ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP

Gratis

1
9
135
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Teristimewa untuk kedua orang tua tercinta, “Ibu” dan “Bapak”, Atin Wartini dan Dadang yang tak henti-hentinya mendoakan, melimpahkan kasih sayang,pengorbanan, keihlasan dan memberikan dukungan moril dan materil kepada penulis. Demikianlah, betapapun penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan lembaran-lembaran skripsi ini masih saja dirasakan dan ditemui berbagai macam kekurangan dan kelemahan, karena itu kritik dan saran dari siapa saja yangmembaca skripsi ini akan penulis terima dengan hati terbuka.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan modal dasar bagi peningkatan kualitas sumber

  Dari Undang-undang diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan mempunyai peranan penting untuk membawa siswa berpikir aktif dan kreatifkarena kedepannya dari proses ini akan membantu siswa bertahan pada masa yang penuh persaingan. Pengembangan kurikulum ini masih mengupayakan agar siswa memiliki kemampuan berpikirkreatif yang dapat dikembangkan melalui pendidikan untuk menghadapi tantangan-tantangan kehidupan di masa yang akan datang karena masalahyang dihadapi akan lebih kompleks dan rumit.

1 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2008), h. 2

  Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal,dengan kata lain kemampuan berpikir kreatif siswa masih tergolong rendah.“Pembelajaran matematika dikelas masih banyak yang menekankan pemahaman siswa dengan melibatkan kemampuan berpikir kreatif. Matematika tidak hanya diajarkan untuk mengetahui dan memahami apa yang terkandung dalam matematikatersebut,tetapi matematika juga diajarkan untuk membangun pola pikir dan nalar siswa untuk memecahkan suatu persoalan atau masalah dengan kritis,logis, dan tepat.

5 Heris Hendriana dan Utari Sumarno, Penilaian Pembelajaran Matematika, (Bandung: PT RefikaAditama, 2014), h. 6

  9 Utami Munandar, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, (Jakarta: Kemampuan berpikir kreatif dalam matematika yang kemudian dikenal kemampuan berpikir keatif matematis merupakan kemampuan yang perlu adapada diri siswa untuk menganalisis permasalahan matematika dari berbagai sudut pandang kemudian menyelesaikannya dengan kemampuan banyaksolusi dan serta melahirkan ide-ide kreatif dan banyak gagasan. Namun 10 Ibid 11 Dini Kinati Fardah, Analisis Proses dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa disebabkan guru tidak berusaha menggali dan mendorong siswa tentang berpikir kreatif.

B. Identifikasi Masalah

  Soal-soal yang diberikan kepada siswa tidak menuntut siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Belum ada informasi yang cukup akurat tentang faktor dominan apa yang mendukung kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.

5. Masih sedikit informasi tentang validitas dan reliabilitas soal berpikir kreatif jenjang SMP pada materibangundatarsegiempat

C. Pembatasan Masalah

  Keluwesan (Flexibility) yaitu kemampuan untuk menghasilkan jawaban dengan cara penyelesaian dan jawaban yang bervariasi. Orisinal (Originality) yaitu kemampuan untuk menghasilkan jawaban dengan cara yang tidak lazim dan kemampuanmenghasilkan jawaban yang unik.

D. Perumusan Masalah

  Bagaimana validitas dan reliabilitas konstruk instrumen kemampuan berpikir kreatif matematis? Bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan 4.

E. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan perumusan masalah sebelumnya, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: 1. Mengetahui valid dan reliabilitas kemampuan berpikir kreatif matematis.

F. Manfaat Penelitian

  Dalam penelitian manfaat yang akan diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Secara umum hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikanmasukan terhadap pembelajaran matematika utamanya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.

2. Manfaat Praktis

  Bagi Sekolah Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalammembuat suatu kebijakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah. Bagi Siswa Bagi siswa diharapkan dapat menjadi acuan untuk menemukanmetode belajar yang tepat bagi mereka.

G. Penegasan Istilah

Agar tidak terjadi perbedaan pemahaman mengenai istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka beberapa istilah yang perludidefinisikan, meliputi berikut ini.

1. Analisis

2. Kemampuan Berpikir Kreatif

  Dalam kamus bahasa indonesia, analisis adalah penyelidikan suatu peristiwa (karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui apasebab-sebabnya, bagaimana duduk perkaraanya, dan sebagainya. Selanjutnya yang dimaksud analisis dalam penelitian ini adalah analisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VII SMP.

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teoritik a. Pengertian Matematika Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan di setiap jenjang

  Arah yang dikenal tersusun baik (konstruktif) secara bertahap menuju arah yang rumit secara bertahap menuju arah yangrumit (kompleks), dari bilangan bulat ke bilangan pecah, bilangan real ke bilangan kompleks, dari penjumlahan dan perkalian ke differensial dan 2 integral, dan menuju matematika yang lebih tinggi. Bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat persentasinya dengan simbol, lebih berupabahasa simbol mengenai ide dari pada mengenai bunyi.

1 Ali Hamzah dan Muhlisrarini, Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Matematika, (Jakarta: PT Grafindo Persada, 204), h. 48

  Karena matematika adalah ilmu pengetahuan yang terbentuk karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses sertamatematika lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran). Berdasarkan definisi diatas matematika adalah suatu alat berpikir yang merupakan cabang ilmu pengetahuan eksak meliputi ilmu-ilmutentang bilangan, penalaran, permasalahan kuantitatif dan pengetahuan tentang ruang dan bentuk yang pengkajiannya dilakukan secara bertahapdari yang paling mudah ke arah yang lebih rumit.

b. Pengertian Berpikir Kreatif

  Pendapat Suryabrata diatas menunjukkan jika seseorang dihadapkan pada situasi tertentu, maka dalam berpikir orang tersebutakan menyusun informasi yang ada sebagai pengertian-pengertian, kemudian membuat pendapat yang sesuai dengan pengetahuannya, danakan membuat kesimpulan yang digunakan untuk membahas atau mencari solusi tersebut. Menurut Munandar yang merupakan kesimpulan dari beberapa ahli, bahwa berpikir kreatif merupakan kemampuan yang mencerminkankelancaran, keluwesan, atau fleksibilitas, dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya,memperinci) suatu gagasan.

c. Pengertian Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis

  Bishop menjelaskan bahwa seseorangmemerlukan 2 model berpikir berbeda yang komplementer dalam matematika, yaitu berpikir kreatif yang bersifat intuitif dan berpikiranalitik yang bersifat logis. Berdasarkan definisi-definisi diatas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis merupakankegiatan atau aktivitas mental untuk memecahkan masalah matematika secara tepat atau sesuai permintaan (pertanyaan) dengan penemuan yangmenghasilkan sesuatu yang baru dari sesuatu yang telah ada, seperti ide, keterangan, konsep, pengalaman, dan pengetahuan.

d. Indikator Berpikir Kreatif

  Olson menjelaskan bahwa untuk tujuan riset mengenai berpikir kreatif, kreativitas (sebagai produk berpikir kreatif) sering dianggap 16terdiri dari dua unsur, yaitu kefasihan dan keluwesan (fleksibilitas): 1) Kefasihan ditunjukkan dengan kemampuan untuk menemukangagasan besar, gagasan pemecahan masalah secara lancar dan tepat. 2) Fleksibilitas, yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak macam pikiran, dan mudah berpindah dari jenis pemikirantertentu pada jenispemikiran lainnya.3) Orisinalitas, yaitu kemampuan untuk berpikir dengan cara baru atau dengan ungkapan yang unik dan kemampuan untuk menghasilkan 15 Ibid., h.

4) Elaborasi, yaitu kemampuan untuk menambah atau memperinci hal- hal yang detail dari suatu obyek, gagasan, atau situasi

  Berdasarkan kognisi dan proses berpikir, Munandar memperjelas beberapa karakteristik siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif 18pada proses pembelajaran yaitu: 1) Keterampilan berpikir lancara) Mencetuskan banyak gagasan, penyelesaian masalah atau pertanyaan. b) Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal.

2) Keterampilan berpikir luwes a) Menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi

  b) Dapat melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda. c) Mencari banyak alternative atau arah yang berbeda-beda.

3) Orisinil

  a) Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik. c) Mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur.

4) Memperinci (mengelaborasi)

  Berdasarkan uraian diatas, indikator berpikir kreatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah berpikir lancar (Fluency),berpikir luwes (Flexibility), berpikir orisinal (Originality) dan memperinci (Elaboration). Produktivitassiswa untuk menghasilkan jawaban yang beragam dan benar serta kesulitan untuk menyelesaikan masalah juga akan dinilai dan dieksploruntuk menambah hasil deskripsi tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Terdapat beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan, yaitu:

1. Dini Kinanti Fardah, (2012) dengan judul “ Analisis Proses dan

19 Ended Jurnal KREANO diterbitkan oleh Jurusan Matematika FMIPA ”

Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Matematika Melalui Open- UNNES Volume 3 Nomor 2 Desember 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola berpikir kreatif siswa kategori tinggi sebanyak20% dari seluruh siswa, pola berpikir kreatif kategori sedang sebanyak

19 Dini kinanti fardah, “ Analisis Proses dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam

  Matematika Melalui Open-Ended”. Jurnal KREANO diterbitkan oleh Jurusan Matematika FMIPA 33,33% dari seluruh siswa, dan pola berpikir kreatif siswa kategori rendah sebanyak 46,67% daro seluruh jumlah siswa.

2. Fatimatuzahro dan Mega Teguh Budiarto, (2014) dengan judul “

20 Jurnal MATHE dunesa diterbitkan oleh Jurusan Matematika”

  Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Open-Ended Ditinjau dari Perbedaan Kemampuan Matematika UNESA Volume 3 Nomor 2 Tahun 2014. Hasil penelitian ini bahwa siswa kemampuan matematika tinggi menunjukkan dengankemampuan berpikir kreatif hanya pada indikator fluency, danelaboration, kemudian siswa dengan kemampuan matematika sedangmenunjukkan kemampuan berpikir kreatif hanya pada indikator fluency, dan siswa dengan kemampuan matematika rendah tidak menunjukkanberkemampuan berpikir.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Anton David Prasetiyo, dan dkk, dalam

  jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo, Volume 2 tahun 2014 dengan judul Berpikir Kreatif Siswa Dalam Penerapan Model Pembelajaran 21 Berdasar Masalah Matematika. Disimpulkan bahwa setelah diterapkanmodel pembelajaran berdasar masalah berpengaruh dalam kemampuan berpikir kreatif siswa.

C. Kerangka Berpikir

  Kemampuan berpikir kreatif meliputi kemampuan memunculkan banyak gagasan, jawaban maupun pertanyaan,mampu melihat permasalahan serta menghasilkan jawaban dari perspektif yang berbeda, menyusun sesuatu yang baru dan mampu mengembangkan idelain dari suatu ide dan mampu memperinci suatu permasalah. Kemampuan berpikir kreatif matematis perlu dikembangkan karena dapat memebrikan manfaat yang sangat luas terhadap kehidupan siswa.contohnya adalah dalam memahami dan mengaplikasikan materi matematika pada kehidupan sehari-hari, siswa yang kreatif cenderung dapatmenyelesaikan masalah dengan baik dan senantiasa mamiliki pemikiran yang lebih mendalam terhadap suatu situasi dan masalah yang mereka temukan.

D. Hipotesis Penelitian

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian dilakukan di SMPN 1 , SMPN 2 , SMPN 8, SMPN 9, SMPN

B. Metode dan Desain Penelitian

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survai, karena penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang kemampuan berpikirkreatif matematika siswa terhadap pembelajaran matematika dengan memberikan tes. Penelitian survai deskriptif adalah suatu metode penelitianyang ditunjukkan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

  Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yangditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik 1 kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Tambun Bekasi, SMPN 2 Tambun Bekasi, SMPN 8 Tambun Bekasi, SMPN 9 Tambun Bekasi, SMPN 11 Tambun Bekasi, SMP IT ArRaudahah Tambun Bekasi tahun ajaran 2015/2016.

2. Sampel

  Sampel yang digunakan harus sampel yang representatif yaitu benar-benar dapat mewakili dan dapatmenggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Kemudian 180siswa ini diberi tes kemampuan berpikir kreatif untuk mengklasifikasikan siswa menjadi empat kelompok kemampuan berpikir kreatif yaitufluency, elaboration, flexibility, dan originality.

D. Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah skor tes kemampuan berpikir kreatif matematik siswa.Pengumpulan data tersebut diperoleh dengan

1 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung :Alfabeta, 203), h. 80

  menggunakan teknik tes yaitu tes kemampuan berpikir kreatif matematis yang berbentuk soal uraian pada pokok bahasan segi empat. Adapun yang menjadi sumber datapada penelitian ini adalah siswa SMP Kelas VII yang berada di Kabupaten Bekasi Tahun Pelajaran 2015/2016.

E. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) siswa dalam bentuk soal uraian sebanyak12 butir soal pada pokok bahasan segi empat. Tes uraian tersebut disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kreatif matematis siswa denganindikator berpikir lancar, fleksibel dan orisinil.

1 Membuat banyak bentuk bangun datar segi empat berdasarkan bangun yang diberikan

  Originality 9,10& 11 5 Memberikan rincian informasi dari masalah yang berkaitan dengan segi empatElaboration 7,8 Jumlah 10 Flexibility Flexibility Pemberian skor penilaian kemampuan berpikir kreatif untuk setiap indikator pada penelitian ini diadaptasi dari skor rubrik yang dibuat olehBosch dengan nilai per-indikator mulai dari 0 sampai 4. Pedoman pen-skoran 3 KBKM secara lebih rinci disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3.2 Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Aspek yangdiukur Skor Respon siswa terhadap soal atau masalah Fluency Tidak menjawab atau memberikan jawaban yangrelevan 1 Memberikan sebuah ide yang relevan dengan penyelesaian masalah tetapi pengungkapannyakurang jelas atau salah.

4 Memberikan jawaban lebih dari satu cara (beragam), proses perhitungan dari hasilnya benar

  Memberikan jawaban dengan caranya sendiri 3 tetapi hasilnya ada yang salah karena terdapatkekeliruan dalam proses perhitungan. Secarageneral suatu konstruk, unidimensional, tepat, dan konsisten dapat diukur oleh indikator/item, jika: (a) Model fit dengan data, (b) Loading faktor () signifikan di atas 1,96 atau ( )> 0,50, dan (c) Estimasi koefisien CR ≥0,70 dan VE ≥ 0,50.

4 Kadir, Statistika Terapan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015), h. 1

  Teknik Analisis DataTeknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis Deskripstif meliputi: rata-rata, median, modus,standar deviasi, kemiringan dan ketajaman, sedangkan analisis inferensial menggunakan Program Amos dan lisrel.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Data hasil tes kemampuan dalam penelitian ini yakni data hasil tes

berdasarkan aspek/indikator berpikir kreatif yang diukur serta data hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematika siswa secara keseluruhan dibahassebagai berikut.

1. Validitas Konstruk Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis

  Teknik analisis CFA bertujuan untuk meng-estimasi ketepatan butir-butir yang mengukur faktor yang telah disusun berdasarkankonstruk teoretis. Dengan demikan terdapat 10 butir soal yang valid mengukur kemampuan berpikir kreatifmatematis.

2. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Secara Keseluruhan

  Secara visual penyebaran data kemampuan berpikir kreatif 30 25 20si en u 15k re F 10 5 30 33 35 38 40 43 45 48 50 53 55 58 60 63 65 68 70 73 75 78Nilai Gambar 4.3 Histogram Frekuensi Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Data Total 3. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Per Sekolah Hasil kemampuan berpikir kreatif matematis diantara siswa SMP di Bekasi disajikan dalam tabel berikut.

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

  Nilai rata-rata tertinggi kemampuan berpikir kreatif persekolah adalah SMPN 9 yaitu sebesar 65,13 dan nilai rata-rata terendah kemampuan berpikir Frekuensi kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMPN 1 lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut. Gambar 4.5 Histogram Frekuensi Hasil Tes SMPN 2 1 2 4 3 5 6 7 8 9 38 40 43 45 48 50 10.0 50 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 4 38 1 3.3 3.3 3.3 40 5 16.7 16.7 20.0 43 13.3 76.7 13.3 33.3 45 5 16.7 16.7 50.0 48 8 26.7 26.7 53 Fre k u en si Nilai Tabel 4.6 FrekuensiKemampuan Berpikir Kreatif Matematis SMPN 8 Secara visual penyebaran data kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada sekolah SMPN 8 dapat dilihat pada gambar berikut.

4. Perbandingan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Menurut Indikator

  Selanjutnya akan dianalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa diantara siswa SMP diBekasi dengan lebih dalam, yaitu ditinjaudari Rata-rata nilai setiap indikatornya. Indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang diteliti dalam penelitian ini didasarkan padaempat indikator, yaitu fluency, elaboration, flexibility, dan originality.

5. Keadaan siswa SMP di Kabupaten Bekasi

  Gender Statistika KemampuanBerpikir Kreatif Laki-laki 16 N 69 SD 8,051 Mean 45,84Median 46,75 Modus 52,34Min 30 Max 65 Perempuan N 111SD 10,60 Mean 53,12Median 45,60 Modus 49,34Min 30 Max 78 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari gender secarakeseluruhan bahwa rata-rata skor kemampuan berpikir kreatif matematis siswa tertinggi diperoleh oleh jenis kelamin perempuan yaitu sebesar53,12 dan siswa laki-laki sebesar 45,84 dengan selisih 7,28. 14 5 SMPN 11 No Sekolah Jenis KelaminJumlah Laki-laki Perempuan 21 1 SMPN 1 9 21 30 2 SMPN 2 9 30 30 3 SMPN 8 11 19 30 4 SMPN 9 10 20 Berdasarkan statistik deskriptif diatas, berikut akan disajikan tabel dan histogram kemampuan berpikir kreatif matematis.

10 F

  5 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69Nilai Gambar 5.2 Histogram Siswa laki-laki Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Berdasarkan tabel frekuensi dan histogram diatas, dapat dilihat bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa laki-laki padainterval 45 – 49 yaitu sebesar 31,88%. Gambar 5.3 Histogram Siswa Perempuan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis F re k u en si Nilai 4030-36 37-43 44-50 51-57 58-64 65-71 72-78 35 30 25 20 15 10 5 Uji normalitas yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Shapiro-Wilk yang ada pada perangkat lunak SPSS, Adapun hasil perhitungan ujinormalitas yang diperoleh pada penelitian ini disajikan dalam tabel berikut.

B. Pengujian Persyaratan Analisis

  Tabel 5.7 Hasil Uji Normalitas Tes Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Seluruh Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig.

a. Lilliefors Significance Correction

  Perumusan hipotesis sebagai berikut: H : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normalH 1: Sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal Hasil uji normalitas dengan Shapiro-Wilk pada taraf signifikasi = 0,05 menunjukkan Pvalue = 0,055 > 0,05 atau H diterima. Dengan demikian data kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berdistribusi normal.

C. Pengujian Hipotesis

  Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini meliputi, pengujian validitas butir dan pengujian pengaruh langsung antar indikator kemampuanberpikir kreatif matematis. Hasil pengujian hipotesis disajikan sebagai berikut.

1. Validitas Konstruk

  Tabel 5.9 Hasil Uji Reliabilitas Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Factor JumlahButir Construct Reliability Varians Extracted Fluency3 0,952 0,952 Elaboration2 0,976 0,976flexibility 2 0,262 0,103 originality 2 0,410 0,278Total 10 0,70 0,577Secara keseluruhan bahwa hasil analisis reliabilitas konstruk dan varians ekstrak menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatifmatematis siswa memiliki kemampuan secara interval yang tergolong baik.(Lampiran 22 hal 102). Uji hipotesis pengaruh antar indikator (Setelah uji-t)Hasil analisis berkaitan dengan pengaruh langsung antar indikator kemampuan berpikir kreatif matematis disajikan pada tabel berikut.

D. Pembahasan 1. Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis

  Temuan penelitian ini, sejalan dengan penelitian Dini Kinanti Fardah (2012) yang tentang Analisis Proses dan Kemampuan BerpikirKreatif Siswa Dalam Matematika Melalui Open-Ended, yangmenemukan bahwa pola berpikir kreatif siswa kategori tinggi sebanyak 20% dari seluruh siswa, pola berpikir kreatif kategori sedang sebanyak 33,33% dari seluruh siswa, dan pola berpikir kreatif siswa kategorirendah sebanyak 46,67% dari seluruh jumlah siswa. Indikator fluency merupakan indikator yang tergolong dalam level ter-tinggi dalam kemampuan berpikir kreatif matematis, yang dalampenelitian ini ternyata dipengaruhi oleh kemampuan siswa pada indikatorelaboration.

E. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini memiliki beberapa kekurangan dan masih terdapat hal-hal yang tidak dapat terkontrol serta tidak dapat dikendalikan sehingga hasil daripenelitian ini pun mempunyai keterbatasan. Penelitian ini hanya dilakukan pada pokok bahsan Bangun Datar Segiempat saja, sehingga belum bisa digeneralisasikan pada pokokbahasan lain.

2. Alokasi waktu yang terbatas sehingga diperlukan persiapan yang lebih baik lagi agar siswa dapat terkontrol secara maksimal

  3. Ketersediaan waktu yang diberikan dari pihak sekolah cukup ketat harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari kepala sekolah sehingga tidakbanyak sekolah yang didapat untuk penelitian hanya mendapatkan enam sekolah dari beberapa banyak sekolah yang berada di kabupaten Bekasidan waktu yang diberikan cukup sedikit yaitu 90 menit.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarakan temuan dan pembahasan, kesimpulan penelitian sesbagai berikut

  Kemampuan berpikir kreatif matematis valid dan konsisten terukur melalui konstruk atau faktor fluency, elaboration, flexibility, dan originality. Secarakeseluruhan faktor tersebut memiliki konsistensi internal sebesar 0,70 atau tergolong baik, faktor fluency terdiri dari 3 butir dengan koefiesien reliabilitassebesar 0,952, elaboration terdiri dari 2 butir dengan koefiesien reliabilitas sebesar 0,976, flexibility terdiri dari 3 butir dengan koefiesien reliabilitas sebesar 0,262, danoriginality terdiri dari 3 butir dengan koefiesien reliabilitas sebesar 0,410.

B. Saran

  Guru membantu siswa dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan spektrum yang luas yaitu membantu siswa untuk dapat memahami kata-kata atau istilah yangmuncul dalam suatu masalah sehingga kemampuan siswa dalam memahami konteks bisa berkembang. Siswa dapat sering berlatih untuk menyelesaikan soal-soal kemampuan berpikir kreatif matematis, agar bisa siswa tersebut menjadi hal yang bisa bukan lagi hal yangsulit.

4. Alokasi waktu sebaiknya diperhatikan lebih baik lagi, agar tidak menjadi kendala pada penelitian berikutnya

  5. Siswa menumbuhkan sifat percaya diri dalam setiap mengerjakan latihan-latihan soal kemampuan berpikir kreatif matematis agar menumbuhkan inteligensi siswatersebut.

DAFTAR PUSTAKA

  2 Tahun 2014 Lampiran 1Kisi-Kisi Instrumen Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis No Indikator Soal Indikator No KBKM soal 1 Membuat banyak bentuk bangun datar segi empat Flexibility 2 berdasarkan bangun yang diberikan. 3 Membuat beberapa macam penafsiran yang berbeda dalam menentukan luas suatu bangun Flexibility5 datar 4 Memberikan solusi terhadap masalah segi empat Originality 9,10& yang diberikan dengan uraian jawaban yang unik.

INSTRUMEN TES KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS

  PokokBahasan : Segi Empat Waktu : 120 menitNama : Petunjuk :  Tulislah namamu pada tempat yang disediakan. Gunakan bagian belakang dari soal ini sebagai lembar jawaban kalian. Diperbolehkan mengerjakan soal tidak sesuai dengan nomor urut soal (acak). Di bawah ini terdapat dua persegi besar yang berukuran sama dengan panjang sisi 7 satuan dan empat persegi kecil yang berukuran sama dengan panjangsisi 3 satuan.

KUNCI JAWABAN INSTRUMEN TES

  No Penyelesaian Berpikir Kreatif 1 Bangundatar yang dapat di buat misalnya:Gambar 2 Gambar 1a a c Fluencyb b Gambar 4 Gambar 3a a bb c c d 2 Luas = P x LDik : panjang = 9 Lebar = 4 =9 x 4 = 36 Bangun datar lain yang luasnya sama misalnya: a. Trapesium dengan tinggi = 4, sisi sejajar = 7 dan 2, d.

2 Jadi carilah diagonal 1 dan diagonal yang hasil kalinya 48

Layang-layang yang dapat di buat misalnya :Fluency 3 cm 3 cm2 cm 3 cm 2 cm 3 cm 2 cm1.5cm 1.5 cm 9 cm 5 cm14 cm Bentuk kebun pak asep. 4 12 cm 12 cm 12 cm 8 cm5 cm 8 cm 5 cm 5 cm5 cm 5 cm 5 cm Diketahui :Fluency Persegi panjang Persegi panjang : 12 cm sisi : 5 cm lebar : 8cm luas kebun pak asep = luas persegi panjang 2= 96

5 Cara 1 menggunakan konsep persegi panjang

Dik : Panjang = 6 cm Lebar = 4 cm.Luas daerah = panjang x lebar = 6 x 4 = 24 cm 2 Cara 2 mengunakan konsep jajar genjangDik : a.= 6 cm t = 4 cm b = 6 cmluas jajar genjang = ½ (a+b) x t = ½ (6+6) x 4 = 24 cm 2 Cara 3 menggunakan konsep trapeziumDik : a = 3 cm t = 4 cm b = 9 cm Luas Trapesium = ½ (a+b) x t = ½ (3+9) x 4 = 24 cm 2 Flexibility 3 cm 3 cm4 cm 4 cm 3 cm 4 cm4 cm 3 cm 4 cm 4 cm3 cm 3 cm 3 cm 3 cm 3 cm 3 cm4 cm 3 cm 4 cm 4 cm3 cm 3 cm 3 cm 3 cm3 cm 3 cm 6yang lain Diketahui :Ukuran bilah bambu panjang = 45 cm Ukuran bilah bambu pendek = 30 cmPerbandingan ukuran bilah bambu panjang setelah diikat sedemikian rupa = 1 : 2Menghitung luas layang-layang menggunakan rumus persegi panjang rumus luas persegi panjang L =

a. Menggambar bangun layang-layang

45elaboration 30 b. Mengubah bangun layang-layang menjadi sebuah persegi panjangtempel Elaboration persegi panjang terbentuk dengan panjang 45 cm dan lebar =maka luas kertas yang dibutuhkan L =Rasio panjang dan lebar = 3 : 2 Misalkan panjang = p

7 Sehingga membentuk

Lebar = Maka p

a. Mencari panjang isi persegi menggunakan panjang atau lebar persegi panjang tersebut

  Mencari ukuran p dan dengan keliling yang diketahuik = 50 Rasio = 3 : 2 Rumus : k = 2 (p+ ) p := p + = 5 50 = 2 (p+ ) maka p = x ) maka= x 525 = 10 cm c. Luas persegi = 12 cm x 12 cm p – 3 = s= 144 cm 2 15 p 525 = 15 cm 25 = 2 (p+ 8 7 7 5 7 53 3 1 2 3 Elaboration 3 3 3 3 3 37 satuan 14 7 7 7-x x7 x x 7x 7 12 2 2 Luas persegi yang diarsir adalah : L = x = 5 = 25 satuan kuadrat Cara 1.

9 Dengan mengkonstruksi bangun datar trapezium tersebut menjadi

  6 cm6 cm Originality 4 cm 4 cm Dari gambar tersebut luas daerah arsir = ½ luas jajar genjang Luas jajar genjang = luas persegi panjang 2= 48 2= ½ x 24 = 12 cm Cara 2 Tariklah sebuah garis dari salah satu titik trapezium ke titik yang lain. A Q 1 6 cm R 2 1 2 B 4 cm 4 cm C PTerlihat bahwa luas trapezium tersebut merupakan sebagian dari segitiga.

10 Bangun datar persegi dan trapesium Bangun datar trapezium terdiri dari 5 buah sesgitiga kongruen

  OriginalityF D C A B E G H F D C A B E G H Lampiran 4RUBRIK PENSKORAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS Aspek yang diukur Skor Respon siswa terhadap soal atau masalah Berpikir Tidak menjawab atau memberikan jawaban yang relevanfluency 1 Memberikan sebuah ide yang relevan dengan penyelesaian masalah tetapi pengungkapannya kurang jelas atau salah. Memberikan suatu ide yang relevan dengan penyelesaian 2 masalah tetapi penyelesaian masalah dan pengungkapannyalengkap atau jelas.

4 Memberikan jawaban lebih dari satu cara (beragam), proses perhitungan dari hasilnya benar

  Presentase siswa SMPN IT mendapat nilai lebih besar atau sama dengan nilai rata-rata = 8,3+6,1+3,9+3,3+4,4+3,3+2,2+0,6+2,2+1,7+1,1 = 34,30%Banyak siswa yang mendapat nilai lebih besar atau sama dengan nilai rata-rata = 15 + 11 + 7 + 6 + 8 + 6 + 4 + 1 + 4 + 3 + 2 = 67 siswa. Banyak siswa yang mendapat nilai lebih besaratau sama dengan nilai rata-rata = 8 + 3 + 4 = 15 siswa Persentase siswa SMPN 2 yang emndapat nilai kurang nilai rata-rata = 100% -50%= 50%.

A. Distribusi Frekuensi

  Perhitungan Varians         81245 , 64 469210004569 10308669 1 69 69     1 2 2 2 2        n n x f x f nsi i i i E. Perhitungan Median75 , 46 ) 75 , 3 (5 , 50 22 51 5 , 34 5 5 , 50     5 5 ,50               Me b ef Fn P B M C.

A. Perhitungan Mean

  Perhitungan Varians         111 5896 325538 17 1 2 2 2 2       n n x f x f nsi i i i E. Perhitungan Median, 45 095 60 , 5 , 45 37 55 5 , 55 45 14 2                     Me b ef Fn P B M C.

Dokumen baru

Download (135 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP
1
9
135
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN MODEL CORE DITINJAU DARI KEMANDIRIAN SISWA
11
109
489
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA
1
12
53
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN SELF CONCEPT SISWA
1
17
75
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA PADA MODEL KNISLEY MATERI PELUANG DI SMP N 1 JUWANA
5
87
456
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS BERDASARKAN GAYA KOGNITIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED BERTIPE PROBLEMS WITH MULTIPLE SOLUTION METHODS
1
57
354
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS VIII PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL VAK BERBANTUAN POHON MATEMATIS
5
39
662
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP KELAS VII DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF DALAM MATERI SEGIEMPAT
22
95
304
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA
3
57
422
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA
0
0
6
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR Yhana Alfianadevi Muthaharah
0
0
13
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DIKAJI DARI TINGKAT DISPOSISI MATEMATIS DI MADRASAH ALIYAH
0
0
15
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM PENYELESAIAN SOAL OPEN-ENDED MATERI STATISTIKA PADA KELAS IX SMP
0
0
8
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED DI SMP
0
2
8
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED
0
2
7
Show more