Studi Fenomenologi: Adaptasi Psikososial Wanita Yang Menghadapi Menopause Di Kabupaten Aceh Tenggara

 2  21  73  2017-06-12 01:43:17 Laporkan dokumen yang dilanggar
40 Lampiran 1 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI PARTISIPAN PENELITIAN Nama : Fitri Mayang Sari NIM : 141121021 Saya adalah mahasiswi S-I Keperawatan Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara yang akan melakukan penelitian dengan tujuan Pmengetahui Adaptasi Psikososial Wanita Yang Menghadapi Menopause. Saya sangat mengharapkan kesediaan ibu untuk menjadi partisipan demi berjalannya penelitian ini. Ibu akan diminta untuk menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kuesioner dan pertanyaan yang akan saya tanyakan pada ibu. Penelitian ini tidak akan membawa dampak buruk bagi ibu dan segala kerahasiaan ibu akan dijaga dengan baik oleh peneliti baik identitas maupun informasi-informasi yang sudah disampaikan oleh ibu dan dipergunakan sepenuhnya untuk kebutuhan penelitian. Penelitian ini bersifat sukarela sehingga ibu bebas untuk mengundurkan diri tanpa ada sanksi apa pun yang diberikan. Atas kesediaan ibu menjadi partisipan saya ucapkan terima kasih. Aceh Tenggara, September 2015 Tanda Tangan Partisipan (…………………..) Universitas Sumatera Utara 41 Lampiran 2 KUESIONER DATA DEMOGRAFI Petunjuk Pengisian : Ibu diharapkan : 1. Menjawab setiap pertanyaan yang tersedia dengan memberikan tanda Checklist (√) pada tempat yang disediakan 2. Menjawab semua pertanyaan 3. Tiap satu pertanyaan diisi dengan satu jawaban 4. Bila ada yang kurang dimengerti dapat ditanyakan pada peneliti A. Data Demografi Kode (diisi oleh peneliti) : Usia : ......tahun Status Perkawinan : 1. ( Tinggal Bersama Agama 2. ( ) Menikah 3. ( ) Janda : 1. ( ) Suami 2. ( )Anak 3. ( )Dll..... : 1. ( ) Islam 2. ( Pendidikan ) Tidak menikah : 1. ( ) Kristen ) SD 4. ( ) Diploma 2. ( ) SMP 5. ( ) Sarjana 3. ( ) SMU/Sederajat Universitas Sumatera Utara 42 Pekerjaan : 1. ( 2. ( ) Wiraswasta 3. ( ) PNS 4. ( ) Dll.... Kegiatan / Organisasi Aktif : 1. ( Penghasilan/bulan ) Ibu rumah tangga ) Arisan 2. ( ) Wirit Yasin 3. ( ) Dll..... : 1. ( ) > Rp. 500.000 2. ( ) < Rp. 500.000 – Rp. 1.500.000 3. ( ) < Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000. 000 4. ( ) dll.... Universitas Sumatera Utara 43 Lampiran 3 PANDUAN WAWANCARA “Adaptasi Psikososial Wanita Yang Menghadapi Menopause” 1. Bagaimana pendapat ibu tentang menopause? 2. Bagaimana interaksi ibu terhadap orang lain (keluarga) dan lingkungan (tetangga) saat menghadapi menopause? 3. Bagaimana interaksi ibu terhadap kelompok (teman kerja/kegiatan) saat menghadapi menopause? 4. Bagaimana perasaan ibu saat menghadapi perubahan-perubahan psikis pada masa menopause? 5. Bagaimana adaptasi(fisik dan psikis) ibu saat menghadapi menopause? Universitas Sumatera Utara 44 Lampiran 4 JADWAL TENTATIF PENELITIAN Jenis kegiatan 1 Maret 2 3 4 1 April 2 3 4 1 Mei 2 3 4 1 Juni 2 3 4 1 Juli 2 3 4 1 Agustus 2 3 4 September Oktober 1 2 3 4 1 2 3 4 1 November 2 3 4 1 Desember 2 3 4 1 Januari 2 3 4 1 Februari 2 3 4 Mengajukan judul Menetapkan Judul Menyiapkan Proposal Mengajukan sidang Proposal Sidang Proposal Revisi Proposal Uji Validitas Pengumpulan Data dan Analisa Data Penyususnan Laporan Skripsi Ujian Skripsi Universitas Sumatera Utara 45 Lampiran 5 ADAPTASI PSIKOSOSIAL WANITA YANG MENGHADAPI MENOPAUSE DI KABUPATEN ACEH TENGGARA NO 1. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7. PERNYATAAN SIGNIFIKAN Ya bagaiman lah nak, mau gak mau ya harus mau dan menerima perubuhan yang terjadi pada diri ibuk Penyesuaian ibuk, ya harus terima lah kan normal wanita mengalami seperti ibuk... Oh, Penyesuaian ibuk kin, ya, biasalah ibuk sesuaikan karena kan ibuk merasa agak tenang menghadapinya, kan kalau kerja pun bebas dan leluasa Pendapat ibu tentang menoapuse, yaa gak datang bulan lagi dan wanita tidak subur lagi, ibu merasa senang karena tidak memikirkan datang bulan lagi Pendapat ibuk ya senang karena tidak datang bulan lagi Biasa-biasa saja, Perasaan senang tadi lh, karena gak susah pakek pembalut lagi LINE P7.L74 KODING Menerima perubahah yang terjadi P5.L88 Penyesuain dengan menerima Merasa agak tenang Jadi ibu lebih nyaman dengan keadaan sekarang ini dan ibuk merasa sangat nyaman karna tidak memikirkan pakai pembalut apa lagi seperti ibuk orangnya sibuk P1.L20 P1. L77 P1.L14 Senang tidak datang bulan lagi P7.L17 Senang tidak datang bulan lagi senang tidak memakaipembalut P1.L70 P3.L74 nyaman dengan keadaan sekarang Merasa sangat nyaman KATEGORI SUB TEMA Menerima Menerima perubahan dengan dengan terpaksa terpaksa Menerima dengan tenang Menerima dengan tenang Senang tidak datang bulan Menerima dengan senang Senang tidak memakai pembalut Merasa yaman keadaan sekarang TEMA Menerima perubahan psikologis Menerima dengan nyaman Universitas Sumatera Utara 46 1.8. 2. 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 2.5. 2.6. 2.7. 3. 3.1. Ya... Lagi pula suami ibuk juga sangat mengerti tentang keadaan ibuk jadi ibuk gk kawatir memikirkan kalau ibuk udah menopause. Emm... gairah sex ibu berkurang, ibu berpikir akibat pengaruh dari usia tua. Tapi maaf ini, gairah ibuk menurun. Ibuk sering menolak karena hasrat ibuk udah gak ada lagi kalau untuk berhubungan badan Interaksi ibu ya, biasa saja, Cuma ibu sangat kuatir dengan suami ibu karena ibu merasa sakit saat berhubungan Saat berhubungan itu, ibuk merasa sakit.. P3.L86 Gak khawatir sudah menopause Tidak khawatir sudah menopause Menerima dengan tidak khawatir P1.L29 Gairah sex berkurang Gairah sex menurun Gairah sex menurun P4.L50 P7.L76 Gairah menurun Hasrat tidak ada untuk berhubungan badan Merasa sakit saat berhubungan Sakit saat berhubungan badan Sakit saat berhubungan badan Mengurangi berhubungan badan Mengurangi berhubungan badan Hubungan dengan keluarga biasa saja Hubungan dengan keluarga P1.L34 P4.L53 Emm.. Maaf ya, kalau berhubungan P8.L36 dengan suami, ibuk merasa sakit gitu... Hmmm... dengan mengurangi P1.L81 berhubungan lah Yaaa, dengan mengurangi berhubungan P4.L55 badan Kalau interaksi ibuk sama keluarga sama P3.L34 aja, gk ada ngaruhnya Interaksi sama keluarga, sama saja P8.L33 sebelum atau saat menghadapi menopause... Merasa sakit saat berhubungan Merasa sakit saat berhubungan badan Mengurangi berhubungan Mengurangi berhubungan badan Interaksi keluarga biasa saja Interaksi sama keluarga biasa saja Gairah sexualitas menurun Menyampai kan keluh kesah kepada orang lain Universitas Sumatera Utara 47 3.2. Kalau sama keluarga, ya seperti biasa P5.L31 3.3. Kalau penjelasan pada suami ibuk ada... tetapi suami ibuk menanggapinya biasa aja... Ibuk menjelaskan kalau ibuk sudah tidak subur lagi dan untuk memiliki keturunan sudah tidak bisa lagi. Ada sih ibuk jelasin, kadang saat berhubungan merasa sakit. Ibuk jelaskan masalah itu, suami ibuk menanggapinya biasa aja, malah dikasih pengertian sama ibuk. Ibuk cerita sama anak ibuk yang kulyah diluar kota tadi, dia cuma satu2nya anak ibuk perempuan, Interaksi sama keluarga ibuk, ibuk sering mengeluh rasa sakit sama anak ibuk, tapi kalau dengan anak anak di rumah biasa juga, tapi kalau ada masalah, emosi ibu cepat naik dan langsung marah marah dan itu pun karena ada penyebabnya. kalau emosi kan karena ada sebabnya, kalau salah tetap ibuk marah juga kadang sama anak2... tapi sebatas marah aja, gak trus di ingat2... P3.L50 3.4. 3.5. 3.6. 3.7. 3.8. 3.9. 3.10. P6.L34 P1.L77 P8.L39 P5.L55 Sama keluarga seperti biasa Menjelaskan pada suami Menjelasakan pada suami Menjelaskan pada suami sudah menopause Menyampaikan pada suami tentang keluhan Menyampaikan keluhan sakit saat berhubungan badan Bercerita kepada anak Bercerita kepada anak-anak Emosi dan marahmarah Emosi dan langsung marah2 P6.L26 P1.L35 P8.L68 Universitas Sumatera Utara 48 3.11. 3.12. 3.13. 3.14. 3.15. 3.16. 3.17. 3.18. Kalau emosi ibuk, kalau ada salah dibuat sama anak ibuklangsung naik dan marah2 lah ibuk, tapi kan karena ada sebab itu pun,,, Ibuk tanyak sama tetangga ini, bilangnya karena umur tua mungkin, tapi mereka juga bilang ngalami gitu, kadang berhenti kadang datang lagi Ibuk sering bertanya sama mereka tentang menopause sama keluhan yg ibuk rasakan. Ada, waktu ibuk cerita sakit saat berhubungan tapi itupun sekilas aja karena kan urusan pribadi kali. P5.L64 Emosi dan marah2 P2.L25 Bertanya sama ibu tetangga P6.L42 Sering bertanya tentang keluhan yang dirasakan Bercerita masalah keluhan2 Interaksi ibuk biasa saja dan ibuk gk da cerita tentang masalah kalau ibuk menopause Kalau sama tetanggga juga biasa aja P4. L71 Interaksi biasa saja P5. L36 Kalau sama tetangga ibuk jarang kumpul2, karena kan ibuk kerja sampek sore Kalau sama kawan2 ibuk disekolah ya biasa saja, sebelum dan sesudah menopause juga sering cerita-cerita kadang masalah anak murid, guru-guru telat datang P3. L43 Sama tetangga biasa aja Sama tetangga jarang kumpul P1.L58 P1. L53 Bertanya tentang keluhan2 Hubungan dengan tetangga Bercerita tentang keluhan sakit saat berhubungan badan Hubungan dengan tetangga biasa saja Hubungan biasa saja Hubungan dengan teman kerja Universitas Sumatera Utara 49 3.19. 3.20. 3.21. 3.22. 3.23. 3.24. 3.25. Kalau untuk teman kerja, interaksi ya biasa saja Ibuk selalu gabung, komunikasi ibuk tetap baik sama mereka saat menghadapi menopause pun, ibuk gak ada cerita2, kalau ibuk tanyak pun, pasti mereka pada belum paham kan Interaksinya kalau urusan kerja aja, seperti biasa beribadah pun menjadi khusuk P3. L61 Interaksi biasa saja P5. L49 Komunikasi tetap baik P8. L62 Interaksi urusan kerja saja Beribadah menjadi Beribadah khusuk menjadi khusuk Ibadah lebih khusuk P1.L70 Mmm... selama ibuk gak datang bulan, P5.L20 ibadah ibuk semakin khusuk, maksudnya rutin gt... ibuk fokus sama beribadah di rumah, P8.L43 malah lebih tenang dan khusuk pun Dokter menjelaskan kalau ibuk telah P6.L18 memasuki masa menopause, Jadi ibuk tanyak lah, gimana cara penangan ya, Fokus beribadah dan khusuk Tanyak cara penanganan Menanyakan dengan dokter Hubungan spiritual Konsultasi dengan tenanga medis Universitas Sumatera Utara 50 Universitas Sumatera Utara 51 Universitas Sumatera Utara 52 Universitas Sumatera Utara 53 Universitas Sumatera Utara 54 Universitas Sumatera Utara 55 Universitas Sumatera Utara 56 Universitas Sumatera Utara 57 Universitas Sumatera Utara 58 Universitas Sumatera Utara 59 Universitas Sumatera Utara 60 Universitas Sumatera Utara 61 Lampiran 6 Daftar Riwayat Hidup Nama : Fitri Mayang Sari Tempat, tanggal lahir : Kutacane, 06 April 1992 Jenis kelamin : Perempuan Agama : Islam Alamat rumah : Kumbang Indah, Kec. Badar. Aceh Tenggara Alamat kos : Jl. M. Yusuf. No.19, Medan Riwayat Pendidikan : 1. 1996 - 1998 : TK Kartika Kutacane 2. 1998 - 2004 : SD Negeri 1 Kutacane 3. 2004 - 2007 : SMP Negeri 1 Badar 4. 2007 - 2010 : SMA Negeri 1 Kuatacen 5. 2010-2013 : Akper Pemkab Aceh Tenggara 6. 2014 - Sekarang : Program Sarjana (S1) Fakultas Keperawatan USU Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Abraham, C & Shanley, E. (1996). Terjemahan. Psikologi sosial untuk perawat. Jakarta; EGC Badrujaman, A. (2008). Sosiologi untuk mahasiswa keperawatan. Jakarta Bobak (2005). Keperawatan Maternitas. Jakarta; EGC Boyke, D. N. (2002). Sehat Saat Menopause. Majalah Bungin, Burhan, H.M. (2012). Penelitian kulaitatif edisi kedua. Jakarta; kencana prenada media grup. Christiani, Sofia & Esti. (2000). Hubungan Persepsi Tentang Menopause Dengan Tingkat Kecemasan Pada wanita Yang Menghadapi Menopause. Jurnal Psikologi, No. 2, Hal 97. Yogyakarta Dalami, E. (2009). Asuhan keperawatan klien dengan gangguan jiwa. Jakarta Flyn, J. B & Heffron, P. B (1984). Nursing: From concept to practice. United Stated of America: Aprentice-Hall Publishing and Communication Co Gerungan, W. A (2009). Psikologi sosial. Bandung; Refika Aditama Hidayat, A, A. (2007). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta, Wijaya Grand Center, Edisi 2 Ibrahim, Z (2005). Psikologi wanita. Bandung; Pustaka hidayah Kasdu, D. (2002). Kiat sehat dan bahagia di usia menopause. Jakarta; Puspa Swara Keliat. (2007). Keperawatan pediatrik. Jakarta. EGC Kusmiran, E (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta; Salemba Medika Larasati T. (2000) Kualitas hidup pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Skripsi. UGM. Yogyakarta Livoti, C. E. (2006). Menyingkap tabir yang selama ini tersembunyi tentang vagina. Jakarta: PT. Ikrar mandiri abadi 38 Universitas Sumatera Utara 39 Nadia, H, W. (2006). Faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi adaptasi psikososial. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan Nirmala. (2003). Hidup sehat dengan menopause. Jakarta Northdrup, C, M. D. (2006), Bijak di saat menopause. Bandung; Jawa barat Palupi, P. (2010). Pengalaman Sexualitas Perempuan Menopoause Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Jurnal. Universitas Indonesia Polit, D. F & Beck, C, T. (2012). Nursing research; Generating and assessing evidence for nursing pratice. Lippincott; Williams & Wilkins Potter, P. A & Perry, A. G. (1999). Fundamental keperawatan; konsep, proses, dan praktik . (4th Ed). EGC Roy, S. C. (1981) Introduction to nursing: An adaption model (2 Ed). New Jersey: Prentice-Hall, Inc Rostiana, T & Kurniati. (2007). Kecemasan Pada Wanita Yang Menghadapi Menopause. Fakultas Psikologi. Universitas Gunadarma. Jawa Barat SARI, H. (2011). Hubungan kegiatan keagamaan dengan adaptasi psikososaial wanita menopause yang beragama islam di kelurahan Sunggal Kecamatan Medan sunggal. Skripsi. Universita Sumatera Utara. Medan Soedirham, O. (2008). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perempuan Dalam Menghadapi Menopause. Jurnal. Universitas Air Langga, Indonesia Sarwono, S. (2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta Spencer, B. (2007). Menopause. Indonesia; Erlangga Sugiyono. (2013). Metode penelitian Manajemen. Bandung Sunaryo. (2002). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta; EGC Tomey & Alligood (2006). Nursing Theorist and Their Work, (6 ed). Mosby/elsevier Yatim, F (2001). Haid tidak wajar dan menopause. Jakarta Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 1. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang berfungsi untuk menemukan dan memahami fenomena. Fenomenologi dalam ilmu keperawatan ialah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang mendasar dari pengalaman hidup pada kelompok masyarakat dengan fenomena yang dihadapi dalam suatu situasi tertentu. Fenomenologi yang akan digunakan dalam penelitian adalah fenomenologi deskriptif. Fenomenologi deskriptif menekankan pengalaman manusia, dengan gambaran yang cermat dari pengalaman kehidupan sehari-hari, menjelaskan hal-hal yang dialami manusia seperti mendengar, melihat, percaya, merasa, mengingat, memutuskan, menilai dan bertindak Polit & Back (2012). Penelitian fenomenologi ini digunakan untuk mengetahui bagaimana “adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause” sesuai dengan pengalaman mereka secara langsung. 2. Partisipan Jumlah partisipan dalam penelitian fenomenologi ini,biasanya lebih kurang 10 partisipan yang harus mengalami fenomena Polit & Back (2012). Menurut Sugiyono (2013) partisipan dianggap telah memadai bila datanya telah jenuh, artinya bahwa partisipan selanjutnya tidak lagi memberikan tambahan informasi yang baru. Pengambilan partisipan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik 17 Universitas Sumatera Utara 18 purposive sampling, yaitu dengan pertimbangan dan tujuan tertentu, sehingga memberikan data yang diperlukan. Adapun kriteria partisipan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Wanita yang mengalami menopause setelah 1 tahun b. Wanita menopause karena usia bukan karena pengangkatan rahim c. Tidak menggunakan terapi sulih hormon (hormon replacement therapy, HRT) d. Masih dapat mendengar dan berbicara dengan jelas e. Dapat berbahasa Indonesia dengan baik 3. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Tenggara dan penelitian akan dilakukan pada bulan November 2015 sampai Desember 2015. 4. Pertimbangan Etik Setelah memperoleh persetujuan,peneliti mencari partisipan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Memberi penjelasan makna, tujuan dan prosedur dari pelaksanaan peneliti. Jika calon partisipan bersedia menjadi partisipasi dalam penelitian, maka partisipan dipersilahkan untuk menandatangani informed consent (Lampiran 1). Apabila calon responden tidak bersedia, partisipan berhak untuk menolak. Penelitian ini tidak menimbulkan resiko bagi individu yang menjadi partisipan, baik resiko fisik maupun psikologis. Kerahasiaan data demografi dan informasi partisipan tetap dijaga dengan memberi inisial terhadap masing-masing data dan data yang diperoleh hanya digunakan untuk melengkapi data penelitian. Universitas Sumatera Utara 19 5. Pengumpulan Data 5.1. Metode Pengumpulan Data Metode penenlitianmenggunakan wawancara mendalam (in-depth interview) dan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari partisipan dengan menggunakan pertanyaan terbuka (open interview) yang disiapkan oleh peneliti. 5.2. Alat Pengumpulan data Alat yang digunakan berupa panduan wawancara (lampiran 3) beserta alat bantu catatan lapangan(field note) dan perekam suara(tape recorder) dalam wawancara. 5.3. Proses Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dilakukan setelah mendapat izin dari Dekan Fakultas Keperawatan USU dan memperoleh ethical clearance dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan USU. Selanjutnya, peneliti melakukan pilot study. Pilot study pada penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah peneliti sebagai instrumen sudah cukup baik dalam melakukan wawancara dan melakukan analisa data kualitatif. Hasil dari wawancara pilot study dibuat dalam transkrip dan dilakukan proses analisa data. Selanjutnya, dikonsulkan kepada dosen pembimbing. Setelah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, maka peneliti kemudian melakukan wawancara yang sesungguhnya kepada partisipan. Universitas Sumatera Utara 20 Kemudian peneliti meminta izin kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tenggara dan meminta izin kepada kepala desa untuk melakukan penelitian. Setelah memperoleh persetujuan, peneliti menjumpai bidan desa untuk memperoleh data yang lengkap untuk mempermudah menemukan partisipan, setelah itu peneliti melanjutkan penelitian dengan cara melakukan pendekatan dan memperkenalkan diri kepada partisipan dan menjelaskan prosedur dan tujuan penelitian ini dengan wawancara dilakukan selama waktu yang disepakati ± 60 menit setiap pertemuan 1-2 kali oleh peneliti, di rekam dengan menggunakan alat bantu perekam suara (tape recorder)sertacatatan (field note). Peneliti akan membuat transkrip hasil wawancara setiap kali selesai wawancara dan dibaca ulang, apabila ada hal-hal yang kurang jelas maka peneliti melakukan wawancara ulang terhadap subjek penelitian sampai data yang diperlukan terpenuhi. 6. Analisa Data Analisa data dalam penelitian fenomenologi menggunakan metode Collaizzi dalam Polit & Back, 2012, yaitu : a. Membaca seluruh protokol atau pernyataan partisipan. b. Meninjau kembali setiap pernyataan dan mensarikan pernyataan yang bermakna. c. Menguraikan arti dari setiap pernyataan yang signifikan (merumuskan makna). d. Mengorganisir makna yang dirumuskan ke dalam kelompok tema. Universitas Sumatera Utara 21 e. Mengintegrasikan hasil ke dalam uraian yang lengkap dari fenomena yang diteliti. f. Menyusun deskripsi yang lengkap tentang fenomena yang diteliti dalam pernyataan identifikasi yang sejelas mungkin. g. Meminta partisipan untuk melakukan validasi akhir. 7. Tingkat Kepercayaan Data Uji keabsahan data dapat dilakukan dengan cara uji kredibilitas (validasi internal), dependabilitas (reliabilitas), konfirmabilitas (objektifitas) dan transferabilitas (validitas eksternal) yang dikemukakan oleh Guba & Lincoln, 1985 dalam Polit & Beck, 2012. Kredibility merupakan kriteria untuk memenuhi nilai kebenaran dari data dan informasi yang dikumpulkan. Credibility pada penelitian ini akan dipertahankan peneliti melalui teknik prolonged engagement dan member checking. Prolonged engagement yaitu mengadakan pertemuan dengan partisipan 1-2 kali sehingga antara peneliti dan partisipan tumbuh hubungan saling percaya dan memiliki keterkaitan yang lama sehingga akan semakin akrab, semakin terbuka dalam memberikan informasi dan informasi yang diperoleh akan lebih lengkap. Peneliti juga melakukan member checking yaitu melakukan pengecekan data yang peneliti peroleh kepada partisipan dan hasil dari pengecekan tersebut disebut tema. Pengecekan tersebut langsung dilakukan pada saat wawancara dengan cara peneliti mengkonfirmasi perkataan dari partisipan secara berulang Universitas Sumatera Utara 22 sehingga antara peneliti dan partisipan memiliki pemahaman yang sama terhadap perkataan partisipan. Dependability pada penelitian ini dilakukan dengan memeriksa seluruh transkrip wawancara, catatan lapangan (field note) dan tabel analisis tema kepada ahli di kualitatif. Dalam hal ini dilakukan oleh pembimbing. Konfirmability mengacu pada objectivitas, potensial untuk keselarasan antara dua atau lebih orang meneliti tentang data yang akurat, relevan atau makna. Bahwa keterkaitan data mewakili suara informasi partisipan dalam kondisi penyelidikan. Transferability mengacu pada potensi sejauh mana temuan dapat ditransfer ke penerapan dalam pengaturan atau kelompok lain. Tanggung jawab penyidik adalah untuk menyediakan data deskriptif sehingga konsumen dapat mengevaluasi penerapan data dengan konteks lainnya, sehingga naturalis tidak biasa menentukan validitas eksternal dari penyidikan dan diperlukan untuk meningkatkan seseorang tertarik dalam membuat transfer mencapai suatu kesimpulan. Hasil penelitian dapat diterapkan dalam situasi atau kelompok yang lain. Kriteria ini digunakan untuk melihat bahwa hasil penelitian yang dilakukan dalam konteks (setting) tertentu dapat ditransfer ke subjek lain yang memiliki karakteristik yang sama. Universitas Sumatera Utara BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian fenomonologi ini menjelaskan tentang Adaptasi Psikososial Wanita Yang Menghadapi Menopause Di Kabupaten Aceh Tenggara. Hasil penelitian ini ditemukan lima tema yang menjelaskan tentang adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause. Pengumpulan data dilakukan melalui wanwancara secara mendalam. 1. Hasil Penelitian 1.1. Karakteristik Partisipan Table. 4.1.1. Karakteristik partisipan Kategori Umur Pekerjaan P1 P2 54 59 Guru Buruh P3 59 PNS Agama Islam Islam Islam Status Meni Meni Menikah Perkawinan kah kah P4 P5 P6 P7 P8 54 59 56 55 54 Ibu Guru Guru Pedagang Guru Rumah Tangga Islam Islam Islam Islam Islam Meni kah Janda Meni Menikah Meni kah kah Partisipan dalam penenlitian ini adalah wanita yang sudah menopause selama dua tahun. Jumlah partisipan delapan orang. Delapan partisipan yang menjadi sampel dalam penelitian ini semua yang termasuk kriteria dan bersedia untuk diwawancarai serta menandatangani inform consent sebelum wawancara dimulai. Semua partisipan berasal dari wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. 23 Universitas Sumatera Utara 24 1.2. Hasil Wawancara Adaptasi Psikososial Wanita Yang Menghadapi Menopause Dua tematelah ditemukan dari hasil wawancara, keduat tema tersebut adalah Perubahan wanita menopause dan Interaksi wanita menopause. 1. Menerima Perubahan Psikologis Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap delapan partisipan, ada enamsubtema yang didapatkan, yaitu: 1.1. Menerima dengan terpaksa Dua partisipan mengatakan menerima perubahan yang terjadi dengan terpaksa. Hal ini sesuai dengan pernyataan partisipan, yaitu sebagai berikut: ...”Ya bagaimana lah nak, mau gak mau ya harus mau dan menerima perubahan yang terjadi pada diri ibuk”... (partisipan 7)”... ...”Penyesuaian ibuk, ya harus terima lah, kan normal wanita mengalami seperti ibuk”... (Partisipan 5) 1.2. Menerima dengan tenang Satu partisipan mengatakan menerima perubahan yang terjadi dengan tenang. Hal ini sesuai dengan pernyataan partisipan, yaitu sebagai berikut: ...” Oh, Penyesuaian ibuk kin, ya, biasa lah ibuk sesuaikan karena kan ibuk merasa agak tenang menghadapinya, kan kalau kerja pun bebas dan leluasa”... (Partisipan 7) Universitas Sumatera Utara 25 1.3. Menerima dengan perasaan senang Dua partisipan mengatakan menerima perubahan dengan perasaan senang karena tidak datang bulan lagi. Hal ini sesuai dengan pernyataan partisipan, yaitu sebagai berikut: ...”Pendapat ibu tentang menopause, yaa gak datang bulan lagi dan wanita tidak subur lagi, ibu merasa senang karena tidak memikirkan datang bulan lagi”... (Partisipan 1) ...”Pendapat ibuk ya senang karena tidak datang bulan lagi”... (Partisipan 7) ...” Perasaan senang tadi lh, karena gak susah pakek pembalut lagi”... (Partisipan 1) 1.4. Menerima dengan merasa nyaman Dua partisipan merasa nyaman dengan keadaan menopause, hal tersebut sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Jadi ibu lebih nyaman dengan keadaan sekarang ini”... (Partisipan 1) ...” dan ibuk merasa sangat nyaman karna tidak memikirkan pakai pembalut apa lagi seperti ibuk orangnya sibuk”... (Partisipan 3) 1.5. Menerima dengan tidak khawatir Satu partisipan mengatakan tidak khawatir dengan keadaan menopause, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Ya... Lagi pula suami ibuk juga sangat mengerti tentang keadaan ibuk jadi ibuk gk kawatir memikirkan kalau ibuk udah menopause”... (Partispan 3) Universitas Sumatera Utara 26 1.6. Menerima dengan biasa saja Satu partisipan mengatakan biasa saja dengan keadaan menopause, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Perasaan ibuk, biasa aja, kan ibuk kurang lebih udah paham tentang menopause”... (Partisipan 8) 2. Gairah seksualitas menurun Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap delapan partisipan, ada tiga sub tema yang didapatkan, yaitu: 2.1. Gairah sex menurun Tiga partisipan mengatakan gairah sex menururun, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...” Emm... gairah sex ibuk berkurang, ibuk berpikir akibat pengaruh dari usia itu”... (Partisipan 2) ...”Tapi maaf ni, gairah ibuk menurun”... (Partisipan 4) ...”Ibuk sering menolak karena hasrat ibuk udah gak ada lagi kalau untuk berhubungan badan”... (Partisipan 7) 2.2. Sakit saat berhubungan badan Tiga partisipan mengatakan sakit saat berhubungan badan, sesuai dengan pernyataan sebagai berikut: ...”Ibuk merasa sakit saat berhubungan”... (Partisipan 1) ...”saat berhubungan itu, ibuk merasa sakit”... (Paartisipan 4) ...”Emm... Maaf ya, kalau berhubungan dengan suami, ibuk merasa sakit gitu”... (Partisipan 8) Universitas Sumatera Utara 27 2.3. Mengurangi berhubungan badan Dua partisipan mengatakan mengurangi berhubungan badan, sesuai dengan pernyataan sebagai berikut: ...”Hmm.. dengan mengurangi berhubungan lah”... (Partisipan 1) ...”Yaa, dengan mengurangi berhubungan badan”... (Partisipan 4) 3. Menyampaikan Keluh kesah kepada orang lain Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap delapan partisipan, ada tiga sub tema yang didapatkan, yaitu: Hubungan dengan keluarga, Hubungan dengan tetangga, Hubungan dengan teman kerja, hubungan spiritual dan konsultasi dengan tenaga kesehatan. 3.1. Hubungan dengan keluarga Tiga partisipan mengatakan hubungan dengan keluarga sama saja, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Kalau interaksi ibuk sama keluarga sama aja, gak ada ngaruhnya”... (Partisipan 3) ...”Interaksi sama keluarga, sama saja sebelum atau saat menghadapi menopause”... (Partisipan 8) ...:Kalau sama keluarga, ya seperti biasa”... (Partisipan 5) Dua partisipan mengatakan telah menjelaskan pada suami bahwasanya sudah menopause, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Kalau penjelasan pada suami ibuk ada, tetapi suami ibuk menanggapinya biasa aja”... (Partisipan 3) Universitas Sumatera Utara 28 ...”Ibuk menjelaskan kalau ibuk sudah tidak subur lagi dan untuk memiliki keturunan sudah tidak bisa lagi”... (Partisipan 6) Dua partisipan mengatakan bahwa menyampaikan keluhan sakit saat berhubungan badan kepada suami, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...” Ada sih ibuk jelasin, kadang saat berhubungan merasa sakit”... (Partisipan 1) ...”Ibuk jelaskan masalah itu, suami ibuk menanggapinya biasa aja, malah dikasih penegrtian sama ibu”... (Partisipan 8) Dua partisipan mengatakan bercerita kepada anak-anak telah menghadapi menopause, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Ibuk cerita sama anak ibuk yang kulyah diluar kota tadi kalau ibuk udah gak datang bulan”... (Partisipan 5) ...”Interkasi sama keluarga ibuk, ibuk sering mengeluh kalau capek sama anak ibuk”... (Partisipan 6) Tiga partisipan mengatakan emosi cepat meningkat kepada anakanak karena ada penyebabnya, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”tapi kalau dengan anak-anak di rumah biasa juga, kalau ada masalah, emosi ibuk cepat naik dan langsung marah-marah dan itupun karena ada penyebabnya”... (Pazrtisipan 1) ...”kalau emosi kan karena ada sebabnya, kalau salah tetap ibuk marah juga kadang sama anak2... tapi sebatas marah aja, gak trus di ingat2”... (Partispan 8) Universitas Sumatera Utara 29 ...”kalau emosi ibuk, kalau ada salah dibuat sama anak ibuk, langsung marah-marah lah ibuk, tapi kan karena ada sebab itupun”... (Partisipan 5) 3.2. Hubungan dengan tetangga Dua partisipan mengatakan bertanyaibuk-ibuk tetangga tentang keluhan, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Ibuk tanyak sama tetangga ini, bilangnya karena umur tua mungkin”... (Partisipan 2) ...”Ibuk sering bertanya sama mereka tentang menopause sama keluhan yang ibuk rasakan”... (Partispan 6) Satu partisipan mengatakan bercerita kepada ibuk tetangga tentang keluhan sakit saat berhubungan badan, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Ada, waktu itu ibuk cerita sakit saat berhubungan tapi itupun sekilas aja karena kan urusan pribada kali menurut ibuk”... (Partisipan 1) Tigapartisipan mengatakan hubungan dengan tetangga biasa saja, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...” interaksi ibuk biasa saja dan ibuk gk da cerita tentang masalah kalau ibuk menopause”... (Partisipan 4) ...”Kalau sama tetangga juga biasa aja”... (Partisipan 5) ..”Kalau sama tetangga ibuk jarang kumpul2, karena kan ibuk kerja smpek sore”... (Partisipan 3) Universitas Sumatera Utara 30 3.3. Hubungan dengan teman kerja Empatpartisipan mengatakan hubungan dengan teman kerja biasa saja, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Kalau sama kawan kawan ibu di sekolah ya biasa saja, sebelum dan sesudah menopause juga sering cerita-cerita, kadang masalah anak murid, guru guru telat datang”... (Partisipan 1) ...”Kalau untuk teman kerja, interaksi ya biasa saja”... (Partisipan 3) ...”Ibuk selalu gabung, komunikasi ibuk tetap baik sama mereka saat menghadapi menopause pun, ibuk gak ada cerita2, kalau ibuk tanyak pun, pasti mereka pada belum paham kan’... (Partisipan 5) ...”Interaksinya kalau urusan kerja aja, seperti biasa”... (Partisipan 8) 3.4. Hubungan spiritual Tiga partisipan mengatakan beribadah menjadi khusuk, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Beribadahpun menjadi khusuk”... (Partisipan 1) ...”Mmm... Selama ibuk gak datang bulan, ibadah ibuk semakin khusuk, maksudnya rutin gitu”... (Partisipan 5) ...”Ibuk fokus sama beribadah dirumah, malah lebih tenang dan khusuk pun”... (Partisipan 8) Universitas Sumatera Utara 31 3.5. Konsultasi dengan tenaga kesehatan Satu partisipan mengatakan bahwa mereka bertanya kepada dokter tentang keluhan, sesuai dengan pernyataan partisipan sebagai berikut: ...”Dokter menjelaskan kalau ibuk telah memasuki masa menopause, Jadi ibuk tanyak lah, gimana cara penangan ya (Partisipan 6) 2. Pembahasan 2.1. Interpretasi dan Diskusi Hasil Bagian ini akan membahas mengenai keseluruhan tema yang didapatkan dari hasil penelitian berhubungan dengan adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause di kabupaten aceh tengggara dan menguraikan tentang pembahasan hasil. 2.1.1. Menerima perubahan psikologis a. Menerima dengan terpaksa Pernyataan dari dua partisipan mengatakan menerima perubahan psikologis dengan terpaksa karena setiap wanita secara alamiah akan mengalami menopause yang dipengaruhi oleh salah satu faktor usia. Hal ini sesuai dengan teori Ibrahim (2005) menjelaskan pada diri wanita muncul semacam konflik dalam mempertahankan kewanitaannnya sampai menjelang terjadinya stagnasi pada organ reproduksinya. Akibatnya, kegiatan wanita semakin berlipat ganda dan itu mengarah kepada pusat-pusat yang mengancam ego. Maka, ia terpaksa mengalami kenyataan bahwasanya tidak subur lagi. Universitas Sumatera Utara 32 b. Menerima dengan tenang dan nyaman Tiga partisipan menyatakan bahwa menerima dengan tenang dan nyaman keadaan sekarang karena tidak susah untuk memakai atau mengganti pembalut dan aktifitas sehari-hari tidak terganggu. Hal ini sesuai dengan konsep Kasdu (2002) setiap perubahan di pengaruhi keadaan psikis seorang wanita. Keluhan psikis sifatnya sangat individual yang dipengaruhi oleh sosial budaya, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi. Jika seorang wanita sudah mempersiapkan diri menghadapi masa menopause dengan pengetahuan yang memadai, maka wanita merasa lebih nyaman dan risiko timbulnya keluhan tersebut akan menurun jika wanita mempersiapkan diri secara fisik dan psikis. c. Menerima dengan perasaan senang Pernyataan dari tiga partisipan mengatakan bahwa merasa senang karena tidak datang bulan lagi dan tidak memakai pembalutsehingga aktifitas ibadah menjadi lebih khusuk karena umumnya masyarakat Aceh mengutamakan unsur keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan ini sesuai dengan penelitian Palupi (2010) Bagi seorang wanita, menopause itu sendiri berarti datangnya masa tua dan dikenal sebagai masa berakhirnya menstruasi atau haid, sering dianggap momok dalam kehidupan wanita. Peralihan dari haid menjadi tidak haid lagi, otomatis menyebabkan perubahan pada organ reproduksi dan psikologis. Saat memasuki menopause, ada wanita yang menyambutnya dengan biasa saja dan merasa senang karena Universitas Sumatera Utara 33 menganggap kondisi ini sebagai bagian dari siklus kehidupan alamiah. 2.1.2. Gairah seksualitas menurun Lima partisipan mengatakan mereka mengalami gairah sex menurun dipengaruhi oleh hasrat tidak ada untuk berhubungan badan karena hormon progesteron telah berkurang dan merasa sakit saat berhubungan dengan suami. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Palupi (2010) menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang mempengaruhi penuruanan dalam seksualitas, salah satunya akibat perubahan hormonal. Hal ini sangat berkaitan pada saat menopause terjadi penurunan estradiol yang dapat mempengaruhi seksualitas. Seksualitas manusia mempengaruhi kualitas kehidupan manusia. Secara fisiologis terjadinya menopause sangat dipengaruhi oleh perubahan hormonal yaitu perubahan kadar estradiol yang diproduksi oleh kedua ovarium. Perubahan hormonal tersebut menyebabkan berbagai ketidaknyamanan, salah satu bentuk ketidaknyamanan tersebut adalah aspek seksualitas perempuan disebabkan karena turunya konsentrasi hormon estrogen, epitel vagina menipis dan pH vagina meningkat sehingga timbul kekeringan, rasa terbakar, iritasi dan bahkan terasa sakit (dyspareunia). Keadaan ini akan menimbulkan rasa sakit waktu melakukan hubungan seksual sehingga terpaksa tidak mampu menolak ajakan suami. Kondisi selanjutnya dapat menggangu kehidupan seksual kedua belah pihak. Penelitian ini sejalan dengan pernyataan signifikan sakit saat berhubungan badan dengan suami dan sebagian besar wanita menopause menyebabkan mereka kehilangan gairah seksual. Universitas Sumatera Utara 34 2.1.3. Menyampaikan keluh kesah kepada orang lain a. Hubungan dengan keluarga, tetangga dan lingkungan Keseluruhan partisipan menyatakan bahwa menyampaikan keluh kesah terhadap orang sekitar dan interaksi tetap terjaga dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya termasuk hubungan dengan keluarga, lingkungan dan kelompok. Pernyataan ini disesuaikan dengan pernyataan Soedirham (2008) pada dasarnya dukungan dari keluarga terutama suami dan relasi/ teman dekat yang sudah mengalami menopause dengan sukses baik beberapa obrolan ringan atau berbagi pengalaman dengan siapa saja yang pernah mengalami hal yang sama, sering sekali akan sangat membantu wanita menopause dalam beradaptasi. Hasil penelitian Larasati (2000) dalam aspek hubungan sosial subjek mempunyai banyak sahabat dan sering berkumpul di waktu senggang. Dukungan subjek saat menopause ini di dapat subjek dari kelurag dan teman. Mereka mendukung dalam segala hal yang terbaik untuk subjek. Begitu juga keluarga menerima keadaan subjek yang sekarang dengan tetap memberikan kasih sayang dan perhatian. Hubungan subjek dengan orang-orang sekitar cukup baik. Pada aspek lingkungan setipa tindakan yang dilakukan subjek tidak mendapat tekanan dari manapun dan memberi rasa aman. Subjek berinteraksi dengan lingkungan tempat tinggalnya. Menurut Nadia (2006) salah satu faktor penting yang menyebabkan wanita menopause mempunyai fungsi sosial dan bisa beradaptasi dengan baik adalah kesehatan yang optimal dapat menyebabkan Universitas Sumatera Utara 35 mereka beradaptasi dalam kegiatan sosial. Pernyataan ini sesuai dengan pernyataan partisipan bahwa mereka bercerita bersama ibukibuk tetangga dan teman kerja masalah menopause. b. Hubungan spiritual Tiga partisipan menyatakan beribadah menjadi khusuk sehingga wanita menopause lebih rutin mengikuti kegiatan mengaji (wirit yasin), sholat berjama’ah dan zikir akbar bersama setiap bulannya. Hal ini sesuai dengan teori Potter & Perry (1993) setiap umat yang beragama mempunyai kepercayaan akan sesuatu yang Maha Besar. Perasaan menyatu dengan alam dan dunia sebagai suatu kesatuan serta perasaan positif akan tujuan dan makna kehidupan. Banyak wanita yang sudah lanjut usia menemukan agama sebagai sumber kebahagiaan yang lebih besar dari pada yang mereka peroleh sewaktu masih muda. Kecendrungan terhadap agama memberikan ketenangan dan ketentraman kepada wanita menopause dikala mereka mendekatkan diri dan mengabdi kepada yang Maha Kuasa. Hasil penenelitian Nadia (2006) pengaruh antara religi dan keyakinan dengan adaptasi psikososial responden didukung oleh gambaran mayoritas dan keyakinan dimana sebahagian besar responden mempunyai kegiatan keagamaan (90,6%) dan mereka yang mengikuti kegiatan keagamaan seutuhnya, merasa nyaman dan tenang setelah mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dapat diambil kesimpulan dan saran mengenai Adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause di Kabupaten Aceh Tenggara. 1. Kesimpulan Hasil penelitian yang berjudul adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause di Kabupaten Aceh Tenggara menemukan dua thema dari hasil wawancara, kedua tema tersebut adalah Tiga tematelah ditemukan dari hasil wawancara, ketiga tema tersebut adalah menerima perubahan psikologis, gairah seksualitas menurun dan menyampaikan keluh kesah kepada orang lain. Hasil penelitian ini menyatakan adaptasi wanita yang menghadapi menopause adalah dengan perubahan psikologis yaitu, menerima perubahan dengan terpksa, tenang, perasaan sennag, nyaman, dan tidak khawatir. Hasil penelitian ini menyatakanmenyampaikan keluh kesah kepada orang lain adalah hubungan dengan keluarga yaitu dengan biasa saja, menjelaskan / menyampaikan pada suami tentang keluhan sakit saat berhubungan badan, emosi meningkat kepada anak-anak apabila ada penyebab masalah. Hubungan dengan tetangga yaitu, dengan biasa saja. Hubungan dengan teman kerja yaitu, biasa saja dan hubungan spiritual yaitu, ibadah menjadi khusuk. 36 Universitas Sumatera Utara 37 2. Saran 2.1. Bagi Pelaksana Keperawatan Pelayanan keperawatan diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan secara holistik pada wanita yang menghadapi menopause. Asuhan yang dapat diberikan meliputi pendidikan kesehatan dalam bentuk pemberian penjelasan tentang proses menopause. 2.2. Bagi Pendidikan Keperawatan Perlunya diberikan penekanan materi tentang adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause sehingga perawat memiliki kompetensi untuk mendukung wanita yang menghadapi menopause. 2.3. Bagi Peneliti Selanjutnya Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause misalnya hubungan pengalaman masa lalu dengan adaptasi psikososial wanita menopause, hubungan status gizi dengan adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause. Universitas Sumatera Utara BAB II TINJAUAN TEORITIS 1. Konsep Menopause 1.1. Defenisi Menopause Menopause dari bahasa Latin, Mensis, bulan, dan bahasa Yunani pausis, berhenti merujuk hanya pada periode menstruasi terakhir. Menopause baru bisa ditentukan dengan pasti satu tahun setelah menstruasi berhenti. Usia ratarata terjadinya menopause alami ialah 51,4 tahun, dengan rentang umur dari 35 sampai 60 tahun Bobak (2005). Menurut Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary menopause adalah periode menstruasi terakhir dan terjadi ketika hormon-hormon yang mengontrol siklus menstruasi berada dalam kadar yang sangat rendah sehingga menstruasi tidak mungkin terjadi lagi. Dimana, kadar estrogen dan progesteron turun dengan dramatis karena ovarium berhenti merespons FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (Luteinising hormone) yang diproduksi oleh kelenjar hipopisa yang ada di otak Kasdu ( 2002). Nirmala (2003) juga mendefenisikan menopause adalah kejadian biasa yang dihadapi wanita menopause ketika tahun-tahun kesuburannya menurun, sehingga bagi sebagian wanita menimbulkan rasa cemas dan risau, sementara bagi wanita yang lain mendatangkan rasa percaya diri. Menopause secara klinis dimana seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama satu tahun, yang diawali dengan tidak teraturnya periode menstruasi dan diikuti dengan berhentinya periode mentruasi Northdrup (2006). 6 Universitas Sumatera Utara 7 Dengan demikian dapat disimpulkan menopause adalah masa berakhirnya reproduksi wanita yang disebabkan oleh berkurangnya hormon estrogen dan progesteron yang ditandai dengan berhentinya menstruasi seiring dengan bertambahnya usia ditandai dengan gejala perubahan fisik dan psikologis. 1.2. Tahap Terjadinya Menopause Klimakterium (perimenopause) adalah fase transisi di mana fungsi ovarium dan produksi hormon menurun. Fase ini mempunyai rentang waktu sejak awitan penurunan ovarium pramenopause sampai masa pascamenopause, yakni saat gejala-gejala berhenti. Menopuase bisa ditentukan dengan pasti satu tahun setelah menstruasi berhenti Bobak (2005). 1.3. Perubahan Wanita Menopause Perubahan pada wanita menopause menurut Kasdu ( 2002) adalah : Perubahan organ reproduksi pada rahim yang mengalami atropi, panjangnya menyusut dan dindingnya menipis serta jaringan miometrium (otot rahim) menjadi sedikit dan lebih banyak mengandung jaringan fibriotik (sifat berserabut secara berlebihan). Leher rahim menyusut tidak menonjol ke dalam vagina bahkan lama-lama akan merata dengan dinding vagina dan saluran telur menjadi lebih pendek, menipis, dan mengerut. Ukuran indung telur mengecil dan permukaannya menjadi keriput, terjadi sklerosis (penebalan) dini pada sistem pembuluh darah indung telur sehingga diperkirakan sebagai penyebab utama gangguan vaskulirisasi (pembuluh Universitas Sumatera Utara 8 darah) indung telur. Serviks juga mengalami pengerutan dan memendek, otot vagina mengalami kontraktur (melemahnya otot jaringan). Jaringan vulva (mulut kemaluan) menipis karena berkurang dan hilangnya jaringan lemak serta jaringan elastik. Payudara mengecil, mendatar, dan mengendor. Perubahan hormonyang berlebihan atau kurang tentu mengakibatkan timbulnya suatu reaksi. Pada kondisi menopause reaksi yang nyata adalah perubahan hormon estrogen yang menjadi berkurang dan perubahan pada hormon lainnya, seperti progesteron serta mempengaruhi langsung kondisi fisik dan juga psikis. Selain perubahan fisik, Perubahan Psikisjuga sangat mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita dalam menjalani masa menopause, mereka cemas dengan berakhirnya era reproduksi yang berarti berhentinya nafsu seksual dan fisik. 1.4. Gejala Fisik Wanita Menopause Menurut (Northrup, 2006, livito, 2006) gejala fisik pada wanita menopause, seperti, serangan rasa panas terjadi karena jaringan-jaringan yang sensitif atau yang bergantung pada kadar estrogen yang menurun. Pancaran panas diperkirakan akibat dari pengaruh hormon pada bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur temperatur tubuh. Gejala yang terjadi sekitar 70-80% dari semua wanita. Keringat berlebihan merupakan suatu kesatuan dengan rasa panas dan dapat menjadi faktor yang berperan pada gangguan tidur. Gangguan sistem konstitusional berupa jantung berdebardebar, nyeri tulang belakang, nyeri otot, dan migren. Gejala ini jarang yang berbahaya, meskipun kadang bisa terasa sangat menakutkan. Itu merupakan Universitas Sumatera Utara 9 akibat dari ketidakseimbangan antara syaraf simpatik dan parasimpatik, serta sering berkaitan dengan ketakutan dan kecemasan. Disfungsi seksual sebagai akibat wajar dari menopause. Sementara keinginan seksual secara alami berkurang seiring dengan meningkatnya usia, merupakan tantangan tersendiri untuk melanjutkan seks setelah menopause. Tanpa estrogen yang mempertahankan kesehatan vagina, vagina menjadi kering, rapuh dan mengalami atrofi, membuat hubungan seks menyakitkan dalam berhubungan. Hilangnya hasrat seksual atau menurunnya libido karena kadar hormon estrogen yang menurun atau menipisnya jaringan vagina. Beberapa wanita juga mengalami penurunan dalam kadar testosteron, ini dapat mengakibatkan hilangnya hasrat seksual. 1.5. Gejala Psikologis Wanita Menopause Menurut (Yatim, 2001, Kasdu, 2002) gejala psikis wanita menopause berupa, gejala emosi seperti rasa tegang dan cemas, rasa tertekan, mudah tersinggung, sedih tidak menentu dan emosi berubah-ubah. Perubahan prilaku dengan menghindari hubungan sosial dan mengasingkan diri, perubahan gairah seksual, bisa meningkat atau berkurang. Mungkin perubahan ini hanya merupakan bagian dari tumbuh menjadi tua, tetapi perubahan ini sangat tergantung pada pandangan masing-masing wanita terhadap menopause, termasuk pengetahuannya tentang menopause. Karena pengetahuan yang cukup akan membantu mereka memahami dan mempersiapkan dirinya menjalani masa ini dengan baik. Selain itu, latar belakang masing-masing wanita sangat berpengaruh terhadap kondisi wanita dalam menjalani masa Universitas Sumatera Utara 10 menopause, misalnya apakah wanita tersebut menikah atau tidak, mempunyai suami, anak, cucu atau keluarga yang membahagiakannya, serta yang mengisi aktivitas sehari-harinya. 2. Adaptasi Psikososial 2.1. Defenisi Adaptasi Adaptasi adalah proses di mana dimensi fisiologis dan psikososial berubah dalam berespons terhadap stres. Proses adaptif terjadi ketika stimulus dari lingkungan internal dan eksternal menyebabkan penyimpangan keseimbangan organisme Potter & Perry (1999). Menurut Gerungan (2009) adaptasi adalah suatu cara penyesuaian yang berorientasi pada tugas (taks oriented) ketika tingkah laku mengganggu integritas individu, hal ini dianggap maladaptif. Penyesuaian diri adalah mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri) Sunaryo (2002). Adaptasi mengacu pada proses dan hasil dimana pemikiran dan perasa’an orang sebagai individu maupun kelompok, menggunakan kesadaran dan pilihan untuk membuat integrasi manusia dan lingkungan Tomey & Alligood (2006). 2.2. Defenisi Psikososial Psikososial adalah hubungan interaksi perilaku antara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok Universitas Sumatera Utara 11 Sarwono (2009). Menurut Nadia (2006) psikososial adalah menyangkut aktivitas dan masalah sosial yang timbul sehubungan dengan faktor psikologis atau proses mental. Adaptasi psikososial cara individu untuk menyesuaikan status mental dan emosionalnya terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan sosialnya Nadia (2006). Erikson dalam Keliat (2007) menjelaskan perkembangan individu terjadi secara simultan antara dimensi fisik, kognitif, psikososial moral, dan spiritual. bahwa perkembangan psikososial mempunyai delapan tahap perkembangan, yaitu bayi, kanak-kanak, prasekolah, usia sekolah, remaja, dewasa muda, dewasa, dan lanjut usia. 2.3. Adaptasi Psikologis wanita menopause Masa menopause memiliki nilai penting yang besar dalam kehidupan wanita, karena masa ini menimbulkan berbagai gangguan psikis yang krusial. Perubahan hormon yang terjadi pada tubuh wanita menimbulkan pengaruh psikologis. Menopause memiliki tahap pengantar, sama dengan tahap prabalig pada masa pubertas. Wanita menopause pada masa ini mengalami proses biologis yang bersifat internal sebelum mengalami perubahanperubahan fisik yang bersifat eksternal. Tanda-tanda internal disertai tandatanda penuaan dini, sehingga wanita semakin memperhatikan dirinya. Pada diri wanita muncul semacam konflik dalam mempertahankan kewanitaannya sampai menjelang terjadinya stagnasi pada organ reproduksinya. Akibatnya, kegiatan wanita semakin berlipat ganda dan kegiatan itu mengarah kepada Universitas Sumatera Utara 12 pusat-pusat yang mengancam ego (Ibrahim, 2005). Wanita yang mengalami menopause merasakan pergeseran dan perubahan-perubahan fisik dan psikis yang mengakibatkan timbulnya satu krisis dan dimanifestasikan diri dalam simton-simtom psikologis antara lain adalah depresi, murung, mudah tersinggung dan mudah jadi marah, mudah curiga, diliputi banyak kecemasan, insomia atau tidak bisa tidur karena sangat bingung dan gelisah. Menopause sangat tergantung pada masing-masing individu. Pengaruh ini sangat tergantung pada pandangan masing-masing wanita terhadap menopause, termasuk pengetahuannya tentang menopause. Beberapa wanita yang memasuki masa menopause dengan penuh kecemasan. Mereka cemas dengan berakhirnya era reproduksi yang berhentinya nafsu seksual dan fisik. Keadaan ini dikhawatirkan akan mempengaruhi hubungannya dengan suami maupun lingkungan sosialnya Kasdu (2002). 3. Konsep Sosial 3.1. Defenisi sosial Manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang selalu membutuhkan sesamanya dalam kehidupannya sehari-hari Sarwono (2009). Menurut Nadia (2006) sosial adalah segala sesuatu yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bersama kehidupan bersama berdasarkan suatu sistem nilai dan norma yang berlaku pada sistem masyarakat pada waktu tertentu. Sosial berasal dari bahas Latin yaitu socius yang berarti segala sesuatu yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bersama.Seseorang yang sehat mentalnya akan bereaksi dengan cara yang Universitas Sumatera Utara 13 positif dalam banyak situasi. Berbeda dengan orang yang tidak stabil mentalnya, ia akan bereaksi negatif terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Pemikiran yang irasional (tidak rasional) merupakan salah satu tanda kurang sehatnya kondisi psikososial seseorang. Sering munculnya prasangka buruk atau pikiran negatif (negatif thinking) terhadap banyak hal yang ada dalam hidup adalah salah satu wujud nyata dari kondisi psikososial yang buruk, yang bisa mengarah pada hubungan sosial yang buruk pula. Psikososial adalah setiap perubahan dalam kehidupan individu, baik yang bersifat psikologik maupun social yang mempunyai pengaruh timbale balik. Masalah psikososial adalahmasalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang mempunyai pengaruh timbale balik, sebagai akibatterjadinya perubahan social dan atau gejolak social dalam masyarakat yang dapat menimbulkangangguan jiwa. 3.2. Bentuk interaksi sosial Menekankan pada hubungan yang dekat dan dinamis, dekat antara aspek psikologis dari pengalaman sesorang (pemikiran, perasaan, tingkah laku) dan pengalaman sosial yang ada disekelilingnya (hubungan dengan orang lain, tradisi, budaya), yang secara terus menerus saling mempengaruhi satu sama lain. Keberadaan para saudara, teman dan rekan sejawat dalam menghadapi stress atau masalah yang dapat menganggu keberlangsungan hidupnya seharihari. Dukungan sosial memiliki 2 aspek utama, dukungan sosial struktural dan dukungan sosial fungsional. Dukungan struktural menyangkut jaringan hubungan sosial yang dimiliki individu, misalnya status pernikahan, dan Universitas Sumatera Utara 14 jumlah teman yang dimiliki. Dukungan sosial fungsional lebih menekankan pada kualitas dari hubungan sosial yang dimiliki, seperti keharmonisan rumah tangga Widury(2005) Dalami (2009) menyebutkaninteraksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Ada empat bentuk interaksi sosial, berupa : Kerjasama (cooperation), persaingan (competition), pertikaian (conflict), akomodasi atau penyesuaian diri (accomodation). 3.2.1. Interaksi Sosial Asosiatif Asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerja sama. Pembagiannya, kerja sama (cooperation) bentuk utama dari proses interaksi sosial karena pada dasarnya interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang bertujuan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan bersama. 4 macam kerjasama, yaitu, kerja sama spontan (spontaneous cooperation) kerjasama yang timbul secara spontan. Kerja sama langsung (directed cooperation) kerjasama karena adanya perintah atasan/penguasa. Kerja sama kontrak (contractual cooperation) kerjasama yang berlangsung atas dasar ketentuan tertentu yang disetujui dalam jangka waktu tertentu. Kerja sama tradisional (traditional cooperation) kerjasama karena sistem tradisi yang kondusif. Akomodasi (accomodation) adala`h proses penyesuaian sosial dalam interaksi antarindividu dan antar kelompok untuk meredakan pertentangan. Tujuan akomodasi, mengurangi perbedaan pandangan, pertentangan politik, atau permusuhan antar suku atau antar negara. Mencegah terjadinya ledakan konflik yang mengarah pada benturan fisik. Universitas Sumatera Utara 15 Mengupayakan terjadinya akomodasi di antara masyarakat yang dipisahkan oleh sistem kelas atau kasta. Mengupayakan terjadinya proses pembauran atau asimilasi di antara kelompok kesukuan atau ras.Asimilasi (assimilation)proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga masing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama.Akulturasi (acculturation)proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri. 3.2.2. Interaksi Sosial Disosiatif Disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan perpecahan. Pembagiannya :Persaingan (competition)perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik. Kontraversibentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Pertentangan / Konflik Sosialproses sosial antarperorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam jurang pemisah diantara mereka(Sunaryo, 2002, Badrujaman, 2008). Larasati (2000) menjelaskan dalam beberapa kasus wanita yangmengalami menopause mulai menarikdiri dari pergaulan sosial karena merasa dirinya tidak ada harganya dan merasa tidak berguna lagi. Seperti membatasi untuk berinteraksi sosial dengan teman maupun dengan keluarga. Mereka lebih suka menyendiri jauh dari keramaian. Wanita yang Universitas Sumatera Utara 16 mengalami menopause akan membutuhkan keluarga dan teman-teman terdekat sebagai dukungan agar tidak minder dalam beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu adanya motivasi dari dirinya untuk menjalani hidupnya dengan penuh semangat (kualitas hidup yang baik). 3.3. Psikososial Wanita Menopause Kehadiran masa menopause pada wanita memiliki dampak psikologis yang perlu dipahami untuk menjaga kesejahteraan hidup manusia fisik dan nonmoral. Individu yang mengalami transisi dalam kehidupannya, baik dalam pekerjaan, rumah tangga, hubungan sosial, yang semunanya itu dapat memicu timbul nya stress pada wanita menopause Irmawati (2008). Menurut Kasdu (2002) wanita yang memasuki menopause, tidak jarang merasa tidak sempurna lagi sebagai wanita. Kondisi ini sering menimbulkan tekanan psikologis. Jika tekanan ini tidak diatasi akan berkembang menjadi stres yang berdampak buruk pada kehidupan sosial seorang wanita. Selain perubahan fisik yang dialami wanita menopause, perubahan psikologis juga sangat mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita dalam menjalani masa menopause. Perubahan yang terjadi pada wanita menopause adalah mudah merasa tegang dalam kehidupan wanita seperti merawat orang tua lanjut usia, memasuki masa pensiun, melihat anak-anak tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah serta penyesuaian lain dalam kehidupan. Ketegangan inidapat menimbulkan gejala pada fisik dan psikis, termasuk menjadi pelupa, kurangdapat memusatkan perhatian, mudah cemas, mudah marah dan depresi (Palupi, 2010). Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Secara umum menopause merupakan fase terakhir perdarahan haid dan kemampuan reproduksi wanita berakhir dan terjadi secara alamiah Kasdu (2002). Northrup (2006) mendefenisikan menopause secara klinis dimana seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama satu tahun, yang diawali dengan tidak teraturnya periode menstruasi dan diikuti dengan berhentinya periode mentruasi. Menurut Nirmala (2003) menopause adalah kejadian biasa yang dihadapi wanita menopause ketika tahun-tahun kesuburannya menurun, sehingga bagi sebagian wanita menimbulkan rasa cemas dan risau, sementara bagi wanita yang lain mendatangkan rasa percaya diri. Jika dipersiapkan dengan baik, menopause dapat menjadi masa regenarasi bagi wanita. Masalahnya, lingkungan tidak membantu persiapan ini dan perhatian meraka jauh lebih dicurahkan untuk mendampingi wanita dalam mempersiapkan pertunangan, perkawinan, persalinan, kelahiran, dan tuntutan mendampingi anak balita, remaja dan seterusnya. Umumnya gejala fisik dan psikologis pada wanita menopause, seperti hot flushes (rasa panas) pada wajah, leher, dada yang berlangsung selama beberapa menit, pusing dan lemah. Sedangkan gejala psikologis berupa mudah tersinggung, depresi, cemas, suasana hati (mood) yang tidak menentu, dan susah untuk berkonsentrasi spencer (2007). Menurut nirmala (2003) wanita menopause juga mengeluh mengalami kerontokan rambut, sulit tidur, atau tidak lagi menikmati hubungan seksual. Kasdu (2002) menjelaskan kseluhan psikis pada menopause 1 Universitas Sumatera Utara 2 sifatnya individual yang dipengaruhi oleh sosial budaya, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi. Persoalan perubahan fisik pada tubuhnya yang ditandai dengan menurunnya produksi hormon, menstruasi tidak teratur dan keadaan fertilitas digantikan dengan infertilitas, sedangkan perubahan psikologis terjadi karena produksi hormon estrogen di indung telur tiba-tiba berhenti, biasanya di tandai dengan terjadinya perasaan mudah cemas dan depresi (Monopausel depression) Palupi (2012). Adaptasi merupakan pertahanan yang didapat sejak lahir atau diperoleh karena belajar dari pengalaman untuk mengatasi stres. Adaptasi melibatkan refleks, mekanisme otomatis untuk perlindungan, mekanisme koping, dan idealnya dapat mengarah pada penyesuaian atau penguasaan situasi Potter & Perry (1999). Apabila seseorang mengalami hambatan atau kesulitan dalam beradaptasi, baik berupa tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi dapat menimbulkan stres Sunaryo (2002). Psikososial adalah hubungan interaksi perilaku antara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok Sarwono (2009). Menurut larasati (2000) wanita yang mengalami menopause mulai menarikdiri dari pergaulan sosial karena merasa dirinya tidak ada harganya dan merasa tidak berguna lagi. Seperti membatasi untuk berinteraksi sosial dengan teman maupun dengan keluarga. Mereka lebih suka jauh dari keramaian. Wanita yang mengalami menopause akan membutuhkan keluarga dan teman-teman terdekat sebagai dukungan agar tidak minder dalam beradaptasi dengan Universitas Sumatera Utara 3 lingkungan dan adanya motivasi dari dirinya untuk menjalani hidupnya dengan penuh semangat. Adaptasi psikososial merupakan cara individu untuk menyesuaikan status mental dan emosionalnya terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan sosialnya nadia (2006).Adaptasi psikososial melibatkan cara seseorang menyesuaikan diri secara emosional dan mental sebagai self sistem. Hubungan individu dengan orang lain dan pada masyarakat pada umumnya Sari (2011).Menurut Ibrahim (2005) kegiatan wanita pada masa menopause merupakan salah satu mekanisme pertahanan ego, di mana ia berusaha untuk merespon kematian parsial yang mengancamnya dan merasa bahwa ia berada di depan pintu penuaan serta muncul semacam konflik dalam mempertahankan kewanitaannya sampai menjelang terjadinya stagnasi pada organ reproduksinya. Perubahan yang terjadi di masa menopause tidak hannya mencakup terhentinya produksi fisiologis, tetapi juga berarti adanya gangguan total dan mengarah kepada pusat-pusat yang mengancam ego. Sedikit demi sedikit wanita kehilangan yang pernah ia raih di masa pubertas, sehingga kecantikannya mulai sirna. Pada saat inilah perilaku wanita berubah. Hasil penelitian Crhristiani, sofia & Esti (2002) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, hasil perhitungan dengan menggunakan Teknik Korelasi Product Moment (dengantaraf signifikansi 0,01) diperoleh koefisien korelasi sebesar – 0,568, berarti terdapat hubungan yang negatif antara persepsi tentang menopause dengan tingkat kecemasan pada wanita yang sedang menghadapi menopause. Semakin positif persepsi seorang wanita tentang menopause, maka akan semakin Universitas Sumatera Utara 4 rendah tingkat kecemasannya. Demikian pula sebaliknya, semakin negatif persepsiseseorang tentang menopause, maka akan semakin tinggi tingkat kecemasannya, menopause suatu masa transisi dari periode reproduktif ke periode non reproduktif, menuntut penyesuaian diri terhadap perubahan fisik dan peranan. Pandangan seseorang mengenai menopause sangat mempengaruhi perubahan psikologis dan dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri individu dan lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa ada tingkat kecemasan pada wanita yang menghadapi menopause. Wanita yang memiliki persepsi negatif tentang menopause akan menganggap menopause merupakan persoalan yang mengganggu dirinya, akibatnya muncul simtom-simtom, baik simtom fisiologis maupun psikologis. Sebaliknya persepsi yang positif tentang menopause akan membuat wanita menganggap menopause sebagai peristiwa yang wajar yang akan dialami oleh setiap wanita. Perubahan psikis sangat mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita dalam menjalani masa menopause. Di kabupaten Aceh Tenggara ditemukan wanita menopause yang kurang mampu beradaptasi dengan lingkungannya, mudah tersinggung dari pergaulan sosial karena banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi pada masa menopause. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan fisik, psiko, sosial dan spiritual khususnya pada wanita menopause, peneliti ingin melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan “Adaptasi Psikososial Wanita Yang Menghadapi Menopause” agar memberi perhatian yang lebih besar dan dapat membantu mereka dalam beradaptasi terhadap perubahan-perubahan tersebut. Universitas Sumatera Utara 5 2. Perumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah fenomena adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause di Kabupaten Aceh Tenggara. 3. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untukmenggali fenomena adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause. 4. Manfaat Penenlitian 4.1. Bagi pendidikan keperawatan Hasil penilitian ini diharapkan sebagai pengembangan informasi dan pengetahuan bagi mahasiswa yang berhubungan dengan adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause. 4.2. Bagi pelayanan keperawatan Hasil penilitian ini diharapkan sebagai pengembangan informasi dan pengetahuan bagi perawat dalam adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. 4.3. Bagi penelitian keperawatan Hasil penilitian ini diharapkan sebagai masukan atau sumber data bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan adaptasi psikososial wanita yang menghadapi menopause. Universitas Sumatera Utara Title of the Thesis Name of Student Student ID Number Department Academic Year : Psychosocial Adaptation in Menopause Women in Aceh Tenggara Regency : Fitri Mayang Sari : 141121021 : S-1 (Undergraduate) Nursing : 2016 ABSTRACT Menopause is the last period of menstruation and occurs when hormones which control menstruation cycles are in the lowest content so that menstruation will stop. Here, estrogen and progesterone content dramatically decreases because ovary stops responding follicle stimulating hormone (FSH) and Luteinising hormone (LH) produced by pituitary gland in brain. The research used in-depth interview method and elicited a lot of information from participants by conducting open interview prepared by the researcher. The criteria of the participants were as follows: women who underwent menopause for one year, women who had menopause because of age and not because of the removal of the uterus, no hormone replacement therapy (HRT), women who could hear and talk clearly, and women who could speak Indonesian well. The research used phenomenological design which was aimed to explore psychological adaptation of a woman whgo underwent menopause in Aceh Tenggara Regency. It also used qualitative method with Collaizi data analysis. The result of the research showed that there were three themes: the respondents accepted their psychological changes, their sexual desire decreased, and they expressed their complaint to other people. It is recommended that nurses practitioners be able to provide nursing care holistically through health education in the form of explanation for menopause women. Keywords: Psychosocial Adaptation, Menopause Women ix Universitas Sumatera Utara x Universitas Sumatera Utara ADAPTASI PSIKOSOSIAL WANITA YANG MENGHADAPI MENOPAUSE DI KABUPATEN ACEH TENGGARA SKRIPSI Oleh Fitri Mayang Sari 141121021 FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2016 Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Studi Fenomenologi: Adaptasi Psikososial Wanita Yang Menghadapi Menopause Di Kabupaten Aceh Tenggara”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat bagi penulis untuk menyelesaikan pendidikan dan mencapai gelar sarjana di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan. Pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini, yaitu kepada: 1. dr. Dedi Ardinata, M. Kes selaku Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara 2. Setiawan, S.Kp., MNS., Ph. D selaku dosen pembimbing dalam penyusunan skripsi ini yang telah memberikan bimbingan dan dorongan kepada peneliti hingga skripsi ini selesai. 3. Dr. Siti Saidah Nasution, S. Kp. M. Kep selaku dosen penguji I dan Ellyta Aizar, S.Kp. M. Kep selaku dosen penguji II yang memberikan kritik serta masukan dan saran kepada peneliti. 4. Seluruh dosen, staf dan pegawai administrasi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. 5. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara yang telah mengizinkan peneliti mengambil data untuk melakukan penelitian. iv Universitas Sumatera Utara 6. Semua partisipan yang telah bersedia dan berpartisipasi dalam penelitian peneliti. 7. Ayahanda dan Ibunda serta adik-adik tersayang yang telah memberikan doa, dukungan dan semangat kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 8. Teman-teman seangkatan 2014 S1 keperawatan Ekstensi, khususnya sahabat-sahabat terkasih yang telah memberikan dukungan kepada peneliti. 9. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari skripsi ini masih terdapat kekurangan, oleh sebab itu peneliti mengharapkan adanya masukan dan saran untuk perbaikan di masa yang akan datang. Peneliti berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan ilmu dan praktik keperawatan. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih. Medan, Februari 2016 (Fitri Mayang Sari) NIM. 1411210121 v Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................... LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... HALAMAN PERNYATAAN ...................................................................... PRAKATA ................................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................ DAFTAR TABEL ........................................................................................ ABSTRAK .................................................................................................... ABSTRACT ................................................................................................... i ii iii iv vi viii ix x BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................ 1. Latar Belakang ............................................................................... 2. Perumusan Masalah........................................................................ 3. Tujuan Penelitian............................................................................ 4. Manfaat Penelitian.......................................................................... 4.1 Praktek Keperawatan ............................................................... 4.2 Pendidikan Keperawatan ......................................................... 4.3 Penelitian Keperawatan ........................................................... 1 1 5 5 5 5 5 5 BAB II. TINJAUAN TEORITIS ................................................................ 1. Konsep Menopause ....................................................................... 1.1 Definisi Menopause ................................................................ 1.2 Tahap Terjadinya Menopause ................................................ 1.3 Perubahan Wanita Menoopause ............................................. 1.4 Gejala Fisik Wanita Menopause ............................................. 1.5 Gejala Psikologis Wanita Menopause .................................... 2. Adaptasi Psikososial ...................................................................... 2.1 Defenisi Adaptasi ................................................................... 2.2 Defenisi Psikososial................................................................ 2.3 Adaptasi Psikologis Wanita Menopause ................................ 3. Konsep Sosial ................................................................................ 3.1 Defenisi Sosial ......................................................................... 3.2 Bentuk Interaksi Sosial ............................................................ 3.3 Psikososial Wanita Menopause ............................................... 6 6 6 7 7 8 9 10 10 10 11 12 12 13 16 BAB III. METODE PENELITIAN ............................................................ 1. Desain Penelitian ........................................................................... 2. Partisipan ...................................................................................... 3. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................... 4. Pertimbangan Etik ......................................................................... 5. Pengumpulan Data ......................................................................... 5.1 Metode Pengumpulan Data ..................................................... 5.2 Alat Pengumpulan Data ........................................................... 5.3 Proses Pengumpulan Data ....................................................... 17 17 17 18 18 19 19 19 19 vi Universitas Sumatera Utara 6. Analisa Data .................................................................................. 7. Tingkat Kepercayaan Data ............................................................ 20 21 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN........................... 1. Hasil ............................................................................................... 1.1 Karakteristik Partisipan .......................................................... 1.2 Hasil Penelitian ....................................................................... 2. Pembahasan ................................................................................... 2.1 Interpretasi dan Diskusi Hasil ................................................ 23 23 23 24 31 31 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................... 1. Kesimpulan .................................................................................... 2. Saran .............................................................................................. 36 36 37 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 38 Lampiran-lampiran 1. Informed Consent (Penjelasan Penelitian)/Lembar Persetujuan Menjadi Partisipan 2. Instrumen Penelitian (Kuesioner Data Demografi) 3. Panduan Wawancara 4. Lembar Tentatif 5. Matrix Thema 6. Lembar Validitas 7. Surat Ethical clereance 8. Surat Izin dan Selesai Penelitian 9. Lembar Konsultasi Penyusunan Skripsi 10. Riwayat Hidup vii Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 4.1.1 Karakteristik Partisipan ............................................................... 23 viii Universitas Sumatera Utara Title of the Thesis Name of Student Student ID Number Department Academic Year : Psychosocial Adaptation in Menopause Women in Aceh Tenggara Regency : Fitri Mayang Sari : 141121021 : S-1 (Undergraduate) Nursing : 2016 ABSTRACT Menopause is the last period of menstruation and occurs when hormones which control menstruation cycles are in the lowest content so that menstruation will stop. Here, estrogen and progesterone content dramatically decreases because ovary stops responding follicle stimulating hormone (FSH) and Luteinising hormone (LH) produced by pituitary gland in brain. The research used in-depth interview method and elicited a lot of information from participants by conducting open interview prepared by the researcher. The criteria of the participants were as follows: women who underwent menopause for one year, women who had menopause because of age and not because of the removal of the uterus, no hormone replacement therapy (HRT), women who could hear and talk clearly, and women who could speak Indonesian well. The research used phenomenological design which was aimed to explore psychological adaptation of a woman whgo underwent menopause in Aceh Tenggara Regency. It also used qualitative method with Collaizi data analysis. The result of the research showed that there were three themes: the respondents accepted their psychological changes, their sexual desire decreased, and they expressed their complaint to other people. It is recommended that nurses practitioners be able to provide nursing care holistically through health education in the form of explanation for menopause women. Keywords: Psychosocial Adaptation, Menopause Women ix Universitas Sumatera Utara x Universitas Sumatera Utara
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Studi Fenomenologi: Adaptasi Psikososial Wani..

Gratis

Feedback