Pengaruh penayangan iklan Partai Golkar di Tv One terhadap perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan pada pemilu legislatif 2014

Gratis

0
55
163
2 years ago
Preview
Full text

LEMBAR PERNYATAAN

  Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dikarenakan nilai signifikansi korelasi yang diperoleh lebih kecil dari nilai alpha, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penayangan iklanpartai politik Golkar dengan perilaku memilih masyarakat.

3 Kata kunci: pengaruh, agenda setting, iklan Golkar, perilaku memilih, TV One

  Kris, Qurro, Shita, Intan dan teman teman Jurnalistik 2011 lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang selalu memberikan semangat dikalapenulis sedang membutuhkan dukungan dan masukkan. Staff dan masyarakat di Kelurahan Kebon Baru yang telah membantu dan bersedia menjadi responden penelitian yang penulis tuju.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Media massa merupakan sarana komunikasi yang diperuntukkan kepada

  Inilah yang kemudian menjadi inspirasi penulis untuk meneliti lebih jauh mengenai pengaruh iklan partai Golkar di TV One terhadap perilaku memilih5 Oleh sebab itu, penulis ingin melakukan penelitian mengenai pengaruh penayangan iklan partai politik di TV One terhadap perilaku pemilih. Pada masa tenang di mana sudah tidak Penulis juga memfokuskan iklan Golkar yang ditayangkan di TV One tersebut, dikarenakan TV One paling banyak menampilkan iklan partai politik Golkar selamaSeptember 2013 – Februari 2014 di mana bukan merupakan waktu kampanye di media massa elektronik.

B. Perumusan dan Pembatasan Masalah

  Penulis juga membatasi permasalahan penelitian dari iklan partai politik Golkar (Golongan Karya) yang ditayangkan di TV One terhadap responden masyarakatnya yaitu, warga RT 07 dan RT 09 RW 06, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Kedua sampel ini penulis tuju sebagai bahan perbandingan agar terlihat secara objektif apakahterdapat pengaruh dari penyangan iklan Golkar di TV One terhadap perilaku memilih masyarakat yang pernah melihat iklan tersebut.

C. Tujuan Penelitian

  Dengan dilatar belakangi masalah penelitian dan rumusan masalah yang telah penulis paparkan, maka tujuan penelitian ini ialah: 1. Peneliti ingin melihat apakah terdapat pengaruh dari penayangan iklan partaiGolkar dengan perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan pada Pemilu Legislatif 2014.

D. Manfaat Penelitian

  Bukan hanya dapat mengetahui secara umum, tetapipeneliti juga dilatih menjadi lebih peka dalam keadaan dan perkembangan yang ada di media massa televisi pada saat ini. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para praktisi atau pekerja media sebagai penambah sumber informasi, bahan bacaan serta masukanyang berarti, dalam membahas bagaimana pengaruh penayangan di suatu media terhadap masyarakat.

E. Tinjauan Pustaka

  Sebelum menentukan judul skripsi ini, penulis telah melakukan peninjauan kepustakaan secara langsung terlebih dahulu dalam upaya menemukan studipenelitian sebelumnya yang mempunyai kaitan judul atau subjek dan objek penelitian serupa yang akan peneliti teliti terkait penayangan dan pengaruh pada perilakumasyarakat. Namun untuk membedakan penelitian yang penulis teliti terdapat beberapa hal yang perludiperhatikan, yaitu: Skripsi pertama ditulis oleh Dwita Yuswandari mahasiswi UIN SyarifHidayatullah Jakarta jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dengan judul skripsi“Pengaruh Intensitas Menonton Iklan Partai Keadilan Sejahtera di Televisi TerhadapEfek Kognitif Pemilih Pemula di SMA Bina Dharma Ciracas Jakarta Timur”.

F. Sistematika Penulisan

  Untuk memudahkan susunan skripsi ini, maka dibuatlah sistematika penulisan yang akan dibagi menjadi lima bagian bab yang terdiri dari beberapa sub bab, yaitu: BAB I : PENDAHULUAN Pada bab pertama ini berisi enam sub bab di antaranya ialah: latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka, dan sistematika penulisan. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini terdapat sembilan sub bab yang menjelaskan mengenai metode- metode yang berkenaan dengan skripsi ini, yaitu: pendeatan dan desain penelitian, ruang lingkup penelitian, metode penentuan sampel, metode pengumpulan data,variable penelitian, hipotesis penelitian, definisi operasional dan indicator variable penelitian, uji instrumen, dan teknik analisis data.

BAB II LANDASAN TEORI A. Iklan 1. Pengertian Iklan Dalam buku Bovee (1995: 14) yang berjudul Advertising Excellence

  mendeskripsikan iklan sebagai sebuah proses komunikasi, di mana terdapat: pertama, orang yang disebut sebagai sumber munculnya ide iklan; kedua, media 7sebagai medium; dan ketiga, adalah audiens. Iklan dalam pengertian (RaymondWilliams, 1993: 320) merupakan sebuah dunia magic yang dapat menyulap dengan seketika sebuah komoditas tertentu ke dalam hal yang penuh denganpengaruh mengikat hingga dapat menarik bagi yang melihatnya.

1. Pengertian Iklan Politik

  Dalam (Kinsey, 1999: 118), penelitian mengenai iklan politik di televisi menujukkan bahwa iklan politik memengaruhi bagaimana calon pemilih itumengenal kandidat, membantu mereka mengidentifikasikan prioritas, dan memengaruhi standar penilaian mereka dan pemaknaan kesalahan. Berdasarkansurvey dan data penelitian dar 1972 hingga 1992, West (1993) disimpulkan bahwa iklan politik seorang kandidat menimbulkan dampak penting ataspenilaian mengenai rasa suka terhadap kandidat dan informasi mengenai isu dan 10 sifat kandidat.

2. Macam – Macam Iklan Politik

  Tipe cinema-verite, merupakan teknik yang menggunakan situasi informal dan alami, misalnya dengan menayangkan kandidat yang sedang berbicaraakrab dan spontan dengan rakyat kecil, atau satu sisi kehidupan pribadi atau keluarganya, atau dunia pekerjannnya. Tipe iklan kesaksian (testimonial) yaitu, iklan dengan orang lain yang memberikan kesaksian tentang kandidat baik dari orang biasa maupun daritokoh terkemuka yang dikagumi seperti, tokoh politik, ilmuwan, olahragawan, ataupun artis.

B. Kampanye

1. Pengertian Kampanye

  Roger dan Storey mendefinisikan kampanye sebagai serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu padasejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu 12 13tertentu. Sedangkan Michael Pfau dan Roxanne Parrot mendefinisikan kampanye sebagai proses yang dirancang secara sadar, bertahap danberkelanjutan dan dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak yang telah ditetapkan.

2. Macam – Macam Kampanye

  Product-oriented campaigns yaitu, kampanye yang berorientasi pada produk yang umumnya terjadi di lingkungan bisnis dengan tujuan untukmemperoleh keuntungan financial. Candidat-oriented campaigns atau yang sering disebut dengan political campaigns yaitu, kampanye yang berorientasi pada kandidat umum yang dengan tujuan untuk memperoleh kekuasaan politik.

C. Publisitas

1. Pengertian Publisitas

  Wilcox, publisitas ialah sebuah informasi yang tidak perlu membayar ruang- ruang pemberitaan atau penyiarannya, namun di saat yang sama tidak dapatdikontrol oleh indivitu atau perusahaan yang memberikan informasi, sebagai akibatnya informasi dapat mengakibatkan terbentuknya citra dan memengaruhiorang banyak dan dapat berakibat aksi, di mana aksi ini dapat menguntungkan 15 ataupun merugikan saat informasi dipublikasikan. Sedangkan menurut Lesly, publisitas adalah penyebaran pesan yang direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuan lewat media tertentu untukkepentingan tertentu dari organisasi dan perorangan tanpa pembayaran tertentu 16pada media tersebut.

2. Macam – Macam Publisitas

  Publisitas jenis ini penyelenggaraannya lebih elegan dengan masuk di talkshow, editorial, dokumenter, atau rubriklainnya yang terkesan tidak dibentuk dan direncanakan. Dengan macam-macam tersebut dapat disimpulkan bahwa publisitas adalah teknik penyiaran berita tentang peristiwa yang diatur atau diciptakan terlebihdahulu untuk kepentingan seseorang, suatu lembaga.

D. Televisi

1. Pengertian Televisi

  Karakteristik televisi menurut Darwanto Sastro Subroto adalah dapat merekam dan menyiarkan peristiwa atau kejadian aktual yang sedang terjadi bersamaanwaktunya dengan saat menonton. Televisi juga mampu menghadirkan sesuatu yang aktual dan secara serempak dapat diterima oleh khalayak penontonnya.

2. Kelebihan Televisi

  Televisi sering juga disebut sebagai “jendela dunia besar” karena realitas soasial yang ditayangkan di televisi dapat memengaruhi dan mengubahpersepsi khalayak. Wayne Delozier, terdapat kelebihan 20media televisi yang digunakan sebagai media penyampaian pesan iklan, yaitu: a.

E. Efek Komunikasi Massa

  Efek yang dihasilkan dari mediamassa tidak hanya berkaitan dengan efek dari pesan dan medianya saja. Chaffee (dalam Wilhoit dan Harold de Bock, 1980: 78), terdapat tiga pendekatan yang dihasilkan sebagai efek dari adanya media massa yaitu: Pendekatan pertama ialah efek yang terjadi hanya selama pada saat pesan dan media itu berlangsung.

21 Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, (Bandung: Rosdakarya, 2008), Cet. Ke- 26, h

  Efek kognitif terjadi bila terdapatperubahan pada apa yang diketahui, difahami, atau dipersepsi khalayak dan berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, atau informasi. Dan efek behavioral merujuk padaperilaku nyata yang dapat diamati meliputi, pola-pola tindakan, kebiasaan perilaku, 22 dan sebagainya.

F. Teori Agenda Setting

  Shoemaker dalam Littlejohn dan Foss, apa yang diketahui publik mengenai suatu kejadian yang ada sebagaian besar ditentukan oleh prosespenyaringan dan pemilihan berita yang dilakukan media massa. Kekuatan media massa dalam mengkonstruksi atau mendekonstruksi realitas politik initerutama terletak pada pemberitaan pers dan penyiaran di radio maupun televisi, baik berupa berita maupun iklan politik, dengan mengabaikan peristiwa politik dan isupolitik yang lain.

26 Weaver D. H., dkk., Media Agenda Setting in a Presidential Election: Issues, Images, and

G. Variabel Agenda Setting

  Agenda kebijakan publik (policy) yaitu, urutan topik yang dianggap penting dalam pikiran publik untuk menentukan kebijakan apa yang akandilakukannya dengan beberapa faktor pendukung agar ia semakin yakin untuk mengikuti maksud dan tujuan apa yang telah diberikan media. Untuk menguji sejauh mana pengetahuan yang ditransmisikan oleh media, dalam buku Weaver yang berjudul Media Agenda Setting in a PresidentialElection: Issues, Images, and Interest, mereka meminta panelis untuk melihat inti apa yang publik ketahui tentang isu-isu dan kualitas calon yang mereka ataumedia yang sebelumnya telah disebutkan sebagai penting.

d. Isu

  Kumulasi dari berita-berita yang dimuat secara berseri atau beritatunggal yang di muat mengenai peristiwa tertentu dimana mencakup konflik, pro- kontra publik, sebuah situasi yang di anggap penting oleh kelompok tertentu. Tetapi ada pula bukti yang menunjukkanisu mempengaruhi sejauh mana suatu masalah yang dibicarakan dengan orang lain (interpersonal salience) dan meluas ke mana isu-isu yang dianggap penting 32 untuk orang lain di masyarakat.

H. Perilaku Memilih (Voting Behavior)

  Sedangkan Riggs dan Plano menyatakan voting behavior adalah studi yang berhubungan dengan cara orang cenderung untuk memilih 34 dalam pemilihan umum dan alasan mengapa mereka memilih. Dengan inti yang sama, Surbakti (1992) menyatakan bahwa perilaku memilih ialah keikutsertaan warga negara dalam pemilihan umum yang merupakanserangkaian kegiatan membuat keputusan yakni, apakah memilih dan tidak memilih dalam pemilihan umum.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat pengaruh dari penayangan iklan

  Dengan begitu dalampenelitian ini penulis hendak melihat hubungan antara penayangan iklan partaiGolkar yang ditayangkan di TV One terhadap perilaku masyarakat Kelurahan Kebon Baru dalam memilih. Pengumpulan data tersebut dilakukan dalam menguji hipotesis atau mengadakan evaluasi yang membahas mengenaiseberapa jauh tujuan yang digariskan pada awal program tercapai atau mempunyai 37 tanda-tanda akan tercapai.

B. Ruang Lingkup Penelitian 1. Subjek dan Objek Penelitian

  Adapun subjek penelitian penulis ialah studi kasus pada pemilih di masyarakatRT 07 dan RT 09, RW 06 Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Sedangkan, objek penelitian dari penulis ialah “Pengaruh Penayangan Iklan Partai Golkar di TV Oneterhadap Perilaku Memilih Masyarakat”.

2. Tempat dan Waktu Penelitian

  Adapun alasan penulis memilih lokasi penelitian tersebut karena dalam PemiluLegislatif 2014 lalu, masyarakat di RT 09 RW 06 Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan dominan memilih partai Golkar sehingga di wilayah tersebut Golkarlah yang palingbanyak polling suaranya dan dinyatakkan sebagai pemenang. Kedua sampel ini penulistuju sebagai bahan perbandingan yang nantinya akan terlihat secara objektif apakah terdapat pengaruh dari penyangan iklan Golkar di TV One terhadap perilaku memilihmasyarakat yang pernah melihat iklan tersebut.

C. Metode Penentuan Sampel

  Populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, hewan, udara, gejala, nilai,peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi 38sumber data penelitian. Adapun populasi penelitian yang dilakukan peneliti ialah masyarakat RT 07 dan RT 09, RW 06 Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

38 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan

  Maka dalam pengambilan sampel penelitian ini, penulis akan mengambil sampel secara kebetulan dari masyarakat RT 07 dan RT 09, RW 06, Kebon Baru, Tebet,Kelurahan Kebon Baru yang telah berusia 17 tahun ke atas dan memiliki hak pilih. Sampel yang akan diambil dari populasi akan menggunakan teknik accidental sampling yaitu penarikansampel yang ditetapkan berdasarkan kebetulan semata tetapi tetap harus sesuai dan cocok dengan karakteristik penelitian yang telah peneliti tetapkan.

D. Metode Pengumpulan Data

  Data Primer (Primary Data)Data primer merupakan data yang diperoleh dari pengumpulan langsung di lokasi penelitian atau objek penelitian, berupa opini seseorang secara individual ataukelompok, hasil observasi terhadap suatu benda, kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Jadi dengan metode ini, peneliti mengumpulkan sejumlah daftar pertanyaan tertulis kepada responden mengenaitanggapan masyarakat terhadap iklan Golkar untuk mendapatkan jawaban pribadi, yang kemudian akan peneliti kemukakan dan sajikan dalam bentuk penyajian data.

43 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-Ilmu Sosial lainnya, (Jakarta: Kencana, 2009), cet. Ke-4, h. 123

  Data Sekunder (Secondary Data)Data sekunder adalah sebuah data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung dan membutuhkan media perantara. Adapun data sekunder penelitian ini ialah risetkepustakaan berupa buku, artike, jurnal, internet, dokumen pribadi Komunikasi Penyiaran Indonesia, Kelurahan Kebon Baru, dan lain-lainnya.

E. Variabel Penelitian

  �� : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penayangan iklan β = 0 � partai politik Golkar di TV One dengan perilaku memilihmasyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan.: Terdapat pengaruh yang signifikan antara penayangan iklan partai � β ≠ 0�politik Golkar di TV One dengan perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan. Definisi Operasional dan Indikator Variabel Penelitian Definisi operasional merupakan sebuah konsep yang mempunyai variasi nilai yang diterapkan dalam suatu penelitian dan sangat erat kaitannya dengan indikator.

1. Variabel Penayangan Iklan Partai Golkar

  Agenda media yaitu penonjolan isu-isu yang disusun oleh media dan bagaimana agenda media menempatkan isu tersebut di tempat yang utama. Indikator OperasionalSkor yang diperoleh mengenai agenda media yang diberikan kepada khalayak dapat diukur dengan indikator yang dikemukaan oleh Nur Indah M.dalam karya ilmiahnya yang menjabarkan pemikiran Stephen W.

2. Variabel Perilaku Memilih

  Agenda khalayak ini dipengaruhi atau dihasilkan dari hasil interaksi suatu isu yang ditonjolkan oleh media. Indikator OperasionalMenurut Wiryanto dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Komunikasi (2004: 57), sub-varibel agenda publik (variabel Y) di bawah ini dapat dijadikan sebagai indikator di mana sub-variabel tersebut dilihat daribeberapa faktor, yaitu: 1) Keakraban (familiarity) yaitu, derajat kesadaran khalayak akan topik tertentu.

50 Jumroni dan Suhaimi, Metode – Metode Penelitian Komunikasi, (Jakarta: UIN Jakarta

  Memilih atau tidak memilihAdapun blue print untuk skala penayangan iklan partai politik Golkar dan skala perilaku memilih masyarakat sebelum dilakukan uji coba validitas instrumen dapatdilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4 di bawah ini: Tabel 3. Dimensi Favorability Item Jumlah (Kesenangan)Favorable Unfavorable 1 Memilih atau tidak memilih 21, 22, 24, 25, 23, 30, 31, 32, 1626, 27, 28, 29, 33, 34, 36 35 Selanjutnya, adapun blue print untuk skala penayangan iklan partai politikGolkar dan skala perilaku memilih setelah dilakukan uji coba validitas instrumen, yang terdapat pada tabel di bawah ini, yaitu: Tabel 5.

H. Uji Instrumen 1. Uji Validitas Data

  Uji validitas ditujukan untuk mengukur ketepatan suatu item dalam kuisioner untuk menilai apakah pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner tersebut sudahtepat dalam mengukur apa yang ingin peneliti ukur. Item instrumen dianggap valid jika r hitung > r table dan dalam penelitian ini, dianggap memenuhi syarat koefisien dengan n = 86 dengan nilaitaraf signifikan 5% yaitu, 0,361 dan taraf signifikan 1% yaitu, 0,463.

2. Uji Reliabilitas Data

  Dalam penelitian ini, penelitimenggunakan analisis kuantitatif untuk mengetahui bagaimana pengaruh penayangan iklan Golkar di TV One dengan perilaku masyarakat Kelurahan Kebon Baru JakartaSelatan dalam memilih pada pemilu legislatif 2014. Namun untuk menguji instrument penelitian ini, peneliti menggunakan 2: Varian skor skala 3 � 2: Varian skor belah 1 dan 2 2 2dan α = 2 | 1 - � 1 : Koefisien reliabilitas� 2 Keterangan :α 3 � 2| 2 2 1 Skala likert adalah suatu pernyataan yang sistematis untuk menunjukkan sikap.

1. Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov

  Cara menghitungnya dengan menggunakan kurva PeluangNormal melalui pembuat titik temu garis antara data interval yang berada pada garis cumbu X (vertikal) dan jumlah frekuensinya pada garis sumbu Y57 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Research & Development, (Bandung: Alfabeta, 2007), h. Untuk menguji hipotesis penelitian mengenai hubungan antara penayangan iklan Golkar terhadap perilaku memilih masyarakat, maka peneliti mengolah datayang didapat dengan menggunakan analisis regresi linear berganda (multiple 62 linear regression), dengan rumusan di bawah ini: 60 Wahana Komputer, Pengolahan Data STatistik dengan SPSS 11.5, (Jakarta: Salemba Infotek, 2003), h.

64 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik serta Ilmu-Ilmu Sosial lainnya, (Jakarta: Kencana, 2009), cet. Ke-4, h. 25

  Dengan kata lain, koefisiendeterminasi digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas yang diteliti yaitu, penayangan iklan Golkar (X) dengan variabel terikatnya yaitu,perilaku memilih masyarakat (Y). Pada umumnya, sampel dengan data deret waktu (time series) memiliki R Square maupun Adjust R Square dikatakkan 66 cukup tinggi dengan nilai di atas 0,5.

66 Singgih Santosa, SPSS: Mengolah Data Statistik secara Profesional, (Jakarta: PT. Elex

  Untuk melakukan uji hipotesis, maka ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan, seperti di bawah ini:: Variabel-variabel penayangan iklan partai politik Golkar di TV � β = 0One secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan dengan perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru JakartaSelatan. : Variabel-variabel penayangan iklan partai politik Golkar di TV β ≠ 0 �� One secara bersama-sama berpengaruh signifikan dengan perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru JakartaSelatan.

67 HM. Sonny Sumarsono, Metode Riset Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Graha Ilmu

6. Uji T-tes (Parsial)

  Variabel tingkat menonjol bagi khalayak (audience salience): Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel tingkat β = 0 � menonjol bagi khalayak (audience salience) iklan partai politikGolkar di TV One dengan perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan. : Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel tingkat β ≠ 0 ��menonjol bagi khalayak (personal salience) iklan partai politikGolkar di TV One dengan perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan.

B. Profil DKI Jakarta

  Di sebelah selatan berbatasan dengan Kota Depok, dan sebelah barat dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Kecamatan ini memiliki luas wilayah 9.53 km², yang terdiriatas 7 kelurahan: Tebet Barat, Tebet Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Manggarai, Manggarai Selatan dan Menteng Dalam.

D. Profil Kelurahan Kebon Baru

  Kelurahan Kebon Baru sebagai satu dari ketujuh kelurahan di kecamatan tebet ini memiliki luas wilayah sekitar 123, 29 hektar yang telah disesuaikan dengan SKGubernur DKI Jakarta Nomor 1227 tahun 1989 tentang Pemecahan, Penyatuan,Penetapan batas perubahan nama Kelurahan yang kembar atau sama dan penetapan luas wilayah Kelurahan di daerah khusus Ibukota Jakarta. Keterlibatan organisasi kemasyarakatan di wilayah seperti LembagaPemberdayaan Masyarakat (LPM), RT/ RW, Forum RW, Lembaga MusyawarahKelurahan (LMK), PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan lain-lain, merupakan hal yang sangat mendukung demi suksesnya program-programPemerintah secara menyeluruh dan berkesinambungan di wilayah Kelurahan Kebon Baru.

1. Kependudukan

  Hingga bulan Agustus 2013 jumlah penduduk Kelurahan Kebon Baru sekitar43.912 jiwa dengan penduduk laki-laki berjumlah 22.198 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 21.714 jiwa. Jumlah ini meningkat seiring dengan adanyapengaruh laporan penduduk yang lahir, mati, datang, dan pindah tempat tinggal.

2. Rukun Tetangga dan Rukun Warga

  70 Table 11. Jumlah RT dan RW Kelurahan Kebon Baru 10 970 05 5 17 04 4 03 No.

3. Bidang Keagamaan

  8 08 - 3 - - - 6 06 1 4 - - - 7 07 1 2 - - - 9 1 3 - - - 09 1 3 - - - 10 010 -4 - - - 11 07 - 3 - - - 12 012 -2 - - - 13 013 -3 - - - 14 014 1 2 - - - Jumlah 7 41 - - -71 Data pribadi Kelurahan Kebon Baru.72 5 05 - 4 - - - Masyarakat yang bertempat tinggal di Kelurahan Kebon Baru memiliki beragam macam agama yang dianutnya seperti, agama Islam, Kristen, Katholik,Hindhu, dan Buddha. Agama Jumlah Penduduk 1 Islam 34.812 jiwa 2 Kristen 7.734 jiwa 3 Katholik 816 jiwa 4 Hindhu 227 jiwa 5 Buddha 214 jiwaSelain itu, juga terdapat sarana dan prasarana keagamaan atau tempat ibadah di Kelurahan Kebon Baru, yaitu: No.

4. Bidang Pendidikan

  Sarana Pendidikan Jumlah 4 Adapun kondisi masyarakat Kelurahan Kebon Baru pada uumnya berpendidikan sekolah dasar, menengah, dan sebagian telah menyelesaikan Jumlah 6 SMU Kristen - 5 SMP Kristen - 4 SD Kristen - 1 3 MA 2 2 MTs 1 1 MI Dilihat dari sarana dan prasarana bahwa bidang pendidikan di wilayahKelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan telah memiliki beberapa Paud sampai dengan SMA yang berada di wilayahnya. Bidang Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang ada di Kelurahan Kebon Baru antara lain, terdapat taman sebanyak 4 buah yang keberadaannya sangat bermenfaat bagimasyarakat sekitar di samping sebagai paru-paru Kota Jakarta.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengolahan Uji Instrumen Dalam mendapatkan data primer, peneliti melakukan penyebaran kuisioner

B. Rekapitulasi Validitas dan Reliabilitas 1. Hasil Uji Validitas

  kepada masyarakat RT 07 dan RT 09, RW 06, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan sebanyak 86 orang. Berdasarkan data hasil sebar instrument uji coba, variabel X yaitu, penayangan iklan partai politik Golkar, yang diperoleh rata-rata lebih besar dari r tabel atauinstrument yang dinyatakkan valid terdapat 25 butir pernyataan.

2. Uji Reliabilitas

  Dari hasil koefisien reliabilitas yang diperoleh pada setiap instrumen yang digunakan dikatakkan amat baik, karena nilai koefisien reliabilitasnya lebih besardari 0,8. Artinya, instrumen penelitian tersebut dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat ukur pengumpulan data atau mengukur objek yang sudah ditetapkankarena instrumen tersebut sudah tergolong sangat baik.

C. Hasil dan Pembahasan

1. Deskripsi Data Responden Penelitian

  Data Responden������ Wilayah RT Jumlah x 86������ ����� RT 07 316 47265 39 RT 09 Jumlah Total 581 86 Hasil tabel tersebut menunjukkan bahwa jumlah yang menjadi sampel penelitian ini dilakukan secara adil dan berimbang melalui perhitungan dalam mencari sampel menggunakan rumus Slovin dari total populasi sebesar 581warga. Usia RT 07 RT 09 Jumlah 5 Dari hasil data pada tabel di atas dapat diketahui nilai signifikansi dari uji normalitas Kolmogrov-Smirnov di atas sebesar 0,200 yang artinya lebih besardengan alpha 0,05 maka, data dinyatakan berdistribusi normal atau Ho di terima dari rumusan hipotesis di bawah ini: .053 Asymp.

1. Uji Normalitas Kolmogrov – Smirnov

  �: β = 0 Data berdistribusi normal� �: β ≠ 0 Data tidak berdisitribusi normalSedangkan, untu melihat uji normalitas dari bentuk grafik histogram maka di dapatkan hasil data sebagai berikut: Gambar 4. Dalam penelitian ini ingin melihat bagimana hubungan variabel dependen dengan independen apabilakesatuan variabel independen disatukan.

a. Predictors: (Constant), TayanganIklanPartaiPolitikGolkar

  Maksudnya, 67,6% dari variabel penayangan iklan partai politik Golkar tersebut memengaruhi perilaku memilih masyarakat. Sedangkan, 32,4% sisanyadijelaskan oleh faktor lain di luar model variabel di atas.

74 Duwi Priyatno, 5 Jam Belajar Olah Data SPSS 17, (Yogyakarta: Andi

  Error Beta t Sig.1 (Constant) -3.777 7.408 -.510 .611 TayanganIklanPartaiPoli 1.200 .091 .822 13.253 .000 tikGolkar Dengan begitu persamaan untuk regresi linear sederhana ini ialah:Perilaku Memilih = 3,777 + 1, 2 x Tayangan Iklan Golkar + e Pada tabel di atas, nilai signifikan variabel tayangan iklan Golkar = 0,000 <0,05 sehingga, Ho ditolak. Sedangkan, untuk melihat uji regresi linear berganda di mana pada penelitian ini terdapat lebih dari satu variabel independen.

3. Uji – F

  Predictors: (Constant), Valence, AudienceSalience, Visibility Dari hasil yang diperoleh pada tabel di atas, dapat ditemukan bahwa nilai signifikan F sebesar 0,000. : Variabel-variabel penayangan iklan partai politik Golkar di TV β ≠ 0 �� One secara bersama-sama berpengaruh signifikan dengan perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru JakartaSelatan.

4. Uji T-Test

  Berdasarkan hasil uji T-Test yang telah diolah dengan menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistics 22, yang dapat dilihat pada tabel 28 di atas ini meunjukkan bahwa nilai hitung sebesar 0,975, hitung sebesar 0,000, dan� � � 1 2 3hitung sebesar 0,000. Dikarenakan uji T-Test itu dimaksudkan untuk menguji apakah variabel-variabel independen secara parsial (individu) berpengaruhsignifikan terhadap variabel dependennya, dengan alpha 0,05 dapat di simpulkan bahwa: 1variabel visibilitas (visibility) iklan partai politik Golkar di TV One dengan perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru JakartaSelatan.

5. Uji Koefisien Korelasi

  Dari hasil pengolahan data menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistics 22 di dapatkan hasil data sebagai berikut:Tabel 30. Koefisien Korelasi Tayangan Iklan Partai PolitikGolkar Perilaku Memilih ** Spearman' Penayangan Iklan Correlation Coefficient 1.000 .829s rho Partai Politik Golkar Sig.

6. Uji Koefisien Determinasi

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah diolah dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 22, maka diperoleh hasil sebagai berikut:Tabel 31. Itu artinya 73,6 % dari varian perilaku memilih dapat dijelaskan oleh visibilitas, tingkat menonjol bagi khalayak, dan valensi.

7. Kampanye Partai Golkar

  Dari keberagaman variasi iklan partai Golkar, iklan tersebut lebih banyak dikonsepkan sebagai jenis iklan cinema-verite yang menggunakan situasiinformal kandidat dan tipe iklan kesaksian atau testimonial yang menggunakan beberapa tokoh politik, artis, atau masyarakat yang memberikan kesaksiantentang kandidat maupun partainya. Pertanyaan tersebut terdapat pada variabel perilaku memili yaitu, “saya suka dengan iklan Golkar, maka memilihnya dan saya percaya dengan apa yang disampaikan iklan Golkar, maka saya memilihnya.” Selain itu untuk memperkuat hasil temuan, hal ini dapat peneliti simpulkan dari hasil wawancara peneliti dengan Pak Muhammad sebagaiperwakilan suara warganya.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Setelah peneliti mengadakan analisis pengaruh penayangan iklan partai politik Golkar di TV One terhadap perilaku masyarakat RT 07 dan RT 09 Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

  Dapat diketahui bahwa korelasi antara variabel penayangan iklan partai politik dengan varibel perilaku memilih masyarakat adalah 0,829 dan nilaisignifikansinya sebesar 0,000. Dikarenakan nilai signifikansi korelasi yang diperoleh lebihkecil dari nilai alpha, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penayangan iklan partai politik Golkar dengan perilaku memilihmasyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan.

B. Saran

  Berdasarkan dari hasil penelitian dan kesimpulan di atas, saran-saran yang dapat diberikan penulis dalam skripsi ini ialah: 1. Karena dalam penelitian ini terbukti bahwa suatu konsep penyajian iklan pada akhirnya akan menimbulkan kesukaan dan lebihmeningkatkan tingkat menonjol pribadinyanya khalayak ketika ia melihat menyaksikan iklan politik yang berbeda dengan iklan politik biasanya.

DAFTAR PUSTAKA

  Pernyataan Alternatif Jawaban SS S CS TS STS 1 Lebih dari 5 kali saya menyaksikan iklan Golkar 2 Saya sering (lebih dari 10 kali) melihat iklan Golkar diTV One 3 Saya menyaksikan iklan Golkar setiap hari di TV One 4 Saya melihat iklan Golkar di TV One pada pagi hari 5 Saya melihat iklan Golkar di TV One pada malam hari 6 Saya mengabaikan iklan Golkar di TV One 7 Hanya sekali dalam seminggu saya melihat iklan Golkar No. Pernyataan Alternatif Jawaban SS S CS TS STS 1 Iklan Golkar durasinya terlalu cepat sehingga sulit mengerti maksudnya 2 Iklan Gokar tampilanya sangat menarik 3 Iklan Golkar unik dengan iklan partai politik lainnya 4 Bahasa yang digunakan pada iklan Golkar mudah dimengerti 5 Saya suka dengan bahasa yang digunakan dalam iklanGolkar 6 Saya suka dengan keindahan alam Indonesia yang ditampilkan pada iklan Golkar 7 Saya suka dengan tokoh yang ditayangkan pada iklanGolkar yang penuh semangat No.

VAR00025 VAR00029 VAR00022 VAR00028 VAR00008 VAR00027 VAR00009 VAR00018VAR00024 VAR00026 VAR00023 VAR00016 VAR00020 VAR00021 VAR00010 VAR00017

  Reliability NotesOutput Created 18-FEB-2015 17:58:09 CommentsInput Active Dataset DataSet3 Filter <none> Weight <none> Split File <none>N of Rows in Working Data File 30 Matrix Input Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values aretreated as missing. Cases Used Statistics are based on all cases with valid data for all variables in theprocedure.

VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 VAR00022 VAR00023

VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 VAR00031

  Pernyataan Alternatif Jawaban SS S CS TS STS 1 Lebih dari 5 kali saya menyaksikan iklan Golkar 2 Saya sering (lebih dari 10 kali) melihat iklan Golkar diTV One 3 Saya menyaksikan iklan Golkar setiap hari di TV One 4 Saya melihat iklan Golkar di TV One pada pagi hari 5 Saya melihat iklan Golkar di TV One pada malam hari 6 Saya mengabaikan iklan Golkar di TV One No. Pernyataan Alternatif Jawaban SS S CS TS STS 1 Saya menantikan iklan Golkar ketika menonton TV One 2 Saya tertarik dengan iklan Golkar 3 Setelah menonton iklan Golkar ternyata iklan tersebut sama saja dengan iklan partai politik lainnya 4 Saya merasa jenuh dengan janji-janji Golkar melalui iklannya 5 Menurut saya tema yang dipakai pada iklan Golkar buruk 6 Iklan Golkar membosankan Variabel Valensi/ Valence (Cara Penyajian) No.

a. Dependent Variable: Y b. All requested variables entered

  1 Regression 25602.227 3 8534.076 76.232 .000 b Residual 9179.77382 111.948 Total 34782.000 85 a. Error Beta Tolerance 1 (Constant) .921 6.864 .134 .894 X1 -.009 .299 -.002 -.031 .975 .612 X2 1.527 .347 .305 4.393 .000 .668 aCoefficients Collinearity Statistics Model VIF 1 (Constant) X11.634 X21.497 X31.588 a.

X1 X2

  NPar TestsNotes Output Created18-FEB-2015 14:34:51 Comments Input Data D:\winatha's doc\skripsi\SKRIPSI PENGARUH TAYANGAN IKLANPARPOL GOLKAR TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT\Data HasilOlahan Skripsi.sav Active Dataset DataSet1 Filter <none> Weight <none>Split File <none> N of Rows in Working Data 86 File Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values aretreated as missing. Nonparametric Correlations NotesOutput Created 18-FEB-2015 14:39:44 CommentsInput Data D:\winatha's doc\skripsi\SKRIPSI PENGARUH TAYANGAN IKLAN PARPOL GOLKAR TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT\Data HasilOlahan Skripsi.sav Active Dataset DataSet1 Filter <none> Weight <none>Split File <none> N of Rows in Working Data 86 File Missing Value Handling Definition of Missing User-defined missing values aretreated as missing.

17 PAN

8 PPP HANURA PBB PKPIBULAN/TAHUN Iklan Parpol Feb- Sep-13 Oct-13 Nov-13 Dec-13 Jan-14 14tokoh PKB 1 14 15 PDIP 10 10 PKS GOLKAR 478 430 128 401 431 278 7 2153 GERINDRA 21 44 35 100DEMOKRAT 17 17 PAN 8 8 PPP HANURA PBB PKPI 500 10001500 20002500 401 431285

8 Frekuensi Iklan Di Stasiun Televisi TV One

ARB WIN-HTPRABOWO GITA W 40 Sep-13 Oct-13 Nov-13 Dec-13 Jan-14 Feb-14 BULAN/TAHUNData Frekuensi Iklan Non-Partai Politik Stasiun TV: TV ONE 30 20 10 35 7 Data Frekuensi Iklan Partai Politik Stasiun TV: TV ONENASDEM PKB PKS PDIP GOLKAR GERINDRA DEMOKRAT 1 100200 300400 500600 Sep-13 Oct-13 Nov-13 Dec-13 Jan-14 Feb-14 17 35 44 21 14 478430 128 15 1 35 GITA W PRABOWO 7 WIN-HT 14 ARB 14 Feb- 13 Jan- 13 Dec- 13 Nov- 13 Oct- STASIUN : TV ONEIklan Non- Parpol BULAN/TAHUN Sep- Periode Sept 2013 - Feb 2014Data Frekuensi Iklan Non-Parpol 17 10 2153100

BULAN/TAHUN

BERITA PARTAI POLITIK & TOKOH AFILIASINYA PERIODE 16 MARET - 5 APRIL 2014(Rata-rata per Hari) 490500 441450 405410 400346 376 350289 300244 226250 183200 117150 65 36100

50 GERIND

  PKB - GOLKAR- RA- DEMOKR HANURA PartaiNASDEM MAHFU PKS PDIP PAN PPP PKPI PBB ARB PRABO AT - WIN HT ACEH D MD WOSeries1 441 244 289 405 490 346 376 226 183 410 117 65 36 TRANSKRIP WAWANCARA Narasumber : Bapak Amsori (Tokoh Masyarakat RT 07)Hari/ Tanggal : Sabtu, 14 Februari 2015A : Jadi saya itu mau skripsi mengangkatnya tentang pengaruh iklan partai politik Golkar di TV One ini terhadap masyarakat, aPakah masyarakat yang menonton iklan ituakan memilih atau enggak sih. Narasumber : Bapak Muhammad (Tokoh Masyarakat RT 09) Hari/ Tanggal : Sabtu, 14 Februari 2015A : Jadi saya itu mau skripsi mengangkatnya tentang pengaruh iklan partai politik Golkar di TV One ini terhadap masyarakat, aPakah masyarakat yang menonton iklan ituakan memilih atau enggak sih.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh iklan fashion majalah terhadap perilaku konsumtif siswa SMAN 2 Kota Tangerang Selatan
9
26
113
Strategi komunikasi politik dalam perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada pemilu legislatif 2009 di Kabupaten Tegald
1
47
115
Peranan Majlis Ta'lim al-Furqon terhadap perilaku remaja di wilayah RW 02 Kelurahan Jelambar Baru Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat
1
6
46
Urgensi virginitas bagi kaum pria dalam memilih calon istri: studi analisis terhadap masyarakat Tegal Rotan Kelurahan Sawah Baru Tangerang Selatan
0
4
102
Pengaruh media periklanan terhadap perilaku masyarakat penabung pada PT. Bank BRI Syariah
0
3
131
Tipologi iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada pemilu 2009 di televisi
0
32
113
Persepsi masyarakat Kelurahan Jatinegara Jakarta Timur terhadap pernikahan sirri
0
6
92
Tingkat kepercayaan masyarakat muslim terhadap partai politik berasas islam: studi kasus di Kecamatan Kebumen pada pemilu 2014
2
13
126
Realitas nikah sirri: studi empiris masyarakat di wilayah Kelurahan Kebon Jeruk Jakarta Barat
3
30
105
Pengaruh penayangan iklan Partai Golkar di Tv One terhadap perilaku memilih masyarakat Kelurahan Kebon Baru Jakarta Selatan pada pemilu legislatif 2014
0
55
163
Pengaruh bimbingan karir terhadap pengambilan keputusan memilih jurusan di SMAN 34 Jakarta
0
17
118
Pengaruh tingkat keagamaan terhadap perilaku pedagang di Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan
3
30
184
Metode bimbingan orang dalam menaggulangi dampak penayangan smackdown pada anak di wilayah Kampung Pejuangan RW.010 Kelurahan Kebon Jeruk Jakarta Barat
0
5
72
Pembagian waris masyarakat Betawi ditinjau dari hukum Islam : studi pada masyarakat Kelurahan Lebak Bulus Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
1
22
0
Persepsi warga di Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan terhadap program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan
0
19
0
Show more