Analisa Pemakaian Economizer Terhadap Peningkatan Efisiensi dan Penghematan Bahan Bakar Boiler 052 B101 Unit Pembangkit Tenaga Uap PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap

Gratis

70
357
76
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang selama ini telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikanskripsi ini. Seluruh teman-teman mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2010 dan teman- teman yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telahmembantu dan memberikan masukan kepada penulis.

DAFTAR NOTASI

  Simbol Keterangan Satuan η Efisiensi %� Panas total kJ/kg hf Entalpi air umpan kJ/kghg Entalpi uap jenuh kJ/kgT Temperatur o C�̇ Massa air umpan kg/jamCp Panas jenis gas buang btu/lbQ Laju aliran m 3 /hourP Tekanan kg/cm 2 ABSTRAK Kehilangan panas merupakan salah satu faktor penting yang sangat perlu diperhatikan dalam pengoperasian boiler. Temperatur gas buang yang masih terlalutinggi dapat dimanfaatkan kembali untuk menaikkan temperatur air umpan didalam economizer dengan cara melewatkan gas buang tersebut kemudian diukurtemperatur gas buang dan temperatur air umpan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Penggunaan economizer merupakan salah satu solusiyang dapat digunakan untuk memanfaatkan gas buang yang masih memiliki temperatur yang sangat tinggi untuk memanaskan air umpan sebelum masuk keboiler, sehingga dapat mengurangi kerja boiler serta dapat menghemat pemakaian bahan bakar. BAB IV ANALISIS DATA Bab ini berisi hasil dan pembahasan tentang hasil penelitian berdasarkan data- data yang didapatkan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari analisa yang dilakukan terhadap permasalahan dan saran hasil penelitian untuk generasi berikutnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pembangkit Listrik

  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) cara kerjanya dengan memanfaatkan uap air bersuhu dan bertekanan tinggi untuk menggerakkan turbin dan generator yang akanmenghasilkan listrik. Uap air tersebut dihasilkan dengan cara memanaskan air pada suatu alat yang disebut boiler.

2.1.1. Prinsip Kerja PLTU

  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan suatu siklus yang terdiri dari komponen – komponen peralatan utama yang dihubungkan untukmenghasilkan karateristik termodinamika yang optimum seperti temperatur, tekanan, dan kapasitas massa uap yang diintegrasikan untuk menghasilkan listrikyang dibutuhkan. Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan,sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator Keempat, uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar berubah kembali menjadi air yang disebut airkondensat.

2.1.2. Siklus RankineSederhana

  Pada instalasi pembangkit daya dengan memanfaatkan uap bertekanan tinggi untuk menggerakkan turbin uap digunakan suatu acuan siklus kerja yangmenjadi dasar dari pengoperasian instalasi tersebut. Pada siklus rankine ideal sederhana terdiri dari 4 proses yang dapat dilihat pada gambardiagram T-s dibawah ini: Pada proses 1-2 terjadi kompresi isentropik yang terjadi di dalam pompa, hal ini mengakibatkan tekanan fluida kerja menjadi naik.

2.1.3 Siklus Rankine Reheat Ideal

  Pada ekspansi pertama (high-pressure turbine), uap diekspansikan secara isentropik ke tekananmedium dan dikirimkan kembali ke boiler untuk dipanaskan kembali dengan tekanan konstan. Boles, 1994)Penggunaan dari pada reheat tunggal pada pembangkit listrik modern menaikkan efisiensi siklus menjadi 4 sampai 5 persen dengan cara meningkatkan suhu rata-ratauap yang ditransferkan kembali.

2.1.4 Siklus Rankine Regeneratif Ideal

  Salah satu caramenaikkan suhu ini adalah dengan mengirimkan panas ke feedwater dari uap ekspansi turbin yang dialirkan kembali sebagian yang disebut dengan prosesregenerasi. Siklus berakhir dengan dipanaskan air pada boiler hingga Feedwater Heaters, dimana panas yang ditransfer dari uap ekstraksi ke feedwater tanpa dicampur terlebih dahulu.

2.2. Pengertian Boiler

2.3. Prinsip Kerja Boiler

  Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem. Dua sumber air umpan adalah: kondensat atau uap yang mengembun yang kembali dari proses dan make uap water (air baku yang sudah diolah) yang harusdiumpankan dari luar ruang boiler dan plant proses.

2.4. Klasifikasi Boiler

  Berbagai bentuk boiler telah berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan evaluasi dari produk-produk boiler sebelumnya yang dipengaruhi oleh gas buangboiler yang mempengaruhi lingkungan dan produk uapseperti apa yang akan dihasilkan. Berdasarkan fluida yang mengalir didalamnya : Tipe boiler pipa api memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekananuap yang rendah.

2.5 Komponen Boiler

  Komponen sistem boiler terdiri dari komponen utama dan komponen bantu yang masing-masing memiliki fungsi untuk menyokongprinsip kerja boiler. Gambar 2.9.

2.5.1 Komponen Utama

  Ruang bakarRuang bakar(furnace)adalah dapur penerima panas bahan bakar untuk pembakaran, yang terdapat fire gate dibagian bawah sebagai alas bahan bakar danyang sekelilingnya adalah pipa-pipa air boiler yang menempel pada dinding ruang pembakaran yang menerima panas dari bahan bakar secara radiasi, konveksi,radiasi. Drum lumpur merupakan drum yangposisinya di bawah drum uap dan berfungsi sebagai pengumpul air panas yang akan didistribusikan ke dalam wall tube.

2.5.2 Komponen Pendukung

  Tangki airTangki air yang memiliki fungsi sebagai tempat penampungan airumpan yang telah diproses pada softener yang akan dikirim ke boiler052B101 untuk diproses menjadi uap. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap) SoftenerSoftener merupakan alat yang berfungsi untuk mengeliminasi unsur- unsur Mg dan Ca yang terdapat pada air umpan.

2.5.3 Komponen Pengaman Boiler

  Manometer Alat ini berfungsi untuk menunjukkan besarnya steam pressure yang terbentuk di dalam boiler,sehingga dengan terpasangnya manometer initekanan kerja steam boiler dapat diketahui besarnya dalam satuan kg/cm² atau psi dan itu tergantung dari satuan satuan yang tertera didalamnya.. Keran pengisi air boiler Fungsi keran ini adalah untuk mengatur pemasukkan air ke dalam steam boiler dan di sini juga dilengkapi dengan katup yang dapat membuka dan menutup sendiri,yang berfungsi agar air umpan boilertidak balik.

2.6 Economizer

  Economizer adalah alat pemindah panas berbentuk tubular yang digunakan untuk memanaskan air umpan boiler sebelum masuk ke boiler [4]. Mekanisme economizer (Sumber : http://artikel-teknologi.com)Konstruksi economizer adalah berdasarkan tipenya, ada tipe economizer yang tidak menyatu dengan boiler, dan ada juga economizer yang menyatu denganboiler.

2.7. Pembakaran

  Gas alam dari beberapa sumber mengandung H 2 S, suatu kontaminan yang harus disingkirkan sebelum gas digunakan sebagai bahan Minyak bumi adalah cairan yang mengandung ratusan macam senyawa, terutama alkana, dari metana hingga yang memiliki atom karbon mencapai limapuluhan. Apabila energi yang digunakan untuk menguraikan air tersebut berasal dari bahan bakar fosil, maka hidrogen bukanlah bahan bakar yang konversial.

2.8. Proses Pembentukan Uap

  Sebagai fliuda kerja di boiler, umumnya digunakan air (H 2 O) karena bersifat ekonomis, mudah di peroleh, tersedia dalam jumlah yang banyak, serta mempuyai kandungan entalpi yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan fluidakerja yang lain. Jika panas terus bertambah secara perlahan-lahan, maka kecepatan gerak air akan semakinmeningkat pula, hingga sampai pada suatu titik dimana molekul-molekul air o akan mampu melepaskan diri dari lingkungannya (100 C) pada tekanan 1 atm, maka air secara berangsur-angsur akan berubah fasa menjadi uap dan halinilah yang disebut sebagai penguapan.

2.9. Nilai Kalor ( Heating Value)

  Nilai kalor merupakan energi kalor yang dilepaskan bahan bakar pada waktu terjadinya oksidasi unsur-unsur kimia yang ada pada bahan bakar tersebut.2 Bahan bakar adalah zat kimia yang apabila direaksikan dengan oksigen (O ) akan menghasilkan sejumlah kalor. Nilai Kalor Pembakaran RendahNilai kalor pembakaran rendah atau juga dikenal dengan istilah Low Heating Value(LHV) adalah nilai pembakaran dimana panas pengembunan uap air dari hasil pembakaran tidak ikut dihitung sebagai panas dari proses pembakaran.

2.10. Efisiensi Boiler

  Kehilangan panas karena kadar air untuk pembakaran hidrogen dalam bahan bakarUnsur hidrogen yang ada didalam bahan bakar menyebabkan terjadinya uap air pada proses pembakaran. Akibatnya kalor yang timbulakibat pembakaran bahan bakar diboiler sebagian diserap oleh uap air ini sehingga mengurangi kalor yang akan digunakan untuk meguapkan airumpan.

6 Unmeasured Losses

Loss ini berdasarkan prediksi dari desain pada data sheet sebesar 0.5 %

METODE PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

  Tempat Penelitian Tempat penulis melakukan penelitian adalah di Unit Pembangkit TenagaUap PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap 3.1.2.

3.2. Alat dan Bahan

3.2.1. Alat

  Alat yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data di UnitPembangkit Tenaga Uap PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap yaitu sebagai berikut : Gambar 3.1 Orificemeter [11] (Sumber :http://en.wikipedia.org/wiki/Orifice_meter) Gambar 3.2 menunjukkan contoh gambar termometer.

3.2.2. Bahan

  Bahan yang digunakan adalah data yang diperoleh dari unit Utilities Complex dan unit Energy Conservation and Loss Control PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap, serta data-data dari pustaka yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian.

3.3. Prosedur Penelitian

  Pertamina (Persero) Refinery UnitCilacap IV untuk mengumpulkan data-data dalam menganalisa pemakaian economizer terhadap penghematan bahan bakar pada boiler 052 B101. Studi LiteraturStudi literatur yang penulis lakukan adalah mencari data-data yang berkaitan dengan boiler 052 B101 mulai dari data design pada data sheet boiler diperpustakaan PT.

2. Metode Pengumpulan Data

  Metode ObservasiMelakukan pengamatan dan pencatatan dengan meninjau secara langsung ke lapangan serta melihat objek yang diteliti secara langsung, sehingga akandiperoleh data yang sistematis dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Riset PustakaPengumpulan data-data yang diperoleh dari buku-buku referensi diberbagai tempat dan sumber-sumber yang ada kaitannya dengan objek yang diteliti yangnantinya berguna untuk mengembangkan hasil interview dan observasi.

3.4. Analisa Data

  Setelah mendapatkan data-data yang dibutuhkan barulah kemudian melakukan analisa dari data yang didapat sesuai dengan studi literatur yang sudahdibuat sebelumnya. Dari data – data yang didapatkan dari Energy Conservation and Loss Controldan juga Control Room kemudian dianalisa efisiensi dan dihitung penghematan bahan bakar pada boiler.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Kondisi Operasi Boiler 052 B101

Ash Content 0.009 % wt Water Content 141 ,5 0,9249 141 ,5 SG API = o Berdasarkan API Technical Data Book [2]sebagai berikut : ppm Nitrogen Content 0.28 & wt Sulphur Content 0.1 % vol F 4.1.1 Kondisi OperasiProduct steam : 83.94 ton/hour o 45 Komposisi Nilai SatuanCaloric Value Gross 19.021 btu/lb Pour Point Actual Tabel 4.1 Komposisi Fuel Oil 4.1.2 Komposisi Fuel OilSG : 0.9249 LHV : 17.926 btu/lb C o CTemperatur Udara : 31 2 Temperatur Stack : 174 o CTekanan : 59.57 kg/cm o Temperatur : 461.88 C + H = 100 % - ( %S + %Ash + %Water Content )= 100 % - ( 0,28 + 0,009 + 0,1 )= 99,61 % 7,6 C + H = 99,61 %H (7,6 + 1) = 99,61 % 99,61 H = 8,6 = 11.58 %C + H = 99,61C = 99,61 % – 11.58 %C = 88.03 % Fuel Gas

4.1.3. Komposisi

Tabel 4.2 Komposisi Fuel Gas Komponen BM Fraksi mol Mol Wt Berat C (kg) Berat H (kg) (%)H2 2,02 61,5 1,24 0,00 1,21 H2S By 34,08 1,1 0,37 0,00 0,02TutwilerCO2 43,81 0,4 0,17 0,04 0,01 Nitrogen 14,07 0,5 0,07 0,00 0,00 16,04 3,6 0,57 0,43 0,12C1C2= 28,05 0,0 0,00 0,00 C2 30,07 6,1 1,83 1,46 0,33 42,08 0,00 0,00C3=C3 44,10 9,4 4,14 3,38 0,71 iC4 58,12 6,1 3,54 2,93 0,57 58,12 9,1 5,28 4,37 0,88nC4iC4= +But 56,11 0,1 0,05 0,04 0,01 iC5 72,15 1,1 0,79 0,66 0,12 nC5 72,15 0,4 0,28 0,24 0,0386,18 0,6 0,51 0,43 0,08 C6Jumlah 100 18,84 13,98 4,09

4.2 Perhitungan Komposisi Pada Bahan Bakar

Kadar dari masing-masing unsur dalam bahan bakar gas (fuel gas) total unsur % dari Wt unsur pada fuel gas = x 100% total unsur gas 13,98 % dari Wt C pada fuel gas = x 100% = 74,21 % 18,84 4,09 % dari Wt H pada fuel gas = x 100% = 21,71% 18,84

4.2.1 Komposisi C dan H pada fuel oil dan fuel gas

  Total kadar C pada fuel oil dan fuel gas= X 1 . C FO + X 2 .

FO +C FG

88,03 X 1 =88,03+74,21 X = 0,54 1 Dan X 2 Fraksi C FG X 2 = 1 – X 1 X 2 = 1 – 0,54 = 0,46Maka total C pada fuel oil dan fuel gas = (0,54 x 88,03.) + (0,46 x 74,21.)= 81,53 %

FO +H FG

2 Fraksi H FG

  LHV FO + X 2 . LHV FG = 17926 btu/lb = 20267 btu/lbTotal LHV bahan bakar : Fraksi LHV fuel oil x LHVfuel oil + Fraksi LHV fuel gas x LHV fuel gas = X X dimana X Maka total H pada fuel oildan fuel gas= (0,34 x 11,58) + (0,66 x 21,71)= 18,47 % 1 = LHV FO LHV = 17926 17926 +20267 LHV tota l = X 1 – 0,34= 0,66 1 = dimana Y Total kadar H pada fuel oil dan fuel gas= Y 1 .

4.2.2 Menentukan LHV Fuel Oildan Fuel Gas

1 Fraksi LHV Fuel Oil

FO +LHV FG

dan X

2 Fraksi LHV Fuel Gas

  X 2 = 1 – 0,47= 0,53 Maka LHVtotal = X 1 . LHV FO + X 2 .

4.2.3 Komposisi Flue Gas

163 ppm 2 + CO + CO 2 + N Tabel 4.3 Komposisi Flue Gas 2 = 85,6 % = 100 % - 14,4 %N 2 N 2 N 2 = 100 % - ( 3,02 + 0,01 + 11,37 ) kompoisis utama flue gas : 100 % = O SO2 2 pada flue gas maka dapat diketahui dari selisih dari Untuk mengetahui N CO2 11,37 % C T Stack 174o Komponen Nilai SatuanO2 3,02 % CO 0,01 ppmNOx ppm

4.3 Perhitungan Efisiensi

Menghitung kebutuhan udara teoritis (TA [( 11.43 x C ) + { 34.5 x (H – O2/8 )} + ( 4.32 x S )] TA =100 kg/kg bahan bakar [( 11.43 x 81,53 ) + { 34.5 x (18,47 – 3,02/8 )} + ( 4.32 x 0,28 )] TA = 100 kg/kg bahan bakar =15,57 kg udara/kg bahan bakar Menghitung persen kelebihan udara uang dipasok (EA)O x 100

2 EA =

  Dari persamaan (2.12) didapat rumus untuk menghitung heat loss due to moisture in fuelyaitu : Heat Loss Due to Moisture in Fuel%wtH 2O L2 = x (h stack – h udara ) 100 = x (448,76– 93,3) 100 = 0 btu/lb % Heat Loss to due in FuelL2 = x 100 19166,7 = 0 % dimana : o o h = entalpi oulet flue gas 174 C = 345,2 F = 448,76 btu/lb stacko o h udara = entalpi udara pembakaran F. Kehilangan panas akibat udar yang mengadung uap airKehilangan panas akibat udara yang mengadung uap air(heat loss due to moisture in air)karena udara pembakaran yang diambil dari udara bebas selalu mengandung uap air.

L1 L2 L3 L4 L5 L6

Gambar 4.1 Grafik heat loss dengan economizer Pada grafik diatas, maka didapat heat lossatau kehilangan panasyang terjadi pada boiler dengan kondisi menggunakan economizer. Kehilangan sheet boiler

4.3.2 Tanpa menggunakan Economizer

  Dari persamaan (2.11) didapat rumus untuk menghitung heat loss due to dry gas yaitu : Heat Loss to Dry Gasdry gas/kg as fire fuel : 3 x x %S3(CO 2+CO ) 100 8 11(11,37)+8(3,02)+7(85,63+0,01) 81,53 3x x 0,28 + = 3(11,37+0,01) 100 8 dry gas = 20,88 lb% Heat to dry gas :L1 = Ldg x Cp x (T stack - T udara ) = 20,88 x 0,24 x (579,2 – 87.8)= 2462,5 btu/lb 2462 ,5 = x 100 19166 ,7 o o T = temperatur outlet flue gas 304 C = 579,2 F stack o o T udara = temperatur udara normal 31 C = 87,8 F 2. Dari persamaan (2.12) didapat rumus untuk menghitung heat loss due to misture in fuelyaitu : Heat loss due to moisture in fuel%wtH 2O L2 = x ( h stack – h udara ) 100 = x ( 752,96 93,9) = 0 btu/lb% Heat Loss to due in fuelL2 = x 100 19166,7 = 0 % dimana : o o h = entalpi oulet flue gas 304 C = 579,2 F = 752,96 btu/lb stacko o h udara = entalpi udara pembakaran F.

9 L3 = x totalWtHidrogen(hstack

  Kehilangan panas akibat udara yang mengadung uap airKehilangan panas akibat udar yang mengadung uap air(heat loss due to moisture in air)karena udara pembakaran yang diambil dari udara bebas selalu mengandung uap air. Unmeasured LossesLoss ini berdasarkan prediksi dari desain pada data sheet sebesar 0.5 %Maka total heat loss : = L1 + L2 + L3 + L4 + L5 + L6= 12,84 + 0 + 5,72 + 4,52 + 0,35 + 0,5= 23,93 % Maka efisiensi boiler : 100 % - 23,93 % = 76,07 % Tanpa Economizer 14 12 12,84 10 8 6 5,724 4,52 20,35 0,5 L1 L2 L3 L4 L5 L6 Gambar 4.2 Grafik heat loss tanpa economizer Pada grafik diatas, maka didapat heat lossatau kehilangan panasyang terjadi pada boiler dengan kondisi menggunakan economizer.

4.5. Panas Pembentukan Uap

Tabel 4.4Product steam boiler Data Nilai Satuano Temperatur air masuk economizer 148 C o Temperatur air keluar economizer 165 C 2 Tekanan air masuk economizer 65.53 kg/cm 2 Tekanan air keluar economizer 63.45 kg/cm 3 Laju aliran air masuk economizer 85.68 m /h 3 Laju aliran air keluar economizer 85.50 m /h 3 Laju aliran uap keluar boiler 83.94 m /h o Temperatur uap keluar boiler 461.88 C 2 Tekanan uap keluar boiler 59.57 kg/cmBahan bakar yang digunakan 6150 kg/hourUntuk menghitung panas yang dibutuhkan dalam proses pembentukan uap dapat dicari dengan rumus : g – h f ) � = ṁ x (hDimana : � = panas yang dibutuhkan (kJ/kg) m = massa air umpan (kg/jam)̇ h f = entalpi air umpan (kJ/kg)h g = entalpi uap jenuh (kJ/kg) Dengan menggunakan economizer ̇ o h f = 165 C = 697,23 kJ/kg o h g = 461 C = 3331,81 kJ/kgMaka : � = 85680 x ( 3331.81 – 697.23 )= 225.730.814,4 kJ/hour Tanpa menggunakan economizer o hf = 148 C = 623,55 kJ/kg o hg = 461 C = 3331,81 kJ/kgMaka : � = 85680 x ( 3331.81 – 623,55 )= 232.043.716,8 kJ/hour Maka dengan menggunakan economizer dapat mengurangi panas pembentukan uap sebesar 6.312.902,4 kJ/hour

4.6 Penghematan Bahan Bakar

  Pemakaian economizer dapat mengurangi panas pembentukan uap sebesar6.312.902,4 kJ/hour. Maka untuk menghitung penghematan bahan bakar denganmenggunakan economizer dapat dihiutng dengan menggunakan persamaan : � ṁ = ��� � ��� 6.312.902,4 m 174,08 kg = ̇ = 41695 ,875 � 0,8697 Maka dengan pemakaian economizer dapat menghemat bahan bakar sebesar 174,08 kg.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh setelah melakukan penelitian yaitu: a. Pengoperasian boiler dengan menggunakan economizer pada boiler 051 B101 maka didapat : Pengoperasian boiler tanpa menggunakan economizer pada boiler 051 B101 maka didapat : Dengan menggunakan economizer dapat menghemat bahan bakar sebanyak 174,08 kg.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisa Kerugian Head Sistem Distribusi Air Umpan Boiler Di PT.Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap DenganMenggunakan Software Pipe Flow Expert v6.39
9
105
103
Analisa Efisiensi Siklus Rankine Pada Sistem Pembangkit Tenaga Uap di PT. Pertamina (PERSERO) Refinery Unit IV Cilacap
18
122
126
Analisa Pemakaian Economizer Terhadap Peningkatan Efisiensi dan Penghematan Bahan Bakar Boiler 052 B101 Unit Pembangkit Tenaga Uap PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap
70
357
76
Penentuan Tekanan Uap Reid (RVP) pada Bensin 88 dengan Metode ASTM D-323 di PT Pertamina Refinery Unit II Dumai
13
144
49
Pelaksanaan Seleksi dan Penempatan Tenaga Kerja pada PT. Pertamina (Persero) Unit Pemasaran-1 Medan
2
29
65
Analisa Pemakaian Air Heater Terhadap Peningkatan Efisiensi Boiler Unit 3 PLTU PT. PLN (persero) Sektor Belawan
64
231
126
Perancangan Safety Instrumented System pada Proses Loading PT Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan
1
1
6
Analisa Kinerja Sistem Shutdown Valve pada Sistem Perpipaan untuk Proses Loading dan Unloading di Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Balongan
1
3
6
Analisa Penerapan Bulbous Bow pada Kapal Katamaran untuk Meningkatkan Efisiensi Pemakaian Bahan Bakar
0
0
6
Analisa Kegagalan Pipa Desuperheater Spray pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Unit 4 PT. PJB UP. Gresik
0
1
6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Pembangkit Listrik - Analisa Pemakaian Economizer Terhadap Peningkatan Efisiensi dan Penghematan Bahan Bakar Boiler 052 B101 Unit Pembangkit Tenaga Uap PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap
0
0
30
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Analisa Efisiensi Siklus Rankine Pada Sistem Pembangkit Tenaga Uap di PT. Pertamina (PERSERO) Refinery Unit IV Cilacap
0
1
40
Analisa Efisiensi Siklus Rankine Pada Sistem Pembangkit Tenaga Uap di PT. Pertamina (PERSERO) Refinery Unit IV Cilacap
0
0
17
Analisa Kerugian Head Sistem Distribusi Air Umpan Boiler Di PT.Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap DenganMenggunakan Software Pipe Flow Expert v6.39
1
1
24
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Pembangkit Tenaga Uap - Analisa Kerugian Head Sistem Distribusi Air Umpan Boiler Di PT.Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap DenganMenggunakan Software Pipe Flow Expert v6.39
0
1
27
Show more