Feedback

Pengaruh penambahan kitosan nano dari blangkas terhadap compressive strength Semen Ionomer Kaca modifikasi resin nano ( In Vitro).

Informasi dokumen
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN NANO DARI BLANGKAS TERHADAP COMPRESSIVE STRENGTH SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI RESIN NANO (IN VITRO) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi OLEH : SIMFO FERAWATI NIM : 070600095 DEPARTEMEN ILMU KONSERVASI GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Ilmu Konservasi Gigi Tahun 2011 Simfo Ferawati Pengaruh penambahan kitosan nano dari blangkas terhadap compressive strength Semen Ionomer Kaca modifikasi resin nano ( In Vitro) xi + 70 halaman Karies merupakan masalah kesehatan gigi yang umum terjadi di Indonesia sedangkan perawatannya masih memerlukan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, WHO memperkenalkan Atraumatic Restorative Treatment (ART) untuk minimal intervensi, sejalan dengan perkembangan Semen Ionomer Kaca (SIK). SIK terus dikembangkan hingga menjadi SIK modifikasi resin berpartikel nano, dan juga dimodifikasi dengan penambahan biopolimer alami yaitu kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik dari SIK modifikasi resin  nano dengan penambahan kitosan nano dari blangkas. Penelitian ini menggunakan spesimen campuran SIK modifikasi resin nano dengan kitosan nano dari blangkas yang diletakkan dalam cetakan silinder berukuran diameter 4 mm x tinggi 6 mm. Pasta SIK  modifikasi resin nano menjadi kelompok kontrol. Kelompok uji I adalah campuran SIK modifikasi resin nano dengan 0,015% berat kitosan nano. Kelompok uji II adalah campuran SIK modifikasi resin nano dengan 0,45% berat kitosan nano. Pengujian compressive strength ini dilakukan dengan menggunakan alat Torsee Universal Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan rerata compressive strength untuk kelompok kontrol: 93.794 ± 21.647 MPa; kelompok uji I: 99.100 ± 18.423 MPa; dan kelompok uji II: 72.187 ± 9.543  MPa. Uji ANOVA satu arah menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar ketiga kelompok dengan p=0.004. Pengujian Post Hoc Test menunjukkan kelompok uji II mempunyai perbedaan yang paling signifikan dan kelompok uji I tidak mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap kontrol ( p=0.774). Penambahan 0,015% berat kitosan nano meningkatkan compressive strength SIK modifikasi resin nano , sedangkan penambahan 0,45% berat kitosan nano dapat menurunkan compressive strength. Daftar Rujukan : 41 (1994 – 2011) PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN NANO DARI BLANGKAS TERHADAP COMPRESSIVE STRENGTH SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI RESIN NANO (IN VITRO) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi OLEH : SIMFO FERAWATI NIM : 070600095 DEPARTEMEN ILMU KONSERVASI GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 KATA PENGANTAR Pertama-tama puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi pada Falkutas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Dalam penulisan skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bantuan, bimbingan, saran, masukan, kritikan dan pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini juga, dengan segala kerendahan hati, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada: 1. Prof. H. Nazruddin, drg., C. Ort., Ph. D., Sp.Ort, selaku dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara; 2. Cut Nurliza, drg., M. Kes, selaku Ketua Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara; 3. Prof. Trimurni Abidin, drg., M.Kes., Sp.KG (K), selaku pembimbing I penulis yang telah banyak meluangkan waktu, memberikan ide, dan bersedia membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan penelitian maupun penulisan skripsi ini dengan baik; 4. Wandania Farahanny, drg., selaku pembimbing II penulis yang juga telah banyak meluangkan waktu dan bersedia membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan penelitian maupun penulisan skripsi ini dengan baik; 5. Prof. Dr. H. Harry Agusnar, M.Sc, M.Phil, selaku konsultan dalam penelitian dan penulisan skripsi ini, sekaligus Kepala Bagian Laboratorium Pusat Penelitian FMIPA USU, beserta Bapak Sukirman atas izin, bantuan fasilitas, dan bimbingan untuk pelaksanaan penelitian ini; 6. Drs. Abdul Jalil A.A, M.Kes, selaku pembantu dekan III FKM USU, dan Ibu Erna Mutiara yang telah bersedia meluangkan waktu untuk berdiskusi mengenai penyelesaian perhitungan dan diskusi statistika. 7. Seluruh staf pengajar Fakultas Kedokteran Gigi terutama staf pengajar dan pegawai di Departemen Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara; 8. Erna Sulistyawati, drg., Sp.Ort., selaku penasehat akademik yang telah membimbing penulis selama menyelesaikan program akademik. 9. Melinda dan Hendra, orang tua penulis, yang selalu memberikan dukungan, semangat, perhatian, dan kasih sayang, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi; 10. Sahabat-sahabat terbaik penulis Suli, Trijayanti, Wenti, Stephanie, Jefri, Robert, Chihargo, serta teman-teman angkatan 2007 yang tidak dapat disebutkan namanya satu-persatu, dan teman seperjuangan skripsi di bagian Konservasi Gigi. Akhirnya penulis memohon maaf apabila ada kesalahan selama melakukan penelitian dan penyusunan skripsi ini dan berharap semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan pikiran yang berguna bagi fakultas, pengembangan ilmu dan masyarakat. Medan, 26 Juni 2011 Penulis, ( SIMFO FERAWATI ) NIM: 070600095 LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI INI TELAH DISETUJUI UNTUK DISEMINARKAN PADA TANGGAL 19 JULI 2011 Oleh Pembimbing I, Prof. Trimurni Abidin, drg. M.Kes. Sp.KG (K) NIP: 19500828 197902 2 001 Pembimbing II Wandania Farahanny, drg. NIP : 19780813 200312 2 003 Mengetahui Ketua Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (Cut Nurliza, drg., M. Kes) NIP : 19560105 198203 2 002 PERNYATAAN PERSETUJUAN Skripsi berjudul PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN NANO DARI BLANGKAS TERHADAP COMPRESSIVE STRENGTH SEMEN IONOMER KACA MODIFIKASI RESIN NANO (IN VITRO) Yang dipersiapkan dan disusun oleh: SIMFO FERAWATI NIM: 070600095 Telah dipertahankan di depan tim penguji Pada tanggal 19 Juli 2011 Dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima Susunan Tim Penguji Skripsi Ketua Penguji Prof. Trimurni Abidin, drg. M.Kes. Sp.KG (K) NIP: 19500828 197902 2 001 Anggota tim penguji lain Wandania Farahanny, drg. Bakri Soeyono, drg.     Nevi Yanti, drg., MKes NIP : 19780813 200312 2 003 NIP: 19450702 197802 1 001 NIP: 19631127 199203 2 004 Medan, 3 Mei 2010 Fakultas Kedoketran Gigi Departemen Ilmu Konservasi Gigi Ketua, (Cut Nurliza, drg., M. Kes) NIP : 19560105 198203 2 002 DAFTAR ISI Hal. HALAMAN JUDUL . HALAMAN PENGESAHAN JUDUL . HALAMAN TIM PENGUJI SKRIPSI . KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . viii DAFTAR GAMBAR . ix DAFTAR LAMPIRAN . xi BAB 1 BAB 2 BAB 3 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 1.2 Rumusan Masalah . 1.3 Tujuan Penelitian . 1.4 Manfaat Penelitian 1 6 6 6 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Semen Ionomer Kaca (SIK) . 2.1.1 Penggunaan SIK dalam ART . 2.2 SIK Modifikasi Resin Nano . 2.2.1 Komposisi SIK Modifikasi Resin Nano . 2.2.2 Indikasi SIK Modifikasi Resin Nano . 2.2.3 Cara Manipulasi SIK Modifikasi Resin Nano 2.2.4 Perkembangan Penelitian SIK modifikasi resin nano 2.3 Kitosan . 2.3.1 Kitosan Blangkas (Lymulus Polyphemus) . 2.3.2 Kitosan dan Aplikasi Klinisnya . 2.3.3 Kitosan Nanopartikel . 2.4 Compressive Strength 7 9 11 15 16 16 17 20 22 23 25 26 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESA PENELITIAN 3.1 Kerangka Konsep . 28 3.2 Hipotesa Penelitian 30 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian . 4.2 Tempat dan Waktu 4.3 Sampel Penelitian . 4.4 Besar Sampel . 4.5 Variabel Penelitian 4.6 Definisi Operasional . 4.7 Alat dan Bahan Penelitian . 4.8 Prosedur Penelitian 4.9 Analisa Statistik 31 31 31 32 33 35 36 37 43 BAB 5 HASIL PENELITIAN . 44 BAB 6 PEMBAHASAN . 48 BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan . 7.2 Saran . 55 56 DAFTAR PUSTAKA 57 LAMPIRAN 62 BAB 4 DAFTAR TABEL Tabel 1. Hal. Definisi Operasional, Cara, Hasil, dan Alat Ukur dari Variabel Bebas dan Variabel Tergantung dari Penelitian . 35 2. Data hasil pengukuran compressive strength dalam kgf . 44 3. Data hasil pengukuran compressive strength dalam MPa 45 4. Rerata hasil pengukuran compressive strength 45 5. Standar deviasi dan Standar error dari data penelitian 45 6. Hasil analisis data Post Hoc Test . 46 DAFTAR GAMBAR Gambar Hal. 1. Struktur SIK Konvensional . 8 2. Reaksi asam- basa dari SIK konvensional . 8 3. Reaksi asam-basa dan polimerisasi penyinaran pada SIKMR . . 12 4. Jenis SIK modifikasi resin konvensional . 13 5. Jenis SIK modifikasi resin nano 14 6. Struktur SIK modifikasi resin dan SIK nano 14 7. Manipulasi pengunaan SIK nano. . . 17 8. Struktur kitin dan kitosan . 20 9. Blangkas (Horseshoe-crab) . 22 10. Skema ilustrasi dari compressive strength . 27 11. Ketac N100 light cured 37 12. Serbuk kitosan Blangkas 37 13. Syringe insulin . 38 14. Mould tempat pencetakan spesimen . 38 15. Pengadukan campuran kitosan dan asam asetat 1% . 39 16. Penambahan amoniak dan pengadukan campuran kitosan . 39 17. Pasta kitosan nano dari blangkas yang siap dipakai . 39 18. Neraca Analitik . 40 19. Proses pengadukan SIK modifikasi resin nano 40 20. Penekanan spesimen dengan pelat kaca . 41 21. Penyinaran spesimen dengan alat light cure 41 22. Inkubator 42 23. spesimen yang akan diuji . 42 24. Universal Testing Machine . 42 25. Spesimen sebelum dan sesudah pengujian 43 26. Struktur kitosan nano dari blangkas . 49 27. Gambaran skematik reaksi PAA dan kitosan 52 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Hal. Skem a Alur Pikir . 2. 62 Keran gka Teori . 3. 65 Skem a pembuatan variasi berat kitosan nano . 4. 66 Skem a Alur Penelitian . 5. 67 Hasil Analisa Data Penelitian 68 Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Ilmu Konservasi Gigi Tahun 2011 Simfo Ferawati Pengaruh penambahan kitosan nano dari blangkas terhadap compressive strength Semen Ionomer Kaca modifikasi resin nano ( In Vitro) xi + 70 halaman Karies merupakan masalah kesehatan gigi yang umum terjadi di Indonesia sedangkan perawatannya masih memerlukan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, WHO memperkenalkan Atraumatic Restorative Treatment (ART) untuk minimal intervensi, sejalan dengan perkembangan Semen Ionomer Kaca (SIK). SIK terus dikembangkan hingga menjadi SIK modifikasi resin berpartikel nano, dan juga dimodifikasi dengan penambahan biopolimer alami yaitu kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik dari SIK modifikasi resin  nano dengan penambahan kitosan nano dari blangkas. Penelitian ini menggunakan spesimen campuran SIK modifikasi resin nano dengan kitosan nano dari blangkas yang diletakkan dalam cetakan silinder berukuran diameter 4 mm x tinggi 6 mm. Pasta SIK  modifikasi resin nano menjadi kelompok kontrol. Kelompok uji I adalah campuran SIK modifikasi resin nano dengan 0,015% berat kitosan nano. Kelompok uji II adalah campuran SIK modifikasi resin nano dengan 0,45% berat kitosan nano. Pengujian compressive strength ini dilakukan dengan menggunakan alat Torsee Universal Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan rerata compressive strength untuk kelompok kontrol: 93.794 ± 21.647 MPa; kelompok uji I: 99.100 ± 18.423 MPa; dan kelompok uji II: 72.187 ± 9.543  MPa. Uji ANOVA satu arah menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar ketiga kelompok dengan p=0.004. Pengujian Post Hoc Test menunjukkan kelompok uji II mempunyai perbedaan yang paling signifikan dan kelompok uji I tidak mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap kontrol ( p=0.774). Penambahan 0,015% berat kitosan nano meningkatkan compressive strength SIK modifikasi resin nano , sedangkan penambahan 0,45% berat kitosan nano dapat menurunkan compressive strength. Daftar Rujukan : 41 (1994 – 2011) BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karies merupakan masalah kesehatan gigi yang umum terjadi di Indonesia. Survei departemen kesehatan Republik Indonesia menyatakan prevalensi karies di Indonesia tahun 2007 mencapai 72,1%, namun perawatan masih belum sepenuhnya dilakukan, terutama di daerah pedalaman yang tidak terjangkau aliran listrik dan mahalnya bahan tambalan. Oleh karena itu, WHO memperkenalkan Atraumatic Restorative Treatment (ART) untuk minimal intervensi.1 ART berkembang sejalan dengan adanya bahan restorasi Semen Ionomer Kaca (SIK) atau Glass Ionomer Cement (GIC). Pemakaian SIK dalam ART berhubungan dengan sifat SIK yaitu adhesi ke permukaan gigi. 2  SIK adalah material restorasi gigi yang saat ini dianggap paling biokompatibel. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji biokompatibilitas SIK, pada tahun 1983 diteliti efek SIK pada jaringan pulpa gigi anjing dan dinyatakan aman, serta telah dilaporkan bahwa SIK aman terhadap pulpa gigi manusia. Pengujian sitotoksisitas SIK konvensional dan SIK modifikasi resin oleh Hatton et al (2003) (cit Suprastiwi, 2009), menyatakan bahwa SIK modifikasi resin yaitu Compoglass, Fuji II LC toksik terhadap sel pulpa, begitu juga dengan SIK konvensional seperti Fuji IX, GIC FX dan Fuji II SC toksik, tetapi hasilnya lebih rendah dari SIK modifikasi resin.3  Wilson & McLean (1988) (cit Armalia M, 2006) menjelaskan bahwa bila kandungan lebih banyak silikat, SIK terlihat lebih translusen, tetapi bila lebih banyak kalsium fluorida atau alumina, SIK terlihat radiopak. Kandungan fluor dalam SIK merupakan keuntungan dalam menurunkan temperatur fusi dan dapat mencegah terjadinya karies sekunder, namun penambahan bahan ini dapat menurunkan kekuatan semen.2 Selama ini diyakini bahwa fluor pada SIK dapat menurunkan aktivitas mikroflora kariogenik yang menetap dalam rongga mulut dan tumbuh pada plak gigi. Namun, telah dilaporkan bahwa pelepasan fluor memiliki sedikit atau tidak ada efek dalam menurunkan karies. Survei dari University of Florida melaporkan adanya kegagalan pada restorasi SIK dengan penyebab utamanya adalah terjadinya karies sekunder. Namun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, karena banyak faktor penyebab kegagalan restorasi, seperti larutnya semen, erosi, abrasi, dan fraktur.4 Hasil penelitian Markovic et al (2008) memperkuat bahwa SIK tidak terlalu tahan terhadap agen perantara dari luar dan pH lingkungan yang rendah, sehingga mengalami kerusakan yang nyata. Di sisi lain, kerusakan dari permukaan SIK diikuti oleh pelepasan fluor yang banyak yang dibutuhkan untuk melawan serangan karies.5 Penelitian Sidharta (1991) (cit Armilia M, 2006) juga menunjukkan bahwa SIK melepaskan ion fluor dalam jangka cukup lama sehingga dapat menghilangkan sensitivitas dan mencegah terjadinya karies sekunder, serta dapat berikatan secara fisikokimiawi dengan email dan dentin.2 Bahan restorasi SIK memiliki sifat adhesif dan mampu melepaskan ion fluor sehingga dapat digunakan dalam prinsip minimal intervensi. Minimal intervensi dalam kedokteran gigi dimaksudkan sebagai suatu perawatan terhadap karies dengan mengambil jaringan gigi yang terdemineralisasi saja dan memelihara sebanyak mungkin struktur gigi yang sehat. Atraumatic Restorative Treatment (ART) merupakan bagian dari minimal intervensi meliputi komponen restorasi dan pencegahan.6,7 Kekurangan SIK jika dibandingkan dengan bahan tumpatan lain adalah kurang estestik bila dibandingkan dengan resin komposit, bersifat poreus dan sulit dipolish sehingga menghasilkan permukaan restorasi yang kurang halus.1   Beberapa penelitian terus dilakukan dalam upaya untuk memperbaiki serta mempelajari sifat dari SIK, uji kekuatan tekan (compressive strength) dan diameter tensile strength merupakan metode yang digunakan untuk menentukan sifat mekanik bahan tersebut.8 Pengujian ini perlu memperhatikan compressive strength dari gigi itu sendiri, yaitu enamel 400 MPa dan dentin 297 Mpa.9  Dalam hal estetis dan kekuatannya, SIK terus dikembangkan dan diharapkan dapat memiliki compressive strength yang lebih tinggi. Pada akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, resin monomer yang disebut dengan 2-HEMA (HydroxyEthyl MetaAcrylate) ditambahkan ke SIK dan kemudian disebut hybrid ionomer atau SIK modifikasi resin, yang lebih estetis dibandingkan SIK konvensional karena kandungan resinnya.9,10 SIK modifikasi resin kemudian dikembangkan lagi dengan menambahkan nano filler pada partikel kacanya. Pada tahun 2007, dikembangkan SIK modifikasi resin berpartikel nano.11 Kelebihan SIK modifikasi resin nano adalah ketahanan terhadap mikroleakage lebih baik, permukaan setelah pemolesan lebih halus dan pelepasan fluornya lebih tinggi jika dibandingkan dengan SIK modifikasi resin tanpa partikel nano.3 Penelitian El-Rougby et al sedangkan pada hewan kitin berasosiasi dengan protein. Penyediaan kitin dan kitosan dilakukan berdasarkan metode Alimuniar dan Zainuddin pada tahun 1992. Kitin yang diproses dari kulit blangkas Universitas Sumatera Utara didapat dengan hasil 30,60%. Kitosan dihasilkan melalui proses deasetilasi kitin dengan menggunakan larutan alkali.17 Gambar 5: Blangkas (Limulus Polyphemus)40 Pada penelitian sebelumnya oleh Tarigan G, Trimurni pada tahun 2008 didapatkan bahwa kitosan Blangkas bermolekul tinggi ternyata efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Sreptococcus mutans, semakin rendah konsentrasi kitosan blangkas bermolekul tinggi maka semakin efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptoccus mutans.41 Banurea FE, Trimurni pada tahun 2008 Dalam penelitian selanjutnya oleh juga terbukti bahwa kitosan blangkas bermolekul tinggi mampu menghambat bakteri Fusobacterium nucleatum.42 Adanya penelitian menggunakan kitosan blangkas bermolekul tinggi sebagai bahan pulp capping dengan hasil yang baik.17 2.4.2 Aplikasi klinis kitosan terhadap SIK Pada penelitian sebelumnya untuk melihat efek kitosan, maka dilakukan pengujian Flexural strength dan uji pelepasan fluoride pada restorasi SIK yang ditambahkan kitosan bermolekul rendah oleh Petri et al tahun 2006. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok yang terdiri dari 10 spesimen pada masing-masing Universitas Sumatera Utara kelompok. Satu kelompok sebagai kontrol yaitu menggunakan SIK, dua kelompok lainnya menggunakan SIK yang masing-masing ditambahkan 0,0044% berat kitosan dan 0,022% berat kitosan. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan 0,0044% berat kitosan dapat meningkatkan kinerja mekanik seperti flexural strength, namun pada penambahan lebih dari 0,022% kitosan menyebabkan kinerja mekanik yang lebih rendah. Penambahan kitosan dengan SIK dapat meningkatkan pelepasan ion fluoride dalam jumlah yang lebih besar.13 2.4.3 Kitosan nanopartikel Dengan berkembangnya nano teknologi saat ini, maka dikembangkanlah kitosan berukuran nano partikel yang diharapkan dapat memiliki bentuk, ukuran dan fungsi yang diinginkan. Kitosan nanopartikel adalah bagian yang terkecil dari kitosan itu sendiri yang diproses dengan suatu metode tertentu. Kitosan nano adalah kitosan yang mana partikelnya berukuran 100-400 nm. Ukuran partikel kitosan yang berskala nanometer akan meningkatkan luas permukaan sampai ratusan kali dibandingkan dengan partikel yang berukuran mikrometer.19,20 Sekarang ini, banyak ahli-ahli menggunakan kitosan dengan nano teknologi, Mereka menyiapkan kitosan nano-partikel dimana kitosan dilarutkan dalam larutan asam lemah kemudian ditambahkan larutan yang bersifat basa seperti larutan amoniak, natrium hidroksida atau kalium hidroksida distirer dengan kecepatan 300 rpm sehingga diperoleh gel kitosan putih dan dibilas dengan aquadest sampai netral kemudian ditempatkan dalam ultrasonik bath untuk memecah partikel-partikel gel kitosan menjadi lebih kecil. Sebagian ahli juga mencoba metode lain untuk Universitas Sumatera Utara menyiapkan kitosan nano menambahkan larutan tripoliposfat kedalam larutan kitosan sehingga diperoleh emulsi kitosan sambil distirer dengan kecepatan 1200 rpm kemudian emulsi di buat pH 3,5 dengan menambahkan asam asetat hasilnya akan berupa suspensi kitosan.19,20 2.5 Uji flexural strength Kekuatan adalah suatu daya tekanan yang dapat menyebabkan fraktur atau sejumlah deformasi plastis tertentu. Kekuatan suatu bahan dapat digambarkan dengan satu atau lebih sifat. Salah satu contohnya adalah flexural strength. Flexural strength merupakan ukuran tekanan yang diperlukan untuk mematahkan suatu bahan. Flexural strength disebut juga dengan kekuatan transversal, atau modulus pecah yang merupakan uji kekuatan dari suatu batang yang terdukung pada kedua ujungnya, atau suatu lempeng tipis yang didukung sepanjang lingkaran bawahnya, dan diberi beban statis.39 Gambar 6: skema ilustrasi flexural strength39 Universitas Sumatera Utara BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1 Kerangka konsep Perkembangan bahan restorasi dalam kedokteran gigi sendiri telah dikembangkan semen ionomer kaca modifikasi resin nano yang memiliki keunggulan yang lebih baik daripada SIK konvensional, beberapa diantaranya tahan terhadap kebocoran, permukaan lebih halus dan pelepasan fluor lebih tinggi, lebih tahan terhadap abrasi, memberikan hasil polish yang lebih halus dan mengkilap, dan lebih estetik. Dimana hasil akhir restorasi memiliki nilai estetik yang sama baiknya dengan bahan restoratif resin komposit. Selain itu ikatan ke dentin lebih baik dari SIK konvensional. Flexural strength lebih tinggi dari SIK konvensional namun paling rendah diantara nilai strength bahan lainnya. Di bidang kedokteran gigi saat ini perkembangan kitosan telah dilakukan dalam memacu mineralisasi jaringan karies gigi dengan pemakaian kitosan blangks bermolekul tinggi. Kemudian kitosan blangkas bermolekul tinggi di ubah menjadi kitosan berukuran nanopartikel yang dapat meningkatkan luas permukaan sampai ratusan kali. Kitosan memiliki kelebihan dalam ikatan amina yang dapat memperkuat ikatan dari semen ionomer kaca modifikasi resin nano. Pada penelitian sebelumnya untuk melihat efek kitosan, maka dilakukan pengujian Flexural strength pada restorasi SIK yang ditambahkan kitosan bermolekul rendah. Dalam penelitian terdahulu terlihat bahwa semakin rendah persen berat Universitas Sumatera Utara kitosan molekul rendah maka semakin tinggi flexural strength dari SIK. Sebaliknya semakin tinggi persen berat kitosan molekul rendah maka semakin rendah flexural strength SIK. Dalam penelitian ini, semen ionomer kaca modifikasi resin nano akan ditambahkan dengan kitosan nano dari blangkas molekul tinggi dengan variasi persen berat 0,015% dan 0,45%. Adanya penambahan kitosan nano dari blangkas tersebut akan meningkatkan flexural strength semen ionomer kaca modifikasi resin nano. Hal ini disebabkan karena ikatan gugus amina dari kitosan dapat membentuk ikatan fisika dengan ion hidrogen. Dengan adanya penambahan nanofiller maka ikatan fisika akan lebih diperkuat. sehingga kitosan dapat meningkatkan kinerja mekanik dari semen ionomer kaca modifikasi resin nano. Universitas Sumatera Utara   Kerangka konsep Kitosan .SIK + kitosan molekul rendah - Meningkatkan flexural strength Semen Ionomer Kaca       Semen ionomer kaca modifikasi resin nano Sifat mekanik: Flexural strength sedikit meningkat dari SIK konvensional namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan restorasi lainnya. SIK konvensional - Semakin tinggi persen berat kitosan yang ditambahkan ke dalam SIK, semakin rendah strength SIK molekul rendah molekul sedang molekul tinggi   Ikatan amina dari kitosan mengikat partikel hidroksi dari SIK modifikasi resin nano oleh ikatan hidrogen Restorasi kavitas site 2 size 2 minimal intervensi 0,015% Ukuran nano 0,45% Peningkatan sifat mekanik Flexural Strength??     Universitas Sumatera Utara   3.2 Hipotesis Penelitian Dari uraian di atas dapat ditegakkan hipotesis bahwa semakin kecil persen berat kitosan nano yang ditambahkan pada semen ionomer kaca modifikasi resin nano semakin besar nilai flexural strengthnya, sebaliknya semakin besar persen berat kitosan nano yang ditambahkan pada SIK maka semakin menurun nilai flexural strengthnya.     Universitas Sumatera Utara   BAB 4 METODE PENELTIAN : Eksperimental Laboratorium Komparatif. 4.1 Desain Penelitian 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 1. Departemen Konservasi Fakultas Kedokteran Tempat penelitian : Gigi USU 2. Laboratorium Pusat Penelitian FMIPA USU Waktu peneltian 4.3  : 6 bulan Populasi dan Sampel Penelitian Populasi : Gigi-gigi premolar maksila yang telah diekstraksi untuk keperluan pembuatan gigi tiruan, ortodonti dan periodontal.  Sampel : Gigi- gigi premolar maksila yang telah diekstraksi, dipreparasi kavitas klas II (site 2 size 2) dengan prinsip minimal intervensi. 4. 4 Kriteria Sampel Sampel diperoleh dari beberapa dokter gigi, klinik gigi dan puskesmas yang ada di kota Medan. Sampel dipilih dengan kriteria sebagai berikut: a. Gigi premolar maksila manusia. b. Mahkota masih utuh, tidak karies dan tidak retak. c. Tidak ada restorasi pada gigi. d. Variasi ukuran gigi tidak ekstrim     Universitas Sumatera Utara   Seluruh sampel disimpan tidak lebih dari enam bulan sebelum pengujian dan direndam dalam larutan NaCl 0,9% 4.5 Besar Sampel Penentuan besar sampel ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yaitu oleh Petri et al (2006) terhadap flexural strength dan pelepasan ion fluor SIK konvensional dengan penambahan kitosan fluka bermolekul rendah dengan variasi persen berat yaitu 0,0044%; 0,012%; 0,025%; dan 0,045%, yang mana dalam satuan gram berat kitosan yang ditambahkan masing-masing adalah 0,00001 gram; 0,00003 gram; 0,00006 gram dan 0,00012 gram/0,27 gram. Namun karena keterbatasan saranan dan prasarana, timbangan mencapai 6 digit tidak ada, sehingga persen berat kitosan tidak dapat dibuat N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 6 13.2350 6 7.4300 6 10.8167 6 4.5350 .37650 .28348 .82111 .31930 .15370 .11573 .33522 .13035 12.8399 7.1325 9.9550 4.1999 13.6301 7.7275 11.6784 4.8701 12.78 7.03 10.03 4.05 13.80 7.66 11.90 4.86 24 9.0042 3.40595 .69524 7.5660 10.4424 4.05 13.80 Test of Homogeneity of Variances Al Levene Statistic df1 df2 Sig. 5.849 3 20 .055 Universitas Sumatera Utara Al Between Groups Within Groups Total ANOVA Sum of Squares 261.819 4.991 266.811 df Mean Square 3 87.273 20 .250 23 F 349.692 Sig. .000 Post Hoc Tests Al LSD Multiple Comparisons (I) Kelompok (J) Kelompok Mean Difference (I-J) Std. Error SIKMR SIKMRn 5.80500* .28843 SIKMR + Kitosan 2.41833* .28843 SIKMRn SIKMRn + Kitosan SIKMR 8.70000* -5.80500* .28843 .28843 SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan SIKMR + Kitosan SIKMR -3.38667* 2.89500* -2.41833* .28843 .28843 .28843 SIKMRn SIKMRn + Kitosan SIKMRn + Kitosan SIKMR 3.38667* 6.28167* -8.70000* .28843 .28843 .28843 SIKMRn SIKMR + Kitosan -2.89500* -6.28167* .28843 .28843 *. The mean difference is significant at the 0.05 level. 95% Confidence Interval Sig. Lower Bound Upper Bound .000 5.2034 6.4066 .000 1.8167 3.0200 .000 8.0984 9.3016 .000 -6.4066 -5.2034 .000 -3.9883 -2.7850 .000 2.2934 3.4966 .000 -3.0200 -1.8167 .000 2.7850 3.9883 .000 5.6800 6.8833 .000 -9.3016 -8.0984 .000 -3.4966 -2.2934 .000 -6.8833 -5.6800 ONEWAY Si BY Kelompok /STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY /MISSING ANALYSIS /POSTHOC=LSD ALPHA(0.05). Universitas Sumatera Utara Oneway Si SIKMR SIKMRn SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan Total Descriptives 95% Confidence Interval for Std. Mean N Mean Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 6 5.2983 6 7.5600 6 7.4533 6 9.7000 .22400 .28298 .32129 .24075 .09145 .11553 .13117 .09829 5.0633 7.2630 7.1162 9.4473 5.5334 7.8570 7.7905 9.9527 5.01 7.20 7.09 9.33 5.57 7.97 7.94 9.98 24 7.5029 1.60996 .32863 6.8231 8.1827 5.01 9.98 Test of Homogeneity of Variances Si Levene Statistic df1 df2 Sig. .274 3 20 .843 Si Between Groups Within Groups Total ANOVA Sum of Squares 58.158 1.457 59.616 df Mean Square 3 19.386 20 .073 23 F 266.071 Sig. .000 Universitas Sumatera Utara Post Hoc Tests Si LSD Multiple Comparisons (I) Kelompok (J) Kelompok Mean Difference (I-J) Std. Error SIKMR SIKMRn -2.26167* .15584 SIKMRn SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan SIKMR -2.15500* -4.40167* 2.26167* .15584 .15584 .15584 SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan SIKMR + Kitosan SIKMR .10667 -2.14000* 2.15500* .15584 .15584 .15584 SIKMRn SIKMRn + Kitosan SIKMRn + Kitosan SIKMR SIKMRn SIKMR + Kitosan -.10667 -2.24667* 4.40167* 2.14000* 2.24667* .15584 .15584 .15584 .15584 .15584 *. The mean difference is significant at the 0.05 level. 95% Confidence Interval Sig. Lower Bound Upper Bound .000 -2.5867 -1.9366 .000 -2.4801 -1.8299 .000 -4.7267 -4.0766 .000 1.9366 2.5867 .502 -.2184 .4317 .000 -2.4651 -1.8149 .000 1.8299 2.4801 .502 -.4317 .2184 .000 -2.5717 -1.9216 .000 4.0766 4.7267 .000 1.8149 2.4651 .000 1.9216 2.5717 ONEWAY N BY Kelompok /STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY /MISSING ANALYSIS /POSTHOC=LSD ALPHA(0.05). Universitas Sumatera Utara Oneway N SIKMR SIKMRn SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan Total Descriptives 95% Confidence Interval for Std. Mean N Mean Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 6 24.4017 6 22.8800 6 22.0233 3.14210 1.28276 3.05259 1.24621 1.81696 .74177 21.1042 19.6765 20.1165 27.6991 26.0835 23.9301 21.88 20.30 20.09 30.18 27.50 25.24 6 23.6583 2.30479 .94093 21.2396 26.0771 21.70 27.05 24 23.2408 2.61956 .53472 22.1347 24.3470 20.09 30.18 Test of Homogeneity of Variances N Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.286 3 20 .306 N Between Groups Within Groups Total ANOVA Sum of Squares 18.806 139.022 157.828 df Mean Square 3 6.269 20 6.951 23 F .902 Sig. .458 Universitas Sumatera Utara Post Hoc Tests N LSD Multiple Comparisons (I) Kelompok (J) Kelompok Mean 95% Confidence Interval Difference (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound SIKMR SIKMRn 1.52167 1.52218 .329 -1.6535 4.6969 SIKMR + Kitosan 2.37833 1.52218 .134 -.7969 5.5535 SIKMRn + Kitosan .74333 1.52218 .631 -2.4319 3.9185 SIKMRn SIKMR -1.52167 1.52218 .329 -4.6969 1.6535 SIKMR + Kitosan .85667 1.52218 .580 -2.3185 4.0319 SIKMRn + Kitosan -.77833 1.52218 .615 -3.9535 2.3969 SIKMR + Kitosan SIKMR -2.37833 1.52218 .134 -5.5535 .7969 SIKMRn -.85667 1.52218 .580 -4.0319 2.3185 SIKMRn + Kitosan -1.63500 1.52218 .296 -4.8102 1.5402 SIKMRn + Kitosan SIKMR -.74333 1.52218 .631 -3.9185 2.4319 SIKMRn .77833 1.52218 .615 -2.3969 3.9535 SIKMR + Kitosan 1.63500 1.52218 .296 -1.5402 ONEWAY P BY Kelompok /STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY /MISSING ANALYSIS /POSTHOC=LSD ALPHA(0.05). 4.8102 Oneway P SIKMR SIKMRn Descriptives 95% Confidence Interval Std. Std. for Mean N Mean Deviation Error Lower Bound Upper Bound Minimum Maximum 6 16.4867 6 16.7233 2.01713 .82349 .69261 .28276 14.3698 15.9965 18.6035 17.4502 13.35 15.52 18.85 17.25 Universitas Sumatera Utara SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan Total 6 18.0767 1.24069 .50651 16.7746 19.3787 16.48 19.92 6 17.0517 1.07620 .43936 15.9223 18.1811 15.74 18.93 24 17.0846 1.39985 .28574 16.4935 17.6757 13.35 19.92 Test of Homogeneity of Variances P Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.950 3 20 .154 P Between Groups Within Groups Total ANOVA Sum of Squares 8.840 36.230 45.070 df Mean Square 3 2.947 20 1.812 23 F 1.627 Sig. .215 Post Hoc Tests P LSD Multiple Comparisons (I) Kelompok SIKMR SIKMRn (J) Kelompok Mean Difference (I-J) Std. Error SIKMRn -.23667 .77707 SIKMR + Kitosan -1.59000 .77707 SIKMRn + Kitosan -.56500 .77707 SIKMR SIKMR + Kitosan .23667 -1.35333 .77707 .77707 SIKMRn + Kitosan -.32833 .77707 95% Confidence Interval Sig. Lower Bound Upper Bound .764 -1.8576 1.3843 .054 -3.2109 .0309 .476 -2.1859 1.0559 .764 -1.3843 .097 -2.9743 1.8576 .2676 .677 -1.9493 1.2926 Universitas Sumatera Utara SIKMR + Kitosan SIKMR 1.59000 .77707 .054 -.0309 SIKMRn 1.35333 .77707 .097 -.2676 SIKMRn + Kitosan 1.02500 .77707 .202 -.5959 SIKMRn + Kitosan SIKMR .56500 .77707 .476 -1.0559 SIKMRn .32833 .77707 .677 -1.2926 SIKMR + Kitosan -1.02500 .77707 .202 -2.6459 ONEWAY Ca BY Kelompok /STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY /MISSING ANALYSIS /POSTHOC=LSD ALPHA(0.05). Oneway 3.2109 2.9743 2.6459 2.1859 1.9493 .5959 Ca SIKMR SIKMRn SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan Total Descriptives 95% Confidence Interval for Mean Maxim N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound Upper Bound Minimum um 6 5.6433 .18554 .07575 5.4486 5.8381 5.48 5.93 6 7.1800 6 6.5083 .19839 .37876 .08099 .15463 6.9718 6.1109 7.3882 6.9058 7.03 7.57 6.01 6.89 6 8.3450 24 6.9192 .57180 1.06539 .23343 .21747 7.7449 6.4693 8.9451 7.3690 7.31 8.95 5.48 8.95 Test of Homogeneity of Variances Ca Levene Statistic df1 df2 Sig. 2.608 3 20 .080 Universitas Sumatera Utara Ca Between Groups Within Groups Total ANOVA Sum of Squares 23.385 2.721 26.106 df Mean Square 3 7.795 20 .136 23 F 57.297 Sig. .000 Post Hoc Tests Multiple Comparisons Ca LSD (I) Kelompok SIKMR (J) Kelompok SIKMRn Mean Difference (I-J) Std. Error -1.53667* .21295 SIKMRn SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan SIKMR -.86500* -2.70167* 1.53667* .21295 .21295 .21295 SIKMR + Kitosan SIKMRn + Kitosan SIKMR + Kitosan SIKMR SIKMRn SIKMRn + Kitosan SIKMRn + Kitosan SIKMR .67167* -1.16500* .86500* -.67167* -1.83667* 2.70167* .21295 .21295 .21295 .21295 .21295 .21295 SIKMRn SIKMR + Kitosan 1.16500* 1.83667* .21295 .21295 *. The mean difference is significant at the 0.05 level. 95% Confidence Interval Sig. Lower Bound Upper Bound .000 -1.9809 -1.0925 .001 -1.3092 -.4208 .000 -3.1459 -2.2575 .000 1.0925 1.9809 .005 .2275 1.1159 .000 -1.6092 -.7208 .001 .4208 1.3092 .005 -1.1159 -.2275 .000 -2.2809 -1.3925 .000 2.2575 3.1459 .000 .7208 1.6092 .000 1.3925 2.2809 Universitas Sumatera Utara
Pengaruh penambahan kitosan nano dari blangkas terhadap compressive strength Semen Ionomer Kaca modifikasi resin nano ( In Vitro).
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh penambahan kitosan nano dari blangkas terhadap compressive strength Semen Ionomer Kaca modifikasi resin nano ( In Vitro).

Gratis