Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks.

 9  138  121  2017-02-24 18:00:59 Report infringing document
Informasi dokumen
Digital Repository Universitas Jember IDENTIFIKASI JENIS KAYU YANG DIMANFAATKAN UNTUK PEMBUATAN PERAHU TRADISIONAL NELAYAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI DAN PEMANFAATANYA SEBAGAI BUKU NONTEKS SKRIPSI Oleh: Nuris Auliya Dwi Riansah NIM 100210103033 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2015 Digital Repository Universitas Jember PERSEMBAHAN Bersama rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan jalan untuk penyelesaian skripsi ini, saya persembahkan skripsi ini kepada. 1) Kedua orang tuaku, Almarhum Drs. Sahlan Isnadi dan Ibunda Dra. Suharnanik Choiriyah, yang senantiasa menemani siang-malam bersama rangkaian doa dan ikhtiarnya, jalan itu akan tetap kulanjutkan sampai seberapa lama waktu itu tersisa dan seberapa kuat tubuh ini terjaga. 2) Semua guru dan dosenku dari masa ke masa, terima kasih untuk setiap huruf dan cerita yang telah Bapak-Ibu berikan dengan ikhlas dan penuh perjuangan. 3) Almamater yang kubanggakan. ii Digital Repository Universitas Jember MOTTO “Segala sesuatu mungkin tidak dapat berjalan sesuai rencana, tapi kita harus tetap jalani hidup ini karena hidup tidak akan menunggu kita untuk membuat rencana baru.” *) “Its every shamefull fall, every mistake that i’ve made these are the scars that have brought me where I am today.” **) *) Penulis **) Nano iii Digital Repository Universitas Jember PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: nama : Nuris Auliya Dwi R NIM : 100210103033 menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks ”, adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan dalam institusi mana pun serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggungjawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa adanya tekanan dan paksaan dari pihak manapun dan bersedia mendapat sanksi akademik jika ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar. Jember, Mei 2015 Yang menyatakan, Nuris Auliya Dwi R NIM 100210103033 iv Digital Repository Universitas Jember SKRIPSI IDENTIFIKASI JENIS KAYU YANG DIMANFAATKAN UNTUK PEMBUATAN PERAHU TRADISIONAL NELAYAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI DAN PEMANFAATANYA SEBAGAI BUKU NONTEKS Oleh Nuris Auliya Dwi R NIM 100210103033 Pembimbing Dosen Pembimbing I : Dr. Iis Nur Asyiah, S.P,M.P. Dosen Pembimbing II : Sulifah Apriliya, H., Spd, M.pd. v Digital Repository Universitas Jember PENGESAHAN Skripsi berjudul “Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks” telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember pada: hari, tanggal : tempat : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tim Penguji Ketua, Sekretaris, Dr. Iis Nur Asyiah, S.P,M.P. 1973061420080 1 008 Sulifah Apriliya, H., Spd, M.pd. 19790415200312 2 003 Anggota I, Anggota II Dra. Pujiastuti, M.Si. 19610222198702 2 001 Siti Murdiyah. Spd, M.pd 19790503200604 2 001 Mengesahkan, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prof. Dr. Sunardi, M.Pd. NIP 19540501198303 1 005 vi Digital Repository Universitas Jember RINGKASAN Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks. Nuris Auliya Dwi R, 100210103033; 2015: 80 halaman; Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan MIPA, Universitas Jember. Muncar merupakan sebuah kecamatan yang terletak pada Kabupaten Banyuwangi, berbatasan langsung dengan Selat Bali dan menjadikanya sebagai daerah operasional. Sebagai salah satu daerah perikanan terbesar di Jawa Timur, hampir semua nelayan yang beroperasi di pelabuhan ikan Muncar masih menggunakan perahu tradisional yang terbuat dari kayu sebagai alat tangkap utama. Nelayan Muncar telah lama memanfaatkan kayu sebagai bahan pembuatan perahu tradisional tetapi belum ada data tertulis mengenai jenis perahu, jenis kayu yang digunakan, cara perawatan perahu, dan cara pembuatan perahu. Tujuan dari penelitian ini untuk menyediakan data tertulis mengenai jenis kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan perahu serta jenis-jenis perahu yang biasa digunakan oleh nelayan muncar yang nantinya hasil dari penelitian akan disusun menjadi buku nonteks yang bertujuan untuk mendapatkan data tertulis mengenai jenis kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan perahu serta jenis-jenis perahu yang biasa digunakan oleh nelayan muncar serta diharapkan buku yang disusun mampu melestarikan kearifan lokal mengenai perahu tradisional. Pengambilan data jenis kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan perahu tradisional dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan kuesioner terhadap para nelayan yang dianggap mengetahui seluk-beluk perkapalan dengan menggunakan metode Snowball Sampling di daerah pelabuhan ikan Muncar Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 7 jenis tumbuhan berkayu yang biasa dimanfaatkan oleh nelayan Muncar dalam pembuatan perahu vii Digital Repository Universitas Jember tradisional yaitu akasia (Acacia mangium Willd), bayur (Pterospermum javanicum Jungh), bendo (Artocarpus elasticus Reinw), jati (Tectona grandis L.f.), kesambi (Schleichera oleosa Lour), mahoni (Swietenia mahagonia L. Jacq) nyamplung (Calophlum inophylum L) dan 2 jenis tumbuhan rumput-rumputan bambu ori (Bambusa bambos Voss) dan bambu petung (Dendrocalmus asper Backer). Proses pembuatan perahu tradisional nelayan Muncar ada dua cara yaitu dengan cara melubangi kayu gelondong utuh pada bagian tengah hingga membentuk badan perahu dan dengan cara merakit papan-papan kayu. Perawatan perahu dilakukan dengan cara Membersihkan perahu dari sisa air laut, lumut, dan binatang laut yang menempel pada perahu, Mendempul bagian perahu yang bocor, Mengecat bagian perahu, dan Penggantian bagian perahu yang rusak Hasil penelitian yang didapatkan disusun menjadi buku nonteks, yang ditujukan tidak hanya pada masyarakat umum tapi juga ditujukan untuk proses pembelajaran. Dalam pengembangan buku nonteks yang dibuat, buku nonteks tersebut menggunakan pengembangan buku ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation). Uji validasi buku dilakukan oleh masyarakat sekitar daerah pelabuhan ikan Muncar yang dianggap mengetahui seluk beluk perahu nelayan. Nilai rata-rata yang didapatkan nilai rata-rata yaitu 92,3 dari skala maksimal 100 yang menyatakan buku direkomendasikan sebagai salah satu buku referensi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan (1) Terdapat 7 jenis tumbuhan berkayu dan 2 jenis tumbuhan rumputrumputan yang biasa dimanfaatkan oleh nelayan Muncar dalam pembuatan perahu tradisional; (2) Terdapat dua cara pembuatan perahu tradisional nelayan Muncar yaitu dengan cara melubagi kayu gelondong dan dengan cara merakit papan-papan kayu; (3) Buku nonteks yang telah disusun dapat direkomendasikan sebagai salah satu buku referensi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar di sekolah terutama sekolah berbasis kelautan. viii Digital Repository Universitas Jember PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad-Nya sehingga penulisan skripsi dengan judul “Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks” dapat terselesaikan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat penyelesaian pendidikan S1 pada Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. Sunardi, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember; 2. Dr. Dwi Wahyuni, M.Kes, selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA; 3. Dr. Suratno, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember; 4. Dr. Iis Nur Asyiah, S.P,M.P., selaku Dosen Pembimbing Akademik dan Dosen Pembimbing I serta Sulifah Apriliya, H., Spd, M.pd. selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan perhatian dalam penulisan skripsi ini; 5. Dra. Pujiastuti, M.Si.dan Siti Murdiyah. Spd, M.pd selaku Dosen Penguji sidang skripsi; 6. Orang tua saya dan segenap keluarga yang selalu memberikan dukungan dan doanya; 7. Teman-teman seperjuangan, yaitu Tama, Irfan, Iyek, Abob, Mustain, Haqqi, Puja, Deni, Abob, Ferdi, Irfan, Apris, Riyan, Risky, Martin, Tanti, Enat dan semua teman-teman di FKIP Biologi. Serta saudara-saudara seperjuangan kos Bangka United, Angga, Bang Iqbal, Mas Rizki, Topik, Bowo, Roni, Diki, Tian Agung, Akbar, dan Mas Galih yang menemani penulis selama hidup di Jember; ix Digital Repository Universitas Jember 8. Bapak Sunaryo berserta keluarga yang mengijinkan penulis tinggal dirumahnya selama penelitian; dan 9. semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun guna penyempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bisa bermanfaat sebagaimana mestinya. Jember, Mei, 2015 Penulis x Digital Repository Universitas Jember DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERSEMBAHAN . ii HALAMAN MOTTO . iii HALAMAN PERYATAAN . iv HALAMAN PEMBIMBINGAN . v HALAMAN PENGESAHAN . vi RINGKASAN . vii PRAKATA . x DAFTAR ISI . xii DAFTAR TABEL . xv DAFTAR GAMBAR . xvi DAFTAR LAMPIRAN . xviii BAB I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Rumusan Masalah . 4 1.3 Batasan Masalah . 5 1.4 Tujuan Penelitian . 5 1.5 Manfaat Penelitian . 5 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA . 7 2.1 Pelabuhan Ikan Muncar . 7 2.2 Kayu Sebagai Bahan Pembuatan Perahu Tradisional. 10 2.2.1 Karakteristik Kayu. 11 2.3 Perahu Tradisional. 13 2.3.1 Karakteristik perahu Tradisional. 13 2.3.2 Pembuatan Perahu Tradisional. 14 xi Digital Repository Universitas Jember 2.3.3 Perawatan Perahu Tradisional. 17 2.4 Buku Nonteks Sebagai Media Pembelajaran. 18 2.4.1 Pengertian Buku Nonteks . . 21 2.5.2 Ciri-ciri Buku Nonteks . 22 BAB 3. METODE PENELITIAN . 23 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian . 23 3.1.1 Tempat Penelitian . 23 3.1.2 Waktu Penelitian. 23 3.2 Alat dan Bahan Penelitian . 23 3.3 Definisi Operasional . 23 3.4 Desain Penelitian. 24 3.4.1 Penentuan Daerah Penelitian . 24 3.4.2 Teknik Pengambilan Data. 26 3.5 Prosedur Penelitian. 26 3.6 Pemanfaatan Hasil Penelitian dalam Penyusunan Buku Nonteks. 27 3.7 Analisis Data. 27 3.8 Alur Penelitian . 29 BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN . 30 4.1 Jenis-Jenis Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Baku 30 Perahu. 4.2 Jenis-Jenis Perahu Tradisional Nelayan Muncar Dan Bagianbagianya . 32 4.3 Bagian-Bagian Perahu Tradisional . 59 4.4 Proses Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar . 65 4.5 Perawatan Perahu Secara Tradisional . 68 4.6 Buku Nonteks Pemanfaatan Kayu Untuk Perahu Tradisional . 70 4.7 Pembahasan . 71 xii Digital Repository Universitas Jember BAB 5. PENUTUP . 75 5.1 Kesimpulan . 75 5.2 Saran . 76 DAFTAR PUSTAKA . 77 xiii Digital Repository Universitas Jember DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Kriteria Kelas Kayu . Tabel 4.1 Tabel 4.2 Jenis-Jenis Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Oleh Nelayan Pelabuhan Ikan Muncar Untuk Bahan Pembuatan Perahu Tradisional . Jenis Perahu dan Bagian-Bagianya . Tabel 4.3 Data dan Hasil Validasi . xiv 11 31 33 71 Digital Repository Universitas Jember DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 3.1 Peta Kabupaten Banyuwangi . 25 Gambar 3.2 Denah lokasi Pelabuhan ikan Muncar . 26 Gambar 3.3 Diagram Alur Penelitian . 29 Gambar 4.1 Daun Akasia Mangium. 46 Gambar 4.2 Batang Akasia Mangium. 46 Gambar 4.4 Bambu Petung . . 47 Gambar 4.5 Bambu Ori . 48 Gambar 4.6 Kayu Bayur. . 49 Gambar 4.7 Pohon Bendo . 50 Gambar 4.8 Pohon Jati . 52 Gambar 4.9 Kayu Jati . 52 Gambar 4.10 Pohon kesambi . 53 Gambar 4.11 Pohon mahoni . 54 Gambar 4.12 Pohon Nyamplung . 55 Gambar 4.13 Perahu Selerek . 56 Gambar 4.14 Perahu Jukung . 57 Gambar 4.15 Perahu Gardan . 58 Gambar 4.16 Perahu Kapal . 59 Gambar 4.17 Kondisi dalam Oma-omahan . 64 Gambar 4.18 Pengecatan Perahu. 59 Gambar 4.19 Penggantian bagian perahu yang rusak. 60 xv Digital Repository Universitas Jember DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran A. Daftar Pertanyaan Inti Wawancara 81 kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi
Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks. Bagian-Bagian Perahu Tradisional Nelayan Muncar Buku Nonteks Pemanfaatan Kayu Untuk Perahu Tradisional Jenis-Jenis Perahu Tradisional Nelayan Muncar Dan Bagian-bagianya Jenis-Jenis Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Baku Perahu Karakteristik Kayu Kayu Sebagai Bahan Pembuatan Perahu Tradisional Pelabuhan Ikan Muncar TINJAUAN PUSTAKA Pembahasan HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Perahu Tradisional Perahu Tradisional .1 Karakteristik perahu Tradisional Pengertian Buku Nonteks Ciri-ciri Buku Nonteks Perawatan Perahu Secara Tradisional Perawatan Perahu Tradisional Perahu Tradisional .1 Karakteristik perahu Tradisional Prosedur Penelitian Analisis Data Proses Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Alat dan Bahan Penelitian Definisi Operasional Desain Penelitian
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Unt..

Gratis

Feedback