Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 2  65  112  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

PENGARUH PROFITABILITAS, FINANCIAL LEVERAGE DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PROPENSITY

INCOME SMOOTHING PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TESISOLEH : ISMED WIJAYANIM.097019034 / IM SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN2011

PENGARUH PROFITABILITAS, FINANCIAL LEVERAGE DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PROPENSITY INCOME

  Si PERNYATAAN Saya dengan ini menyatakan bahwa Tesis saya yang berjudul : ”Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaanterhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan oleh siapapun juga pada waktu sebelumnya. Pengujian yang dilakukan secara serempak menunjukkan hasil bahwa profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap propensity income smoothing yang dilakukanoleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

KATA PENGANTAR

  Pada penulisan tesis ini, penulis memilih judul: Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa EfekIndonesia Penulis menyadari bahwa selama melakukan penelitian serta penulisan tesis ini penulis banyak memperoleh bimbingan, petunjuk serta dukungan baiksecara moril dan materil dari berbagai pihak. Penulis menyadari tesis ini masih memiliki kekurangan dan jauh dari sempurna tapi penulis yakin tesis ini dapat memberi manfaat kepada seluruhpembaca pada umumnya dan kepada penulis pada khususnya.

RIWAYAT HIDUP

  Hasil yang diperoleh adalah bahwa secara parsial, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap propensity income smoothing, sedangkan profitabilitas berpengaruh terhadap propensity income smoothing. Pengujian yang dilakukan secara serempak menunjukkan hasil bahwa profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap propensity income smoothing yang dilakukanoleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

  Sejak krisis ekonomi 1998 telah banyak terjadi skandal keuangan diperusahaan publik dengan melibatkan persoalan laporan keuangan yang pernahditerbitkanya, diantaranya yang ada di indonesia adalah seperti insider trading pada saham PT Bank Central Asia tahun 2001 maupun kasus laporan keuangan ganda PTBank Lippo pada tahun 2002 yang diterbitkan oleh pihak manajemen perusahaan yang melibatkan pelaporan keuangan (financial reporting) yang berawal dariterdeteksi adanya manipulasi, Boediono (2005). Selanjutnya hasil penelitian Juniarti dan Corolina (2005) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan atas ukuran perusahaan dan sektor industriantara perusahaan yang tergolong dalam smoothing dan non-smoothing, sedangkan untuk profitabilitas terdapat perbedaan yang signifikan pada keduaklasifikasi perusahaan.

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1. Penelitian Terdahulu

  Faktor-faktor yang Mempengaruhi PraktekPerataan Laba pada Perusahaan Terdaftar diBursa Efek Jakarta Topik penelitian mengenai perataan laba telah banyak dilakukan namun hasil yang diperoleh belum menunjukkan tingkat konsistensi antara penelitiansatu dengan yang lainnya, baik berbeda lokasi maupun periode waktu. Berikut ini adalah hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti baik di Indonesia maupun negara lain seperti yang terlihat pada tabelberikut ini: Tabel 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu No Penulis dan Tahun Judul Penelitian Analisis PenelitianHasil Penelitian 1.

2.2. Landasan Teori

2.2.1. Laporan Keuangan

  al, (2004) memberikan pengertian yang tidak jauh berbeda mengenai laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan untuk tujuan umumdan ditekankan kepada pelaporan eksternal perusahaan yang terdiri dari neraca, laporan rugi laba, dan laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan. al, (2004) menekankan bahwa laporan keuangan lebih merupakan sebuah informasi yang bersifat prinsip untuk dikomunikasikankepada pihak-pihak diluar perusahaan yang menyediakan informasi tentang sejarah perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk uang.

2.2.2. Teori Keagenan (Agency Theory)

  Manajer yang disebut agen dan pemilik yang disebut principal merupakan dua pihak yang masing-masing memiliki tujuan berbeda dalam mengendalikan perusahaan terutama menyangkut bagaimana memaksimumkan kepuasan dan kepentingan dari hasilyang dicapai melalui aktivitas usaha. Dilema yang muncul antara kedua pihak tersebut menciptakan sebuah hubungan yang akan mendorong timbulnya Akibat dari konflik kepentingan yang pada dasarnya masih terus terjadi antara prinsipal dan agen, maka dalam hal ini manajer berusaha untukmelakukan upaya-upaya tertentu dalam menjaga keseimbangan kondisi yang diharapkan.

2.2.3. Teori Asimetri Informasi (Information Asymmetry Theory)

  Salah satu kondisi yang menyebabkan perbedaan antara agen dan pemilik, disamping masalah keagenan adalah ketidakmerataan informasi (information asymmetry) yang berakibat pada besarnya peluang manajer untuk melakukan hal yang menguntungkan bagi kepentingannya. Shields dan Young (1993) dalam Fitri (2004) juga mengemukakan bahwa terdapat beberapa kondisi perusahaan yang dapatmenimbulkan kondisi information asymmetry yaitu perusahaan yang sangat besar, memiliki penyebaran secara geografis, memiliki produk yang beragamserta membutuhkan teknologi.

2.2.4. Signaling Theory

  Dalam signaling theory,kesulitan untuk membedakan mana perusahaan yang berkualitas rendah maupun yang berkualitas tinggi dapat dihindari, karena setiap manajer perusahaan yangkualitas perusahaannya lebih tinggi akan mampu memberikan sinyal-sinyal yang lebih baik atau mahal kepada investor dibandingkan perusahaan dengan kualitasyang rendah. Penyampaian laba yang diperoleh perusahaan merupakan salah satu contoh sinyal yang menunjukkan apakah manajer atau agen telah melakukankewajibannya sesuai dengan kontrak yang telah disepakati dengan pemilik perusahaan.

2.2.5. Manajemen Laba (Earnings Management)

  Dan menurut Healy dan Wahlen (1999), manajemen laba terjadi ketika para manajer menggunakan judgment dalam pelaporan keuangan dan penyusunantransaksi untuk merubah laporan keuangan yang menyesatkan terhadap pemegang saham atas dasar kinerja ekonomi organisasi atau untukmempengaruhi hasil sesuai dengan kontrak yang tergantung pada angka-angka akuntansi yang dilaporkan. Untuk hipotesis biaya politis yang lebih cenderung menyoroti perusahaan dengan skala yang lebih besar cenderung akanmengurangi laba yang dilaporkan dari hasil operasionalnya yang sebagian besar berhubungan dengan masyarakat.

2.2.6. Perataan Laba (Income Smoothing)

  Prinsip akuntansi yang diterima umum memberikan kebebasan kepada manajemen untuk memilih metode maupun kebijakan akuntansi yang dianggappaling sesuai digunakan dalam rangka menyiapkan laporan keuangan. Namun fleksibilitas ini justru dimanfaatkan oleh manajemen untuk melakukan tindakanperataan laba karena sangat berhubungan dengan kinerja yang diraih, baik saat ini (current performance) maupun di masa yang akan datang (future performance).

2.2.6.1. Pengertian Perataan Laba (Income Smoothing) Salah satu pola manajemen laba adalah income smoothing (Scott 2006)

  Disamping itu laba yang dilaporkan dalam posisi yang stabil akan memberikan rasa lebih percaya diri bagi pemilik perusahaan (Hepworth, 1953 dalam Michelson, 2000) yang disertai dengan tujuan untuk meningkatkankepuasan pemegang saham melalui tingkat pertumbuhan dan stabilitas laba yang dilaporkan, namun masih dalam batas aturan akuntansi yang berlaku (Ronen danSadan, 1981 dalam Stolowy & Breton, 2000). Definisi-definisi di atas jelas memperlihatkan bahwa perataan laba merupakan tindakan manajemen yang sengaja dilakukan untuk mengurangifluktuasi laba setiap periode yang diinginkan guna mencapai jumlah laba yang dianggap normal oleh suatu perusahaan dengan menggunakan alat atau metodeakuntansi yang telah dipilih sebelumnya.

2.2.6.2. Variabel-variabel Perataan Laba

  Manajemen mungkin saja mengurangi variabilitas dalam laba yang dilaporkan karena usaha yang dilakukan manajemen berhubungan dengan laba jangkapanjang untuk periode-periode selanjutnya. Penggunaannya hanya sekali dan tidak seharusnya memasukkan atau melibatkan perusahaan pada tindakan yang lebih khusus di masa yang akandatang.

2.2.6.3. Motivasi-motivasi Perataan Laba

  Perataan laba yang dilakukan oleh pihak manajemen tidak hanya sekedar untuk mempertahankan kinerja atau untuk meningkatkan kemakmuran pribadi,namun lebih jauh lagi manajemen menginginkan adanya keseimbangan yang dapat memberikan keuntungan, baik dari sisi ekonomis maupun psikologis. Motivasi lain yang juga dikemukakan oleh Bleidernan dalam Belkaoui(2000) bahwa ada dua alasan yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam melakukan perataan laba yang dilaporkan.

2.2.6.4. Dimensi Perataan Laba

  Perataan melalui alokasi dari waktu ke waktu; artinya dimensi ini berkaitan dengan fakta bahwa suatu peristiwa telah terjadi dan memerlukan pengakuanyang tepat, sehingga manajemen memiliki kebebasan yang lebih untuk mengendalikan penentuan periode yang dipengaruhi oleh kuantifikasiperistiwa tersebut. Perataan melalui klasifikasi (atau disebut perataan klasifikatori); dimensi ini tergantung dari klasifikasi item-item rugi laba yang dirancang olehperusahaan untuk mengurangi perbedaan jumlah laba selain daripada laba bersih yang dilaporkan.

2.2.6.5. Tipe-tipe Perataan Laba

  Perataan ril (real smoothing)Perataan laba yang dilakukan melalui suatu transaksi yang aktual atau tidak dilakukan atas dasar efek perataannya terhadap income, sehinggaperataan jenis ini berkaitan dengan perataan melalui terjadinya peristiwa atau pengakuan. Disamping itu Copeland dalamZulkarnaini (2007), juga berpendapat bahwa perataan artifisial merupakan perataan income yang melibatkan pemilihan repetitif pengukuran akuntansiatau aturan pelaporan dalam pola tertentu, dimana pengaruhnya adalah arus income yang dilaporkan menjadi variasi yang lebih kecil dari kecenderungan yang akan muncul jika tidak dilakukan perataan.

2.2.7. Alasan Dilakukannya Perataan Laba

  Simpulan ini didukung oleh Truemen dan Titman(1988) bahwa secara rasional manajer ingin meratakan laba yang dilaporkan Penelitian terdahulu yang telah dilakukan menjelaskan alasan-alasan yang mendorong manajer untuk melakukan tindakan perataan laba. al, 1994), serta pertumbuhan perusahaan(Kustono, 2007), merupakan contoh-contoh dari kondisi yang dipengaruhi oleh angka-angka akuntansi, sedangkan untuk faktor laba, yang mampumempengaruhi adalah angka-angka laba itu sendiri yang akan mendorong prilaku perataan laba oleh manajer.

2.2.9.1. Profitabilitas (Profitability)

  Rasio ini dapat dikatakan juga mampu menginterpretasikan kemampuan perusahaan dalam menekan biaya-biaya Rasio profitabilitas yang kedua adalah return on assets (ROA) atau yang sering disebut return on investment (ROI) dapat dijadikan sebagai ukuran daritingkat pengembalian yang dihasilkan oleh asset organisasi (Atkinson et. Pemilihan ROA didasari atas tujuan penelitian yang ingin melihat langsung prilaku manajemen dalamperusahaan dihubungkan dengan praktik perataan laba, sehingga mudah bagi investor untuk menilai sejauh mana kemampuan manajemen dalammenghasilkan laba perusahaan berdasarkan penggunaan asset yang dimiliki.

2.2.9.2. Financial Leverage

  Perusahaan yang menggunakan dana dengan beban tetap dikatakan menghasilkan leverage yang menguntungkan (favorable financial leverage) atauefek yang positif jika pendapatan yang diterima dari penggunaan dana tersebut lebih besar daripada beban tetap dari penggunaan dana itu. Perusahaan yang mempunyai tingkat leverage yang tinggi diduga melakukan perataan laba karena perusahaan terancam default sehingga manajemen membuatkebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan.

2.2.9.3. Pertumbuhan Perusahaan

  Besarnya earning per sharesuatu perusahaan dapat diketahui dari informasi keuangan yang diterbitkan perusahaan atau dapat diproksikan dengan membagi keuntungan yang diperolehsetelah pajak (laba bersih) dengan jumlah saham yang beredar. Kedua, perusahaan yang pertumbuhannyatinggi akan menggunakan kontrak kompensasi dan utangnya berdasarkan akuntansi, dan untuk mengurangi risiko fluktuasi laba yang perusahaan yangpertumbuhannya tinggi akan menggunakan kontrak kompensasi dan utangnya Besarnya earning per share suatu perusahaan dapat diketahui dari informasi keuangan yang diterbitkan perusahaan atau dapat diproksikan denganmembagi keuntungan yang diperoleh setelah pajak (laba bersih) dengan jumlah saham yang beredar.

2.3. Kerangka Konseptual

  al, (1994), menemukan hasil bahwa perataan laba yang dilakukan di perusahaan yang terdaftar di Singapore Stock Exchange cenderung dilakukan oleh perusahaan yang memiliki profitabilitas rendah dan kurang menguntungkan. Menurut Meilani dan Baridwan (2000), laba bersih per saham adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk tiap lembar saham yangberedar, dan akan dipakai oleh pimpinan perusahaan untuk menentukan besarnya dividen yang akan dibagikan.

2.4. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah, kajian teori dan hasil penelitian sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:Profitabilitas, financial leverage dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap propensity income smoothing yang dilakukan perusahaanperbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, tahun 2004 sampai 2009.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Sedangkan Arikunto (2006) menyatakan bahwa: penelitian kuantitatif memiliki kejelasan unsur yang rinci sejak awal, langkah penelitian yangsistematis, menggunakan sampel yang hasil penelitiannya diberlakukan untuk populasi, memiliki hipotesis jika perlu, memiliki desain jelas dengan langkah -langkah penelitian dan hasil yang diharapkan, memerlukan pengumpulan data yang dilakukan setelah semua data terkumpul. Lokasi dan Waktu PenelitianPenelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari data laporan keuangan perusahaan perbankan tahun 2004-2009 yang diperoleh dari ICMD dan www.idx.co.id.

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian

  Untuk melengkapi data yang akan diteliti dilakukan studi pustaka melalui membaca, mengkaji dan mempelajari teori-teori yang berhubungandengan perataan laba baik yang diperoleh dari text book maupun jurnal-jurnal ilmiah, majalah dan karya tulis lainnya yang memuat hasil-hasil penelitiansebelumnya mengenai topik yang akan diteliti. Jenis dan Sumber DataJenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan klasifikasi perusahaan berdasarkan data dari JSX Monthly Statistic yang memuatlaporan keuangan perusahaan perbankan periode 2004 sampai dengan 2009.

3.6. Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel

  Status propensity income smoothing adalah statusperusahaan di mana suatu perusahaan diindikasikan sebagai perusahaan yang kemungkinan melakukan praktik perataan laba atau perusahaan yangkemungkinan tidak melakukan praktik perataan laba (Kumaladewi, 2008). Perusahaan yang diindikasikan melakukanperataan laba = 1 dan untuk perusahaan yang tidak melakukan perataan laba = 0.

3.7. Metode Analisis Data

  Penelitian ini menggunakan model logit (logistic regression), dianggap sesuai karena variabel dependennya berupa variabel dummy (binary dependent variable) atau bersifat dikotomi (Hair et al. 1998).

1 Jika perusahaan i melakukan perataan laba

P

i Jk perusahaan tdak melakukan perataan laba

   Melalui model ini ingin dijelaskan prediksi perusahaan yang diindikasikan melakukan perataan laba dengan menghubungkannya dengan variable explanatory yaitu X 1, X 2 dan X 3 Dalam mengestimasi model regresi logistik menggunakan teknikmaximum likelihood. Fungsi log likelihood (LL) yang didefinisikan: Uji kecocokan model dilakukan untuk mempelajari sejauh mana kecocokan model regresi logistik yang dipakai.

3.8.1. Uji Kecocokan Model (Uji Secara Keseluruhan/Uji Serempak)

  Statistik uji X  Jika hipotesis 0 diterima berarti variabel yang diuji dapat dikatakan tidak signifikan untuk menyebabkan terjadinya perbedaan dalam perataan laba,sebaliknya jika hipotesis 0 ditolak dan yang diterima hipotesis alternatif (H Profitabilitas, financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan secara individu berpengaruh dalam memprediksi perusahaan melakukan perataan laba. Uji Parsial (Uji Signifikansi Masing-masing Koefisien Regresi Variabel Bebas/Prediktor)  2 :12 p hitung   2 Kriteria uji: Tolak H pada taraf kekeliruan dan derajat bebas (db = p = jumlah parameter) jika  0; (i= 1, 2, 3):Profitabilitas, financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan secara bersama-sama berpengaruh dalam memprediksi perusahaan yang melakukanperataan laba.

IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.1. Deskripsi Objek Penelitian

  Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 114 yang didapat dari 19 x 6 (perkalianantara jumlah sampel dengan jumlah tahun dalam pengamatan). PT Bank Permata Tbk Permata Bank didirikan pada 18 Febuari 2002, dibentuk sebagai hasil merger dari 5 bank di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional(BPPN), yakni PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank PrimaExpress, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot pada tahun 2002.

4.1.2. Analisis Statistik Deskriptif

  Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Perataan Laba, variabel ini juga merupakan variabel numerik yang menggunakan variabel dummy,dimana perusahaan yang melakukan Perataan Laba diberi nilai satu (1) sebagai nilai maksimum dan yang tidak melakukan perataan laba diberinilai nol (0) sebagai nilai minimum. Sehingga dengan jelas dapat diketahui bahwa range antara data adalah sebesar satu (1), dengan nilairata-rata (mean) sebesar 0.42% dan standard deviasi sebesar 0.50%, yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antarnilai rata-rata (mean) dengan nilai data rata-rata.

4.2. Analisis Statistik Inferensial

4.2.1. Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fit)

  Uji ini digunakan untuk menilai model yang telah dihipotesakan telah fit atau tidak dengan data. Nilai yang diberikan untuk variabel dependen dimana variabel ini adalah variabel yang menggunakan variabel dummy adalah 1 dan 0.

b. Initial -2 Log Likelihood: 155.184

  Nilai -2LogL yang kedua adalah untuk model konstanta yang telah ditambah dengan variabel bebas ROA, DER, dan EPS (Block 1: Method Enter). Untuk Model dengan konstanta dan variabel ROA, DER, dan EPS ternyata signifikan dengan nilai -2log likelihood 148.223 > 3.182 (atau dengan kata lainnilai alpha lebih kecil dari 5%) yang berarti hipotesis nol diterima dan model fit dengan data.

4.1.2.3. Menilai Kelayakan Model regresi (Goodness ot Fit Test)

  Berdasarkan Tabel 4.4 diatas dapat dilihat bahwa nilai statistik Hosmer dan Lemeshow Goodness of Fit sebesar 8,267 dengan probabilitas signifikansi0.408 nilai ini jauh diatas 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model tersebut diterima karena cocok dengan data observasinya (tidak ada perbedaandengan data sehingga model dapat dikatakan fit). Metode regresi logistik yang digunakan adalah metode regresi logistik dengan metode enter dimana dengan menggunakan metode ini berarti seluruhvariabel bebas (independen) disertakan dalam pengolahan (analisis) data untuk mengetahui variabel mana yang berpangaruh terhadap variabeldependen.

a. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than .001

  Cox dan Snell’s R Square merupakan ukuran yang mencoba meniru 2 ukuran R pada multiple regression yang didasarkan pada teknik estimasi likelihood dengan nilai maksimum kurang dari satu sehingga sulitdiinterpretasikan. Nagelkerke’s R Square merupakan modifikasi dari koefisienCox dan Snell untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi dari 0 (nol) sampai dengan 1 (satu).

2 R dengan nilai maksimumnya. Nilai Nagelkerke R Square dapat

  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa investor masih sangat mengandalkan profitabilitas dalam menilai kelangsungan hidup perusahaan sertakelayakan investasi dengan memanfaatkan secara maksimal informasi yang H2 : Financial Leverage berpengaruh terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. dikarenakan koefisien yang diterima adalah positif dengan signifikansi sebesar 0.960 dimana signifikansi ini berada jauh diatas signifikansi 0,05 (5%)maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua tidak dapat diterima (ditolak), yang berarti variabel Financial Leverage tidak berpengaruh terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.2. Pembahasan

4.2.1. Pengaruh Profitabilitas terhadap Propensity Income Smoothing

  Hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang diajukan,berdasarkan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kecendrungan perataan laba yang dilakukanperusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berpengaruhnya profitabilitas secara signifikan terhadap kecendrungan praktik perataan laba yang dilakukan oleh manajemen pada perusahaanperbankan di Indonesia disebabkan pihak manajemen ingin mempertahankan reputasi perusahaan dan nilai perusahaan dimata publik sekaligus untuk menarikminat investor.

4.2.2. Pengaruh Financial Leverage terhadap Propensity Income Smoothing

  Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa financial leverage secara parsial tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap indikasi kecendrungan perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini menunjukkan tidak berpengaruhnya financial leverage terhadap indikasi kecendrunganperataan laba yang dilakukan oleh manajemen disebabkan proporsi tingkat hutang perusahaan masih pada batas yang wajar serta pengelolaan hutang olehpihak manajemen telah berjalan dengan baik.

4.2.3. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income

  Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa adanya kecendrungan manajemen untuk merekayasa laporan keuangan melalui praktik perataan labatersebut melalui model logit atau regresi logistik yang dipakai untuk memprediksi apakah suatu perusahaan memiliki kecenderungan melakukanpraktik perataan laba atau tidak, memberikan hasil pengaruh yang signifikan pada ketiga variabel yang digunakan yaitu profitabilitas, financial leverage danpertumbuhan perusahaan. Dengan demikian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini konsisten dengan hasil yang diperoleh, yaitu terbukti ketigavariabel berpengaruh secara signifikan terhadap kecendrungan tindakan manajemen melakukan praktik perataan laba yang tergambar dalam informasilaporan keuangan khususnya laporan rugi laba perusahaan.

4.3. Implikasi Penelitian

  Berdasarkan bukti empiris yang diperoleh dari hasil penelitian ini, maka sebaiknya setiap individu ataupun calon investor yang ingin melakukan investasiharus tetap teliti dan waspada dengan informasi-informasi yang dipublikasikan oleh perusahaan. Dari tiga faktor yang diduga masih ada kaitan dengan kecendrungan praktik perataan laba yang mungkin dilakukan oleh manajemen, menggambarkanbahwa ketiga faktor tersebut (baik secara parsial maupun simultan) telah memperlihatkan angka yang signifikan bagi perusahaan dalam melakukanperataan laba.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, berikut kesimpulan dari hasil penelitian yang diperoleh: 1. Hal inidisebabkan oleh keinginan manajemen dalam menjaga reputasi dan meningkatkan nilai perusahaan dalam menarik investasi.

5.2 Saran

  Diharapkan kepada investor maupun pengguna laporan keuangan lainnya untuk lebih tanggap dan teliti, menyangkut adanya indikasi penyimpanganperilaku yang sering dilakukan manajemen, dan tidak hanya melihat angka- angka yang tercantum dalam laporan keuangan semata. Rentang waktu yang digunakan dalam penelitian ini hanya 6 tahun dan sebaiknya penelitian selanjutnya disarankan dapat mengamati perilakuperataan laba lebih dari 6 tahun karena menyangkut perubahan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

  Perataan Laba(Income Smoothing) dan Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya(Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Jurnal Akuntansi dan Bisnis-Volume 1-Januari. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba pada Perusahaan Manufaktur dan Lembaga KeuanganLainnya yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

4 BBNP 200

Lampiran Hasil Tabulasi Indeks Eckel Jenis Industri Kode Tahun CV Sales CV Income 0.16 0.11 0.23 2.03 Tidak 2007 0.05 0.30 6.04 Tidak 2008 0.06 0.47 7.53 Tidak 2009 0.03 0.17 5.90 Tidak 0.10 0.08 00.63 Ya 20050.01 1.12 117.27 Tidak 2006 0.08 0.85 11.16 Tidak 2007 0.07 0.40 6.12 Tidak 2008 0.09 0.14 1.51 Tidak 2009 0.12 0.21 1.68 Tidak 1.03 Tidak 2006 0.08 IPL Perataan Laba 0.12 6 BCIC 20040.37 (1.35) -3.65 Ya 2005 0.19 (1.50) -7.93 Ya 2006 0.37 0.33 0.87 Ya 2007 0.10 0.33 3.39 Tidak 20080.44 (1.44) -3.29 Ya 20090.07 (1.52) -21.06 Ya 7 BDMN 20040.01 0.32 32.00 Tidak 2005 0.17 0.13 0.74 Ya 2006 0.29 22.25 Tidak 2005 2.48 Tidak 2007 0.10 0.33 3.24 Tidak 2008 0.13 0.23 1.80 Tidak 2009 0.06 0.00 0.02 Ya 8 BEKS 20040.13 0.79 66.08 Tidak 2005 0.23 (2.41) -10.62 Ya 20060.07 (0.77) -10.79 Ya 20070.06 (1.57) -27.95 Ya 20080.01 (1.48) -244.20 Ya 20090.04 (0.87) -24.71 Ya 9 BKSW 2004 0.04 0.09

10 BMRI 2004

  Exp(B) Step 0 Constant -.318 .190 2.8181 .093 .727 Universitas Sumatera Utara Variables not in the Equation Score df Sig. Step 0 Variables ROA_X1 2.197 1 .138 DER_X2 .0001 .998 G_EPS .3731 .541 Overall Statistics 2.5953 .458 Block 1: Method = Entera,b,c,dIteration History 1 152.353 -.346 -.032 .004 .000 2 151.609 -.330 -.051 .004 .0003 149.554 -.240 -.133 .006 .000 4 148.251 -.082 -.265 .006 .0005 148.223 -.015 -.284 .002 .000 6 148.223 -.009 -.285 .002 .0007 148.223 -.009 -.285 .002 .000 a.

a. Estimation terminated at iteration number 7 because parameter estimates changed by less than .001

  1 8.267 8 .408Contingency Table for Hosmer and Lemeshow Test 6 4 6.397 7 4.603 15 Universitas Sumatera Utara 10 6 5.636 9 9.364 11 Step 1 9 8 5.690 3 5.310 11 8 6 5.989 5 5.011 11 7 6 6.235 5 4.765 11 11 PL_Y = .00 PL_Y = 1.00 Observed Expected Observed ExpectedTotal 5 5 6.534 6 4.466 Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square df Sig. 4 9 6.760 2 4.240 11 3 8 7.133 3 3.867 11 2 6 7.543 5 3.457 11 1 8 8.082 3 2.918 11 Classification TableaPredicted PL_Y 16.7 Step 1 Overall Percentage ROA_X1 .568 .996 DER_X2 .925 1.085G_EPS .999 1.000 Step 1a Constanta.

G_EPS .027 .295 -.179 1.000

Universitas Sumatera Utara
Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Smoothing pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Alasan Dilakukannya Perataan Laba Analisis Statistik Deskriptif Hasil Penelitian b,c b b,c,d b,c b,c,d Dimensi Perataan Laba Tipe-tipe Perataan Laba Financial Leverage Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perataan Laba Hipotesis Penelitian TINJAUAN KEPUSTAKAAN Implikasi Penelitian METODE PENELITIAN Jenis dan Sifat Penelitian Kerangka Konseptual TINJAUAN KEPUSTAKAAN Kesimpulan Saran KESIMPULAN DAN SARAN Latar Belakang Penelitian PENDAHULUAN Manajemen Laba Earnings Management Metode Analisis Data Analisis Statistik Inferensial Penelitian Terdahulu TINJAUAN KEPUSTAKAAN Pengaruh Financial Leverage terhadap Propensity Income Smoothing Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Propensity Income Pengertian Perataan Laba Income Smoothing Pengujian Hipotesis METODE PENELITIAN Pertumbuhan Perusahaan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perataan Laba Profitabilitas Profitability Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perataan Laba PT Bank Eksekutif Internasional Tbk PT Bank Kesawan Tbk PT Bank Mandiri Persero Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank ICB Bumiputera Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT Bank Mutiara Tbk PT Bank Danamon Tbk PT Bank Permata Tbk PT Bank Swadesi Tbk PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Artha Graha Internasional Tbk Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel Teori Asimetri Informasi Information Asymmetry Theory Signaling Theory Teori Keagenan Agency Theory Variabel-variabel Perataan Laba Motivasi-motivasi Perataan Laba
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Profitabilitas, Financial Leverage d..

Gratis

Feedback