Optimasi formula sediaan gel gigi yang mengandung ekstrak daun jambu biji (psidium guajaya L) dengan Na CMC sebagai gelling agent

Gratis

3
11
71
2 years ago
Preview
Full text

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN GEL GIGI YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJ (Psidium guajava L) DENGAN Na CMC SEBAGAI

  OPTIMASI FORMULA SEDIAAN GEL GIGI YANG MENGANDUNG EKSTRAK DAUN JAMBU BIJ (Psidium guajava L) DENGAN Na CMC SEBAGAI Skripsi Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Memperoleh gelar Sarjana Farmasi. Oleh Dea Arditia Rahman NIM: 105102003360 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGRI (UIN) SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA 1430 H/ 2009 M Lembar Pernyataan Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini benar-benarhasil karya sendiri yang belum pernah diajukan sebagai skripsi atau karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembagapendidikan manapun.

GELLING AGENT

  Skripsi Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Memperoleh gelar Sarjana Farmasi. Oleh Dea Arditia Rahman NIM: 105102003360 PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGRI (UIN) SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA 1430 H/ 2009 M Lembar Pernyataan Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini benar-benarhasil karya sendiri yang belum pernah diajukan sebagai skripsi atau karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembagapendidikan manapun.

KATA PENGANTAR

  Adikku, Gia Ardian Rahman dan Gea Arian Rahman yang telah banyak memberi pendewasaan dalam hidup penulis, mohon maaf aa belum banyakbisa menjadi teladan yang baik Tentunya masih banyak pihak-pihak yang berkaitan dengan penyusunan skripsi ini yang tidak bisa saya sebut satu persatu tapi mudah-mudahan selaludalam keridhoan Allah SWT. Perbandingan hasil pengujian yang dilakukan terhadapsediaan gel gigi, dengan hasil pengujian sediaan pasta gigi yang sudah beredar di pasaran menunjukkan bahwa secara umum sediaan ui hampir mirip dengansediaan gel gigi, Namun ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L) rentan teroksidasi cahaya dan udara sehingga secara penyimpanan dan stabilitas, sediaantidak bisa bertahan lama.

DAFTAR LAMPIRAN

  Tabel Hasil Uji 7. Hasil Uji Stabilitas 6.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Sediaan pembersih gigi adalah sediaan semi padat yang efektif sebagai medium perawatan yang terdiri dari campuran bahan penggosok,bahan pembersih, dan bahan tambahan agar zat aktif dapat bekerja pada permukaan gigi dengan efek utamanya yaitu membuat permukaan gigi lebihresisten terhadap kerusakan oleh bakteri atau jamur di mulut tanpa merusak gigi maupun membran mukosa mulut. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai terobosan baru dalam dunia kosmetik khususnya sediaan gigiyang menggunakan bahan aktif ekstrak daun jambu biji, yang tentunya minim akan efek samping dan tidak kalah berkhasiat dibandingkan denganbahan aktif kimiawi dan juga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai rekomendasi bahan aktif yang berkhasiat dan aman digunakan dalampembuatan sediaan gigi bagi industri kosmetik Indonesia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tanaman Jambu Biji

  Tinjauan mengenai tumbuhan ini meliputi klasifikasi, nama daerah, deskripsi tanaman, khasiat dan kegunaan serta kandungan kimia 2.1.1 Klasifikasi Tanaman Tanaman Jambu Biji (Psidium guajava L.) diklasifikasikan sebagai berikut:Kingdom : PlantaeDivisi : SpermatophytaSub divisi : AngiospermaeKelas : DicotyledonaeOrdo : MyrtalesFamili : MyrtaceaeGenus : Psidium Spesies : Psidium guajava L. Daun berhadapan, bertulang menyirip, berbintik, berbentuk bulat telur agak menjorong atau agak bundar sampai meruncing,panjang helai daun 6–14 cm, lebar 3–6 cm, panjang tangkai 3–7 cm, daun yang muda berambut, daun yang tua permukaan atasnya menjadi licin.

2.1.5 Khasiat Daun Jambu Biji

Daun jambu biji berkhasiat sebagai obat antara lain untuk mengobati penyakit gastroenteritis, muntah-muntah, diare, luka-luka, penyakit kulitseperti ulcer, gusi bengkak, sakit gigi, batuk, sakit tenggorokan, sariawan, keputihan, diabetes, antiseptik, antibakteri, analgesik, antispasmodik,antipiretik, antiinflamasi, dan disentri (Zakaria, 1994) Gambar 1. Tanaman Jambu Biji

2.2 Ekstraksi

  Cara dinginØ Maserasi Yaitu proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan prose perendaman dimana pelarut yang tadi,dapat melunakkan susunan sel,sehingga zat-zat yang mudah larut akan terbawa (Ansel, 1989) Ø PerkolasiAdalah ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru sampai sempurna(exhaustive extraction) yang umumnya dilakukan paa temperatur ruangan. Ø DigestiAdalah maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinu) pada temperatur yang lebih tinggi dari temperatur ruangan (kamar), yaitu secara umum o dilakukan pada temperatur 40-50 C.Ø Infus Adalah ekstraksi dengan pelarut air pada temperatur penangas air(bejana infus tercelup dalam penangas air mendidih, temperatur o terukur 96-98 C) selama waktu tertentu (15-20 menit).Ø Dekok Adalah infus pada waktu yang lebih lama dan temperatur sampai titik didih air.

2.3. Gigi

  Gigi tetap berjumlah 32 pada setiap setengah rahang terdapat 8 buah gigi, yaitu 2 gigiinsisivus, 1 kaninus, dan 2 premolar yang menggantikankedua molar gigi susu dan tambahan 3 molar lagi di bagian posterior. Dentin merupakan bahan berkapur yang banyak mengandung unsur organik, dengan proporsi yang sama sepeti tulang.

2.4. Pasta Gigi

  Sedangkan pada masa Romawi dan Yunani kuno, pasta gigiterbuat dari serbuk tanduk rusa, serbuk tulang hewan, serbuk batu apung dan marmer, madu dan berbagai macam tumbuhan obat yang digunakanhingga ke zaman pertengahan. Pasta gigi adalah produk semipadat yang terdiri dari campuran bahan penggosok, bahan pembersih dan bahan tambahan yang digunakan untukmembantu membersihkan gigi tanpa merusak gigi maupun membran mukosa mulut.

2.5. Gel

  Gel adalah suatu sistem setengah padat yang terdiri dari suatu dispersi yang tersusun baik dari partikel anorganik yang kecil atau molekulorganik yang besar dan saling diresapi cairan. Bentuk gel mempunyai beberapa keuntungan diantaranya tidak lengket, gel mempunyai aliran tiksotropik dan pseudoplastik yaitu gelberbentuk padat apabila disimpan dan akan segera mencair bila dikocok, Gel merupakan salah satu bentuk sediaan untuk beberapa rute pemberian obat.

2.5.1 Bahan-bahan dalam pembuatan Gel Gigi

  Abrasif (bahan penggosok) Adalah bahan pembersih yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan permukaan gigi dari sisa-sisa makanan serta tidakmenimbulkan efek buruk pada permukaan gigi. Konsumen lebih menyukai sediaan pembersih gigi dengan rasa yang dapat meninggalkan sensasi segardalam mulut dan kesan bersih.

BAB II I KERANGKA KONSEP Daun jambu biji dapat Pembuatan sediaan mulut

berkhasiat sebagai antiseptik berbasis herbal masih sangat alamiterbatas. Determinasi tanaman di Herbarium Bogoriense Daun Jambu BijiLIPI Puslit Biologi Proses penyiapan simplisia kering Maserasi dengan etanolEvaporasi Ekstrak kental daun jambu biji Optimasi Na CMC Pembuatan Formula Optimasi Optimasi Na-Lauril Optimasi Gliserin&sorbitol

3 Optimasi CaCO

FORMULA OPTIMAL

Homogenitas &volume pemisahan Uji pH Uji penetrasi Organoleptik Uji StabilitasUji Viskositas

BAB IV METODE PENELITIAN

  Alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari, Spatula, timbangan analitik, toples, Vacuum Rotary Evaporator, Lumpang dan Alu,pH meter, Oven, Inkubator, Labu Erlenmeyer, Viskometer Brookfield, Kaca Arloji, Beaker Glass, Gelas Ukur, Pipet. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari :Ekstrak Etanol 70 % daun Jambu Biji, Na CMC, Natrium Lauril Sulfat,Kalsium Karbonat, Gliserin, Sorbitol, Minyak Permen, Na meta bisulfit,, Nipagin.

4.3. Metode Penelitian

4.3.1. Determinasi, Penyiapan Simplisia, dan penapisan fitokimia

  Daun Jambu Biji (Psidium guajava.Linn) yang diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik(BALITTRO) Depertemen Pertanian Bogor tersebut selanjutnya disortasi kering, lalu dicuci dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan,setelah kering, setelah itu daun jambu biji di potong kecil-kecil sehingga didapat simplisia kering yang kemudian digunakan untuk prosesmaserasi. Penapisan fitokimia (Farnsworth, 1969) Pada pemeriksaan terhadap kandungan golongan senyawa kimia dari serbuk dan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) sepertialkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/terpenoid, kuinon, minyak atsiri dan kumarin.

4.3.2. Pembuatan Ekstrak

  Keuntungan penggunaan etanol ini adalah sebagaian besar senyawa Daun jambu biji yang sudah dibuat derajat halus dimasukkan dalam gelas piala besar dan diberi etanol hingga seluruh simplisiaterendam. Proses ini dilakukan berulang-ulanghingga tidak ada lagi senyawa yang terekstrak yang ditandai dengan warna pelarut yang jernih.

4.3.3. Optimasi dan penentuan Na CMC

Bahan Formula 15 Aquadest sampai dengan (ml) 100 100 100 100 10 Na-Lauril Sulfat (%) 2,0 2,0 2,0 2,0Minyak Permen (%) 0,75 0,75 0,75 0,75Nipagin (%) 0,1 0,1 0,1 0,1Nipasol (%) 0,01 0,01 0,01 0,01Na-Meta Bisulfit (%) 1,0 1,0 1,0 1,0 10 10 10 15 Larutan Sorbitol (%) 15 15 1 Tabel 2. Formula optimasi Na CMC pada gel gigi 40 40 40 10 Kalsium Karbonat (%) 4 Ekstrak Daun Jambu Biji (%) 2,0 2,0 2,0 2,0 Na CMC (%) 4,0 6,0 8,0 3 2 40 Gliserin (%)

3 Setelah itu, CaCO dimasukkan kedalam basis gel tersebut, diaduk

  Dalam lumpang yang terpisah,Gliserin dicampurkan bersama dengan sorbitol dan Ekstrak daun jambu biji (M2). Na Lauril sulfat dilarutkan dalam air terlebih dahulu sebelumdicampurkan dengan bahan-bahan lainnya (M3).

3 CMC+CaCO ), diaduk hingga homogen.Setelah itu, ditambahkan M

  Nipagin, NaMetabisulfit, dan minyak permen ditambahkan setelah semua massa(M1+M2+M3) tercampur homogen, diaduk perlahan-lahan hingga semua bahan, tercampur homogen. Dalam optimasi formula ini, konsentrasi dari Na CMC dimodifikasi dari mulai 4% hingga 10%, lalu dari masing-masingmodifikasi tersebut, didapatkanlah konsentrasi optimal dari Na CMC yang cocok sebagai basis gel formula sediaan ini.

4.3.4. Optimasi dan penentuan CaCO

  Maka dalam formulasi kali ini, dilakukan proses optimasi danpenentuan konsentrasi dari Kalsium Karbonat yang bertujuan untuk menemukan konsentrasi Kalsium Karbonat yang optimal yang berfungsisebagai abrasif pada formula pembuatan gel gigi. Sedangkan cara pembuatan sediaan, sama seperti formula optimasi sebelumya.

4.3.5. Optimasi dan penentuan Gliserin+Sorbitol

  Tabel 4. Disamping berfungsi sebagai pemanis, kedua zat ini juga dapat saling bersinergi ketika digabungkan, Sedangkancara pembuatan sediaan, sama seperti formula optimasi sebelumya.

4.3.6. Optimasi dan penentuan Na Lauril Sulfat

  Sediaan kosmetika yang stabil adalah suatu sediaan yang masih berada dalam batas yang dapat diterima selama periodewaktu penyimpanan dan penggunaan, dimana sifat dan karakteristiknya sama dengan yang dimilikinya pada saat dibuat. Oleh karena itu, untukmengetahui apakah sediaan gel gigi yang dibuat, dapat dikategorikan stabil secara fisik, maka dilakukan pengujian stabilitas terhadap sediaankami dengan metode elevated temperature yaitu suhu dipercepat dengan suhu yang bervariasi yaitu suhu kamar (27 C), 45 C dan 55 C yang diamati selama satu bulan dan diamati penampilan sediaan tersebut,apakah terjadi perubahan atau tidak.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil

  Hasil Optimasi dan penentuan Na CMC Optimasi pertama yang dilakukan ialah mendapatkan formula NaCMC yang tepat yang akan digunakan sebagai basis gel pada formula sediaan gel gigi, dari hasil optimasi empat formula dengan modifikasi NaCMC tersebut, didapatkan konsentrasi yang cocok digunakan sebagai basis gel ialah pada konsentrasi 6%. Hasil Optimasi dan penentuan CaCO 3 Kalsium Karbonat (CaCO ) yang berfungsi sebagai abrasif, mengalami optimasi pula, dari hasil optimasi konsentrasi Kalsium Karbonat yang dilakukan, didapatlah konsentrasi yang sesuai yaitu 40%.untuk detail hasil optimasi, dapat dilihat pada tabel 10 dan untuk detail 3 hasil penentuan CaCO dapat dilihat di tabel 11 5.1.5.

5.2. Pembahasan

  Dari hasil optimasi empat konsentrasiyang ada (20%, 30%, 40% dan 50%), didapatkanlah konsentrasi yang cocok yaitu 40% karena selain sifat alirannya menyerupai sediaan gel pada 3 Telah didapatkannya formula optimal dari Na CMC dan CaCO tidak berarti formula sediaan sudah mencapai optimal, optimasi masih dilakukan tidak hanya terhadap bahan aktif, tetapi juga bahan tambahan yangdalam hal ini gliserin-sorbitol sebagai pemanis dan humektan sebagai pelembab sediaan agar tidak cepat kering. Hasil dari perbandingan nilai ini Nilai viskositas mengalami penurunan yang cukup signifikan dikarenakan sediaan uji mengandung gliserin dengan konsentrasi 25% yangmemiliki sifat higroskopis sehingga ketika proses penyimpanan dan pengujian viskositas, sediaan menyerap uap air yang mungkin didapat daripengaruh ruangan yang ber-AC sehingga menyebabkan sediaan menjadi sedikit lebih encer dan menyebabkan nilai viskositasnya menurun.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

  Formula akhir hasil optimasi bahan pembuat gel gigi yang optimal ialah:Na CMC 6%, CaCO3 40%, Na Lauril Sulfat 3%, dan Gliserin-sorbitol 25%-5%. Perlu adanya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pembuatan sediaan gel gigi dengan menggunakan minyak atsiri dari dari daun jambubiji.

DAFTAR PUSTAKA

  Na CMC Hasil Pengamatan (%) Warna: Hijau kehitamanBau: MentholRasa: Pahit yang lama hilangnya 4,0Konsistensi: agak encer, kurang konsisten sewaktu ditaruh di sikat gigi( meluruh kebawah), sangat mudah hancurseperti lotionWarna: Hijau kehitamanBau: Menthol 6,0 Rasa: Pahit yang lama hilangnyaKonsistensi : bagus ketika ditaruh di sikat gigi, mudah tersebar atau terdistribusi. Hasil penentuan CaCO 60% 2 125800 4 987606 78450 10 6480012 52390 Hasil Pengamatan KonsentrasiGliserin-Sorbitol Gel gigi 2 117640 4 774606 58190 10 4231012 21820 Pasta gigi 2 346000 4 1850006 125200 10 8170012 68600 80% 2 164300 4 1445006 119900 10 8879012 76870 3 CaCO 3 3 Tabel 12.

27 C Warna: Hijau kekuningan, merata

  Bau: Menthol Rasa: ManisKonsistensi : agak sulit mengalir Gelembung bertambah Warna: Hijau kekuningan, permukaan, terlihat lebih orangeBau: Menthol Rasa: ManisKonsistensi : agak sulit mengalir Gelembung bertambah 45 C Warna: hijau Bau: MentholRasa: Manis Konsistensi : agak sulitmengalir. Gelembung bertambah Warna: Hijau kekuningan, tetapiwarna permukaan berubah menjadi orange kecoklatanmembentuk cekungan Bau: MentholRasa: Manis Konsistensi : agak sulitmengalir.

Dokumen baru

Tags

Gelling Agent Psidium Guajava Gel Gigi

Dokumen yang terkait

Pengaruh Penambahan CMC terhadap Mutu Mie Instan yang Disubstitusi dengan Tepung Ubi Jalar (Ipomoea batatas, L)
0
31
95
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica L) DENGAN BASIS MANNITOL (Pengaruh Kadar Pengikat CMC Na Terhadap Mutu Fisik Tablet)
7
29
21
Kajian sifat sifat makanan bayi formula (MBF) Tepung Tempe yang disubstitusi dengan tepung biji nangka instan
1
4
20
Uji aktivitas antioksidan pada ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) dengan metode DPPH
2
12
44
Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun dan umbi bakung putih (crinum asiaticum L) terhadap bekteri penyebab jerawat
1
44
103
Optimasi formulasi mikroemulsi sediaan hormon testosteron undekanoat
1
39
85
Uji efektivitas ekstrak biji sirsak (annona muricata l) sebagai larvasida pada larva Aedes aegypti instar III/IV
1
6
68
Optimasi formula sediaan gel gigi yang mengandung ekstrak daun jambu biji (psidium guajaya L) dengan Na CMC sebagai gelling agent
3
11
71
Uji aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) dengan metode DPPH
13
46
44
Efikasi ekstrak biji bintaro (cerbera manghas) sebagai larvasida pada larva aedes aegypti l. instar III/IV
0
20
63
Pemanfaatan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor (moringa oleifera) dalam sediaan hand and body cream
14
107
136
Uji aktivitas gel ekstrak daun pohpohan (Pilea trinervia W.) terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci (Oryctolagus cuniculus)
0
0
5
Aktivitas ekstrak etanol daun singawalang (Petiveria alliacea L.) dan fraksinya sebagai antidiabetes
0
0
7
Uji efektivitas gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai antijamur Malassezia furfur
0
2
6
KTI mini antioksidan ekstrak daun pepaya
0
1
22
Show more