Pengaruh kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahan dini

Gratis

1
6
136
3 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Menurut pandangan Islam di dalam surat Ar-Rum ayat 21, bahwa pernikahan dapat menciptakan ketentraman lahir dan batin antara suami dan istri dalamkehidupan rumah tangga yang tentram, nyaman, damai dan sejahtera, ketika terpenuhi hak dan kewajiban suami istri dengan baik. Diduga, banyak pula pasangan yang melakukanpernikahan dini yang sebenarnya tumbuh dari perbedaan- perbedaan yang ada diantara kedua pasangan, tetapi menjadi cocok setelah beberapa saat hidupbersama dan tidak berarti bahwa kalau seseorang cukup mengenal calon pasangannya akan menjamin terjalinnya kehidupan perkawinan yang memuaskankedua belah pihak.

1.2. Pembatasan Masalah dan Perumusan Masalah

1.2.1. Pembatasan Masalah

  Kepuasan pernikahan yang dimaksudkan dalam penelitian ini ditandai dengan adanya hubungan persahabatan yang kuat danperasaan saling menyukai pribadi masing- masing, adanya komitmen diantara pasangan, adanya persamaan dalam caramenunjukkan kasih sayang kepada pasangan, dan penyesuaian dalam hubungan seksual, serta adanya perasaan positif terhadappasangan. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Pamulang, adapun karakteristik subjek yang dijadikan responden dalam penelitianini memiliki dua karakteristik, yaitu: 1) Wanita yang menikah di usia≤18 tahun, dan 2) Usia pernikahan subjek ± 5 tahun.

1.2.2. Perumusan Masalah

  Apakah ada pengaruh yang signifikan kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahan? Apakah ada pengaruh yang signifikan aspek sikap positif dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  1.3.1. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan “untuk menguji pengaruh kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahan wanitayang melakukan pernikahan di usia remaja (usia dini).” 1.3.2.

1.4. Sistematika Penulisan

  BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab kajian teori dijelaskan variabel- variabel penelitian dan teori- teori para ahli yang memiliki kesesuaian dengan tema penelitian, yaitu tentang kepuasan pernikahan, kemampuan berkomunikasi, kemampuanmemecahkan masalah serta kerangka berpikir di dalam laporan penelitian. BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN Bab empat berisi hasil penelitian yang telah dilakukan dan analisis terhadap penelitian tersebut berdasarkan data yang di peroleh dilapangan.

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN Bab lima berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dillakukan

BAB II KAJIAN TEORI

diskusi berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dan saran bagi penelitian selanjutnya.

2.1. Pernikahan

2.1.1. Pengertian pernikahan

  Duvall dan Miller (1985) menambahkan pendapatnya mengenai pernikahan, bahwa pernikahan merupakan hubungan yang diketahui secara sosial antaraperempuan dan laki- laki yang berkaitan dengan hubungan seksual yang sah. (Qurayis Shihab dalam Tafsir Al- Misbah) Disinilah terlihat bahwa Allah SWT memberi sinyal dan tanda bahwa manusia diciptakan oleh Allah untuk berpasang- pasangan dan dengan adanya pasangantersebut kita memiliki keturunan, yang diharapkan keturunan tersebut dapat mempertahankan kelangsungan kehidupan berikutnya.

2.2. Kepuasan Pernikahan

2.2.1. Pengertian kepuasan pernikahan

  Lebow, 2005) mengemukakan bahwa kepuasan pernikahan merupakan pengalaman yangsubjektif; perasaan yang kuat dan sebuah perilaku yang didasari atas faktor- faktor antar individu yang dipengaruhi oleh kualitas interaksi di dalam pernikahan yangdijalani. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan pernikahan merupakan adanya suatu perasaan senang yang kuat yang disebabkan oleh tercapainya tujuanyang dikehendaki oleh pasangan yang terikat dalam status pernikahan sebagai simbol dari adanya rasa kasih sayang, kesetiaan, terbinanya intimasi, dankeakraban emosional yang bersifat subjektif.

2.2.2. Faktor- Faktor Kepuasan Pernikahan

  DisiplinKedisplinan yang diterapkan oleh orang tua sejak kecil berada pada tahap yang baik (adanya pemberian hukuman yang sesuai untuksetiap kesalahan yang diperbuat, namun tidak membuat anak d. Kepuasan terhadap tempat tinggalMemiliki tempat tinggal yang relatif menetap (adanya tempat tinggal yang relatif permanen) akan menimbulkan perasaan amanbagi masing- masing pasangan, yang pada akhirnya akan meminimalisasi timbulnya konflik dalam kehidupan pernikahan.

2.2.3. Indikator Kepuasan Pernikahan

  b) Mempunyai persamaan dalam menunjukkan kasih sayangPernikahan yang baik dapat tercapai bila di dalam pernikahan terdapat intimasi, dan adanya rasa saling menghargai dan pengekspresiannya sertarasa saling menyayangi. c) Mempunyai persamaan tentang kehidupan seksualKehidupan seksual merupakan salah satu masalah yang paling sulit dalam pernikahan dan salah satu penyebab yang mengakibatkan pertengkaran danketidakbahagiaan pernikahan apabila kesepakatan ni tidak dapat dicapai dengan memuaskan (Hurlock, 1980).

2.3. Kemampuan Berkomunikasi

2.3.1. Pengertian kemampuan berkomunikasi

  Ruben (dalam Arni Muhammad, 2008) memberikan definisi mengenai komunikasi sebagai suatu proses dimana dalam hubungan antara individu denganmasyarakat, hubungan dengan kelompoknya yang mana di dalamnya dapat menciptakan, mengirim, dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasilingkungannya dengan orang lain. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan berkomunikasi adalah suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memproses pertukaran informasi yang sangatkompleks diantara individu baik secara verbal dan non verbal melalui gesture, simbol, gambar, kata- kata, sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

2.3.2. Proses berkomunikasi

  Kemudian pesan itu dikodekan atau diubah ke dalam bentuk simbolik dan diteruskan oleh suatu medium (saluran) kepada penerima, yang menguraikan kode (pengkodean) dengan diawali oleh pengirim. Untuk menenemukan diriMaksud utama dari menemukan diri dalam komunikasi adalah ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain sebenarnya ia sedang belajarmengenai dirinya dan teman bicaranya, dengan berbicara mengenai dirinya kepada orang lain ia akan memperoleh umpan balik yang berharga atasperasaan, pikiran, dan tingkah laku.

2.3.3. Tujuan komunikasi Manusia berkomunikasi dengan sesamanya karena memiliki tujuan tertentu

  Untuk bermainMaksud utama dari bermain dalam komunikasi adalah menggunakan komunikasi untuk bermain karena memiliki motif kesenangan, hiburan,dan istirahat atau santai dengan maksud membuatnya merasa lepas dari tekanan dan tanggung jawab. Untuk berhubungan dengan orang lainMaksud utama dari berhubungan dengan orang lain dalam komunikasi adalah motivasi berkomunikasi untuk memelihara hubungan interpersonalyang hangat dan akrab, karena setiap orang ingin merasa dicintai dan mencintai orang lain.

2.3.4. Indikator Kemampuan Berkomunikasi

  Orang yang berempatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain,perasaan dan sikap, serta harapan dan keinginan untuk masa yang akan datang. Seseorang yang berkomunikasi secara spontan dan terus terang serta terbuka dalam mengutarakan pikirannya biasanyabereaksi dengan cara yang sama (terus terang dan terbuka).

2.4. Kemampuan Memecahan Masalah

2.4.1. Pengertian Kemampuan Memecahkan Masalah

  Proses pemecahan masalahyang dilakukan oleh setiap individu tentulah berbeda- beda, tergantung dari pola pikir yang dimiliki, jenis masalah yang dihadapi, ataupun faktor dari luar yangmempengaruhi (seperti saran yang diberikan oleh orang lain, pengalaman yang dialami oleh orang lain, dan sebagainya). Dapat disimpulkan bahwa kemampuan memecahkan masalah adalah sebuah kemampuan dimana adanya suatu usaha untuk menemukan solusi bagipermasalahan yang terjadi, yang mengarah kepada suatu pencapaian tujuan yang diinginkan.

2.4.2. Proses memecahkan masalah

  Untuk mengetahui lebih jelas masalah yang sedang dihadapi dapat dimulai dengan memunculkanpertanyaan : ”Masalah apa yang sebenarnya sedang saya hadapi?” setelah dapat melihat jelas masalah apa yang sedang dihadapinya,dapat diteruskan dengan mendaftar semua fakta yang diketahui mengenai masalah yang sedang dihadapi, dapat diteruskan denganmendaftar semua fakta yang diketahui mengenai masalah yang ingin b. Tahap penerimaan/ pelaksanaanPada tahap akhir ini individu yang telah memilih satu gagasan yang telah diseleksi dan mengambil gagasan tersebut sebagai suatukeputusan untuk solusi pemecahan masalah yang sedang dihadapinya dan diharapkan untuk menerima dan menjalankan gagasan tersebut,sehingga masalah yang sedang dihadapinya dapat dipecahkan.

2.5. Kerangka Berpikir

  Pernikahan merupakan suatu ikatan yang suci yang mengikat seoranglaki- laki dengan seorang wanita sebagai pasangannya dan menjadi ikatan suami- istri untuk membentuk sebuah sistem keluarga secara keseluruhan untuk mencapaikeluarga yang penuh kasih sayang dengan adanya tanggungjawab yang sesuai, pembagian tugas, terpenuhinya hubungan seksual, pengakuan sosial danpengesahan untuk memiliki anak. Dapatdibayangkan sulitnya dua manusia yang berbeda dapat menyatu dengan harmonis dan memperoleh kepuasan dalam ikatan pernikahan, karena banyaknya faktor Dalam hal ini, pasangan suami istri harus memiliki kemampuan dalam mengkomunikasikan permasalahan yang muncul di dalam pernikahannya denganintens.

2.6. HIPOTESIS

H a : Ada pengaruh yang signifikan kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahanwanita yang melakukan pernikahan dini H o : Tidak ada pengaruh yang signifikan kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahanwanita yang melakukan pernikahan dini H a1 : Ada pengaruh yang signifikan aspek keterbukaan dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan wanitayang melakukan pernikahan dini H o1 : Tidak ada pengaruh yang signifikan aspek keterbukaan dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan wanitayang melakukan pernikahan dini H : Ada pengaruh yang signifikan aspek empati dari variabel a2 kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahan diniH o2 : Tidak ada pengaruh yang signifikan aspek empati dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan wanitayang melakukan pernikahan dini H o3 : Tidak ada pengaruh yang signifikan aspek sikap positif dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan wanitayang melakukan pernikahan dini H a4 : Ada pengaruh yang signifikan aspek kesetaraan dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan wanitayang melakukan pernikahan dini H o4 : Tidak ada pengaruh yang signifikan aspek kesetaraan dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan wanitayang melakukan pernikahan dini H : Ada pengaruh yang signifikan kemampuan memecahkan masalah a5 terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahan diniH o5 : Tidak ada pengaruh yang signifikan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukanpernikahan dini H a6 : Ada pengaruh yang signifikan aspek usia saat menikah terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahan dini H o6 : Tidak ada pengaruh yang signifikan aspek usia saat menikah terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahandini H a7 : Ada pengaruh yang signifikan aspek pendidikan terakhir saat menikah terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukanpernikahan dini H o7 : Tidak ada pengaruh yang signifikan aspek pendidikan terakhir saat menikah terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukanpernikahan dini H a8 : Ada pengaruh yang signifikan aspek status pekerjaan subjek terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahandini H : Tidak ada pengaruh yang signifikan aspek status pekerjaan subjek o8 terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahan dini

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini dibahas mengenai pendekatan penelitian, variabel penelitian, definisi

konseptual dan definisi operasional, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, instrumen pengumpulan data, teknik analisis data dan prosedur penelitian.

3.1. Jenis Penelitian

3.1.1. Pendekatan Penelitian

  Dalam penelitian ini peneliti ingin melihat pengaruh kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahan pada wanitayang menikah dini, sehingga dalam penelitian digunakan pendekatan kuantitatif, dimana penelitian ini menekankan analisisnya pada data- data numerikal (angka)yang diolah dengan statistika. Melalui penelitian ini dapat memastikan berapa besar yang disebabkan oleh suatu variabel dalam hubungannya dengan variasi yang disebabkan oleh variabel lain.

3.2. Variabel Penelitian Identifikasi Variabel 1

  Kepuasan Menikah yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan persahabatan yang kuat dan perasaan saling menyukai pribadi masing-masing, adanya komitmen diantara pasangan, adanya persamaan dalam cara menunjukkan kasih sayang kepada pasangan, dan penyesuaian dalam hubunganseksual, serta adanya perasaan positif terhadap pasangan, sebagaimana dikemukakan oleh Lauer & Lauer, et. Kemampuan memecahkan masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk menemukan fakta, menemukan masalah, menemukan gagasan, menentukansolusi, menemukan penerimaan untuk melokasikan suatu solusi bagi kontroversi yang terjadi, agar dapat diterima oleh semua pihak, sebagaimana yangdikemukakan oleh Parnes (dalam Utami Munandar, 1999).

3.3. Populasi dan Sampel Populasi 1

  Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang menikah di usia≤ 18 tahun, dengan usia pernikahan subjek ± 5 tahun dan berdomisili di wilayah Kecamatan Pamulang. Adapun jumlah populasi wanita yang menikah pada usia≤ 18 tahun tidak diketahui, karena KUA Pamulang hanya memiliki data wanita yang menikahpada usia ≥ 20 tahun, selain itu tidak semua populasi sudah menjalani pernikahan± 5 tahun.

3.3.2. Sampel

  Teknik sampling bergunaagar: 1) mereduksi anggota populasi menjadi anggota sampel yang mewakili populasinya (representatif), sehingga kesimpulan terhadap populasi dapatdipertanggung jawabkan, 2) lebih teliti menghitung yang sedikit daripada yang banyak, 3) menghemat waktu, tenaga, biaya, dan lain sebagainya. Peneliti mengambil sampelsebanyak 80 subjek (40 orang try out dan 40 orang field tes) karena untuk menganalisa data penetapan sampel yang lebih besar mengurangi bias yang timbuldibandingkan dengan menggunakan sampel dalam jumlah sedikit.

3.4. Teknik Pengumpulan Data dan Penelitian

3.4.1. Metode Pengumpulan Data

  Skala Kepuasan PernikahanPada skala kepuasan pernikahan ini, peneliti akan membuat pernyataan- pernyataan yang berkaitan dengan 4 aspek kepuasan pernikahan, yaitu :persahabatan, komitmen, persamaan, dan perasaan positif. Skala Kemampuan Memecahkan MasalahPada skala kemampuan memecahkan masalah ini, peneliti akan membuat pernyataan- pernyataan yang berkaitan dengan 5 aspek kemampuanmemecahkan masalah, yaitu : menemukan fakta, menemukan masalah, menemukan gagasan, menemukan solusi, dan menemukan pelaksanaan/penerimaan.

3.4.2. Teknik Uji Instrumen Penelitian

  Uji Validitas Analisa data- data yang digunakan adalah analisa statistika sebagai cara untuk mengetahui hubungan antara variabel indeppendent 1 atau X 1 yaitu kemampuan berkomunikasi dan variabel independent 2 atau X yaitu 2 kemampuan memecahkan masalah, variabel dependent atau Y 1 yaitu kepuasan pernikahan yang menggunakan SPSS 11.5. Pada analisis regresi, memperdiksikan seberapa Hasil perhitungan diperoleh dengan menggunakan sistem komputerisasi dengan program SPSS versi 11.5 yang diinterpretasikan apabila F hitung <F tabel maka tidak terdapat korelasi antar kedua variabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

3.5. Prosedur Penelitian

3.5.1. Persiapan Penelitian

  Melakukan studi pustaka untuk mendapatkan gambaran dan landasan teori yang tepat mengenai variabel penelitian, dan 4. Menentukan, menyusun, dan menyiapkan alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu skala kepuasan pernikahan, skala kemampuan berkomunikasi,dan skala kemampuan memecahkan masalah.

3.5.2. Pengujian Alat Ukur

  Uji coba dilakukan pada tanggal 13 Juni 2011 pada wanita yang melakukan pernikahan dini, yang memiliki karakteristik sama dengan responden penelitiansebanyak 40 orang. Adapun distribusi aitem setelah dilakukan uji validitas pada skala kepuasan pernikahan, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah,dikemukakan pada tabel 3.6, tabel 3.7, dan tabel 3.8 sebagai berikut : 1.

INDIKATOR FAV UNFAV JML

pasangan sebagai teman baik 4 Persahabatan 2, 12, 18, 26*, 35*, 45 pasangan

2. Komitmen

  pernikahan sebagai komitmenjangka panjang pernikahan sebagai sesuatuyang suci 11, 19 21*, 52* 29*, 37*1*, 25* 8 Persamaan persamaan tujuan 43, 50* 3*, 23*, 30 Perasaan positif pasangan menjadi lebihmenarik 41*, 47 6*, 16* 9 Jumlah 12 22 34 Keterangan : * item yang valid Setelah dilakukan uji validitas, pada skala kepuasan pernikahan dari 52 aitem yang diuji cobakan, terdapat 34 aitem yang valid dan sisanya 18 aitem yang tidakvalid. Dengan koefisien reliabilitas 0,9093 ( Reliabel ) dan taraf signifikansi 0,3.

2. Hasil Uji Coba (try out) Skala Kemampuan Berkomunikasi

  Tabel 3.7 Blue print kemampuan berkomunikasi 7 2. Kesetaraan4, 12* 22*, 30* 3 Jumlah 8 11 19 Keterangan : * item yang valid Setelah dilakukan uji validitas, pada skala kemampuan berkomunikasi didapat 19 aitem yang valid dengan koefisien reliabilitas 0,7650 ( Reliabel ) dan tarafsignifikansi 0,3 dari total 36 aitem yang diberikan.

3. Hasil Uji Coba (try out) Skala Kemampuan Memecahkan Masalah

  Mampumasalah pernikahan 5* 20*menemukanyang sedang dihadapifakta 4 data baru yangdiperlukan untuk 2* 10, 21* menemukan masalahpernikahan 2. Mampumemunculkanmenemukangagasan atau idemasalah 7* 15*, 19* untuk mencari caramemecahkan masalah dalam pernikahan 4 9 masalah yangdihadapi suami dan istri 3.

5. Mampu

  gagasan yang telahmenemukandiseleksi 14 6*penerimaan/ pelaksanaan 2 gagasan tersebut13 18* untuk solusipemecahan masalah yang dihadapi 7 9 16 JumlahKeterangan : * item yang valid Setelah dilakukan uji validitas, pada skala kemampuan memecahkan masalah dari 23 aitem yang diberikan didapat 16 aitem yang valid dengan koefisien reliabilitas0,8427 ( Reliabel ) dan taraf signifikansi 0,3. Menghitung dan membuat tabulasi data yang diperoleh, kemudian membuat tabel data.

BAB IV PRESENTASI DAN ANALISIS DATA Pada bab ini dibahas mengenai gambaran umum responden penelitian, deskripsi data, uji persyaratan, pengujian hipotesis, dan uji regresi

  Tabel 4.2 Gambaran responden berdasarkan pendidikan terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase SMA 25 62,5%SLTP 15 37,5% Total 40 100% Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah reponden dalam penelitian ini adalah 40 orang, 25 orang yang memiliki pendidikan terakhir SMA saatmelakukan pernikahan dan 15 orang yang memiliki pendidikan terakhir SLTP saat melakukan pernikahan. Tabel 4.3 Gambaran responden berdasarkan status pekerjaan Status Jumlah Persentase Bekerja 15 37,5%Ibu Rumah Tangga 25 62,5% Total 40 100% Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 orang, 15 orang yang bekerja dan 25 orang yang hanya menjadi iburumah tangga atau tidak bekerja.

4.2. Deskripsi Data

Kategorisasi kepuasan pernikahan, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah Deskripsi data hasil penelitian dijelaskan lebih dahulu berdasarkan kategorisasi kepuasan pernikahan, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan memecahkanmasalah. Data skor perolehan skala kepuasan pernikahan (variabel terikat), skala kemampuan berkomunikasi (variabel bebas) dan kemampuan memecahkanmasalah (variabel bebas) diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada

4.2.1. Kategorisasi Kepuasan Pernikahan

Tabel 4.4 Skor skala kepuasan pernikahan Descriptive StatisticsN Minimum Maximum Mean Std. Deviation KEPUASAN 40 102,00 157,00 137,6500 13,62793 PERNIKAHANValid N (listwise)

40 Untuk mengetahui kategori kepuasan pernikahan yang diperoleh responden tinggi

  atau rendah, maka disajikan norma skor kemampuan berkomunikasi minimum=102.00, maximum=157.00, mean =137.6500, dan standar deviasi=13,628Untuk mengetahui kepuasan pernikahan responden, peneliti menggunakan kategorisasi rentangan untuk setiap responden. Berdasarkan hasil pengolahan dari persebaran data di atas dapat kita lihat bahwa dari 40 responden terdapat 5 responden (12,5%) memiliki skor dalam kategorikepuasan pernikahan yang rendah, 16 responden (40%) memiliki skor dalam kategori kepuasan pernikahan yang sedang, sedangkan 19 responden (47,5%)memiliki skor dalam kategori kepuasan pernikahan yang tinggi.

4.2.2. Kategorisasi kemampuan berkomunikasi

  Perolehan data skor skala kemampuan berkomunikasi diperoleh melalui kuesioner yang disebar kepada para wanita yang melakukan pernikahan usia dini. Berikut inideskripsi kemampuan berkomunikasi yang dibantu dalam bentuk tabel sebagai4.6: Tabel 4.6 Skor skala kemampuan berkomunikasi Descriptive StatisticsN Minimum Maximum Mean Std.

40 Untuk mengetahui kategori kemampuan berkomunikasi yang diperoleh responden

  tinggi atau rendah, maka disajikan norma skor kemampuan berkomunikasi diketahui nilai minimum =55.00, maximum =107.00, mean =85.9500, dan standardeviasi =15,37Untuk mengetahui kemampuan berkomunikasi responden, peneliti menggunakan kategorisasi rentangan untuk setiap responden. Berdasarkan hasil pengolahan dari persebaran data diatas dapat kita lihat bahwa dari 40 responden terdapat 8 responden (20%) memiliki kemampuanberkomunikasi yang masuk dalam kategori rendah, 14 responden (35%) memiliki kemampuan berkomunikasi yang masuk dalam ketegori sedang dan 18 responden(45%) memiliki kemampuan berkomunikasi dalam kategori tinggi.

4.2.3. Kategorisasi kemampuan memecahkan masalah

  Skala kemampuan memecahkan masalah diperoleh melalui kuesioner yang disebar kepada wanita yang melakukan pernikahan usia dini. Berikut ini akandiuraikan deskripsi hasil penelitian statistik skor sampel penelitian kemampuan memecahkan masalah yang dibantu dengan penyajian dalam bentuk tabel 4.8 : Tabel 4.8 Skor skala kemampuan memecahkan masalah Descriptive StatisticsN Minimum Maximum Mean Std.

40 Untuk mengetahui kategori kemampuan memecahkan masalah yang diperoleh

  responden tinggi atau rendah, maka disajikan norma skor kemampuan memecahkan masalah skor minimum =44.00, maximum =101.00, mean=75.6250, dan standar deviasi =15,87Untuk mengetahui kemampuan memecahkan masalah responden, peneliti menggunakan kategorisasi rentangan untuk setiap responden. Berdasarkan hasil pengolahan dari persebaran data di atas dapat kita lihat bahwa dari 40 responden terdapat 8 responden (20%)memiliki skor kemampuan memecahkan masalah yang masuk dalam kategori rendah, 18 responden (45%) memiliki kemampuan memecahkan masalah yangmasuk dalam ketegori sedang, dan 14 responden (35%) yang memiliki skor kemampuan memecahkan masalah dalam kategori tinggi.

4.3. Hasil Uji Hipotesis

  Dengandemikian 10.5% dipengaruhi oleh aspek lain selain keempat aspek dari variabel kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah yang tidakterukur dalam penelitian ini yang dapat memberikan perubahan terhadap variabel kepuasan pernikahan. Hal ini berarti ada pengaruh yang signifikankemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahan pada wanita yang melakukan pernikahan dini.

2 IV R R Change F hitung Df F tabel Signifikansi

0.339 0.339 19 1,38 4.1 Signifikan X 1 0.421 0.082 5.26 1,38 4.1 Signifikan X

12 X 3 0.572 0.151

  12.7 1,38 4.1 Signifikan X 0.575 0.003 0.25 1,38 4.1 Tidak Signifikan 1234 0.575 Total Keterangan : X 1 = Keterbukaan X 12 = Empati X = Sikap positif 123 X = Kesetaraan 1234 Dari tabel di atas dapat di lihat besarnya kontribusi masing- masing aspek kemampuan berkomunikasi, sebagai berikut : 1. F Change Change 1 2 Change 1 ,583(a) ,339 ,322 11,22189 ,339 19,5171 38 ,000 a Predictors: (Constant), Keterbukaan Rumus F hitung : 2 F = R : k = 0.339 : 1 = 19.5 1 1 2 (1- R ) : n- k – 1 (1- 0.339) : 40- 1- 1 1 1 Aspek keterbukaan di atas dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan diperoleh F hitung sebesar 19 pada signifikansi 0.000 lebih 2.

2 F = R – R : k - k = 0.41- 0.339 : 1 = 5.6

  12 1 12 1 2 (1- R 12 ) : n- k 12 – 1 (1- 0.421) : 40- 2- 1 Aspek empati dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan diperoleh F hitung sebesar 5.26 pada signifikansi 0.000 lebih besardengan F tabel 4.1, sehingga pengaruh aspek empati dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan terdapat pengaruh yang signifikan. Kontribusi aspek kesetaraan dari variabel kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan Tabel 4.19 Model Summary Aspek Kesetaraan Std.

2 F = R 134 – R 13 : k 134 - k 13 = 0.575- 0.57 : 1 = 0.5

  F hitung sebesar 0.25 pada aspek kesetaraan 4.3.3 Hasil uji regresi aspek kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahan Peneliti menggunakan analisis regresi untuk mengetahui lebih jauh pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, dengan cara mencari nilaikoefisien determinasi. Koefisien determinasi ( R square ) merupakan nilai yang menggambarkan seberapa besar sumbangsih aspek- aspek KemampuanMemecahkan Masalah terhadap Kepuasan Pernikahan pada wanita yang melakukan Pernikahan Dini.

4.3.4. Hasil uji regresi demografi terhadap kepuasan pernikahan

  Dalam hasil uji regresi pada penelitian ini, selain dari keempat aspek kemampuan berkomunikasi dan variabel kemampuan memecahkan masalah, kepuasanpernikahan diukur juga berdasarkan demografi yaitu di lihat berdasarkan usia saat menikah, pendidikan terakhir subjek saat menikah, dan status pekerjaan subjek. Artinya aspek usia subjek saat Rumus F hitung : 2 F = R 1 : k 1 = 0.21 : 1 = 10.1 2 (1- R 1 ) : n- k 1 – 1 (1- 0.21) : 40- 1- 1 Demografi berdasarkan usia subjek saat menikah terhadap kepuasan pernikahan di atas diperoleh F hitung sebesar 10.1 pada signifikansi 0.003 lebih besar dengan F tabel4.1, sehingga pengaruh demografi berdasarkan usia subjek saat menikah terhadap kepuasan pernikahan terdapat pengaruh yang signifikan.

2 F = R - R : k - k = 6.1 – 0.1 : 1 = - 38

  FChange Change 1 2 Change 1 ,751(a) ,564 ,553 9,11309 ,564 49,2151 38 ,000 a Predictors: (Constant), status pekerjaan Kontribusi aspek status pekerjaan subjek terhadap kepuasan pernikahan 2 ditunjukkan oleh R ( R square ) sebesar 0.564. Rumus F hitung : 2 2 F = R 123 - R 12 : k 123 - k 12 = 56.4 – 26.1 : 1 = - 19.7 2 (1- R ) : n- k – 1 (1- 56.4) : 40- 3- 1 123 123 Demografi berdasarkan status pekerjaan subjek terhadap kepuasan pernikahan diperoleh F hitung sebesar – 19.7 pada signifikansi 0.000 lebih kecil dengan F tabel4.1, sehingga pengaruh demografi berdasarkan status pekerjaan subjek terhadap kepuasan pernikahan terdapat pengaruh yang tidak signifikan.

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN Pada bab terakhir ini peneliti menyimpulkan semua hasil penelitian serta

mendiskusikan hasil penelitian yang berkaitan dan juga menggunakan saran untuk penelitian yang sejenis dengan apa yang penulis teliti agar lebih berkembang dantentu saja lebih baik dari penelitian yang sudah ada.

5.1. KESIMPULAN

  Ada pengaruh atau kontribusi yang signifikan kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahanwanita yang melakukan pernikahan dini. Ada pengaruh atau kontribusi yang signifikan kemampuan berkomunikasi terhadap kepuasan pernikahan wanita yang melakukan pernikahan dini.

5.2. DISKUSI

  Berdasarkan data yang diperoleh, sumbangsih dari aspek kemampuan berkomunikasi dan variabel kemampuan memecahkan masalah dapat dilihat dariuji regresi pada tabel model summary yang hasilnya didapatkan koefisien determinasi R square yang menunjukkan kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah 0.895 atau 89.5%. Dapat diduga faktor lain yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi dankemampuan memecahkan masalah terhadap kepuasan pernikahan wanita yang Sehingga kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah meningkat, dan kepuasan pernikahannya pun meningkat seiring denganbertambahnya pengalaman yang sudah dialami dan dirasakan oleh subjek.

5.3. SARAN

  Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan dengan mempertimbangkan hasil analisis statistik beserta kesimpulannya, penulis mengajukan beberapa saranteoritis dan saran praktis yang dapat menyempurnakan penelitian lanjutan yang akan dilakukan. Sedangkan saran praktis penulis ajukan kepadapara wanita yang menikah di usia dini agar dapat merasakan kepuasan pernikahan yang diharapkan sesuai dengan keinginannya.

5.3.1. Saran Teoritis

  Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkan masalah serta kepuasan pernikahan wanita yangmelakukan pernikahan dini pada rentangan waktu yang tidak terlalu lama, maka dipilih responden dengan usia pernikahan antara 6 bulan - 1 tahun. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk dapat menghubungkan faktor atau aspek lain yang berpengaruh terhadap kepuasan pernikahanseperti pendapatan/ ekonomi dan hubungan dengan keluarga besar pasangan.

5.3.2. Saran Praktis

  Kepada para wanita yang ingin melakukan pernikahan, untuk dapat memiliki kemampuan berkomunikasi dan kemampuan memecahkanmasalah secara baik dan matang, maka usia wanita untuk menikah berada pada fase dewasa awal (± 21 tahun). Misalnya dengan meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi, tidak hanya dengan pasangan tetapi dengan anak dankeluarga besar, agar dapat memperoleh kepuasan pernikahan yang seutuhnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan saya dan pasangan hanya sebatas pada hubungan yang mengikat sebagai pasanganyang kaku, dan saya menganggap hubungan saya dan pasangan tidak seperti sahabat yangbaik 12. Ketika saya merasa hubungan pernikahan kami sedang tidak harmonis, saya bisa mengenalimasalah yang sebenarnya sedang terjadi diantara saya dan pasangan 6.

9. Ketika saya dan pasangan tidak memiliki waktu

  Ketika saya dan pasangan sedang bertengkar, saya dan pasangan tidak berusaha untuk bertukarpikiran dalam menentukan penyelesaian masalah yang sedang terjadi 11. Hubungan saya dan pasangan tidak sebatas pada hubungan yang mengikat sebagai pasangan yangkaku, tetapi juga hubungan layaknya sahabat yang baik 9.

38. Saya menikmati hubungan intim yang kami

  Ketika saya dan pasangan sedang bertengkar, saya dan pasangan tidak berusaha untukbertukar pikiran dalam menentukan penyelesaian masalah yang sedang terjadi 13. Ketika hubungan yang saya jalani dengan pasangan sedang tidak nyaman, saya tidakmengetahui masalah apa yang sebenarnya sedang terjadi 21.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Persepsi Terhadap Pernikahan Pada Wanita Dewasa Dini Yang Berasal Dari Keluarga Bercerai
9
94
111
Perbedaan Kepuasan Pernikahan pada Wanita Ditinjau dari Tahap-Tahap Pernikahan
2
65
112
Penyesuaian Pernikahan Remaja Putri Yang Melakukan Pernikahan Dini
2
69
312
PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA DEWASA AWAL PASCA PERCERAIAN (Studi Pada Wanita Yang Melakukan Pernikahan Dini)
2
39
19
Gambaran kepuasan pernikahan pada wanita yang menikah di bawah tangan
0
15
153
KONTROL DIRI WANITA YANG MENUNDA PERNIKAHAN Kontrol Diri Wanita yang Menunda Pernikahan.
0
2
15
KONTROL DIRI WANITA YANG MENUNDA PERNIKAHAN HALAMAN DEPAN Kontrol Diri Wanita yang Menunda Pernikahan.
0
1
15
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEREMPUAN YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DI USIA DINI Dinamika Psikologis Perempuam Yang Melakukan Pernikahan Di Usia Dini.
0
3
15
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEREMPUAN YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN DI USIA DINI Dinamika Psikologis Perempuam Yang Melakukan Pernikahan Di Usia Dini.
0
2
17
BAB. I PENDAHULUAN Dinamika Psikologis Perempuam Yang Melakukan Pernikahan Di Usia Dini.
0
3
7
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI DAN SUAMI DI USIA AWAL PERNIKAHAN DI KOTA BANDUNG.
5
28
41
MOTIVASI WANITA MELAKUKAN PERNIKAHAN MUDA Studi Kasus : Pada Wanita yang Melakukan Pernikahan Usia Muda di Dusun Tanjung Agung Kecamatan Muko-Muko Bhatin VII Kabupaten Bungo Provinsi Jambi).
0
0
41
Kematangan emosi pada wanita yang melakukan pernikahan dini.
0
0
126
Marital Readiness pada Remaja yang Melakukan Pernikahan Dini.
3
5
104
PENGARUH PENYULUHAN PERNIKAHAN DINI TERHADAP SIKAP TENTANG PERNIKAHAN DINI REMAJA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DLINGO BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan Pernikahan Dini terhadap Sikap tentang Pernikahan Dini Remaja Kelas VIII S
0
1
12
Show more