Feedback

Analisis Pemasaran Belimbing Di Deli Serdang (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang)

Informasi dokumen
ANALISIS PEMASARAN BELIMBING DI DELI SERDANG (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang) SKRIPSI Oleh : FENYTHA 050304015 DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara ANALISIS PEMASARAN BELIMBING DI DELI SERDANG (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang) Oleh : FENYTHA 050304015 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Disetujui oleh : Komisi pembimbing Ketua Komisi Pembimbing (Prof. Dr. Ir. Hiras M. L. Tobing, Ph.D) NIP : 19460519.197307.1.001 Anggota Komisi pembimbing (Rulianda P. Wibowo, SP. MEc) NIP : 19801021.200501.1.004 DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi : ANALISIS PEMASARAN BELIMBING DI DELI SERDANG (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang) Nama : Fenytha Nim : 050304015 Departemen : Agribisnis Program Studi : Agribisnis Disetujui Oleh, Komisi Pembimbing Ketua Komisi Pembimbing (Prof. Dr. Ir. Hiras M. L. Tobing, Ph.D) NIP : 19460519.197307.1.001 Anggota Komisi pembimbing (Rulianda P. Wibowo, SP. MEc) NIP : 19801021.200501.1.004 Mengetahui, Ketua Departemen Agribisnis (Ir. Luhut Sihombing, MP) NIP : 19651008.199203.1.001 Universitas Sumatera Utara HALAMAN PENGESAHAN Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan Diterima untuk Memenuhi Sebagian dari Persyaratan Memperoleh Derajat Sarjana Pertanian Pada Tanggal, . 2010 Panitia Penguji Skripsi Ketua : Prof. Dr. Ir. Hiras M. L. Tobing, Ph.D . Anggota : 1). Rulianda P. Wibowo, SP. MEc . 2). . . 3). . . Mengesahkan, Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian USU Ketua (Ir. Luhut Sihombing, MP) NIP : 19651008.199203.1.001 Tanggal lulus sidang : Universitas Sumatera Utara ABSTRAK FENYTHA (050304015) dengan judul skripsi “Analisis Pemasaran Belimbing di Deli Serdang (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang)”. Dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Hiras M. L. Tobing, Ph.D dan Bapak Rulianda P. Wibowo, SP. MEc. Pemasaran adalah kegiatan ekonomi yang berfungsi membawa atau menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Aspek pemasaran belimbing merupakan hal penting dalam mendukung peningkatan produksi hasil belimbing. Banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran belimbing akan mempengaruhi panjang pendeknya rantai pemasaran dan besarnya biaya pemasaran. Besarnya biaya pemasaran akan mengarah pada semakin besarnya perbedaan harga antara petani/produsen dengan konsumen. Untuk itu dilakukan penelitian Analisis Pemasaran Belimbing di Deli Serdang (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang). Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang Kecamatan Pancur Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2009. Pengambian sampel produsen dilakukan secara simple random sampling sedangkan pengambilan sampel untuk pedagang dengan snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif terhadap saluran pemasaran, fungsi pemasaran dan dengan bantuan tabulasi sederhana menggunakan rumus margin pemasaran dan rumus share margin. Hasil penelitian menunjukkan di daerah penelitian terdapat 3 saluran pemasaran. Pada saluran I, petani memperoleh semua bagian yang dibayarkan oleh konsumen akhir. Pada saluran II, pemasaran belimbing di kedua daerah penelitian telah efisien. Pada saluran III, pemasaran belimbing tidak efisien dan Desa Durin Simbelang lebih efisien dibandingkan dengan desa Namoriam. Kata kunci : pemasaran, efisiensi, belimbing. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP FENYTHA lahir di Tiganderket pada tanggal 13 Februari 1987, anak pertama dari tiga bersaudara, putri dari bapak Darma Bangun dan Ibu Asta Juliana br Sembiring Pelawi. Tahun 2005 lulus dari Sekolah Menengah Umum dari SMU Negeri 1 Kabanjahe, dan pada tahun 2005 melalui jalur ujian tertulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru diterima di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Program Studi Agribisnis. Selama masa perkuliahan penulis aktif mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan, antara lain Ikatan Mahsiswa Sosial Ekonomi Pertanian (IMASEP FP USU), Ikatan Mahasiswa Karo Mbuah Page FP USU. Tahun 2009, penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Desa Perrik Mbue Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, pada tanggal 15 Juni sampai 16 Juli. Dan pada tahun yang sama, penulis melaksanakan penelitian skripsi di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun skripsi ini berjudul “ANALISIS PEMASARAN BELIMBING DI DELI SERDANG (Studi kasus : Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang)”. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Hiras M. L. Tobing, Ph.D sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Rulianda P. Wibowo, SP. MEc sebagai anggota komisi pembimbing, yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Di samping itu, penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua staf pengajar, dan pegawai di Program Studi Agribisnis Departemen Agribisnis. Segala hormat dan terima kasih secara khusus penulis haturkan kepada orangtua penulis Bapak Darma Bangun dan Ibu Asta Juliana br Sembiring, yang telah membesarkan, memelihara, dan mendidik penulis selama ini. Dan kepada adik – adikku yang telah memberi dukungan, Agus dan Yoga. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada teman-teman penulis di Departemen Agribisnis stambuk 2005 khususnya Santi, Dame, Sabeth, Uli, Junteck, Evha, Mery dan semua yang telah memberi semangat dan dukungan dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih atas perhatiannya. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman RINGKASAN. i RIWAYAT HIDUP. . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . viii DAFTAR GAMBAR . xi DAFTAR LAMPIRAN . xii PENDAHULUAN Latar Belakang . Identifikasi Masalah . Tujuan Penelitian . Kegunaan Penelitian . 1 5 5 6 TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Pustaka . Landasan Teori. Kerangka Pemikiran . Hipotesis Penelitian . 7 10 14 17 METODOLOGI PENELITIAN Metode Penentuan Daerah Penelitian. Metode Penentuan Sampel . Petani. . Pedagang Perantara. . Metode Pengumpulan Data. Metode Analisis Data . Defenisi dan Batasan Operasional . Defenisi . Batasan Operasional. 18 18 18 18 19 19 22 22 23 DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK SAMPEL Deskripsi Daerah Penelitian. Letak Geografis, Batas, dan Luas Wilayah . Keadaan Penduduk . Penggunaan Lahan . 24 24 25 26 Universitas Sumatera Utara Sarana dan Prasarana . Karakteristik Sampel . Petani. Pedagang Pengumpul . Pedagang Besar. Pedagang Pengecer . 26 27 27 28 29 30 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil . Saluran Pemasaran Belimbing . Fungsi – fungsi pemasaran yang dilakukan . Biaya pemasaran, sebaran harga dan efisiensi . Kendala – kendala Pemasaran . Pembahasan . 31 31 35 40 47 45 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . Saran . 50 50 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Luas tanam dan produksi tanaman belimbing di Kabupaten Deli Serdang tahun 2007. 4 2. Nilai gizi dari beberapa jenis buah – buahan sumber vitamin C, setiap 100 gr bahan . 9 3. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang tahun 2009 . 25 4. Komposisi penduduk menurut pekerjaan di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang tahun 2009 . 25 5. Komposisi penggunaan lahan di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang tahun 2009 . 26 6. Sarana dan prasarana yang ada di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang tahun 2009 . 27 7. Karakteristik petani sampel di daerah penelitian tahun 2009 . 28 8. Karakteristik pedagang pengumpul di daerah penelitan tahun 2009 . 29 9. Karakteristik pedagang besar di daerah penelitian tahun 2009 . 29 10. Karakteristik Pedagang pengecer di daerah penelitian tahun 2009 . 30 11. Distribusi petani dalam saluran pemasaran belimbing di daerah Penelitian tahun 2009 . 31 12. Fungsi - fungsi pemasaran yang dilakukan oleh masing – masing lembaga pemasaran belimbing tahun 2009 . 34 13. Sebaran harga dan share margin harga belimbing pada saluran I tahun 2009 . 40 14. Sebaran harga dan share margin harga belimbing pada saluran II tahun 2009 . 41 Universitas Sumatera Utara 15. Sebaran harga dan share margin harga belimbing pada saluran III tahun 2009 . 43 16. Rekapitulasi share margin dan distribusi marjin pemasaran belimbing pada saluran II tahun 2009 . 44 17. Rekapitulasi share margin dan distribusi marjin pemasaran belimbing pada saluran III tahun 2009. 45 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Skema kerangka pemikiran . 16 2. Skema saluran pemasaran di daerah penenlitian . 32 3. Skema pemasaran saluran I. 32 4. Skema pemasaran saluran II . 33 5. Skema pemasaran saluran III . 34 6. Penjualan belimbing pada saluran I . 36 7. Kegiatan sortasi pada saluran III . 38 8. Belimbing yang telah disortasi dan siap dijual . 38 9. Bongkar muat di Jalan Bintang . 39 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Karakteristik petani di Desa Namoriam . 55 2. Karakteristik petani di Desa Durin Simbelang . 56 3. Tujuan penjualan petani di Desa Namoriam . 57 4. Tujuan Penjualan petani di Desa Durin Simbelang . 58 5. Biaya pemasaran petani di Desa Namoriam. 59 6. Biaya pemasaran pettani di Desa Durin Simbelang . 60 7. Biaya pemasaran per kg di Desa Namoriam . 61 8. Biaya pemasaran per kg di Desa Durin Simbelang . 62 9. Biaya produksi di Desa Namoriam . 63 10. Biaya produksi di Desa Durin Simbelang . 64 11. Total biaya produksi di Desa Namoriam . 65 12. Total biaya produksi di Desa Durin Simbelang . 66 13. Karakteristik pedagang pengumpul . 67 14. Karakteristik pedagang besar . 68 15. Karakteristik pedagang pengecer . 68 16. Tujuan penjualan pedagang pengumpul. 68 17. Tujuan penjualan pedagang besar . 69 18. Tujuan penjualan pedagang pengecer . 69 19. Biaya pemasaran pedagang pengumpul per penjualan . 70 20. Biaya pemasaran pedagang besar per penjualan . 70 21. Biaya pemasaran pedagang pengumpul per penjualan . 70 Universitas Sumatera Utara 22. Biaya pemasaran pedagang pengumpul per Kg. 71 23. Biaya pemasaran pedagang besar per Kg . 71 24. Biaya pemasaran pedagang pengecer . 71 25. Tujuan penjualan, dan volume penjualan berdasarkan saluran I . 72 25a. Saluran I di Desa Namoriam . 72 25b. Saluran I di Desa Durin Simbelang . 72 26. Tujuan penjualan, dan volume penjualan berdasarkan saluran II. 73 26a. Saluran II di Desa Namoriam . 73 26b. Saluran II di Desa Durin Simbelang . 72 27. Tujuan penjualan, dan volume penjualan berdasarkan saluran III . 74 27a. Saluran II di Desa Namoriam . 74 27b. Saluran II di Desa Durin Simbelang . 74 28. Biaya pemasaran pedagang pengecer menurut saluran . 75 28a. Saluran II . 75 28b. Saluran III . 75 28. Biaya pemasaran pedagang pengecer menurut saluran . 76 28a. Saluran II . 76 28b. Saluran III . 76 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK FENYTHA (050304015) dengan judul skripsi “Analisis Pemasaran Belimbing di Deli Serdang (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang)”. Dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Hiras M. L. Tobing, Ph.D dan Bapak Rulianda P. Wibowo, SP. MEc. Pemasaran adalah kegiatan ekonomi yang berfungsi membawa atau menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Aspek pemasaran belimbing merupakan hal penting dalam mendukung peningkatan produksi hasil belimbing. Banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran belimbing akan mempengaruhi panjang pendeknya rantai pemasaran dan besarnya biaya pemasaran. Besarnya biaya Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara berumur 10 Ep = 12 bulan : 12500 100 % 250000 =5% Pada saluran pemasaran II dapat dilihat tingkat efiisiensi pemasarannya lebih kecil dari 50 % yakni hanya sebesar 17 % pada Anthurium yang berumur 3 4 bulan, 10,4 % pada umur 5 5 % pada umur 10 6 bulan, 6,53 % pada umur 7 9 bulan dan 12 bulan. Hal ini menunjukan bahwa pemasarannya sudah efisien. Begitu juga pada saluran pemasaran I tidak terdapat biaya pemasaran karena langsung dijual ke konsumen, sehingga pemasarannya juga efisien. Jadi pemasaran Anthurium Gelombang Cinta ini sudah efisien. Universitas Sumatera Utara 61 Masalah Masalah Usahatani Dalam usahatani Anthurium Gelombang Cinta ini terkadang terdapat petani menghadapi masalah atau kesulitan dalam menjalankan usahataninya. Masalah bagi petani Anthurium Gelombang Cinta di daerah penelitian ini adalah : 1. Anthurium Gelombang Cinta ini harus ditempatkan di tempat yang sedikit terkena cahaya matahari oleh karena itu membutuhkan rumah kasa untuk tempat Anthurium tersebut, sehingga petani harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk membangun rumah kasa yang menggunakan paranet. 2. Penyediaan pupuk dan obat obatan untuk Anthurium Gelombang Cinta, dimana harga pupuk dan obat obatan tersebut cukup mahal sehingga membutuhkan modal yang besar. Pemasaran Selain masalah di dalam usahataninya juga terdapat masalah dalam pemasarannya. Masalah dalam pemasaran Anthurium Gelombang Cinta di daerah penelitian antara lain : 1. Karena harga Anthurium Gelombang Cinta mahal maka peminat atau konsumen Anthurium Gelombang Cinta terbatas. 2. Anthurium Gelombang Cinta ini belum banyak dikenal masyarakat luas sehingga pemasarannya kurang lancar. Universitas Sumatera Utara 62 Upaya - Upaya Usahatani Bila terdapat masalah dalam usahatani Anthurium Gelombang Cinta ini, maka diperlukan upaya upaya untuk mengatasi masalah masalah tersebut. Adapun upaya - upaya untuk mengatasi masalah dalam usahatani Anthurium Gelombang Cinta ini adalah : 1. Petani atau pemilik usahatani Anthurium Gelombang Cinta ini meminjam modal kepada bank, lembaga perkreditan ataupun kerabat. . 2. Sebaiknya terdapat jalinan kerjasama antara petani dan pedagang anthurium tersebut dan pembentukan koperasi bagi pemilik usahatani Anthurium ini dalam penyediaan bantuan pupuk dan obat obatan. Pemasaran Upaya untuk mengatasi masalah dalam pemasaran antar lain : 1. Pemilik usahatani Anthurium Gelombang Cinta ini melakukan promosi kepada konsumen maka akan semakin banyak konsumen yang mengetahui pemasaran pemasaran Anthurium Gelombang Cinta. Promosi yang dapat dilakukan dengan memasang iklan di koran atau majalah dan juga memasang iklan di radio 2. Promosi Anthurium Gelombang Cinta ini dapat dilakukan dengan mengikuti pameran pameran tanaman hias yang diadakan Dinas Pertanian dan Pertamanan Kota Medan. Universitas Sumatera Utara 63 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh beberapa keimpulan sebagai berikut : 1. Pengelolaan usahatani Anthurium Gelombang Cinta di Desa Bangun Sari sudah efisien dengan teknik perbayakan melalui biji dan pemeliharaan yang baik. 2. Usahatani Anthurium Gelombang Cinta memberi kesempatan kerja kepada tenaga kerja yang terdapat di daerah penelitian sebesar 235, 12 HKP per petani dan 133,37 HKP per 500 pot. 3. Berdasarkan analisis, besar total biaya produksi untuk usahatani Anthurium Gelombang Cinta selama 1 tahun adalah sebesar Rp. 26.382.168,75 per petani dan Rp. 14.964.361,17 per 500 pot. Adapun komponen biaya produksi terdiri dari biaya sarana produksi, biaya tenaga kerja, biaya lahan dan biaya penyusutan antara lain :  Biaya sarana produksi usahatani Anthurium Gelombang Cinta selama 1 tahun adalah sebesar Rp. 17.944.825 ( 68,02 %) per petani dan Rp. 10.178.573,45 ( 68,02 %) per 500 pot.  Biaya tenaga kerja usahatani Anthurium Gelombang Cinta selama 1 tahun adalah sebesar Rp. 5.877.843,75 ( 22,28 % ) per petani dan Rp. 3.334.000,99 ( 22,27 % ) per 500 pot.  Biaya lahan usahatani Anthurium Gelombang Cinta selama 1 tahun adalah sebesar Rp. 1.125.000 ( 4,27 % ) per petani dan Rp. 638.116,85 ( 4,26 % ) per 500 pot. Universitas Sumatera Utara 64  Biaya penyusutan usahatani Anthurium Gelombang Cinta selama 1 tahun adalah sebesar Rp. 1.434.500 ( 5,44 % ) per petani dan Rp. 813.669,88 ( 5,43 % ) per 500 pot. 4. Analisis penerimaan dan pendapatan bersih diperoleh total penerimaan usahatani Anthurium Gelombang Cinta selama 1 tahun adalah sebesar Rp. 57.802.500 per petani dan Rp. 32.786.443,56 per 500 pot dan pendapatan bersih usahatani Anthurium Gelombang Cinta selama 1 tahun adalah sebesar Rp. 31.420.331,25 per petani dan Rp. 17.822.082,39 per 500 pot. 5. Terdapat dua saluran pemasaran pada pemasaran Anthurium Gelombang Cinta yaitu saluran I dimana petani petani langsung menjual ke konsumen dan saluran II dimana petani menjual ke pedagang perantara kemudian pedagang perantara menjual ke konsumen. 6. Besarnya biaya pemasaran pada usahatani Anthurium Gelombang Cinta yang berumur 3 4 bulan sebesar Rp. 5.950, yang berumur 5 sebesar Rp. 7.800 , yang berumur 7 berumur 10 6 bulan 9 bulan sebesar Rp. 10.340 dan yang 12 bulan sebesar Rp. 12.500. 7. Pemasaran Anthurium Gelombang Cinta di daerah penelitian efisien dimana tingkat efisiensinya lebih kecil dari 50 % yaitu sebesar 17 % pada umur 3 4 bulan, 10,4 % umur 5 5 % umur 10 6 bulan , 6,53 % umur 7 9 bulan dan 12 bulan. 8. Masalah dalam usahatani Anthurium Gelombang Cinta di Desa Bangun Sari adalah terbatasnya modal untuk membangun rumah kasa dan sulitnya dalam penyediaan pupuk dan obat obatan. Masalah dalam pemasaran Universitas Sumatera Utara 65 antara lain harga Anthurium Gelombang Cinta mahal maka peminat atau konsumen Anthurium Gelombang Cinta terbatas dan Anthurium Gelombang Cinta ini belum banyak dikenal masyarakat luas sehingga pemasarannya kurang lancar. 9. Upaya untuk mengatasi masalah usahatani Anthurium Gelombang Cinta ini adalah petani ini meminjam modal kepada bank, lembaga perkreditan ataupun kerabat dan terdapat jalinan kerjasama antara petani dan pedagang anthurium tersebut dan pembentukan koperasi bagi pemilik usahatani. Upaya dalam masalah pemasaran melakukan promosi dan mengikuti pameran tanaman hias yang dilakukan Dinas Pertanian. Saran 1. Kepada Petani  Agar teliti dalam memelihara Anthurium Gelombang Cinta sehingga menghasilkan Anthurium Gelombang Cinta yang bagus.  Agar menjalin kerjasama antara petani Anthurium Gelombang Cinta dan kepada pedagang.  Agar sering mencari informasi dan teknik memelihara Anthurium Gelombang Cinta baik dari buku, internet, badan pertanian maupun perorangan.  Agar mengikuti pameran pameran tanaman hias yang diadakan oleh Dinas Pertanian.  Agar petani melakukan promosi tanamannya melalui Koran, majalah, internet dan radio. Universitas Sumatera Utara 66 2. Kepada Pemerintah  Pemerintah sebaiknya mendirikan Koperasi bagi pemilik usahatani tanaman hias termasuk usahatani Anthurium Gelombang Cinta.  Pemerintah memberikan penyuluhan kepada petani.  Pemerintah sebaiknya sering membuat pameran tanaman hias. 3. Kepada Peneliti Peneliti perlu melihat perkembangan Anthurium Gelombang Cinta dan prospek pengembangannya. Universitas Sumatera Utara 67 DAFTAR PUSTAKA Adiwilaga, Anwas., 1986, Ilmu Usaha Tani, Alumni, Bandung. Arie, W., 2007, Anthurium Tanaman Daun Eksotik, Kanisius, Yogayakarta. Daniel, Moehar., 2002, Pengantar Ekonomi Pertanian, Bumi Aksara, Jakarta. Gultom, H. L. T., 1996, Tataniaga Pertanian, USU Press, Medan. Junaedhie, Kurniawan., 2007, Menjadi Milyarder dari Anthurium Daun, Agromedia Pustaka, Jakarta. Lanny, L., 2007, Anthurium, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Mubyarto., 1994, Pengantar Ekonomi Pertanian, Pustaka LP3ES, Jakarta. Prawirokusumo, Soeharto., 1990, Ilmu Usaha Tani, BPFE, Yogyakarta. Prihmantoro, H., 1997, Tanaman Hias Daun, Penebar Swadaya, Jakarta. Rahardi, F., Sri, W., Eko,M., 1994, Agribisnis Tanaman Hias, Penebar Swadaya, Jakarta. Setiawan, Didik, L., dan Agus, Andoko., 2007, Kunci Sukses Memperbanyak Anthurium Daun, Agromedia Pustaka, Jakarta. Soekartawi, 1986, Ilmu Usaha Tani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil, UI Press, Jakarta. Soekartawi., 1993, Agribisnis Teori dan Aplikasinya, Raja Garfindo Persada, Jakarta. Soekartawi, 1993, Manajemen Pemasaran Dalam Bisnis Modern, Pustaka Harapan, Jakarta. Soekartawi, 2002, Analisis Usaha Tani, UI Press, Jakarta. Soekartawi, 2002, Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran Hasil Pertanian Teori dan Aplikasinya, Raja Grafindo Persada, Jakarta. Hasil Tanjung, Hendra., dan Agus, Andoko., 2007, Mengenal dan Merawat Anthurium Daun, Agromedia Pustaka, Jakarta. Tim, Florihias., 2007, Cantiknya Anthurium Gelombang Cinta, Tabora Media, Yogyakarta. Universitas Sumatera Utara 68 Tim, Penulis., 1995, Perkembangan Ekonomi Pertanian Nasional, Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia, Jakarta. Trubus, redaksi., 1998, Tanaman Hias Indoor Populer, Penebar Swadaya, Jakarta. Universitas Sumatera Utara
Analisis Pemasaran Belimbing Di Deli Serdang (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang) Biaya Pemasaran, Price Spread, share margin dan efisiensi pada setiap saluran pemasaran Fungsi - Fungsi Pemasaran yang Dilakukan oleh Lembaga Pemasaran Luas dan letak geografis daerah penelitian Keadaan penduduk Penggunaan lahan Sarana dan prasarana
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Pemasaran Belimbing Di Deli Serdang (Studi kasus : di Desa Namoriam dan Desa Durin Simbelang)

Gratis