Konstruksi berita 100 hari sby-boediono (studi analisis framing tentang berita 100 hari sby-boediono pada harian Kompas

Gratis

0
18
138
3 years ago
Preview
Full text

KONSTRUKSI BERITA 100 HARI SBY-BOEDIONO

(Studi Analisis Framing tentang Berita 100 Hari SBY-Boediono Pada Harian Kompas)SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Strata I (S1) di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Disusun Oleh: ANDI SUNARJO SIMATUPANG060904046

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

  Anggota 2 : ABSTARAKSI Konstruksi berita di media massa baik di media televisi, cetak, dan internet tidak lepas dari subyektifitas penulis atau bahkan media itu sendiri. Penelitian ini tidak terlepas dari penelitian yang sejenissebelumnya, dimana penelitian analisis teks media yang ada telah memberikan masukan dalam terlaksananya penlitian ini.

KATA PENGANTAR

  Medan khusunya Komisariat FISIP USU: Tiwie, Yusniar, Maykel, Lerry,Citra, Forman, bang Kiel, bang Melki, bang Frans, bang Nando, dan yang lain yang tidak dapat disebut satu persatu yang turut memberikandukungan kepada penulis. Penelitian ini tidak terlepas dari penelitian yang sejenissebelumnya, dimana penelitian analisis teks media yang ada telah memberikan masukan dalam terlaksananya penlitian ini.

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG MASALAH Tahun 2009 menjadi masa dimana Bangsa Indonesia kembali mencetak

  Pemerintah dalam pernyataannya kepadapublic mengatakan bahwa dalam 100 hari ini program-program yang dijalankan Perkembangan rancangan program kerja 100 hari yang disusun dan dilaksanakan oleh pemerintah menarik perhatian media dan menjadi berita utama. I.2 PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka perumusan masalah sebagai berikut :“Bagaimanakah konstruksi berita 100 hari SBY-Boediono dalam harian Kompas?” I.3 PEMBATASAN MASALAH Untuk menghindari ruang lingkup yang terlalu luas, maka peneliti merasa perlu untuk melakukan pembatasan agar dalam penelitian lebih jelas dan lebihfokus.

I. 5.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa

  Komunikasi dapat diartikan sebagai bentuk interaksimanusia yang saling memperngaruhi antara yang satu dengan yang lain sengaja atau tidak sengaja, dan tidak terbatas pada komunikasi verbal saja(Cangara,2002:20). Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner ia mendefenisikan komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people.

I. 5.2 Berita, Pers dan Jusnalistik

  Pers dalam pengertian luas meliputi segala penerbitan, bahkan termasuk media massa elektronik, radio siaran, dan televisi siaran, sedangkan pers dalam artisempit hanya terbatas pada media massa cetak, yakni surat kabar, majalah, dan buletin kantor berita. Jurnalistik adalah istilah yang berasal dari bahasa Belanda journalistiek, dan dalam bahasa Inggris journalistic atau journalism, yang bersumber pada perkataaan journal sebagai terjemahan dari bahasa Latin diurnal, yang berarti“harian” atau “setiap hari”.

I. 5.3 Paradigma Konstruktivisme

  Menurut Shapiro, ada banyak bentuk kenyataan dan masing-masing terbentuk pada kerangka dan interaksi pengamat dengan objek yangdiamati.(Ardianto,2007:80) Pandangan konstruktivisme menolak pandangan positivism yang memisahkan subjek dan objek komunikasi. Kelebihan hegemoni adalah bagaimana iamenciptakan cara berpikir atau wacana tertentu yang dominan, yang dianggap benar, sementara wacana yang lain dianggap salah.

I. 5.6. Analisis Framing

  Framing juga merupakanpendekatan untuk mengetahui bagaimana persperktif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menseleksi isu dan menulis berita. Dalam memilih fakta ini selalu terkandung dua kemungkinan: apa yang dipilih (included) dan apa yang dibuang (excluded).

I. 6 KERANGKA KONSEP

  Fokus perhatian Entman tetuju pada dua dimensi besar yaitu seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek tertentu dari realitas atau isu. Menekankan penyelesaian (treatment recomendation), yaitu penyelesaian apa yang ditawarkan untuk mengatasi masalah/isu?

I. 7 OPERASIONAL KONSEP

  Memperkirakan masalah atau sumber masalah (diagnose causes), merupakan elemen framing untuk membingkai siapa yang dianggap sebagaiaktor dari suatu peristiwa. Membuat keputusan moral (make moral judgement) adalah elemen framing yang dipakai untuk membenarkan/member argumentasi pada pendefenisianmasalah yang sudah dibuat.

BAB II URAIAN TEORITIS II.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa Komunikasi bukan hanya hal yang paling wajar dalam pola tindakan

  Bagaimana tidak, komunikasi sudah berlangsung semenjak manusia lahir, dilakukan secara wajar dan leluasa sepertihalnya bernafas, namun ketika harus membujuk, membuat tulisan, mengemukakan pikiran dan menginginkan orang lain bertindak sesuai denganharapan kita, barulah disadari bahwa komunikasi adalah sesuatu yang sulit dan berbelit-belit (Purba dkk,2006:29). Komunikasi dapat diartikan sebagai bentuk interaksi manusia yang saling memperngaruhi antara yang satu dengan yang lain sengaja atau tidak sengaja, dantidak terbatas pada komunikasi verbal saja (Cangara,2002:20).

A. Devito. Ia mengemukakan defenisinya dalam dua item. Pertama, komunikasi

  Berita merupakan laporan tentang fakta atau ide yang termassa, yang dipilih oleh staf redaksi suatu media untuk disiarkanatau dicetak, yang dapat menarik perhatian pembaca atau pendengar, entah karena ia luar biasa atau entah karena pentingnya, atau pula karena ia mencakup segi-segihuman interest seperti humor, emosi, dan ketegangan. Ukuran tersebut adalah rutinitas yang berlangsing setiap hari dan menjadi prosedur standarbagi pengelola media yang berada di dalamnya, dan pada akhirnya mempengaruhi wuhud akhir dari sebuah berita.

II. 2.2. Pers

  Menurut Undang-Undang PersNomor 40 Tahun 1999 Pasal 1 Ayat 1 menyebutkan: Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh,memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dangrafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Pada Pasal 1 Ayat 2 dijelaskan:Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantorberita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi.

II. 2.3. Jurnalistik

  Jurnalistik adalah istilah yang berasal dari bahasa Belanda journalistiek, dan dalam bahasa Inggris journalistic atau journalism, yang bersumber pada perkataaan journal sebagai terjemahan dari bahasa Latin diurnal, yang berarti“harian” atau “setiap hari”. Dramatikal berarti bersinggungan dengan aspekserta nilai dramatic yang dihasilkan oleh rangkaian gambar yang dihasilkan oleh rangkaian gambar yang dihasilkan secara simultan.

II. 3. Paradigma Konstruktivisme

  MenurutShapiro, ada banyak bentuk kenyataan dan masing-masing terbentuk pada kerangka dan interaksi pengamat dengan objek yang diamati.(Ardianto,2007:80) Pandangan konstruktivisme menolak pandangan positivism yang memisahkan subjek dan objek komunikasi. Baginya komunikasi harus bersifat konstitutif (menciptakandunia), kontekstual (sesuai dan tergantung ruang dan waktu), beragam(muncul dalam bentuk yang berbeda-beda, tidak tunggal), dan tidak lengkap (selalu dalam proses, terus berubah).

e. Wartawan bukanlah pelapor, ia agen konstruksi realitas. Dalam pandangan

f. Etika, pilihan moral dan keberpihakan wartawan adalah bagian integral

  konstruktivis, wartawan tidak bisa menyembunyikan pilihan moral dan keberpihakannya, karena ia merupakan bagian yang intrinsik dalampembentukan berita. Etika dan moral dalam banyak hal dapat berarti keberpihakan pada satu kelompok atau nilai tertentu -umumnya dilandasi oleh keyakinan tertentu-adalah bagian integral dan tidak terpisahkan dalam membentuk dan mengonstruksi realitas.

II. 4. Ideologi Media

  Defenisi ini terutama dipakai oleh kalangan psikologi yang melihat ideologi sebagai perangkat sikap yang dibentuk dan diorganisasikan dalam bentuk Kesaradaran seseorang, siapa mereka, dan bagaimana mereka menghubungkan dirinya dengan masyarakat dibentuk dan diproduksi oleh masyarakat, tidak olehbiologi yang alamiah. Ideologi ini abstrak dan berhubungan dengan konsepsi atau posisi seseorang dalam menafsirkan realitas (Sudibyo,2001:12) Media berperan mendefenisikan bagaimana realitas seharusnya dipahami, bagaimana realitas itu dijelaskan dengan cara tertentu kepada khalayak.

II. 5. Hegemoni media

  Kelebihan hegemoni adalah bagaimana iamenciptakan cara berpikir atau wacana tertentu yang dominan, yang dianggap benar, sementara wacana yang lain dianggap salah. Dalam produksi berita, proses itu terjadi melalui cara yang halus, sehingga apa yang terjadi dan diberitakan oleh media tampak sebagai suatu kebenaran,memang begitulah adanya, logis, dan bernalar awam (common sense) dan semua orang menganggap itu sebagai suatu yang tidak perlu dipertanyakan.

II. 6. Analisis Framing

  Gagasan baterson ini adalah melihat bahwa frame pada awalnya dimaknai sebagai struktur konseptual atau perangkat kepercayaan yang mengorganisirpandangan politik, kebijakan dan wacana, dan yang menyediakan kategori- kategori standar untuk mengapresiasi realitas. Oleh karena itu, frame sering diidentifikasi sebagai cara bercerita (story line) yang menghadirkan konstruksi maknaspesifik tentang objek wacana” Framing merupakan metode penyajian realitas di mana kebenaran suatu kejaidan tidak diingkari secara total, melainkan dibelokkan secara halus, dengan memberikan penonjolan terhadap aspek-aspek tertentu, dengan menggunakanistilah-istilah yang punya konotasi tertentu, dan dengan bantuan foto, karikatur, dan alat ilustrasi lainnya.

II. 6.1 Analisi Framing Robert Entman

  Framing memberikan tekanan lebih pada bagaimana teks komunikasi ditampilkan dan bagian mana yang ditonjolkan/dianggap penting oleh pembuat Realitas yang disajikan secara menonjol atau mencolok mempunyai kemungkinan lebih besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi khalayak dalam memahamisuatu realitas. Yogyakarta:LkiS Dua dimensi yang telah dijelaskan diatas, selanjutnya dikonsepsi oleh Entman menjadi perangkat framing yang selalu ada dalam sebuah berita.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN III.1. DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN III.1.1. Sejarah Harian Kompas Kompas sebagai suatu perusahaan media massa yang besar dan prestisius

  Hal itu dapatdilihat dari Jumlah Sirkulasi Harian Kompas pada Juni 1965 yang berjumlah7.739 eksemplar meningkat menjadi 526.611 eksemplar pada Juni 1990, yang Berdasarkan data yang dikeluarkan SRI Media Index pada tahun 1989, terdapat 2.049.000 pembaca Kompas yang berada di seluruh kota dan tersebar kedalam berbagai golongan dan lapisan masyarakat Indonesia. Selain kota-kota tersebut, di kota lainnya Kompas juga memiliki wartawan, namun mereka berkantor di rumah Kompas mengadakan kerjasama dengan instansi swasta dalam dan luar negeri antara lain dengan Yayasan Lembaga Konsumen dalam hal pengujian- pengujian dan beberapa Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dalam bidang penelitiandan magang wartawan.

III. 2. Metode Penelitian

  Framing dapat dipandang sebagai penempatan atau pembingkaian informasi-informasi, fakta, realitas dalam konteks yang khas sehingga isu tertentu mendapatkan alokasi yang besar daripada isu yang lain. Subjek penelitian Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah kumpulan berita tentang 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono pada harian Kompas yang terbitdari tanggal 17 Januari sampai 7 Februari 2010.

III. 5. Teknik Analisis Data

  Dengan metode analisis isi tekstual secara konvensional kuantitatif untuk mengetahui isu-isu yang dianggap menonjol yang membantu dalampemilihan berita yang akan dikonstruksi. Dalam penelitian ini kategorisasi yang digunakan peneliti adalah, berdasarkan jumlah paragraf, jenis berita,posisi berita, rubrik berita, narasumber, dan isu yang menonjol dalam berita.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN DATA Selama 100 hari pertama kinerja pemerintahan SBY-Boediono dengan Kabinet Indonesia Bersatu II, harian Kompas secara konsisten memberikan

  Sesuai dengan teknik analisis data yang telah ditentukan, maka berita yang telah terkumpul akan menjadi unit analisis dengan melakukan koding dan seleksisesuai dengan kategori yang telah ditentukan oleh peneliti. Jumlah Paragraf Frekuensi % 1 6-10 7 31,8 2 11-158 36,4 3 16-203 13,6 418,2 ≥21 4 (Sumber: Data Penelitian) Tabel 6 menjelaskan bahwa porsi pemberitaan 100 hari SBY-Boediono dalam harian Kompas berada pada posisi yang tidak terlalu diangkat jika dilihatberdasarkan banyaknya paragraf dalam sebuah berita..

3 Litbang Kompas 4 9,5

  Terkait dengan hal-hal yang dilakukan dikonfrontir dengan pandangan narasumber lain yang cukup bervariasi. Dalam kaitanya dengan hal-hal yang dilakukan oleh pemeritah, pemerintah memiliki kepentingan dalam mengklarifikasi setiap fakta-fakta yangdiungkapkan oleh berbagai pihak.

IV. 1.2. ANALISIS FRAMING

  Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah framing yang diperkenalkan oleh Robert Entman. Berita yang akan di frame ini merupakan pilihan dari setiap kategori dalam analisis teks yang telah dilakukan sebelumnya.

IV. 1.2.1 Frame Berita

1. Frame berita 22 Januari 2010

  Kasus ini menjadi contoh kasus yang sangat memperngaruhi pandangan terhadap kinerja pemerintah sekaligus menjadi momok yang memperngaruhi persepsi Diagnose Causes Dalam berita yang diangkat oleh harian Kompas, sumber masalahnya adalah perhatian media cetak/ surat kabar diantaranya Kompas, Media Indonesia, Koran Tempo, Seputar Indonesia, Republika, dan Indopos yang bersikap kritis. Tawaran penyelesaian ini dikutip dari pernyataan Bill Kovach dan Tom Rosentiel, yaitu: “…pers harus bertindak sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan.”Tawaran penyelesaian ini menjadi kunci dalam masalah pemberitaan media yang cenderung “nyinyir” agar tidak terikat akan kepentingan tertentu, dan jika beritayang disampaikan bernada negatif bukan semata-mata karena tekanan dari beberapa pihak.

2. Frame berita 23 Januari 2010

  Kompas memandang Berikut kutipan Kompas:‘Puncak persoalan hukum dan birokrasi adalah mencuatnya kasus pemberian dana talangan (bail out) kepada Bank Century” Kompas juga mengangkat masalah hukum dan birokrasi tersebut kemasalah politik dengan mengaitkan masalah tersebut dengan isu reshuffle. Pemilihan beberapa narasumber yang merupakan poltisi dan beberapa menteri semakin menguatkan bahwa Kompas memandang program 100 hariadalah masalah politik dan hukum, sehingga menempatkan berita pada rubrik politik dan hukum.

3. Frame berita 25 Januari 2010

  Namun tak bisa dipungkiri sejumlah kasus atau skandal hukum dan politik turut mempengaruhi.”Dan sebagai efeknya Kompas menuliskan:“Berbagai momentum untuk memanaskan eskalasi demonstrasi…”Melalui kutipan tersebut, Kompas menampilkan bahwa melalui momentum tertentu yang ada masyarakat menyuarakan aspirasi melalui demonstrasi.demostrasi yang dilakukan kali ini berbeda dari demonstrasi sebelumnya yang dianggap antiklimaks. Berikut kutipannya: “Menurut Qodari, berdasarkan hasil survey tersebut, saat ini masyarakat justru lebih mengetahui soal skandal Bank Centuryketimbang program 100 hari masa pemerintahan…” Untuk kesekian kali dalam penulisan berita 100 hari selalu dikaitkan dengan penyelesaian kasus hukum yang sedang berkembang akan meningkatkankepuasan terhadap pemerintah yang sempat menurun akan dapat berubah.

4. Frame berita 28 Januari 2010

  Kompas menganggap masalah ini adalah masalah yang utama dalam 100 hari masa pemerintahan yang baru. Ungkapan yang berasal dari partai pihak pemerintah itu menjadi pertanda bahwa pemerintah siap untuk dikritisi jika ada sesuatu yang buruk.

5. Frame berita 29 Januari 2010

  “Indonesian Corruption Watch Indonesia menilai program 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam bidangkorupsi penuh dengan angka merah.”Ada beberapa pernyataan Presiden yang mengindikasikan penurunan pemberantasan korupsi di Indonesia, dan pembentukan sebuah lembaga hanya Penilaian yang paling mendasar dalam kinerja pemerintahan dinilai dari kemampuan pemerintah dalam memberantas korupsi dari bumi Indonesia. Program yang dilaksanakanpemerintah dalam pemberantasan korupsi yang semakin tidak jelas kemana arahnya ditandai dengan melunaknya komintmen, kompromi, dan pemberantasanmafia hukum.

6. Frame berita 4 februari 2010

  Tetapi berita ini seakan sebagai pelengkap saja karena munculnya berita ini sebagai akhir dariberita 100 hari SBY-Boediono setelah dalam beberapa berita selalu menekankan pada permasalahan hukum dan politik yang mengerogoti pemerintah. Yaitu: “Hasil raker ditambah dengan hasil evaluasi 100 hari segera dituangkan dalam inpres untuk ditindaklanjuti agar bisa dilaksanakansegera” Treatment recommendation Tdiak terdapat penyelesaian masalah dari Kompas karena permasalah yang dibahas adalah permasalahan yang diselesaikan oleh pemerintah.

IV. 1.2.2 Rangkuman Frame Berita

  Permasalah disini tidak sekedar siapa (who) yang menyebabkan,atau siapa yang paling disorot tetapi apa (what) yang menyebabkankan aktor yang disorot itu dipermasalahkan. Kritisi yang dilakukan oleh masyarakat umum, yang terdiri dari latar belakang yang berbeda didasarkan pada kinerja pemerintah yang dianggapmenurun seiring berkembangnya kasus hukum maupun politik yang menyita perhatian masyarakat.

BAB V PENUTUP V.1. KESIMPULAN Berdasarkan rangkaian proses penelitian yang telah dilakukan, maka

  hal ini menjadi isu yang paling menonjol dari seluruh berita yang terkait dengan 100 hari SBY-Boediono. Penempatan mayoritas berita pada rubrikpolitik dan hukum, dan isu yang diangkat terkait dengan situasi politik yang berkembang.

V. 2. SARAN Hendaknya kajian penelitian tentang media lebih ditingkatkan lagi

  Secara akademis, penelitian ini dapat memberikan masukan atau peritimbangan terhadap penelitian yang akan dilakukan selanjutnya, khusunyapenelitian teks media. Cara pandang dahulu yang melihat media adalah sumber informasi yang secara terang-terangan dalam mengungkapkan fakta secara perlahan akanberubah.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Perbandingan EfektivitasAlbendazole 400 mg tiga hari berturut dan satu hari terhadap trichuriasis
3
67
75
Konstruksi berita 100 hari sby-boediono (studi analisis framing tentang berita 100 hari sby-boediono pada harian Kompas
0
18
138
Konstruksi realitas Islam di media massa : analisis framing; konflik Palestina Israel di harian Kompas dan Republika
0
10
119
Analisis framing agresi militer Israel di jalur Gaza pada harian Kompas dan Republika
1
8
87
Konstruksi realitas di media massa ( analisis framing terhadap pemberitaan Baitul Muslimin Indonesia PDI-P di Harian Kompas dan Republika )
1
8
116
Makna perayaan hari raya Idul Fitri dan hari Natal: analisa perbandingan makna
0
11
74
Kepemilikan media dalam mencitrakan partai politik: analisis wacana kritis berita partai politik nasional Demokrat dalam kolom Indonesia memilih harian umum Media Indonesia
0
4
98
Pembingkaian berita Tim Nasional U-19 : (studi analisis framing model Zhondang Pan dan Gerald M.Konsicki pada Harian Bola dan Top Skor Edisi 19-30 November 2013)
0
27
125
Kumpulan kliping Kompas Tahun 2001-2003 golongan 100
0
10
7
Perancangan kampanye sosial tentang pentingnya menyalakan lampu utama motor di siang hari
0
2
1
Analisis isi tajuk rencana di surat kabar harian umum Pikrian Rakyat pada Bulan Mei ditinjau dari nilai berita
0
45
115
contoh tema hari guru
0
16
4
Topik hari ini minggu 3 Topik hari ini m
1
46
73
Social Responsibility, dan Corporate Financial Performance pada Perusahaan Kompas 100
0
0
10
Hari hari tanpa pornografi
0
0
26
Show more