Feedback

Analisis Tentang Perjanjian Penyewaan Lahan Tanah Oleh Perum Prasarana Perikanan Cabang Belawan Dengan Pihak Penyewa

Informasi dokumen
ANALISIS TENTANG PERJANJIAN PENYEWAAN LAHAN TANAH OLEH PERUM PRASARANA PERIKANAN CABANG BELAWAN DENGAN PIHAK PENYEWA TESIS OLEH IIN INDRIANY 097011030 / M.Kn FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS TENTANG PERJANJIAN PENYEWAAN LAHAN TANAH OLEH PERUM PRASARANA PERIKANAN CABANG BELAWAN DENGAN PIHAK PENYEWA TESIS Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Magister Kenotariatan Pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Oleh IIN INDRIANY 097011030 / M.Kn FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara Judul Tesis : ANALISIS TENTANG PERJANJIAN PENYEWAAN LAHAN TANAH OLEH PERUM PRASARANA PERIKANAN CABANG BELAWAN DENGAN PIHAK PENYEWA : Iin Indriany : 097011030 : Kenotariatan Nama Mahasiswa Nomor Pokok Program Studi Menyetujui Komisi Pembimbing (Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN) Pembimbing (Notaris Syafnil Gani, SH, MHum) Pembimbing (Chairani Bustami, SH, SpN, MKn) Ketua Program Studi, (Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN) Dekan, (Prof. Dr. Runtung, SH, MHum) Tanggal lulus : 18 Agustus 2011 Universitas Sumatera Utara Telah diuji pada Tanggal : 18 Agustus 2011 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, MS, CN Anggota : 1. Notaris Syafnil Gani, SH, MHum 2. Chairani Bustami, SH, SpN, MKn 3. Dr. T. Keizerina Devi A, SH, CN, MHum 4. Notaris Syahril Sofyan, SH, MKn Universitas Sumatera Utara ABSTRAK PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan sebagai pemegang Hak Pengelolaan atas pemanfaatan lahan tanah di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan untuk usaha – usaha dan jasa perikanan oleh penyewa dengan membuat perjanjian sewa tanah dalam bentuk Perjanjian Baku dengan format perjanjian yang dibuat sepihak oleh PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan. Perjanjian sewa tanah terbagi atas sewa jangka pendek yaitu dengan pembayaran sekali setahun (baik masa sewa 1 tahun,20 tahun dan 30 tahun) dan sewa jangka panjang untuk masa sewa 5 tahun sampai 20 tahun dengan pembayaran sekaligus, dan dapat diperpanjang dengan persetujuan pihak PERUM.Bentuk Perjanjian sewa tanah yang sudah bersertifikat ( Sertifikat Hak Guna Bangunan dibuat dengan Akta Notaris ) sedangkan terhadap sewa tanah yang belum bersertifikat dibuat dengan perjanjian dibawah tangan. Metode penelitian yang dilakukan bersifat Deskriptif Analistis dengan pendekatan Yuridis Normatif , data yang dikumpul tersebut dianalisa kemudian dideskripsikan sesuai dengan apa yang dilaksanakan oleh PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan berdasarkan pada peraturan Perundang – undangan yang ada lalu ditarik kesimpulannya dengan menggunakan metode deduktif dengan didukung narasumber yang ditentukan yaitu Kepala Cabang Belawan dan staf / pegawai PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan yang mendasari hak PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan mengelola lahan tanah di wilayah Gabion Belawan adalah didasarkan pada Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2000 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 32 tahun 2001 dan nomor 41 tahun 2007. Pelaksanaan hak dan kewajiban dari isi perjanjian antara PERUM Prasarana Perikanan Samudera Cabang Belawan dengan penyewa didasarkan pada Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 32 tahun 2001 dan juga didasarkan pada isi perjanjian yang dibuat sepihak oleh PERUM Prasarana Perikanan Samudera Cabang Belawan.Berakhirnya perjanjian sewa tanah tersebut karena berakhirnya masa sewa dan batal karena aturan hukum.Meskipun isi perjanjian tetap memuat aturan yang memihak PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan namun dengan fungsinya sebagai Badan Usaha Milik Negara yang mengemban tugas sebagai Publik service tetaplah mengupayakan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat khusus nya penyewa sehingga bila timbul pelanggaran diupayakan dengan jalan damai dengan musyawarah dan mufakat,meskipun dalam klausula perjanjian upaya pengadilan tetap dicantumkan, namun pelanggaran masih dalam tahap denda dan teguran .Oleh karena itu perlu dilanjutkan perjanjian ini sehingga bisa menghidupkan roda perekonomian diatas tanah HPL PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan demi perkembangan usaha perikanan khususnya di Gabion Belawan. Kata kunci : Perjanjian sewa tanah ; PERUM Prasarana Perikanan, Penyewa i Universitas Sumatera Utara ABSTRACT Belawan Branch office of Fishery Infrastructure Public Corporation (PERUM) which is entitled to the supervision of the land at Gabion fishing harbor, Belawan, for fishery business and services has made a contract with the land tenants in the form of a standard contract with the contract format made unilaterally by the company. The hire-land contract consisted of short-term rent for five-year term rent (one year, 20 year, and 30 years) for annual payment and long-term rent for five-year term rent up to 20 year-term rent with the payment in cash all at once, but can be prolonged with the consent of the company. Some of the rents have been certified (Building Rights with Notarial Instrument) and some of them have not been certified. The method of the research was descriptive analytic with judicial normative approach. The data were analyzed and described, in accordance with what had been implemented by the company and were based on the legal provisions. The conclusions were drawn by using deductive method and supported by the viewpoints of the source persons, namely, the Head of Belawan Branch Office and its staffs/employees. The result of the research showed that the regulations which regulated the rights of Belawan Branch Office of Fishery Infrastructure Public Corporation to supervise the land at the Gabion harbor, Belawan, was based on the Government Regulation No. 23/2000 and the decrees of the Minister of Marine and Fishery No. 32/2001 and No. 41/2007. The implementation of the Right and Obligation according to the agreement between the company and the tenants was based on the decree of the Minister of Marine and Fishery No. 32/2001 and was also based on the agreement made unilaterally by the company. The termination of the contract was due to the termination of rent time limit and was void by law. Even though the content of the contract tends to give the benefit to the company, since it functions as a State-owned Enterprise which automatically functions as a public service, it should give the facilities and services to the public, especially to the tenants so that if there is a dispute, it should be arbitrated peacefully and with mutual agreement. Even though the case can be brought to the Court as it is included in the clause of the contract, the violation is merely about fine and warning. Therefore, the contract system should be carried out so that it can activate the economic condition on the land supervised by Belawan Branch Office of Fishery Infrastructure Public Corporation in order to develop fishery business at Gabion, Belawan. Keywords: Hire-Land Contract, Fishery Public Corporation, Tenants ii Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya dengan Rahmat dan Hidayah - Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini tepat pada waktunya. Adapun judul tesis ini adalah “ANALISIS TENTANG PERJANJIAN PENYEWAAN LAHAN TANAH OLEH PERUM PRASARANA PERIKANAN CABANG BELAWAN DENGAN PIHAK PENYEWA . Dalam penyelesaian Tesis ini dengan segala kerendahan hati, perkenankanlah Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ; 1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM & H, MSC (CTM), Sp.A (K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada peneliti untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Pof. Dr. Runtung, SH, MHum, Selaku Dekan Fakultas Hukum Sumatera atas kesempatan yang diberikan kepada Penulis untuk dapat menjadi mahasiswa Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Univeritas Sumatera Utara. 3. Bapak Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH, M.S, CN, sebagai Ketua Program Studi Magister Kenotariatan dan selaku Pembimbing Pertama yang telah memberikan perhatian dengan penuh ketelitian, mendorong serta membekali Penulis dengan nasihat dan ilmu yang bermanfaat dalam penyelesaian studi. iii Universitas Sumatera Utara 4. Bapak Notaris Syafnil Gani SH, MHum, yang telah membimbing dan membina Penulis dengan penuh ketelitian dan perhatian pada Penulis dalam menyelesaikan studi. 5. Ibu Chairani Bustami, SH, SpN, MKn, yang telah membimbing dan memberikan arahan, ilmu pengetahuan dengan penuh kasih sayang dan perhatian pada penulis dalam menyelesaikan studi. 6. Ibu Dr, T, Keizerina Devi Azwar, SH, CN, M.Hum, selaku Sekretaris Program Studi Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan sekaligus yang pada kesempatan ini dipercayakan menjadi dosen penguji terimakasih untuk kritikan dan nasehat ilmu yang membekali penulis dalam penulisan yang lebih baik. 7. Bapak Notaris Syahril Sofyan, SH, MKn, selaku dosen penguji untuk bimbingan, nasehat dan saran yang diberikan kepada Penulis bagi perbaikan penulisan. 8. Terimakasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua Alm. Moen Hendro dan Ibunda Hj. Nurchalida yang telah bersusah payah melahirkan, membesarkan dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan dalam memberikan dukungan moril serta do’a restunya kepada Ananda sehingga Ananda dapat melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan Strata Dua (S-2) Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. 9. Suami dan Anak – anak ku tercinta atas pengertian dan do’a serta dukungannya. iv Universitas Sumatera Utara 10. Seluruh teman-teman Mahasiswa Reguler Program studi Magister Kenotariatan yang telah turut mendukung dan memberikan semangat penulis serta kekompakkan nya . 11. Bapak S. Siagian SE selaku Kepala Cabang PERUM Gabion Belawan, Bapak Edison, Bapak Osta Sitompul, Mbak Tati dan seluruh Staf PERUM PPS Belawan yang telah membantu Penulis dalam memberikan data untuk kelengkapan penulisan tesis. 12. Seluruh staf Biro Magister Kenotariatan yang telah membantu Penulis dalam pengurusan administrasi penyelesaian tesis ini. Kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga penulis dapat menyelesaikan perkuliahan dan penulisan tesis ini, penulis menyadari tesis ini jauh dari sempurna. Akhir kata penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Medan, Penulis, Agustus 2011 IIN INDRIANY v Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP I. IDENTITAS PRIBADI Nama : IIN INDRIANY Tempat/Tgl Lahir : Medan, 30 Maret 1970 Status : Kawin Agama : Islam Alamat : Jl. Darussalam Gg. Turi II No. 7 Medan II. KELUARGA Nama Suami : Zulham Siregar,SE Nama Anak Kandung : 1. Ajeng Clarasaty 2. Mhd.Fauzan Azmy 3. Mhd.Raza Luthfan III. PENDIDIKAN 1. SD Inpres No. 066057 : Tamat Tahun 1983 2. SMPN XV : Tamat Tahun 1986 3. SMAN X : Tamat Tahun 1989 4. S-1 Fakultas Hukum UISU : Tamat Tahun 1993 5. S-2 MKn FH – USU : Tamat Tahun 2011 vi Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . i ABSTRACT . ii KATA PENGANTAR. iii DAFTAR RIWAYAT HIDUP . vi DAFTAR ISI. vii DAFTAR TABEL . x BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang . 1 B. Perumusan Masalah. 9 C. Tujuan Penelitian. 10 D. Manfaat Penelitian. 10 E. Keaslian Penelitian . 11 F. Kerangka Teori dan Konsepsi. 13 1. Kerangka Teori. 13 2. Konsepsi . 23 G. Metode Penelitian . 26 1. Sifat Penelitian . 26 2. Lokasi Penelitian. 27 3. Alat Pengumpulan Data . 27 4. Analisis Data . 27 PENGATURAN YANG MENDASARI HAK PERUM PRASARANA MENGELOLA LAHAN TANAH PERIKANAN GABION BELAWAN . 29 A. Sejarah Hak Pengelolaan (HPL) Atas Pelabuhan Belawan . 29 B. Landasan Hukum Operasional (Eksternal)Perusahaan Umum (PERUM) sebagai Pemegang Hak Pengelolaan ( HPL) Atas Lahan Tanah di Gabion Belawan . . 35 BAB II vii Universitas Sumatera Utara BAB III BAB IV C. Kewenangan PERUM Prasarana Perikanan Samudera Cabang Belawan atas Penyewaan Lahan Tanah dengan Pihak Penyewa . 38 PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN DARI ISI PERJANJIAN PENYEWAAN LAHAN TANAH GABION BELAWAN ANTARA PERUM PRASARANA PERIKANAN DENGAN PIHAK PENYEWA. 46 A. Tata Cara dan Ketentuan Penyewaan Lahan Tanah Oleh PERUM Prasarana Perikanan Samudra Cabang Belawan dengan Pihak Penyewa . 46 1. Beberapa hal tentang Hukum Perjanjian pada umumnya. 46 2. Syarat - syarat Pemohon atas Pemanfaatan Lahan Tanah Gabion Belawan . 58 3. Tata Cara Pemberian dan Perolehan / Pemanfaatan Lahan Tanah Gabion Belawan. 66 4. Ketentuan Pembebanan Tarif Penyewaan Lahan Tanah Gabion Belawan. 69 B. Hak dan Kewajiban yang Timbul Atas Isi Perjanjian Penyewaan Lahan Tanah Gabion Belawan Antara Perum Prasarana Perikanan Cabang Belawan dengan Pihak Penyewa . 75 1. Hak dan Kewajiban Dalam Perjanjian Sewa Menyewa Pada Umumnya. 75 2. Hak dan Kewajiban Perorangan dan Badan Hukum Dengan PERUM Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa Lahan Tanah Gabion Belawan dikaitkan dengan Ketentuan KEPMEN Nomor 32 Tahun 2001 . 81 BERAKHIRNYA PERJANJIAN SEWA LAHAN TANAH DAN SANKSI YANG DIBERIKAN ATAS PELANGGARAN ISI PERJANJIAN LAHAN TANAH ANTARA PERUM PRASARANA PERIKANAN DENGAN PIHAK PENYEWA . 86 A. Berakhirnya Perjanjian Sewa-Menyewa pada Umumnya . 86 B. Berakhirnya Perjanjian Penyewaan/Pemanfaatan LahanTanah dan Akibat Pelanggaran Isi Perjanjian Penyewaan Lahan Tanah . 88 viii Universitas Sumatera Utara C. Sanksi atas Pelanggaran Isi Perjanjian . 93 KESIMPULAN DAN SARAN . 102 A. Kesimpulan . 102 B. Saran . 103 DAFTAR PUSTAKA . 105 BAB V LAMPIRAN ix Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Halaman TABEL 1 Ketentuan Tarif Untuk Wilayah Sumatera Utara / 71 Utara / 72 Belawan TABEL 2 Ketentuan Tarif Untuk Wilayah Sumatera Belawan Tentang Tarif Khusus & Tanah HPL TABEL 3 Ketentuan Tarif Untuk Wilayah Sumatera Utara / 73 Belawan Tentang Sewa dan Administrasi x Universitas Sumatera Utara ABSTRAK PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan sebagai pemegang Hak Pengelolaan atas pemanfaatan lahan tanah di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan untuk usaha – usaha dan jasa perikanan oleh penyewa dengan membuat perjanjian sewa tanah dalam bentuk Perjanjian Baku dengan format perjanjian yang dibuat sepihak oleh PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan. Perjanjian sewa tanah terbagi atas sewa jangka pendek yaitu dengan pembayaran sekali setahun (baik masa sewa 1 tahun,20 tahun dan 30 tahun) dan sewa jangka panjang untuk masa sewa 5 tahun sampai 20 tahun dengan pembayaran sekaligus, dan dapat diperpanjang dengan persetujuan pihak PERUM.Bentuk Perjanjian sewa tanah yang sudah bersertifikat ( Sertifikat Hak Guna Bangunan dibuat dengan Akta Notaris ) sedangkan terhadap sewa tanah yang belum bersertifikat dibuat dengan perjanjian dibawah tangan. Metode penelitian yang dilakukan bersifat Deskriptif Analistis dengan pendekatan Yuridis Normatif , data yang dikumpul tersebut dianalisa kemudian dideskripsikan sesuai dengan apa yang dilaksanakan oleh PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan berdasarkan pada peraturan Perundang – undangan yang ada lalu ditarik kesimpulannya dengan menggunakan metode deduktif dengan didukung narasumber yang ditentukan yaitu Kepala Cabang Belawan dan staf / pegawai PERUM Prasarana Perikanan Cabang Belawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan yang mendasari hak PERUM Samudera Cabang Belawan, 2006. USU e-Repository © 2008 Iche N. Siringoringo : Penataan Arsip Dinamis Pada Kantor Perum Prasarana Perikanan Samudera Cabang Belawan, 2006. USU e-Repository © 2008 Gadai Pada Perusahaan Umum Pegadaian Dalam suatu perjanjian, apabila para pihak itu saling melaksanakan prestasi sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak lawannya, maka tidak akan menimbulkan suatu permasalahan. Lain halnya jika salah satu pihak atau keduanya tidak melaksanakan prestasi sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak lawannya (disebut wanprestasi). Hal ini akan menimbulkan suatu permasalahan. Jika nasabah cidera janji (wanprestasi) atau dengan perkataan lain barang yang digadaikan tidak ditebus dengan jangka waktu yang ditentukan, maka benda gadai tersebut akan dilelang pada waktu yang telah ditentukan oleh Kepala Cabang Perum Pegadaian (pasal 17 ADP). Dan lelang ini tidak dilakukan oleh Balai Lelang. Pertimbangan untuk hal ini adalah karena Perum Pegadaian diperkirakan lebih mengetahui harga benda gadai dari pada Balai Lelang. Sebelum lelang dimulai sebulan sebelumnya Perum Pegadaian mengumumkan kepada masyarakat. Pengumuman lelang biasa dilakukan melalui media massa setempat atau melalui papan pengumuman di Kantor Cabang Pegadaian setempat. Kalau di Perum Pegadaian Cabang Medan diumumkan di Universitas Sumatera Utara 85 Kantor Perum Pegadaian Cabang Medan. Pada hari yang ditentukan lelang ditentukan dan pembeli yang berhak adalah yang menawar dengan harga tertinggi, setelah kepada umum ditanyakan penawaran ini dua kali tetapi tidak disambut dengan penawaran yang lebih tinggi oleh penawar yang lebih tinggi. Lelang benda gadai yang termasuk golongan A dan B dilakukan pada awal bulan ke delapan (bulan kalender) terhitung mulai dari bulan digadaikan. Misalnya benda yang digadaikan dalam bulan Nopember 2003 akan dilelang awal bulan Juni 2004, setelah jangka waktu pinjaman tujuh bulan dilalui. Dan bulan ketujuh merupakan satu bulan yang bebas bunga oleh karena maksimal pengenaan bunga terhadap uang pinjaman adalah 180 hari dan pada bulan ketujuh ini merupakan waktu pertimbangan apakah benda gadai ditebus atau tidak. Lelang benda gadai yang termasuk golongan pinjaman C dan D dilakukan pada awal bulan ke lima (bulan kalender) terhitung mulai bulan digadaikan. Misalnya terhadap suatu benda yang digadaikan pada bulan Nopember 2003, maka pelelangannya dilakukan pada awal bulan Maret 2004. Mengenai tanggal pelelangan maupun setelah lelang dilakukan beserta hasil lelang (berita acaranya) harus dilaporkan kepada Balai Lelang. Dan satu hari setelah lelang dilaksanakan, maka Perum Pegadaian harus memberitahukan kepada nasabah yang barangnya dilelang, seluruh hasil lelang harus diberitahukan dan kalau ada kelebihan uang pelelangan atas barang gadai tersebut akan dikembalikan kepada nasabah setelah dikurangi uang pinjaman, bunga serta biaya lelang sebesar 3%. Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 86 A. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut : 1. Pegadaian adalah salah satu Lembaga Keuangan Bukan Bank, karena pegadaian terpisah dari lembaga keuangan yang lazimnya disebut bank dan turut aktif menyalurkan dana kepada masyarakat melalui lembaga Perusahaan Umum Pegadaian atas dasar hukum gadai. 2. Hubungan hukum antara Perusahaan Umum Pegadaian dengan nasabah terjadi pada saat kedua belah pihak menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK), yaitu antara pihak nasabah dengan pihak Perum Pegadaian yang dalam hal ini dilakukan oleh kepala cabang Perum Pegadaian. Dengan ditanda tanganinya Surat Bukti Kredit oleh pemberi gadai (nasabah) berarti pihak pemberi gadai telah menyetujui isi perjanjian yang ditetapkan oleh Perusahaan Umum Pegadaian. Dengan demikian telah terjadi hubungan hukum antara pihak pemberi gadai (nasabah) dengan pihak penerima gadai (Perusahaan Umum Pegadaian) yang menimbulkan adanya hak dan kewajiban antara kedua belah pihak. Adapun pemberi gadai berkewajiban melaksanakan peraturan dan ketentuan yang diberlakukan dalam perjanjian gadai dan mempunyai hak untuk memperoleh uang pesantren sebesar harga taksiran dari barang jaminan. Sedang Perusahaan Umum Pegadaian berkewajiban untuk menyerahkan sejumlah uang kepada pemberi gadai berdasarkan harga taksiran barang Universitas Sumatera Utara 87 jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan Perusahaan Umum Pegadaian mempunyai hak untuk memperoleh bunga modal dari perjanjian gadai tersebut dan berhak untuk menguasai barang jaminan selama berlangsungnya perjanjian gadai. 3. Apabila terjadi wanprestasi dari para pihak, yaitu pihak nasabah dan pihak Perum Pegadaian, maka akan menimbulkan akibat hukum sebagai berikut : a. Jika pihak Perum Pegadaian yang melakukan wanprestasi, misalnya barang gadai hilang atau rusak berat, maka Perum Pegadaian wajib mengganti rugi kepada nasabah sebesar 125% dari harga taksiran. b. Sedangkan apabila pihak nasabah yang melakukan wanprestasi, maka barang gadai tersebut akan dilelang untuk pelunasan uang pinjaman nasabah, dan kelebihan harga barang gadai wajib dikembalikan kepada nasabah setelah dipotong sejumlah pinjaman bunga dan biaya lelang. B. Saran Adapun saran yang penulis kemukakan adalah sebagai berikut : 1. Mengingat bahwa Perum Pegadaian masih satu-satunya Badan Usaha Milik Negara yang diberi wewenang untuk menyalurkan kredit atas dasar hukum gadai, sekarang ini boleh dikatakan masih terbatas di daerah perkotaan, maka dalam rangka pemerataan pembangunan di bidang ekonomi, sudah seharusnya Perum Pegadaian mendirikan cabangnya sampai ke desa-desa. Oleh karena kebanyakan masyarakat Indonesia yang tergolong ekonomi lemah masih banyak tinggal di daerah pedesaan. 2. Salah satu hambatan Perum Pegadaian dalam melaksanakan pemberian kredit adalah kurang pemahaman pihak nasabah tentang hak dan kewajiban. Hal ini Universitas Sumatera Utara 88 salah satu penyebabnya adalah isi dari Surat Bukti Kredit (SBK), masih sebatas hal yang bersifat umum. Untuk itu perlu isi SBK dilengkapi terutama menyangkut tentang hak dan kewajiban para pihak (antara Perum Pegadaian dengan nasabah). Hal ini bertujuan untuk menjaga kepastian hukum. 3. Barang-barang gadai yang diterima oleh Perum Pegadaian sebagai jaminan, di dalam praktek masih terbatas pada benda-benda bergerak tertentu, maka dalam rangka memperbesar minat masyarakat untuk menggunakan jasa pegadaian, sudah seharusnya pihak Perum Pegadaian, memperbanyak ragam jenis barang gadai yang diterima sebagai jaminan. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA 89 Buku : Algra, N.E., cs., 1983, Kamus Istilah Hukum Fockema Andreae BelandaIndonesia, Bina Cipta, Jakarta. Asser, C., Handleiding Tot de Beoefening Van Het Nederlands Burgerlijk Recht, Tweede Deel Zakenrecht, Uitgevers Maatschappij, W.E.J. Tjeenk Willink, Netherland, 1967. Badrulzaman, Mariam Darus, 1994, Aneka Hukum Bisnis, Alumni, Bandung. Dahlan, M., Sutalaksana, 1994, Peranan Pegadaian Dalam Pembinaan Pengusaha Kecil dan Potensi Ekonomi Rakyat di Perkotaan, Makalah Seminar MRI Contultant, Jakarta. Djumhana, Muhammad, 2000, Hukum Perbankan di Indonesia, Penerbit PT. Citra Aditya Bakti, Bandung. Hasyani, A., Ali, 1991, Dasar-dasar Operasi Bank, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta. Kartono, 1998, Hak-hak Jaminan Kredit, Cetakan Kedua, Pradnya Paramita, Jakarta. Luckett, Doedley G., 1983, Uang dan Perbankan, Erlangga, Jakarta. Moeliono, 1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Cetakan II, Balai Pustaka, Jakarta. Pangestu, J.E., Panglaykim., 1984, Perkembangan Industri Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank di Indonesia, Andi Offset, Yogyakarta. Pardede, Marulak, 1998, Likuidasi Bank dan Perlindungan Nasabah, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2002, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Balai Pustaka, Jakarta. Prodjodikoro, Wirjono, 1995, Hukum Perdata Tentang Hak-Hak Atas Benda, Bangkit, Jakarta. ----------------------, 1978, Jaminan-jaminan Untuk Pemberian Kredit Menurut Hukum Indonesia, Alumni, Bandung. Universitas Sumatera Utara 90 Simorangkir, O.P., 2000, Pengantar Lembaga Keuangan Bank dan Nonbank, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta. Soenarsono, R., 1973, Sejarah Pegadaian. Tanpa Penerbit. Subekti, R., 1987, Hukum Perjanjian, PT. Intermasa, Jakarta. ------------, 1984, Pokok-Pokok Hukum Perdata, PT. Intermasa, Cetakan XIX, Jakarta. Suyatno, Thomas, 1990, Kelembagaan Perbankan, Gramedia, Jakarta. Tri, Ruddy Santoso, 1998, Mengenal Dunia Perbankan, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta. Ter Haar Bzn, B., Terjemahan K.Ng. Soebakti Poesponoto, 1980, Asas-asas dan Susunan Hukum Adat, Pradnya Paramita, Jakarta. Winarno, Ateng, 1991, Kamus Singkatan dan Akronim Baru dan Lama, Cetakan I, Kanasius, Jakarta. Lain-lain : Anggaran Dasar Pegadaian (ADP), S 1928 No. 81. Buiten zorg, 10 Maret 1928. Brosur, Perum Pegadaian, Humas Kantor Pusat Perum Pegadaian, Jakarta, 1998. Himpunan Peraturan Perundang-undangan RI (Engelbrecht), PT. Intermasa, Jakarta. Majalah Bulanan, Warta Pegadaian, Rapat Kerja Perum Pegadaian, 21-24 November 1990, Jakarta. Universitas Sumatera Utara
Analisis Tentang Perjanjian Penyewaan Lahan Tanah Oleh Perum Prasarana Perikanan Cabang Belawan Dengan Pihak Penyewa Beberapa hal tentang Hukum perjanjian pada umumnya. Berakhirnya perjanjian penyewaan Pemanfaatan Lahan Tanah Dan Berakhirnya Perjanjian Sewa – menyewa pada umumnya Kerangka Teori dan Konsepsi 1. Kerangka Teori KESIMPULAN KESIMPULAN DAN SARAN Lokasi Penelitian Alat Pengumpulan Data Analisis Data Perumusan Permasalahan Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Sanksi Atas Pelanggaran Isi Perjanjian Yang Dilakukan SARAN KESIMPULAN DAN SARAN Syarat –Syarat Pemohon Atas Pemanfaatan Lahan Tanah Gabion Belawan Tata Cara Pemberian Dan Perolehan Pemanfaatan Tanah Gabion Belawan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Tentang Perjanjian Penyewaan Lahan Tanah Oleh Perum Prasarana Perikanan Cabang Belawan Dengan Pihak Penyewa

Gratis