Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa SD/MI (penelitian tindakan kelas di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)

Gratis

0
4
165
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPESTUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD/MI

  (Penelitian Tindakan Kelas di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi SyaratMencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd) Oleh: DENI IRAWAN NIM.

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI

  Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diujikanpada sidang munaqosah sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh fakultas. 109018300097, diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas IslamNegeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan LULUS dalam UjianMunaqosah pada tanggal 11 Maret 2014 dihadapan Dewan Penguji.

DENI IRAWAN

PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:Nama : Deni IrawanNIM : 109018300097Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)Fakultas : Ilmu Tarbiyah dan KeguruanJenis Penelitian : SkripsiJudul : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa SD/MIDengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk: 1. Memberikan hak bebas royalty kepada perpustakaan UIN Syarif HidayatuallahJakarta atas penulisan karya ilmiah saya, demi mengembangkan ilmu pengetahuan.

2. Memberikan hak penyimpanan, mengalih mediakan/mengalih formatkan

  Pada penelitian tindakan ini, motivasi belajar matematika siswa dapat meningkat dengan diterapkannya langkah-langkah yang terdapat pada modelpembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) diantaranya dengan memberi angka atau nilai atas kegiatan dan hasil belajarsiswa, penghargaan dan pemberian hadiah, pujian guru, persaingan antar kelompok, dan keterlibatan siswa dalam belajar. Siswa juga termotivasi denganadanya metode-metode belajar yang menarik, aktif, dan kreatif, serta tujuan belajar yang akan dicapai siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

KATA PENGANTAR

  Rasa hormat, ta’zim, dan kerinduan kepada Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang memberikan pencerahan kepada seluruh umat manusia, semoga sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada beliau, keluarga,sahabat, para pewarisnya, dan kepada kita selaku umat akhir jaman semoga menjadi umat yang selalu mengikuti akan ajarannya, Amin. Teristimewa Keluarga Besar penulis, Ayahanda Radino dan IbundaSuminem, atas ketulusan dan kesabaran beliau dalam membesarkan, merawat, mendidik, dan menolong penulis agar senantiasa menjadi orangyang sabar, tidak mudah putus asa, tawakal, bermanfaat bagi orang lain, serta do’a beliau yang selalu menyertai hidup penulis.

10. Risnufa dan Al-Farisi (Toif Mustofa, Sulistiyo Feri, Ishak Mardia, Zardari

  Alzamendy, Ambar Primandaru, Popy Meisela, Hifzhy Zulfikar, danHarun Ayi) bersama kawan-kawan yang terus bersemangat dan membangun untuk lebih baik, kreatif, dan mandiri. Semoga Allah Subhanahu wata’ala dapat menerima sebagai amal kebaikan atas jasa baik yang diberikan kepada penulis, Dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis,pembaca, dan kaum muslimin, serta semoga Allah Subhanahu wata’alamembimbing, menolong, dan memberikan taufik, rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting untuk menjamin kelangsungan

  Konsep-konsep matematika lebih banyak langsung diberikan kepadasiswa tanpa adanya proses yang bermakna yang melibatkan siswa untuk pengalaman dalam belajar yang nantinya akan berdampak pada hasil akademik Salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif tipe STAD juga dapat membuat siswa aktif dan termotivasi mencari penyelesaian masalah dan mengkomunikasikanpengetahuan yang dimilikinya kepada siswa yang lain, sehingga masing-masing siswa lebih menguasai materi.

B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian

  Keterlibatan siswa dalam belajar masih kurang sehingga menyebabkan rendahnya hasrat dan minat siswa dalam belajar. Penelitian ini difokuskan untuk meneliti pada aspek motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajarankooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

C. Pembatasan Fokus Penelitian

Dari identifikasi masalah di atas, peneliti membatasi masalah pada motivasi belajar siswa.

1. Motivasi belajar

  Salah satu ciriperkembangan masa anak usia SD/MI adalah senang bergaul dan bekerja dalam kelompok sebayanya, maka untuk memenuhi tugas perkembangananak pada usia tersebut digunakan kegiatan belajar yang salah satunya adalah melalui pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif muncul darikonsep bahwa peserta didik akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan teman sebayanya.

D. Perumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement

  Divisions (STAD) dapat meningkatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Matematika? 2.

E. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

  Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar matematikasiswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Manfaat dari hasil penelitian ini terbagi menjadi 2, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis:1) Manfaat TeoritisUntuk menambah khazanah hasil penelitian tentang upaya peningkatan motivasi belajar matematika siswa dengan menerapkan modelpembelajaran kooperatif tipe STAD dan membuka kemungkinan dilakukan penelitian tindakan lebih lanjut tentang permasalahan sejenis.

BAB II DESKRIPSI TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL INTERVENSI TINDAKAN A. Deskripsi Teoretik 1. Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil

  penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya padatingkat operasional di kelas. Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam kelas untuk mempermudah proses belajar siswa.

a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

  Menurut Slavin, pembelajaran konstruktivisdalam pengajaran menerapkan metode pembelajaran kooperatif secara ekstensif, atas dasar teori bahwa siswa akan menjadi lebih mudah untukmenemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka saling mendiskusikan konsep-konsep tersebut secara bersama-sama. 1 Lebih lanjut Sanjaya menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil yang bersifat heterogen, yaitu antara 4-6 orang degan latar belakang 2 keberhasilan kelompokRiyanto menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapanakademik (academic skill), sekaligus keterampilan sosial (social skill), 3 dan termasuk interpersonal skill.

b. Prinsip dan Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif

  Ada yang membedakan model pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran yang lainnya. Unsur yang mendasari pembelajaran kooperatif 4 sebagaimana yang dijelaskan oleh Riyanto yaitu: 1)Positive independence, artinya adanya saling ketergantungan positif yaitu anggota kelompok menyadari pentingnya kerjasamadalam pencampaian tujuan.

c. Jenis-Jenis Pembelajaran Kooperatif

  Dalampenilaiannya guru memeberikan skor kepada masing- masing siswa sesuai kesepakatan bersama.2) TAI (Team Accelerated Instruction)TAI atau pembelajaran individual dibantu tim pada dasamya hampir sama dengan STAD, dalam penggunaan timbelajar empat anggota berkemampuan campur dan penghargaan untuk tim berkinerja tinggi, bedanya bila STAD menggunakan satulangkah pengajaran di kelas, TAI menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individu. Skor hasil testiap kelompok dihitung dan diumumkan secara terbuka.5) GI (Group Investigation)Group Investigation adalah strategi pembelajaran yang dirancang agar siswa bekerja dalam kelompok untuk memecahkanmasalah dan mengembangkan keterampilan meneliti.

d. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif

  Langkah-langkahmodel pembelajaran kooperatif dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 2.1: Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif 6 Fase Tingkah laku guruFase-1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang akan dicapai pada pelajaran danmenekankan pentingnya materi ajar tersebut serta memotivasi siswa belajar. Fase-3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kooperatif Guru menjelaskan kepada siswa tata cara membentuk kelompok-kelompok belajardan membimbing setiap kelompok agar melakukan transisi secara efesien.

2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

a. Pengertian STAD

  Model STAD (Student Teams Achievement Divisions) ini merupakan variasi pembelajaran kooperatif 7 yang paling banyak diteliti dan juga sangat mudah diadaptasi. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuranmenurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin, dan suku.

8 Jika siswa menginginkan timnya memperoleh hadiah, mereka guru”

  harus saling membantu teman sekelompoknya dalam memahami pelajaran. Mereka harus saling mendorong dan memotivasi temansekelompoknya untuk melakukan yang terbaik, menunjukkan bahwa belajar itu sangat penting, berharga, dan menyenangkan.

b. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  Langkah-langkah penerapan pembelajaran kooperatif tipe 9 STAD adalah sebagai berikut: 1)Penyampaian tujuan dan motivasi Menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar.2) Pembagian kelompokSiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana setiap kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa yang memprioritaskanheterogenitas (keragaman) kelas dalam prestasi akademik, gender/jenis kelamin, dan rasa atau etnik. Dijelaskan pula tentang keterampilan dankemampuan yang diharapkan dikuasai siswa, tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan serta cara-cara mengerjakannya.4) Kegiatan belajar dalam tim (kerja tim)Siswa belajar dalam kelompok yang telah dibentuk.

3. Motivasi Belajar a. Pengertian Motivasi

  Donald, “Motivation is an energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction”, yang diartikan, bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri(pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurut Sartain, dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior , mengemukakan bahwa “…pada umumnya suatu motivasi atau dorongan adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalamsuatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive).

TUJUAN KEBUTUHANPERILAKU TEGANG

14 Gambar 2.1: Proses Motivasi Dasar

b. Fungsi Motivasi

  Dengan demikin motivasi dapat memberikan arah dankegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya; 3)Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, denganmenyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi motivasi belajar merupakan suatu dorongan untuk memenuhikebutuhan pada diri seseorang dengan tujuan agar seseorang yang belajar dapat melahirkan prestasi yang lebih baik.

c. Macam-Macam Motivasi

  Macam atau jenis motivasi dapat ditinjau dari; DasarPembentukkannya, menurut pendapat Frandsen, menurut pembagian dariWoodworth dan Marquis, motivasi Jasmaniah dan Rohaniah, motivasiIntrinsik dan Ekstrinsik, sebagaimana dikutip dalam buku Sardiman 17 sebagai berikut:1) Motivasi dilihat dari Dasar Pembentukkannya terdiri dari: a)Motif bawaan, adalah motif yang dibawa sejak lahir dan tanpa dipelajari. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniahadalah kemauan.4) Motivasi instrinsik dan ekstrinsik a)Motivasi instrinsik, adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalamdiri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

d. Jenis-Jenis Motivasi

  Kebutuhan-kebutuhan itu ialah: a)Kebutuhan fisiologi, yakni kebutuhan primer yang harus dipuaskan lebih dahulu, yang terdiri dari kebutuhan pangan,sandang, dan tempat berlindung. Ganjaran (reward) dapat 3)Pendekatan Deskriptif Masalah motivasi ditinjau dari pengertian-pengertian deskriptif yang menunjuk pada kejadian-kejadian yang dapatdiamati dan hubungan-hubungan pelajaran.

e. Motivasi Belajar

  Sedangkan motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswi yang sedang belajar untuk mengadakantingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Indikator motivasi belajar dapat di klasifikasikan sebagaiberikut: 1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil, 2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, 3) Adanya harapan dan cita-cita masadepan, 4) Adanya penghargaan dalam belajar, 5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, 6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif, 20 sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

f. Tujuan Motivasi Belajar

Secara umum, dapat dikatakan bahwa “tujuan motivasi adalah menggerakkan atau mengunggah seseorang agar timbul keinginan dankemampuannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh

21 Makin jelas tujuan yang diharapkan atau yang akan dicapai

  makin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi itu dilakukan. Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan disadarioleh yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi.

g. Ciri-Ciri Orang Memiliki Motivasi

  3) Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah.4) Lebih senang bekerja mandiri.5) Cepat bosan dengan tugas-tugas rutin (hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif).6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).7) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu.8) Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. Motivasi belajar dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut: a)Minat dan perhatian siswa terhadap mata pelajaran; b) Semangat belajar siswa dalam melaksanakan tugas-tugas belajar; c) Tanggung jawab siswadalam mengerjakan tugas-tugas belajar; d) Reaksi yang ditunjukkan terhadap stimulus yang diberikan oleh guru; e) Rasa senang dan puasdalam mengerjakan tugas yang diberikan.

h. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

  Agar motivasi belajar matematika siswa dapat meningkat, guru hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi 23 belajar, diantaranya :1) Tingkat kesadaran diri siswa atas kebutuhan yang mendorong tingkah lakunya untuk tujuan belajar yang hendak dicapainya.2) Sikap guru terhadap kelas, artinya guru yang selalu merangsang siswa berbuat kearah tujuan yang jelas dan bermakna akanmenumbuhkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan uraian tersebut hendaknya guru memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, karenakeberhasilan siswa dalam belajar salah satunya ditentukan oleh unsur motivasi belajar.

i. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar

  Oleh karena itu, memberi ulangan ini juga merupakansarana motivasi.6) Mengetahui hasilDengan mengetahui grafik hasil belajar meningkat, maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar, dengan harapanhasilnya akan terus meningkat.7) PujianPujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan merupakan motivasi yang baik. Caramenumbuhkan hasrat untuk belajar adalah guru memberi tugas, sehingga ada maksud untuk siswa mau belajar dan gurumemberikan informasi kepada siswa bahwa belajar dapat memberikan ilmu dan pengetahuan.10) MinatMotivasi muncul karena adanya kebutuhan, begitu juga dengan minat.

a. Pengertian Matematika

  Selanjutnya Uno dan Masri, menjelaskan bahwa matematika adalah suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir, berkomunikasi, alatuntuk memecahkan berbagai persoalan praktis yang unsur-unsurnya logika dan intuisi, analisis dan konstruksi, generalisasi dan individualitas,dan mempunyai cabang-cabang antara lain aritmatika, aljabar, geometri, 27 dan analisis. Jadi, pembelajaran matematika di SD/MI adalah pembelajaran yang di dalamnya mengaktifkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorikpeserta didik dalam belajar materi matematika baik itu aritmatika, geometri, dan yang lainya yang telah mengikuti dan menyesuaikandengan perkembangan anak usia SD/MI.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

  Pembelajaran matematikaadalah ilmu pasti, dalam arti bahwa matematika merupakan perhitungan yang memberi hasil yang pasti dan tunggal. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD diharapkan dapat meningkatkan motivasibelajar siswa, mengingat STAD adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang mampu meningkatkan keaktifan siswa dengan melibatkankompetisi antar kelompok dalam pembelajaran.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi yang

B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian

  Siklus pertama menggunakan sub konsep menentukan besar sudut dengan satuan baku dan satuan derajat serta hubunganantar satuan waktu, panjang, dan berat, sedangkan pada siklus kedua menggunakan sub konsep penyelesaian masalah yang berkaitan dengan satuanwaktu, panjang, dan berat. Penelitian adalah kegiatan mengamati suatu obyek yang diteliti dengan menggunakan cara dan aturan metodoligi tertentu untuk memdapatkan dataatau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat penting bagi peneliti.

3. Kelas adalah sekumpulan siswa yang dalam waktu dan tempat yang sama menerima pelajaran dari seorang guru yang sama pula

  Berdasarkan pemahaman dari gabungan kata-kata di atas dapat diartikan bahwa PTK adalah suatu upaya untuk mengamati proses kegiatan belajarsekumpulan siswa dengan menggunakan metodologi penelitian tertentu dan diberikan sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan oleh peneliti dengan tujuanuntuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Sedangkan kerangka dari setiap aspekpokok yang akan menjadi gambaran dari proses penelitian ini meliputi: 1)Perencanaan Dalam kegiatan perencanaan ini, peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut: (a) Mengidentifikasi masalah tentang motivasi belajar matematikasiswa.

SIKLUS II

  Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Cengkareng Timur 01 Pagi, Cengkareng-Jakarta Barat semester 1 tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 30 siswa dengan komposisi 16 siswa laki-lakidan 14 siswa perempuan. Dalam setiap siklus, peneliti dan kolaborator akan mengamatikegiatan siswa dalam setiap aktifitas pengajaran yang dilakukan dalam kelas, serta melakukan pengamatan terhadap motivasi belajar siswa.

1. Persiapan Pra Penelitian, yaitu:

a)Observasi di sekolah yang akan menjadi tempat pelaksanaan penelitianb) e)Membuat lembar observasi aktifitas belajar siswa a)Peneliti bersama kolaborator mendiskusikan hasil pengamatan atau merefleksikan untuk menentukan keberhasilan serta dilakukan Tahap Refleksi b)Mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan aktifitas belajar siswa di kelas a)Mengamati dan mencatat proses yang terjadi selama pembelajaran siklus I berlangsung, pengamatan dilakukan oleh peneliti dandibantu oleh kolaborator (guru kelas) Tahap Pengamatan Mencatat hal-hal penting yang terjadi selama proses pembelajaran di dalam kelas b)Menyampaikan materi sesuai dengan RPP yang dibuat dengan menggunakan metode STADc) a)Memastikan seluruh siswa siap untuk mengikuti pembelajaran Tahap Pelaksanaan f)Menyiapkan dokumentasi kegiatan pembelajaran d)Membuat lembar observasi aktifitas mengajar guru Pembuatan surat izin penelitian Kegiatan Pendahuluan Menyusun lembar kerja siswa (LKS) a)Merencanakan pembelajaran dengan membuat RPP menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STADb) Tahap Perencanaan Mensosialisasikan hasil observasi kepada wali kelas 2.Siklus I, dilakukan dengan susunan kegiatan sebagai berikut: h)Melakukan diagnosa mengenai timbulnya permasalahan dalam kelas i) g)Wawancara guru tentang motivasi belajar matematika siswa f)Menentukan kelas subjek yang akan dikenai tindakan Mengobservasi proses belajar mengajar matematika di kelas d)Menghubungi kepala sekolah dan wali kelas yang akan menjadi kolaboratore) c)Pembuatan instrumen penelitian c)Menyiapkan media pembelajaran

3. Siklus II, dilakukan dengan susunan kegiatan sebagai berikut:

Tahap Perencanaan a)Merencanakan pembelajaran dengan membuat RPP menggunakan metode kooperatif tipe STAD yang telah diperbaiki berdasarkan padasiklus I b)Menyusun lembar kerja siswa (LKS) c)Menyiapkan media pembelajaran d)Membuat lembar observasi aktifitas mengajar guru e)Membuat lembar observasi aktifitas belajar siswa Tahap Pelaksanaan a)Memastikan seluruh siswa siap untuk mengikuti pembelajaran b)Menyampaikan materi sesuai dengan RPP yang dibuat dengan menggunakan metode STADc) Mencatat hal-hal penting yang terjadi selama proses pembelajaran di dalam kelas Tahap Pengamatan a)Mengamati dan mencatat proses yang terjadi selama pembelajaran siklus II berlangsung, pengamatan dilakukan oleh peneliti dandibantu oleh kolaborator (guru kelas) b)Mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan aktifitas belajar matematika siswa di kelas Tahap Refleksi a)Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari hasil pengamatan untuk dilakukan perbaikan-perbaikan dari tindakan tersebutb) Setelah proses analisis dan evaluasi, peneliti dan guru membuat kesimpulan dari hasil penelitian Tabel 3.1: Tahapan dalam Penelitian Tindakan Kelas

F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan

  Penelitian tindakan ini dilakukan berdasarkan hipotesis bahwa motivasi belajar matematika siswa akan meningkat setelah diterapkan model pembelajarankooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada pembelajaran matematika pada konsep pengukuran sudut, panjang, dan berat dalam pemecahanmasalah. Hasil wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa sebagian siswa memiliki motivasi belajar yang baik dalam belajar matematika.

G. Data dan Sumber Data

  Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif, diperoleh dari hasil observasi catatan lapangan, hasil wawancara dengan guru dan siswa, dan hasil dokumentasi jalannya prosespembelajaran.

2. Data kuantitatif, diperoleh dari hasil rata-rata observasi aktifitas belajar siswa dan angket motivasi belajar matematika siswa pada setiap akhir siklus

Sumber data penelitian ini diperoleh dari peneliti, siswa kelas IV, dan guru mata pelajaran yang sekaligus sebagai observer.

H. Instrumen Pengumpulan Data

  Sedangkan observasi aktifitas belajar siswa dilihat dariproses pembelajaran yang meliputi siswa memperhatikan penjelasan guru, mengerjakan LKS, siswa terlibat dalam diskusi kelompok, siswamempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas, siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru, siswa bertanya jawab dan mencariinformasi terkait materi atau tugas. Pedoman wawancaraWawancara diajukan kepada guru mata pelajaran matematika pada kegiatan pra penelitian untuk mengetahui metode belajar yang digunakanguru dalam mengajar matematika, keaktifan belajar siswa, dan motivasi belajar matematika siswa.

5. Angket atau kuesioner

  Senang mencari serta memecahkan masalah 5 19 2 Jumlah 25 2 Angket yang digunakan terdiri dari 25 butir pertanyaan yang dibagikan kepada 30 orang siswa. Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

I. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data 1

  Kemudian angket tersebut diperiksa satupersatu, tujuannya untuk mengurangi kesalahan atau kekurangan yang ada pada daftar pernyataan yang telah diselesaikan. Maka penulis melakukan perhitungan skor rata-rata sebagai berikut: Tabel 3.3: Kriteria Penilaian Angket Motivasi Siswa Nilai Pernyataan Alternatif Jawaban Positif Negatif Sangat Setuju 4 1 Setuju 3 2 Tidak Setuju 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 c)Tabulating, yaitu setelah diketahui setiap indikatornya, maka seluruh data tersebut ditabulasikan dalam sebuah tabel untuk kemudian diketahuiperhitungannya.

2. Teknik analisis data

  Member check, yaitu memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi data yang diperoleh selama observasi wawancara darinarasumber yang relevan dengan PTK, apakah keterangan atau informasi tersebut sifatnya tetap atau berubah sehingga dapat dipastikanketepatannya dan dapat diperiksa kebenarannya. Saturasi, yaitu situasi pada waktu datasudah jenuh, atau tidak ada lagi data lain yang berhasil dikumpulkan atau tidak ada lagi data yang dikumpulkan.

3. Mengulang pengolahan data dan analisis data yang sudah terkumpul

  Pengembangan Perencanaan Tindakan Setelah tindakan pertama (siklus I) selesai dilaksanakan dan diketahui hasil yang diharapkan belum mencapai kriteria ketercapaian yaitu peningkatanmotivasi belajar matematika siswa, maka akan ditindaklanjuti dengan melakukan tindakan selanjutnya sebagai rencana perbaikan pembelajaran. Penelitian ini berakhir, apabila peneliti menyadari bahwa penelitian ini telah berhasil menguji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalammeningkatkan motivasi belajar matematika siswa.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Penelitian Pendahuluan Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi, Cengkareng-Jakarta Barat. Sebelum melakukan penelitian, peneliti

  Dalam kegiatan pra penelitian, peneliti melakukan wawancara dengan guru kelasyang juga sebagai pengajar mata pelajaran matematika, melakukan pengamatan aktifitas belajar mengajar di kelas, dan mendiskusikan modelpembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) yang akan digunakan dalam penelitian dengan guru, serta melakukanpersiapan-persiapan yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas yang juga sebagai pengajar mata pelajaran matematika, ditentukan kelas IV sebagai kelas yangcocok untuk dilakukan penelitian tindakan kelas, terkait dengan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika yang dianggap masihrendah.

2. Penelitian Siklus I

a) Perencanaan

1)Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk menentukan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD.2) MenyusunRencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

3) Membuat Lembar Kerja Siswa

  4)Membuat instrumen yang digunakan dalam siklus PTK. Instrumen yang digunakan meliputi angket motivasi belajar matematika siswapada setiap akhir siklus I dan II, dan menyusun lembar observasi aktifitas mengjar guru dan aktifitas belajar siswa yang digunakanpada setiap proses pembelajaran.

b) Pelaksanaan

  Selanjutnya guru meminta siswa untuk duduk lebih merapat ke dalam kelompoknya lalu memberikan LKS kepadamasing-masing kelompok untuk dikerjakan secara berdiskusi (ii) Presentasi Kelas Setelah waktu untuk diskusi kelompok selesai, masing- masing kelompok menunjukkan hasil kerja kelompoknya dipapan tulis yang ditulis oleh perwakilan masing-masing kelompok yang dipilih secara acak oleh guru kemudiandibahas bersama oleh guru dan siswa. Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikanx 100 % = 53,75 % Rata-Rata Nilai = 77,62 % Kategori Nilai Sedang Pada siklus I, proses pembelajaran matematika pada konsep menentukan besar sudut dengan menggunakan model pembelajarankooperatif tipe STAD diperoleh hasil observasi aktifitas guru dan observasi aktifitas siswa yang dirasa masih kurang.

3. Penelitian Siklus II

  Setelah mengabsen siswa guru mulai menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari siswa denganmembahas sedikit tentang materi ajar yang telah diajarkan sebelumnya.(b) Kegiatan Inti (i) Kerja Kelompok Setelah menyampaikan secara garis besar tentang materi ajar guru mulai membagikan LKS kepada tiap-tiapkelompok yang seluruh siswa sudah siap dan duduk pada kelompoknya masing-masing. Pada siklus ke-II ini guru menginformasikan kepada seluruh kelompok tentang kinerja dan hasil yang telahdiraihnya selama siklus I, dan mengumumkan akan diberikan penghargaan yang lebih bagi kelompok yang paling baikdalam bekerja serta penghargaan bagi setiap siswa yang paling benar dan tepat dalam mengerjakan soal-soal yangdiberikan guru.

5. Refleksi - Memberikan kesimpulan dengan baik

  Berikut adalah data hasil jawaban siswa pada angket motivasi belajar matematika pada siklus II: 4 6 13 1 + 15 11 5 9 1 + 20 21 9 + 15 13 - 3 19 10 - 1 2 21 9 + 1 Tabel 4.20: Hasil Jawaban Angket Motivasi BelajarMatematika Siswa pada Siklus II Butir Soal SS S TS STS Kategori 2 7 19 11 + 4 12 18 7 - 1 4 11 16 5 - 5 10 17 13 + 15 14 - 1 9 14 8 - 3 5 8 16 11 - Tabel 4.21: Perhitungan Rata-Rata Skor Angket Siklus II P = X 100 % No. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata persentase aktifitas belajar matematika siswa dan motivasi belajar matematika siswa pada siklus II telah mencapai indikator ketercapaianpenelitian yang ditentukan.

B. Analisis Data

Tahap analisis dimulai dengan membaca keseluruhan data yang ada, yang diperoleh dari berbagai sumber. Di antaranya sebagai berikut:

1. Lembar Observasi

  Berikut ini adalah dapat divisiulisasikan ke dalam sebuahdiagram sebagai berikut: 30 Aktifitas belajar matematika siswa dianalisa berdasarkan lembar hasil observasi aktivitas belajar matematika siswa, yang bertujuan untukmengetahui persentase aktifitas belajar matematika siswa. Adapun hasil angket pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada diagramberikut: 100 90 80 70 60 SIKLUS 2 50 SIKLUS 1 40 30 20 10 SIKLUS 1 SIKLUS 2Gambar 4.3: Diagram Persentase Angket Motivasi Belajar Matematika pada Siswa Siklus I dan II d)Wawancara Selain data yang diperoleh dari lembar observasi dan lembar angket/kuesioner, penelitian ini juga diperkuat dengan hasil wawancarayang dilakukan peneliti kepada guru dan siswa.

C. Pembahasan

  Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswakarena pada dasarnya dalam belajar kelompok akan menimbulkan keaktifan siswa baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik yang akan menumbuhkan kerjasama,saling memberi dan menerima baik dari perkataan maupun perbuatan, tumbuhnya semangat dan keberanian sehingga siswa termotivasi untuk terus belajar danberusaha. Dalam presentasi kelas, setiap anggota kelompok mendapat gilirannya masing- masing untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya secara bergantian pada Dari hal tersebut akibatnya semua siswa harus berusaha dengan sungguh- sungguh untuk mengetahui dan memahami apa yang dipelajari, dengan demikiandapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar serta memotivasi siswa untuk lebih paham dan mengerti materi belajar.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab sebelumnya, penelitian

  Maka dengantercapainya penelitian ini, penelitian tindakan kelas dihentikan pada Siklus II dan dianggap telah selesai dan memenuhi indikator ketercapaian yang telah ditentukanyaitu skor motivasi belajar matematika siswa minimal sebesar 80 %. Pada penelitian tindakan ini, motivasi belajar matematika siswa dapat meningkat dengan diterapkannya langkah-langkah yang terdapat pada modelpembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) diantaranya dengan memberi angka atau nilai atas kegiatan dan hasil belajarsiswa, penghargaan dan pemberian hadiah, pujian guru, persaingan antar kelompok, dan keterlibatan siswa dalam belajar.

B. Saran 1

Berdasarkan penelitian tindakan kelas ini, hendaknya guru, khususnya guru yang mengajar matematika di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi dapatmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam mengajar, karena model ini terbukti dapat meningkatkan aktifitas belajar dan motivasi belajarmatematika siswa, sehingga model pembelajaran yang digunakan tidak hanya terbatas pada penjelasan guru dan buku paket saja, akan tetapipembelajaran juga dipusatkan pada keaktifan siswa.

2. Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams

  Membimbing di sini terkait dengan siswa yang sudah bisa agardengan sukarela membantu temannya yang belum bisa, dan siswa yang belum bisa agar jangan malu atau sungkan untuk meminta bantuantemannya yang sudah bisa untuk mengajarinya, karena masing-masing siswa nantinya akan bertanggung jawab pada hasil belajar yang didapat daribelajar kelompok. Dalam proses pembelajaran di kelas perlu diciptakan suasana kompetitif atau bersaing antar kelompok agar dapat memberikan semangat belajar yanglebih tinggi dan dapat meningkatkan suasana kelas yang mendorong siswa untuk berlomba-lomba dalam menyelesaikan tugas yang terbaik.

DAFTAR PUSTAKA

  Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. “Penerapan Model Cooperative Learning Tipe STAD dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XMAN Model Palu”.

LEMBAR UJI REFERENSI PENELITIAN

  Nama : Deni IrawanNIM : 109018300097Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahFakultas : Ilmu Tarbiyah dan KeguruanJudul Skripsi : “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi BelajarMatematika Siswa SD/MI” No Referensi Paraf 1 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tentang Pendidikan, (Jakarta: DEPAG RI, 2006), h. Uno dan Masri Kuadrat, Mengelola Kecerdasan dalam Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), Ed.

BAB II I

   Mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang telah diajarkan Mendengarakan penjelasan guru tentang materi yang telah diajarkan Kegiatan Penutup  Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan materi. Mengulang kembali materi ajar. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Memberikan pertanyaan untuk menguatkan materi yang diajarkan. tentang materi yang telah diajarkan Meluruskan jawaban siswa terkait  Mendengarakan penjelasan guru materi yang telah diajarkan tentang materi yang telah diajarkan Kegiatan Penutup  Memberikan kesempatan kepada siswa  Menyimpulkan materi yang telah untuk menyimpulkan materi.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran terpadu tipe connected untuk meningkatkan konsep diri siswa dalam belajar matematika (penelitian tindakan klas di madrasah tsanawiyah pembangunan UIN Jakarta
0
7
373
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas belajar matemetika siswa (penelitian tindakan kelas di SMP Islam al-Ikhlas Cipete)
1
7
47
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep gaya bernuansa nilai (penelitian tindakan kelas di MTs Hidayatul Islamiyah Karawang)
0
3
223
Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar fiqih di MTs Nurul Hikmah Jakarta
0
7
145
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (Stad) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sd/Mi (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)
0
4
165
Penerapan model pembelajaran terbalik reciprocal teaching untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa : penelitian tindakan kelas di mts daarul hikmah pamulang
0
14
265
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa SD/MI (penelitian tindakan kelas di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)
0
4
165
Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipi Inside-outside circle untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa (penelitian tindakan kelas di MTSN Tangerang 11 Pamulang)
4
19
61
Peningkatan hasil belajar siswa melalui model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran IPS Kelas IV MI Al-Karimiyah Jakarta
0
4
158
Peningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui model kooperatif tipe stad: penelitian tindakan kelas di SDN Grogol Selatan 02 Jakarta Selatan
0
4
162
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
Penerapan model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan disposisi matematik siswa
0
15
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akidah akhlak: penelitian tindakan kelas di MA Nihayatul Amal Karawang
0
10
156
Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas
1
8
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau
0
1
12
Show more