Peralihan Mata Pencaharian Masyarakat dari Sektor Pertanian ke Sektor Pertambangan

Gratis

34
201
81
3 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang masalah

  Petani lada di pulau Bangka akhir-akhir ini mengalami kegundahan yang tidak menentu dikarenakan dengan harga jual yang tidak menentu, Di tahun 1990-an,ketika lada naik daun dan harganya 'gila-gilaan', petani lada di pulau ini menjadiOKB (orang kaya baru) mendadak. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah di kemukakan di latar belakang masalah, yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peralihanmatapencaharian masyarakat Desa Ramba dari petani lada ke penambang timah inkonvensional dapat merubah status sosial-ekonomi masyarakat Desa Rambat?

1.4.1. Manfaat Teoritis

1.4.2 Manfaat Praktis

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah kajian yang akurat, sehingga dapat memberi sumbangan pemikiran bagi kalangan akademis dalampendidikan khususnya, instansi pemerintah dalam melihat perkembangan masyrakat yang bermata pencaharian petani untuk memenuhi kebutuhannya. Yang menjadi manfaat praktis dari penelitian ini adalah untuk menambah referensi dari pada hasil penelitian dan dapat juga dijadikan sebagai bahan rujukanbagi peneliti berikutnya yang ingin mengetahui lebih dalam lagi terkait dengan penelitian sebelumnya.

1.5 Kerangka Teori

  Proses alih pekerjaan dapat ditinjau dari upaya perubahan yang dilakukan oleh mayarakat guna pencapaian tujuan-tujuan tertentu, karena masyarakat bersifat bersifatdinamis maka masyarakat mengalami perubahan, karena perubahan sosial merupakan proses yang selalu dialami oleh setiap masyarakat, perubahan yang dilakukan tidakterlepas dari perubahan kebudayaan. Dibandingakan rasionalitas instrumnatal, sifat rasionalitas yang berorientasi nilai yang penting adalah bahwa alat-alat hanya merupakan pertimbangan dan perhitunganyang sadar, tujuan-tujuannya sudah ada dalam hbungannya dengan nilai-nilai individu yang bersifat absolute atau nilai akhir baginya.

1.6. Defenisi Konsep

Konsep merupakan istilah atau defenisi yang di pergunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian, kelompok, atau individu yang menjadipusat perhatian sosial(singarimbun:1995:37). Agar memperoleh pembatasan yang jelas dari setiap konsep yang diteliti, maka penulis mengemukakan defenisi konsepsebagai berikut:

1.6.1. Petani Lada

  Status Sosial-Ekonomi Status sosial ekonomi merupakan kedudukan yang di akui secara sosial dan ekonomi yang menempatkan seseorang dalam struktur masyarakat, pemberian posisiini disertai pula dengan seperangkat hak dan kewajiban yang harus dimainkan oleh si pembawa status. Timah Inkonvensional Sebutan dari hasil pertambangan timah, yang mana dikarenakan proses pertambangan nya dilakukan dengan kepemilikan alat secara individu bukan hasiltimah yang didapat oleh perusahaan yang telah ada di kep.

1.7. Operasional Variabel

  Yang dimaksud dengan defenisi operasional ialah suatu defenisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat di observasi dari apa yang sedang didefenisikan atau mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan dapat diuji danditentukan kebenarannya oleh orang lain. Berdasarkan paparan diatas, maka yang menjadi variable bebas(x) adalah peralihan mata pencaharian dari petani lada ke (independent variable) penambang timah dengan indicator 1.

1. Pendapatan 2

  Pengeluaran 3. Kebutuhan hidup Untuk memudahkan pemahaman relasi antara variabel penelitian ini, maka pada bagian ini digunakan bagan operasional variabel sebagai berikut 1.7.1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perubahan Sosial

  Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas serta perubahan-perubahan yang lambat sekali, dan ada juga yang berjalan dengan cepat. Proses alih pekerjaan dapat ditinjau dari upaya perubahan yang dilakukan oleh mayarakat guna pencapaian tujuan-tujuan tertentu, karena masyarakat bersifat bersifatdinamis maka masyarakat mengalami perubahan, karena perubahan sosial merupakan proses yang selalu dialami oleh setiap masyarakat, perubahan yang dilakukan tidakterlepas dari perubahan kebudayaan.

2. Adaptation (Adaptasi) yaitu penyesuaian secara sosial budaya 3

  Faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya suatu proses perubahan antara lain: kontak dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan formal yang maju, sikapmenghargai hasil karya orang lain dan keinginan-keinginan untuk maju, toleransi terhadap perbuatan-perbuatan menyimpang, sistem terbuka lapisan masyarakat, Perubahan sosial yang dimaksud disini adalah perubahan yang di sebabkan oleh aspek ekonomi akibat perkembangan industry. Seperti yang dikatakan Agus salim, bahwa perubahan sosial yang berasal dari aspek ekonomiakan selalu terkait dengan perubahan perilaku yang berasal dari aspek non ekonomis seperti politik, pendidikan dan lain-lain (Salim,2002:19).

1. Peralihan Mata pencaharian menjanjikan pendapatan yang lebih baik 2

  Peralihan mata pencaharian dapat memberi variasi pada sistem mata pencaharian yang sudah ada Peralihan matapencaharian sebahagian masyarakat Desa Rambat dari sectorAgraris ke Pertambangan di anggap merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Teori pilihan Rasional Coleman tampak jelas dalam gagasan dasarnya bahwa tindakan perseorangan mengarah pada suatu tujuan dan tujuan itu ditentukan olehnilai atau pilihan, tetapi selain Coleman menyatakan bahwa untuk maksud yang sangat teoritis, ia memerlukan konsep yang lebih tepat mengenai aktor rasional yangberasal dari ilmu ekonomi, dimana memilih tindakan yang dapat memaksimalkan kegunaan atau yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhanmereka(Ritzer,2004:394).

2.3 Status Sosial Ekonomi

  Walaupun demikian lebih lanjut dijelaskan bahwa, biasanya kedudukan sosial dalam suatu masyarakat itu memperhitungkan segi superioritas, yang lebih tinggi, ataukahinferioritas yang lebih rendah, karena itu status juga dihubungkan dengan derajat, (Abdullah, Burhanuddin.2006). Semakin besarnya arus informasi yangmasuk ke masyarakat semakin dipaksa untuk memilih informasi mana yang baik bagi dirinya, informasi mana yang disukainya dan informasi mana yang akan dibuangnya.

1. Mengatasi halangan-halangan dari lingkungan 2

  Peningkatan mobilitas penduduk Proses perubahan didalam masyarakat terjadi karena manusia adalah makhluk yang berfikir dan bekerja. Manusia disamping itu selalu senantiasa untukberusaha untuk memperbaiki nasibnya dan mendapatkan pekerjaaan yang layak baginya, paling tidak untuk mempertahankan kehidupannya, perubahan masyarakatsenantiasa keinginan manusia untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya, seperti sosial, ekonomi, budaya, teknologi, dan sebagainya.

BAB II I METODE PENELITIAN

  2.1 Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan menggambarkan, memaparkan suatu keadaan,suatu objek atau suatu peristiwa yang ada di masyarakat menjadi objek penelitian serta berupaya menarik realitas tersebut ke permukaan sebagai suatu ciri, model,tanda, atau gambaran – gambaran tentang kondisi atau fenomena tertentu. Jenis penelitian deskriptif dimaksud untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan social dengan jalan mendeskripsikan sejumlahvariable yang berkenaan masalah yang di teliti 2.2 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Desa Rambat Kec.

2.3 Populasi dan Sampel

2.3.1 Populasi

2.3.2 Sampel

  Populasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyaikualitas dan kharakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semuayang ada pada populasi, dapat dikatakan karena keterbatasan peneliti, maka peneliti menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

2.4 Teknik Pengumpulan Data

2.4.1 Data Primer

2.4.2 Data Sekunder

Untuk mendapatkan data primer maka akan dilakukan dengan cara penelitian lapangan, yaitu : Data sekunder yaitu semua data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian. Pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini dilakukan dengancara penelitian kepustakaan dan pencatatan dokumen yaitu dengan mengumpulkan

2.5 Teknik Analis Data

Data yang diperoleh dalam penelitian akan dianalisa dalam beberapa tahap yaitu: 2.5.1 Analisis Tabel Tunggal Merupakan suatu analisis yang digunakan dengan membagi-bagi variabel ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi. Tabel tunggalmerupakan langkah awal dalam menganalisis data yang terdiri dari kolom, yaitu sejumlah frekuensi dan persentase untuk setiap kategori(Singarimbun,1998:266)

2.5.2 Analisis Deskriptif

Merupakan metode penganalisaan data dengan cara menyusun data, mengelompokkannya dan mengintepretasikannya, sehingga diperoleh gambaranyang sebenarnya mengenai peralihan mata pencaharian masyarakat dari petani lada ke penambang timah terhadap status social-ekonomi masyarakat di DesaRambat Kabupaten Bangka Barat

2.6 Jadwal Kegiatan

NoBulan ke Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Pra Observasi x 2 ACC Judul x 3 Penyusunan Proposal x x 4 Seminar Proposal Penelitian x 5 Revisi Proposal Penelitian x x 6 Penelitian Ke Lapangan x x 7 Pengumpulan Data Dan Analisis Data x 8 Bimbingan x x x x 9 Penulisan Laporan Akhirx x 10 Sidang Meja Hijaux

BAB IV HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

4.1.1. Profil Desa Rambat

  Nama Desa : RambatKecamatan : Simpang TeritipKabupaten : Bangka BaratProvinsi : Kep. Batas-Batas WilayahDesa Rambat merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Simpang Teritip, yang terdiri dari 2 dusun.

4.2 Penyajian Data

4.2.1 Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Rambat

4.2.1.1. Komposisi Penduduk berdasarkan Jenis kelamin

  Penduduk merupakan salah satu modal dasar pembangunan, namun bila tidak diimbangi dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai, maka akanmenimbulkan kendala dalam menghadapi proses dari pembangunan tersebut. Hal itu dapat dilihat pada tabel di bawahini: Tabel 1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah (Jiwa) Persentase 1 Laki-laki 581 53,9 2 Perempuan 497 46,1Total 1078 100 Sumber : Profil Desa Rambat 2012Pada tabel 4.1 tersebut diperoleh gambaran bahwa jenis kelamin laki-laki lebih banyak dibanding dengan jenis kelamin perempuan.

4.2.1.2 Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama

  Tabel 2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama No. Agama Jumlah(jiwa) Persentase 1 Islam 794 73,7 2 Kristen Protestan 59 5,5 3 Kristen khatolik 5 0,5 4 Budha 103 9,5 5 Konghucu 117 10,8 Total 1078 100Sumber : Profil Desa Rambat 2012 Dari tabel diatas terlihat bahwa penduduk Desa Rambat mayoritas memeluk agama Islam yaitu sebanyak 794 jiwa (73,7%), Kristen Protestan 59 jiwa (5,5%),agama Kristen Khatolik sebanyak 5 jiwa (0,5%), agama Budha sebanyak 103 jiwa (9,5%), dan agama Konghucu sebanyak 117 jiwa (10,8%).

4.2.1.3 Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

  Mata Pencaharian adalah sumber utama dalam menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Tani sebanyak 25 jiwa(4,8%), selanjutnya disusul Wiraswasta 21 jiwa (4,1%), selanjutnya ada Pegawai Negeri Sipil 2 jiwa (0,4%) dan yang terakhir Lain-lain berjumlah 1 jiwa (0,2%).

4.2.2 Sarana dan Prasarana

  Sarana dan prasarana merupakan hal yang sangat penting untuk pencapaian tujuan suatu program atau kegiatan pembangunan. Suatu rencana yang disusundengan baik, tanpa didukung sarana dan prasarana yang baik dan memadai maka tujuan dari perencanaan dalam suatu program atau kegiatan kemasyarakatan akansulit tercapai.

4.2.2.1 Sarana Pendidikan

Tabel 4 Keadaan Sarana Pendidikan No. Sarana Pendidikan Jumlah(unit) Keterangan 1 Kelompok bermain/PAUD 1 Baik 2 SD 1 Baik 3 SMP - - 4 SMA - - Total 2 BaikSumber : Profil Desa Rambat 2012 Pada data tabel diatas dapat dilihat bahwa sarana pendidikan padaDesa Rambat hanya terdapat 2 sarana yaitu untuk Kelompok Bermain/PAUD dan SD, dari data diatas dapat disimpulkan sarana dan prasarana pendidikan

4.2.2.2 Sarana Ibadah

  Sarana Ibadah Jumlah(Unit) 3 Gereja 1 Baik 2 Musholah 1 Baik 1 Mesjid Keterangan 1 Baik 4.2.2.3 Sarana KesehatanTabel 6 Keadaan Sarana Kesehatan No Sarana Jumlah (unit) Keterangan 1 Polindes 1 Baik 2 Posyandu 1 BaikJika dilihat dari tabel tersebut, fasilitas yang tersedia bisa dikatakan cukup, setidaknya warga desa sudah ada tempat periksa kesehatannya dan tidak jauh haruske kecamatan atau ke kota kabupaten. Transaksi atau aktifitas ekonomi tersebut biasanya terjadi pada sebuahtempat yang disebut pasar, namun tidak semua transaksi atau aktifitas ekonomi berlangsung di pasar, transaksi ini dapat juga terjadi di toko, kios dan lain-lain.

4.2.3 Sistem Sosial Masyarakat Desa Rambat

4.2.3.1 Sistem Nilai

  4.2.3.1.3 Adat-Istiadat Masyarakat Desa Rambat masih menjunjung tinggi nilai adat istiadat mereka dengan cara masih dilakukan kebiasaan-kebiasaan lama yang terjadi dari jamandahulu sampai sekarang ini, misalnya ada upacara laut yaitu persembahan laut yang dilakukan pada sekitaran bulan 5 sampai 6 yang mana pada saat itu air laut pada surutdan menampakkan banyak pulau pulau kecil. Ini merupakan bentuk syukur kepada tuhan yang maha esa dengan apa yang di dapat dari warga desa dengan apa yang didapatnya selama setahun ini melalui caradengan seperti itu.

4.3 Karakteristik Responden

  Berdasarkan hasil pengumpulan data,maka dapat diperoleh karakteristik responden sebagai berikut: Tabel 4.3.1 Responden Berdasarkan Usia No Kelompok Usia(Tahun) F % 1 30-409 52,94 2 41-505 29,42 3 51-602 11,76 4 61-701 5,88 Jumlah 17 100 Sumber : Kuisioner 2012 Dari data diatas dapat dilihat bahwa mayoritas masyarakat yang beralih pekerjaan dari petani ke penambang mayoritas dari rentang umur 30 – 40 tahun. Tabel 4.3.3 Responden Berdasarkan Agama No Agama F % 1 Islam 17 100Jumlah 17 100 Sumber: kuisioner 2012 Tabel 4.3.4 Responden Berdasarkan Suku No Suku F % 1 Melayu 17 100Jumlah 17 100 Sumber: Kuisioner 2012 Dari data diatas menunjukkan bahwa masyarakat yang beralih dari petani menjadi penambang hampir seluruhnya Melayu dan beragama Islam.

4.4 Teknik Analisa Data

  Tabel 4.4.1.5 Distribusi Frekuensi berdasarkan status kepemilikan No Status Kepemilikan F % 1 Pemilik 5 29,42 2 Pekerja 12 70,58Jumlah 17 100 Sumber: Kuisioner 2012 Dari data tabel diatas dapat dilihat jumlah pekerja hanya 70,58%, jumlah ini membuktikan bahwa pertambangan yang dilakukan hanya dengan jumlah pekerjayang sedikit, hal ini disebabkan penambangan yang dilakukan masyarakat tergolong dalam penambangan tradisional, dan banyak pemilik tambang juga ikut sebagaipekerja di tambang miliknya. Tabel 4.4.1.12 Kepemilikan Rumah sebelum jadi penambang No Milik Sendiri F % 1 Ya 6 35,30 2 Tidak 11 64,70Jumlah 17 100 Sumber: Kuisioner 2012 Dari tabel yang terlihat di atas tersebut para responden banyak yang belum memiliki rumah sendiri ini ditandai dengan data yang tersaji di mana dari 17responden hanya 6 responden (35,30) yang mengaku memiliki rumah sendiri dan sisanya sebanyak 11 responden (64,70%) mengaku belum memiliki rumah sendiriuntuk saat itu.

4.4.2 Analisa Pertanyaan Terbuka

  Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dilapangan tentang pendapat responden mengenai dampak secara ekonomi yang dirasakan ketika menjadi “wahhhh dampak ekonomi nya sangat terasa sekali ya, ibu bisa memiliki kendaraan sendiri, sekolahin anak-anak tidak perlu pusing lagi oleh biayanya, dan sekarang lebih terkucupi untuk kebutuhan sehari-harinya....” (berdasarkan Hasil Wawancara Lapangan,Maret 2012) Hal tersebut juga disampaikan oleh Pak H. Sanif: “ Sangat terasa sekali ya, saya bias pergi berangkat haji dan bisa membelikendaraan pribadi sendiri untuk keperluan tambangnya dan bisa memperkerjakan beberapa orang juga....” Lalu untuk pertanyaan nomor 7 bagian B, mengenai dampak secara kehidupan sosial yang dirasakan ketika menjadi penambang, masing-masing dari respondenmemiliki jawaban yang berbeda-beda juga.

4.4.3 Analisa Deskriptif

4.4.3.1. Proses Peralihan Matapencaharian dari Petani Lada ke Penambang Timah

  Peralihan matapencaharian sering dilakukan oleh setiap orang, yang mana jika suatu pekerjaan yang sedang dijalani sekarang tidak dapat lagi memenuhi kebutuhanhidup, maka seseorang itu akan mencoba untuk mencari pekerjaan lain dan umumnya hal ini terjadi pada masyarakat Indonesia. Dulu sewaktu harga lada masih mahal-mahalnya banyak sekali petani yang terkejut, dan itu juga membuat banyak orang yang ingin mencoba untukbertani lada juga.,,” (Sumber: Hasil Wawancara, Maret 2012)Dengan melonjaknya harga lada pada tahun tersebut otomatis kehidupan petani menjadi serba kecukupan tetapi seiring berjalannya waktu sekarang ini hargajual yang tidak menentu dengan kisaran harga Rp.

4.4.3.2 Kehidupan Sosial Ekonomi Warga Desa saat bekerja menjadi Petani

  Jika demikian,Indonesia yang lebih dua pertiga wilayahnya merupakan daerah pedesaan dan sebagian besar pendudukya bertempat tinggal di pedesaan merupakan korban yang Lalu tempat yang sering digunakan warga untuk berinteraksi dan bersosialisasi pada saat menjadi petani ini banyak tempat nya seperti acara adat, pestakeluarga terkadang di warung kopi, bisa juga pertemuan yang diadakan di kantorDesa, dan juga di pasar. bapak dan istri sama-sama pergi kekebun nak, istri bapak membantu pekerjaan yang bapak kerjakan, dari pada bapak bayar orang...” (Sumber: Hasil Wawancara, Maret 2012)Dari data yang diperoleh peneliti kesemuaanya antara suami dan istri sama- sama pergi ke kebun untuk mengolah lahannya dengan lada komoditas utamanya,yang mana jika dikerjakan secara bersama-sama untuk menghemat pengeluaraan yang ada pada saat melakukan kegiatan bertani tersebut.

4. Peralihan Mata pencaharian menjanjikan pendapatan yang lebih baik 5

  Peralihan mata pencaharian dapat memberi variasi pada sistem mata pencaharian yang sudah ada Kehidupan sosial warga Desa Rambat yang dapat dilihat dari hubungan sosial antar warga setelah beralih tidak jauh berbeda pada saat sebelum melakukanperalihan hanya waktu dan tempat yang sekarang berbeda. Dampak ini juga tidak dinafikan oleh para warga seperti yang diungkap oleh BapakSafril “....negatifnya itu dikarenakan banyak lahan-lahan yang menjadi danau- danau buatan akibat tambang yang terus-menerus dan saya khawatirbagaimana untuk kedepannya, memang untuk hasil yang didapat sangat menjanjikan,tapi lama-kelamaan ini timah juga akan habis...” (Sumber: Hasil Wawancara, Maret 2012).

4.4.3.5 Pembagian Kerja Ketika Menjadi Penambang

Yang berbeda dari hal ini adalah dimana yang bekerja adalah sedikit berubahnya peran para istri yang tidak lagi turut serta bersama melakukan kegiatan “....kalau sekarang itu ya saya sendiri yang bekerja, istri saya suruh saja dirumah dek, ini karena kerjaannya terlalu berat...” (sumber: Hasil Wawancara: Maret 2012)Terlihat bahwa peran istri sudah tidak sama lagi seperti halnya dulu, ini bisa menunjukkan kalau hasil yang didapat oleh Bapak Andi sudahlah cukup memadaiuntuk kehidupan keluarganya. Padahal bisa saja sang istri ikut pergi ke tambang, dengan hanya mencari timah disaluran pembuangan air pertambangan tersebut, yang dalam bahasa setempatdi sebut nailing.

BAB V PENUTUP

a. Kesimpulan

  Peralihan yang terjadi pada sebahagian masyarakat di Desa Rambat didorong oleh semakin tingginya biaya perawatan serta menurunnya harga lada di pasaran yangmembuat para warga tersebut bingung dan akhirnya memilih untuk beralih dari pertanian ke pertambangan. Hal ini terjadi secara tidak langsung oleh adanya kebijakan pemerintah yang ada melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah danKeputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No 146/MPP/Kep/4/1999 mengenai pencabutan timah sebagai komoditas strategis, Bupati Bangka saat itu, EkoMaulana Ali yang sekarang adalah Gubernur Provinsi Bangka Belitung, memberikan izin bagi aktivitas-kativitas penambangan berskala kecil.

b. Saran

  Suatu kebijakan yang keluar dari pemerintah memang di satu sisi positif dan disisi yang lainnya negatif, ini tercermin dari apa yang terjadi pada Desa Rambattersebut. Negative nya berupakan kerusakan alam yangterlihat secara fisik, Kedepannya pemerintah dan warga kiranya bisa berjalan beriringan dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini, timah merupakan sumber daya alam yang tidakdapat diperbaharui yang mana lama kelamaan akan habis juga, maksudnya beriringan adalah menjaga kestabilan lingkungannya.

DAFTAR PUSTAKA

  Jakarta: Prenada Media Situs Internet Ian Sancin, Kebun Lada(sahang) yang di Tinggalkan,(http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Kebun%20Lada%20(Sahang)%20yang%20Ditinggalkan&&nomorurut_artikel=173 di akses pada 20 maret2010) Boedi Sawitri. Untuk itu saya mohon partisipasi dan kerja sama Bapak/Ibu untuk menjawab pertanyaan padaKuesioner penelitian saya ini.

2 Tahun c

  > 2 Tahun 2. Berapa lama waktu anda bekerja di tambang a.

3. Apakah lebih nyaman menjadi penambang timah dari pada petani lada a

  Apakah anda menjadi pekerja tambang orang lain atau menjadi pemilik sendiri (jika pemilik lanjut ke pertanyaan 6) dan (jika pekerja lanjut kepertanyaan 7) a. Apakah sesuai pendapatan yang anda terima dengan pekerjaan yang dilakukan a.

2. Berapakah pendapatan anda sebulan setelah menjadi penambang a

  Apakah anda sudah memiliki rumah sendiri sebelum jadi penambang a. Apakah dampak secara ekonomi yang anda rasakan ketika menjadi penambanga.

7. Apakah dampak secara sosial yang anda rasakan ketika menjadi penambang a

  Positif :…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………. b.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Pengaruh Sektor Pertanian Dan Sektor Industri Pengolahan Terhadap Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Aceh Selatan
2
55
56
Analisis Pengaruh Sektor Perdagangan, Pertanian dan Pertambangan Terhadap Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Asahan Pada Tahun 2008-2012
2
81
78
Peralihan Mata Pencaharian Masyarakat dari Sektor Pertanian ke Sektor Pertambangan
34
201
81
Teknologi Pertanian (Study Deskriptif Tentang Perubahan Teknologi Pada Sektor Pertanian Masyarakat Pedesaan di Desa Sambaliang, Kec. Berampu, Kab. Dairi)
4
78
100
Pengaruh Sektor Pertanian Dan Sektor Perdagangan, Hotel Dan Restoran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara
2
38
94
Prospek Pembangunan Sektor Pertanian Di Kabupaten Karo
12
95
108
Analisis Prospek Pembangunan Sektor Pertanian di Kabupaten Karo
11
67
104
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Sektor Pertambangan dan Pertanian di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2011
0
17
16
Analisis Keterkaitan Sektor Industri Pengolahan Dan Sektor Pertanian Dalam Perekonomian Jawa Timur
1
29
5
Determinan Keterlambatan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten Berbasis Sektor (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertanian dan Sektor Pertambangan)
0
3
16
Perempuan dan Pembangunan Sektor Pertanian
0
0
13
Analisis Belanja Daerah Sektor Pertanian Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Pertanian Dan Kinerja Sektor Pertanian Di Kota Malang
0
0
11
View of Analisis Dampak Penggunaan Anggaran Sektor Pertanian Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian di Provinsi Kalimantan Timur
0
0
12
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perubahan Sosial - Peralihan Mata Pencaharian Masyarakat dari Sektor Pertanian ke Sektor Pertambangan
0
4
8
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah - Peralihan Mata Pencaharian Masyarakat dari Sektor Pertanian ke Sektor Pertambangan
0
0
16
Show more