Fenomena Penggunaan Facebook Di Kalangan Mahasiswa

Gratis

28
220
92
3 years ago
Preview
Full text
Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fenomena Penggunaan Facebook Di Kalangan Mahasiswa (Studi deskriptif pada mahasiswa Fisip USU) SKRIPSI Diajukan Oleh : Ramauli Manurung 050901024 Departemen Sosiologi Guna Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Studi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan 2010 Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Fenomena adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak biasa, akan tetapi nyata ada terjadi. Perkembangan teknologi informasi khususnya internet telah memberikan perubahan yang berarti pada hampir setiap aspek kehidupan. Begitu juga dengan perkembangan komunikasi dan cara berinteraksi menggunakan jaringan internet. Seperti halnya facebook sebagai salah satu dari sekian banyak situs yang memfasilitasi hal tersebut. Facebook memberikan variasi baru dalam berinteraksi sosial dimana setiap orang yang melakukan interaksi tidak bertemu secara langsung, namun melalui jaringan internet. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bersifat deskriptif yaitu memberi gambaran atas apa yang dilihat dari situasi, kejadian dan perilaku. Lokasi penelitian berada di Fisip USU dengan unit analisi adalah Mahasiswa Fisip USU yang terdaftar di akun Facebook. Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada informan diketahui 2 alasan bagaimana penggunaan facebook menjadi suatu trend dikalangan mahasiswa Fisip USU. Pertama, karena alasan facebook dianggap bermanfaat dan penting bagi mahasiswa Fisip USU, terutama untuk membentuk jaringan yang nantinya akan berguna untuk masa depan, selain itu facebook juga membantu menjalin hubungan dengan orang lain, teman-teman lama, saudara, sebagai ajang kreasi, ekspresi, ide pemikiran, berbagi informasi, maupun mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai komunikasi, teknologi dan informatika (tidak gabtek: gagap teknologi). Mahasiswa melihat fakta bahwa di Facebook kita bisa memiliki banyak teman tidak hanya orang indonesia tetapi juga dari luar indonesia. Mahasiswa dapat mengembangkan jaringannya dengan bebas, memiliki teman maya, bahkan ada yang berkumpul dan membuat komunitas berdasarkan kelompok sosial tertentu seperti jurusan di universitas, kelompok karya ilmiah, atau para alumni, dan masih banyak lagi. Dengan begitu mahasiswa dapat saling bertukar pikiran, informasi, dan memperkaya wacana berpikir mereka. Selain itu dapat mengembangkan ide, ekspresi dan kreatifitas dikalangan mahasiswa. Dengan realita yang ada saat ini Mahasiswa cenderung rasional dalam menentukan pilihannya dengan mempertimbangkan keuntungan yang di dapat dati penggunaan facebook. Perilaku sosial adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menimbulkan perubahan dan tingkah laku. Perilaku sosial pada umumnya ditentukan oleh faktor internal dari individu sendiri seperti Tingkat pengetahuan, keinginan dan oleh faktor eksternal (kondisi lingkungan) seperti Agama, Sosial, dan sebagainya. Rasionalitas terhadap fakta yang ada membuat Mahasiswa memilih sikap atau tindakan yang akan mereka pilih. Kedua, alasan individual, seperti mengikuti trend, takut ketinggalan zaman. i Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Syukur yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, karena kasih-NYA yang besar, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan semestinya, semua ini takkan ada tanpa KAU disisiku. Penulisan skripsi ini merupakan karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dari Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, dengan judul : “Fenomena Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa” (Studi deskriptif pada mahasiswa Fisip USU) Skripsi ini khusus penulis persembahkan kepada orangtua tercinta dan tersayang penulis, K. Manurung dan R br Simanjuntak, atas semua doa, dukungan, pengorbanan dan kasih sayangnya yang telah diberikan kepada penulis sampai saat ini. Penulis bisa berhasil sampai saat ini karena cara mendidik papa dan mama yang penuh kasih sayang, dan segenap perhatian papa dan mama yang tidak dapat penulis ungkapkan lewat kata-kata. Papa dan mama adalah anugrah terindah dan tiada taranya bagi penulis. Makasi ya......pa..., ma! Tak lupa juga kepada kakak-kakak dan abang-abang penulis tersayang, K’Benny, K’Dermawati, B’Marojahan, K’Lisbet, B’Benget, K’Devri Amd, K’Ronny, K’Pesta Natalina S.Sos, terima kasih buat doa, dukungan dan kasih sayangnya. Penulis akan ingat selalu dengan pesan-pesan yang pernah kakak dan abang berikan. Dan kepada semua keponakan-keponakan tersayang penulis, sayang dan kasih selalu untuk kalian semua. Yang senantisa bisa buat penulis senang saat ingat kalian, tante sayang kalian....! Buat seseorang yang sangat spesial di ii Universitas Sumatera Utara hidupku, terimakasih telah menjadi penolong serta penopang saat aku lemah, dan buat cinta yang senantiasa kau berikan, tiada kata selain aku mengasihimu. Penulis menyadari bahwa selama penulisan skripsi ini, penulis banyak menerima saran, komentar, motivasi, dukungan dan bantuan dari beberapa pihak. Dalam kesempatan yang berbahagia ini, penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, selaku Ketua Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. Junjungan SBP Simanjuntak, M.Si, selaku dosen pembimbing penulis yang selalu meluangkan waktunya ditengah-tengah kesibukkan beliau serta sabar dalam membimbing penulis hingga penulisan skripsi ini selesai. “Terima kasih banyak buat bimbingan dan kesabarannya, pak!” 4. Ibu Dra. Hj. Rosmiani, MA, selaku Sekretaris Departemen Sosiologi, dan juga sebagai dosen tamu (reader) pada meja hijau penulis. 5. Bapak Drs. Henry Sitorus, M.Si, selaku Ketua penguji pada meja hijau penulis. 6. Ibu Dra. Ria Manurung, M.Si, selaku Dosen Wali penulis yang selama ini sudah banyak membimbing penulis. Terima kasih banyak ya kak! 7. Kak Fenni Khairifa, S,Sos, M.Si, selaku Staf Administrasi di Departemen Sosiologi. Terima kasih buat bantuannya dalam moril. iii Universitas Sumatera Utara 8. Kak Nurbaiti, selaku Pegawai Pendidikan bagian Depertemen Sosiologi. Terima kasih buat bantuannya selama ini. 9. Kepada seluruh Dosen Sosiologi dan Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang telah memberikan berbagai materi kuliah selama penulis menjalani perkuliahan. 10. Buat teman-teman yang sudah mendahului penulis sekaligus rekan Stambuk 2005 : Muhammad Muhadi, S.Sos, Lenny Simatupang, S.Sos, Natalina Nadeak, S.Sos Ita Mutia, S.Sos, Andrian, S.sos terima kasih buat kebersamaan dan semangatnya serta semoga kita menjadi orang yang berhasil dan berguna untuk masyarakat luas. Amin. 11. Untuk rekan-rekan sejawat penulis, Rafika Ayu, Nova, Gorenty, Twince, Sari, Eduward, Royanta, Vera, Hernita, Prima, Fridolin, Frenklin, Benny, Purnawan, dan seluruh teman-teman yang ada di ekosistem 2005, terima kasih banyak telah memberikan sumbangan pemikiran, motivasi dan pertemanannya kepada penulis. 12. Buat Senior dan Junior penulis di Departemen Sosiologi, terima kasih buat doa dan dukungannya. 13. Kepada teman-teman yang berjuang bersama di Fisip, teman-teman dari Antropologi, Kesejahteraan Sosial, Ilmu Adm. Negara, Ilmu politik, Komunikasi. Terima kasih banyak atas semua kebersamaan kita. 14. Kepada seluruh Informan penelitian yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi yang sesuai dengan permasalahan penelitian, sehingga iv Universitas Sumatera Utara dapat menjawab permasalahan penelitian, dan penulis dapat menyusun laporan penelitian yang berbentuk skipsi ini. 15. Buat semua pihak yang turut membantu yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih buat bantuan dan kerjasamanya. Penulis telah mencurahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, serta waktu dalam menyelesaikan skripsi ini. Namun demikian penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan masukan dari pembaca untuk menambah kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, Juli 2010 Penulis, Ramauli Manurung v Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAKSI ....................................................................................................... i KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah .............................................................. 1 1.2. Perumusan Masalah .................................................................... 5 1.3. Tujuan Penelitian ......................................................................... 5 1.4. Manfaat Penelitian ....................................................................... 6 1.4.1. Manfaat Teoritis ............................................................... 6 1.4.2. Manfaat Praktis ................................................................ 6 1.5. Defenisi Konsep .......................................................................... 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Teori jaringan ............................................................................ 10 2.2. Jaringan Pertemanan .................................................................. 15 2.3. Jaringan Online .......................................................................... 20 2.4. Paradigma Fakta Sosial .............................................................. 22 2.5. Paradigma Perilaku Sosial.......................................................... 23 2.6. Pilihan Rasional ......................................................................... 23 vi Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian .......................................................................... 25 3.2. Lokasi Penelitian ....................................................................... 26 3.3. Unit Analisis dan Informan ........................................................ 26 3.3.1. Unit Analisis ................................................................ 26 3.3.2. Informan ...................................................................... 27 3.4. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 28 3.4.1. Data Primer .................................................................. 28 3.4.2. Data Sekunder .............................................................. 29 3.5. Interpretasi Data ........................................................................ 29 3.6. Jadwal Penelitian ....................................................................... 30 3.7. Keterbatasan Informan ............................................................... 31 BAB IV DESKRIPSI LOKASI DAN INTERPRETASI DATA 4.1. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian .......................................... 32 4.1.1. Sarana dan Fasilitas Fisip USU ..................................... 37 4.2. Profil Informan ........................................................................ 38 4.3. Sejarah Facebook ..................................................................... 46 4.3.1. Situasi Facebook ........................................................... 48 4.3.2. Fitur ............................................................................... 55 4.3.3. Platform ......................................................................... 56 4.3.4. Panduan Cara Membuat Account Facebook.................... 56 vii Universitas Sumatera Utara 4.4. Fenomena Penggunaan Facebook............................................. 60 4.4.1. Fakta Sosial Mempengaruhi Tingkat Penggunaan Facebook........................................................................ 61 4.4.2. Rasionalitas Mahasiswa Dalam Menentukan Pilihan Menggunakan situs Facebook......................................... 63 4.4.3. Perilaku Sosial Mahasiswa Dalam Penggunaan Facebook........................................................................ 66 4.4.4. Jaringan Online .............................................................. 72 BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan.............................................................................. 75 5.2. Saran ....................................................................................... 78 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN viii Universitas Sumatera Utara ABSTRAKSI Fenomena adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak biasa, akan tetapi nyata ada terjadi. Perkembangan teknologi informasi khususnya internet telah memberikan perubahan yang berarti pada hampir setiap aspek kehidupan. Begitu juga dengan perkembangan komunikasi dan cara berinteraksi menggunakan jaringan internet. Seperti halnya facebook sebagai salah satu dari sekian banyak situs yang memfasilitasi hal tersebut. Facebook memberikan variasi baru dalam berinteraksi sosial dimana setiap orang yang melakukan interaksi tidak bertemu secara langsung, namun melalui jaringan internet. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bersifat deskriptif yaitu memberi gambaran atas apa yang dilihat dari situasi, kejadian dan perilaku. Lokasi penelitian berada di Fisip USU dengan unit analisi adalah Mahasiswa Fisip USU yang terdaftar di akun Facebook. Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada informan diketahui 2 alasan bagaimana penggunaan facebook menjadi suatu trend dikalangan mahasiswa Fisip USU. Pertama, karena alasan facebook dianggap bermanfaat dan penting bagi mahasiswa Fisip USU, terutama untuk membentuk jaringan yang nantinya akan berguna untuk masa depan, selain itu facebook juga membantu menjalin hubungan dengan orang lain, teman-teman lama, saudara, sebagai ajang kreasi, ekspresi, ide pemikiran, berbagi informasi, maupun mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai komunikasi, teknologi dan informatika (tidak gabtek: gagap teknologi). Mahasiswa melihat fakta bahwa di Facebook kita bisa memiliki banyak teman tidak hanya orang indonesia tetapi juga dari luar indonesia. Mahasiswa dapat mengembangkan jaringannya dengan bebas, memiliki teman maya, bahkan ada yang berkumpul dan membuat komunitas berdasarkan kelompok sosial tertentu seperti jurusan di universitas, kelompok karya ilmiah, atau para alumni, dan masih banyak lagi. Dengan begitu mahasiswa dapat saling bertukar pikiran, informasi, dan memperkaya wacana berpikir mereka. Selain itu dapat mengembangkan ide, ekspresi dan kreatifitas dikalangan mahasiswa. Dengan realita yang ada saat ini Mahasiswa cenderung rasional dalam menentukan pilihannya dengan mempertimbangkan keuntungan yang di dapat dati penggunaan facebook. Perilaku sosial adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menimbulkan perubahan dan tingkah laku. Perilaku sosial pada umumnya ditentukan oleh faktor internal dari individu sendiri seperti Tingkat pengetahuan, keinginan dan oleh faktor eksternal (kondisi lingkungan) seperti Agama, Sosial, dan sebagainya. Rasionalitas terhadap fakta yang ada membuat Mahasiswa memilih sikap atau tindakan yang akan mereka pilih. Kedua, alasan individual, seperti mengikuti trend, takut ketinggalan zaman. i Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini sistem informasi berkembang sangat pesat. Berbagai produk teknologi setiap detik terus diluncurkan demi menunjang keefisienan dalam menikmati informasi. Kecepatan dalam mengakses informasi telah menjadi hal yang wajib bagi setiap orang dimuka bumi ini. Hampir semua kalangan memanfaatkan hasil dari teknologi. Mulai dari ponsel sampai kepada jaringan internet. Semua sangat membantu kecepatan berita dan informasi berkembang luas hingga dapat dinikmati oleh orang di belahan bumi manapun. Internet adalah rangkaian komputer yang berhubung menelusuri beberapa rangkaian. Jadi, apabila media-media lain, seperti surat kabar, majalah, radio dan televisi, bentuk fisik medianya tampak jelas, internet disebut juga sebagai dunia maya karena bentuk fisiknya tidak terlihat langsung melainkan diakses melalui komputer. Internet disebut juga media massa kontemporer karena memenuhi syaratsyarat sebagai sebuah media massa, antara lain ditujukan khalayak yang tersebar, heterogen serta melewati media cetak atau media elektronik sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat oleh khalayaknya. Internet mempunyai kelebihan dibanding media lainnya karena selain berfungsi sebagai media massa, internet juga berfungsi sebagai media komunikasi antarpersonal melalui chatting dan e-mail. Internet telah menjadi saluran perubahan, percepatan, perluasan, sekaligus perputaran gagasan. Salah satu fungsi media internet 1 Universitas Sumatera Utara yang paling menonjol di era informasi sekarang ini adalah jejaring sosial. Banyak website jejaring sosial yang kita ketahui bisa diakses di internet secara cuma-cuma seperti; Friendster, Myspace, Flickr, Twitter dan yang paling fenomenal saat ini adalah Facebook. Facebook merupakan jejaring sosial yang sangat populer beberapa tahun belakangan ini. Facebook sangat diminati semua kalangan dan hampir seluruh belahan dunia termasuk indonesia seperti terjangkit virus facebook. Mulai dari anak muda, orangtua, bahkan anak-anak sudah tahu menggunakan dan keranjingan situs jejaring sosial ini. Semua dapat menikmati serta mengaksesnya, kapan pun, dimanapun melalui internet dan bisa menggunakan handphone. Demam Facebook menggejala di Indonesia, sebagaimana yang dilaporkan oleh Tempo Interaktif 9 Februari 2009, dimulai pada pertengahan tahun 2008. Bahkan disebutkan juga hingga pertengahan 2007 Facebook nyaris tak dilirik pengguna Internet. Lonjakan pengguna Facebook pada pertengahan 2008 dibuktikan dengan statistik Facebook sebagai situs ranking kelima yang paling banyak diakses di Indonesia. Luar biasanya lagi, “Indonesia tercatat dalam sepuluh besar negara pemakai situs yang mulai dibuka untuk umum pada 2006 ini.” (Wiguna, 2009). Fenomena adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak biasa akan tetapi nyata ada dan terjadi. Fenomenologi berusaha untuk menyingkapkan fungsi-fungsi laten yang tersembunyi dalam setiap tindakan sosial atau fakta sosial (Bachtiar, 2006:152). Proses sosial pada masyarakat tidak terlepas dari berbagai individu, kelompok, dan masyarakat yang kemudian berlanjut pada interaksi dan komunikasi Universitas Sumatera Utara sehingga membentuk sebuah sistem sosial dan pranata sosial serta semua aspek kebudayaan. “Indonesia saat ini telah menjadi “the Republic of the Facebook” (Putra, 2009). Itulah headlines yang ditulis oleh Budi Putra mantan editor Harian Tempo yang dirilis oleh CNET Asia portal IT terkemuka di Asia pada awal bulan Januari 2009 lalu (Linkedin.com; 2009). Ungkapan ini terinspirasi oleh perkembangan penggunaan Facebook oleh masyarakat Indonesia yang mencapai pertumbuhan 645% pada tahun 2008. “Prestasi” ini menjadikan Indonesia sebagai “the fastest growing country on Facebook in Southeast Asia”. Bahkan, angka ini mengalahkan pertumbuhan pengguna Facebook di China dan India yang merupakan peringkat teratas populasi penduduk di dunia (Sahana, 2008). Terhitung sampai 22 Februari 2009, 1.333.649 user Indonesia telah terdaftar di Facebook dan sekitar 73% (976.372 orang) di antaranya adalah user usia produktif (18-34 tahun). Dilihat dari gender, 688.306 user laki-laki dan 600.045 user perempuan. (Allfacebook.com; 2009) Demam Facebook adalah kelanjutan dari keberhasilan situs komunitas Friendster yang berhasil menjaring 12 juta “registered users” atau sekitar 60% pengguna internet di Indonesia (Friendster.com; Juli 2008). Bahkan banyak pengguna Friendster yang melakukan migrasi ke Facebook karena layanan yang diberikan lebih lengkap dan mengikuti selera masyarakat. Facebook memiliki sederet fitur yang memungkinkan penggunanya berinteraksi langsung (real time), seperti chatting, tag foto, blog, game, dan update status ”what are you doing now” yang dinilai lebih keren dari Friendster. Universitas Sumatera Utara Pengguna Facebook bukan hanya anak muda. Facebook telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat dan usia. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, karyawan, hingga ibu rumah tangga. Maraknya situs-situs yang beredar di dunia maya, dapat mendorong perubahan yang terjadi pada masyarakat. Pola interaksi yang mulai berubah juga menarik perhatian para penggiat dunia cyber. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri ada pihak dengan kapabilitas yang lebih dari yang lainnya melakukan tidakan ilegal. Fenomena ini membuka peluang bagi pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab untuk melakukan apa yang kemudian dikenal dengan nama Cyber crime (kejahatan dunia internet). Seperti beberapa kejadian yang belakangan ini sedang marak terjadi di indonesia, yaitu penculikan serta peluang prostitusi, lewat facebook. Seperti halnya pemberitaan barubaru ini seorang gadis muda yang sejak 6 Februari lalu dikabarkan hialang dan diduga diculik kenalannya via facebook, telah ditemukan petugas polda metro jaya di kawasan Jatiuwung – Tangerang, Selasa (9/2) dini hari. Gadis bernama lengkap Merieta Nova Triani ini ditemukan tengah bersama seorang pemuda bernama Ari yang diduga membujuknya untuk kabur. Nova mengenal Ari dari situs jejaring sosial facebook. Kemudian ada lagi penculikan lewat facebook juga menimpa seorang mahasiswi kedokteran Semarang. Sejak dua minggu seorang gadis yang bernama Sylvia Russa Rina, 23 tahun, gadis yang menjalani perkuliahan di Universitas Diponegoro Semarang, menghilang tanpa kabar. Pihak keluarga menduga hilangnya sylvia stelah berkenalan dengan seorang pria di situs jejaring sosial facebook. Dan yang paling memprihatinkan perbuatan 4 siswa SMA yang mencaci maki gurunya di Facebook karena dimarahi akibat tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Universitas Sumatera Utara Sama dengan hal lainnya, penggunaan Facebook tidak akan menimbulkan dampak yang buruk jika digunakan sebagaimana mestinya, normal, dan tidak berlebihan. Namun, jika terlalu sering menggunakan fasilitas ini, dikhawatirkan akan terjadi ketergantungan yang tidak sehat, serta penyalahgunaan fasilitas yang tidak benar. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti fenomena penggunaan facebook dan memilih mahasiswa Fisip USU sebagai objek penelitian karena berdasarkan hasil pengamatan penulis, banyak mahasiswa di Fisip USU yang bergabung di situs jejaring sosial Facebook dan memiliki ketergantungan khususnya pada media internet. Mulai dari sekedar bersosialisasi melalui situs-situs jejaring sosial, tugas-tugas yang diberikan melalui e-mail, referensi, bahkan lewat internet dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi melalui jarak jauh. 1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana fenomena penggunaan facebook di kalangan mahasiswa Fisip USU? 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah diatas yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:  Untuk mengetahui Bagaimana fenomena penggunaan facebook di kalangan mahasiswa Fisip USU. Universitas Sumatera Utara  Untuk mengetahi manfaat apa yang di peroleh pengguna setelah bergabung dengan Facebook.com 1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Teoritis Yang menjadi manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk: 1. Memporeleh hasil yang lebih baik dan lengkap dan menjawab persoalan dan untuk menghubungkannya dengan teori sosial yang sesuai dengan permasalahan akan tetapi tidak bersifat menguji. 2. Untuk dijadikan sebagai bahan informasi bagi khalayak luas juga bagi masyarakat yang ingin mengetahui tentang Facebook. Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta wawasan penulis mengenai gambaran yang ada dalam masyarakat dan sebagai wadah latihan serta pembentukan pola pikir yang rasional dalam menghadapi segala macam persoalan yang ada dalam masyarakat. 1.4.2. Manfaat Praktis Yang menjadi manfaat praktis dari penelitian ini adalah untuk: 1. Data-data yang diperoleh dari lapangan nantinya dapat dimanfaatkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 2. Sebagai bahan rujukan bagi penelitian selanjutnya yang mempunyai keterkaitan dengan masalah penelitian selanjutnya. 3. Melatih kemampuan dan keterampilan peneliti di bidang sosial. Universitas Sumatera Utara 4. Memberikan sumbangan pemikiran terhadap pembahasan sosiologi tentang fenomena penggunaan facebook di kalangan mahasiswa Fisip USU. 1.5. Defenisi Konsep Konsep adalah istilah yang terdiri dari satu kata atau lebih yang menggambarkan suatu gejala atau menyatakan suatu ide atau gagasan (Iqbal Hasan, 2002:17). Batasan-batasan konsep dalam penelitian ini adalah: 1. Fenomena adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak biasa akan tetapi nyata ada dan terjadi. Pada penelitian ini fenomena yang dimaksud adalah adanya maraknya situs Facebook di masyarakat saat ini. 2. Jaringan adalah suatu bidang sosial yang mana terdiri dari perangkat hubungan antar manusia. Dalam penelitian ini jaringan di defenisikan sebagai perangkat hubungan yang tidak tampak atau maya yang terjadi pada cyberspace (dunia maya). 3. Jaringan Sosial (Social Networking) adalah penggunaan sebuah website untuk menghubungkan orang-orang yang memiliki kesamaan minat personal atau profesional, tempat tinggal, pendidikan di sekolah tertentu, dan lainnya. 4. Website merupaka situs pertemanan atau situs jaringan sosial yang menghubungkan orang dengan teman dan relasinya. 5. Facebook adalah situs pertemanan populer yang berasal dari Amerika. Facebook menerima semua pengguna yang berusia lebih dari tiga belas tahun dan memiliki sebuah alamat email yang valid. Universitas Sumatera Utara 6. Pengguna (user) adalah orang yang menggunakan layanan tertentu, pengguna disini adalah orang-orang yang menggunakan layanan atau anggota dari Facebook.com 7. Cyberspace adalah ruangan yang tidak nyata atau biasa disebut dengan dunia maya. 8. Account adalah laporan atau catatan, di dalam Facebook Account berisi tentang profil dari pengguna yang bersangkutan. 9. Wall adalah bagian dari Facebook dimana pengguna lain dapat menulis pesan kepada account yang kita miliki. Wall juga merupakan ruang menulis publik, sehingga orang lain dapat membaca secara langsung wall yang telah ditulis ter up-date di home page mereka atau bias langsung membalas melalui wall to wall. Ketika seseorang menerima pesan maka si pengguna dapat merespon langsung wall tersebut atau langsung menghapusnya. 10. Massage adalah tempat dimana para pengguna situs facebook dapat berkirim pesan yang bersifat pribadi atau personal tanpa diketahui oleh user lain. 11. Status Up-date adalah tempat dimana pengguna facebook dapat mengganti atau meng up-date berita mengenai dirinya di kolom halaman yang telah disediakan Facebook sesuai dengan apa yang dirasakan serta keinginannya. 12. Profile merupakan halaman, tempat dimana seseorang mengisi data pribadi seperti alamat, nomor telepon, pendidikan, pekerjaan dan informasi lainnya. 13. Chat adalah fitur yang diberikan oleh facebook, untuk bertukar pesan secara langsung (chatting) antar sesama pengguna facebook dalam waktu yang bersamaan secara online. Universitas Sumatera Utara 14. Foto merupakan fitur dimana pengguna dapat meng Up-load foto-foto pribadi serta foto apapun yang ingin dimasukkan dalam account facebook nya. Bisa juga membuat album foto dan memberikan nama album sesuai dengan yang diinginkan, mengganti profile picture, serta menerima foto hasil tag dari teman. Universitas Sumatera Utara BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Teori Jaringan Teori yang mendukung penelitian ini adalah teori jaringan. pada teori jaringan banyak di bahas tentang hubungan antara satu aktor (individu atau kelompok) dengan aktor lainnya. Salah satu ciri khas teori jaringan adalah pemusatan pemikiran pada tingkat makro, artinya aktor atau pelaku bisa saja individu (Wellman, 1983: 162 dalam Ritzer, 2004: 382), atau mungkin juga kelompok, perusahaan dan masyarakat. Kaitannya dalam hal ini teori jaringan membahas tentang hubungan yang terjadi pada tingkat struktur sosial skala luas sampai tingkat yang lebih mikroskopik. Analisis jaringan lebih ingin mempelajari keteraturan individu atau kolektivitas berperilaku ketimbang keteraturan keyakinan tentang bagaimana mereka seharusnya berperilaku. Karena itu pakar analisis jaringan mencoba menghindarkan penjelasan normatif dari perilaku sosial. Mereka menolak penjelasan non struktural yang memperlakukan proses sosial sama dengan penjumlahan ciri pribadi aktor individual dan norma tertanan. Hubungan ini berlandaskan gagasan bahwa setiap aktor (individual atau kelompok) memiliki akses berbeda terhadap sumber daya yang menilai (kekayaan, kekuasaan, informasi). Akibatnya adalah bahwa sistem yag berstruktur cenderung tersratifikasi, komponen tertentu tergantung pada komponen lain. Teori jaringan juga memiliki beberapa prinsip logis yang merupakan tempat bersandarnya pemikiran-pemikiran teori jaringan itu sendiri. (Wellman, 1983 dalam Ritzer, 2004: 384) yaitu: 10 Universitas Sumatera Utara 1. Ikatan antar aktor biasanya dalah simetris baik dalam kadar maupun intensitasnya. 2. Ikatan antara individu yang harus dianalisis dalam konteks struktur jaringan lebih luas. 3. Tersturturnya ikatan sosial menimbulkan berbagai jenis jaringan non acak. 4. Adanya kelompok jaringan menyebabkan terciptanya hubungan silang antara kelompok jaringan maupun antara individu. 5. Ada ikatan asimetris antara unsur-unsur didalam sebuah sistem jaringan dengan akibat bahwa sumber daya yang terbatas akan terdistribusikan secara tak merata. 6. Distribusi yang tampang dari sumber daya yang terbatas menimbulkan baik itu kerjasama maupun kompetisi. Jaringan sosial merupakan suatu jaringan tipe khusus, dimana “ikatan” yang menghubungkan satu titik ke titik lain dalam jaringan adalah hubungan sosial. Berpijak pada jenis ikatan ini, maka secara langsung atau tidak langsung yang menjadi anggota suatu jaringan sosial adalah manusia (person”). Jaringan sosial tidak hanya beranggotakan pada satu individu, namun dapat juga berupa sekumpulan orang yang mewakili titik –titik seperti yang dikemukakan sebelumnya, jika tidak harus satu titik mewakili satu orang, misalnya organisasi, instansi, pemerintah atau negara. Sementara hubungan sosial atau saling keterhubungan merupakan interaksi sosial yang berkelanjutan (relatif cukup lama atau permanen) yang terakhirnya diantara mereka terikat satu sama lain dengan atau oleh seperangkat harapan yang relatif stabil (Zanden, 1990 dalam Agusyanto, 2007:14). Universitas Sumatera Utara Hubungan sosial bisa dipandang sebagai sesuatu yang seolah-olah merupakan sebuah jalur atau saluran yang menghubungkan antara satu orang(titik) dengan orangorang lain dimana melalui jalur atau saluran tersebut bisa dialirkan sesuatu, misalnya barang, jasa, dan informasi. Hubungan sosial antara dua orang mencerminkan adanya pengharapan peran dari masing-masing lawan interaksinya. Tingkah laku yang diwujudkan dalam suatu interaksi sosial itu sistematik, meskipun para pelakunya belum tentu menyadarinya. Dari terwujudnya hubungan sosial yang baik maka akan memudahkan jaringan sosial berkembang. Jaringan sosial menjadi sangat penting di dalam masyarakat karena di dunia ini bisa dikatakan bahwa tidak ada manusia yang tidak menjadi bagian dari jaringanjaringan hubungan sosial dari manusia lainnya. Walaupun begitu manusia tidak selalu menggunakan semua hubungan sosial yang dimilikinya dalam mencapai tujuantujuannya, tetapi disesuaikan dengan ruang dan waktu atau konteks sosialnya (Agusyanto, 2007:30). Dari analisis beberapa pakar jaringan mengatakan bahwa sesungguhnya jaringan sosial memiliki keteraturan-keteraturan sehingga terbentuknya jaringan bukan secara acak melainkan secara teratur. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan pada paragraf diatas, manusia dapat membuat jaringan atau terlibat dalam sebuah jaringan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruang dan waktu. Ada tiga pembagian tipe keteraturan jaringan sosial menurut Epstein (1992 dalam Agusyanto, 2007 : 3031), yaitu: Universitas Sumatera Utara 1. Ketentuan Struktural, dimana perilaku orang-orang teinterpretasikan dalam term tindakan-tindakan yang sesuai dengan posisi-posisi yang mereka duduki dalam suatu perangkat tatanan posisi-posisi. 2. Keteraturan Katagorikal, dimana perilaku seseorang di dalam situasi-situasi yang tidak terstruktur bisa terinterpretasi ke dalam term steriotipe-steriotipe. 3. Keteraturan Personal, dimana perilaku orang-orang, baik di dalam situasi yang terstruktur maupun tidak, bisa diinterpretasikan ke dalam pengertianpengertian ikatan-ikatan personal yang dimiliki seseorang individu dengan orang-orang lain. Bicara mengenai jaringan sosial tidak akan habis dalam sekali pembahasan, karena begitu kompleksnya jaringan yang terbentuk dalam masyarakat bahkan saling tumpah tidih dan memotong satu sama lain sehingga Barnes merasa perlu untuk membedakan jaringan untuk kepentingan penelitiannya, menurut Barnes (1969 dalamAgusyanto, 2007) jaringan dibedakan atas jaringan total digunakan untuk menyebut jaringan sosial yang kompleks, dan jaringan partial untuk menyebut jaringan yang hanya berisi satu jenis hubungan sosial. Lain hal lagi bila jaringan sosial ditinjau dari tujuan hubungan sosialyang membentuk jaringan-jaringan. Beberapa pakar antropologi maupun sosiologi dari beberapa literatur mengatakan, dari sisi ini jaringan sosial dapat di bedakan dalam tiga jenis yaitu : 1. Jaringan interest (kepentingan), terbentuk dari hubungan-hubungan sosial yanng bermuatan kepentingan. Hubungan sosial yang bermakna pada tujuantujuan tertentu atau khusus yang ingin dicapai oleh para pelaku, sehingga Universitas Sumatera Utara tindakan dan interaksi juga dievaluasi berdasarkan tujuan rasionalnya tadi. Pertukaran yang terjadi dalam jaringan juga diatur oleh kepentingan – kepentingan pelaku didalamnya. Kecenderungan pelaku untuk memanifulasi hubungan-hubungan sosial yang dimilikinya demi pencapaian tujuan sangat besar. 2. Jaringan power, hubungan-hubungan sosial yang membentuk jaringan bermuatan power. Power disini merupakan suatu kemampuan seseorang atau unit sosial untuk mempengaruhi perilaku dan pengambil keputusan orang atu unit sosial lainnya mellalui pengendalian (Adams: 1977 dalam Agusanto, 2007). Konfigurasi-konfigurasi saling keterhubungan antar pelaku di dalamnya sengaja atau diatur. Ketika pencapaian tujuan yang telah ditargetka dengan bantuan tindakan kolektif, dan konfigurasi saling keterhubungan permanen antar pelakunya, maka jaringan power juga telah terbentuk. Unitunit sosialnya merupakan bentukan yang direncanakan atau distrukturkan secara sengaja oleh power. Pusat power pada jaringan iniselalu mengevaluasi kinerja unit-unit sosialnya dan memola kembali strukturnya untuk meningkatkan efisiensinya. Setiap anggota yang terhubung di jaringan ini tidak terjadi secara sukarela dan kesadaran untuk memenuhi kewajiban masing-masing tanpa mengharap insentif. Sangat diperlukan adanya penghargaan bahkan ganjaran (reward and punish) yang terstruktur secara formal guna mendorong timbulnya kerelaan dengan peraturan-peraturan dan perintah-perintah oleh pusat-pusat power mereka. Universitas Sumatera Utara 3. Jaringan sentiment (emosi), seperti judulnya jaringan ini terbentuk atas dasar hubungan-hubungan sosial yang bermuatan emosi. Hubungan sosial itu sendiri sebenarnya menjadi tujuan tindakan sosial misalnya percintaan, pertemanan atau hubungan kerabat, dan sejenisnya. Struktur sosial yang terbentuk dari hubungan-hubungan emosi pada umumnya lebih mantap atau permanen. Mengacu pada kata emosi yang didalamnya juga mengandung unsur menyukai atau tidak menyukai, sehingga dalam jaringan ini terdapat saling suka atau tidak suka antar pelaku. Kemudian muncullah norma-norma dan nilai-nilai akibat dari adanya kewajiban saling kontrol yang relatif kuat diantara para pelaku, lantas dapat menjaga stabilitas dan menjaga keberlangsungan hubungan-hubungan sosial emosional yang terdapat dalam jaringan ini. Tipe jaringan ini dengan segala kecenderungan-kecenderungan hubungan emosional didamnya dapat menghasilkan rasa solidaritas. Ketiga tipe jaringan sosial ini dalam kehidupan nyata sering kali berpotongan. Pertemuan-pertemuan tersebut membangkitkan suatu ketegangan bagi pelaku yang bersangkuatan karena logika situasional atau struktur sosial dari masing-masing tipejaringan berbeda atau belum sesuai satu sama lain. oleh karena itu, sering kali terlihat kontradiksi antara tindakan-tindakan dengan sikap yang pelaku wujudkan. 2.2. Jaringan Pertemanan Sebagaimana yang telah dijelaskan pada pembahasan tentang jaringan sosial, salah satu dari tiga jenis jaringan sosial bila ditinjau dari tujuan yaitu jaringan emosi yang terdapat di dalam nilai-nilai pertemanan, maka pada pembahasan selanjutnya ini Universitas Sumatera Utara akan dipaparkan tentang jaringan pertemanan. Kalau dilihat dari unsur tiap kata, jaringan pertemanan terbagi atas dua kata yaitu jaringan yang berarti rangkaian dari hubungan-hubungan dalam hal ini merupakan hubungan sosial, sedangkan pertemanan adalah hasil dari interaksi dan komunikasi yang intensif antara satu dengan lainnya, dalam hal ini interaksi dan komunikasi yang intensif telah memberikan kesempatan untuk pertukaran informasi, pencocokan visi, dan akhirnya berujung pada hubungan yang lebih intim lagi bisa berupa persahabatan dan percintaan. Suatu kenyataan bahwa manusia selalu ingin behubungan antar sesama manusia yang berarti akan terjadi rasa keterkaitan antar individu. Ketertarikan merupakan proses yang dengan mudah dialami oleh setiap individu tetapi sukar diterangkan (Guy dan Edgley, 1980 dalam Ahmadi, 2007: 212). Berawal dari ketertarikan seseorang memulai berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Ada beberapa tahapan komunikasi antar individu sampai dapat dikatakan pertemanan atau persahabatan. Tahap pertama, tahap perkenalan, dalam tahap ini dikategorikan sebagai tahap perkenalan karena proses pertukaran informasi dan tingkat keterbukaan diri pada tahap ini sangat terbatas, karena pada waktu pertama kali bertemu dengan seseorang, pembicaraan yang terjadi hanya akan pada seputar informasi untuk saling mengenal saja. Dua pribadi tersebut tidak terlibat dalam pembicaraan yang bersifat pribadi apalagi bertukar informasi pribadi. Hubungan pada tahap perkenalan di bagi atas tiga tahap yaitu : Universitas Sumatera Utara 1) Tahap pasif, yaitu tahap yang mengutamakan perhatian terhadap komunikasi tanpa menanyakan apa-apa, seluruh situasi dan kondisi tetap sebagaimana apa adanya dan di manifulasi. 2) Tahap aktif, tahap mengajukan pertanyaan, memperhatikan dan mendengar komunikasi, komunikasi, komunikasi mulai memanifulasi situasi hubungan antar pribadi. 3) Tahap interaktif, ialah tahap memanifulasi komunikan agar komunikator bisa memperoleh informasi melalui perilaku komunikan. Tahap persahabatan, tahap ini dapat juga di sebut sebagai tahap pertemanan. Persahabatan atau pertemanan di peroleh setelah melalui tahap perkenalan. Seorang sahabat merupakan orang yang mempunyai kedudukan tertentu dalam hubungan antar pribadi. Menempatkan seorang menjadi sahabat karena telah mengenal dia dengan baik, selain itu, juga telah menaruh rasa percaya dan harapan kepada dia sebagai seorang seorang yang mempunyai perhatian. Pertemanan yang baik ditandai dengan adanya kehangatan dan kasih sayang, kejujuran, adanya komitman, dan menjalani hubungan tersebut secara alami. Dalam hubungan pertemanan, komitmen ditunjukkan dengan cara mengorbankan waktu dan energi mereka untuk menolong sahabat yang membutuhkan. Ada satu prinsip umum yang harus dijaga dalam pertemanan, yaitu keseimbangan dan kesejajaran kedudukan. Pertemanan mengkehendaki agar kedua belah pihak komunikator dan komunikan harus merasa mempunyai kedudukan yang sama, tidak ada yang lebih tinggi dari pada yang lain. pertemanan mempunyai beberapa fungsi diantaranya : Universitas Sumatera Utara 1) Membagi pengalaman agar dua pihak merasa sama-sama puas dan sukses. 2) Menunjukkan hubungan emosional. 3) Sukarela membantu kalau diperlukan pihak lain. 4) Berusaha membuat pihak lain menjadi senag. 5) Membantu sesama kalau dia berhalangan untuk suatu urusan. Komunikasi antar pribadi dapat menjadi efektif maupun sebaliknya. Karena apabila terjadi suatu konflik dalam hubungan persahabatan, maka karakteristik komunikasi antar pribadi menjadi tidak efektif. Dipandang dari sudut pandang humanistik beberapa hal ditekankan dalam berkomunikasi antar pribadi, yaitu: 1) Keterbukaan, yang memiliki pengertian bahwa dalam komunikasi antar pribadi yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajak berinteraksi, kesediaan untuk membuka diri, kesediaan untuk mengakui perasaan dan pikiran yang anda miliki dan juga mempertanggung jawabkannya. 2) Empati, kemampuan seseorang untuk “mengetahui” apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang atau “kacamata” orang lain tersebut, dimana seseorang juga mampu untuk memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan, dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa depannya. 3) Sikap mendukung, dalam hal ini merupakan pelengkap daripada kedua hal sebelumnya, karena komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. 4) Sikap positif, komunikasi antarpribadi akan terbina apabila orang memiliki sikap yang positif terhadap diri mereka sendiri, karena orang yang merasa Universitas Sumatera Utara positif dengan diri sendiri akan mengisyaratkan perasaan ini kepada orang lain, yang selanjutnya juga akan merefleksikan perasaan positif ini kepada lawan bicaranya, kemudian sikap positif juga dapat diwujudkan dengan memberikan suatu sikap dorongan dengan menunjukkan sikap menghargai keberadaan, pendapat, dan pentingnya orang lain, dimana perilaku ini sangat bertentangan dengan sikap ketidak acuhan. 5) Kesetaraan, memiliki pengertian bahwa kita menerima pihak lain atau mengakui dan menyadari bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga. Karena pada kesetaraan, suatu konflik akan lebih dapat dilihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuh pihak lain. Sedangkan dari sudut pandang pergaulan sosial, komunikasi berdasarkan model ekonomi imbalan (rewards) dan biaya (cost). Suatu hubungan diasumsikan sebagai kemitraan dimana imbalan dan biaya saling dipertukarkan. Ketiga sudut pandang tersebut tidak terpisah satu dengan yang lain melainkan saling melangkapi, karena setiap sudut pandang tersebut membantu kita untuk dapat memahami komunikasi sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi masalah dalam suatu hubungan. Pertemanan yang baik ditandai dengan adanya kehangatan dan kasih sayang, kejujuran, adanya komitmen, dan menjalani hubungan tersebut secara alami. Dalam hubungan pertemanan, komitmen ditunjukkan dengan cara mengorbankan waktu dan energi mereka untuk menolong teman yang membutuhkan. Namun seringkali individu dalam menjalankan suatu hubungan tidak menyadari harapan mereka pada Universitas Sumatera Utara temannya sampai terjadi sesuatu yang dirasakannya mengganggu. Hubungan tersebut mengalami konflik dan milai mengalami kemunduran dan proses negosiasi tidak berjalan yang mengakibatkan pola komunikasi diantara mereka berubah. Padahal komunikasi mempengaruhi hubungan, karena komunikasi dan hubungan senantiasa berkaitan. 2.3. Jaringan Online Jaringan online memiliki prinsip yang hampir sama dengan jaringan yang ada di dunia nyata jaringan yang terbentuk dalam suatu ikatan (dengan menafikkan kuat lemahnya) antara individu dengan individu, individu dengan kelompok. Kelompok yang dimaksud disini adalah kelompok yang terbentuk dalam suatu hubungan sosial tatap muka. Sebuah hubungan yang menggunakan ruang maya, namun tetap memiliki hubungan nyata didalamnya jaringan internet juga telah memberikan ruangan untuk jaringan sosial. Putnam salah seorang pakar modal sosial telah memaparkan tentang persoalan ini dalam satu bab penuh Bowling Alone yang memberikan tiga dasar pemikirannya dalam membahas jejaring online ini: • Internet melenyapkan batas-batas dalam komunikasi dan memfasilitasi jaringan-jaringan baru. • Komunikasi-komunikasi online dapat terjadi tiba-tiba dan kekurangan umpan balik yang cepat dalam pertemuan tatap muka, hal itu mendorong resiproksitas dan memfasilitasi penipuan. Universitas Sumatera Utara • Orang yang melakukan komunikasi online cenderung berbaur hanya dengan kelompok-kelompok kecil yang mempunyai kepentingan dan pandangan yang sama dengan mereka sendiri dan tidak toleran dengan siapapun yang berpikir lain. • Internet menawarkan banyak kesempatan untuk hiburan pasif dan pribadi. Seraya mengingatkan supaya hati-hati terhadap penilaian suatu teknologi yang masih baru, Putnam mengingatkan percaya bahwa cita-cita dari kewarganegaraan online menghadapi tantangan-tantangan serius (Putnam, 2000: 172-7). Internet menjadi komplemen terhadap jaringan sosial itu sendiri dan memberi ruang baginya untuk memperluas jaringan-jaringan yang ada dengan cara memperkaya dan membangun hubungan-hubungan tatap muka mereka (Field, 2001: 155). Era dimana dunia penuh dengan hingar bingar internet dan teknologi komunikasi yang memang agak samar. Sehingga pengertian komunitas yang dibahas dalam diskusi soal jaringan sosial meleburkan pedikotomian komunitas riil dan maya. Keduanya tetap membutuhkan jaringan sosial yang cukup sekedar bertahan dan berlanjut serta membutuhkan jaringan sosial yang lebih untuk sukses menghasikan sesuatu. Berbagai keanekaragaman bentuk interaksi dalam sebuah dunia maya menjadikan dunia terasa benar-benar selebar daun kelor. Banyak hal yang dapat dilakukan internet menjadikan realitas tidak cukup lagi. Realitas virtual yang Universitas Sumatera Utara membawa bola dunia masuk ke dalam sebuah ruangan yang kendalinya dibawah jari kita, dan dikendalikan dimana saja. 2.4. Paradigma Fakta Sosial Paradigma fakta sosial diambil dari karya Durkheim the rules of sociological method (1895) dan Suicide (1897). Fakta sosial bersifat eksternal, umum (general), dan memaksa (coercion). Paradigma fakta sosial memiliki kajian struktur sosial dan pranata sosial. Struktur sosial adalah jaringan hubungan sosial dimana interaksi terjadi dan terorganisir serta melalui mana posisi sosial individu dan sub-kelompok dibedakan. Sedangkan pranata sosial adalah norma atau pola nilai yang mendukung kelompok. Perkembangan teknologi informasi juga tidak saja mampu menciptakan masyarakat dunia global, namun secara materi mampu mengembangkan ruang gerak kehidupan baru bagi masyarakat, sehingga tanpa disadari, komunitas manusia telah hidup dalam dua kehidupan, yaitu kehidupan masyarakat nyata dan kehidupan masyarakat maya (cybercommunity). Masyarakat nyata adalah sebuah masyarakat yang secara inderawi dapat dirasakan sebagai sebuah kehidupan nyata, dimana hubungan-hubungan sosial sesama anggota masyarakat dibangun melalui penginderaan. Secara nyata kehidupan masyarakat manusia dapat disaksikan sebagaimana adanya. Sedangkan kehidupan masyarakat maya adalah sebuah kehidupan masyarakat manusia yang tidak dapat secara langsung diindera melalui penginderaan manusia, namun dapat dirasakan dan disaksikan sebagai sebuah realitas. Universitas Sumatera Utara 2.5. Paradigma Perilaku Sosial Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara individu dan lingkungannya yang terdiri dari atas bermacam-macam obyek sosial dan non sosial. Ada dua teori yang termasuk kedalam paradigma perilaku sosial yaitu teori behavior dan teori exchange. Pokok persoalan sosiologi dalam teori behavior (perilaku) ini adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menghasilkan perubahan terhadap tingkah laku. B.F. Skinner (1953, 1957, 1974) membantu fokus perilaku (behavior) melalui percobaan yang dinamakan operant behavior dan reinforcement. Yang dimaksud dengan operant condition adalah setiap perilaku yang beroperasi dalam suatu lingkungan dengan cara tertentu, lalu memunculkan perubahan dalam lingkungan kehidupan tersebut. 2.6. Pilihan Rasional Teori yang dikemukakan oleh James Coleman, seorang Sosiolog yang menerangkan dan menganalisa masalah tingkat mikro dan makro maupun peran yang dimainkan oleh faktor tingkat mikro dalam pembentukan fenomena tingkat makro dipengaruhi oleh faktor individual sedangkan tingkat mikro dipengaruhi oleh perilaku kolektif. Perilaku kolektif sering tidak stabil dan kacau sehingga sukar dianalisis berdasarkan perspektif pilihan rasional. Akan tetapi berdasarkan pandangan Coleman, Universitas Sumatera Utara teori pilihan rasional dapat menjelaskan semua fenomena makro tidak hanya yang teratur dan stabil saja. Norma merupakan tingkat makro lain yang menjadi sasaran Coleman. Menurut Coleman, norma, prakarsai dan dipertahankan oleh beberapa peran yang melihat keuntungan yang dihasilkan dari pengalaman tahap norma dan kerugian yang berasal dari pelanggaran norma itu. Aktor koporat menurut Coleman, perubahan sosial yang munculnya aktor korporat sebagai pelengkap aktor ’perubahan natural’. Tahun 1989 Coleman mendirikan jurnal Rationality and Society yang bertujuan menyebarkan pemikiran yang berasal dari perspektif rasional. Coleman menerbitkan buku yang berpengaruh “foundationals of society theory”, dimana buku tersebut berdasarkan perspektif purasional. Teori pilikhan rasional Coleman adalah tindakan perseorangan mengarah kepada suatu tujuan dan tujuan itu (juga tindakan) ditentukan oleh nilai atau pilihan. Coleman sangat dipengaruhi Robert K. Merton (teori struktural fungsional modren) dan dipengaruhi juga oleh Durkheim (teori struktural fungsional klasik) dalam faktor sosial sebagai penentu pelaku individu. Coleman dalam teori rasionalnya menerangkan dan menganalisa masalah tingkat mikro dan makro maupun peran yang dimainkan oleh faktor tingkat mikro dalam pembentukan fenomena tingkat makro dipengaruhi oleh faktor individual sedangkan tingkat mikro dipengaruhi oleh perilaku kolektif. Coleman menyatakan teori pilihan rasional dapat menjelaskan semua fenomena makro, tidak hanya yang teratur dan stabil saja. Coleman dalam teorinya memusatkan pada sistem sosial yaitu fenomena makro yang dipengaruhi oleh faktor individual Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan metode yang bermaksud untuk memehami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. (Maleong, 2006) Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidik suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan informan dan melakukan studi pada situasi yang alami. Bogdan dan Taylor (Maleong, 2007:17) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena (Prasetyo, 2006:42) 25 Universitas Sumatera Utara 3.2. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Fakultas Fisip USU. Alasan peneliti memilih lokasi penelitian ini adalah karena lebih efisien dan efektif. Efektif artinya di kampus ini terdapat mahasiswa dan mahasiswi yang terdaftar di situs facebook.com. Efisien artinya peneliti tidak banyak mengeluarkan biaya dalam penelitian ini karena peneliti juga merupakan mahasiswa Fisip USU. Dan juga lebih mudah memperoleh informasi karena bisa berinteraksi lebih dekat dengan mereka. 3.3. Unit Analisis dan Informan 3.3.1. Unit Analisis Salah satu cara atau karakteristik dari penelitian sosial adalah menggunakan apa yang disebut “units of analisis”. Hal ini dimungkinkan, karena setiap objek penelitian memiliki ciri dalam jumlah yang cukup luas seperti karakteristik individu tentunya yang meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status sosial dan tingkat penghasilan. Ada sejumlah unit analisis yang lazim digunakan pada kebanyakan penelitian sosial yaitu individu, kelompok, organisasi, sosial, artefak (Danandjaja, 2005:31). Unit analisis data adlah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian (Arikunto, 199:2). Adapun unit analisis dalam penelitian ini adalah orang-orang yang memiliki akun di Facebook . Universitas Sumatera Utara 3.3.2. Informan Informan adalah orang-orang yang menjadi sumber informasi dalam penelitian. Adapun informan yang menjadi subjek penelitian ini dibedakan atas dua jenis yaitu: informan kunci dan informan biasa yang dapat mendukung penelitian. Yang termasuk kedalam informan kunci dan informan biasa adalah: 1) Informan Kunci Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci dalam pengempulan data adalah orang-orang yang terdaftar dalam akun Facebook dan terlibat dalam situs jaringan Facebook. Peneliti memilih mahasiswa karena secara umum mahasiswa telah dapat membentuk kedewasaan diri. Pada taraf ini pengendalian diri telah tercipta pada diri mereka. Peneliti memilih mahasiswa S-1 karena pada dasarnya mahasiswa S-1 lebih kritis dalam menanggapi suatu fenomena sosial yang ada dan yang sedang terjadi. 2) Informan Biasa Informan biasa adalah informan yang dapat memberikan informasi tambahan. Yang menjadi informan biasa dalam penelitian ini adalah: orang-orang yang tahu tentang Facebook. Universitas Sumatera Utara 3.4. Tenik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan teknik-teknik pengumpulan data sebagai berikut: 3.4.1. Data Primer Untuk mendapatkan data primer dalam penelitian ini akan dilakukan cara penelitian lapangan, yaitu: a) Metode Wawancara Metode wawancara biasa disebut juga metode interview. Metode wawancara proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka, antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara. Salah satu bentuk wawancara yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (dept interview). Wawancara mendalam (dept interview) adalah proses tanya jawab secara langsung yang ditujukan terhadap informan di lokasi penelitian dengan menggunakan panduan atau wawancara. b) Metode Observasi Observasi atau pengamatan adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian. Data penelitian tersebut dapat diamati oleh peneliti. Observasi merupakan pengamatan lngsung terhadap berbagai gejala yang tampak pada penelitian. Hal ini ditujukan untuk mendapat daya yang mendukung hasil wawancara. Universitas Sumatera Utara 3.4.2. Data Sekunder Data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian kepustakaan dan pencatatan dokumen, yaitu dengan mengumpulkan data dan mengambil informasi dari buku-buku referensi, dokumen majalah, jurnal, internet, yang dianggap relevan dengan masalah yang diteliti. 3.5. Interpretasi Data Interpretasi data merupakan tahap penyerderhanaan data, setelah data dan informasi yang dibutuhkan dan diharapkan telah terkumpul. Data-data yang telah diperoleh dalam penelitian akan diinterpretasikan berdasarkan dukungan teori dalam tinjauan pustaka yang telah ditetapkan sampai akhirnya akan disusun sebagai laporan akhir penelitian. Universitas Sumatera Utara 3.6. Jadwal Penelitian Jadwal kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: No. Kegiatan Bulan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Pra Observasi √ 2 ACC Judul √ 3 Penyusunan Proposal Penelitian 4 Seminar Proposal Penelitian 5 Revisi Proposal Penelitian √ 6 Penelitian Ke Lapangan √ 7 Pengumpulan Data dan Analisis Data √ 8 Bimbingan √ √ √ √ 9 Penulisan Laporan Akhir 10 Sidang Meja Hijau 9 √ √ √ √ √ √ Universitas Sumatera Utara 3.7. Keterbatasan Informan Keterbatasan dalam penelitian terkait erat dengan instrumen wawancara dalam hal ini terdapat keraguan akan jawaban yang diberikan informan dan semua jawaban hampir sama, karena apa yang di informasikan tentang situasi, kondisi dan tindakan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Keterbatasan dalam penelitian terutama terbatasnya waktu, biaya dan pengalaman yang dimiliki oleh peneliti untuk melakukan kegiatan penelitian ilmiah. Universitas Sumatera Utara BAB IV DESKRIPSI LOKASI DAN INTERPRETASI DATA 4.1. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) merupakan fakultas kesembilan di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU). Pada tahun 1980, FISIP USU merupakan Jurusan Ilmu Pengetahuan Masyarakat di bawah Fakultas Hukum USU. Pendirian fakultas yang saat ini terletak di paling pojok kampus USU ini diprakarsai oleh beberapa dosen dalam bidang Ilmu Sosial, Administrasi, dan Manajemen yang berada di Fakultas Ekonomi dan Hukum pada tahun 1979. Drs. Adham Nasution, Asma Affan MPA, Dr. A.P Parlindungan, M.Solly Lubis S.H, dan beberapa dosen lainnya melakukan persiapan proposal pendirian FISIP USU. Berdasarkan isi proposal tersebut, Rektor USU, Dr. A.P Parlindungan S.H, memperjuangkan agar FISIP segera didirikan di USU. Para pendiri FISIP ini sepakat untuk mengangkat Drs. Adham Nasution sebagai Ketua Jurusan dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor USU No. 1181/ PT05/C.80, tertanggal 1 Juli 1980. Jurusan Ilmu Pengetahuan Masyarakat ini pertama kali menerima mahasiswa melalui jalur SIPENMARU pada tahun 1980/1981 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 75 orang. Kegiatan perkuliahan pertama kali dimulai pada tanggal 8 Agustus 1980. Pembukaan fakultas ini diresmikan oleh Rektor USU, Prof. Dr. A.P Parlindungan S.H di gedung perkuliahan Fakultas Kedokteran Gigi USU dan perkuliahan berikutnya dilaksanakan pada sore hari di gedung tersebut. Walaupun Jurusan Ilmu Pengetahuan Masyarakat merupakan salah satu jurusan di Fakultas 32 Universitas Sumatera Utara Hukum USU, namun kegiatan perkuliahan dan administrasi tidak dilaksanakan di fakultas tersebut. Kegiatan administrasi dilaksanakan di salah satu ruangan BAAK USU yang sekarang merupakan gedung Fakultas Sastra USU. Kemudian pada tanggal 7 April 1983, kegiatan administrasi jurusan dipindahkan ke Gedung Pusat Komputer. Jurusan Ilmu Pengetahuan Masyarakat inilah yang kemudian merupakan cikal bakal dari FISIP USU. Dua tahun sejak peresmiannya, yakni tanggal 7 September 1982, keluarlah Surat Keputusan Presiden RI No. 36 Tahun 1982 yang menyatakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebagai fakultas kesembilan di USU. Dalam rangka pengembangan FISIP USU, dibentuklah panitia persiapan pemilihan Dekan FISIP USU dengan Surat Keputusan Rektor USU No. 573/PT05/C.82, tertanggal 26 Oktober 1982. Tujuan dari pembentukan panitia tersebut adalah untuk memilih dekan yang akan memimpin FISIP USU yang baru berdiri. Tahun 1983, dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 77121/C1/83, diangkatlah Drs. M. Adham Nasution menjadi dekan pertama di FISIP USU periode 1983 - 1986. Susunan para pembantu dekan adalah : Pembantu Dekan I Dra. Arnita Zainuddin, Pembantu Dekan II Dr. Haniful Chair Nasution, dan Pembantu Dekan III Drs. Arifin Siregar. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0535/0/83 pada tahun 1983 tentang jenis dan jumlah fakultas di lingkungan USU menyebutkan bahwa FISIP USU mempunyai lima jurusan dengan urutan sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara 1. Jurusan Ilmu Administrasi 2. Jurusan Ilmu Komunikasi 3. Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial 4. Jurusan Sosiologi 5. Jurusan Antropologi Dalam perkembangannya, kelima jurusan tersebut tidak dapat dibuka sekaligus, tetapi secara bertahap. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah serta tenaga pengajar yang tersedia sesuai dengan disiplin ilmu yang dikembangkan. Untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri No. 0535/0/83, maka dibuka dua jurusan, yaitu : Jurusan Ilmu Administrasi dan Ilmu Komunikasi. Tanggal 18 Agustus 1984, semua kegiatan perkuliahan dan administrasi FISIP USU dipusatkan di gedung baru yang berada di Jl. Dr. A. Sofyan No. 1 Medan. Pada tahun 1984/1985, kedua jurusan tersebut menghasilkan sarjana S-1 sebanyak 10 orang (7 sarjana Ilmu Administrasi dan 3 sarjana Ilmu Komunikasi). Pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 1985 di gedung perkuliahan FISIP USU. Pada tahun akademik 1985/1986 dibukalah Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Pada tahun yang sama, Jurusan Antropologi Fakultas Sastra USU di pindahkan ke FISIP USU yang merupakan tindak lanjut dari SK Mendikbud No.0335/0/83 sehingga semua dosen dan mahasiswa yang terdaftar dijurusan tersebut menjadi bagian dari FISIP USU. Selanjutnya pada tahun akademik 1986/1987 di bukalah Jurusan Sosiologi. Universitas Sumatera Utara Prof. M. Adham Nasution diangkat kembali menjadi dekan untuk periode kedua melalui Keputusan Menteri Depdikbud No. 79511/A2.I.2/1986 pada tanggal 23 Oktober 1986 dengan susunan Pembantu Dekan I Dra. Nurhaina Burhan, Pembantu Dekan II Drs. Armyn Sipahutar, dan Pembantu Dekan III Dra. Irmawati. Sedangkan tenaga pengajar di FISIP USU pada tahun 1985/1986 masih berjumlah 20 orang, yang terdiri dari 10 staf pengajar tetap dan 10 orang lagi masih Calon Pegawai Negeri Sipil (CAPEG). Selain itu, staf pengajar lainnya adalah staf pengajar luar biasa yang direkrut dari berbagai instansi pemerintah yang ada di Provinsi Sumatera Utara, seperti Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, PEMDA Tingkat I Sumatera Utara, Kakanwil Departemen Penerangan, Kakanwil Departemen Sosial, Kakanwil Departemen Perindustrian, PWI Sumut, IKIP Medan ataupun staf pengajar yang ada di lingkungan USU. FISIP USU melakukan kerjasama dengan Menteri Dalam Negeri pada tahun akademik 1985/1986 dalam rangka melanjutkan pendidikan bagi pegawai Depdagri untuk mengambil Sarjana Strata 1 di FISIP USU yang sebelumnya berada di Biro Rektor yang dikoordinir oleh Pembantu Rektor 1 USU. Peraturan bagi mahasiswa yang akan menentukan jurusan harus memenuhi syarat, yaitu telah mengikuti perkuliahan dari semester I sampai VI dengan beban SKS yang telah diperoleh sekurang-kurangnya 110 SKS. Prosedur ini berlangsung sampai tahun akademik 1986/1987. Calon mahasiswa menentukan sendiri jurusan pilihan yang telah ada di FISIP USU pada tahun 1987/1988. Pemilihan ini dilakukan pada saat mendaftar sebagai calon mahasiswa. Universitas Sumatera Utara Prof. Asma Affan menjabat sebagai Dekan FISIP USU periode 1990/1993 berdasarkan SK Mendikbud No. 20208/A.2.I.2/C/1990 pada tanggal 14 Maret 1990 dengan susunan Pembantu Dekan I Drs. Rahim Siregar MA, Pembantu Dekan II Drs. Arnita Z, Pembantu Dekan III Drs. Siswo Suroso. Berdasarkan SK Mendikbud No. 520931/A.2.I.2/C/1993, tanggal 20 Agustus 1993, Drs. Amru Nasution kemudian menjabat sebagai Dekan FISIP USU periode 1993/1996, dengan susunan Pembantu Dekan I Dra. Nurwida Nuru, Pembantu Dekan II Dra. Irmawati, dan Pembantu Dekan III Drs. Sakhyan Asmara. Pada tahun akademik 1995/1996, FISIP USU membuka Program Diploma I (D-I) dan Program Diploma III (D-III) Perpajakan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak. Mahasiswa pertama yang diterima pada Program D-I Perpajakan sebanyak 58 orang dan mahasiswa Program D-III Perpajakan sebanyak 75 orang. Pada tahun akademik 2000/2001, Program D-I Administrasi Perpajakan tidak menerima mahasiswa baru lagi. Berdasarkan SK Mendikbud No. 51141/A.2.I.2/KP/1996, tanggal 23 September 1966, Drs. Amru Nasution diangkat kembali menajadi Dekan FISIP USU periode 1996-1999, dengan susunan Pembantu Dekan I Dra. Nurwida Nuru, Pembantu Dekan II Drs. Subhilhar MA, dan Pembantu Dekan III Drs. Sakhyan Asmara. Berdasarkan SK Rektor No. 1998/JO5/SK/KP/1999, tanggal 9 Desember 1999, Drs. Subhilhar MA menjabat sebagai Dekan FISIP USU periode 1999-2003, dengan susunan Pembantu Dekan I Drs. Suwardi Lubis MS, Pembantu Dekan II Drs. Mukti Sitompul MSi, dan Pembantu Dekan III Drs. R. Hamdani Harahap MSi. Sesuai Universitas Sumatera Utara dengan SK Rektor No.69/JO5/SK/KP/2001 tanggal 2 Februari 2001, FISIP USU kemudian membuka Program Studi S-1 Ilmu Politik pada tahun akademik 2001/2002 berdasarkan SK Rektor No.616/JO5/SK/PP/2002 dan telah menerima 60 mahasiswa. Drs. M. Arif Nasution MA kemudian menjabat sebagai Dekan FISIP USU periode 2003-2007, dengan susunan Pembantu Dekan I Drs. Humaizi MA, Pembantu Dekan II Drs. Mukti Sitompul Msi, dan Pembantu Dekan III Drs. Burhanuddin Harahap. 4.1.1. Sarana dan Fasilitas di FISIP USU FISIP USU yang beralamat di Jl. Dr. A. Sofyan No. 1 Kampus USU Padang Bulan ini memiliki empat buah gedung yang berfungsi sebagai infrastruktur dalam kegiatan perkuliahan di kampus ini.Ke empat gedung tersebut terdiri atas : 1. Gedung A yang terdiri atas 4 ruang besar dan 7 ruang sedang 2. Gedung B yang terdiri atas 4 ruang besar 3. Gedung C yang merupakan ruangan yang di khususkan untuk kantor dengan rincian sebagai berikut : a. Lantai 1 : Ruang PD I, PD II, dan PD III Ruang Dharma Wanita Ruang Kantor Prodip III Adm. Perpajakan Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara b. Lantai 2 : Ruang Kantor Departemen yaitu Departemen Ilmu Komunikasi, Departemen Ilmu Administrasi Negara, Departemen Ilmu Politik, Departemen Ilmu Sosiologi, Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, dan Departemen Ilmu Antropologi. Ruang Laboratorium Radio Ilmu Komunikasi yaitu USUKOM Universitas Sumatera Utara c. Lantai 3 : Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium Komputer 4. Gedung D yang terdiri atas 2 ruang kecil, yaitu D III-1 dan D III-2 yang dipakai untuk perkuliahan. Sarana lainnya yang telah ada di FISIP USU adalah sarana peribadatan (Musholla), ruang Pemerintahan Mahasiswa (PEMA), kantin, lapangan bulu tangkis, layanan fotocopy, dan gedung serbaguna. 4.2. Profil Informan Profil informan dalam penelitian ini terdiri dari Masiswa Fisip USU yang terdaftar dalam situs Facebook.com. Profil : Mahasiswa Fisip USU 1. Eva (Pr, 23 tahun) Jurusan Antopologi’05 Eva adalah seorang mahasiswi tingkat 5 berusia 23 tahun, dan sedang menjalini perkuliahan di Fakultas Fisip. Kesibukannya adalah menyusun skripsi dalam menyelesaikan perkuliahan untuk memperoleh gelar sarjana. Eva bertempat tinggal di Jalan Jamin ginting kecamatan Medan Baru. Dalam wawancara dengan Eva, dia menyebutkan bahwa memang saat ini penggunaan Facebook sudah seperti rutinitas baginya. Setiap kali dia ke warnet untuk mencari bahan, tak lupa dia selalu untuk meluangkan waktu untuk membuka facebook. Baginya Facebook adalah sarana untuk menumpahkan segala isi pikirannya dengan berbagi dengan orang-orang yang menjadi temannya di facebook. Universitas Sumatera Utara Dia menambahkan bahwa facebook melintasi segala perbedaan usia dan status sosial, dan memudahkan kita untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri baginya untuk selalu aktif bahkan hanya untuk sekedar mengganti statusnya di facebook. 2. Yusniar (Pr, 23 tahun) Jurusan Kesejahteraan Sosial’06 Yusniar adalah seorang mahasiswi semester 7 yang berusia 23 tahun, Jurusan Kesejahteraan Sosial dan sedang menyusun skripsi untuk menyelesaikan perkuliahan demi untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Yusniar bertempat tinggal di Padang Bulan Pasar 1, Medan Baru. Dalam wawancara, Yusniar menyebutkan bahwa dia adalah salah satu pengguna Facebook yang aktif. Dia memiliki lebih dari seribu orang teman di Facebook. Sebelumnya dia sudah terdaftar di Friendster dan sekarang dia beralih ke facebook karena manurutnya Facebook memiliki banyak keunggulan dan memudahkannya berinteraksi dengan teman-teman facebooknya. Dia menambahkan bahwa facebook memiliki banyak Fitur yang banyak di mininati salah satunya adalah game-gamenya.Baginya facebook memudahkan dia untuk mengetahui keadaan teman-temannya dan apa saja yang mereka lakukan tanpa harus bertemu langsung dengan mereka. 3. Novaliawati (Pr, 23 tahun) Jurusan Sosiologi’05 Nova adalah seorang mahasiswi tingkat akhir yang lagi sibuk menyusun skripsi menyelesaikan perkuliahannya. Nova merupakan asli Medan dan tinggal bersama orang tuanya. Menurut nova penggunaan facebook sangat banyak membantu Universitas Sumatera Utara dia berhubungan dengan teman-temannya khususnya teman-teman SMAnya yang ada di luar kota Medan. Dia menambahkan bahwa di Facebook dia bisa berbelanja secara online karena di facebook banyak sekali terdapat iklan-iklan yang menawarkan berbagai macam produk. Mulai dari Handphone, Tas, Sepatu, Baju, dan lain-lain. tidak hanya itu facebook juga banyak memberikan kemudahan-kemudahan misalnya berbagi informasi dengan teman-teman di facebook. Di facebook ada yang namanya status, yaitu tempat kita menunjukkan apa yang sedang kita kerjakan, pikirkan, atau pendapat tentang sesuatu jadi kita bebas mengeluarkan isi pikiran kita, apalagi kalau kita orangnya tertutup kita bisa buat facebook menjadi tempat membuka diri karena kita tidak perlu takut dan malu karena kita tidak perlu bertatapan langsung ketika kita menyampaikan pikiran atau pendapat kita mengenai suatu hal, karena kita tidak dilarang untuk menuliskan apa yang kita inginkan, tetapi tuliskanlah dengan sopan dan mudah di mengerti oleh orang lain, begitu dia menjelaskan panjang lebar tentang facebook. 4. Hendra (lk, 23 tahun) Jurusan Ilmu Politik’06 Hendra adalah mahasiswa semester 7, jurusan Ilmu Politik Fisip USU. Hendra bertempat tinggal di Jalan. Jamin Ginting Padang Bulan Pasar 1 Medan. Hendra merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara. Berdasarkan hasil wawancara dengan Hendra facebook menjadi ajang berkreasi dan juga tempat untuk mengespresikan diri bersama teman-teman. Hendra sering menghabiskan waktu luang bersama temantemannya di facebook dengan bermain poker. Poker merupakan salah satu jenis permainan yang terdapat di facebook dan banyak di minati oleh anak muda terutama Universitas Sumatera Utara kaum laki-laki. Jenis permainan ini sama halnya dengan bermain kartu biasa, tapi uniknya kita bisa bermain dengan semua orang-orang dari berbagai belahan dunia ini. Facebook juga memudahkan kita untuk mengetahui keadaan teman-teman kita tanpa harus bertemu secara langsung dengan mereka. Berbagai fitur dan fasilitas di sediakan di facebook, yang memudahkan kita untuk bergaul dan mendapat banyak teman. Disamping itu juga kita belajar untuk menyampaikan isi pikiran dan hati kita kepada orang lain dengan berbagi cerita maupun pengalaman. 5. Rudi (Lk, 23 tahun) Jurusan Komunikasi Rudi adalah mahasiswa semester akhir di Fisip, Jurusan Komunikasi. Rudi adalah anak ke 2 dari 5 bersaudara. Rudi bertempat tinggal di Jalan Bahagia Padang Bulan. Dalam wawancara dengan Rudi dia menyebutkan Facebook memiliki peranan dalam hal pergaulannya dengan teman-temannya. Rudi merupakan seorang yang aktif di Organisasi Mahasiswa Kristen. Dia sering berintraksi dengan teman-temannya yang juga satu organisasi yang berada di kota yang berbeda. Meskipun belum pernah saling bertemu, namun kita sudah saling dekat satu sama lain, begitu penjelasannya. Di facebook kita bisa saling kenal lewat foto profil yang ditampilkan dan juga kita bisa melihat album teman kita. Banyak hal baru yang kita peroleh dari facebook, kita jadi lebih terbuka dengan dunia luar dan orang-orang yang selama ini jauh dari jangkauan kita. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari kita tidak punya keberanian untuk memulai Universitas Sumatera Utara pertemanan tapi lewat facebook kita bisa dengan mudah berteman dengan siapa saja yang kita inginkan. 6. Rebecka (Pr, 20 tahun) Jurusan Ilmu Komunikasi’09 Becka begitu sebutannya untuk mahasiswa semester dua Jurusan Ilmu Komunikasi ini. Dari wawancara dengannya dia banyak mengetahui tentang facebook. Dia menjelaskan di facebook banyak fitur yang sangat memudahkan kita dalam berinteraksi dengan banyak teman tidak terbatas oleh ruang dan waktu dan kita bisa bertemu dengan mereka tanpa harus keluar rumah karena kita bisa melakukannya di komputer atau handphone yang terdapat layanan internetnya. Kadang waktu tidak tersa berlalu, kita sudah menghabiskan waktu berjam-jam. Di facebook ada yang dinamakan status dimana kita dapat menunjukan apa yang sedang kita pikirkan, dan kita dapat menuliskannya di facebook dan membagikannya dengan semua orang. Posting dinding dimana kita dapat mengisinya dengan semua kegiatan yang kita lakukan di facebook dan juga apa yang dikatakan oleh teman-teman kita tentang foto dan video kita. Kita juga dapat membatasi orang yang ingin melihat informasi tentang kita, karena kita punya kontrol apa kita mau menampilkannya pada semua orang atau hanya pada teman-teman yang kita tentukan. 7. Sari (Pr, 22 tahun) Jurusan antropologi’06 Sari adalah mahasiswi Jurusan antropologi semester 7. Dalam wawancara dengan sari dia mengatakan bahwa facebook sudah tidak asing lagi baginya. Banyak Universitas Sumatera Utara hal dan pengalaman yang di dapatnya dari facebook. Yang paling berkesan baginya di facebook dia memiliki banyak teman dan bisa berbagi pengalaman dengan mereka. Dia memakai layanan handphone untuk membuka situs facebook. Dengan begitu dia akan lebih mudah untuk melakukannya kapan dan dimana saja. Sari menyatakan, mulai dari ketertarikannya akan facebook, karena memberikan banyak kemudahan akses yang lebih cepat dibandingkan friendster sampai menjalin relasi dan juga media promosi. 8. Helena (Pr, 22 tahun) Jurusan Antropologi’06 Helena adalah Mahasiswi Fisip USU Jurusan Antropologi. Bertempat tinggal di jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan. Dalam wawancara, helena memberikan pandangan bahwa facebook sangat dekat dengan sisi kehidupannya. Sari mengakui setelah ada facebook dia jarang sekali mengggunakan situs lain, karena facebook lebih lengkap, dan variasi aplikasinya sangat up to date. Dia mulai menikmati penggunaan facebook daripada situs pertemanan yang lain karena lebih canggih, lebih interaktif dan lebih cepat, tiap halamannya penuh script tapi dibukanya masih cepat, katanya menambahkan. Dia juga menambahkan bahwa Facebook memang lebih lengkap, dari mulai 'yahoo messenger' (Ym) sampai 'plurk', sharing foto sama video, bahkan nge-blog juga bisa pakai facebook, dia menjelaskan awalnya dia sangat malas membuat account untuk facebook, tapi setelah dipikir-pikir, sharing fotonya itu sangat menguntungkan juga buat yang tidak punya kamera, jadi dia ikut bergabung di Facebook, jelasnya. Universitas Sumatera Utara 9. Ita Mutia (Pr, 23 tahun) Jurusan Sosiologi’05 Mutia adalah mahasiswi Sosiologi semester akhir. Kesibukannya saat ini adalah menyusun skripsi guna menyelesaikan perkuliahannya. Dia berdomesili di kota Medan bersama orang tuanya. Dalam menyelesaikan skripsi dia banyak menghabiskan waktu di depan komputer. Di tengah kesibukannya dia itu dia membuka situs facebook.com karena menurut dia itu bisa juga memberikan "kelonggaran" untuk mengendorkan urat-urat syarafnya setelah habis mengetik skripsi. Selain itu, juga bisa mendapatkan informasi karena di situs itu juga terdapat blok-blok tentang ilmu pengetahuan. Bagi ita, Facebook itu dinilainya lebih banyak sisi positifnya, apalagi jika penggunanya mahasiswa yang cara berpikirnya lebih kritis dan dewasa, sehingga bisa membedakan mana baik dan buruknya. Karena itu dia mengaku tidak terlalu khawatir penggunaan Facebook di kalangan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa Fisip USU. 10. Frans (Lk, 23 tahun) Jurusan Administrasi Negara’06 Frans adalah Mahasiswa jurusan Administrasi Negara, bertempat tinggal di jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan. Dalam wawancara dengan frans dia menyatakan bahwa Facebook selain bisa menambah pertemanan juga bisa membuka kembali komunikasi dengan banyak teman lamanya dan itu membawa pengaruh baik bagi perkembangan sosial seseorang. Baik buruknya menggunakan Facebook itu tergantung orangnya. Semua itu tergantung individunya untuk menentukan sikap dalam menggunakan teknologi, begitu dia menjelaskan. Menurut Fans, penggunaan Universitas Sumatera Utara komputer dan laptop di ruang kuliah tidak dibenarkan membuka situs Facebook atau sejenisnya, bahkan situsnya di blok. Namun ternyata upaya itu tidak bisa dihempang karena para mahasiswa banyak memiliki fasilitas tersebut melalui telepon selulernya. 11. Inggrid (Pr, 22 tahun) Jurusan Antropologi’06 Ingrid adalah mahasiswi jurusan antropologi Fisip USU, Menurut pendapat Ingrid bahwa facebook adalah website social networking yang sangat menarik karena memiliki berbagai macam aplikasi menarik dan jarang dimiliki oleh website social networking lainnya. Selain itu melalui facebook kita dimudahkan untuk bertemu dengan teman-teman lama. Hanya dengan mengetik nama orang yang kita cari maka nanti akan muncul daftar orang-orang yang memiliki nama itu. Itulah kelebihan dari facebook karena para penggunanya menggunakan nama asli mereka. 12. Ahmad (Lk, 23 tahun) Jurusan Politik’06 Dalam hasil wawancara dengan ahmad dia menjelaskan bahwa facebook sangat membantunya dalam hal bersosialisasi dan memperoleh banyak teman baru dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Dia menjelaskan bahwa secara teknis facebook jauh lebih aman dan terjamin dibandingkan dengan situs pertemanan lain. dia bahkan menyarankan teman-temannya yang belum bergabung di facebook untuk segera mendaftarkan diri, karena kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan. setelah ada facebook mereka jarang sekali mengggunakan fasilitas lain, karena facebook lebih lengkap, dan variasi aplikasinya sangat up to date. Universitas Sumatera Utara 4.3. Sejarah Facebook Facebook adalah sebuah social networking yang baru saja dirintis pada tahun 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg. Mark Elliot Zuckerberg atau Mark Zuckerberg lahir lahir pada 14 Mei 1984 di Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat (AS). Ide berawal ketika dia bersekolah di Exeter High School, New Hampshire Saat itulah dia berkenalan dengan Adam D’Angelo. Zuckerberg lulus dan masuk Harvard University, awalnya membuat program Coursematch yang memungkinkan mahasiswa di kelas yang sama bisa melihat daftar teman-teman sekelas. Proyek selanjutnya membuat facemash.com. Lewat situs ini para pengunjung bisa memberi stempel “keren” atau “jelek” foto seorang siswa, dan membuat Zuckerberg dipanggil oleh Badan Administrasi Universitas Harvard karena dianggap membobol sistem keamanan komputer kampus, melanggar peraturan privasi di internet, dan melanggar hak cipta. Oleh karena itu ia membuat Facebook dan diluncurkannya pada tahun 2004. Dalam waktu singkat duapertiga mahasiswa Harvard jadi pengguna Facebook. Teman sekamarnya, Dustin Moskovitz dan Chris Hugh, dberhasil mengembangkan sayap ke Universitas Stanford, Columbia, Yale, Ivy College, dan beberapa sekolah lainnya di wilayah Boston. Dalam waktu singkat, mereka meluncurkan Facebook ke 30 sekolah. Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana. Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker Universitas Sumatera Utara (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook.Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook. Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook. Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja Universitas Sumatera Utara kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail. Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar. Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook. 4.3.1. Situasi Situs Pengguna Facebook kini dapat bebas bergabung ke banyak jaringan yang diatur berdasarkan kota, lokasi kerja, sekolah maupun negara. Jaringan-jaringan ini kemudian akan menghubungkan para anggotanya. Sesama pengguna dapat berhubungan dengan teman-temannya dan bisa saling melihat isi profil pribadi. Situs Facebook mendapatkan pemasukan utama dari iklan-iklan yang terpasang padanya. Para pengguna bebas membuat profilnya masing-masing yang di dalamnya bisa berisi foto dan info-info pribadi lainnya. Selain itu dapat juga saling mengirim pesan, bergabung dengan sebuah grup atau lebih. Secara default, Facebook mengatur profil pengguna hanya bisa diakses oleh sesama pengguna yang telah berteman. Namun pengaturan ini bisa nanti dirubah jika diinginkan. Universitas Sumatera Utara Microsoft adalah mitra eksklusif Facebook dalam menayangkan iklan-iklan banner. Inilah sebabnya mengapa Facebook hanya menayang iklan-iklan yang termuat dalam jaringannya Microsoft. Menurut comScore (situs periset internet marketing) saat ini Facebook mengumpul data pengguna sebanyak yang dikumpulkan oleh Google dan Microsoft. Dalam hal tampilan, Facebook sering dibanding-bandingkan dengan MySpace dan Friendster. Namun perbedaaan utama antara mereka ialah MySpace dan Friendster mengizinkan pengguna mendekorasi tampilan profilnya dengan fitur HTML dan CSS, sedangkan Facebook hanya mengizinkan fitur teks saja sehingga semua tampilan profil pengguna terlihat seragam. Perkembangan Facebook Tahun 2004 Pada semester berikutnya, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2004, Zuckerberg membuat sebuah situs baru bernama “The Facebook” yang beralamat URL: http://www.thefacebook.com. Untuk situs barunya ini, Zuckerberg berkomentar sarkas: “Menurutku upaya pihak kampus yang ingin membuat media pertukaran informasi antar civitas akademik yang butuh waktu bertahun-tahun adalah hal yang konyol. Dengan situsku ini, aku bisa mengerjakannya cuma dalam waktu seminggu saja”. Saat pertama kali diluncurkan “The Facebook” hanya terbatas di kalangan kampus Harvard saja. Dan sungguh menakjubkan! Dalam waktu satu bulan para penggunanya sudah mencakup lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard saat Universitas Sumatera Utara itu. Selanjutnya, sejumlah rekan Zuckerberg turut bergabung memperkuat tim thefacebook.com. Mereka adalah Eduardo Saverin (analis usaha), Dustin Moskovitz (programmer), Andrew McCollum (desainer grafis), dan Chris Hughes. Bulan maret 2004, the facebook.com mulai merambah ke beberapa kampus lain di kota Boston, AS dan juga ke sejumlah kampus ternama seperti Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League. Tak butuh waktu lama, situs ini telah tersebar penggunaannya di hampir semua kampus di AS dan Kanada. Bulan Juni 2004, Zuckerberg, McCollum dan Moskovitz memindahkan markas ke Palo Alto, California. Di sini mereka turut dibantu juga oleh Adam D'Angelo dan Sean Parker. Pertengahan 2004, thefacebook.com mendapat investasi pertamanya dari salah seorang pendiri PayPal, Pieter Thiel. Universitas Sumatera Utara Tahun 2005 Bulan Mei 2005, thefacebook.com mendapat suntikan dana segar hasil join venture dengan Accel Partners. Tanggal 23 Agustus 2005, thefacebook secara resmi membeli nama domain mereka dari Aboutface.com seharga USD 200.000 dan sejak saat itu penggalan frase “the” tidak dipakai lagi sehingga nama mereka resmi menjadi facebook.com. Pada tahun 2005 ini juga, facebook telah memperluas jangkauan pengguna ke kalangan pelajar SMA. Masih di tahun yang sama, sejumlah universitas di Meksiko, Inggris Raya, Australia dan Selandia Baru juga sudah bisa menikmati jaringan Facebook. Tahun 2006 Awal tahun 2006, Facebook diisukan akan diakuisisi oleh sebuah perusahaan dengan harga USD 750 juta, bahkan tawarannya melonjak hingga USD 2 miliar. Namun kabar ini tak terbukti. Pada bulan April 2006, Facebook mendapat suntikan dana segar USD 25 juta hasil investasi dari Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners. Bulan Mei tahun yang sama Facebook mulai merambah benua Asia melalui India. Di pertengahan tahun, gilliran Israel dan Jerman. Akhirnya pada 11 September 2006, Facebook merubah status registrasinya menjadi “free to join” bagi semua pemilik alamat email valid di seluruh dunia. Universitas Sumatera Utara Tahun 2007 Bulan September 2007, Microsoft mengumumkan telah membeli 1,6% saham Facebook senilai USD 15 miliar. Dalam pengambilan saham ini juga tercakup kesepakatan bahwa Microsoft memiliki hak untuk memasang iklan mereka di Facebook. Melihat langkah ini sejumlah pemain raksasa lain seperti Google, Viacom, Friendster juga mengungkapkan minat mereka untuk berinvestasi di Facebook. Sebelumnya di tahun 2006, Yahoo! telah menawarkan tawaran akuisisi senilai USD 1 miliar. November 2007, seorang miliuner Hongkong Li Ka-shing menanam investasi senilai USD 60 juta di Facebook. Tahun 2008 Pada Agustus 2008, majalah Business Week melaporkan sejumlah pihak lain telah ikut menanamkan saham di Facebook sehingga diperkirakan nilai Facebook berkisar antara USD 3.75 miliar sampai USD 5 miliar. Tahun 2009 – Sekarang Pengguna situs jejaring sosial facebook kini telah mencapai lebih dari 24 juta orang dari berbagai belahan dunia. Banyak sekali dampak yang dihasilkan oleh facebook khususnya terhadap perkembangan teknologi informasi dunia, baik iyu berdampak positif maupun yang berdampak negatif yang akhir-akhir ini banyak dirasakan. Universitas Sumatera Utara Perkembangan Negatif Facebook • Pada Desember 2008, Mahkamah Agung Australia memutuskan menggunakan data-data pengguna Facebook sebagai salah satu dasar dalam penentuan putusan perkara. • Universitas New Mexico pada Oktober 2005 memblokir akses Facebook dalam jaringannya dengan dalih situs Facebook bukan merupakan situs penunjang kampus. Pemerintah Provinsi Ontario, Kanada juga memblokir akses Facebook dengan alasan yang hampir serupa. • Beberapa negara sampai saat ini masih melarang akses Facebook ke warga negaranya. Pemerintah Syria melarang akses Facebook dengan alasan situs ini akan dimanfaatkan oleh Israel untuk meluaskan pengaruhnya. Pemerintah Iran juga memblokir Facebook karena khawatir media ini akan digunakan pihak oposisi untuk menggalang jaringannya. • Pada 5 Februari 2008, seorang warga negara Maroko, Fouad Mourtada, ditahan oleh kepolisian setempat karena membuat profil palsu atas nama Pangeran Moulay Rachid yang merupakan salah satu anggota keluarga Kerajaan Maroko. • Sejumlah pengguna yang ingin keluar dari jaringan Facebook mengeluh kesulitan dalam menghapus profilnya. Hal ini terjadi karena sebelumnya Facebook hanya mengizinkan pengguna untuk sekedar deaktivasi saja sedangkan data-data pribadi tetap tersimpan dalam server Facebook. Kebijakan ini banyak dikritik oleh para pengguna yang ingin benar-benar menghapus seluruh datanya. Menanggapinya, pihak Facebook kemudian Universitas Sumatera Utara merubah kebijakan pada 29 Februari 2008 sehingga sejak saat itu pengguna yang ingin keluar dapat meminta data-data pribadinya untuk dihapus sama sekali dari jaringan Facebook. • Pada 2004, ConnectU, sebuah situs yang mirip dengan Facebook, membuat tuntutan hukum kepada Zuckerberg atas tuduhan penjiplakan ide kreatif dan source code. Para pendiri ConnectU (Divya Narendra, Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss) yang merupakan rekan sekelas Zuckerberg di Harvard beranggapan bahwa konsep dasar Facebook adalah ide mereka dan Zuckerberg hanyalah orang yang disewa untuk mendesainnya. • Seorang warga negara Kanada, Adam Guerbuez, pernah memanfaatkan situs Facebook untuk mengiklankan produk pembesaran penis dan penggunaan mariyuana. Pihak Facebook kemudian menggugat Guerbuez di pengadilan setempat dan memenangi gugatan itu. • Pada 24 Juli 2008, Grant Raphael, seorang warga Inggris diseret ke meja hijau atas tuduhan membuat profil palsu yang isinya menghujat mantan rekan bisnisnya, Mattew Firsht, sebagai seorang homoseksual. • Pesepakbola tenar Italia, Alessandro Del Piero menggugat Facebook pada 9 Februari 2009 karena memuat profil palsu dirinya yang berisi tautan-tautan ke berbagai situs propaganda Nazi. Del Piero kemudian menyatakan bahwa ia bukan pendukung Nazi dan sama sekali tidak pernah memiliki akun apapun di Facebook. Universitas Sumatera Utara 4.3.2. Fitur Facebook memiliki sejumlah fitur interaksi antar sesama pengguna yang di antaranya adalah fitur ‘Wall/Dinding’, ruang tempat sesama pengguna mengirimkan pesan-pesan terbuka, ‘Poke/Colek’, sarana untuk saling mencolek secara virtual, ‘Photos/Foto’ ruang untuk memasang foto, dan ‘Status’ yang menampilkan kondisi/ide terkini pengguna. Mulai Juli 2007, Facebook mengizinkan pengguna untuk mengirim berbagai lampiran (tautan, aplikasi, dsb) langsung ke Wall/Dinding, di mana sebelumnya yang diizinkan hanya teks saja. Seiring perjalanan waktu, Facebook menambahkan beberapa fitur baru ke dalam situsnya. Pada September 2006, Facebook mengumumkan peluncuran News Feed/Rangkaian Kabar Berita yang berisi kilasan informasi dari masing-masing pengguna. Mulanya fitur ini bersifat terbuka dan bisa dilihat oleh siapa saja. Namun setelah mendapat keluhan dari beberapa pengguna, pihak Facebook merubah pengaturan fitur ini sehingga kini pengguna dapat mengatur mana yang bisa ditampilkan di News Feed/Rangkaian Kabar Berita dan mana yang tidak. Fitur Catatan/Notes ditambahkan pada 22 Agustus 2006. Dalam fitur ini pengguna bisa mengimpor tulisannya di blog lain (Xanga, LiveJournal, Blogger, dll) untuk ditampilkan di Facebook. Tanggal 7 April 2008, Facebook meluncurkan salah satu fitur favorit yaitu ‘Chat/Obrolan’, tempat di mana para pengguna bisa saling berkirim pesan pribadi secara langsung dan real time. Fitur ‘Gifts/Hadiah’ dimulai pada 8 Februari 2007. Fitur ini adalah fitur untuk saling berkirim hadiah. ‘Hadiah’ bisa dibeli dengan harga USD 1 dan ditambahkan pesan pribadi. Tanggal 14 Mei 2007, Facebook memperkenalkan ‘Marketplace’ yang Universitas Sumatera Utara mengizinkan pengguna untuk beriklan secara gratis. Fitur beriklan gratis ini dibuat untuk menyaingi fitur serupa yang diperkenalkan oleh Craiglist. Juli 2008, Facebook merapikan tampilan situs sehingga setiap kategori (dinding, info, foto, dll) memiliki tab-tab terpisah. Mulai Maret 2009, Facebook merapikan tampilan “Home/Beranda. 4.3.3. Platform Pada 24 Mei 2007, Facebook mempromosikan Facebook Platform. Ini adalah sarana bagi para pengembang software untuk menciptakan aplikasi yang bisa digunakan di Facebook. Langkah ini segera disambut oleh para pengembang software sehingga sampai 25 Maret 2009 tercatat ada 52.000 aplikasi dengan jumlah pengembang sebanyak 660.000 pihak. 4.3.4. Panduan Cara Membuat Account Facebook 1. Masuk ke halaman muka facebook 2. Ketemu 5 kolom bertajuk Sign Up isi kolom tersebut. 3. Nama lengkap anda di kolom Full Name 4. Alamat e-mail (yang anda gunakan) di kolom Your Email 5. Password yang anda inginkan di kolom New Password 6. Jenis kelamin anda di I Am, Male untuk laki – laki dan Female untuk perempuan 7. Tanggal lahir anda di birthday 8. Klik Sign Up. Universitas Sumatera Utara 9. Setelah menklik sign up, anda akan derikan sebuah captcha, atau image verification. Satu metoda untuk memastikan apakah anda benar – benar manusia atau hanya spambot, program spamming. Sekarang, perhatikan tulisan acak yang tertera, lalu tuliskan di kolom Text in the box. Klik sign up lagi Security Check, memastikan anda adalah manusia. Ketikkan dalam boks tulisan acak yang anda lihat. Setelah prosedur ini, halaman berisi terima kasih untuk sign-up selanjutnya cek email anda akan muncul . Sekarang, buka account e-mail anda. Facebook memiliki sistem verifikasi penamaan yang cukup ketat. Mereka (sebenarnya) hanya mengizinkan penggunaan nama asli anda sebagai display name. Jika anda menggunakan nickname, terutama yang mengandung unsur numerik, atau menggunakan font besar kecil menyebalkan ala abg s3P3rt1 iN1, siap – siap mengisi kolom lagi karena permintaan aplikasi sebagai anggota anda akan ditolak. Selanjutnya buka emailnya, dan klik link yang diberikan pada e-mail tersebut. Universitas Sumatera Utara Facebook berusaha membuat aplikasinya senyaman mungkin digunakan. Maka dari itu, halaman pertama yang anda jumpai sekarang adalah halaman getting started. Panduan memulai untuk facebook. Memulai Aktifitas Anda di Facebook 1. Selanjutnya, anda di hadapkan dengan fitur “import friend” dari account email anda. caranya mudah, cukup tulis alamat email dan password anda. Tapi jika anda enggan, lewati saja dengan menekan link skip this step. 2. Selanjutnya, anda di hadapkan dengan form Fill Out Yor Profile Info. Isi informasi anda mengenai sekolah, universitas, dan tempat kerja anda, hal ini akan memudahkan fitur “friend finder” nantinya. 3. Setelah langkah kedua, anda akan diberikan form kosong untuk memilih network. Network di facebook merupakan fitur pembagian yang serius, dan jangan main – main dengan hal ini. Klik link other countries di bawah kolom, lalu pilih Indonesia. Klik Join. Proses mendaftarkan diri anda ke facebook sudah selesai. Memahami panel facebook dapat anda lakukan seiiring dengan perjalanan waktu. Mulai dengan mengisi profile anda, agar orang lain dapat menemukan anda dengan mudah. Mulai cari teman anda, dan tambahkan ke friendlist. Universitas Sumatera Utara Cara membuat account facebook anda berantar muka bahasa 1. Lihat di bagian bawah halaman. Ada tulisan English (US)? 2. Klik link tersebut, akan muncuk sebuah dropdown 3. Klik pilihan Bahasa Indonesia . Universitas Sumatera Utara 4.4. Fenomena Penggunaan Facebook Di era globalisasi sekarang ini, mau tidak mau kita harus menerima keberadaan informasi teknologi (IT). Semua informasi hampir bisa diakses melalui alat digital tersebut. Salah satu fasilitas pada internet tersebut menyediakan situs jejaring sosial, seperti Facebook yang saat ini sudah menggejala di semua lini termasuk kalangan masyarakat termasuk mahasiswa. Fenomena Facebook di mahasiswa itu kini perlu mendapat perhatian, sebab keberadaannya dapat berdampak buruk terhadap penggunanya. Sama dengan hal lainnya, penggunaan Facebook tidak akan menimbulkan dampak yang buruk jika digunakan sebagaimana mestinya, normal, dan tidak berlebihan. Namun, jika terlalu sering menggunakan fasilitas ini, dikhawatirkan akan terjadi ketergantungan yang tidak sehat, serta penyalahgunaan fasilitas yang tidak benar. Apalagi tanpa mengenal batas waktu, sehingga menyita waktu belajar dan istirahat. Namun untuk menghambatnya merupakan suatu hal yang tak mungkin dilakukan, sebab kini merupakan era globalisasi yang menuntut perkembangan dan perubahan zaman melalui IT. Untuk itu perlu adanya kesadaran dan pehamanan dalam menyikapi keberadaan situs tersebut. Pengguna Facebook bagi yang kuliah harus berhati-hati, sebab semakin sering menggunakan Facebook, semakin sedikit waktu untuk belajar. Sehingga dikhawatirkan berpengaruh buruk terhadap nilai-nilai mata kuliah. Seburuk apapun dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu diperlukan berbagai upaya dan strategi untuk meminimalisirnya agar lebih banyak Universitas Sumatera Utara manfaat yang diperoleh. Karena itu peran serta pemerintah, orangtua, Dosen, Kampus, dan lingkungan dituntut terlibat untuk mengantisipasi dampaknya. Meskipun Facebook itu memiliki sisi buruk, tapi pada sisi lainnya juga bermanfaat bagi penggunanya. Seseorang yang memiliki sifat yang tertutup dan tidak bisa menyampaikan sesuatu secara lisan, maka dengan Facebook hal itu dapat disalurkannya ke dalam bentuk tulisan. Berikut penuturan informan penelitian : “Facebook apabila dipergunakan sesuai dengan proporsinya lebih banyak sisi positifnya, seseorang yang mempunyai sifat tertutup dan pemalu di facebook dia akan belajar untuk mengemukaan pendapat dan isi hatinya” (A, lk, 23 tahun) Diperkuat oleh informan berikut : “Facebook selain bisa menambah pertemanan juga bisa membuka kembali komunikasi dengan banyak teman lama dan itu membawa pengaruh baik bagi perkembangan sosial seseorang. Baik buruknya menggunakan Facebok itu tergantung orangnya” (F, lk, 23 tahun) Juga diperkuat oleh informan berikut : "Jika dia menggunakan untuk hal-hal kurang bermanfaat, maka yang rugi dirinya sendiri karena telah menyalah gunakan tehnologi yang ada Sebaliknya Facebook itu bisa bermanfaat bila mencari hal positifnya, “Bagi saya, Facebook itu lebih banyak sisi positifnya, apalagi jika penggunanya mahasiswa yang cara berpikirnya lebih kritis dan dewasa, sehingga bisa membedakan mana baik dan buruknya. Karena itu dia mengaku tidak terlalu khawatir penggunaan Facebook di kalangan mahasiswa, terutama bagi mahsiswa Fisip USU” (H,lk, 23 tahun). 4.4.1. Fakta sosial mempengaruhi Tingkat Penggunaan Facebook Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu Universitas Sumatera Utara di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. Paradigma fakta sosial diambil dari karya Durkheim The Rules Of Sociological Method (1895) dan Suicide (1897). Fakta sosial bersifat eksternal, umum (general), dan memaksa (coercion). Fakta sosial mempengaruhi tindakan-tindakan manusia. Tindakan individu merupakan hasil proses pendefenisian realitas sosial, serta bagaimana orang mendefenisikan situasi. Maraknya situs pertemanan online yang di buat oleh para provider internet ini telah membius sebagian manusia di dunia untuk duduk berlama-lama di depan komputer. Pengguna Facebook bukan hanya anak muda. Facebook telah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat dan usia. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, karyawan, hingga ibu rumah tangga. Aktivitas mereka bersama Facebook telah dimulai sejak bangun tidur, ketika sampai di kantor atau kampus, sambil bekerja atau kuliah, hingga pulang dari kantor atau kampus. Bisa dibilang bahwa aktivitas sehari hari mereka tidak bisa lepas dari Facebook. Para informan tersebut setiap hari online di Facebook walaupun hanya sekedar untuk melihat pesan, melihat komentar atau status terbaru dari teman - teman mereka di jejaring Facebook. Mereka mengaku tidak ingin kehilangan informasi mengenai kondisi terkini di dunia Facebook mereka walaupun sedang bekerja atau kuliah. Pernyataan diatas sesuai dengan yang diutarakan oleh beberapa informan penelitian: “Penggunaan Facebook sudah seperti rutinitas bagi saya. Setiap kali saya ke warnet untuk mencari bahan, tak lupa saya selalu untuk meluangkan waktu untuk membuka facebook. Facebook adalah sarana untuk menumpahkan segala isi pikirannya dengan berbagi dengan orang-orang yang menjadi temannya di facebook.” (E, pr, 23 tahun) Universitas Sumatera Utara Diperkuat oleh informan berikut : “Facebook menjadi ajang berkreasi dan juga tempat untuk mengespresikan diri bersama teman-teman. Saya sering menghabiskan waktu luang bersama temanteman di facebook dengan bermain poker.”(H, lk, 23 tahun) Juga semakin diperkuat oleh informan berikut : “Facebook memiliki banyak fitur yang sangat memudahkan kita dalam berinteraksi dengan banyak teman tidak terbatas oleh ruang dan waktu dan kita bisa bertemu dengan mereka tanpa harus keluar rumah karena kita bisa melakukannya di komputer atau handphone yang terdapat layanan internetnya. Kadang waktu tidak terasa berlalu, kita sudah menghabiskan waktu berjam-jam.” (B, pr, 22 tahun) Inilah yang menjadi fakta sosial yang ada saat ini. Para informan tersebut setiap hari online di Facebook walaupun hanya sekedar untuk melihat pesan, melihat komentar atau status terbaru dari teman - teman mereka di jejaring Facebook. Mereka mengaku tidak ingin kehilangan informasi mengenai kondisi terkini di dunia Facebook mereka walaupun sedang bekerja atau kuliah. 4.4.2. Rasionalitas Mahasiswa dalam menentukan pilihan menggunakan situs Facebook Tahun 1989 Coleman mendirikan jurnal Rationality and Society yang bertujuan menyebarkan pemikiran yang berasal dari perspektif rasional. Coleman menerbitkan buku yang berpengaruh “Foundationals of Society Theory”. Dimana buku tersebut berdasarkan perspektif purasional. Coleman sangat dipengaruhi Robert K. Merton (teori struktural fungsional modren) dan dipengaruhi juga oleh Durkheim (teori stuktural fungsional klasik) dalam faktor sosial sebagai penentu pelaku individu. Coleman dalam teori rasionalnya menerangkan dan menganalisa masalah tingkat mikro dan makro maupun peran yang dimainkan oleh faktor individual Universitas Sumatera Utara sedangkan tingkat mikro dipengaruhi oleh perilaku kolektif. Coleman menyatakan pilihan teori pilihan rasional dapat menjelaskan semua fenomena makro, tidak hanya yang teratur dan stabil saja. Coleman dalam teorinya memusatkan pada sistem sosial yaitu fenomena makro yang dipengaruhi oleh faktor individual (Ritzer, 2004: 394395). Facebook.com merupakan salah satu penyedia layanan jaringan sosial di dunia maya. Telah banyak penjelasan tentang Facebook.com yang mengatakan bahwa situs ini merupakan situs favorit yang memiliki user 1.333.649. Terhitung sampai 22 Februari 2009, 1.333.649 user Indonesia telah terdaftar di Facebook dan sekitar 73% (976.372 orang) di antaranya adalah user usia produktif (18-34 tahun). Dilihat dari gender, 688.306 user laki-laki dan 600.045 user perempuan. (Allfacebook.com; 2009) Selain fabook.com tentu banyak sekali situs serupa dengan penawaran yang sama dengan facebook, fitur-fitur yang hampir sama, seperti friendster.com, myspace.com, hi5.com, lifeconector.com, multiply.com. namun facebook mempunyai daya tarik tersendiri untuk nenikat hati para penggiatnnya. Berbeda dengan Friendster yang mengharuskan pengguna layanan ini untuk membuat account komunitas, di Facebook bisa dibuat group, di mana group ini memiliki fitur yang sangat baik untuk membuat komunitas online, seperti diskusi foto, hingga wall atau testimonial, dan semuanya ini yang membuat facebook lebih umum. Universitas Sumatera Utara Facebook lebih diminati masyarakat dibandingkan friendster yang telah ada lebih dulu, karena facebook dinilai lebih canggih dan lebih lengkap, selain itu facebook memiliki desain halaman Web yang elegan dan aplikasi yang cukup kreatif. Keunggulan Facebook 1. Facebook merupakan situs jaringan sosial terbesar di dunia saat ini. 2. Tampilan facebook lebih simpel dibanding situs jaringan sosial lainnya yang lebih menonjolkan grafis seperti friendster, myspace, dll. 3. Menu lebih lengkap dan mudah untuk dimengerti sehingga memudahkan facebooker yang masih pemula (newbie). 4. Di facebook kita dapat mengetahui siapa-siapa saja teman kita yang sedang online dan dapat melakukan chatting dengan mudah. 5. Dalam hal translate bahasa, facebook nomor satu. Karena facebook menyediakan layanan translate bahasa-bahasa yang lebih lengkap. 6. Di facebook, anda akan merasa sangat nyaman karena tidak adanya iklan yang tampil di profil facebook anda. 7. Info-info facebook lebih lengkap seperti lowongan pekerjaan, universitas, dll. 8. Keamanan account terjamin. 9. Lebih interaktif dan reliable, tidak perlu refresh dulu untuk mengetahui apa yang teman lain lakukan (Ajax Technology). 10. Banyak applikasi lain yang mendukungnya (games, video, dll). Universitas Sumatera Utara Pernyataan diatas sesuai dengan yang diutarakan oleh beberapa informan penelitian: “Saya mulai menikmati penggunaan facebook daripada situs pertemanan yang lain karena lebih canggih, lebih interaktif dan lebih cepat. "Saya sampai heran, padahal tiap halamannya penuh script tapi dibukanya masih cepat," (H, pr, 22 tahun) Diperkuat oleh informan berikut: “Setelah ada facebook kita jarang sekali mengggunakan fasilitas lain, karena facebook lebih lengkap, dan variasi aplikasinya sangat up to date, secara teknis facebook jauh lebih aman dan terjamin dibandingkan dengan situs pertemanan lain”. (A, lk, 23 tahun) Juga diperkuat oleh informan berikut: "Facebook memang lebih lengkap, dari mulai 'yahoo messenger' (Ym) sampai 'plurk', sharing foto sama video, bahkan nge-blog juga bisa pake facebook, awalnya saya sangat malas membuat account untuk facebook, tapi setelah dipikir-pikir, sharing fotonya itu sangat menguntungkan buat saya yang tidak punya kamera, jadi saya ikut bergabung di Facebook. (H, pr, 22 tahun) 4.4.3. Perilaku Sosial Mahasiswa dalam Penggunaan Facebook Perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara individu dan lingkungannya yang terdiri atas bermacam-macam objek sosial dan non sosial. Perilaku sosial adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku. B.F. Skinner (1953,1957,1974) membantu fokus perilaku (behavior) melalui percobaan yang dinakan operant behavior dan reinforcement. Yang dimaksud dengan operant behavior adalah setiap perilaku yang beroperasi dalam suatu lingkungan dengan cara tertentu, lalu memunculkan akibat atau perubahan dalam lingkungan tersebut. Universitas Sumatera Utara Misalnya, jika kita tersenyum kepada orang lain yang kita hadapi, lalu secara umum, akan menghasilkan senyuman yang datangnya dari orang lain tersebut. Dalam kasus ini, tersenyum kepada orang lain tersebut merupakan operant behavior. Yang dimaksud dengan reinforcement adalah proses dimana akibat atau perubahan yang terjadi dalam lingkungan memperkuat perilaku tertentu dimasa yang akan datang. Facebook.com merupakan salah satu penyedia layanan jaringan sosial di dunia maya. Beberapa fitur yang ditawarkan memudahkan para user untuk berekspresi dalam menarik perhatian para user lainnya dan nantinya akan berkenalan dan membentuk jaringan pertemanan baru. Apabila satu user telah masuk ke dalam komunitas yang dibentuk maka dia akan dapat mengakses segala informasi dari user yang telah dimasukinya. Facebook telah memfasilitasi pembentukan jalinan pertemanan dikalangan penggunanya tanpa harus ada kontak langsung antara para pengguna. Begitu mudahnya mengakses teman-teman sehingga jaringan pertemanan dapat dengan cepat terbentuk tanpa perantaraan orang, tanpa banyak prosedur yang membingungkan. Sangat jarang dijumpai jaringan power yang mengikat anggotanya dalam struktur jaringan yang memiliki kewajiban yang mesti dijalankan oleh anggotanya. Disini yang ada hanya emosi, kalau terus di pupuk dapat menjadi erat, tidak ada paksaan, para pelaku melakukan kegiatan apapun dengan sukarela. Selain facebook.com tentu banyak sekali situs serupa dengan penawaran yang sama dengan facebook, fitur-fitur yang hampir sama, seperti friendster.com, myspace.com, hi5.com, lifeconector.com, multiply.com. Semua situs-situs ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tetapi disamping itu semua situs jaringan pertemanan memberikan sensasi yang lain dalam berteman. Masuknya Universitas Sumatera Utara facebook mengantarkan penggunanya ke alam yang penuh semangat baru, membuat penggunanya ingin terus-menerus berada didalamnya. Sama dengan hal lainnya, penggunaan Facebook tidak akan menimbulkan dampak yang buruk jika digunakan sebagaimana mestinya, normal, dan tidak berlebihan. Namun, jika terlalu sering menggunakan fasilitas ini, dikhawatirkan akan terjadi ketergantungan yang tidak sehat, serta penyalahgunaan fasilitas yang tidak benar. Beberapa pengaruh penggunaan dan penyalahgunaan Facebook di kalangan anak muda adalah : • • Kurangnya waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas. Kurangnya waktu untuk bersosialisasi dan berinteraksi secara langsung dengan orang lain dan lingkungan. • • Membuat lupa waktu sehingga pola hidup tidak teratur. Masyarakat terbiasa melalukan hal-hal dengan praktis, sehingga tidak termotivasi untuk melakukan hal-hal yang sulit. • • • Pola finansial yang terkesan membuang-buang uang. Penyebaran foto-foto yang tidak sopan. Perceraian, karena dapat berteman dan berkomunikasi secara bebas, situs pertemanan seperti Facebook dapat menimbulkan kecemburuan dan perselingkuhan. • Menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk membedakan hal nyata dan tidak nyata, yaitu gejala penyakit neurotik skizofrenia. Universitas Sumatera Utara • • • • Membuat seseorang menjadi ingin tahu urusan orang lain. Beredar banyak kata-kata yang tidak sopan. Pamer. Sering dijadikan ajang untuk membicarakan narkoba dan seks. Dari sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan asal University of Washington, terungkap kalau 54 persen remaja yang tergabung di Facebook dan Myspace, sering membicarakan hal yang sensitif seperti narkoba dan seks di forum ini. • Menyebabkan gejala kenarsisan. Para peneliti mengatakan bahwa jumlah pesan dan postingan di halaman 130 pengguna Facebook sangat berkorelasi dengan seberapa narsisnya mereka. Pimpinan studi Laura Buffardi Ph.D, mengatakan bahwa ini setara dengan seberapa narsisnya mereka di dunia nyata. Orang yang narsis di Facebook bisa ditandai dengan tampilan yang glamour pada foto diri utama mereka. Di studi terdulu, ilmuwan menemukan bahwa halaman personal Web sangat popular di kalangan kaum narsis, namun bukan berarti semua pengguna Facebook adalah narsis. Ditemukan, bahwa orang narsis bisa jadi terlihat sangat menarik, narsis bisa diarahkan ke hal yang positif jika ditujukan kepada kegiatan dan hal-hal yang positif, biasanya orang-orang ini tergolong kreatif. Universitas Sumatera Utara Ketika ruang interaksi virtual ala Facebook mendominasi keseharian masyarakat, tentu saja waktu untuk berkumpul secara nyata ikut berkurang. Perlahan sisi humanis memudar karena perhubungan di Facebook lebih mengedepankan imajinasi dan visualisasi. Facebook yang muncul dengan latar belakang Amerika Serikat tentu tidak lepas dari kultur individualistik masyarakatnya. Meski demikian, hasrat alamiah ingin berinteraksi dengan orang lain tidak bisa mereka bendung. Maka diciptakanlah ruangruang yang bisa menyalurkan hasrat alamiah ini dengan tetap mempertahankan sikap individualistik itu. Tentu sarana yang tepat adalah internet dengan situs jaringan sosial yang bisa diakses secara privat/sendirian, tanpa harus melibatkan “emosional humanistik”, kecuali rasa kepercayaan (trust) saja. Berbeda dengan kultur masyarakat Indonesia yang komunal. Tempat ekspresi individu lebih sering dilakukan di komunitas sosial baik itu payuguban maupun organisasi masyarakat, ataupun organisasi keagamaan. Keterlibata didasarkan pada satu tujuan bersama dan ikatan emosional. Dorongan yang muncul karena ada rasa “Saya ada bagian tak terpisahkan dari komunitas ini”. Pernyataan diatas sesuai dengan yang diutarakan oleh beberapa informan penelitian : "Penggunaan IT memang penting seiring dengan perkembangan dan tuntutan era globalisasi itu. Penggunaan Facebook secara berlebihan sehingga menyita waktu menjadikan orang lebih terisolasi atau memicu orang untuk mengisolasikan diri. Akibatnya, hubungan mulai menjadi kering ketika para individunya menghindari pertemuan dengan teman-teman atau keluarga dan lebih memilih berlama-lama menatap komputer (atau ponsel). Malah ketika akhirnya berinteraksi dengan temantemannya menjadi gelisah karena "berpisah" dari komputernya” (H, lk, 23 tahun) Universitas Sumatera Utara Diperkuat oleh informan berikut: “Keranjingan pada Facebook ini adalah salah satu sinyal bahwa masyarakat Indonesia semakin melek teknologi informasi yang sedang menjadi tren di dunia global. Namun, dengan semakin modern peradaban dunia global, kebutuhan manusia modern akan pengakuan terhadap eksistensi diri mereka dengan bersosialisasi dengan orang lain di sekeliling mereka sebagai kebutuhan dasar manusia biasa semakin sulit untuk terpenuhi”.(B, lk, 23 tahun) Juga diperkuat oleh informan berikut: “Pada dasarnya, setiap orang itu bangga dengan dirinya, bangga dengan foto diri, bangga dengan wajahnya serta bangga dengan momen-momen terbaiknya sehingga sangat memuaskan batin jika kebanggaan tersebut dapat di lihat oleh orang lain, bahkan jutaan orang di internet. Ini adalah sifat dasar manusia yang kemudian mendorong Facebook untuk menjadi candu dalam diri sendiri. Dengan kata lain, Facebook menjadi sebuah media berekspresi bagi para narsis di seluruh dunia”.(R, lk, 23 tahun) Namun, sesuatu yang wajar juga ketika teknologi masuk ke areal tertentu dapat berdampak negatif terhadap penggunanya. Perubahan-perubahan sudah barang tentu turut andil. Masuknya facebook mengantarkan penggunanya ke alam yang penuh semangat baru, membuat penggunanya ingin terus-menerus berada didalamnya, bahkan menjadi candu apabila tidak dapat mengontrol diri. Beredar bebasnya informasi juga membuka lebar wacana negatif seperti pornografi, profokasi dan sebagainya. Kehadiran situs-situs ini berdampak juga pada sikap konsumerisme mahasiswa, karena sudah kecanduan sehingga tidak tampak manfaat yang sebenarnya dari facebook itu sendiri sebagai situs jaringan sosial. Universitas Sumatera Utara 4.4.4. Jaringan online Pembahasan mengenai jaringan pertemanan online dapat dikatakan wacana lama, namun baru saja berkembang di indonesia terutama di kota Medan. Tidak banyak akademisi yang membahas tentang fenomena dunia maya yang lagi banyak digandrungi oleh kebanyakan kaum muda. Literatur tentang jaringan sosial maupun jaringan pertemanan dunia maya ini juga sangat sedikit beredar. Walaupun begitu dunia maya masih sangat memiliki daya tarik tersendiri serta fenomena yang luar biasa bagi penggiatnya. Jaringan yang terbentuk jauh dari kesan formal seperti jaringan yang ada di dunia nyata. Begitu mudahnya mengakses teman-teman sehingga jaringan pertemanan dapat dengan cepat terbentuk tanpa perantaraan orang, tanpa banyak prosedur yang membingungkan. Sangat jarang dijumpai jaringan power yang mengikat anggotanya dalam struktur jaringan yang memiliki kewajiban yang mesti dijalankan oleh anggotanya. Disini yang ada hanya emosi, kalau terus di pupuk dapat menjadi erat, tidak ada paksaan, para pelaku melakukan kegiatan apapun dengan sukarela. Banyak situs internet yang memfasilitasi terbentuknya, jaringan pertemanan. Maraknya situs pertemanan online yang di buat oleh para provider internet ini telah membius sebagian manusia di dunia untuk duduk berlama-lama di depan komputer. Beberapa fitur yang ditawarkan memudahkan para user untuk berekspresi dalam menarik perhatian para user lainnya dan nantinya akan berkenalan dan membentuk jaringan pertemanan baru. Apabila satu user telah masuk ke dalam komunitas yang dibentuk maka dia akan dapat mengakses segala informasi dari user yang telah Universitas Sumatera Utara dimasukinya. Facebook.com merupakan salah satu penyedia layanan jaringan sosial di dunia maya. Telah banyak penjelasan tentang Facebook.com yang mengatakan bahwa situs ini merupakan situs favorit yang memiliki user 1.333.649. Pengunaan Facebook dikalangan mahasiswa Fisip USU memfasilitasi pembentukan jalinan pertemanan dikalangan penggunanya. Dari hasil wawancara dengan mahasiswa Fisip USU dari jurusan yang berbeda serta dari hasil pengamatan secara langsung dilaksanakan di lingkungan kampus, kos-kosan mahasiswa dan warung internet (warnet). Komunitas facebook ini sangat populer dikalangan mahasiswa yang sudah menjadi trend masa sekarang terutama kaum muda, tak terkecuali mahasiswa Fisip USU. Berdasarkan hasil wawancara, facebook dianggap bermanfaat dan penting bagi masiswa Fisip USU, terutama untuk menjalin hubungan dengan orang lain, teman, saudara, sebagai ajang kreasi, ekspresi, ide pemikiran, berbagi informasi, maupun mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai komunikasi, teknologi dan informatika (tidak gabtek: gagap teknologi). Mahasiswa Fisip USU yang menjadi anggota facebook jumlahnya banyak. Menurut semua informan mengatakan bahwa mayoritas temannya mempunyai facebook. Jalinan pertemanan di tiap mahasiswa tiap jurusan maupun antar jurusan di Fisip USU bisa dilihat pada tampilan jalinan pertemanan yang bisa terlihat siapa saja yang menjadi teman si pengguna. Hal ini menandakan bahwa facebook sudah menjadi trend di kalangan mahasiswa. Universitas Sumatera Utara Pernyataan diatas sesuai dengan yang diutarakan oleh beberapa informan penelitian : “Penggunaan facebook sangat banyak membantu dia berhubungan dengan teman-teman lama yang berada diluar kota. Menut saya, Facebook dmemudahkan kita dalam membeli barang tanpa kita harus capek2 ke luar rumah, kita dapat berbelanja secara online karena di facebook banyak sekali terdapat iklan-iklan yang menawarkan berbagai macam produk. Mulai dari Handphone, Tas, Sepatu, Baju, dan lain-lain. tidak hanya itu facebook juga banyak memberikan kemudahankemudahan misalnya berbagi informasi dengan teman-teman di facebook”(N, pr, 23 tahun) Diperkuat oleh informan berikut: “Facebook selain bisa menambah pertemanan juga bisa membuka kembali komunikasi dengan banyak teman lama dan itu membawa pengaruh baik bagi perkembangan sosial seseorang” (F, lk, 23 tahun) Juga diperkuat oleh informan berikut: “Facebook membantu kita untuk memiliki banyak teman dari berbagai belahan dunia, kita bisa memiliki banyak teman bahkan sampai seribu orang lebih. Dan kita bisa membangun hubungan yang positif dengan mereka” Universitas Sumatera Utara BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Di era globalisasi sekarang ini, mau tidak mau kita harus menerima keberadaan informasi teknologi (IT). Semua informasi hampir bisa diakses melalui alat digital tersebut. Salah satu fasilitas pada internet tersebut menyediakan situs jejaring sosial, seperti Facebook yang saat ini sudah menggejala di semua lini termasuk di kalangan mahasiswa. Maraknya situs-situs yang beredar di dunia maya, dapat mendorong perubahan yang terjadi pada masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara, facebook dianggap bermanfaat dan penting bagi masiswa Fisip USU, terutama untuk menjalin hubungan dengan orang lain, teman, saudara, sebagai ajang kreasi, ekspresi, ide pemikiran, berbagi informasi, maupun mengembangkan ilmu pengetahuan mengenai komunikasi, teknologi dan informatika (tidak gabtek: gagap teknologi). Pertemanan dunia maya memberikan kesan yang positif dan negatif terhadap perilaku mahasiswa Fisip USU. Dampak positifnya mahasiswa dapat mengembangkan jaringannya dengan bebas, memiliki teman maya, bahkan ada yang berkumpul dan membuat komunitas berdasarkan kelompok sosial tertentu seperti jurusan di universitas, kelompok karya ilmiah, atau para alumni, dan masih banyak lagi. Dengan begitu mahasiswa dapat saling bertukar pikiran, informasi, dan memperkaya wacana berpikir mereka. Selain itu dapat mengembangkan ide, ekspresi dan kreatifitas dikalangan mahasiswa. 75 Universitas Sumatera Utara Mahasiswa Fisip USU yang menjadi anggota facebook jumlahnya banyak. Menurut semua informan mengatakan bahwa mayoritas temannya mempunyai facebook. Jalinan pertemanan di tiap mahasiswa tiap jurusan maupun antar jurusan di Fisip USU bisa dilihat pada tampilan jalinan pertemanan yang bisa terlihat siapa saja yang menjadi teman si pengguna. Hal ini menandakan bahwa facebook sudah menjadi trend di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menjelaskan pertemanan dunia maya memberikan kesan yang positif dan negatif terhadap perilaku mahasiswa Fisip USU. Dampak positifnya mahasiswa dapat mengembangkan jaringannya dengan bebas, memiliki teman maya, bahkan ada yang berkumpul dan membuat komunitas berdasarkan kelompok sosial tertentu seperti jurusan di universitas, kelompok karya ilmiah, atau para alumni, dan masih banyak lagi. Dengan begitu mahasiswa dapat saling bertukar pikiran, informasi, dan memperkaya wacana berpikir mereka. Selain itu dapat mengembangkan ide, ekspresi dan kreatifitas dikalangan mahasiswa. Penggunaan komunikasi dan teknologi informatika sangat rentan untuk di salah gunakan. Untuk hal-hal yang negatif maupun pemborosan waktu dan uang (konsumerisme), kewajiban utama mahasiswa yaitu menuntut ilmu sering terbengkalai. Uang saku yang didapat mahasiswa malah tersalurkan pada facebook tersebut. Mahasiswa adalah agent of change yang diharapkan menjadi penggerak bangsa yang lebih baik. Mahasiswa dengan pendidikannya akan memperoleh ruang interaksi dan mobilitas yang luas tidak hanya dikampus namun juga di luar kampusnya. Interaksi dan mobilitas sosial yang dilakukan oleh mahasiswa bisa sebagai bentuk pencarian identitas diri. Namun dalam prosesnya, sering terkena Universitas Sumatera Utara pengaruh kuat unsur-unsur globalisasi dan modernisasi yang mengarah ketindakan konsumtif yang tidak bermanfaat. Oleh karena itu penggunaan harus secara efektif dan efisien, menghindari penyalahgunaan yang negatif, serta mengembangkannya sebagai wadah untuk bertukar informasi, ide, ekspresi dan kreatifitas yang dapat menunjang akademis dan hubungan sosial. Selain itu diharapkan orangtua ataupun dosen harus mengimbangi pengetahuan tentang teknologi informatika di dunia maya terutama facebook sebagai kontrol sosial dan bisa berkomunikasi secara terbuka dan lebih menarik bagi mahasiswa. Sama dengan hal lainnya, penggunaan Facebook tidak akan menimbulkan dampak yang buruk jika digunakan sebagaimana mestinya, normal, dan tidak berlebihan. Namun, jika terlalu sering menggunakan fasilitas ini, dikhawatirkan akan terjadi ketergantungan yang tidak sehat, serta penyalahgunaan fasilitas yang tidak benar. Sesuatu yang wajar juga ketika teknologi masuk ke areal tertentu dapat berdampak negatif terhadap penggunanya. Perubahan-perubahan sudah barang tentu turut andil. Masuknya facebook mengantarkan penggunanya ke alam yang penuh semangat baru, membuat penggunanya ingin terus-menerus berada didalamnya, bahkan menjadi candu apabila tidak dapat mengontrol diri. Beredar bebasnya informasi juga membuka lebar wacana negatif seperti pornografi, profokasi dan sebagainya. Kehadiran situs-situs ini berdampak juga pada sikap konsumerisme mahasiswa, karena sudah kecanduan sehingga tidak tampak manfaat yang sebenarnya dari facebook itu sendiri sebagai situs jaringan sosial. Universitas Sumatera Utara Oleh karena itu penggunaan harus secara efektif dan efisien, menghindari penyalahgunaan yang negatif, serta mengembangkannya sebagai wadah untuk bertukar informasi, ide, ekspresi dan kreatifitas yang dapat menunjang akademis dan hubungan sosial. Apalagi jika penggunanya mahasiswa yang cara berpikirnya lebih kritis dan dewasa, sehingga bisa membedakan mana baik dan buruknya. 5.2. Saran Fenomena Facebook di kalangan mahasiswa perlu mendapat perhatian, sebab keberadaannya dapat berdampak buruk terhadap penggunanya. Meskipun Facebook itu memiliki sisi buruk, tapi pada sisi lainnya juga bermanfaat bagi penggunanya. Jika selama ini ada yang memiliki sifat yang tertutup dan tidak bisa menyampaikan sesuatu secara lisan, maka dengan Facebook hal itu dapat disalurkannya ke dalam bentuk tulisan. Facebook selain bisa menambah pertemanan juga bisa membuka kembali komunikasi dengan banyak teman lama. Baik buruknya menggunakan Facebook itu tergantung orangnya. Apalagi jika penggunanya mahasiswa yang cara berpikirnya lebih kritis dan dewasa, sehingga bisa membedakan mana baik dan buruknya. Berdasarkan kesimpulan yang dipaparkan diatas dapat dikemukakan saransaran yang terkait dengan penelitian Fenomena Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa. Pertama, perkembangan ilmu pengetahuan sosial khususnya sosiologi sebagai ilmu sosial murni di indonesia harus dapat mengimbangi arus perkembangan teknologi, sehingga dapat membuat inovasi-inovasi baru dalam mencegah dampak Universitas Sumatera Utara negatif dari penggunaan facebook. Sehingga penggunaan facebook yang telah terbentuk memberi dampak positif bagi para masiswa secara khusus, dan masyarakat luas secara umum. Kedua, diharapkan orangtua ataupun dosen harus mengimbangi pengetahuan tentang teknologi informatika di dunia maya terutama facebook sebagai kontrol sosial dan bisa berkomunikasi secara terbuka dan lebih menarik bagi mahasiswa. Ketiga, Mahasiswa adalah agent of change yang diharapkan menjadi penggerak bangsa yang lebih baik. Mahasiswa dengan pendidikannya akan memperoleh ruang interaksi dan mobilitas yang luas tidak hanya dikampus namun juga di luar kampusnya. Penggunaan facebook harus secara efektif dan efisien, menghindari penyalahgunaan yang negatif, serta mengembangkannya sebagai wadah untuk bertukar informasi, ide, ekspresi dan kreatifitas yang dapat menunjang akademis dan hubungan sosial. Keempat, untuk pemerintah sebaiknya melindungi masyarakat melalui penyaringan situs-situs yang masuk melalui internet, karena tidak semua situs dapat dikonsumsi secara umum, sehingga dapat di minimalisir perusakan generasi muda melalui dunia maya. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Agusyanto, Ruddy. 2007. Jaringan Sosial dalam Organisasi. Rajawali Pers: Jakarta. Ahmadi, Abu. 2007. Psikologi Sosial. Rineka Cipta: Jakarta. Black, James A. 1999. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Rafika Adiama: Bandung. Bungin, Burhan, 2001. Metode Penelitian Sosial. Surabaya: Airlangga. Bungin, Burhan, 2007. Sosiologi Komunikasi. Kencana: Jakarta. Betran, L. Alwin. 1980. Sosiologi. Surabaya, PT Bina Ilmu. Fathoni, Abdurrahmat, 2005. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta : Rineka Cipta Faisal, Sanapiah, 1999. Format-format Penelitian Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Faisal, Sanafah. 1998. Format-format Penelitian Sosial: Dasar-dasar dan Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Faisal, Sanafah. 1998. Format-format Penelitian Sosial: Dasar-dasar dan Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Field, John. 2001. Modal Sosial. Bina Media Perintis: Medan. Goodman, Douglas, 2004. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media Kencana George, Ritzer. 1999. Sosiologi Ilmu Berparadima Ganda. PT. Rajawali. Jakarta Hasan, Iqbal M.2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia. Habullah, Jousairi. 2006. Social Capital (Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia). United Press: Jakarta. Jhonson, Paul. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. PT. Gramedia. Jakarta _______________, 1985 Perubahan Sosial, Jakarta, Rajawali. Universitas Sumatera Utara Kurniali, Sartika. 2009. Step by Step Facebook , edisi revisi. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Kurniali, Sartika. 2009. Step by Step Facebook The Next Level. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Lexy, J. Maleong.2006. Metode Penelitian Kualitatif, edisi revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Lash, Scott. 2004. Sosiologi Postmodrenisme. Kasnisius: Yogyakarta. Nasution, Arif dkk.2008. Metode Penelitian. Medan: FISIP USU Press. Poloma, Margaret, 2004. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: PT. Raja Grafindo Ritzer , George, 2003. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana Persada Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Graha Ilmu. Yogyakarta Soekanto, Soejono, 2005. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Soekanto, soejono, 2000. Kamus Besar sosiologi. Jakarta: Rajawali. Sunarto, Kamanto, 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Universitas Indonesia Suryanto, Bagong, 2005. Metode Penelitian Sosial. Singarimbun, Masri dan Sofian Efendi. 1989. Metode Penelitian Survei. LP3ES. Jakarta. Strinati, Dominic. 2003. Popular Culture : Pengantar Menuju Budaya Populer. Jejak: Yogyakarta. Usman, Husaini. 1996. Metodologi Penelitian Sosial. Bumi Aksara: Jakarta. Universitas Sumatera Utara SITUS INTERNET www. Facebook.com http://www.wikipedia.org/komunitas-facebook?.2008.htm, diakses 23 januari 2009 http://www.anshori_blogspot.com/mengembangkan-jaringan-dunia-maya.2008.htm, diakses 26 januari 2009 http://www.multiply.com/anggararuliaton/teman-baru-di-dunia-taknampak.2008.htm, diakses pada 10 februari 2009 http://www.blogspot.com/facebook-pesona- -baru-dunia-online.htm, diakses pada 20 februari 2009 http://www.lingkarpena.com/com/jaringan-sosial-dunia-maya.2007.htm, diakses 26 februari 2009 http://www.blogspot.com/winadewantari_duniamayasimaya.htm, diakses 27 februari 2009 http://www.warnet @lta.net/kantor.htm, diakses 17 maret 2009 http://wwwomarinu.bogspot.com/2009/03/sejarah-facebook.html http://www.asal-usul.com/2009/03/facebook-data-dan-fakta-sejarah.html http://blog.uad.ac.id/mdin/2009/02/21/perkembangan-facebook-februari-2008-2009/ Universitas Sumatera Utara

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Tren Facebook Di Kalangan Mahasiswa (Studi Deskriptif Tren Facebook di Kalangan Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)
0
58
120
Pola Penggunaan Facebook Di Kalangan Mahasiswa USU (Studi Deskriptif Mengenai Pola Penggunaan Facebook di Kalangan Mahasiswa USU)
2
76
123
IDENTITAS DAN PENGUNGKAPAN DIRI PENGGUNA FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Pada Mahasiswa dalam Pertemanan Facebook Peneliti)
1
25
53
Fenomena Gaya Hidup Penggunaan Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung
2
39
120
Fenomena Gaya Hidup Penggunaan Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung
2
15
120
DAMPAK PENGGUNAAN BLACKBERRY DI KALANGAN MAHASISWA
0
10
153
PENGARUH BRAND COMMUNITY FACEBOOK DALAM MEMBANGUN JARINGAN SOSIAL DI KALANGAN PENGARUH BRAND COMMUNITY FACEBOOK DALAM MEMBANGUN JARINGAN SOSIAL DI KALANGAN MAHASISWA YOGYAKARTA.
0
2
17
Motif Penggunaan Group Info Akademik pada Situs Jejaring Sosial Facebook di Kalangan Mahasiswa.
0
0
2
Penggunaan Line Messenger di Kalangan Mahasiswa.
0
0
2
Fenomena Penggunaan Kosmetik di Kalangan Mahasiswi -Studii Kualitatif Pendekatan Fenomenologi Pemaknaan Penggunaan Kosmetik di Kalangan Mahasiswi Fikom Unpad.
0
0
2
FENOMENA “JILBAB SETENGAH HARI” DI KALANGAN MAHASISWA STUDI KASUS PADA MAHASISWA DI KOTA SEMARANG)
0
0
49
PENGGUNAAN FACEBOOK DI KALANGAN PELAJAR
0
0
13
1 FENOMENA NOMOPHOBIA DI KALANGAN MAHASISWA (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF MAHASISWA UNIVERITAS RAU)
0
0
10
View of MOTIVASI PENGGUNAAN FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA
0
1
6
Fenomena Penggunaan Bahasa Kekinian di Kalangan Mahasiswa - UWKS - Library
0
1
14
Show more