Karakteristik Penderita Kanker Paru Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

Gratis

4
88
137
2 years ago
Preview
Full text

KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER PARU RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2004-2008 SKRIPSI Oleh: MELINDAWATI BR.G NIM. 051000162

  KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER PARU RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2004-2008 SKRIPSI Oleh: MELINDAWATI BR.

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan Judul

KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER PARU RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2004-2008

  Populasi peneltian 378 data penderita kanker paru dengan jumlah sampel 200 data penderita yang diambil dengan metode Simple RandomSampling dan diolah secara statistik dengan menggunakan uji Chi-square, Exact Fisher, t-test, Anova dan Kruskal Walis. Proporsi tertinggi pada kelompok umur 40-60 tahun 37,0% dengan proporsi laki-laki 38,0% dan perempuan 9,5% dan sex ratio 4:1, sukuBatak 58,0%, agama Islam 57,5%, pendidikan SD/SLTP 41,0%, status kawin 97,0%, wiraswasta 33,0%, luar Kota Medan 65,5%, memiliki riwayat merokok 76,0%,sensitivitas keluhan batuk 71,5%, stadium III 63,0%, terapi simptomatik 56,5%, bukan biaya sendiri 88,0%, lama rawatan rata-rata 14,5 hari, PBJ 75,0%, CFRtertinggi pada tahun 2005 17,84% dan pada stadium III 25,64%.

RIWAYAT HIDUP PENULIS

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008...............................................................................................65 Gambar 6.9 Diagram Pie Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Riwayat Merokok di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008.......67 Gambar 6.11 Diagram Pie Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Stadium Klinis di RSUP H.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2006, Proportional Mortality Ratio (PMR) penyakit tidak menular semakin meningkat, tahun 1980 sebesar 25,41%, tahun 1986 sebesar 33,83%, tahun 1992 sebesar 43,60%, 1 tahun 1995 sebesar 45,42% dan tahun 2001 meningkat menjadi 48,53%. Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan dan merupakan penyakit yang ditakuti karena keganasannya sertamemerlukan pembiayaan yang tinggi untuk penanggulangannya tanpa harapan kesembuhan yang berarti.

7 PMR 2,3%

  Adam Malik Medan pada tahun 2000-2002 ditemukan pasien penderita kanker paru rawat inap 178 orang dengan proporsi pada tahun 2000 sebesar 7,07%, tahun 2001 15 sebesar 12,62%, dan tahun 2002 sebesar 15,52%. AdamMalik Medan periode tahun 2004-2008 ditemukan pasien penderita kanker paru rawat inap 378 orang dengan perincian pada tahun 2004 sebanyak 63 orang, tahun 2005sebanyak 88 orang, tahun 2006 sebanyak 68 orang, tahun 2007 sebanyak 70 orang, dan tahun 2008 sebanyak 89 orang.

1.4. Manfaat Penelitian

  Adam Malik Medan mengenai karakteristik penderita kanker paru di rumah sakit tersebut sehingga dapatmeningkatan pelayanan bagi penderita. Menambah wawasan penulis serta menerapkan ilmu yang teleh diperoleh penulis selama masa perkuliahan di Fakultas Kesehatan MasyarakatUniversitas Sumatera Utara.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

  Perkembangan kanker paru dipengaruhi oleh pembelahan sel kanker dan metastasis kanker paru. Menurut Virchow dan Motram yang dikutip dari Tabrani(1996), dasar dari penyakit kanker paru sama dengan penyakit kanker pada umumnya, yakni pertumbuhan ganas yang terjadi pada satu atau beberapa sel kankeryang mengalami pembelahan.

2.2.1. Klasifikasi Kanker Paru

  Karsinoma Sel KecilKarsinoma sel kecil adalah kanker paru yang bermetastasis cepat pada stadium 19 dini. Klasifikasi Stadium Klinis Kanker Paru berdasarkan TNM Stadium TNM Karsinoma In Situ I IA T1N0M0 IB T2N0M0 II IIA T1NIM0 IIB T2NIM0 III IIIA T3N0M0 T3N1M0 T1N2M0 T2N2M0 T3N2M0 IIIB T4N0M0 T4N1M0 T4N2M0 T1N3M0 T2N3M0 T3N3M0 T4N3M0 IV Setiap T, Setiap N dengan M1 Keterangan: Tumor Primer (T) Tis : Karsinoma in situT1 : Tumor dengan ukuran ≤ 3 cm, dikelilingi oleh pleura paru atau viseral dan tidak ada invasi proksimal ke lobus bronkus pada bronskopkopi.

2.3. Epidemiologi

2.3.1. Distribusi Frekuensi Kanker Paru

  Di Ujung Pandang pada tahun yang sama, prevalens kanker paru pada laki-laki 5,9 per 100.000 penduduk dan di Semarang sebesar 7,1 per 100.000penduduk. Berdasarkan hasil penelitian Jusuf, dkk., di Rumah Sakit Pusat KankerDharmais tahun 1993-1997, dari 541 penderita kanker paru yang diteliti ditemukan sebesar 80% adalah laki-laki.

2.3.2. Faktor Risiko Kanker Paru

  Umur Berdasarkan hasil survei kanker paru yang dikutip dari Alsagaf (1995), 19 dilaporkan bahwa 90% kasus kanker paru terjadi pada usia Di negara ≥ 40 tahun. Di Amerika, penderita kanker paru terbanyak pada usia≥ 40 tahun yaitu sebesar 90%, dan di Indonesia (Surabaya) 19 sebesar 84,4%.

f. Bahan Karsinogen di Lingkungan Kerja

  Beberapa karsinogen yang dapat menimbulkan kanker paru antara lain: asbes, arsen, khlor metil eter, pembakaran arang, aluminium, khrom, nikel, gas mustard,kalsium flurida, zat radioaktif dan tar batu bara. Risiko terkena kanker paru pada orang yang terpapar uranium dan fluorosphor adalah 35 4-29 kali dibandingkan pada populasi umum.

2.4. Gejala Klinik

  Pada waktu kanker paru ditemukan, biasanya proses pertumbuhan sudah relatif lama dengan gejala yang bervariasi. Gejala kanker paru tergantung pada letak,karakter biologi dan persebaran tumor.

23 Gejala kanker paru dimulai dengan lemah badan, tidak nafsu makan, penurunan berat badan, dan gejala pulmoner

31,32 Sekitar25% kanker paru ditemukan tanpa gejala, sebagian besar tumor ini terdiri dari adenokarsinoma yang terletak di perifer dengan kaliber bronkial kecil. 23 Manifestasi klinis kanker paru secara garis besar dibagi atas:

2.4.1. Gejala Intrapulmoner 32,33,36

  Patogenesis terjadinya batuk pada kanker paru diawali dengan berbagai rangsangan reseptor batuk yang terletak di dalam rongga toraks, antaralain terdapat di bronkus. Nyeri DadaNyeri dada yang dirasakan penderita kanker paru disebabkan keterlibatan pleura parietal dan tergantung pada luas lokasi tumor.

2.4.2. Gejala Intratorasik Ekstrapulmoner Gejala yang ditimbulkan kanker paru dalam rongga toraks tetapi diluar paru

  Sindrom Vena Cava SuperiorPenekanan atau invasi tumor ke pembuluh darah mediastinum yang dapat menimbulkan gejala edema pada wajah, pembengkakan leher, dan kadang-kadangmenimbulkan rasa sakit di kepala dan sesak nafas. Pada karsinoma in situ, kemampuan hidup setelah dilakukan pembedahan adalah 70%,pada stadium I, sebesar 35-40% pada stadium II, sebesar 10-15% pada stadium III, dan kurang dari 10% pada stadium IV.

2.6.1. Anamnesis

  Beberapa faktor yang perlu diperhatikan pada pasien tersangka kanker paru adalah faktor usia, jeniskelamin, kebiasaan merokok, dan terpapar zat karsinogen yang dapat menyebabkan 23,24 nodul soliter paru. Kerusakan pada paru dapat dinilai dengan pemeriksaan faal paru atau pemeriksaan analisis gas untuk menilai adanya kegagalan pernafasan.

30 Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan keganasan tumor dengan melihat ukuran tumor, kelenjar getah bening, dan metastasis ke organ lain

  Torakoskopi adalah pemeriksaan dengan alattorakoskop yang ditusukkan dari kulit dada ke dalam rongga dada untuk melihat dan mengambil sebahagian jaringan paru yang tampak. Pangambilan jaringan dapat juga dilakukan secara langsung ke dalam paru dengan menusukkan jarum yang lebih panjang dari jarum suntik biasa kemudiandilakukan penghisapan jaringan tumor yang ada.

2.7. Penatalaksanaan Kanker Paru

2.7.1. Pembedahan

  Hal ini biasanya dilakukan pada kankerparu yang tumbuh terbatas pada paru yaitu stadium I (T1 N0 M0 atau T2 N0 M0), kecuali pada kanker paru jenis SCLC. 21,23,37 2.7.3 Kemoterapi Kemoterapi pada kanker paru merupakan terapi yang paling umum diberikan pada SCLC atau pada kanker paru stadium lanjut yang telah bermetastasis ke luarparu seperti otak, ginjal dan hati.

1.8. Pencegahan

  Pencegahan Primer Pencegahan primer pada kanker paru adalah mencegah timbulnya penyakit kanker paru pada orang yang berisiko. Pencegahan ini dapatdilakukan dengan penemuan dini penderita kanker paru pada orang yang berisiko tinggi dan tindakan pengobatan.

BAB 3 KERANGKA KONSEP

  Keluhan adalah jenis keluhan yang dirasakan penderita kanker paru yang menyebabkan datang berobat dan dirawat inap sesuai dengan yang tercatat ,32,33,36 dalam kartu status, yang dikategorikan atas 1. Sumber pembiayaan adalah jenis sumber biaya yang digunakan oleh penderita kanker paru selama dirawat di rumah sakit sesuai dengan yang tercatat padakartu status, yang dikategorikan atas: 1.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan adalah rumah sakit pendidikan dantersedia data mengenai kasus kanker paru serta belum pernah dilakukan penelitian yang sejenis di rumah sakit tersebut pada tahun 2004-2008.

4.3. Populasi dan Sampel

  Populasi Populasi penelitian ini adalah data semua penderita kanker paru yang dirawat inap di RSUP H. Sampel Sampel adalah data penderita kanker paru yang dirawat inap di RSUP H.

1 N d

  ( ) n=2 05 ) 194 , 34n = 194n ≈ Keterangan: n = Besar sampelN = Besar populasi d = Tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan. Dari perhitungan di atas diperoleh besar sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu sebanyak 194 data.

4.3.3. Teknik Pengambilan Sampel

  Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data sekunder penderita kanker paru yang diperoleh dari kartu status bagian rekam medik RSUP H. Analisis univariat secara deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square, Exact Fisher, t-test dan Anova dan Kruskal Walis kemudian disajikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi, diagram pie dan bar.

BAB 5 HASIL PENELITIAN

5.1. Distribusi Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Tahun

  2008 89 23,54 Jumlah 378 100 Pada tabel 5.1 dapat dilihat proporsi penderita kanker paru rawat inap yang tertinggi adalah pada tahun 2008 sebesar 23,54%, disusul tahun 2005 sebesar23,28%, tahun 2007 sebesar 18,52%, tahun 2006 sebesar 17,99% dan yang terendah tahun 2004 sebesar 16,67%. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa frekuensi penderita kanker paru tahun 2004 dan 2008 mengalami peningkatan sebanyak 89-63 = 26 kasus dengan simple 89 rasio peningkatan adalah = 1,41 kali dan persentase peningkatan sebesar 63 89 63− x 100% = 29,21% dari tahun 2004 ke tahun 2008.

5.2. Sosiodemografi

  Umur dan Jenis Kelamin Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan umur dan jenis kelamin di RSUP H. dapat dilihat proporsi umur dan jenis kelamin penderita kanker paru tertinggi pada kelompok umur 40-60 tahun 47,5%, denganproporsi laki-laki 38,0% dan perempuan 9,5%.

5.3. Distribusi Proporsi Penderita Kanker Paru Rawat Inap Berdasarkan Sosiodemografi di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 No Sosiodemografi f %

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 JumlahRiwayat Merokok f % Merokok152 76,0 Tidak Merokok 48 24,0 Jumlah 200 100 Berdasarkan tabel 5.4 dapat dilihat proporsi penderita kanker paru lebih tinggi memiliki riwayat merokok 76,0% daripada tidak merokok 24,0%. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Jumlah Keluhan (n =200) f % BatukNyeri DadaSesak NafasBatuk DarahDisfagi 143119117 43 571,559,558,521,5 2,5Berdasarkan tabel 5.5 dapat dilihat bahwa proporsi keluhan penderita kanker paru tertinggi adalah batuk 7I,5%, diikuti nyeri dada 59,5%, sesak nafas 58,5%, batukdarah 21,5%, dan disfagi 2,5%.

5.6. Penatalaksanaan Medis

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan sumber pembiayaan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan sumber pembiayaan(bukan biaya sendiri) di RSUP H.

H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Jumlah Sumber Pembiayaan (Bukan Biaya sendiri) f %

AskesJamkesmas 77 9943,856,2 Jumlah 176 100 Berdasarkan tabel 5.10 dapat dilihat proporsi sumber pembiayaan (bukan biaya sendiri) yang digunakan penderita lebih tinggi Jamkesmas 56,2% dibandingkanAskes 43,8%.

5.8. Lama Rawatan Rata-rata Penderita Kanker Paru

  Lama rawatan rata-rata penderita kanker paru rawat inap di RSUP H. of VariationMinimum Maksimum 14,58,913,3-15,861,6% 1 56 Dari table 5.11 dapat dilihat rata-rata penderita kanker paru dirawat inap selama 14,5 hari, Standar Deviasi (SD) 8,9 dan nilai dari Coefisien of Variation61,4% artinya lama rawatan penderita kanker paru sangat bervariasi.

5.9. Keadaan Sewaktu Pulang

  Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan keadaan sewaktu pulang di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008Jumlah Keadaan Sewaktu Pulang f % PBJ150 75,0 PAPS22 11,0 Meninggal28 14,0 Jumlah 200 100 Berdasarkan tabel 5.12 dapat dilihat proporsi penderita kanker paru tertinggi adalah pulang berobat jalan 75,0%, diikuti pulang atas permintaan sendiri 11,0%, danmeninggal 14,0%.

2. Jenis Kelamin

  Proporsi riwayat merokok berdasarkan tingkat pendidikan penderita kanker paru rawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat padatabel di bawah ini.

5.14. Distribusi Proporsi Riwayat Merokok Berdasarkan Tingkat Pendidikan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Riawat Merokok Tidak Jumlah Pendidikan Merokok Merokok f % f % f %

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Umur Jumlah Stadium Klinis <40 tahun 40-60 tahun >60 tahun f % f % f % f % Stadium Dini 6 17,1 14 40,0 15 42,9 35 100Stadium Lanjut2 19 11,5 81 49,1 65 39,4 165 100 df=2 p=0,517 χ =1.321Berdasarkan tabel 5.15 dapat diketahui dari seluruh penderita kanker paru stadium dini, 17,71% berumur < 40 tahun, 40,0% berumur 40-60 tahun, dan 42,9%berumur >60 tahun. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Sumber Pembiayaan Keadaan Sewaktu Bukan Biaya Jumlah Biaya SendiriPulang Sendiri f % f % f % PBJ 15 10,0 135 90,0 150 100 PAPS 7 31,8 15 68,2 22 100Meninggal 2 7,1 26 92,9 28 100 Berdasarkan tabel 5.19 dapat dilihat dari seluruh penderita kanker paru yang pulang berobat jalan, 10,0% menggunakan biaya sendiri, dan 90,0% bukanmenggunakan biaya sendiri.

BAB 6 PEMBAHASAN

6.1. Distribusi Frekuensi Penderita Kanker Paru dan Kecenderungannya per Tahun di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

  Adam Malik Medan Tahun 2004- 2008 Dari gambar 6.1 dapat dilihat bahwa frekuensi kunjungan penderita pada tahun 2004 adalah 63 kasus, tahun 2005 meningkat menjadi 88 kasus, tahun 2006 menurunmenjadi 68 kasus, tahun 2007 kembali meningkat menjadi 70 kasus dan tahun 2008 meningkat lagi menjadi 89 kasus. Hal ini bukan berarti menunjukkan peningkatan kasus kanker paru di masyarakat namun hanya menunjukkan bahwa penderita kanker paru yangberkunjung ke RSUP H.

6.2. Distribusi Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Sosiodemografi di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

6.2.1. Umur dan Jenis Kelamin

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.2 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru berdasarkan umur dan jenis kelamin tertinggi pada kelompok 40-60 tahun denganproporsi laki-laki 38,0% dan perempuan 9,5%. Penderita kanker paru lebih besar pada laki-laki karena kebiasaan merokok laki-laki sepuluh kali lebih tinggi daripada perempuan, selain itu laki-laki lebih sering terpaparzat karsinogen yang berkepanjangan dan baru menampakkan pengaruh dalam waktu 30,31 yang lama yaitu 15-25 tahun mulai dari terpapar sampai timbulnya gejala.

6.2.2. Suku Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan suku di RSUP H

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.3 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru berdasarkan suku yang tertinggi adalah Batak 58,5% dan yang terendah adalah sukuNias 0,5%. Pada penelitian ini penderita kanker paru tertinggi ditemukan pada sukuBatak bukan karena suku tersebut memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena kanker paru namun hanya menunjukkan bahwa penderita kanker paru yang datangberkunjung ke rumah sakit tersebut adalah paling banyak bersuku Batak.

6.2.3. Agama Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan agama di RSUP H

  Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.4 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru berdasarkan agama yang tertinggi adalah beragama Islam dengan 57,5% dan yangterendah agama Kristen katolik dengan proporsi 1,5%.

6.2.4. Tingkat Pendidikan

  Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini 16,5% 41,0%SD/SLTP SLTA 21,0%Akademi/PT Tidak Tercatat 21,5% Gambar 6.5 Diagram Pie Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Tingkat Pendidikan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004- 2008 Berdasarkan gambar 6.5 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru berdasarkan tingkat pendidikan yang tertinggi adalah SD/SLTP 41,0% dan yangterendah berpendidikan Akademi/PT 21,0% sedangkan 16,5% tidak tercatat.

6.2.5. Status Perkawinan

  Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini 3,0% KawinTidak Kawin 97,0% Gambar 6.6 Diagram Pie Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Status Perkawinan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.6 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru berdasarkan status perkawinan lebih tinggi berstatus kawin 97,0% daripada tidakkawin 3,0%.

6.2.6. Pekerjaan Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan pekerjaan di RSUP H

Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 33.0 35 30 21.5i 25s 16.0 20 14.0 12.0 15ropor P 10 3.5 5nta tani rjaas na tat as taw iu ke casw Pe Sns er Beiraai Pe kw W k T S/ da da gaTi PN Ti Pe T/Pekerjaan IRGambar

6.7 Diagram Bar Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Pekerjaan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

  Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini 34,5%Luar Kota Medan Kota Medan 65,5% Gambar 6.8 Diagram Pie Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Tempat Tinggal di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004- 2008 Berdasarkan gambar 6.8 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru berdasarkan tempat tinggal yang lebih tinggi adalah dari luar Kota Medan 34,5%dibandingkan Kota Medan 65,5%.

6.4. Keluhan

  Proporsi keluhan penderita kanker paru rawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar berikut ini.

6.10 Diagram Bar Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Keluhan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.11 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru yang tertinggi adalah stadium III sebesar 63,0% dan yang terendah adalah stadium Isebesar 3,0%. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan penderita tentang gejala kanker paru dankesadaran melakukan pemeriksaan serta pengobatan mengingat pendidikan penderita yang paling banyak adalah SD/SLTP dengan proporsi 41,05% Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Nur Tri Utami (2008) di RSU DrPirngadi Medan dengan disain case series yang menemukan bahwa proporsi penderita kanker paru tertinggi pada stadium III sebesar 58,4% dan diikuti stadium IV(26,8%).

6.6. Penatalaksanaan Medis 1. Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Penatalaksanaan Medis

  Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan penatalaksanaan medis di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar berikutini.

6.12 Diagram Bar Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Penatalaksanaan Medis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

  Berdasarkan gambar 6.12 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru yang tertinggi mendapatkan penatalaksanaan medis berupa terapi simtpomatik 56,5%disusul kemoterapi 36,0% dan pembedahan 11,0%. Terapi simptomatik adalah terapi yang diberikan kepada penderita kanker paru untuk menghilangkan gejala-gejala kanker paru dan bukan bersifat untuk 19 menyembuhkan penyakit (terapi paliatif).

6.6.2. Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Penatalaksanaan Medis dan lebih dari Satu Penatalaksanaan Medis

  Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan penatalaksanaan medis dan lebih dari stau penatalaksanaan medis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan 6.13 gambar dapat diketahui bahwa proporsi penderita kanker paru berdasarkan jenis penatalaksanaan medis yang tertinggi adalah penderita yang Dari seluruh penderita kanker paru terdapat 3,5% yang mendapatkan lebih dari satu penatalaksanaan medis yaitu pembedahan + kemoterapi.

6.7.1. Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Sumber Pembiayaan

  Proporsi penderita kanker paru rawat inap berdasarkan sumber pembiayaan di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.14 dapat diketahui bahwa proporsi penderita kanker paru berdasarkan sumber pembiayaan lebih tinggi adalah yang bukan menggunakanbiaya sendiri 88,0% daripada yang menggunakan biaya sendiri 12,0%.

6.7.2. Proporsi Penderita Kanker Paru Berdasarkan Sumber Pembiayaan (Bukan Biaya Sendiri)

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.16 dapat diketahui bahwa proporsi penderita kanker paru berdasarkan keadaan sewaktu pulang yang tertinggi adalah pulang berobat jalan75,0% dan yang terendah adalah pulang atas permintaan sendiri 11,0%. Penderita yang pulang atas permintaan sendiri dapat dikaitkan dengan faktorkeluarga (tidak ada yang menjenguk, merawat karena keluaga harus menjalankan rutinitasnya seperti ibu rumah tangga, bekerja, sekolah, dan lain-lain) Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Nur Tri Utami (2008) di RSU DrPirngadi Medan dengan disain case series yang menemukan bahwa proporsi 43 penderita kanker paru tertinggi adalah pulang berobat jalan 44,4%.

90 SD/SLTP SLTA Akadem i/PT

  Berdasarkan gambar 6.17 dapat diketahui bahwa proporsi penderita kanker paru yang berpendidikan SD/SLTP, SLTA dan Akademi/PT paling tinggi memilkiriwayat merokok. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Merokok Tidak Merokok Tingkat PendidikanP rop or s i ( % ) 70 24.4 60 69.9 40 30 20 10 21.2 50 Proporsi umur berdasarkan stadium klinis dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

10 Stadium Dini Stadium Lanjut

  Diagram Bar Proporsi Umur Berdasarkan Stadium Klinis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.18 dapat diketahui bahwa proporsi penderita kanker stadium dini paling tinggi berumur >60 tahun 42,9%, dan pada stadium lanjut palingtinggi berumur 40-60 tahun.

6.19 Diagram Bar Proporsi Penatalaksanaan Medis Berdasarkan Stadium Klinis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

  Berdasarkan gambar 6.19 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru stadium dini paling tinggi mendapatkan terapi simptomatik 60,0%. Pada stadium dini sel kanker masih terbatas pada paru dan belum menyebar ke organ lain sehingga tindakan pembedahan dapat dilakukan sedangkan padastadium lanjut sel kanker sudah menyebar ke organ lain sehingga tidak 23 pembedahan.

6.10.5. Sumber Pembiayaan Berdasarkan Stadium Klinis

Proporsi sumber pembiayaan berdasarkan stadium klinis dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 10091,5 80 71,4 ) % i (

60 Biaya Sendiri

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.20 dapat diketahui bahwa proporsi penderita kanker paru stadium dini lebih tinggi menggunakan bukan biaya sendiri 71,4% dan penderitakanker paru stadium lanjut juga lebih tinggi menggunakan bukan biaya sendiri 9,5%. Proporsi penderita kanker paru stadium dini dan lanjut dengan menggunkan bukan biaya sendiri secara signifikan lebih tinggi daripada yang menggunakan biaya sendiri.

6.10.6. Sumber Pembiayaan Berdasarkan Penatalaksanaan Medis

Proporsi sumber pembiayaan berdasarkan penatalaksanaan medis dapat dilihat pada gambar berikut ini. 120100 92,3 10087,6 ) 80% 66,7Biaya Sendirii ( s 60 Bukan Biayapor Sendiri33,3ro 40 P12,4 207,7 Pembedahan Kemoterapi Terapi Bedah + Kemo SimptomatikPenatalaksanaan Medis Gambar

6.21 Diagram Bar Proporsi Sumber Pembiayaan Berdasarkan Penatalaksanaan Medis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

  Berdasarkan gambar 6.21 dapat diketahui proporsi penderita kanker paru yang melakukan pembedahan, kemoterapi, terapi simptomatik, dan pembedahan +kemoterapi dengan biaya sendiri daripada lebih tinggi bukan menggunakan biaya sendiri dengan proporsi masing-masing 66,7% pada pembedahan, 92,3% padakemoterapi, 87,6% pada terapi simtomatik, dan 100% pada pembedahan + kemoterapi. Dari seluruh penderita kanker paru yang pulang atas permintaan sendiri, 31,8% menggunakan biaya sendiri dan 68,2% bukan Gambar Biaya Sendiri Bukan BiayaSendiri Keadaan Sewaktu PulangP rop or s i ( % ) 90 100PBJ PAPS Meninggal 80 60 Proporsi sumber pembiayaan berdasarkan keadaan sewaktu pulang dapat dilihat pada gambar berikut ini.

6.22. Diagram Bar Proporsi Sumber Pembiayaan Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008

  Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.24 dapat diketahui penderita kanker paru stadium dini rata-rata dirawat selama 14,3 hari dan penderita kanker paru stadium lanjut rata-ratadirawat selama 14,6 hari. Dari hasil uji tersebut diperoleh Berdasarkan gambar 6.25 dapat dilihat bahwa penderita kanker paru yang pulang berobat jalan memiliki lama rawaran rata-rata yang paling lama (15,8 hari)dibandingkan penderita yang meninggal (12,2 hari) dan pulang atas permintaan sendiri (8,7 hari).

6.11. Case Fatality Rate (CFR) Berdasarkan Tahun

  Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada ganbar di bawah ini. Berdasarkan gambar 6.26 dapat diketahui bahwa CFR kanker paru paling tinggi berada pada tahun 2005 yaitu 17,78%.

6.12. CFR Berdasarkan Stadium Klinis

  CFR kanker paru berdasarkan stadium klinis di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2004-2008 dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

5 Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV

  Stadium Klinis Gambar 6.27 Diagram Bar CFR Kanker Paru Berdasarkan Stadium Klinis di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008 Berdasarkan gambar 6.27 dapat diketahui bahwa CFR kanker paru paling tinggi adalah pada stadium IV yaitu 25,64%.

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

  Proporsi penderita kanker paru berdasarkan sosiodemografi yang tertinggi diperoleh umur 40-60 tahun dengan proporsi laki-laki 38,0% dan perempuan9,5% dengan sex ratio 4:1, suku Batak 58,0%, beragama Islam 57,5%, pendidikan SD/SLTP 41,0%, status kawin 97,0%, wiraswasta 33,0%,bertempat tinggal di luar Kota Medan 65,5%. Proporsi penderita kanker paru stadium dini yang melakukan pembedahan secara signifikan lebih tinggi dari yang kemoterapi, dan proporsi penderita2 stadium lanjut yang pembedahan lebih rendah daripada kemoterapi (χ = 32,732; p=0,000; 28,6% vs 8,6% dan 3,0% vs 37,0%).

7.2. Saran

  Adam Malik Medan supaya meningkatakan pelayanan pada penderita karena pada penelitian ini dijumpai penderita kankerparu stadium dini yang meninggal dunia dan pulang atas permintaan sendiri padahal biaya pengobatan sudah ditanggung melalui Askes dan Jamkesmas. Melengkapi pencatatan pada rekam medis mengenai pendidikan dan pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA

  Karakteristik Penderita Kanker Paru yang Dirawat Inap di Rumah Sakit St. Karakteristik Penderita Kanker Paru yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Umum Dr.

MASTER DATA

  Deviation Meanlama rawatan Stadium Dini 35 14,26 7,736 1,308 Stadium Lanjut 165 14,56 9,182 ,715Independent Samples Test Levene's Test for uality of Varianc t-test for Equality of Means95% Confidence Interval of the Difference Mean Std. ErrorLower BoundUpper Bound Minimum MaximumPBJ 150 15,80 9,150 ,747 14,32 17,28 2 56 PAPS 22 8,68 5,259 1,121 6,35 11,01 2 17 Meningga 28 12,18 7,841 1,482 9,14 15,22 1 30 Total 200 14,51 8,929 ,631 13,27 15,75 1 56 Test of Homogeneity of Variances lama rawatanLevene Statistic df1 df2 Sig.

2 Asymp. Sig. ,001 a

Kruskal Wallis Test b.Grouping Variable: keadaan sewaktu pulang Crosstabs pekerjaan penderita kanker paru * Sumber biaya pengobatan CrosstabulationSumber biaya pengobatan Biaya Sendiri Askes Jamkesmas Totalpekerjaan PNS/Pensiunan PN Count 44 44 penderita% within pekerjaan .0% 100.0% .0% 100.0%kanker penderita kanker paparu % within Sumber .0% 55.0% .0% 22.0% biaya pengobatan% of Total .0% 22.0% .0% 22.0% pegawai swasta Count 2 2 3 7 % within pekerjaan28.6% 28.6% 42.9% 100.0% penderita kanker pa % within Sumber 8.3% 2.5% 3.1% 3.5%biaya pengobatan % of Total 1.0% 1.0% 1.5% 3.5% wiraswasta Count 13 14 39 66 % within pekerjaan19.7% 21.2% 59.1% 100.0% penderita kanker pa % within Sumber 54.2% 17.5% 40.6% 33.0%biaya pengobatan % of Total 6.5% 7.0% 19.5% 33.0% petani Count 1 23 24 % within pekerjaan.0% 4.2% 95.8% 100.0% penderita kanker pa % within Sumber .0% 1.3% 24.0% 12.0%biaya pengobatan % of Total .0% .5% 11.5% 12.0% IRT/Tidak bekerja Count 2 14 16 32 % within pekerjaan6.3% 43.8% 50.0% 100.0% penderita kanker pa % within Sumber 8.3% 17.5% 16.7% 16.0%biaya pengobatan % of Total 1.0% 7.0% 8.0% 16.0% Tidak Tercatat Count 7 5 15 27 % within pekerjaan25.9% 18.5% 55.6% 100.0% penderita kanker pa % within Sumber 29.2% 6.3% 15.6% 13.5%biaya pengobatan % of Total 3.5% 2.5% 7.5% 13.5% Total Count 24 80 96 200 % within pekerjaan12.0% 40.0% 48.0% 100.0% penderita kanker pa % within Sumber 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%biaya pengobatan % of Total 12.0% 40.0% 48.0% 100.0% pandidikan penderita kanker paru * Sumber biaya pengobatan CrosstabulationSumber biaya pengobatan Biaya Sendiri Askes Jamkesmas Totalpandidikan SD/SLTP Count 9 18 56 83 penderita% within pandidikan 10.8% 21.7% 67.5% 100.0%kanker paru penderita kanker par % within Sumber 37.5% 22.5% 58.3% 41.5%biaya pengobatan % of Total 4.5% 9.0% 28.0% 41.5% SMA Count 5 26 14 45 % within pandidikan11.1% 57.8% 31.1% 100.0% penderita kanker par % within Sumber 20.8% 32.5% 14.6% 22.5%biaya pengobatan % of Total 2.5% 13.0% 7.0% 22.5% Akademi/PT Count 1 31 1 33 % within pandidikan3.0% 93.9% 3.0% 100.0% penderita kanker par % within Sumber 4.2% 38.8% 1.0% 16.5%biaya pengobatan % of Total .5% 15.5% .5% 16.5% Tidak tercata Count 9 5 25 39 % within pandidikan23.1% 12.8% 64.1% 100.0% penderita kanker par % within Sumber 37.5% 6.3% 26.0% 19.5%biaya pengobatan % of Total 4.5% 2.5% 12.5% 19.5% Total Count 24 80 96 200 % within pandidikan12.0% 40.0% 48.0% 100.0% penderita kanker par % within Sumber 100.0% 100.0% 100.0% 100.0%biaya pengobatan % of Total 12.0% 40.0% 48.0% 100.0%

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Karakteristik Penderita Epilepsi Rawat Inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011-2013
0
42
119
Karakteristik Penderita Asma Bronkial Dewasa Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 1999-2001
0
30
96
Karakteristik Penderita Kanker Kolorektal Yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 1998-2001
0
34
78
Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronik Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2000-2001
0
31
77
Karakteristik Penderita Hipertensi Rawat Inap Di Bagian Penyakit Dalam RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2001
0
49
78
Karakteristik Penderita Kanker Paru Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan Tahun 2000 - 2002
1
27
84
Karakteristik Penderita Kanker Payudara Rawat Inap Di Bgian Obsteri Ginekologi RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun l998 - 2002
0
26
108
Karakteristik Penderita Trauma kapitis Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2002-2004
0
34
89
Karakteristik Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009
2
33
115
Karakteristik Penderita Meningitis Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2008.
4
75
142
Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2005
2
45
136
Karakteristik Penderita Kanker Colorectal Yang Rawat Inap Di RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2007
0
34
86
Karakteristik Penderita Kanker Paru Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008
4
88
137
Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Rematik (PJR) Yang Dirawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2004-2008
0
32
128
Karakteristik Penderita Kanker Paru Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Pusat H.Adam Malik Medan Tahun 2000-2002
0
31
83
Show more