Feedback

Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun)

Informasi dokumen
KONTRIBUSI PRODUK AGROFORESTRI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun) SKRIPSI Oleh : Dwi Pebrina Simatupang 071201039/Manajemen Hutan PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara KONTRIBUSI PRODUK AGROFORESTRI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun) SKRIPSI Oleh : Dwi Pebrina Simatupang 071201039/Manajemen Hutan Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kehutanan di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PENGESAHAN Judul Penelitian : Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun) Nama : Dwi Pebrina Simatupang NIM : 071201039 Program Studi : Manajemen Hutan Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing Oding Affandi, S.Hut, M.P Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For Ketua Anggota Mengetahui Siti Latifah, S.Hut, M.Si, Ph.D Ketua Program Studi Kehutanan Tanggal Lulus : Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Agroforestri merupakan salah satu bentuk dari hutan kemasyarakatan. Pengelolaan agroforestri berkaitan dengan optimalisasi penggunaan lahan untuk mencukupi kebutuhan hidup petani dan dalam rangka pelestarian sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi produk agroforestri terhadap pendapatan rumah tangga di Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan total masyarakat adalah Rp 1.196.067.000 per tahun dengan rincian pendapatan masyarakat dari agroforestri sebesar Rp 840.267.000 dan pendapatan dari luar pemanfaatan produk agroforestri memberikan kontribusi sebesar Rp 355.800.000. Kontribusi produk agroforestri terhadap pendapatan masyarakat adalah 70% dari total pendapatan. Pendapatan masyarakat di luar agroforestri memberikan kontribusi sebesar 30% dari total pendapatan. Ini berarti bahwa agroforestri memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumah tangga. Kata kunci : Agroforestri, pendapatan, kontribusi Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Agroforestry is one of social forest. Management agroforestry related with optimize of farm use to fulfill requirement leve of farmer and continuationing the natural resource. This research was designed to knowing about contribution of agroforestry product’s to income household in Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun. The result shows that total revenues of household was Rp 1.196.067.000 for a year with detail that household from agroforsetry abaout Rp 840.267.000 and household from outside of agroforestry about Rp 355.800.000. Contribution of agroforestry was 70% of total revenues. Contribution of household from outside of agroforestry was 30% of total revenues. It’s mean that agroforestry give big contribution to household. Key words : Agroforestry, revenues, contribution Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Dwi Pebrina Simatupang, lahir pada tanggal 28 Februari 1989 di Kota Pematang Siantar. Anak kedua dari Bapak W. Simatupang, S.Pd dan Ibu N.L Simarmata, S.Pd ini lulus SD pada tahun 2001, lulus dari SMP Negeri 7 Pematang Siantar pada tahun 2004 dan lulus dari SMA Negeri 4 Pematang Siantar pada tahun 2007. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri. Penulis mengambil Jurusan Kehutanan (Manajemen Hutan) di Universitas Sumatera Utara pada tahun 2007 dan masuk melalui jalur SNMPTN. Selama mengenyam pendidikan, penulis aktif dalam organisasi Himas yang merupakan salah satu organisasi di Kehutanan USU. Penulis juga aktif dalam perkuliahan. Pada tahun 2011, penulis melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Kalimantan Selatan selama 1 bulan. Pada akhir masa kuliah, penulis melakukan penelitian di Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun selama 1 bulan. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua penulis yang telah membesarkan, merawat dan mendidik penulis selama ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Oding Affandi, S.Hut, M.P dan kepada Ibu Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For selaku ketua dan komisi pembimbing yang telah membimbing dan memberikan masukan-masukan kepada penulis mulai dari awal hingga akhir penelitian ini. Khusus kepada Kepala Desa Nagori Simpang Raya Dasma, penulis menyampaikan terima kasih atas diizinkannya penulis melakukan penelitian di desa tersebut dan atas bantuannya selama penulis mengumpulkan data. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua staf pengajar dan pegawai di Program Studi Kehutanan serta semua rekan mahasiswa yang tak dapat disebutkan satu per satu. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Medan, Agustus 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Hal ABSTRAK . i ABSTRACT . ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix PENDAHULUAN Latar Belakang . Perumusan Masalah . Tujuan Penelitian . Manfaat Penelitian . 1 2 3 3 TINJAUAN PUSTAKA Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat . 4 Pengertian Agroforestri . 5 Macam Agroforestri . 6 Ciri-Ciri Agroforestri. 9 Komponen-Komponen Agroforestri . 9 Hasil Hutan . 11 Hasil Hutan Kayu . 11 Hasil Hutan Non Kayu . 11 Pendapatan Masyarakat di Dalam dan Sekitar Hutan . 12 METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu. 13 Alat dan Bahan . 13 Metode Penelitian . 13 Metode Pengambilan Data . 13 Teknik Pengambilan Data. 14 Analisis Data. 15 Nilai Ekonomi Produk Agroforestri . 15 Universitas Sumatera Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden . 17 Pola Agroforestri. 19 Jenis-Jenis Produk Agroforestri. 22 Nilai Ekonomi Produk Agroforestri. 50 Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga . 54 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 61 Saran. 61 DAFTAR PUSTAKA . 62 LAMPIRAN . 63 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Hal 1. Karakteristik Responden . 17 2. Jenis-Jenis Produk Agroforestri . 22 3. Hasil Perhitungan Pemanfaatan Produk Agroforestri . 51 4. Persentase Nilai Ekonomi Produk Agroforestri . 53 5. Total Pendapatan Masyarakat (Rp/thn) dan Persentase Kontribusi Produk Agroforestri . 57 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Hal 1. Pola Agrisilvikultur Tanaman Kopi dengan Durian . 20 2. Pola Agrosilvopastura . 21 3. Alpukat Sebagai Penaung Tanaman Coklat . 24 4. Tanaman Aren dengan Kopi (a) dan Tanaman Aren dengan Coklat (b) . 26 5. Tanaman Cabai Diantara Kopi dan Durian (a) dan Tanaman Cabai di Media (b) . 27 6. Tanaman Cengkeh Diantara Tanaman Coklat . 28 7. Tanaman Coklat Diantara Pohon Durian . 30 8. Pola Agroforestri Tanaman Durian dengan Coklat dan Kopi . 31 9. Tanaman Jagung yang ditanam Secara Agrisilvikultur dengan Durian. 33 10. Tanaman Kacang Tanah Diantara Rerumputan. 33 11. Sebaran Kelapa di Lahan Agroforestri. 35 12. Tanaman Kemiri Sebagai Penaung Coklat . 37 13. Tanaman Kopi Diantara Tanaman Pisang . 38 14. Tanaman Kunyit Diantara Kopi dan Ubi Kayu . 39 15. Mangga Sebagai Penaung Bagi Tanaman Nenas . 40 16. Tanaman Nenas di Bawah Tanaman Mangga . 42 17. Tanaman Petai Diantara Tanaman Lainnya dan Sebagai Penaung Coklat . 43 18. Pinang Sebagai Tanaman Pagar di Lahan Agroforestri . 44 19. Tanaman Pisang Diantara Tanaman Lainnya . 45 20. Serai yang Ditanam di Pinggiran Cabai . 46 21. Tanaman Ubi Kayu Diantara Durian dan Coklat . 47 Universitas Sumatera Utara 22. Ayam Sebagai Komponen Peternakan dalam Pola Agroforestri. 49 23. Diagram Persentase Pendapatan . 55 24. Perbandingan Rata-Rata Pendapatan dari Agroforestri dan dari Luar Agroforestri . 58 25. Perbandingan Pendapatan di Luar Agroforestri dan Dari Agroforestri . 59 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Hal 1. Karakteristik Responden Masyarakat . 65 2. Jenis-Jenis Produk Agroforestri . 66 3. Pendapatan Bersih (Rp/thn) Masyarakat dari Produk Agroforestri. 67 4. Pendapatan Masyarakat (Rp/thn) di Luar Pemanfaatan Produk Agroforestri . 68 5. Nilai Ekonomi Produk Agroforestri yang Dimanfaatkan Masyarakat . 70 6. Total Pendapatan Masyarakat dari Agroforestri. 81 7. Total Pendapatan Masyarakat (Rp/thn) dan persentase Kontribusi Produk Agroforestri . 87 8. Kuisioner Responden . 88 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Agroforestri merupakan salah satu bentuk dari hutan kemasyarakatan. Pengelolaan agroforestri berkaitan dengan optimalisasi penggunaan lahan untuk mencukupi kebutuhan hidup petani dan dalam rangka pelestarian sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi produk agroforestri terhadap pendapatan rumah tangga di Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan total masyarakat adalah Rp 1.196.067.000 per tahun dengan rincian pendapatan masyarakat dari agroforestri sebesar Rp 840.267.000 dan pendapatan dari luar pemanfaatan produk agroforestri memberikan kontribusi sebesar Rp 355.800.000. Kontribusi produk agroforestri terhadap pendapatan masyarakat adalah 70% dari total pendapatan. Pendapatan masyarakat di luar agroforestri memberikan kontribusi sebesar 30% dari total pendapatan. Ini berarti bahwa agroforestri memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumah tangga. Kata kunci : Agroforestri, pendapatan, kontribusi Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Agroforestry is one of social forest. Management agroforestry related with optimize of farm use to fulfill requirement leve of farmer and continuationing the natural resource. This research was designed to knowing about contribution of agroforestry product’s to income household in Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun. The result shows that total revenues of household was Rp 1.196.067.000 for a year with detail that household from agroforsetry abaout Rp 840.267.000 and household from outside of agroforestry about Rp 355.800.000. Contribution of agroforestry was 70% of total revenues. Contribution of household from outside of agroforestry was 30% of total revenues. It’s mean that agroforestry give big contribution to household. Key words : Agroforestry, revenues, contribution Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki bentangan hutan yang cukup luas. Hutan Indonesia termasuk hutan tropika yang memiliki berbagai formasi atau bentuk berdasarkan faktor habitatnya dan juga diklasifikasikan berdasarkan fungsinya. Sumberdaya hutan yang bersifat renewable mempunyai peranan, fungsi dan manfaat yang begitu penting bagi hidup dan kehidupan manusia. Fungsi hutan bersifat “multi benefit” artinya selain mempunyai fungsi ekologis dan hidrologis juga mempunyai fungsi lain seperti sosial ekonomi. Fungsi sosial ekonomi ini dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan agroforestri berkaitan dengan optimalisasi penggunaan lahan untuk mencukupi kebutuhan hidup petani dan dalam rangka pelestarian sumber daya alam. Agroforestri memanfaatkan ruang dan waktu secara efisien dengan menerapkan sistem pergiliran tanaman. Efisiensi ruang dan waktu dapat tercermin dalam besarnya penghasilan para petani dengan pemilihan komoditi yang tepat ditanam. Pengelolaan agroforestri mencakup pengertian luas mulai dari bentuk sederhana yaitu hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sampai pada bentuk yang paling modern yaitu mencari keuntungan atau laba. Produk yang dihasilkan sistem agroforestri dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni (a) yang langsung menambah penghasilan petani, misalnya makanan, pakan ternak, bahan bakar, serat, aneka produk industri, dan (b) yang tidak langsung menambah penghasilan petani tetapi memberikan jasa lingkungan bagi masyarakat luas, misalnya konservasi tanah dan air, memelihara kesuburan tanah, pemeliharaan iklim mikro, Universitas Sumatera Utara pagar hidup dan sebagainya. Peningkatan produktivitas sistem agroforestri diharapkan bisa berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dan masyarakat desa. Agroforestri merupakan salah satu bentuk terpenting dari penerapan konsep perhutanan sosial. Nurrochmat (2005) mengatakan bahwa perhutanan sosial dapat dipahami sebagai ilmu dan seni menumbuhkan pepohonan dan tanaman lain di dalam dan di sekitar kawasan hutan dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan untuk mencapai tujuan ganda meliputi pengelolaan hutan lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu harapan penting dari program perhutanan sosial adalah meningkatkan taraf hidup (pendapatan) masyarakat. Proporsi kontribusi income dari program agroforestri terhadap total income masyarakat sangat bervariasi dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Pendapatan dari agroforestri tergantung pada beberapa faktor diantaranya adalah teknik bercocok tanam, kondisi iklim, luas dan kualitas lahan, curahan waktu kerja serta harga dan pasar dari komoditas yang dihasilkan. Pendapatan merupakan indikator ekonomi petani karena besarnya pendapatan akan menentukan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Petani umumnya lebih : Desa Hutapaung Utara (Kec. Pollung) Sebelah barat : Kecamatan Parlilitan Kab. Humbang Hasundutan Sebelah timur : Desa Ria-Ria (Kec. Pollung). Desa Hutajulu dengan jumlah penduduk (sampai dengan Februari 2008) mencapai 2.404 jiwa (laki-laki 1.023 jiwa dan perempuan 1.381 jiwa). Jumlah kepala keluarga (Kepala Keluarga) 418 KK dengan KK tergolong miskin 150 KK. Secara umum, penduduk Desa Hutajulu bekerja sebagai petani (95 %) dan 5 % berprofesi sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil), pengusaha, pegawai swasta dan lain-lain. Seluruh penduduk mayoritas beragama Kristen dan mayoritas Suku Batak Toba. Suku Batak Toba merupakan salah satu suku yang sistem kekerabatannya yang erat karena adat istiadat yang mengikat. Hal ini berhubungan dengan kedudukan masyarakat tersebut dalam adat istiadat masyarakat. Desa Hutajulu dengan luas wilayah ±4.800 hektar, ketinggian tanah dari permukaan laut ± 1.340 m berjarak 6 km dari pusat pemerintahan kecamatan, 17 km dari ibukota kabupaten yaitu Dolok Sanggul serta berjarak 380 km dari ibukota propinsi. Universitas Sumatera Utara Akses perjalanan menuju daerah ini sangat lancer dan didukung dengan adanya transport harian yang mempunyai jadwal tetap dari ibukota propinsi. Jalur jalan Desa Hutajulu juga merupakan jalan lintas menuju kota kabupaten dan juga merupakan jalan lintas perusahaan PT. Toba Pulp Lestari. Sedangkan kondisi topografi Desa Hutajulu secara umum adalah bergelombang sampai berbukit dengan kemiringan lahan 15-25 % dan 25-40 % dan merupakan dataran tinggi dengan ketinggian tanah ±1500 mdpl. Iklim di daerah penelitian ini adalah tropis dengan suhu udara rata-rata 20-25o C sedangkan untuk curah hujan di desa Hutajulu ± 2022 mm/tahun. Secara umum keadaan tanah dikategorikan pada tanah yang cukup subur dengan kelembapan yang tinggi dengan komposisi luas pertanahan yang dimiliki adalah: Tanah sawah (yang dikelola masyarakat) ± 156 Ha Tanah Kering/Perkebunan ± 190 Ha Bangunan/Pekarangan ± 120 Ha Hutan Rawa ± 4.334 Ha Jenis pertanian yang dikelola oleh masyarakat adalah padi, tomat, terong belanda, kopi, cabai, dan pengelolaan kemenyan. Pengelolaan kemenyan merupakan pekerjaan utama Desa Hutajulu dengan 90 % masyarakat bekerja dengan mengelola kemenyan yang merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki. Sedangkan untuk tanaman pertanian lainnya secara umum merupakan perkerjaan yang dilakukan di desa dan dikerjakan oleh perempuan dengan bantuan laki-laki (Data Monografi Desa Hutajulu, 2008). Berdasarkan daftar isian profil Desa Hutajulu tahun 2008, jumlah sarana dan prasarana yang dimiliki adalah 78 buah, dimana sarana dan prasarana digolongkan berdasarkan jenis dan jumlahnya seperti yang tampak pada Tabel 1. Universitas Sumatera Utara Tabel 1. Sarana dan Prasarana Desa Hutajulu No Jenis Jumlah 1 Poskesdes 1 2 Gereja Protestan 5 3 Gereja Katolik 1 4 Truk 27 5 Kendaraan umum 10 6 Sepeda motor 20 7 Sepeda 10 8 Mobil 2 9 Saluran irigasi 5000 meter 1 10 Pompa air 1 Total 78 Sumber : Data Monografi Desa Hutajulu tahun 2008 Tingkat pendidikan di Desa Hutajulu dimulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi dengan data anak yang tampak pada Tabel 2. Tabel 2. Jumlah Pelajar dan Sekolah Keterangan SD SLTP SLTA Perguruan tinggi Pelajar (orang) 320 220 207 27 Sekolah 2 1 - - Sumber : Data Monografi Desa Hutajulu tahun 2008 Sekolah untuk tingkatan SLTA terdapat di kecamatan dan di ibukota kabupaten, yaitu Kecamatan Dolok Sanggul sehingga masyarakat Desa Hutajulu mengikuti kegiatan Universitas Sumatera Utara sekolah dengan menggunakan transportasi umum. Untuk tingkatan perguruan tinggi, masyarakat mengikuti pendidikan di Medan dan juga di Universitas Sisingamangaraja di Siborong-borong Tapanuli Utara. Pola Budidaya Tanaman Kemenyan Pengelolaan tanaman kemenyan di Desa Hutajulu merupakan salah satu contoh kemampuan masyarakat dalam mengusahakan lahan. Hasil utama yang diperoleh dari hutan kemenyan adalah getah yang dihasilkan oleh jenis-jenis pohon Styrax spp terutama Styrax sumatrana (Kemenyan Toba) dan Styrax benzoin (Kemenyan durame). Untuk Desa Hutajulu didominasi oleh jenis Styrax sumatrana seperti yang tampak pada Gambar 1. Gambar 1. Kawasan hutan kemenyan di Desa Hutajulu Kegiatan pengelolaan hutan kemenyan yang ada di Desa Hutajulu merupakan kegiatan pengelolaan secara tradisional sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh seluruh responden. Hal ini juga dapat dilihat dari tingkat pendidikan responden seperti pada Tabel. Universitas Sumatera Utara Tabel 3. Tingkat Pendidikan Responden Pendidikan Jumlah Persentase (%) SD 16 orang 40 SLTP 17 orang 42,5 SLTA 7 orang 17,5 Total 40 orang 100 Sumber : Diolah dari data primer Tingkat pendidikan yang masih rendah mengakibatkan pengetahuan akan pengelolaan kemenyan masih bersifat turun-temurun dan berdasarkan pengalaman. Tingkat pendidikan tidak mempengaruhi dalam pengelolaan kemenyan yang mengakibatkan penggunaan teknologi dalam pengelolaan juga masih bersifat sederhana. Kegiatan pengelolaan kemenyan dimulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan sampai dengan pemasaran hasilnya, dijelaskan sebagai berikut: Persiapan lahan Persiapan lahan dilakukan dengan membersihan lahan dari semak belukar dengan menggunakan parang/golok serta mempersiapkan lubang tanam. Pembukaan lahan baru tidak dilakukan di daerah ini karena lahan yang ada merupakan tanah warisan yang telah tersedia dari nenek moyang para responden. Masyarakat Desa Hutajulu memanfaatkan lahan ini dalam pengelolaan hutan kemenyan semaksimal mungkin sesuai dengan kondisi lahan. Status lahan yang dimanfaatkan masyarakat responden pada umumnya adalah milik sendiri, yaitu lahan yang diwariskan oleh nenek moyang masyarakat Desa Hutaulu dari 3-5 generasi. Selain itu, terdapat 2 (dua) responden yang memanfaatkan lahan Universitas Sumatera Utara dengan status lahan sewaan dari masyarakat lain yang hasilnya dibagi dengan pemilik lahan. Mengenai status lahan ini juga sesuai dengan keterangan Kepala Departemen Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Humbang Hasundutan, bahwa keberadaan hutan tanaman kemenyan yang terdapat di kabupaten Humbang Hasundutan dapat dikelola oleh masyarakat setempat walaupun berada pada lahan konsesi PT. TPL yang terdapat di daerah tersebut. Ketentuan ini dilihat berdasarkan ketentuan Undang Undang Republik Indonesia No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, BAB X Peran Serta Masyarakat Pasal 68 ayat 3 yang berisikan: “Masyarakat di dalam dan di sekitar hutan berhak memperoleh kompensasi karena hilangnya akses dengan hutan sekitarnya sebagai lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akibat penetapan kawasan hutan, sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.” Berdasarkan undang-undang tersebut, pihak departemen dengan perusahaan yang terdapat di daerah tersebut membuat kesepakatan akan membiarkan lahan masyarakat dikelola oleh masyarakat tersebut dengan ketentuan luasan lahan minimal ½ ha dengan lahan yang mengelompok dengan lahan masyarakat lain. Penanaman Pengelolaan tanaman kemenyan masih sangat sederhana, yaitu dengan memanfaatkan tanaman kemenyan yang tumbuh secara alami tanpa pemeliharaan yang intensif. Penanaman dilakukan dengan tidak terjadwal yaitu jika petani menemukan anakan yang tumbuh di bawah tegakan kemenyan maka mereka akan memindahkannya ke areal yang mempunyai jarak tanam yang jarang. Bibit tanaman tersebut berasal dari biji yang jatuh yang tumbuh secara alami menjadi anakan. Anakan tersebut ditanam dengan membuat lubang yang sudah disiapkan. Universitas Sumatera Utara Majalah Kehutanan Indonesia (2007) menyebutkan bahwa hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan penanaman tanaman kemenyan adalah tanaman kemenyan harus menggunakan naungan karena tanaman kemenyan mempunyai sifat toleran, yaitu dapat tumbuh di bawah naungan atau tegakan. Sehingga tanaman harus dipindahkan pada areal tanam yang ada naungan sehingga dapat dipastikan juga bahwa penanaman kemenyan di daerah ini tidak mempunyai jarak tanam yang pasti. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan petani berupa penyiangan batang dari tanaman pengganggu. Kegiatan ini disebut masyarakat setempat “mangarabi” (bahasa batak), yaitu membersihkan pohon-pohon kecil, semak-semak atau tumbuhan liar yang ada di sekitar pohon kemenyan yang dianggap mengganggu serta pembersihan benalu yang menempel pada ranting pohon kemenyan. “Mangarabi” penting dilakukan agar pertumbuhan kemenyan tidak terganggu dan diharapkan dapat memberikan produk yang lebih baik. Pemupukan serta pemberantasan dari serangan hama tidak pernah dilakukan oleh petani di Desa Hutajulu. Pemupukan tidak dilakukan karena tidak ada ilmu/keterangan yang pasti bagi masyarakat akan penggunaan pupuk yang tepat terhadap tanaman kemenyan. Sedangkan untuk serangan hama, menurut keterangan responden bahwa sejauh ini serangan tersebut tidak ada hanya serangan gulma. Pemanenan Terdapat dua kualitas dari hasil pemanenan tanaman kemenyan, memangku keberadaan dan kepentingan para petani hutan rakyat melalui modal, pelatihan, dan pembinaan dalam meningkatkan keterampilan yang memadai Semakin ditingkatkan lagi kegiatan penyuluhan tentang pentingnya penghijauan/penanaman hutan rakyat kepada para petani, khususnya dalam hal tujuan menjaga lingkungan/merehabilitasi lahan–lahan terlantar, lahan kritis, dan mencegah erosi 59 DAFTAR PUSTAKA Awang, S.A., Santoso, H., Widayanti, W.T., Nugroho, Y., Kustomo,Sapardiono.2001. Gurat Hutan Rakyat di Kapur Selatan. Pustaka Kehutanan Masyarakat, Yogyakarta: DEBUT 2001 Awang, S.A., Andayani, W., Himmah, B., Widayanti, W.T., Affianto, A. 2002. Hutan Rakyat, Sosial Ekonomi dan Pemasaran. BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta Brower, J.E. and Zar, J.H. 1977. Field and Laboratory Methods for General Ecology. Brown Co Publisher, Iowa, USA Danoesastro, H. 1977. Peranan Pekarangan Dalam Usaha Meningkatkan Ketahanan Nasional Rakyat Pedesaan. Pidato Dies Natalais ke XXVIII UGM. Gadjah Mada University Press Darusman, D dan Didik Suharjito, 1998. Kehutanan Masyarakat: Beragam Pola Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan. Institut Pertanian Bogor. Bogor Departemen Kehutanan dan Perkebunan. 1998. Buku Panduan Kehutanan Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan Perkebunan. Jakarta Dinas Kehutanan, 1997. Hutan Rakyat. Kabupaten Daerah Tingkat II Simalungun Fandeli, C. 1985. Keanekaragaman Flora Berkayu di Pekarangan Penduduk Desa Daerah Tingkat II Sieman dan Bantul dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhi. Tesis S-2, Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Hardjosoediro, S. 1980. Pemilihan Jenis Tanaman Reboisasi dan Penghijauan Hutan Alam dan Hutan Rakyat. Lokakarya Pemilihan Jenis Tanaman Reboisasi. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta Helms, J.A. (editor). 1998. The Dictionary of Forestry. The Society of American Forester and CAB International Publishing, Wallingford, United Kingdom Jaffar, E.R. 1993. Pola Pengembangan Hutan Rakyat Sebagai Upaya Peningkatan Luasan Hutan dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Propinsi DIY. Makalah pada Pertemuan Persaki Propinsi DIY tanggal 17 Juli 1993, Yogyakarta Lakitan, B. 1995. Hortikultura : Teori, Budidaya, dan Pasca Panen. P.T.Raja Grafindo Persada. Jakarta 60 Munawar, A. 1986. Hutan Rakyat .Skripsi. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta Munggoro, W. Dhani. 1998. Sejarah dan Evolusi Pemikiran Komuniti Forestri, Seri Kajian Komuniti Forestri, Seri 1 Tahun 1 Maret 1998 Najiyati, S. dan Danarti, 1997. Kopi, Budidaya, dan Penanganan Lepas Panen. P.T.Penebar Swadaya. Jakarta Prabowo, S.A. 1998. Hutan Rakyat : Sistem Pengelolaan dan Manfaat Ekonomis. Program Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Masyarakat Institut Pertanian Bogor. Bogor Reksohadiprodjo, S. 1988. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Energi. Penerbit BPFE. Yogyakarta Rukmana, R. 1997. Usaha Tani Jagung. Kanisius. Yogyakarta Sanudin, 2006. Kajian Kelembagaan Social Forestry Pada Hutan Rakyat di Sumatera Utara. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Aek Nauli. Pematang Siantar Suparyono, dan Agus.S, 1997. Mengatasi Permasalahan Budi Daya Padi. P.T.Penebar Swadaya. Jakarta Zain, A.S. 1998. Aspek Pembinaan Hutan dan Stratifikasi Hutan Rakyat. Rineka Cipta. Jakarta 61 62 48 Adapun saluran pemasaran hasil hutan rakyat di Nagori Raya Huluan kira–kira dapat digambarkan melalui ilustrasi gambar berikut ini : Hasil Hutan Rakyat agen kayu Industri Penggergajian Pengusaha pinus rakyat Industri Meubel Lokal Panglong Tabel Kontribusi Hutan Rakyat terhadap Pendapatan Rumah Tangga tahun 2006 – 2007 HutanRakyat (Rp/th) Pertanian (Rp/th) kebun kopi (Rp/th) Gaji (Rp/th) Jumlah (Rp/th) 76.600.000 (15,02 %) 203.175.000 (39,83 %) 171.572.727 (33,63 %) 58.800.000 (11,53 %) 510.147.727 (100 %) Petani Adapun kontribusi dari hutan rakyat yang 15,02 % (kecil), hal ini disebabkan karena : a. pengusahaan pinus yang panjang/lama b. luas lahan yang semakin berkurang c. akses terhadap pasar lemah Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab sektor pertanian merupakan kontributor terbesar bagi pendapatan petani di desa ini adalah : a. jenis komoditi pertanian yang beragam (banyak) b. sesuai dengan kondisi alam/tempat tumbuh c. lebih cepat menghasilkan d. harga yang relatif stabil Penyerapan Tenaga Kerja Kegiatan pengelolaan hutan rakyat ternyata juga mampu menyerap tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja ini adalah pada saat kegiatan penanaman dan pemeliharaan. Curahan tenaga kerja kegiatan pengelolaan hutan rakyat ini mencapai 8 HOK/ha/petani dengan rincian kegiatan meliputi : 1) Penanaman, terdiri dari 6 HOK dengan kegiatan : pemasangan ajir, biasanya membutuhkan pekerja 1 HOK per ha pembuatan piringan, biasanya membutuhkan 2 HOK per ha pembuatan lubang tanaman, biasanya membutuhkan 2 HOK per ha untuk membuat sebanyak 400 lubang penanaman, biasanya membutuhkan 1 HOK per ha untuk menanam 400 bibit pinus 2) Pemeliharaan (4 bulan setelah tanam), dilakukan cuma sekali, terdiri dari 2 HOK dengan kegiatan : penyiangan, hanya membutuhkan 1 HOK per ha penyisipan, hanya membutuhkan 1 HOK per ha Curahan tenaga kerja sebesar ini masih belum banyak melibatkan masyarakat yang bukan pengelola/pemilik hutan rakyat, artinya masih didominasi oleh pemilik/petani hutan pengelola hutan rakyat dan keluarganya. Meskipun demikian, kegiatan ini ternyata sudah memberikan dampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja bagi penduduk desa selain petani pengelola hutan rakyat. Lampiran 3. Tabel Plot Contoh Pada Setiap Lahan Responden dengan Petak Contoh 0,1 ha Nama Lokasi : Desa : Raya Huluan Kec : Raya Kab : Simalungun Luas Lahan Plot ke- Jumlah Pohon (Ha) (batang) 1 Sarmulia Damanik 0,06 1 10 2 9 3 12 2 Benson Sialoho 0,04 1 10 2 4 3 8 3 Japitan Saragih 0,48 1 25 2 40 3 35 4 Sudin Saragih 0,32 1 5 2 3 3 4 5 Jayman Sitopu 0,16 1 21 2 18 3 26 6 Januaer Purba 0,04 1 9 2 5 3 6 7 Lawasen Saragih 0,04 1 6 2 4 3 5 1,14 21 265 Total No Nama Responden Volume (m3) 56,82 58,2 55,46 58,84 18,56 38,23 122,34 251,67 186,88 42,24 25,56 33,89 133,63 137,38 141,17 54,19 47,18 51,21 30,07 22,48 24,48 1590,48 Taksiran volume total (potensi) hutan rakyat pinus di Nagori Raya Huluan dapat kita perhatikan dalam tabel 2 berikut. Tabel Taksiran Potensi Tegakan Pinus pada Setiap Lahan Responden No. 1 2 3 4 5 6 7 Nama Sarmulia Damanik Benson Sialoho Japitan Saragih Sudin Saragih Jayman Sitopu Januaer Purba Lawasen Saragih Total Luas lahan (ha) 18 - 34,99 35 - 51,99 52 - 70 > 70 Volume Total (m3) 0.06 13.52 156.96 0 0 170.48 0.04 0.48 0.32 0.16 0.04 0.04 1.14 37.22 129.58 9.48 54.16 15.26 8.87 268.09 78.41 431.31 13.66 146.58 0 28.87 855.79 0 0 35.97 211.44 137.32 39.29 424.02 0 0 42.58 0 0 0 42.58 115.63 560.89 101.69 412.18 152.58 77.03 1590.48 Volume Setiap Kelas Diameter (m3) Tabel Taksiran Nilai Tegakan Hutan Rakyat Pinus di Nagori Raya Huluan Kelas Diameter (cm) Volume Total (m3) 18 - 34,99 35 - 51,99 52 - 70 > 70 268,09 855,79 424,02 42,58 Jumlah Harga Kayu (Rp) Nilai Tegakan (Rp) 100.000 100.000 100.000 100.000 26.809.000 85.579.000 42.402.000 4.258.000 159.048.000 Lampiran 1. SUMBER - SUMBER PENDAPATAN PETANI TAHUN 2006-2007 NAGORI RAYA HULUAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Responden Pinus merkusii Menson Haloho 300.000 Almer Purba 800.000 Sarmulia Damanikbelum panen Lasmartua Saragih belum panen Januaer Purbabelum panen Lawasen Saragihbelum panen Erwin Sinaga 3.000.000 Jatukoh Purba belum panen Drs.Japitan Saragihbelum panen Lindon Damanik 30.000.000 Polman Purba 2.000.000 Sahdiratman Haloho 2.000.000 Wellington Saragih 6.000.000 Jesayas Damanik 8.000.000 Jayman Sitopubelum panen Sub Total 52.100.000 Persentase (%) 10,21 Total Persentase (%) Hutan Rakyat Kulit Manis Bambu Aren Jagung 7.200.000 50.000 6.000.000 500.000 3.000.000 7.000.000 500.000 4.000.000 6.000.000 250.000 8.000.000 6.000.000 200.000 5.000.000 500.000 ######## 150.000 5.000.000 30.000 ######## ######## ######## ######## 5.000.000 8.000.000 ######## 7.500.000 ######### ######## ######## ######## 2,26 1,34 1,20 18,11 ######### 15,02 Sumber - Sumber Pendapatan Petani (Rp/tahun) Pertanian Padi Andaliman Jahe Kunyit 9.000.000 6.000.000 2.000.000 8.000.000 6.000.000 ######## ######## ######## ######## 9.000.000 ######## 2.000.000 1,91 1,76 3,92 0,39 ######### 39,83 Cabai 3.980.000 1.900.000 1.425.000 950.000 2.375.000 5.000.000 3.000.000 1.425.000 3.000.000 ######## 4,52 Pokat ###### ###### ###### 0,12 Jeruk ######## 400.000 ######## ######## 9,10 Perkebunan Kopi 22.500.000 20.160.000 916.364 7.280.000 1.680.000 8.400.000 4.200.000 63.636.363 7.000.000 7.000.000 5.600.000 2.800.000 8.400.000 12.000.000 ######### 33,63 ######### 33,63 Gaji 9.600.000 ######## ######## ######## 11,53 ######## 11,53 Jumlah 30.000.000 36.010.000 28.716.364 18.560.000 11.780.000 32.800.000 27.150.000 17.625.000 93.586.363 58.875.000 19.150.000 27.000.000 26.320.000 58.075.000 24.500.000 ######### 100,00 ######### 100,00
Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Kontribusi Produk Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Nagori Simpang Raya Dasma, Kabupaten Simalungun)

Gratis