Feedback

Uji Ke-Efektifan Pupuk Hayati Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Mucuna bracteata

Informasi dokumen
UJI KE-EFEKTIFAN PUPUK HAYATI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN Mucuna bracteata SKRIPSI Oleh: ARI SAVITRI 070301014 / BDP AGRONOMI DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara UJI KE-EFEKTIFAN PUPUK HAYATI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN Mucuna bracteata SKRIPSI Oleh: ARI SAVITRI 070301014 / BDP AGRONOMI Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan Disetujui oleh Komisi Pembimbing Ir. Jonis Ginting, MS Ketua Ferry Ezra T. Sitepu, SP, MSi Anggota DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara Judul Skripsi Nama Nim Departemen Program Studi : Uji Ke-fektifan Pupuk Hayati dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Mucuna bracteata : Ari Savitri : 070301014 : Budidaya Pertanian : Agronomi Disetujui oleh Komisi Pembimbing Ir. Jonis Ginting, MS Ketua Ferry Ezra T. Sitepu, SP, MSi Anggota Mengetahui: Ir. T. Sabrina, M.Agr. Sc. Phd Ketua Departemen Agroekoteknologi Tanggal Lulus : Universitas Sumatera Utara ABSTRAK ARI SAVITRI. Uji Ke-Efektifan Pupuk Hayati dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Mucuna bracteata. Dibimbing oleh JONIS GINTING dan FERRY EZRA T. SITEPU. Mucuna bracteata merupakan tanaman leguminosa yang banyak digunakan oleh perkebunan kelapa sawit karena dianggap lebih unggul dibandingkan dengan tanaman penutup tanah lainnya. Pemanfaatan berbagai media tanam dan mikroorganisme yang terkandung dalam pupuk hayati diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia yang semakin sulit didapatkan di pasaran dan mahal. Penelitian ini menguji ke-efektifan pupuk hayati dan media tanam terhadap pertumbuhan Mucuna bracteata. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan (+ 25 m dpl) mulai Desember 2010 hingga Maret 2011 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu media tanam dengan 3 taraf yaitu Subsoil, Subsoil + Kompos TKKS (3:1), dan Subsoil + Abu TKKS (3:1). Faktor kedua yaitu pupuk hayati dengan 4 taraf yaitu Kontrol (tanpa Rhiphosant), 25 % Rhiphosant (0,625 g/tanaman), 50 % Rhiphosant (1,25 g/tanaman), dan 75 % Rhiphosant (1,75 g/tanaman) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah panjang sulur, bobot basah tajuk, luas daun, bobot kering tajuk, jumlah seluruh bintil akar, jumlah bintil akar efektif, kadar hara N,P dan K daun dan analisis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam meningkatkan panjang sulur, luas daun, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, jumlah seluruh bintil akar, jumlah bintil akar efektif dan kadar hara N daun Mucuna bracteata dan perlakuan pupuk hayati Rhiphosant mampu meningkatkan kadar klorofil daun Mucuna bracteata. Kata kunci : Mucuna bracteata, media tanam, pupuk hayati Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Ari Savitri. The test of effectiveness of biological fertilizers and planting media on the growth of Mucuna bracteata. Guided by Jonis ginting and Ferry Ezra T. Sitepu. Mucuna bracteata is a legume crop that is widely used by the oil palm plantations as it is considered more superior than the other cover crops. The utilization of various planting media and the microorganisms contained in the biological fertilizer are expected to increase the efficiency of the use of chemical fertilizers that are increasingly difficult to obtain in the market and also expensive. This study tested the effectiveness of biological fertilizers and growing media on the growth of Mucuna bracteata. The study was conducted in the trials field of the Agriculture Faculty, University of North Sumatra, Medan (+ _ 25m asl) from December 2010 through March 2011 using a random subject factorial design with two factors. The first factor is the planting medium with 3 level, they are: subsoil, subsoil + compost TKKS (3:1), and subsoil + Abu TKKS (3:1). The second factor is biofertilizer with 4 level of control (without RhiPhosant), 25% RhiPhosant (0.625 g / plant), 50% RhiPhosant (1.25 g / plant), and 75% RhiPhosant (1.75 g / plant) with 3 replications. Parameters observed are long tendrils, wet weight of the canopy, leaf area, dry weight of the canopy, the total number of nodules, nodule number of effective levels of N, P and K of leaf and soil analysis. The results showed that the media's treatment increase the length of vine planting, leaf area, crown wet weight, dry weight of canopy, root nodule number, nodule number of effective, nutrient levels of leaf N Mucunus bracteata and treatment RhiPhosant biological fertilizers can increase levels of leaf chlorophyll Mucuna bracteata. Key words: Mucuna bracteata, planting media, biological fertilizers Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis lahir di Kisaran (Kabupaten Asahan) pada tanggal 25 Juli 1989 putri dari Bapak Armansyah dan Ibu Rabiatul Adwiyah. Penulis merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Tahun 2007 penulis lulus dari SMA Negeri 3 Kisaran dan pada tahun yang sama terdaftar masuk ke Program Studi Agronomi, Departemen Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian USU Medan melalui jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMP). Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai asisten Laboratorium Teknologi Benih FP USU (2009-2010) dan asisten Laboratorium Dasar-Dasar Agronomi FP USU (2010-2011). Penulis melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di PT. BAKRIE SUMATRA PLANTATION, Kisaran dari tanggal 15 Juli sampai 15 Agustus 2010. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah swt, karena berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “Uji Ke-Efektifan Pupuk Hayati dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Mucuna bracteata”, yang merupakan salah satu syarat untuk mendapakan gelar sarjana di Departemen Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Pada kesempatan ini penulis berterima kasih kepada bapak Ir. Jonis Ginting, MS dan bapak Ferry Ezra T. Sitepu, SP, MSi, selaku ketua dan anggota komisi pembimbing, dan seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian ini. Penulis menyadari tulisan ini masih jauh dari sempura oleh sebab itu saran dan kritik untuk perbaikan demi kesempurnaan sangat diharapkan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, Juli 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK. i ABSTRACT. ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR . vi DAFTAR ISI. v DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR. viii DAFTAR LAMPIRAN . ix PENDAHULUAN Latar Belakang . 1 Tujuan Penelitian. 3 Hipotesis Penelitian . 3 Kegunaan Penelitian. 3 TINJAUAN PUSTAKA Mucuna bracteata. 4 Media Tanam . 7 Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) . 8 RhiPhosant . 11 BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian . 14 Bahan dan Alat . 14 Metode Penelitian. 14 Model Analisis . 16 PELAKSANAAN PENELITIAN Persiapan Lahan . 17 Pendederan . 17 Persiapan Media Tanam . 17 Analisis Tanah Awal . 18 Penanaman Mucuna bracteata. 18 Aplikasi Rhiphosant . 18 Universitas Sumatera Utara Pemasangan Ajir . 18 Pemeliharaan Tanaman. 19 Penyiraman. 19 Penyiangan . 19 Pengamatan Parameter. 19 Panjang Sulur Tanaman (cm). 19 Jumlah Seluruh Bintil Akar (bintil) . 20 Jumlah Bintil Akar Efektif (bintil) . 20 Bobot Basah Tajuk (g) . 20 Luas Daun (cm2). 20 Bobot Kering Tajuk (g). 20 Kadar Klorofil (mg/g jaringan) . 21 Analisis Kadar Hara N, P, dan K daun (%). 21 Analisis Tanah Akhir . 21 HASIL DAN PEMBAHASAN Panjang Sulur Tanaman (cm). 22 Jumlah Seluruh Bintil Akar (bintil). 24 Jumlah Bintil Akar Efektif (bintil) . 25 Bobot Basah Tajuk (g). 27 Luas Daun (cm2). 28 Bobot Kering Tajuk (g) . 30 Kadar Klorofil (mg/g jaringan) . 32 Kadar hara N, P, dan K daun (%). 33 Analisis Tanah. 35 Analisis Tanah Awal . 35 Analisis Tanah Akhir . 36 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan . 39 Saran . 39 DAFTAR PUSTAKA. 40 LAMPIRAN. 42 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman 1. Komposisi kimia abu TKKS . 10 2. Analisis kandungan hara kompos TKKS . 11 3. Panjang sulur Mucuna bracteata (cm) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati pada 2,6,7,8,9 dan 10 MSPT . 22 4. Jumlah seluruh bintil akar Mucuna bracteata (bintil) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati . 24 5. Jumlah bintil akar efektif Mucuna bracteata (bintil) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 26 6. Bobot basah tajuk Mucuna bracteata (g) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 27 7. Luas daun Mucuna bracteata (cm2) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 29 8. Bobot kering tajuk Mucuna bracteata (g) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 31 9. Kadar klorofil Mucuna bracteata (mg/g jaringan) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 32 10. Kadar N, P dan K Mucuna bracteata (%) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 34 11. Hasil analisis tanah awal . 35 12. Hasil analisis tanah akhir . 38 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Halaman 1. Panjang sulur Mucuna bracteata (cm) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 23 2. Jumlah seluruh bintil akar Mucuna bracteata (bintil) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 25 3. Jumlah bintil akar efektif Mucuna bracteata (bintil) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 26 4. Bobot basah tajuk Mucuna bracteata (g) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 28 5. Luas daun Mucuna bracteata (cm2) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 29 6. Bobot kering tajuk Mucuna bracteata (g) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 31 7. Kadar klorofil Mucuna bracteata (mg/g jaringan) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 33 8. Kadar N Mucuna bracteata (%) dengan perlakuan media tanam dan pupuk hayati. 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Perhitungan konversi dosis pupuk . 42 2. Bagan penelitian. 43 3. Jadwal kegiatan . 44 4. Deskripsi tanaman Mucuna bracteata. 45 5. Analisis tanah awal. 46 6. Analisis tanah akhir . 47 7. Data pengamatan panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 1 MSPT. 48 8. Tabel sidik ragam panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 1 MSPT. 48 9. Data pengamatan panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 2 MSPT. 49 10. Tabel sidik ragam panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 2 MSPT. 49 11. Data pengamatan panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 3 MSPT. 50 12. Tabel sidik ragam panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 3 MSPT. 50 13. Data pengamatan panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 4 MSPT. 51 14. Tabel sidik ragam panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 4 MSPT. 51 15. Data pengamatan panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 5 MSPT. 52 16. Tabel sidik ragam panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 5 MSPT. 52 17. Data pengamatan panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 6 MSPT. 53 18. Tabel sidik ragam panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 6 MSPT. 53 19. Data pengamatan panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 7 MSPT. 54 20. Tabel sidik ragam panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada 7 MSPT. 54 21. Data pengamatan panjang sulur Mucuna bracteata (cm) pada Faktor 2 : Kompos Pangkasan Mucuna (M) dengan 4 taraf M0 : sub soil + kompos pangkasan mucuna (1:0) M1 : sub soil + kompos pangkasan mucuna (1:1) M2 : sub soil + kompos pangkasan mucuna (1:2) M3 : sub soil + kompos pangkasan mucuna (1:3) Sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan, yaitu: P0M0 P1M0 P2M0 P3M0 P0M1 P1M1 P2M1 P3M1 P0M2 P1M2 P2M2 P3M2 P0M3 P1M3 P2M3 P3M3 Jumlah ulangan : 3 ulangan Jumlah plot : 48 plot Panjang Plot : 150 cm Lebar Plot : 150 cm Jarak antar blok : 50 cm Jarak antar plot : 30 cm Jumlah tanaman/plot : 4 tanaman Jumlah sampel/plot : 3 sampel Jumlah sampel seluruhnya : 144 sampel Jumlah tanaman seluruhnya : 192 tanaman Universitas Sumatera Utara Volume polibeg : 5 kg 28 Model Analisis Dari hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam berdasarkan model linier sebagai berikut: Yijk = µ + ρi + αj + βk + (αβ)jk + ε ijk i = 1,2,3 j = 1,2,3,4 k =1,2,3,4 Dimana : Yijk = Hasil pengamatan pada blok ke-i dengan perlakuan perendaman benih mucuna pada taraf ke-j dan perlakuan pemberian kompos pangkasan mucuna pada taraf ke-k. µ = Nilai tengah. ρi = Pengaruh blok ke-i. αj = Pengaruh perlakuan perendaman benih mucuna pada taraf ke-j. βk = Pengaruh perlakuan pemberian kompos pangkasan mucuna pada taraf ke-k. (αβ)jk = Pengaruh interaksi antara perlakuan perendaman benih pada taraf ke-j dan perlakuan pemberian kompos pangkasan mucuna pada taraf ke-k. ε ijk = Pengaruh galat pada blok ke-i yang mendapat perlakuan perendaman benih pada taraf ke-j dan perlakuan pemberian kompos pangkasan mucuna pada taraf ke-k. Universitas Sumatera Utara 29 Uji lanjutan yang digunakan dalam menentukan notasi bagi perlakuan yang berpengaruh nyata terhadap parameter yang diambil adalah uji jarak berganda Duncan pada taraf 5% (Steel and Torrie, 1989). PELAKSANAAN PENELITIAN Pembuatan Kompos Mucuna Tahap awal pembuatan kompos adalah persiapan bahan maupun tempatnya. Bahan kompos yang digunakan adalah pangkasan dan sisa berangkasan mucuna yang diperoleh dari kebun PTPN III Gunung Pamela dan kebun PTPN IV Bah Jambi. Tempat pembuatan kompos dilakukan di Laboratorium Pusat Kompos Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Tahap kedua adalah penggilingan bahan. Pangkasan mucuna baik daun maupun sulur dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang lebih kecil kemudian dimasukkan kedalam mesin penggiling (cooper). Bahan-bahan mentah perlu dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar campuran kompos homogen sehingga kadar N dan kecepatan fermentasi dapat merata dan tetap. Pada saat penggilingan ditambahkan air agar memudahkan penggilingan bahan. Tahap ketiga adalah penyusunan tumpukan kompos. Serbuk kompos setelah keluar dari mesin penggiling (cooper) diletakkan pada wadah kompos (plastik), kemudian dicampur dengan pupuk kandang sebanyak ¼ bagian dari bahan kompos. Setelah tercampur, kemudian ditaburi dengan 2 kg dedak dimulai dari pinggir agar rata pada seluruh bagian. Setelah semua bahan tercampur rata, EM4 dsiramkan pada bahan dengan melarutkan ½ botol EM4 dan ½ kg gula putih pada 25 liter air. Kemudian ditutup dengan plastik terpal. Universitas Sumatera Utara 30 Tahap keempat adalah pemantauan suhu dan kelembapan. Temperatur atau suhu diukur mulai pada hari ke 3 dan diukur setiap dilakukan pembalikan. Pengukuran temperatur dilakukan dengan mnggunakan alat uji temperatur yang dapat mencapai jauh kedalam tumpukan kompos. Ketika bahan baku kompos tercampur, kadar uap air dapat diukur. Setelah pembuatan kompos berlangsung, pengukuran kelembapan tidak perlu diulangi tetapi dapat langsung diamati tingkat kecukupan air tersebut. Apabila kelebihan uap air, maka tumpukan kompos ditambahkan udara (oksigen) dengan membuka penutup. Dalam menambahkan udara, jangan sampai menyebabkan kompos menjadi kering. Indikasinya adalah perhatikan temperatur, jika temperatur menurun lebih cepat dari biasanya maka ada kemungkinan kompos terlalu kering. Tahap kelima adalah pembalikan dan penyiraman. Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kelembapan tumpukan kompos. Jika temperatur menurun lebih cepat dari biasanya maka ada kemungkinan kompos terlalu kering, maka dilakukan penyiraman. Pembalikan kompos dilakukan pada hari ketiga. Setelah pembalikan pertama temperatur akan turun, lalu naik lagi sampai hari keenam. Oleh karena itu dilakukan pembalikan kedua pada hari keenam atau 3 hari setelah pembalikan pertama, setelah pembalikan temperatur akan turun dan naik lagi sampai hari kesembilan. Pada hari kesembilan atau 3 hari setelah pembalikan kedua dilakukan lagi pembalikan ketiga. Temperatur akan stabil sampai hari keduabelas. Pada hari keempat belas tumpukan kompos dapat mulai dibuka untuk didinginkan dan kemudian selanjutnya dilakukan penyaringan dan pengepakan Persiapan Lahan Universitas Sumatera Utara 31 Areal pertanaman yang digunakan dibersihkan dari gulma. Dibuat blok tanaman sebanyak 3 blok dengan jarak antar blok 50 cm, setiap blok dibagi menjadi 48 plot, dengan jarak antar plot 30 cm dan ukuran 1,5 meter x 1,5 meter. Pendederan Pendederan diawali dengan pemilihan benih yang seragam. Benih yang akan dideder diberi perlakuan yaitu dengan merendam benih dengan air panas dengan suhu 80c̊ dan lama perendaman sesuai dengan perlakuan untuk mempermudah perkecambahannya. Pendederan dilakukan dengan mendederkan biji Mucuna pada media tanam pasir selama 1 minggu. Persiapan Media Tanam Media tanam yang digunakan adalah subsoil, dan subsoil : kompos pangkasan mucuna (1:1), (1:2) dan (1:3). Media dicampur secara merata dan digemburkan dengan menggunakan cangkul, lalu diisikan kedalam polibeg dan disusun diatas plot. Penanaman Mucuna bracteata Penanaman dilakukan 1 minggu setelah pendederan. Penanaman dilakukan dengan memindahkan kecambah yang tumbuh normal dan seragam ke polibeg dan volume media tanam 5 kg per polibeg. Pemeliharan Tanaman Penyiraman Penyiraman dilakukan dimulai dari pendederan. Penyiraman disesuaikan dengan kondisi lapangan setiap harinya. Universitas Sumatera Utara 32 Penyulaman Penyulaman dilakukan guna mengganti tanaman yang rusak akibat hama, penyakit ataupun kerusakan mekanis lainnya. Penyulaman dilakukan pada umur 1 MSPT dan batas waktu penyulaman adalah 2 MSPT. Penyiangan Penyiangan gulma dilakukan secara manual dengan mencabut gulma yang ada didalam dan diluar polibeg. Tujuan penyiangan gulma untuk menghindari persaingan dalam mendapatkan unsur hara dari dalam tanah. Penyiangan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pengamatan Parameter Daya Berkecambah (%) Daya Berkecambah (DB) mengidentifikasi viabilitas potensial benih. Daya berkecambah diukur dengan menghitung persentase kecambah normal pada tahap seleksi pertama sampai terakhir. Perhitungan kecambah normal dilakukan 5 kali yaitu 1-5 MST. DB= ∑KN hit.1+∑KN hit.2+∑KN hit.3+∑KN hit.4+∑KN hit.5 ∑ Benih yang dikecambahkan X100% KN = Kecambah Normal hit = Hitungan pengamatan minggu ke x Persentase Tumbuh (%) Pengamatan persentase tumbuh dihitung dengan menghitung jumlah semua tanaman yang tumbuh baik kecambah normal maupun kecambah abnormal. Perhitungan kecambah dilakukan 5 kali yaitu 1-5 MST. Universitas Sumatera Utara 33 Persentase tanaman yang tumbuh = Jumlah tanaman yang tumbuh x 100% Jumlah tanaman seluruhnya Jumlah Cabang Pengamatan jumlah cabang dilakukan pada akhir penelitian (9MST) dengan menghitung jumlah cabang yang tumbuh dari batang utama. Luas Daun (cm2) Pengamatan luas daun dilakukan pada akhir penelitian (9MST). Luas daun diamati dengan mengambil daun Mucuna pada setiap sampel dan diukur dengan menggunakan leaf area meter. Berat Basah Batang Atas (g) Pengamatan berat basah dilakukan pada akhir penelitian (9MST). Berat basah diamati dengan menimbang berat basah batang atas Mucuna segera setelah pemanenan berlangsung. Berat Kering Batang Atas (g) Pengamatan berat kering batang atas dilakukan pada akhir penelitian (9MST). Batang atas yang telah di panen dimasukkan ke dalam amplop kertas dan diovenkan dengan suhu 60°C sampai didapat berat kering konstan saat penimbangan setelah pengovenan. Universitas Sumatera Utara 34 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih pada air panas berpengaruh nyata terhadap Daya berkecambah, Jumlah cabang dan Berat basah batang atas , tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap Persentase tumbuh, Luas daun dan Berat kering batang atas. Pemberian kompos pangkasan Mucuna berpengaruh nyata terhadap Jumlah cabang, Luas daun dan Berat basah batang atas , tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap Daya berkecambah, Persentase tumbuh dan Berat kering batang atas. Interaksi antara perendaman benih dan pemberian kompos mucuna tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Daya berkecambah (%) Data Rataan Lampiran 17. Daftar sidik ragam serapan hara fosfor Mucuna bracteata SK Blok Perlakuan Error Total db 11,00 3,00 33,00 47,00 JK 78,53 32,34 107,87 218,74 KT 7,14 10,78 3,27 Fhit 2,18 * 3,30 * F.05 2,09 2,89 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 37,41% FK = 1121,33 Universitas Sumatera Utara 4,83 44 Lampiran 18. Data pengamatan serapan hara kalium Mucuna bracteata Blok Perlakuan I II III IV V VI VII VIII IX X XI Total Rataan XII H0 31,82 29,89 30,66 31,46 16,10 22,96 21,95 20,87 7,00 7,18 7,92 25,10 252,93 21,08 H1 51,32 49,99 36,55 24,04 32,59 31,63 28,34 19,72 28,98 20,50 18,36 35,81 377,83 31,49 H2 32,25 24,18 18,63 13,18 40,77 47,70 27,23 18,13 38,63 8,75 15,72 17,16 302,32 25,19 21,93 H3 Total Rataan 23,25 19,34 20,41 18,54 39,27 26,55 17,07 18,93 17,60 23,79 21,20 17,25 263,20 138,64 123,40 106,25 87,23 128,73 128,84 94,59 77,65 92,21 60,22 63,20 95,32 1196,27 34,66 30,85 26,56 21,81 32,18 32,21 23,65 19,41 23,05 15,05 15,80 23,83 Lampiran 19. Daftar sidik ragam serapan hara kalium Mucuna bracteata SK Blok Perlakuan Error Total db JK 11,00 1861,85 3,00 802,41 33,00 2493,13 47,00 5157,39 KT 169,26 267,47 75,55 Fhit 2,24 * 3,54 * F.05 2,09 2,89 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 34,88% FK = 29814,01 Universitas Sumatera Utara 24,92 45 Lampiran 20. Data pengamatan kadar klorofil Mucuna bracteata Perlakuan H0 H1 H2 H3 Total Rataan I 1,23 2,73 0,96 1,25 6,17 1,54 II 1,07 1,93 1,23 1,15 5,38 1,35 Blok III IV 1,04 1,37 1,70 1,11 1,04 0,98 0,86 1,14 4,64 4,59 1,16 1,15 V 1,07 1,38 1,21 1,20 4,85 1,21 Total Rataan VI 0,96 6,73 1,12 1,49 10,34 1,72 1,18 6,60 1,10 1,02 6,63 1,10 4,66 30,29 1,16 1,26 Lampiran 21. Daftar sidik ragam kadar klorofil Mucuna bracteata SK Blok Perlakuan Error Total db 5,00 3,00 15,00 23,00 JK 0,48 1,70 1,41 3,59 KT 0,10 0,57 0,09 Fhit 1,02 tn 6,00 * F.05 2,90 3,29 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 24,32% FK = 38,24 Universitas Sumatera Utara 46 Lampiran 22. Data pengamatan pH Tanah Mucuna bracteata Blok Perlakuan I II III IV V VI Total VII VIII IX X XI Rataan XII H0 6,38 6,74 6,07 6,08 6,15 6,47 6,21 6,33 5,88 6,05 5,98 5,91 74,25 6,19 H1 6,08 6,13 6,22 6,11 6,36 6,30 6,50 6,33 6,47 6,11 6,17 6,39 75,17 6,26 H2 6,69 6,16 5,93 6,40 6,48 6,18 6,06 5,80 5,88 6,07 5,80 6,38 73,83 6,15 H3 5,96 5,81 5,82 6,22 6,18 6,31 5,92 6,33 6,05 6,03 6,23 5,98 72,84 6,07 25,11 24,84 24,04 24,81 25,17 25,26 24,69 24,79 24,28 24,26 24,18 24,66 296,09 6,28 6,21 6,01 6,20 6,29 6,32 6,17 6,20 6,07 6,07 6,05 6,17 Total Rataan 6,17 Lampiran 23. Daftar sidik ragam pH Tanah Mucuna bracteata SK Blok Perlakuan Error Total db 11,00 3,00 33,00 47,00 JK 0,45 0,23 1,75 2,43 KT 0,04 0,08 0,05 Fhit 0,78 tn 1,47 tn F.05 2,09 2,89 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 3,73% FK = 1826,44 Universitas Sumatera Utara 47 Lampiran 24. Data pengamatan kadar P Tanah Blok Perlakuan I II III IV V VI VII VIII IX X XI Total Rataan XII H0 424,28 431,68 399,63 332,46 288,71 320,75 360,53 378,78 377,45 449,73 507,12 436,61 4707,73 392,31 H1 369,04 206,66 335,54 382,38 345,20 308,23 476,05 485,13 429,21 197,91 563,30 642,66 4741,31 395,11 H2 685,58 362,66 350,33 305,96 310,89 478,51 287,51 320,75 517,96 453,86 401,78 446,47 4922,26 410,19 H3 352,67 222,15 268,99 401,78 341,01 404,11 323,22 283,35 350,33 301,22 197,50 166,19 3612,52 301,04 1831,57 1223,15 1354,49 1422,58 1285,81 1511,60 1447,31 1468,01 1674,95 1402,72 1669,70 1691,93 17983,82 457,89 305,79 338,62 355,65 321,45 377,90 361,83 367,00 418,74 350,68 417,43 422,98 Total Rataan 374,66 Lampiran 25. Daftar sidik ragam kadar P Tanah SK Blok Perlakuan Error Total db JK KT 11,00 92311,85 8391,99 3,00 88936,76 29645,59 33,00 353279,42 10705,44 47,00 534528,03 Fhit 0,78 tn 2,77 tn F.05 2,86 2,86 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 27,62% FK = 6737870,45 Universitas Sumatera Utara 48 Lampiran 26. Data pengamatan kadar C Tanah Blok Perlakuan Total Rataan 1,19 15,73 1,31 2,17 2,34 17,84 1,49 1,23 1,16 1,10 15,94 1,33 1,40 1,32 1,05 1,47 14,55 1,21 4,98 5,27 5,20 5,60 6,10 64,06 1,25 1,32 1,30 1,40 1,53 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII H0 1,49 1,46 1,15 1,15 1,14 1,44 1,36 1,32 1,35 1,46 1,22 H1 1,30 1,27 1,49 1,47 1,17 1,19 1,49 1,41 1,35 1,19 H2 2,45 1,99 1,31 1,06 1,14 1,31 1,03 0,99 1,17 H3 1,15 1,31 1,42 1,44 1,22 0,16 1,35 1,26 Total 6,39 6,03 5,37 5,12 4,67 4,10 5,23 Rataan 1,60 1,51 1,34 1,28 1,17 1,03 1,31 1,33 Lampiran 27. Daftar sidik ragam kadar C Tanah SK Blok Perlakuan Error Total db 11,00 3,00 33,00 47,00 JK 1,11 0,46 4,17 5,74 KT 0,10 0,15 0,13 Fhit 0,80 tn 1,22 tn F.05 2,86 2,86 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 26,64% FK = 85,49 Universitas Sumatera Utara 49 Lampiran 28. Data pengamatan kadar N Tanah Blok Perlakuan Total Rataan 0,16 2,25 0,19 0,26 0,17 2,17 0,18 0,17 0,16 0,16 2,10 0,18 0,17 0,15 0,16 0,19 2,05 0,17 0,68 0,74 0,69 0,77 0,68 8,57 0,17 0,19 0,17 0,19 0,17 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII H0 0,21 0,20 0,19 0,17 0,17 0,18 0,18 0,18 0,21 0,21 0,19 H1 0,17 0,21 0,16 0,18 0,15 0,16 0,16 0,19 0,20 0,16 H2 0,26 0,22 0,17 0,17 0,16 0,17 0,15 0,15 0,16 H3 0,16 0,17 0,19 0,19 0,16 0,15 0,20 0,16 Total 0,80 0,80 0,71 0,71 0,64 0,66 0,69 Rataan 0,20 0,20 0,18 0,18 0,16 0,17 0,17 0,18 Lampiran 29. Daftar sidik ragam kadar N Tanah SK Blok Perlakuan Error Total db 11,00 3,00 33,00 47,00 JK 0,01 0,00 0,02 0,03 KT 0,00 0,00 0,00 Fhit 1,09 tn 1,00 tn F.05 2,09 2,89 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 14,09% FK = 1,53 Universitas Sumatera Utara 50 Lampiran 30. Data pengamatan kadar N Kelapa Sawit Blok Perlakuan I II III IV V VI Total VII VIII IX X XI Rataan XII H0 2,84 2,88 2,61 2,63 2,8 2,68 2,99 2,88 2,61 2,57 2,63 3,15 33,27 2,77 H1 2,81 3,46 2,92 3,27 2,84 2,37 2,99 3,06 3,07 3,02 3,15 2,84 35,80 2,98 H2 3,18 2,61 3,15 2,68 3,15 3,23 2,95 2,99 2,95 3,15 3,22 3,11 36,37 3,03 H3 3,06 2,91 2,83 3,06 3,13 2,29 2,61 2,6 2,29 2,84 2,64 2,64 32,90 2,74 11,89 11,86 11,51 11,64 11,92 10,57 11,54 11,53 10,92 11,58 11,64 11,74 138,34 2,97 2,97 2,88 2,91 2,98 2,64 2,89 2,88 2,73 2,90 2,91 2,94 Total Rataan Lampiran 31. Daftar sidik ragam kadar N Kelapa Sawit SK Blok Perlakuan Error Total db 11,00 3,00 33,00 47,00 JK 0,44 0,77 2,05 3,26 KT 0,04 0,26 0,06 Fhit 0,64 tn 4,12 * F.05 2,09 2,89 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 8,65% FK = 398,71 Universitas Sumatera Utara 2,88 51 Lampiran 32. Data pengamatan kadar P Kelapa Sawit Blok Perlakuan Total Rataan 0,48 4,53 0,38 0,37 0,3 4,14 0,35 0,34 0,37 0,35 4,38 0,37 0,33 0,28 0,4 0,29 3,97 0,33 1,25 1,29 1,38 1,56 1,42 17,02 0,31 0,32 0,35 0,39 0,36 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII H0 0,37 0,38 0,37 0,37 0,39 0,37 0,37 0,26 0,32 0,43 0,42 H1 0,4 0,31 0,4 0,35 0,34 0,33 0,36 0,32 0,33 0,33 H2 0,44 0,42 0,46 0,38 0,33 0,35 0,31 0,32 0,31 H3 0,37 0,36 0,32 0,35 0,36 0,28 0,28 0,35 Total 1,58 1,47 1,55 1,45 1,42 1,33 1,32 Rataan 0,40 0,37 0,39 0,36 0,36 0,33 0,33 0,35 Lampiran 33. Daftar sidik ragam kadar P Kelapa Sawit SK Blok Perlakuan Error Total db 11,00 3,00 33,00 47,00 JK 0,03 0,02 0,06 0,11 KT 0,00 0,01 0,00 Fhit 1,69 tn 2,94 * F.05 2,09 2,89 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 11,82% FK = 6,04 Universitas Sumatera Utara 52 Lampiran 34. Data pengamatan kadar K Kelapa Sawit Blok Perlakuan Total Rataan 1,36 18,24 1,52 1,21 1,06 17,63 1,47 1,65 1,57 1,47 18,76 1,56 1,65 1,49 1,63 1,45 18,17 1,51 6,20 6,17 5,74 5,84 5,35 72,79 1,55 1,54 1,43 1,46 1,34 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII H0 1,51 1,53 1,51 1,66 1,69 1,53 1,69 1,59 1,43 1,32 1,43 H1 1,64 1,66 1,69 1,60 1,21 1,40 1,83 1,61 1,44 1,29 H2 1,52 1,53 1,69 1,39 1,46 1,64 1,62 1,58 1,64 H3 1,39 1,48 1,55 1,41 1,47 1,52 1,69 1,43 Total 6,06 6,19 6,44 6,07 5,82 6,09 6,83 Rataan 1,52 1,55 1,61 1,52 1,45 1,52 1,71 1,52 Lampiran 35. Daftar sidik ragam kadar K Kelapa Sawit SK Blok Perlakuan Error Total db 11,00 3,00 33,00 47,00 JK 0,38 0,05 0,61 1,03 KT 0,03 0,02 0,02 Fhit 1,87 tn 0,97 tn F.05 2,09 2,89 Keterangan : * = nyata tn = tidak nyata KK = 8,93% FK = 110,40 Universitas Sumatera Utara 53 Lampiran 36. Foto Lahan Penelitian Universitas Sumatera Utara
Uji Ke-Efektifan Pupuk Hayati Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Mucuna bracteata
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Uji Ke-Efektifan Pupuk Hayati Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Mucuna bracteata

Gratis