Feedback

Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Di Luar Musim Tanam Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Di Lapangan

Informasi dokumen
UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L.) DI LUAR MUSIM TANAM TERHADAP PENYAKIT KARAT DAUN (Phakopsora pachyrhizi Syd. DI LAPANGAN SKRIPSI Oleh: DUNIAMAN TONDANG 040302001 HPT DEPARTEMEN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 Universitas Sumatera Utara UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L.) DI LUAR MUSIM TANAM TERHADAP PENYAKIT KARAT DAUN (Phakopsora pachyrhizi Syd DI LAPANGAN SKRIPSI Oleh: DUNIAMAN TONDANG 040302001 HPT Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Memperoleh Gelar Sarjana di Departemen Ilmu Hama Dan Penyakit Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan Disetujui oleh: Komisi pembimbing (Dr.Ir. Hasanuddin, MS) Ketua (Ir. Zulnayati) Anggota DEPARTEMEN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Duniaman Tondang, The Resistance of Some Variety of Soybean (Glycine max L.) At out of Season to Rust Disease (Phakopsora pachyrhizi Syd) In the Field. Mr. Dr.Ir. Hasanuddin, MS as head of supervisor and Mrs. Ir. Zulnayati as co-supervisor. The purpose of this research was to find out the resistance of some variety of soybean (Glycine max L.) at out of season to rust disease (Phakopsora pachyrhizi Syd.) in the field. This research was conducted at UPT Balai Benih Induk (BBI) Palawija Dinas Pertanian Tanjung Selamat, the district of Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Medan + 25 m from sea level, Startetd from July, 05th until Agustus, 19th 2009. The methodology of research was using the non factorial randomized block design consist of 6 combines of treatment V1 (Anjasmoro Variety), V2 (Ijen Kaba), V3 (Kaba Variety), V4 (Sinabung Variety), V5 (Detam-2 Variety), V6 (Seulawah Variety) and 4 replication. The observetd parameter are the intensity of attacks Phakopsora pachyrhizi Syd. and soybean production. The research finding shows that the last observation of some of variety has a significant impact to the attactc intensity caused by Phakopsora pachyrhizi Syd. the highest intensity was found at V5 = 57,79% on the lowest V6 = 30,57% on the observation. The highest production on V6 = 1,56 ton/ha and the lowest V5 = 0,82 ton/ha. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Duniaman Tondang, “Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Di Luar Musim Tanam Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Di Lapangan” dengan komisi pembimbing Bapak Dr.Ir. Hasanuddin, MS selaku ketua dan Ibu Ir. Zulnayati, selaku anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui ketahanan beberapa verietas kedelai (Glycine max L.) di luar musim tanam terhadap penyakit karat daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di UPT Balai Benih Induk (BBI) Palawija Dinas Pertanian Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang Medan, Dengan ketinggian tempat + 25 m diatas permukaan laut mulai bulan 05 Juli hingga 19 oktober 2009. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok NonFaktorial yang terdiri atas 6 perlakuan yaitu V1 (Varietas Anjasmoro), V2 ( Varietas Ijen ), V3 ( Varietas Kaba ), V4 ( Varietas Sinabung ), V5 (Varietas Detam-2) dan V6 ( Varietas Seulawah), dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah intensitas serangan Phakopsora pachyrhizi Syd. (%) dan produksi kedelai (ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamatan terakhir perlakuan ketahanan beberapa varietas berbeda nyata terhadap intensitas serangan Phakopsora pachyrhizi Syd. Pengamatan terakhir intensitas serangan tertinggi terdapat pada perlakuan V5 = 57,79% dan terendah pada perlakuan V6 = 30,57%. Perlakuan ketahanan varietas berpengaruh nyata terhadap produksi. Produksi tertinggi terdapat pada perlakuan V6 = 1,56 ton/ha dam terendah pada perlakuan V5 = 0,82 ton/ha. Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP “Duniaman Tondang”, dilahirkan di Tanjung Beringin, Desa Bertungen Julu Kecematan Tigalingga Kab. Dairi pada tanggal 07 Juni 1985 dari pasangan ayahanda Ngennate Tondang (+), dan Ibunda Asli Situngkir. Penulis merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Tahun 1998 penulis lulus dari SD Negeri No. 034791 Tanjung Beringin, Tahun 2001 lulus dari SMP Negeri 1 Tigalingga, Tahun 2004 lulus dari SMU Negeri 1 Tigalingga, lulus seleksi masuk USU Tahun 2004 melalui jalur PMP. Penulis memilih program studi Hama dan Penyakit Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian. Melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) tahun 2008 di PT. Bakrie Sumatera Plantation, Tbk. Kisaran, dan melaksanakan praktek skripsi bulan Juli sampai pertengahan bulan Oktober 2009 dilahan percobaan UPT. BBI Palawija Dinas Pertanian Sumatera Utara, Tanjung Selamat Deli Serdang. Selama mengikuti perkuliahan, penulis mengikuti seminar “Pengendalian Hayati Sebagai Komponen PHT (Pengendalian Hama Terpadu)” pada tahun 2006, “Peranan Pertanian Dalam Pembangunan Sumatera Utara” pada tahun 2008, “Dengan Pertanian Berkelanjutan Kita Wariskan Kehidupan Berwawasan Lingkung” pada tahun 2008, “Sadar Dan Tanggap Bencana Berbasis Akademis dan Pengalaman Praktis” pada tahun 2008. Mengikuti kegiatan organisasi IMAPTAN (Ikatan Mahasiswa Perlindungan Tanaman) FP-USU bidang HUMAS (Hubungan Masyarakat/Mahasiswa) Pada tahun 2005-2007, PEMA (Pemerintahan Mahasiswa) FP-USU koordinator Bidang Administrasi dan Universitas Sumatera Utara Kesekretariatan masa bakti 2007-2008, anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) FP-USU pada tahun 2007 dan 2008. Penulis merupakan salah satu penerima Beasiswa Unggulan Aktivis Mahasiswa pada tahun 2008 dalam program “Student Excheng Malasya-Thailand” ke Universitas Utara Malasya (UUM) dan Prince of Songkla University (PSU), Thailand. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur Penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga Penulis dapat meyelesaikan usulan penelitian ini dengan baik. Adapun judul penelitian ini adalah, Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Di Luar Musim Tanam Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Di Lapangan, yang merupakan salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada : Dr.Ir. Hasanuddin, MS selaku Ketua Komisi Pembimbing, dan Ir. Zulnayati , selaku Anggota Komisi Pembimbing, yang telah banyak memberikan bimbingan kepada Penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas UPT. BBI Tanjung Selamat Ir. Isya Hutasuhut, Bapak Saut Pasaribu dan Keluarga serta seluruh keluarga besar UPT.BBI Tanjung Selamat yang telah banyak membantu penulis selama melaksanakan penelitian. Dan ucapan terima kasih kepada ayahanda dan Ibunda atas segala doa dan perhatiannya juga kepada abang dan kakak serta adek yang tercinta, teman-teman HPT 04 serta seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian dan skripsi ini. Semoga skripsi ini kelak bermanfaat. Medan, Maret 2009 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRACT ------------------------------------------------------------------------- i ABSTRAK-------------------------------------------------------------------------- ii RIWAYAT HIDUP -------------------------------------------------------------- iii KATA PENGANTAR ------------------------------------------------------------ v DAFTAR ISI ---------------------------------------------------------------------- vi DAFTAR TABEL --------------------------------------------------------------- viii DAFTAR GAMBAR ------------------------------------------------------------ ix DAFTAR LAMPIRAN ----------------------------------------------------------- x PENDAHULUAN Latar belakang ------------------------------------------------------------- 1 Tujuan penelitian ---------------------------------------------------------- 4 Hipotesa penelitian -------------------------------------------------------- 4 Kegunaan penelitian ------------------------------------------------------- 4 TINJAUAN PUSTAKA Sistematika dan Biologi Tanaman Kedelai ----------------------------- 5 Biologi Penyakit Tumbuhan---------------------------------------------- 9 Gejala serangan ----------------------------------------------------------- 11 Daur Hidup Penyakit ----------------------------------------------------- 12 Faktor Yang Mempengaruhi -------------------------------------------- 13 Pengendalian Penyakit --------------------------------------------------- 14 Ketahanan ----------------------------------------------------------------- 15 BAHAN DAN METODE Tempat Dan Waktu Percobaan ------------------------------------------ 17 Bahan Dan Alat ----------------------------------------------------------- 17 Metode Penelitian -------------------------------------------------------- 17 Pelaksanaan penelitian -------------------------------------------------- 18 Persiapan Areal Penelitian -------------------------------------- 18 Penanaman-------------------------------------------------------- 19 Pemeliharaan ----------------------------------------------------- 19 Pemanenan-------------------------------------------------------- 20 Universitas Sumatera Utara Parameter Pengamatan --------------------------------------------------- 20 Intensitas Serangan ---------------------------------------------- 20 Produksi----------------------------------------------------------- 23 HASIL DAN PEMBAHASAN Intensitas Serangan Phakopsora pachyrizi Syd. -----------------------24 Produksi --------------------------------------------------------------------27 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan -----------------------------------------------------------------30 Saran ------------------------------------------------------------------------30 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No 01. 02. 03. Judul Hal Beda Uji Rataan Intensitas Serangan Phakopsora pachyrizi Syd (%) Untuk Setiap Waktu Pengamatan ------------------------------------------ 24 Kriteria ketahanan kedelai terhadap Phakopsora pachyrizi Syd ------- 26 Rataan Produksi Biji Kering Kedelai -------------------------------------- 27 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No 01. 02. 03. 04. 05. Judul Hal Urediospora Phakopsora pachyrizi Syd ---------------------------------- 10 Gejala Serangan Phakopsora pachyrizi Syd ----------------------------- 11 Siklus Hidup Phakopsora pachyrizi Syd ---------------------------------- 13 Histogram ketahanan Varietas Terhadap Intensitas Serangan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrizi Syd.) Pada setiap waktu Pengamatan --------------------------------------------------- 25 Histogram Rataan Produksi Kedelai (ton/ha)----------------------------- 27 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. Judul Hal Bagan Penelitian ------------------------------------------------------------Deskripsi Varietas ----------------------------------------------------------Data Pengamatan 4 mst ----------------------------------------------------Data Pengamatan 5 mst ----------------------------------------------------Data Pengamatan 6 mst ----------------------------------------------------Data Pengamatan 7 mst ----------------------------------------------------Data Pengamatan 8 mst ----------------------------------------------------Data Pengamatan 9 mst ----------------------------------------------------Data Pengamatan 10 mst ---------------------------------------------------Data Pengamatan 11 mst ---------------------------------------------------Rataan Produksi-------------------------------------------------------------Foto lahan Penelitian -------------------------------------------------------Data Curah Hujan------------------------------------------------------------ 33 35 41 43 45 47 49 51 53 55 57 58 60 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Duniaman Tondang, The Resistance of Some Variety of Soybean (Glycine max L.) At out of Season to Rust Disease (Phakopsora pachyrhizi Syd) In the Field. Mr. Dr.Ir. Hasanuddin, MS as head of supervisor and Mrs. Ir. Zulnayati as co-supervisor. The purpose of this research was to find out the resistance of some variety of soybean (Glycine max L.) at out of season to rust disease (Phakopsora pachyrhizi Syd.) in the field. This research was conducted at UPT Balai Benih Induk (BBI) Palawija Dinas Pertanian Tanjung Selamat, the district of Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Medan + 25 m from sea level, Startetd from July, 05th until Agustus, 19th 2009. The methodology of research was using the non factorial randomized block design consist of 6 combines of treatment V1 (Anjasmoro Variety), V2 (Ijen Kaba), V3 (Kaba Variety), V4 (Sinabung Variety), V5 (Detam-2 Variety), V6 (Seulawah Variety) and 4 replication. The observetd parameter are the intensity of attacks Phakopsora pachyrhizi Syd. and soybean production. The research finding shows that the last observation of some of variety has a significant impact to the attactc intensity caused by Phakopsora pachyrhizi Syd. the highest intensity was found at V5 = 57,79% on the lowest V6 = 30,57% on the observation. The highest production on V6 = 1,56 ton/ha and the lowest V5 = 0,82 ton/ha. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Duniaman Tondang, “Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Di Luar Musim Tanam Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Di Lapangan” dengan komisi pembimbing Bapak Dr.Ir. Hasanuddin, MS selaku ketua dan Ibu Ir. Zulnayati, selaku anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui ketahanan beberapa verietas kedelai (Glycine max L.) di luar musim tanam terhadap penyakit karat daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di UPT Balai Benih Induk (BBI) Palawija Dinas Pertanian Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang Medan, Dengan ketinggian tempat + 25 m diatas permukaan laut mulai bulan 05 Juli hingga 19 oktober 2009. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok NonFaktorial yang terdiri atas 6 perlakuan yaitu V1 (Varietas Anjasmoro), V2 ( Varietas Ijen ), V3 ( Varietas Kaba ), V4 ( Varietas Sinabung ), V5 (Varietas Detam-2) dan V6 ( Varietas Seulawah), dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah intensitas serangan Phakopsora pachyrhizi Syd. (%) dan produksi kedelai (ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamatan terakhir perlakuan ketahanan beberapa varietas berbeda nyata terhadap intensitas serangan Phakopsora pachyrhizi Syd. Pengamatan terakhir intensitas serangan tertinggi terdapat pada perlakuan V5 = 57,79% dan terendah pada perlakuan V6 = 30,57%. Perlakuan ketahanan varietas berpengaruh nyata terhadap produksi. Produksi tertinggi terdapat pada perlakuan V6 = 1,56 ton/ha dam terendah pada perlakuan V5 = 0,82 ton/ha. Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Kedelai (Glycine max L.) sampai saat ini diduga berasal dari kedelai liar Cina, Manchuria dan Korea. Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara) menyebar ke daerah Mansuria, Jepang dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika (Andrianto dan Indarto, 2004). Kedelai merupakan tanaman sumber protein yang penting di Indonesia. Berdasarkan luas panen di Indonesia kedelai menempati urutan ke-3 sebagai tanaman palawija setelah jagung dan ubi kayu. Rata-rata luas pertanaman per tahun sekitar 703.878 ha dengan total produksi 518.204 ton (Suprapto, 2001). Kedelai bernilai gizi tinggi dengan kadar protein sekitar 40%. Kandungan asam amino penting yang terdapat dalam kedelai yaitu isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine, threonin, tryptophane, dan valine yang rata-rata tinggi, kecuali methionine dan phenylalanine. Di samping itu kedelai mengandung kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan B yang berguna bagi pertumbuhan manusia. Biji kedelai juga dapat dipakai sebagai bahan baku industri seperti minyak goreng dan mentega. Minyak dari kedelai dapat digunakan untuk bermacam tujuan perindustrian. Ini mencakup pembuatan gycerine, insektisida, cat, dan lain sebagainya (Suprapto, 2001). Universitas Sumatera Utara Penyebab rendahnya hasil kedelai di Indonesia antara lain adalah gangguan hama dan penyakit tanaman. Penyakit yang sering merusak tanaman kedelai adalah penyakit karat daun (P. pachyrhizi Syd.) penurunan hasil oleh penyakit ini berkisar antara 30-60%. Selain menurunkan hasil penyakit karat daun juga berpotensi untuk menurunkan kualitas biji kedelai. Tanaman kedelai yang tertular penyakit ini memiliki biji lebih kecil (Sumarno, dkk, 1990). Penyakit terpenting pada kedelai adalah karat daun. Di daerah endemik karat daun, pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan menanam varietas toleran yaitu Wilis, Kerinci, Dempo, Merbabu dan Rinjani. Pengendalian menggunakan fungisida dilakukan bila gejala penyakit karat daun timbul sebelum tanaman berbunga. Penyakit karat daun yang timbul saat pengisian polong hampir penuh (umur 60-80 hari) tidak mempengaruhi hasil biji. Bila terjadi serangan karat pada tanaman muda. Kehilangan hasil karena serangan karat daun antara 3060% (Adie dan Krisnawati, 2008). Banyaknya, lamanya atau berulangnya kelembaban yang tinggi, apakah dalam bentuk hujan, embun atau kelembaban udara relatif, adalah faktor-faktor dominandalam perkembangan kebanyakan epidemi penyakit yang disebabkan oleh jaur seperti karat daun, bercak daun, hawar dll. Kelembaban tidak hanya mendukung pertumbuhan tanaman yang sukulen dan rentan, tetapi lebih penting lagi akan meningatkan sporulasi jamur, pelepasan spora. Adanya tingkat kelembababan yang tinggi memungkinkan semua kejadian yang mendukung terjadinya perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora (AAK, 1991). Universitas Sumatera Utara Masa berembun terpendek untuk terjadinya infeksi pada suhu 20-250 C adalah 6 jam, sedang pada suhu 15-170C adalah 8-10 jam. Infeksi tidak terjadi bila suhu lebih tinggi dari 27,50C. Bakal uredium mulai tampak 5-7 hari setelah inokulasi, dan pembentukan spora terjadi 2-4 hari kemudian. Penyakit karat yang lebih berat terjadi pada pertanaman kedelai musim hujan (Semangun, 1993). Pengendalian Penyakit Pengendalian ini dapat dicegah dengan peraturan waktu tanam, pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan merupakan inang jamur Phakopsora pachyrhizi dan menghindari penanaman yang berdekatan dengan tanaman yang merupakan sumber tersebut (Tim Penulis PS, 1992). Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida Dithane atau Benlate dengan dosis 2 gram/liter bisa lebih efektif jika obat ini diberikan pada serangan belum begitu berat (Suprapto, 1990). Beberapa hama penyakit tersebut cukup sulit dikendalikan apabila sudah terlanjur menyerang tanaman. Untuk itu, disarankan untuk mengadakan pencegahan dengan cara sebagai berikut : - Menanam varietas tahan - Tanam serempak - Pergiliran tanaman - Membersihkan gulma - Benih dicampur dengan Benlate T 20 - Tanaman disemprot dengan Baycor 300 EC dan Bayleton 250 EC Universitas Sumatera Utara (Najiyati dan Danarti, 1999). Fungisida Botanis Mimba (Azadirachta indica A.Juss). Sudah sejak lama mimba digunakan sebagai pestida nabati dengan kemanjuran dan peruntukan yang luas (Broad spectrum), baik digunakan secara sederhana di negara berkembang, mauoun digunakan secara terformula di negara maju, seperti Amerika Serikat. Di Amerika Serikat sendiri mimba sudah digunakan secara meluas, yang pada awalnya hanya diperuntukkan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman yang bukan untuk dikonsumsi, namun belakangan ini dipergunakan untuk mengendalikan OPT pada tanaman pangan (Kardinan dan Dhalimi , 2007). Tanaman ini telah lama dikenal dan mulai banyak digunakan sebagai pestisida nabati menggantikan pestisida kimia. Tanaman ini dapat digunakan sebagai insektisida, bakterisida, fungisida, acarisida, nematisida. Senyawa aktif yang dikandung terutama terdapat pada bijinya yaitu azadirachtin, meliantriol, sallanin dan nimbin (Deptan, 2007). Gambar 5. Daun Mimba Universitas Sumatera Utara Nimbin dan nimbidin berperan sebagai anti mikroorganisme seperti anti virus, bakterisida, fungisida sangat bermanfaat digunakan dalam mengendalikan penyakit tanaman (Kardinan dan Dhalimi, 2007). Keuntungan lain yang dapat diperoleh adalah bahwa azadiracthin bersifat sistemik yaitu dapat meresap ke dalam jaringan tumbuhan, sehingga dapat diaplikasikan sebagai pupuk di tanah, maka apabila terisap oleh tanaman akan ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya, seperti daun dan akan berfungsi melindungi tanaman dari gangguan OPT (Kardinan dan Dhalimi, 2007). Sirih (Piper betle L.) Tanaman sirih dengan banyak nama daerah merupakan tanaman yang telah lama dikenal sebagai bahan baku obat tradisional, dapat digunakan sebagai bahan pestisida alternatif karena dapat digunakan /bersifat sebagai fungisida dan bakterisida. Senyawa yang dikandung oleh tanaman ini antara lain profenil fenol (fenil propana), enzim diastase tannin, gula, amilum/pati, enzim katalase, vitamin A, B, C serta kavarol. Cara kerja zat aktif dari tanaman ini adalah dengan menghambat perkembangan bakteri dan jamur (Deptan, 2007). Gambar 6. Daun Sirih Universitas Sumatera Utara Kandungan kimia yang terdapat pada daun sirih dari minyak asiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, fenil propada, tannin dan sebagainya. Karena kelengkapan kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat (Suriawiria, 2007). Menurut Darsam et al , 1993; Sumartini, 2001; Rahaju; 2001 dalam Suharso, 2003 bahwa daun sirih (Piper betle) dapat digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan jamur. Tanaman yang berasal dari India dan Srilangka ini dikenal sejak 600 tahun sebelum masehi, bentuk daun melebar, elips melonjong atau bulat telur melonjong dengan pangkal seperti jantung dan ujung meruncing pendek. Senyawa yang terkandung diantaranya yang terbesar adalah chavicol dan betlepenol. Senyawa chavicol memiliki daya antiseptic yang kuat dan daya bunuh bakterinya bisa sampai lima kali lipat fenol biasa (Suharso, 2003). Universitas Sumatera Utara BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Lahan UPT. Balai Benih Induk (BBI) Palawija Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang dengan ketinggian tempat 25 M dpl. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret 2008 sampai Juni 2008. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kacang kedelai varietas Anjasmoro, kompos, ekstrak daun mimba, ekstrak daun sirih, air, tanah. Pupuk NPK mutiara, tipoll. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, embor, blender, timbangan, kain saring, handsprayer, meteran, parang, kalkulator dan alat tulis. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di lapangan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 7 perlakuan . Adapun perlakuan yang di uji adalah : K0 = Kontrol K1 = Ekstrak Daun Mimba 50 gr/ltr air Universitas Sumatera Utara K2 = Ekstrak Daun Mimba 100 gr/ltr air K3 = Ekstrak Daun Mimba 150 gr/ltr air K4 = Ekstrak Daun Sirih 50 gr/ltr air K5 = Ekstrak Daun Sirih 100 gr/ltr air K6 = Ekstrak Daun Sirih 150 gr/ltr air (t-1) (r-1) ≥ 15 (11-1) (r-1) ≥ 15 10r – 10 ≥ 15 10 r ≥ 25 r ≥ 3,5 r =3 Jumlah ulangan (r) = 3 Adapun model linear rancangan yang dugunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Y ij = µ + γi + αj + ε ij Keterangan : Y ij = data percobaan µ = efek nilai tambah Universitas Sumatera Utara γi = efek blok dari taraf ke-i αj = efek perlakuan dari taraf ke-j εij = efek error jika sidik ragam menunjukkan hasil nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (DMRT) (Gomez, 1995). Pelaksaan Penelitian Persiapan Areal Areal penelitian terlebih dahulu dibersihkan dari gulma dan sisa-sisa tanaman. Kemudian tanah dicangkul sebanyak dua kali serta digaru satu kali hingga tanah menjadi gembur dan rata kemudian kompos ditebarkan diatas tanah yang telah digemburkan. Dibuat plot-plot dengan ukuran 2 x 1,5 meter jadi luas 1 plot 3 m2. Jumlah plot seluruhnya adalah 3 x 7 = 21 plot yang mana jarak antar plot 0,5 m dan jarak antar ulangan 1,0 m. Pemupukan Pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali pada saat bertanam kedelai dan 3 minggu setelah tanam. Pupuk yang digunakan adalah NPK Mutiara sebanyak 100 gr/ plot. Pupuk diberikan disela-sela barisan tanaman 5 cm dari tanaman. Untuk pemupukan pertama, diberikan 50 gr/plot dan pupuk susulan diberikan saat tanaman berumur 3 mst dengan sisa dosis pada pemupukan awal. Universitas Sumatera Utara Penanaman Penanaman dilaksanakan pada akhir bulan Maret 2008 dan dilakukan pada pagi hari. Cara penanaman dilakukan dengan tugal dengan kedalaman ± 1,5 – 2 cm dan setiap lobang dimasukkan 2 biji kedelai dengan jarak tanam 15 x 40 cm. jadi dalam 1 plot terdapat 50 populasi tanaman kedelai (AAK, 1991). Penjarangan Benih yang telah tumbuh 2 minggu setelah tanam dilakukan penjarangan. Penjarangan dilakukan dengan cara memotong 1 tanaman kedelai dari 2 bibit yang ditanam pada lubang tanam sehingga untuk setiap lubang tanam yang terdapat 1 tanaman kedelai saja pertumbuhannya baik dan sehat Pemeliharaan Tanaman Penyiraman diakukan sekali 2 hari apabila tidak turun hujan dan disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. Perumputan dilakukan secara manual yang dilakukan dua kali selama pertumbuhan vegetatif dan dua kali selama pertumbuhan generatif, sehingga diharapkan gulma tidak mempengaruhi keadaan pertumbuhan tanaman pada pengujian ini. Pengendalian hama bila ada dilakukan dengan menggunakan insektisida Sevin 85 S dengan dosis 25 cc/l air. Penyemprotan dikakukan sejak tanaman berumur 5 hari untuk mencegah lalat bibit dan selanjutnya dilihat pada serangan di lapangan. Universitas Sumatera Utara Pembuatan Larutan Fungisida Botanis Larutan Mimba Diambil daun mimba dari lapangan, kemudian dicuci dengan air bersih. Ditimbang dengan masing-masing dosis 50 gr, 100 gr, dan 150 gr. Daun mimba selanjutnya diblender dan disaring. Daun mimba yang telah diblender dicampur dengan air masing-masing sebanyak 1000 ml. Larutan disimpan diruang inkubasi selama 24 jam pada suhu kamar kemudian ditambahkan teepol sebanyak 0,2 % dan selanjutnya siap digunakan (Yusmani dan Sumartini, 2001). Larutan Sirih Diambil daun sirih dari lapangan, kemudian dicuci dengan air bersih. Ditimbang dengan masing-masing dosis 50 gr, 100 gr, dan 150 gr. Daun sirih selanjutnya diblender dan disaring. Daun sirih yang telah diblender dicampur dengan air masing-masing sebanyak 1000 ml. Larutan disimpan diruang inkubasi selama 24 jam 12.50 Total Rataan 15.28 Daftar Analisa Sidik Ragam Transformasi Arcsin√x Perlakuan Ulangan III IV Total Rataan 45.00 217.77 36.30 12.25 12.25 73.48 12.25 12.25 35.26 12.25 96.50 16.08 12.25 12.25 54.74 12.25 115.97 19.33 48.99 72.00 48.99 137.51 81.74 503.73 12.25 18.00 12.25 34.38 20.44 I II V VI N0 77.75 12.25 35.26 12.25 35.26 N1 12.25 12.25 12.25 12.25 N2 12.25 12.25 12.25 N3 12.25 12.25 Total 114.49 Rataan 28.62 20.99 Daftar Sidik Ragam dB JK KT F Hit Perlakuan SK 3 2025.14 675.05 2.76 Galat 20 4899.16 244.96 23 6924.30 Total KK = FK = Keterangan : F 0,05 F 0,01 3.10 4.94 tn 74.57% 10572.63 ** = * = tn = Sangat Nyata Nyata Tidak Nyata Lampiran 49. Tabel rataan jumlah spora yang berkecambah (%) Data Pengamatan 7 JSP Perlakuan I II Ulangan III IV V VI Total Rataan Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009 91 N0 N1 N2 N3 Total Rataan 50.00 50.00 0.00 0.00 33.33 100.00 233.33 38.89 0.00 66.67 0.00 0.00 0.00 0.00 66.67 11.11 0.00 0.00 0.00 0.00 33.33 0.00 33.33 5.56 0.00 0.00 0.00 66.67 0.00 0.00 66.67 11.11 50.00 116.67 0.00 66.67 66.66 100.00 400.00 12.50 29.17 0.00 16.67 16.67 25.00 V VI 16.67 Daftar Analisa Sidik Ragam Transformasi Arcsin√x Perlakuan Ulangan III IV Total Rataan 77.75 227.51 37.92 12.25 12.25 115.97 19.33 12.25 35.26 12.25 96.50 16.08 12.25 54.74 12.25 12.25 115.97 19.33 124.23 48.99 91.48 95.02 114.49 555.96 31.06 12.25 22.87 23.75 28.62 dB JK KT F Hit Perlakuan 3 1783.45 594.48 1.84 Galat 20 6462.58 323.13 Total 23 8246.03 N0 N1 N2 N3 Total Rataan I II 45.00 45.00 12.25 12.25 35.26 12.25 54.74 12.25 12.25 12.25 12.25 12.25 12.25 12.25 81.74 20.44 23.16 Daftar Sidik Ragam SK KK = FK = Keterangan : tn F 0,05 F 0,01 3.10 4.94 77.60% 12878.68 ** = * = tn = Sangat Nyata Nyata Tidak Nyata Lampiran 50. Tabel rataan jumlah spora yang berkecambah (%) Data Pengamatan 8 JSP Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009 92 Perlakuan Ulangan III IV Total Rataan 0.00 283.33 47.22 0.00 0.00 50.00 8.33 50.00 0.00 0.00 50.00 8.33 50.00 0.00 0.00 0.00 50.00 8.33 150.00 50.00 150.00 33.33 0.00 433.33 37.50 12.50 37.50 8.33 0.00 V VI I II N0 N1 50.00 100.00 0.00 0.00 50.00 N2 0.00 N3 Total Rataan V VI 100.00 33.33 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 50.00 12.50 18.06 Daftar Analisa Sidik Ragam Transformasi Arcsin√x Perlakuan Ulangan III IV Total Rataan 12.25 260.26 43.38 12.25 12.25 106.24 17.71 45.00 12.25 12.25 106.24 17.71 45.00 12.25 12.25 12.25 106.24 17.71 147.25 81.74 147.25 72.00 48.99 578.97 36.81 20.44 36.81 18.00 12.25 dB JK KT F Hit Perlakuan 3 2965.49 988.50 2.80 Galat 20 7051.81 352.59 Total 23 10017.30 N0 N1 N2 N3 Total Rataan I II 45.00 77.75 12.25 77.75 35.26 12.25 45.00 12.25 12.25 12.25 12.25 12.25 12.25 12.25 81.74 20.44 24.12 Daftar Sidik Ragam SK KK = FK = Keterangan : tn F 0,05 F 0,01 3.10 4.94 77.84% 13967.04 ** = * = tn = Sangat Nyata Nyata Tidak Nyata Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009 93 Lampiran 51. Tabel rataan jumlah spora yang berkecambah (%) Data Pengamatan 9 JSP Perlakuan N0 N1 N2 N3 Total Rataan Ulangan III IV Total Rataan 0.00 300.00 50.00 0.00 0.00 50.00 8.33 0.00 0.00 0.00 33.33 5.56 50.00 0.00 0.00 50.00 100.00 16.67 150.00 83.33 100.00 50.00 50.00 483.33 37.50 20.83 25.00 12.50 12.50 V VI I II V VI 50.00 100.00 0.00 100.00 50.00 0.00 50.00 0.00 0.00 0.00 0.00 33.33 0.00 0.00 50.00 12.50 20.14 Daftar Analisa Sidik Ragam Transformasi Arcsin√x Perlakuan Ulangan III IV Total Rataan 12.25 270.00 45.00 12.25 12.25 106.24 17.71 12.25 12.25 12.25 96.50 16.08 45.00 12.25 12.25 45.00 138.99 23.16 147.25 104.76 114.49 81.74 81.74 611.72 36.81 26.19 28.62 20.44 20.44 dB JK KT F Hit Perlakuan 3 3210.74 1070.25 3.03 Galat 20 7056.63 352.83 Total 23 10267.37 N0 N1 N2 N3 Total Rataan I II 45.00 77.75 12.25 77.75 45.00 12.25 45.00 12.25 12.25 12.25 12.25 35.26 12.25 12.25 81.74 20.44 25.49 Daftar Sidik Ragam SK KK = FK = Keterangan : tn F 0,05 F 0,01 3.10 4.94 73.70% 15591.97 ** = * = tn = Sangat Nyata Nyata Tidak Nyata Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009 94 Lampiran 52. Tabel rataan jumlah spora yang berkecambah (%) Data Pengamatan 10 JSP Perlakuan Ulangan IV Total Rataan 50.00 416.67 69.45 0.00 66.67 116.67 19.45 50.00 0.00 66.67 116.67 19.45 50.00 0.00 33.33 50.00 133.33 22.22 150.00 150.00 50.00 133.33 233.34 783.34 37.50 37.50 12.50 33.33 58.34 I II III V VI N0 N1 N2 N3 66.67 100.00 100.00 0.00 100.00 0.00 50.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Total Rataan 66.67 16.67 Daftar Analisa Sidik Ragam Transformasi Arcsin√x Ulangan Perlakuan I II III IV V N0 54.74 77.75 77.75 12.25 77.75 N1 12.25 45.00 12.25 12.25 12.25 N2 12.25 12.25 12.25 45.00 12.25 N3 12.25 12.25 45.00 12.25 35.26 91.48 147.25 147.25 81.74 137.51 Total 22.87 36.81 36.81 20.44 34.38 Rataan VI 45.00 54.74 54.74 45.00 199.48 49.87 32.64 Total Rataan 345.24 148.73 148.73 162.00 804.70 57.54 24.79 24.79 27.00 33.53 Daftar Sidik Ragam SK dB JK KT F Hit Perlakuan 3 4631.92 1543.97 3.56 Galat 20 8680.54 434.03 Total 23 13312.46 KK = 62.13% FK = 26981.00 Keterangan: ** = * = tn = Uji Jarak Duncan Sy = 8.51 P 2 SSR 0.05 2.95 SSR 0.01 4.02 LSR 0.05 25.09 34.19 LSR 0.01 Perlakuan Rataan * F 0,05 F 0,01 3.10 4.94 Sangat Nyata Nyata Tidak Nyata 3 3.10 4.22 26.37 35.89 4 3.18 4.33 27.05 36.83 5 3.25 4.40 27.64 37.42 N1 N2 N3 N0 24,79 27.00 57.54 Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009 95 a b Lampiran 53. Tabel rataan jumlah spora yang berkecambah (%) Data Pengamatan 24 JSP Ulangan Perlakuan I II III IV V VI N0 100.00 50.00 100.00 0.00 100.00 100.00 N1 100.00 0.00 0.00 50.00 0.00 50.00 N2 0.00 100.00 0.00 33.33 0.00 0.00 N3 100.00 0.00 50.00 0.00 33.33 0.00 Total Rataan 300.00 150.00 150.00 83.33 133.33 150.00 75.00 37.50 37.50 20.83 33.33 37.50 V VI 77.75 Daftar Analisa Sidik Ragam Transformasi Arcsin√x Ulangan Perlakuan I II III IV N0 77.75 45.00 77.75 12.25 N1 77.75 12.25 12.25 45.00 N2 12.25 77.75 12.25 35.26 N3 12.25 12.25 45.00 12.25 Total Rataan Total Rataan 450.00 75.00 200.00 33.33 133.33 22.22 183.33 30.56 966.66 40.28 Total Rataan 77.75 368.26 61.38 12.25 45.00 204.49 34.08 12.25 12.25 162.00 27.00 35.26 12.25 129.25 21.54 864.01 180.00 147.25 147.25 104.76 137.51 147.25 45.00 36.81 36.81 26.19 34.38 36.81 JK KT F Hit 3.14 36.00 Daftar Sidik Ragam SK dB Perlakuan 3 5625.95 1875.32 Galat 20 11929.13 596.46 Total 23 17555.08 KK = FK = * F 0,05 F 0,01 3.10 4.94 67.84% 31104.6 2 Keterangan : ** = * = tn = Sangat Nyata Nyata Tidak Nyata Uji Jarak Duncan Sy = P SSR 0.05 SSR 0.01 LSR 0.05 9.97 2 2.95 4.02 29.41 3 3.10 4.22 30.91 4 3.18 4.33 31.71 5 3.25 4.40 32.40 Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009 96 LSR 0.01 Perlakuan Rataan 40.08 42.08 43.17 43.87 N3 N2 N1 N0 21.54 27.00 34.08 61.38 a b Lampiran 54. Foto Lahan Penelitian Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009 97 Lampiran 55. Foto Spora Phakopsora pachyrhizi Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009 98 Alfredo Barus : Uji Efektifitas Beberapa Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi) Pada Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max L. Merril), 2007. USU Repository © 2009
Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Di Luar Musim Tanam Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Di Lapangan Intensitas Serangan Phakopsora pachyrizi Syd. Latar Belakang Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Di Luar Musim Tanam Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Di Lapangan Parameter pengamatan Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Di Luar Musim Tanam Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Di Lapangan Persiapan Areal Penelitian Penanaman Pemeliharaan Pemanenan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Di Luar Musim Tanam Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Syd.) Di Lapangan

Gratis