Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kubis Merah (Brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L) Thell) Sebagai Pewarna

Gratis

40
166
64
2 years ago
Preview
Full text

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK KUBIS MERAH (Brassica oleracea var. capitata L.f. rubra

SKRIPSI OLEH: UNI UNIRAH NIM 060804005FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK KUBIS MERAH (Brassica oleracea var. rubra(L)Thell ) SEBAGAI PEWARNA FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK KUBIS MERAH (Brassica oleracea var.

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  PENGESAHAN SKRIPSI FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK KUBIS MERAH (Brassica oleracea var. rubra (L) Thell ) SEBAGAI PEWARNA OLEH: UNI UNIRAH NIM 060804005 Dipertahankan di hadapan Panitia Penguji SkripsiFakultas Farmasi Universitas Sumatera UtaraPada Tanggal: Agustus 2011 Dra.

KATA PENGANTAR

  Formulasi sediaan lipstik menggunakan ekstrak kubis merah sebagai pewarna menunjukkan sediaan yang dibuat cukup stabil, homogen, pH 3,8-4,7(mendekati pH kulit), mudah dioleskan dengan warna yang merata, serta tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman untuk digunakan, dan sediaan yangpaling disukai adalah sediaan 3 yaitu sediaan dengan ekstrak kubis merah konsentrasi 20% dengan persentase kesukaan 70%. Formulasi sediaan lipstik menggunakan ekstrak kubis merah sebagai pewarna menunjukkan sediaan yang dibuat cukup stabil, homogen, pH 3,8-4,7(mendekati pH kulit), mudah dioleskan dengan warna yang merata, serta tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup aman untuk digunakan, dan sediaan yangpaling disukai adalah sediaan 3 yaitu sediaan dengan ekstrak kubis merah konsentrasi 20% dengan persentase kesukaan 70%.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM RI pada tahun 2005 dan 2006 di beberapa provinsi, ditemukan 27 merek kosmetik yang mengandung bahan Zat warna ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati (Anonim, 2006). Mengingat sifatnya yang demikian, antosianin dari kubis merah relatif tidak mengalami perubahan yang signifikan bila diaplikasikanpada formulasi sediaan lipstik.kubis merah (Brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L) Thell) sebagai zat warna dalam formulasi lipstik.

1.4 Tujuan Penelitian

  Untuk mengetahui formula sediaan lipstik menggunakan ekstrak kubis merah (Brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L) Thell) sebagaipewarna stabil dalam penyimpanan selama 1 bulan dan tidak menyebabkan iritasi saat digunakan. 1.5 Manfaat PenelitianAdapun manfaat penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya guna dari kubis merah (Brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L) Thell) sebagaipewarna alami dalam sediaan lipstik yang aman digunakan oleh masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Tumbuhan

  Selain itu, juga mengandung senyawa sianohidrok- sibutena (CHB), sulforafan, dan iberin yang merangsang pembentukan glutation,yakni suatu enzim yang bekerja dengan cara menguraikan dan membuang zat-zat beracun yang beredar di dalam tubuh. Kedua zat aktif ini dapatmenghambat pertumbuhan tumor, mencegah kanker kolon dan rektum, detoksikasi senyawa kimia berbahaya, seperti kobalt, nikel, dan tembaga yangberlebihan di dalam tubuh , serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan Sayuran kubis dapat mensuplai kurang lebih 25% vitamin C, lebih dari30% vitamin A, 4-5% vitamin B, 5-6% kapur dan besi dari kebutuhan tubuh manusia (Pracaya, 2001).

2.1.5 Antosianin

  pigmen alam ini dapat dipilah ke dalam empat golongan berikut : 1 Senyawa tetrapirol : klorofil 3 Turunan benzopiran : antosianin dan flavonoidAntosianin merupakan pigmen yang memberikan warna merah keunguan pada sayuran, buah-buahan, dan tanaman bunga. Pigmen antosianin terdapat dalam cairan sel tumbuhan; senyawa ini berbentuk glikosida dan menjadi penyebab warna merah, biru, dan violet banyakbuah dan sayuran.

2.1.6 Ekstraksi

  Ekstraksi adalah penarikan zat pokok yang diinginkan dari tumbuh- tumbuhan atau hewan dengan menggunakan pelarut yang dipilih dimana zat yangdiinginkan larut (Ansel, 1989). Pelarut yang sering digunakan untuk mengekstrak antosianin adalah alkohol: etanol dan metanol, isopropanol, aseton, atau dengan air (aquades) yangdikombinasikan dengan asam, seperti asam klorida, asam asetat, dan asam sitrat antosianin ternyata juga mempengaruhi stabilitasnya.

2.2 Kosmetika Kosmetika berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti ”berhias”

  Bahan yang dipakai dalam usaha untuk mempercantik diri ini, dahulu diramu dari bahan-bahan alami yang terdapat di sekitarnya. Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk digosok,dilekatkan, dituangkan, dipercikkan, atau disemprotkan pada badan atau bagian badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menembahdaya tarik atau mengubah rupa, dan tidak termasuk golongan obat.

2.2.1. Penggolongan Kosmetik

  Betul-betul tradisional, misalnya mangir, lulur, yang dibuat dari bahan alam dan diolah menurut resep dan cara yang turun-temurun. Hanya namanya yang tradisional, tanpa komponen yang benar-benar tradisional dan diberi warna yang menyerupai bahan tradisional(Tranggono dan Latifah, 2007).

2.2.2 Komposisi Kosmetika

  Adapun pembagian isi atau komposisikosmetika berdasarkan tugas bahan kosmetika adalah sebagai berikut:Bahan dasar sebagai pelarut atau merupakan tempat dasar bahan lain sehingga umumnya menempati volume yang jauh lebh besar dari bahan yang lainnya. Pelekat, yaitu yang dapat melekatkan kosmetika ke kulit terutama pada kosmetika yang tidak lengket ke kulit semacam bedak.

2.3 Kosmetika Dekoratif

  Kosmetika dekoratif semata-mata hanya melekat pada alat tubuh yang dirias dan tidak bermaksud untuk diserap ke dalam kulit serta mengubah secara Berdasarkan bagian tubuh yang dirias, kosmetika dekoratif dapat dibagi menjadi: 1) Kosmetika rias kulit (wajah); 2) Kosmetika rias bibir; 3) Kosmetikarias rambut; 4) Kosmetika rias mata; dan 5) Kosmetika rias kuku (Wasitaatmadja, 1997). Kosmetika dekoratif yang hanya menimbulkan efek pada permukaan dan pemakaiannya sebentar.

2.4 Bibir

  Sangat jarang terdapat kelenjer lemak pada bibir, menyebabkan bibir hampir bebas dari lemak, sehingga dalam cuaca yang dingin dan kering lapisanjangat akan cenderung mengering, pecah-pecah, yang memungkinkan zat yang melekat padanya mudah berpenetrasi ke stratum germinativum. Karena itu hendaknya berhati-hati dalam memilih bahan yang digunakan untuk sediaanpewarna bibir, terutama dalam hal memilih lemak, pigmen dan zat pengawet yang digunakan untuk maksud pembuatan sediaan itu (Ditjen POM, 1985).

2.5 Lipstik

  Lipstik terdiri dari zat warna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari campuran lilin dan minyak, dalam komposisi yang sedemikian rupa sehinggadapat memberikan suhu lebur dan viskositas yang dikehendaki. Zat-zat pewarnaZat pewarna yang dipakai secara universal didalam lipstick adalah zat warna eosin yang memenuhi dua persyaratan sebagai zat warna untuk lipstik, yaitu kelekatanpada kulit dan kelarutan dalam minyak.

2.7 Uji Tempel (Patch Test)

  Uji tempel adalah uji iritasi dan kepekaan kulit yang dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan uji pada kulit normal panel manusia dengan maksuduntuk mengetahui apakah sediaan tersebut dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau tidak. Tanda-tanda yang ditimbulkan reaksi kulit tersebut umumnya Panel uji tempel sebaiknya wanita berusia 20-30 tahun, berbadan sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki riwayat penyakit alergi atau reaksi alergi, danmenyatakan kesediaannya dijadikan sebagai panel uji tempel.

2.8 Uji Kesukaan (Hedonic Test)

  Pelaksanaan uji ini memerlukan dua pihak yang bekerja sama, yaitu panel dan pelaksana. Panelis yang digunakan adalah panelis tidak terlatih yang diambil secara acak.

BAB II I METODE PENELITIAN Metodologi penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian meliputi

penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, pembuatan formulasi sediaan, pemeriksaan mutu fisik sediaan, uji iritasi terhadap sediaan, dan uji kesukaan (Hedonic Test)terhadap variasi sediaan yang dibuat.

3.1 Alat dan Bahan

  3.1.2 Bahan Bahan tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kubis merah (Brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L) Thell). Bahan kimia yang digunakan antara lain: akuades, etanol 96%, asam sitrat, cera alba, vaselin alba, setil alkohol, lanolin, cetaceum, oleum ricini, propilen glikol, asam oleat, parfumdan metil paraben.

3.2 Penyiapan Sampel

  3.2.1 Pengumpulan Sampel Pengumpulan sampel dilakukan secara purposif yaitu tanpa membandingkan dengan daerah lain. Sampel yang digunakan adalah kubis merahyang terdapat di Supermarket Brastagi Buah.

3.3 Pembuatan Ekstrak Kubis Merah

  Kubis merah ditimbang sebanyak 100 g diekstraksi dengan larutan pengekstrak (etanol 96% dan asam sitrat 2% b/v) sebanyak 600 ml (1:6). Caranya:sampel dihancurkan menggunakan blender selama 5 menit dengan penambahan 300 ml larutan pengekstrak.

3.4.1 Formula

  Oleh karena Sesuai dengan hasil orientasi terhadap konsentrasi ekstrak kubis merah dalam sediaan lipstik diperoleh hasil bahwa pada konsentrasi 5% konsistensisediaan lipstiknya bagus akan tetapi warna yang dihasilkan sediaan terlalu muda sehingga warna sediaan tidak dapat menempel dengan baik saat dioleskan padakulit punggung tangan bahkan sampai 7 kali pengolesan. Sesuai dengan hasil orientasi maka konsentrasi ekstrak kubis merah yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10%, 15%, 20%, dan 25% karena warnadan konsistensi sediaan yang dihasilkan cukup baik.

3.5 Pemeriksaan Mutu Fisik Sediaan Pemeriksaan mutu fisik dilakukan terhadap masing-masing sediaan lipstik

  Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi: pemeriksaan homogenitas, titik lebur lipstik, kekuatan lipstik, stabilitas sediaan yang mencakup pengamatan terhadapperubahan bentuk, warna dan bau dari sediaan, uji oles, dan pemeriksaan pH. 3.5.4 Uji Oles Uji oles dilakukan secara visual dengan cara mengoleskan lipstik pada Pengamatan terhadap adanya perubahan bentuk, warna, dan bau dari sediaan lipstik dilakukan terhadap masing-masing sediaan selama penyimpananpada suhu kamar pada hari ke 1, 5, 10 dan selanjutnya setiap 5 hari hingga hari ke-30 (Safitri, 2010).

3.5.6 Penentuan pH Sediaan

  Penentuan pH sediaan dilakukan dengan menggunakan alat pH meter:Alat terlebih dahulu dikalibrasi dengan menggunakan larutan dapar standar netral (pH 7,01) dan larutan dapar pH asam (pH 4,01) hingga alatmenunjukkan harga pH tersebut. Sampel dibuat dalam konsentrasi 1 % yaitu ditimbang1 g sediaan dan dilarutkan dalam 100 ml air suling.

3.6 Uji Iritasi dan Uji Kesukaan (Hedonic Test)

  3.6.1 Uji Iritasi Uji iritasi dilakukan terhadap sediaan lipstik yang dibuat menggunakan ekstrak kubis merah dengan maksud untuk mengetahui bahwa lipstik yang dibuatdapat menimbulkan iritasi pada kulit atau tidak. Teknik yang digunakan pada uji iritasi ini adalah uji tempel terbuka (Patch terbuka dilakukan dengan mengoleskan sediaan yang dibuat pada lokasi lekatandengan luas tertentu (2,5 x 2,5 cm), dibiarkan terbuka dan diamati apa yang terjadi.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pemeriksaan Mutu Fisik Sediaan

4.1.1 Homogenitas Sediaan

  Data Pemeriksaan Titik Leburo Sediaan Titik Lebur ( C) 1 63 2 60 3 60 4 58 5 65 Keterangan:Sediaan 1 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 10%Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 15%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 20%Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 25%Sediaan 5 : Formula tanpa ekstrak kubis merah Berdasarkan pemeriksaan titik lebur diperoleh hasil yang berbeda-beda. Sedangkan untuk titik lebur yang paling tinggi dihasilkan oleh o sediaan 1 yaitu ekstrak kubis merah 10% yaitu 63 C memiliki titik lebur yang o hampir sama dengan lipstik tanpa ekstrak kubis merah yaitu 65 C.

4.1.3 Pemeriksaan Kekuatan Lipstik

  Dari hasil kekuatan lipstik yang Sediaan tanpa ekstrak kubis merah memiliki kekuatan yang sama dengan sediaan 1 yaitu ekstrak kubis merah 10% sebesar 70 gram. Semakin banyak ekstrak kubismerah yang ditambahkan maka komposisi lemak dan lilin pada lipstik semakin semakin banyak penambahan ekstrak kubis merah maka kekuatan lipstik akansemakin berkurang.

4.1.4 Uji Oles

  Ini menunjukkan bahwasediaan 1 menghasilkan pengolesan yang kurang baik dibandingkan sediaan 3 dan 4 sedangkan untuk sediaan ke 2 lebih mudah dioleskan dibandingkan sediaan 1karena dengan 3 kali pengolesan sediaan telah memberikan warna yang intensif dan merata. Data Pengukuran pH Sediaan Sediaan pH 1 4,72 4,4 3 4,04 3,8 5 6,8 Keterangan:Sediaan 1 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 10%Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 15%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 20%Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 25%Sediaan 5 : Formula tanpa ekstrak kubis merah Hasil pemeriksaan pH menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak kubis merah maka pH akan semakin rendah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:Ekstrak kubis merah dapat diformulasi sebagai pewarna dalam sediaan lipstik dengan bantuan propilen glikol sebagai pelarut dan asam oleat sebagaiemulgator. Lipstikyang paling disukai adalah lipstik dengan konsentrasi 20% yang memiliki Hasil penentuan mutu fisik sediaan menunjukkan bahwa seluruh sediaan yang dibuat stabil, tidak menunjukkan adanya perubahan bentuk, warna dan baudalam penyimpanan selama 30 hari, memiliki susunan yang homogen, pH 3,8-4,7, o memiliki titik lebur 58-63 C dan memiliki kekuatan lipstik 65-70 gram.

DAFTAR PUSTAKA

  Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kubis Merah Keterangan: Sediaan 1 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 10%Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 15%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 20%Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 25% Lampiran 6. Hasil Uji Homogenitas dan uji Oles Keterangan: Sediaan 1 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 10%Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 15%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 20%Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 25% Lampiran 7.

30 Keterangan:

Sediaan 1 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 10%Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 15%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 20%Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi ekstrak kubis merah 25%Sediaan 5: Formula tanpa ekstrak kubis merah

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi Lipstik Menggunakan Ekstrak Bunga Tasbih (Canna hybrida L) Sebagai Pewarna
12
149
77
Penggunaan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
15
127
86
Formulasi Sediaan Bubuk Kompak Menggunakan Ekstrak Angkak Sebagai Pewarna
45
200
71
Formulasi Sediaan Pewarna Pipi Dalam Bentuk Padat Menggunakan Ekstrak Bunga Kana Merah (Canna indica L.) sebagai Pewarna
80
286
86
Formulasi Sediaan Pewarna Pipi Dalam Bentuk Padat Dengan Menggunakan Ekstrak Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa)
78
242
71
Penggunaan Ekstrak Buah Barberry (Berberis Nepalensis (DC.) Spreng.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
6
59
64
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna
31
151
71
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Buah Rasberi (Rubus rosifolius J.E.Smith) Sebagai Pewarna
42
205
73
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L var forma glutinosa) Sebagai Pewarna
37
180
64
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.f.) Sebagai Pewarna
87
329
65
Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kubis Merah (Brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L) Thell) Sebagai Pewarna
40
166
64
Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Pewarna
79
328
74
Penggunaan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
0
0
21
Penggunaan Ekstrak Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
3
2
12
1.5 Manfaat Penelitian - Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna
2
1
15
Show more