Prediksi Leeway space dengan menggunakan metode Tanaka-Johnston pada murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan

Gratis

18
143
77
2 years ago
Preview
Full text

PREDIKSI LEEWAY SPACE DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS TANAKA-JOHNSTON PADA MURID SEKOLAH DASAR SUKU BATAK DI KOTA MEDAN

SKRIPSIDiajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi Oleh:ANGELIA STEFANI NIM : 110600093

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015

  Fakultas Kedokteran GigiDepartemen OrtodonsiaTahun 2015 Angelia StefaniPrediksi Leeway space dengan menggunakan metode Tanaka-Johnston pada murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan.x + 37 halaman Perbedaan lebar mesiodistal gigi kaninus, premolar pertama, dan premolar kedua permanen dengan gigi kaninus, molar pertama, dan molar kedua desidui padafase gigi bercampur dapat menyebabkan terjadinya Leeway space. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (1) nilai rata-rata Leeway space muridSekolah Dasar suku Batak di Kota Medan dengan menggunakan metode Tanaka-Johnston, (2) perbedaan nilai rata-rata Leeway space antara murid Sekolah Dasar laki-laki dan perempuan suku Batak di Kota Medan.

KATA PENGANTAR

  Bang Adicakra, Kak Lia, Kak Megawaty, Kak Chintya, sahabat terkasihEster, Ivana Idris, Mellisa Taniasuri, Jessica Tanurdjaja, Natalia, Melissa, Beverly,Jessica, Fellicia Lestari serta teman seperjuangan di departemen Ortodonsia AmaliaIhsani Hakim Silalahi dan Agnes Trinovin Tampubolon yang telah membantu saya dan memberi semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalam penulisan skripsi ini dan penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untukmenghasilkan karya yang lebih baik lagi di kemudian hari.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Pengertian Leeway space yang diperkenalkan oleh Nance pada tahun 1947 adalah kelebihan ruang yang terjadipada maksila dan mandibula saat pergantian gigi kaninus dan molar desidui oleh gigi 7,9 kaninus dan premolar permanen. Memprediksi Leeway space dapat digunakan untuk menentukan diagnosis dan rencana perawatan maloklusi, mencegah terjadinya crowding, mempertahankan ruang yang tersedia atau menambah ruang yang tersedia, dan serial ekstraksi dimana dilakukan pengukuranlebar mesiodistal insisivus mandibula dan ruangan yang tersedia pada maksila dan 4,10-12 mandibula.

17 Melayu

  Ada beberapa analisis untuk memprediksi Leeway space pada masa gigi bercampur, yaitu analisis radiografi, non-radiografi, dan kombinasi keduanya. Analisis non-radiografi memakai persamaan regresi yang menghubungkan ukuran gigi yang telah erupsi dengan ukuran gigi yang belumerupsi.

20 Wylie, dan Sitepu. Analisis kombinasi adalah analisis yang menggunakan gambaran

  Jaroontham dan 21 Godfrey menyatakan bahwa analisis Tanaka-Johnston memberikan prediksi yang mendekati ukuran gigi sebenarnya dan dapat diterapkan pada orang Thailand. 22 Memon dan Fida melakukan penelitian pada 121 model gigi dengan derajat kepercayaan 95% dan menemukan bahwa analisis Tanaka-Johnston sangat mendekati nilai sebenarnya dari kaninus dan premolar pada laki-laki dan perempuan Pakistan.

23 Viella dkk., meneliti 650 model gigi dari klinik Ortodonti Universitas Flumeinense

24 Megawaty, melakukan penelitian mengenai prediksi rata-rata Leeway space

  pada 30 pasang model studi murid Sekolah Dasar ras Deutro-Melayu di KecamatanMedan Helvetia dengan menggunakan analisis Tanaka-Johnston dan memperoleh besar rata-rata Leeway space pada maksila 2,11 mm dan mandibula 2,99 mm. Oleh karena itu, peneliti ingin melanjutkan penelitian dengan menggunakan sampel suku Batak untuk memprediksi Leeway space dengan menggunakan analisisTanaka-Johnston pada murid Sekolah Dasar suku Batak di Kota Medan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Salzmann mendefinisikan oklusi dalam ortodonti sebagai perubahan inter

  relasi permukaan gigi maksila dan mandibula yang terjadi selama pergerakan mandibula dan kontak penuh terminal lengkung gigi maksila dan mandibula. Oklusidisebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, faktor lingkungan, tekanan otot dan oklusi secara konstan, serta perubahan akibat perkembangan, maturitas, dan 25 penuaan.

2.1 Fase Pre-Dental

  Primate space terdapat diantara insisivus lateral desidui dan kaninus pada maksila sedangkan pada mandibula terdapat diantara 7,25-26 kaninus desidui dan molar pertama desidui (Gambar 2). Primate Space pada maksiladan 26 mandibula 2.3 Fase Gigi Bercampur Fase gigi bercampur terjadi pada usia 6-12 tahun dan merupakan fase dimana 5 gigi desidui dan gigi permanen sama-sama berada di rongga mulut.

2.3.1 Fase Transisi Pertama

  Fase transisi pertama ditandai dengan pergantian gigi insisivus desidui oleh gigi insisivus permanen dan penambahan empat gigi molar pertama permanen. Oleh karena itu, terminal plane relationship pada fase gigi 5 bercampur menentukan jenis hubungan molar pada fase gigi permanen.

a. Early mesial shift

  Early mesial shift pada molar pertama permanen mandibula terjadi dengan menggunakan physiologic space yang terdapat diantara insisivus desidui dengan primate spaces. Tekanan erupsi dari molar permanenmendorong molar desidui ke depan mengisi ruang dan pada akhirnya terjadi hubungan molar Klas I.

b. Late mesial shift

  Hubungan molar Klas I tidak dapat terjadi pada awal fase gigi bercampur karena tidak adanya developmental spaces pada fase gigi desidui. Oleh karena itu, hubungan molar Klas I terjadi dengan exfoliasi molar kedua desidui menggunakan Leeway space dimana molar pertama permanenmandibula hanya bergerak ke arah mesial, perubahan ini terjadi pada akhir 5,25 fase gigi bercampur (Gambar 5).

2. Mesial step : permukaan distal molar kedua desidui pada mandibula lebih

  Hubungan molar desidui : (A) Relasi mesial step 25 (B) Relasi distal step Distal step : permukaan distal molar kedua desidui pada mandibula lebih 3. Distal step pada fase gigi desidui umumnya akan menuntun pada hubungan molar5,15 Klas II Angle pada fase gigi permanen (Gambar 7).

2.3.2 Fase Inter-Transisi

  Oklusal dan interproksimal pada gigi desidui terlihat aus karena morfologi oklusal yang menyerupai dataran. Pembentukan akar terus terjadi pada insisivus, kaninus, dan molar yang akan erupsi seiring dengan peningkatan puncak alveolar.

2.3.3 Fase Transisi Kedua

  Selain itu, perbedaan Leeway space pada mandibula dan maksila menyebabkan molar pertama 14 permanen lebih bergerak ke arah mesial pada mandibula daripada maksila. Pergerakan molar pertama yang lebih mesial pada mandibula menyebabkan perubahan dari hubungan flush terminal plane pada fase gigi desidui ke 5,25 hubungan molar Klas I pada fase gigi permanen.

2.6 Metode Pengukuran Lebar Mesiodistal Gigi

  Metode pengukuran lebar mesiodistal gigi : (A) Moorrees (B) MullenMetode Mullen adalah metode pengukuran mesiodistal gigi dengan menggunakan ujung tip kaliper diletakkan sejajar terhadap bidang oklusal. Mullendkk., menemukan bahwa perhitungan analisis Bolton tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara perhitungan pada model atau emodel dengan metode Mullen 30 (Gambar 9B).

2.7 Analisis Kebutuhan Ruang pada Masa Gigi Bercampur

  Nance menentukan ruang yang tersedia untuk kaninus dan premolar yang belum erupsi dengan mengukur mesiodistal kaninusdan molar desidui pada model gigi dan menentukan ruang yang dibutuhkan dengan mengukur mesiodistal gigi yang belum erupsi pada gambaran radiografi. Analisis Moyers memprediksi kaninus dan premolar permanen pada maksila dan mandibula dengan menghitung lebar mesiodistal 15 insisivus mandibula dan menggunakan tabel prediksi Moyers.

2.7.2.1 Analisis Tanaka-Johnston

  Analisis Tanaka-Johnston ini merupakan pengembangan dari tabel Moyers dengan meneliti 506 model gigi pasien di daerah 1-2 Cleveland dari departemen ortodonsia di Universitas Case Western Reserve.2,15,31 Rumus analisis Tanaka-Johnston dapat dilihat pada rumus dibawah ini : 0,65 pada mandibula. Keuntungan dari analisis ini adalah tidak memerlukan gambaran radiografi, dapat digunakan pada maksila dan mandibula, mudahdigunakan, dapat diaplikasi langsung pada kunjungan pertama, hemat waktu, dan 3,11 memiliki akurasi yang cukup baik.

2.7.3 Analisis Kombinasi

  Analisis Staley and Kerber hanya dapat digunakan pada mandibula dan membutuhkan radiografi periapikal. Analisis Hixon-Oldfather menjumlahkan mesiodistal satu gigi insisivus sentral dan satu gigi insisivus lateraldengan mesiodistal premolar yang belum erupsi pada gambaran radiografi teknik 31 paralel.

2.8 Faktor yang Mempengaruhi Ukuran Mesiodistal Gigi

  RasPada tahun 1985, Saumantri melakukan penelitian pada sampel suku Jawa dan menemukan bahwa ukuran gigi permanen sampel suku Jawa lebih besar daripadaukuran gigi suku bangsa Kaukasoid. Penelitian Lavelle pada tahun 1972 yang membandingkan perbedaan antara jenis kelamin pria dan wanita dari tiga kelompok populasi berbeda menunjukkan bahwa 34 ukuran gigi pria secara keseluruhan lebih besar daripada ukuran gigi wanita.

2.9 Ras Proto-Melayu

  Ras Proto-Melayu terdiri dari suku Batak, Dayak, dan Toraja sedangkan rasDeutro-Melayu terdiri dari suku Jawa, Bali, Bugis, Makasar, Aceh, Ternate, dan 24 suku-suku yang berbahasa Minangkabau. Ciri fisik antara ras Proto-Melayu danDeutro-Melayu pada umumnya berbeda pada bentuk kepala.

37 Mandailing. Penelitian Simanjuntak menyatakan bahwa lebar mesiodistal gigi suku

  Batak lebih besar dari suku Jawa dan Madura, tetapi lebih kecil dibandingkan ras campuran Proto-Melayu dan Deutro-Melayu. Hal ini disebabkan oleh perbedaan latar belakang ras / etnik yang dapat mempengaruhi perkembangan gigi geligi dan perkembangan oklusal seseorang, serta 17 ketepatan dari masing-masing analisis gigi bercampur.

2.10 Kerangka Teori

Perkembangan Gigi ManusiaPre-Dental Desidui Bercampur Permanen Fase TransisiPertama Fase Inter -Transisi Fase TransisiKedua Leeway Space Faktor Yang MempengaruhiUkuran Mesiodistal gigi Analisis Kebutuhan Ruang pada Masa Gigi BercampurRadiografiKombinasiNon-Radiografi(Tanaka-Johnston) GenetikJenis KelaminLingkunganRas Kaukasoid Mongoloid NegroidDeutro-Melayu Proto-Melayu Suku Batak Suku GayoSuku Sasak Suku Toraja

2.11 Kerangka Konsep

7-10 tahun Besar Leeway space mesiodistal gigimaksila dan mandibula Variabel tergantungVariabel bebasVariabel terkendaliVariabel tidak terkendali

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

  Pada desain penelitian ini, diperoleh informasi mengenai ukuranmesiodistal gigi yang akan mempengaruhi besar Leeway space pada maksila dan mandibula. 3.3.2 Sampel Penelitian Sampel Sekolah Dasar diambil dengan cara stratified random sampling, yaitu sampel dipilih secara acak dan sampel murid Sekolah Dasar diambil dengan cara consecutive sampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan.

3.3.3 Besar Sampel

  Besar sampel yang diperoleh dengan rumus :Keterangan : n = besar sampelzα = deviat baku normal = 1,960 (α = 0,05) zβ = deviat baku normal = 1,282 (β = 0,10)Sd = simpangan baku Leeway space = 0,86 (hasil penelitian terdahulu) d = perkiraan selisih rata-rata kedua kelompok yang bermakna = 0,31sehingga : n = 94,06 ≈ 95Jadi, besar sampel minimum yang dibutuhkan adalah sebanyak 95 sampel. Jumlah sampel yang digunakan adalah 106 sampel.

3.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi

3.4.1 Kriteria Inklusi

3.4.2 Kriteria Eksklusi

3.5 Variabel Penelitian

3.5.1 Variabel Bebas 3.5.2 Variabel Tergantung 3.5.3 Variabel Terkendali Variabel terkendali pada penelitian ini adalah : 3.5.4 Variabel Tidak Terkendali Variabel tak terkendali pada penelitian ini adalah :

3.6 Definisi Operasional

3.7 Alat dan Bahan

  Spacing gigi insisivus permanen mandibula : ruang di antara dua gigi yang - seharusnya berkontak pada gigi insisivus permanen mandibula. Alat diagnostik, yaitu tiga serangkai berupa kaca mulut merek Dentica, sonde merek Dentica, dan pinset merek Dentica untuk pemeriksaan klinis.

3.8 Prosedur Kerja

  Hasil pengukuran lebar mesiodistal gigi insisivus mandibula dan available space maksila dan mandibula diperoleh dari rata-rata ketiga peneliti pada 106 pasang model. Pengukuran available space yang merupakan ruang yang diukur dengan meletakkan ujung tip kaliper sejajar bidang oklusal gigi dari distal insisivus lateralispermanen sampai mesial molar pertama permanen (Gambar 12 B).

3.9 Pengolahan Data dan Analisis Data

  3.9.1 Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program analisis statistik komputerisasi. Dihitung nilai rata-rata dan standar deviasi Leeway space murid SekolahDasar suku Batak pada maksila dan mandibula dengan menggunakan analisis Tanaka-Johnston.

3.10 Etika Penelitian

  Lembar persetujuan (Informed consent)Peneliti melakukan pendekatan dan memberikan lembar persetujuan kepada responden kemudian menjelaskan terlebih dahulu tentang tujuan penelitian, tindakanyang akan dilakukan serta menjelaskan manfaat yang diperoleh dan hal-hal lain yang berkaitan dengan penelitian. Ethical clearancePeneliti mengajukan lembar persetujuan pelaksanaan penelitian kepada Komisi Etik Penelitian Kesehatan berdasarkan ketentuan etika yang bersifat Internasional maupun Nasional.

BAB 4 HASIL PENELITIAN Penelitian dilakukan pada 106 orang murid Sekolah Dasar suku Batak di Kota Medan yang terdiri dari 53 orang murid laki-laki dan 53 orang murid perempuan. Pengukuran lebar mesiodistal gigi dilakukan pada keempat gigi insisivus

  Rata-rata besar available space murid Sekolah Dasar suku Batak di KotaMedan Batas Rata-rata Simpangan Batas atas Pengukuran bawah (mm) baku (mm) (mm) (mm)Available space 23,56 0,89 21,80 26,00 maksilaAvailable space 24,18 1,03 21,76 27,00 mandibula Tabel 4 menunjukkan rata-rata besar Leeway space murid Sekolah Dasar sukuBatak di Kota Medan pada maksila adalah 1,27 mm dan pada mandibula adalah 2,39 mm. Rata-rata besar Leeway space murid Sekolah Dasar suku Batak diKota Medan Rata-rata Simpangan Batas bawah Batas atas Pengukuran (mm) baku (mm) (mm) (mm)Leeway space 1,27 0,93 -0,78 4.20 maksilaLeeway space 2,39 1,07 -0,78 5,29 mandibula Tabel 5 menunjukkan rata-rata besar Leeway space pada maksila untuk murid laki-laki adalah 1,23 mm dan untuk murid perempuan 1,31 mm.

BAB 5 PEMBAHASAN Pada saat pergantian gigi kaninus dan molar desidui oleh gigi kaninus dan premolar permanen terjadi kelebihan ruang pada rahang atas dan rahang bawah. Selisih ruang ini disebut dengan Leeway space oleh Nance pada tahun 1947. Menghitung dan memprediksi Leeway space merupakan langkah penting untuk

  Tabel 2 menunjukkan rata-rata ukuran lebar mesiodistal gigi insisivus mandibula murid Sekolah Dasar suku Batak di Kota Medan lebih kecil dibandingkanras campuran Proto dan Deutro-Melayu dan lebar mesiodistal insisivus lateralis lebih besar daripada insisivus sentralis. Pada penelitian yang dilakukan oleh Megawaty, menunjukkan rata- rata lebar mesiodistal gigi insisivus mandibula murid Sekolah Dasar ras Deutro-Melayu di Kecamatan Medan Helvetia mulai dari insisivus lateralis kanan sampai insisivus lateralis kiri adalah sebagai berikut, 5,98 mm; 5,50 mm; 5,43 mm; 5,68 mm.

17 Hasil penelitian Simanjuntak menunjukkan rata-rata lebar mesiodistal gigi insisivus

  Tabel 4 menunjukkan nilai rata-rata Leeway space mandibula pada muridSekolah Dasar suku Batak di Kota Medan lebih besar daripada maksila dengan besar Leeway space pada maksila adalah 1,27 mm dan mandibula adalah 2,39 mm. Nilai rata-rata Leeway space pada maksila laki-laki adalah 1,23 mm dan perempuan 1,31 mm serta rata-rata Leeway space padamandibula laki-laki adalah 2,35 mm dan perempuan 2,43 mm.

24 Penelitan Megawaty pada 18 orang murid laki-laki dan 12 orang murid perempuan

  Hasil penelitian ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Melgaço dkk., pada orang Brazil kulit putih dengan sampel 250 perempuan dan 250 laki-laki. Penelitian ini menggunakan suku Batak yang merupakan ras Paleomongoloid sedangkan pada penelitian yang 39 dilakukan oleh Melgaço dkk.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  Rata-rata Leeway space murid Sekolah Dasar suku Batak di Kota Medan adalah 1,27 mm untuk maksila dan 2,39 mm untuk mandibula. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata Leeway space murid Sekolah Dasar laki-laki dan perempuan suku Batak di Kota Medan.

DAFTAR PUSTAKA

  Prediksi ukuran segmen gigi kaninus-premolar dengan metode Moyers dan Tanaka-Johnston pada anak Indonesia suku Jawa. Prediksi Leeway space dengan menggunakan tabel moyers pada murid Sekolah Dasar ras deutro-melayu di Kota Medan.

HASIL PERHITUNGAN STATISTIK UKURAN MESIODISTAL EMPATINSISIVUS PADA MODEL STUDI MANDIBULA

  Insisivus lateralis kanan RB .093 2 27 .912 Insisivus sentralis kanan RB .1692 27 .845 Insisivus sentralis kiri RB .9832 27 .387 Insisivus lateralis kiri RB .0472 27 .954 ANOVASum of Mean Squares df Square F Sig. 2 27 .990ANOVA 2 27 .950 Available Space RahangBawah Kiri .010 2 27 .931 Available Space RahangBawah Kanan .051 2 27 .866 Available Space Rahang AtasKiri .072 Available Space Rahang Atas Kanan.145 29 Multiple ComparisonsTukey HSD Dependent Variable (I) Peneliti (J) PenelitiMean Difference (I-J) Std.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Prediksi Leeway space dengan menggunakan metode Tanaka-Johnston pada murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
18
143
77
Perbandingan Prediksi Leeway space dengan Menggunakan Analisis Moyers dan Tanaka-Johnston pada Murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
2
66
87
Prediksi Leeway Space Dengan Menggunakan Tabel Moyers Pada Murid Sekolah Suku Batak Di Kota Medan
2
63
79
Prediksi Leeway Space Dengan Menggunakan Metode Tanaka-Johnston Pada Murid Sekolah Dasar Ras Deutro-Melayu Di Kecamatan Medan Helvetia
7
112
82
Prevalensi Obesitas pada Anak Sekolah Dasar di Kota Medan
0
28
4
Perbandingan Prediksi Leeway space dengan Menggunakan Analisis Moyers dan Tanaka-Johnston pada Murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
6
87
87
Perbandingan Prediksi Leeway space dengan Menggunakan Analisis Moyers dan Tanaka-Johnston pada Murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
2
44
87
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Salzmann mendefinisikan oklusi dalam ortodonti sebagai perubahan inter - Prediksi Leeway space dengan menggunakan metode Tanaka-Johnston pada murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
0
0
16
Prediksi Leeway space dengan menggunakan metode Tanaka-Johnston pada murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
0
0
13
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Periode Perkembangan Gigi Geligi - Perbandingan Prediksi Leeway space dengan Menggunakan Analisis Moyers dan Tanaka-Johnston pada Murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
0
1
18
Perbandingan Prediksi Leeway space dengan Menggunakan Analisis Moyers dan Tanaka-Johnston pada Murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
0
0
13
Perbandingan Prediksi Leeway space dengan Menggunakan Analisis Moyers dan Tanaka-Johnston pada Murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
0
0
13
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Periode Perkembangan Gigi Geligi - Perbandingan Prediksi Leeway space dengan Menggunakan Analisis Moyers dan Tanaka-Johnston pada Murid Sekolah Dasar Suku Batak di Kota Medan
0
0
18
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perkembangan Gigi - Prediksi Leeway Space Dengan Menggunakan Tabel Moyers Pada Murid Sekolah Suku Batak Di Kota Medan
0
0
17
Prediksi Leeway Space Dengan Menggunakan Tabel Moyers Pada Murid Sekolah Suku Batak Di Kota Medan
0
0
13
Show more