Efek Antidiabetes dari Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) terhadap Mencit yang Diinduksi Streptozotocin

Gratis

7
62
129
2 years ago
Preview
Full text

TESIS EFEK ANTIDIABETES DARI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (

TESIS EFEK ANTIDIABETES DARI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP MENCIT YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN OLEH ROSEMARY YULIANA HUTAGAOL NIM 097014017PROGRAM STUDI MAGISTER FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012 EFEK ANTIDIABETES DARI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP MENCIT Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperolehGelar Magister dalam Ilmu Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperolehGelar Magister dalam Ilmu Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara OLEH: ROSEMARY YULIANA HUTAGAOL NIM 097014017PROGRAM STUDI MAGISTER FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN TESIS PENELITIAN

  ( Hibiscus sabdariffa L) terhadap Mencit yang Diinduksi . yang Diinduksi Streptozotocin Telah diuji dan dinyatakan LULUS di depan Tim Penguji Tesis pada hari Sabtu, tanggal 25, bulan Juli, tahun 2012Mengesahkan:Tim Penguji Tesis Ketua Tim Penguji : Prof.

KATA PENGANTAR

  Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitasantidiabetes yang terdiri dari 11 kelompok perlakuan, yaitu kelompok suspensiCMC 0,5% sebagai kontrol negatif; glibenklamid 0,65 mg/kg BB sebagai kontrol positif; ekstrak n-heksan dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB;ekstrak etil asetat 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB; dan ekstrak etanol200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB yang masing-masingdiberikan secara peroral satu kali sehari selama 35 hari. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitasantidiabetes yang terdiri dari 11 kelompok perlakuan, yaitu kelompok suspensiCMC 0,5% sebagai kontrol negatif; glibenklamid 0,65 mg/kg BB sebagai kontrol positif; ekstrak n-heksan dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB;ekstrak etil asetat 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB; dan ekstrak etanol200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB yang masing-masingdiberikan secara peroral satu kali sehari selama 35 hari.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  yang sangat tinggi yaitu antosianin, flavonoid dan polifenol memiliki efekkardioprotektif, mengurangi oksidasi LDL secara in vitro dan mengurangi kadar kolesterol serum darah mencit dan kelinci (Tzu, et al., 2007), mempunyai efekhipokolesterolemik (Chen, et al., 2003) serta efek anti-oksidatif dan hepatoprotektif (Dahiru, et al., 2003). Penelitian yang dilakukan oleh Wang, et al., (2011) dan Omotuyi, et al.,(2010) membuktikan bahwa rosela (Hibiscus sabdariffa L.) dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci diabetes yang diinduksi dengan streptozotocin dimana rosela meningkatkan aktivitas enzim katalase dan glutation.

1.2 Kerangka Pikir Penelitian

  Pada penelitian ini terdapat dua variabel antara lain ekstrakyang diperoleh dari n-heksan, etil asetat, etanol kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) dan glibenklamid sebagai variabel bebas dan kandungan kimia dan juga kadar glukosa darah mencit (mg/dl) sebagai variabel terikat seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.1. b.ada aktivitas yang signifikan antara ekstrak yang diperoleh dari n-heksan, etil asetat, etanol kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.)dibandingkan dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yang diinduksi streptozotocin (STZ).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Tumbuhan

  Kelopak berwarna merah dan merah tua diekstraksi dan diberi pemanis untuk menghasilkan minuman penyegar, sedangkan kelopak dan daun yang berwarnahijau digunakan untuk membuat sup sayuran. Bunganya berdiameter 8-10 cm, putih hingga kuning pucat dengan noda merah pada dasar di setiap lembaran bunga, memiliki kelopak dan kelopak palsu(epikaliks) berdaging gemuk pada dasarnya; 1,5-2 cm lebarnya; tumbuh hingga 3- 3,5 cm; berdaging dan merah terang seperti buah matang (Plotto, 2009).

2.1.1 Sistematika tumbuhan

  Kandungan mineral dari kelopak rosela antara lain kalsium, magnesium, kalium, natrium, besi dan seng (Babalola, 2001). 2.1.4 Khasiat dan kegunaan Kelopak bunga rosela dapat mengatasi berbagai macam penyakit, di antaranya: antioksidatif, antimutagenik, antikanker, hipolipidemik, protektif hati(Tzu, et al., 2007), antihipertensif, retensi garam pada urin (Hussaini, 2004), hipokolesterolemik (Habibullah, 2007), pengobatan terhadap infeksi salurankencing (Anonim, 2010).

2.2 Ekstraksi

  Ekstraksi adalah penarikan kandungan kimia yang dapat larut sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut dengan menggunakan pelarut cair. Dengan diketahuinyasenyawa aktif yang dikandung simplisia akan mempermudah pemilihan pelarut dengan cara ekstraksi yang tepat (Ditjen POM, 2000).

2.2.1 Metode Ekstraksi

  Maserasi Maserasi adalah proses ekstraksi simplisia yang paling sederhana, menggunakan pelarut yang cocok dengan beberapa kali pengadukan padatemperatur ruangan atau (kamar) (Depkes, 2000). Dengan demikian, perkolasi adalah suatu cara penarikan memakai alat yang disebut perkolator di mana simplisia terendam dalam cairan penyari, zat-zat akan terlarut dan larutan tersebut akanmenetes secara beraturan (Syamsuni, 2006).

2.3 Glukosa Darah

  Glikogen yang mengalamiglikogenolisis terutama simpanan di hati, sedang glikogen otot akan mengalami deplesi yang berarti setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama. Di hepar dan ginjal (tetapi tidak di dalam otot) terdapat enzim glukosa 6-fosfatase, yang membuang gugus fosfat dari glukosa 6-fosfat sehingga memudahkanglukosa untuk dibentuk dan berdifusi dari sel ke dalam darah (Murray, et al., 2003).

2.4 Pengaturan Kadar Glukosa Darah

  Pengaturan kadar glukosa darah yang stabil dalam darah adalah mekanisme homeostatik yang merupakan kesatuan proses metabolisme berupaproduksi insulin dari sel ß pankreas dan kerja hepar dalam proses glikogenesis, glukoneogenesis, dan glikolisis (Guyton dan Hall, 1997). Insulin ialah suatu polipeptida dengan BM kira-kira 6000, terdiri 51 asam amino, dan tersusun dalam 2 rantai, rantai A dan rantai B yang dihubungkanjembatan disulfida (Tony dan Suharto, 2005).

2.6 Pengukuran Kadar Glukosa Darah

  2 2 Dengan adanya enzim peroksidase (POD), H 2 O 2 akan membebaskan O 2 yang mengoksidasi akseptor kromogen yang sesuai serta memberikan warna yang sesuai pula. 3) Metode Reduksi Prinsip: kadar glukosa darah ditentukan secara reduksi dengan menggunakan suatu oksidan ferisianida yang direduksi menjadi ferosianida oleh Penentuan glukosa secara reaksi reduksi kurang spesifik dibanding cara enzimatik, terutama bila dalam darah terdapat bahan yang dapat mereduksimisalnya kreatinin, asam urat, dan gula-gula lain selain glukosa (manosa, galaktosa, dan laktosa) yang akan memberikan hasil pemeriksaan yang lebihtinggi daripada kadar glukosa yang sebenarnya.

4) Metode Pemisahan Glukosa

  Glukosa dipisahkan dalam keadaan panas dengan antron atau timol dalam suasana asam sulfat pekat. Glukosa juga dapat dipisahkan secara kromatografi,tetapi pemisahan glukosa dengan cara ini jarang dilakukan (Widowati, dkk., 1997).

2.7 Diabetes Melitus

2.7.1 Definisi

2.7.2 Etiologi

  Diabetes melitus adalah suatu sindroma klinik yang ditandai oleh poliuri, polidipsi, dan polifagi,disertai peningkatan kadar glukosa darah atau hiperglikemia (glukosa puasa = 126 mg/dl atau postprandial = 200 mg/dl atau glukosa sewaktu = 200 mg/dl). Kelainan yang diturunkan inidapat langsung mempengaruhi sel beta dan mengubah kemampuannya untuk mengenali dan menyebarkan rangsangan sekretoris atau serangkaian langkahkompleks yang merupakan bagian dari sintesis atau pelepasan insulin.

2.7.3 Diagnosis

  Keluhan dan gejala yang khas ditambah hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu > 200 mg/dl atau glukosa darah puasa = 126 mg/dl sudah cukup untukmenegakkan diagnosis DM. Sekurang-kurangnyadiperlukan kadar glukosa darah 2 kali abnormal untuk konfirmasi diagnosis DM pada hari yang lain atau TTGO yang abnormal.

2.7.4 Klasifikasi etiologis DM

  Pasien diabetes khasnya menderita obesitas, dewasadengan usia lebih tua dengan gejala ringan sehingga penegakan diagnosis bisa saja Insensitivitas jaringan terhadap insulin (resistensi insulin) dan tidak adekuatnya respon sel ß pankreas terhadap glukosa plasma yang khas, menyebabkan produksiglukosa hati berlebihan dan penggunaannya yang terlalu rendah oleh jaringan. Diabetes Melitus Gestasional (DMG)Sebagian besar wanita yang mengalami diabetes saat hamil memiliki homeostasis glukosa yang normal pada paruh pertama kehamilan dan berkembangmenjadi defisiensi insulin relatif selama paruh kedua, sehingga terjadi hiperglikemia.

2.7.5 Komplikasi diabetes melitus

  Diabetes jangka lama sering tidakmemproduksi sejumlah hormon yang menghalangi pengaturan insulin (glukagon, epinefrin, kortisol dan hormon pertumbuhan) yang secara normal memberikanpertahanan efektif terhadap hipoglikemia reaksi samping lainya berupa klipodistrofi dan reaksi alergi (Price dan Wilson, 2006). Rumus bangun streptozotocin Streptozotocin (STZ; N-nitro turunan glukosamin) merupakan antibiotik spektrum luas dan bahan kimia sitotoksik yang khususnya toksik pada sel-sel betapankreas penghasil insulin pada mamalia.

2.10 Terapi Farmakologi

  Terapi farmakologi meliputi pengobatan dengan insulin atau dengan obat- obat hipoglikemia oral. Penurunan berat badan merupakan tindakan yang sangat penting dalam pengendalian diabetes danharus dilakukan secara intensif terlepas dari obat yang diberikan (Handoko dan Suharto, 1995).

2.10.1 Terapi insulin

2.10.2 Terapi dengan obat-obat hipoglikemik oral

  Obat-obat ini berguna dalam pengobatan pasien diabetes tidak tergantung insulin (NIDDM) yang tidak dapat diperbaiki hanya dengan diet. Pasien yang sudah lama menderita diabetes mungkin memerlukan suatu kombinasi obat hipoglikemik dan insulin untuk mengontrol hipoglikemiknya.

2.10.2.1 Golongan Sulfonilurea

  Mekanisme kerja sulfonilurea termasuk: (a) merangsang pelepasan insulin dari sel-β pankreas, (b) mengurangi kadar glukagon dalam serum, dan (c) meningkatkan peningkatan insulin pada jaringan target dan reseptor. 2.10.2.3 Golongan p enghambat α-glukosidase Contoh dari golongan obat ini adalah akarbosa telah disetujui pemakainya per-oral sebagai obat aktif pada pengobatan penderita NIDDM dan sebagaitambahan memungkinkan dengan insulin pada IDDM.

BAB II I METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat eksperimental yaitu dilakukan pengujian efek

  antidiabetes ekstrak yang diperoleh dari n-heksan, etil asetat, dan etanol kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap mencit yang diinduksistreptozotocin (STZ). Pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu ekstrak yang diperoleh dari n-heksan, etil asetat, etanol kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.), glibenklamid sebagai variabel bebas dan kadar glukosa darah mencit (mg/dl) sebagai variabel terikat.

3.4.3 Pembuatan Ekstrak

  Kemudian dimasukkan ke dalam alat perkolator, lalu dituang cairan penyari n-heksan sampaisemua simplisia terendam dan terdapat selapis cairan penyari diatasnya, mulut tabung perkolator ditutup dengan alumunium foil dan dibiarkan selama 24 jam,kemudian kran dibuka dan dibiarkan tetesan ekstrak mengalir dengan kecepatan perkolat diatur 1 ml/menit, perkolat ditampung. Ampas dikeringkan lalu diekstraksi dengan menggunakan pelarut berturut-turut etil asetat dan etanol dengan prosedur yang sama dengan di atas (Ditjen POM, 1986).

3.5 Penapisan Fitokimia Masing-masing Ekstrak

3.5.1 Pemeriksaan alkaloid

  3.5.2 Pemeriksaan flavonoid Sebanyak 10 g ekstrak n-heksan dilarutkan dalam 10 ml air panas, didihkan selama 5 menit dan disaring dalam keadaan panas, ke dalam 5 ml filtratditambahkan 0,1 g serbuk magnesium dan 1 ml asam klorida pekat dan 2 ml amil alkohol, dikocok dan dibiarkan memisah. 3.5.3 Pemeriksaan saponin Sebanyak 0,5 gram ekstrak n-heksan dimasukkan dalam tabung reaksi, ditambahkan 10 ml air panas, didinginkan kemudian dikocok kuat-kuat selama 10detik, jika terbentuk buih yang mantap setinggi 1 sampai 10 cm yang stabil tidak kurang dari 10 menit dan tidak hilang dengan penambahan 1 tetes asam klorida 2N menunjukkan adanya saponin (Ditjen POM, 1995).

3.6 Pembuatan Bahan Uji

  3.6.2 Pembuatan suspensi ekstrak Masing-masing ekstrak yang diperoleh dari n-heksan, etil asetat dan etanol, dibuat dengan cara menimbang 600 mg ekstrak kelopak bunga rosela(Hibiscus sabdariffa L.), digerus di dalam lumpang, ditambahkan suspensi CMC sedikit demi sedikit sambil digerus sampai homogen, lalu dimasukkan dalam labutentukur 10 ml dan dicukupkan volumenya sampai garis tanda. Maka dosis untukmencit: Korelasi dosis mencit x dosis rosela untuk manusia = 0,0026 x 10 gram 3.6.3 Pembuatan suspensi glibenklamid Ditimbang glibenklamid sebanyak 0,65 mg, digerus di dalam lumpang, ditambahkan suspensi CMC sedikit demi sedikit sambil digerus sampai homogen,lalu dimasukkan dalam labu tentukur 10 ml dan dicukupkan hingga mencapai batas tanda.

3.7 Penggunaan Glukometer

  3.7.2 Prinsip pengukuran Konsentrasi glukosa dalam sampel uji diukur dengan metode amperometrik: glukosa dioksidasi pada daerah reaktif pada strip uji olehdehidrogenasi glukosa (dioksidoreduktase glukosa), selama hal tersebut terjadi heksasianoferat (III) direduksi menjadi heksasianoferat (II). Arus elektron yang sebanding dengan konsentrasiglukosa pada sampel, yang kemudian diukur oleh pengukur ACCU-CHEK.

3.8 Pengujian Kadar Glukosa Darah Mencit

  3.8.5 UJi aktivitas ekstrak Uji antidiabetes dilakukan terhadap masing-masing ekstrak yaitu ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol yang dibuat dengan 3 dosis yaitu 200 mg, 400 mgdan 600 mg ekstrak, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor mencit, yaitu:Kelompok 1: kelompok kontrol, mencit yang telah diabetes diberikan suspensi CMC 0,5%. Kelompok 6: kelompok mencit yang telah diabetes diberikan ekstrak etil asetat kelopak bunga rosela dosis 200 mg/kg BB.

3.9 Analisis Data

  Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) pada tingkat kepercayaan 95%. Analisis statistik ini menggunakan program SPSS(Statiscal Product and Service Solution) versi 16.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Ekstraksi

  Ekstraksi kelopak bunga rosela dilakukan secara perkolasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol, dengan maksud agarkandungan kimia yang terdapat dalam kelopak bunga rosela dapat dipisahkan berdasarkan kelarutannya dengan sempurna dalam cairan penyari. Hasil dari 1000g serbuk simplisia diperoleh total ekstrak 74,2 g (7,42%) di mana ekstrak n- heksan yang diperoleh sebanyak 28,4 g, ekstrak berwarna hijau pekat; ekstrak etilasetat 12,6 g, ekstrak berwarna hijau; dan ekstrak etanol 33,2 g, ekstrak berwarna merah kehitaman.

4.3. Hasil Uji Farmakologi

  Setelah beradaptasi selama dua minggu, mencit diberikan pakan dengan jenis dan jumlah yang sama, mencit dipuasakan selama 18 jam, diukur KGD Tabel 4.2 Data Pengukuran KGD Normal dan KGD Setelah Penginduksian STZ Dosis 55 mg/Kg BB Mencit Percobaan (n=6) setelah dipuasakan selama 18 jamKadar Glukosa Darah (mg/dl) rata- rata ± SD Kelompok PerlakuanSebelum induksi Sesudah induksi kel. ekstrak etil asetat 200 mg/kg BB 320,83 ± 33,87 79,83 ± 10,80 kel.

4.3.1 Hasil uji toleransi glukosa oral

Tabel 4.3 dan Gambar 4.1 menunjukkan potensi CMC 0,5%, glibenklamid, ekstrak etanol kelopak bunga rosela 200, 400, 600 mg/kg BB, dan ekstrak etil asetat 200, 400, 600 mg/kg BB dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit dengan menggunakan metode Toleransi Glukosa Oral (TGO). Tabel 4.3 Data hasil uji toleransi glukosa oral Kelompok perlakuan KGD (mg/dl)0' 30' 60' 90' 120' CMC 0,5% 77.00 176.00 164.33 159.33 153.00Glibenklamid 61.00 156.00 125.00 109.67 61.33 etanol D1 (200 mg/kg BB) 105.00 161.67 135.67 117.0095.00 etanol D2 (200 mg/kg BB) 82.33 166.67 131.33 111.00 87.00 etanol D3 (200 mg/kg BB)79.33 188.00 157.33 118.67 97.00 etil asetat D1 (200 mg/kg BB)61.33 148.00 144.67 134.00 122.00 etil asetat D2 (200 mg/kg BB)71.67 117.33 97.67 89.00 71.33 etil asetat D3 (200 mg/kg BB)70.00 144.00 137.67 128.00 111.00 200 180160 140l) 120/d gm 100 (

80 KGD

  Diagram batang yang menunjukkan KGD setelah pemberian ekstrak n-heksanKet: D1 = dosis 200 mg/kg BBD2 = dosis 400 mg/kg BBD3 = dosis 600 mg/kg BB Tabel 4.5 Hasil uji beda rata-rata Duncan terhadap KGD mencit pada minggu I hingga minggu V setelah pemberian sediaan uji ekstrak n-heksan Minggu KGD Duncan I Kelompok N Subset for alpha = 0.05 1 2 3 Glibenklamid 6 2.6750N-heksan 600 mg/kg BB 6 3.0383N-heksan 200 mg/kg BB 6 3.2550 3.2550CMC 0,5% 6 3.2683 3.2683N-heksan 400 mg/kg BB 6 3.4383Sig. Berdasarkan Tabel 4.5 tampak bahwa pemberian glibenklamid menunjukkan penurunan KGD yang memiliki perbedaanyang nyata dibanding pemberian ekstrak n-heksan dan CMC 0,5%, sedangkan kelompok ekstrak n-heksan dosis 600 mg/kg BB tidak menunjukkan signifikansisecara statistik dengan kelompok ekstrak n-heksan dosis 200 mg/kg BB yang berarti memiliki aktivitas yang sama secara statistik; namun memiliki perbedaannyata terhadap pemberian ekstrak n-heksan dosis 400 mg/kg BB dan CMC 0,5%.

4.3.3 Hasil Pengukuran KGD Mencit Setelah Perlakuan dengan Pemberian Ekstrak Etil Asetat Kelopak Bunga Rosela

  Diagram batang yang menunjukkan KGD setelah pemberian ekstrak etanolKet: D1= dosis 200 mg/kg BB D2= dosis 400 mg/kg BBD3= dosis 600 mg/kg BB Tabel 4.9 Hasil uji beda rata-rata Duncan terhadap KGD mencit pada minggu I hingga minggu V setelah pemberian sediaan uji ekstrak etanol Minggu KGD Duncan I Kelompok N Subset for alpha = 0.05 1 2 3 4 Etanol 600 mg/kg BB 6 2.4800Glibenklamid 6 2.6750 2.6750Etanol 400 mg/kg BB 6 2.7667 2.7667Etanol 200 mg/kg BB 6 2.9200CMC 0,5% 6 3.2683Sig. Diagram batang yang menunjukkan KGD setelah pemberian ekstrak n-heksan, ekstrak etil asetat dan ekstrak etanolKet: D1= dosis 200 mg/kg BB D2= dosis 400 mg/kg BBD3= dosis 600 mg/kg BB 50 100150 200250 300350 400normal diabetes M I M II M III M IV M V KGD 9 m g /d l)CMC Glibenklamid n-heksan D1 n-heksan D2 n-heksan D3 etil asetat D1 etil asetat D2 etil asetat D3etanol D1 etanol D2 etanol D3 Penurunan KGD mencit mulai terlihat pada minggu I.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan Ekstrak etanol kelopak bunga rosela terbukti dapat menurunkan KGD Pemberian ekstrak etanol 600 mg/kg BB, ekstrak etanol 400 mg/kg BB 5.2 Saran Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan isolasi terhadap Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti pengaruh

DAFTAR PUSTAKA

  Between Groups 173287.667 4 43321.917 80.963 .000 Within Groups 13377.000 25 535.080 Total 186664.667 29 KGD DuncanSubset for alpha = 0.05 kelompok N 1 2 Glibenklamid 6 137.5000 Etil asetat 600 mg/kg BB6 321.6667 Etil asetat 200 mg/kg BB6 325.6667 Etil asetat 400 mg/kg BB6 329.5000 CMC6 332.3333 Sig. Between Groups 231439.133 4 57859.783 121.286 .000 Within Groups 11926.333 25 477.053 Total 243365.467 29 KGD DuncanSubset for alpha = 0.05 kelompok N 1 2 Glibenklamid 6 110.0000 Etil asetat 600 mg/kg BB6 324.1667 Etil asetat 200 mg/kg BB6 327.6667 Etil asetat 400 mg/kg BB6 331.6667 CMC6 334.1667 Sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi Dan Uji Efek Anti-Aging Krim Ekstrak Kelopak Bunga Rosella {Hibiscus sabdariffa L.)
12
138
140
Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L) Pada Mencit Yang Diinduksi Streptozotocin
11
107
125
Efek Antidiabetes dari Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L) terhadap Mencit yang Diinduksi Streptozotocin
7
62
129
Studi Perbandingan Efektivitas Infus Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn.) yang Segar dan Kering terhadap Kadar Kolesterol Serum Darah Marmut
0
31
62
Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Pewarna
79
328
74
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Stapylococcus aureus
5
86
50
Efek Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit yang Diinduksi Gentamisin.
0
4
75
Formulasi Tablet Hisap Kombinasi Ekstrak Air Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Menggunakan Gelatin Sebagai Bahan Pengikat
1
17
79
Efek Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) terhadap Jumlah Spermatozoa Mencit yang Diinduksi Gentamisin.
0
7
75
Pengaruh Bahan Pengikat Polivinil Pirolidon (PVP) terhadap Mutu Fisik Tablet Hisap Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.)
0
0
11
Macam dan Dosis Pupuk Organik terhadap Hasil dan Kadar Antosianin Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa)
0
0
6
Ekstraksi Dye Ekstrak Bunga Rosela
0
0
6
Pengaruh Ekstrak Kelopak Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Pada Aktivitas SOD dan MDA Mata Tikus (Rattus Wistar) yang Dipapar Radiasi Gamma
0
0
5
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Indikator Film dari Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Smart Packaging untuk Mendeteksi Kerusakan Nugget Ayam
0
0
6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian tumbuhan - Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L) Pada Mencit Yang Diinduksi Streptozotocin
0
0
18
Show more