Analisis framing pemberitaan meninggalnya ustadz Jefri Al-Buchori pada Republika online dan kompas.com

Gratis

1
25
125
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Data dan hasil skripsi ini didapat dengan menganalisis bingkaipemberitaan Meninggalnya Ustadz Jefri Al Buchori pada dua media online, yaitu Republika Online dan KOMPAS.com. Kepada segenap Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan seluruh staf karyawan yang telah mindidik dan memberikan ilmunya dengan baik sertatelah membantu penulis selama perkuliahan.

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akhir bulan April tahun 2013, Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan

  Seorang ustadz yang dikenal sebagai ustadz gaul karena dakwah yang disuarakan terkesan gaul sehingga memiliki pasar sendiri bagi kalangan generasi 1 muda Indonesia. Ia yang selama hidupnya untuk membaca dan menulis, serta berfikir keras dan terus mengarang buku serta menebarkan madzhabnya kepada manusia.

1 RepublikaOnline

  Semua media seakan kompak menayangkan awal peristiwa kejadian atas kecelakaan yang dialami ustadz Jefri Al-Buchori, proses pemandian jenazahbeliau, lalu solat jenazah, pemakaman, sampai pada pendapat para keluarga, sahabat, tokoh, dan umat muslim yang sangat amat merasakan kehilangan ustadzmuda yang hangat dan ramah. Lalu subjek yangdibahas dalam berita yang diteliti adalah ustadz Jefri Al Buchori, yang merupakan seorang ustadz atau dapat disebut dengan da‟i.

B. Pembatasan dan perumusan

  Bagaimana struktur sintaksis pemberitaan Meninggalnya Ustadz Jefri Al- Buchori pada Republika Online dan KOMPAS.com? Bagaimana struktur tematik pemberitaan Meninggalnya Ustadz Jefri Al- Buchori pada Republika Online dan KOMPAS.com?

D. Manfaat penelitian 1

Manfaat akademisPenelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan kajian dakwah tentang media dan komunikasi massa, sertamemberikan pandangan baru tentang analisis framing sebagai sebuah metode penelitian dalam analisis teks media. 7

2. Manfaat praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi masyarakat agar mengetahui bagaimana media mampu mengkonstruksipemikiran pembacanya.

E. Tinjauan Pustaka

  Dalam penelitian Analisis Framing Pemberitaan Meninggalnya Ustadz Jefri Al-Buchori dalam Republika Online dan KOMPAS.com, penulis terinspirasi 8 pada skripsi-skripsi terdahulu. Diantaranya, Ika sari Nur laili Romadlon yang meneliti tentang pemberitaan mengenai waria pada majalah Waria @InformationGroup rubrik Under Cover dengan menemukan persamaan dengan skripsi yaitu sama-sama menggunakan metode analisis framing model Zhongdang Pan danGerald M.

9 Cahya Mulyaningrum dalam penelitiannya menganalisis teks berita

  Lalu yang ingin diteliti adalah pemberitaan mengenai meninggalnya Ustadz Jefri Al Buchori di Republika Online dan KOMPAS.com. Menganalisis pemberitaan meninggalnyasalah satu ustadz di Indonesia atau dapat disebut dengan da ‟i yang menjadi salah satu unsur dakwah dirasa sangat menarik oleh penulis dan diharap dapatbermanfaat khususnya pada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

F. Metodologi penelitian 1

  Moleong mendefinisikanmetodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang 11 dapat diamati. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, ( Bandung: PT Remaja 9 Dalam Republika Online dan KOMPAS.com ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media massa ini menonjolkan dan membingkai realitassuatu kejadian menjadi sebuah berita.

2. Subjek dan objek penelitian

  Dan sebagai objek penelitiannya adalah teks pemberitaanmengenai Meninggalnya ustadz Jefri Al-Buchori yang berjumlah 6 berita, yakni 3 berita dari Republika Online dan 3 berita dari KOMPAS.com. Pada Republika Online 1)“Animo Umat Muslim Menshalatkan Jenazah Uje Sangat Besar” pada edisi Jum‟at, 26 April 2013 pada pukul 11:25 WIB2) “Yusuf Mansyur: Allah Sangat Sayang Ustaz Uje ” pada edisi Jum‟at, 26April 2013 pada pukul 13:31 WIB 3)“MUI Merasa Kehilangan Ustadz Jefri Al-Buchori” pada edisi Jum‟at, 26 April 2013 pada pukul 07:46 WIB b.

3. Teknik Pengolahan Data a

  Selain melakukan research pada script tersebut, document research juga sebagai teknik pengumpulan data-data atau teori-teori melalui telaah dan mengkajidari majalah, internet dan literatur lainnya yang ada relevansi dengan materi penelitian ini. Kosicki, yang merupakan salah satu dari analisis Framing terpopuler yang digunakan untuk memperoleh gambaran isipesan yang disampaikan.

STRUKTUR PERANGKAT FRAMING

SINTAKSISSkema berita - skematik A Cara wartawan menyusun faktaSKRIP Kelengkapan beritaB Cara wartawan mengisahkan faktaDetail TEMATIK KoherensiC Cara wartawan menulis fakta Bentuk kalimatKata Ganti LeksikonRETORIS D GrafisCara wartawan menekankan fakta Metafora G. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan skripsi ini, maka dibuatlah sistematika penulisan yang terdiri dari beberapa bab, dan bab-bab tersebut memiliki beberapa sub-bab yaitu :

BAB 1 PENDAHULUAN yaitu Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka, Metodologi Penelitian dan Sistematika Penelitian

  13 Jumroni, Metode-metode Penelitian Komunikasi, ( Jakarta: Lembaga Penelitian UIN 12 BAB II LANDASAN TEORI yang terdiri dari Pengertian analisis Framing, Pengertian berita di Media Online dan Definisi peristiwa kematian menurut pandangan Islam. COM membahas hasil penelitian yang berisi tentang bagaimana pengemasan pesan dan realitas simbolik apa saja yang disajikan Republika Online dan KOMPAS.com terhadap pemberitaan meninggalnya ustadz Jefri Al-Buchori.

BAB V PENUTUP yang terdiri dari kesimpulan dan saran-saran

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Analisis Framing Pada dasarnya, analisis framing merupakan versi terbaru dar pendekatan

  Alex Sobur mendefinisikan bahwa analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan dan pertautan fakta ke dalam berita agar lebih bermakna, lebihmenarik, lebih berarti atau lebih diingat, untuk menggiring interpretasi khalayak sesuai perspektifnya. Ini berhubungandengan bagian mana yang diliput dan mana yang tidak diliput.

4 Alex Sobur, Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis

  Semiotik, dan Analisis Framing,5 (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), h.164 Eriyanto, Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, (Yogyakarta: LkiS 15Framing didefinisikan sebagai proses membuat suatu pesan lebih menonjol, menempatkan informasi lebih daripada yang lain sehingga khalayak lebih tertuju pada pesan tersebut. Framing disini dilahat sebagai penempatan informasi dalam suatukonteks yang unik/khusus dan menempatkan elemen tertentu dari suatu isu dengan penempatan lebih menojol dalam kognisi seseorang.

6 Eriyanto, Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, (Yogyakarta: LkiS

  Sintaksis berhubungan dengan bagaimana wartawan menyusun peristiwa - pernyataan, opini, kutipan, pengamatan atas peristiwa Bagian itu tersusun dalam bentuk yang tetap dan teratur sehingga membentuk skema yang menjadi pedoman bagaimana fakta hendak disusun. Lead7 Alex Sobur, Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, AnalisisSemiotik, dan Analisis Framing, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), h.1758 Eriyanto, Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, (Yogyakarta: LkiS Yogyakarta,2002), h.254 17 yang baik umumnya memberikan sudut pandang dari berita, menunjukan 10 perspektif tertentu dari peristiwa yang diberitakan.

2. Struktur skrip

  Meskipun pola ini tidak selalu dapat10 Eriyanto, Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, (Yogyakarta:LkiS Yogyakarta,2002), h.257-258 18 dijumpai dalam setiap berita yang ditampilkan, kategori informasi ini yang 12 diharapkan diambil oleh wartawan untuk dilaporkan. Struktur ini akan melihat bagaimana wartawanmemakai pilihan kata, idiom, grafik dan gambar yang dipakai bukan hanya12 Eriyanto, Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, (Yogyakarta: LkiS Yogyakarta,2002), h.260 19 mendukung tulisan, melainkan juga menekankan arti tertentu kepada 14 pembaca.

B. Berita di Media Online

  Lyle Spencer, dalam buku News Writing menyebutkan berita merupakan kenyataan atau ide yang benar dan dapat menarik perhatian sebagianbesar para pembaca. Maulsby, dalam buku Getting in News menulis, berita dapat didefinisikan sebagai suatu penuturan secara benar dan tidakmemihak dari fakta-fakta yang memunyai arti penting dan baru terjadi, yang 15 menarik perhatian para pembaca surat kabar yang memuat berita tersebut.

h. 132-133

16 AS Haris Sumadiria., Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature (Panduang

  Sifat kejadianDilihat dari segi sifat kejadiannya berita dibedakan antara berita yang terduga, seperti perayaan hari nasional, dan berita yang tak terduga, sepertiledakan bom, kebakaran, kecelakaan lalu lintas, pembunuhan, dan semacamnya. Informasi yang disampaikan di media massa pada umumnya dinilai masyarakat memilikikredibilitas yang tinggi, sehingga apa yang diungkapkan dianggap suatu kebenaran yang ada dimasyarakat.

5. Publiknya bisa homogen

  Penulisan dan penayangan berita online hampir sama dengan penulisan dalam media cetak, khususnya surat kabar. Dengan cara itu, pengguna internet dapat memilih informasi 37 yang diinginkannya.

C. Peristiwa Kematian Menurut Pandangan Islam

  Kematian juga bermakna bergantinya keadaan dan berpindah dari tempat yang 38 satu ke tempat yang lain. Maksudnya, seseorang tidak akan mati melainkan dengan takdir Allah dan setelah tuntas jangka waktu yang Allah tetapkan baginya.

40 SWT

  Setelah manusia melihat kondisi kematian, memandangjenazah tidak lagi mampu menggerakkan badannya, lalu membusuk bahkan punah, maka dia sadar bahwa ada sesuatu yang hilang dari orang mati yang barusaja dilihatnya penuh gerak dan rasa itu. Memang penulis tidak menemukan ayat atau riwayat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tentang sifat dan keadaan seseorang yangmati dalam husnul khatimah atau su’ul khatimah, tetapi agaknya kita dapat berkata bahwa ketenangan yang menyertai kematian, keceriaan yang nampak pada air muka yang wafat serta pujian orang atau amal-amalnya, dapat menjadi 45 indikator-indikator kesudahan yang baik.

46 Maria Hidayah, Khusnul Khotimah: Jemputlah Kematianmu dengan Khusnul

  Seseorang yang matinya husnul khotimah tidak akan mengalami kejadian-kejadian seperti diatas, malah sebaliknya seperti wajahmayit terlihat tenang dan damai bahkan ada yang tersenyum, banyak yang berta‟ziyah dan mensholatkan dan lain-lain. Orang yang telah mencapai tingkatan arifinOrang yang arif akan senantiasa mengingat kematian, sebab baginya kematian merupakan saat yang berbahagia bersama Kekasihnya dan seorangpecinta yang tak akan pernah melupakan janji pertemuan dengan Zat yang 34 dicintainya.

2 Mancanegara dan Mozaik. Semua subkanal ini kurang lebih membahas tentang

  Keduanya memiliki beberapa kanal (seperti yang telah disebutkan di atas) dan rubrik yang sama dalam memuat pemberitaan. Dalam struktur organisasi antara ROL dan Harian Republika memiliki pemimpin dan wakil pemimpin redaksi yang sama, namun berbeda redakturpelaksana dan tim redaksi.

B. Profil KOMPAS.com

  Kemudian pada tahun 1998 Kompas Online merubah namanya menjadi KOMPAS.com dengan berfokus pada pengembangan isi, desain, dan strategi pemasaran yang baru. Lebih kaya, lebihsegar, lebih elegan dan tentunya tetap mengedepankan unsur user-friendly dan advertiser-friendly.

7 Harian KOMPAS. Informasi atau isi pemberitaannya pun berbeda satu sama lain

  Perubahan ini pun mendorong bertambahnya pengunjung aktif KOMPAS.com di awal tahun 2008 yang mencapai 20 juta pembaca aktif perbulan, dan total 40 juta page views/impression per bulan. Semua kesuksesan berupa banyaknya para pembaca yang mengunjungi situs KOMPAS.com ini terjadi karena adanya tim editor dan para reporter KOMPAS,com yang solid dan bekerja sama dengan baik.

9 AryWibowo

  Kompasiana juga melibatkan kalangan jurnalis Kompas Gramedia dan para tokoh masyarakat, pengamat serta pakar dari berbagai bidang, keahlian dan disiplin ilmuuntuk ikut berbagi informasi, pendapat dan gagasan. Sebagai portal berita yang mengikuti perkembangan teknologi terkini, kini selain bisa diakses melalui handphone atau dapat diunduh sebagai aplikasi gratisdi smartphone BlackBerry, KOMPAS.com juga tampil dalam format iPad dan akan terus tumbuh mengikuti teknologi yang ada.

BAB IV ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN MENINGGALNYA USTADZ JEFRI AL-BUCHORI PADA REPUBLIKA ONLINE DAN KOMPAS.COM A. Pembingkaian Pemberitaan Pada Republika Online Pada Republika Online akan mengulas beberapa berita mengenai peristiwa

meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori menurut beberapa kalangan, baik warga, sahabat atau kerabat, dan tokoh ulama maupun tokoh nasional.

1. Pembingkaian berita “Animo Umat Muslim Menshalatkan Jenazah Uje

  Unsur What, Who, When, Where, Why, dan How yang tersusun telah mendukung pemberitaan di Republika Online dalam menjelaskan bahwa sangat besarnya animo masyarakat untuk mensholatkanjenazah ustadz Jefri Al Buchori. Dengan menampilkan gambar begitu banyaknya masyarakat yang melihat dan mengiringi jenazah Uje, dapat menguatkan dan mendukung judul berita“Animo Umat Muslim Menshalatkan Jenazah Uje Sangat Besar” yang diangkat Republika Online.

2. Pembingkaian berita “Yusuf Mansyur: Allah Sangat Sayang Ustaz Uje”

  Gambar 4.25 Berita Yusuf Mansyur: Allah Sangat Sayang Ustaz UjeDalam pandangan Republika Online begitu banyak masyarakat yang merasa kehilangan dan simpati atas meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori. Lead yang dipakai Republika Online menunjukan bahwa semua umat muslim merasa sangat kehilangan ustad Jefri Al Buchori dan hanya doa-doa yang5 http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/26/mlungc-yusuf-mansyur- allah-sangat-sayang-ustaz-uje, Yusuf Mansyur: Allah Sangat Sayang Ustaz Uje , terbit pada Jumat, ikhlaslah yang dapat mereka berikan untuk almarhum Uje.

6 Latar berita yang diangkat menjelaskan Republika Online memandang

  9 Dilihat dari analisis struktur sintaksis di atas menunjukkan bahwaRepublika Online memandang begitu banyak masyarakat yang merasa kehilangan dan simpati atas meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori. Dengan memasukkan sumber berita tersebut juga dapat mendukung pemberitaan mengenai rasa kasih dan sayang Allah terhadapumat-Nya, dalam hal ini adalah kebesaran dan kasih sayang Allah dalam peristiwa meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori.

8 Ibid

  Unsur What, Who, When, Where, Why, dan How yangtersusun telah mendukung pemberitaan di Republika Online yang berusaha menjelaskan tentang kebesaran dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada UstadzJefri Al Buchori dengan pilihkan hari baik untuk hari wafatnya. 10 Selain dari koherensi penjelas, dapat dilihat pula dari pantauan RepublikaOnline yang melihat dengan begitu banyaknya orang yang mendoakan kepergianUstadz Jefri Al Buchori, yang menandakan bahwa sangat banyak umat Islam yang cinta dan sayang kepadanya.

10 Eriyanto, Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, (Yogyakarta:

  Dilihat dari struktur tematik di atas, dengan didukung oleh elemen tematik, yaitu koherensi penjelas dan sumber berita dapat disimpulkan bahwa pemberitaanini mengandung tema besar mengenai Kasih dan sayang Allah SWT kepada salah satu umat-Nya. Tabel 4.4 Elemen Berita Yusuf Mansyur: Allah Sangat Sayang Ustaz Uje Elemen Strategi PenulisanSkematis Republika Online memandang begitu banyak masyarakat yang merasa kehilangan dan simpati atas meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori.

3. Pembingkaian berita “MUI Merasa Kehilangan Ustadz Jefri Al Buchori”

  Kepergian beliau yang jatuh tepat pada hari Jumat membuat banyak masyarakat berharap agar ini merupakan tanda yang baik bagi almarhumustadz Jefri Al Buchori serta bagi keluarga yang ditinggalkan. Berikut ini kutipan yang ditampilkan Republika Online : Paragraf 2:"Kabar meninggalnya Uje membuat MUI merasa sangat kehilangan dai muda yang memiliki tempat khusus di hati masyarakat ini," ujar Kiai 13 Ma'ruf, kepada Republika, Jumat (26/4).

16 Dilihat dari analisis struktur sintaksis di atas menunjukkan bahwa

  Dapat dipahami dalam kalimat tersebut, pemakaian kata hubung “dan” dapat diartikan sebagai penjelas agar kehilangan dan kepergian sang ustadz padahari Jumat memberikan kebaikan dan hikmah bagi semuanya, yaitu selain bagi keluarga yang ditinggalkan, namun juga bagi masyarakat yang merasa kehilanganustadz Jefri Al Buchori. Dilihat dari struktur tematik di atas, dengan didukung oleh sumber berita dapat disimpulkan bahwa pemberitaan ini mengandung tema besar mengenaiKesedihan dan rasa kehilangan mendalam bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap kepergian salah satu dai muda yang dimiliki Indonesia.

B. Pembingkaian Pemberitaan Pada KOMPAS.com

Sama halnya dengan Republika Online, KOMPAS.com juga akan mengulas beberapa berita mengenai peristiwa meninggalnya ustadz Jefri AlBuchori menurut beberapa kalangan, baik warga, sahabat atau kerabat, dan tokoh ulama maupun tokoh nasional.

1. Pembingkaian berita „Di Masjid Istiqlal, Jenazah Ustaz Jeffry Diiringi

  Gambar 4.4Berita Di Masjid Istiqlal, Jenazah Ustaz Jeffry Diiringi Takbir, Tahlil, dan17 Tangis Dalam pandangan KOMPAS.com kepergian ustadz Jefri Al Buchori untuk selama-lamanya meninggalkan kesedihan dan rasa kehilangan bagi keluargamaupun bagi umat Islam di Indonesia. Tangis, Di Masjid Istiqlal Jenazah Ustaz Jeffry Diiringi Takbir,Tahlil dan Tangis , terbit pada Jumat, 26 April 2013 pukul 12:43 WIB, dan diakses pada Kamis, 9 Lead yang dipakai KOMPAS.com menunjukan bahwa jenazah Ustadz Jefri Al Buchori akan disholatkan di Masjid Istiqlal.

18 Latar berita yang diangkat menjelaskan KOMPAS.com memandang bahwa

  proses sholat jenazah yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal membuat masyarakat ingin mengiringi dan turut serta dalam mensholatkan jenazah ustadz Jefri AlBuchori. Teks berita KOMPAS.com secara umumberisi tentang keadaan dan suasana di Masjid Istiqlal saat dijadikan tempat sholat jenazah Ustadz Jefri Al Buchori, sekaligus tentang tanggapan masyarakat yangikut mensholatkan Ustadz Jefri tentang meninggalnya ustadz muda ini.

19 Uje

  Unsur What, Who, When, Where, Why , dan How yang tersusun telah mendukung pemberitaan di KOMPAS.com yang berusaha menjelaskan tentang suasana dan keadaan MasjidIstiqlal saat jenazah Ustadz Jefri Al Buchori akan disholatkan diiringi Takbir, Tahlil dan tangis. Tuhan, Ungu: Uje, Hamba yang Disayang Tuhan, terbit pada Jumat, 26 April 2013 pukul 21:42 Latar berita yang diangkat menjelaskan KOMPAS.com memandang bahwa sifat dan sikap terpuji yang dimiliki ustadz Jefri Al Buchori membuat begitubanyak masyarakat dari berbagai kalangan merasa sangat amat kehilangan sang ustadz.

24 Paragraf 3:

  Unsur What, Who, When, Where, Why, dan How yang tersusun telah mendukung pemberitaan di KOMPAS.com yang berusaha menjelaskantentang kebaikan ustadz Jefri Al Buchori membuatnya menjadi salah seorang hamba yang disayang Tuhan. Personil grup band papan atas di Indonesia yang cukup banyak mengenal sosokUstadz Jefri Al Buchori yang baik sehingga mereka yakin bahwa Ustadz merupakan salah satu orang yang disayang Tuhan.

3. Pembingkaian berita “Basuki: Khotbah Uje Enak Banget Didengar”

  Didengar?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=Ustaz%20Jeffry%20 Al%20Buchori%20Wafat, Basuki: Khotbah Uje Enak Banget Didengar, terbit pada Jumat, 26 Buchori enak didengar dan selalu membekas di hati dan pikiran orang-orang yang pernah mendengarnya. Lead yang dipakai KOMPAS.com menunjukan bahwa wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama juga memiliki kenangan bersama ustadz JeffryAl Buchori saat mengundang ustadz Jefri Al Buchori khotbah di Belitung.

28 Belitung

  Cara berdakwah yang apa adanya membuat pesan dakwah yang disampaikannya dapat diterima dandicerna dengan mudah dan baik. Seorangustadz yang menurutnya begitu kharismatik dan dapat diterima kehadirannya di semua kalangan, sehingga peristiwa kepergian beliau ini merupakan sebuahkehilangan besar untuk seluruh rakyat Indonesia.

32 Dilihat dari analisis struktur sintaksis di atas menunjukkan bahwa dalam

  Unsur What, Who, When, Where, Why, dan How yang tersusun telah mendukung pemberitaan di KOMPAS.com yang berusaha menjelaskantentang dakwah ustadz Jefri Al Buchori yang digemari banyak orang, termasuk Basuki Tjahaja Purnama. Dilihat dari struktur tematik di atas, dengan didukung oleh elemen-elemen perangkat tematik, yaitu koherensi penjelas dan sumber berita dapat disimpulkanbahwa pemberitaan ini mengandung tema besar tentang dakwah ustadz Jefri Al Buchori dapat diterima dan dipahami berbagai kalangan.

C. Perbandingan Framing Pemberitaan

  Dan Jenazah UjeSangat Besar hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknyamasyarakat yang beramai-ramai menshalatkan jenazah beliau di Masjid Istiqlal Yusuf Mansyur:Allah SangatSayang UstazUje Dalam pandangan Republika Online begitu banyak masyarakat yang merasa kehilangan dan simpatiatas meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori. Rasa duka dan kehilangan yang amat sangat terlihat dari begitu banyaknya masyarakat yang datang pada saat sholat jenazah ustadz Jefri Al Buchori.

b. Struktur Skrip

  Untuk memperkuat pandangannya, Republika Online dan KOMPAS.com mengambil narasumber atau sumber berita yang memiliki kedekatan denganustadz Jefri maupun tidak, namun mereka tetap sama-sama merasa kehilangan beliau, seperti: beberapa masyarakat umum, yaitu Ruslia dan Rozak yang ditemuidi Masjid Istiqlal, memiliki niat dan semangat untuk tetap ikut serta dalam pensholatan jenazah ustadz Jefri Al Buchori. Kemudian sahabat dan kerabat yang dekat dan sangat mengenal sosok ustadz Jefri Al Buchori, KOMPAS.com mengambil tanggapan dari narasumbersalah satu band yang sempat bekerjasama dengan ustadz Jefri Al Buchori yaitu grup band Ungu.

d. Struktur Retoris

  Mulai dari penuhnya masjid Istiqlal dari orang-orang yang ingin ikut serta dalam mensholatkan jenazah ustadz Jefri Al Buchori, lalu foto dari almarhum ustadz Jefri Al Buchori sendiri, sampai foto dari narasumber yang ikut merasakan kehilangan akan kepergian ustadz Jefri Al Buchori. Yaitu pada pemberitaan “Keluarga dan Sahabat: Uje Meninggal Husnul Khatimah” dan “Uje Termasuk Orang Beruntung Meninggal di Hari Jumat”, Dan bila dilihat dari narasumber yang diangkat oleh Republika Online dan KOMPAS.com sama-sama mengambil narasumber dari masyarakat biasa, kalangan artis dan berbagai tokoh, baik tokoh agama maupun tokoh nasional.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Peristiwa meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori yang diberitakan oleh Republika Online dan KOMPAS.com sangat berimbang dan jelas. Dalam

  Dari struktur sintaksis Republika Online dan KOMPAS.com menunjukkan berbagai kebaikan yang dapat dipetik dalam peristiwameninggalnya Ustadz Jefri Al Buchori seperti dengan begitu banyaknya orang yang ikut mensholatkan jenazah, pembahasan mengenai hariwafatnya ustadz Jefri Al Buchrori yang jatuh pada hari baik, yaitu hariJumat dan kilas balik tentang gaya berdakwah sang ustadz sewaktu masih hidup. Seperti penuhnyamasjid Istiqlal dari orang-orang yang ingin ikut serta dalam mensholatkan jenazah ustadz Jefri Al Buchori, lalu foto dari almarhumustadz Jefri Al Buchori sendiri, sampai foto dari narasumber yang ikut merasakan kehilangan akan kepergian ustadz Jefri Al Buchori.

B. Saran

  Penulis mempunyai saran untuk pengelola media online yang diteliti, untuk masyarakat umum dan untuk nilai Islam tersebut: 1. Saran untuk pengelola media online: agar dapat menyajikan berita yang berimbang dan jelas.

2. Untuk masyarakat umum: agar dapat pintar memilah dan memilih berita yang akan dijadikan sumber informasi dalam kehidupan sehari-hari

  Untuk nilai Islam (dakwah): dengan adanya pemberitaan mengenai meninggalnya ustadz Jefri Al Buchori semoga dapat mengingatkan kitasemua akan sebuah kematian. Sehingga pemberitaan ini dapatmenyadarkan kita untuk senantiasa berbuat kebaikan dan terus berada di jalan yang benar dan lurus, yaitu di jalan Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

  Ungu: Uje, Hamba yang Disayang TuhanPenulis : Irfan Maullana | Jumat, 26 April 2013 | 21:42 WIBKOMPAS.com/IRFAN MAULLANAEnda (kiri) dan Rowman dari band Ungu hadir dalam pemakaman jenazah Ustaz Al Buchori di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak,Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013) siang. Tentu saja dengan ikhlas dan sepenuh hati mengharap ridha-Nya."Saya turut mendoakan beliau dan keluarganya serta semua yang sudah wafat dan semua yang masih hidup.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Framing Konstruksi Pemberitaan Bencana Merapi, Wasior, Mentawai Pada Situs Kompas dan Republika
2
14
51
KONSTRUKSI PENCITRAAN CALON PRESIDEN DALAM MEDIA ONLINE (Analisis Framing Pemberitaan Tentang Prabowo Subianto di Detik.com dan Kompas.com
1
23
27
KONSTRUKSI PEMBERITAAN MEDIA ONLINE PADA PERISTIWA PENYERANGAN MASJID AL AQSA OLEH ISRAEL ( Analisis Framing Pemberitaan Kompas.com dan Republika.co.id Edisi 05 – 11 November 2014)
0
28
18
Konstruksi Pemberitaan Ledakan Bom Vihara Ekayana Pada Kompas.Com Dan Republika Online
0
13
132
Analisis Framing Pemberitaan Foto Pre Weding pada Media Online Detik.Com dan Kompas.Com
12
133
91
Konstruksi Media Cetak Atas Berita Meninggalnya Soeharto : Analisis Framing Pada Koran Republika
0
5
100
Analisis Framing Pemberitaan Konflik Tolikara Pada Harian Kompas Dan Republika
4
28
207
Analisis Framing Pemberitaan Program Deradikalisasi Terorisme Di Kompas.Com
0
9
112
Konstruksi Realitas Sosial Kasus Tewasnya Terduga Teroris Di Media Online (Analisis Framing Pemberitaan Siyono Di Kompas.Com)
0
8
118
Analisis Framing Pemberitaan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTTLB) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Dalam Mewujudkan Perdamaian Konflik Palestina Pada Kompas.Com Dan Republika Online
0
3
145
Analisis Framing Pemberitaan Upaya Pelegalan Daging Anjing Di Jakarta Oleh Republika Online Dan Kompas.Com
0
13
134
PEMBERITAAN PERANG SURIAH DALAM REPUBLIKA ONLINE DAN KOMPAS.COM.
0
2
25
PEMBERITAAN PERANG SURIAH DALAM REPUBLIKA ONLINE DAN KOMPAS.COM - repository UPI S IND 1006685 Title
0
0
4
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KASUS SEPUTAR KEMACETAN LALU LINTAS DKI JAKARTA DI MEDIA ONLINE KOMPAS.COM
0
0
25
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN 100 HARI PEMERINTAHAN JOKO WIDODO-JUSUF KALLA PADA MEDIA ONLINE The Jakarta Post.com DAN Republika Online SKRIPSI
0
0
15
Show more