Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun)

 6  79  104  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

RIWAYAT HIDUP

  Pd ini lulus SD pada tahun 2001, lulus dari SMP Negeri 7Pematang Siantar pada tahun 2004 dan lulus dari SMA Negeri 4 Pematang Siantar pada tahun 2007. Selama mengenyam pendidikan, penulis aktif dalam organisasi Himas yang merupakan salah satu organisasi di Kehutanan USU.

KATA PENGANTAR

  Produk yang dihasilkan sistem agroforestri dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni (a) yang langsungmenambah penghasilan petani, misalnya makanan, pakan ternak, bahan bakar, serat, aneka produk industri, dan (b) yang tidak langsung menambah penghasilanpetani tetapi memberikan jasa lingkungan bagi masyarakat luas, misalnya konservasi tanah dan air, memelihara kesuburan tanah, pemeliharaan iklim mikro, Agroforestri merupakan salah satu bentuk terpenting dari penerapan konsep perhutanan sosial. Nurrochmat (2005) mengatakan bahwa perhutanansosial dapat dipahami sebagai ilmu dan seni menumbuhkan pepohonan dan tanaman lain di dalam dan di sekitar kawasan hutan dengan melibatkanmasyarakat sekitar hutan untuk mencapai tujuan ganda meliputi pengelolaan hutan lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

2. Memberikan informasi bagi instansi terkait dan pihak lain untuk penelitian selanjutnya

  Agroforestri dengan skala subsisten ini secara umum merupakan agroforestri yang tradisional, dengan beberapa ciri-ciri lahan yang diusahakan terbatas,jenis yang diusahakan beragam (polyculture) dan biasanya hanya merupakan jenis-jenis lokal non-komersial saja (indigenous dan bahkan endemic) sertaditanam/dipelihara dari permudaan alam dalam jumlah terbatas, pengaturan penanaman tidak beraturan (acak) dan pemeliharaan/perawatan serta aspekpengelolaan lainnya tidak intensif. Hal ini sejalan dengan pernyataan Widiarti dan Sukaesih (2008) yaitu pola tanam kebun campuran memberikan penghasilan Jenis-Jenis Produk Agroforestri Masyarakat di Nagori Simpang Raya Dasma memanfaatkan produk- produk agroforestri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari (sepertipenggunaan kayu bakar dan hasil ternak/telur) dan juga sebagian besar produk- produk tersebut dijual untuk menambah penghasilan rumah tangga.

1. Alpukat Alpukat merupakan tanaman hutan yang dapat dimanfaatkan buahnya

  Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden, tanaman penaung seperti alpukat sangatdiperlukan coklat dalam mengatur intensitas penyinaran matahari dan daun-daun yang gugur dari pohon penaung akan menambah bahan organik tanah sehinggamenambah kesuburan tanah. Hal yang setara juga dikemukakan oleh Susanto(1994) yang menyatakan bahwa tanaman coklat menghendaki keadaan yang terlindung, suhu tidak terlalu tinggi, kelembaban cukup dan angin tidak terlalukencang sehingga penaung coklat sangat diperlukan dalam pengaturan intensitas sinar matahari, tinggi suhu, kelembaban udara, menahan angin, menambah unsurhara dan bahan organik, menekan tumbuhan gulma dan memperbaiki struktur tanah.

2. Aren

  Pemanfaatan aren oleh masyarakat di desa ini termasuk cukup tinggi mengingat air nira merupakan salah satu produk yang komersil. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, untukmenghasilkan produksi air nira yang baik dan banyak, masyarakat tidak memanfaatkan buah kolang-kaling karena harganya kurang bersaing danpeminatnya sedikit.

3. Cabai Cabai merupakan salah satu tanaman pertanian yang sangat komersil

  Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, jenis cabai yang ditanam masyarakat adalah cabai merah yang membutuhkan perawatan intensif. Tanaman Cabai Diantara Kopi dan Durian (a) dan Tanaman Cabai di Media (b) Masa panen raya cabai umumnya dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun.

4. Cengkeh

  Pemanfaatan tanaman cengkeh oleh masyarakat desa ini masih rendah dikarenakan cengkeh yang berasal dari desa ini tidak terlalu diminati atau tidakkomersial. Padahal, jika ditanam dan diupayakan lebih baik, cengkeh dapat tumbuh subur di desa karena iklim dan kondisi tanah yang cocokuntuk membudidayakan cengkeh.

5. Coklat

  Jika sudah cukup umur, buah coklat dapat dipanen setiap hari namun dengan jumlah yang sedikitsehingga biji coklat tersebut dikumpulkan terlebih dahulu selama satu bulan dan Masyarakat di desa ini umumnya memanfaatkan ranting dan bijinya. Menurut Nurrochmat (2005), pendapatan usaha tani dari agroforestri yang bersumber dari kebun campuran dan pekarangan per tahunmemberikan nilai yang beragam sesuai dengan luas kebun campuran yang dikelola.

6. Durian

  Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat umunya menanam jenis buah-buahan di lahan agroforestri karena bermanfaat ganda yaitu bisa dikonsumsi pribadi dan menambah pendapatan keluarga dari hasil penjualan hasil produkagroforestri. Selain hasilproduksi buah yang dapat dipanen setiap tahunnya, pemeliharaan durian dapat dilakukan tanpa menggunakan jenis-jenis pupuk khusus karena pada dasarnyatanaman durian di desa ini tumbuh subur.

7. Jagung

  Hal ini dapat dilihat dari banyaknya responden yang memanfaatkan tanaman jagung, diperoleh 5 orang atau sekitar16,67% saja yang memanfaatkan jagung. Tinggi dan lebar tajuk antar tanaman yang ditumpangsarikan akan berpengaruh terhadappenerimaan cahaya matahari dan mempengaruhi hasil secara keseluruhan.

8. Kacang tanah

  Hasilproduksi tanaman ini memang kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan tanaman lain yang ditanam di lahan agroforestri di desa ini. Berdasarkan pengamatan di lapangan, tanaman kacang tanah yang ditanamdi lahan agroforestri berada di lantai dasar tanah bersama dengan rerumputan Leguminoseae sebab mampu menambah kandungan N dalam tanah.

9. Kelapa

  Masyarakat di desa ini yang memanfaatkan tanaman kelapa hanya 1 orang saja (3,33%). Kelapa tumbuh secaraalami di lahan agroforestri dan tersebar tidak merata diantara tanaman durian, ubi kayu, pisang dan lain sebagainya seperti Gambar 11.

10. Kemiri

  Untuk peningkatan produktivitas kebun campuran diperlukan penataan teknik budidaya pola tanam agroforestriuntuk menjaga keserasian pertumbuhan tanaman dengan penataan jarak dan jalur untuk pertumbuhan yang optimal masing-masing tanaman yang diusahakan, yaitudengan memperhatikan sifat fisiologis pohon, tajuk dan perakaran. Kemiri yang sudah berumur puluhan tahun ini tumbuh secara alamimengisi lahan agroforestri dan berguna sebagai penaung bagi tanaman coklat seperti pada Gambar 12.

11. Kopi

  Masyarakat menanam kopi selain dengan tanaman aren dan durian seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, juga menanam kopi di sela-sela tanamanpisang sebagai tanaman penaung seperti pada Gambar 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diwawancarai, ada 9 orang (30%) responden yang memanfaatkan kopi sebagaisalah satu produk agroforetri.

12. Kunyit

  Bagian terpenting dari tanaman kunyit adalah akar tinggalnya yang dapat dipergunakan sebagai bahan obat-obatan dan bumbu dapur. Petani agroforestri cenderung memanfaatkan lahan kosong untuk diisi dengan jenis tanaman yang dianggap dapat tumbuh dan memberikan manfaat.

13. Mangga

  Mangga merupakan tanaman buah-buahan yang memiliki aroma yang khas. Mangga Sebagai Penaung Bagi Tanaman NenasBuah-buahan merupakan salah satu produk agroforestri yang paling banyak dimanfaatkan petani agroforestri seperti mangga.

14. Nenas

  Daerah nenas yang terkenal di Negara kita ini adalah Palembang dan daerah penyebarannya di daerah Sumatera Utara (Asahandan Simalungun), Jawa Barat, Sulawesi Selatan (Barru, Gowa) dan KalimantanTimur. Tanaman Nenas di Bawah Tanaman ManggaPetani agroforestri lebih memilih menanam tanaman jenis buah-buahan dan tanaman lainnya yang dapat dikonsumsi.

15. Petai Petai merupakan tanaman yang dapat mencapai ketinggian hingga 25 m

  Setiap tahunnya petai dapat dipanensekali saja dan dijual secara borongan kepada agen atau orang tertentu yang sudah biasa memborong. Misalnya tumbuh diantara durian atau pinang dan dapat menjadi penaung bagi tanaman coklat seperti pada Gambar 17.

16. Pinang

  Di desa ini, masyarakat sengajamenanam tanaman kayu seperti pinang sebagai tanaman pagar kebun atau pembatas antara lahan yang satu dengan lahan lainnya di lahan agroforestri sepertiterlihat pada Gambar 18. Pinang Sebagai Tanaman Pagar di Lahan AgroforestriTanaman pinang tidak perlu diberi pupuk dan tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif karena tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah ini.

17. Pisang

  Pisang adalah buah yang sangat digemari orang karena rasanya yang enak dimakan sebagai buah meja dan bahkan jika melalui pengolahan terlebih dahulu. Masyarakat di desa ini biasanya menanam pisang barangan dan pisang kepok.

18. Serai

  Serai adalah salah satu tanaman jenis rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai bumbu dapur dan bahan obat-obatan. Serai yang memilikiaroma yang khas ini dapat tumbuh subur di desa ini tanpa perawatan khusus.

19. Ubi kayu

  Bagian tanaman yang diambil adalah umbinya dan jugadaunnya yang dapat dijadikan sayur. Tanaman sayura-sayuran memang dapat dijadikan salah satu jenis produk agroforestri di desa ini.

20. Ayam dan Bebek

  Berdasarkan hasilwawancara, masyarakat membiarkan hewan-hewan ini berkeliaran di dalam lahan agroforestri, ada juga yang membuat kandang di dalam lahan agroforestri sepertipada Gambar 22. Ayam dan bebek dapat berkembangbiak di lahan agroforestri dengan memakan tumbuhan bawah atau rerumputan maupun biji-bijian yang ada di lahan Gambar 22.

21. Kayu Bakar

  Jenis produk agroforestri yang memberikan kontribusi terkecil terhadap pendapatan masyarakat adalah serai yaitu sebesar Rp 150.000 atau sekitar 0.02%,disusul dengan ubi yang memberikan kontribusi sebesar Rp 630.000 atau sekitar 0,06% dan nenas memberikan kontribusi sebesar Rp 720.000 atau sekitar 0,07%. Diagram Persentase Pendapatan Sumber pendapatan masyarakat di luar pemanfaatan produk agroforestri pada Gambar 23 menunjukkan bahwa persentase sumber pendapatan terbesaradalah berasal dari bersawah yakni sebesar 39.11% dan persentase sumber Pendapatan rumah tangga yang diperoleh dari pemanfaatan produk agroforestri dapat dilihat pada Lampiran 3.

5. Total Pendapatan Masyarakat (Rp/thn) dan Persentase Kontribusi Produk Agroforestri

  Rata-Rata Perbandingan Pendapatan di Luar Agroforestri dan dari Agroforestri Pola agroforestri yang diterapkan di desa ini ada dua yakni pola agrosilvopastura dan pola agrisilvikultur. Perbandingan Pendapatan di Luar Agroforestri dan dari Agroforestri Total pendapatan masyarakat dari praktik agroforestri dan dari luar agroforestri dalam satu tahun dapat mencapai Rp 1.196.067.000 seperti padaTabel 5.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Jenis-jenis produk agroforestri yang dimanfaatkan oleh masyarakat Nagori

  Nilai ekonomi produk agroforestri yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan masyarakat adalah coklat dengan nilai ekonomi sebesarRp 293.328.000 (29,39%), aren dengan nilai ekonomi Rp 205.740.000(20,61%) dan durian dengan nilai ekonomi Rp 139.250.000 (13,95%). Jenis produk agroforestri yang memberikan kontribusi terkecil terhadap pendapatanmasyarakat adalah serai yaitu sebesar Rp 150.000 (0.02%), ubi kayu yang memberikan kontribusi sebesar Rp 630.000 (0,06%), dan nenas memberikankontribusi sebesar Rp 720.000 (0,07%).

1. Karakteristik Responden

  SIHOMBING 22 50 SMP PEDAGANG 15 31 SMA PETANI 75 SMP PENSIUNAN 27 T. TAMPUBOLON 17 52 SD PNS 15 40 SMP PETANI 25 S1 PNS 4 D.

Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Penda..

Gratis

Feedback