Feedback

Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun di Padang Bulan Medan

Informasi dokumen
PEMEROLEHAN SINTAKSIS BAHASA INDONESIA ANAK USIA DUA TAHUN DAN TIGA TAHUN DI PADANG BULAN MEDAN TESIS OLEH ISMARINI HUTABARAT 097009029 SEKOLAH PASCASARJANA PROGRAM STUDI LINGUISTIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara PEMEROLEHAN SINTAKSIS BAHASA INDONESIA ANAK USIA DUA TAHUN DAN TIGA TAHUN DI PADANG BULAN MEDAN TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Humaniora pada Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara OLEH ISMARINI HUTABARAT 097009029/LNG SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi : PEMEROLEHAN SINTAKSIS BAHASA INDONESIA ANAK USIA DUA TAHUN DAN TIGA DI PADANG BULAN MEDAN : Ismarini Hutabarat : 097009029 : Linguistik Menyetujui Komisi Pembimbing (Prof. Mangantar Simanjuntak, Ph.D.) Ketua (Dr. Gustianingsih, M.Hum) Anggota Ketua Program Studi, Direktur, (Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D.) (Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang,MSIE) Tanggal Lulus: 15 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal: 15 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. Mangantar Simanjuntak, Ph.D. Anggota : 1. Dr. Gustianingsih, M.Hum. 2. Prof. Amrin Saragih, M.A., Ph.D. 3. Dr. Drs. Eddy Setia, M.Ed. TESP. Universitas Sumatera Utara PRAKATA Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga tesis yang berjudul “Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun di Padang Bulan Medan”, ini dapat diselesaikan dengan baik. Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Master Humaniora pada Program Studi Linguistik, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Sumatera Utara. Saya menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan guna kesempurnaan tesis ini dan penelitian yang akan datang. Medan , 19 Agustus 2011 Penulis Ismarini Hutabarat Universitas Sumatera Utara UCAPAN TERIMA KASIH Pertama sekali saya ucapkan syukur yang sedalam-dalamnya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan saya berkat kesehatan, waktu dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan tesis ini dengan baik sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Hanya karena berkat dari-Nya lah maka semua dapat berjalan dengan baik. Saya juga menyadari bahwa keberhasilan saya dalam menyelesaikan tesis ini tidak terlepas dari dukungan, baik moral maupun materi, dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM). Sp.A(K), Direktur Sekolah Pascasarjana USU Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, Ketua Program Studi Linguistik USU Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D., dan Sekretaris Program Studi Linguistik USU Dr. Nurlela, M.Hum , atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan studi saya dengan baik. Saya juga menghaturkan rasa hormat dan terima kasih saya kepada Prof. Mangantar Simanjuntak, Ph.D., dan Dr. Gustianingsih, M.Hum selaku pembimbing saya dan juga kepada Prof. Amrin Saragih, M.A., Ph.D., dan Dr. Drs. Eddy Setia, M.Ed. TESP., selaku penguji saya, yang telah membimbing serta memberi saran dan kritik yang membangun sehingga membantu saya untuk menyempurnakan tesis ini. Kepada seluruh dosen yang telah memberikan ilmu dan bimbingan yang sangat Universitas Sumatera Utara berharga selama saya menempuh studi, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya. Kepada Chelsi, Matthew, Samuel dan Trinito beserta orang tua dan keluarga, saya mengucapkan terima kasih kepada kalian semua karena tanpa kesediaan kalian untuk menjadi subjek dalam penelitian ini, saya tidak akan mampu menyelesaikan tesis ini. Terima kasihku yang terdalam kepada suamiku tercinta, Riduan Leonardo Sinaga, yang selalu mencintai dan mendukung saya selama masa studi saya dan membantu saya dalam menyelesaikan tesis ini. Terima kasih kepada anak-anakku tersayang, Ekklesia Nathaniel Sinaga, Anastasia Uli Sinaga, dan Felisia Elle Sinaga, yang selalu menjadi sumber inspirasi terbesar buat saya. Terima kasih kepada orang tua saya, N. br. Harahap dan MS. Hutabarat, serta mertua saya R. br. Manullang atas dukungan moral dan materil yang diberikan kepada saya. Kepada adik-adikku, Ade Ismiaty Ramadhona Hutabarat, Roy Isnan Hutabarat, dan M. Isman Hutabarat, terima kasih karena kalian selalu ada untuk saya. Kepada abang dan kakak, Monang Sinaga dan Minar Sihite, terima kasih atas segala bantuan dan doa yang diberikan untuk kelancaran studi saya. Kepada keluarga Sitio, eda dan amangbawo, saya ucapkan terima kasih atas segala dukungan dan doa yang diberikan. Begitu juga untuk adikku, Evalencia Manullang, terima kasih karena tanpa bantuanmu saya tidak akan mempunyai waktu untuk menyelesaikan semua tugas kuliah dan tesis ini. Universitas Sumatera Utara Terima kasih kepada teman-teman di Program Studi Linguistik USU; Hennilawati, Esto Tumanggor, Sinta Diana, Elfitriani, Dewina, Elva Yusanti, Prinsi dan teman-teman lain yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu. Semoga kebersamaan kita akan terus berlanjut ke masa yang akan datang. Terima kasih kepada pihak-pihak lain yang tidak disebutkan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua amal baik yang telah dilakukan. Ismarini Hutabarat Universitas Sumatera Utara DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama NIM Program Studi Tempat/Tanggal Lahir Pekerjaan Alamat Telepon : Ismarini Hutabarat : 097009029 : Linguistik : P. Siantar/23 Januari 1979 : Dosen Kopertis dpk Universitas Darma Agung Medan : Jl. Mesjid Syuhada Gg. Selamat No. 1A : 08192032636 Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI PRAKATA . i UCAPAN TERIMA KASIH . ii DAFTAR RIWAYAT HIDUP . v DAFTAR ISI . vi DAFTAR LAMPIRAN . xii DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR SINGKATAN . xiv ABSTRAK . xv BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang Masalah 1 1.2 Rumusan Masalah 7 1.3 Lingkup Masalah. 8 1.4 Tujuan Penelitian 8 1.5 Manfaat Penelitian 9 1.5.1 Manfaat Teoretis. 9 1.5.2 Manfaat Praktis. 9 BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA.11 Universitas Sumatera Utara 2.1 Konsep .11 2.1.1 Pemerolehan Bahasa.11 2.2 Landasan Teori . 15 2.2.1 Pemerolehan Bahasa Menurut Chomsky .15 2.2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemerolehan Bahasa 17 2.2.3 Karakteristik Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun . 23 2.2.4 Teori Perkembangan Bahasa Chomsky. 24 2.2.5 Sintaksis. 25 2.2.6 Pemerolehan Sintaksis. 26 2.2.7 Kalimat. 27 2.2.8 Kalimat Berdasarkan Modusnya. 29 2.2.8.1 Kalimat dalam Modus Deklaratif . 29 2.2.8.2 Kalimat dalam Modus Interogatif . 31 2.2.8.3 Kalimat dalam Modus Imperatif. 32 2.2.8.4 Kalimat dalam Modus Interjektif. 32 2.3 Tinjauan Pustaka. 33 BAB III METODE PENELITIAN. 38 3.1 Metode dan Teknik Penelitian. 38 3.2 Sumber Data Penelitian. 40 Universitas Sumatera Utara 3.3 Waktu dan Lokasi Penelitian. 41 3.4 Teknik Pengumpulan Data. 42 3.5 Metode dan Teknik Analisis Data. 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 48 4.1 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga. 48 4.1.1 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun . 49 4.1.1.1 AN1. 51 4.1.1.2 AN2. 58 4.1.1.3 AN3 . 63 4.1.2 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Tiga Tahun . 69 4.1.2.1 AN4. 71 4.1.2.2 AN5 . 77 4.1.2.3 AN6. 81 4.2 Perbedaan Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun 85 4.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun 89 Universitas Sumatera Utara 4.3.1 Faktor Alamiah 91 4.3.1.1 AN1 . 91 4.3.1.2 AN2 . 92 4.3.1.3 AN3 . 92 4.3.1.4 AN4 . 93 4.3.1.5 AN5 . 93 4.3.1.6 AN6 . 94 4.3.2 Faktor Perkembangan Kognitif 94 4.3.2.1 AN1 . 94 4.3.2.2 AN2 . 95 4.3.2.3 AN3 . 95 4.3.2.4 AN4 . 96 4.3.2.5 AN5 . 96 4.3.2.6 AN6 . 97 4.3.3 Faktor Latar Belakang Sosial . 97 4.3.3.1 AN1 . 97 4.3.3.2 AN2 . 98 4.3.3.3 AN3 . 98 4.3.3.4 AN4 . 99 4.3.3.5 AN5 . 99 4.3.3.6 AN6 . 100 4.3.4 Faktor Keturunan . 101 Universitas Sumatera Utara 4.3.4.1 AN1 . 101 4.3.4.2 AN2 . 101 4.3.4.3 AN3 . 102 4.3.4.4 AN4 . 102 4.3.4.5 AN5 . 103 4.3.4.6 AN6 . 103 BAB V TEMUAN 5.1 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun . 104 5.2 Perbedaan Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun . 106 5.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemerolehan Sintaksis Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun . 109 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN.111 6.1 Simpulan. 111 6.2 Saran. 112 DAFTAR PUSTAKA . 114 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN 1. Biodata Anak . 1 2. Data-Data . 3 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL 1. Tabel 1 . 46 2. Tabel 2 . 64 3. Tabel 3 . 79 4. Tabel 4 .104 5. Tabel 5 .106 6. Tabel 6 . 109 Universitas Sumatera Utara DAFTAR SINGKATAN LAD B1 FLA KFC IQ PPB TK MLU : Language Acquisition Device : Bahasa Pertama : First Language Acquisition : Kentucky Fried Chicken : Intelligence Quotion : Piranti Pemeroleh Bahasa : Taman Kanak-Kanak : Mean Length of Utterance Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pada tahun pertama kehidupannya anak-anak mulai meniru kata-kata yang mereka dengar dari lingkungan sekitarnya dan dapat dikatakan pada saat itulah anak mulai menghasilkan “kata-kata pertama” mereka. Saat mereka berusia delapan belas bulan kata-kata yang mereka hasilkan semakin banyak dan berubah dari kalimat satu kata menjadi kalimat dua kata dan tiga kata. Penelitian ini dilakukan berdasarkan teori biologis-kognitif Chomsky yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dengan potensi biologis untuk bahasa dan pemerolehan dan perkembangan bahasa terjadi bukan karena potensi biologis tersebut saja tetapi juga karena adanya lingkungan bahasa yang mendukung. Untuk mengetahui pemerolehan sintaksis bahasa Indonesia anak usia dua tahun dan tiga tahun, tiga orang anak yang berusia dua tahun dan tiga orang anak yang berusia tiga tahun dijadikan subjek penelitian ini. Percakapan mereka dengan orang tua, saudara-saudara dan teman-teman mereka direkam dan kemudian percakapan yang direkam tersebut dianalisis untuk mengetahui kalimat-kalimat yang mereka hasilkan berdasarkan modus kalimat yaitu deklaratif, interogatif, imperatif dan interjektif. Kalimat-kalimat yang dihasilkan anak usia dua tahun dan tiga tahun tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui perbedaan kalimat yang dihasilkan. Akhirnya, faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan sintaksis dianalisis. Ditemukan bahwa umumnya anak usia dua tahun menggunakan kalimat dalam modus deklaratif dalam percakapan mereka, meskipun mereka sudah mampu menghasilkan berbagai kalimat dalam berbagai modus. Sebaliknya, anak usia tiga tahun telah memiliki kompetensi yang baik dalam menghasilkan berbagai kalimat dalam semua modus. Anak usia tiga tahun juga sudah mampu berimprovisasi dengan kalimat yang mereka hasilkan. Kadang-kadang anak usia dua tahun meniru apa yang diucapkan orang lain jika mereka menemukan kesulitan untuk mengungkapkan sesuatu. Namun, anak usia tiga tahun telah memiliki kompetensi yang baik dalam menghasilkan kalimat yang merupakan hasil kreasi mereka sendiri. Pemerolehan sintaksis anak usia dua tahun dan tiga tahun dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu faktor alamiah, faktor perkembangan kognitif, faktor latar belakang sosial, dan faktor keturunan; intelegensia dan gaya/cara pemerolehan bahasa. Kata kunci: Pemerolehan Sintaksis, Modus, Faktor Universitas Sumatera Utara ABSTRACT During the first years of their life children has started to imitate the words they hear from their surroundings and it can be said that it is the first time they produce their “first words”. At the eighteenth month of their life the words they produced multiply and change from one-word sentences to two-word or three-word sentences. This research is done based on the the cognitive-biological theory of Chomsky which says that every child is born with the biological potential for language and language acquisition and language development happen not only because of the biological potential and but also because of the supporting language environment. To know the acquisition of Indonesian language syntax of children in two and three years of age, three children aged two and three children aged three were chosen as the subjects of this research. Their conversations with their parents, brothers and sisters, and friends were recorded and then the recorded conversations were analyzed to know their production of sentences based on the moods of the sentences. The sentences produced by the two-year-old and the three-year-old children were then compared to find out the differences of the sentences produced. Finally the factors affecting their syntax acquisition were analyzed. It was found that generally children aged two used sentences in declarative mood in their conversations, although they had already been able to produce sentences in different moods. On the other hand, children aged three had already had good competence in producing sentences in all moods. Children aged three had also been able to improvise the sentences they produced. Sometimes, children aged two imitated what other people said when they had difficulties to express something, but children aged three had already had good competence in producing sentences created by themselves. The syntax acquisition of children in two and three years of age were affected by four factors which were natural factor, cognitive development factor, social background factor and heredity factor; intelligence and the style of language acquisition factor. Keyword: Acquisition of Syntax, Moods, Factors Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pada tahun pertama kehidupannya anak-anak mulai meniru kata-kata yang mereka dengar dari lingkungan sekitarnya dan dapat dikatakan pada saat itulah anak mulai menghasilkan “kata-kata pertama” mereka. Saat mereka berusia delapan belas bulan kata-kata yang mereka hasilkan semakin banyak dan berubah dari kalimat satu kata menjadi kalimat dua kata dan tiga kata. Penelitian ini dilakukan berdasarkan teori biologis-kognitif Chomsky yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dengan potensi biologis untuk bahasa dan pemerolehan dan perkembangan bahasa terjadi bukan karena potensi yaitu V,KV,VK dan KVK. Pola morfem pangkal asal ditemukan dalam 24 macam, yaitu pola satu sukukata 6 macam, dan 4 macam, dua sukukata 3 macam. Ditemukan 11 kaidah fonologi yang berguna untuk menjelaskan proses fonologi yang terjadi. KF penambahan luncuran semivokal, KF penggantian konsonan [k], KF penggantian konsonan [b], KF pelesapan konsonan [h], KF pelesapan vokal [ǝ], KF penaksuaraan konsonan hambat, KF pengenduran vokal dan penempatan tekanan dalam Bahasa Gayo. Bahasa Gayo tidak mempunyai sistem tulisan tersendiri maka digunakan huruf Latin, yaiǝtu,a/ /i,e,u,o, [i,e,u,o,ǝ,o] ditulis dengan i,e,u,oǝ,a. Untuk segmen vokal /ǝ, ԑ,I,ʊ,Ɔ/ ditulis dengan huruf e,i,u,o. Untuk segmen konsonan /p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, nŋ, , ɲ, l, r, y, w/ [p, b, t, d, c, J, k, g, s, h, m, n,ŋ, ɲ, l, r, y, w] ditulis dengan huruf / p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, ng, ny, l, r, y,w/ [p, b, t, d, c, j, k, g, s, h, m, n, ng, ny, l, r, y,w]. Kato (2013) dalam jurnal yang berjudul Fonologi Generatif Bahasa Ende membahas struktur fonologis, fonetis, dan kaidah fonologis BE. Teori yang Universitas Sumatera Utara digunakan adalah Fonologi Generatif. Hasilnya: (1) dari 29 fonem, yakni 6 fonem vokal dan 23 fonem konsonan. BE memiliki distribusi yang tidak lengkap, kecuali fonem vokal; (2) masing-masing fonem tersebut merupakan fonem asal yang dapat membentuk morfem pangkal secara fonetis; (3) memiliki 14 (empat belas) struktur silabel; dan (4) memiliki dua proses fonologis, yakni proses pelesapan/penghilangan bunyi, dan proses penambahan dengan glotal [?]. Ciri lain yang paling menonjol dalam BE adalah segmen bunyi: /mb, bh, nd, dh, gh, rh, dan approximant [ ?]. Kajian fonologi yang telah dilakukan itu dapat memperkaya khazanah penerapan teori Fonologi Generatif, khususnya pada bahasa-bahasa Nusantara. Hal itu menjadi penting karena teori Fonologi Generatif tersebut lahir dari kajian pada bahasa Inggris saja. Kajian tersebut akan dapat merumuskan, antara lain, bunyi-bunyi yang khas pada bahasa tertentu; jumlah fitur yang diperlukan dalam penggambaran bunyi-bunyi bahasa Nusantara; dan kaidah-kaidah yang diperlukan dalam realisasi bentuk asal dan turunannya. Demikian juga dengan kajian fonologi terhadap bahasa Indonesia anak usia dua tahun sangat penting dilakukan agar mengetahui pemerolehan bunyi ujaran, perubahan fonologi, dan kaidah fonologi generatif. Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengambil lokasi Jl. Durung No. 118 Medan, Jl. Kolonel Laut Yos Sudarso Lorong 14 A No. 3 B, Kelurahan Glugur kota, Kecamatan Medan Barat, dan Jl. Pasar 1 Asam Kumbang Kecamatan Medan Sunggal. Peneliti memilih lokasi tersebut karena merupakan tempat tinggal dari objek penelitian. 3.2 Sumber Data Penelitian Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan anak-anak usia dua tahun di Medan. Selanjutnya disebut sebagai subjek penelitian ini adalah dua orang anak perempuan dan satu orang anak laki-laki. Anak perempuan berusia dua tahun lima bulan bernama Khansa Aqila Siregar lahir di Medan pada tanggal 23 September 2011, anak dari Bapak Zulkifli Siregar MT dan ibu Erma Bahagia Pakpahan MM. Dua tahun enam bulan bernama Wan Almira Syakira lahir di Medan pada tanggal 15 Agustus 2011, anak dari Bapak Wan Azmi M.AP dan Ibu Dr. Emi Memori Pakpahan. Anak laki-laki lainnya yang berusia dua tahun empat bulan bernama Muhammad Haikal lahir 25 juli 2011, anak dari Bapak Ridwan dan Ibu Syarifah. Penelitian ini membahas proses pemerolehan fonologi anak berusia dua tahun. Universitas Sumatera Utara 3.3 Metode dan Teknik Pengumpulan Data Metode yang digunakan ini adalah istilah deskriptif kualitatif. Menurut (Sudaryanto, 1993:54) “Istilah deskriptif itu menyarankan bahwa penelitian yang dilakukan berdasarkan fakta, walaupun bahan yang diolah dipilih sesuai dengan tujuan penelitian”. Metode ini digunakan untuk mengetahui pemerolehan bahasa anak usia dua tahun empat bulan, dua tahun lima bulan dan dua tahun enam bulan dari segi pemerolehan bahasa pertama dalam bidang fonologi. Pada usia ini, anak mulai mendekut dan mengeluarkan bunyi-bunyi yang mirip seperti vokal tetapi ada campuran dengan semacam konsonan yang umumnya berupa konsonan belakang: [č], [g], Ɣ[], dan [k]. Ini biasanya muncul sebagai respon terhadap senyum atau ujaran sang ibu. Dalam hal ini, metode penyediaan data dikenal sebagai metode simak dan metode cakap; dan tekniknya dapat di dibedakan atas dua tahap pemakaiannya yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. 1. Teknik dasar metode simak adalah teknik sadap. Peneliti dalam upaya memperoleh data dilakukan dengan menyadap penggunaan bahasa oleh informan. 2. Teknik Lanjutan I: teknik simak libat cakap maksudnya si peneliti terlibat langsung dalam dialog dan memperhatikan penggunaaan bahasa mitra wicaranya serta ikut serta dalam pembicaraan mitra wicaranya itu. 3. Teknik Lanjutan II: teknik rekam digunakan untuk mendapatkan data untuk mendapatkan data yang akurat melalui tuturan kanak-kanak ketika anak mengadakan percakapan dengan keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Data yang berupa percakapan direkam dan dicatat. Universitas Sumatera Utara 4. Teknik Lanjut IV: teknik catat. Data-data tersebut dicatat dalam kartu data dan dalam waktu yang bersamaan dilakukan juga perekaman. Hal ini dimaksudkan agar peneliti memperoleh kemudahan dalam melakukan pengecekan kembali kebenaran data yang telah dicatat sebelumnya. 3.4 Metode dan Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode padan sering pula disebut metode identitas ialah metode yang dipakai untuk mengkaji atau menentukan identitas satuan lingual penentu dengan memakai alat penentu yang berada di luar bahasa, terlepas dari bahasa, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan (Sudaryanto 1993). Peneliti menggunakan metode fonetis artikulatoris (articulatory phonetic [identity] method), alat penentunya organ wicara atau alat ucap pembentuk bunyi bahasa. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan metode agih. Metode agih adalah metode analisis data yang berupa penghubung antar fenomena dalam bahasa itu sendiri (Sudaryanto 1993:15). Kemudian untuk menganalisis jenis bunyi ujaran yang digunakan adalah teknik lesap, teknik ganti, teknik perluasan, dan teknik sisip. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan teori pemerolehan bahasa Chomsky dan fonologi generatif Schane. Hal ini bisa dilihat pada fonologi tiga orang anak yang berbeda pada kata “Hitung”. Untuk menjawab masalah no.1 diilustrasikan dalam bentuk percakapan di bawah ini. Universitas Sumatera Utara Peneliti : Coba kamu sebutkan kata “hitung” [hituŋ] WAS : [hitũŋ] KAS : [itũŋ] MH : [itũŋ] Berdasarkan data di atas dapat dikatakan bahwa WAS, KAS, dan MH sudah memperoleh bunyi vokal [i dan u], dan bunyi konsonan [h, t, ŋ]. Berdasarkan teori pemerolehan bahasa Chomsky 1999 bahasa anak dilahirkan dengan kapasitas pemerolehan dan penggunaan bahasa yang biasa disebut dengan LAD (Language Acquisition Device) atau PBB (Piranti Pemerolehan Bahasa). Selama pemerolehan bahasa pertama anak seperti yang diilustrasikan dalam data di atas adalah: kompetensi anak akan bunyi ujaran vokal [i] dan [u] tercermin dalam performansi kata [hituŋ] untuk ketiga anak di atas (WAS, KAS, dan MH). Kompetensi anak akan ujaran konsonantal [h], [t], dan [ŋ] juga terce rmin dalam performansi kata [hituŋ] tersebut hanya saja baru WAS yang dapat mengujarkan kata [hituŋ] dengan sempurna seperti bahasa orang dewasa, sedangkan KAS dan MH menghilangkan bunyi [h] pada awal kata. Bila ditinjau dari keuniversalan fonologi Chomsky yang terjadi pada anak cenderung mudah. Bunyi vokal terlebih dahulu diperoleh oleh anak dibandingkan bunyi konsonan. Sesuai data di atas bunyi [i] dan [u] sudah diperoleh oleh anak meskipun dalam teori [i] dan [u] diperoleh setelah bunyi [a], [e], dan [o]. Bila melihat data di atas penulis yakin bunyi vokal [a], [e,] dan [o] sudah diperoleh oleh anak WAS, KAS dan MH. Bila dibandingkan dengan bunyi konsonantal [h], [t], dan [ŋ] pada WAS, KAS dan MH, diprediksi bunyi konsonan nasal [p], [b], dan nasal [m] telah Universitas Sumatera Utara diperoleh WAS, KAS, dan MH. Bunyi nasal velar [ŋ] cenderung menggambarkan pemerolehan bunyi [k] dan [g] pada bahasa anak telah muncul kata “kursi” dan “gusi”. WAS : [kusi] [gusi] KAS : [kusi] [gusi] MH : [kusi] [gusi] Maka kata [hituŋ] yang diucapkan WAS benar telah diperoleh, dan [hituŋ] yang diucapkan KAS dan MH juga benar sudah diperoleh oleh ketiga anak itu. Berdasarkan teori generatif bentuk ini termasuk dalam proses fonologis yang disebut aferesis. Aferesis adalah perubahan segmen yang berada dalam suku terjadi karena kesulitan dalam pengucapan. Perubahan ini biasanya mengarah kaidah formulasinya sebagai berikut: [r] . 0 d. Kaidah Pelesapan Konsonan [t] PeJesapan bunyi konsonan [t] pada kata /tOljkat/, /tingkat/ menjadi [Ol]kat], [ingkat]. Kaidah fonologinya sebagai berikut: [t] --< 0 118 Rahmawati e. Kaidah Penggantian Konsonan [t] Bunyi konsonan [f] mengalami perubahan atau penggantian meqjadi konsonan [p] pada awal kata. Terdapat pada kata Ifoto/, lfilml menjadi kata [poto], [pilm]. Dari data di atas dirumuskan kaidah formulasinya sebagai berikut [f] . [P] f. Kaidah Penggantian Konsonan [r] Bunyi konsonan [r] mengalami perubahan atau penggantian menjadi konsonan [I] pada awal, tengah dan akhir kata. Untuk lebih jelasnya Iagi dapat diperhatikan pada data berikut ini: Ibakarl @セ [bakal] Ibaru/ -4 [baIu] /beberapal ., [bebelapa] Igaraml ., [galam] Igaruk/ ., [galuk] Ilebarl . [Iebal] Ilemparl -; [lempaJ] Imataharil . [matahali] Imerahl ., [melah] Iparas/ . [palas] Ipintarl ., [pintaIl Ipusarl ., [pusal] Iwarnal Idiri/ /kering/ /kiril セ@ [walna] . [dili] ., [keling] . [kili] Ipasirl Isering/ -4 [pasil] . [seling] Iburuk/ @セ [buIuk] /perut/ -; [peIut] lrumahl /rumput/ Itidurl Imerekal -; [Iumah] ., [Iumput] . [tidul] ., [meleka] 119 Kajian Linguisti!, Tahun Ke-12, No 2, Agustus 2014 /terbang/ [teJbang] Sehingga kaidahnya [r].j [I] g. Kaidah Pengganti Konsonan [r) Bunyi konsonan [r] mengalami perubahan atau penggantian menjadi konsonan [y] pada tengah kata. Untuk lebih jelasnya lagi dapat diperhatikan pada kata /garuk/, /tumn/, /tarik/, Iteril menjadi kata [gayuk], [tuyun], [tayik], [teli]. Kaidah formulasinya sebagai berikut: [r] . [y] h. Kaidah Perpaduan Kaidah perpaduan adalah kaidah perubahan gugus segmen menjadi satu segmen. Beberapa gugus segmen bahasa anak usia dna tahun sering diucapkan menjadi satu segmen. Vokal rangkap layl dan lawl diucapkan menjadi It] dan [J] pada posisi akhir kata. Yaitu: *[sugay] [sugt] 'sungai *[kalaw] [kal:::>] 'kalau' *fdanawl Rahmawati [dan:::>] 'danau'. Perubahansegmen di· atas dinotasikan dalam kaidah berikut: rv +rendah l J(lr J+ tengah k semivokal c:::::> fr:ndah ] / - - # -tenga Cara membaca kaidah di atas adalah vokal rendah dan tengah [a] yang berada sebelum semivokal [y atau w] berubah menjadi vokal rendah depan It] atau rendah belakang [J]jika muncul pada posisi akhir sebelumjeda i. Kaidah Palatalisasi Semivokal PalataIisasi adaJah suatu proses yang teJjadi karena mengalami perubahan bunyi vokal karena penambahan bunyi konsonan. Untuk lebih jelasnya, dapat diperhatikan pada kata berikut ini: a. [baik] [baYik] b. [busuk] [busYuk] c. [jahit] [jaYit] d. [gosok] [gosYok] e. [lain] [laYin] f. [main] [maYin] g. [suami] [suWami] h. [tua] [tuWa] i. [tiup] [tiYup] 120 Rahmawati Dari data di atas dapat membentuk kaidah fonnulasi sebagai berikut: 9 = セZl@ J/ [::「ゥ@MsKセュj +tmggl buJat -bulat Kaidah di atas menyatakan bahwa semivokal [y] atau [w] [-kon, -sil, +tin, -bull ditambahkan di antara vokaI yang mendahuJui vokaJ [u] atau [01. Berdasarkan data yang ada, ternyata kecenderungan ini berJaku pada semua data pertamanya adaJah vokaJ tinggi dan vokal sedang. SIMPULAN DAN SARAN 1. Simpulan Berclasarkan hasil dan pembahasan data di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa anak usia tabun dalam penelitian ini WAS, KAS, dan MH sudah memperoJeh bunyi vokal [a], [i], {セL}@ [€], [u], dan [0] dengan sempurna, sedangkan bunyi konsonan belum diperoleh dengan sempurna. Bila ditinjau dari keuniversalan fonologi Chomsky yang terjadi pada anak cenderung mudah bunyi vokaJ terJebih dabuJu diperoJeh oJeh anak dibandingkan bunyi konsonan. Bunyi konsonantaJ yang sulit diucapkan oJeh anak usia tabun WAS, KAS, dan MH terdapat pada bunyi konsonan [h], [t], [r], dan [t]. Perubahan fonoJogi bahasa Indonesia anak usia dua tabun yaitu, peJesapan bunyi konsonan [h], peJesapan bunyi konsonan [r], peJesapan bunyi konsonan [t], penggantian konsonan [£], penggantian konsonan [r], kaidah perpaduan, dan kaidab palatalisasi semivokal. Dan mengalami proses-proses fonologi bahasa Indonesia anak usia dua tabun daJam proses asimiJasi, asimiJasi progresif, proses struktur siJabeI, netralisasi, dan pelemahan bunyi. Kaidah fonologis bahasa Indonesia anak usia dua tabun adaJah sebagai berikut: kaidab perubahan ciri, kaidah peJesapan konsonan, kaidah, penggantian konsonan, dan kaidah perpaduan, kaidah palatalisasi semivokal. 2. Saran PerJu adanya perhatian khusus daJam pemerolehan bunyi ujaran Bahasa Indonesia anak usia dua tabun. Penggunaan istilah bahasa ibu perlu dilakukan dengan hati-hati, sebab banyak kasus terjadi, tewrutama di kota besar yang multilingual. Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun banyak memiIiki fenomenan yang menarik untuk diteJiti, seperti konsonan Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun jika diteliti dengan menerapkan teori Fonologi Generatif. Oleh karena itu kelanjutan penelitian Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun perJu diJakukan peneJitian yang Jain, dalam kajian morfologi, sintaktis, semantik, dan pragmatik. 121 J Kajian Linguist;k, Tahun Ke-12, No 2, Agustus 2014 DAFTAR PUSTAKA Cairn, H.S and C.E. Cairns. (1976). Psycholinguistic: A Cognitive View of Language. New York: Holt, Rinehart and Winston Cairns Helen S. Dan Charles E.Cairns. (1976). Psycholinguistic A Cognitive View Of Language. New York: Holt Rinehart and Winston Chaer, Abdul. (2003). Psikolinguistik Kajian Teoritik. Jakarta: Rineka Cipta Chomsky, N. (1957). Syntactic Structure (Struktur Sintaksis) The Hague: Mouton. Chomsky, N. (1965). Aspects ofthe Theory ofSyntax (Aspek-aspek dari teori sintaksis). Cambridge, Mass: MIT Press. Chomsky, N. (1972). Language and Mind (bahasa dan pikiran). New York: Holt, Rinehart & Winston. Chomsky, N. (1999). "On Nature, Use, and Acquisition ofLanguage". Dalam Ritchie & Bhatia, (1999). Comrie, Bernard. (1989). Language Universals and Linguistic Typology. Oxford: Basil Blackwell Ltd. Daulay, Syahnan. (2010). Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa. Bandung: Citapustaka Media Perintis Dardjowidjojo, Soenjono; Atmajaya. (2000). &ha (Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia). Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Dardjowidjojo, Soenjono. 2005. Psikolinguistik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia Ferguson, C.A. and C.B. Farwell. (1975). "Words and Sounds iii Early Language Acquisition". Language. 5l.2:419-439 Greenberg, Joseph H. (1963). Universals ofLanguage. Cambridge, Mass: MIT Press Gustianingsih. (2002). Pemerolehan Kalimat Majemuk Bahasa Indonesia pada Anak Usia Taman Kanak-Kanak Medan. Tesis: Pascasrujana USU Hyman. (1975). Phonology: Theory and Analysis (Fonologi: teori dan analisis). New York: Holt, Rinehart & Witson Jakobson. (1971). Studies on Child Language and Aphasia. The Hague Mouton Publishers. Kridalaksana, Harimurti. (1982). Kamus Linguistik Jakarta: Gramedia Lass, Roger. (1991). Fonologi: Sebuah Pengantar untuk Konsep-konsep Dasar. terj. Warsono, dkk. Semarang: IKIP Semarang Press Maksan, Marjusman. (1993). Psikolinguistik Padang: IKIP Padang Press. Mangantar Simanjuntak. (1987). Pengantar Psikolinguistik Modern. Hulu Kelang, Selangor: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka Nababan & Subyakto, Utari. (1992). Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Palmatier, Robert A. (1972). A Glossory for English Transformational Grammar. New York: Appleton-Century Crofts. 122 Rahmawati Pastika, I Wayan. (1993). Teor; Transformasi Generatif dalam Penelitian Fonolog; dan Sintaksis; Suatu Tinjauan Teoretis: Laporan Penelitian. Penelitian Program Studi Magister Linguistik, Fakultas Pascasmjana, Unud. Piaget, J. (1959). The Child's Conception ofSpace. London: Routledge & Kegan Paul. Schane, Sanford A. (1992). Fonologi Generatif. Summer Institute of Linguistics Jakarta Schultz, D. & Schultz, S. E. (2006). Psychology & Work Today. (9th ed). New Jersey: Pearson Education, Inc. Simanjuntak, Mangantar. (1987). Pengantar Psikolinguistik Modern. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Simanjuntak, Mangantar. (2009). Pengantar Neuropsikolinguistik Medan: Universitas Sumatera Utara Press Slobin, Dan Isaac. (1979). Psycolinguistics. Glennville, III.: Scott, Foresman and Company. Sudruyanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana. Tarigan, Henry Guntur. (1985). Learning Systems and Error Analysis. Dalam Gilbert AJ. (1977). Perspectives: A New Preedom. Stockie, IHinois: National Textbook Co. Verhaar, J.W.M. (1977). Pengantar Linguistik, Jilid 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Woolfolk & McCune-Nicolich . (1984). Educational Psycologyfor Teachers: Over-view ofPiaget's Theory ofCognitive Development. 123
Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun di Padang Bulan Medan AN1 AN2 AN3 AN4 AN1 AN2 AN3 Faktor Keturunan AN1 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun AN2 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun AN3 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun AN4 AN5 AN6 Faktor Keturunan AN4 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Tiga Tahun AN5 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Tiga Tahun AN6 Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Tiga Tahun Faktor Alamiah. Faktor Perkembangan Kognitif. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemerolehan Sintaksis Anak Usia Faktor Latar Belakang Sosial. Faktor Keturunan. Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Metode dan Teknik Penelitian Pemerolehan Bahasa Menurut Chomsky Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Perbedaan Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Perekaman Wawancara Simak Catat Metode dan Teknik Analisis Data Sumber Data Penelitian Waktu dan Lokasi Penelitian Teknik Pengumpulan Data
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pemerolehan Sintaksis Bahasa Indonesia Anak Usia Dua Tahun dan Tiga Tahun di Padang Bulan Medan

Gratis