Pengaruh metode pembelajaran inkuiri-discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi termokimia

Gratis

4
48
106
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN INKUIRI-

  Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen hasilbelajar dan hasilnya diuji dengan menggunakan uji ―t‖. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha yang menyatakan terdapat pengaruh dalam penggunaanmetode belajar inkuiri-discovery learning terhadap hasil belajar diterima.

KATA PENGANTAR

  Oleh karena itu untuk mencapai tujuanpembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas siswa diperlukan model, strategi maupun metode belajar yang efektif, terutama untuk materipelajaran atau pokok bahasan yang bersifat abstrak atau materi yang sifatnya tidak cukup hanya melalui pemberian materi secara verbal. Nik Kar dan kawan-kawan dalam jurnalnya yang berjudul Kesan Pendekatan Inkuiri Penemuan Terhadap Pencapaian Pelajar Dalam Mata Pelakaran Kimia dan Hermalina Abarua dalam jurnalnya yang berjudul ―Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Biologi Pada siswa SMUN III Ambon ‖, keduanya menyatakan bahwa terdapat perubahan hasil belajar yang signifikan sesudah menggunakan metode inukiri.

B. Identifikasi Masalah

Dari hasil pembahsan latar belakang masalah, penulis menyimpulkan permasalahan yang ada diantaranya:

1. Pelaksanaan proses belajar mengajar yang masih terpusat pada guru 2

  Adapun hasil belajar yang dimaksud adalah hasil belajar kimia siswa setelah proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaraaninkuiri-discovery learning pada kelas eksperimen kedua dilihat dari aspek kognitifnya. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah dikemukakan di atas maka masalah yang akan dicari jawabannya dalampenelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: ―adakah pengaruh metode pembelajaran inkuiri-discovery learning terhadap hasil belajar siswa padamateri termokimia?.

3. Sebagai upaya meningkatkan kompetensi yang ada pada diri siswa dan meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran di kelas

  Metode Inkuiri-Discovery Learning Inkuiri berasal dari bahasa Inggris yaitu inqury yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap 1 pertanyaan ilmiah yang diajukan. Inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan 3 menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

1 Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, Pembelajaran Inkuiri

  Beberapa hal yang harus 14 diperhatikan dalam merumuskan masalah, diantaranya:(1) Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa.(2) Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti.(3) Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa. Adapun mengenai kekurangan metode inkuiri-discovery learning 23 ini menurut Rensus Silalahi dalam jurnalnya adalah:1) Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.2) Sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.3) Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya denganwaktu yang telah ditentukan.

2. Ceramah Dan Latihan (Drill) a. Metode Ceramah

  Terdapat ciri-ciri yang menunjukkan 46 bahwa seseorang melakukan kegiatan belajar:1) Perubahan tingkah laku aktual atau potensial2) Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar bagi individu merupakan kemampuan baru dalam bidang kognitif atau afektifatau psikomotorik 3)Adanya usaha atau aktifitas yang sengaja dilakukan oleh orang yang belajar dari pengalaman (memperhatikan, mengamati,memikirkan, merasakan) atau dengan latihan. 646 24 1)Planning atau perencanaan adalah kegiatan awal guru untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik 2)Experience (pengalaman belajar) merupakan kegiatan siswa yang dibantu guru 3)Observs (observasi) merupakan kegiatan guru melihat proses belajar siswa melalui catatan harian atau lembar observasipembelajaran 4)Reflect (refleksi), dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar yang meliputi evaluasi proses belajar dan hasil belajarb.

49 Soeyono, dkk, Efektivitas Pembelajaran Melalui Metode Penemuan Terhadap

  Ketika siswa merasakan kebosanan dalam kegiatan belajar yangdisebabakan beberapa hal diantaranya monotonnya proses belajar, tidak menariknya penyajian materi oleh guru, komunikasi satu arah dan hal lainnya,maka permasalahan tersebut dapat menyebabkan hasil belajar yang tidak maksimal sehingga perlu dilakukan evaluasi dan beberapa perubahan padakegiatan belajar. Atas dasar permasalahan tersebut maka peneliti mencoba mengangkat metode yang sebelumnya belum dilakukan oleh guru kimia di lokasipenelitian, agar dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar siswa terhadap hasil belajar kimia ketika disajikan dengan cara yang berbeda daribiasanya dan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

1. Simulation 2

  Hasil penelitiannya menyatakan kemempuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri lebih baik daripadasiswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Penelitian ini membuktikan bahwa melalui metode inkuiri siswa dapat meningkatkan kemampuan dan penguasaan konsep materi 30 terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga proses belajar mengajar lebih menyenangkan.

6. I Putu Mudalara dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Model

  Pada penelitainnya dihasilkan hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas lebih tinggi dari hasil belajarkimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian mengenai pengaruh metode inkuiri-discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi termokimia dilaksanakan di MAN Rengasdengklok-Karawang, pada semester ganjil tepatnya pada tanggal 1-15 November 2010.

B. Populasi, Sampel Dan Teknik Pengumpulan Sampel

  Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh 1 peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MAN Rengasdengklok dan sampel yang diambil adalah siswa 30 kelas XIA, sebagai kelas kontrol dan 30 siswakelas XIB sebagai kelas eksperimen.

1 Sugiyono, Metode Penellitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D< (Bandung: Alfabeta

  Kemudian peneliti melakukan pengajaran pada kelaseksperimen mengenai pokok bahasan termokimia dengan mengikuti langkah- langkah yang ada pada metode inkuiri-discovery learning sedangkan padakelas pembelajaran dilakukan dengan metode yang biasa dilakukan oleh guru di lokasi yakni metode ceramah dan latihan. Setelah dataterkumpul kemudian diproses untuk disiapkan sebagai jawaban sementara dari pertanyaan yang diajukan siswa pada langkah sebelumnya dilakukan verivication sebagai langkah untuk menentukan apakah data yang dihasilkan dari langkah data collection dapat terbukti atau dapat dipertanggungjawabkan kebenaranannya.

F. Instrumen penelitian

  Tes hasil belajar adalah alat untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materiyang diberikan baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Tes yang digunakan kali ini adalah berupa tes objektif sebanyak 20 soal yang terdiri dari aspek pengetahuan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3)dan analisis (C4).

1. Tingkat kesukaran

  Dan untuk 7 perhitungannya dapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut:Keterangan:P = proporsi (indeks kesukaran)B = jumlah siswa yang menjawab benarN = jumlah total peserta tesDengan ketentuannya:P = 0 Daya Beda 36 Daya beda digunakan untuk mengetahui kemampuan butir soal dalam membedakan kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswayang kurang pandai. daya beda yang baik adalah jika nilai D > 0,30Adapun untuk perhitungannya dapat menggunakan rumus sebagai berikut: dengan: D = daya bedaBa = jumlah siswa pada kelompok atas yang menjawab benarBb = jumlah siswa pada kelompo bawah yang menjawab benarN = jumlah peserta tesKlasifikasi harga daya pembeda: 8 0,00 Validitas Instrumen Validitas dapat diartikan tepat atau sahih, yakni sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsiukurnya.

9 Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa

  yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. 10 Validitas dinyatakan dengan korelasi antara distribusi skor tes yang bersangkutan (X) dengan distribusi skor suatu kriteris yang relevan (Y), sehingga koefisien validitas diberi simbol r xy .

8 S

  Reliabilitas Instrumen Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul 12 data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk perhitungan reliabilitas pada butir soal dikotomi atau soal objektif 13 dapat digunakan rumus KR-20 yakni sebagai berikut: p q  k i ir  1  ii   2k  1 st11   Ahmad Sofyan , et.

12 S uharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,2009)

38 Keterangan: r ii = reliabilitas tes secara keseluruhan p = populasi tes yang menjawab benarq = populasi tes yang menjawab salah ∑pq = jumlah hasil kali antara p dan q n = jumlah butir soal dalam perangkat instrumentS = standar deviasi Jika r hitung≥ r tabel , maka instrumen hasil belajar pada pokok bahasan termokimia, adalah reliabel.

G. Teknik Analisis Data

  Dalam analisis data dan rumus yang digunakan adalah uji-t. Uji normalitas data Uji normalitas data ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak.

b. Uji homogenitas

  Uji homogenitas yang digunakan adalah uji Fisher, denganlangkah-langkah sebagai berikut:1) Tentukan hipotesisH o = data memiliki varians homogenH 1 = data tidak memiliki varians homogenya Bagi data menjadi 2 kelompok2) Tentukan simpangan baku dari masing-masing kelompok.3) Tentukan F hitung dengan var ians terbesar F = hitungvar ians terkecil 4) Tentukan taraf nyata yang digunakan. Jika F hitung > F tabel , maka H o ditolak, yang berarti varains kedua populasi tidak homogen.

c. Pengujian Hipotesis

Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh antara pembelajaran dengan menggunakan pendekatan discovery learning dengan strategi inkuiri terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan termokimia. Pengujian hipotesis menggunakan ujit-t pada taraf signifikansiα =0.05 dengan rumus sebagai berikut: X  X 1 2 n  1 v  n  1 v     1 1 2 2t  dengan dsg = 1 1n  n  2 dsg n n12 1 2 Keterangan:X 1 rata-rata data kelompok eksperimen rata-rata data kelompok kontrol  X2 dsg = nilai deviasi standar gabungan n 1 = banyaknya data kelompok eksperimen n 2 = banyaknya data kelompok kontrol v = varians data kelompok eksperimen 1 v 2 = varians data kelompok control Dengan interpretasi jika t o > t t maka Ho ditolak dan jika t o < t t maka H o diterima.

H. Hipotesis Statistik

41 H o : tidak ada pengaruh dari penggunaan metode belajar inkuiri-discovery learning terhadap hasil belajar siswa H 1 : ada pengaruh dari penggunaan metode belajar inkuiri-discovery learning terhadap hasil belajar siswa)µ 1 : rata-rata nilai hasil belajar kimia siswa menggunakan metode inkuiri-discovery learning µ 2 : rata-rata nilai hasil belajar kimia siswa tanpa menggunakan metode inkuiri-dsicovery learning 42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi dan Analisis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari hasil tes. Tes yang

  diberikan merupakan aspek kognitif dengan menggunakan instrumen berupa tes pilihan berganda sebanyak 20 soal yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dansetelah perlakuan (posttest). Data yang diperoleh meliputi data skor hasil belajar dari 60 siswa yang terdiri dari 30 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol.

1. Deskripsi Data

  Data pertama didapat dari hasil belajar kelas eksperimen yaitu kelas yang diberiperlakuan dengan metode inkuiri-discovery learning. Data yang kedua didapat dari hasil belajar kelas kontrol yaitu kelas yang diberi perlakuan dengan metodeceramah dan latihan (drill).

1) Uji Normalitas

  Hasil Uji Normalitas Data Hasil Belajar Kelas Eksperimen No Statistik Pretest Posttes 30 30 1 Jumlah sampel (N)45,367 75,267 2 Rata-rata (mean)12,768 7,2 3 Standar deviasi0,092 0,089 4 L hitung 0,161 0,161 5 L tabelL (L ) < L (L ) L (L ) < L (L ) o hitung t tabel o hitung t tabel KesimpulanBerdistribusi normal Berdistribusi normal Dari data statistik di atas dengan jumlah sampel (N) keduanya adalah 30 didapatkan rata-rata (mean) untuk pretes 45,367 dan posttest 75,267. Hasil Uji Normalitas Data Hasil Belajar Kelas Kontrol PretestNo Statistik Posttes 30 30 1 Jumlah sampel (N)44,3 72,03 2 Rata-rata (mean)15,405 6,135 3 Standar deviasi0,125 0,139 4 L hitung 0.161 0,161 45L o (L hitung ) < L t (L tabel ) L o (L hitung ) < L t (L tabel ) KesimpulanBerdistribusi normal Berdistribusi normal Dari data statistik di atas dengan jumlah sampel (N) keduanya adalah 30 didapatkan rata-rata (mean) untuk pretes 44,3 dan posttest 72,03.

2) Uji Homogenitas

  Dari tabel diatas hitung didapatkan hasil f sebesar 1,455 untuk kelas pretes dan 1,377 untuk tabel kelas posttest, sedangkan hasil f kedua kelas adalah 1,85. Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar (Posttest) Keputusan Ho diterima, Ha ditolakDari data tabel perhitungan uji t untuk pretest didapatkan kesimpulan bahwa t tabel > t hitung, maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya antarakelas kontol dan kelas eksperimen tidak berbeda nyata.

B. Pembahasan

  Hal ini menjadikan metode inkuiri-discovery learning lebih efektif dan menghasilkan siswa yang mandiri, kritisdan kreatif dibandingkan metode ceramah dan latihan (drill) yang lebih menjadikan guru sebagai pemeran utama sehingga menjadikan siswa bersikap pasif dan kurangkreatif. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian perbedaan hasil belajar kimia yang meggunakan metode inkuiri-discovery learning dengan metode ceramah danlatihan (drill) yang dilakukan pada siswa kelas XI MAN Rengasdengklok-Karawang, diperoleh data dari perhitungan statistik uji hipotesis dengan menggunakan uji-t didapatkan hasil thitung sebesar 6,674, sedangkan nilai t-tabel sebesar 2,02.

B. Saran

  Pada kesempatan ini, penulis ingin memberikan sedikit saran demi keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah, khususnya pada matapelajaran kimia: 53 1. Guru harus memperhatikan dan membimbing siswa dalam pelaksanaan metode inkuiri-discovery learning agar hambatan-hambatan yang seringmuncul dalam proses pembelajaran dapat terpantau.

2. Gunakan metode belajar yang lebih inovatif agar siswa tertarik dan termotivasi suntuk belajar, sehingga hasil belajar yang diperoleh baik

DAFTAR PUSTAKA

  Makalah penilaian dan evaluasi pendidikan IPA: Tujuan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Gianyar Ditinjau Dari Sikap Ilmiah. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Universitas Sebelas MaretMade, I Wirtha dan Ni Ketut Rapi.

1. Bila kita mempunyai kompor

  59 Kegiatan 3:Alokasi Kegiatan waktu Guru Siswa Awal 10 pertemuan sebelumnya gurumenit Siswa mengajukan pertanyaan Guru memberikan waktu kepada Perhitungan harga ∆H reaksi 50 yang sudah dijelaskan dengan menggunakan hukum Inti menitHess Guru memberikan waktu kepada siswa untuk mengajukanPerhitungan harga ∆H reaksi pertanyaan dengan menggunakan energiikatan Guru mengintruksikan salah satu Guru mengakhiri pertemuan Penutup menit bersiap melaksanakan kegiatan praktikum 60 E. Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya Kompetensi Dasar : 2.1 Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.

2.2 Menentukan ΔH reaksi berdasarkan percobaan, hukum

  Kompetensi Dasar 2.2  Siswa dapat menghitung harga ΔH reaksi melalui percobaan Siswa dapat menghitung harga ΔH reaksi dengan menggunakan data entalpi pembentukkan standar (ΔHf) Siswa dapat menghitung harga ΔH reaksi dengan menggunakan hukum Hess  Siswa dapat menghitung harga ΔH reaksi dengan menggunakan energi ikatan A. H = H akhir – H awal 2.mempersiapkan alat dan bahan praktikum sesuai dengan LKS yangdiberikan untuk percobaan yang akan dilakukan pada pertemuanselanjutnya.perubahan dan perhitungan ∆H.

E. Sumber belajar :

67

2. Afektif (keaktifan, diskusi, performance) : lembar observasi 3

Psikomotor (keterampilan menyiapkan perlengkapan praktikum dan melakukan percobaan) : lembar observasi 68

BAHAN AJAR TERMOKIMIA

  Untuk mempelajariperubahan kalor dari suatu proses perlu dikaji beberapa hal yang berhubungan dengan:energi yang dimiliki oleh suatu zat  bagaimana energi tersebut berubah  bagaimana mengukur perubahan energi tersebut  bagaimana hubungan energi dengan struktur zat. Sistem Terisolasi (tersekat), suatu sistem yang tidak memungkinkan terjadinya pertukaran kalor dan materi antara sistem dan lingkungan Tabel 2.1 Sifat-sifat sistem dan perbedaannya 2.

3. Perubahan entalpi

  Proses eksoterm dan endoterm Reaksi Eksoterm adalah reaksi yang melepaskan kalor atau menghasilkan H akhir < H awal – H H akhir awal < 0 H berharga negative Reaksi Endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor atau memerlukan H > H akhir awal H akhir – H awal > 0 H berharga positif 5. KalorimeterKalorimeter adalah suatu alat untuk mengukur jumlah kalor yang diserap 72 Kalorimeter sederhana dapat dibuat dari wadah yang bersifat isolator Kalorimeter Bom merupakan suatu kalorimeter yang dirancang khusus Jumlah kalor yang dilepas atau diserap sebanding dengan massa, kalor ∆T dengan, q = perubahan kalor (J)m = massa zat (g) c = kalor jenis zat (J/g.

3. Menggunakan Entalpi Pembentukan

  Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya Kompetensi Dasar : 2.1 Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Keseluruhan energi yang dimiliki oleh suatu sistem dalam keadaan tertentu disebut dengan istilah….

12. Pernyataan yang tepat tentang kalor pembentukan standar adalah …

  A.kalor yang dilepaskan atau diserap apabila 1 mol senyawa terurai menjadi unsur-unsurnya pada kondisi standar B.kalor yang dilepaskan atau diserap pada pembakaran 1 mol senyawa dalam kondisi standar 78 E. Pada suatu percobaan direaksikan 50 mL larutan HCl 1 M dengan 50 mL NaOH 1 M dalam geals plastic yang kedap panas, ternyata suhunya naik dari 29 C menjadi 35,5-1 C.

DISTRIBUSI FREKUENSI PRETEST KELAS EKSPERIMEN A

  = 1 + 3,3 log NBanyak kelas (K) = 1 + 3,3 log 30= 1 + 3,3 x 1,477= 5,874 ~ 6 D. Table distribusi 2 2 No Interval f Xi Xi fXi fXi 1 20-27 3 23.5 552.25 70.5 1656.75 2 28-355 31.5 992.25 157.5 4961.25 3 36-433 39.5 1560.25 118.5 4680.75 4 44-51 11 47.5 2256.25 522.5 24818.8 5 52-592 55.5 3080.25 111 6160.5 6 60-706 63.5 4032.25 381 24193.5 30 Jumlah 261 12473.5 1361 66471.5 F.

DISTRIBUSI FREKUENSI PRETEST KELAS KONTROL A

  Nilai terbesar (Nt) 55 55 60 60 60 60 65 70 = 75Nilai terkecil (Nk) = 20Rentang kelas (R) = Nt 50 Banyaknya kelas (K)K = 1 + 3,3 log N= 1 + 3,3 log 30= 1 + 3,3 x 1,477= 1 + 4,874 = 5,874 ~ 6 D. Standar deviasi ==== 15,405 = 0,5 11 8 50 4 22 0.362 0.140 0.640 0.733 0.092 9 55 2 24 0.754 0.276 0.776 0.800 0.023 10 60 2 26 1.146 0.329 0.829 0.866 0.037 65 47 2 28 1.537 0.438 0.938 0.933 0.004 12 70 2 30 1.929 0.472 0.972 1000 0.027L tab = 0,161 (untuk N = 30)Dari uji normalitas dengan uji Lielifors menunjukkan bahwa L hit < L tab (0,092 < 0,161), maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal.

PERHITUNGAN UJI HOMOGENITAS 1

  Varians kelas kontrol 2 Si = 237,314 2. Varians kelas eksperimen 2 Si = 163,021 Fh =\ = Dilakukan interpolarisasi untuk mendapatkan f tab df pembilang : 30 (30, 29) F (30,30) : 1,84F (29,29) : Berdasarkan perhitungan dari rumus di atas didapatkan F hitung tabel dengan≤ F taraf signifikansi α = 0,05 yaitu 1,455 ≤ 1,850 maka dapat disimpulkan bahwa data homogen.

PERHITUNGAN UJI HIPOTESIS

Uji-t dapat dihitung dengan cara : t == === H o = µ (tidak berbeda nyata) H a ≠ µ (berbeda nyata) df = n1 + n2 tab t (58,95%) (2,00)= 2,00 ─ 89 Dari uji-t pretest menunjukkan bahwa t hit < t tab (0.303 < 1,931) dengan df =(30+30) o a ditolak. Lampiran 13

REKAPITULASI INSTRUMEN PENELITIAN

1 24 C2 50 sedang Valid Dipakai 18 18 C3 50 sedang Tidak valid Tidak dipakai 19 19 C2 16.67 sedang Valid Dipakai 20 20 C1 16.67 sedang Tidak valid Tidak dipakai 21 21 C1 50 sedang Tidak valid Tidak dipakai 22 22 C1 16.67 sedang Valid Dipakai 23 23 C2 16.67 sukar Tidak valid Tidak dipakai 24 25 17 25 C1 -33.33 sukar Valid Dipakai 26 26 C2 66.67 sedang Tidak valid Tidak dipakai 27 27 C3 33.33 sukar Tidak valid Tidak dipakai 28 28 C4 33.33 sukar Valid Dipakai 29 29 C4 16.67 sukar Tidak valid Tidak dipakai 30 30 C4 50 sedang Valid Dipakai 31 31 C3 sedang Tidak valid Tidak dipakai 17 C2 sedang Tidak valid Tidak dipakai 16 C1 -16.67 mudah Valid Dipakai 1 C1 50 sedang Valid Dipakai 8 C1 sedang Tidak valid Tidak dipakai 2 2 C2 16.67 sedang Tidak valid Tidak dipakai 3 3 C3 58.33 sedang Tidak Valid Tidak dipakai 4 4 C1 66.67 sukar Valid Dipakai 5 5 C2 66.67 sukar Valid Dipakai 6 6 C1 83.33 sukar Valid Dipakai 7 7 C1 -33.33 sangat mudah Tidak valid Tidak dipakai 8 9 No No soal Tingkat kognitif Indeks Daya Beda Kualifikasi Taraf kesukaran Status soal Kualifikasi 9 C2 50 sedang Valid Dipakai 10 10 C1 sedang Tidak valid Tidak dipakai 11 11 C4 16.67 sangat mudah Tidak Valid Tidak dipakai 12 12 C4 33.33 sedang Valid Dipakai 13 13 C4 33.33 sedang Valid Dipakai 14 14 C2 33.33 sedang Valid Dipakai 15 15 C2 33.33 sedang Tidak valid Tidak dipakai 16 35 43 C3 83.33 sedang Valid Dipakai 50 49 C3 33.33 sedang valid Dipakai 49 48 C3 16.67 sedang Tidak valid Tidak dipakai 48 47 C3 33.33 sedang Tidak valid Tidak dipakai 47 46 C3 16.67 sedang valid Dipakai 46 45 C1 6.67 sedang Valid Dipakai 45 44 C3 50 sedang Tidak valid Tidak dipakai 44 43 35 C3 66.67 sedang Tidak valid Tidak dipakai 42 C3 33.33 sedang valid Dipakai 42 41 C3 33.33 sukar Tidak valid Tidak dipakai 41 40 C3 33.33 sukar Tidak valid Tidak dipakai 40 39 C1 33.33 sedang Valid Dipakai 39 38 C3 sedang Tidak valid Tidak dipakai 38 37 C3 66.67 sedang Valid Dipakai 37 36 C3 sukar Tidak Valid Tidak dipakai 36 50 C3 16.67 mudah Tidak valid Tidak dipakai

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh model pembelajaran elaborasi metode PQ4R terhadap hasil belajar matematika siswa
1
9
138
Pengaruh strategi resorce base learning terhadap hasil belajar matematika siswa
2
9
137
Pengaruh metode pembelajaran inkuiri-discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi termokimia
4
48
106
Pengaruh pembelajaran berbasis e-learning terhadap hasil belajar siswa pada konsep impuls dan momentum
7
50
142
Pengaruh model learning cycle 5e terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi
11
134
269
Penerapan strategi pembelajaran aktif metode information search dan role play dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fiqih
4
32
143
Pengaruh pembelajaran model advance organizer terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep protista
1
16
7
Penerapan model pembelajaran direct instruction untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep termokimia
0
2
18
Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas IV
0
13
196
Pengaruh pendekatan accelerated learning terhadap hasil belajar fisika siswa pada konsep termodinamika
2
10
156
Pengaruh model pembelajaran kooperatif metode bamboo dancing terhadap hasil belajar matematika
6
88
163
Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas x sma negeri 29 jakarta
2
41
0
Penerapan pembelajaran aktif metode card sort pada materi PAI dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Darul Ma'arif Jakarta Selatan
1
13
168
Pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (ctl) melalui metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa
0
13
195
Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa Pada materi litosfer
5
16
182
Show more