Feedback

OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM

Informasi dokumen
SKRIPSI ASRI VERNI NINGSIH OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014 i LembarPengesahan OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM SKRIPSI Telah diuji dan dipertahankan didepan tim penguji pada tanggal 13 Agustus 2014 Oleh: ASRI VERNI NINGSIH NIM: 201010410311157 Tim Penguji Penguji I Dra. Esti hendradi M.Si., Apt., Ph.d Penguji II Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes., Apt. Penguji III Drs. Achmad Inoni., Apt. Penguji IV Arina Swastika Maulita., S.Farm., Apt. ii LembarPengesahan OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapaigelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2014 Oleh: ASRI VERNI NINGSIH NIM: 201010410311157 Disetujui Oleh: Pembimbing I Pembimbing II Dra. Esti hendradi M.Si., Apt., Ph.d Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes., Apt. NIP. 19571114198703200 NIP UMM.144.0704.000443 iii KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulilah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayat serta karuniaNya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Optimasi Sediaan Krim Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Sebagai Antioksidan dengan Basis Vanishing Cream” untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan program Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam proses penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari berbagai pihak yang memberikan bimbingan, bantuan serta doa sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik. Untuk itu penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar – besarnya kepada : 1. Kedua orang tua saya, bapak H. Sri Yadi dan mama Hj. Aisyah Gasim yang dengan penuh kasih sayang, ketulusan dan kesabaran selalu memberikan sepenuhnya semangat, nasihat, dukungan moral dan materi, serta yang paling utama adalah doa yang berlimpah sehingga saya dapat menjalani studi farmasi dengan baik dan menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. 2. Ibu Dra. Esti Hendradi M.Si., Apt., Ph.d selaku dosen pembimbing I dan Ibu Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes, Apt. selaku dosen pembimbng II yang selalu memberikan arahan dengan penuh semangat dan kesabaran, membimbing dan meluangkan waktu serta memberikan motivasi kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. 3. Bapak Drs. H Achmad Inoni, Apt., dan Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm, Apt., selaku tim penguji yang memberikan dorongan, saran, kritik yang membangun serta nasihat untuk skripsi yang telah dikerjakan kepada penulis. 4. Bapak Yoyok Bekti P., M.Kep, Sp.Kom. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti program sarjana. 5. Ibu Sovia Aprina Basuki selaku Kepala Laboratorium Sediaan Farmasetika dan Laboratorium Kimia Terpadu, yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian. iv 6. Ibu Siti rofida S.Si., Apt., M.Far. sebagai Dosen Wali yang telah memberikan asuhan akademik, bimbingan moral dan nasihat selama menjalankan studi. 7. Seluruh staf pengajar Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan ilmu pengetahuan sehingga penulis menyelesaikan pendidikan sarjana dengan lancar. 8. Mas Ferdi dan Mbak Bunga selaku laboran yang membantu dan mendampingi penulis dalam penelitian. 9. Adik – adik saya Dwi sumarni, Hisbullah Naufal Yadi, Fatahillah Catur Priyadi dan Dida Hafizah Asmarabiah yang menjadi penyemangat. 10. Kakak K. Sagho Ari yang selalu memberikan motivasi, dorongan dan menjadi penyemangat dalam menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi. 11. Rya bebek dan Reza Grazia sebagai sahabat terbaik selama masa perkuliahan, Laily Ami Sulistio Rini (Jack) dan Evy Mulyana Sari yang menjadi teman seperjuangan dalam penelitian dan penyelesaian skripsi ini. 12. Ophy ester, Ursula dan teman – teman kos bendungan wlingi 17 yang telah membantu dan memberikan dukungan. 13. Teman – teman angkatan 2010 khususnya kelas farmasi C atas persahabatan selama dibangku perkuliahan. 14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu- persatu, terima kasih atas bantuan, dukungan, semangat dan doa yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini. Akhir kata, semoga Allah S.W.T membalas kebaikan Bapak, Ibu dan saudara sekalian. Semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kefarmasian bagi kita semua. Malang, Juli 2014 Asri Verni Ningsih v RINGKASAN Kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan salah satu tanaman yang saat ini mulai dikembangkan sebagai bahan dasar kosmetika. Daun kelor mempunyai kandungan antioksidan alami yaitu zeatin sebagai belum diketahui masyarakat sehingga dibutuhkan suatu inovasi untuk menciptakan sediaan dari daun kelor yang memaksimalkan fungsi dari kandungannya. Iklim Indonesia yang tropis dan meningkatnya polusi membuat masyarakat membutuhkan proteksi lebih untuk kulit agar mengurangi kecepatan proses penuaan, maka dibutuhkan jenis kosmetika yaitu antioksidan topikal yang dapat menambah antioksidan alami pada kulit sehingga dapat meredam radikal bebas. Sediaan antioksidan topikal yang paling aseptabel dan efektif adalah krim karena terpenetrasi cepat ke kulit karena terdapat fase minyak yang berfungsi untuk menahan penguapan air dari sediaan dan dari kulit sehingga kulit tetap lembab dan dan dipilih dalam basis vanishing cream karena lebih mudah dioleskan, diratakan dan dibersihkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi yang dapat memberikan karakteristik fisik dan kimia (pH, viskositas dan daya sebar), aseptabilitas dan efektivitas antioksidan yang terkandung dalam sediaan krim serbuk daun kelor dengan kadar 10%, 15% dan 20% serta menentukan kadar berapakah penggunaan serbuk daun kelor yang dapat memberikan karakteristik fisik, kimia, aseptabilitas dan efektivitas antioksidan yang terbaik terhadap sediaan dalam basis vanishing cream. Pada penelitan ini dibuat sediaan dengan 3 macam formula dengan bahan pembuatan basis yaitu asam stearate 4,5%, TEA 1,5%, cera alba 1%, vaselin album 30%, Tween 80 2,05%, Span 20 7,5%, propilenglikol 15%, Gliserin 10%, nipagin 0,2%, nipasol 0,4% dan aquades sampai 100%. Setelah basis terbentuk ditimbang masing – masing 180g, 170g dan 160g dan ditambah serbuk daun kelor formula I(20g), II (30g) dan III (40g). Evaluasi sediaan meliputi tipe emulsi, organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, aseptabilitas dan efektivitas antioksidan. Tahap awal dilakukan uji tipe emulsi dengan metode pengenceran dan dengan metode pewarnaan menggunakan methylene blue dan Sudan III. Hasil uji ketiga formula menunjukkan bahwa krim serbuk daun kelor termasuk dalam tipe krim m/a. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan organoleptis, didapatkan bahwa sediaan ketiga formula memiliki tekstur yang lembut, berbau khas daun dan berwarna hijau. Pada pemeriksaan pH menunjukkan pH FI (5,90 ± 0,06) > FII (5,61 ± 0,03) > FIII (5,59 ± 0,02). Hasil analisis statistic dengan One-Way Anova diperoleh F hitung (79,191) > f tabel (5,143). Kemudian untuk mengetahui perbedaan tiap formula dilakukan uji HSD didapatkan FI > (FII = FIII). vi Berdasarkan uji daya sebar sediaan krim dari masing – masing formula dapat diketahui bahwa pada FI (0,006±0,002) mempunyai harga daya sebar yang paling besar dibandingkan FII (0,003±0,001) dan FIII (0,004±0,002). Hasil statistik dengan One-Way Anova didapatkan harga F hitung (3,831) < F tabel (5,143) yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna pada daya sebar. Berdasarkan pemeriksaan viskositas didapatkan hasil FI (163,33±11,55), FII (173,33±5,77) dan FIII (196,67±11,55). Hasil statistik dengan One-Way Anova didapatkan F hitung (6,333) > F tabel (5,143). Hasil uji HSD, (FI=FII) < (FII=FIII). Dari hasil evaluasi uji antioksidan diperoleh nilai antioksidan serbuk daun kelor sebesar 123,76 µg/ml yang menunjukkan bahwa efektivitasnya lebih besar dari pada krim serbuk daun kelor dengan nilai efektivitas FI (352 µg/ml), FII (266,70 µg/ml) dan FIII (251,45 µg/ml). Namun dapat dilihat bahwa dengan penambahan kadar serbuk daun kelor maka efektivitas antioksidan semakin meningkat. Berdasarkan karakteristik fisik, kimia dan aseptabilitas dari ketiga formula, FI merupakan formula yang terbaik karena memberikan karakteristik fisik dan aseptabilitas yang baik terhadap sediaan krim serbuk daun kelor (Moringa oleifera Lam.) tetapi dari uji efektivitas antioksidan FIII merupakan yang tebaik karena mempunyai nilai efektivitas antioksidan yang paling tinggi dibandingkan dengan FI dan FII. vii ABSTRACT OPTIMIZATION MORINGA LEAF POWDER CREAM PREPARATION (Moringa oleifera Lam.) AS AN ANTIOXIDANT IN A VANISHING CREAM BASE ASRI VERNI NINGSIH Moringa leaf powder containing zeatin which act as natural antioxidants. Indonesia's tropical climate and environmental pollution are increasing, making the public require more protection is needed for the skin type of cosmetics that topical antioxidants. The most effective and aseptabel preparation is cream because it is easily penetrated into the skin and takes into account the value of antioxidant wich is in preparation. This research was to determine the levels of moringa leaf powder (10%, 15% and 20%) gives the physical characteristics, aseptability and the effectiveness of the antioxidant is the best in the vanishing cream formula. Evaluation includes type of emulsion, dispersive power, viscosity and effectiveness of antioxidant value. Organoleptic Examination result for all formula has a soft texture, smells of specific leaf, the colour is green. Statistical analysis by One-way Anova found that there were significant differences for the evaluation of pH, viscosity, but to spread the power and value of the antioxidant there is no differences. The avaluate aseptability, the moringa leaf powder at 10%is the assessment criteria acceptability among the tree formulas. Based on physical characteristics (pH, power spread and viscosity) and the aseptability of the tree formulas, the moringa leaf powder at 10% is the best because it gives the physical characteristics and acceptability were good. For the antioxidant value, the moringa leaf powder at 20% has the highest value. Keyword: Moringa leaf powder, antioxidant cream, Antioxidant. viii ABSTRAK OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM ASRI VERNI NINGSIH Serbuk daun kelor mengandung zeatin yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Iklim Indonesia yang tropis dan meningkatnya polusi membuat masyarakat membutuhkan proteksi lebih dengan jenis komosmetika berupa antioksidan topikal. Sediaan yang paling aseptabel dan efektif adalah krim karena mudah masuk kedalam kulit dan dapat mengoptimalkan efek antioksidan dari sediaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pada kadar berapa (10%, 15% dan 20%) serbuk daun kelor yang dapat memberikan karakteristik fisik, aseptabilitas dan efektivitas antioksidan yang terbaik dalam sediaan krim. Evaluasi meliputi evaluasi tipe emulsi, daya sebar, viskositas dan efektivitas antioksidan. Hasil pemeriksaan organoleptis semua formula memiliki tekstur lembut, bau khas daun dan berwarna hijau. Analisis statistik menggunakan One-Way Anova menemukan bahwa terdapat perbedaan bermakna untuk evaluasi pH dan viskositas dan tidak ada perbedaan bermakna pada daya sebar dan efektivitas antioksidan. Pada evaluasi aseptabilitas, serbuk daun kelor kadar 10% mempunyai kriteria yang terbaik dari ketiga formula. Berdasarkan karakteristik fisik (pH, viskositas dan dayaa sebar) dan aseptabilitas semua formula, serbuk daun kelor 10% adalah yang terbaik karena memberikan karakteristik dan aseptabilitas yang baik. Untuk nilai antioksidan, serbuk daun kelor pada kadar 20% memiliki nilai tertinggi. Kata kunci : Serbuk daun kelor, krim antioksidan, antioksidan. ix DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .i HALAMAN PENGESAHAN .ii KATA PENGANTAR .iv RINGKASAN .vi ABSTRAK .vii DAFTAR ISI .x DAFTAR GAMBAR .xiii DAFTAR TABEL .xv DAFTAR LAMPIRAN .xiv BAB I PENDAHULUAN .1 1.1 Latar Belakang .1 1.2 Rumusan Masalah .3 1.3 Tujuan Penelitian .3 1.4 Hipotesis Penelitian .4 1.5 Manfaat Penelitian.4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.5 2.1 Tanaman Kelor .5 2.1.1 Sejarah Tanaman Kelor .5 2.1.2 Klasfikasi Tanaman Kelor .6 2.1.3 Deskripsi Umum Tanaman Kelor .6 2.1.4 Morfologi Tanaman Kelor .6 2.1.5 Kandungan Kimia tanaman Kelor .9 2.16. CaraPembuatanSerbukDaunKelor .12 2.2 Antioksidan .12 2.2.1 Definisi Antioksidan .12 2.2.2 Bahaya Radikal Bebas .13 2.2.3 Pemakaian Antioksidan .14 2.2.4 Mekanisme Kerja Antioksidan .15 2.3 Kulit .17 2.3.1 Struktur Kulit.17 x 2.3.2 Fungsi Kulit .19 2.4 Krim .19 2.4.1 Definisi dan Tipe Krim .19 2.4.2 Vanishing Cream .21 2.5 Formulasi Basis .22 2.6 Evaluasi Sediaa Semisolida .26 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL .29 BAB IV METODE PENELITIAN .31 4.1 Rancangan Penelitian .31 4.2 Waktu dan Tempat Penelitian .31 4.2.1 Tempat Penelitian .31 4.2.2 Waktu Penelitian .31 4.3 Bahan .31 4.4 Alat .31 4.5 Metode Kerja .32 4.6 Rancangan Formula.33 4.6.1 Formula Basis Vanishing Cream .33 4.6.2 Formula Krim Serbuk Daun Kelor .34 4.7 Evaluasi Sediaan .35 4.7.1 Evaluasi Tipe Emulsi .35 4.7.2 Evaluasi Fisik Sediaan .35 4.7.3Evaluasi Aseptabilitas Sediaan.36 4.7.4 Evaluasi Uji Antioksidan .37 4.8 Analisis Data .40 4.8.1 Data Absorbansi .40 4.8.2 Perhitungan Persentase Inhibisi .41 4.8.2 Perhitungan IC50 .41 BAB V HASIL PENELITIAN .42 5.1 HasilPemeriksaanOrganoleptisSerbukDaunKelor (Moringaoleifera Lam.) V tot ρ r t = πr²t (cm³) = densitas (g/cm³) = jari-jari (cm) = tinggi (cm) b) Nilai Distribusi Ukuran Partikel (Uji Mikro) Menurut Pratiwi, dkk (2013) Nilai distribusi ukuran partikel dan pori (uji mikro), merupakan proses uji mikrostruktur yang bertujuan untuk melihat struktur mikro dari suatu material, karena hal ini sangat mempengaruhi sifat mekanik dari material tersebut. Proses pengetsaan makro berguna untuk melihat cacat-cacat yang terjadi dan juga mengetahui jumlah partikel pada setiap permukaan sebuah spesimen. Dalam melakukan pengujian nilai distribusi partikel dapat menggunakan alat mikroskop. Mikroskop Inverted adalah sebuah mikroskop yang digunakan untuk mengamati logam, plastik, keramik serta sampel bahan lainnya, alat ini membantu dalam mengamati struktur permukaan, kelelahan logam, dll. Gambar 2.7 Struktur Mikro Titik 1 Pembesaran 400x (Pratiwi, dkk 2013). Digital Repository Universitas Jember 14 2.7 Karakteristik Mekanik Karakteristik Mekanik briket adalah pengujian yang dilakukan terhadap briket dengan cara uji kuat tekan aksial dengan menggunakan alat uji Universal Testing Machine (UTM) dan dengan cara dijatuhkan dengan ketinggian tertentu dengan pengujian drop test. a) Uji Kuat Tekan Aksial (Axial Compressive Strength Test) Uji Kuat tekan aksial adalah kekuatan suatu material terhadap tekanan aksial yang sejajar dengan sumbu simetri material tersebut. Sehingga briket yang baik merupakan briket biomasa yang mempunyai nilai kuat tekan aksial yang baik. Adapun data hasil penelitian dari (Wijayanti, T. 2012) yaitu bahan campuran limbah kacang tanah dan limbah kacang mete menggunakan perekat tetes tebu dengan kadar 30 gram, tekanan pengepresan yang digunakan 200 bar, Pengeringan dengan suhu 110°C selama 19 jam, ukuran serbuk arang 5 mesh, dilakukan proses pengujian kuat tekan atau keteguhan tekan menggunakan mesin press dan ditekan sampai hancur, adapun data 5 sampel kuat tekan briket sebagai berikut 13,36 kg/cm², 12,68 kg/cm², 11,89 kg/cm², 11,38 kg/cm², 10,55 kg/cm². Data penelitian lain yaitu bahan serbuk jerami padi, ayakan 50 mesh, variasi tekanan 200 kg/cm², 400 kg/cm², 600 kg/cm², 800 kg/cm², 1000 kg/cm², penambahan binder, tanpa penambahan binder, dan dengan waktu penahanan (holding time) 40 detik. Melakukan pengujian kuat tekan aksial dengan alat uji Universal Testing Machine (UTM), pembebanan sebesar 50 ton Dari hasil uji kuat tekan aksial briket biomassa jerami dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) diperolah data untuk semua variasi tekanan baik untuk briket biomassa jerami dengan menggunakan bahan pengikat maupun briket biomassa jerami padi tanpa pengikat nilai kuat tekan yang sangat tinggi yaitu melebihi 99,9 kg/cm² jauh lebih tinggi daripada nilai kuat tekan standar SNI untuk briket serbuk sabut kelapa yaitu sebesar 3 kg/cm². (Riyanto, S. 2009). Digital Repository Universitas Jember 15 Santosa, dkk (2010) menyatakan uji kuat tekan aksial dilakukan dengan menggunakan force gauge untuk mengetahui kekuatan briket dalam menahan beban dengan tekanan tertentu. Kuat tekan briket dapat dihitung menggunakan standar SNI 0-3958-1995 dengan rumus: Kuat Tekan (N/cm²) = .(2.2) Keterangan : F = Gaya (N) A = Luas (cm²) b) Drop Test Menurut Widayat (2008) drop test dilakukan untuk menguji ketahanan briket dengan benturan pada permukaan keras dan datar ketika dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter. Berat bahan yang hilang atau yang lepas dari briket diukur dengan timbangan digital dengan ketelitian 1/10.000 gram. Menurut Grochowicz (1998) kualitas bahan bakar padat pada waktu perlakuan pengujian drop test partikel yang hilang tidak lebih dari 4 %. Semakin sedikit partikel yang hilang dari briket pada saat pengujian drop test, maka briket semakin bagus. Briket ditimbang dengan menggunakan timbangan untuk mengetahui berapa berat awalnya, kemudian briket dijatuhkan pada ketinggian 1,8 meter yang dimana landasannya harus benar-benar rata dan halus. Setelah dijatuhkan, briket kemudian ditimbang ulang untuk mengetahui berat setelah dijatuhkan, kemudian berat awal tadi dikurangi berat akhir setelah briket dijatuhkan dari ketinggian 1,8 meter (Widayat,2008). Prosedur perhitungan drop test briket menggunakan standar ASTM D 440-86 R02 dengan rumus: Digital Repository Universitas Jember Drop Test (%) = 16 .(2.3) Keterangan : A : Berat briket sebelum dijatuhkan ( gram ) B : Berat briket sesudah dijatuhkan ( gram ) Gambar 2.8 Drop Test Sumber: (Widayat 2008) Pengujian ini dilakukan untuk penggunaan briket dalam skala industri rumahan. Digital Repository Universitas Jember BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisis karakteristik mekanik dan karakteristik fisik briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan variasi tekanan pada briket. 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2.1 Waktu Penelitian Pelaksanaan waktu penelitian ini dilakukan pada bulan April – Mei 2015. 3.2.2 Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan pada tiga tempat yaitu: di Laboratorium Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember, di Laboratorium Desain Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember dan di Laboratorium Bio Science Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Tempat : Laboratorium Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Melakukan pembuatan briket serbuk gergaji kayu sengon dengan perlakuan variasi penekanan. Tempat : Laboratorium Desain, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian nilai kuat tekan aksial dengan menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Tempat : Laboratorium Bio Science, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Kegiatan : Pengujian distribusi partikel menggunakan alat Mikroskop Inverted. 17 Digital Repository Universitas Jember 3.3 18 Alat dan Bahan Penelitian Pada penelitian ini terdapat beberapa alat dan bahan yang meliputi: 3.3.1 Alat Alat – alat yang digunakan dalam penelitian : 1. Tungku pengarangan/pirolisis 2. Alat pengepres briket dan cetakan briket 3. Cawan 4. Jarum suntik 5. Heater 6. Timbangan digital 7. ayakan mesh 70 8. stopwatch 9. Termostart 10. Kabel termokople 3.3.2 Bahan 1. Serbuk gergaji kayu sengon 2. Tepung Tapioka 3. Air Panas (80°C) 3.4 Variabel Penelitian 3.4.1 Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang bebas ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian. Variabel bebas yang digunakan adalah variasi tekanan, Variasi tekanan yang digunakan dalam pembuatan briket menggunakan tiga variasi yaitu: 1. Variasi tekanan 100 kg/cm² 2. Variasi tekanan 150 kg/cm² 3. Variasi tekanan 200 kg/cm² Digital Repository Universitas Jember 19 Tabel 3.1 Keterangan Nama Sampel No Nama Briket 1 P 100 2 P 150 3 P 200 Keterangan tekanan 100 kg/cm² tekanan 150 kg/cm² tekanan 200 kg/cm² 3.4.2 Variabel Terikat Variabel terikat merupakan variabel yang besarnya tidak dapat ditentukan sepenuhnya oleh peneliti, tetapi besarnya tergantung pada variabel bebasnya. Penelitian ini mempunyai variabel terikat yang meliputi data-data yang diperoleh pada pengujian briket arang limbah serbuk gergaji kayu sengon dengan menganalisa data-datanya meliputi: 1. Pengujian drop test. 2. Pengujian kuat tekan aksial. 3. Pengujian densitas/kerapatan. 4. Pengujian distribusi partikel. 3.5 Prosedur Penelitian 3.5.1 Tahapan proses pembuatan briket arang limbah serbuk gergajian kayu sengon, yaitu: 1. Melakukan pengambilan serbuk kayu sengon di CV. Harapan Mulya. 2. Membersihkan serbuk kayu sengon dari kotoran dengan menggunakan air. 3. Serbuk kayu sengon dijemur selama 2 hari di bawah sinar matahari hingga kering. 4. Menyiapkan tungku pirolisis. 5. Mengarangkan serbuk kayu tersebut menggunakan tungku pirolisis. 6. Menggunakan thermostat untuk memanaskan hingga mencapai suhu 400°C. Digital Repository Universitas Jember 20 7. Mengatur pembakaran dengan thermocontrol dengan suhu maksimal 400°C. 8. Proses pembakaran dilakukan selama 30 menit. 9. Melakukan pengayaan dengan ukuran lolos mesh 70 dan tersaring di mesh 60 sehingga didapatkan serbuk dengan ukuran mesh 70. 10. Mencampurkan arang serbuk kayu sengon (70%) dengan tepung tapioka (20%) dan air (10%). 11. Mencetak arang menggunakan alat press hidrolik manual dengan dimodifikasi ditambah pressure gauge pada tabung utama press hidrolik, dengan variasi tekanan 100 kg/cm², 150 kg/cm², 200 kg/cm², dan ditahan selama 1 menit. 12. Mengeluarkan briket dari cetakan kemudian dikeringkan menggunakan oven. 3.5.2 Tahapan Penelitian Karakteristik Mekanik Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Pengujian densitas Pada pengujian ini tahapan yang dilakukan sebagai //dig igliiblib.u g i d i /://d igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig ca.cid.id ca.cid.id ca.cid.id a a a . . . j j j E.3 PengujiannBerat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus BGA e e nej. nej. nej. .bu.ue .bu.n .bu.n u u b b b i i i l l l i i i idgigili idgigili idg91 Berdasarkan Fraksi . igili /:d /:d /:d / / / : : : / / / / / / p p p t t t p Perhitungan Berat Jenis dan hthttE.4 hthPenyerapan hthttp ttp Agregat Halus BGA Berdasarkan Fraksi . 91 F.3 Perhitungan Berat Jenis Campuran AC-BC . 93 d d d d aj.ca.ci .idKadar Aspal Optimumej(Marshall aj.ca.ci .id F. Pengujian dan Perhitungan aj.ca.ci .id AC-BC) 92 aj.ca.ci .id . . . . j j j e e e ne ne ne ne .bu.n .bu.n .bu.n .bu.n u u u u b b b b i i i i l l l l i i i i i i i i l g il F.1/dKomposisi Agregat Campuran AC-BC ig il idgigi. idg92 igil /:d :p/://idig :p//:d :p//:d / / //dig / / p p p t t t t t t hhttF.2 Perhitungan Kadar Aspal Rencana hhtt . hhtt 92 d ca.cid.id ca.cid.iCampuran ca.cid.id ca.cid.id a a a a . . . . F.4 Pengujian Marshall AC-BC . 94 j j j j e e e e nej. nej. nej. nej. .bu.n .bu.n .bu.n .bu.n u u u u b b b b i i i i l l l l i i i i G. Pengujian ig ili idgidan idgigili BGA pada Campuran idgigili gili Perhitungan Marshall:/Penggunaan /:d /:d /:d /:d / / : : / / / //dig / / / p p p t t t hthttp . hthttp hthttp 95 AC-BC d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /d //dig G.1 Perhitungan Berat Jenis Penggunaan BGA 20% pada Campuran d aj.ca.ci .id . j e ne ne ne .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i l l l i i i G.2 Perhitungan Berat Jenis Penggunaan BGA 40% pada Campuran i i i idgigil idgigil idgigil :p//:d :p//:d :p//:d / / / / / / p p p t t t t t t hhtt hhtt AC-BC . hhtt 96 .id .id c id c id AC-BC . ej.aj.ac. ej.aj.ac. 95 G.3 Perhitungan Berat Jenis Penggunaan BGA 60% pada Campuran id ca.cid.id a . j . e e e j. n neBerat nej. nejpada .bu.n .bu.n .bu.80% u u u b b b i i i l l l G.4 Perhitungan Jenis Penggunaan BGA Campuran i i i idgigili idgigili idgigili /:d /:d /:d / / / : : : / / / / / / p p p t t t hthttp AC-BC . hthttp 98 hthttp id . . AC-BC . j.acac.id j.acac.id 97 G.5 Perhitungan Berat Jenis Penggunaan BGA 100% pada Campuran d d ca.cid.id 99 a . j a a . . . e e e nej nej nej Campuran .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i G.6 Pengujian Marshall Penggunaan BGA 20% pada l l l i i i i i i idgigil idgigil idgigil //:d //:d :p//:d : : / / / / / / p p p t t t t t t hhtt AC-BC . hhttp 100 hhttp .i .i AC-BC . j.ac c.id j.ac c.id G.7 Pengujian Marshall Penggunaan BGA 40% pada Campuran id id AC-BC . .ac.c.id .ac.c.id 101 ca.cid.id a . j j j a a e e e nej. Penggunaan BGAilib60% nej. nej.Campuran .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b G.8 Pengujian Marshall pada i i l l i i idgigili idgigili idgigili /:d /:d /:d / / / : : : / / / / / / p p p t t t hthttp AC-BC . hthttp 102 hthttp G.9 Pengujian Marshall Penggunaan BGA 80% pada Campuran d d AC-BC . ac.ci .id ac.ci .id je. j.a e n u n . giigliiblib.u i d / / : /d hthtp ttp:/ ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig je. j.a e n u n . giigliiblib.u xxii i d / / : /d hthtp ttp:/ ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt 103 ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig igliiblib.u g i d i /://d igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ igliiblib.u g i d i :// /d hthtp ttp:/ d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig ca.cid.id ca.cid.id ca.cid.id a a a . . . j j j G.10 Pengujian Marshall Penggunaan BGA 100% pada Campuran e e e nej. nej. nej. .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i l l l i i i gigili . id idgigili idg104 AC-BC igili /:d /:d /:d / / / : : : / / / / / / p p p t t t thttp hthttp hthttp 105 H. h Dokumentasi . H.1 Gambar Alat Uji Penetrasi Aspal 60/70 . 105 H.5 Gambar Proses Pengeluaran Benda Uji Menggunakan Ejektor . 106 H.9 Gambar Benda Uji . 107 d d id.id aj.ca.cEkstraksi aj.ca.ci .id aj.ca.ci .id . . . j j j H.2 Gambar Alat Uji . 105 e e e ne ne ne .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i l l l i i i i i i g il Alat Uji Analisa Saringan H.3/dGambar . idg idg105 igil igil :p/://idig :p//:d :p//:d / / / / p p p t t t t t t hhttH.4 Gambar Proses PengujianhMenggunakan hh.tt Alat Tekan Marshall 106 htt ca.cid.id (Water Bath) . ca.cid.id ca.cid.id a a a . . . H.6 Gambar Bak Perendam 106 j j j e e e nej. nej. nej. .bu.n .bu.n .bu.n u u u b b b i i i l l l i i i H.7dGambar . idgigili idg107 igili /://idgigili Alat Penumbuk Manual /:d /:d / / / : : : / / / / p p p t t t p Gambar Alat Pembuatan Campuran hthttH.8 hthttp . hthttp 107 d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /:d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i idgigili /:d / : / / p t hthttp d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i ig il /:d //dig d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i xxiii idgigil :p//:d / / p t t hhtt d aj.ca.ci .id . j e ne .bu.n u b i l i i idgigil :p//:d / / p t t hhtt ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili /d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig ca.cid.id a . j e nej. .bu.n u b i l i ig ili ://d //dig
OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM

Gratis