Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Jeruk Manis di Pasar Tradisional Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

Gratis

2
33
85
2 years ago
Preview
Full text
Lampiran 1. Konsumsi Jeruk Manis Perkapita/Tahun, Tahun 2009-2011. Total Konsumsi Hortikultura Perkapita/Tahun (Kg) No. Komoditi 2009 35.112.500 2010 34.397.000 2011 34.715.000 2.782.500 2.725.800 2.751.000 1. Jeruk Manis 2. Rambutan 3. Salak 11.262.500 11.033.000 11.135.000 4. Pepaya 24.115.000 23.623.600 23.842.000 5. Belimbing 662.500 649.000 655.000 6. Semangka 4.107.500 4.023.800 4.061.00 7. Nenas 10.997.500 10.773.400 10.873.000 8. Alpukat. 662.500 649.000 4.061.000 9. Durian 662.500 649.000 4.061.000 Jumlah 90.365.000 88.523.600 96.154.000 Sumber : Dinas Pertanian (2012). Universitas Sumatera Utara Lampiran 2. Produksi Jeruk di Sumatera Utara Tahun 2009-2011. 2009 No. Kabupaten 2010 2011 2. Medan Produksi (Ton) 51,76 Produksi (Ton) 11,80 Produksi (Ton) 60,5 2. Langkat 29,45 29,60 20,0 1.312,36 883,90 2.287.4 4. Simalungun 14104,06 11.563,70 27.164.1 5. Tanah Karo 671.100,04 744.466,80 502.493.2 53,60 238,10 174.8 7. Lab. Batu 1.265.,16 - 72.9 8. Tap. Utara 11.388,15 7.480,50 4.074.7 9. Tap.Tengah 5.349,44 458,60 409.0 10. Tap.Selatan 895,81 2.512,10 6.024.8 11. Nias 474,45 66,50 258.0 12. Dairi 12.130,13 2.902,00 27.164.1 13. Teb. Tinggi - 0,50 8.2 14. Tanj. Balai 0,16 0,01 0.2 39,64 29,00 25.8 - - - 291,29 569,30 1.124.9 4.239,69 1.780,60 1.547.5 237,11 302,30 74.7 1.321,50 1.145,20 1.196.4 - 6.378,70 11.694.0 59,46 - 2.0 284,73 248,80 21.2 3 D.Serdang 6. Asahan 15. Binjai 16. P. Siantar 17. Tobasa 18. Madina 19. P.idempuan 20. Humbahas 21. Pakpak Barat 22. Samosir 23. S. Bedagai Sumber : Dinas Pertanian Sumut (2012). Universitas Sumatera Utara Lampiran 3. Nama Pasar, Kecamatan, Luas Lahan Pasar, dan Jumlah Pedagang di Pasar Tradisional Kota Medan. No Nama Pasar Kecamatan Luas Lahan Pasar (m2) 1. Pusat Pasar Medan Kota 41.091,00 2. Halat Medan Barat 5.851,20 3. Bakti Medan Area 3.863,16 4. Sukarame Medan Area Kebakaran tanggal 17 Okrober 2010 5. Titi Kuning Medan Johor 5.519,30 6. Kemiri Medan Kota 1.030,00 7. Kampung Baru Medan Maimun 360,10 8. Timah Medan Area 2.022,00 9. Sambu Medan Timur 3.456,00 10. Sambas Medan Kota 2.258,03 11. Petisah Medan Petisah 24.256,00 12. Sei Sikambing Medan Helvetia 6.166,00 13. Muara Takus Medan Polonia 3.950,10 14. Desa Lalang Medan Sunggal 5.358,00 15. Sunggal Medan Baru 943,65 16. Padang Bulan Medan Tuntungan 2.756,60 17. Simalingkar Medan Johor 7.370,43 18. Kwala Bekala Medan Helvetia 5.975,03 19. Helvetia Medan Tembung 5.630,86 20. Aksara Medan Petisah 3.435,20 21. Khandak Medan Perjuangan 1.210,34 22. Sentosa Baru Medan Barat 1.628,20 23. Glugur Medan Timur 3.171,00 24. Pendidikan Medan Barat 2.013,12 25. Medan Deli Medan Barat 8.500,00 26. Martubung Medan Labuhan 5.000,00 27. Titi Papan Medan Labuhan 3.986,93 28. Labuhan Medan Labuhan 3.666,00 29. Paus Medan Belawan 2.215,57 30. Jawa Medan Belawan 2.707,40 31. Kapuas Medan Belawan 1.965,45 32. Pisang Medan Belawan 1.251,00 Sumber: Direksi PD.Pasar Kota Medan (2011). Jumlah Pedagang 2.560 576 533 950 356 228 70 336 780 644 2.409 794 216 719 93 595 940 681 1.142 816 100 167 384 579 1.203 115 457 269 418 114 125 Universitas Sumatera Utara Lampiran 4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Jeruk Manis No Jumlah Harga Beli Biaya Penawaran Pedagang Penjualan (Kg/Bulan) (Rp/Kg) (Rp/Bulan) 4200 14,800 7,898,000 1 1120 15,000 1,444,000 2 1400 16,000 2,136,000 3 1680 15,000 2,496,000 4 2100 16,000 2,892,000 5 3990 14,500 7,940,000 6 1960 16,000 2,628,000 7 1400 14,800 1,006,000 8 5740 14,800 10,232,000 9 3360 15,000 5,456,000 10 5950 14,800 11,962,500 11 2100 15,000 5,260,000 12 1750 15,000 4,045,000 13 2800 16,000 4,172,000 14 15 16 17 18 19 20 1680 4200 1400 1750 840 1890 15,000 15,000 16,000 16,000 15,000 16,000 2,158,000 7,870,000 2,446,000 3,060,000 1,724,000 2,864,000 Keuntungan (Rp/Bulan) 6,478,000 3,766,000 3,104,000 4,918.000 3,468,000 5,909,000 3,816,000 2,120,000 8,320,000 3,014,000 10,010,500 2,554,000 2,375,000 3,308,000 2,496,000 5,220,000 2,454,000 3,080,000 1,956,000 3,924,000 Universitas Sumatera Utara 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jumlah Rata-Rata Sumber : Data diolah. 1120 1750 5600 5810 5250 2450 3850 5600 2520 840 16,000 15,000 14,800 14,800 16,000 15,000 15,000 14,900 16,000 16,000 1,620,000 4,100,000 8,752,000 9,377,500 6,552,000 5,248,000 7,414,000 9,798,000 4,378,000 1,626,000 2,476,000 3,430,000 9,539,000 9,174,500 8,228,000 3,292,000 4,586,000 5,382,000 3,846,000 1,450,000 86100 2870 459,200 15306,67 14,8555,000 4951833,333 133,694,000 4456466,667 Universitas Sumatera Utara Lampiran 5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Jeruk Manis. No Jumlah Frekuensi Jumlah Harga Beli Permintaan Pembelian Permintaan (Kg/Bulan) (Kg/Sekali (Kali/Bulan) (Kg/Bulan) Pembelian) 2 5 10 18,000 1 2 6 12 18,000 2 2 4 8 20,000 3 3 4 12 18,000 4 1 5 5 18,000 5 2 4 8 19,000 6 2 5 10 18,000 7 2 6 12 18,000 8 2 4 8 20,000 9 2 4 8 20,000 10 1 4 4 20,000 11 2 6 12 18,000 12 2 5 10 18,000 13 2 4 8 20,000 14 2 4 8 20,000 15 2 5 10 18,000 16 2 2 4 18,000 17 2 6 12 18,000 18 1 4 4 20,000 19 Pendapatan (Rp/Bulan) Jumlah Tanggungan (Orang) 3,500,000 4,500,000 4,500,000 5,000,000 1,500,000 2,500,000 3,000,000 3,000,000 3,500,000 3,000,000 2,000,000 4,500,000 3,000,000 3,000,000 3,500,000 3,000,000 1,500,000 4,500,000 2,000,000 2 4 3 3 4 2 2 5 4 4 3 4 2 4 4 3 2 3 3 Universitas Sumatera Utara 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 58 Jumlah 1,93 Rata-Rata Sumber : Data diolah. 3 5 4 6 4 4 3 3 5 6 5 6 10 8 12 8 8 6 6 10 12 10 20,000 18,000 19,000 18,000 18,000 18,000 18,000 18,000 18,000 18,000 18,000 3,000,000 3,500,000 3,000,000 5,000,000 2,500,000 3,000,000 2,500,000 2,000,000 2,500,000 5,000,000 3,000,000 2 4 2 6 3 4 3 1 3 3 4 135 4,5 261 8,7 558,000 18,600 96,000,000 3,200,000 96 3,2 Universitas Sumatera Utara Lampiran 6. Biaya Penjualan Jeruk Manis di Pasar Tradisional Kota Medan Biaya Penjualan (Rp/bln) No Transportasi Sewa Kios / Biaya istrik 1. 1.470.000 - Distribusi (Keamanan, Kebersihan, Parkir) 60.000 2. 56.000 310.000 3. 64.000 4. Kerusakan Jeruk Manis Plastik Tenaga Kerja Total Biaya Penjualan (Rp/bln) 7.898.000 152.000 - 7.898.000 60.000 930.000 88.000 - 1.444.000 120.000 60.000 1.280.000 112.000 500.000 2.136.000 56.000 120.000 72.000 1.320.000 128.000 800.000 2.496.000 5. 180.000 200.000 72.000 2.280.000 160.000 - 2.892.000 6. 1.200.000 - 300.000 6.264.000 176.000 - 7.940.000 7. 120.000 300.000 72.000 1.984.000 152.000 - 2.628.000 8. 280.000 300.000 18.000 1.120.000 296.000 - 1.006.000 9. 1.800.000 - 72.000 7.104.000 256.000 1.000.000 10.232.000 10. 120.000 320.000 72.000 4.080.000 264.000 600.000 5.456.000 11. 2.082.500 - 360.000 8.288.000 232.000 1.000.000 11.962.500 12. 200.000 60.000 72.000 3600.000 128.000 1.200.000 5.260.000 13. 120.000 150.000 72.000 2.775.000 128.000 800.000 4.045.000 14. 480.000 300.000 72.000 3.200.000 120.000 - 4.172.000 Universitas Sumatera Utara 15. 280.000 160.000 60.000 1.530.000 128.000 - 2.158.000 16. 900.000 - 60.000 6.750.000 160.000 - 7.870.000 17. 120.000 550.000 72.000 1.600.000 104.000 - 2.446.000 18. 120.000 500.000 72.000 2.240.000 128.000 - 3.060.000 19. 80.000 100.000 72.000 840.000 632.000 - 1.724.000 20. 240.000 300.000 60.000 2.128.000 136.000 - 2.864.000 21. 180.000 300.000 60.000 992.000 88.000 - 1.620.000 22. 100.000 100.000 72.000 2.700.000 128.000 1.000.000 4.100.000 23. 1.960.000 - 360.000 6.216.000 216.000 - 8.752.000 24. 2.033.500 1.500.000 360.000 5.180.000 304.000 - 9.377.500 25. 180.000 1.500.000 360.000 3.200.000 312.000 1.000.000 6.552.000 26. 80.000 100.000 60.000 3.600.000 208.000 1.200.000 5.248.000 27. 150.000 200.000 60.000 5.700.000 304.000 1.000.000 7.414.000 28. 210.000 350.000 72.000 7.450.000 416.000 1.300.000 9.798.000 29. 72.000 300.000 60.000 3.104.000 192.000 650.000 4.378.000 30. 100.000 60.000 18.000 816.000 632.000 - 1.626.000 Sumber : Data diolah. Universitas Sumatera Utara Lampiran 7. Jumlah Pembelian, Harga Pembelian Pedagang, dan Biaya Pembelian Pedagang pada penawaran jeruk manis No. Sampel Jumlah Pembelian (Kg/Bulan) 1 4200 2 1120 3 1400 4 1680 5 2100 6 3990 7 1960 8 1400 9 5740 10 3360 11 5950 12 2100 13 1750 14 2800 15 1680 16 4200 17 1400 18 1750 19 840 20 1890 21 1120 22 1750 23 5600 24 5810 25 5250 26 2450 27 3850 28 4200 29 2520 30 840 Total 84700 Rata-Rata 2823,333 Sumber: Data diolah Harga Pembelian Pedagang (Rp) Biaya Pembelian Pedagang (Rp/Bulan) 14.800 15.000 16.000 15.000 16.000 14.500 16.000 14.800 14.800 15.000 14.800 15.000 15.000 16.000 15.000 15.000 16.000 16.000 15.000 16.000 16.000 15.000 14.800 14.800 16.000 15.000 15.000 21.000 16.000 16.000 62.160.000 16.800.000 22.400.000 25.200.000 33.600.000 57.855.000 31.360.000 20.720.000 88.080.000 50.400.000 78.155.000 31.500.000 26.250.000 44.800.000 25.200.000 63.000.000 22.400.000 28.000.000 12.600.000 30.240.000 17.920.000 26.250.000 82.880.000 85.988.000 84.000.000 36.750.000 57.750.000 88.200.000 40.320.000 13.440.000 465.300 15510 1.304.218.000 43473933,33 Universitas Sumatera Utara Lampiran 8. Jumlah Penjualan, Harga Jual, dan Penerimaan No. Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jumlah Penjualan (Kg/Bulan) 3780 1058 1320 1592 1920 3558 1836 1320 5260 3088 5390 1860 1565 2600 1578 3750 1300 1610 784 1757 1058 1570 5180 5460 5040 2210 3470 5100 2326 789 Total 79129 Rata-Rata 2637,633 Sumber: Data diolah Harga Jual (Rp) Penerimaan (Rp/Bulan) 18.000 18.000 20.000 18.000 18.000 19.000 18.000 18.000 20.000 20.000 18.000 18.000 18.000 20.000 20.000 18.000 18.000 18000 20.000 20.000 18.000 19.000 20.000 19.000 18.000 18.000 18.000 18.000 18.000 18.000 70.320.000 21.080.000 26.360.000 31.294.000 37.680.000 65.440.000 35.820.000 23.340.000 85.380.000 54.790.000 91.840.000 36.110.000 29.895.000 49.080.000 28.324.000 69.340.000 25.700.000 31.900.000 15.440.000 34.900.000 21.024.000 31.080.000 94.955.000 99.360.000 95.580.000 41.690.000 64.050.000 91.070.000 45.440.000 15.700.000 80.009 2666,967 1.463.982.000 48.799.400 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9. Hasil analisis Regresi Jumlah Penawaran Jeruk Manis. Variables Entered/Removed b Variables Model Variables Entered 1 Keuntungan, Removed Harga Beli, Biaya Method . Enter a Penjualan a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Jumlah Permintaan b Model Summary Model 1 R R Square a .924 .854 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .837 685.75425 Change Statistics R Square Change .854 F Change 50.629 df1 df2 3 Sig. F Change 26 .000 a. Predictors: (Constant), Keuntungan, Harga Beli, Biaya Penjualan b ANOVA Universitas Sumatera Utara Model 1 Sum of Squares df Mean Square Regression 7.143E7 3 2.381E7 Residual 1.223E7 26 470258.897 Total 8.365E7 29 F Sig. a 50.629 .000 a. Predictors: (Constant), Keuntungan, Harga Beli, Biaya Penjualan b. Dependent Variable: Jumlah Permintaan Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B Std. Error (Constant) 3644.069 4018.650 Harga Beli -.227 .256 Biaya Penjualan .001 Keuntungan .001 Coefficients Beta Correlations t Sig. Zero-order Partial Collinearity Statistics Part Tolerance VIF .907 .373 -.073 -.887 .383 -.433 -.171 -.067 .828 1.208 .000 .340 2.182 .038 .876 .393 .164 .231 4.321 .000 .580 3.782 .001 .904 .596 .284 .239 4.181 a. Dependent Variable: Jumlah Permintaan Universitas Sumatera Utara Lampiran 10. Hasil analisis Regresi Jumlah Permintaan jeruk Manis. Variables Entered/Removed Model 1 Variables Variables Entered Removed b Method Jumlah Tanggungan, . Enter Harga Beli, a Pendapatan a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Jumlah Permintaan b Model Summary Model 1 R R Square a .896 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate .803 .781 1.21250 Change Statistics R Square Change .803 F Change 35.388 df1 df2 3 Sig. F Change 26 .000 a. Predictors: (Constant), Jumlah Tanggungan, Harga Beli, Pendapatan b. Dependent Variable: Jumlah Permintaan b ANOVA Universitas Sumatera Utara Model 1 Sum of Squares Regression Residual Total df Mean Square 156.076 3 52.025 38.224 26 1.470 194.300 29 F Sig. a 35.388 .000 a. Predictors: (Constant), Jumlah Tanggungan, Harga Beli, Pendapatan b. Dependent Variable: Jumlah Permintaan Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 B Std. Error (Constant) 23.657 4.862 Harga Beli -.001 .000 Pendapatan 1.834 .260 Jumlah Tanggungan Coefficients Beta Correlations t Sig. Zero-order Partial Collinearity Statistics Part Tolerance VIF 4.866 .000 -.402 -4.584 .000 -.486 -.669 -.399 .982 1.018 .000 .712 7.558 .000 .799 .829 .657 .852 1.174 .228 .107 1.143 .264 .361 .219 .099 .864 1.158 Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Anggen, 2012. Ajaibnya Terapi Herbal. Dunia Sehat. Jakarta. Daniel, M., 2002. Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta. Deptan, 2006. Ekspor Import Produk Hortikultura Indonesia. http://agribisnis. deptan.go.id. Diakses 07 Maret 2013. Dinas Pertanian Sumut. 2012. Sumatera Utara Dalam Angka 2012. Medan. Direksi PD. Pasar Medan. 2010. Sumatera Utara Dalam Angka 2010. Medan. Hanafie, R., 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Penerbit Andi. Yogyakarta. Helmi dan Muslich, 2011. Analisis Data untuk Riset Manajemen. Usu Press. Medan. Indriani, Y.H., 1993. Pemilihan Tanaman dan Lahan Sesuai Kondisi Lingkungan dan Pasar. Penerbit Swadaya. Jakarta. Joesoef, M., 1993. Penuntun Berkebun Jeruk. Bhatara. Jakarta. Kadariah, 1994. Teori Ekonomi Mikro. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 2006. Budidaya Pertanian. http://www.ristek. go .id. Diakses tanggal 01 Maret 2013 Nuraini, I., 2006. Pengantar Ekonomi Mikro.Malang . Universitas Muhammadyah Malang. Pracaya, 2003. Jeruk Manis, Varietas, Budidaya, dan Pascapanen. Penebar Sadaya. Jakarta Pracoyo, A. 2006. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta. Priyatno, D., 2011. Belajar Cepat Olah Data Statistik dengan SPSS. Penerbit Andi. Yogyakarta. Rahardja dan Mandala. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. Sudarsono, 1990. Pengantar Ekonomi Mikro. LP3ES. Jakarta. Universitas Sumatera Utara Sukirno, S., 2003. Pengantar Teori Mikroekonomi (Edisi Ketiga). PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Walpole, R.E. 1992. Pengantar Statistik Edisi ke-3. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penetuan Daerah Penelitian Daerah penelitian permintaan dan penawaran jeruk manis yaitu di Kota Medan, dengan pertimbangan daerah ini merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Utara, kota yang penduduknya terbanyak di Sumatera Utara yaitu sekitar 2.117.224 jiwa dan merupakan pusat perdagangan. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dibeberapa pasar tradisional yang ada di Kota Medan. Pasar tradisional yang dipilih sebagai lokasi penelitian adalah Pusat Pasar yang berada di Kecamatan Medan Kota, Pasar Petisah di Kecamatan Medan Petisah, dan Pasar Medan Deli di Kecamatan Medan Barat. Alasan memilih lokasi penelitian karena ketiga pasar tersebut mempunyai luas lahan pasar (m2) yang terluas diantara semua pasar tradisional serta memiliki jumlah pedagang terbanyak diantara semua pedagang yang berada di pasar tradisional Kota Medan. Berdasarkan data dari PD Pasar Kota Medan bahwa Pusat Pasar yang berada di Kecamatan Medan Kota memiliki luas lahan sekitar 41.091,00 m2 dan jumlah pedagang sebanyak 2.560 pedagang, Pasar Petisah di Kecamatan Medan Petisah memiliki luas lahan sekitar 24.256,00 m2 dan jumlah pedagang sebanyak 2.409 pedagang, serta Pasar Medan Deli di Kecamatan Medan Barat memiliki luas lahan sekitar 8.500,00 m2 dan jumlah pedagang sebanyak 1.203 pedagang di Kota Medan. Universitas Sumatera Utara Tabel 4. Nama Pasar, Kecamatan, Luas Lahan Pasar, dan Jumlah Pedagang di Pasar Tradisional Kota Medan. No Nama Pasar Kecamatan Luas Lahan Pasar (m2) 1. Pusat Pasar Medan Kota 41.091,00 2. Halat Medan Barat 5.851,20 3. Bakti Medan Area 3.863,16 4. Sukarame Medan Area Kebakaran tanggal 17 Okrober 2010 5. Titi Kuning Medan Johor 5.519,30 6. Kemiri Medan Kota 1.030,00 7. Kampung Baru Medan Maimun 360,10 8. Timah Medan Area 2.022,00 9. Sambu Medan Timur 3.456,00 10. Sambas Medan Kota 2.258,03 11. Petisah Medan Petisah 24.256,00 12. Sei Sikambing Medan Helvetia 6.166,00 13. Muara Takus Medan Polonia 3.950,10 14. Desa Lalang Medan Sunggal 5.358,00 15. Sunggal Medan Baru 943,65 16. Padang Bulan Medan Tuntungan 2.756,60 17. Simalingkar Medan Johor 7.370,43 18. Kwala Bekala Medan Helvetia 5.975,03 19. Helvetia Medan Tembung 5.630,86 20. Aksara Medan Petisah 3.435,20 21. Khandak Medan Perjuangan 1.210,34 22. Sentosa Baru Medan Barat 1.628,20 23. Glugur Medan Timur 3.171,00 24. Pendidikan Medan Barat 2.013,12 25. Medan Deli Medan Barat 8.500,00 26. Martubung Medan Labuhan 5.000,00 27. Titi Papan Medan Labuhan 3.986,93 28. Labuhan Medan Labuhan 3.666,00 29. Paus Medan Belawan 2.215,57 30. Jawa Medan Belawan 2.707,40 31. Kapuas Medan Belawan 1.965,45 32. Pisang Medan Belawan 1.251,00 Sumber: Direksi PD.Pasar Kota Medan (2010). Jumlah Pedagang 2.560 576 533 950 356 228 70 336 780 644 2.409 794 216 719 93 595 940 681 1.142 816 100 167 384 579 1.203 115 457 269 418 114 125 3.2 Metode Penentuan Sampel. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode Accidental (penelusuran). Pengambilan responden melalui metode ini adalah konsumen yang sedang membeli jeruk manis dan penjual yang sedang menjual jeruk manis yang dijumpai Universitas Sumatera Utara di daerah penelitian untuk meminta pendapat mereka mengenai hal yang dibutuhkan untuk kelancaran penelitian ini. Dari seluruh populasi penduduk Kota Medan diambil 60 sampel yaitu 30 sampel pembeli jeruk manis dan 30 sampel penjual jeruk manis. Berdasarkan teori penarikan contoh sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah ≥ 30 sampel karena bagaimanapun bentuk populasi teori penarikan sampel menjamin akan diperolehnya hasil yang memuaskan dan untuk penelitian yang menggunakan analisa statistik, ukuran sampel paling minimum 30 (Walpole, 1992). 3.3 Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan di pasar tradisional serta wawancara kepada konsumen dan pedagang dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data sekunder diperoleh dari lembaga atau instansi terkait seperti Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Badan Pusat Statistik (BPS), Direksi PD Pasar, dan dari literatur serta sumber pendukung lainnya. 3.4 Metode Analisis Data Setelah data dikumpulkan dan ditabulasi, selanjutnya dianalisis sesuai dengan hipotesa yang akan diuji. 1). Hipotesis 1 diuji dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS. Data yang dibutuhkan adalah harga beli pedagang, biaya penjualan, dan jumlah pedagang dengan menggunakan rumus : Y = a+ b1X1 + b2X2 + b3X3 + µ Universitas Sumatera Utara Keterangan : Y = Jumlah penawaran jeruk manis (Kg/bln) a = Koefisien intersep (konstanta), yaitu nilai Y jika X1, X2, dan X3 = 0 b1, b2, b3 = Koefisen Regresi, yaitu nilai yang menunjukkan peningkatan atau penurunan variabel Y yang didasarkan pada variabel bebas X1, X2, dan X3) X1 = Harga beli pedagang (Rp/kg/bln) X2 = Biaya penjualan (Rp/bln) X3 = Keuntungan (Rp/kg/bln) µ = Kesalahan pengganggu Pengambilan keputusan : • Uji Kesesuaian Model (Test of Goodness of Fit) Koefisien Determinasi (Goodness of Fit), yang dinotasikan dengan R2, merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang terestimasi. Atau dengan kata lain angka tersebut dapat mengukur seberapa dekatkah garis regresi yang terestimasi dengan data yang sesungguhnya. Nilai Koefisien Determinasi (R2) ini mencerminkan seberapa besar variasi dari variabel terikat Y dapat diterangkan oleh variabel bebas X. Bila nilai Koefisien Determinasi sama dengan 0 (R2 = 0), artinya variasi dari Y tidak dapat diterangkan oleh X sama sekali. Sementara bila R2 = 1, artinya variasi dari Y secara keseluruhan dapat diterangkan oleh X. Dengan demikian baik atau Universitas Sumatera Utara buruknya suatu persamaan regresi ditentukan oleh R2 –nya yang mempunyai nilai antar nol dan satu. • Uji F (Uji Simultan) Uji F digunakan untuk menguji apakah sekelompok variabel bebas (independent variable) secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap penawaran jeruk manis sebagai variabel terikat (dependent variable). Hipotesis yang diajukan adalah: H0 : Variabel bebas secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap variabel terikat. H1 : Variabel bebas secara bersama-sama memiliki pengaruh yang nyata terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai F hitung dengan F tabel, yaitu dengan kriteria: - Jika F hitung ≥ F tabel, maka H0 ditolak ; H1 diterima - Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima ; H1 ditolak • Uji t (Uji Parsial) Uji t digunakan untuk menguji nyata atau tidaknya pengaruh variabel bebas (independent variable) secara individu terhadap penawaram jeruk manis sebagai variabel terikat (dependent variable). Hipotesis yang diajukan adalah: H0 : Variabel bebas secara individu tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. H1 : variabel bebas secara individu berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai T hitung dengan T tabel, yaitu dengan kriteria: Universitas Sumatera Utara - Jika t hitung ≥ t tabel, maka H0 ditolak ; H1 diterima - Jika, t hitung < t tabel, maka H0 diterima ; H1 ditolak • Uji Asumsi Klasik. Penggunaan kriteria ini dalam pengujian hipotesis adalah untuk memutuskan sejauh mana model estimasi mempunyai sifat- sifat yang tidak biasa, efisien, dan konsisten. Sifat- sifat ini akan terpenuhi apabila model estimasi memenuhi asumsi- asumsi yang diisyaratkan dalam model regresi linier klasik, dimana antara lain tidak ada gejala multikolineritas, heteroskedastisitas, dan normalitas. - Multikolinearitas Multikolinearitas adalah keadaan di mana ada hubungan linear secara sempurna atau mendekati sempurna antara variabel independen dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah yang terbebas dari masalah Multikolinearitas. Konsekuensi adanya Multikolinearitas adalah koefisien korelasi tidak tertentu dan kesalahan menjadi sangat besar atau tidak terhingga. Variabel yang menyebabkan Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance yang lebih kecil dari 0,1 atau VIF yang lebih besar dari 10 (Priyatno, 2011). - Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua pengamatan di dalam model regresi. Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi Heteroskedastisitas. Pengambilan keputusannya adalah:  Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebur kemudian menyempit), maka terjadi Heteroskedastisitas. Universitas Sumatera Utara  Jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas. Dari output regresi (pada Chart) titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titi-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Heteroskedastisitas dalam model regresi (Priyatno, 2011). - Normalitas Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang dianalisis telah mewakili populasi atau belum. Dengan diketahuinya kenormalan distribusi akan dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Pada penelitian dimana data yang tersedia memiliki distribusi normal, akan mampu menghasilkan persamaan regresi yang dapat menjelaskan variabel terikat secara lebih tepat. Model regresi baik jika memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak, salah satu caranya adalah dengan melihat grafik histogram. Jika variabel berdistribusi normal hal ini ditunjukkan oleh distribusi data yang tidak menceng ke kiri dan menceng ke kanan (Helmi dan Muslich, 2011). 2). Hipotesis 2 diuji dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS. Data yang dibutuhkan adalah harga beli konsumen, pendapatan rata-rata/bln, dan jumlah tanggungan dengan menggunakan rumus: Y = a+ b1X1 + b2X2 + b3X3 + µ. Universitas Sumatera Utara Keterangan: Y = Jumlah permintaan jeruk manis (Kg/bln) a = Koefisien intersep (konstanta), yaitu nilai Y jika X1, X2, dan X3 = 0 b1, b2, b3 = Koefisen Regresi, yaitu nilai yang menunjukkan peningkatan atau penurunan variabel Y yang didasarkan pada variabel bebas X1, X2, dan X3) • X1 = Harga beli konsumen (Rp/kg/bln) X2 = Pendapatan rata-rata (Rp/bln) X3 = Jumlah tanggungan (Jiwa) µ = KesalahaPengambilan keputusan : Uji F (Uji Simultan) Uji F digunakan untuk menguji apakah sekelompok variabel bebas (independent variable) secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan jeruk manis sebagai variabel terikat (dependent variable). Hipotesis yang diajukan adalah: H0 : Variabel bebas secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap variabel terikat. H1 : Variabel bebas secara bersama-sama memiliki pengaruh yang nyata terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai F hitung dengan F tabel, yaitu dengan kriteria: - Jika F hitung ≥ F tabel, maka H0 ditolak ; H1 diterima - Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima ; H1 ditolak Universitas Sumatera Utara • Uji t (Uji Parsial) Uji t digunakan untuk menguji nyata atau tidaknya pengaruh variabel bebas (independent variable) secara individu terhadap permintaan jeruk manis sebagai variabel terikat (dependent variable). Hipotesis yang diajukan adalah: H0 : Variabel bebas secara individu tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. H1 : Variabel bebas secara individu berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel, yaitu dengan kriteria: - Jika t hitung ≥ t tabel, maka H0 ditolak ; H1 diterima - Jika, t hitung < t tabel, maka H0 diterima ; H1 ditolak • Uji Asumsi Klasik. Penggunaan kriteria ini dalam pengujian hipotesis adalah untuk memutuskan sejauh mana model estimasi mempunyai sifat- sifat yang tidak biasa, efisien, dan konsisten. Sifat- sifat ini akan terpenuhi apabila model estimasi memenuhi asumsi- asumsi yang diisyaratkan dalam model regresi linier klasik, dimana antara lain tidak ada gejala multikolineritas, heteroskedastisitas, dan normalitas. - Multikolinearitas Multikolinearitas adalah keadaan di mana ada hubungan linear secara sempurna atau mendekati sempurna antara variabel independen dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah yang terbebas dari masalah Multikolinearitas. Konsekuensi adanya Multikolinearitas adalah koefisien korelasi tidak tertentu dan kesalahan menjadi sangat besar atau tidak terhingga. Universitas Sumatera Utara Variabel yang menyebabkan Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance yang lebih kecil dari 0,1 atau VIF yang lebih besar dari 10 (Priyatno, 2011). - Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua pengamatan di dalam model regresi. Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi Heteroskedastisitas. Pengambilan keputusannya adalah:  Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebur kemudian menyempit), maka terjadi Heteroskedastisitas.  Jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas. Dari output regresi (pada Chart) titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titi-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Heteroskedastisitas dalam model regresi (Priyatno, 2011). - Normalitas Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang dianalisis telah mewakili populasi atau belum. Dengan diketahuinya kenormalan distribusi akan dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Pada penelitian dimana data yang tersedia memiliki distribusi normal, akan mampu menghasilkan persamaan regresi yang dapat menjelaskan variabel terikat secara lebih tepat. Model regresi baik jika memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak, salah satu caranya adalah Universitas Sumatera Utara dengan melihat grafik histogram. Jika variabel berdistribusi normal hal ini ditunjukkan oleh distribusi data yang tidak menceng ke kiri dan menceng ke kanan (Helmi dan Muslich, 2011). 3.5 Defenisi dan Batasan Operasional Untuk menghindari dari kesalah pahaman dan kekeliruan dalam proses penelitian, maka penulis membuat defenisi dan batasan operasional sebagai berikut : 3.5.1 Defenisi 1. Pedagang jeruk manis adalah pedagang yang menjual jeruk manis di pasar tradisional kota Medan yang telah ditentukan tempatnya. 2. Penawaran jeruk manis adalah banyaknya jumlah jeruk manis yang ditawarkan oleh pedagang kepada konsumen pada waktu tertentu. 3. Harga beli pedagang jeruk manis adalah harga yang dibeli pedagang jeruk manis kepada petani ataupun kepada penjual grosir jeruk manis. 4. Biaya penjualan jeruk manis adalah biaya yang dikeluarkan dalam penjualan jeruk manis. 5. Keuntungan adalah laba yang diperoleh oleh pedagang jeruk manis. 6. Konsumen jeruk manis adalah konsumen yang tujuannya mengkonsumsi jeruk manis dengan kriteria ibu rumahtangga/kepala rumahtangga di pasar tradisonal Kota Medan yang telah ditentukan tempatnya. 6. Permintaan jeruk manis adalah jumlah jeruk manis yang dibeli konsumen dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Universitas Sumatera Utara 7. Harga beli konsumen adalah harga yang harus dibayar oleh konsumen yang sudah ditetapkan oleh pedagang jeruk manis. 8. Pendapatan konsumen adalah penghasilan konsumen rata-rata per bulan. 9. Jumlah tanggungan adalah jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan konsumen untuk dibiayai kebutuhan hidupnya. 10.Pasar adalah tempat pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli. 3.5.2 Batasan Operasional 1. Penelitian diadakan di beberapa pasar tradisional yang menjual jeruk manis di Kota Medan, Sumatera Utara dari bulan April s/d bulan Mei 2013. 2. Responden penelitian adalah konsumen yang membeli jeruk manis di pasar tradisional yang telah ditentukan menjadi tempat penelitian. 3. Responden penelitian adalah penjual yang menjual jeruk manis di pasar tradisional yang telah ditentukan menjadi tempat penelitian. Universitas Sumatera Utara BAB IV DESKRIPSI DAERAH PENELITAN 4.1. Kondisi Geografis Kota Medan Kota Medan merupakan Ibukota dari Provinsi Sumatera Utara. Secara goegrafis Kota Medan terletak pada posisi 3o.27’ - 3o.47’ Lintang Utara dan 98o.35’ – 98o.44’ Bujur Timur dengan ketinggian 2,5 – 37,5 meter diatas permukaan laut. Kota Medan merupakan salah satu dari 30 Daerah Tingkat II di Sumatera Utara dengan luas daerah 265,10 km2. Kota ini merupakan pusat pemerintahan Daerah Tingkat I Sumatera Utara, yang terdiri dari 21 kecamatan, dan 151 kelurahan. Kota Medan berbatasan dengan: − Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang − Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang − Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang − Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang Kota Medan mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum menurut Stasiun Polonia pada tahun 2011 berkisar 22,49oC- 23,97oC dan suhu maksimum berkisar antara 32,15oC- 34,21oC serta menurut Stasiun Sampali suhu minimummnya berkisar antara 22,50oC- 24,10oC dan suhu maksimum berkisar antara 31,40oC33,30oC. Kelembapan udara di wilayah Kota Medan rata-rata 76-81%, kecepatan angin rata-rata sebesar 1,75 m/sec sedangkan laju penguapan tiap bulannya 81,74 mm. Hari hujan di Kota Medan pada tahun 2011 per bulan 21,50 hari dengan rata- Universitas Sumatera Utara rata curah hujan menurut Stasiun Sampali per bulannya 216,33 mm dan pada Stasiun polonia per bulannya 18,75 mm. 4.2. Kependudukan Penduduk kota Medan memiliki ciri penting yaitu yang meliputi unsur agama, suku, etnis, budaya dan keragaman (plural) adat istiadat. Hal ini memunculkan karakter sebagian besar penduduk Kota Medan bersifat terbuka. Pada tahun 2011, penduduk Kota Medan berjumlah 2.117.224 jiwa, dan tahun 2010 berjumlah 2.097.610 jiwa. Dibanding hasil sensus penduduk tahun 2010, terjadi pertambahan penduduk dari tahun 2010-2011 sebesar 19.614 jiwa (0,94%). Kota Medan memiliki 488.462 rumah tangga (RT) yang tersebar di setiap kecamatan. Kota Medan memiliki luas wilayah mencapai 265,10 km2, kepadatan penduduk mencapai 7.987 jiwa/km2. Tabel 5 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Medan pada tahun 2011 sebesar 2.117.224 jiwa yang terdiri dari 1.046.560 jiwa laki-laki (51,63%) dan 980.664 jiwa perempuan (48,37%). Dari data tersebut dapat di lihat bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan. Usia non produktif (014 tahun) yang terdiri dari bayi balita, anak-anak dan remaja berjumlah 569.534 jiwa (28,10%). Jumlah usia produktif (15-54 tahun) yaitu orang dewasa sebesar 1.261.737 jiwa (62,24%). Dan jumlah manula ( ≥55tahun) sebesar 195.953 jiwa (9,66%). Universitas Sumatera Utara Tabel 5. Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kota Medan Tahun 2011. Umur (Tahun) Laki-Laki Perempuan Jiwa Persentase Jiwa (%) 0-4 96.545 9,22 91.044 5-9 99.946 9,55 93.487 10-14 97.101 9,29 91.411 15-19 102.913 9,83 107.751 20-24 115.983 11,08 126.476 25-29 98.368 9,40 10.788 30-34 87.666 8,38 89.331 35-39 78.091 7,46 81.543 40-44 70.080 6,70 72.575 45-49 59.180 5,65 61.495 50-54 49.206 4,70 50.291 55-59 36.707 3,51 36.411 60-64 22.310 2,13 24.687 >65 32.464 3,10 43.374 Total 1.046.560 100 980.664 Sumber : BPS, Medan Dalam Angka (2012). Persentase (%) 9,28 9,53 9,32 11,00 12,9 1,1 9,11 8,31 7,4 6,28 5,13 3,71 2,51 4,42 100 Jumlah (Jiwa) 187.589 193.433 188.512 210.664 242.459 109.156 176.997 159.634 142.655 120.675 99.497 73.118 46.997 75.838 2.027.224 4.3 Penduduk Kota Medan menurut tingkat pendidikan Penduduk Kota Medan menurut tingkat pendidikan terdiri dari tamatan SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Untuk mengetahui lebih jelas tingkat pendidikan penduduk Kota Medan dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Penduduk Kota Medan Menurut Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah (Jiwa) 1 SD 271.812 2 SLTP 115.056 3 SLTA 128.319 4 Perguruan Tinggi Negeri 70.925 Total 586.112 Sumber: BPS, Medan dalam angka (2012). Persentase (%) 46,37 19,63 21,90 12,10 100 Universitas Sumatera Utara Tabel 6 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan penduduk Kota Medan paling besar berada pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) yaitu sebesar 271.812 jiwa (46,37%), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yaitu sebesar 128.319 orang (21,90%), Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) yaitu sebesar 115.056 orang (19,63%), dan Peguruan Tinggi Negeri berjumlah 70.925 orang (12,10%). 4.4 Penduduk Menurut Mata Pencaharian Mata pencaharian penduduk Kota Medan bermacam jenisnya yaitu pegawai negeri, pegawai swasta, TNI/POLRI, tenaga pengajar, tenaga kesehatan, dan masih banyak lagi yang lain jenis dan macam pekerjaannya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai mata pencaharian penduduk Kota Medan dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Mata Pencaharian Penduduk di Kota Medan Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 Mata pencaharian Pegawai Negeri Pegawai Swasta TNI/POLRI Tenaga Pengajar Tenaga Kesehatan Lain-lain Jumlah (Jiwa) 19.253 15.580 14.326 45.426 3.290 300.862 Total 397.737 Sumber: BPS, Medan dalam angka (2012). Persentase (%) 4,82 3,91 3,60 11,40 0,82 75,45 100 Tabel 7 menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan penduduk yang terbesar adalah selain mata pencaharian dari pegawai negeri, pegawai swasta, TNI/POLRI, tenaga pengajar, dan tenaga kesehatan yaitu sebesar 300.862 jiwa (75,45%). Kemudian sebagai tenaga pengajar yaitu sebesar 45.426 orang (11,4%), pegawai negeri sebesar 19.253 orang (4,82%), pegawai swasta 15.580 orang (3,93%), Universitas Sumatera Utara TNI/POLRI Sebesar 14.326 orang (3,61%), dan tenaga kesehatan sebesar 3.290 orang (0,83%). 4.5 Penggunaan Tanah Tabel 8. Luas dan Penggunaan Tanah di Kota Medan Tahun 2011 No Uraian 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Pemukiman 9.623,13 Perkebunan 821,81 Lahan Jasa 503,69 Sawah 1.617,11 Perusahaan 1.113,42 Kebun Campuran 11.956,01 Industri 397,65 Hutan Rawa 477,18 Total 26.510,00 Sumber: BPS, Medan Dalam Angka (2012). Persentase (%) 36,30 3,10 1,90 6,10 4,20 45,10 1,50 1,80 100 Tabel 8 menunjukkan bahwa penggunaan lahan yang luas adalah kebun campuran yaitu sebesar 11.956,01 ha (45,1%), pemukiman sebesar 9.623,13 ha(36,30%), sawah 1.617,11 ha (6,10%), perusahaan 1.113,42 ha (4,20%), perkebunan 821,81 (3,10%), lahan jasa 503,69 ha (1,90%), hutan rawa 477,18 ha (1,80%), dan industri sebesar 397,65 ha (1,50%). 4.6 Sarana dan Prasarana. Sarana pendidikan di kota Medan sangat lengkap. Pada Tabel 10 menunjukkan sarana pendidikan di Kota Medan mulai dari Play Group, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar berjumlah 816 unit, Sekolah Lanjut Tingkat Pertama berjumlah 348 unit, Sekolah Lanjut Tingkat Atas berjumlah 344 unit, hingga ke Perguruan Tinggi berjumlah 33 unit dengan berbagai tingkat strata. Status sekolah pun beragam mulai dari negeri, swasta maupun sekolah luar negeri yang tersebar di setiap sudut dan pelosok Kota Medan dengan kwalitas yang beragam. Sarana Universitas Sumatera Utara Kesehatan sangat di perlukan oleh penduduk kota besar seperti Kota Medan yang berpenduduk besar. Sarana kesehatan yang ada yaitu puskesmas 39 unit, pustu 41 unit, BPU 357 unit, rumah bersalin 175 unit, dan rumah sakit 75 unit. Sarana peribadatan juga sangat di perlukan oleh penduduk Kota Medan yang besar dan beragam, dapat saling menerima diantara perbedaan yang ada sehingga tetap saling menghormati, sarana peribadatan yang ada yaitu Masjid 1041 unit, Musholla 699 unit, Gereja 751 unit, Kuil 34 unit, Wihara 22 unit, dan Klenteng 23 unit. Sarana transportasi sangat lengkap di dalam kota, angkutan kota sangat banyak ke segala penjuru Kota Medan. Jalan yang dalam kondisi baik sepanjang 3.154,3 km, jalan dalam kondisi sedang 15,8 km, jalan dalam kondisi rusak 20,1 km, dan jalan dalam kondisi rusak berat 1,4 km. Pasar tradisional maupun pasar modern banyak sekali terdapat di Kota Medan. Masyarakat dengan mudah memilih ingin berbelanja di pasar tradisional dan pasar modern. Ada 32 unit pasar tradisional dan 64 unit pasar modern pada tahun 2012 yang tersebar di setiap kecamatan dengan keunggulan dan kelengkapan masing-masing pasar yang berbeda-beda. Pasar tradisional umumnya buka pada pagi hingga siang atau sore hari, sedangkan pasar modern buka pada pagi hingga malam hari. Dalam penelitian ini yang menjadi sampel pasar tradisional adalah Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Medan Deli. Sarana dan prasarana di Kota Medan saat ini sudah baik. Jenis-jenis sarana yang tersedia baik sarana pendidikan, kesehatan, pasar, dan lainnya yang sudah cukup memadai. Universitas Sumatera Utara Tabel 9. Sarana dan Prasarana di Kota Medan Tahun 2011 No. Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah (Unit) 1. Sekolah a. SD b. SLTP c. SLTA d. Perguruan Tinggi 816 348 344 33 a. Puskesman b. Pustu c. BPU d.Rumah Bersalin e. Rumah Sakit 39 41 357 175 75 2. Kesehatan 3. Tempat Peribadatan a. Masjid b. Musholla c. Gereja d. Kuil e. Wihara f. Klenteng 1.041 699 751 34 22 23 4. Sarana Jalan a. Jalan Baik b. Jalan Sedang c. Jalan Rusak d. Jalan Rusak Berat 3.154,3 km 15,8 km 20,1 km 1,3 km 5. Pasar a. Pasar Tradisional b. Pasar Modern Sumber: BPS, Medan Dalam Angka (2012) 32 64 4.7 Karakteristik Pasar (Lokasi Penelitian) di Pasar Tradisional Dalam penelitian ini, penulis meneliti pasar tradisional sebanyak 3(tiga) pasar antara lain (Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Medan Deli). Ketiga pasar menjual barang-barang yang beraneka ragam, diantaranya kebutuhan pokok (buah-buhanan, sayur-sayuran, ikan, dan lain-lain). Luas lahan pasar tradisional tempat penelitian seperti Pusat Pasar sekitar ±41.091,00 m2 dengan jumlah pedagang keseluruhan 2.560 pedagang, Pasar Petisah sekitar ± 24.256,00 m2 Universitas Sumatera Utara dengan jumlah pedagang keseluruhan 2.409 pedagang, dan Pasar Medan Deli sekitar ± 8.500,00 m2 dengan jumlah pedagang keseluruhan 1.203 pedagang. 4.7.1 Karakteristik Sampel (Pedagang). Sampel dalam penelitian ini adalah pedagang yang menjual jeruk manis di pasar tradisional Kota Medan yang telah ditentukan tempatnya. Jumlah seluruh pedagang sampel yang diteliti oleh peneliti berjumlah 30 orang penjual. Jumlah pedagang sampel di Pusat Pasar sebanyak 13 pedagang, Pasar Petisah sebanyak 10 pedagang, dan Pasar Medan Deli sebanyak 7 pedagang. Karakteristik pedagang yang dimaksud meliputi harga beli pedagang, biaya penjualan, dan keuntungan. 1. Harga Beli Pedagang. Harga beli pedagang merupakan modal yang digunakan untuk menjual barang/jasa dengan harapan memperoleh keuntungan yang tinggi. Pedagang cenderung mencari harga beli jeruk yang cukup murah dengan kualitas cukup baik untuk meminimalisasi biaya dan memaksimumkan keuntungan. 2. Biaya Penjualan. Biaya penjualan merupakan biaya yang dikeluarkan pedagang untuk menghasilkan barang dan jasa. Jika biaya produksi yang dikeluarkan pedagang cukup tinggi maka pada umumnya jumlah penawaran akan berkurang. Biaya produksi penjualan responden pedagang jeruk manis dalam penelitian ini sangat bervariasi. 3. Keuntungan. Universitas Sumatera Utara Keuntungan merupakan laba yang diperoleh pedagang dalam penjualan barang dan jasa. Jika keuntungna yang diperoleh pedagang cukup tinggi maka pada umumnya jumlah penawaran juga cukup tinggi. Keuntungan responden pedagang jeruk manis dalam penelitian ini sangat bervariasi. 4.7.2 Karakteristik Sampel (Konsumen). Sampel dalam penelitian ini adalah konsumen jeruk manis yang tujuannya mengkonsumsi jeruk manis untuk keluarga dengan kriteria ibu rumahtangga/ kepala rumahtangga yang membeli jeruk manis di pasar tradisonal Kota Medan yang telah ditentukan tempatnya yaitu atas dasar luas lahan dan jumlah pedagang keseluruhan terbanyak di Kota Medan. Jumlah seluruh responden sampel yang diteliti oleh peneliti berjumlah 30 orang pembeli. Jumlah responden sampel di Pusat Pasar sebanyak 13 pembeli, Pasar Petisah sebanyak 10 pembeli, dan Pasar Medan Deli sebanyak 7 pembeli. Karakteristik konsumen yang dimaksud yaitu yang terdiri dari harga beli konsumen, pendapatan, dan jumlah tanggungan. 1. Harga Beli Konsumen. Konsumen sangat teliti dalam membeli suatu barang/jasa, sehingga harga beli konsumen sangat mempengaruhi jumlah permintaannya. Harga yang lebih mahal dari biasanya mengakibatkan volume pembelian konsumen terhadap jeruk manis berkurang, dan begitu juga sebaliknya jika harga lebih murah dari biasanya maka volume pembelian jeruk manis meningkat. Universitas Sumatera Utara 2. Pendapatan rata-rata/bln Daya beli masyarakat dapat dilihat melalui pendapatannya, jika pendapatan yang diperolehnya cukup tinggi, maka pada umumnya daya beli masyarakat juga tinggi. Pendapatan responden konsumen jeruk manis dalam penelitian ini sangat bervariasi. 3. Jumlah Tanggungan Dalam membeli dan mengkonsumsi jeruk manis, responden juga sangat dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga yang tinggal bersama-sama dengan dia, karena itu jumlah tanggungan dapat pula mempengaruhi jumlah konsumsi dalam suatu keluarga. Universitas Sumatera Utara BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Analisis Jumlah Penawaran Jeruk Manis 5.1.1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Jeruk Manis Semua analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Uji regresi linier berganda dilakukan untuk menganalisis apakah variabel terikat berpengaruh atau tidak terhadap variabel bebas. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran jeruk manis yaitu dengan variabel terikat jumlah penawaran jeruk manis (Y) dan variabel bebas yaitu harga beli pedagang (X1), biaya penjualan (X2), dan keuntungan (X3). Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di beberapa pasar tradisional Kota Medan Provinsi Sumatera Utara diperoleh : 1. Harga Beli Pedagang (X1). Harga beli jeruk manis yang dibeli oleh pedagang bervariasi. Dari data yang diperoleh bahwa harga rata-rata jeruk manis yang dibeli pedagang adalah sebesar Rp. 15.306/kg, harga beli pedagang tertinggi sebesar Rp.16.000/kg, dan harga beli pedagang terendah sebesar Rp. 14.500/kg. 2. Biaya Penjualan (X2) Biaya penjualan rata-rata jeruk manis adalah sebesar Rp 4.951.833/bulan, biaya penjualan pedagang tertinggi sebesar Rp. 11.962.500/bulan, dan biaya penjualan pedagang terendah sebesar Rp. 1.006.000/bulan. Universitas Sumatera Utara 3. Keuntungan (X3) Keuntungan jeruk manis bervariasi. Dari data yang diperoleh bahwa keuntungan rata-rata jeruk manis adalah sebesar Rp 4.456.466/bulan, keuntungan pedagang tertinggi sebesar Rp. 10.010.500/bulan, dan keuntungan pedagang terendah sebesar Rp. 1.450.000/bulan. 5.1.2 Interpretasi Hasil Penawaran Jeruk Manis. Tabel 10. Hasil Analisis Penawaran Jeruk Manis. Variabel Koefisien t-hitung Signifikan Regresi Constanta 3644.069 .907 .373 -.227 -.887 .383 X2=Biaya Penjualan .001 2.182 .038 X3= Keuntungan .001 3.782 .001 X1= Harga Beli R-Square= 0,854 F-Hitung= 50,629 F-tabel (0,05)= 2,975 t-tabel(0,05)= 2,048 Sumber: Lampiran 9. Adapun persamaan yang diperoleh dari hasil analisis adalah: Y= 3644,069 – 0,227 X1 + 0,001 X2 + 0,001 X3. Keterangan: Y= Jumlah Penawaran Jeruk Manis (Kg/bulan) X1 = Harga Beli Pedagang(Rp/kg/bulan) X2= Biaya Penjualan (Rp/bulan) X3= Keuntungan (Rp/bulan Universitas Sumatera Utara 5.1.3 Interpretasi Model Penawaran Jeruk Manis Dari tabel 10 dapat diinterpretasikan pengaruh variabel harga beli pedagang, biaya penjualan, dan keuntungan terhadap jumlah penawaran jeruk manis di pasar tradisional Kota Medan sebagai berikut: 1. Harga Beli Pedagang (X1). Harga Beli Pedagang (X1) memiliki pengaruh yang negatif terhadap jumlah penawaran jeruk manis dengan koefisien sebesar -0,227. Hal ini berarti bahwa kenaikan harga beli pedagang sebesar Rp. 1.000,- maka akan menurunkan jumlah penawaran jeruk manis sebesar 0,227kg . 2. Biaya Penjualan (X2). Biaya Penjualan (X2) memiliki pengaruh yang positif terhadap jumlah penawaran jeruk manis dengan koefisien sebesar 0,001. Hal ini berarti bahwa kenaikan biaya penjualan sebesar Rp. 1.000,- maka akan menaikkan jumlah penawaran jeruk manis sebesar 0,001 kg. 3. Keuntungan (X3). Keuntungan (X3) memiliki pengaruh yang positif terhadap jumlah penawaran jeruk manis dengan koefisien sebesar 0,001. Hal ini berarti bahwa kenaikan keuntungan sebesar Rp. 1.000,- maka akan menaikkan jumlah penawaran jeruk manis sebesar 0,001 kg. • Uji Kesesuaian Model (Test of Goodness of Fit). Setelah dilakukan analisis terhadap model regresi linier berganda tersebut, maka diperoleh hasil R2 sebesar 0,854 yang artinya 85,4% variasi variabel jumlah penawaran jeruk manis telah dapat dijelaskan oleh variabel harga beli pedagang, Universitas Sumatera Utara biaya penjualan, dan keuntungan. Sisanya sebesar 14,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. • Uji F (Uji Simultan). Berdasarkan Tabel ANOVA diatas dapat dilihat bahwa secara serempak variabel harga beli, biaya penjualan, dan keuntungan ternyata signifikan secara statistik pada ∝ = 5%. Hal ini dapat dilihat dari uji F, dimana F-hitung (50,629) > F-tabel (2,975), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel harga beli pedagang, biaya penjualan, dan keuntungan berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah penawaran jeruk manis. • Uji t ( Uji Parsial). Untuk menguji apakah variabel bebas secara parsial berpengaruh atau tidak terhadap variabel terikat, maka dilakukan uji t, jika t-hitung > t-tabel, maka Ho ditolak, sedangkan jika t-hitung < t-tabel, maka Ho diterima. Jika tingkat signifikansi < 0.05, maka Ho ditolak dan tingkat signifikansi > 0.05, maka Ho diterima. 1. Harga Beli (X1). Secara parsial, variabel harga beli pedagang tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah penawaran jeruk manis yaitu pada taraf kepercayaan 95%. Dimana t-hitung (-0,887) < t-tabel (2,048), dan tingkat signifikansi 0,383 > 0,05 2. Biaya Penjualan (X2). Secara parsial, variabel biaya penjualan berpengaruh secara nyata terhadap jumlah penawaran jeruk manis yaitu pada taraf kepercayaan 95%. Dimana t-hitung (2,182) > t-tabel (2,048), dan tingkat signifikansi 0,038 < 0,05 Universitas Sumatera Utara 3. Keuntungan (X3). Secara parsial, variabel keuntungan berpengaruh secara nyata terhadap jumlah penawaran jeruk manis yaitu pada taraf kepercayaan 95%. Dimana t-hitung (3,782) > t-tabel (2,048), dan tingkat signifikansi 0,001 < 0,005 • Hasil Pengujian Asumsi Klasik Jumlah Penawaran Jeruk Manis. - Uji Multikolinieritas. Uji Multikolinieritas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan VIF masing-masing variabel seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 11. Nilai Coefficient dan VIF. Variabel Tolerance VIF Harga Beli .828 1.208 Biaya Penjualan .231 4.321 Keuntungan .239 4.181 Sumber : lampiran 9. Dari Tabel 11 dapat dilih

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (85 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Kedelai Sumatera Utara
21
174
112
Analisis Permintaan dan Penawaran Kedelai di Sumatera Utara
23
134
89
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran Telur Ayam Ras Di Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara
15
152
89
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran Daging Sapi Di Sumatera Utara
10
147
95
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran Jeruk Manis Di Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara.
10
87
90
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Perbankan di Sumatera Utara
0
19
95
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Tenaga Kerja di Sumatera Utara
0
20
91
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Produktif di Perbankan Sumatera Utara
0
25
3
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Telur Ayam Ras di Kota Pematangsiantar
0
0
14
BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Jeruk Manis di Pasar Tradisional Kota Medan Provinsi Sumatera Utara
0
4
12
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Kedelai Sumatera Utara
0
0
15
III. METODE PENELITIAN - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Kedelai Sumatera Utara
0
0
42
II. TINJAUAN PUSTAKA - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Kedelai Sumatera Utara
0
0
27
Analisis Permintaan dan Penawaran Kedelai di Sumatera Utara
0
2
19
Analisis Permintaan dan Penawaran Kedelai di Sumatera Utara
0
2
16
Show more