Strategi Pemenangan Partai Demokrat Dalam Pemilu Legislatif Kabupaten Karo Tahun 2014

 6  183  131  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

  Maka dalam penelitian ini akan di lihat bagaimana Partai Demokrat melakukan berbagai macam hal dalam upayanya memenangkan pertarungan politik padaPemilu 2014 di Kabupaten Karo, sebagai lokasi penelitian penulis. Dengan melihat fenomena kondisi masyarakat seperti yang dipaparkanpenulis diatas, maka penulis ingin melihat seberapa kuatkah mesin politik partaiDemokrat, sebagai partai yang berhaluan Religius Nasionalis dengan segala instrument yang ada di dalamnya, menjawab pertarungan politik yang terjadi didaearah ini, sehingga mampu memenangkan Pemilu, dan serta merta menjadi partai yang mengakar di dalam masyarakat.

KATA PENGANTAR

  Skripsi yang berjudul “Strategi Pemenangan Partai Demokrat DalamPemilu Legislatif Kabupaten Karo 2014” ini penulis susun sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Ilmu Politik pada jurusan Ilmu Politik FakultasIlmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan. Selama penulisan skripsi ini penulis banyak mengalami kesulitan yang sedikit banyak mempengaruhi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, namumkesulitan-kesulitan yang dihadapi juga bisa dijadikan motivasi.

1. Bapak Dr. Badarudin M.A, selaku Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan

  Orang tua penulis yaitu, Bapak dan Ibu saya yang selalu mendoakan dan mendukung agar penulis selalu sehat dan semangat, dan telah banyakmemberikan dukungan moral dan material yang tidak terhingga sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini, menyelesaikan perkuliahan danmendapatkan gelar sarjana seperti yang telah di cita-citakan. Dengan melihat fenomena kondisi masyarakat seperti yang dipaparkanpenulis diatas, maka penulis ingin melihat seberapa kuatkah mesin politik partaiDemokrat, sebagai partai yang berhaluan Religius Nasionalis dengan segala instrument yang ada di dalamnya, menjawab pertarungan politik yang terjadi didaearah ini, sehingga mampu memenangkan Pemilu, dan serta merta menjadi partai yang mengakar di dalam masyarakat.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Konsep pemenangan yang terfokus harus disusunsedemikian rupa guna memenangkan partainya, baik melalui pengorganisasian dan konsolidasi kader, penggunaan kekuatan politik yang ada, penguasaanterhadap kondisi yang berkembang dalam wilayah pertarungan politiknya, propaganda isu, ataupun cara cara lain yang bertujuan untuk mendulang perolehansuara partai dalam agenda Pemilu. Melihat hasil dari perolehan suara dalam pemilihan umum legislatif tahun 2014 di kabupaten karoyang dimenangkan oleh Partai Demokrat, tentu strategi pemenangan partai dalam pemilihan umum merupakan hal pokok utama yang harus disusun oleh kaderkader partai untuk dapat menarik simpatik masyarakat dengan tujuan untuk mendulang suara dari masyarakat kabupaten karo.

1.2 Rumusan masalah

  Oleh sebab itu, berangkat dari latar belakang sudah dipaparkan penulis maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Bagaimana strategi pemenangan partai Demokrat kabupaten karo pada pemilihan umum legislatif 2014 ?” 1.3 Tujuan penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk memahami bagaimana keterikan nilai yang ada di dalam masyarakat, dan korelasinya dengan pilihan politik masyarakat 1.4 Manfaat penelitian Setiap penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi, terlebih untuk perkembangan ilmu pengetahuan, yang mana manfaat tersebut bisa bersifatteoritis, dan praktis.

4 Hadari Nawawi dan Martini Hadari. 2006. Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal.2

  Bagi penulis penelitian ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan berfikir dan menulis karya ilmiah di bidang politik denganmelihat fenomena politik yang terjadi. Hasil penelitian ini dapat menambah informasi dan pengetahuan tentang gambaran mengenai strategi pemenangan partai ditengah kemunduranbeberapa partai politik di mata masyarakat, serta menjadi sumbangan pemikiran bagi semua kalangan dalam membuat penelitian mengenai strategipolitik partai dalam pemilihan umum legislatif.

1.5 Kerangka teori

  Sebagai penelitian yang baik dan benar, landasan teori merupakan suatu yang sangat penting dalam penulisan karya ilmiah. Fungsi dari teori ini sendiridigunakan sebagai suatu landasan berpikir dalam menganalisis sebuah fenomena yang sedang diteliti.

5 Masri Singarimbun & Sofian Ependi. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES. Hal. 37

1.5.1 Partai Politik

  Maka dapat dipahami partai politik merupakan suatu kelompok yang terorganisir secara rapi, stabil dan dipersatukan serta dimotivasi dengan ideologitertentu, berusaha mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan melalui pemilihan umum guna melaksanakan kebikakan umum yang merekasusun. Dalampartai ini ada partai yang berkuasa, yaitu partai yang menang dalam pemilu dan partai yang kalah sebagai pengecam utama tetapi setia ( loyalopposition opposition) terhadap kebijaksanaan partai yang duduk dalam pemerintahan dengan pengertian bahwa sewaktu-waktu kedua partai itu dapatbertukar tangan.

12 Rusadi Kantaprawira. 1997. Sistem Politik Indonesia: Suatu Model Pengantar. Bandung: Sinar

1.5.2 Strategi Politik

  Politik dan strategi, adalah suatu mekanisme bagaimana seseorang ataupun kelompok dengan ide politik yang di pahaminya mampu memenangkan suatupertarungan politik disaat banyak orang yang berkepentingan menghendaki hal yang sama. Hasil dari satu keputusan politik akanmelahirkan perubahan ataupun kondisi yang sama disaat status quo yang memenangkan pertarungan itu, oleh karena itu setiap ide/pemikiran pasti memiliki 13 pendukung dan penentang.

1.5.2.1 SWOT (Strenghts, Weaknesees, Opportunities, and Threats)

  Dalam bidang yang pertama, perencanaan strategi membuat gambaranyang jelas mengenai arah yang hendak dituju (visi) dan apa yang menjadi tujuan, dan alasan eksistensi organisasi tersebut, dalam gambaran ini mengembangkantujuan yang merupakan hasil akhir dapat diukur, serta sejauh mana organisasi itu mendekati visi dan tujuan utamanya atau malah menjauhinya. Perencanaan strategi harus mampu melihat dan menilai kemungkinan dan ancaman yang terjadi dalam lingkup esksternal dan internalnya sehubungandengan visi yang dimiliki, tugas serta tujuan akhir mereka.

1.5.2.2 Perencanaan Konsepsional

  Analisa Kekuatan dan KelemahanMenganalisa kekuatan dan kelemahan partai menempatkan kekuatan dan kelemahan yang diatur menjadi kadar kepentingan , sehingga selanjutnyayang harus dilakukan adalah bagaimana suatu kelemahan yang dimiliki harus dapat diminimalkan, memperbaiki diri sendiri tentu lebih mudahdaripada mempengaruhi kekuatan lawan yang menjadi rintangan bagi organisasi. Dalam melihat siapa yang lebih memiliki peluang dalam meraih simpatimasyarakat antara institusi sendiri dan lawan, maka hal yang dapat dilakukan adalah membandingkan , partai mana yang lebih dikenal ataupun disenangi olehmasyarakat sebagai konstituen sesuai dengan trend politik yang ada, serta partai mana yang lebih memiliki pendekatan dengan identitas budaya masyarakat.

18 Ibid Hal 67

  Maka langkah awalnya Partai politik harus merumuskan argument yang populis, dengan melihat wacana yang superior di tengah-tengah masyarakatyang kemudian menjadi komuditas partai dan akan di lempar kepada konstituen. Dalam pengimpletasian strategi ada beberapa hal yang penting mulai dari pimpinan partai politik yangbertanggung jawab dalam pelaksanaan strategi, pengaruh yang dimilikinya, serta 23 orang yang memiliki otoritas untuk menunjuk tim pemenangan.

10. Pengawasan Strategi

  Pertama, partai politik harus melakukan pengorganisiran informasi yang terpadu, baik dari lawan politik bersama aliansi simpatisannya dan bersamaperkembangan yang ada dimasyarakat, dengan cara memberikan laporan dan dokumentasi. 2.kedua, partai politik harus melakukan prisip pengamanan dan perlindungan terhadap skenario politik yang akan dilakukannya, dan praktek-praktekpenyusupan dari lawan politik yang ada, karena disaat skenario dari politik diketahui pihak lain, maka akan membahayakan perencanaan yang akandilakukan.

24 Dari uraian Strategi Politik di atas, maka penulis akan menguraikan di bab

selanjutnya bagaimana partai Demokrat melakukan skenario politik, sehingga mampu memenangkan Pemilihan Umum di Kabupaten Karo, sesuai denganinstrument pemenangan yang ada.

1.6. Metodologi Penelitian

1.6.1 Jenis Penelitian

  Dengan demikian penelitian ini akan memberikan analisa dan gambaran yang lebih riil atau detail mengenai suatu gejala atau fenomena tersebut 1.6.2 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan pada Kantor Dewan Pimpinan CabangPartai Demokrat Kabupaten Karo, yang beralamat di Jln. Dalam hal ini,peneliti mengambil informan yaitu Kader dan pengurus Partai Demokrat kabupaten Karo yang terlibat langsung dalam perumusan strategi pemenanganPartai dalam pemilihan umum legislatif kabupaten Karo tahun 2014 dan KomisiPemilihan Umum (KPU) kabupaten Karo selaku penyelengara Pemilu ditingkatan kabupaten Karo.

1.6.4 Teknik Analisa Data

  Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan guna mencari makna dan implikasiyang lebih luas dari hasil-hasil penelitian. Selain itu, data yang didapat berdasarkan metode wawancara akan sangat membantu peneliti untuk menganalisis yang akan dilakukan perbandinganterhadap konsep yang ada pada data tertulis yang didapatkan sebelumnya.

1.7 Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari penelitian ini, maka penulisan dilakukan secara terperinci dan sistematis sebagai salah satu syaratpenelitian ilmiah. Penelitian ini terdiri atas 4 bab, yaitu :

BAB I : Pendahuluan Bab ini menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan

penelitian, kerangka teori, metodologi penelitian yang digunakan, serta sistematika penulisan BAB II : Deskripsi Lokasi Penelitian Bab ini menguraikan kondisi masyarakat Kabupaten Karo sebagai suatu identitas masyarakat, dengan nilai-nilai primordial yang melekat di dalamnya, melihat sumber-sumber historis yang ada, keadaan geographis, keadaandemographi, potensi sarana prasarana yang ada, data monographi, dari masyarakat tersebut. Pada bab ini juga akan menguraikan tentang profil Partai Demokratkabupaten karo dan sejarah berdirinya Partainya Demokrat di Indonesia BAB III : Analisis Strategi Pemenangan Partai Demokrat dalam PEMILU Legislatif tahun 2014 Bab ini menguraikan, gambaran umum pertarungan politik yang terjadi dalam Pemilu Legislatif Tahun 2014 di Kabupaten Karo, konsep strategi pemenangan, kegiatan pemenangan yang dilakukan oleh tim pemenangan partaiDemokrat dalam mensukseskan agenda partainya, dalam Pemilu Legislatif 2014, mulai dari proyeksi, eksekusi program pemenangan, hingga perolehan suara yangdiperoleh partai Demokrat berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Karo. BAB IV: Penutup Kesimpulan dan Saran

BAB II Deskripsi Lokasi Penelitian

2.1 Kondisi Geopolitik Masyarakat Kabupaten Karo

2.1.1 Letak Geografis Kabupaten Karo

  Kabupaten Karo merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat diProvinsi Sumatera Utara, yang terletak pada jajaran Bukit Barisan dan sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi. Secara Administrasi Kabupaten Karo terdiri dari 17 Kecamatan dan 262 Adapun data tentang luas wilayah kabupaten karo per kecamatan adalah sebagai berikut :Tabel 1 6 Kutabuluh 16 195,70 9,20 12 Kabanjahe 13 44,65 2,10 11 Merdeka 9 44,17 2,08 10 Naman Teran 14 87,82 4,13 9 Simpang Empat 17 93,48 4,39 8 Tiganderket 17 86,76 4,08 7 Payung 8 47,24 2,22 5 Munte 22 125,64 5,91 Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Karo Tahun 2013No.

2.1.3.1 Penduduk

Jumlah Penduduk berdasarkan rasio kepadatan penduduk dalam setiap Kecamatan di Kabupaten Karo. Tabel 2Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Per Kecamatan Tahun 2013 Luas KepadatanNo Kecamatan Wilayah Penduduk Penduduk Tiap 2 2 (Km ) Km 1 Mardingding 267,11 17 684 66,20 2 Laubaleng 252,60 18 359 72,68 3 Tigabinanga 160,38 20 626 128,61 4 Juhar 218,56 13 726 62,80 5 Munte 125,64 20 404 162,40 6 Kutabuluh 195,70 10 972 56,07 7 Payung 47,24 11 232 237,76 8 Tiganderket 86,76 13 659 157,43 9 Simpang Empat 93,48 19 707 210,82 10 Naman Teran 87,82 13 263 151,02 11 Merdeka 44,17 13 794 312,29 12 Kabanjahe 44,65 66 635 1 469,99 13 Berastagi 30,50 44 091 1 445,61 14 Tigapanah 186,84 30 388 162,64 15 Dolat Rayat 32,25 8 599 266,64 16 Merek 125,51 18 712 149,09 17 Barusjahe 128,04 22 904 178,88Jumlah/Total 2013 2 127,25 363 755 171,00 2012 2 127,25 358 823 168,68 2011 2 127,25 354 242 166,53 Sumber : Proyeksi Penduduk Pertengahan tahun 2013 (Karo dalam angka 2014)

2.1.3.2 Data Kependudukan Kabupaten Karo

  Tabel 3Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Per Kecamatan di Kabupaten Karo Tahun 2013No Kecamatan Laki- LakiPerempuan Jumlah Sex rasio 1 Mardinding 8 825 8 859 17 684 99,62 2 Lau Baleng 9 218 9 141 18 359 100,84 Data penduduk yang terdapat di 17 kecamatan yakni Mardinding,Laubaleng, Tigabinanga, Juhar, Munte, Kutabuluh, Payung, Tiganderket,Simpang Empat, Naman Teran, Merdeka, Kabanjahe, Berastagi, Tigapanah, DolatRayat, Merek, dan Barusjahe. Sedangkan kecamatan yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah kecamatan Dolat Rayat dengan jumlah penduduk 8.599 jiwa.

2.1.3.3 Data tentang Agama/ Kepercayaan Kabupaten Karo

  Penduduk kabupaten Karo merupakan masyarakat yang terdiri dari berbagai agama yakni agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katholik Hindudan Budha. Sedangkan agama atau kepercayaan minoritas yang dianut adalah agama Budha dengan jumlah 881jiwa atau dengan persentase 0,24%.

2.1.4 Bentuk dan Susunan Pemerintahan Daerah

  PemerintahDaerah Kabupaten dipimpin oleh seorang Bupati dan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya selaku Kepala Daerah dibantu oleh seorang Wakil Bupati. Sejak terbentuknya Kabupaten Karo hingga saat ini tercatat yang memimpin Kabupaten Karo adalah sebagai berikut: Tabel 5 Nama Bupati Kabupaten Karo Periode 1945-2014 No Nama Bupati Masa Bakti 1 Ngerajai Milala 1945-1946 2 Mhd.

18 DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti

  Kolam Bukit 1969-1971 Sumber data : Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo 2014 4. Nama Ketua DPRD Masa Bakti Pada lembaga Legislatif Kabupaten Karo mulai awal terbentuknya lembaga legislative hingga sekarang dipimpin oleh:Tabel 6 1.

2.1.5 Sosial Budaya

  Suku Bangsa Karo ini mempunyai adat istiadat yang sampai saat ini terpelihara dengan baik dan sangat mengikat bagi Suku Bangsa Karo sendiri. Merga Silima yakni: Berdasarkan Merga ini maka tersusunlah pola kekerabatan atau yang dikenal dengan Rakut Sitelu, Tutur Siwaluh dan Perkade-kaden Sepuluh Dua TambahSada.

1. Rakut Sitelu yaitu : Senina/Sembuyak, Kalimbubu, Anak Beru

  Masyarakat Karo kuat berpegang kepada adat istiadat yang luhur, merupakan modal yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembangunan. Dalam kehidupan masyarakat Karo, idaman dan harapan (sura-sura pusuh peraten) yang ingin diwujudkan adalah pencapaian 3 (tiga) hal pokok yang disebutTuah, Sangap, dan Mejuah-juah.

2.2 Partai Demokrat

28

2.2.1 Sejarah Lahirnya Partai Demokrat

2.2.1.1 Pembentukan dan Berdirinya Partai Demokrat

  Dari perolehan suara dalam pemilihan cawapres dan hasil pooling public yangmenunjukkan popularitas yang ada pada diri Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya disebut SBY), beberapa orang terpanggil nuraninya untukmemikirkan bagaimana sosok SBY bisa dibawa menjadi Pemimpin Bangsa dan bukan direncanakan untuk menjadi Wakil Presiden RI tetapi menjadi Presiden RIuntuk masa mendatang. Hasilnya adalah beberapa orang diantaranya Vence Rumangkang menyatakan dukungannya untuk mengusung SBY ke kursi Presiden, 28website resmi partai demokrat Indonesia http//:www.partaidemokrat.or.id/sejarah diunduh pada tanggal 15 Agustus 2014 pkl 16.35 Perumusan konsep dasar dan platform partai sebagaimana yang diinginkan SBY dilakukan oleh Tim Krisna Bambu Apus dan selanjutnya tehnis administrasidirampungkan oleh Tim yang dipimpin oleh Vence Rumangkang.

2.2.2 Tentang Partai Demokrat Kabupaten Karo

  Partai Demokrat kabupaten karo berdiri melalui MUSCAB I PartaiDemokrat kabupaten karo pada tanggal 12-13 Maret 2005 di Berastagi. Tugas yang dimaksud disini adalah peraturan dan visi misi sebagaimana yang telah diaturdalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PD maupun ketentuan ketentuan serta ketetapan organisasi yang menjadi kebijakan DPP PartaiDemokrat.

29 Kab. Karo masa bakti 2005-2011

  Sejak dilaksanakannya Muscab I PD Kabupaten Karo pada bulan Maret2005, kegiatan-kegiatan awal yang menjadi prioritas partai adalah pelaksanaanMusancab ( Musyawarah Anak Cabang) di Kabupaten Karo yang terdiri dari 17 kecamatan. Dari kerja keras kader Partai Demokrat Kabupaten Karo dalammensukseskan agenda ini maka terbentuklah DPAC di setiap kecamatan dan Pengurus Ranting di 258 desa dan kelurahan.

2.2.2.1 Struktur Kepengurusan DPC Partai Demokrat Kabupaten Karo

  Untuk menjalankan suatu organisasi tentu dibutuhkan suatu struktur yang mengatur tentang pembagian kerja anggota organisasi dalam menjalankan tugasdan fungsi organisasi tersebut. Sehingga pasca pendirian partai DemokraatKabupaten karo dibentuklah susunan kepengurusan yang diputuskan oleh internal partai.

29 Sumber data : Data Laporan Pertanggungjawaban DPC Partai Demokrat Kab. Karo masa bakti

  PdSekertaris III Struktur kepengurusan ini ditetapkan oleh partai melalui hasilMusayawarah Cabang ke II Partai Demokrat Kabupaten Karo yang dilaksanakan di Berastagi pada tanggal 30 Juni 2014. Kepengurusan ini di tetapkan dengankeputusan MUSCAB II Partai Demokrat dengan nomor : 09/MUSCAB II/PD/Kabupaten Karo/I/2011.

2.2.2.2 Kebijakan Umum Partai Demokrat Kabupaten Karo

  Kesimpulan dari proses ini adalah bagaimana kemapuan Partai Demokrat melakukan Kaderisasi, mulai dari tingat kabupaten, hingga tingkatan terendahserta organisasi bawahan partai, dengan kondisi demikian kekuatan partai bukan hanya terpusat pada pengurusan partai di tingkat DPC di kabupaten Karo, tetapimemiliki kekuatan ataupun mesin politik sampai kepada tingkatan yang bersinggungan langsung dengan grass rout (masyarakat akar rumput). Karo di Kantor DPRD Kabupaten Karo a) Tahap Persiapan : Oktober -Desember 2013 Berintikan kegiatan konsolidasi yang ditujukan untuk mempersiapkan kelembagaan partai dari tingkat Cabang atau kabupaten sampai ketingkat AnakCabang atau desa/kelurahan, mengupayakan keberadaan kader yang militant dan loyal kepada partai Demokrat, serta kegiatan penggalangan dengan dalamkegiatan fungsional, yang didukung perkuatan basis desa/kelurahan serta pembinaan opini yang memadai.

c) Tahap Pelaksanaan : April 2014

  Dalam tahapan inilah, dapat dilihat hasil perolehsuara yang di peroleh Partai Demokrat serta seluruh partai kontestan Pemilu, peroleh kursi Partai Demokrat di DPRD Kabupaten Karo, serta cerminan hasildari seluruh runutan program yang dilakukan Partai Demokrat, di dua tahapan sebelumnya. Dimana bidang-bidang yang dibentuk ini, kemudian di koordinir oleh Wakil Ketua Umum masing-masingbidang di DPC Partai Demokrat, dan selanjutnya sebagai ketua pelaksana dan wakil ketua pelaksana adalah Kepala bagian dan sekretaris bagian dalam pengurusDPC Partai Demokrat.

1. Bidang Kaderisasi Keanggotaan

  Pembentukan kader yang dilakukan melalui diklat dan temu kader, dilanjutkan dengan pemantapan militansi terhadap kader yang di bentuk,pembekalan serta orientasi ditingkatan masing-masing, yang diharapkan menjadi penguatan kepada kader untuk memperjuangkan suara partai Demokrat dalamPemilihan Umum 2014. Bidang Kaderisasi Keanggotaan, merupakan wewenang dan tanggung jawab dari pengurus Bidang Kaderisasi dan sekertaris DPC Partai 31 Demokrat Kabupaten Karo.

3. Bidang Politik dan Hukum

  Meliputi berbagai kegiatan komunikasi intensif dan dialog para kader partai, baik dalam wilayah ekskutif, tokoh-tokoh masyarakat sebagaiperpanjangan tangan partai Demokrat dalam menggalang suara konstituen, dan kader-kader yang terhimpun dalam ormas pendukung partai serta para kaumintelektual kader-kader Demokrat. Bidang Politik dan Hukum, merupakan badan yang menangani secara langsung komunikasi politik partai Demokrat dengan masyarakat di tingkat grassrout atau akar rumput, sehingga banyak bidang dalam pengurusan yang dilibatkan dalam bidang ini.

4. Mengawasi proses Pemilu, sesuai dengan aturan hukum pelaksaan Pemilu

  Bidang Pertanian dan Perternakan Meliputi berbagai kegiatan pemantapan kelembagaan komunikasi intensif, dan dialog dengan para petani dan Peternak, sehubungan dengan agendapemenangan Pemilu, dimana program pokok dari bidang ini adalah penjabaran dari visi-misi partai Demokrat, dan kebijakan pokok pemerintah dalam programpeningkatan hasil pangan, perikanan, serta terutama tanaman pertanian yang menjadi unggulan peningkatan perekonomian masyarkat di Kabupaten Karo. Partai Demokratsebagai partai yang dinamis memiliki wadah yang menampung Aspirasi kaum Partai Demokrat sendiri dari 35 Calon Anggota Legislatif yang diusungnya, 13 di antaranya adalah Perempuan.

9. Bidang kepemudaan

  Program kerja bidang ini meliputi berbagai upaya kongkret dalam menghimpun dan memperdayakan pemuda di Kabupaten Karo, melalui kegiatankonsolidasi vertikal, koordinasi dan komunikasi intensif dengan pemuda di berbagai bidang aktifitas profesi, serta kegiatan bakti sosial yang menyentuh. Selanjutnyabidang pemenangan menjadi wewenang dan tanggung jawab pengurus BidangKepemudaan DPC Kabupaten Karo, serta dibantu juga oleh Karang Taruna di beberapa desa yang menjadi basis dari simpatisan partai demokrat.

10. Bidang Informasi dan Komunikasi

  Program yang dilakukan bidang ini, meliputi kegiatan pencitraan partaiDemokrat secara umum, dan Calon Anggota Legislatif Partai Demokrat secara khusus, melalui kegiatan informasi dan komunikasi yang intensif padamasyarakat, media baik cetak ataupun elektronik, dalam rangka membangun opini positif bagi partai Demokrat, hingga mengupayakan nya agar menjadi konsesusbersama dikalangan konstituen. Bidang Informasi dan komunikasi merupakan wewenang dan tanggung jawab pengurus BidangInformasi dan Komunikasi DPC Demokrat Kabupaten Karo, dimana dalam pelaksanaan kegiatannya bagian dari rencana Aksi strategi pemenangan PartaiDemokrat ini, bekerja sama dengan media massa lokal yang ada di Kab Karo.

BAB II I Analisis Strategi Pemenangan Partai Demokrat Kabupaten Karo dalam Pemilu 2014

  3.1 Gambaran Umum Persaingan Partai politik dalam Pemilu 2014 di Kabupaten Karo Sesuai dengan UU No 10 tahun 2008 tentang Partai Politik, setiap Partai politik kontestan Pemilu dapat mengajukan Calon Anggota Legislatif sebanyak 32 120% dari jumlah kursi yang ditetapkan oleh KPU di setiap daerah Pemilihan. 10 tahun 2008, Tentang susunan dan Komposisi Calon Anggota Legislatif dalam Pemilihan Umum Pada pemilu 2014 ini sendiri, ada 358 orang Calon Anggota Legislatif yang akan bertarung dalam Pemilu 2014 di Kabupaten Karo, yang disahkan oleh KPUD 33 Karo melalui surat keputusan No.154/KPU-KK/VI/2013.

34 Pemilihan. Adapun daerah-daerah yang digolongkan ke dalam lima daerah

  Selanjutnya, Pengurus DPC PartaiDemokrat Kabupaten Karo melakukan konsolidasi total dengan target mengembalikan dan menghimpun kekuatan Partai Demokrat di Kabupaten Karo,sekaligus memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa partai Demokrat merupakan partai politik yang Mandiri, demokratis, berakar, egaliter, solid,modern dan senantiasa beriorientasi kepada kebutuhan rakyat. Aksi simpati yang dimaksud adalah pembinaan opini melalui forum diskusi, temu kader, publikasi intensif, komunikasi massa, serta yangberbentuk komunikasi langsung secara intensif dengan tokoh-tokoh masyarakat, Partai Demokrat Kabupaten Karo, sebagai salah satu kekuatan politik diKabupaten Karo sudah barang tentu berkepentingan terhadap dinamika politik di daerah ini, yang dalam hal ini berkaitan dengan akan dilangsungkannya PemilihanUmum 2014.

3.2. Analisis SWOT Partai Demokrat di Kabupaten Karo

  Dalam pelaksanaan strategi pemenangan Partai Demokrat, partaiDemokrat melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, andThreats) atau lebih sering disebut dengan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk menganalisi gejolak politik yang terjadi di Kabupaten Karo. Guna melihat sejauh mana peluang keberahasilan partai Demokrat dalam meraih suara, dan langkah antisipasi terhadap seluruh permasalahan atau pun ancamanyang akan dialami partai Demokrat.

3.2.1 Kekuatan partai Demokrat

  Basis suara pengurus dan loyalis partai Demokrat yang masih tetap bertahan di Kabupaten Karo menjadi keuntungan tersendiri bagi Partai ini yangberawal dari pertarungan Pemilukada 2010 yang memenangkan kader Partai Demokrat Kabupaten Karo yaitu DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti. Selain dari data di itu, menurut Informasi yang diperoleh penulis saat mewawancarai Sekertaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Karo yakniBapak Masa Sinulingga, beliau menyebutkan bahwa kekuatan internal PartaiDemokrat Kabupaten Karo terletak kepada koordinasi yang baik, dan komunikasi yang efektif antara seluruh jajaran pengurus, serta pembinaanKader yang bersinergi dalam upaya mencapai tujuan Partai Demokrat.

3.2.2 Kelemahan Partai Demokrat

  Keberadaan beberapa kader partai Demokrat yang kurang memiliki popularitas ditengah tengah masyarakat karo secara umum di Kabupatenkaro, karena memang hanya beberapa kader saja yang dikenal secara luas. Hal ini tentu dapat merusak koordinasi baik antar lembaga, maupuntim pemenangan yang telah dibentuk dalam proses strategi pemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu 2014.

3.2.3 Peluang Partai Demokrat

  Beberapa yang tercatat menjadi peluang terbesar partai Demokrat, dalam memenangkan suara di Pemilu 2014 di Kabupaten Karo adalah sebagai berikut ; 1. Sehingga konstituen sudah sangat mengenal PartaiDemokrat, sebagaimana telah di paparkan penulis sebelumnya dalam sejarah partai Demokrat dimana dalam Pemilukada 2010 di kabupaten karo yang lalu,partai Demokrat dapat menancapkan kekuatan politik hingga di daerah pelosok untuk mendulang suara.

2. Hal yang sama berlaku juga bagi Partai, dan Caleg Partai Demokrat. Dimana

  Hal ini dapat terjadi, karena implikasi dari metode yang digunakan Partai Demokrat, dalammenentukan daerah pemilihan Caleg, yang disesuaikan berdasarkan popularitas dan perhitungan kemungkinan kemenangan seorang caleg didaerah tertentu, sesuai dengan hasil survey partai Demokrat. Selain itu sudah dapat dipastikan bahwadi Kabupaten Karo terdapat puluhan bahkan ratusan orang menjadi pemilih loyalis partai Demokrat, karena kecintaannya kepada Partai Demokratkhususnya bagi mereka yang tergolong dalam pemilih dewasa atau orang tua, terlebih bagi kaum ibu yang melihat kewibaan SBY pada masa itu.

4. Kabupaten Karo di bawah kepemimpinan Bapak DR (HC) Kena Ukur Karo

  Jambi, sekaligus sebagai Pemimpin Partai Demokrat di Kabupaten Karo memberikan keuntungan tersendiri bagi Partai Demokrat, yang tidak dimilikioleh Partai lain pada Pemilu 2014. Selain itu dengan akses kekuasaan yang dimiliki partai Demokrat di pemerintahan, Partai Demokrat dapat mengarahkan fokus pengembanganpembangunan ke daerah mana yang lebih dikehendaki.

3.2.4 Ancaman Partai Demokrat

Beberapa hal yang tercatat sebagai Ancaman Bagi Partai Demokrat untuk memenangkan suara di Kabupaten Karo, di bagi ke dalam dua hal terbesar yakniyang berasal dari faktor internal dan eksternal. Adapun beberapa hal yang menjadi ancaman yang dimaksud adalah:

1. Faktor Internal a

  Hal ini dipengaruhi oleh sistem kekerabatan yang masih kental pada masyarakat Karo, baik karena faktor hubungan emosionalseperti hubungan kekeluargaan yang begitu dekat, perkawanan, hubungan dalam bentuk pekerjaan, atau karena seorang Caleg tertentu c. Peraturan Pemilu yang menyatakan bahwa, Caleg dengan suara terbanyaklah yang duduk sebagai anggota Legislatif, mengakibatkanpersaingan antara sesama caleg dari Partai Demokrat.

2. Faktor Eksternal a

  Adanya politik transaksional, dan pemberian uang kepada konstituen menjelang partai Pemilihan Umum dari Caleg tertentu sehinggadikhawatirkan dapat merubah rasionalitas pemilih, yang lebih berorientasi memberikan suara karna mendapatkan keuntungan tersendiridari Caleg tertentu. Keberadaan partai lain ( terkhusus PDIP dan Golkar) yang selalu menjadi kompetitor Partai Demokrat selama pemilu di kabpaten karo, tentu tetapmenjadi ancaman serius bagi pencapaian suara yang signifikan bagiPartai Demokrat.

c. Keikutsertaan Caleg yang berasal dari luar suku Karo dianggap mampu

  Hal ini dapatmempengaruhi pilihan masyarakat terhadap partai atau caleg, dengan mengembangkan isu primordial yang umumnya memiliki rasa solidaritastinggi yang tercermin dari perkumpulan suku tertentu ataupun berdasarkan ikatan primordial yang dibentuk dan ditambah lagi denganadanya masyarakat Karo yang juga menjatuhkan pilihannya kepada Caleg yang berasal dari luar etnis Karo. 3.3 Prosedur Penetapan Calon Legislatif Partai Demokrat Kabupaten Karo dalam Pemilu 2014 Dalam menghadapi pertarungan politik antar partai di dalam Pemilu 2014 tentu saja Partai Demokrat memiliki serangkaian strategi politik bagaimanameraih suara yang signifikan dari konstituen hingga meraih kemenangan di dalamPemilu.

3.3.1 Penjaringan Bakal Calon Legislatif partai Demokrat

  Pertama caleg yang ditampilkan oleh Partai Demokrat adalah kader yang berasal dari internal partai Demokrat, dimana kader ini harusmemiliki kriteria sebagai seorang pemimpin dan kemampuan untuk bertarung dalam Pemilu yakni sekitar 70% dari komposisi Caleg. Sesuai dengan hasil wawancara penulis dengan Bapak Mustra Perangin-angin, SS yang menyatakan : “Saat penjaringan anggota calon legislatif, partai memberikan kesempatan yang lebih besar kepada pengurus harian DPC PartaiDemokrat Kabupaten Karo yang mau mencalon sebagai anggota legislatif dari Partai untuk mendapatkan nomor urut pertama.

3.3.2 Penetapan Dan Pembagian Daerah Pemilihan Calon Anggota Legislatif partai Demokrat

  Dalam hal ini, yangdilakukan Partai Demokrat untuk menempatkan kadernya di satu daerahPemilihan adalah dengan metode survei, yang dilakukan oleh Konsultan PolitikInternal Partai Demokrat, yang selama ini kredebilitasnya masih sangat diakui 40 dengan perhitungan yang cermat, untuk mengukur peluang partai Demokrat. Merupakan hasil wawancara penulis dengan Musra Perangin angin, SS sekertaris I Partai Demokrat Kabupaten Karo di rumah beliau Sesuai dengan hasil koordinasi Tim Pemenangan Daerah Partai DemokratKabupaten Karo, bersama dengan Caleg Partai Demokrat, Ketua Pimpinan AnakCabang di Desa/ Kelurahan di setiap daerah pemilihan, maka di putuskan bahwa setiap caleg harus dibagi berdasarkan daerah asalnya masing masing, serta daerahyang menjadi basis popularitas caleg masing masing.

7 KA

  Si Berdasarkan pertimbangan yang dijelaskan di atas, adapun calon anggota legislative dari Partai Demokrat yang bertarung di daerah Kabupaten Karo adalah: Nora Else R O 2 6 Soliana br Tarigan 5 Suhardi, S. Sos 2 Magdalena br Sukatendel, BBA 1 Jidin Ginting ,SH A RO 1 K Tabel 8 Nama-nama Calon Anggota Legislatif Partai Demokrat dalam Pemilu 2014Kab.

3 Mustra Perangin-angin

  Kom R 27 Retina Ginting 28 Mulision br Karo KA 29 Ianita br Ginting 30 Ir. Andreas Ginting, MP A 34 Sri Aminah br Milala K 35 Bahtera Ginting, SHCaleg dari Demokrat ini kemudian akan bertarung dengan caleg dari partai lain untuk meraih suara konstituen di kabupaten karo secara umum.

3.3.3 Pendaftaran Caleg Partai Demokrat ke KPU Kabupaten Karo

  Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Anto Tarigan, SH, Kasubbag Teknis KPUKabupaten Karo yang menyatakan : “Menurut data yang telah masuk ke KPU Kabupaten Karo terkait dengan pendaftaran Caleg dari Partai Demokrat, jumlah Calegtetap yang terdaftar dan lolos verifikasi sebanyak 35 orang. Dari pengalaman saya selama bekerja di KPUKabupaten Karo, pembagian dapil yang ditetapkan oleh partai 42 caranya hampir sama dengan yang Pemilu sebelumnya” 4142 Sumber data; Dari DPC Partai Demokrat Kab.

3.4. Analisis Strategi Pemenangan Calon Legislatif Partai Demokrat

  3.4.1 Konsolidasi dan pemantapan pengurus dan kader Partai Demokrat Kabupaten Karo Berangkat dari penjelasan sebelumnya yang mengatakan bahwa ada kecenderungan pecahnya suara pengurus dan kader akibat banyaknya Caleg yangbertarung dalam Pemilu 2014, maka secara simultan diadakan temu kader, khususnya Caleg yang diunggulkan Partai Demokrat di Kabupaten Karo. Selanjutnya secara bertahap simpatisan dan juga kader yang sesuai dengan data Selanjutnya ada pengawasan yang dilakukan oleh Kordinator TimPemenangan Daerah bagi pengurus anak cabang, dan desa serta kader yang terindikasi lebih mendukung kepada Caleg dari partai lain.

3.4.2. Pembentukan Tim Sukses

  Tim yang dibentuk sendiri berasal dari warga yang tercatat dan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan diutamakan telah berkeluargayang secara langsung dapat menambah perolehan suara. Dalam rentan waktu yang cukup singkattim pemenaganan/tim sukses menjalankan komunikasi yang terarah kepada konstituen dan diharapkan mampu memperoleh suara yang signifikan sesuaidengan yang diharapkan caleg untuk dapat duduk dikursi parlemen sesuai dengan yang ditetapkan dalam Undang Undang.

3.4.3 Sosialisasi dengan masyarakat Kabupaten Karo

  Hal ini tentunya merupakan perwujudan kebijakan umum Partai Demokrat dalam menyikapiPemilu 2014, dimana Partai Demokrat berkewajibkan untuk merealisasikan setiap kebutuhan dari konstituennya di daerah, yang tentu saja merupakan prasarat utamamenjaga citra baik Partai Demokrat di mata masyarakat, sebagai partai yang konsisten memajukan masyarakat Kabupaten Karo. Bahkan untuk hal-hal yang dianggap sangat penting sifatnya bagi masyarakat, dana pribadi sekalipun dapat diberikan untuk membantu kebutuhanwarga, seperti yang pernah dilakukan di Desa Barusjahe Dapil Karo 3, yaitu pembangunan sanitasi air bersih dan MCK bagi masyarakat, serta pembuatankolam ternak ikan kepada karang taruna Desa Sukanalu untuk pemberdayaan masyarakat desa seperti yang dilakukan oleh caleg no 1 dapil Karo 3 yaitu BapakMustra Perangin-angin, SS.

3.4.4 Kampanye Politik Partai Demokrat

  Hafied Cangara: Komunikasi politik Konsep teori dan strategi, Rajawali Press,Jakarta, 2009, hal 27 Selain itu, yang menjadi faktor pendukung bagi Partai Demokrat adalah pada saat rombongan kader partai yang kebetulan ikut dalam konvensi partaidemokrat yang diadakan di Medan menyempatkan diri hadir bersama sejumlah politisi dan fungsionaris Partai Demokrat di Kabanjahe seperti Gita Wiriawan,Dahlan Iskhan dan Marzuki Ali. Sama halnya dengan apa yang dilakukanPartai Demokrat, penulis berpendapat bahwa kegiatan sosial yang dilakukan Adapun kampanye politik terbesar yang dilakukan oleh Partai DemokratKabupaten Karo, adalah Kampanye umum, dan temu kader pada tanggal 16 Mei2014, di lapangan Samura yang dihadiri ribuan simpatisan pendukung Partai berlambang Mercy ini.

3.4.5 Kekeluargaan sebagai modal dasar dalam meraih suara

  Darah atau dalam bahasa Karo disebut dengan Dareh, tidak hanya diartikan sebagi instrument kehidupan dalam tubuhmanusia, tetapi darah juga diartikan dengan nilai yang sangat tinggi, karna dengan hubungan darah lah tercipta satu keluarga, dan seseorang mau mengorbankansegalanya, demi keluarganya karna adanya pertalian darah. Dengan dasar itu, sebagai seorang Caleg yang memiliki kepentingan besar dalam meraih suara dari masyarakat, akan melakukan pendataan kepada orangyang masih memiliki hubungan keluarga dengan caleg tersbut dan menjalin komunikasi yang baik dengan mereka.

3.4.6 Membangunan Wacana Tentang Identitas Kesukuan

  Artinya itu yang wacana itu yang kita munculkan untuk membangun pemikiranmasyarakat Kabupaten karo bahwa periode sebelumnya justru orang orang yang bukan suku karo yang berkuasa di lembaga perwakilan masyarakatkaro dengan kata lain masyarakat karo di kabupaten karo sendiri diwakilkan oleh suku lain. Hal itu didasari dari pembacaan situasi oleh tim bahwa suara darikonstituen yang non suku karo sudah cukup solid untuk mendukung caleg pilihannya berdasarkan kesukuan mereka, sehingga suara dari suku karo harusdifokuskan untuk mendukung caleg suku karo, dan hal menguntungkan partai demokrat karena sebagian besar caleg dari partai demokrat kabupaten karo adalahmasyarakat suku karo.

45 Wawancara penulis dengan Bapak Mustra Perangin-angin, SS sebagai tim KORDA yang menyusun strategi taktis pemenangan partai demokrat dalam pemilu 2014 di rumah beliau

3.5 Sistem Birokrasi dan Demokrat

  Keberadaan Biroksasi di Kabupaten Karo secara kuantitas, tentunya memiliki jumlah yang besar, dan sangat berpengaruh di tengah masyarakat sertatersebar luas di seluruh wilayah Kabupaten Karo mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, dan pusat pemerintahan Kabupaten. Maka dari kondisi politik yang ada pada saai itu, hal ini tentunya akan lebih mudah dilakukan, mengingat keberadaan DR (HC) Kena Ukur Karo JambiSurbakti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Kabupaten Karo sekaligus sebagai orang nomor 1 dalam pemerintahan, yakni sebagai Bupati KabupatenKaro.

3.5.1 Elite Lokal dalam Pertarungan politik

  Dalam perjalanansuksesi Partai Demokrat yang dihubungkan dengan SKPD Kabupaten Karo, menurutnya ada dilema tersendiri bagi Partai Demokrat, yang didukung olehSKPD tertentu, dimana banyak SKPD yang tidak disenangi masyarakat karena kinerja pejabat daerah yang mungkin tidak sesuai dengan harapan masyarakatkabupaten karo, yang berpengaruh kepada popularitas Partai. Karo 48 beberapa individu saja.”Dalam pandangan penulis sesuai dengandata yang diperoleh, secara umum partai Demokrat memiliki kemampuan untuk mengkondisikan barisan Pegawai Negri Sipil yang tergabung dalam Birokrasi pemerintah Kabupaten Karo, untuk mendukung dan serta merta memilih Partai Demokrat dalam Pemilu 2014.

3.6 Politik Uang dalam Pemilu 2014

  Dengan adanya pertarungan yang begitu bebasdalam kancah politik, yang sarat akan kebutuhan dana yang begitu besar menyebabkan arus uang pun mengalir dari aktor tertentu yang memilikikepentingan secara politik, dan ini adalah wujud oligarki politik yang terjadi saat ini, yakni oligarki politik uang. Dimana kemampuan uang mampu membajak Dalam konteks Pemilihan Umum 2009, di Kabupaten Karo dari hasil observasi penulis dilapangan, menunjukkan hal itu terjadi dengan begitu nyataditengah masyarakat, dan menurut pengurus Cabang Partai Demokrat Kabupaten karo, yakni Bapak Mustra Perangin angin mengatakan bahwa “Beberapa kader Partai Demokrat juga ada melakukan hal yang sama, sebagai jalan mempermudah mendapatkan suara dari konstituen.

3.7 Hasil Perolehan Suara Pemilu 9 April 2014 di Kabupaten Karo

  Hiruk pikuk Pemilu 2014, dengan segala macam fenomena politik yang terjadi, menghasilkan satu keputusan politik, yakni Partai Demokrat berhasilsecara keseluruhan berhasil memenangkan Pemilu 2014, di Kabupaten Karo, dengan memperoleh total 32.067 Suara dan 6 Kursi parlemen. Moni PandiaDapil Karo 5 : Tentunya hal ini merupakan kerja kongkret dari seluruh team pemenanganPemilu Partai Demokrat, mulai dari pergerakan yang dilakukan oleh Para CalonAnggota Legislatif dari Partai Demokrat, militansi para pengurus Partai Demokrat mulai dari tingkat Kabupaten, kecamatan, sampai ke tingkat desa/kelurahan, sertabuah dari konsolidasi dari seluruh kader dan simpatisan Partai besutan SusiloBambang Yudhoyono tersebut.

5 Ir. Moni Pandia 1.866

  No Partai Politik Perolehan Suara Caleg dengan Suara Tertinggi Jumlah Suara 7 Partai Hati Nurani Rakyat 16.625 Freddy Rico Gurning 2.994 Jumlah Suara Sah 195.066, suara tidak sah 13.615 jumlah suara 208.681Sumber Data : KPU Kabupaten Karo 12 Partai PersatuanPembangunan 404 Zulfahri Hutapea 123 11 Partai Bulan Bintang 889 Carles Ginting 544 10 Partai Kebangkitan Bangsa 3.440 Monang Sitanggang 545 9 Partai Keadilan Sejahtera 4.079 Miltra Sembiring 796 8 Partai NasDem 13.798 Dkn. Pada daerah pemilihan Karo 2 partai demokrat mampu meraih dua kursi parlemen dan peringkat pertama dengan jumlah perolehan suaraterbanyak di dapil karo 2.

BAB IV PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

  Selanjutnya maraknya politik uang yang terjadi pada pemilu 2014, atau politik transaksional yang dijumpai penulis di beberapa kecamatan di KabupatenKaro, menjadi warna tersendiri dalam Pemilu yang berlangsung, dimana politik uang ini seakan mengkaburkan strategi politik yang dibangun sebagai upayameraih dukungan dan simpati masyarakat sebagai konstituen. Dengan uang mampu Secara garis besar dalam penerapan strategi politik, walaupun memiliki konsep yang jelas sebagai pedoman untuk memenangkan Pemilu lewat dukunganmasyarakat, tetapi terkadang banyak hal yang diluar koridor dan aturan yang berlaku pun dapat dilakukan seperti wacana yang dibangun yang menjurus kearah“black campaign”.

4.2 Saran

  Hubungan interaksi yang baik antara partai politik (baik Caleg partai, pengurus, dan organisasi sayap) dengan para konstituen (kader simpatisan, atau masyarakatsecara umum) tidak hanya dijalin pada saat adanya satu kepentingan politik yang ingin di capai oleh partai. Maka subtansi dasar dari seorang Anggota dewan yang memiliki otoritas dalam hal legislasi,pengawasan, dan keuangan serta memediasi kepentingan masyarakat dengan Kemudian hal teramat penting yang harus dilakukan adalah memberikan pendidikan politik secara berkesinambungan kepada masyarakat baik oleh Partaipolitik, maupun Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara setiap hajatan politik.

Informasi dokumen
Strategi Pemenangan Partai Demokrat Dalam Pemilu Legislatif Kabupaten Karo Tahun 2014 Ancaman Partai Demokrat Analisis SWOT Partai Demokrat di Kabupaten Karo Batas Administrasi Kabupaten karo Bentuk dan Susunan Pemerintahan Daerah Bidang Ekonomi, Koperasi, dan UKM Bidang Pertanian dan Perternakan Bidang Pendidikan dan Iptek. Bidang Informasi dan Komunikasi Bidang Kaderisasi Keanggotaan Bidang Pemenangan PemiluLembaga Pemenang Pemilu Bidang Olahraga Seni Budaya Bidang Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Bidang kepemudaan Bidang Politik dan Hukum Elite Lokal dalam Pertarungan politik Gambaran Umum Persaingan Partai politik dalam Pemilu 2014 di Kabupaten Karo Hasil Perolehan Suara Pemilu 9 April 2014 di Kabupaten Karo Kampanye Politik Partai Demokrat Kekeluargaan sebagai modal dasar dalam meraih suara. Kekuatan partai Demokrat Analisis SWOT Partai Demokrat di Kabupaten Karo Kekuatan partai Demokrat Partai Demokrat .1 Sejarah Lahirnya Partai Demokrat Kelemahan Partai Demokrat Peluang Partai Demokrat Konsolidasi dan pemantapan pengurus dan kader Partai Demokrat Kabupaten Karo Pembentukan Tim Sukses Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Lokasi Penelitian Teknik Pengumpulan Data Membangunan Wacana Tentang Identitas Kesukuan Partai Politik Kerangka teori Penduduk Data Kependudukan Kabupaten Karo Penetapan Dan Pembagian Daerah Pemilihan Calon Anggota Legislatif partai Demokrat Pengawasan Strategi. Perencanaan Konsepsional Penjaringan Bakal Calon Legislatif partai Demokrat Perumusan Strategi Perumusan Tujuan. Target Image Citra yang diingkan. Kelompok target. Perumusan Tugas Analisa Situasi dan Penilaian Pesan Kelompok Target Instrumen-Instrumen pokok Implementasi Stategi Politik Uang dalam Pemilu 2014 Rumusan masalah Tujuan penelitian Manfaat penelitian Sosialisasi dengan masyarakat Kabupaten Karo Struktur Kepengurusan DPC Partai Demokrat Kabupaten Karo Kebijakan Umum Partai Demokrat Kabupaten Karo SWOT Strenghts, Weaknesees, Opportunities, and Threats
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Strategi Pemenangan Partai Demokrat Dalam Pem..

Gratis

Feedback