Keberadaan Yayasan Tunas Kartika Dalam Mengelola Sekolah Di Kota Medan (1970-1990).

Gratis

3
88
89
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Lembaga yang berdasarkan asas Kristen dapatmendirikan sekolah-sekolah Kristen, walapun sebelumnya sudah ada sekolah swasta yang didirikan tetapi, sejak itu lembaga-lembaga pendidikan swasta mulai memperolehkesempatan yang luas untuk berkembang. Namun tidak hanya lembaga yang berazaskan Kristen saja yang membangun sekolah-sekolah swasta, organisasi-organisasi yang berdasarkan Islam juga menyesuaikan diri dengan pendidikan modern dan membangunsekolah-sekolah swasta.

2 Muhammadiyah. Muhammadiyah adalah yang sekolah swasta yang tidak berada di bawah

  Pendidikan yang diberikan oleh pemerintah Belanda hanyalah untuk kebutuhan pemerintah Belanda saja, untuk dijadikan pegawai dan karyawan di perusahaanmereka. Bagi orang Indonesia kebutuhan tenaga terdidik pada waktu itu adalah untuk menjadi pimpinan dalam organisasi poltik yang sudah ada pada waktu itu.

3 Siswa. Banyak organisasi masyarakat, yayasan-yayasan sosial yang ikut juga membangun

  pendidikan di Indonesia, dengan membangun banyak sarana pendidikan seperti sekolah- sekolah dari tingkat dasar hingga tingkat universitas. Salah satu yayasan yang memperhatikan pendidikan di Medan adalah YayasanKartika Jaya Cabang I Daerah Bukit Barisan yang telah mendirikan beberapa sekolah di 2 Sumarsono Mestoko, Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman, Jakarta :DepartemenPendidikan dan Kebudayaan, 1979, hlm 1743 Masjkuri Sutrisno Kutoyo, Sejarah Pendidikan Daerah Sumatera Utara, Medan: Departemen 4 Medan.

6 Kartika Chandra Kirana”. Yang pada saat itu Nyonya Siti Hartinah Suharto menjadi Ketua

  Ada sebuah komitmen dalam lingkup organisasi kemasyarakatan ‘ Persatuan IstriPrajurit Kartika Chandra Kirana, apabila kemudian sebuah yayasan dapat dibentuk maka komitmen yang ada dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga adalah yaitu, ikut sertamewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur material maupun spiritual berazaskan Pancasila. Ada 2 SMA yang sampai saat ini masih dikelola dengan baik olehYayasan Tunas Kartika yaitu SMA Tunas Kartika 1 dan SMA Kartika 2.

1.2 Rumusan Masalah

  Dengan harapan generasi yang akan datang mengetahui bahwa telah tercatat bahwa sekolah yang didirikan Yayasan Tunas Kartika pernah ada dansudah menghasilkan anak didik yang banyak dan memegang peranan penting di Indonesia. Alasan menetapkan periodesasi dari tahun 1970-1990, karena pada tahun 1970 lahirnya Yayasan Tunas Kartika dan langsung mengelola beberapa sekolah, salah satusekolah yang dikelola adalah SMA Tunas Kartika I dan pada tahun 1990 unit pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Tunas Kartika sedang mengalami kemajuan yang sangat baikdan banyak meraih prestasi.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan untuk mengetahui: 1. Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau sumbangan dalam bentuk data yang dapat digunakan untuk kajian-kajian atau penelitian yangberkaitan.

1.4 Tinjauan Pustaka

  Sumber yang dipakai adalah hasil penelitian atau skripsi dari Chairiyati Nasution yang berjudul“Peran Organisasi Persit Kartika Chandra Kirana PD II/Bukit Barisan dalam Kesejahteraaan Untuk memantapkan dan meningkatkan pembinaan agar Organisasi Persit Kartika menjadi terarah, teratur dan terus berlanjut maka organisasi Persit mengadakan banyakkegiatan di berbagai bidang. Dapat membandingkan pendidikan yang adadi masa sekarang dengan pendidikan yang ada di masa lalu, pada masa lalu tidak semua orang Indonesia bisa mendapat pendidikan, hanya orang golongan ataslah yang bisamendapat pendidikan, bedanya dengan sekarang, semua orang Indonesia dari berbagai golongan dapat mengecap pendidikan.

1.5 Metode Penelitian

  Pengumpulan data-data historis (heuristik) yaitu kegiatan yang dilakukan dalam usaha untuk menemukan dan mengumpulakan informasi yang berhubungan langsung denganmasalah yang akan di teliti. Studi pustaka biasanya dilakukan di perpustakaan,baik perpustakaan yang ada di kampus maupun perpustakaan yang ada di tempat lain.

2.1 Latar Belakang Sejarah Pendidikan di Kota Medan

  Selain itu ada pula sekolah Middelbare School yang sudah menggunakan bahasa pengantar Indonesia dan bahasa pengantar bahasa Belanda, sekolahMiddelbare School tidak hanya didirikan di Kota Medan tetapi di daerah lain sepertiPematang Siantar, Tanjung Balai, Tebing Tinggi dan Binjai yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia, di Medan sekolah Middelbare School menggunakan bahasapengantar Belanda. Hal inimenyebabkan anak-anak usia sekolah yang tidak mendapatkan kesempatan masuk ke sekolah negeri tidak mendapat kesempatan belajar dikarenakan sejumlah sekolah swasta yang adatidak mampu menampung jumlah usia sekolah yang ada pada saat itu, sebab mereka memiliki kuota siswa yang akan diterima.

20 Cabang Perwakilan BPS Kantor Statistik Kotamadya Mdan, Kotamdya Medan Angka Tahun 1991

Medan: Kantor Statistik Kotamadya Medan, 1992, hlm. 54

2.2 Letak Geografis

1 1 Ibukota Sumatera Utara adalah Medan yang terletak di antara 3 30 –30 48 Lintang 1

1 Utara dan 98

  39 –98 47 Bujur Timur, berbatasan dengan Selat Malaka di sebelah Utara yang dikelilingi Kabupaten Deli Serdang. Terhitung mulai 21 September 1951 melaluikeputusan Gubernur Provinsi Sumatera Utara No.66/III/PSU, Kota Medan diperluas tiga kali lipat dan disusul Maklumat Walikota Medan No.

21 Medan Barat, Medan Timur, Medan Selatan

  Kota Medan sangat cepat berkembang karena letak Kota Medan yang strategis, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 380 hektar yang diambil dari daerah Tk.

23 Timur

  Daerah perluasan keseluruhannya berasal dari Daerah Deli Serdang, tanahnya sebahagian besar berstatus tanah Negara/garapan dan sebagian lagi berstatus tanahAdat/Swapraja yang merupakan tanah pertanian (ladang dan sawah), masih ada juga yang berbentuk rawa-rawa yang dikuasai dan digarap oleh perseorangan yang relatif luas. Clemen, Cremer dan Nienhuys mendirikan De DeliMaatscapij di Labuhan, dan melakukan ekspansi perkebunan baru di daerah Martubung,Sunggal (1869), Sungai Beras dan Klumpang (1875), sehingga jumlahnya mencapai 22 perusahaan perkebunan pada tahun 1874.

25 Medan

  Untuk dapatmendukung fungsi Kota Medan, maka pada tahun 1908 pemerintah Belanda membangun 27 gedung Gemente yang dikenal sebagai Balai Kota, pada tahun 1911 dibangun pula gedungKantor Pos yang sampai sekarang masih digunakan dengan fungsi yang sama, terdapat juga pusat pertokoan Kesawan, mulai berdiri dari tahun 1876 yang letaknya tidak jauh dari KantorPos dan Balai Kota. Dalam penelitian dilakukan wawancara tidak berstruktur dengan informan yang terlibat langsung dengan kegiatan di Yayasan Tunas Kartika dan pendidikan di SMA Tunas KartikaI-1 dan I-2 2526 Statistik Kotamadya Medan, Op.

2.3 Keadaan Penduduk di Kota Medan

  Namun karena letak geografis Kota Medan yang sangat mendukung, yaitu karena terdapat pertemuan 2 sungai, yaitu Sungai Babura dan Deli yang pada saat itu dijadikantempat lalu lintas perdagangan yang ramai maka banyak orang yang datang dari berbagai daerah berkumpul untuk melakukan aktivitas perdagangan. Perkembangan penduduk di kota Medan dipengaruhi oleh angka kelahiran dari masyarakat asli Medan dan dipengaruhi oleh masyarakat pendatang yang memilih untuk berdomisili di Medan, sehingga menambah jumlah pendudukdi Kota Medan setiap tahunnya, tidaklah mengherankan bila akhirnya Kota Medan mampu berkembang menjadi salah satu kota besar di Indonesia, ditinjau dari segi pembangunanmaupun pertumbuhan jumlah penduduknya.

BAB II I PERKEMBANGAN YAYASAN TUNAS KARTIKA MEDAN

3.1 Awal Berdirinya Yayasan Tunas Kartika di Medan

  Yayasan Tunas Kartika berdiri tidak terlepas dari peran Organisasi Persit, Organisasi 35 Persit bertujuan untuk mensejahterakan prajurit sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yaitu membantu Kepala Staf TNI Angkatan Darat dalam membentuk dan meningkatkan ketahanan mental dan fisik, kesejahteraan material dan spiritual prajurit sertakeluarganya dalam melaksanakan tugas pokok TNI Angkatan Darat sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. YayasanTunas Kartika secara tegas menekankan bahwa Yayasan Tunas Kartika bukan yayasan yang bersifat mencari dana, Yayasan Tunas Kartika tidak hanya mengelola sekolah saja, tetapijuga banyak melakukan kegiatan sosial lannya seperti pemberian beasiswa yang ditujukkan kepada masyarakat umum yang bersekolah di Sekolah Tunas Kartika berdasarkan tingkatintelektualas (prestasi) anak tersebut.

3.2 Kepengurusan Yayasan Tunas Kartika

  Ada dua hal yang menonjol yang terjadi pada ruang lingkup sekolah yang dikelola oleh Yayasan Tunas Kartika pada saat masa pimpinan Ibu AlexPrawira Atmaja, pertama adalah pembebasan uang sekolah (sumbangan pokok belajar) bagi siswa yang berprestasi yang memasuki sebutan “sepuluh besar” dalam kelas mereka,dibebaskan membayar SPP selama 6 bulan. Ibu Ngairah Sukowartono tidak dapat mengingat alamat sekolah SKKP dan SKKA dengan jelas, ia hanya menyebutkan di Deli Serdang dan sekolah ini tidak lama dijalankan karena status tanahnya yang belum 45 dikelola yayasan dan diserahkah kepada warakawuri , mesin jahit tersebut digunakan untuk membuat seragam untuk TK yang dijual kepada orang tua murid dengan mengambil sedikitkeuntungan, keuntungan tersebut dimanfaatkan untuk putera-puteri warakawuri yang membutuhkan baju seragam sekolah.

48 Kartika. Ibu DN Lintang kemudian digantikan oleh Ibu RI Siregar pada tanggal 6 Januari

  Wawancara dilakukan tanggal 28 Oktober 2007 di di rumah Ibu Ngairah Sukowartono yang bertempat di Jalan Pada masa bakti Ibu Soeripto terjadi perubahan yang cukup besar di tubuh 49 TNI/Angkatan Darat yang sangat berpengaruh terhadap yayasan , yaitu pada tahun 1985 50 sesuai dengan hasil Rapim ABRI sebelumnya terjadi reorganisasi, khususnya dalam hal ini adalah TNI/Angkatan Darat. Dengan adanya perubahan tersebut Badan Pengurus Yayasan Tunas Kartika mengadakan rapat pada tanggal 12 Agustus 1986 yang memutuskan untuk mengadakanperubahan akte notaris yang dilaksanakan secara resmi tanggal 24 Nopember 1986, yaituYayasan selanjutnya bernama Yayasan Persit Kartika Chandra Kirana Daerah I/BukitBarisan yang terletak di Jalan Binjai KM 7,5 Medan.

51 Sudirman

  Setelah terjadi perubahan di dalam tubuh TNI dan Yayasan Tunas Kartika tersebut maka sekolah yang dikelola dan menjadi tanggung jawab dari Yayasan Tunas Kartika diwilayah Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) menjadi 82 buah sekolah, rinciannya adalah, TK 60 buah, SD 12 buah, Sekolah Menengah Pertama (sekarang SLTP) 6 buah, SekolahMenengah Atas (sekarang SMA) 4 buah, dengan jumlah anak didik kurang lebih 13.000 siswa. Kegiatan Yayasan Tunas Kartika ini memamg lebih di titik beratkan pada sektor pendidikan, tetapi yayasan ini juga mampu memberdayakan sumber daya manusia yangtergabung dalam yayasan ini, seperti warakawuri (janda tentara yang gugur saat bertugas) yang diberikan kesempatan untuk dapat mengasah dan mengembangkan keterampilanmereka seperti menjahit dan usaha catering.

53 Chairiyati Nasution, Peran Organisasi Persit Kartika Chandra Kirana dalam Membina

Kesejahteraan Keluarga, Skripsi dari mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah Fak. Sastra USU: Tidak Diterbitkan,

3.3 Tantangan yang Dihadapi oleh Yayasan Tunas Kartika

  Begitu juga dengan fasilitas,sarana dan prasarana pendidikan lainnya, seperti kolam renang, lapangan bola kaki, bola voli dan bola basket yang terdapat di jalan Gaperta adalah berbagai fasilitas yang disediakan olehTNI untuk dapat dipakai juga oleh para siswa dalam menjalankan kegiatan sekolahnya. Masalah akan muncul ketika ada anak dari prjurit yang tidak lulus dari seleksi ini dan tidak menerima kejadian ini, karena anaknya tidak dapat diterimaoleh sekolah, padahal sekolah adalah sekolah milik TNI yang tentunya akan lebih mengutamakan keluarga prajuritnya.

54 Wawancara dengan Ibu Ngairah Sukowartono. Wawancara dilakukan tanggal 28 Oktober 2007 di di rumah Ibu Ngairah Sukowartono yang bertempat di Jalan Jamin Ginting Kompleks Pamen no G 11

BAB IV PERANAN YAYASAN TUNAS KARTIKA

4.1 Sekolah yang Dikelola oleh Yayasan Tunas Kartika

  Sekolah yang dikelola oleh Yayasan Tunas Kartika di Kota Medan semua berjumlah 15 sekolah, Taman Kanak-Kanak (TK) berjumlah 7 buah, Sekolah Dasar (SD) berjumlah 4buah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 buah dan Sekolah Menengah Atas (SMA) berjumlah 2 buah. Sekolah-sekolah yang tidak langsung berada di bawah pengawasan Yayasan TunasKartika (Pengurus Daerah II/Bukit Barisan), tetapi diawasi dan diasuh langsung oleh cabang atau ranting Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah II/BukitBarisan.

55 TK yang dari awal dan sampai saat ini masih berjalan dengan baik adalah TK Tunas

55 Yang dimaksud oleh sekolah yang langsung dibawah pengawasan Yayasan Tunas Kartika adalah

  SD Tunas Kartika semakin lama berkembang semakin baik, setiap tahun orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke SD Tunas Kartika semakin bertambah tetapi karena fasilitasgedung yang tidak mencukupi jadi setiap tahun tetap ada siswa yang ditolak untuk masuk ke SD Tunas Kartika. Guru yang diterima oleh sekolah terlebih dahulu diseleksi melaluites, tes ini diselenggarakan oleh yayasan, selain dipilih sendiri oleh yayasan terdapat juga guru negeri yang diperbantukan ke sekolah swasta, artinya ada juga guru negeri yang bekerjadi Sekolah Tunas Kartika baik itu SD, SMP maupun SMA.

60 Indonesia) Medan. Kemudian timbul ide dari Bapak Wiliater Simbolon BA untuk

  Masalah gedung belum teratasi karena ternyata gedung yang semula ingin digunakan yaitu gedung milik Baperki itu sudah ada yang menggunakan, untuk sementara ruang belajaryang digunakan adalah ruang kosong dari TK Tunas Kartika yang ada di Jalan Kartini, namun peralatan sekolah dan yang dibutuhkan oleh sebuah sekolah tetap dipersiapkansedemikian rupa. Pada awal berdirinya SMA Tunas Kartika I-2 Medan menerima siswa tahun ajaran baru kelas 1 sebanyak 8 kelas, dengan jumlah pendaftar hampir 600 orang, maka pada saatpenerimaan diadakan penyaringan (testing) sehingga pada saat tahun ajaran baru 1983/1984 seluruh kelas yang ada di SMA Tunas Kartika I-2 berjumlah 12 kelas dengan rician kelas Iada 8 kelas, kelas II ada 2 kelas masing-masing kelas IPA dan IPS dan kelas III 2 kelas, kelas IPA dan kelas IPS.

4.2 Sistem Pendidikan Sekolah

  Pengertian pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam 63 dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Sekolah adalah lembaga dengan organisasi yang tersusun rapi dan segala aktifitasnya yang direncanakan dengan sengaja, sekolah juga merupakan lembagapendidikan lembaga pendidikan kedua setelah keluarga, jadi sekolah memegang peranan penting dalam pendidikan, karena pengaruhnya besar terhadap jiwa anak dan mempunyaifungsi sebagai pusat pendidikan untuk pembentukan pribadi anak.

62 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1995, hlm. 955

  Pengalaman anak didik di sekolah dapat diperoleh melalui kegiatan pendidikan antara lain, mengikuti pelajaran di kelas, praktik keterampilan dan praktik di laboratorium,latihan olahraga dan kesenian, dan kegiatan karya wisata. Kurikulum yang dipakai oleh sekolah-sekolah Tunas Kartika ini merupakan kurikulum yang ditetapkan dan digunakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hal ini membuat sekolah-sekolah yang dikelola oleh Yayasan Tunas Kartika ini setaraf dengan sekolah negeri yang ada di Sumatera Utara, sehingga mutu pendidikan sekolah-sekolah yang dikelola YayasanTunas Kartika tidak ketinggalan dengan sekolah negeri maupun swasta.

67 Kognitif , Jasmani dan Kesehatan

  Tujuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti,memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri sertabersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Tujuan Pendidikan SMP adalah meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan YangMaha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkanmanusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembngunan bangsa.66 Kreatifitas adalah kemampuan untuk mencipta.

4.3 Sarana Pendidikan Sekolah

  Tanpa ada sarana68 Tujuan pendidikan di setiap jenjang pendidikan dan kurikulumnya terdapat dalam buku informasi pendidikan dasar dan menengah yang bertujuan untuk dapat memberikan informasi bagi para penyelenggara/pengelola sekolah dari tingkat dasar hingga menengah, dan agar dapat membantu para pelajaruntuk memilih pendidikan dan jenjang selanjutnya. Selain gedung dan lapangan terdapat juga alat peraga, alat peraga merupakan alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa perbuatan-perbuatan atau benda-bendayang sudah memberikan pengertian kepada anak didik berturut-turut dari yang abstrak sampai yang konkrit Media pengajaran (pendidikan) adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar-mengajar, untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalammencapai tujuan pendidikan.

4.4 Prestasi yang Diraih Oleh Sekolah

  Prestasi yang dapat diraih oleh siswa di bidang kurikulum adalah apabila siswa dapat masuk ke perguruan tinggi negeri tanpa testing (PMDK), prestasi yangdiraih di bidang ekstrakurikuler adalah apabila siswa bisa menang di berbagai kejuaraan atau perlombaan yang diikuti oleh siswa dari sekolah Tunas Kartika. Ini menunjukkan kalau di awaldidirikannya sekolah SMA Tunas Kartika kurang berprestasi di bidang kurikulum tetapi lebih berprestasi di bidang ekstra kurikulum dengan memenangkan berbagai lomba dan kejuaraanyang diadakan oleh berbagai pihak dengan memenangkan 26 kejuaraan dalam kurun waktu 5 tahun, dari 1986 sampai 1990.

4.5 Hubungan Guru, Murid, serta Orang Tua Murid

  Hubungan secara formal antara murid dan guru adalah selama hari- hari belajar yang ditetapkan oleh roster jam pelajaran yang diatur oleh pihak sekolah, danmurid guru berada di lingkungan sekolah juga berseragam sekolah dapat juga disebut hubungan formal antara guru dan murid. Apabila seorang murid tidak melanggar peraturan sekolah, salah satu ancamannya adalah diselesaikan dengan cara memanggil orang tua supaya hadir di sekolah untuk ikutmenyelesaikan masalah yang sedang dihadapi anaknya, sebagai contoh: seorang murid Menghadiri pengambilan rapor, di dalam satu tahun pelajaran terjadi 2 kali pembagian rapor, pada waktu pembagian rapor itu di panggil orang tua murid untukmenghadirinya.

BAB V KESIMPULAN Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang penting, hal ini dikarenakan pendidikan dapat membentuk dan mengubah seseorang menjadi lebih baik. Dalam kehidupan yang berwawasan pola pikirnya. Berkat adanya pendidikan, manusia

  Dengan memberikan yang terbaik kepada sekolah, seperti menyediakanfasilitas yang lengkap terhadap sekolah yang mereka kelola, memberikan kesejahteraan terhadap guru dan pegawainya agar dapat bekerja dan mendidik para murid dengan baik,kedua hal ini adalah bertujuan agar anak didik mendapat pendidikan yang terbaik dari sekolah yang dikelola oleh yayasan. Yayasan Tunas Kartika juga berperan dalam pendidikan di Kota Medan karena yayasan telah banyak mendirikan sekolah yang berada di Kota Medan, seperti ditulis diatasbahwa Yayasan Tunas Kartika memiliki 15 sekolah, sekolah-sekolah ini merupakan wadah untuk memajukan pendidikan, tidak hanya pendidikan bagi anak prajurit tetapi jugamemajukan pendidikan masyarakat Kota Medan agar anak-anak mereka mendapat pendidikan yang baik dan berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA

  Ahmadi, Abu, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Penerbit Rineka Cipta, 2001Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1979. E, Pendidikan di Indonesia Penilaian dan Pedoman Perencanaan, Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, 1981.

DAFTAR INFORMAN

  Gaperta Gg Sentosa no 238 Sumber: Bayo Suti, Medan Menuju Kota Metropolitan, Medan: Yayasan PotensiPembangunan Daerah Medan, 1979 Gedung yang digunakan kantor Persit Kartika Chandra Kirana Daerah I/Bukit Barisan (atas) dan kantor Yayasan Tunas Kartika yang merupakan hasil dari ruislag dengan gedung sekolahdan kantor yang berada di Jl. Sep eda roda satu yang merupakan bantuan dari Ibu Ismail kepada Ibu Maharani Ali Geno yangmenjabat sebagi Ketua Yayasan Tunas Kartika tahun 1990 yang pada waktu itu telah mendampingi Bapak Ismail sebagai Gubernur KDH Jawa Tengah.

IPA/A1/A2

  9 62 30 51 193 1 1982 44 39 59 62 204 1983 93 66 37 88 284 2 1984 80 41 36 43 200 1985 46 23 48 179 1986 116 61 96 73 74 359 1987 104 76 68 62 310 1988 90 72 67 77 306 1 1989 90 77 82 76 325 1990 102 76 58 93 329JUMLAH 964 731 634 809 3.138 4 SELURUHNYA 51 32 41 151 1981 1 17 7 5 22 1974 8 6 9 16 39 1975 7 10 15 14 46 1976 3 IPS/A3/BHS PMDK/ AKABRI/ LK PR LK PR PMP AKMIL1973 2 16 38 1977 17 10 15 15 57 19781979 27 20 21 28 96 1980 53 25 Juara 20 Gerak jalan P. SMP / SMA Ur.

STRUKTUR ORGANISASI SMU KARTIKA

DINAS DIKNASYAYASAN TUNAS KARTIKA

  Tata Usaha Tata usaha Laboratorium Pramubakti Pegawai Wakasek Ur. Kurikulum Wakasek Ur.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (89 Halaman)
Gratis