Feedback

Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir

Informasi dokumen
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN DI KECAMATAN ONAN RUNGGU KABUPATEN SAMOSIR Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara ANANTA HIDAYAT PURBA 060902048 DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, penelitian ini dapat penulis rangkumkan dengan baik, walaupun penulis sadari bahwa hasil penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan pengetahuan, waktu dan kemampuan yang penulis miliki. Maka dengan segala kerendahan hati, penulis mohon untuk adanya perbaikan dan penyempurnaan tulisan ini, yang tentunya mengharapkan koreksi dan saran dari segenap pembaca sekalian. Skripsi ini berjudul “Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir ”, yang merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan studi pada program strata satu (S-1), Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Dengan segala keterbatasan penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi penulis khususnya, pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan pembaca tentunya. Pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan bisa selesai tanpa bantuan, perhatian bahkan kasih sayang dari berbagai pihak yang bersifat moril maupun materil, maka dengan segala kerendahan hati penulis menghaturkan terimakasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M. Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara 2. Ibu Hairani Siregar, S.Sos. M.SP, selaku Ketua Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. Matias Siagian, M.Si selaku Dosen Pembimbing penulis yang tidak pernah bosan-bosannya membimbing, memberikan saran, kritik, bahkan semangat kepada penulis untuk menyusun skripsi ini dengan sebaik-baiknya. 4. Seluruh staf administrasi seperti Kak Zuraida, Bang Ria dan Kak Deby yang telah setia ada di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam memberikan informasi dan mempersiapkan segala kebutuhan penulis. 5. Seluruh staf pengajar FISIP USU, khususnya Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial yang telah membimbing dan mengajar penulis selama masa perkuliahan. 6. Kepada Bapak Camat, Bapak Sek. Camat Onan Runggu, Nangboru Simbolon, dan seluruh pegawai dan staf di Kantor Kecamatan Onan Runggu serta perangkat desa yang ada di Kecamatan Onan Runggu atas bantuannya kepada peneliti selama melakukan penelitian di Kecamatan Onan Runggu. 7. Kedua orang tuaku, Bapak D. Purba dan Ibu J. br, Bangun yang telah merawat penulis dengan penuh kasih sayang serta telah banyak mengorbankan waktu dan materi yang tak terhitung nilainya guna keberhasilan penulis dalam meraih cita-cita. 8. Kepada kakakky Widha dan adikku Hadi untuk dukungan dan pengertiannya selama penulis berada dalam proses penyelesaian skripsi. Universitas Sumatera Utara 9. Seluruh keluarga besar Purba dan Bangun mergana yang selalu memberi dukungan yang luar biasa, terlebih di saat penyelesaian skripsi ini. 10. Buat sayangku Buat sahabat seperjuangan, Ari, Edo, Manuk, Rahmad, Fenny, Irene, Lista, Sando, Halim, Anul, Pandu, Dicky, Nobel, Rijal, Rio’07 dan yang lainnya yang tidak dapat dipersebutkan satu persatu, makasi buat kebersamaan kita selama ini. 11. Seluruh stambuk 2006, baik yang sedang berjuang untuk tamat maupun yang sudah tamat, semoga kita dapat menjaga persahabatan untuk membangun jaringan, dan saling mendukung satu sama lain. 12. Seluruh kawan-kawan seperjuangan selama jadi pengurus PEMA FISIP USU, Lintang, Bobby, Kumkum, Wallad, Tika, Selvi, Titin, Tino Antro, Suci, Dody”KPU”, Zikri, Bembeng dan seluruh kawan-kawan yang tidak dapat juga dipersebutkan satu persatu, makasi kawan-kawan buat kebersamaannya. What I care, I live on my own!! 13. Seluruh kawan-kawan di Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, baik yang masih aktif berkuliah maupun yang sudah menjadi alumni. 14. Seluruh responden yang telah membantu penulis selama ini dalam menjalankan penelitian. Penulis ucapkan banyak terima kasih atas data dan informasinya. 15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, namun banyak membatu dan memberikan dorongan moril maupun materil bagi terselesainya penulisan skripsi ini, penulis ucapkan banyak terima kasih. Universitas Sumatera Utara Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Akan tetapi penulis telah semaksimal mungkin berusaha memberikan yang terbaik. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan kritik yang benar-benar membangun, agar skripsi ini dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang membutuhkannya. Dan semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi perlindungan, kesehatan, dan berkatNya kepada kita semua. Medan, Maret 2011 Penulis (Ananta Hidayat Purba) Universitas Sumatera Utara UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL Nama : ANANTA HIDAYAT PURBA NIM : 060902048 ABSTRAK Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir (Skripsi terdiri dari 6 bab, 106 halaman, 50 tabel, 3 lampiran serta 20 kepustakaan) Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Setelah program ini berjalan, sedikit banyak masyarakat yang mengalami dampak positif secara langsung. Masalah yang dibahas didalam skripsi ini adalah untuk melihat secara langsung bagaimana respon masyarakat terhadap PNPM-MP yang dilihat dari 3 variabel yaitu persepsi, sikap dan partisipasi. Penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang menerima program dan merasakan dampak langsung dari program serta yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang dan instrument yang digunakan adalah angket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil ini didukung oleh wawancara. Data yang diperoleh dari penelitian ini ditabulasikan dalam tabel tunggal kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat diketahui bahwa respon masyarakat terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan adalah positif. Hal ini dapat dilihat dari tiga variable yaitu persepsi, sikap dan partisipasi. Berdasarkan hasil dari tiga variabel tersebut, ratarata respon masyarakat terhadap PMPN-MP adalah positif, dimana nilai untuk persepsi yaitu 0,98, sikap dengan nilai 1 dan partisipasi dengan nilai -0,36. Kata kunci : Respon, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Universitas Sumatera Utara UNIVERSITY OF NORTHERN SUMATRA FACULTY OF SOCIAL SCIENCE AND POLITICAL SCIENCE SCIENCE DEPARTMENT OF SOCIAL WELFARE Name : ANANTA HIDAYAT PURBA NIM : 060902048 ABSTRACT Community Response Against the National Program for Community Empowerment in Rural Districts Self Onan Runggu Samosir regency (Thesis consists of 6 chapters, 106 pages, 50 tables, 3 appendix and 20 literature) Indonesia has the problem of poverty and unemployment. In Indonesia, one of the efforts made to improve the effectiveness of poverty reduction and job creation is the National Community Empowerment Program Mandiri. Once the program is running, slightly more people who have a positive impact directly. The problems discussed in this essay is to see firsthand how the public response to the PNPM-MP visits of 3 variables, namely the perception, attitude and participation. The research was conducted on sub Onan Runggu Samoisr District. The total population in this study are all people who receive the program and felt the direct impact of the program and that the samples in this study were 97 people and the instrument used was a questionnaire. The method used is descriptive method. These results are supported by interviews and field observations. Data obtained from this study are tabulated in a single table and then analyzed. Based on the research and data analysis, it can be seen that the public response to the National Program for Community Empowerment Rural Self is positive. This can be seen from the three variables that is the perception, attitude and participation. Based on the results of these three variables, the average public response to PMPN-MP is positive, where the value is 0.98 for the perception, attitude and participation with a value of 1 with a value of -0.36. Keywords: Response, the National Program for Community Empowerment Rural Self Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.i ABSTRAK.v DAFTAR ISI.vii DAFTAR TABEL.xii DAFTAR LAMPIRAN.xv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah. 9 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian. 9 1.3.2 Manfaat Penelitian. 9 1.4 Sistematika Penulisan. 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Respon . 11 2.1.1 Persepsi.12 2.1.2 Sikap.12 2.1.3 Partisipasi.12 2.2 Kesejahteraan Sosial 2.2.1 Defenisi Kesejahteraan Sosial . 15 Universitas Sumatera Utara 2.2.2 Pengertian Kesejahteraan Sosial.17 2.3 Masyarakat 2.3.1 Masyarakat dan Sejenisnya.18 2.3.2 Asal Masyarakat.19 2.3.3 Pengembangan Masyarakat . 20 2.3.4 Model-model Pengembangan Masyarakat . 24 2.3.5 Pemberdayaan Masyarakat . 25 2.4 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan 2.4.1 Latar belakang . 26 2.4.2 Tujuan PNPM-MP . 28 2.4.3 Prinsip Pokok PNPM-MP . 29 2.3.4 Prinsip lain PNPM-MP . 30 2.5 Sasaran PNPM-MP 2.5.1 Lokasi Sasaran . 31 2.5.2 Kelompok Sasaran . 31 2.5.3 Pelaksanaan PNPM-MP . 31 2.5.4 Pemberdayaan Masyarakat dan Prosesnya . 32 2.6 Kerangka Pemikiran . 33 2.7 Defenisi Konsep dan Defenisi Operasional 2.7.1 Defenisi Konsep . 36 2.7.2 Defenisi Operasional . 37 Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian . 38 3.2 Lokasi Penelitian . 38 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi . 39 3.3.2 Sampel . 39 3.4 Tehnik Pengumpulan Data . 41 3.5 Tehnik Analisa Data . 42 BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 4.1 Sejarah Kecamatan Onan Runggu . 43 4.2 Letak dan Batas Wilayah . 43 4.3 Keadaan Geografis . 44 4.4 Keadaan Demografis 4.4.1 Luas dan Wilayah Penggunaan lahan . 44 4.4.2 Pembagian Wilayah . 45 4.4.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin . 46 4.4.4 Komposisi Penduduk Berdasarkan Rumah Tangga. 47 4.4.5 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama .48 4.4.6 Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur . 49 4.4.7 Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendi. 50 4.4.8 Komposisi Penduduk Berdasarkan Pekerjan . .51 4.4.9 Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku Bangsa . 52 Universitas Sumatera Utara 4.5 Sarana dan Prasarana Kecamatan Onan Runggu . 54 4.5.1 Sarana Rumah Ibadah . 55 4.5.2 Sarana Pendidikan . 56 4.5.3 Sarana Kesehatan . 56 4.6 Lembaga Kemasyarakatan . 56 4.7 Sistem Pemerintahan . 57 BAB V ANALISA DATA 5.1 Karakteristik Identitas Responden. 60 5.2 Respon Masyarakat Terhadap PNPM-MP 5.2.1 Persepsi . 68 5.2.2 Sikap . 77 5.2.3 Partisipasi . 85 5.3 Analisa Data Kuantitatif Responden Terhadap PNPM-MP. 95 5.3.1 Persepsi Responden Terhadap PNPM-MP . 96 5.3.2 Sikap Responden Terhadap PNPM-MP . 98 5.3.3 Partisipasi Responden Terhadap PNPM-MP . 100 BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan. 103 6.2 Saran. 104 DAFTAR PUSTAKA LEMBARAN KUESIONER Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN DAFTAR TABEL Universitas Sumatera Utara Tabel 1.1 Cakupan Wilayah PNPM-MP di Indonesia . 8 Tabel 4.1 Penggunaan Lahan Kecamatan Onan Runggu .45 Tabel 4.2 Komposisi Penduduk berdasarkan Rumah Tangga .47 Tabel 4.3 Komposisi Penduduk berdasarkan Agama .48 Tabel 4.4 Komposisi Penduduk berdasarkan Umur. 49 Tabel 4.5 Komposisi Penduduk berdasarkan Tingkat Penddikan .50 Tabel 4.6 Komposisi Penduduk berdasarkan Pekerjaan .51 Tabel 4.7 Komposisi Penduduk berdasarkan Suku Bangsa .53 Tabel 4.8 Sarana Rumah Ibadah . 54 Tabel 4.9 Sarana Pendidikan.55 Tabel 4.10 Sarana Kesehatan .56 Tabel 4.11 Lembaga Kemasyarakatan .57 Tabel 5.1 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin .61 Tabel 5.2 Karakteristik Responden berdasarkan Umur .61 Tabel 5.3 Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan .62 Tabel 5.4 Karakteristik Responden berdasarkan Asal Daerah.63 Tabel 5.5 Karakteristik Responden berdasarkan Agama .64 Tabel 5.6 Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan Sasaran Pada tahun 2009, lokasi sasaran PNPM-MP meliputi seluruh kecamatan perdesaan di Indonesia yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Untuk tahun 2008, ketentuan pemilihan lokasi sasaran berdasarkan ketentuan : a. Kecamatan-kecamatan yang tidak termasuk kategori “kecamatan yang bermasalah dalam PPK” b. Kecamatan-kecamatan yang diusulkan oleh pemerintah daerah dalam skema kontribusi pendanaan. 2.4.2. Kelompok Sasaran a. Rumah Tangga Miskin (RTM) di perdesaan b. Kelembagaan masyarakat di perdesaan c. Kelembagaan pemerintah local. 2.4.3. Pelaksanaan PNPM-MP Pelaksanaan PNPM-MP berada di bawah binaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri. Program ini didukung dengan pembiayaan yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara Negara (APBN), Universitas Sumatera Utara Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dana hibah dari sejumlah bantuan dan pinjaman dari Bank Dunia. Pelaksanaan kegiatan PNPM-MP tersebut merupakan tahap dari seluruh rencana yang telah disepakati dalam pertemuan Musyawarah Antar Desa (MAD) dimana dalam pertemuan tersebut dilakukan untuk menetapkan usulan dan hal yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat serta rapat-rapat persiapan pelaksanaan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini perlu diperhatikan hal-hal penting sebagai berikut, yaitu : 1. Masyarakat merupakan pemilik kegiatan, sehingga keputusan pelaksanaan dan tanggung jawab ada pada masyarakat. 2. Masyarakat desa mendapatkan prioritas untuk turut bekerja dalam pelaksanaan kegiatan, terutama bagi RTM. 3. Apabila ada bagian pekerjaan yang belum mampu dikerjakan oleh masyarakat sendiri, masyarakat dapat mendatangkan tenaga trampil atau ahli dari luar sepanjang disepakati dalam musyawarah daerah dan kebutuhan tersebut di atas harus diperhitungkan dalam rancangan anggaran belanja kegiatan. 4. Penggunaan dana sesuai dengan rencana dan kegiatan agar mencapai hasil yang memuaskan serta selesai tepat waktu. 2.4.4. Pemberdayaan Masyarakat dan Proses Pembangunan Melalui PNPM-MP, masyarakat tidak dijadikan objek melainkan subjek dari proses perubahan. Masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan, ini merupakan prinsip pembangunan yang berpusat pada rakyat. Perlunya restrukturisasi dalam sistem pembangunan sosial pada tingkat mikro (masyarakat lokal, kelembagaan) dan mikro (kebijakan) untuk mendukung prinsip pembangunan yang berpihak pada rakyat. Hal ini Universitas Sumatera Utara berimplikasi pada perlunya restrukturisasi sistem pembangunan sosial pada tingkat mikro, messo dan makro agar masyarakat lokal (tingkat mikro) dapat mengembangkan potensinya tanpa mengalami hambatan yang bersumber dari faktor-faktor eksternal pada struktur mikro dan makro. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya mempersiapkan masyarakat seiring dengan upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan. Dalam program pemberdayaan masyarakat harus diperhatikan bahwa masyarakat setempat yang mempunyai tempat tinggal tetap dan permanen biasanya mempunyai ikatan solidaritas yang tinggi sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya, adanya perasaan saling memerlukan di antara mereka, perasa, demikian yang pada dasarnya merupakan perasaan komuniti. Dalam program pemberdayaan masyarakat penting juga diperhatikan modal sosial yang dimiliki masyarakat setempat. Karena modal sosial merupakan sesuatu yang membuat masyarakat bersekutu untuk mencapai tujuan bersama atas dasar kebersamaan dan didalamnya diikat oleh nilai-nilai dan norma-norma yang tumbuh dan dipatuhi. Situasi ini akan menjadi kunci bagi keberhasilan program pemberdayaan yang terdapat dalam suatu daerah. 2.5. Kesejahteraan Sosial 2.5.1. Defenisi Kesejahteraan Sosial Istilah kesejahteraan sosial sering diidentikkan dengan “kesejahteraan masyarakat atau kesejahteraan umum”. Sedangkan tentang kesejahteraan, kamus besar bahasa Indonesia menyebutkan : “Sejahtera artinya aman, sentosa, makmur, selamat (terlepas dari segala Universitas Sumatera Utara macam gangguan dan kesusahan). Sedangkan kesejahteraan artinya keamanan, keselamatan, ketentraman, kesenangan hidup dan kemakmuran (Mahadi, 1993:550). Oleh Walter A. Friedlander, mengutarakan bahwa konsep dan istilah kesejahteraan sosial dalam pengertian program yang ilmiah baru saja dikembangkan sehubungan dengan masalah sosial dari pada masyarakat kita yang industrial. Kemiskinan, kesehatan yang buruk, penderitaan dan disorganisasi sosial telah ada dalam sejarah kehidupan umat manusia, namun masyarakat yang industrial dari abad ke-19 dan 20 ini menghadapi begitu banyak masalah sosial sehingga lembaga-lembaga insani yang sama seperti keluarga, ketetanggaan, gereja, dan masyarakat setempat tidak mampu lagi mengatasinya secara memadai. Berikut ini beberapa defenisi yang menjelaskan arti kesejahteraan sosial. W.A Fridlander mendefenisikan : “Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari usaha-usaha dan lembaga-lembaga sosial yang ditujukan untuk membantu individu maupun kelompok dalam mencapai standart hidup dan kesehatan yang memuaskan serta untuk mencapai relasi perseorangan dan sosial yang dapat memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan-kemampuannya secara penuh untuk mempertinggi kesejahteraan mereka selaras dengan kebutuhan-kebutuhan keluarga dan masyarakat”. (Muhaidin, 1984: 12). Defenisi di atas menjelaskan : 1. Konsep kesejahteraan sosial sebagai suatu sistem atau “organized system” yang berintikan lembaga-lembaga dan pelayanan sosial. Universitas Sumatera Utara 2. Tujuan sistem tersebut adalah untuk mencapai tingkat kehidupan yang sejahtera dalam arti tingkat kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan, kesehatan dan juga relasi-relasi sosial dengan lingkungannya. 3. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara, meningkatkan “kemampuan individu” baik dalam memecahkan masalahnya maupun dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam Kamus Ilmu Kesejahteraan Sosial disebutkan pula : “Kesejahteraan Sosial merupakan keadaan sejahtera yang meliputi keadaan jasmaniah, rohaniah dan sosial tertentu saja. Bonnum Commune atau kesejahteraan sosial adalah kesejahteraan yang menyangkut keseluruhan syarat, sosial yang memungkinkan dan mempermudah manusia dalam memperkembangkan kepribadianya secara sempurna” (Suparlan, 1989: 53) Sementara itu Skidmore, sebagaimana dikutip oleh Drs. Budie Wibawa, menuturkan : “Kesejahteraan Sosial dalam arti luas meliputi keadaan yang baik untuk kepentingan orang banyak yang mencukupi kebutuhan fisik, mental, emosional, dan ekonominya” (Wibawa, 1982: 13). 2.5.2. Pengertian Kesejahteraan Sosial Secara yuridis konsepsional, pengertian kesejahteraan sosial termuat dalam UU No. 11 Tahun 2009 tentang ketentuan-ketentuan pokok kesejahteraan sosial sosial, pasal 1 ayat 1 adalah sebagai berikut : “Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.”. Universitas Sumatera Utara Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial tersebut dilaksanakan berbagai upaya, program dan kegiatan yang disebut “Usaha Kesejahteraan Sosial” baik yang dilaksanakan pemerintah maupun masyarakat. UU No.11 Tahun 2009 dalam pasal 4, juga menjelaskan secara tegas tugas serta tanggung jawab pemerintah di bidang kesejahteraan sosial, yang meliputi : 1. Menetapkan garis kebijaksanaan di bidang kesejahteraan sosial. 2. Mengembangkan kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial masyarakat. 3. Mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan usaha-usaha kesejahteraan sosial (Muhaidin, 1984: 9-10). Untuk melaksanakan ketiga tugas pokok tersebut maka pemerintah menyelenggarakan usahausaha di bidang kesejahteraan sosial sebagai berikut : 1. Bantuan sosial kepada warga masyarakat yang kehilangan peranan sosial karena berbagai macam bencana (sosial maupun alamiah) atau akibat-akibat lain. 2. Menyelenggarakan sistem jaminan sosial. 3. Bimbingan, pembinaan dan rehabilitasi sosial. 4. Pengembangan dan penyuluhan sosial dan 5. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan khusus untuk membentuk tenaga-tenaga ahli dan keahlian di bidang kesejahteraan sosial 2.6. Kerangka Pemikiran Masalah sosial adalah situasi yang dinyatakan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai oleh warga masyarakat yang cukup signifikan, dimana mereka sepakat dibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut. Dapat diidentifikasi unsur Universitas Sumatera Utara penting dalam masalah sosial, antara lain adalah suatu situasi yang dinyatakan, warga masyarakat yang signifikan dan kebutuhan akan tindakan pemecahan masalahnya. Pada umumnya kajian dalam rangka penanganan masalah sosial diawali dengan identifikasi masalah yang memberikan kesadaran akan keberadaan masalah sosial tertentu. Kesadaran akan keberadaan masalah sosial itu kemudian akan memberikan inspirasi untuk melakukan usaha perubahan dan perbaikan. Untuk melakukan upaya perbaikan 0,33 sampai dengan 1) 5.3.2 Sikap Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Pengukuran respon selanjutnya dilihat dari sikap masyarakat terhadap PNPM MP di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Variabel sikap masyarakat terhadap PNPM MP (V2) merupakan hasil xcv rata-rata ∑skor variabel sikap: jumlah sub variabel sikap. Jumlah sub variabel persepsi ada 9 sub variabel, sehingga rata-rata V1= ∑ skor variabel : 9 (lihat lampiran). Data pemberian skor ada pada table berikut: Tabel 5.25 Sikap Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan No Jawaban Responden 1 Positif 80 80,80 2 Netral 8 8,08 3 Negatif 11 11,11 99 100,00 Jumlah Frekwensi Persentase Sumber: Kuisioner, 2010 Dari tabel 5.25 dapat dilihat sebanyak 80 orang responden atau (80,80%) memiliki sikap positif terhadap PNPM MP, jal ini dapat terlihat dari tanggapan masyarakat yang menganggap bahwa program ini sangat menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat dilihat ketika tim pelaksanaan atau anggota dari PNPM MP menyampaikan informasi tentang program ini, mudah dimengerti sehingga masyarakat tertarik dan setuju dengan pelaksanaan PNPM MP. Responden yang memiliki sikap netral sebanyak 8 orang atau (8,08%) hal ini dikarenakan masyarakat kurang memahami bagaimana PNPM MP, sehingga masyarakat tersebut kurang menyukai dan menerima program tersebut. Persepsi responden terhadap program juga mempengaruhi sikap menyetujui atau tidak adanya PNPM MP. Responden yang memiliki sikap negatif terhadap PNPM MP sebanyak 11 orang atau (11,11%) sedikitnya jumlah responden yang memiliki sikap negatif menunjukkan bahwa PNPM MP ini bisa diterima dengan baik dan sudah banyak diterapkan di masyarakat. Begitu juga dengan cara penyampaian xcvi oleh petugas dari PNPM MP tentang apa saja yang ada di program tersebut sangat menarik sehingga masyarakat setuju dengan pelaksanaan program tersebut. Sikap masyarakat termasuk respon positif atau negatif dapat dianalisis dengan memberikan nilai 1 pada respon positif, nilai 0 untuk respon netral dan nilai -1 untuk respon negatif, lalu dibagi dengan jumlah total responden. Hasil akhir kemudian dikelompokkan apakah termasuk sikap positif atau negatif dengan adanya batasan nilai pada skala likert. Persepsi positif : 80 x 1 = 80 Persepsi netral : 8 x 0 = 0 Persepsi negatif : 11 x -1= -11 + = 69/99 = 0,69 (persepsi positif karena berada diantara 0,33 sampai dengan 1) 5.3.3 Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan Data hasil pemberian skor variabel persepsi terhadap PNPM MP di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir ini merupakan variabel awal dalam mengukur respon. Hasil skor variabel persepsi (V3) merupakan hasil rata-rata ∑skor variabel persepsi: jumlah sub variabel persepsi. Jumlah sub variabel persepsi ada 3 sub variabel, sehingga rata-rata V3= ∑ skor variabel : 3 (lihat lampiran). Data pemberian skor ada pada table berikut: xcvii Tabel 5.26 Persepsi Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan No Jawaban Responden Frekwensi 1 Positif 59 59,59 2 Netral 11 11,11 3 Negatif 29 29,29 99 100,00 Jumlah Persentase Sumber: Kuisioner, 2010 Tabel 5.26 menunjukkan bahwa 59 0rang atau sebesar (59,59%) memiliki partisipasi yang positif terhadap PNPM MP di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, hal ini dikarenakan bahwa responden ikut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan PNPM MP sedangkan responden yang netral sebanyak 11 orang atau (11,11%) sedangkan responden yang bersikap negatif sebanyak 29 orang atau (29,29%) hal ini dapat kita lihat karena banyak juga masyarakat yang tidak mau tau dengan apa yang ada didesa mereka. Partisipasi masyarakat termasuk respon positif atau negatif dapat dianalisis dengan memberikan nilai 1 pada respon positif, nilai 0 untuk respon netral dan nilai -1 untuk respon negatif, lalu dibagi dengan jumlah total responden. Hasil akhir kemudian dikelompokkan apakah termasuk sikap positif atau negatif dengan adanya batasan nilai pada skala likert. Persepsi positif : 59 x 1 = 59 Persepsi netral : 11 x 0 = 0 Persepsi negatif : 29 x -1= -29+ xcviii = 30/99 = 0,30 (persepsi Netral karena berada diantara -0,33 sampai dengan 0,33) xcix BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan Dari hasil data, maka dapat disimpulkan bahwa respon masyarakat Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan dapat dilihat dari tiga variable berikut: 1. Persepsi Berdasarkan hasil analisa data dapat diketahui bahwa responden memiliki persepsi yang positif terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan nilai 0,72 2. Sikap Berdasarkan hasil analisa data dapat diketahui bahwa responden memiliki sikap yang positif terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan nilai 0,69 3. Partisipasi Berdasarkan hasil analisa data dapat diketahui bahwa responden memiliki partisipasi yang netral terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan nilai 0,30 4. Maka dapat dilihat secara rata-rata responden masyaakat adalah positif dengan nilai (0,72 + 0,69 + 0,30) / 3 = 0,57 c 6.2 Saran Berdasarkan kesimpulan, saran yang dapat diberikan penulis sebagai masukan bagi pembaca yaitu: 1) Diharapkan bagi lembaga tetap mempertahankan, memelihara dan lebih meningkatkan kualitas pelayanan lembaga terhadap program yang telah ada dan memaksimalkan seluruh sumber-sumber yang ada demi tercapainya tujuan program, adapun yang menjadi alas an saran ini karena respon dari warga masyarakat terhadap program ini juga kebutuhan untuk meningkatkan social ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat secara keseluruhan. 2) Disarankan agar pihak lembaga lebih giat lagi menggalang kerja sama yang baik dengan pihak pemerintah maupun swasta agar penanganan keluarga miskin yang sudah menjadi penomena social dan membutuhkan perhatian yang lebih pada masa sekarang ini dapat lebih teratasi. 3) Kepada masyarakat agar ikut serta berpartisipasi pada program-program yang ditawarkan oleh pemerintah sebagai innovator PNPM MP, karena partisipasi warga masyarakat adalah untuk meningkatkan wawasan masing-masing anggota warga binaan. ci DAFTAR PUSTAKA Bungin, Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kencana Prenada Media Group: Jakarta. Suryanto, Bagong dan Sutinah. 2005. Metode Penelitian Soaial: Berbagai Alternatif Prenada Media: Jakarta. Pendekatan. Gittinger, J, Price. 2005. Analisa Ekonomi Proyek-proyek Pembangunan. Universitas Indonesia Press: Jakarta. Kadariah. 2007. Ekonomi Perencanaan. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Jakarta. Universitas Indonesia: Arikunto, Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian sosial, Bumi Aksara, Jakarta. Sumanto, 1990, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Perpustakaan.Yogyakarta: Penerbit Andi Offset Yogyakarta. Adi, Isbandi Rukminto, 1994, Psikologi, Pekerjaan Sosial dan Ilmu Kesejahteraan dasar Pemikiran. PT Raja Grafindo Pesada: Jakarta. Sosial: Dasar- Sismuddjito. 2004, Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Pemberdayaan Komunitas. Vol 3, No 3. Hlm 134. RPJMN. 2004-2009. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004Grafika: Jakarta. Tentang 2009. Snar Siagian, Matias: Suriadi, Agus. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan CSR Persfektif Sosial. FISIP USU Press: Medan Pekerjaan Sumber-sumber lain: http://adjhee.wordpress.com/2007/12/12/kebijakan-sosial-dalam-menanggulangi- masalah-kemiskinan diakses tanggal 29 September 2010 Pukul 15:25Wib http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18279/4/ChapterI.pdf September 2010 Pukul 11:00) Diakses http://www.duniaesai.com/direktori/esai/37-ekonomi/114-mengapa-kemiskinan-dimenjadi-masalah-berkelanjutan.html diakses pada tanggal 18/09/2010 cii tanggal indonesia- 21 http://www.menkokesra.go.id/content/view/6294/39/ diakses tanggal 24 September 2010 Pukul wib 11:00 http://www.pnpmmandiri.org/index.php?option=com_content&task=view&id=417&Item id=143 Diakses tanggal 15 September 2010 Pukul 15: 15 WIB http://www.pnpm-mandiri-org/image/stories/pedum-final.pdf diakses tanggal 18 September 2010 Pukul: 13.15wib http://www.blogspot.com/2009/10/pnpm-mandiri-dilanjutkan-hingga-2014.html diakses tanggal September 2010 pukul 1:00 WIB http://upkpuncu.blogspot.com/2010/08/pnpm-bantu-rakyat-miskin-tingkatkan.html 15 September 2010 Pukul: 22:00 WIB 20 diakses tanggal http://pih.depkominfo.go.id/default.aspx?page=detail_konten&jenis_konten=2&id_konte n=62 tanggal 24 September 2010 Pukul: 21:13 WIB Diakses http://puspen.depdagri.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1513:pnp m-mandiriperdesaan-dan-perubahan-sosial&catid=1:latest-news&Itemid=76 diakses tanggal 06 Oktober 2010 Pukul 13: 15 WiB. ciii
Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Respon Masyarakat Terhadap Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir

Gratis