Analisis Interaksi Anak Tunagrahita Terhadap Game Edukasi Bina Diri

Gratis

2
43
38
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS INTERAKSI ANAK TUNAGRAHIA TERHADAP GAME EDUKASI BINA DIRI SKRIPSI

DIDIN YANA PRIMA 10109157 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA 2014

  3 I.3 Maksud dan Tujuan ............................................................................... 21 III.2.1 Korelasi Task dan Lingkup Pembelajaran Bina Diri ...................

DAFTAR PUSTAKA

  Karakteristik dan Pendidikan Anak Tunagrahita. Interaksi Manusi dan Komputer.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat, rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi dengan judul“Analisi Interaksi Anak Tunagrahita Terhadap Game Edukasi Bina Diri” dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kedua orang tua yang selalu memberikan semangat dan do’a yang tulus, kasih sayang, semangat, dan dukungan moril maupun materil.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Anak Tunagrahita merupakan individu yang memiliki gangguan pada

  Bina diri merupakan pembelajaran untuk melatih kemandirian anak tunagrahita, pada pembelajaran bina diri ada beberapa tugas yang dikerjakan olehanak sesuai dengan pembelajaran bina diri yang mereka jalani. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk membuat software pembelajaran dina diri dan merancang interaksi anak tunagrahitaterhadap software terserbut, yang bertujuan untuk membatu dalam pembelajaran I.2 Perumusan Masalah Dari penjelasan yang telah dijelaskan pada latar belakang maka didapatlah perumusan masalah bagaimana membuat perangkat lunak beserta interaksinyauntuk pembelajaran bina diri untuk anak tunagrahita.

I. 5 Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Metode pengumpulan data

  Bertujuan untuk menghasilkan gambaran tugas pengguna dan tugas yang memberikan cakupan yang realistis yang akan digunakan sistem untukmelakukan tugas apa saja. Integration and System Testing Unit program individu atau program yang terintegrasi dan diuji sebagai sistem yang lengkap untuk memastikan bahwa persyaratan perangkat lunaktelah dipenuhi.

I. 6 Sistematika Penulisan

  LANDASAN TEORI Membahas berbagai konsep dasar dan teori-teori yang berkaitan dengan topik penelitian yang dilakukan dan hal-hal yang berguna dalam proses analisispermasalahan serta tinjauan terhadap penelitian-penelitian serupa yang telah pernah dilakukan sebelumnya termasuk sintesisnya. Termasuk menentukan variabel penelitian, identifikasi data yang diperlukan dan carapengumpulannya, penentuan sampel penelitian dan teknik pengambilannya, serta metode/teknik analisis yang akan dipergunakan dan perangkat lunak yang akandibangun jika ada.

BAB II LANDASAN TEORI II. 1 Tunagrahita Anak Tunagrahita merupakan anak yang mempunyai tingkat kecerdasan di

  Istilah yang digunakan di Indonesia untuk anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata misalnya lemah otak, lemah ingatan,lemah pikiran, retardasi mental, terbelakangan mental, cacat grahita, dan tunagrahita. Definisi yang dijadikan rujukan utama ialah definisi yang dirumuskanGrossman (1983) yang secara resmi digunakan AAMD (American Association on Mental Deficiency).

II. 1.1 Klasifikasi Anak Tunagrahita

  Klasifikasi yang digunakan untuk anak tunagrahita adalah yang dikemukakan oleh AAMD (Hallahan, 1982: 43), Sebagai berikut [4]. Mild mental retardation (tunagrahita IQ-nya 70-55 ringan) Moderate mental retardation (tunagrahita IQ-nya 55-40 sedang) 2.

II. 1.2 Penyebab Ketunagrahitaan

  Faktor endogen apabila letak penyebabnya pada selketurunan dan eskogen adalah hal-hal yang di luar sel keturunan, misalnya infeksi, virus menyerang otak, benturan kepala yang keras, radiasi, dan lain-lain (Moh.Amin, 1995: 62).[4] Berikut ini beberapa penyebab ketunafrahitaan yang sering ditemukan baik yang berasal dari faktor keturunan maupun faktor lingkungan[4]. Masalah pada kelahiranMasalah yang terjadi pada saat kelahiran, misalnya kelahiran yang disertai hypoxia yang dipastikan bayi akan menderita kerusakan otak, kejang,dan napas pendek.

II. 2 Bina Diri

  Program pendidikan bina diri secara prinsip dikembangkan untuk membantu anak tunagrahita agar dapat hidup lebih wajar dan mandiri, untuk membantu anaktunagrahita dapat hidup mandiri diperlukan program yang mampu membantu anak belajar dan bisa melakukan dengan wajar dan baik. Analisa tugas (task analysis) Dari sebuah literatur program bina diri diklat BPG 2010, Berikut ini dibahas materi bina diri yang harus dikuasai dan dimiliki anak tunagrahita sedangdan ringan, sehingga setiap anak dapat hidup wajar sesuai dengan fungsi-fungsi kemandirian : 1.

II. 3 HCI (Human-Computer Interaction)

  Pandangan sempit HCI berkaitan dengan kegunaan, learnability, intuitif dan sebagainya, dandifokuskan pada user-computer interface.[1] HCI atau dalam bahasa indonesi diartikan sebagai Interaksi manusia dan kumputer merupakan bidang keilmuan, perencanaan dan desain bagaimanamanusia dan komputer bekerja sama sehingga kebutuhan seseorang terpuaskan dengan cara yang paling efektif. Di dalam HCI seorang desainer harusmemikirkan berbagai faktor yang berkenaan dengan produk dan pengguna produk baik dari sisi hardware dan software.

II. 3.1 User Interface Desain (UID) Sebuah disain yang baik menjadi hal yang penting dari sebuah produk

  Ini juga mencakup bagaimana informasi harus disajikan secara visualuntuk meningkatkan penerimaan manusia dan pemahaman bagaimana gerakan mata, tangan harus mengalir untuk meminimalkan potensi kelelahan dan cedera. Desain yang baik juga harus mempertimbangkan kemampuan dan keterbatasan perankat keras dan pernakat luna antarmuka manusia-komputer.

1. Memahami pengguna 2

  Memahami prinsip desain UI dan layar yang baik 4. Memilih warna yang tepat 13.mengatur dan menyusun layout windows serta halaman 14.

II. 4 Analisis Tugas

  Menghubungkan antara objek dengan aksi (OOP) II.4.1 Teknik Analisis Tugas Teknik analisis tugas memiliki ruang lingkup yang lebih luas meliputi tugas-tugas yang melibatkan penggunaan komputer dan memodelkan aspek-aspekdunia nyata baik yang menjadi bagian dalam sistem komputer maupun yang bukan bagian dalam sisterm komputer. HTA adalah metode yang ekonomis dalam pengumpulan data dan pengorganisasian informasi karena analis hanya perlu mengembangkan bagiandari hierarki yang dibutuhkan struktur hierarki HTA memungkinkan analis memfokuskan diri pada aspek pengting task dalam konteks keseluruhan task.

II. 4.1.2 Analisis Berbasis Pengetahuan

  Tujuannya adalah untuk memahami pengetahuan (knowledge) yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dan dapat digunakan untuk membuat materi pengajarandan menulai jumlah pengetahuan pada tugas yang berbeda. II.4.2 Penggunaan Hasil Analisis Tugas Hasil dari analisis tugas adalah bentuk perincian dari tugas yang dilakukan, teknik dan alat yang digunakan, serta rencana dan urutan aksi untukmelakukan tugas tersebut.

2. Pendefinisian Kebutuhan dan Perancangan Sistem

  Analisis tugas memberikan kontribusi pada proses pendefinisian kebutuhan dan perancangan sistem. Objek dan tugas apa saja yang ada di sistem lama yang akan diakomodasi di sistem baru.

3. Perancangan Detail Interface

  Tugas utama dapat dijadikan menu utama dan sub dibawahnya menjadi sub menuyang berkaitan. Tampilan menu alternatif dapat disesuaikan dengan tugas dan peran dari menu.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V. 1 Kesimpulan Penelitian analisis interaksi anak tunagrahita terhadap game edukasi bina

  anak bisa mengikuti pembelajaran yang disampaikan melalui video dan menjalankan latihan yang diberikan. Interaksi anak dengan game edukasi bina diri berjalan dengan baik, tidak terlihat stres pada anak, konsentrasi, sikap, kesabaran anak pada saat materi danmelakukan latihan terlihat baik.

V. 2 Saran

  Penyampaian materi yang berkenaan dengan pembelajaran masihdisampaikan secara langsung dari guru kepada anak dibantu dengan alat peraga untuk mengilustrasikanapa yang dijelaskan. Materi yang disampaikan dalam aplikasi dapat diterima cukup baik oleh anak tunagrahita, begitujuga dengan latihan yang diberikan pada aplikasi bisa diselesaikan dengan baik oleh anak tunagrahita.

1. PENDAHULUAN

  Dekomposisi tugas Teknik analisis tugas memiliki ruang lingkup yang lebih luas meliputi tugas-tugas yangmelibatkan penggunaan komputer dan memodelkan aspek-aspek dunia nyata baik yang menjadi bagiandalam sistem komputer maupun yang bukan bagian dalam sisterm komputer. Berkenaan dengan hal tersebut salah satu sifat dari komputer adalah konsisten dan dari sebuah artikelPengaruh Media Animasi Komputer Terhadap HasilBelajar Sains Anak Tunagrahita Ringan bahwa penggunaan komputer yang sesuai akanmemudahkan dalam penyampaian materi pelajaran yang disampaikan guru pada siswanya.

2. ISI PENELITIAN

2.1 Analisis Tugas

  Gambar II 1 Diagram HTA Hasil dari analisis tugas adalah bentuk perincian dari tugas yang dilakukan, teknik dan alat yangdigunakan, serta rencana dan urutan aksi untuk melakukan tugas tersebut. Letakan penghisap debunya dan segala peralatan pembantunyaPerencanaan :Rencana 0 : kerjakan 1-2-3-5 dalam urutanKetika kotak debu penuh, kerjakan 4Rencana 3 : kerjakan sembarang dari 3.1, 3.2, atau 3.3 dalam sembarang order tergantung padaruang mana yang butuh dibersihkan.

2.1.1.2 Analisis Berbasis Pengetahuan

  Tujuannya adalah untuk memahami pengetahuan(knowledge) yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dan dapat digunakan untuk membuat materipengajaran dan menulai jumlah pengetahuan pada tugas yang berbeda. Penyampaian materi bina diri HTA pembelajaran bina diri merapihkan meja belajar pada aplikasi dalam bentuk diagram padaGambar III 4:Gambar III 4 Diagram HTA Applikasi Merapihkan meja belajarDalam memelihara tanaman anak diberi pemahaman dari manfaat memelihara tanaman sertadiperkenalkan alat-alat yang digunakan untuk memelihara tanaman atau bercocok tanam dan carabercocok tanam yang benar.

3. PENUTUP

  Penelitian analisis interaksi anak tunagrahita terhadap game edukasi bina diri berdasarkan hasilpengujian pada bab sebelunya menghasilkan kesimpulan, bahwa aplikasi geme edukasi bina diridapat membantu memudahkan anak dalam kegiatan belajar mengajar anak tunagrahita. Interaksi anak dengan game edukasi bina diri berjalan dengan baik, tidak terlihat stres pada anak,konsentrasi, sikap, kesabaran anak pada saat materi dan melakukan latihan terlihat baik.

Dokumen baru