUBAG KEPALA UMUM PERENCANAAN/ PELAPORAN

  KADES J TAMIANG SILIMAL SUNGKEAN KADES O. Samosir H.

H. Gultom M. Samosir

  KADES KADES KADES KADES KADES KADES PAKPAHAN PARDO SITINJAK HARIAN R. BOLOK SIPIRA MUANL.

V. Sitinjak P. L.Raja Parlindungan J. H.Balian W

Gultom Keterangan:SEK = Sekretaris KASUBAG = Kepala Sub Bagian KASI = Kepala Divisi PEMRIN = PemerintahanTRANTIB = PEL. UMUM = Pelayanan UmumPMD & SOSIAL = Pemberdayaan Masyarakat Desa & Sosial KADES = Kepala DesaPLT = Pelaksana Teknis

BAB V ANALISA DATA Setelah data-data terkumpul, selanjutnya adalah menganalisa data. Penelitian ini dilakukan terhadap masyarakat yang menjadi sasaran penerima

  manfaat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan diKecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir yaitu dengan menyebarkan kuisioner dan wawancara kepada 97 orang responden. Analisa data ini adalah menyangkut responmasyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir.

5.1. Karakteristik Identitas Responden

  Tabel 5.12 Distribusi Responden Tentang Program PNPM-MP No Jawaban Responden Frekuensi Persentase 1 2 3 MengertiKurang MengertiTidak Mengerti 96 1 1,03 97 100,00 Sumber : Hasil Kuesioner 2010 Tabel 5.12 menerangkan bahwa 96 orang (98,96%) dari 97 responden mengerti apa yang dimaksud dengan program PNPM-MP dan 1 orang (1,03%) yang masih kurang mengerti tentang program PNPM-MP yang dilaksanakan pemerintah. Tabel 5.14 Distribusi Responden Tentang Penjelasan Tujuan dan Sasaran Program PNPM-MP No Jawaban Responden Frekuensi Persentase 1 2 3 MenjelaskanKurang MenjelaskanTidak Menjelaskan 97 100,00 Jumlah 97 100,00 Sumber : Hasil Kuesioner 2010 Tabel 5.14 menunjukkan bahwa pihak PNPM-MP di Kecamatan Onan Runggu menjelaskan tujuan dan sasaran dari tiap-tiap program PNPM-MP kepada seluruh responden atau 97 orang (100,00%) pada saat PNPM-MP inidiperkenalkan di Kecamatan Onan Runggu.

5.3 Analisa Data Kuantitatif Responden Terhadap Program Raskin

  Secara dianalisis secara kualitatif tentang respon masyarakat terhadapProgram PNPM-MP, pada bagian ini variabel yang sama akan dianalisi secara kuantitatif melalui pemberian skor dengan menggunakan skala Likert. Skor setuju (positif) adalah 1Untuk mendapatkan hasil respon masyarakat terhadap Program PNPM-MP di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir dilakukuan melalui pemberianskor berdasarkan tiga variabel, yaitu persepsi, sikap, dan partisipasi.

5.3.1. Persepsi Responden Terhadap Program PNPM-MP

  Data hasil pengukuran ada pada tabel berikut : Tabel 5.35 Persepsi Responden Terhadap Program PNPM-MP No Kategori Jumlah (Orang) Persentase 1 Positif 96 98,96 2 Netral 1 1,03 3 Negatif - - Jumlah 97 100,00 Sumber: Hasil Kuesioner 2010Berdasarkan tabel 5.35 dapat dilihat bahwa 96 responden (98,96%) memiliki persepsi positif terhadap PNPM-MP di Kecamatan Onan Runggu. Untuk mengetahui apakah persepsi masyarakat termasuk respon positif atau negatif, maka dilakukan analisis dengan memberikan nilai 1 pada responpositif, nilai 0 pada respon netral, dan nilai -1 pada respon negatif, lalu dibagi dengan jumlah responden keseluruhan.

5.3.2. Sikap Responden Terhadap Program PNPM-MP

  Data hasil pengukuran ada pada tabel berikut : Tabel 5.36Sikap Responden Terhadap Program PNPM-MP No Kategori Jumlah (Orang) Persentase 1 Positif 97 100,00 2 Netral - - 3 Negatif - - Jumlah 97 100,00 Sumber: Hasil Kuesioner 2010Berdasarkan tabel 5.38 dapat dilihat dengan jelas bahwa seluruh responden memiliki sikap positif terhadap Pelaksanaan PNPM-MP di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi munculnya respon positif dari responden yaitu karena responden merasa denganadanya PNPM-MP ini pemerintah memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap peningkatan kesejahteraan, kesempatan kerja dan peningkatanpembangunan.

5.3.3. Partisipasi Responden Terhadap Program PNPM-MP

  Data hasil pengukuran ada pada tabel berikut : Tabel 5.37Partisipasi Responden Program PNPM-MP No Kategori Jumlah (Orang) Persentase 1 Positif 30 30,92 2 Netral 2 2,06 3 Negatif 65 67,01 Jumlah 97 100,00 Sumber: Hasil Kuesioner 2010 Tabel 5.41 menunjukkan bahwa terdapat 30 orang (30,92%) responden memiliki partisipasi yang positif terhadap program PNPM-MP di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Hal ini karena rendahnya tingkat perekonimian responden yangmengharuskan mereka harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup Berdasarkan data diatas, dapat dianalisis apakah partisipasi responden termasuk respon positif atau respon negatif, dengan memberikan nilai 1 padarespon positif, nilai 0 pada respon netral, dan nilai -1 pada respon negatif, lalu dibagi dengan jumlah responden keseluruhan.

BAB VI PENUTUP

6.1. Kesimpulan

  Dari hasil analisa data, dapat disimpulkan bahwa Respon MasyarakatKecamatan Onan Runggu terhadap Program Nasional Pemberdayaan MasyarakatMandiri Perdesaaan dapat dilihat dari tiga variabel yaitu : a. Berdasarkan hasil dari ketiga variabel diatas dapat dilihat nilai rata- rata – rata respon masyarakat adalah positif dengan nilai 0,56 (berada diantara0,33 sampai dengan 1).

6.2. Saran

  Kepada pemerintah aparatur desa dan Kecamatan Onan Runggu agar tetap melaksanakan dan mendukung, karena program ini bertujuan untukmendukung program pemerintah dalam pemgembangan masyarakat yang lebih baik. Kepada Penerima Program PNPM-MP dan masyarakat yang merasakan danpak PNPM-MP secara langsung diharapkan tidak tergantung padaprogram ini saja, tetapi dapat menggunakan program ini sebagai kesempatan yang membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga dalam meningkatkan kehidupan mereka.

DAFTAR PUSTAKA

  Psikologi Sosial dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Dasar-Dasar Pemikiran. Analisis Kebijakan Publik : Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial.

PTO PNPM-MP, 2007

http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1867470-pto-pnpm-mandiri -perdesaan ,diakses pada hari Kamis, tanggal 26 September 2010, jam 16:03 http//www.pnpm-mandiri.or.id, diakses pada hari Kamis, 26 September 2010 pukul 17.16http//www.setneg.go.id, diakses pada hari Jumat, 27 September 2010 pukul 20.32 http://www.pnpm-perdesaan.or.id/?page=halaman&story_id=22, diakses pada Jumat, 27 September 2010 pukul 20.55
Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Karakteristik Identitas Responden Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Keadaan Geografis Lembaga Kemasyarakatan Sistem Pemerintahan Kelompok Sasaran Pelaksanaan PNPM-MP Pemberdayaan Masyarakat dan Proses Pembangunan Kerangka Pemikiran Tipe Penelitian Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan Latar Belakang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan PNPM-MP Latar belakang Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Lokasi Penelitian Tehnik Pengumpulan Data Tehnik Analisa Data Luas dan Wilayah Penggunaan Lahan Pembagian Wilayah Komposisi Penduduk Berdasarkan jenis Kelamin Komposisi Penduduk Berdasarkan Rumah Tangga Masyarakat dan Jenisnya Asal Masyarakat Model-model Pengembangan Masyarakat. Pemberdayaan masyarakat Partisipasi Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan PNPM-MP Partisipasi Responden Terhadap Program PNPM-MP Persepsi. Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan PNPM-MP Persepsi Responden Terhadap Program PNPM-MP Sikap Responden Terhadap Program PNPM-MP Persepsi Sikap Partisipasi Respon Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Sistematika Penulisan Sampel Populasi dan Sampel 1. Populasi Sikap Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaaan PNPM-MP Tujuan dan Ketentuan Sasaran, Bentuk Kegiatan dan Ketentuan Kelompok SPP Tujuan PNPM-MP Prinsip Pokok PNPM-MP
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional P..

Gratis

Feedback