Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim yang Mengandung Minyak Alpukat (Avocado oil)

Gratis

14
92
106
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Kesimpulan: Minyak alpukat dapat diformulasikan dalam sediaan krim anti-aging dan penggunaan krim anti- aging dari minyak alpukat dengan konsentrasi 20% selama 4 minggu perawatan mampu memberikan efek anti- aging .formulasi, minyak alpukat, krim, kosmetik, anti-aging. Kesimpulan: Minyak alpukat dapat diformulasikan dalam sediaan krim anti-aging dan penggunaan krim anti- aging dari minyak alpukat dengan konsentrasi 20% selama 4 minggu perawatan mampu memberikan efek anti- aging .formulasi, minyak alpukat, krim, kosmetik, anti-aging.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Minyak alpukat sangat cocok digunakan untuk kulit yang digunakan dengan cara mengoleskan atau pun digosok padakulit yang di aplikasikan dalam bentuk krim, minyak pijat, dan lain-lain. Minyak alpukat juga mengandung vitamin A yang jika diaplikasikan pada kulit berfungsi mencegah kulit kering, serta vitamin E yang sangat efektifmencegah kerutan pada kulit dan memperlambat proses penuaan (Finau, 2011).

1.2 Perumusan Masalah

  Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah minyak alpukat dapat diformulasi dalam sediaan krim aging sebagai anti- .

2. Apakah perbedaan konsentrasi minyak alpukat dalam sediaan krim aging

  Minyak alpukat dapat diformulasi dalam sediaan krim sebagai anti- aging . Perbedaan konsentrasi minyak alpukat dalam sediaan krim mempengaruhi efektivitas anti- aging.

2. Untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi terhadap

aging efektivitas anti- .

1.5 Manfaat Penelitian

aging Manfaat dari penelitian ini adalah membuat sediaan krim anti- dengan minyak alpukat yang merupakan bahan alami dalam sediaan kosmetika.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Alpukat ( Persea americana Mill)

2.1.1 Asal usul tanaman alpukat

  Alpukat memberikan manfaat yang baik terhadap kulit, baik dengan dikonsumsi langsung maupun digunakan pada kulit sebagai perawatan luar,karena buah alpukat mengandung, vitamin, mineral, protein dan minyak tumbuhan yang bermanfaat memberi kelembapan dan menghaluskan kulit. Menurut Rahmawati (2012) alpukat yang diproses menjadi minyak dipergunakan sebagai salah bahan dalam industri kosmetika karena minyakalpukat mudah di serap dan mengandung asam lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh.

2.1.4 Manfaat Kandungan vitamin dalam minyak alpukat

  2.2 Kosmetik Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelaminbagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik,memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit (Tranggono dan Latifah, 2007). Sekarang ini batasan tersebut lebih diarahkan untuk produk yang terdiri dari emulsi minyak dalam air atau dispersimikrokristal asam-asam lemak atau alkohol berantai panjang dalam air yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk penggunaan kosmetika danestetika (Ditjen POM, 1995).

2.3.1 Bahan-bahan dalam krim anti-

  Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sediaan krim anti- aging , yaitu: 1. Setil alkoholBerbentuk partikel pipih berwarna putih, berfungsi sebagai bahan pengelmusi dan sebagai pengeras krim sehingga mampu meningkatkankonsistensi.

4. Propilen glikol

  Bahan ini dapatberfungsi sebagai pengawet antimikroba, disinfektan, humektan, plasticizer, pelarut, stabilizer, dan pelarut pembantu yang dapatbercampur dengan air (Rowe, et al., 2009). TEA jika dicampur dengan asam lemakseperti asam stearat atau asam oleat akan membentuk sabun anionik yang dapat berfungsi sebagai pengemulsi untuk menghasilkan emulsi minyakdalam air yang stabil (Rowe, et al., 2009).

2.4 Kulit

  Kulit merupakan organ yang essensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Menurut Pearce (2011) kulit mempunyai banyak fungsi, antara lain membantu mengatur suhu dan mengendalikan hilangnya kadar air dari tubuh danmempunyai kemampuan ekskretori, sekretori, dan absorpsi.

2.4.1 Anatomi Kulit

  Di dalam stratum germinativum juga terdapat sel-sel melanosit, yaitu sel-sel yang tidak mengalami keratinisasi danfungsinya hanya membentuk pigmen melanin dan memberikannya kepada sel-sel keratinosit (Tranggono dan Latifah, 2007). Lapisan ini jauh lebih tebal daripada epidermis, terbentuk oleh jaringan elastis dan fibrosa padatdengan elemen seluler, kelenjar, dan folikel rambut sebagai adneksa kulit (Anwar, 2012).

2.4.2 Jenis Kulit

  Kulit normalMerupakan kulit ideal yang sehat, memiliki pH normal, kadar air dan kadar minyak seimbang, tekstur kulit kenyal, halus, lembut, dan pori-pori kulitkecil. Kulit keringAdalah kulit yang tampak kasar, kusam, kulit mudah bersisik, terasa kaku, tidak elastis, dan mudah berkeriput.

4. Kulit kombinasi Merupakan jenis kulit kombinasi antara kulit wajah kering dan berminyak

  Pada area T cenderung berminyak, sedangkan kulit di daerah lain cenderung kering atau normal. Kulit sensitifAdalah kulit yang memberikan respons secara berlebihan terhadap kondisi tertentu, misalnya suhu, cuaca, bahan kosmetik atau bahan kimia lainnyayang menyebabkan timbulnya gangguan kulit seperti kulit mudah menjadi iritasi, kulit menjadi lebih tipis, dan sangat sensitif.

2.4.3 Fungsi Kulit

  Fungsi perlindungan atau proteksi, yaitu kulit berfungsi melindungi bagian dalam tubuh dari kontak langsung lingkungan luar, misalnya paparanbahan-bahan kimia, paparan sinar matahari, polusi, bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi, serta kerusakan akibat gesekan, tekanan dantarikan. Sebagai indra peraba yang memungkinkan otak merasakan sejumlah rasa, seperti panas, dingin, sakit dan beragam tekstur.

2.5 Penuaan Dini

  2.5.1 Definisi Penuaan dini adalah proses penuaan kulit yang lebih cepat dari waktunya, dapat terjadi saat umur memasuki usia 20 kulit terjadi setiap 28 bertambahnya usia. Kulit kasarRusaknya kolagen dan elastin akibat paparan sinar matahari membuat kulit menjadi kering dan kasar.

2.5.3 Penyebab penuaan dini

  Faktor internal meliputi; genetik, sakit yang berkepanjangan, dan kurangnya asupan gizi. Stres Stres akan memicu produksi hormon kortisol, hormon ini dapat merusak kolagen dan elastin sehingga menyebabkan terjadinyapenuaan dini.

4. Perawatan yang tidak tepat

  Penggunaan produk kosmetik yang tidak tepat berkontribusi menyebabkan penuaan dini. Sinar matahariSinar matahari mempercepat proses penuaan yang normal dan menyebabkan kerutan yang lebih dalam.

2.6 Anti Penuaan atau Anti-aging

  Dalam hal ini, proses penuaan yang gejalanya terlihat jelas pada kulit seperti timbulnya keriput, kelembutan kulit berkurang, menurunnya elastisitas kulit,tekstur kulit menjadi kasar, hiperpigmentasi, serta kulit berwarna gelap (Jaelani, 2009). Penggunaan produk anti-aging dimaksudkan tidak hanya untuk memperlambat proses penuaan, membersihkan, melembapkan, danmemperindah penampilan tetapi juga dapat memperbaiki struktur dasar kulit yang rusak, melindungi, serta mempertahankan integritas kulit (Priannto, 2014).

2.6.1 Fungsi dan manfaat dari produk anti-aging

  Mencegah kulit dari kerusakan degeneratif yang menyebabkan kulit terlihat kusam dan keriput. Kulit tampak kenyal, elastis, dan jauh dari tanda-tanda penuaan dini (Muliyawan dan Suriana, 2013).

2.6.2 Antioksidan sebagai bahan aktif pada produk

  Termasuk produk-produk anti- aging , yang juga mengandalkan antioksidan untuk melindungi kulit dari pengaruh radikal bebas yang menjadisalah satu faktor penyebab penuaan dini (Muliyawan dan Suriana, 2013). Vitamin E juga dapat membantu menghaluskan kulit dan mengurangi kondisi kulit yang kering (Salvador dan Chisvert, 2007).

2.7 Skin Analyzer

  dapat mendukung diagnosa dokter yang tidak hanya meliputi lapisan kulit teratas namun mampumemperlihatkan sisi lebih dalam dari lapisan kulit, dengan menggunakan mode pengukuran normal dan polarisasi, dilengkapi dengan rangkaian sensor kamera skin analyzer pada menyebabkan alat ini dapat menampilkan hasil lebih cepat dan akurat (Aramo, 2012). Menurut Aramo (2012), pengukuran yang dapat dilakukan menggunakan skin analyzer moisture evenness pore spot , yaitu: (kadar air), (kehalusan), (pori), (noda), wrinkle (keriput), dan kedalaman keriput juga terdeteksi dengan alat ini.

BAB II I METODE PENELITIAN Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental meliputi

  pembuatan sediaan krim minyak alpukat dengan konsentrasi 5, 10, 15 dan 20%, pemeriksaan terhadap sediaan (uji homogenitas, uji pH, penentuan tipe emulsi,uji stabilitas sediaan), pengelompokan sukarelawan, uji iritasi terhadap aging sukarelawan dan pembuktian kemampuan sediaan sebagai anti- . Rancangan dari pasaran (Pond’s krim anti- formulasi dijelaskan pada Tabel 3.1 sebagai berikut : Tabel 3.1 Komposisi bahan dalam krim Konsentrasi (gram)Bahan Krim A Krim B Krim C Krim D Krim E(Blanko) (5%) (10%) (15%) (20%) Minyak alpukat 5 10 15 20 -Dasar krim 100 95 90 85 80 Pembuatan sediaan krimCara pembuatan: Ditimbang semua bahan yang diperlukan.

3.6 Pemeriksaan terhadap sediaan

  3.6.4 Pengamatan stabilitas sediaan Masing-masing formula krim dimasukkan ke dalam pot plastik, disimpan pada suhu kamar dan diukur parameter-parameter kestabilan seperti bau, warna, 3.7 Uji Iritasi Terhadap Sukarelawan Uji iritasi dilakukan terhadap 10 orang sukarelawan untuk mengetahui apakah sediaan yang dibuat dapat menyebabkan reaksi iritasi. Setelah pengukuran kondisi kulit awal, perawatan mulai dilakukan dengan pengolesan krim sebutir jagung hinggamerata seluas area yang telah ditandai, krim dioleskan berdasarkan kelompok yang telah ditetapkan di atas, pengolesan dilakukan sebanyak 2 kali sehariselama 4 minggu.

3.9 Analisis data

  Kemudian dilanjutkan dengan dianalisis menggunakan metode One Way Anova untuk menentukan perbedaan rata-rata diantarakelompok. Jika terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey HSD untuk melihat perbedaan nyata antar perlakuan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.2 Hasil Pemeriksaan Kandungan Asam Lemak dan Vitamin E dalam Minyak Alpukat Identifikasi sampel dilakukan dengan menganalisis kandungan vitamin E yang terkandung dalam minyak alpukat “Green Tosca” di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan. Hasil pemeriksaan identifikasi asam lemak pada sampel telah dilakukan oleh Sari (2014) dapat dilihat pada Lampiran I Halaman 49 danhasil pemeriksaan identifikasi vitamin E pada sampel dapat dilihat pada Lampiran II Halaman 50.

4.3.1 Pemeriksaan homogenitas sediaan

  Dari uji homogenitas yang dilakukan pada sediaan krim blanko dan krim dengan konsentrasi 5, 10, 15 dan 20% semua sediaan krim tidak terdapatbutiran-butiran kasar pada objek gelas, maka sediaan krim dikatakan homogen. Menurut Ditjen POM (1979), sediaan dinyatakan homogen jika tidak ada butiran-butiran pada keping kaca, maka sediaan memenuhi syarat.

4.3.2 Penentuan pH sediaan

  Dari percobaan yang diperoleh hasil dapat dilihat pada Tabel 4.1 di bawah ini : Tabel 4.1 Data pengukuran pH krim blanko, krim minyak alpukat 5, 10, 15 dan 20% selama penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar. Setelah penyimpanan selama 12 minggu pH yang diperoleh mengalami sedikit penurunan jikadibandingkan dengan pH pada saat selesai dibuat, semakin banyak konsentrasi Karena itu hendaknya pH kosmetik diusahakan sama atau sedekat mungkin dengan pH fisiologis “mantel asam” kulit, yaitu antara 4,5 - 6,5.

4.3.3 Penentuan tipe emulsi sediaan

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, bahwa krim anti-aging minyak alpukat mempunyai tipe emulsi m/a (minyak dalam air) karena birumetilen dapat terlarut dan memberikan warna yang homogen yang dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini: Tabel 4.2 Hasil pengujian tipe emulsi sediaan krim blanko, krim minyak alpukat 5, 10, 15 dan 20% dengan pewarnaan menggunakan biru metilen. Kelarutan metilen biru dalam sediaanNo Krim Ya Tidak 1 A √ √ √ 4 D √ 5 E √ Krim B : Krim minyak alpukat 5%Krim C : Krim minyak alpukat 10%Krim D : Krim minyak alpikat 15%Krim E : Krim minyak alpukat 20 %

4.3.4 Evaluasi stabilitas sediaan

2 B - - - - - - - - - - - - - - - : Terjadi perubahan √ Krim B : Krim minyak alpukat 5%Krim C : Krim minyak alpukat 10 %Krim D : Krim minyak alpukat 15 %Krim E : Krim minyak alpukat 20 % x : Perubahan warnay : Perubahan bau z : Pecahnya emulsi 5 E - - - - - - - - - - - - - - -Keterangan : Krim A: Blanko (tanpa minyak alpukat) 4 D - - - - - - - - - - - - - - - 3 C - - - - - - - - - - - - - - - 1 A - - - - - - - - - - - - - - - Menurut Ditjen POM (1985) penentuan tipe krim sediaan dapat ditentukan dengan pewarnaan biru metilen, bila biru metilen tersebar merataberarti sediaan tipe m/a (minyak dalam air), tetapi jika warna hanya berupa bintik-bintik biru, berarti tipe sediaan adalah a/m (air dalam minyak). 1 minggu 4 minggu 8 minggu 12 minggu x y z x y z x y z x y z x y z Pengamatan SetelahSelesai dibuat blanko, krim minyak alpukat 5, 10, 15 dan 20% pada pengamatan awal dan pengamatan pada penyimpanan selama 12 mingguNo Krim Tabel 4.3 Hasil evaluasi stabilitas sediaan (perubahan bau dan warna) krim Tabel 4.3 di bawah ini: Evaluasi stabilitas sediaan dilakukan selama penyimpanan 12 minggu, sediaan krim disimpan pada suhu kamar dan diamati perubahan bau, warna danpecahnya emulsi. Hasil evaluasi stabilitas dari tiap parameter dapat dilihat dalam

4.4 Hasil Uji Iritasi Terhadap Sukarelawan

  Uji iritasi dilakukan terhadap 10 orang sukarelawan untuk mengetahui apakah sediaan yang dibuat dapat menyebabkan eritema dan edema. Krim yang dipakai untuk uji iritasi adalah krim dengan konsentrasi tertinggi yaitu krim minyak alpukat 20%.

VI VII

VIII IX X EritemaEdema Index iritasi primer: 0/24 = 0,00 Federal Hazardous Substance Act Keterangan: sistem skor (Barel dkk., 2009). Eritema Edema tidak eritema tidak edemasangat sedikit eritema 1 sangat sedikit edema 1 sedikit eritema 2 sedikit edema2 eritema sedang 3 edema sedang 3 eritema sangat parah4 edema sangat parah 4 aging

4.5 Hasil Pengujian Aktivitas Anti-

  aging skin analyzer Pengujian aktivitas anti- dengan menggunakan moisture Aramo, di mana parameter uji meliputi: pengukuran kadar air ( ), evenness pore pengukuran kehalusan kulit ( ) dan besar pori ( ), pengukuran banyaknya noda ( spot ), pengukuran keriput ( wrinkle ) dan kedalaman keriput wrinkle aging (dimulai dengan mengukur ’s depth). Pengukuran aktivitas anti- kondisi kulit awal sebelum dilakukan perawatan, hal ini bertujuan untuk dapat melihat seberapa besar pengaruh krim yang digunakan dalam memulihkan kulit aging yang telah mengalami penuaan tersebut.

4.5.1 Kadar air ( )

  Hasil pengukuran yang terdapat pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.1 di bawah ini:Dari hasil pengukuran dapat dilihat bahwa, kondisi awal kadar air pada kulit semua kelompok sukarelawan terjadi dehidrasi dan setelah pemakaian krimselama empat minggu kondisi kulit semua kelompok sukarelawan menjadi normal. ≤ 0,05) pada dua dan LSD, setelah empat minggu data diuji secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan (p Turkey dilanjutkan dengan One Way Anova ) pada kulit punggung tangan sukarelawan kelompok blanko, krim minyak alpukat 5, 10,15, 20% dan pembanding selama empat minggu perawatan.

4.5.2 Kehalusan ( Evenness )

  ) pada kulit punggung tangan sukarelawan kelompok blanko, krim minyakalpukat 5, 10, 15, 20% dan krim pembanding selama empat minggu perawatan Evenness Gambar 4.2 Grafik hasil pengukuran kehalusan ( ≥ 0,05). ) pada kulit punggung tangan sukarelawan kelompok blanko, krim minyak alpukat 5, 10,15, 20% dan krim pembanding selama empat minggu perawatan B eb erap ab esar ≥ 0,05).

4.5.4 Banyaknya noda ( )

  Selama empat minggu perawatan padapemakaian krim A belum mampu mengurangi noda pada kulit sukarelawan, sedangkan pada krim B, C, D dan E noda yang terdapat pada kulit sukarelawanmenjadi beberapa noda. Noda pada kulit merupakan salah satu masalah kulit yang menyebabkan kulit menjadi kusam, gelap dan tampak tidak bersih.

4.5.5 Keriput ( Wrinkle )

minggu perawatan pemakaian krim E dan krim F menunjukkan tingkat pemulihan yang lebih baik dibandingkan krim lainnya. 27 2 15 20 29 39 40 1 E 22 35,3±7,23 34,7±7,50 30,7±7,37 26,3±1,15 22,3±0,57 25 25 26 3 23 22 27 39 39 40 2 23 27 28 39 39 1 D 28 23 28 2 Keterangan:Tidak berkeriput 0-19; Berkeriput 20-52; Berkeriput parah 53-100 (Aramo,2012)Krim A : Dasar krim (blanko)Krim B : Krim minyak alpukat 5%Krim C : Krim minyak alpukat 10%Krim D : Krim minyak alpukat 15%Krim E : Krim minyak alpukat 20%Krim F : Krim pembanding (dari produk pasaran) 14 34,7±7,50 26,3±2,88 24,0±3,00 19,3±3,21 9,77±4,04 18 24 28 39 3 9 17 21 23 26 6 18 23 27 28 39 1 F 14 35,7±6,65 30,0±8,18 26,3±3,05 17,7±2,51 13,3±2,08 15 27 28 39 3 11 25 41,0±2,64 39,0±0,00 31,7±6,35 26,3±1,52 24,3±1,15 28 Tabel 4.9 Data hasil pengukuran keriput ( 27 1 B 27 27,7±1,15 27,7±1,15 27,7±1,15 27,7±1,15 27,7±1,15 27 27 27 27 3 27 27 27 27 2 39 29 29 29 29 29 1 IV A III I II Perawatan (minggu) KeriputKondisi awal ) pada kulit punggung tangan sukarelawanKrim Sukarelawan Wrinkle 39 39 39 1 44 3 25 25 28 39 40 2 23 26 39 39 39 C 28 27 39,0±0,00 39,0±0,00 31,7±6,35 28,0±0,00 27,7±0,57 28 28 39 39 3 28 28 28 39 39 2 28 Dalam hal ini, proses penuaan yang gejalanya terlihat jelas pada kulit seperti timbulnya keriput, kelembutan kulit berkurang, menurunnya elastisitas Data statistik dengan uji One Way Anova dilanjutkan dengan Turkey danLSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) didapatkan setelah perawatan selama empat minggu kondisi keriput pada kulit menjadi lebih sedikit dari kondisi awal sebelum perawatan. Keriput ( wrinkle ) 45 Krim A (blanko) 40t Krim B (minyaku p 35alpukat 5%)ri erkran 30 Krim C (minyakeu Bkalpukat 10%) 25gu Krim Den 20(minyak Palpukat 15%)t Krim E (minyak 15u Nilaik paalpukat 20%)ri ide 10 Trk Krim F (produke bpasaran) 5 1 2 3 4 Waktu Perawatan (minggu)Wrinkle Gambar 4.5 Grafik hasil pengukuran keriput ( ) pada kulit punggung tangan sukarelawan kelompok blanko, krim minyak alpukat 5, 10,15, 20% dan krim pembanding selama empat minggu perawatan

4.5.6 Kedalaman keriput

skin Pengukuran kedalaman keriput dengan menggunakan perangkat analyzer lensa perbesaran 10x dan mode pembacaan normal dengan warna lampu sensor biru. Hasil pengukuran kedalaman keriput seperti yang terlihat Tabel 4.10 Hasil pengukuran kedalaman keriput pada kulit punggung tangan 3 16 21 32 33 35 1 E 30 43,3±3,51 40,0±5,29 38,0±4,00 33,0±8,46 29,7±0,57 37 38 38 43 29 33 31 34 36 40 2 30 31 42 46 47 1 D 2 30 48 21 9 47,0±1,73 43,3±2,30 32,0±2,64 22,3±6,65 13,7±13,7 19 35 42 46 3 11 18 30 46 49 2 30 21 31 42 46 1 F 12 38,3±7,57 35,0±6,24 30,3±8,62 22,7±4,72 13,3±3,78 14 31 33 34 3 9 19 41 60,7±2,88 56,0±3,46 53,3±3,51 45,3±7,37 42,0±6,55 54 sukarelawanKrim Sukarelawan 43 60 1 B 42 42,3±0,57 42,3±0,57 42,3±0,57 42,3±0,57 42,3±0,57 42 42 42 42 3 43 43 43 43 51 2 42 42 42 42 42 1 IV A III I II Perawatan (minggu) Kedalaman Keriput (mm)Kondisi awal 59 48 60 59 64 3 36 37 54 54 59 2 49 51 52 54 1 48 C 43 56,0±4,00 54,3±4,50 49,0±1,73 46,3±2,88 44,3±3,21 48 48 50 52 3 42 43 48 54 56 2 Keterangan:Krim A : Dasar krim (blanko)Krim B : Krim minyak alpukat 5%Krim C : Krim minyak alpukat 10%Krim D : Krim minyak alpukat 15%Krim E : Krim minyak alpukat 20%Krim F : Krim pembanding (dari produk pasaran) Data statistik parameter pengukuran kedalaman keriput yang diperoleh dengan uji One Way Anova dilanjutkan dengan Turkey dan LSD menunjukkankondisi kulit pada pemulihan kondisi awal, pemulihan satu minggu, dua minggu, tiga minggu dan 4 minggu sperawatan diperoleh nilai (p ≤ 0,05) di mana ada perbedaan yang signifikan antar formula. Kedalaman Keriput ( wrinkle's depth ) 70 Krim A (blanko)

60 Krim B

50(minyakranalpukat 5%)u Krim Ck 40(minyakgualpukat 10%)en Krim DP 30(minyak Nilaialpukat 15%) 20 Krim E (minyakalpukat 20%) 10 Krim F (produkpasaran) 1 2 3 4 Waktu Perawatan (minggu) Gambar 4.6 Grafik hasil pengukuran kedalaman keriput pada kulit punggung tangan sukarelawan kelompok blanko, krim minyak alpukat 5, 10,15, 20% dan krim pembanding selama empat minggu perawatan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Gambar sediaan Krim A Krim B Krim C Krim D Krim EB Krim B Krim CKrim A Krim D Krim E Keterangan: Krim A: blanko, Krim B: krim minyak alpukat 5%, Krim C: krim minyak alpukat 10%, Krim D: krim minyak alpukat 15%, Krim E: krim minyakalpukat 20%. Gambar hasil uji evaluasi sediaan krimKrim A Krim B Krim C Krim D Krim E Gambar uji homogenitas sediaan Krim D Krim E Krim A Krim B Krim C Gambar uji penentuan tipe emulsiKeterangan: Krim A: blanko, Krim B: krim minyak alpukat 5%, Krim C: krim minyak alpukat 10%, Krim D: krim minyak alpukat 15%, Krim E: krim minyakalpukat 20%.

1. Kadar air (moisture) ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig

  (Lanjutan)MingguII Subset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 2 Tukey HSD Formula A 3 29.67 Formula B 3 31.00 31.00 Formula C 3 31.00 31.00 Formula D 3 31.00 31.00 Formula E 3 31.33 31.33 Formula F 3 32.33 Sig. MingguIIISubset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 2 3 Tukey HSD Formula A 3 30.33 Formula B 3 30.67 30.67 Formula C 3 32.00 32.00 32.00 Formula D 3 32.00 32.00 32.00 Formula E 3 32.33 32.33 Formula F 3 33.00 Sig.

2. Kehalusan (evenness) ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig

  (Lanjutan)MingguII Subset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 Tukey HSD Formula F 3 35.00 Formula E 3 35.33 Formula D 3 36.00 Formula C 3 36.67 Formula B 3 38.00 Formula A 3 38.67 Sig. (Lanjutan)MingguIV Subset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 2 Tukey HSD Formula F 3 29.00 Formula E 3 29.33 Formula D 3 33.00 33.00 Formula C 3 33.33 33.33 Formula B 3 34.00 34.00 Formula A 3 37.67 Sig.

3. Besar pori (pore) ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig

  MingguIIISubset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 2 3 4 Tukey HSD Formula F 3 10.67 Formula E 3 14.00 14.00 Formula D 3 17.33 17.33 Formula C 3 17.33 17.33 Formula B 3 23.33 23.33 Formula A 3 24.00 Sig. (Lanjutan)MingguIV Subset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 2 3 4 Tukey HSD Formula F 3 8.00 Formula E 3 10.67 10.67 Formula D 3 14.00 14.00 14.00 Formula C 3 14.67 14.67 Formula B 3 20.00 20.00 Formula A 3 23.33 Sig.

4. Noda (spot) ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig

  (Lanjutan)MingguII Subset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 Tukey HSD Formula F 3 29.67 Formula E 3 33.33 Formula D 3 35.67 Formula C 3 37.00 Formula B 3 38.67 Formula A 3 39.00 Sig. (Lanjutan)MingguIV Subset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 2 3 4 Tukey HSD Formula F 3 18.33 Formula E 3 22.33 22.33 Formula D 3 27.33 27.33 Formula C 3 32.00 32.00 Formula B 3 35.00 Formula A 3 38.00 Sig.

5. Keriput (wrinkle) ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig

  (Lanjutan)MingguII Subset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 2 3 4 Tukey HSD Formula F 3 32.00 Formula E 3 33.67 Formula D 3 38.00 38.00 Formula C 3 42.33 42.33 Formula B 3 49.00 49.00 Formula A 3 53.33 Sig. (Lanjutan)MingguIV Subset for alpha = 0.05 a PEMULIHAN N 1 2 3 Tukey HSD Formula F 3 20.33 Formula E 3 24.00 Formula D 3 29.67 29.67 Formula C 3 42.00 42.00 Formula B 3 42.33 42.33 Formula A 3 44.33 Sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
9
101
121
Formulasi dan Efektivitas Sebagai Anti-Aging dari Masker Wajah yang Mengandung Minyak Almond (Prunus amygdalus dulcis)
12
143
109
Formulasi Krim Yang Mengandung Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia sp.) dan Uji Aktivitasnya Terhadap Beberapa Bakteri Penyebab Jerawat
40
259
103
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Kelopak Bunga Rosella {Hibiscus sabdariffa L.)
12
143
140
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Buah Rimbang (Solanum torvum Sw.) Sebagai Anti-Aging
14
136
119
Formulasi Pasta Gigi yang Mengandung Minyak Kemangi (Ocimum Americanum L.)
16
73
99
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim Mengandung Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L)
27
125
96
Formulasi Krim Anti-Aging dari Konsentrat Sari Buah Stroberi (Fragaria x ananassa Duchesne ex Weston)
14
101
99
Formulasi dan Uji Efek Anti-Aging dari Krim yang Mengandung Minyak Alpukat (Avocado oil)
14
92
106
Formulasi dan Uji Efektivitas Sedian Krim yang Mengandung Minyak Biji Anggur (Grapeseed Oil)
22
126
99
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
41
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
2
5
Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Serat Mesokarp Kelapa Sawit
0
0
15
1.5 Manfaat Penelitian - Formulasi dan Efektivitas Sebagai Anti-Aging dari Masker Wajah yang Mengandung Minyak Almond (Prunus amygdalus dulcis)
1
1
19
Formulasi Krim Yang Mengandung Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia sp.) dan Uji Aktivitasnya Terhadap Beberapa Bakteri Penyebab Jerawat
0
0
24
Show more