Peta perwakafan di kecmatan Cikole Sukabumi (studi terhadap pendaftaran ikrar wakaf 2005-2009)

Gratis

1
50
95
2 years ago
Preview
Full text

PETA PERWAKAFAN DI KECAMATAN CIKOLE SUKABUMI (STUDI TERHADAP PENDAFTARAN IKRAR WAKAF 2005

  Status Harta Wakaf yang tidak bersertifikat dalam Hukum positif...............................................................................................46 BAB III: GAMBARAN UMUM TENTANG MASYARAKAT DESA CIKOLE SUKABUMI A. 68TABEL 4.2: Rekapitulasi Perwakafan Kecamatan Cikole Sukabumi Tahun 2005 ….....… 69TABEL 4.3: Rekapitulasi Perwakafan Kecamatan Cikole Sukabumi Tahun 2006 ……….70 TABEL 4.4: Rekapitulasi Perwakafan Kecamatan Cikole Sukabumi Tahun 2007..

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  DAFTAR TABEL TABEL 3.1: Luas Wilayah Kecamatan Cikole Per Januari 2010……………...……….… 49TABEL 3.2: Jumlah Penduduk Kecamatan Cikole Tahun 2009…………………...…..… 50TABEL 3.3: Jumlah Sarana Peribadatan………………………...……………………….. 68TABEL 4.2: Rekapitulasi Perwakafan Kecamatan Cikole Sukabumi Tahun 2005 ….....… 69TABEL 4.3: Rekapitulasi Perwakafan Kecamatan Cikole Sukabumi Tahun 2006 ……….70 TABEL 4.4: Rekapitulasi Perwakafan Kecamatan Cikole Sukabumi Tahun 2007..

KATA PENGANTAR

  Penulis yakin bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak akan selesai tanpa ada dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak, baik materil maupun moril dari semua pihak. Seluruh dosen dan civitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum, terima kasih atas ilmu dan bimbingannya.

5. Terima kasih kepada Orang tua tercinta ayahanda H.Khaidil Awani dan ibunda

  Eliya Wati yang telah memberikan nasehat, motivasi dan juga spirit tiada henti dan terutama dalam membiayai pendidikan Starata 1 di Universitas IslamNegeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna dan tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan.

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang

  Wakaf dalam kalangan masyarakat muslim merupakan suatu ibadah yang dapat menjadi bekal disaat mereka meninggal serta dapat memberikan bantuan dan mengalirkanpahala yang bisa mengalir dari manfaat yang dihasilkan oleh barang yang sudah mereka wakafkan. Oleh karena itu praktek wakaf dalam kalangan masyarakat muslim itu sangatlahberperan penting dalam kehidupan mereka, pasalnya apa yang mereka pahami atas suatu ajaran yang telah mereka dapat kan dari al- Qur‟an dan Hadits telah membawa imajinasi mereka kepada suatu hal yang dapat memberikan suatu keuntungan atau pahala yang terus 1 mengalir baginya setelah mereka meninggal.

4 Kecamatan. Karena itu, sudah selayaknya kegiatan mulia seperti ini dihormati, didukung

  Fungsi dari pencatatan wakaf adalah agar terjaminnya harta benda yang diwakafkan dan agar terhindarnya hal- hal yang menjadi sebuah perselisihan dan persengketaanterhadap benda wakaf. Begitu sangat pentingnya aturan yang dibuat untuk mengatur tentang wakaf dan sebagai suatu sertifikasi atas harta benda wakaf yang sudah diabadikan dan menjadi suatulembaga dikalangan masyarakat, maka dalam mengembangkan keefektifitasan peraturan perundang Maka dari itu, penulis dapat melihat dan meneliti seberapa kurangnya minat masyarakat dalam mencatatkan ikrar wakaf kepada pihak PPAIW setempat atau pihakpejabat KUA yang berada diwilayah tersebut.

B. Identifikasi Masalah

  Praktek wakaf di kalangan masyarakat desa hanya dilakukan atas dasar kebiasaan atau adat masyarakat yaitu praktek ikrar wakaf dilakukan atasdasar saling percaya antara orang yang melakukan transaksi wakaf. Dalam praktek wakaf di masyarakat desa para wakif dan nadzir tidak pernah mencatat atau membuat kesepakatan tertulis dari transaksi wakafyang dilakukan c.

C. Pembatasan dan Perumusan masalah

  Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi masalah pokok adalah bagaimana peta perwakafan masyarakat Kecamatan Cikole Sukabumi dari tahun2005-2009. Berapa banyak wakaf yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan yang sudah terdaftar di KUA Kecamatan Cikole Kota Sukabumi?

3. Apa alasan masyarakat tidak mencatatkan ikrar wakaf di PPAIW atau KUA

D. Kajian Terdahulu

  Dalam penulisan skripsi yang telah lalu yakni terdapat tiga hasil penelitian yang ditulis oleh mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, yaitu:No. Ishak Zainul, 2003 Tinjauan Hukum pengelolaanIslam Tentang tanah wakaf (Fakultas Syariah danPengelolaan menurut Hukum Hukum, Konsentrasi Tanah Wakaf di Islam dan PP No.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  Untuk mengetahui berapa banyak wakaf yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan yang sudah terdaftar di KUA Kecamatan Kota Sukabumi. Selain tercapainya tujuan yang diinginkan oleh penulis, penulis mengharapkan adanya manfaat dari hasil penelitian ini yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

F. Metode Penelitian

  Di dalam pelaksanaan penulisan skripsi ini penulis menggunakan beberapa metode penelitian yang sering digunakan oleh peneliti lainnya dan sering menjadi pedoman dalampelaksanaan penelitian. Jenis Penelitian Penelitian kepustakaan (Library Research), yakni dengan mencari dan mengumpulkan serta menganalisa buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan wakafdan pencatatan ikrar wakaf yang kemudian bahan-bahan tersebut dijadikan rujukan.

3. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik WawancaraTeknik ini digunakan untuk memperoleh informasi tentang jumlah tanah wakaf yang belum bersertifikat dan sudah bersertifikat, serta hal c. Studi DokumenterDalam penelitian ini studi dokumenter digunakan untuk mencari dan mengungkapkan data yang diperoleh dari instansi terkait khususnya dari pihak KUA Kecamatan Cikole Sukabumi.

4. Teknik Analisis Data

5. Teknik penulisan laporan

  Teknik analisis data deskriptif kualitatif merupakan metode untuk memaparkan,menafsirkan serta menguraikan data yang bersifat kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumenter. Adapun teknik penulisan yang digunakan dalam laporan penelitian ini berdasarkan buku pedoman penulisan skripsi, yang di terbitkan oleh Fakultas Syariah dan HukumUniversitas Islam Negeri (UIN) Jakarta pada tahun 2007.

G. Sistematika Penulisan

  Dalam sistematika penulisan skripsi in penulis membagi kedalam beberara Bab danSub-Bab yang terdiri dari : BAB I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan kegunaan masalah, metode penelitian, dan sistematika penulisan. BAB IV : Bab ini mendeskrifsikan analisis dari penelitian yang dilakukan di Kecamatan Cikole Sukabumi, dalam bab ini dijelaskan pelaksanaan perwakafan di KecamatanCikole, pandangan masyarakat tentang pendaftaran ikrar wakaf, serta persentase perwakafan di Kecamatan Cikole Sukabumi.

BAB V : Bab ini berisi penutup yang menguraikan kesimpulan dari hasil penelitian yang

BAB II RUANG LINGKUP PERWAKAFAN A. Pengertian Wakaf Wakaf menurut bahasa arab berarti

  Sedangkan wakaf menurut istilah adalah “menahan harta yang mungkin diambil manfaatnya tanpa menghabiskan atau 6 merusakkan bendanya (ainnya) dan digunakan untuk kebaikan. Wakaf menurut hukum Islam dapat juga berarti menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada seseorang atau nadzhir (penjaga wakaf) baik berupa peroranganmaupun berupa badan pengelola dengan ketentuan bahwa hasil atau manfaatnya digunakan 7 untuk hal-hal yang sesuai dengan syariat Islam.

1. Pengertian wakaf menurut ulama fiqh Adapun pengertian wakaf secara terminologi sangat beragam di kalangan fuqoha

  Berdasarkan defenisi ini seseorang yang mewakafkan hartanya dapat menahan penggunaan harta benda tersebut secara penuh dan membolehkan pemanfaatan hasilnyauntuk tujuan kebaikan, dengan tetap kepemilikan harta yang pada diri sang wakif. Oleh sebab itu, dilihat dari segi kedudukannya sebagai lembagahukum, maka wakaf itu merupakan lembaga hukum Islam yang dianjurkan kepada setiap muslim yang mempunyai harta benda guna diperuntukkan bagi kepentingan umum menurut 11 syarat-syarat yang telah ditentukan.

2. Pengertian wakaf menurut hukum positif dan para ahli hukum

  28 Tahun 1977, tentang perwakafan tanah milik pasal 1 ayat (1) wakaf ialah perbuatan hukum seseorang atau badan hukumyang memisahkan sebagian harta kekayaan yang berupa tanah milik, dan melembagakan untukselama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya, sesuai 12 dengan ajaran Islam.11 Suparman Usman, Hukum Perwakafan di Indonesia, (Jakarta: Darul Ulum Press 1999), Cet Ke-11,hal. Pengertian yang sama juga tercantum dalam Instruksi Presiden No.1 Tahun 1991 pasal 215 menyatakan: “Wakaf adalah perbuatan hukmseseorang atau sekelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta benda miliknya danmelembagakan untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadah atau keperluan umum lainnya sesuaidengan ajaran Islam”.

B. Landasan Hukum Perwakafan 1) Dasar hukum wakaf menurut hukum Islam

15 Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, Kompilasi Hukum Islam

  al-Qur’an Dasar hukum wakaf sebagai lembaga yang diatur dalam ajaran Islam tidak dijumpai secara tersurat di dalam al-Qur‟an. Dan salah satu caranya adalah perakafan dan hukum wakaf adalah sunnah yang sangat dianjurkan, karena amalan wakaf akan tetap mengalir walaupunsi wakif sudah meninggal dunia.

b. Al-Hadits 1

  Hadits dari Ibnu Umar yang Artinya: “Dari Ibnu Umar r.a bahwasanya Umar bin Khattab mendapat bagian sebidang kebun di Khaibar, lalu ia datang kepada Nabi SAW untuk meminta nasehat tentang harta itu. Tidak ada dosa bagi orang yang mengurusnya (nazhir)memakan sebagian dari harta itu secara patut atau memberi makna asal tidak bermaksud 17 mencari kekayaan (H.

2. Hadits riwayat Abu Hurairah yang berbunyi:

  18 ( س اور ) لْوعْ ي حلاص لو ْوا ب عف ْي ْع ْوا يراج ق ص : اث ْن َّا ع عطقْنا دا نْبا ا ا اArtinya: “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga (macam), yaitu sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang dimanfaatkan, atu anak shaleh yang mendoakannya (HR Muslim)”. c)Jenis wakaf harus kekal dan yang dishadakahkan harus hasilnya atau manfaatnya saja.

2) Dasar hukum wakaf menurut pemerintah Republik Indonesia

Sebagaimana yang telah disebut diatas, bahwa ada beberapa peraturan perundang- undangan yang mengatur masalah perwakafan di Indonesia.

a. Undang-Undang Pokok Agraria

  Pasal 5 UU PA menyatakan bahwa “hukum agararia yang berlaku atas bumi, air dan ruang angkasa ialah hukum adat, sepanjang tidak bertentangandengan hukum nasional dan negara…….” Segala sesuatu dengan 2. Pada ayat 14 ayat (1) menyatakan bahwa pemerintah dalam rangka sosialisme Indonesia, membuat suatu rencana umum mengenai persediaan,peruntukan dan penggunaan bumi, air dan ruang angkasa serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya untuk keperluan negara, untuk keperluanperibadatan dan keperluan suci lainnya sesuai dengan ketuhanan Yang Maha Esa.

b. Peraturan – peraturan lainnya 1

  28 Tahun 1977, Maksudnya yaitu untuk memberikan jaminan kepastian hukum mengenai tanah wakaf serta kemanfaatannya sesuaidengan tujuannya. Dengan demikian berbagai penyimpangan dan sengketa wakaf dapat dikurangi.

2. Peraturan Menteri Agama No. 1 Tahun 1977, Menindak lanjuti PP No

  28 Tahun 1977 di keluarkan peraturan Mendagri No. 6 Tahun 1977 yang mengatur tentang tata pendaftaran perwakafan tanah milik memuat antaralain persyaratan tanah yang diwakafkan, pejabat pembuata akta ikrar wakaf, proses pendaftaran, biaya pendaftaran dan ketentuanperalihan.

3. Instruksi Presiden No. 1 Tahun1991 tentang Kompilasi Hukum Islam

  Pasal 29 ayat (2) berbunyi: “Bank dapat bertindak sebagai lembaga baitul mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infaq, shadaqah, wakaf, hibah atau dana sosial lainnya dan menyalurkan kepada yang berhak dalam bentuk santunan atau pinjaman kebajikan (qardlul hasan).” 6. Ketentuan ini diatur dalam pasal 28 yang berbunyi: “BPRS dapat bertindak sebagai lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infaq, shadaqah, wakaf, hibah ataudana sosial lainnya dan menyalurkan kepada yang berhak dalam 19 bentuk santunan atau pinjaman kebajikan (qardlul hasan).

C. Sejarah Perkembangnan perwakafan di Indonesia

  Berbicara masalah wakaf dalam perspektif sejarah Islam, tidak dapat dipisahkan dari pembicaraan tentang perkembangan hukum Islam dan esensi misi hukum Islam. Sebab hukum Islam merupakan “perpaduan” antara wahyu Allah SWT dengan kondisi masyarakat yang ada pada saat wahyu itu diturunkan.

19 Departemen Agama RI, Panduan Pemberdayaan Tanah Wakaf Produktif Strategi di Indonesia

  Islam adalah agama yang mempunyai aturan dan tatanan sosial, konkrit, akomodatif, aplikatif, guna mengatur kehidupan manusia yang dinamis dan sejahtera, tidakseluruh perilaku dan adapt istiadat sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW merupakan perbuatan buruk dan jelek, tetapi tradisi Arab yang memang sesuai dengan nilai-nilaiagama Islam diakomodir di format menjadi ajaran Islam lebih teratur dan bernilai imaniyah. Diantara praktek sosial yang terjadi sebelum datangnya Nabi Muhammad SAWadalah praktek yang menderma sesuatu dari seseorang demi kepentingan umum atau dari satu orang untuk semua keluarga.

1. Sejarah perwakafan pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat

  5 Amal wakaf yang dilakukan oleh sahabat Umar berupa berupa tanah di Khaibar, kemudian disusul oleh Abu Talhah yang mewakafkan kebun kesayangannya “Bairoha”. Jumlah wakaf wakaf tidak terbatas kepadabangunan ibadat atau tempat kegiatan agama saja, tetapi diperuntukkan bagi kepentingan kemanusiaan dan kepentingan umum.

2. Perwakafan di Indonesia

  Menurut Rachmat Djatnika, bahwa bentuk inihampir menyerupai wakaf keluarga (al waqf al ahly) dari segi fungsi dan pemanfaatan yang 21 tidak boleh diperjual belikan. Walaupun lembaga wakaf berasal dari fiqh Islam, namun bagi sebagian ahli hukumIndonesia memandang masalah wakaf ini sebagai masalah dalam hukum adapt.

21 Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf, (Jakarta

  disebabkan sudah meresapnya penerimaan lembaga waakf ini dikalangan masyarakat 22 Indonesia dan dianggap sebagai suatu lembaga hukum yang timbul sebagai hukum adat. Ini dapat dilihat dari perumusan wakafdalam hukum adapt yang dikemukakan oleh para ahli hukum adat, diantaranya menurutHilman Hadikusumo, wakaf adalah memberikan, menyediakan sesuatu benda yang zatnya kekal seperti tanah untuk dinikmati dan dimanfaatkan kegunaannya bagi kepentingan 23 masyarakat menurut ajaran Islam.

D. Ruang lingkup perwakafan menurut hukum Islam a

Ketentuan-ketentuan Dalam Perwakafan Ketentuan dalam perwakafan terdiri dari rukun dan syarat wakaf.

a. Rukun wakaf

  Dankebebasan kehendak pewakaf terhadap pemanfaatan harta yang diwakafkan itu atas dasar22 Abdurrahman, Masalah Perwakafan Tanah Milik dan Kedudukan Tanah Wakaf di Negara Kita, (Bandung: Penerbit Alumni, 1979) h.1423 Hilman Hadikusumo, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia, (Bandung: Penerbit kemauan yang kuat tanpa paksaan apapun untuk melakukan amal baik sebagai sadaqah jariyah. Untuk menjadi seorang wakif ada beberapa syarat, yaitu: 24 a)Orang yang berwakaf mesti sudah cakap bertindak yang sempurna, sehingga ia boleh mentabarru‟kan hartanya yaitu sudah dipandang pantas dan patut untukmelakukan tindakan terhadap hartanya, yakin sudah baligh dan berakal sempurna, serta yang oleh hukum tidak terhalang untuk melakukan perbuatanhukum.

30 Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Fiqh Wakaf, (Jakarta, Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat

  Nadzhir wakaf berwenang melakukan segala tindakan yang mendatangkan kebaikan bagi harta wakaf bersangkutan dengan memperhatikan syarat-syarat yang telahditentukan wakif. Namun demikian, nazir tidak boleh menggadaikan harta wakaf untuk tanggungan hutang harta wakaf atau tanggungan hutang tujuan wakaf.

2. Syarat-syarat wakaf

  Apabila seorang muakif menyerahkan hartanya kepada suatu badan hukum tertentu yangsudah jelas tujuan dan usahanya, wewenang untuk penentuan untuk tujuan wakaf itu berada pada badan hukum yang bersangkutan sesuai dengan tujuanbadan hukum itu. Wakaf harus segera dilaksanakan setelah ikrar wakaf dinyatakan oleh wakif tanpa menggantungkan pelaksanaannya pada suatu peristiwa yang akanterjadi di masa yang akan datang, karena ikrar wakaf itu menyebabkan lepasnya hubungan kepemilikan seketika juga, antara wakif dengan wakafyang bersangkutan.

33 Muhammad Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf, (Jakarta: UI Press, 1998), cet Ke-

  Seperti wakaf untuk tetangga dengan jumlah dan nama yang telah ditentukan oleh wakif, wakaf untuk istri dan anak-anaknya dan keturunannya. Wakaf KhairiWakaf khairi yaitu wakaf yang sejak semula manfaatnya diperuntukkan untuk kepentingan umum, tidak dikhususkan pada orang-orang tertentu, seperti mewakafkantanah untuk mendirikan masjid, mewakafkan sebidang kebun yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk membina suatu pengajian dan sebagainya.

4. Penyelesaian Sengketa Benda Wakaf Menurut Hukum Islam

  Perluasan daerah Islam dan perkembangan penyebaran penduduk, serta perubahan yang terjadi dalam kehidupan, berpengaruh basar pada penguasa di negeri Usmaniyah saatitu, untuk menerapkan undang-undang dan hukum yang bisa mengatur jalannya persidangan dalam kasus yang terjadi di masyarakat. Dimana, tugaskhususnya adalah mengawasi sah atau tidaknya gugatan wakaf, dan gugatan yang berkenaan dengan pengawasan barang wakaf, baik yang berbentuk musaqqafat (real Karenanya, Said bin Musayyib berkata: “Hakim yang mengenal mana penggugat dan mana tergugat yang sebenarnya, maka tidak ada kesulitan baginya untukmenyelesaikan kasus hukum antara keduanya.

5. Penyelesaian Sengketa Benda Wakaf Menurut Hukum Positif

  Status Harta Wakaf yang tidak bersertifikat dalam Hukum Islam Dalam hukum Islam pencatatan suatu transaksi dalam bermuamalah itu sangatlah di anjurkan oleh Allah SWT, dengan maksud untuk menghindari terjadinya perselisihan diantara ke dua belah pihak yang berakad, dan menghindari terjadinya saling mendzalimi antara satu sama lain. dan hendaklahseorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.” Kata Bermuamalah disini sangat umum dalam penafsirannya antara lain seperti berjualbeli, hutang piutang, atau sewa menyewa serta segala treansaksi yang di anggappenting bagi suatu kaum dan bila tidak di catatkan akan menimbulkan suatu perselisihan dan pertengkaran antara dua belah pihak yang bertransaksi.

7. Status Harta Wakaf yang tidak bersertifikat dalam Hukum positif

  Memang ada kendala kenapa tanah wakaf di Indonesia sampai saat ini masih banyak yang belum mempunyai sertifikat tanah wakaf, karena banyaknya tanah wakaf yangtidak mempunyai bukti perwakafan, seperti surat-surat yang memberikan keterangan bahwa tanah tersebut telah diwakafkan. Tanah wakaf yang tidak mempunyai bukti administratiftersebut karena banyak para wakif yang menjalankan tradisi lisan dengan kepercayaan yang tinggi jika akan mewakafkan tanahnya tanahnya kepada Nazhir perorangan maupunlembaga, khususnya pelaksanaan wakaf sebelum PP No.28 Tahun 1977.

42 Profil Kecamatan Cikole Sukabumi, h. 1

  Subang Jaya 220,12 Ha Jumlah 708,28 Ha Keterangan: Data Kecamatan CikoleBerdasarkan datas diatas bahwa luas wilayah dari Kecamatan Cikole adalah 708,28 Ha. Dengan luas wilayah paling luas adalah kelurahan Subang Jaya dengan luas 220,12 Ha.

II. Demografis masyarakat wilayah Kecamatan Cikole:

a) Jumlah Penduduk

43 Tabel 3.2 Jumlah Penduduk Kecamatan Cikole Tahun 2009 44 No Kelurahan Lelaki Perempuan Jumlah 1 Cikole 2.666 2.767 5.433 2 Selabatu 4.634 4.732 9.366 3 Kebonjati 3.866 3.942 7.808 4 Gunung Parang 1.923 2.419 4.342 5 Cisarua 8.306 8.212 16.518 6 Subang Jaya 6.542 6.387 12.929 Jumlah 27.937 28.459 56.396 Keterangan: Data Kecamatan Cikole 45

a) Menurut Agama

44 Ibid. h. 4

45

b) Sarana Peribadatan

  Kelurahan Subang Jaya Kecamatan Cikole luasnya 708,28 Ha, yang terbagi dalam 68 Rw dan 327 Rt dengan jumlah penduduk sampai akhir bulan Februari 2010 sebanyak 53.977 jiwa denganjumlah laki-laki 25.866 dan jumlah perempuan 28.111 jiwa dan meliputi 17.435 kepala keluarga. Adapun batasan wilayah Kecamatan Cikole antara lain sebelah utara berbatasan dengan desa Cisarua dan desa Sukaraja, sebelah timur berbatasan dengan desa Sukaraja,sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Gunung Puyuh dan Kelurahan Sriwidari, dan 48 sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Tipar dan Kelurahan Nanggeleng.

2. Tugas KUA Kecamatan Cikole

49 Profil KUA Kecamatan Cikole Sukabumi, h. 1

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA No. 517 Tahun 2001) KUA Cikole adalah instansi Departemen Agama yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kantor Departemen Agama Kota Sukabumi di bidang Urusan Agama Islam dalam wilayah

50 Kecamatan

3. Tata Cara Perwakafan di KUA Kecamatan Cikole

  Setelah dilakukan pemeriksan di tingkat kekelurahan, calon wakif beserta saksi dan nadzir yang telah ditunjuk datanng ke KUA selaku PPAIWdengan membawa kelengkapan dan surat keterangan dari Kelurahan danKecamatan setempat, setelah itu PPAIW memeriksa persyarata wakaf dan selanjutnya mengesahkan nadzir. Lembar pertama disimpan oleh PPAIW dan lembar kedua dilampirkan pada surat permohonan pendaftaran kepada kantorpertanahan atau dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan lembar ketiga ke PA yang mewilayahi tanah wakaf tersebut.

BAB IV TINJAUAN HUKUM PELAKSANAAN WAKAF DI KECAMATAN CIKOLE SUKABUMI Undang-undang No. 41 tahun 2004 tentang wakaf pasal 43 dijelaskan bahwa wakaf

  dianggap sah apabila pelaksanaannya sesuai dengan prinsip syariah, pasal 6 Undang- undang yang sama menjelaskan unsur wakaf diantaranya: wakif, nadzir, harta benda wakaf, 51 ikrar wakaf, peruntukkan harta benda wakaf dan jangka waktu wakaf. Dalam fiqh pun, wakaf mempunyai pengertian yang hampir sama dengan Undang- undang, yakni praktik wakaf harus sesuai dengan rukun, syarat, fungsi dan peruntukkanwakaf, sehingga praktik wakaf dapat berjalan sebagaimana mestinya.

A. Tata cara Pendaftaran Wakaf di KUA Kecamatan Cikole Sukabumi

  Dari data yang penulis dapat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan CikoleSukabumi, terlihat bahwa mayoritas wakaf yang terdapat di setiap Kelurahan sudah di catat di instansi agraria, dan juga telah mendapat Akta Ikrar Wakaf (AIW). Seperti yang diungkapkan oleh Momon Munjali bahwa proses pendaftaran wakaf yang dia lakukan telah sesuai dengan prosedur yang tertera dalam Undang-undang No.

53 Akta Ikrar Wakaf (PPAIW)

  Tujuan dan Fungsi Wakaf Di Indonesia, wakaf telah dikenal dan dilaksanakan oleh umat Islam sejak agamaIslam masuk ke Indonesia, sebagai salah satu pesan keagamaan yang erat hubungannya dengan sosial ekonomi, wakaf telah banyak membantu pembangunan secara menyeluruh diIndonesia, baik dalam pembangunan bangsa maupun dalam pembangunan sumber daya sosial.52 Agus Bukhari. Hasil wawancara pribadi tanggal 19 Juni 201053 Dari proses pendaftaran yang telah dijelaskan diatas, maka penulis akan menjelaskan tujuan dan fungsi wakaf yang ada di Kecamatan Cikole.

C. Pandangan Masyarakat Terhadap Pendaftaran Ikrar Wakaf

1. Pihak KUA

  Praktik wakaf yang terjadi dalam kehidupan masyarakat belum sepenuhnya berjalan tertib dan efesien sehingga dalam berbagai kasus harta benda wakaf tidak terpeliharasebagaimana mestinya, terlantar atau beralih ketangan pihak ketiga dengan cara melawan hukum. Untuk menciptakan tertib hukum dan administrasi wakaf guna melindungi hartabenda wakaf, UU Wakaf menegaskan bahwa perbuatan hukum wakaf wajib dicatat dan dituangkan dalam akta ikrar wakaf dan didaftarkan serta diumumkan yang pelaksanaanyasesuai dengan tata cara yang diatur dalam peratutan perundang-undangan yang mengatur 57 mengenai wakaf dan harus dilaksanakan.

2. Pihak Wakif

  Oleh sebab itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan salah satu faktorMomon Munjali memberikan harta wakaf yang luasnya 3400 M² adalah kepada anaknya untuk meminimalisir persoalan-persoalan yang mungkin timbul terhadap harta wakafdikemudian hari, maka peraturan perundangan mencantumkan ikrar wakaf merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi pada saat perwakafan dilangsungkan didepan Pejabat 69 Pembuat Akta Ikrar Wakaf. Apabila wakif tidak dapat secara langsung mengucapkan ikrar wakaf di hadapanPPAIW dengan alasan yang dibenarkan oleh hukum, maka wakif dapat menunjuk kuasanya untuk melaksanakan ikrar wakaf dengan surat kuasa, dengan ketentuan surat kuasa tersebutdiperkuat oleh dua saksi yang memenuhi persyaratan.

75 PPAIW

D. Analisis Terhadap Pendaftaran wakaf di KUA Kecamatan Cikole Sukabumi

Pendaftaran ikrar wakaf yang menjadi bahan penelitian penulis sangatlah beragam hasilnya mulai kerena penbelitian dilakukan dengan mencari ikrar wakaf yang tidak7374 ibid75 ibid Perwakafan di Kecamatan Cikole Perwakafan semacam ini sangat rentan untuk terjadi perselisihan antara nadzir dengan ahli waris di masa yang akan datang, meskipun demikian perwakafan di kecamatan cikolejuga masih sedikit menggunakan tatacara perwakafan yang diatur dalam undang- undang yakni tatacara perwakafan mengenai pendaftaran tanah wakaf yang harus dilakukan diKUA serta persyaratan tanah wakaf yang sudah mempunyai sertifikat hak milik.

1. Persentase perwakafan Kecamatan Cikole tahun 2005 – 2009

  4 Kecamatan Cikole hanya satu tanah yang belum bersertifikat yaitu di wilayah KelurahanCikole, sedangkan yang sudah bersertifikat hanya terdapat di wilayah Cisarua, dan dua kali lipat dari tanah yang bersertifikat yaitu dua tanah itu masih dalam proses yang terletak didaerah Subang Jaya. yangterbagi dalam dua wilayah yaitu wilayah kelurahan Cikole dengan rincian dua lokasi yang tidak bersertifikat dan masing-masing satu lokasi yang sudah bersertifikat dan dalamproses, sedangkan wilayah Cisarua terdapat lima lokasi dengan tiga tanah yang tidak tidak bersertifikat dan satu tanah masing-masing sudah bersertifikat dan masih dalam proses.

2. Faktor penyebab ikrar wakaf tidak dicatatkan

  Dalam pencatatan ikrar wakaf ada beberapa faktor penyebab ikrar wakaf itu tidak dicatatkan di KUA, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai akibat dari tidakdicatatkannya ikrar wakaf mengakibatkan perkembangan wakaf yang diatur dalam undang Perkembangan wakaf pada masa sekarang jauh berbeda dengan praktek wakaf pada zaman dahulu yaitu dalam pelaksanaan wakaf pada zaman dahulu para wakif dan paranadzir melakukan ikrar wakaf dengan faktor saling percaya. Dengan adanyapencatatan ikrar tersebut maka tanah yang sudah diwakafkan mempunyai kekuatan hukum yang sah dan tidak bisa diambil lagi kecuali dengan adanya kesepakatan dua belah pihak.

BAB V PENUTUP 1. KESIMPULAN Dari uraian bab demi bab sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya, hasil

  Jumlah tanah wakaf yang belum bersertifikat dari tahun 2005 – 2009 diKecamatan Cikole sebanyak 12 tanah wakaf, yang tersebar di empat kelurahan yaitu kelurahan Kebon Jati, Cikole, Cisarua dan Subang jaya. Jumlah tanah wakaf yang sudah bersertifikat dari tahun 2005 – 2009 diKecamatan Cikole sebanyak 5 tanah wakaf, yang tersebar di tiga kelurahan yaitu kelurahan Kebon Jati, Cisarua dan Subang jaya.

2. SARAN-SARAN

  Penulisan skripsi ini semoga dapat di jadikan acuan bagi para penerus bangsa yang ingin meneliti lebih dalam mengenai permasalahan wakaf. Dalam penulisan dan penelitian ini penulis mempunyai banyak kekurangan sehinggahasil dari penelitiannya kurang sempurna, maka penulismengharapkan adanya penyempurnaan sesuai dengan perkembangan zaman.

DAFTAR PUSTAKA

  Abdurrahman, Masalah Perwakafan Tanah Milik dan Kedudukan Tanah Wakaf di Negara Kita, (Bandung: Penerbit Alumni, 1979) Al-Alabij, Adijani, Perwakafan Tanah Di Indonesia, (Jakarta : Raja Grafindo Persada,2002) Al-Bukhari, Shahih Bukhari, (Beirut: Daar El-Fikr), Juz 3Ali, Muhammad Daud Sistem dan Pengembangan Ekonomi Islam Melalui Zakat dan Wakaf, ( Jakarta: UI Press, 2004) Al-Zuhaili, Wahbah, al-Fiqh al-Islami wa adilatuhu, (Damaskus: Dar al-Fikr, 1985), Juz VIIAr- Rifa‟i, M. Wakaf Tunai Inovasi Finansial Islam: Peluang dan Tantangan Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Umat, (Jakarta: PSTTI-UI, 2006) Qahaf, Munzir Manajemen Wakaf Produktif, (Jakarta: Khalifa, 2007), cet Ke-3Rafiq, Ahmad, Hukum Islam di Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001), cet.

4 Shihab, M. Quraish Tafsir Al – Misbah (Pesan, Kesan, dan Keserasian Al- Qur‟an)

  1. Usman, Suparman, Hukum Perwakafan di Indonesia, (Jakarta: Darul Ulum Press, 1999), Cet Ke-11Zahrah, Muhammad Abu Ushul Fiqh, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995), cet.

Dokumen baru

Tags

Problematika Pendaftaran Tanah Wakaf Di Kota Medan Tawuran Antar Kampung Di Sukabumi

Dokumen yang terkait

Kedudukan tanah wakaf yang di daftarkan sebelum diberikan uu no.41 Tahun 2004 tentang wakaf
0
14
179
Pernikahan melangkahi kakak menurut adat Sunda (studi di desa Cijurey Sukabumi Jawa Barat)
7
37
84
Pengaruh penerapan UU no.41/2004 tentang wakaf terhadap profesionalitas pengelolaan wakaf pada lembaga Tabung Wakaf Indonesia
0
5
128
Pengelolaan wakaf uang sebagai salah satu instrumen investasi (studi pada Tabung Wakaf Indonesia)
2
24
98
Efektivitas peran wakala al-wakif terhadap perkembangan tabung wakaf Indonesia
1
17
85
Profesionalisme Nazhir dalam pemeliharaan dan mengembangkan ast-aset wakaf produktif (analisa terhadap peran Nazhir pengelolaan Wakaf pada Tabung wakaf Indonesia)
3
13
109
Peta perwakafan di kecmatan Cikole Sukabumi (studi terhadap pendaftaran ikrar wakaf 2005-2009)
1
50
95
Sistem informasi pendaftaran wisuda online (studi kasus : UIN Syahid Jakarta)
21
113
143
Implementasi wakaf uang di badan wakaf Indonesia
0
3
96
Pemanfaatan hasil wakaf produktif melalui program sosial keagamaan pada lembaga wakaf Al-Azhar
2
13
104
Cara berpikir masyarakat tentang perjudian (studi kasus di Kelurahan Cikole Sukabumi)
0
32
117
Fungsi dan kewenangan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) terhadap pendaftaran tanah wakaf (studi kasus PPAIW Kecamatan Kebayoran Baru)
5
103
110
Tinjauan hukum Islam terhadap pengelolaan dan pengawasan tanah wakaf (studi di KUA Karang Tengah, Ciledug)
6
17
68
Keabsahan praktik wakaf (studi kasus daerah Pebayuran KM 08 Kertasari-Pebayuran KAB.Bekasi-Jawa
1
43
117
Kualitas Pelayanan Kesehatan Melalui Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) Di Cimahi Utara (studi pada proses pendaftaran registrasi pasien baru dan pendaftaran kunjungan pasien)
2
54
102
Show more